hobijalan2poto2

chinatown night market

8 posts in this topic

chinatown rasanya sudah seperti rumah makan padang... alias sudah menjamur dimana-mana..

bahkan di aussie pun ada china town.

Chinatown-Night-Market-3.jpg

lokasinya di Little Hay Street, chinatownnya ada tiap hari jumat... mulai dari jam 4 sore sampe jam 23 malam..

disini jualan berbagai macam benda khas china. dari makanan,

643456.jpg

baju baju, perhiasan, ada juga sepatu.. yah all 'bout fashion deh :P

gak jauh beda ya sama china town di Indonesia...

di little hay street ini mulai ramainya jam 7an malem.. gak cuma barang aja loh yg dijual, jasa pengobatan china yg terkenal pun juga ada.. ada pijat therapi, akupuntur, ada juga tusuk jarum gitu.. hehe

keren yaa.... pengobatan alternatif. kadang juga ada stand ramalan hihihihhihihi

bagi yg mau ramal, datang aja kesini :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:

Share this post


Link to post
Share on other sites

aaaaaaa MAKANAN.... #mupeng

iya nih kemaren baru ada festival lampion di chinatown di pekanbaru, seru banget dan banyak spot spot kuliner yang enak..

kalau ke daerah sini memang harus siapkan dana dan perut, cuman buat beberapa makanan mungkin gak bisa dimakan semua yaa terutama buat yang Muslim.

kalau urusan shopping pasti enak, karena harganya pasti kebanting semua ya? mauu saya

Share this post


Link to post
Share on other sites

yaaa.... emang harus siapin banyak duit n banyak ruang kosong diperut..

hihihihihi :D

bagi yg muslim sebaiknya tanya dulu aja pas di standnya... biasanya tinggal bilang "no pork? no pork?"

disemarang juga ada chinatown setiap malem minggu.. hmmm aku seneng banget kalo ke chinatown sllllrrrruuuppp :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya China town ada di mana-mana ya? dan nggak ngebosenin emang,. karena seru..

tapi china town yg di tempat agan2 sama ga sih ama Kampung Cina yang di Cibubur?? kalo di sana buka setiap hari kecuali senin kalo ga salah..dan emang rutin kayak pasar gitu...

Share this post


Link to post
Share on other sites

mmmm.... mas-mas sama mba2 semua... maaf ya saya agak kurang info. tapi bener deh seumur hidup sy, saya belum pernah datang ke China Town. saya ini baca dari atas sampe bawah banyak sekali china town di dunia ini. memang makanan apa yang paling rekomended disana ? terus, di cibubur ada ya ? aduh saya mau kesana dulu deh sebelum ke aussie.

Share this post


Link to post
Share on other sites

mmmm.... mas-mas sama mba2 semua... maaf ya saya agak kurang info. tapi bener deh seumur hidup sy, saya belum pernah datang ke China Town. saya ini baca dari atas sampe bawah banyak sekali china town di dunia ini. memang makanan apa yang paling rekomended disana ? terus, di cibubur ada ya ? aduh saya mau kesana dulu deh sebelum ke aussie.

wah, sayang banget mbak gak pernah ke chinatown.. enak2 kalo di chinatown itu...

kalo mbak non muslim, cobain aja semua makanan yg ada :D :D

tapi kalo mbak muslim, saya saranin seperti cakwe gt, sate... banyak kok mbak..

