Sign in to follow this  
Luwaks

Museum Tsunami Aceh

6 posts in this topic

8Tahun lalu, gelombang tsunami menyapu daratan Aceh. Ratusan orang tewas, bangunan dan infrastruktur kota pun rusak. Sekarang, wisatawan bisa mengenang tragedi duka ini di Museum Tsunami Aceh.

Detik-detik terjadinya tsunami, momen-momen menegangkan, dan sisa-sisa tragedi ini terangkum dalam sebuah museum. Inilah Museum Tsunami Aceh yang berlokasi di Jalan T Iskandar Muda, Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Pengunjung boleh saja ceria. Bercanda, berfoto ria di bagian luar museum dengan bangunan minimalis-futuristik. Di bagian depan memang terdapat bangkai helikopter polisi yang jadi salah satu sisa tsunami. Tapi saat masuk ke dalam, Anda pasti tercekat dan terbawa suasana duka mendalam.

Museum Tsunami Aceh menempati bangunan 4 lantai dengan luas 2.500 m2. Para pengunjung akan memasuki lorong yang hanya diterangi cahaya dari luar, persis dari ketinggian 40 meter. Jerit ketakutan mulai muncul saat air mengucur deras di tembok kanan dan kiri lorong. Sesekali, air itu memercik ke kepala dan tubuh para pengunjung.

Setelah berjalan sekitar 20 meter, di ujung lorong wisatawan dihadapkan pada Memorial Hall. Isinya adalah dokumentasi dalam bentuk elektronik. Tinggal berdiri saja, maka slide foto akan bergerak secara otomatis di 26 monitor. Jumlah tersebut merujuk pada tanggal terjadinya tsunami yakni 26 Desember.

Masuk ke lantai 2, ada kafe dan ruang dokumentasi. Satu ruang untuk pemutaran film dokumenter mengenai detik-detik terjadinya tsunami, ruang lainnya untuk memajang foto-foto dampak tsunami dan upaya rehabilitasi.

Di lantai 3 tedapat ruang multimedia, tempat pengunjung merasakan gempa dalam beberapa skala.

151824_tsunami1.jpg

Sumber: http://travel.detik.com/read/2012/12/26/151727/2127035/1383/museum-tsunami-aceh-mengenang-8-tahun-air-mata-duka

Share this post


Link to post
Share on other sites

keren dong.. saya pikir museum ini cuma foto2 aja isinya... inget kejadian 8 taun lalu.. semoga semua arwah dterima di sisi-Nya dan smua yg dtinggalkan sudah bisa kembali hidup bahagia :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

jadi penasaran sekali pengen ke sana, bangunannya pun bagus. info dari teman yang sudah berkunjung, kalau ingin berkunjung ke musem tsunami ini disarankan jangan perginya hari jum'at ya, karena di hari jum'at museum ini tutup

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Sari Suwito
      Sedang transit di kota Jogja dan ingin jalan-jalan murah? Tentu bisa....bisa bangeet malah. Jadi gini, beberapa waktu lalu kami ada acara keluarga di Kulon Progo, berhubung ada anggota keluarga yang mempunyai jadwal terbang beda satu hari dengan keberangkatan saya, maka jadilah kami berangkat bareng dari Kulon Progo naik taksi tetangga saya. Itung-itung hemat tenaga dan uang daripada saya harus bolak-balik Jogja-Wates-Jogja, maka saya memilih untuk menginap saja di hotel dekat bandara Adisucipto. Setelah browsing nemulah saya alamat dan nomer telepon Hotel Bandara Asri (nanti saya tulis reviewnya dech). 
       
      Sebelum ke Bandara Adisucipto saya minta taksi untuk mengantar ke hotel dan taruh barang bawaan saya di hotel.  Karena setelah selesai urusan di bandara saya berniat untuk jalan-jalan sore di kawasan Malioboro sekalian wisata museum gitu. Begitu urusan di bandara selesai, saya langsung menuju Shelter Trans Jogja dari Bandara Adisucipto, naik bus Jalur 1A lalu turun di shelter Malioboro 3 (Pasar Beringharjo/Benteng Vrederburg), lalu saya jalan kaki menuju ke Museum Sonobudoyo, tapiii sayang sekali, ternyata museum sudah tutup jam setengah empat. Jadilah saya..lanjutkan jalan kaki ke arah Jalan Rotowijayan ke museum Kereta Karaton, dan ternyata sudah tutup juga. hihihihi... 
       
      Akhirnya saya jalan kaki ke kawasang cenderamata di jalan Rotowijayan, di kawasan ini berjejer toko yang menjual souvenier, batik dan kaos dagadu. Keluar masuk toko tapi ga nemu juga yang cocok, jadi yaa sekedar cuci mata aja dech. Tak lama kemudian saya memutuskan untuk balik aja ke hotel, takut kesorean dan bus Trans Jogja penuh. Dalam perjalanan menuju shelter Trans Jogja, ketika melewati alun-alun utara ternyata ada kuda yang sedang dilatih oleh pawangnya.  Skalian numpang selfie aah... hehehe...



      Sampai juga akhirnya ke shelter Trans Jogja, dan rupanya ga penumpang ga terlalu ramai, dan masih kebagian tempat duduk. Saya turun di Shelter Jl. Solo (Maguwo) lalu jalan kaki menuju hotel. Sampai hotel setelah mandi sambil nonton tv ternyata berasa dech laparnya, jadilah saya pesan di restaurant hotel mie rebus jawa seharga tujuh belas ribu lima ratus rupiah. hihihi...lumayan...daripada harus keluar hotel lagi. Akhirnya makanan dataang.....
       
      Selesai makan, sambil nonton TV langsung tidur sampe pagi... hihihi...
       
      Pagi hari setelah selesai sarapan saya langsung berangkat ke Shelter Trans Jogja di Bandara Adisucipto untuk menuju Malioboro yang akan dilanjutkan jalan kaki ke Museum Sonobudoyo dan Museum Kereta Karaton Yogyakarta.  
       
      Museum Sonobudoyo
       
      Sekitar jam 8.20 akhirnya sampailah saya di Museum Sonobudoyo, harga tiket masuk tiga ribu rupiah saja, setelah membayar tiket dan mengisi buku tamu, saya dihampiri mbak-mbak yang menawarkan menjadi guide untuk melihat-lihat koleksi museum tapi saya tolak dengan halus. Sepertinya enakan jalan sendiri aja dech, jadi lebih leluasa untuk melihat-lihat koleksi museumnya. 

