Sign in to follow this  
Followers 0
lictan

Desa di atas ngarai, rocamadour

1 post in this topic

Desa Rocamadour dibangun di atas ngarai di sungai Alzou di barat daya Perancis. Bangunan di desa ini mengundak secara bertahap hingga ke sisi tebing, terlihat sangat curam dan ekstrem. Desa ini pertama dibangun pada abad ke 12 dan menjadi sepi karena perang dan revolusi Perancis. Saat ini daerah ini kembali ramai sebagai tempat wisata dan tempat ziarah untuk menghormati santo Amadour. Dulu Santo Amadour menjadi saksi atas kematian Santo Petrus dan Santo Paulus di Roma. Kemudian beliau datang ke tempat inni dan bertapa.

3145202-Rocamadourcity_Rocamadour.jpg

Rocamadour.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • Menikmati Senja di Jembatan Mangrove Wanatirta Kulonprogo
      By shidiqns
      Kulonprogo, kabupaten yang terus berkembang dan berbenah ini memiliki potensi wisata  yang luar biasa dan sangat layak dikunjungi. Mulai dari wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya ada di kabupaten terbarat dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun kali ini akan dibahas salah satu wisata alam hutan Mangrove Wana Tirta Kulonprogo. 
       

      Foto@7th_sky_mltimedia
      Alamat Hutan Mangrove Wana Tirta berada di Pasir Mendit, Jangkaran, Kulon Progo. Bebicara mengenai tujuan utama dari penanaman hutan mangrove, sebenarnya berfungsi untuk menjaga ekosistem dan mencegah adanya abrasi akibat deburan air laut, tetapi di hutan Manrove Wana Tirta menggabungkan konsep wisata sekaligus menjaga kelastarian lingkungan, sebuah konsep yang sangat worth it.
       

      Foto@WiwidSujarwanto
      Jalan menuju hutan mangrove Wana Tirta sangat mudah untuk dijangkau, apabila anda memulai perjalanan dari Jalan Wates Dari jalan Wates lurus ke selatan sampai Proliman / Patung Kuda Nyi Ageng Serang ,Wates, kemudian ambil kiri sampai jalan jalur selatan belok ke kanan Jl. Daendels lurus nanti lewat jembatan Glagah lurus ke barat sampai jembatan Congot msih ke barat kira-kira 1 km, ambil kiri lurus sampe perempatan yang ada gardunya belok kanan, lalu nanti ada tikungan depan masjid belok kiri terus mengikuti jalan aspal aja mentok ke barat, langsung ketemu pintu masuk hutan mangrove Wana Tirta. 

      Baca juga: Indahnya Jogja dari Wisata Kalibiru Kulonprogo Menghirup Segarnya Udara Waduk Mini Kleco
       
      Untuk koordinat google map: Hutan Mangrove Wanatirta@-7.8933367,110.019951,21z?hl=id
       

       
      Harga tiket masuk wisata hutan mangrove Wana Tirta relatif terjangkau, yaitu cukup membayar Rp 3.000,00 saja dan biaya parkitr cukup membayar Rp.2000,00 untuk motor, dan Rp.5.000 untuk mobil. Selain itu Mushola, kantin, penyewaan kapal mendukung fasilitas yang ada disini yang akan memanjakan pengunjung untuk bersantai. Untuk menyewa kapal cukup membayar Rp 10.000,00 per orang anda sudah bisa berkeliling menikmati sumilir angin sepoi-sepoi disini. Menarik bukan? Itulah pembahsan mengenai hutan mangrove Wana Tirta. Dukung wisata lokal, tetap senyum salam sapa, dan jaga kelesatarian lingkungan.
       

