Sign in to follow this  
petualang sejati

Pantai Siung – Wonosari Jogja (Indahnya Pantai Berpasir Putih)

5 posts in this topic

Hi Travellers

Saya mau berbagi cerita dengan travelers semua niiiii

Beberapa waktu lalu saya dan teman2 salah satu komunitas mengadakan jalan2 barenk… kita berada diJogja, jadi berangkat dari Jogja donk :D

Tujuan kita adalah salah satu pantai di antara rangkaian pantai yang berpasir putih dan pemandangan indah di Wonosari. Perjalanan kita tempuh kurang lebih 2.5 jam, tapi pastinya serasa cepat karena pemandangan yang sangat indah di sepanjang perjalanan tersebut

Akhirnya sampailah kita di pantai yang menjadi tujuan. Yaitu pantai Siung :D

314294_459624454081393_1421525867_n.jpg302528_459624514081387_1324275109_n.jpg

Pantai yang masih sepi, Berpasir putih, air yang masih jernih, serta karang2 yang indah menjadi hal yang ditawarkan disini…

Juga tersedia beberapa pedagang yang berjualan di pinggir pantai, khususnya pedagang ikan :D

542243_459624474081391_1613416284_n.jpg

(soksokan membantu. berat bangetttttt........)

Dari pagi sampai sore kita menikmati pemandangan, berenang dan berfoto2 disitu….

229577_459624387414733_1207727200_n.jpg527849_459624437414728_1131973399_n.jpg

Dimana ada 1 spot yang sangat menarik dsana. Yaitu sebuah bukit yang sangat tinggi dan langsung berpemandangan pantai selatan yang luas dan karang2 pinggir pantai yang sangat indahhh

253039_459624500748055_1854901916_n.jpg601440_459624524081386_1477474488_n.jpg

(pemandangan yang indah kannn???)

bagi yang sudah pernah kesana, ayo bagi2 pengalaman dan foto nasris nay donnkkk :D

Bonus :

224476_459627027414469_1307027335_n.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Yup, betul. daerah wonosar/ Gunung Kidul memang masih banyak tempat-tempat kayak gt, pantai-pantai yang ada lumayan masih asli, belum banyak terjamah orang, dan ... pasirnya itu lho, memang terlihat seperti pasir putih. gak kalah deh sama pantai-pantai indah lainnya di belahan Indonesia yang lain...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ikut nyumbang seputar Pantai Siung yak :)

 

==========================================================

 

Pantai Siung, Rock's Climber Paradise

 

siung1.jpg

 

Pantai Siung terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul Wonosari Yogyakarta, kabupaten selatan Tepus tepatnya. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Jogja, atau sekitar 2 jam perjalanan.
 
Seperti sebuah penggalan peribahasa, "Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudia.," seperti itulah fenomena yang akan dialami saat akan melakukan perjalanan ke pantai Siung. Rasa senang, bahagia, kepuasan tiba-tiba tersembur dari seluruh penjuru otak ketika ketika telah mencapai pantai yang kita tuju, yaitu Pantai Siung. Biru laut dan pasir putih, bersih seakan-akan memberikan kesegaran tersendiri bagi tubuh yang terasa lelah akibat perjalanan jauh. 
 
siung2.jpg
 
Di Pantai Siung, kita juga bisa menemukan sejumlah rumah-rumah kayu di pantai, tempat untuk beristirahat dan bercengkrama sambil menikmati indahnya pemandangan laut lepas samudera Indonesia.
 
Pesona yang menonjol dari pantai ini adalah batu-batu karang. Terumbu karang besar di sebelah barat dan timur pantai memiliki peran penting, bukan hanya untuk menambah keindahan tapi sebagai pembatas dengan pantai lainnya. 
 
Nama Siung itu sendiri konon ditetapkan oleh Wastoyo, seseorang sesepuh di daerah setempat, dimana nama Siung diambil dari sebuah batu karang besar yang menyerupai gigi seekor kera.
 
Menurut cerita Wastoyo, wilayah Siung pada masa para wali menjadi salah satu pusat perdagangan di wilayah Gunung Kidul. Tak jauh dari pantai, tepatnya di wilayah Winangun, berdiri sebuah pasar. Di tempat ini pula, berdiam Nyai Kami dan Nyai Podi, istri abdi dalem Kraton Yogyakarta dan Surakarta.
 