      Museum Sonobudoyo adalah museum sejarah dan kebudayaan Jawa, termasuk bangunan arsitektur klasik Jawa. Museum ini menyimpan koleksi mengenai budaya dan sejarah Jawa yang dianggap paling lengkap setelah Museum Nasional Republik Indonesia di Jakarta (Museum Gajah).  Museum Sonobudoyo terdiri dari dua unit, unit 1 terletak di Jalan Trikora No. 6 (sebelah utara alun-alun keraton Yogyakarta), sedangkan unit 2 terletak di nDalem Condrokiranan, Wijilan, di sebelah timur alun-alun Keraton Yogyakarta.
       

       
      Museum Sonobudoyo didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda oleh Yayasan yang bernama Java Instituut. Yayasan ini bergerak di bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Panitia pendirian museum yaitu IR. TH. Karsten, P.H.W. Sitsen dan S. Koperberg. Bangunan museum menggunakan tanah bekas "Schauten" atau tanah hadiah dari Sri Sultan HB VIII. Peresmian dilakukan oleh Sri Sultan HB VIII pada tanggal 6 November 1935.
       
      Koleksi Museum Sonobudoyo (unit 1 dan unit 2) terbagi menjadi 10 jenis, yaitu:
      Koleksi Numismatik dan Heraldika, obyek penelitiannya adalah mata uang/alat tukar yang sah, yang terdiri dari mata uang logam dan kertas. Heraldika adalah setiap tanda jasa, lambang dan pangkat resmi (termasuk cap dan stempel). Koleksi Filologi, benda koleksi yang menjadi obyek penelitian filologi, misalnya risalah kuno, tulisan tangan yang menguraikan sesuatu hal atau peristiwa.  Koleksi Keramologi adalah koleksi yang terbuat dari bahan tanah liat bakar berupa pecah belah, misalnya guci.  Koleksi seni rupa, koleksi seni yang mengekspresikan pengalaman artistik melalui obyek dua dimensi atau tiga dimensi.  Koleksi Teknologi. Benda atau kumpulan benda yang menggambarkan perkembangan teknologi. Koleksi Geologi, adalah benda yang menjadi obyek ilmu geologi, antara lain batuan, mineral, fosil dan benda-benda bentukan alam lainnya (permata, granit, andesit). Contoh: Batu Barit. Koleksi Biologi adalah benda yang menjadi objek penelitian ilmu biologi, antara lain tengkorak atau rangka manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Misalnya burung (obset) / dikeringkan. Koleksi Arkeologi adalah benda yang menjadi objek penelitian arkeologi. Benda tersebut merupakan hasil peninggalan manusia dari zaman prasejarah sampai dengan masuknya pengaruh kebudayaan barat misalnya : Cermin. Koleksi Etnografi adalah benda yang menjadi objek peneiitian ilmu etnografi, benda-benda tersebut merupakan hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu etnis misalnya Kacip. Koleksi Historika adalah benda yang bernilai sejarah dan menjadi objek penelitian sejarah. Benda tersebut dari sejarah masuknya budaya barat sampai dengan sekarang, misalnya Senapan laras panjang, meriam.  Saya hanya mengunjungi Museum Sonobudoyo Unit 1, jadi unit 2 mungkin di lain kesempatan akan saya datangi lagi, sekalian makan gudeg di wijilan kali ya. hehehe...
       
      Oh ya, di depan bangunan Museum Sonobudoyo Unit 1 ini terdapat 2 buah meriam lho. Kedua koleksi meriam tersebut di atas berasal dari masa Sri Sultan Hamengku Buwana III. Sayangnya saya lupa untuk fotoin. hehehe...
       
      Selain meriam terdapat pula arca dan relief. Berikut beberapa koleksi yang berada di halaman pendapa : Arca Dewi Laksmi, arca Mahakala, dan Makara.



       
      Sedangkan di bagian dalam pendopo terdapat seperangkat gamelan.

      Museum ini memiliki beberapa ruang, diantaranya:
      Ruang Pengenalan
      Di atas pintu masuk menuju ke ruang pengenalan terdapat relief candrasengkala "Buta Ngrasa Esthining Lata". Ruang pengenalan berukuran 62,5 m2. Salah satu koleksi yang ada di ruang pengenalan yaitu pasren atau krobongan yang terdiri dari tempat tidur, bantal, guling, kasur, kelambu, sepasang patung loro blonyo, sepasang lampu robyong, dan sepasang lampu jlupak.

      Ruang Prasejarah
      Ruang ini menyajikan benda-benda peninggalan masa prasejarah yang menggambarkan cara hidup manusia pada masa itu meliputi berburu, mengumpulkan dan rneramu makanan. Pada tingkat selanjutnya manusia mulai bercocok tanam secara sederhana serta melakukan upacara- upacara yang berhubungan dengan religi (kepercayaan kepada roh nenek moyang, penguburan dan kesuburan).

       
      Ruang Klasik dan Peninggalan Islam
      Dalam penyajian koleksi dikelompokkan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal yaitu:
      1. Sistem Kemasyarakatan
      2. Sistem Bahasa
      3. Sistem Religi
      4. Sistem Kesenian
      5. Sistem Ilmu Pengetahuan
      6. Sistem Peralatan Hidup
      7. Sistem Mata Pencaharian Hidup 

      Patung Kepala Dewa,  dibuat dari perunggu berlapis emas. Ditemukan di Pathuk, Gunung Kidul pada tahun 1956. sebagai lambang Dewa Budha,
      Ruang Batik 
      Di ruang ini memamerkan beberapa koleksi batik. Selain itu juga terdapat proses membatik yang dimulai dari pengerjaan pola sampai proses jadi sebuah batik. Di ruang ini saya suka sekali melihat aneka motif batiknya...bagus bagus banget...



       

       
      Ruang Wayang
      Sesuai namanya, di ruangan ini memamerkan aneka jenis koleksi wayang, diantaranya ada wayang kulit dan wayang golek serta gambar tata letak pementasan wayang kulit purwa klasik.