      Foto@dwichandrakresnantoko
       
      sumber http://jogja.lungo.id/2016/04/hutan-mangrove-wana-tirta-kulonprgo.html
      Sate Kere, Sate Legendaris di Jogja Wisata Religi Mlangi Sleman    
    • YANG TAK BIASA DARI JAKARTA
      By Tarmizi Arl
      Sebagai ibukota negara, sudah barang tentu Jakarta senantiasa menarik banyak kunjungan dengan berbagai tujuan, tak terkecuali untuk tujuan wisata. Jika membicarakan tentang wisata di daerak khusus ini, maka ada beberapa list yang cukup populer dikunjungi baik oleh warganya sendiri maupun wisatawan seperti Monumen Nasinal, Ancol, Taman Bermain Dufan, Kebun Binatang Ragunan, Kawasan Kota Tua, Kampung Budaya Situ Babakan, atau Wisata Bahari di Kepulauan Seribu.
      Namun Jakarta nyatanya tidak itu saja. Di tengah keramaiannya yang terlampau, kota ini juga masih menyimpan sisi-sisi berbeda yang masih tak biasa dikunjungi untuk tujuan wisata. Tak Jarang, warga ibukota sendiri belum pernah atau malah belum mengenal beberapa diantaranya. Padahal dengan mengunjunginya, dijamin galeri foto yang kalian punya akan lebih menarik dan bahkan bisa mengundang banyak love di akun sosial mediamu.
      Apa dan dimana sajakah tempat-tempat wisata tak biasa tersebut?
       
      Tak Biasa ! Museum Taman Prasasti, Bukan Museum Seperti Umumnya

      Salah satu sudut taman
      Kalau mendengar kata Museum, maka sudah dapat dipastikan pikiran kita akan mengarah ke suatu bangunan dimana didalamnya dipamerkan benda-benda peninggalan sejarah, seni, atau sebagainya didalam sebuah etalase. Tapi kali ini yang akan kita bahas ialah Museum yang tak biasa, karena Museum Taman Prasasti lebih serupa dengan Pemakaman.
      Ya, Museum Taman Prasasti sejatinya merupakan pemakaman peninggalan masa kolonial Belanda yang sekarang sudah menjadi cagar budaya. Lokasinya berada di Jalan Tanah Abang I No.1, Jakarta Pusat, tidak jauh dari Monas. Sangat strategis bukan?
      Di area seluas 1,2 Hekter tersebut, pengunjung bisa masuk dengan membayar retribusi hanya sebesar Rp 5 ribu saja. Keunikan dari Taman Pemakaman ini ialah bentuk-bentuk nisan kuno peninggalan abad ke 18 hingga 19 yang nampak sangat artistik. Di sana juga terdapat patung-patung seperti pada umumnya pemakaman bangsa eropa kuno. Dapat dikatakan, di Museum Taman Prasasti ini, kita seolah masuk galeri seni yang menyuguhkan mahakarya seni patung, ukiran, pahatan, kaligrafi, bahkan kereta jenazah yang masih dipamerkan disana.  
      Beberapa tokoh terkenal yang bisa kalian lihat nisannya di Museum Taman Prasasti tersebut diantaranya ialah Dr. H.F. Roll sang Pendiri Stovia, Olivia Marianne Istri dari Thomas Raffles, dan tokoh aktivis 60an Soe Hok Gie.
      Sebagai lokasi pemakaman, namun Museum Taman Prasasti ini sangat menarik bukan untuk disambangi? Galeri foto kalian juga akan semakin kaya dengan gambar seni khas kolonial seperti layaknya melintasi waktu dan zaman. Tak heran jika loksi ini kerap kali menjadi setting video clip dan pemotretan.
       
