Sign in to follow this  
Followers 0
lictan

Desa di atas ngarai, rocamadour

1 post in this topic

Desa Rocamadour dibangun di atas ngarai di sungai Alzou di barat daya Perancis. Bangunan di desa ini mengundak secara bertahap hingga ke sisi tebing, terlihat sangat curam dan ekstrem. Desa ini pertama dibangun pada abad ke 12 dan menjadi sepi karena perang dan revolusi Perancis. Saat ini daerah ini kembali ramai sebagai tempat wisata dan tempat ziarah untuk menghormati santo Amadour. Dulu Santo Amadour menjadi saksi atas kematian Santo Petrus dan Santo Paulus di Roma. Kemudian beliau datang ke tempat inni dan bertapa.

3145202-Rocamadourcity_Rocamadour.jpg

Rocamadour.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • Aneka Kepingan Surga Penuh Warna Ini Mungkin Saja Bisa Menghidupkan Hidupmu yang Kelabu. Jadi, Kapan Mau Kesana?
      By vie asano
      Kata pepatah, hidup itu seperti sebuah roda. Kadang ada saatnya kita berada di atas, namun ada kalanya juga kita berada dibawah. Kalau lagi di atas, semua terasa asyik dan menyenangkan. Everything seems right, and fun! Namun jangan tanya gimana rasanya saat berada di titik bawah kehidupan. Semua yang kita lakukan terasa salah, hidup juga terasa kelabu. Perasaan bosan dan jenuh pun bisa muncul seperti hantu. Nggak kelihatan sih, tapi kok terus-terusan ada ya?
      Memang sih, kita nggak bisa milih kapan hidup ada di atas, dan kapan juga harus berada dibawah. Tapi, kalau kalian terus menerus merasa hidupnya kelabu dan monoton, itu mungkin saja sebuah pertanda: saatnya untuk piknik! Ayo, pergilah melihat dunia luar! Berpetualanglah mencari keseruan baru! Dan, jangan tanggung-tanggung. Sekalian saja mainnya ke tempat-tempat penuh warna.
      Lho, apa hubungannya hidup monoton dengan warna?
      Well, kalian mungkin sering dengar tentang terapi warna untuk mengatasi stress. Jika melirik ke toko buku, cukup mudah untuk menemukan berbagai buku mewarnai untuk dewasa yang diklaim dapat membuat stress kabur tanpa jejak. Tapi jika buku mewarnai tak cukup untuk mewarnai hidup kalian, bertualang ke aneka tempat penuh warna mungkin lebih manjur untuk kalian.
      Yaps, di dunia ini ada beberapa destinasi wisata yang identik dengan warna-warni pelangi. Warna-warna tersebut ada yang asli lukisan Sang Pencipta, namun ada juga yang murni buatan manusia. Apapun itu, destinasi penuh warna ini asyik banget disambangi oleh kalian yang memang membutuhkan terapi warna. Siapa tahu pesona warnanya sukses menghidupkan hidupmu yang kelabu, dan menyihirnya hingga berwarna-warni ceria.
      *             *             *             *             *
      1. Yang Bilang Gunung Cuma Berwarna Biru atau Hijau, Coba Main-main ke Danxia Landform Geological Park, Deh!

      Danxia Landform Geological Park, via vagabond.se
      Ayo ngaku, siapa yang kerap mewarnai gunung dengan warna biru atau hijau saat pelajaran menggambar di bangku sekolah? Kayaknya hampir semua murid akan mengacungkan tangannya. Padahal, nggak semua gunung berwarna biru atau hijau. Coba saja intip pegunungan yang ada di Cina berikut ini, yaitu Danxia Landform Geological Park, yang memiliki warna-warni layaknya pelangi.
      Danxia Landform Geological Park merupakan sebuah pegunungan yang terletak tak jauh dari kota Zhangye, Provinsi Gangsu, Cina. Pegunungan yang akrab disebut sebagai Rainbow Mountain ini terbentuk karena proses erosi selama jutaan tahun, yang mengikis lapisan tanah dan mineral hingga memunculkan warna-warni yang luar biasa indahnya. Setelah resmi diakui oleh UNESCO World’s Heritage Site pada tahun 2010, pemerintah setempat secara serius mengelola geopark ini menjadi atraksi wisata utama di wilayah tersebut. Kini para pengunjung dapat menikmati keindahan warna-warni geopark dari berbagai platform yang telah disediakan.
      *             *             *             *             *
      2. Gunung Pelangi Nggak Cuma Satu. Peru pun Memiliki Gunung dengan Pesona Pelangi, yaitu Vinicunca Mountain.

      Vinicunca Mountain, via earthbles
      Ternyata, gunung pelangi nggak cuma ada di Cina saja. Di Peru, kalian juga dapat menemukan gunung dengan warna-warni pelangi yang tersusun seperti layer kue, yaitu Vinicunca Mountain.
      Vinicunca Mountain, atau populer disebut sebagai Rainbow Mountain, merupakan sebuah pegunungan di barisan pegunungan Willkanuta. Berbeda dengan Danxia Landform Geological Park yang terus berbenah diri agar bisa mengakomodasi wisatawan, Vinicunca Mountain ini masih relatif jarang terjamah oleh wisatawan. Habisnya, perjalanan untuk mencapai gunung ini memang cukup sulit dan rumit, sih! Untuk dapat menikmati fenomena geologi tersebut, wisatawan harus lebih dulu jalan kaki mendaki Ausangate Trek dan Ausangate Peak. Konon diperlukan waktu setidaknya 6 hari untuk menyelesaikan seluruh track-nya. Hmmmm…… Tertarik untuk mencoba?
      *             *             *             *             *
      3. Beralih ke Nevada, ada Fly Geyser yang Bakalan Bikin Kalian Takjub Melihat Pesona Warnanya.