       
      Ruang Topeng
      Disini juga terdapat beberapa jenis topeng dari berbagai daerah. Topeng sudah mengalami sejarah perkembangan, bersamaan dengan nilai-nilai budaya dan nilai seni rupa. Topeng yang tampil dalam bentuk tradisional mempunyai fungsi sebagai sarana upacara dan pertunjukan.

       
      Ruang Jawa Tengah 
      Di ruang ini memamerkan ukiran kayu yang terkenal dari Jawa Tengah yaitu Jepara seperti gebyog patang aring. Selain itu terdapat keris dan senjata tajam lainnya dengan berbagai jenis.


      Ruang Emas
      Museum Sonobudoyo merupakan museum yang memiliki koleksi artefak emas tapi dengan beberapa alasan belum dapat dilihat oleh umum.
      Pada dasarnya artefak emas memiliki fungsi berbeda-beda, yaitu sebagai:
      1. Mata uang
      2. Perhiasan
      3. Wadah
      4. Senjata
      5. Simbol religius, dll.
      Di ruangan ini dipamerkan aneka koleksi perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari kuningan dan perak. Seperti: aneka bentuk ceret dan kendi, sendok makan, dll.




       
      Ruang Bali
      Diantara ruangan lain, ruangan ini paling istimewa, karena terdapat lampu warna biru yang byar pet gitu. hehehe...
      Koleksi ruang Bali berkaitan dengan kebudayaan Bali baik mengenai yadnya (upacara) maupun berbentuk seni lukis dan seni pahat. Di bagian terpisah terdapat Candi Bentar.
       


      Patung Penari Keris, posenya ini lho...agak-agak merinding...seperti orang mau bunuh diri yaa..

      Di bagian luar Ruang Bali terdapat Candi Bentar, di dalam komplek candi Bentar biasanya terdapat Bale Gede, yang berfungsi sebagai tempat upacara daur hidup dan untuk bermusyawarah.

       
      Ruang mainan
      Di sini dipamerkan koleksi aneka mainan tradisional dan foto-foto anak-anak yang sedang memaikan permainan tradisional.



      Setelah merasa cukup puas berkeliling museum Sonobudoyo, saya melanjutkan perjalanan berikutnya ke Museum Kereta Keraton Yogyakarta dengan berjalan kaki. Yuk, ikuti cerita selanjutnya.
       
      Museum Kereta Karaton Ngayogyakarta 
      Museum ini terletak di Jalan Rotowijayan, bisa ditempung dengan berjalan kaki dari Museum Sonobudoyo unit 1. Harga tiket masuk lima ribu rupiah, ditambah tiket ijin foto seharga seribu rupiah.

      Museum ini khusus menampung kereta-kereta kuda keraton pada masa Kerajaan Yogyakarta era Sri Sultan Hamengku Buwono ke-8. VIII.
       
        Museum kereta keraton ini memiliki 18 kereta, setiap kereta memiliki nama masing-masing, diantaranya:
      1. Kereta Nyai Jimat, 
      2. Kereta Kyai Garudayaksa, 
      3. Kereta Jaladara, 
      4. Kereta Kyai Ratapralaya, 
      5. Kereta Kyai Jetayu, 
      6. Kereta Kyai Wimanaputra, 
      7. Kereta Kyai Jongwiyat, 
      8. Kereta Kyai Harsunaba, 
      9. Kereta Bedaya Permili, 
      10. Kereta Kyai Manik Retno, 
      11. Kereta Kyai Kuthakaharjo, 
      12. Kereta Kyai Kapolitin, 
      13. Kereta Kyai Kus Gading, 
      14. Landower Kereta, 
      15. Kereta Surabaya Landower, 
      16. Wisman Landower Kereta, 
      17. Kereta Kyai Puspoko Manik 
      18. Kereta Kyai Mondrojuwolo. 
      Kereta-kereta tersebut mempunyai fungsi masing-masing, dan penggunaannya selalu dipilih berdasarkan acara yang akan diselenggarakan. Beberapa foto terpasang di dekat lokasi kereta Keraton. Jadi kita juga bisa lihat kereta ini dipakai di acara apa gitu.


      Oh ya, kereta-kereta ini buatan Eropa lho, diantaranya Jerman dan Belanda. Bahkan sebagian besar kereta-kereta ini masih asli, belum tersentuh modifikasi meski sebagian sudah mengalami modifikasi baik dalam warna cat maupun interiornya.
       
      Terdapat beberapa kereta yang dikeramatkan, karena keistimewaan bahannya yang terbuat dari emas dan merupakan kereta Raja yang disebut sebagai kereta Kencana, bahkan sebagian kereta mungkin memiliki cerita mistis, makanya jangan sembarangan ya saat berada di tempat ini. 
       
      Saya paling suka kereta ini nich...keren dan elegan banget... *abaikan penampakan yang separo ini. hehehe...

       
      Jenis-jenis kereta di Museum Kereta Keraton:
      1. Kereta atap terbuka dan beroda dua, contohnya:  Kereta Nyai Kapolitan

      2. Kereta atap terbuka dan beroda empat, contohnya: Kerata Kyai Jongwiyat dan Landower. Oh ya saya sempat dengar kalau Landower ini berasal dari istilah dalam bahasa Inggris Land Owner (Tuan Tanah/Raja).

      3. Kereta atap tertutup dan beroda empat. Kereta ini termasuk kereta yang mewah dan sakral, contohnya: Kereta Kanjeng Nyai Jimad, Kyai Garudayaksa dan Kyai Wimanaputra.

      Kereta Kanjeng Nyai Jimad ini merupakan kereta tertua, telah berada di sini sejak tahun 1750. Kereta ini merupakan buatan Belanda. Bentuknya unik dan sangat indah seperti layaknya kereta Cinderella. Di bagian depan bawah kereta ini terdapat patung wanita menyangga kereta ini dan terdapat untaian bunga yang mengalunginya.
       
      Ada juga kereta Premili, di dalam kereta ini terdapat 4 baris kursi yang saling berhadapan, kereta ini berfungsi untuk membawa para penari keraton yang berjumlah sekitar 16 orang.

      Di dalam museum ini juga terdapat beberapa patung kuda, koleksi pakaian dan perlengkapan kusir kereta.




      Di bagian luar museum di halaman sebelah utara juga terdapat kandang kuda yang dihuni beberapa ekor kuda. Berikut beberapa suasana di halaman museum..


