Sign in to follow this  
Followers 0
lictan

Desa di atas ngarai, rocamadour

1 post in this topic

Desa Rocamadour dibangun di atas ngarai di sungai Alzou di barat daya Perancis. Bangunan di desa ini mengundak secara bertahap hingga ke sisi tebing, terlihat sangat curam dan ekstrem. Desa ini pertama dibangun pada abad ke 12 dan menjadi sepi karena perang dan revolusi Perancis. Saat ini daerah ini kembali ramai sebagai tempat wisata dan tempat ziarah untuk menghormati santo Amadour. Dulu Santo Amadour menjadi saksi atas kematian Santo Petrus dan Santo Paulus di Roma. Kemudian beliau datang ke tempat inni dan bertapa.

3145202-Rocamadourcity_Rocamadour.jpg

Rocamadour.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • By Eko Carbon Prasetyo
      Cerita tentang video kali ini...

      Sebagai Vlogger yang viewernya ga banyak dan subscribernya ga nambah-nambah...
      Boyolali sendiri lagi barnding gede-gedean di berbagai bidang..salah satunya dari sisi wisata.
      Bahkan ga main-main..Berbagai proyek mercusuar mulai dibangung di kabupaten Boyolali.
      Salah satu yang digadang-gadang,di Boyolali akan dibangun Kebun Raya yang rencananya akan menyaingi kebun raya Bogor.

      Jalan-Jalan kali ini saya dan kakak saya di suruh masuk ke area Proyek Kebun Raya Boyolali yang lagi dibangun..Emang ada?

      Ya ada lah,lha wong udah mulai dibangun lho kebun raya nya.. 
      Nama kebun raya ini nantinya deiberi nama Indrakila.
      Kenapa namanya Indrakila? Mungkin karena tempatnya dekat dengan pesanggrahan Indrakila yang tidak jauh dari kebun Raya Ini


      Mau tau lebih lengkapnya? Apa aja sih yang ada di dalam proyek pembangunan Kebun Raya Boyolali ini?

      Cek aja deh videonya...
       
    • By Eko Carbon Prasetyo
       


      Jam 1 malam,duit tinggal 7 ribu ditambah pengen nyari suasana lain selain angkringan? Apa iya bisa? 
      Pikiran saya langsung tertuju pada warung kaki lima yang menyediakan menu rumahan.Tapi ada satu yang saya incar.Bubur tumpangnya itu lho. Seporsi 3 ribu rupiah. 
      Salah satu streetfood favorit yang pas banget buat manusia nokturnal kayak saya. 

      Bayangin aja,jam 1 malem bisa dapet makanan semurah ini..hehehe 

      Pengen tau lebih detailnya? Cek video saya yang satu ini.
    • By falovwi
      Kenalin nih gan ane @falovwi,, Anggota baru,masih anget-anget lah di forum ini. 
      salam kenal semuanya 
      jangan dinakalin yah?,,, nanti kalo di nakalin tek bilangan emak gue lohh  
    • By citrariana

      Lampung yang terkenal dengan penangkaran gajah Way Kambas ternyata memiliki pesona lain di sudut garis pantainya. Tempat ini biasa di sebut Teluk Kilauan. Berlokasi di Pesisir Barat Sumatra tepatnya di Pekon (Desa) Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung.  Untuk menuju tempat ini, Anda akan melewati lekukan alam yang indah berupa bukit dan lembah.
       

      Yang menarik di tempat ini, Anda dapat menemui lumba-lumba yang asik berenang mengitari lautan. Bagi Anda yang tinggal di kota besar, tentu hal ini tidak boleh dilewatkan. Lumba-lumba di teluk ini memiliki terbagi menjadi 2 jenis yang mendominasi yaitu lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba paruh panjang. Dari segi fisik, lumba-lumba hidung botol memiliki badan yang lebih besar. Namun lumba-lumba ini sangat pemalu. Berbeda dengan lumba-lumba paruh panjang yang lebih kecil namun lebih suka menampakka diri ke permukaan.
       