      Fly Geyser, via 500px
      Saat melihat foto di atas, mungkin kalian akan berpikir kalau itu editan. Atau kalau nggak, hasil buatan grafik komputer saja. Tapi percaya deh, foto di atas betul-betul nyata lho. Nama tempatnya adalah Fly Geyser, sebuah geyser geothermal yang terletak di Washoe County, Nevada.
      Sayangnya, geyser ini merupakan bagian dari sebuah properti privat. Wisatawan tak bisa keluar atau masuk dengan sesuka hati untuk melihat geyser ini dari dekat. Walau begitu, geyser ini cukup besar untuk dilihat dan dinikmati dari pinggir jalan, kok.
      *             *             *             *             *
      4. Grand Prismatic Hot Spring, Salah Satu Air Panas Terbesar di Dunia yang Punya Pesona Warna Pelangi.

      Grand Prismatic Hot Spring, via losandes
      Siapa sangka sebuah pemandian air panas ternyata bisa begitu berwarna? Salah satu contohnya adalah Grand Prismatic Hot Spring, sebuah pemandian air panas di Wyoming, Amerika Serikat, yang populer karena memiliki nuansa warna ala pelangi. Warna-warna tersebut asli lho, dan bukan sengaja dibuat untuk mengundang wisatawan.
      Terlepas dari masalah pesona warnanya, sumber air panas ini juga populer karena faktor lokasinya, yaitu terletak di dalam Yellowstone National Park. Dan, Grand Prismatic Hot Spring ini juga populer dari segi ukurannya, karena sumber air panas alami ini merupakan yang terbesar di Amerika, dan yang terbesar ketiga di dunia.  
      *             *             *             *             *
      5. Punya Rencana ke Hokkaido? Sekalian Mampir ke Furano dan Biei, dan Siap-siap Terpukau dengan Kemeriahan Warna Ladang Bunganya.

      Ladang bunga di Furano dan Biei, via daviegan
      Terletak di sisi paling Utara dari Jepang, Hokkaido memang menyimpan banyak banget harta karun. Hokkaido terkenal akan udaranya yang relatif lebih sejuk dibanding daerah lainnya di Jepang, pemandangan alamnya yang indah, festival saljunya yang keren, dan pemandangan ladang bunganya yang penuh warna.
      Yaps, Hokkaido memang bisa dikatakan identik dengan ladang bunga, terutama bunga Lavender. Daerah yang paling populer akan ladang bunganya adalah Furano dan Biei. Momen terbaik untuk berkunjung ke Furano dan Biei ini adalah pada musim panas. Pada saat itu, tak hanya bunga Lavender saja yang bermekaran, namun bunga-bunga lainnya yang berwarna-warni sehingga membuat Furano dan Biei layaknya diselimuti karpet pelangi.  
      *             *             *             *             *
      6. Namun, Jika Kalian Lebih Suka Mengunjungi Dubai, Disana Pun Ada Destinasi Berwarna Pelangi, Yaitu Miracle Garden.

      Miracle Garden Dubai, via Raisa Kuvshinnikova/google+
      Yang namanya taman bunga, pasti selalu menarik untuk dikunjungi. Apalagi kalau taman bunga tersebut dirancang dengan sangat menarik dan apik, seperti Miracle Garden yang ada di Dubai. Miracle Garden merupakan sebuah taman bunga yang terletak di distrik Dubailand, Uni Emirat Arab. Taman seluas 72 meter persegi ini baru diluncurkan pada tahun 2013, dan sejak saat itu taman ini laris manis diserbu oleh wisatawan.
      Pesona utama dari taman ini tentu saja terletak pada pesona bunganya yang berwarna-warni layaknya pelangi. Bunga-bunga tersebut juga dirancang dalam berbagai bentuk, mulai dari konsep taman biasa, hingga menyelimuti bangunan rumah. Cantik banget deh! Jika ingin berkunjung kemari, datanglah di antara bulan Oktober hingga April, karena pada bulan Juni hingga September taman ini akan tutup karena suhu udara yang terlalu tinggi.
      *             *             *             *             *
      7. Reed Flute Cave di Cina Ini Menjadi Bukti, Kalau Keindahan Warna Pelangi Pun Bisa Kalian Nikmati di Perut Bumi.

      Reed Flute Cave, via whenonearth
      Siapa bilang pelangi hanya muncul setelah hujan? Dan, siapa bilang pelangi hanya bisa kalian nikmati di permukaan bumi?
      Ladies and gentleman, jalan-jalan yuk ke kota Guilin yang ada di Guangxi, Cina. Disana terdapat sebuah gua bernama Reed Flute Cave. Gua yang satu ini berbeda dengan gua-gua lainnya yang mungkin pernah kalian jelajahi. Di gua ini, jangan harap kalian akan menemukan suasana yang gelap, suram dan lembab. Sebaliknya, kalian dijamin akan terpukau melihat betapa meriahnya nuansa iluminasi penuh warna yang ada di gua tersebut.
      Sebetulnya, Reed Flute Cave ini secara alami memang menarik untuk dijelajahi karena memiliki aneka stalaktit, stalagmit, dan bentuk bebatuan yang unik. Ditambah lagi karena di gua ini banyak sekali jejak peninggalan bersejarah. Namun, popularitas gua ini semakin melonjak setelah pemerintah setempat berinisiatif menghiasi gua ini dengan berbagai iluminasi buatan beraneka warna. Hasil akhirnya, atmosfir di Reed Flute Cave ini jadi seperti negeri fantasi yang ada di bawah tanah. Keren banget ya!
      *             *             *             *             *
      8. Walau Tak Semeriah ‘Saudaranya’ di Cina, Waimea Canyon di Hawaii Ini Punya Pesona Warna yang Bisa Bikin Kalian Jatuh Cinta.