      Sekitar jam setengah sebelas saya keluar dari Museum Kereta Keraton lalu jalan kaki ke shuttle Trans Jogja di jalan Malioboro. Seperti sebelumnya, saya turun di shelter Jl. Solo - Maguwo lalu mampir makan siang di warung padang dulu, baru lanjut jalan kaki ke toko oleh-oleh Bakpia 25. Nah, disini saya coba beli varian baru bakpia 25 yaitu bakpia isi ubi ungu, enak juga lho rasanya. Sampai di hotel sekitar jam 12an, saya beres-beres barang bawaan dan sekitar jam 12.30 saya ke front office untuk nyerahin kunci kamar, dan request pengantaran ke bandara diundur jadi jam 2 saja. Males kelamaan di bandara ga bingung mau ngapain secara flight saya masih jam 16.10. Akhirnya jam 2 tepat saya minta diantar ke bandara, rupanya counter Air Asia sudah buka, jadi langsung aja check in dan masuk ke boarding roam. Selamat tinggal Jogjakarta....ke Jakarta aku kan kembaliiii......
      Demikianlah...field report jalan-jalan saya saat transit di kota Jogja...mungkin bisa menjadi referensi buat teman-teman yang akan transit di kota Jogja.
       
       
       
       
    • By Tarmizi Arl
      Hai Traveler seantero negeri...
                  Kesempatan kali ini saya mau berbagi pengalaman singkat saya di Provinsi terbarat Indonesia, Aceh, tepatnya di Kota Banda Aceh.
      Sebagai provinsi yang memiliki keistimewaan di peraturan pemerintahnya (basis Islam), Aceh juga memiliki keisitimewaan di beragam objek wisatanya.
      Nah, Untuk kalian yang memiliki waktu singkat untuk berlibur di Aceh, mungkin Field report saya ini bisa membantu kalian menikmati Banda aceh dalam 2 hari. (per maret 2013)
       
      Hari 1
       
                  Karena waktu liburan yang singkat, penerbangan sepagi mungkin adalah waktu yang tepat. Penerbangan yang saya dapatkan ialah Jakarta-Aceh dengan satu kali transit di Medan. Harga tiket yang didapat Rp.1,2 juta. Ya.. Tiket Jakarta-Aceh rata-rata anatara 1,2-2 jutaan, begitupun dengan tiket pulang, Aceh-Jakarta.
      3 jam mengudara+transit, jam 10 pagi saya sampai di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Bentuk bandaranya sendiri cukup beda, karena atapnya berbentuk kubah. Mungkin ini menjadi identitas awal yang ingin ditunjukkan oleh Provinsi ini. Tidak Cuma dari bentuk arsitekturalnya saja, ternyata saat waktu solatpun, adzan berkumandang di dalam bandara ini. Cukup unik untuk ukuran bandara bukan?
       

      Sultan Iskandar Muda Int’Airport
       
      Menuju pusat kota, kalian bisa memesan taksi resmi bandara. Tarifnya pun sudah terpanpang di papan harga tiket. Untuk ke Banda Aceh, dikenakan tarif Rp70.000. sekali lagi ini berdasarakan harga per maret 2013 ya..
      Setelah melaku ke Kota, kami putuskan untuk menuju objek wisata pertama yaitu Museum Tsunami.
       
      1. Museum Tsunami
       
      Bencana mahadahsyat 2004 silam yang melanda Aceh dan beberapa negara sekitar, tentunya menjadi kisah luka tak terlupakan terutama bagi penduduk aceh sendiri. Mengenang kejadian itu, pemerintah aceh pun membuat sebuah tempat memorial simbolis Tsunami. Museum ini berada di Jl.Sultan iskandar Muda, Banda Aceh. FYI Desain arsitektural Museum ini awalnya merupakan hasil sayembara nasional. Berbagai arsitek ternama ikut serta, dan pemenang sayembaranya yang kini menjadi bentuk bangunan museum ini adalah bapak Ridwal Kamil.
       
      Secara arsitektural memang karya Ridwal Kamil ini menghadirkan konsep yang kuat. Konsepnya ialah ‘Rumoh Aceh as Escape Building’ . Pola bangunananya jika dilihat dari atas ialah menyerupai pusaran air yang menjadi simbol tsunami. Sedangkan dibagian dalamnya, menghadirkan ruang-ruang yang sangat presentasif.
       

      Tampak Luar Museum Tsunami
      (sumber gambar : www.bandaacehkotamadani.wordpress.com)
       
      Museum ini dibuka sabtu-kamis pukul 09.00-17.00, dan libur pada hari Jumat. Kabar gembiranya, tidak ada biaya tiket untuk masuk ke sini.
       
      Bagian awal memasuki museum ini, kalian dibawa memasuki Lorong Tsunami. Disini kita akan berjalan diantara dinding tinggi di sisi kiri dan kanan. Dindingnya mengeluarkan air yang terus mengalir, ditambah dengan suara gemuruh air, suasana gelap dan lembab membuat pengunjung akan merasakan sedkit sensasi ke khawatiran saat tsunami.
       

      Lorong Tsunami
       
      Selepas dari lorong, kita akan memasuki ruang kenangan. Disini terdapat 26 monitor yang menampilkan foto suasana saat tsunami Aceh. Ruangan ini berdidndingkan kaca yang melambangkan suasana dasar lautan.
       

      Ruang kenangan
       
      Sumur Doa adalah ruang berikutya yang akan kalian lewati. Diruang ini terpajang nama-nama korban Tsunami. Ini diibaratkan sepeti kuburan massal korban tsunami. Diatas ruangan terdapat cerobong yang ujungnya terdapat lafaz Alloh. Konsep yang sangat menyentuh.
       

      Nama-nama Korban tsunami di Sumur Doa
       

      Light of God
       
      Berkutnya kita akan melalui lorong cerobong untuk menuju ruang berikutnya, yaitu  Jembatan Harapan. Dari sini kalian bisa menengok ketas dan meilihat terdapat 54 bendera. Ini merupakan bendera negara-negara yang ikut memberikan bantuan pasca tsunami terjadi. Di sisi benderanya terdapat tulisan ‘Damai’ menggunakan bahasa negara bersangkutan.
       

      jembatan Harapan
       
      Jembatan tadi membawa kita ke lantai berikutnya. Di lantai ini terdapat beragam ruang berbentuk diorama yang akan memberikan gambaran dan inormasi bagi pengunjung seputar kejadian tsunami. Dapat dikatakan ini adalah lantai ‘Museum’nya.
       
