• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
pejalankaki

Rekomendasi Tempat Liburan Nan Romantis di Santorini

1 post in this topic

Santorini menawarkan pemandangan yang indah dan sudah dikenal sebagai tempat yang cocok untuk berlibur bersama dengan pasangan. Ada banyak destinasi yang indah dan romantis di pulau cantik yang terletak di Yunani ini. Mengabiskan waktu bersama dan menciptakan momen berdua untuk selalu dikenang dengan pemandangan yang indah serta lokasi yang romantis selalu menjadi kegiatan yang disukai para pasangan.

https://www.his-travel.co.id/blog/media/article/Santorini-3.jpg

Berikut ini beberapa rekomendasi destinasi untuk travel mates yang ingin liburan romantis bersama pasangan di Santorini.

1. Oia

https://www.his-travel.co.id/blog/media/article/Santorini-5.jpg

 

Setiap belokan dan sudut gang yang ada di Oia menampilkan pemandangan yang indah seperti di dalam kartu pos. Oia merupakan salah satu desa di Santorini yang paling terkenal dan disebut-sebut sebagai desa terindah. Menikmati pemandangan sunset sembari bersantai di cafe-cafe teras tepi jalan selalu menjadi aktivitas favorit wisatawan. 

2.Firá

https://www.his-travel.co.id/blog/media/article/Santorini-6.jpg

 

Ibukota dari Santorini, Firá (Thíra) merupakan salah satu destinasi utama di Santorini dan sudah dikenal akan pemandangan kotanya yang ikonik. Mirip dengan Oia, bangunan di Firá didominasi oleh tembok bercat putih dan biru menciptakan perpaduan yang sangat indah. Jangan lewatkan kesempatan berfoto bersama pasangan dengan latar pemandangan ini ya. Oh iya, karena selalu menjadi destinasi wajib wisatawan yang berkunjung ke Santorini, biasanya Firá selalu menjadi lokasi yang paling dipadati wisatawan. 

 

3. Amoudi Bay

https://media.walkandalie.com/images/e97a26179afebfb43f44eff86dccafde/20160730_112428-_D5A0297-900x900.jpg

image source : https://walkandalie.com

Berada tak jauh dari Oia, Amoudi Bay merupakan salah satu destinasi teluk terbaik di Santorini. Laut berwarna biru dan jernih, dikelilingi jurang merah dan bangunan-bangunan berwarna putih khas Santorini adalah pemandangan yang akan kamu temukan ketika berkunjung ke tempat ini. Untuk sampai ke tempat ini, kamu bisa menggunakan mobil atau berjalan kaki. Meski begitu, sebaiknya kamu berjalan kaki untuk sampai ke tempat ini, karena pemandangan selama di perjalanan juga sangat indah, lho.

4. Red Sand Beach

https://www.santorini-view.com/files/GalleryImages/c45fa64d-1ac1-4789-8f61-59d82930ec5a.jpg

image source :  https://www.santorini-view.com

 

Pantai yang satu ini sangat unik karena seperti pada namanya, pantai ini memiliki pantai dengan pasir berwarna merah. Red Sand Beach terletak dekat Akrotiri. Untuk menuju ke sini, Travel Mates harus menuruni tebing berkerikil merah yang cukup landai.

5. Pyrgos Village

https://www.santorinifeelings.com/wp-content/uploads/2017/03/The-Atmospheric-Village-of-Pyrgos-1200x580.jpg

image source : https://www.santorinifeelings.com

Destinasi wisata yang satu ini berada di puncak tertinggi Santorini. Melalui Pygros, travel mates bisa melihat pemandangan Santorini secara keseluruhan. Di sini terdapat bangunan rumah-rumah tradisional yang dibangun di sekitar Kastil Venesia. Sudah tahu destinasi mana saja yang wajib untuk dikunjungi, berikut website H.I.S. Travel Indonesia agar teman-teman dapat melihat berbagai produk menarik untuk liburanmu di objek wisata Santorini ketika teman teman sedang wisata ke Santorini.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018 : Santorini Day 1
      Hari 7, 11 Mei 2018
      Hari kedua yaitu hari terakhir di Santorini kami mengambil paket Day Tour yang telah disediakan oleh penginapan. Dengan harga 35 euro/pax, kami berkeliling dari barat ke timur, dari selatan ke utara.
      Sebelum mengikuti Day Tour yang dimulai pukul 10.30 kami pergi dulu ke Oia menggunakan Local Bus. Memang, sunset di Oia juga termasuk dalam paket Day Tour tetapi tentu berbeda antara suasana pagi dengan sore hari.
       
      1. Oia

      Dari Terminal Bus Fira kami menggunakan Local Bus ke Oia. Kemudian dari Main Bus Stop & Parking Lot kami berjalan menuju Oia Castle melewati large church at Nikolaou Nomikou square.

      Dari Halte Bus Utama & Tempat Parkir, berjalan kaki ke selatan 120 meter ke gereja besar di Nikolaou Nomikou square. Pergi ke barat di “jalan utama” sebagai ditunjukkan dalam peta ini. Oia Castle / Fortress memiliki pemandangan yang spektakuler.

      Kemudian kami kembali ke penginapan menggunakan Local Bus ke Terminal Bus Fira.
      2. Profitis Ilias Monastery

      Ini adalah tujuan pertama Day Tour kami yaitu Profitis Ilias Monastery yang merupakan puncak tertinggi di Santorini.

      3. Santo Wines

      Ini adalah tujuan kami yang kedua yaitu Santo Wines. Santo Wines adalah tempat dimana kita bisa mencoba semua Santorini wine, baik red wine maupun white wine. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Jika kita tidak ingin menikmati wine, kita bisa menikmati pemandangan dan hanya sekedar berfoto-foto disana.

      4. Light House

      Ini adalah tujuan kami yang ketiga yaitu Light House. Light House berada di ujung paling selatan Santorini.