      Waimea Canyon, via travelchannel
      Selama ini, Hawaii sangat identik dengan pantainya yang indah, ombaknya yang menjadi surga bagi para peselancar, dan tarian hula-hulanya yang khas. Yang kerap luput dari radar wisatawan awam, adalah Hawaii pun memiliki pesona alam yang luar biasa indah.
      Di antara sekian banyak pesona wisata Hawaii, Waimena Canyon termasuk salah satu yang kerap diburu oleh mereka yang menyukai pesona warna dunia. Waimena Canyon ini merupakan sebuah canyon yang terletak di sisi barat Kauai di kepulauan Hawaii. Sama seperti Danxia Landform Geological Park dan Vinicunca Mountain, canyon ini juga memiliki layer-layer warna yang indah. Bedanya, layer di Waimena Canyon ini nuansanya tak jauh dari warna hijau, merah, dan coklat. Walau secara warna masih kalah dari ‘saudaranya’ yang lain, canyon ini tetap memiliki keunikan tersendiri karena layer-layernya tersusun secara vertikal. Mirip seperti lapisan pada kue. Wah, jadi lapar nih!
      *             *             *             *             *
      9. Pelangi Bisa Diciptakan oleh Manusia, Lho. Salah Satu Buktinya Bisa Kalian Lihat di Rainbow Village, Taiwan.

      Rainbow Village, via chinadaily
      Selama ini, pelangi identik sebagai lukisan Tuhan yang kerap muncul malu-malu setelah hujan turun. Tapi, ternyata nggak semua pelangi muncul setelah hujan. Beberapa pelangi bahkan bisa dibuat oleh manusia, lho. Misalnya saja seperti yang bisa kalian temukan di sebuah desa yang terdapat di kota Taichung, Taiwan, berikut ini.
      Rainbow Village, demikian nama desa tersebut, sebetulnya hanyalah sebuah desa biasa yang dihuni oleh para veteran perang. Karena semakin lama desa tersebut makin ditinggalkan oleh penghuninya, sebetulnya pemerintah setempat sudah berencana untuk menghancurkan desa itu dan membangunnya menjadi sebuah bangunan lain. Namun kemudian, penduduk terakhir di desa tersebut, yaitu Huang Yung-fu, mulai mencoret-coret dinding rumah yang telah ditinggalkan oleh penghuninya dan juga jalanan desa dengan warna-warna yang mencolok mata.
      Diluar dugaan, kreasi Huang Yung-fu ini ternyata cukup menarik perhatian wisatawan untuk datang kesana. Rainbow Village kemudian menjadi destinasi wisata utama di Taichung. Pemerintah pun akhirnya menunda keputusan untuk menghancurkan desa tersebut. Wah, siapa sangka warna ternyata bisa menyelamatkan sebuah desa?
      *             *             *             *             *
      10. Pernah Dengar Tentang Marina Corricella? Kalau Belum, Sekarang Saatnya Kalian Tahu Tentang Kota Penuh Warna di Italia Ini!

      Marina Coricella, via keyassets.timeincuk
      Pulau Procida merupakan salah satu pulau yang ada di bagian Selatan Italia, dan berada di antara pulau Ischia dan Cape Miseno. Pulau ini sebetulnya berukuran nggak terlalu besar dan cukup mudah dijelajahi dengan berjalan kaki. Tapi populasi di Procida ini cukup padat lho, dan kaya akan tradisi lokal yang menarik untuk dilihat.
      Nah, salah satu poin menarik dari Pulau Procida ini terletak pada Marina Coricella, sebuah area waterfront yang terletak dibawah tebing. Area waterfront tersebut dipadati oleh aneka bangunan dengan bermacam fungsi, mulai dari rumah tinggal hingga bar. Yang bikin area waterfront ini terasa keren, adalah karena bangunan-bangunannya dihiasi oleh warna-warni pastel nan lembut, yang keren banget dilihat dari dekat, dari kejauhan, maupun dari ketinggian. Seolah-olah pelangi baru saja melewati kota ini dan meninggalkan jejak warnanya untuk dikagumi oleh siapa saja. Tentunya, jika pelangi tersebut memiliki nuansa warna pastel, ya!
      *             *             *             *             *
      11. Marina Coricella Bukan Satu-satunya Kota Bernuansa Pelangi. Beralih ke Kanada, Ada St.John yang Siap Memukau Kalian dengan Warna-warnanya yang Begitu Hidup.

      St.John, via topmoving
      Percayalah, Marina Coricella bukan satu-satunya kota yang bertabur nuansa warna pelangi. St.John, ibukota dari provinsi Newfoundland and Labrador, Kanada, juga memiliki cita rasa pelangi yang sangat kuat. Bahkan, mungkin lebih kuat dari Marina Coricella, karena warna-warni yang menghiasi seluruh bangunan di kota tersebut terdiri dari warna-warna yang kuat dan tegas.
      Ya, warna-warna kuat, tegas, sekaligus memberikan kesan ceria, merupakan ciri utama bangunan rumah di St.John. Bisa dikatakan hal itulah yang membuat arsitektur di St.John berbeda dengan daerah lainnya di Kanada, dan akhirnya dikenal dengan nama “Jellybean Row House”. Konon, tradisi mewarnai rumah dengan warna-warni cerah tersebut dimulai saat periode revitalisasi kota dimulai pada tahun 1970-an. Sejak saat itu, pesona warna pelangi di kota St.John masih bisa kalian nikmati dengan leluasa saat berkunjung ke kota tersebut. Tertarik untuk main-main ke St.John?
      *             *             *             *             *
      12. Last but not Least, Akhiri Petualangan Warnamu dengan Bermain-main di Umbrella Sky Project, Portugal.

