Amel

Maen Sepeda Air di Telaga Remis

4 posts in this topic

Halo teman2! sy mau sharing lagi nih tentang pengalaman jalan2 ke Telaga Remis di kota Kuningan. Sebenarnya sih awalnya ke tempat ini karena saya penggemar makanan kerang. Remis ini adalah sejenis kerang air tawar, jadi remis2 ini hidup di dalam telaga remis ini. Tapi ternyata waktu saya kesana sedang tidak ada remisnya huhuhuhu...kata mereka karena sekarang sangat jarang pertumbuhannya.

Untungnya ada aktifitas yang bisa menghibur hati, yaitu bersepeda air di telaga nya. hanya dengan modal 10 ribu perak saya main sepda air berkeliling telaga yang lumayan luas, suasananya enak banget dan teduh juga. kita bisa main kira2 selama 20 menitan, trus dipanggil sama kuncennya....kalo gak dipanggil bisa jam2an juga betah di tengah danau hehehe...

Oiya ada tambahan info buat temen2 yang kesini jangan lupa mampir ke telaga Nilemnya yang ngga jauh dari pintu masuk. Disini airnya super duper jernih dan kita bisa berenang di dalamnya sambil ditemani ikan2 kecil....enak banget deh...segerrr....

Sekian info perjalanan sayaa.... :D ini ada tambahan foto2 nya hehehe....

post-4-0-22662200-1356592398_thumb.jpg

post-4-0-19482200-1356592399_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

oiya...saya juga pernah kesini neh..tempatnya lumayan enak buat wisata kuliner hehehe...tapi sayangnya danaunya pas saya kesini ngga terlalu bersih ya? banyak sampah2 bertebaran di danaunya. mestinya lebih diperhatiin pemerintah nih

Share this post


Link to post
Share on other sites

ada foto nya ga??

ada outbond ga yah disini :lol:

itu foto2nya baru saya tambahin bro hehehe....kalo out bond kayaknya belum ada deh, tapi oke juga kalo mau ngadain outbon d disini asal bawa perlengkapan sendiri :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Gulali56
      Sudah banyak memang yang menulis bahwa apply visa China itu gampang . Tetapi yang namanya sudah beli tiket pesawat pulang pergi , apply visa selalu membuat saya was was.
      Ini kali kedua saya apply visa, setelah sebelumnya apply visa Taiwan 2 tahun yang lalu. Yang bikin kuatir mungkin karena salah satunya adalah saya baru memperpanjang paspor pertengahan tahun ini.So far dengan paspor yang baru cuma ada cap Negara Singapura 2x dan Malaysia 1x.
      Untuk apply visa China sekarang tidak lagi di kedutaan RRC melainkan agen khusus yang ditunjuk yaitu di Chinese Visa Application Service Center di The East Mega Kuningan. Padahal Kedutaan RRC cuma 3 menit jalan kaki dari kantor saya. Sedangkan ke The East itu justru 10menitan.
      Pertama-tama saya mendownload form di https://www.visaforchina.org/ sebenarnya bisa sekalian isi online terus tinggal print tapi karena teman saya tidak ada internet akhirnya saya download saja dan isi manual tulisan tangan.
      Pertanyaannya tidak terlalu ribet, mungkin yang agak ‘tricky’ karena ada kolom itinerary tapi cuma dikasi jatah 5baris. Akhirnya saya tulis tanggal saya sampai di Beijing dan tanggal keluar dari Beijing.Haha.. asli culun. Maksud saya toh memang mau menyertakan itinerary di lembar terpisah.Ternyata pas di loket, dikembaliin tuh lembar itinerary yang di ketik bagus-bagus.Yang culun di aplikasi justru tak masalah.
      Jadi yang dibutuhkan untuk apply visa China itu adalah sbb:
      Form aplikasi yang sudah diisi lengkap dan di ttd. Oiya pake ukuran kertas A4 ya print nya. Foto 4x4.5cm latar belakang putih 1 lembar. Kalau saya ambil foto di Mal Ambassador lt.1,15-20menit saja harga Rp 40,000.Cukup bilang foto buat visa China ya.Orgnya sudah biasa bgt ngelayanin pembuatan foto buat visa jadi gak pake tanya ukuran foto.Iyalah daerah kuningan gudangnya kedutaan dan agen pembuat visa. Paspor asli dgn masa berlaku lbh dari 6bln dari tgl keberangkatan. Copy paspor, copy KTP Copy Ticket pesawat Copy booking hotel Saya datang jam 11.30 langsung diarahkan naik tangga ke lantai 2 pas di depan pintu masuk The East. Di lantai 2 ketemu satpam,ditanya mau ambil jalur regular atau express.Berhubung santai ya kita pakai jasa regular. Dikasi nomer urut.Baru duduk 2 menit sudah dipanggil nomer saya, karena memang saat itu kosong banget disana.
      Di loket langsung dicek kelengkapan dokumen, ternyata temen saya lupa copy passport nya untung mba petugasnya baik. Diterima
      aja tanpa embel-embel harus bayar fotocopy lagi. Langsung dikasi form pengambilan visa