      5. Red Beach

      Ini adalah tujuan kami yang keempat yaitu Red Beach. Dinamakan Red Beach karena memiliki tebing yang berwarna merah yang merupakan hasil dari lava vulkanik.
      Pantai merah ini bisa dibilang salah satu pantai paling terkenal dan indah dari Santorini. Terletak hanya beberapa langkah dari situs kuno Akrotiri. Ukuran pantai yang kecil menciptakan suasana yang ramai dan kami memilih untuk tidak sampai ke pantai dan mengagumi pemandangan unik dari batuan vulkanik merah dan hitam dari tanjung.

      6. Perissa

      Ini adalah tujuan kami yang kelima yaitu Perissa. Perissa adalah pantai dengan pasir hitam yang ada di Santorini. Banyak orang yang berenang, berjemur atau hanya sekedar makan siang di restaurant pingggir pantai sambil menikmati suasana laut.

      7. Firostefani

      Ini adalah tujuan kami yang keenam yaitu Firostefani. Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini. Dan ini adalah kali kedua kami mengunjungi Firostefani.

      8. Oia

      Ini adalah ending dari perjalanan Day Tour kami yaitu menikmati Sunset di Oia. Kali ini kami memulai perjalanan kami dari Bus Stop pertama.

      Tentu berbeda dengan suasana pagi hari, karena lebih banyak orang yang ingin menikmati Sunset di sini. Jika kita membawa pasangan tentu akan terasa lebih romantis, bukan.

       
      Santorini adalah tempat yang indah dengan pemandangan Kaldera dan Laut biru Aegea. Siapapun yang kesana pasti akan dibuatnya takjub dengan segala keindahan pemandangan dan budayanya yang khas. Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi kami.
      Ciao, Santorini!
       
    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018
      Setelah bermalam di Athena karena penerbangan kami ke Santorini transit di Athena beberapa jam, tibalah kami di Santorini. Perjalanan hanya sekitar 50 menit dari Athena ke Santorini.
      Setelah tiba di Santorini kami dijemput oleh staff penginapan kami, karena kami meminta extra layanan penjemputan. Kami menginap di Antonia Apartments, penginapan ini menyediakan layanan antar-jemput bandara dengan harga yang wajar yaitu 5 euro sekali jalan/orang. Mereka juga menawarkan paket one day tour dll.
      Antonia Apartments menurut kami penginapan yang recomended karena pelayanan yang memuaskan, bersih, nyaman dan yang terpenting adalah lokasi yang strategis. Dari sini tidaklah susah jika kita ingin mencari makan atau ke Terminal Bus Fira karena berada di tengah-tengah pusat Fira.

      Itinerary hari pertama kami di Santorini adalah berjalan kaki dari Fira ke Firostefani. Sebelumnya kami pergi ke Kamari Beach menggunakan bus umum dari Terminal Bus Fira. Rencana kami ingin menyewa kendaraan bermotor disini, sayang tidak bisa karena tidak mempunyai SIM Internasional maka tidak ada pilihan selain menggunakan Bus.

       
      1. Kamari Beach

      Kamari Beach adalah pantai dengan pasir hitam, dibalik tebing yang tinggi itu terdapat Perisa Beach yang juga berpasir hitam.
      Setelah dari Kamari Beach kami kembali lagi ke Terminal Bus Fira, kemudian kami mulai berjalan kaki menuju Firostefani.
      2. Hypapante Cathedral

      Walking tour di Santorini bisa menjadi pilihan yang bagus jika kalian tidak menyewa kendaraan bermotor, atau yang hanya ingin menikmati Santorini dengan berjalan di sepanjang kaldera sambil melihat pemandangan laut. Tetapi medannya yang menanjak & menurun cukup menguras tenaga, pastikan kita selalu membawa minum. Tempat pertama yang kami lewati adalah Hypapante Cathedral.
      3. Donkey trail & walkway entrance/exit

      Bagi yang ingin hiking bisa mencoba donkey trail & walkway entrance/exit yaitu 588 anak tangga dengan zig-zag trails.
      4. Catholic Church

      Catholic Church yang berada di tepat sebelah cable car.
      5. Firostefani

      Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini.
      Inilah itinerary kami hari pertama di Santorini. 
    • By Alex Dario
      Field Report ke Santorini bulan September Kemarin. semoga bermanfaat, kali kali aja masuk dalam daftar tempat yang ingin didatangi 
       
      -----
       
      Santorini
      Santorini luar biasa indah tapi di sisi lain bisa tidak indah. Seperti Lombok misalnya, ada bagian yang menakjubkan, ada juga sisi yang kurang bisa dibanggakan.
      Atau entah dimana saja lah, dimana ada satu sisi bikin kita takjub, tapi bagian lainnya bikin terheran-heran.
       
      Santorini terkenal lewat foto-foto matahari terbenamnya, dengan laut Aegean yang biru mengkilat bagai beludru. Tapi dibagian lainnya , waduh, sampai gak nyangka
      ini masih bagian dari Eropa. Tapi hampir banyak hal didunia tidak ada yg sempurna, pasti kita yang suka travel harus mempunyai mental yang open. Saya berusaha
      selalu melihat dari sisi yang baik selama perjalanan.
       

      Santorii berjarak sekitar 250 km dari Athena
       
      Beruntunglah sya bisa jalan-jalan ke sana, salah satu tempat yang masuk “bucket listâ€.  Saya sudah membayangkan dan bermimpi-mimpi ke pulau vulkanik dengan
       
      kaldera besar ini sejak lama.
      Untuk sampai ke sana relatif mudah dari Eropa barat.  By the way, santorini itu di Yunani (Greece) kepulauan, relatif jauh dari ibu kota Athena, sekitar 250 km.
      Jadi saya naik pesawat dari Amsterdam-Santorini, harga tiket return 85 euros. Kalau kita kebetulan dari Athena, banyak juga flight yang langsung ke pulau ini.
       
      kalau kamu punya waktu, coba lah naik ferry, tapi bisa sampai 8 jam dari Athena. Tapi kelebihannya, kita bisa menikmati laut Ageran yang indah, sekaligus melihat pulau-pulau
      yang ada di zona ini.
       