9531d5fc031611e2b62722000a1e8b36_7.jpg
 
Sebagian besar warga Siung saat itu berprofesi sebagai petani garam. Mereka mengandalkan air laut dan kekayaan garamnya sebagai sumber penghidupan. Garam yang dihasilkan oleh warga Siung inilah yang saat itu menjadi barang dagangan utama di pasar Winangun. Meski kaya beragam jenis ikan, tak banyak warga yang berani melaut saat itu. Umumnya, mereka hanya mencari ikan di tepian.
 
Keadaan berangsur sepi ketika pasar Winangun, menurut penuturan Wastoyo, diboyong ke Yogyakarta. Pasar pindahan dari Winangun ini konon di Yogyakarta dinamai Jowinangun, singkatan dari Jobo Winangun atau di luar wilayah Winganun. Warga setempat kehilangan mata pencaharian dan tak banyak lagi orang yang datang ke wilayah ini. Tidak jelas usaha apa yang ditempuh penduduk setempat untuk bertahan hidup.
 
c88d53f2106511e2a4431231381407ca_7.jpg
 
Di tengah masa sepi itulah, keindahan batu karang Pantai Siung kembali berperan. Sekitar tahun 1989, grup pecinta alam dari Jepang memanfaatkan tebing-tebing karang yang berada di sebelah barat pantai sebagai arena panjat tebing. Kemudian, pada dekade 90-an, berlangsung kompetisi Asian Climbing Gathering yang kembali memanfaatkan tebing karang Pantai Siung sebagai arena perlombaan. Sejak itulah, popularitas Pantai Siung mulai pulih lagi.
 
Kini, sebanyak 250 jalur pemanjatan terdapat di Pantai Siung, memfasilitasi penggemar olah raga panjat tebing. Jalur itu kemungkinan masih bisa ditambah, melihat adanya aturan untuk dapat meneruskan jalur yang ada dengan seijin pembuat jalur sebelumnya. Banyak pihak telah memanfaatkan jalur pemanjatan di pantai ini, seperti sekelompok mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta yang tengah bersiap melakukan panjat tebing ketika YogYES mengunjungi pantai ini.
 
siung3.jpg
 
Fasilitas lain juga mendukung kegiatan panjat tebing adalah ground camp yang berada di sebelah timur pantai. Di ground camp ini, tenda-tenda bisa didirikan dan acara api unggun bisa digelar untuk melewatkan malam. Syarat menggunakannya hanya satu, tidak merusak lingkungan dan mengganggu habitat penyu, seperti tertulis dalam sebuah papan peringatan yang terdapat di ground camp yang juga bisa digunakan bagi yang sekedar ingin bermalam.
 
Tak jauh dari ground camp, terdapat sebuah rumah panggung kayu yang bisa dimanfaatkan sebagai base camp, sebuah pilihan selain mendirikan tenda. Ukuran base camp cukup besar, cukup untuk 10 - 15 orang. Bentuk rumah panggung membuat mata semakin leluasa menikmati keeksotikan pantai. Cukup dengan berbicara pada warga setempat, mungkin dengan disertai beberapa rupiah, base camp ini sudah bisa digunakan untuk bermalam.
 
siung5.jpg
 
Saat malam atau kala sepi pengunjung, sekelompok kera ekor panjang akan turun dari puncak tebing karang menuju pantai. Kera ekor panjang yang kini makin langka masih banyak dijumpai di pantai ini. Keberadaan kera ekor panjang ini mungkin juga menjadi salah satu alasan mengapa batu karang yang menjadi dasar penamaan dipadankan bentuknya dengan gigi kera, bukan jenis hewan lainnya.
 
Wastoyo mengungkapkan, berdasarkan penuturan para winasih (orang-orang yang mampu membaca masa depan), Pantai Siung akan rejomulyo atau kembali kejayaannya dalam waktu yang tak lama lagi. Semakin banyaknya pengunjung dan popularitasnya sebagai arena panjat tebing menjadi salah satu pertanda bahwa pantai ini sedang menuju kejayaan. Kunjungan wisatawan, termasuk anda, tentu akan semakin mempercepat teraihnya kejayaan itu.