      Saya submit aplikasi di hari selasa, visa bisa diambil di hari jumatnya. Yang paling oke lagi. Bayar nya pas visa jadi dan bisa pakai credit card.
      Akhirnya berhasil juga dapat visa China, padahal pas ambil pas sampai sana jam 4kurang 2menit.hehehe..
      Cuman lagi mikir aja. Betapa enaknya itu agen service visa yang di kasi hak exclusive itu. Harga single entry (reguler) yang Rp 300,000 jadi Rp 540,000. Ckckck..Kaya banget tuh agen.
      The East Building, Unit 6, 2nd Floor,
      Jl, DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 3.2
      no.1 South Jakarta 12950, Indonesia.
      Office Hours:
      Monday – Friday
      Application Submission: 9:00AM to 3:00PM
      Payment and Passport Collection: 9:00AM-4:00PM
      The Center is closed on Saturdays, Sundays and Indonesian public holidays.
      Biaya Visa + Processing Fee
      Single Entry:
      Reguler(4hari) : 300,000 + 240,000
      Express (3hari): 300,000 + 200,000(extra fee) + 400,000
      Urgent (2hari): 300,000 + 300,000(extra fee) + 500,000
      Nah kebayang deh jadi berapa total biaya untuk entry dibawah ini.
      Double entry : Rp 450,000
      Multiple entry /6bulan : Rp 600,000
      Multiple entry/1thn: Rp 900,000

    • By Hildree Takizawa
      Suasana sejuk nan permai dengan pemandangan pepohonan pinus hijau menjadi sajian yang tersaji di sebuah danau kawasan Desa Kaduela, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Adalah Telaga Remis, danau yang menawarkan suasana ketenangan berbalut dengan keindahan yang alami.
       

       

       
      Berjarak kurang lebih 37 km atau dapat ditempuh 1 jam dari pusat Kota Kuningan, Telaga Remis memiliki lahan seluas 13 hektar untuk wilayah keseluruhan. Sedangkan luas danau atau telaganya hanya mencapai 3,25 hektar.

       

       

       
      Suasana asri bercampur dengan udara yang sejuk membuat Telaga Remis sangat pas dijadikan tempat untuk sekedar melepas kepenatan. Adanya wahana sepeda air untuk berkeliling menambah keasyikan tersendiri saat berkunjung ke area wisata yang saat ini dikelola oleh Perum kehutanan Kabupaten Kuningan ini.
       

       

       
      Buat Kalian yang menyukai aktivitas berjalan kaki, terdapat jalur khusus untuk pejalan kaki yang dibuat untuk memutari telaga ini. Lain lagi bagi penyuka hobi memancing, Telaga Remis menyimpan aneka ikan yang bisa dibawa pulang. Ikan seperti mujair dan ikan mas menjadi ikan yang mendominasi Telaga Remis.
       
      Nama Telaga Remis diambil dari dua kata yaitu telaga dan remis. Telaga berasal dari bahasa Sunda yaitu danau sedangkan remis adalah sejenis kerang bewarna kuning yang banyak hidup di sekitar telaga dan disebut remis oleh masyarakat sekitar. Namun disisi lain, terdapat mitos yang menceritakan awal terbentuknya telaga ini.
       
      Dahulu Keraton Cirebon yang dipimpin oleh Sultan Matangaji menolak untuk memberi upeti kepada Kerajaan Mataram yang seharusnya diberikan. Maka diutuslah Pangeran Selingsingan dan anak buahnya. Namun sebelum sampai tujuan, rombongan ini bertemu dengan kelompok Pangeran Purabaya dari Mataram yang ingin menagih upeti. Hingga akhirnya perang pun tak terelakkan.
      Bertempat di kaki Gunung Slamet, Pangeran Selingsingan ternyata tidak bisa menandingi ketangguhan Pangeran Purabaya dan pasukannya. Hal ini yang membuatnya mundur dan mengirim pesan kepada Sultan Matangaji.
       
      Mendengar keadaan itu, sultan mengutus menantunya yang sakti mandraguna menuju medan perang. Hal ini tidak ditolak oleh Elang Sutajaya. Demi membantu saudara-saudaranya yang tengah terdesak, dirinya berangkat membantu Pangeran Selingsingan dan memenangkan peperangan.
       
      Sampai ditujuan, Elang Sutajaya mencari Pangeran Purabaya sebagai musuh utama. Dirinya menggunakan keris sebagai senjata dan ilmu sakti untuk mengalahkan sang utusan dari Kerajaan Mataram itu. Dan tanpa ampun, keris yang menjadi senjata Elang berhasil menghunus badan Purabaya hingga terbelah menjadi dua.
      Merasa kalah, Pangeran Purabaya meminta belas kasih kepada Elang Sutajaya untuk diampuni. Dirinya merasa hanya orang biasa yang beragama islam. Namun Elang Sutajaya tak bergeming. Ia mengatakan bahwa Purabaya bukanlah muslim yang baik. Karena tidak ada muslim yang melakukan kekerasan termasuk memulai peperangan sampai membunuh.
       