      Berbalut Sejarah Abad 17, Galangan Kapal VOC Menjadi Bagian Wisata Baharinya Jakarta

      Bangunan galangan kapal
      Kawasan Jakarta Utara tidak sekedar memiliki Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pelabuhan bersejarah bagi bangsa ini. Di daerah Penjaringan tepatnya Jalan Kakap no.1-3, terdapat sebuah bangunan yang menjadi saksi bisu sejarah kejayaan Nusantara dalam hal perniagaan melalui jalur laut.
      Galangan Kapal sendiri maksudnya ialah tempat bongkar muat, menyimpan, bahkan memperbaiki kapal-kapal terutama kapal besar yang berbulan-bulan berlayar. Selain itu, di lokasi ini juga dijadikan kantor pusat kegiatan perusahaan dagang Hindia Belanda.
      Dibangun sejak tahun 1628 di atas tanah urukan di tepi sungai, menjadikan bangunan galangan kapal ini memiliki gaya arsitektural khas gudang-gudang kolonial Belanda abad ke 17. Meskipun dalam sejarahnya ditahun 1721, sebagian bangunan di sana mengalami kebakaran sehingga dilakukan pemugaran. Meskipun begitu, bentuk dan ornamen aslinya sebagian besar masih tetap dipertahankan.
      Saat ini, bangunan Galangan Kapal VOC tidak sekedar sebagai bangunan tua, karena dibawah pengelolaan swasta atau pribadi, bangunan dimanfaatkan sebagai restoran, cafe, dan galeri. Hal ini tentu sangat baik untuk menjadi kelestariannya.
      Selain itu, baru baru ini daerah sekitarnya yang dikenal dengan nama Pasar Ikan sedang ditata ulang sebagai upaya penggalakan oleh pemerintah Provinsi Jakarta sebagai daerah wisata bahari. Salah satunya termasuklah Galangan Kapal VOC ini yang menjadi salah satu objek wisata utamanya bersama dengan museum bahari yang berada di dekatnya.
      Museum bahari tersebut juga menjadi salah satu saksi bisu kejayaan Pelabuhan Sunda kelapa. Berbeda dengan Galangan Kapal, Museum Bahari dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta. Disana, pengunjung dapat melihat koleksi yang berkaitan dengan kemaritiman seperti perahu tradisional, miniatur kapal VOC, model mercusuar, jangkar, hingga koleksi biota laut.
       
      Berdiri Kokoh Memantau Jakarta, Menara Syahbandar Menjadi Matanya

      Bangunan Menara
      Berada tidak jauh dari Galangan Kapal VOC tepatnya di Jalan Pasar Ikan No. 1, terdapat sebuah menara yang awalnya difungsikan sebagai menara pemantau keluar masuknya kapal-kapal ke Batavia. Selain itu, disana juga menjadi kantor pajak untuk barang-barang yang dibongkar di Pelabuhan Sunda Kelapa. Fungsinya sebagai menara pandang berakhir tahun 1886 ketika Tanjung Priok dibuka.
      Dibangun tahun 1839, tinggi Menara Syahbandar ialah 12 meter dengan ukuran 4 x 8 meter. Uniknya, seiring waktu menara ini mulai condong atau miring laiknya menara miring Pisa di Italia. Hal ini diperkirakan karena lokasinya yang berada di tepi jalan raya padat sehingga beban getar yang dihasilkan mobil-mobil besar membuat sisi jalan menjadi turun. Selain itu, ketika kita berada di dalam menara maka akan merasakan goyangan ketika ada mobil besar yang melewati jalan, tak heran jika menara ini juga sering disebut ‘Menara Goyang’.
      Di bagian dalam menara, kalian akan melihat lempengan batu dengan tulisan Tiongkok yang jika diartika ialah Batas Titik. Ya, awalnya di menara inilah titik nol Batavia berada sebelum dipindahkan ke Monas.
      Di sekeliling menara dibangun tembok pertahanan kota saat itu. Di tembok itu juga tersandar dua meriam kuno. Di sisi lain terdapat bungker atau ruang bawah tanah dimana terdapat pintu besi yang konon kabarnya menjadi jalan masuk ke lorong bawah tanah yang menuju Masjid Istiqlal. Tapi sayangnya kabar tersebut masih simpang siur kebenarannya dan memang sekarang pintu besi tersebut sudah dikunci.
       
      Kampung Arab Namun Warganya Keturunan Tionghoa? Jakarta Memang Tak Biasa !