 

Sumber artikel dan foto:

http://www.jogjadailyphoto.com/2012/03/siung-beach-rock-climbers-paradise.html (sebagian artikel + foto pribadi)

http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/beach/siung/ (artikel)

Share this post


Link to post
Share on other sites

yg menyenangkan di pantai ini ... meskipun kita pasang tenda gak perlu repot2 bawa persediaan logistik karena disini banyak warung2 pada buka :terpesona

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Rendra Fajar
      Gunungkidul, adalah salah satu kabupaten di Yogyakarta yang memiliki potensi wisata yang luar biasa. Perjalanan dari jogja dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam menggunakan kendaraan pribadi. Potensi wisata disana didominasi oleh deretan pantai selatan yang membentang luas, diantaranya Pantai Indrayanti, Pantai Pok Tunggal,Pantai Wediombo, Pantai Ngobaran yang terkenal dengan situs peninggalan jaman Kerajaan Majapahit, Gunung Api Nglanggeran, Goa Pindul dan masih banyak lagi. Langsung aja cek videonya :
          Jangan Lupa Like dan Subscribe channel saya gaes :)
    • By dernz27
      Halo semua,
      Salam Kenal 
      Sesuai judul, saya ingin tanya pantai mana saja di daerah selatan malang yang kita bisa berenang atau main main air cantik gitu hehehe..
      ps : selain pantai tiga warna dan gatra ya, karena kesananya hari kamis dan pengelolanya tutup hari kamis.
       
      Sesudah capek2 di pantai, saat nya makan nih... tp butuh referensi juga kuliner enak unik di malang rekomendasi teman-teman jalan2.com
       
      Thanks before 
    • By cyber7
      hallo all
      saya newbie nih ,planing tanggal 8 desember bulan depan mau ke jogja , tujuan sih jalan2 aja , ke candi prambanan , malioboro , destinasi lain kalau ada barengan aja 
      kalau ada yang minat bareng kontak disini ya
      ( belom tau destinasi kali aja adaorang jogja yang mau nemenin juga gpp , kontak saya aja )
      cp : cyber898 
       
    • By heri2016
      Waktu itu teman saya di Belanda menginformasikan jika temannya akan liburan ke Jogja. 2 Orang. Saya dimintai tolong memberi beberapa saran perjalanan di daerah Yogyakarta. Karena untuk perempuan saya pilihkan yang kelihatan tidak terlalu berat. Dugaan saya salah ternyata turis tersebut menyenangi adventure. Tapi dalam hari pertama ingin mengunjungi prambanan dan borobudur untuk melihat sunset .  Start Prambanan dimulai pagi jam sembilan dengan menggunakan mobil saya. Di loket turisnya memsan tiket terusan Borobudur mungkin biar praktis .Mungkin saking senangnya lupa waktu hingga selesai jam 2 an. Pada waktu itu kondisi jalan ramai, ringroad urtara juga macet. Akhirnya di tengah jalan saya saya mampir rentaurant jejamuran. Gak terasa waktu sudah menunjukkan jam 3 an. Wah bisa terlambat. Saya pacu kendaraannya tapi gak bisa kencang karena kondisi jalan sibuk. Akhirnya sampai di Borobudur jam 5 kurang dikit. Alangkah kecewanya ternyata Loket regular sudah tutup. Jika ingin loket lain via manohara harganya 450.000
      Malamnya saya dsikusikan untuk penjadwalan acara dan turisnya bilang tak akan meninggalkan kota Yogyakarta . Well sunset rencanya diganti Sunrise saja , karena saya capai kita putuskan untuk menyewa mobil saja, waktu itu nyewa di sewarentalmobiljogjakarta.com. rencananya setelah dari Borobudur akan ke Goa Pindul. Harga nya waktu itu dapat 500.000 pakai Avanza saja karena isinya cuma 4 orang termasuk pak sopir. Subuh Nona Turis akan dijemput untuk melihat sunrise dan siangnya saya baru akan ikut ke Goa Pindul
      Well rental mobilnya memang tepat waktu, tidak ada complain dari tamu mengenai penjemputan dan tamunya puas bisa meihat sunrise di Borobudur tersebut.. Sampai Jogja jam 12 siang lanjut ke Goa Pindul . Waahhhhh tamunya senang sekali disana karena menaiki ban sambil menelusur sungai dalam goa. Lanjut Tubing di sungai oyo. setelah puas kami pulang mampir ke warung bakmi Bagito. Ternyata turisnya senang wedang uwuh hehehe. Akhirnya acara selesai . Lega deh... Makasih kepada Pak Agung yang sudah melayani dengan baik untuk mobilnya. Besok saya pakai lagi dah...
    • By Usablesharing