      Santorini mempunyai luas tanah sekitar 73 km2. Ada 3 kota relatif besar disini yaitu Imerovigli, Oia dan Fira.
       
      Saya kebetulan memilih penginapan di Imerovigli,karena dari info yang saya dapat disitulah tempat yang terbaik untuk menginap bagi traveller budget menengah.
       

      Gambar satelit Santorini dan kalderanya 
       
      Saya ke sana bulan september 2014 kemarin, jadi suhu udara masih panas. Untuk info, jika yang ingin ke Greece, baiknya hindari bulan november sampai april.
      Banyak angin dan hujan, lagi pula banyak penginapan dan restoran yang tutup (kecuali di Athena). High season biasanya mulai dari bulan mei hingga september,
      dengan pengecualian bulan Agustus yang bisa luar biasa panas (bahkan bisa sampai 45 derajat).
       
      Impresi pertama
       
      Bagitu sampai di airport, agak kaget dengan kondisi airportnya. Benar-benar seadanya dan seperti kurang terpelihara. Krisis moneter dan politik di Yunani sejak 2008
       
      sangat kelihatan dampaknya di sini.
       
      Perjalanan dari airport ke penginapan sekitar 30 menit. Jika dari langit dalam pesawat pulau ini kesannya gersang dan seperti tdaik berpenghuni
       
      (seperti hampir di semua kepulauan di Yunani), tapi begitu di darat keliatan berbeda. Sepanjang perjalanan ke airport pulau ini lumayan ramai.
      Banyak juga pohon hijau dan toko-toko. Meski kadang pemadangan juga kontras, karena beberapa daerah begitu kering bagaikan permukaan bulan.
       

       
      Begitu masuk ke kota, saya berkata “wah, sampai juga di Santorini!â€. Di sisi laut Agean, ada sesuatu yang susah dilukiskan. Laut biru yang nyaris saya belum pernah lihat dimanapun.
       
      Bayangkan kain biru dari bahan sutera yang terbentang di bawah sinar matahari. Dekor alamnya bukit-bukit dan pulau kuning kecoklatan. Impresi pertama adalah “breathtaking!â€
       


       
      ----
       
      sambung lagi nanti ya...
       
         
       
    • By norma sofisa
      Pulau Santorini adalah salah satu destinasi wisata yang populer bagi traveler di seluruh penjuru dunia. Terletak di Laut Aegean, berjarak kurang lebih 200 km dari di selatan  Yunani daratan. Sebelumnya, Pulau Santorini disebut Thera atau Thira (sumber: Wikipedia). Menurut sensus yang dilakukan tahun 2011, Santorini memiliki luas daratan sebesar 90.623 km2 dengan jumlah penduduk permanen sebesar 15.550 jiwa (sumber: www.thira.gov.gr). Dengan ukuran pulau yang cukup luas, perkiraan saya sedikit meleset. Tadinya, saya membayangkan bisa mengelilingi pulau ini dengan naik dokar atau menyewa sepeda.
      Penerbangan ke Santorini, khususnya dari Eropa barat, biasanya melalui transit di Bandara Athena. Sewaktu berkunjung kesana pada Juli, musim panas lalu, kami memang mengunjungi beberapa tempat dahulu sebelumnya, termasuk Athena. Dari Athena, kami naik pesawat tengah malam dan sampai dini hari di Bandara Thira.
      Perlu dipertimbangkan pula, jika bepergian saat musim panas, rate penerbangan biasanya melonjak naik secara signifikan. Sebagai contoh, dari Amsterdam - Santorini pada Juli kemarin bisa mencapai lebih dari 200an Euro pulang pergi. Anggaplah 1 Euro setara dengan Rp 15000, biaya pesawat saja dapat menyentuh angka lebih dari 3 juta rupiah. Cukup mahal juga untuk ukuran backpaker seperti saya.
      Dikarenakan niat dan tekad kami begitu kuat pengin mencicipi keindahan Santorini, kami pun memutar otak. Akhirnya, setelah mempertimbangkan plus minusnya, kami memutuskan rute terbang Roma-Athena-Santorini. Tentu saja, dengan rute tersebut kami menghabiskan biaya pesawat yang kurang lebih sama, namun kami dapat sekaligus berkunjung ke kedua kota lainnya.
      Ada beberapa landmark terkenal yang wajib dikunjungi disini. Fira dan Oia, dua "kota" yang terkenal dengan rumah-rumah bercat putih biru di atas tebingnya. Di tempat ini, keindahan dan orisinilitas Santorini banyak diekploitasi oleh fotografer baik amatir maupun professional. Tak ketinggalan, selebriti tanah air dan internasional beberapa kali mengabadikan momen spesial mereka seperti foto pre-wedding atau saat berbulan madu di spot-spot cantik yang ada di Fira maupun Oia sehingga menginspirasi banyak orang untuk datang.
      Di bawah tebing Fira, terdapat Old Port Fira yang sayang juga dilewatkan. Jika kamu cukup kuat, kamu bisa menuruni tangga langsung menuju kesana. Namun jika ingin merasakan sensasi yang berbeda, kamu bisa menyewa keledai yang banyak dijajakan di pinggiran tangga. Tarif untuk naik keledai cukup fluktuatif. Jika sepi, kamu bisa mendapatkan harga yang cukup murah sekitaran 7.5 Euro pulang pergi. Alternatif lainnya yang cukup menarik adalah dengan naik cable car. Tarif menaiki wahana ini sekitar 5 Euro sekali jalan. Kami awalnya mencoba untuk turun ke bawah dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit (kadang berhenti sejenak  karena panas dan lelah), setelah menghabiskan waktu beberapa saat di tepi pelabuhan, kami kembali ke atas dengan cable car.