      Mendengar nasihat yang keluar dari Elang Purabaya, Pangeran Selingsingan pun menagis tanpa henti. Hingga air matanya membentuk sebuah Telaga Remis. Sedangkan Pangeran Purabaya berubah wujud menjadi seekor Bulus atau kura-kura. Bulus tersebut diberi nama Si Mendung Purbaya.
    • By noquba
      Jawa Barat adalah provinsi yang cukup berdekatan dengan DKI Jakarta. Jawa Barat sudah biasa menjadi opsi liburan akhir pekan penduduk DKI Jakarta karena dekat dan mudah dicapai. Ada banyak sekali tempat wisata di Jawa Barat, namun tempat wisata di Jawa Barat yang mana yang bagus untuk dikunjungi?
      Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi
      Berada di pantai selatan Jawa Barat, Pantai Pelabuhan Ratu terkenal dengan pantainya yang mempunyai karakteristik ombak yang besar dan kuat, sangat cocok untuk berselancar. Di Pantai Pelabuhan Ratu dilengkapi fasilitas hotel, dari yang besar dan mewah hingga yang kecil dan murah. Sepanjang pantai kamu dapat melihat banyak restoran sea food. Masyarakat setempat juga memiliki kepercayaan akan Ratu Kidul, sang penguasa laut selatan.
      Curug Cikaso Sukabumi
      Curug Cikaso adalah air terjun besar dan indah yang berada di Sukabumi. Curug Cikaso memilki 3 air terjun yang saling berdampingan dengan ketinggian mencapai 80 meter dan lebar tebing sekitar 100 meter. Apabila matahari bersinar cerah, ada kemungkinan kamu bisa melihat pelangi kecil di air terjun ini. Lokasi wisata air terjun Curug Cikaso berada dekat dengan Pantai Ujung Genteng.
      Taman Wisata Mekarsari Bogor
      Taman Wisata Mekarsari yang berlokasi di Bogor, adalah salah satu pusat pelestarian buah tropis terbesar di dunia dengan luas 264 hektar. Selain sebagai tempat penelitian dan budi daya bibit unggul, Taman Wisata Mekarsari juga merupakan tempat wisata di Jawa Barat yang cocok untuk segala usia. Selain mempunyai koleksi tanaman yang sangat beragam, Taman Wisata Mekarsari juga dapat menjadi sarana pendidikan yang cocok bagi anak-anak, tempat hiburan keluarga, wisata kebun buah, wisata kebun sayur, dan acara perusahaan.
      Tangkuban Perahu Subang
      Indahnya wisata Gunung Tangkuban Perahu yang menjadi tujuan wisata popular di kawasan Subang, Bandung dan sekitarnya ini memiliki banyak sekali pengunung baik itu wisatawan lokal maupun asing. Selain karena namanya yang sudah terkenal karena cerita Sangkuriang, Gunung Tangkuban Perahu memang tempat wisata Subang yang sangat Indah sekali.
      Pemandian Air Panas Ciater Subang
      Wisata pemandian air panas Ciater tidaklah mahal, sehingga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. Salah satu lokasi pemandian air panas yang terkenal di Indonesia dan di kalangan turis mancanegara yaitu Pemandian Air Panas Ciater.
      Pemandian Air Panas Ciater terletak di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Tepatnya di perbatasan antara kota Bandung dan Subang, juga bersebelahan dengan kota Lembang.
      Wisata Tracking Gunung Bongkok Purwakarta
      Mampir ke Purwakarta tidak puas rasanya kalau tidak mengunjungi Wisata Alam Gunung Bongkok. Gunung Bongkok yaitu gunung batu yang berada di Desa Cikandang, Purwakarta. Dengan ketinggian 975 mdpl, Gunung Bongkok sangat pantas untuk pendaki pemula.
      Kalau kamu akan melakukan wisata di Purwakarta, jangan lupa untuk berkunjung ke Gunung Bongkok.
      Danau Cipule dan Pulau Cinta Karawang
      Objek wisata Danau Cipule merupakan salah satu tempat wisata Karawang yang unik dan menarik. Salah satu keunikan yang menjadi daya tarik yaitu adanya gunung yang ada di tengah-tengah danau tersebut. Bahkan menjadi latar keindahan dari Danau Cipule.
      Lokasi Danau Cipule dengan pusat pemerintahan kota karawang adalah sekitar 30 KM, tetapi mengingat bahwa Karawang adalah industri dan memiliki pabrik-pabrik besar sehingga akan sedikit terasa lebih panas.
      Objek wisata di Jawa Barat sangatlah banyak, apabila kamu mempunyai kesempatan untuk berlibur maka tidak ada salahnya dicoba. Menghabiskan waktu luang tidak harus jauh hingga pergi ke mancanegara, namun juga bisa kita nikmati di lokasi yang dekat dari DKI Jakarta. Tempat wisata di Jawa Barat tidak kalah bagus dengan tempat wisata di luar negeri!
    • By Hildree Takizawa
      Kalo kita pergi ke suatu tempat pasti yang di cari adalah penginapan,apalagi kalo tempat yang kita tuju itu gak ada yang kita kenal atau pun sodara yang tinggal di sana.
       
      saya akan memberi kan info penginapan khususnya kalo kalian jalan-jalan di kuningan dan sekitar nya;
       
      Terkadang kita sebagai pelancong pun ragu untuk datang ke tempat wisata yg di tuju apakah mempunyai akses dan akomodasi yang memadai di kawasan terebut. maka nya kadang kita berpikir panjang untuk memilih penginapan mana yang cocok dan biasanya dilihat dari lokasi nya yang mudah di jangkau dan tentu nya jarak dengan lokasi wisata yang akan di kunjungi.
       