      Masjid Langgar Tinggi
      Bagi kalian pecinta wisata budaya tentu sudah tak asing dengan perkampungan dari etnis tertentu. Di berbagai kota besar biasanya memiliki beberapa kampung etnis seperti kampung etnis Tiongkok atau biasa dikenal Pecinan, kampung etnis India atau biasa disebut Little India, serta Kampung Arab. Tak terkecuali dengan di ibukota Jakarta dimana terdapat juga Kampung Arab yang berlokasi di Pekojan, kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
      Nama Pekojan kabarnya berasal dari kata Khoja, yaitu sebutan untuk penduduk Muslim berketurunan India. Pada masa kolonialisme Belanda lah, daerah ini lebih dikenal sebagai Kampung Arab dimana imigran dari Yaman Selatan diharuskan tinggal di sana terlebih dahulu sebelum pindah ke kota-kota lain.
      Yang menjadikan Pekojan saat ini sangat unik dan tak biasa ialah meskipun tetap dikenal sebagai Kampung Arab, justru saat ini warga di sana mayoritas keturunan Tionghoa yang berbaur dengan hanya sekitar 10% etnis Arabnya itu sendiri.
      Meskipun begitu, beberapa bangunan peninggalan Muslim India atau Arab masih bisa dijumpai sebagai bangunan bersejarah. Diantaranya ialah Masjid Al-Anshor yang dibangun tahun 1648 oleh Muslim India, Masjid Kampung Baru yang dibangun di abad ke 18, Masjid Langgar Tinggi yang dibangun abad-18 oleh Muslim Arab, Masjid An-Nawier yang sekarang menjadi Masjid terbesar di Pekojan, Masjid Zawiyah, serta Jembatan Kambing.
      Dalam sejarahnya juga di tahun 1901, di Pekojan ini  berdiri organisasi Pendidikan islam bernama Jamiatur Kheir. Dari sanalah hadir tokoh besar KH Ahmad Dahlan dan HOS Tjokroaminoto. Namun sayangnya, bangunan sekolah yang berada di jalan Pekojan Raya saat ini sudah tak ditemukan lagi.
       
      Museum di Tengah Kebun. Sudah Pernahkah Kamu Kesana?