      Umbrella Sky Project, via reddit
      Punya rencana untuk jalan-jalan ke negara tempat lahirnya bintang sepakbola populer Christiano Ronaldo, yaitu Portugal? Masukkan kota Águeda dalam itinerary kalian. Apalagi jika kalian berencana mampir ke Portugal pada musim panas. Hmm, kira-kira kenapa ya?
      Selidik punya selidik, ternyata kota Águeda memiliki sebuah festival keren yang hanya dilakukan selama musim panas saja. Nama festival tersebut adalah Ágitagueda Art Festival. Namun, hal yang paling mencuri perhatian dari festival itu, adalah keberadaan Umbrella Sky Project yang sudah diadakan sejak tahun 2011. Umbrella Sky Project merupakan sebuah proyek menggantungkan aneka payung warna-warni di salah satu jalan di Águeda sehingga menciptakan bayang-bayang yang akan meneduhkan jalan. Siapa sangka proyek instalasi ini akhirnya semakin populer, sehingga rasanya belum sah main-main ke Ágitagueda Art Festival kalau belum sekali saja menjejakkan kaki dan berpose dibawah payung warna-warninya Umbrella Sky Project.
      *             *             *             *             *
      Masih banyak destinasi pelangi lainnya yang belum ditulis di daftar ini. Misalnya saja, The Saguaro Palm Springs di Kanada, ladang bunga Tulip di Belanda, dan banyak lagi. Menurut kalian, ada nggak sih destinasi pelangi di Indonesia? Kalau ada, feel free untuk share informasinya ya!
      *             *             *             *             *
      Note:
      Seluruh foto diambil dari internet (sumber tercantum) dengan tidak ada proses editan tambahan lainnya, kecuali proses resizing tanpa merubah foto aslinya.
    • Mediterania (Spanyol, Yunani, Portugal)+ Maroko Mei/Jun 2017
      By Baroness
      Hi Friend,
      Saya ada planning backpack ke Mediterania (Yunani, Spanyol, Portugal)+Moroko di Mei/Jun 2017.
      Sejauh ini ada teman yang sudah bergabung, tp karena waktunya masih lama kita belum buat Itin secara lebih detail (akan dibuat sept). Barangkali ada yang mau gabung karena pengalaman sebelumnya kalau min 6 org bisa kena harga group kereta.
      Untuk tiket kita akan mulai hunting mulai September (kemaren dapat tiket promo KLM di bln november buat mei 2016). Target ngajuin visa Maret 2017.
      Waktunya 3 minggu (efektif explore days 19-20 hari) dan budgetnya (including pesawat, akomodasi, etc) kurleb 32-35 jt.
      Kota2 yang dituju (fix):
      Athena, Santorini, Barcelona, Granada, Cordoba, Sevilla, Madrid, Santiago de Compostella, Marrakech, Ait ben Hadou, Lisbon, Sintra.
      Jika berminat bisa email ke: countesscecil@gmail.com (serious only)
      Group wa masih belum ada akan dicreate sekitar dec/jan 2017.
      Group wa akan ditutup untuk org baru akhir feb sblm maju visa.
    • Yakin gak tertarik ke Pekanbaru? Baca ini dulu
      By citrariana
      Ada apa di Pekanbaru? Banyak kok. Ini buktinya :
      Desa Okura

       
      Desa ini dinobatkan menjadi desa wisata sejak 2010. Suasana tradisional masih dipertahankan. Terbukti dengan adanya beberapa rumah panggung di tepi Sungai Siak. Selain itu pengobatan tradisional masih populer digunakan. Masyarakat pun masih menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi. Salah satu tradisi unik di desa ini adalah Silat Pangean yang masih bisa dinikmati oleh pengunjung. Ada tidak akan bosan di sana. Ada berbagai paket wisata yang di tawarkan seperti bersepeda di kebun sagu, berkuda, susur sungai, naik sampan, dan menikmati wisata budaya.
      Sungai Kampar

      Sungguh Indonesia sangatlah unik. Termasuk wisatanya. Contohnya di Sungai Kampar. Namanya adalah gelombang bono. Gelombang ini menyerupai gelombang yang ada di pantai. Tingginya mencapai 6 m dan panjang gelombang mencapai 300 m. Di sungai ini pengunjung dapat berselancar menantang ombak. Sungai Kampar telah terkenal hingga luar negeri terbukti dengan banyaknya peselancar dunia yang berniat mencoba ombak yang menantang ini. Menurut peselancar, tidak mudah menahlukkan gelombang bono. Gelombangnya cepat, karakternya tidak terduga dan panjang. Selain itu, cukup sulit untuk mengambang di sungai ini mengingat sungai ini adalah sungai air tawar.
      Masjid Agung An-Nur

      Dibangun pada tahun 1963, masjid ini salah satu yang tertua di Pekanbaru. Arsitekturnya yang unik merupakan perpaduan dari Turki, Arab, India, dan Melayu. Arsitektur masjid ini sering disamakan dengan Taj Mahal. Masjid ini telah menjadi landmark Provinsi Riau. Anda akan merasakan kemegahan masjid ini bahkan sebelum Anda memasuki masjid.
      Dekranasda

      Tidak lengkap rasanya bila pulang dari liburan tidak membawa oleh-oleh. Maka datanglah ke Dekranasda.Berlokasi di Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Durian, tempat ini merupakan pusatnya oleh-oleh Riau. Menjual berbagai macam batik Riau, kain tenun, kain songket, busana melayu, dan berbagai kerajinan dari kayu. Pastinya Anda tak perlu khawatir dengan harga.
      Sop Tunjang