      Tapi, hal tersebut tak perlu menjadi pertimbangan Anda bila datang ke Kuningan, Jawa Barat. Sebab, di sini penginapan bagai terpusat di sebuah kawasan, Cilimus.
      Dinas pariwisata kuningan sengaja membuat penginapan terpusat di cilimus, karena Cilimus ini memang dekat dengan banyak objek wisata di Kuningan ini.
      Dan tentu saja akan memudahkan wisatawan yang datang ke Kuningan. Dengan memilih penginapan di sekitar cilimus itu tidak akan membuat kita berpindah-pindah lokasi untuk melihat-lihat penginapan mana yang cocok.
      Kalian Cukup dengan berjalan di sepanjang kawasan Cilimus  pasti akan menemukan penginapan mana yang cocok,untuk di pilih ..hehehe sesuai budget juga .
      Kawasan Pusat penginapan di Cilimus ditandai dengan gerbang masuk kawasan Sangkanhurip, dari depan saja sudah terlihat dua sampai tiga hotel. Semakin masuk ke dalam, pilihan penginapan menjadi semakin banyak. Kalau dijumlahkan mungkin mencapai 20 penginapan.
      “Biasanya disesuaikan saja dengan budget, tetapi kalau mau penginapan dengan kelas berbintang saat ini baru ada tiga hotel saja,. yaitu : Tirta Sanita, Hotel Ayong dan Hotel Prima.


      Dari penginapan tersebut, Gunung Ciremai akan akan menjadi pemandangan menyenangkan setiap harinya.
      Saat ini kawasan Cilimus memang dikenal dengan pusatnya penginapan di Kuningan. Dari kawasan tersebut, banyak obyek wisata yang mudah dijangkau, diantaranya Taman Nasional Gunung Ciremai, Desa Wisata Cibulan, dan juga Objek Wisata Sejarah Gedung Linggarjati. 


    • By Leonardo Tirta
      Bandung, kota sejuk, indah, dan berjuta warna. Satu hal yang menjadi berbeda dari kota Bandung adalah objek wisatanya. Berbeda dengan kota lain, Bandung memiliki banyak objek wisata mulai dari wisata sejarah, alam, mall, sampai cafe2. Disini saya ingin mencoba share foto2 momen2 berharga dan tempat epic, yang saya kunjungi selama bekerja di Bandung. Sebenarnya mau manfaatin album sih, tapi entah kenapa gagal upload berulang2. Anyway here some photo that i took, hope you guys like it.
       
      Taman Jomblo (Bawah Jembatan Layang)
      Taman ini memiliki keunikan sendiri karena dibalut mural2 dan memiliki berbagai fasilitas seperti skatepark, layar tancap untuk nonton film bersama. Dinaungi flyover membuat taman ini tidak terasa panas dan mejadi muka baru dalam pemanfaatan public space.



       
      ITB
      Universitas besar dibandung ini sebenarnya memiliki banyak spot menarik untuk difoto, sayang saya blm berkesempatan untuk eksplore lebih dalam karena kendala pekerjaan dan waktu.

       
      Dago Giri
      Salah satu jalan alternatif menuju ke lembang, masih natural dan dapat melihat perbukitan sepanjang kanan kiri jalan, sangat disayangkan jalannya banyak yang rusak dikarenakan masih berlangsungnya pembangunan di depan lawangwangi

       
      Tangkuban Perahu
      Salah satu wisata yang kata orang wajib dikunjungi, saat saya kesini sayangnya tidak terlalu banyak momen yang bisa saya tangkap, sebenarnya ada 3 kawah. Tapi untuk menyusuri tempat lain saya harus membayar 100rb tambahan dikarenakan penjaga berkata itu adalah peraturan baru. Berhubung kantong anak usai kuliah yang merantau pas2 an, saya tidak sempat foto ke tempat2 lain. 


       
      Tahura (Taman Hutan Rakyat)
      Kawasan wisata yang cukup luas sebenarnya, dengan berbagai wisata di dalamnya, ada curug, bunker, taman main anak, dan cafe. Untuk mencapai tempat-tempat itu persiapkan diri anda berjalan kaki, atau naik ojek yang cukup mahal 1x jalan 50rb. Jadi kalo pp 100rb. 
      *Untuk foto lainnya ttg tahura, ditunggu update lagi ya

       
      Kebun teh lembang
      Terletak di sebelah kawasan tangkuban perahu, yang paling saya senang adalah... Masuknya gratis ! tinggal parkir di pinggir jalan dan anda bebas berjalan-jaan dan berfoto ria di kebun teh ini. Kebun teh ini membentang luas dari sebelah tangkuban perahu sampai perbatasan kota Subang. Jadi silahkan memilih kebun teh yang cocok untuk difoto. 2x Saya ke tempat ini menurut saya jam yang cocok adalah jam 6 pagi sampai 9 pagi, dikarenakan adanya kabut yang membuat tempat ini makin epic





       
      Hutan Pinus Cikole
      Kalo hutan pinus ini terletak sebelu memasuki daerah Tangkuban Perahu, cuman sebenarnya daerah ini lebih terkenal dengan area campnya, Berhub teman saya lagi bokek dan nda mau mengeluarkan uang sepeserpun saya dibawa melalui jalur belakang perbatasan camp ground dan hutan pinus liar. Mungkin jika anda mau lebih epic bisa meluangkan waktu ke campnya, karena ada pondok2 yang cukup lucu di dalamnya. 