      Di Oia, jangan sampai absen untuk menikmati indahnya matahari yang terbenam. Satu tempat ideal untuk memotret sunset ada di semacam bukit kecil yang dekat dengan laut. Pada saat kami berada disana, ribuan orang berusaha mengabadikan momen sehingga cukup sulit untuk menuju ke tempat tersebut. Akhirnya, sehari setelahnya kami memutuskan untuk mengejar sunset di Fira. Yang jelas, pemandangannya tak kalah luar biasa.

      Perissa dengan pantai pasir hitam dan airnya yang jernih tidak boleh untuk dilewatkan. Kami mengunjungi tempat ini pada hari terakhir. Laut Aegean sangat tenang, airnya jernih dan segar. Pada musim panas, banyak sekali turis yang berenang atau sekedar main air. Tidak mau bermain air karena hitam tapi tetap ingin nongkrong di Pantai? Bisa juga! Seperti saya yang saat itu lupa membawa baju renang yang sudah dipersiapkan di hotel. Di sepanjang Pantai Perissa terdapat banyak restoran yang menyediakan payung payung beratapkan daun rumbia dan dilengkapi dengan kursi panjang di bawahnya, sehingga kamu bisa berlama-lama disana tanpa takut kepanasan. Dengan biaya sewanya 6 Euro saja, kamu bisa bersantai, tidur, membaca buku, maupun berfoto rio sepanjang hari disitu. Saat itu, kami sengaja berlama - lama di tempat ini sambil menunggu waktu pergi ke Bandara di sore hari.
      Kawasan wisata lainnya yang bisa masuk list kamu adalah Pyrgos dan Emporio. Di desa yang masuk kawasan Traditional area ini, cukup populer dengan rumah rumah kunonya. Pyrgos letaknya dekat dengan Fira, sedang Emporio berada beberapa kilometer sebelum Pantai Perissa. Jika kamu menggunakan bus untuk berkeliling Santorini, dua desa ini masuk dalam rute bus, sehingga cukup mudah dijangkau.
      Red beach, Black beach, Hot Spring Volcano, dan Wine Tasting juga bisa kamu agendakan lho saat kemari. Menurut pengalaman kami, jika kamu tidak mau repot merencanakan, kamu bisa ikut tur yang diselenggarakan para agen travel lokal. Biasanya tur dimulai pagi hari, sekitar pukul 8.00 dan kamu juga bisa memilih tempat wisata mana saja yang ingin kami kunjungi. Saat itu kami berencana mengikuti tur Hot Spring Volcano. Dengan fasilitas antar jemput dan juga sewa kapal ke sumber mata air panas, biaya yang harus dikeluarkan sekitar 30 Euro. Tentu saja, harga bisa sedikit bervariasi antar agen travel. Namun karena kami terlambat mendaftar dan waktu yang mepet dengan jadwal pulang, akhirnya kami pun mengurungkan niat.

      Pengalaman saya dan rekan di Santorini bisa dibilang seperti nano nano yang rame rasanya. Tentu saja, fasilitas dan kehidupan di pulau amat berbeda dengan Eropa daratan. Untuk lebih mengerti situasi kondisi saat berwisata ke pulau ini, berikut tips yang perlu diketahui:

      1. MEMILIH HOTEL
      Saat peak season di Bulan Juli hingga akhir Agustus, rate hotel di Santorini melonjak tajam. Jika di Bulan Mei, hotel pinggir pantai Perissa berkisar 25 Eur per malam, pada periode ini bisa naik sampai 100 hingga 200 Eur per malam. Jikalau ingin dekat dengan pusat keramaian dan landmark populer, sebaiknya memilih hotel atau penginapan di sekitar Fira atau Oia. Namun yang jelas ratenya pasti akan lebih mahal daripada penginapan di Emporio atau jalan besar menuju Perissa. Kami kebetulan menginap di daerah dekat Emporio yang kira - kira membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke Fira dengan bus. Hotel yang kami tinggali tergolong lumayan. Fasilitasnya pun cukup oke, terdapat pula kolam renang di belakang hotel yang bebas digunakan oleh tamu hotel. Untuk kamar dengan double single beds, kamar mandi privat, handuk, dan dapur kecil, kami menghabiskan kira-kira 40 Eur per malam.

       
      2. TRANSPORTASI
      Perlu digarisbawahi, pusat keramaian Santorini berada di Fira, sehingga jalur transportasi publik seperti bus lokal dan taksi, terpusat disana. Rute semua bus lokal adalah dari dan ke Fira, berangkat setiap 15 hingga 30 menit sekali dengan tarif 1.8-2.4 Euro satu kali jalan. Beberapa desa dan tempat yang dijangkau oleh bus adalah Perissa, Kamari, Oia, Red Beach, dan Airport. Perlu diketahui bahwa bus di Pulau ini mirip dengan Bus Mira Ekonomi AC, yang selama kelihatannya ada tempat, penumpang boleh masuk. Jadi jangan kaget jika bus dengan rute dari Fira ke Oia biasanya penuh hingga berdesak-desakkan. Malangnya, saya termasuk gampang mabuk darat. Karena jalanan dari Fira ke Oia penuh liku -liku naik dan turun,  saya selalu berusaha mencari waktu - waktu tertentu dimana bus sedang tidak terlalu padat sehingga saya bisa mendapatkan tempat duduk.
      Pilihan lainnya yang lebih mudah dan easy going adalah menyewa mobil, motor, atau ATV per hari. Hal ini banyak dilakukan oleh turis karena memang mobilitas di Pulau akan cukup tinggi. Dengan kendaraan sewa, wisatawan dapat lebih fleksibel dan santai.
      Saat disini, kami menggunakan bus lokal karena kami lupa membawa SIM Internasional. Jadi bagi yang ingin menyewa kendaraan jangan lupakan SIM Internasional dan juga CREDIT CARD. Saya tidak terlalu paham aturan pada penyewaan mobil lokal, namun untuk rental mobil yang cukup bonafit seperti SIXT memberlakukan aturan, pengemudi wajib memiliki SIM dan Credit Card. Jadi harus dipastikan bahwa pengemudi memiliki SIM dan credit card dengan nama yang sama sebagai penjamin.