       


      suasana ruang diorama dan pameran
       
      Dilantai teratas terdapat studio untuk kita menonton video dokumenter tsunami. Selain itu terdapat juga perpusatakaan, ruang peraga, dan counter souvenir.
       
      Puas berkeliling, saya kembali ke lantai dasar dan duduk sejenak menikmati kolam yang berada ditengah-tengah museum ini. Dan hal unik beriktunya ialah ternyata museum ini berada persis disamping pemakaman Belanda. Dari sini kalian bisa melihat pemakaman tersebut..
       

      suasana kolam di lantai dasar
       

      Pemakaman Belanda
       
      Setidaknya 2-3 jam untuk kalian menikmati museum ini, karena memang atraksi yang dihadirkan sangat menarik dan berbeda. Jadi siapkan waktu dengan baik.
       
      Pukul 13.00 saya lanjutkan makan siang disekitaran museum untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke lokasi yang masih berkaitan dengan tsunami aceh, yaitu Monumen PLTD Apung yang juga berada tidak jauh dari Museum.
      Transportasi umum yang bisa kalian pilih ialah dengan naik angkot dengan jurusan Terminal-Ule Lheu atau bisa juga naik bentor dengan tarif Rp20.000-Rp30.000. Namun, lagi-lagi, untuk kenyamanan saya memilih menyewa motor seharga Rp60.000/hari. Caranya dengan menyewa di tukang ojek karena tidak ada penyewaan motor resmi yang saya temui.
       
      2. Monumen PLTD Apung
       
      Tidak susah mencari objek wisata satu ini, karena di petunjuk jalan Pusat Kota sudah terpampang namanya. Berada di Desa Plune, Bluncut, Banda Aceh, Monumen ini merupakan kapal generator listrik milik PLN yang terdampar kedaratan karena terbawa ombak tsunami.
       
      Tanpa dipungut biaya tiket masuk, kalian bisa berkeliling masuk dan naik keatas kapal. Dari atas kapal, kalian bisa melihat suasana kota dan pegunungan dengan mata telanjang ataupun teropong yang telah disediakan.
       

      Kapal Apung
      (sumber gambar : www.news.okezone.com)
       
      Disekeliling kapal, dibangun relief seperti gelombang laut dan monumen.
      Selain itu karena memang difungsikan sebagai tempat wisata, area sekelilingnya juga sudah ditata dengan pedestrian dan taman-taman, bahkan terdapat air mancur sebagai atraksi pendukung.
       

      Monumen
      (sumber gambar : www.indonesian-tourism.com)
       
      Pukul 15.00 saya melanjutkan perjalanan kearah barat yaitu ke Kuburan Massal Ulee Lheue.
       
      3. Kuburan Massal Tsunami Ulee Lheue
       
      Masih berkaitan dengan Tsunami, tak ada salahnya kita mendatangi kuburan massal, tempat bersemayamnya jasad ratusan bahkan ribuan orang korban Tsunami. Kuburan Massal ternyata bisa menjadi objek wisata khusus.
       
      Lokasinya berada di Jl.Pocut Baren, Ulee Lheue. Dikuburan massal ini dapat kita lihat hamparan tanah yang bertabur bebatuan. Hanya ada sedikit nisan yang mungkin hanya sebagai simbol bahwa ini adalah areal pemakanan. Terdapat pula papan penanda lokasi antara mayat pria, wanita, dan anak-anak.
      Yang unik juga ialah gerbang dari pemakaman ini yang jika dirangkai membentuk tulisah “Tiap yang berjiwa akan merasakan matiâ€. Potongan ayat quran yang sangat tepat dengan suasana yang dihadirkan.
       

      Gerbang Pemakaman Massal Ulee Lheue
      (sumber gambar : www.indonesiakaya.com)
       
       
      Pemakaman massal ulee Lheue bukanlah pemakan massal terbesar. Yang terbesar ialah berada di Siron, Aceh besar yang akan kami kunjungi di hari kedua besok.
      Tepat di depan Pemakaman Massal ini terdapat Taman Wisata Kuliner Ulee Lheue.
       
      4. Taman Wisata Kuliner Ulee Lheue
       
      Terdapat sebuah danau yang cukup luas disini. Selain itu terdapat fasilitas wisata lain yang layaknya taman kota. Sangat cocok untuk kalian yang ingin berjalan-jalan sore.
       

      suasana Taman Kuliner ulee Lheue
       
       
      Tidak begitu lama di Taman ini, menjelang maghrib saya putuskan kembali ke pusat kota untuk menuju Masjid menjadi ikon Banda Aceh, Masjid Baiturahman.
       
      5. Masjid Baiturahman
       
      Tak lengkap pastinya jika ke Aceh tapi tidak singgah dan sholat (bagi yang Muslim) di Masjid ini.
      Masjid yang berada tepat di tengah kota Banda Aceh ini, sangat terkenal karena arsitektural bangunannya yang indah dan megah. Kubahnya yang berwarna hitam pekat membuatnya semakin anggun diantara keramaian kota.
      Memasuki kawasan masjid, jangan lupa untuk memakai pakaian yang sopan, terutama wanita agar juga menggunakan rok, bukan celana jeans. Jika tidak kalian akan ditegur dengan pihak pengelola tentunya.
       

      Masjid Baiturahman
       
       
      Usai solat Maghrib, saatnya menikmati hal wajib juga di aceh, yaitu nongkrong di Warung Kopi. Di sepanjang jalanan kota, kalian tak akan sulit mencari warung kopi, ini sudah menjadi ciri dan budaya sendiri bagi masyarakat aceh. Selain kopi, juga biasanya disini ada makanan berat seperti nasi padang, roti cane, dll.
       

      salah satu warung/kedai kopi di Banda Aceh
       
       
      Usai ngewarkop dan makan malam. Saatnya istirahat di penginapan. Hotel-hotel dan wisma di pusat kota sudah cukup banyak, tinggal sesuaikan dengan  budget kalian.
       
      Hari 2
       
      Memanfaatkan watu sebaik mungkin, pukul 7 pagi saya sudah langsung menuju ke tempat wisata pertama di hari terakhir ini, yaitu Pantai Lhok Nga.
       