       
      Balista (Balai Penelitian Tanaman Sayur)
      Seperti namanya, ini tempat riset dan penanaman sayur. Sebenarnya ini bukan tempat untuk foto2. Jadi hindari kesini di weekdays. Kalo weekend pengunjung baru diperbolehkan memasuki area. Cuman bayar 5000 rupiah anda bisa foto di tengah barisan pohon. 



    • By Titi Setianingsih
      Ketika itu pemberitaan mengenai kebun bawang di Argapura Majalengka memenuhi halaman berbagai media sosial, dan fotografer dar penjuru kota menyerbu kesana. Bagaimana kira2 tanggapan ibu2 petualang tentang berita ini ? Mereka dengan histeris berteriak " jadwal Majalengka harus dimajukan, jangan sampai nanti sudah basi baru kita kesana !" Widiiihhhh segitunya ya ? Akhirnya saya buka web PT KAI dan sheet tersedia untuk tanggal 20 - 21 Pebruari 2016, yo wezz kita berangkaaaaattttt,,,!!   Seperti biasanya kalau ibu2 jalan maunya duduk manis, akhirnya saya hubungi teman yang asli sana untuk mengantar kami jalan2 sekaligus bantu urusan penginapan dan sewa kendaraannya, jadilah perjalanan itu dibungkus seperti open trip dengan harga paket Rp. 500.000,- per orang sudah termasuk tiket kereta api Jakarta - Cirebon PP, sewa mobil Cirebon - Majalengka PP, homestay, guide dan makan 1x per hari.   Berangkat dari stasiun Senen jam 05.30 WIB menuju stasiun Cirebon Prujakan kira2 memakan waktu 3 jam sehingga sampai Cirebon diperkirakan jam 08.30, waktu yang tepat untuk sarapan nasi Jamblang.   Stasiun Cirebon Prujakan    
      Hari Pertama, 20 Pebruari 2016.

      1. Nasi Jamblang Bu Nur
      Nasi jamblang Bu Nur sudah semakin terkenal dan diminati wisatawan karena tempatnya yang bersih dan luas, walau harganya lebih mahal namun tidak menjadi masalah bagi mereka. Dan di depan nasi jamblang juga ada warung Bu Nur dengan menu empal gentong dan nasi lengko, jadi ada beberapa pilihan disini.    Lokasi Warung Bu Nur   Lokasinya ada di jalan Cangkring, dekat dari stasiun Prujakan. Masakannya sangat beragam mulai dari tahu goreng, tempe goreng, sotong/cumi tinta hitam (blekutak), rendang, sate ati/usus/telor puyuh, oseng ampas kecap. udang goreng, orek tempe, sambal, lalap, ayam goreng, ikan goreng, perkedel, ikan asin, telor dll nya. Dan yang khas adalah nasinya dibungkus di daun jati.        
      Ini menu makan yang saya ambil, nasi 2 porsi, jengkol 2 buah, sate usus 2 buah, hati sapi 1 buah dan sayur tumis ampas kecap serta sambal. Menu ini sudah sangat memuaskan perut kami. Minumannya juga tersedia macam2 dan yang khas adalah jus mangganya.
      Makan kami agak santai, karena masih menunggu teman dari Jakarta yang menggunakan kereta beda.  Selesai makam dan setelah teman datang maka kami langsung menuju Majalengka dengan menggunakan mobil elf dan mobil avanza. Oh ya,,untuk yang belum pernah ke Majalengka, diinfokan agar jangan naik kendaraan angkot karena tidak akan kuat nanjak. Maklum, jalanan menuju Majalengka sangat berkelok-kelok dan menanjak.     2. Telaga Nilem Kuningan
      Yaaaaa,,,ini Telaga Nilem yang berada di Pesawahan Kabupaten Kuningan Jawa Barat, beda dengan Telaga Nila yang ada di Majalengka. Telaga ini masih berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Airnya sangat jernih dan sekitarnya hutan yang rimbun membuat lokasi wisata ini sangat asri. 
      Kondisinya masih sepi dan tidak terlalu ramai. Ketika kami kesini hanya ada 2 rombongan, dan kebetulan juga kenal saya, memang dunia sempit. Airnya sangat dingin, namun masih terlihat ada orang yang berenang dan snorkling.
      Kalau yang hanya ingin main2 air cukup di kolam yang dangkal saja, sekitar 0 - 1,2 meter. Tapi kalau mau snorkling lebih baik ke kolam satunya yang lebih dalam, kurang lebih sampai 4 meteran. Dasar telaga  ini adalah bebatuan dan kerikil yang banyak ditumbuhi ganggang dan lumut. 
      Fasilitas umum yang ada disini masih minim,  hanya ada 1 warung yang jualan makanan dan minuman namun tidak disediakan WC/kamar mandi. Cottage2 yang ada disekitar lokasi rupanya bangunan bekas tempat shooting film. Lihatlah, airnya sangat jernih kan ? Sampai bayangan kami nampak jelas di air. Parit itu adalah yang membatasi antara telaga dangkal dan dalam. Jika kalian mau kesini bisa naik kereta atau bus, bisa naik angkot atau sewa kendaraan, tergantung sukanya apa.
        