      Kuliner merupakan salah satu tujuan wisatawan. Pekanbaru pun tak mau kalah dengan menyuguhkan kuliner yang lenzat dan membuat Anda rindu untuk kembali. Salah satu makanan khas di sana adalah sop tanjung. Salah satu yang paling lezat berapa di kawasan Gor Tri Buana Jalan Diponegoro. Masakan yang terbuat dari tulang sapi yang direbus hingga menjadi sop dengan rasa yang sangat gurih. Perpaduan bumbu yang dipilih membuat sop ini semakin nikmat dinikmati bahkan saat Anda merasa kenyang.
      Apa hanya itu? Tentu tidak. Masih ada wisata lain seperti Riau Fantasi, Kebun Binatang Sang Kulim, Danau Buatan Lembah Sari, Rekreasi Alam Mayang, Istana Siak, Pasar Bawah, Air Terjun Aek Martua, dan masih banyak lagi. Tunggu apa lagi? Yuk segera siapkan liburan Anda ke Pekanbaru. Mau wisata yang lebih hemat? Yuk cek promo tiket pesawat dari maskapai Tiger Airways.
    • YANG TAK BIASA DARI JAKARTA
      By Tarmizi Arl
      Sebagai ibukota negara, sudah barang tentu Jakarta senantiasa menarik banyak kunjungan dengan berbagai tujuan, tak terkecuali untuk tujuan wisata. Jika membicarakan tentang wisata di daerak khusus ini, maka ada beberapa list yang cukup populer dikunjungi baik oleh warganya sendiri maupun wisatawan seperti Monumen Nasinal, Ancol, Taman Bermain Dufan, Kebun Binatang Ragunan, Kawasan Kota Tua, Kampung Budaya Situ Babakan, atau Wisata Bahari di Kepulauan Seribu.
      Namun Jakarta nyatanya tidak itu saja. Di tengah keramaiannya yang terlampau, kota ini juga masih menyimpan sisi-sisi berbeda yang masih tak biasa dikunjungi untuk tujuan wisata. Tak Jarang, warga ibukota sendiri belum pernah atau malah belum mengenal beberapa diantaranya. Padahal dengan mengunjunginya, dijamin galeri foto yang kalian punya akan lebih menarik dan bahkan bisa mengundang banyak love di akun sosial mediamu.
      Apa dan dimana sajakah tempat-tempat wisata tak biasa tersebut?
       
      Tak Biasa ! Museum Taman Prasasti, Bukan Museum Seperti Umumnya

      Salah satu sudut taman
      Kalau mendengar kata Museum, maka sudah dapat dipastikan pikiran kita akan mengarah ke suatu bangunan dimana didalamnya dipamerkan benda-benda peninggalan sejarah, seni, atau sebagainya didalam sebuah etalase. Tapi kali ini yang akan kita bahas ialah Museum yang tak biasa, karena Museum Taman Prasasti lebih serupa dengan Pemakaman.
      Ya, Museum Taman Prasasti sejatinya merupakan pemakaman peninggalan masa kolonial Belanda yang sekarang sudah menjadi cagar budaya. Lokasinya berada di Jalan Tanah Abang I No.1, Jakarta Pusat, tidak jauh dari Monas. Sangat strategis bukan?
      Di area seluas 1,2 Hekter tersebut, pengunjung bisa masuk dengan membayar retribusi hanya sebesar Rp 5 ribu saja. Keunikan dari Taman Pemakaman ini ialah bentuk-bentuk nisan kuno peninggalan abad ke 18 hingga 19 yang nampak sangat artistik. Di sana juga terdapat patung-patung seperti pada umumnya pemakaman bangsa eropa kuno. Dapat dikatakan, di Museum Taman Prasasti ini, kita seolah masuk galeri seni yang menyuguhkan mahakarya seni patung, ukiran, pahatan, kaligrafi, bahkan kereta jenazah yang masih dipamerkan disana.  
      Beberapa tokoh terkenal yang bisa kalian lihat nisannya di Museum Taman Prasasti tersebut diantaranya ialah Dr. H.F. Roll sang Pendiri Stovia, Olivia Marianne Istri dari Thomas Raffles, dan tokoh aktivis 60an Soe Hok Gie.
      Sebagai lokasi pemakaman, namun Museum Taman Prasasti ini sangat menarik bukan untuk disambangi? Galeri foto kalian juga akan semakin kaya dengan gambar seni khas kolonial seperti layaknya melintasi waktu dan zaman. Tak heran jika loksi ini kerap kali menjadi setting video clip dan pemotretan.
       
      Berbalut Sejarah Abad 17, Galangan Kapal VOC Menjadi Bagian Wisata Baharinya Jakarta

      Bangunan galangan kapal
      Kawasan Jakarta Utara tidak sekedar memiliki Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pelabuhan bersejarah bagi bangsa ini. Di daerah Penjaringan tepatnya Jalan Kakap no.1-3, terdapat sebuah bangunan yang menjadi saksi bisu sejarah kejayaan Nusantara dalam hal perniagaan melalui jalur laut.
      Galangan Kapal sendiri maksudnya ialah tempat bongkar muat, menyimpan, bahkan memperbaiki kapal-kapal terutama kapal besar yang berbulan-bulan berlayar. Selain itu, di lokasi ini juga dijadikan kantor pusat kegiatan perusahaan dagang Hindia Belanda.
      Dibangun sejak tahun 1628 di atas tanah urukan di tepi sungai, menjadikan bangunan galangan kapal ini memiliki gaya arsitektural khas gudang-gudang kolonial Belanda abad ke 17. Meskipun dalam sejarahnya ditahun 1721, sebagian bangunan di sana mengalami kebakaran sehingga dilakukan pemugaran. Meskipun begitu, bentuk dan ornamen aslinya sebagian besar masih tetap dipertahankan.
      Saat ini, bangunan Galangan Kapal VOC tidak sekedar sebagai bangunan tua, karena dibawah pengelolaan swasta atau pribadi, bangunan dimanfaatkan sebagai restoran, cafe, dan galeri. Hal ini tentu sangat baik untuk menjadi kelestariannya.
      Selain itu, baru baru ini daerah sekitarnya yang dikenal dengan nama Pasar Ikan sedang ditata ulang sebagai upaya penggalakan oleh pemerintah Provinsi Jakarta sebagai daerah wisata bahari. Salah satunya termasuklah Galangan Kapal VOC ini yang menjadi salah satu objek wisata utamanya bersama dengan museum bahari yang berada di dekatnya.
      Museum bahari tersebut juga menjadi salah satu saksi bisu kejayaan Pelabuhan Sunda kelapa. Berbeda dengan Galangan Kapal, Museum Bahari dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta. Disana, pengunjung dapat melihat koleksi yang berkaitan dengan kemaritiman seperti perahu tradisional, miniatur kapal VOC, model mercusuar, jangkar, hingga koleksi biota laut.
       