      6. Pantai Lhok Nga
       
      Pantai Lhok Nga berada cukup jauh dari Banda Aceh, sekitar 30 menit perjalanan motor kearah Barat daya dari pusat kota. Pantai ini berada di pinggir Jalan Raya Banda Aceh-Meulaboh. Meskipun cukup jauh, namun pemandangan selama di perjalanan tidak akan membosankan karena hamparan perbukitan dan sawah akan menemani kalian.
       

      suasana perjalanan ke Pantai Lhoknga
       
       
      Karena berada di pinggir jalan, nampaknya pantai ini emmang tidak memiliki gerbang utama, jadi kita bebas memasuki kawasan pantai dari sisi yang kita suka sepanjang jalan. Terdapat banyak warung-warung yang menjajakan makanan dan tentu saja Kelapa Muda untuk disantap.
       

      Pantai Lhoknga
       
       
      Karena kami terlalu pagi, alhasil pantai menjadi hak milik kami seutuhnya. Pantainya yang indah, luas, bersih, minim pengunjung, menjadikan pantai ini nampak sangat sesuai untuk kalian yang mencari suasana tenang.
       
      Usai menikmati segarnya Kelapa Muda, saya pun melanjutkan perjalanan ketika jam menunjukkan pukul 09.30. Kali ini tujuan saya ialah ke Taman Mini nya Aceh.
       
      7. Taman Shulthanah Shafiatuddin
       
      Berada di lampriet, Kota Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Kawasan wisata ini tak ayal mirip Taman Mini di jakarta, bedanya disini kita diajak mengenal beragam anjungan/rumah adat khas di berbagai kabupaten di Provinsi Aceh.
      Objek wisata ini ternyata tidak begitu terkenal bagi wisatawan, padahal dengan mendatangai Taman wisata ini, kita sudah seperti mengelilingi satu provinsi Aceh. Ya.. persis TMII.
       

      Gerbang Taman Shulthanah
       


      beberapa anjungan di dalam Taman Shulthanah
       
      Nama Taman ini berasal dari nama anak tertua Sultan Iskandar Muda yaitu Sulthana Safiatuddin. Ia adalah seorang raja wanita yang memimpin kearajaan aceh selama 35 tahun.
      Setiap 4 tahun sekali diadakan Pekan Budaya Aceh di sini (terakhir september 2013), selain itu tiap tahunnya juga sering diadakan festival-festifal sejenis.
       
      8. Monumen Thanks to The World
       
      Kembali berkaitan dengan Tsunami Aceh, kali ini kalian bisa menuju ke sekitar Lapangan Blang Padang (arah selatan Masjid Baiturrahman), Banda Aceh, tepatnya di arah utara lapangan. Monumen Thanks to The World berbentuk gelombang air lautan yang pasti langsung mengingatkan kita pada peristiwa Tsunami.
      Monumen ini menjadi simbol ungkapan terima kasih rakyat aceh atas bantuan berbagai kalangan/organisasi dari dalam dan luar negeri saat peristiwa akhir 2004 silam itu.
       

      Monumen Thanks To The world
       
       
      9. Monumen Hotel Kuta Radja
       
      Berada tepat di sisi selatan Masjid Baiturrahman, kalian akan melihat suasana yang sangat eyecatching. Di sebuah lapagan luas, terdapat jajaran acak tiang yang berwarna-warni.
      Ternyata menurut cerita, ini adalah monumen dari puing-puing Hotel kuta Radja. Hotel ini memiliki nilai sejarah tersendiri karena disinilah dulu presiden soekarno meminta bantuan rakyat Aceh untuk membantu kemerdekaan Indonesia dari jajahan belanda.
       

      warna warni monumen
       
       
      Tidak banyak kegiatan yang bisa kalian lakukan di kedua monumen ini, selain memuaskan hasrat berfoto ria. Namun, lokasi ini dapat dijadikan alternatif karena lokasinya persis di Pusat kota dan dekat dengan kawasan pasar Aceh untul membeli oleh-oleh.
       
      Menemukan souvenir di banda aceh terbilang susah susah gampang karena memang tidak ada satu tempat persis yang khusus. Namun, cobalah berkelilin di belakang masjid baiturrahman. Disana kalian bisa menemui berbagai toko yang menjual oleh-oleh. Dari segi harga memang tidak semurah jika kita mencari oleh-oleh di Objek wisata Jawa. Seperti saya mendapatkan satu buah gantungan kunci khas Aceh dipatok harga Rp3000/buah. Untuk membeli dalam jumlah banyak, jadinya ya cukup memakan biaya tentunya.
       
      Pukul 15.00 kami putuskan untuk menuju objek wisata terakhir. Tempat ini berada di Jalan Bandara SIM. Lokasinya yang dilalui jika menuju bandara akhirnya kami sempatkan untuk mengunjunginya. Sejatinya ini bukan tempat wisata, karena lagi-lagi kami mendatangi Kuburan massal. Ya, kali ini Kuburan massa Siron yang merupakan kuburan Massal Terbesar.
       
      10. Kuburan Massal Siron
       
      Saya putuskan untuk datang ke Kuburan Massal ini karena mengingat ini adalah Kuburan massal terbesar di Aceh, bahkan kabarnya di Dunia. Sayang banget kan kalo gak dateng ke tempat bersejarah ini.
      Di kuburan massal ini, bersemayam lebih dari 14000 jasad korban tsunami. Tak salah jika ini sebagai kuburan Massal terbesar di dunia.
       
      Berbeda dengan Kuburan massal Ulee Lheu, di sini fasilitasnya jauh lebih lengkap. Terdapat mushola, kantor pengelola, toilet, dan suang-saung. Selain itu terdapat monumen batu, dan monumen berbentuk gelombang tsunami.
       

      suasana didalam Kawasan Kuburan Siron
      (sumber gambar : www.kaskus.com)
       

      Monumen Siron
      (sumber gambar : www.ertaufik.wordpress.com)
       
       
      Peziarah yang datang pun tergolong variatif, karena tidak hanya kaum muslim yang datang, melainkan umat agama lain juga sering datang. Bahkan disaat imlek, kata bapak pengelola, banyak warga tionghoa yang mengadakan acara keagamaan disini. Jadi kalian bisa menyesuaikan waktu kedatangan jika hendak datang dengan suasana ramai peziarah.
       