      Dari Stasiun Kejaksan / Prujakan ambillah perempatan Plered lalu belok kiri arah Sumber. dari perempatan pasar Sumber belok kanan ngikutin jalan utama Sumber - Kuningan/Raja Galuh. Jika sudah masuk daerah kecamatan Pesawahan belok kiri sejalur dengan Telaga Remis. Masuk kawasan TN Gunung Ciremai arah Telaga Remis. Sebelum telaga remis, sisi kanan terlihat parkiran untuk Telaga Nilem.
      Kalau naik bus dr Kp. Rambutan lebih baik turun Plered Cirebon (Pasar Batik Trusmi). Dari Plered bisa nyambung naik angkot kemungkinan 2x oper lanjut ojek. Semoga jika kalian kesini suasana sudah lebih bagus lagi yaaaa....   3. Telaga Remis 

      Rupanya banyak telaga di daerah Jawa Barat ini, sesudah dari Telaga Nilem kami melanjutkan perjalanan menuju Telaga Remis. Lokasinya juga di wilayah Kabupaten Kuningan tepatnya di kawasan Desa Kaduela, Kecamatan Mandirancan. Telaganya lebih luas dari yang sebelumnya dan sudah lebih tertata, banyak sekali pohon pinus disekitar telaga sehingga suasana sangat sejuk, namun ketika sampai sini pas ditengah siang bolong maka udara terasa sangat panas.
          Dari pusat kota Kuningan kurang lebih 1 jam. Telaga ini sangat luas, kurang lebih 3,5 hektaran. Sedang luas area sekitarnya mencapai 13 hektar. Terdapat wahana sepeda air untuk berkeliling menambah keasyikan tersendiri saat berkunjung ke area wisata yang saat ini dikelola oleh Perum Kehutanan Kabupaten Kuningan.
      Di sepanjang tepi telaga terdapat jalan setapak yang bisa dipakai untuk berjalan kaki. Bagi yang hobi memancing di Telaga Remis banyak terdapat aneka ikan  antara lain ikan mujair dan ikan mas.
          Jika dari jauh, telaga ini nampak kehijauan, sangat indah dilihat, dan jika hari tidak terlampau panas maka sangat nyaman untuk melepas kepenatan. Tempat parkirnya juga sangat luas, dan kami sempatkan untuk duduk2 di halaman parkir sambil makan siang. Kenikmatan tiada tara makan siang bersama dalam suasana yang sudah keroncongan.   
      Sesudah makan kami lanjutkan perjalanan menuju curug Ciepetey. Jangan lupa sampah2nya dibuang ke tempat sampah yaaa...
        4. Curug Ciepetey
      Jalan menuju curug sangat berkelok-kelok dan menanjak dan sempit pula, wow kudu pakai sopir yang handal dan sudah mengenal daerah ini dengan baik. Ada beberapa curug yang dijadikan objek wisata di Majalengka, namun curug yang sudah kami rencanakan untuk dikunjungi masih ditutup untuk umum mengingat baru saja terjadi longsor, sehingga kami alihkan ke curug yang saat ini tengah naik daun yaitu Curug Cipeuteuy.

      Curug Cipeuteuy terletak di Blok Pasir Desa Bantaragung Kecamatan Sindangwangi. Berjarak kurang lebih 24 km dari Majalengka Kota atau 27 km dari Kota Cirebon. Curug ini dikelola oleh masyarakat sekitar yang tergabung dalam Mitra Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC). Petunjuk jalannya sama seperti hendak menuju Telaga Nilem karena memang searah.

      Masuk ke wilayah ini sudah kerasa dinginnya, jalanan masuk belum di aspal tapi hanya batu2 yang disusun/ditanam kedalam tanah jadi masih sangat licin. Sepanjang jalan menuju Curug Cipeuteuy terdapat pohon pinus yang berjajar rapih menambah asri objek wisata ini.  
           
      Curug ini memiliki air yang jernih dan juga dingin, walau curug ini tidak terlalu tinggi kurang lebih hanya sekitar 5 Menter saja, namun dengan panorama dan air yang bening menjadi daya tarik tersendiri. Kemudian air curug ini ditampung dalam sebuah kolam agar pengunjung dapat bermain air atau berenang. 
          Fasilitas lain yang tersedia disini adalah saung (gazebo), tempat duduk, toilet, serta tempat parkir. Hanya saja tempat parkir yang tersedia lebih untuk kendaraan roda dua, namun untuk roda empatnya sangat terbatas.   Kami sempatkan untuk shalat terlebih dahulu di gazebo sebelum menuju air terjun, karena saya lihat tempat shalatnya bersih dan air di tempat wudhunya sangat banyak tersedia, terbukti air disini sangat dingin dan segar. Baru saja kami selesai shalat, hujan mengguyur dengan derasnya, sehingga ketika kami menuruni anak tangga menuju curug harus lebih hati2 karena sangat licin. Beruntung teman2 saya di depan yang sudah berhasil foto2 di curug Ciepeteuy.        Beruntung kami prepare bawa jas hujan, sehingga dalam hujan lebatpun kami masih bisa menikmati indahnya Curug Ciepetey. Ternyata di dalam lokasi ini juga terdapat Bumi Perkemahan yang bisa menampung sampai sebanyak 2.000 orang peserta, yang telah dilengkapi dengan tempat pengambilan air minum, kayu bakar untuk kegiatan api unggun dan MCK. Ada juga permainan untuk anak2 seperti flying fox khusus untuk yang suka tantangan.    
      Mengapa dinamakan Curug Cipeuteuy rupanya karena banyak pete disini, juga cucur, emping, dan duren. Dan sepulang dari sinipun kami singgah ke penjual duren yang ada di pinggir jalan, sebutir duren harganya 20.000 dengan rasa yang standard duren lokal. 

