• agoda-hemat.png

sesilaulia

Laut Selatan Dilanda Gelombang Tinggi 3,5 Meter

1 post in this topic

METROPOLITAN – Ancaman gelombang tinggi masih melanda perairan Kabupaten Bogor. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat ketinggian gelombang di wilayah laut selatan mencapai 3,5 meter.

Koordinator Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan, gelombang tinggi ini merupakan fenomena alam. Namun pihaknya mengimbau nelayan yang hendak melaut selalu waspada dan hati-hati. BMKG memprakirakan cuaca cukup buruk untuk wilayah laut selatan Jabar, salah satunya Kabupaten Sukabumi.

Dari pantauan, sambung Daeng, aktivitas laut selatan saat ini masih normal dan gelombang tinggi ini tak  sampai ke pesisir pantai. Namun cuaca masih kurang bersahabat seperti kerap turun hujan deras disertai angin kencang dan petir. Maka dari itu, nelayan dan wisatawan yang beraktivitas, baik di pesisir maupun laut, selalu berhati-hati karena cuaca bisa berubah cepat dan alangkah baiknya agar tak berenang di laut karena gelombang cukup tinggi.

“Hingga saat ini kami belum menerima laporan dampak dari gelombang tinggi yang melanda perairan laut selatan Kabupaten Sukabumi. Tapi kami tetap siaga jika ada hal yang tak diinginkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk mengimbau nelayan yang melaut, terutama di perairan laut lepas, meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi yang masih terjadi. (re/feb/py)
 
Sumber : Metropolitan.id
 

bbbbb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By sesilaulia
      METROPOLITAN – Ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Kabupaten Sukabumi Capres-Cawapres, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, HM. Agus Mulyadi optimis bakal merebut kemenangan. Targetnya, di kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa ini elektabilitas pasangan nomor urut 01 ebih dari 50 persen. “Di Sukabumi (Jokowi-Amin) bisa di atas 50 persen.
      Kita harus bekerja keras, karena suasana di Sukabumi memang cukup menggairahkan,” kata Agus yang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi ini, Minggu (17/3/2019).
      Untuk penguatan kemenangan, Agus memastikan seluruh potensi mulai parpol pengusung dan relawan dalam sebulan terakhir akan turun hingga akar rumput. Menurutnya, kekuatan parpol koalisi yang lebih banyak menjadi kekuatan lebih untuk pemenangan Jokowi-Amin.
      “Dalam sebulan terakhir, menjelang 17 April 2019 seluruh kekuatan turun mulai ke TPS-TPS sampai ke tingkat RT. Kita bergerak, karena potensi kita dengan banyaknya partai lebih banyak,”ujarnya. Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi ini juga mengklaim hasil survey internal sementara pasangan Jokowi-Amin sudah berada di angka 40 persen. Dengan sisa waktu perjuangan sekitar sebulan, dia optimis Jok0wi-Amin bisa mendulang elektabilitas di atas 50 persen. “Hari ini kita (Jokowi-Amin) di atas 40 persen. Dengan sisa waktu beberapa hari terakhir, mudah-mudahan di bisa di atas 50 persen,” bebernya.
      Menilik perolehan penghitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2014 di Kabupaten Sukabumi, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla hanya mendapatkan 392.927 suara atau sekitar 32 persen. Dari total 47 kecamatan, Jokowi-JK hanya menang di satu kecamatan yakni Ciracap. Sementara, Prabowo yang didampingi Hatta Rajasa menang telak di 46 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi. Prabowo-Hatta mendulang suara 829.802 suara atau 68 persen. (kng/ade/feb)
      Sumber : Metropolitan.id