      Itulah sedikit field report saya selama di Aceh. Liburan singkat yang mungkin bisa kalian contoh jika ingin berlibur singkat di Serambi Mekah ini.
       
      Selamat berpetualang !
    • By Azharchai
      Orang Aceh mana suaranyaa??
      absen sini yaa
    • By maipura
      Ada museum baru di Kota Solo, baru diresmikan oleh Bapak Presiden Jokowi pada tanggal 9 Agustus yang lalu. Namanya Museum Keris Nusantara. Kebetulan saya pas lagi ada di Solo minggu lalu, jadi deh kita sempatkan mampir mengunjungi Museum ini sebelum pulang kembali ke Sumatera.
      Lokasi Museum Keris ini ada di pusat kota, gak jauh dari taman Sriwedari, bersebelahan dengan stadion di Jalan Bhayangkara. Kalau lewat jln. Slamet Riyadi, pas pertigaan Sriwedari belok kiri, Museum nya ada di ujung jalan pas perempatan. Gak akan mungkin kelewatan lah. :)
      Harga tiket masuknya berapa? nah selama bulan Agustus ini, tiket masuk ke Museum Keris masih gratis, namun mulai september nanti katanya harga tiketnya Rp.6000 / orang.
      Museum ini merupakan gagasan pak Jokowi sewaktu beliau masih menjadi walikota Solo. Namun pembangunan gedung museum ini baru dimulai secara bertahap sejak tahun 2013. Gedung Museum Keris ini terdiri dari 1 basement yang dimanfaatkan sebagai tempat parkir, dan 4 lantai sebagai ruang pamer. Terdapat lift yang menyambungkan semua lantai-nya. Jadi kalau capek naek tangga, bisa naek lift.

      Lantai 1
      Di lantai ini fungsinya sebagai lobi, soale gak ada keris yang dipajang disini. Cuman ada ruang Audio Visual di sisi sebelah kanan dan kiri dari pintu masuk. Loket pengunjung juga ada disini, disebelah kanan dari pintu masuk kemudian bagian informasi ada di sebelah kiri dari pintu masuk.
      Lantai 2
      Di lantai 2 kita mulai bisa menikmati koleksi dari Museum Keris ini. Dan saya yang gak paham sema sekali soal keris. Di lantai 2 ini kita akan paham dan mengerti lebih dalam soal keris. Karena di lantai ini disuguhkan juga informasi tentang keris dan bagian-bagian keris, apa itu pamor, jejeran, luk dsb.
      Di lantai 2 ini juga ada tempat bermain untuk anak-anak dan perpustakaan. Koleksi buku-bukunya tidak jauh dari masalah keris dan budaya baik tentang kota Solo maupun kota-kota lain di Indonesia. Tapi sepertinya koleksi bukunya perlu diperbanyak, soale rak nya masih banyak yang kosong.



       
      Lantai 3
      Lantai ini selain memajang beberapa koleksi keris ada juga diorama-diorama. Antara lain diorama pembuatan keris dan  diorama ritual saat akan membuat keris. Selain itu di dinding  ada informasi proses pembuatan keris dan rangkaian sesaji ketika akan membuat keris.


       
      Lantai 4
      nah, lantai 4 ini merupakan ruang pamer utama, disini selain keris dari tanah jawa, ada juga keris dari bali, sulawesi dan sumatera. Selain keris ada juga beberapa koleksi tombang dan parang. Karna museum ini tidak mengkhusus kan keris dari Jawa saja, namanya kan Museum Keris Nusantara. walapun memang umumnya orang mengenal keris itu dari Jawa. Tapi ternyata ada juga keris dari Sulawesi dan Sumatera.

       

      Di lantai 4 ini saya ngobrol banyak dengan seorang bapak yang saya pikir petugas museum. Beliau berkata keris yang dipajang disini merupakan hibah dan pinjaman dari pribadi, tertulis di keterangan masing-masing keris yang dipamerkan. Dan katanya lagi masih ada sekitar 300-an lagi koleksi keris yang masih akan dipamerkan. Dan ada kabar bahwa pemerintah Belanda akan menyerahkan koleksi keris yang mereka miliki untuk kemudian disimpan dan dipamerkan di Museum Keris Nusantara ini.
      Ketika saya bertanya, koleksi yang paling tua dan mempunyai nilai sejarah paling tinggi yang mana, bapak petugas yang saya lupa tanya namanya itu menjawab.
      "semua koleksi kita disini berharga mas, baik usia maupun nilai sejarah-nya"
      "semua keris disini berusia lebih dari 100 tahun"
      "semuanya sudah di teliti terlebih dahulu oleh tim kurator kita sebelum kemudian bisa dipajang dimuseum ini"
       
      Lalu bapak itu membawa saya ke salah satu kotak tempat beberapa keris dipamerkan, lalu beliau mengatakan,
      "ini keris yang paling tua, ini diperkirakan dibuat pada jaman sebelum kerajaan Singosari"
      "pada waktu itu para pembuat keris belum mengenal cara mencampur besi untuk membentuk pamor (motif)"
      "ini bentuk awal daripada keris, masih sederhana, dan kemudian berkembang menjadi seperti sekarang ini"
       
       
      Ketika saya bertanya mana keris yang paling mahal, beliau pun mengajak saya kembali ke bagian tengah, dan mengatakan
      "ini semua keris yang mahal, semua keris-keris ini ditaksir harganya antara 3 - 15 milyar"

      Mendengar itu, gak ada komentar yang keluar dari mulut saya, cuman decak kagum yang ada.
      Obrolan santai pun terus berlanjut, kebetulan lantai 4 sudah agak sepi, sebelumnya rame dengan rombongan anak-anak SD. :). Sang bapak menjelaskan apapun yang saya tanyakan, baik itu soal keris maupun tentang Museum nya sendiri. Beliau pun sempat memperlihatkan foto nya ketika mendampingi pak Jokowi ketika pembukaan 9 Agustus yang lalu. Dan saya bener-bener bodoh gak nanya siapa namanya.
      Penasaran dengan koleksi-koleksi keris dari Museum Keris Nusantara? atau hobi dengan keris? Atau pengen dateng ke tempat Wisata yang sedikit berbeda waktu berkunjung ke Solo.
      Monggo, mampir ke Museum Keris Nusantara. :)

       
      foto-foto laen :)