      Berdiri Kokoh Memantau Jakarta, Menara Syahbandar Menjadi Matanya

      Bangunan Menara
      Berada tidak jauh dari Galangan Kapal VOC tepatnya di Jalan Pasar Ikan No. 1, terdapat sebuah menara yang awalnya difungsikan sebagai menara pemantau keluar masuknya kapal-kapal ke Batavia. Selain itu, disana juga menjadi kantor pajak untuk barang-barang yang dibongkar di Pelabuhan Sunda Kelapa. Fungsinya sebagai menara pandang berakhir tahun 1886 ketika Tanjung Priok dibuka.
      Dibangun tahun 1839, tinggi Menara Syahbandar ialah 12 meter dengan ukuran 4 x 8 meter. Uniknya, seiring waktu menara ini mulai condong atau miring laiknya menara miring Pisa di Italia. Hal ini diperkirakan karena lokasinya yang berada di tepi jalan raya padat sehingga beban getar yang dihasilkan mobil-mobil besar membuat sisi jalan menjadi turun. Selain itu, ketika kita berada di dalam menara maka akan merasakan goyangan ketika ada mobil besar yang melewati jalan, tak heran jika menara ini juga sering disebut ‘Menara Goyang’.
      Di bagian dalam menara, kalian akan melihat lempengan batu dengan tulisan Tiongkok yang jika diartika ialah Batas Titik. Ya, awalnya di menara inilah titik nol Batavia berada sebelum dipindahkan ke Monas.
      Di sekeliling menara dibangun tembok pertahanan kota saat itu. Di tembok itu juga tersandar dua meriam kuno. Di sisi lain terdapat bungker atau ruang bawah tanah dimana terdapat pintu besi yang konon kabarnya menjadi jalan masuk ke lorong bawah tanah yang menuju Masjid Istiqlal. Tapi sayangnya kabar tersebut masih simpang siur kebenarannya dan memang sekarang pintu besi tersebut sudah dikunci.
       
      Kampung Arab Namun Warganya Keturunan Tionghoa? Jakarta Memang Tak Biasa !

      Masjid Langgar Tinggi
      Bagi kalian pecinta wisata budaya tentu sudah tak asing dengan perkampungan dari etnis tertentu. Di berbagai kota besar biasanya memiliki beberapa kampung etnis seperti kampung etnis Tiongkok atau biasa dikenal Pecinan, kampung etnis India atau biasa disebut Little India, serta Kampung Arab. Tak terkecuali dengan di ibukota Jakarta dimana terdapat juga Kampung Arab yang berlokasi di Pekojan, kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
      Nama Pekojan kabarnya berasal dari kata Khoja, yaitu sebutan untuk penduduk Muslim berketurunan India. Pada masa kolonialisme Belanda lah, daerah ini lebih dikenal sebagai Kampung Arab dimana imigran dari Yaman Selatan diharuskan tinggal di sana terlebih dahulu sebelum pindah ke kota-kota lain.
      Yang menjadikan Pekojan saat ini sangat unik dan tak biasa ialah meskipun tetap dikenal sebagai Kampung Arab, justru saat ini warga di sana mayoritas keturunan Tionghoa yang berbaur dengan hanya sekitar 10% etnis Arabnya itu sendiri.
      Meskipun begitu, beberapa bangunan peninggalan Muslim India atau Arab masih bisa dijumpai sebagai bangunan bersejarah. Diantaranya ialah Masjid Al-Anshor yang dibangun tahun 1648 oleh Muslim India, Masjid Kampung Baru yang dibangun di abad ke 18, Masjid Langgar Tinggi yang dibangun abad-18 oleh Muslim Arab, Masjid An-Nawier yang sekarang menjadi Masjid terbesar di Pekojan, Masjid Zawiyah, serta Jembatan Kambing.
      Dalam sejarahnya juga di tahun 1901, di Pekojan ini  berdiri organisasi Pendidikan islam bernama Jamiatur Kheir. Dari sanalah hadir tokoh besar KH Ahmad Dahlan dan HOS Tjokroaminoto. Namun sayangnya, bangunan sekolah yang berada di jalan Pekojan Raya saat ini sudah tak ditemukan lagi.
       
      Museum di Tengah Kebun. Sudah Pernahkah Kamu Kesana?