    • By sesilaulia
      METROPOLITAN – Ancaman gelombang tinggi masih melanda perairan Kabupaten Bogor. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat ketinggian gelombang di wilayah laut selatan mencapai 3,5 meter.
      Koordinator Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan, gelombang tinggi ini merupakan fenomena alam. Namun pihaknya mengimbau nelayan yang hendak melaut selalu waspada dan hati-hati. BMKG memprakirakan cuaca cukup buruk untuk wilayah laut selatan Jabar, salah satunya Kabupaten Sukabumi.
      Dari pantauan, sambung Daeng, aktivitas laut selatan saat ini masih normal dan gelombang tinggi ini tak  sampai ke pesisir pantai. Namun cuaca masih kurang bersahabat seperti kerap turun hujan deras disertai angin kencang dan petir. Maka dari itu, nelayan dan wisatawan yang beraktivitas, baik di pesisir maupun laut, selalu berhati-hati karena cuaca bisa berubah cepat dan alangkah baiknya agar tak berenang di laut karena gelombang cukup tinggi.
      “Hingga saat ini kami belum menerima laporan dampak dari gelombang tinggi yang melanda perairan laut selatan Kabupaten Sukabumi. Tapi kami tetap siaga jika ada hal yang tak diinginkan,” tambahnya.
      Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk mengimbau nelayan yang melaut, terutama di perairan laut lepas, meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi yang masih terjadi. (re/feb/py)   Sumber : Metropolitan.id  
    • By sesilaulia
      METROPOLITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DPKUKM) menerima kunjungan kerja Pemkab Lampung Barat di Gedung Pendopo Sukabumi, Kamis (14/3). Kegiatan itu merupakan studi banding pembinaan dan pengelolaan Usaha Kecil dan Mikro (UKM).
      Ketua rombongan Pemkab Lampung Barat Alexander Saputra menjelaskan, kunjungan kerja itu berkaitan dengan rencana menjadikan Kabupaten Lampung Barat sebagai kabupaten sukses mengelola dan mengembangkan UKM. Ia menilai berdasarkan analisis Pemkab Lampung Barat, Kabupaten Sukabumi dianggap sukses dalam pembinaan dan pengelolaan UKM.
      “Kabupaten Lampung Barat dengan luas 2.141,57 kilometer persegi, atau 6,5 persen dari luas wilayah Provinsi Lampung, terdiri dari 15 kecamatan, 131 desa dan lima kelurahan, memiliki banyak potensi untuk pengembangan UKM. Di antaranya komoditas kopi dengan produksi rata-rata 52,644 ton per tahun,” terang Alexander.
      Kepala DPKUKM Kabupaten Sukabumi Ardiyana menjelaskan, demografi Kabupaten Sukabumi sebagai kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa dan Bali dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa, terdiri dari 47 kecamatan, 381 desa serta lima kelurahan.
      “Hari ini Kabupaten Sukabumi membina usaha mikro dan usaha kecil. Tercatat sekitar 26.000 pelaku usaha binaan di Jawa Barat, termasuk di dalamnya dari Sukabumi sekitar 6.000, dengan data yang sudah lengkap. Berbagai program sudah dikembangkan di Kabupaten Sukabumi, termasuk kampung digital,” ungkap Ardiyana. (ade/feb/run)   Sumber : Metropolitan.id
    • By eka wibisono
      Kaya apa ya rasanya merayakan pergantian Tahun Baru rame2 dgn keluarga di alam terbuka?? Hmm... pastinya  sensasinya berbeda deh. Oleh karena itu kami sekeluarga besar memilih utk  kemping di malam Tahun Baru 2017 ini.

      Kemping di tempat yg agak mahal udh pernah cobain (Tanakita Riverside Cisaat), nah kali ini kami ingin cobain kemping dgn harga gak terlalu mahal tp mendapat fasilitas yg cukup oke alias gak menderita2 bgt kondisinya hehehe....  Setelah survey,  kami memilih kemping di Batu Tapak Camping Ground (“Batu Tapak”). Batu Tapak ini berlokasi di desa Cidahu, Cicurug, Sukabumi. Lokasinya gak sejauh ke Cisaat dan gampang banget arahnya.
      Kalo naik kendaraan pribadi , dari perempatan lampu merah setelah pintu tol Ciawi, ambil arah jalan raya ke Sukabumi,  pas sampai di daerah Cicurug kita akan lewatin pasar, pabrik Pocari Sweat, Pabrik Aqua (di kanan jalan), setelah lewatin rel kreta api nah kita  siap2  belok kanan, masuk ke jalan agak kecil menuju Batu Tapak ini. Lokasi Batu Tapak ini kebetulan berdekatan dengan Javana Spa yg terletak di area Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Dr jalan raya sekitar 30-45 menit lah baru sampai di lokasi krn kondisi jalan yg  agak sempit,  jd kendaraan mau gak mau harus pelan2 jalannya.
       