      Bila Anda mulai merasa bosan, ada alternatif wisata lain yang bisa Anda coba yaitu mengelilingi pulau dengan perahu katir. Mengelilingi lupau saat senja pasti sangat menyenangkan. Anda dapat melihat matahari yang muali tenggelam. Perpaduan laut dengan semburat cahaya orange di garis cakrawala akam membuat liburan ada semakin berkesan.
       
       
      Selain lumba-lumba, ternya di tempat ini juga habitat bagi beberapa binatang langka seperti beberapa jenis burung, Siamang, Kukang, Simpai,Penyu Hijau, dan Penyu Sisik. Wah, sangat menarik bukan?
       
      Tunggu apa lagi? Siapkan perlengkapanmu. Mari berpetualang!
       
      Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Teluk Kilauan sekitar 4 jam menggunakan kendaraan pribadi.
       
      Rute :
       
      Dari Bandar Lampung menuju Padang Cermin yang melewati Pulau Pahawang sampai menemui persimpangan masuk pangkalan TNI AL. Kemudian ambil arah kiri menuju pangkalan AL/Bumi Marinir/Punduh Pidada. Bila Anda telah sampai  Kecamatan Punduh Pidada, Anda akan menjumpai petunjuk arak menuju Teluk Kilauan.
       
      Agar liburan Anda lebih nyaman, sebaiknya Anda naik pesawat saja. Jangan lupa untuk memesan tiket pesawat jauh-jauh hari.
       
      Selamat berlibur
       
       
      Sumber 
    • By awidiot.com
        Ritual Penyucian Rohani dan Jasmani di Bumi Galaherang. Kalimantan Barat memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, mulai dari wisata bahari hingga wisata alam, salah satu tempat wisata yang ada Kabupaten Mempawah ini mungkin bisa jadi tempat yang seru mengisi akhir pekan anda. Jika berbicara soal tempat rekreasi unik di Kalimantan Barat, maka tempat berlibur bernuansa sejarah tidak akan lepas darinya.    Berdasarkan cerita para ahli sejarawan yang mengisahkan bahwa dahulunya Borneo wabilkhusus West Borneo adalah sebuah pulau yang terdiri dari banyak Kerajaan dengan 2 jenis corak, yaitu melayu dan dayak. Bahkan, disetiap kabupaten di Kalimantan Barat memiliki kisah tersendiri terkait Kerajaan ataupun Keraton, tidak terkecuali Kabupaten Mempawah.    Daerah yang memiliki julukan Bumi Galaherang ini memiliki sebuah Keraton yang cukup terkenal dimasanya. Kerajaan yang memiliki corak melayu dan sangat kental dengan nuansa islaminya ini bernama Keraton Amantubillah yang memiliki arti "Aku Beriman Kepada Allah". Keraton ini terletak di Mempawah Hilir, sekitar 15 menit dari Terminal Kabupaten Mempawah.    Keraton yang didominasi warna hijau tosca ini semakin terkenal dikancah internasional pada saat naik tahtanya Opu Daeng Manambon untuk menggantikan Sultan Senggauk. Orang-orang dari berbagai penjuru mulai mendatangi Keraton Amantubillah untuk berdagang ataupun untuk melakukan kontrak politik.    Pada tahun 1808 M, Keraton Amantubillah sempat terbakar hebat yaitu pada masa pemerintahan Gusti Ibrahim (Sultan ke-9 Mempawah). Namun, dibangun kembali dan rampung pada tanggal 2 November 1922 saat pemerintahan sultan ke-11 Mempawah yaitu Gusti Muhammad Taufik Accamaddin.    Keraton yang memiliki tulisan "Mempawah Harus Maju, Malu dengan Adat" pada gerbangnya ini membagi kompleks Keraton menjadi 3 bagian, yaitu bangunan utama yang dijadikan tempat Singgasana Raja beserta Pemaisuri dan juga dijadikan tempat tinggal keluarga Kerajaan (saat ini difungsikan sebagai museum, dan ditempat ini menyimpan berbagai benda peninggalan Keraton Mempawah, seperti Singgasana Raja, busana kebesaran, keris, dan juga foto-foto anggota keluarga Kerajaan).    Bangunan sebelah kanan dijadikan tempat untuk mempersiapkan segala keperluan dan juga digunakan sebagai tempat untuk jamuan makan anggota keluarga Kerajaan (saat ini difungsikan sebagai pendopo Keraton).    Sedangkan sisi sebelah kiri bangunan Kerajaan berfungsi sebagai aula dan juga tempat mengurus segala hal yang berkaitan dengan administrasi pemerintahan Kerajaan (saat ini difungsikan sebagai tempat tinggal para kerabat anggota Keraton Mempawah).    Dibelakang istana Amantubillah terdapat sebuah kolam yang dahulunya digunakan sebagai pemandian keluarga Kerajaan, sayangnya kolam ini tidak dapat digunakan kembali karna tertutupnya saluran air yang menghubungkan tempat tersebut ke sungai Mempawah.    Jika anda berkunjung ke tempat ini jangan khawatir kelaparan karna di dekat Keraton terdapat sebuah kantin yang memiliki ciri khas kearajaan, dan harga yang ditawarkanpun relatif terjangkau. Untuk anda yang muslim, jangan khawatir mau shalat dimana, karna didekat Keraton juga memiliki sebuah masjid peninggalan kesultanan Amantubillah yang diberi nama Masjid Jami'atul Khair, semakin lengkap bukan nuansa islaminya. Nah, untuk kalian yang tertarik menelusuri jejak Kerajaan bercorak melayu dan bernuansa kental islaminya di Kalimantan Barat, Keraton Amantubillah mungkin dapat dijadikan salah satu destinasi wisata pilihan untuk memenuhi hasrat penasaran anda.
      Sumber : www.awidiot.com