       
    • By thepo
      Alo alo semuanya thepo come back lagi dengan cerita kali ini dari aceh singkil yaitu destinasi pulau banyak.
      Alasan kenapa disebut dengan pulau banyak adalah karena memang pulau nya banyak dan beragam bentuk dan masing masing memiliki keunikannya sendiri.
      Pulau utama yang menjadi tempat bermukim ataupun entrance nya adalah pulau balai,segala aktivitas dimulai dari pulau ini,walaupun ada pulau yang lebih besar dari pulau balai tersebut.
      Berhubung perjalanan saya dari medan ke aceh singkil adalah malam hari,so saya tidak terlalu banyak pergerakan alias tidur tenang  sampe tujuan dengan tenang dan selamat.
      Sampai sekitar pukul 7 di lokasi dermaga,jangan berharap menemukan restoran,supermarket ya. Hanya ada warung warung sederhana yang menyediakan kopi,teh dan sebangsanya. Dan kamar mandi pun seadanya ya teman hehehe karena lokasinya masih banyak rawa-rawa.
      Dan  tepat pukul 10.05 kapal pun bertolak ke pulau banyak,hanya ada satu satunya kapal yang lebih besar yang bisa menampung banyak orang tapi tidak lebih dari 200an orang .nama kapal nya adalah KM.mutiara bahari dan perlu di catat bahwa tidak setiap hari mereka membawa penumpang kecuali sudah di booking pp dengan harga yang sudah di sepakati,dan tujuan utamanya kapal tersebut adalah membawa warga pulau balai yang akan berbelanja ke aceh singkil.
      Dan sampai di pulau balai sekitar pukul 14.10,dan kebetulan dalam kapal yang sama juga mengangkut rombongan calon bupati yang akan berkampanye ke pulau balai.
      Berhubung saya lupa sebagian nama pulau yang kami kunjungi so fotonya akan sedikit mengganggu karena tiada informasi (maaf ya suka lupa).
      1.pulau rangit
      Keunikannya  dari pulau lainnya adalah disini ada mercusuar dan dikelilingi oleh bendera merah putih

       

       

       
      2.pulau tapus tapus
      Keunikannya pulau ini adalah sangat kecil tak lebih dari 10 meter dan hanya pantai pasir kecil dan sebuah kayu yang sudah mati
       

       

       

      Fotonya diambil via drone milik teman nih,biar ada dokumentasi lengkap katanya hehehe
      3.tailana
      Konon katanya ini adalah pulau destinasi utama kalau berkunjung ke pulau banyak dan belum lengkap rasanya kalau belum menginjakkan kaki di sini.
       

       

       

       

       
      4.pulau asok
      Pulau ini dihuni oleh seorang kakek yang sudah tua namun masih sehat dan fit,dia menawarkan air kelapa muda kepada rombongan kami. Dan dari belakang pulau ini kami mendapatkan sunset  yang  sangat sangat cantik dan indah.
       

       

       

       

       

       

       
      Sebenarnya masih banyak koleksi fotonya tapi berhubung posting nya dari hape so kurang puas dan sedikit lelet.
      Dan biaya dari medan ke aceh singkil dan balik ke medan kembali sebesar Rp.1.200.000 sudah all in dan berlaku hanya di pulau saja.
      Terimakasih
      Salam thepo
    • By kimcheeGH
      Museum Seni Seoul ( Seoul Museum of Art , a.k.a SeMA) mempersembahkan "Pameran Special Animasi DreamWorks". Kesempatan untuk bertemu dengan Po dari Kung Fu Panda , bercanda dengan Shrek dan Donkey dari Shrek dan bahkan mungkin melatih naga  dari (how to train your dragon).

      Dengan pameran ini ,, SEMA memperkenalkan kepada pengunjung , dunia yang sering tidak terlihat . Kunjungi dan lihat lebih dalam proses kreatif dari Animasi DreamWorks. Menjadi pameran animasi terbesar di dunia , menampilkan seluruh proses kreatif dan behind the scene dari hit internasional tercinta seperti Shrek , Kung Fu Panda , Madagaskar , How to train your dragon , dan banyak lagi . Ada ratusan potongan gambar , dari konsep, untuk papan cerita , model karakter 3D , model set , lembaran musik untuk film, dan masker .

      Pameran Animasi Dreamworks memiliki pengalaman digital yang sangat interaktif, termasuk simulator di mana Anda dapat membuat gelombang dan poser wajah yang memungkinkan pengunjung untuk membuat ekspresi wajah dan mentransfernya ke karakter animasi . Puncak pameran besar mungkin saja apa yang akan Anda lihat di akhir pameran : simulasi naga. Perjalanan panorama interaktif di belakang Toothless , naga dari "How to train your dragon" , membawa Anda pada adrenalin berbahan bakar naik seolah-olah Anda benar-benar melaju melalui awan tinggi di langit , menghadap desa Viking Berk .

      Pameran ini berlangsung dari 30 April- Agustus 15 tahun 2016 ini. Walaupun pameran ini selalu ramai, tetapi jangan resah karena ada banyak waktu untuk mengunjunginnya sebelum pamerannya berakhir. Untuk informasi lebih lanjut bisa klik disni -> website. Websitenya hanya ada dalam bahasa korea , mempunyai teman korea dapat menolong anda akan sangat berguna untuk membaca informasi di website.
      Pameran bisa d lihat setiap hari Selasa- Jumat , pukul 10 pagi- 8 malam. Akhir pekan dan hari libur pukul 10 pagi- 7 malam. Hari Selasa di inggu ketiga bulan pameran terbuka dari 10 pagi- 10 malam, museum ini tutup pada hari Senin .Harga tiket adalah sebagai berikut : Regular ( 19 thn + ) ₩ 13.000 , Youth ( 18 yrs atau lebih muda ) 10.000 won, Anak ( 7 ~ 12 tahun ) 8.000 won .

      Untuk sampai ke Museum of Art tidak terlalu rumit jika Anda memiliki peta terpercaya . Naik kereta bawah tanah ke City Hall Station ( jalur kereta bawah tanah 1 , 2 ) dan keluar di pintu keluar 1 , 11 atau 12 adalah cara terbaik dan termudah untuk sampai ke sana . Stasiun Seodaemun ( subway line 5 ) keluar di pintu keluar 5 juga merupakan cara yang baik untuk sampai ke sana , tapi City Hall Station adalah lebih mudah untuk menavigasi ke museum ini.