      Ada pilihan transportasi lain jg sih yaitu naik kreta api. Dari informasi yg didapat, naik kreta  jurusan Bogor-Sukabumi.  Nanti turun di Stasiun Cicurug dan tinggal pilih mo sewa angkot yg  byk  parkir di depan stasiun atau naik angkot yg ke arah Cidahu.
      Untuk harga sewa tenda menurut saya sih masih terjangkau ya krn cukup worth it lah dgn fasilitas yg didapat. Nah ini  list harga dan contact personnya.
       


      Asiiknya nih, utk liburan Tahun Baru, Natal dan Lebaran, harga di Batu Tapak ini gak ada tambahan biaya lho, jd harga sewa tenda dll ya sama dgn harga di hari weekdays atau weekend.  Spesial utk malam pergantian tahun, pengelola Batu Tapak membuat acara permainan, musik,  pertunjukan kembang api dan menyediakan makanan gratis utk semua tamu yg menginap.  Asiik kan
      Kebetulan kami semua memutuskan utk ambil paket tenda  yg VIP, dan fasilitas yg didapat yaitu breakfast (sesuai kapasitas tenda), 1 termos air panas, teh gula kopi (sachet ky di hotel), aqua botol, listrik yg menyala sepanjang malam, kamar mandi dgn air panas & dingin. Untuk api unggun, gak termasuk paket tp gak mahal kok, utk seikat kayu dikenakan biaya cuma Rp. 5.000. Oh iya, area kemping yg kita booking disebutnya Area Salak 2. Cocok bgt deh utk kami yg jumlahnya ber 26 org krn di depan tenda kita ada lapangan luas dgn pemandangan  yg  bagus bangeet... Jd anak-anak mo main apapun gak terganggu.
      Yuuk kita liat ada apa aja di lokasi kemping dan bentuk tendanya kaya apa.  
       

       
       
       
       
      Toilet

      Tempat breakfast (Restoran Batu Tapak)

      Males mo masak2 buat makan siang dan makan malam? Jgn kawatir tinggal pesen aja ke restoran yg dikelola oleh Batu Tapak atau beli di kantin yg terletak di parkiran mobil. Kebetulan keluarga kami sih bawa lauk yg udah matang, jadi cuma masak nasi aja..hehehe jg gak pusing urusan makan.
      Saran saya sih buat teman2 yg gak mau repot urusan makan, sebaiknya  tetap membawa indomie, teh, kopi & gula, cadangan aqua utk minum, kompor gas kecil utk masak air panas & indomie, spy gak repot kalau malam2 berasa lapar atau pingin minuman hangat krn restoran pengelola  dan kantin gak buka 24 jam.
      Hmm... apa aja yg bisa diexplore di lokasi kemping ini?

      Selain ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak (yg pintu gerbangnya bersebelahan dng lokasi  Batu Tapak), so pasti  air terjun  yg terletak  di dalam lokasi kemping area. Keluarga kami  pilihnya explore air terjun aja sih krn anak2 pingin pd berendam di air terjun. Ada 3 lokasi air terjun g yg bisa kita explore dr  sini.:
      1.    Air terjun 1 paling deket bgt, cuma jalan kaki 10 menit dah sampe tapiii... air terjunnya kecil dan  agak keruh airnya,  ada kolam buatan jika anak2 mau main air. Tapi kurang menarik sih menurut saya.
       
       

      2.    Air terjun 2.
      Utk menuju air terjun ke 2 ini lokasinya agak di atas, jadi kita mau gak mau harus trekking  deh. Jgn kawatir trekkingnya gak ekstrem dan gak terlalu jauh kok. Dari lokasi kemping, yah paling cuma jalan kaki sekitar 30- 45 menit (jalan santai) dan sepanjang jalan mata kita disuguhi pemandangan yg menyegarkan mata lho.  
       

       
      Yg mesti  sedikit berhati-hati  sewaktu berjalan turun ke lokasi air terjun krn agak curam jalan setapaknya.
       
       

       
      Rasa cape terbayar tuh melihat air terjun yg walaupun gak terlalu besar tapi airnya bersih dan jernih bgt. Ini dia  air terjunnya.
       