      Hari Kedua, 21 Pebruari 2016.

      1. Kebun Bawang  Panyaweuyan Argapura

      Dengar2 di Majalengka bakal ada bandara berskala internasional ya?? Waaah bakal berimbas ke sektor pariwisatanya doong ? Syukurlah, tak apa, karena sekarang memang masih dalam proses menggeliat ya ? Sejak para fotografer menyerbu Kebun Bawang Argapura, kontan, Majalengka jadi banjir wisatawan terutama yang punya hobby fotografi. Tapi kami juga jadi penasaran jika lihat foto2 kebun bawang yang lagi menghijau muncul di media sosial, apalagi terasiringnya yang unik itu membuat kami jadi mengcancel trip lainnya dan memprioritaskan Majalengka,,,,hahahahaha,,,ajib kan ? 
          Bagus kan terasiringnya ? Ini terjadi karena wilayah Argapura letaknya ada di kaki gunung Ciremai, sehingga kontur tanahnya miring, nah petani gak kurang akal, dibuatlah lahan  kebun yang berundak, dan mereka gak sadar kalau perbuatannya sangat elok bagi kami yang suka keindahan alam semesta. Subhanallah,,,!!
      Sebagian wilayah Kecamatan Argapura mempunyai ketinggian antara 400-2000 meter dpl, dan kemiringan tanahnya berkisar antara 25%-40%. Namun jalanannya sudah bagus, beraspal sampai ke atas sehingga mobil bisa mendaki sampai puncaknya, kita tidak khawatir akan kecapean.
          Awalnya kami kesini hendak melihat sunrise, namun cuaca agak mendung, dan kekhawatiran ini sudah kami rasakan ketika kami disambut hujan di air terjun Ciepeutey. Walau tidak bisa melihat sunrise kami cukup puas dengan pemandangan yang adem dimata ini. Selebihnya kami gunakan foto2 saja, dan turun kembali ke tempat parkir mobil. Di situ ada warung yang menyediakan makanan kecil dan minuman hangat. Dan makanan khas berupa surabi telor, baru kali ini saya memakannya.  
      Ternyata musim tanam bawangnya tidak sama, terlihat di bagian lain ada yang tengah tumbuh namun belum rimbun benar, sehingga kami masih bisa masuk ke tengah2 area kebun bawang, tapi ingat kok, tidak sampai merusak tanaman ini.
         
      Di bagian lainnya sudah ada yang sedang panen dan mulai menanam kembali. Jika kalian kesini pastikan tanamannya belum panen jadi nanti terasiringnya akan nampak menghijau indah sekali.
          Terasering Panyaweuyan Argapura, secara administrasi berada di Desa Argamukti Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka. Berbarengan dengan kami, ada serombongan fotografer yang sedang belajar barangkali, karena nampak ada seorang yang sedang memberikan pengarahan tentang cara pengambilan angel yang tepat. Yaaa....kini terasering Panyaweuyan merupakan destinasi agrowisata yang menjadi salah satu surga bagi pencinta fotografi.   Jika ingin mencoba ke daerah ini dan menggunakan kendaraan sendiri maka carilah terminal Maja setelah itu mengikuti jalan yang mengarah ke Argalingga sampai di pertigaan Sadasari-Sukasari belok kanan. Setelah jembatan Cilongkrang belok kiri, atau bisa bertanya arah menuju Teja Permana/Cibunut atau Cibuluh.  
      2. Cadas Gantung

      Cadas Gantung di Majalengka mendapat sebutan sebagai Tebing Keratonnya Majalengka, baiklah, berhubung belum kesampaian ke Tebing Keraton Bandung maka kami mulai perkenalan terlebih dahulu dengan Cadas Gantung. Dari arti katanya dapat di definisikan bahwa di tempat ini terdapat batu cadas yang berada di ketinggian seolah-olah tergantung di atas tebing. Siapa pula yang memberi nama ini kalau bukan para traveller yang berhasil menemukan tempat ini untuk pertama kalinya.
       