      Yogyakarta, kota istimewa nan mempesona ini selalu menjadi tujuan wisata di Indonesia. Tak heran jika setiap wekeend dan musim liburan, kota ini selalu dipenuhi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Kota dengan sebutan kota pelajar ini bisa dinikmati oleh para wisatawan dari berbagai sisi, mulai dari wisata alam, wisata pantai, wisata kuliner bahkan wisata belanja. Tak hanya itu, demi memanjakan tamunya, kota ini selalu menghadirkan wisata baru yang unik dan menarik untuk dikunjungi seperti halnya tempat wisata baru “Upside Down World Jogja”.
      Objek wisata yang baru dibuka pada 4 Juli 2016 ini, memiliki konsep yang cukup unik yaitu ruangan terbalik, hal ini terinsipirasi dari salah satu film Hollywood yang berjudul Upside Down dan disini Jogja merupakan kota kedua setelah Bali yang dipilih oleh Upside Down World Indonesia. Meskipun baru di launching beberapa bulan lalu, Upside Down World Jogja kini mampu menyedot perhatian wisatawan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan bahkan tempat wisata ini menjadi buah bibir di media sosial karena para pengunjung meng-upload foto yang unik.
      Konsep ruangan terbalik ini menggambarkan suatu tempat tinggal atau rumah yang memiliki delapan spot foto mulai dari ruang 3D, ruang tamu, ruang makan, kamar tidur utama, ruang anak-anak, dapur, ruang cuci baju hingga kamar mandi. Selain kedelapan spot tadi, Upside Down World Jogja masih punya spot foto lainnya yaitu warmindo(Warung Indomie) atau warung burjo (Warung Bubur Kacang Ijo) seperti suasana di kota Jogja yang sebenarnya.
      *Untuk melihat gambar lebih banyak, di sini!
      Perlu kalian ketahui, bahwa tempat wisata ini memiliki perabotan rumah yang asli, bukan sekedar tempelan ataupun semacam lukisan 3 dimensi. Selain bisa berfoto-ria, di sini kalian akan dibantu oleh guest assistance yang dapat menjadi juru foto dan penata gaya kalian saat hunting foto dan yang terpenting guest assistance ini gratis, sehingga bisa menghasilkan foto kalian lebih ciamik dan instagramable!
      Upside Down World Jogja yang berlokasi di Jalan Ring Road Utara No. 18, Maguwoharjo, Depok, Kabupaten Sleman, ini bisa kalian kunjungi setiap harinya pada pukul 10.00-19.00 WIB dan siapkanlah kocek sebesar 80 ribu untuk dewasa dan 40 ribu untuk anak-anak.
      Nah, bagaimana? Kalian tertarik bukan untuk merasakan pengalaman unik saat foto terbalik? 
      (Sumber: jogja.semberani.com)
    • By sambelpecel
      permisi gan... ane mau nawarin sambel pecel, kemasan 500gr
      sambel pecel Jego enak, sehat, dan praktis... dibuat tanpa pengawet
      sambel pecel Jego di produksi di Yogyakarta, namun rasa sambel pecel kami tidak manis
      lebih cenderung asin dan pedas. Bagi yang suka travelling atau jalan2 cocok banget bawa
      bekal sambel pecel Jego, krn bisa dibawa dlm tas, dashboard, dll
       
      Sambel pecel Jego rendah lemak, karena kami mengolah kacang dengan di sangray
      Kami menggunakan bahan pilihan, agar sambel pecel Jego terjaga mutunya
      Selain bisa untuk menu harian, sambel pecel Jego bisa juga untuk hadiah dan oleh2.
      Ada beberapa testimoni dari pelanggan kami di sini
      Kami melayani penjualan ke semua daerah di Indonesia.
       
      Pemesanan bisa melalui
      FB= http://facebook.com/pejuangkuliner
      wa= 0811203096
      ig= pejuangkuliner
       

    • By Sulist
      Salam kenal semuanya, 
      Indonesia itu indah patut dijelajahi, hehe.. Itu sih kalo kata travelers sejati.., klo sy mah aph atuh yg kerja buat kebutuhan sehari hari aj dah Alhamdulillah.. Bersyukur kalo masih ad sisa..  Insya Allah lah ya diniatin harus hemat.. 
      Jadiii.. Ceritanya ini orang yg bru melek lagi pengen banget nih jalan2.. Pengen cri barengan, tujuan jogja atau bromo..  Klo ad yg mau ngajak yuk diinfoin aj ya.., sekian terimakasih.