       

       
       
      Air terjun ini termasuk aman kok buat yg mau berenang, tapi untuk anak-anak tetap disarankan  main airnya di pinggir aja ya.
       
       
      3.    Air terjun 3 disebut juga air terjun Javana Spa. Sayang kami gak sampe ke air terjun 3 tuh krn dr lokasi air terjun 2 kita harus jalan kaki lagi  sih sekitar 30  menit. Wah anak2 kecil langsung deh  teriak gak mau... hehehe... takut gak kuat pas jalan pulang krn gak ada ojek sih. Spy gak penasaran, ini dia air terjun Javana Spa (dicomot dr Google)

       
      Saran:
       -memakai sepatu kets atau sendal gunung krn trekking ke air terjun ke 2 agak licin jika hujan, terutama di jalur turun ke lokasi air terjun..
       -bawa payung  kecil atw jas ujan krn suka hujan tiba2
       -bawa air mineral
       
      Menariknya nih, selain kegiatan jalan2 ke  air terjun, pengelola juga menyediakan permainan  flying fox untuk anak2 tp harus bayar lho harga Rp.100 rb/anak utk 5 permainan. Dijamin pengunjung yg  bawa anak-anak gak akan berasa bosan.

      Pokoke recommended deh tempat kemping Batu Tapak ini.
       
      Nah teman-teman,  ayo jgn ragu utk membawa keluarga nginap di alam terbuka  dgn rasa aman. Salam jalan-jalan!
    • By coker
      ciletuh, sebuah kawasan yang cukup unik, karena teringkapnya batuan yang berumur paling tua di pulau jawa yang secara geomorpologi berbentuk amphitheatre (tapal kuda) menghadap ke samudra hindia. dulunya kawasan ini merupakan dasar laut yang kemudian terangkat ke permukaan karena proses subduksi (tumbukan) antara lempeng benua dan lempeng samudra. melihat apa yang ada ini, sangat pantas kiranya jika istilah geopark dilekatkan padanya.
      kunjungan kali ini merupakan kunjungan ke 2 setelah sebelumnya pada pertengahan mei 2004. jika pada kunjungan pertama melalui jalur laut, maka kali ini melalui jalur darat dengan menggunakan roda 2.
      berawal dari telepon seorang kawan beberapa hari sebelumnya:
      kawan: om cok, posisi?
      saia: di rumah
      kawan: masih inget ciletuh? 14-15 nov besok ada festival disana
      ----- cut -----
      jumat, 13 nov 2015, setelah mempersiapkan segala sesuatunya, pukul 19:30 sang kuda besi mulai meninggalkan rumah diiringi alunan suara jason aldean dan rintik hujan dengan rute bandung - cianjur - sukabumi - pelabuhan ratu - ciletuh. perjalanan sedikit tersendat karena adanya perbaikan jalan di jalur cianjur - sukabumi (disekitar simpang jalan masuk menuju situs gunung padang).
      memasuki kota sukabumi pukul 22:15. ok, waktunya cari warkop untuk sekedar menghangatkan badan sekaligus istirahat. karena hujan yg semakin deras, terpaksa istirahat jd makin panjang. pukul 22:50 kembali nge-gas ditemani linkin park. sekitar 10km sebelum pelabuhan ratu, motor dibelokkan ke kiri menuju ujung genteng. sekitar 15km di depan, di sisi kanan jalan, terlihat sebuah plang bertuliskan geopark ciletuh. ok, kita ikut dan motor pun dibelokkan  ke kanan sesuai petunjuk. setelah menempuh jalan yang berkelok, nail turun dan rusak selama lk. 2jam, pukul 13:12, sampailah di pantai palampang, tempat dimana ciletuh geopark festival berpusat.
      tujuan pertama adalah mencari 2 pohon di pinggir pantai untuk menggantung hammock dan... tidur...
      karena cukup sulit menulis melalui hp kecil di atas bis yang melaju kencang, maka akan disambung segera... 
    • By shata
      Lobster. Hewan laut yang satu ini punya banyak kelebihan: dagingnya banyak, proteinnya tinggi, dan rasanya yang enak. Cuma satu kelemahannya: harganya mahal  Gak heran sih kenapa harganya mahal, mengembangbiakan lobster cukup susah dan butuh waktu lama. Belum lagi biaya pengiriman dari tempat penangkapannya. Jadi hasil akhirnya harga lobster matang di tempat makan yang jauh dari tempat pengiriman lobster pada mahal2. Salah satu cara supaya bisa makan lobster yang murah adalah dateng langsung ke tempat makan yg dekat sama penangkaran lobster. Pilihan TS jatuh kepada Pusat Ikan Bakar & Resto Pelabuhan Ratu. TS sering denger kalau lobster di tempat ini murah dan enak.
       