      Jika sudah berada di atas ini, kita bisa menikmati pemandangan alam hijau terhampar luas dan yang pasti sangat menyejukan mata, hingga pada akhirnya mau mengabaikan kesulitan2 yang akan dicapai ke puncak ini. Sebenarnya tidak terlalu tinggi bukit ini, kurang lebih hanya 500-750 mdpl. Bagi pendaki tentu sangat mudah untuk mencapainya.
        Trecking akan dimulai sesudah melewati persawahan ini, dan kita akan ketemu tulisan selamat datang, untuk kemudian berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang licin menuju tempat dimana Cadas Gantung berada.
      Lokasi persisnya ada di desa Mirat Leuwimunding, dan diperkirakan akan memakan waktu 1 jam untuk menuju puncak. Lumayan juga kan, dan ternyata memang nafas kami serasa mau putus ketika jalanan sudah mulai curam, hanya air mineral yang bisa membantu untuk mengatasi ini. 
      Gak berapa lamapun kami sampai di cadas yang pertama, disini sudah banyak yang antri untuk berfoto, saya pikir memang hanya sampai disini saja, saya sudah girang saja, ternyata ini belum sampai puncaknya.




      Untuk menuju puncak akan lebih berat lagi treckingnya, disamping jalannya licin dan sempit juga belum ada pegangannya, terpaksa kita menggunakan pegangan teman yang ada disamping kita, beruntung punya teman baik sehingga tidak terlantar,,,,xixixi maklum sudah emak2,,,!
                  Ternyata Tebing Cadas Gantung memiliki bukit perkemahan yang bisa dijadikan sebagai tempat kemping atau berkemah. Lokasinya cukup landai karena berada di tempat yang dulunya digarap sebagai lahan pertanian. Luasnya kurang lebih sekitar 5 hektar. Bahkan posisinya pun sangat strategis untuk mengeksplorasi lebih jauh lagi daerah wisata seputar Cadas Gantung. 
      Setelah puas foto2 kamipun turun kembali, karena matahari begitu teriknya di atas sini,,,,sambil istirahat kita bisa menikmati jajanan yang tersedia di area parkir di bawah, ada bakso, surabi, dan makanan2 lain yang bisa dipakai untuk mengurangi rasa lapar kita.

      3. Desa Wisata Gerabah Sitiwinangun Cirebon

      Setelah makan siang di Cadas Gantung maka petualangan kami di Majalengka telah selesai, kami harus melanjutkan perjalanan menuju Cirebon untuk kemudian kembali ke Jakarta jam 16.30 menggunakan kereta api. Sebelum ke stasiun kami singgah ke desa wisata gerabah di Sitiwinangun.
          Sitiwinangun diresmikan sebagai daerah wisata gerabah  karena sangat berpotensi sebagai penghasil kerajinan gerabah yang sudah dilakukan sejak lama. Ingat empal gentong kan ? Nah tempat kuah empal yang disebut gentong itu dibuat di desa ini. Hampir setiap rumah di desa Sitiwinangun sebagai produsen gerabah.       Kepala Urusan Pembangunan desa Siriwinangun nampak sedang menjelaskan mengapa desa Sitiwinangun ditetapkan menjadi desa wisata dan pembenahan2 sedang dilakukan saat ini mengingat target pemda Cirebon menjadikan wisata gerabah ini sebagai wisata andalan adalah sekitar tahun 2017. Dan memang ketika kami datang hari Minggu tanggal 21 Pebruari 2016 maka peresmiannya baru di tanggal 20 Pebruari, jadi baru berumur sehari ya ? Jangan2 rombongan KJJI adalah pengunjung yang pertama.
         
      Sambil menjelaskan proses pembuatan gerabah, kamipun diajak berkeliling ke setiap sudut rumah salah satu pengrajin ini. Banyak sekali gerabah2 yang menjadi koleksi rumah ini, dan di halamannya juga banyak yang baru saja selesai dibentuk yang kemudian dijemur di bawah panas matahari. 
         
      Semoga impian Pemda Cirebon menjadikan Sitiwinangun menjadi objek wisata andalan Kota Cirebon akan berhasil ya,,,, Tidak lengkap rasanya apabila ke Cirebon tapi tidak membeli camilan khas Cirebon, kamipun singgah di toko Haji Daud sebagai pusat oleh2 khas Cirebon yang sangat terkenal itu. Kenapa terkenal, rupanya karena design interior toko tersebut beda dari toko lainnya. Terlihat di dinding toko dihias dengan batik khas Cirebon yaitu batik motif Mega Mendung, sehingga pengunjung yang datang kesini akan langsung melihat keunikan batik tersebut dengan harapan bisa membeli tentunya.

      Teman2 langsung pada menyerbu ke dalam dan membeli berbagai oleh2 kesukaan masing2, saya hanya makan tahu gejrot yang merupakan makanan khas Cirebon juga. Ketika sedang menyantap tahu gejrot, terdengar suara musik barongsai yang melintas di seberang toko Haji Daud,,,yaaaa memang masih dalam suasana hari Raya Imlek,,,hayaaaaaa,,,,!! Dapat tontonan gratis pulak,,,,,
        Ruang tunggu Stasiun Prujakan Cirebon
      Sudah selesai perjalanan 2H1N kita di Kuningan - Majalengka - Cirebon kawans,,,,,semoga tulisan ini bermanfaat dan sampai ketemu di jalan2 berikutnya,,,!

      Salam Jalan2 Indonesia,,,!!
       
      Sumber : titissoeparno.gmail.com