      Salah satu sisi Museum
      Begitulah nama Museum yang berada di Jalan Kemang Timur 66 Jakarta Selatan ini, Museum di Tengah Kebun. Seperti namanya, bangunan museum memang berada di tengah kebun atau taman nan asri khas tropis. Lantas museum apakah ini? Apa yang menjadi koleksinya?
      Museum di Tengah Kebun ini merupakan museum yang mengkoleksi barang seni antik dari dalam dan luar negeri. Bukan dikelola pemerintah, namun milik swasta alias pribadi seorang tokoh periklanan modern Indonesia, Bapak Sjahril Dajlil. Beliau memang pecinta barang antik yang membuatnya berburu koleksi hingga ke berbagai negara.
      Dengan koleksi yang terbilang sangat lengkap, yaitu 4.000 koleksi dari 63 negara dan 26 Provinsi di Indonesia, Museum yang berada di lahan seluas 3.500 m2 ini sempat terpilih sebagai Museum Swasta Terbaik dalam Museum Awards 2013.
      Gerbang museum ini sudah sangat nyentrik terlihat. Gerbang kayu dengan sentuhan topeng yang dipajang menjadikan kesan seni sudah terasa dari sini. Setelah memasuki gerbang, pengunjung akan langsung disambut dengan lorong sepanjang 60 meter dimana sisi kanan dan kirinya ditanami tanaman hijau tropis yang membuatnya sangat adem. Lorong ini sering disebut sebagai lorong waktu karena memang nantinya kita akan diajak masuk ke suasana berbeda.
      Setelahnya, pengunjung lagi-lagi disuguhkan pemandangan taman luas yang bertema tropis. Di tengahnya terdapatlah bangunan utama dengan arsitektural tradisional jawa. Persis namanya, museum yang berada di tengah kebun.
      Dari depan bangunan museum, sudah dapat terlihat koleksi berupa patung Singa dari Dinasti Qing, pot bunga dari Jepang, Patung Pahat Asmat, dan lainnya. Koleksi lain benda-benda antiknya sendiri dibagi dalam 17 ruangan utama dengan tema-tema tertentu seperti ruang Buddha yang berisi berbagai patung Buddha dari berbagai negara, Ruang Lukisan Raja Wilhelm dari Jerman, Ruang Mari Jepang, Ruang Dinasti Ming, Ruang Singa Garuda, Ruang Dewi Sri, dan lain sebagainya. Selain itu beberapa benda juga tersebar acak di berbagai sudut termasuk di tamannya.
      Untuk menugunjungi Museum ini kalian tidak bisa asal waktu saja. Kalian harus melakukan reservasi terlebih dahulu ke nomor teleponnya 021-7196907 dimana minimal rombongan ialah 7 orang dan maksimal 15 orang. Kalian akan dikenakan uang jaminan Rp 200 ribu namun akan dikembalikan ketika kalian berkunjung. Hari dan jam kunjungannya sendiri hanya tersedia di Hari Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu di jam 09:00-12:00 serta 12:30-15:30 WIB.
    • Jeungdo Island, Kehidupan Tenang di Korea Selatan
      By kimcheeGH
      Jeungdo , pulau garam dan tembakul (atau disebut juga ikan glodok) adalah sebuah pulau yang terletak di Provinsi Jeolla Selatan di lepas barat pantai Korea Selatan . Jeungdo adalah ” kota tenang ” karena gaya hidup dan jumlah kecil penduduk . Pulau ini diakui oleh UNESCO, sebagai area khusus untuk  konservasi keanekaragaman hayati dengan kelimpahan pasang surut . Jeungdo adalah pulau yang tenang , menawan yang menawarkan pengalaman pedesaan Korea. Juga menyajikan gambaran Korea dalam sudut pandang yang lebih baik.

      Daya tarik dar Jeungdo adalah Pertanian Garam Taepyeong , yang merupakan pertanian garam  terbesar yangdapat Anda temukan di Korea . Menjelajahi pulau adalah hal yang jelas harus di lakukan , Anda akan menemukan diri Anda dilanda gelombang pasang surut , hamparan lumpur yang memberikan  nuansa yang berbeda dari pemandangan berbukit Korea yang biasa . Adanya pasang surut ini membuat rumah yang sempurna untuk hewan seperti kepiting dan tembakul (atau ikan glodok) . Tempat bernama ” Jembatan Glodok ” memberi Anda akses ke lumpur dengan pemandangan cakrawala .

      Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat Anda berada di sini adalah Hwado . Sebuah pulau kecil di bagian selatan yang cukup unik & memiliki sebuah jembatan yang indah yang menghilang selama pasang. Ingatkan diri Anda bahwa jembatan ini hanya salah satu cara untuk sampai ke pulau selain menggunakan perahu . Jembatan ini kurang lebih sekitar satu kilometer , dan sangat tepat untuk telusuri dengan cara berjalan. Perlahan melintasi jembatan mungkin bisa menjadi puncak perjalanan Anda .

      Hwado adalah pulau yang sangat kecil dengan beberapa pensiun kecilnya ( Konglish untuk rumah pantai seperti akomodasi ) dan beberapa tempat menarik untuk Anda . Tempat wisata paling terkenal ada sebuah rumah di mana tempat syuting salah satu drama Korea yang terkenal . Namun, ada lebih banyak lagi yang bisa dilihat di tempat ini.

      Postingan blog dan gambar yang Anda lihat di sini bahkan tidak membahas dalam tentang Jeungdo . Semakin banyak waktu yang Anda miliki di sana, semakin baiknya untuk Anda dan semakin sedikitnya kemungkinan Anda akan di kecewakan keputusan anda saat anda harus pergi . Berskuter dengan sepeda skuter adalah aktivitas yang baik juga  jika Anda mahir mengemudi kendaraan dengan jenis seperti itu . Ada juga pantai pasir putih yang indah di sana yang disebut Pantai Ujeon , bersaingan dengan pantai tropis yang ada. Walaupun tidak terkenal , tempat ini cukup di rekomendasikan untuk di kunjungi!
    • Festival Ayam & Beer Daegu (Chi-Maek)
      By kimcheeGH
      Apakah Anda tahu apa Chi – maek itu ? Chi – maek secara harfiah berarti ayam dan bir ( maekju ) dan itu menjadi mengejutkan populer setelah debutnya dalam drama ” You Who Came from the Stars” yang dibintangi Jun Ji – Hyun dan Kim Soo – Hyun . Korea telah menikmati chi – maek dari bertahun-tahun yang lalu , namun berkat drama , menjadi internasional dikenal dunia . Festival Ayam dan Beer di Daegu bisa dikatakan salah satu yang terbesar yang ada di Korea .