      LOKASI
      Pusat Ikan Bakar & Resto Pelabuhan Ratu (PIBR) berada di dermaga yang sejajar sama pantai2 Pelabuhan Ratu. Dermaganya ditandai dengan gapura besar bertuliskan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhan Ratu. Gak jauh dari situ ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI), yang bersebelahan sama PIBR Pelabuhan Ratu. Buat alamat persisnya TS kurang yakin, tapi sepertinya antara Jalan Raya Cisolok-Pelabuhan Ratu atau Jalan Nasional III.
      Pelabuhan Ratu bisa dicapai dari Jakarta, Sukabumi, atau kota-kota lainnya. Karena TS udah ke Sukabumi duluan, TS ke arah Selatan menuju Pelabuhan Ratu. TS takjub sendiri liat jalanan Sukabumi-Pelabuhan Ratu yang sekarang udah mulus banget. Jadinya waktu perjalanan yang dibutuhkan lebih cepet, cuma sekitar 1 jam. TS ikutin semua petunjuk arah ke Pelabuhan Ratu sampai tiba di tengah kota Pelabuhan Ratu yang ditandai sama Pasar Pelabuhan Ratu. Pasar ini besar dan ramai banget, jadi gampang ditemukan. Di seberang pasar ada SPBU Pertamina dan disebelahnya ada PIBR Pelabuhan Ratu.
       
      PIBR PELABUHAN RATU
      PIBR tampak depan PIBR Pelabuhan Ratu berbentuk gedung 2 tingkat dengan warna cat bagian depan biru dan hijau. Di bagian atas gedung tertulis Pasar Ikan & Resto Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhan Ratu. Selain tulisan itu, ada juga spanduk2 bergambar foto2 seafood yang menggugah selera. Lantai 1 PIBR Pelabuhan Ratu digunakan sebagai tempat penyajian ikan dan hewan laut lain yang masih mentah biar pengunjung bisa pilih2 dulu mau hewan apa dan berapa banyak jumlahnya. Hewan2 laut ini berasal dari TPI dan pasar ikan yang ada di sebelahnya. Penjual di TPI dan pasar ikan tentu ngambil hewan laut dari hasil tangkapan hari itu, jadi Jalan2ers gak usah ragu sama kualitas dan kesegaran hewan lautnya.

      Hewan laut yang dijual Hewan laut yang bisa dipilih ada ikan kakap merah, kakap putih, bawal, tuna, tongkol, layur, salmon, kerapu, dan jenis ikan lainnya. Selain ikan, ada kepiting, udang, cumi, dan tentu saja LOBSTER! Jenis lobster yang ada di TPI dan PIBR Pelabuhan Ratu adalah Homarus americanus atau yang biasa disebut sebagai lobster amerika. Warnanya hitam kemerah2an, panjangnya rata2 10-15 cm. Hewan-hewan laut ini beberapa ada yang masih hidup, tapi banyakan yang udah mati. Yang masih hidup biasanya buat dikirim ke luar kota. Contohnya ke Jakarta, Bandung, dan kota2 besar lain yang membutuhkan supply lobster.
            