      Salah satu sisi Museum
      Begitulah nama Museum yang berada di Jalan Kemang Timur 66 Jakarta Selatan ini, Museum di Tengah Kebun. Seperti namanya, bangunan museum memang berada di tengah kebun atau taman nan asri khas tropis. Lantas museum apakah ini? Apa yang menjadi koleksinya?
      Museum di Tengah Kebun ini merupakan museum yang mengkoleksi barang seni antik dari dalam dan luar negeri. Bukan dikelola pemerintah, namun milik swasta alias pribadi seorang tokoh periklanan modern Indonesia, Bapak Sjahril Dajlil. Beliau memang pecinta barang antik yang membuatnya berburu koleksi hingga ke berbagai negara.
      Dengan koleksi yang terbilang sangat lengkap, yaitu 4.000 koleksi dari 63 negara dan 26 Provinsi di Indonesia, Museum yang berada di lahan seluas 3.500 m2 ini sempat terpilih sebagai Museum Swasta Terbaik dalam Museum Awards 2013.
      Gerbang museum ini sudah sangat nyentrik terlihat. Gerbang kayu dengan sentuhan topeng yang dipajang menjadikan kesan seni sudah terasa dari sini. Setelah memasuki gerbang, pengunjung akan langsung disambut dengan lorong sepanjang 60 meter dimana sisi kanan dan kirinya ditanami tanaman hijau tropis yang membuatnya sangat adem. Lorong ini sering disebut sebagai lorong waktu karena memang nantinya kita akan diajak masuk ke suasana berbeda.
      Setelahnya, pengunjung lagi-lagi disuguhkan pemandangan taman luas yang bertema tropis. Di tengahnya terdapatlah bangunan utama dengan arsitektural tradisional jawa. Persis namanya, museum yang berada di tengah kebun.
      Dari depan bangunan museum, sudah dapat terlihat koleksi berupa patung Singa dari Dinasti Qing, pot bunga dari Jepang, Patung Pahat Asmat, dan lainnya. Koleksi lain benda-benda antiknya sendiri dibagi dalam 17 ruangan utama dengan tema-tema tertentu seperti ruang Buddha yang berisi berbagai patung Buddha dari berbagai negara, Ruang Lukisan Raja Wilhelm dari Jerman, Ruang Mari Jepang, Ruang Dinasti Ming, Ruang Singa Garuda, Ruang Dewi Sri, dan lain sebagainya. Selain itu beberapa benda juga tersebar acak di berbagai sudut termasuk di tamannya.
      Untuk menugunjungi Museum ini kalian tidak bisa asal waktu saja. Kalian harus melakukan reservasi terlebih dahulu ke nomor teleponnya 021-7196907 dimana minimal rombongan ialah 7 orang dan maksimal 15 orang. Kalian akan dikenakan uang jaminan Rp 200 ribu namun akan dikembalikan ketika kalian berkunjung. Hari dan jam kunjungannya sendiri hanya tersedia di Hari Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu di jam 09:00-12:00 serta 12:30-15:30 WIB.
    • Danau Paniai, Lambang Eksotisme Papua
      By citrariana
      Danau ini diakui keindahannya oleh 157 negara saat Konferensi Danau Se-Dunia pada 30 November 2007. Berlokasi di Kabupaten Paniai, Papua. Danau Paniai memiliki pemandangan yang sangat indah. Anda tidak akan kecewa bila mengunjungi tempat ini karena tempat ini masih alami dan terjaga kelestariannya.
      Danau dengan luas 14.500 hektare dan berada di ketinggian 7.500 meter di atas permukaan laut itu memiliki hawa sejuk dan dikelilingi oleh bebatuan dan pasir di tepiannya. Terdapat beberapa tebing tinggi di sekitaran danau yang membuat danau ini terlihat semakin eksotis.Danau ini menawarkan pemandangan alam yang luar biasa. Anda dapat menikmati birunya air danau dan suasana sekitar yang asri. Anda dapat menemukan beragam jenis ikan air tawar di danau ini. Sebut saja Ikan Mas, Ikan Nila, Belut, dan Ikan Pelangi yang merupakan biota khas Danau Paniai yang memiliki nilai jual tinggi.

      Setelah puas menikmati indahnya Danau Paniai dari pinggiran, Anda dapat menyewa perahu untuk mengantarkan Anda mengelilingi danau. Bagi Anda yang hobi memancing, Anda diperbolehkan memancing di tempat ini. Bila beruntung, Anda dapat menangkap Udang Selingkuh yaitu udang endemik Papua yang mulai langka.

      Jangan lewatkan melihat matahari terbenam dari tempat ini, karena Anda akan melihat pemandangan yang luar biasa indahnya. Anda dapat melihat indahnya siluet kapal nelayan yang muali menepi dan formasi burung yang terbang di udara.
      Tidak jauh dari Danau Paniai, Anda dapat berkunjung ke Danau Tigi tang berada di Kecamatan Tigi dan Danau Tage di Kecamatan Paniai Timur.
      Akomodasi :
      Anda dapat naik pesawat menuju Bandara Timika kemudian naik pesawat perintis menuju Bandar Udara Enarotali. Dari Kota Enarotali, Anda dapat naik bus  menuju Danau Paniai. Bila Anda berniat untuk bermalam, terdapat beberapa rumah penduduk yang dapat Anda sewa atau Anda dapat mendirikan tenda di sekitar danau. Selai itu juga terdapat beberapa warung makan.
    • Cari Teman untuk ke west Europe akhir bulan mei 2016(14days)
      By Devio
      Hi everyone Aku Udah daftar Paket tour ke Europe untuk 2 org, Aku lagi cari temen yang mau traveling Sama Aku. Please yang tertarik Bisa what'spp Aku 082144881375 . I need urgent cause bulan April Sudah buat proses visa.
      Perginya tgl 27 mei 2016 Sampai 9 June 2016
      West Europe : Paris, Brussels , Amsterdam , Frankfurt , titisee, Zurich , Mt.Titlis Swiss , Venice, Rome, Pisa and Milan 
      thanks 
    • Jelajah Pantai Bangka Belitung
      By citrariana
      Pantai Tanjung Pesona