    • By citrariana
       
       
       
       
       
       

       
      Berlokasi di Desa Dersono Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan. Tempat ini merupakan kawasan sungai yang di sisi kanan dan kirinya ditumbuhi pepohonan lebat dan pohon kelapa yang menjulang tinggi. Dengan melihat ilustrasi di atas, pasti Anda dapat mebayangkan betapa asri dan indahnya tempat ini. Sungai Maroon dimanfaatkan warga sekitar sebagai sumber air bersih. Jadi bisa dibayangkan kan betapa segarnya air di sana
       
      Sungai ini terkenal sebagai Green Cayon di Pacitan. Nikmati berpetualang menyusuri sungai dengan menyewa perahu penduduk, Anda memerlukan waktu kurang lebih 45 menit untuk menyusuri sungai sepanjang 4,5 km ini. Biasanya mereka juga menyediakan pelampung keselamatan. Walaupun Anda pandai berenang, disarankan untuk tetap menggukana pelampung ini mengingat kedalaman sungai mencapai 20 meter.

      Warga sekitar mematok harga Rp 100.000,00 – Rp 150.000,00 untuk menyewa perahu perahu yang dapat menampung 5-6 orang. Harga ini sudah termasuk orang yang mengemudikan perahu. Sepanjang aliran sungai adalah spot menarik untuk berfoto. Jadi siapkan kamera Anda.
      Waktu paling tepat untuk mengunjungi tempat ini adalah saat musim kemarau. Karena saat hujan, air sungai kan berubah menjadi coklat.
      Tak jauh dari lokasi ini, Anda juga dapat menikmati pesona Pantai Ngiroboyo. Tempat ini sangat cocok untuk melepas lelah setelah menyusuri sungai.
       