                                                  Mas2 yang bertugas melayani konsumen                                             Aneka hewan laut tampak dari dekat                                        
      Cara pesan seafood Kalau Jalan2ers bisa nentuin sendiri mana hewan laut terbaik menurut kalian, silahkan pilih terus bilang ke mas2 atau mbak2 nya biar ditimbang, dibersihin, dan dimasak. Kalau gak bisa nentuin sendiri macem TS, tinggal pasrah minta dipilihin sama mas2nya :") Oh ya, buat Jalan2ers yang mau beli hewan lautnya di pasar ikan atau di TPI boleh banget lho.. Nanti tinggal dibawa aja ke dalam PIBR dan minta dibersihin kemudian dimasak. TS malah saranin begitu karena pilihan hewan lautnya jauh lebih banyak dan bahkan bisa lebih murah karena bisa tawar-menawar. Pilihan cara memasak seafood nya gak sebanyak di tempat2 makan seafood di Jakarta, cuma bisa digoreng biasa, dibakar, bisa juga dimasak dengan saus padang, mentega, asam manis, dan saus tiram. Semua hewan laut bisa dihidangkan dengan cara masak tersebut. Spesial buat Jalan2ers, TS kasih rekomendasi berdasarkan hasil tanya2 dan coba sendiri. Udang paling enak dibakar, ikan dimasak saus asam manis, dan lobster dimasak saus mentega. Jangan lupa juga pesan nasi putih atau menu lain karena belum termasuk. 
      Tempat makan di PIBR Restoran / tempat makan PIBR ada di lantai 2. Jalan2ers yang udah selesai pesan, bisa langsung naik ke lantai ini nanti pesanannya akan diantar. Pesan minum atau lauk lain selain seafood bisa ke pelayan yang ada di lantai ini. Luas lantai 2 lumayan, bisa menampung sekitar 80 orang. Setiap meja adalah meja kayu dengan taplak kotak2 hitam putih, dilengkapi kursi plastik. Di lantai ini juga ada jendela yang cukup besar, dari situ kita bisa liat pemandangan langsung ke laut dan Pelabuhan Ratu.
      Pelayanan, rasa hidangan, dan total harga Kurang lebih 15 menit, semua pesanan TS, lengkap dengan nasi putih bakul dan lalapan, udah dateng. TS pesen 3 jenis seafood: udang bakar, lobster saus padang, dan ikan kerapu asam manis. Udang dan ikan kerapu nya terasa segar, enak, lobsternya juga tapi agak kurang pas sausnya. Makanya TS menyarankan buat pilih saus jenis yang lain untuk lobsternya. Buat minuman, pilihannya gak banyak dan gak tertera di menu. Jadi Jalan2ers bisa langsung tanya ke pelayan sekaligus pesan. 
      Pelayanan di PIBR tipikal pelayanan restoran daerah. Jumlah yang ada di lantai 2 hanya beberapa, semuanya pake baju bebas yang kasual, dan sibuk mondar-mandir sama kerjaan masing2. Agak susah buat manggil mereka. Untungnya mereka cepet dalam menyelesaikan pesanan dan Alhamdulillah pas TS gak ada pesanan yang salah.
      Seafood Pelabuhan Ratu TS bilang cukup murah. Total semua pesanan TS sekitar 300.000-an. Itu udah termasuk 1/2 kg udang, 1/2 kg lobster, 1 kg ikan kerapu, nasi 1 bakul, cah kangkung 1 porsi, tempe & tahu goreng 1 porsi, dan lalapan. Rincian untuk seafood: udang Rp 100.000/kg, lobster RP 200.000/kg, ikan kerapu 50.000/kg. Ini harga untuk yang masih mentah. Ada tarif tambahan buat masaknya sebesar Rp 10.000 buat 1/2 kg dan Rp 15.000 buat 1 kg. Tarif ini berlaku untuk satu jenis seafood, tapi berlaku buat semua cara masak. Mau digoreng, dibakar, dicampur saus, semua sama saja. 

      3 seafood, tempe tahu goreng, lalapan

      Lobster Saus Padang 1/2 kg

       Udang Bakar 1/2 kg

      Kerapu Asam Manis 1 kg
      Overall TS puas sama rasa seafood Pelabuhan Ratu, terutama lobsternya walau ukurannya gak sebesar yang TS bayangkan. Rasa dan harganya sangat sebanding. Next time kalau ke PIBR lagi TS mau beli hewan lautnya di TPI atau di pasar ikan supaya bisa pilih jenis hewan laut yang lain, yang lebih segar, dengan harga yang lebih murah juga. Jalan2ers yang sedang merencanakan atau bahkan sedang ada di Sukabumi dan sekitarnya, TS sarankan segera meluncur buat coba seafood ala PIBR