      Bagi Anda si pemburu matahari terbit, Anda wajib menguntungi tempat ini. Di sini Anda dapat melihat indahnya matahari terbit di garis cakrawala. Berlokasi di Desa Rambak. Dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor sekitar 15 menit dari Bandara Depati Amir. Anda dapat melihat tebing batu disekitar pantai yang dihiasi dengan pasir putih. Anda dapat mencoba speed boat, banana boat, dan jetski.
       
       
      Pantai Tanjung Tinggi

      Yang khas dari pantai ini adalah terletak diantara dua semenanjung. Dimana di setiap semenanjung dihiasi oleh bagu geranit dengan berbagai ukuran. Ukuran terbesarnya bisa sebesar rumah. Anda dapat berenang di pantai yang berarus tenang dengan warna  biru cerah. Anda juga dapat menikmati pasir putih yang halus.Untuk menuju tempat ini Anda dapat naik pesawat menuju bandara H.A.S. Hanandjoeddin yang terletak di Kota Tanjung Pandan. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju kecamatan Sijuk.
       
       
      Pantai Tanjung Kelayang

      Pantai ini terletak di sebelah Pantai Tanjung Tinggi, bila Anda berkunjung ke Pantai Tanjung Tinggi tidak ada salahnya Anda menyempatkan mengunjungi tempat ini. Yang unik dari tempat ini tedapat batu besar yang berbentuk menyerupai kepala burung yang disebut Batu Garuda.
       
       
      Pantai Tanjung Pendam

      Bila Pantai Tnajung pesona cocok untuk melihat matahari terbit, maka Pantai Tanjung Pendam cocok untuk melihat matahari terbenam. Saat malam hari, patai ini akan semakin ramai karena di pinggiran pantai banyak terdapat café dan bistro. Berlokasi di Desa Tanjung Pendam, Kota Tanjung Pandan. Anda dapat mengunjungi tempat ini dengan naik pesawat menuju Bandara H.A.S. Hanandjoeddin.
      Bila Anda memilih pesawat sebagai sarana transportasi, jangan lupa untuk membaca cara check-in di maskapan penerbanagan karena setiap maskapai memiliki regulasi yang berbeda. Salah satunya ada lah Check-in Batik Air.
       
    • Teluk Kiluan, Surganya Para Satwa
      By citrariana
      Lampung yang terkenal dengan penangkaran gajah Way Kambas ternyata memiliki pesona lain di sudut garis pantainya. Tempat ini biasa di sebut Teluk Kilauan. Berlokasi di Pesisir Barat Sumatra tepatnya di Pekon (Desa) Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung.  Untuk menuju tempat ini, Anda akan melewati lekukan alam yang indah berupa bukit dan lembah.
       

      Yang menarik di tempat ini, Anda dapat menemui lumba-lumba yang asik berenang mengitari lautan. Bagi Anda yang tinggal di kota besar, tentu hal ini tidak boleh dilewatkan. Lumba-lumba di teluk ini memiliki terbagi menjadi 2 jenis yang mendominasi yaitu lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba paruh panjang. Dari segi fisik, lumba-lumba hidung botol memiliki badan yang lebih besar. Namun lumba-lumba ini sangat pemalu. Berbeda dengan lumba-lumba paruh panjang yang lebih kecil namun lebih suka menampakka diri ke permukaan.
       


      Bila Anda mulai merasa bosan, ada alternatif wisata lain yang bisa Anda coba yaitu mengelilingi pulau dengan perahu katir. Mengelilingi lupau saat senja pasti sangat menyenangkan. Anda dapat melihat matahari yang muali tenggelam. Perpaduan laut dengan semburat cahaya orange di garis cakrawala akam membuat liburan ada semakin berkesan.
       