      3. MAKANAN
      Feta cheese dan Greek Yogurt adalah ikon makanan dari Yunani yang telah mendunia. Karena aromanya yang tidak terlalu kuat, Feta biasanya dihidangkan sebagai toping dalam salad sayur. Yang jadi favorit saya selama disana adalah Frozen Greek Yogurt! Rasanya 'nyess' banget apalagi jika dinikmati saat udara sedang panas-panasnya. Saat membeli yogurt di kafe biasanya kamu dihadapkan pada dua pilihan rasa yaitu plain yogurt alias yogurt tawar atau yogurt yang sudah diberi perisa buah. Favorit saya rasa mangga dengan toping buah-buahan. Pilihan toping lainnya juga tidak kalah seru seperti bubbles, jelly, hingga selai cokelat atau stroberi. Harganya bervariasi mulai 2.5 Euro ke atas tergantung banyaknya yogurt  dan jumlah serta variasi topingnya (dihitung dalam gram).
      Untuk main dishes atau makanan besar khas Yunani biasanya berbahan dasar ikan atau daging. Menurut saya pribadi, masakan disini bukan yang terbaik. Ada beberapa makanan yang terasa kurang cocok di lidah seperti sajian ayam dengan madu, atau ikan bakar yang terkesan terlalu kering. Kurangnya menu sayur di dalam komposisi makanan khas Yunani adalah salah satu hal yang "membuat kurang pas di hati. Mungkin karena saya suka juga masakan yang menyajikan banyak sayur di dalamnya. Namun jika ingin merasakan makanan lokal, ada baiknya mencari restoran yang agak masuk ke dalam dan tidak terlalu dekat dengan pusat keramaian.

       
      4. PAKAIAN
      Bagi pengunjung yang merencanakan datang saat musim panas atau Summer, siap siap menghadapi cuaca panas ekstrem dengan suhu berkisar antara 30 - 40 derajat celcius. Berbeda dengan udara di Indonesia, panas dan kering khas Mediterrania sangat mendominasi udara pada sekitar Bulan Juni hingga Agustus akhir. Saya sendiri tidak cukup tahan dengan panas yang menyengat ini. Mulai pukul 8 pagi, matahari sudah tinggi dan badan sudah berkeringat. Di musim panas, hampir semua turis mengenakan pakaian dengan bahan kaus yang tipis dan menyerap keringat. Topi dan kacamata hitam adalah asesoris wajib yang harus dikenakan untuk perlindungan, bukan hanya sekedar gaya.
      Jika kebetulan kamu tidak membawa baju yang tepat, jangan khawatir! Salah satu komoditi yang terkenal dari Yunani adalah katun. Nah, di Santorini banyak toko yang menjual baju - baju katun baik katun murni 100% maupun campuran. Yang spesial di Santorini, kamu bisa dengan mudah menemukan baju - baju dan gaun berwarna putih. Toko - toko pakaian yang dimiliki pengusaha lokal akan banyak kamu temukan di Fira. Harga yang dipatok untuk sehelai atasan atau gaun mulai 20 Euro hingga 100 Euro. Hal ini tentu saja dikarenakan kualitas kain dan presentasi katun yang dimiliki.

       
      5. TIPS BONUS...
      Santorini adalah salah satu tempat ini sangat romantis yang pernah saya kunjungi. Saran saya, ajak pasangan masing - masing untuk mengunjungi tempat ini, menikmati Froyo sembari berburu pemandangan saat matahari tenggelam. Syahdu sekali pastinya! Untuk saya, ini adalah salah satu mimpi yang masih tertunda (curcol :D).
      Demikian, beberapa tips dan informasi yang semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang akan atau sedang merencanakan liburan ke Santorini.
      Satu hal yang kurang saya sukai dari Santorini adalah hampir semua spot strategis di Fira dan Oia telah dikomersialisasi menjadi restoran, resort, atau apartement sehingga wisatawan yang tidak menginap atau tidak ingin makan disana tidak bisa mengaksesnya. Hal ini tentu saja memiliki imbas dalam memilih makanan dan juga keleluasaan saat mengambil foto. Jika kita ingin duduk di tempat strategis untuk menikmati sunset yang masuk dalam area restoran, otomatis kita harus membeli makanan yang tentunya dipatok dengan harga yang kurang rasional. Begitu juga dengan spot berfoto. Sebagai contoh, Three Bells Fira berada satu area dengan sebuah hotel sehingga akses masuk kesana hanya diperuntukkan bagi tamu hotel. Yang melanggar tidak akan segan - segan untuk diusir keluar.
      Bagi kamu yang sudah pernah berkunjung ke Santorini, bisa share juga pengalamannya di bagian komentar di bawah ya!
      Kamu juga bisa baca artikel ini di link berikut: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/11/santorini-dreams-tips-and-things-you-should-know/
      Terima kasih dan sampai bertemu di artikel selanjutnya
       