      Akomodasi :
      Melalui Jalur Solo, Anda dapat memilih rute dari Jln Raya Solo menuju Pacitan. Kemudian menuju Desa Dersono yang melewati pertigaan Desa Ngadirejan (Kecamatan Pringkuku).
      Bila Anda ingin mengunjungi wisata ini dari tempat yang jauh, pilihlah pesawat sebagai sarana transportasi Anda. Selain menghemat waktu juga menghemat energi.
      Selamat berlibur 
      Sumber Gambar (piknikdong, rilyanshandini.wordpress)
       
       
       
       
       
       
       
       
       
    • By citrariana

      Ada apa di Pekanbaru? Banyak kok. Ini buktinya :
      Desa Okura

       
      Desa ini dinobatkan menjadi desa wisata sejak 2010. Suasana tradisional masih dipertahankan. Terbukti dengan adanya beberapa rumah panggung di tepi Sungai Siak. Selain itu pengobatan tradisional masih populer digunakan. Masyarakat pun masih menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi. Salah satu tradisi unik di desa ini adalah Silat Pangean yang masih bisa dinikmati oleh pengunjung. Ada tidak akan bosan di sana. Ada berbagai paket wisata yang di tawarkan seperti bersepeda di kebun sagu, berkuda, susur sungai, naik sampan, dan menikmati wisata budaya.
      Sungai Kampar

      Sungguh Indonesia sangatlah unik. Termasuk wisatanya. Contohnya di Sungai Kampar. Namanya adalah gelombang bono. Gelombang ini menyerupai gelombang yang ada di pantai. Tingginya mencapai 6 m dan panjang gelombang mencapai 300 m. Di sungai ini pengunjung dapat berselancar menantang ombak. Sungai Kampar telah terkenal hingga luar negeri terbukti dengan banyaknya peselancar dunia yang berniat mencoba ombak yang menantang ini. Menurut peselancar, tidak mudah menahlukkan gelombang bono. Gelombangnya cepat, karakternya tidak terduga dan panjang. Selain itu, cukup sulit untuk mengambang di sungai ini mengingat sungai ini adalah sungai air tawar.
      Masjid Agung An-Nur

      Dibangun pada tahun 1963, masjid ini salah satu yang tertua di Pekanbaru. Arsitekturnya yang unik merupakan perpaduan dari Turki, Arab, India, dan Melayu. Arsitektur masjid ini sering disamakan dengan Taj Mahal. Masjid ini telah menjadi landmark Provinsi Riau. Anda akan merasakan kemegahan masjid ini bahkan sebelum Anda memasuki masjid.
      Dekranasda

      Tidak lengkap rasanya bila pulang dari liburan tidak membawa oleh-oleh. Maka datanglah ke Dekranasda.Berlokasi di Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Durian, tempat ini merupakan pusatnya oleh-oleh Riau. Menjual berbagai macam batik Riau, kain tenun, kain songket, busana melayu, dan berbagai kerajinan dari kayu. Pastinya Anda tak perlu khawatir dengan harga.
      Sop Tunjang

      Kuliner merupakan salah satu tujuan wisatawan. Pekanbaru pun tak mau kalah dengan menyuguhkan kuliner yang lenzat dan membuat Anda rindu untuk kembali. Salah satu makanan khas di sana adalah sop tanjung. Salah satu yang paling lezat berapa di kawasan Gor Tri Buana Jalan Diponegoro. Masakan yang terbuat dari tulang sapi yang direbus hingga menjadi sop dengan rasa yang sangat gurih. Perpaduan bumbu yang dipilih membuat sop ini semakin nikmat dinikmati bahkan saat Anda merasa kenyang.
      Apa hanya itu? Tentu tidak. Masih ada wisata lain seperti Riau Fantasi, Kebun Binatang Sang Kulim, Danau Buatan Lembah Sari, Rekreasi Alam Mayang, Istana Siak, Pasar Bawah, Air Terjun Aek Martua, dan masih banyak lagi. Tunggu apa lagi? Yuk segera siapkan liburan Anda ke Pekanbaru.