      Tahun ini , festival ini akan diselenggarakan dari 27 Juli-31 Juli . Apa yang berbeda dari festival lalu-lalu  adalah ,”craft beer”akan diizinkan untuk dijual ! Di festival sebelumnya , hanya bir kaleng terjual selama acara berlangsung , namun demikian , tidak pernah gagal untuk menarik lebih dari setengah juta pengunjung setiap tahun . Berdasarkan catatan dari tahun lalu , dilaporkan bahwa lebih dari 800.000 pengunjung berpartisipasi dalam festival sementara penyelenggara mengharapkan lebih dari satu juta pengunjung tahun ini .
      Daegu Walikota Kwon Young Jin menyatakan bahwa , amandemen peraturan dan memungkinkan bir untuk menjual “craft beer” adalah untuk meniru”Oktoberfest”di German dan untuk mempromosikan kota Daegu.
      Tidak hanya i ayam dan bir , festival tahun ini akan mencakup festival musik dan festival budaya industri , daripada menghabiskan waktu hanya makan , memberikan suasana keselurahan festival yang lebih seru.

      Beriku beberapa program acara yang akan ada selama festival berlangsung:
      – Export consulting with invited big buyers, chicken brand promotion hall
      – Daegu chicken history hall
      – Let’s have chicken & beer time together
      – Pertunjukan Multimedia  dengan “lighting and laser” / Big Show (hallyu music theme)
      – Berbagai Jenis kompetisi (chicken sauce, craftbeer, and cocktail)
      – Live talk show
      – Movie on a mat
      – Baseball game cheering
      – Summer Water Road
      – Pesta Kolam “Cool Summer Night”
      Transportation:
      Bus
      – Ambil bus menuju Terminal Express Barat Daegu di Terminal Bus Express Seoul.
      – Dari terminal bus , menyeberang jalan dan berjalan daya bersama Seodaegu – ro Jalan (서대구로  ) untuk sekitar 230 meter . Mengambil bus 3-1 ( menuju selatan ) di halte Seodaegu Sekolah Dasar ( 서대구 초등학교 입구 정류장 ) .
      – Naiklah sampai melewati 9 perhentian  dan turun di halte bus Perpustakaan Duryu ( 두류 도서관 앞 정류장 ) . Terus berjalan sedikit lebih jauh ke persimpangan dan berbelok ke kanan . Festival tempat akan berada dalam pandangan Anda.
      – Dari Daegu , mengambil Blue Bus 653 , 652 , 503 dan  Bus 3-1 , 3
    • 3 Festival Musim Panas Paling TOP di Korea
      By kimcheeGH
      Tidak diragukan lagi  sudah musim panas di Korea . Meskipun orang biasanya mengunjungi ke pantai untuk mendinginkan diri mereka sendiri selama musim panas , ada begitu banyak lagi yang ditawarkan Korea kepada pengunjung jika i di musim ini. Berikut adalah beberapa festival musim panas yang terkenal yang Anda bisa temukan di Korea , yang saya pikir Anda harus coba lihat.
      1.Festival Lumpur Boreyong (July)


      Festival Lumpur Boreyong adalah salah satu festival terbesar dan juga terkenal di Korea , mungkin di dunia . Festival ini tidak pernah gagal untuk menarik jumlah terbesar pengunjung lokal dan internasional . Selama festival, tidak hanya orang datang ke sini untuk bersenang-senang , pengunjung dari luar negeri berduyun-duyun ke daerah ini untuk juga menikmati keuntungan dari lumpur Boryeong.
      Selama periode ini , pengunjung dapat bergulat , meluncur di lumpur dan bahkan berenang di kolam renang lumpur . Bagi mereka yang merasa hiper energik dapat mencoba kursus pelatihan kelautan  lumpur  , sementara mereka yang mencari sesuatu hanya untuk bersantai mungkin pergi untuk zona lumpur pijat . Di malam hari , ada juga musik dan kembang api di pantai .
      2. Busan Sea Festival (Aug 1 ~ Aug 7)

       
      Busan Sea Festival pertama kali diadakan pada tahun 1996 untuk mempromosikan wisata di Busan . Festival ini berlangsung di beberapa pantai di Busan seperti Pantai Haeundae , Gwangalli Beach, Songdo Beach, Pantai Dadaepo , Songjeong Beach, dan beberapa lainnya .
      Tidak hanya menawarkan berbagai acara budaya dan acara yang unik program , karena ini adalah festival laut pertama Korea , banyak program menarik seperti upacara pembukaan yang meriah , pertunjukan budaya , dan acara khusus lainnya . Dengan total 6 pantai menajdi tempat acara , masing-masing pantai memiliki program yang berbeda dan pertunjukan yang cocok untuk segala usia .
      3.Festival Tomat Hwacheon (Aug 4 ~ Aug 7)

      Festival Tomato Hwacheon diadakan setiap tahun . Karena respon yang besar dari penduduk dan pengunjung , festival ini sekarang diadakan 4 hari dibandingkan sebelumnya  hanya 3 hari . Festival ini akan diselenggarakan di Sanae – myeon , Hawcheon – gun . Ini dimulai dengan upacara pembukaan dan akan diikuti oleh pungmulnori ( pertunjukan tradisional ) , lomba menyanyi , acara menarik yang unik . Bahkan memiliki berbagai program seru untuk Anda coba !