    • By Baroness
      Hi Friend,
      Saya ada planning backpack ke Mediterania (Yunani, Spanyol, Portugal)+Moroko di Mei/Jun 2017.
      Sejauh ini ada teman yang sudah bergabung, tp karena waktunya masih lama kita belum buat Itin secara lebih detail (akan dibuat sept). Barangkali ada yang mau gabung karena pengalaman sebelumnya kalau min 6 org bisa kena harga group kereta.
      Untuk tiket kita akan mulai hunting mulai September (kemaren dapat tiket promo KLM di bln november buat mei 2016). Target ngajuin visa Maret 2017.
      Waktunya 3 minggu (efektif explore days 19-20 hari) dan budgetnya (including pesawat, akomodasi, etc) kurleb 32-35 jt.
      Kota2 yang dituju (fix):
      Athena, Santorini, Barcelona, Granada, Cordoba, Sevilla, Madrid, Santiago de Compostella, Marrakech, Ait ben Hadou, Lisbon, Sintra.
      Jika berminat bisa email ke: countesscecil@gmail.com (serious only)
      Group wa masih belum ada akan dicreate sekitar dec/jan 2017.
      Group wa akan ditutup untuk org baru akhir feb sblm maju visa.
    • By Anita Dwi Mulyati
      Hai Aku mau trip ke Turkey-Santorini dari tanggal 22 Maret-2 April 2015. Bagi yang ngantor perlu cuti 8 hari kerja. Kemarin aku dah beli tiket promo dari SQ. Sampai saat ini aku masih solo trip. Ada yang berminat sudah mulai contact sekitar 2 orang tapi belum execute tiket. Semuanya wanita.
      Itinerary aku kurang lbh spt ini ( Mungkin Athens di skip karena ingin menikmati Santorini lebih lama) 22 flight jkt-istanbul ataturk
      23-24 explore istanbul
      25 pagi flight to Cappadocia Goreme
      25-26  Explore Cappadocia. Air hot baloon is a must d epend on nice weather hopefully :)
      26  malam overnight bus to Pamukkale
      27  Explore Hierapolis, hot spring and Cleopatra bath
      28  pagi move to Kusadasi/Selcuk to explore Ephesus in half day
      28  malam overnight bus to Istanbul
      29  sore flight to Santorini (klo flight pagi takut bus dari Kusadasi gak ngejar skejul flight)
      30-31 Explore Santorini
      31 sore/01 pagi flight to Athens ( perlu cek skejul flight dulu sama kynya Athens cm mau ke Panthenon komplek)
      01 sore flight to Istanbul. Skejul flight 19.40-20.30 
      02 flight back to Jakarta at 13.30 pm   PM me klo berminat email:   Megumibangets@yahoo.com      
    • By chrisvild
      Halo semua,

      saya Mario dari www.mariophotoworks.com, mau berbagi cerita lagi nih, kali ini tentang perjalanan saya ke Santorini, Yunani beberapa waktu yang lalu. Tulisan dan foto saya ini sebenernya udah pernah dimuat di majalah MyTrip vol 11/2013, cuman pasti ga semuanya pernah baca dan oleh karena itu saya share disini ya:
       
      Peta Santorini:


       

       
      Bicara soal laut, Indonesia memang tidak pernah ada habisnya. Sebagai Negara kepulauan, Indonesia mempunyai segudang pantai, laut, serta pulau yang selalu menawarkan kecantikannya, Namun bagaimana dengan bangunan-bangunan yang berjajar rapih diatas kaldera serta didominasi oleh warna putih bersih dan biru cerah? Yup, hanya Santorini yang punya.

      Memulai Petualangan di Fira, Santorini

             Duesseldorf – Athena – Santorini adalah rute pertama yang akan saya tempuh. Tidak ada pesawat langsung yang bisa menuju ke Santorini, melainkan harus stop di Athena dulu untuk transit dan lanjut ke Santorini. Sedangkan bagi yang ingin pergi dari Jakarta, cukup banyak maskapai besar yang menyediakan rute dari Jakarta – Athena, namun hanya 3 maskapai yang menyediakan rute Athena – Santorini, yaitu Aegean Airline, Olympic Air, dan Athens Airways. Jika tidak ingin memakai pesawat, menuju Santorini dengan menggunakan kapal laut juga merupakan ide bagus, karena sepanjang perjalanan, kita akan menemukan pilar-pilar kuil kuno di sepanjang pulau yang memberikan kesan berbeda bertualang mengunjungi Santorini. Keterbatasan waktu juga yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk menggunakan pesawat ketimbang kapal laut.
      Hati saya deg-degan ketika pertama kali pesawat mendarat di Bandara Santorini, bandara kecil seukuran bandara kaskusrang di Lombok yang tidak begitu  wah itu tidak mengurungkan niat saya untuk menjelajahi eksotisme Santorini. Sayang, waktu tiba sudah malam hari dan saya segera diantar ke hotel di daerah Fira yang berjarak hanya 15 menit dari bandara Santorini. Sesampai di hotel, wanita setengah baya bernama Irene dengan logat Inggris – Greek nya menyambut saya dengan ramah. Proses check in yang berlangsung singkat itu jg saya manfaatkan untuk bertanya-tanya mengenai Santorini. Beruntung sekali karena hotel saya ini dekat kemana-mana, ke terminal hanya 5 menit, ke pusat kota hanya 10 menit, dan yang terpenting adalah ke Carrefour yang hanya berjarak 5 menit berjalan kaki, karena saya membutuhkan air mineral dan  sandal jepit untuk mengganti sepatu sport yang nampaknya tidak cocok digunakan untuk berleyeh-leyeh di pantai.  
             Alarm menunjukkan jam 6 pagi ketika saya terbangun dari tidur. Rasa excited karena saya berada di Santorini membuat saya tidak bisa tidur dengan pulas malam harinya. Jam 6 pagi ternyata masih cukup gelap untuk menyusuri jalan Santorini, mengingat tempat dan toko di Santorini baru bergeliat mulai jam 10 pagi. Untuk membunuh waktu,memulai hari saya breakfast di lantai 1 yang berada tepat di atas kamar saya. Tak heran dari kamar terdengar suara piring, garpu dan pisau yang saling beradu. Breakfast seharga 8 Euro ini ternyata lebih dari harga yang ditawarkan. Omellete dengan mozzarella cheese nya menjadi makanan andalan saya saat itu, “so yummy!â€. Dari jendela restoran, sungguh apa yang biasa saya lihat dari buku, majalah, serta TV di Indonesia menjadi kenyataan. Rumah-rumah kecil berukuran 2 lantai dengan warna putih dan kubah biru berjejer rapih menandakan kekhasan Santorini. “Ok ini saatnya saya jalan-jalan memulai perjalanan saya!â€