       
      Selain lumba-lumba, ternya di tempat ini juga habitat bagi beberapa binatang langka seperti beberapa jenis burung, Siamang, Kukang, Simpai,Penyu Hijau, dan Penyu Sisik. Wah, sangat menarik bukan?
       
      Tunggu apa lagi? Siapkan perlengkapanmu. Mari berpetualang!
       
      Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Teluk Kilauan sekitar 4 jam menggunakan kendaraan pribadi.
       
      Rute :
       
      Dari Bandar Lampung menuju Padang Cermin yang melewati Pulau Pahawang sampai menemui persimpangan masuk pangkalan TNI AL. Kemudian ambil arah kiri menuju pangkalan AL/Bumi Marinir/Punduh Pidada. Bila Anda telah sampai  Kecamatan Punduh Pidada, Anda akan menjumpai petunjuk arak menuju Teluk Kilauan.
       
      Agar liburan Anda lebih nyaman, sebaiknya Anda naik pesawat saja. Jangan lupa untuk memesan tiket pesawat jauh-jauh hari.
      Salah satu pesawat yang kami rekomendasikan adalah dari maskapai penerbangan Tiger Airways. Jangan lupa untuk membaca cara check-in Tiger Airways ya !
       
       
      Selamat berlibur
       
       
      Sumber 
    • Sungai Maroon, Sungai Tercantik Se-Jawa Timur
      By citrariana
      Berlokasi di Desa Dersono Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan. Tempat ini merupakan kawasan sungai yang di sisi kanan dan kirinya ditumbuhi pepohonan lebat dan pohon kelapa yang menjulang tinggi. Dengan melihat ilustrasi di atas, pasti Anda dapat mebayangkan betapa asri dan indahnya tempat ini. Sungai Maroon dimanfaatkan warga sekitar sebagai sumber air bersih. Jadi bisa dibayangkan kan betapa segarnya air di sana
       
      Sungai ini terkenal sebagai Green Cayon di Pacitan. Nikmati berpetualang menyusuri sungai dengan menyewa perahu penduduk, Anda memerlukan waktu kurang lebih 45 menit untuk menyusuri sungai sepanjang 4,5 km ini. Biasanya mereka juga menyediakan pelampung keselamatan. Walaupun Anda pandai berenang, disarankan untuk tetap menggukana pelampung ini mengingat kedalaman sungai mencapai 20 meter.

      Warga sekitar mematok harga Rp 100.000,00 – Rp 150.000,00 untuk menyewa perahu perahu yang dapat menampung 5-6 orang. Harga ini sudah termasuk orang yang mengemudikan perahu. Sepanjang aliran sungai adalah spot menarik untuk berfoto. Jadi siapkan kamera Anda.
      Waktu paling tepat untuk mengunjungi tempat ini adalah saat musim kemarau. Karena saat hujan, air sungai kan berubah menjadi coklat.
      Tak jauh dari lokasi ini, Anda juga dapat menikmati pesona Pantai Ngiroboyo. Tempat ini sangat cocok untuk melepas lelah setelah menyusuri sungai.
       
      Akomodasi :
      Melalui Jalur Solo, Anda dapat memilih rute dari Jln Raya Solo menuju Pacitan. Kemudian menuju Desa Dersono yang melewati pertigaan Desa Ngadirejan (Kecamatan Pringkuku).
      Bila Anda ingin mengunjungi wisata ini dari tempat yang jauh, pilihlah pesawat sebagai sarana transportasi Anda. Selain menghemat waktu juga menghemat energi.
      Bila Anda tidak ingin direpotkan saat memesan tiket pesawat, tidak ada salahnya untuk menyimpan kontak maskapai penerbangan Wings Air.
      Selamat berlibur 
      Sumber Gambar (piknikdong, rilyanshandini.wordpress)