       

       
       
             Tas kamera, air mineral, passport, dan peta menjadi teman saya saat memulai hari di Fira, yang tak lain adalah ibu kota Santorini. Dulunya ibukota Santorini tidak berada di Fira, melainkan di Imerovigli, namun karena gempa bumi dahsyat di masa lalu, menjadikan kota ini mulai ditinggalkan para penduduknya. Sebagai penyandang gelar “ibukotaâ€, membuat tempat ini menjadi tempat paling ramai di Santorini. Mulai dari bar, café, toko buku, toko souvenir, kantor pos, gereja bahkan galeri bisa dengan mudah ditemukan disini. Suasana romantis juga terasa pada saat saya melalui jalan setapak naik turun di Fira, tak salah Yahoo Travel pernah menobatkan Santorini sebagai No. 1 world’s most romantic island. Langkah demi langkah saya jalani sampai akhirnya saya menemukan sign yang menunjukkan arah ke Old Port atau dermaga tua bernama Limani Skala. Di dermaga inilah para wisatawan bisa menyewa kapal untuk mengunjungi Pulau Palaia Kameni atau Thirasia. Ada 2 pilihan yang dapat dipakai jika kita mau mengunjungi dermaga tua, pertama menggunakan cable car seharga 4 Euro atau kedua mencoba menunggangi keledai yang menuruni sekitar 600 anak tangga, namun untuk pilihan kedua kita harus siap-siap menutup hidung akibat kotoran keledai yang berjatuhan di sepanjang jalan.
       

       

       

       
       
      Berlayar menuju Palaia Kameni

              Perjalanan 5 menit menuruni kaldera mengantarkan saya sampai kepada dermaga kecil, Limani Skala. Ya, dermaga tua ini memang bukan dermaga utama di Santorini karena dermaga utama sudah dipindahkan ke Ormos Athinios. Oleh sebab itu, pelayararan dari sini hanya mengantarkan wisatawan ke pulau-pulau kecil saja. Cafe dan toko souvenir cukup mudah bisa ditemui di pinggiran dermaga ini, namun ada 1 hal yang cukup menarik perhatian, yaitu adanya patung keledai yang menandakan bahwa keledai memang sudah menjadi angkutan penduduk lokal pada jaman dahulu. Beberapa penduduk asli Santorini juga masih tinggal disini, kebanyakan dari mereka terlihat sedang asyik merapikan jala dan mengecat ulang kapal mereka. Di tengah kesibukan mereka, mereka tetap ramah ketika diajak bicara dan bahkan saya sempat mengambil beberapa foto close up dari mereka.



       

       
       
             Untuk menuju Pulau Palaia Kameni, tiketnya, lebih baik dibeli ketika pertama kali check in di Hotel. Resepsionis biasanya akan menawarkan paket perjalanan berupa tour 2 hari, 1 hari, atau setengah hari seperti yang saya pilih. Sengaja saya memilih untuk tour setengah hari ini, dengan harapan saya dapat menyambangi Oia untuk melihat sunset di sore harinya. Untuk paket tour tersebut, tiket kapal pulang pergi sudah termasuk didalamnya. Harga juga tergantung kepada lama perjalanan dan jenis kapal, untuk 2 hari berkisar antara 75-100 euro, 1 hari 30-50 euro, sedangkan yang setengah hari, saya hanya cukup membayar 17 euro. Untuk paket tour setengah hari, saya hanya bisa mengunjungi 2 tempat yaitu volcano dan berenang di sumber air panas dengan temperature air 35’C.
             Jam di tangan saya menunjukkan waktu 13.30 dan berselang 5 menit, kapal yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kapal kayu berbentuk seperti kapal Phinisi di Indonesia ini ternyata cukup banyak menampung penumpang. Terdapat 2 dek di kapal ini, dek bawah dan atas, hanya bagi yang ingin menikmati laut Aegean dan Santorini dari kejauhan saya sarankan untuk duduk di dek atas, dengan memakai cukup sunblock tentunya. Pemandangan yang disuguhkan merupakan surganya penikmat laut seperti saya ini. Tak berhenti saya menekan tombol shutter, demi mendapatkan angle dan hasil foto yang terbaik. 30 menit berlalu dan tibalah saya di tempat pemberhentian pertama yaitu Volcano. Semua turis dari berbagai Negara seperti Jerman, Amerika, bahkan Malaysia termasuk saya segera turun dari kapal  mengikuti tour leader yang berjalan paling depan. Saya diingatkan untuk menghafal nomor dan nama kapal karena banyaknya kapal lain yang datang berbarengan.
             Volcano ini dulunya merupakan gunung berapi aktif dan meletus sekitar 4-5 juta tahun yang lalu. Dan konon, erupsinya mengalahkan erupsi dari gunung Krakatau pada tahun 1883. Sekarang yang tersisa hanyalah hamparan pasir hitam dengan kontur naik turun yang dapat dijelajahi selama 1 jam berjalan kaki. Menurut saya, sekilas tempat ini mirip dengan Bromo di Jawa Timur dengan tambahan laut di sekelilingnya. Sebenarnya tidak ada yang spesial dari tempat ini, hanya saja dari Volcano ini, saya dapat melihat Fira dan Oia dari kejauhan. Ya, hanya itu! Tidak berlama-lama, matahari yang sangat terik memaksa saya segera balik ke kapal untuk lanjut ke spot berikutnya yaitu sumber air panas. Sesampainya di sumber air panas, para turis yang berada di kapal serentak menceburkan diri untuk mencoba sensasi berenang di air sulfur tapi saya yang membawa kamera hanya berada di kapal memotret pemandangan sekitar pulau.
       

       

       
       
      Sunset Terindah di Oia
             Jam 5 sore kapal sudah kembali merapat di dermaga tua, “saatnya bergegas ke terminal bus.†Pikir saya. Kembali dari dermaga ke terminal bus di Thira ternyata cukup menguras tenaga karena harus melewati jalan naik turun di Fira, namun itu tidak menghalangi saya untuk segera mencapai Oia demi sebuah foto sunset paling dramatis. Dari terminal bus di Thira ke Oia dapat ditempuh hanya dengan 1.60 euro dalam waktu 20 menit. Tiket tidak perlu dibeli di loket terminal karena di dalam bus akan ada petugas yang menagihnya ketika kita hampir mencapai tujuan.
             Menurut saya, Oia adalah tempat paling penting untuk dikunjungi di Santorini. Belum sampai Santorini rasanya jika kita belum mengunjungi Oia. Bagaimana tidak, disini kita dapat melihat sunset terbaik, sampai-sampai mendapat predikat “No.1 location of the World’s Best Sunsets†oleh RatesToGo. Memang pada sore hari, turis-turis dari Fira dan Firostefani berkumpul di Oia hanya untuk menikmati sunset semata. Sinar Matahari yang berwarna putih kekuningan tampak menyinari banguna-bangunan di sepanjang kaldera Oia sehingga memberikan kesan tersendiri akan suasana mediteranian. Café dan restoran tidak pernah sepi oleh turis yang menunggu matahari turun ke peraduannya. Betul betul indah memang..



       

       
             Untuk menikmati sunset di Oia, tempat terbaik menurut saya adalah berdiri di sisi kiri sebuah bekas benteng. Alasannya mudah, karena dari sana, kita dapat melihat semuanya, mulai dari matahari yang perlahan turun serta bangunan-bangunan yang berjejer rapi membentuk komposisi dinamis sehingga siapapun yang mengabadikannya dapat menghasilkan sebuah foto setingkat Post Card Quality. Tempat setrategis itu memang tidak pernah sepi dari turis yang mempunyai niat sama dengan saya, alhasil saya harus berebut tempat demi mendapat spot terbaik. Detik demi detik berlalu, dan ketika matahari sudah masuk semua ke peraduannya, kami bersama-sama bertepuk tangan menandai kekaguman kami akan ciptaan Tuhan.
             Lelah berjalan seharian membuat perut ini tidak bisa diajak kopromi lagi. Memang belum dikatakan pergi ke suatu tempat tanpa menikmati makanan aslinya. Beruntungnya warung-warung kecil tapi nyaman yang menjual Gyros dan Soulvavski tidak sulit ditemukan di Santorini. Bahkan setiap 50 meter, saya dapat melihat warung makanan ini dengan ciri khas ada pemanggang berbentuk vertical di dalamnya. Gyros merupakan makanan seperti roti gepeng yang didlmnya diisi dengan salad, daging, serta kentang goreng. Mirip dengan Donner Kebab, hanya berbeda pada jenis rotinya. Sedangkan Soulvavski adalah daging yang ditusuk dengan kayu lalu dibakar, sama seperti sate namun tidak dipadukan dengan saus kacang melainkan dengan salad dan kentang goreng. Keduanya cukup mengeyangkan karena porsinya yang besar bagi saya. Malam terus berlalu dan saya putuskan untuk kembali ke hotel dengan menggunakan shuttle bus.
       

       
       
      Melihat Sisa Sejarah di Akrotiri

             Pagi hari setelah breakfast perjalanan saya teruskan ke Akrotiri dengan menggunakan shuttle bus. Untuk mencapai tempat ini dikenakan tariff 1.8 Euro sekali jalan. Akrotiri merupakan situs kuno dari peradaban Minoan namun sempat terkubur akibat letusan gunung berapi pada 1500 sebelum masehi. Masih banyak ditemukan benda-benda seperti pot, tempat tidur, guci yang masih berbentuk seperti aslinya. Memang pada saat kejadian dahulu, benda-benda serta harta benda penduduknya ditinggalkan dan hanya membawa sanak saudara mereka saja, oleh karena itu hampir seluruh penduduknya selamat dari letusan gunung merapi.
             Untuk mengunjungi tempat ini disarankan pada saat tiba di loket depan, anda menyewa tour guide dengan harga 30 Euro per orang. Karena pada saat berada di dalam, penjelasan mengenai situs ini belum terlalu lengkap mengingat tempat ini baru selesai dibuat setelah direnovasi selama 7 tahun. Tempat yang dahulu sempat hancur karena konstruksi atapnya yang roboh. Sekarang atapnya sudah diganti dengan system bioclimatic shelter, dimana atapnya sekarang bisa menyesuaika dengan keadaan cuaca di Santorini. Ketika hujan, maka atapnya akan otomatis tertutup sendiri dan pada waktu panas, akan otomatis terbuka untuk membiarkan sinar matahari masuk kedalam. Dan hebatnya lagi, semuanya ini tidak memerlukan sumber listrik dalam pengoperasiannya.



       
             Tak berasa, waktu sudah siang dan saya harus kembali ke hotel untuk packing dan pulang. Memang waktu 3 hari 2 malam bukan waktu yang cukup untuk mengelilingi Santorini. Alam yang cantik, café yang romantis, serta tempat bersejarah yang menggugah pengetahuan saya. Namun saya bertekad untuk kembali kesini suatu saat nanti. “Mungkin bersama pasangan saya.†Bisik hati saya. Ya memang tempat seromantis dan sekeren ini memang terlihat agak aneh jika dinikmati seorang diri.