kadang harganya agak mahal, tp rasa n kualitasnya top cer kok ^_^ ^_^

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By vie asano
      Semula saya ingin lanjut menulis tentang aneka kota tujuan yang bisa menjadi side trip saat melakukan wisata ke Tokyo. Namun sepertinya akan lebih menarik jika saya berbagi informasi terlebih dulu tentang beberapa spot wisata populer yang bisa ditemukan di Yokohama, sehingga Jalan2ers bisa lebih mengenal Yokohama sebelum mengenal kota tujuan wisata lainnya yang ada di sekitar Tokyo.
      Sesuai yang saya janjikan disini, saya akan mengulas tentang Yokohama Chinatown dan Minato Mirai dalam tulisan terpisah. Kedua tempat tersebut sudah sangat dikenal sebagai tempat wisata yang paling populer di Yokohama. Ibarat kata, jika Anda berencana untuk singgah hanya sejenak di Yokohama, paling salah satu dari kedua tempat tersebut wajib untuk dikunjungi. Sebetulnya di Yokohama masih banyak tempat menarik lainnya seperti Hakkeijima Sea Paradise, namun perlu waktu seharian untuk betul-betul bisa menikmati taman hiburan itu. Untuk saat ini saya ingin menulis tentang Yokohama Chinatown, mulai dari hal menarik yang bisa ditemukan disana, hingga cara termudah mengakses kawasan tersebut.
      Sejarah singkat
      Bagi yang suka dengan sejarah Jepang, mungkin sudah pernah mendengar jika Jepang menutup diri dari pengaruh luar pada periode Edo, yaitu antara tahun 1603-1867. Menjelang akhir periode Edo, tepatnya tahun 1859, Jepang mulai mengijinkan pelabuhannya untuk di akses oleh negara lain. Pelabuhan pertama yang dibuka adalah pelabuhan yang ada di Yokohama.
      Setelah dibukanya pelabuhan Yokohama untuk asing, perlahan bangsa asing mulai masuk ke Jepang. Salah satunya pendatang terbanyak berasal dari Cina. Para pendatang tersebut lalu membentuk pemukiman yang akhirnya berkembang menjadi Yokohama Chinatown (atau Yokohama Chukagai).
      Dalam perkembangannya, Yokohama Chinatown mengalami perjalanan sejarah yang berliku. Faktor utamanya, selain karena sempat hancur karena faktor bencana alam, juga karena pecahnya perang antara Cina dan Jepang pada tahun 1937 yang tentu saja berpengaruh terhadap perkembangan chinatown. Barulah setelah tercapai perdamaian antara Jepang dan Cina, Yokohama Chinatown semakin berkembang dan akhirnya menjadi salah satu daya tarik dari kota Yokohama.
      Kenapa harus berkunjung ke Yokohama Chinatown?
      Sebetulnya, chinatown bisa ditemukan di berbagai negara. Namun Yokohama Chinatown memiliki beberapa keistimewaan. Dari seluruh chinatown yang ada di Jepang (chinatown lainnya terdapat di Kobe dan Nagasaki), Yokohama Chinatown adalah yang terbesar. Bahkan dengan luas mencapai 500 meter persegi, Yokohama Chinatown ini sekaligus menjadi yang terbesar di Asia, dan salah satu yang terbesar di dunia.
      (1), (2), (3), (4) Suasana di Yokohama Chinatown [foto: Jorge Lascar, Kabacchi, Chacrebleu, Lucamascaro]
      Faktor suasana menjadi daya tarik utama dari Yokohama Chinatown. Walau saat ini penduduk asli Cina hanya tinggal segelintir saja yang masih menetap disana, masih banyak hal menarik yang bisa ditemukan di Yokohama Chinatown. Terdapat lebih dari 500 toko di area tersebut (konsentrasi terbesar membentuk area seluas 300 meter persegi), dengan 250 diantaranya mengusung nuansa Cina.
      (5), (6), (7), (8) Suasana di Yokohama Chinatown [foto: Yukop, Fesek, Kabacchi]
      Suasana khas Cina pun semakin dikuatkan dengan pernak-pernik yang terdapat di kawasan ini, dimulai dari pintu gerbangnya. Yokohama Chinatown memiliki 4 gerbang bernuansa megah yang menjadi pintu masuk kawasan chinatown, ditambah dengan 6 gerbang lain yang berada di dalam kawasan. Jalanan di chinatown pun kental dengan suasana ala Cina, mulai dari ornamen yang menghiasi fasade toko, hingga banyaknya lampion merah yang menghiasi jalan. Dijamin wisatawan akan lupa kalau masih berada di Jepang deh, hehe..
      (9), (10), (11), (12) Aneka gerbang di Yokohama Chinatown [foto: RinzeWind, owenfinn16, *_*, Chacrebleu]
      Alasan lain untuk berkunjung kemari tentu saja karena keragaman hal yang bisa ditemukan di Yokohama Chinatown. Seperti telah disebutkan sebelumnya, di kawasan ini terdapat lebih dari 500 toko/outlet yang terdiri dari beragam jenis: toko kelontong, toko souvenir, restoran, kafe, toko makanan ringan, museum, dan banyak lagi. Tak hanya memiliki beragam toko, di Yokohama Chinatown juga terdapat kuil-kuil seperti kuil Kanteibyo dan Mazu Miao. Kuil-kuil tersebut memiliki desain yang berbeda dengan kuil-kuil lain di Jepang, sehingga menjadi salah satu daya tarik dari Yokohama Chinatown. Dengan kata lain, Yokohama Chinatown merupakan salah satu tempat terbaik untuk melakukan wisata belanja, wisata kuliner, serta wisata kuil di Yokohama.
      (13), (14), (15) Kuil Kanteibyo [foto: Dick Thomas Johnson, Ajari, Kabacchi]
      (16), (17), (18) Kuil Mazu Miao [foto: Lucamascaro, Ajari]
      Rekomendasi
      Berkunjunglah ke Yokohama Daisekai. Tempat ini merupakan sebuah entertainment mall setingi 8 lantai yang berada di Yokohama Chinatown. Disini pengunjung bisa melakukan berbelanja souvenir, mencoba layanan pijat, hingga mengunjungi museum trick art. Terdapat food court yang menyajikan aneka kuliner dari Cina, serta layanan bagi para cosplayer. Sedangkan untuk rekomendasi waktu berkunjung, salah satu waktu terbaik adalah menjelang hingga saat perayaan tahun baru Cina. Akan ada berbagai event yang digelar mulai dari bulan November-Februari, dan di masa-masa tersebut chinatown akan dihiasi dengan berbagai dekorasi cantik yang membuat suasana semakin meriah.
      Akses menuju Yokohama Chinatown
      Yokohama Chinatown bisa di akses menggunakan kereta maupun bus. Jika menggunakan kereta, stasiun terdekat dari kawasan ini adalah Stasiun Motomachi-Chukagai dan Stasiun Ishikawacho.
      Stasiun Yokohama - Stasiun Motomachi-Chukagai: ¥200*, 8 menit, via Minato Mirai Line;
      Stasiun Yokohama - Stasiun Ishikawacho: ¥150*, 7 menit, via JR Negishi Line.
      Untuk akses menuju Stasiun Yokohama, bisa baca disini.
      Untuk akses langsung dari Tokyo:
      Dari Stasiun Tokyo: JR Keihin-Tohoku/Negishi Line Local, ¥540*, 44 menit. Turun di Stasiun Ishikawacho.
      Dari Stasiun Shibuya: Tokyu Toyoko/Minatomirai Line Local, ¥460*, 48 menit. Turun di Stasiun Motomachi-Chukagai. Untuk akses lebih cepat, pilih kereta express (waktu tempuh menjadi 38 menit, harga tiket sama dengan kereta local).
      Dari Stasiun Shinagawa: JR Keihin-Tohoku/Negishi Line Local, ¥450*, 33 menit. Turun di Stasiun Ishikawacho.
      Sedangkan jika ingin menggunakan bus, terdapat 6 rute bus yang berangkat dari Stasiun Yokohama. Dari Sakuragicho Bus Depot, ada 16 rute yang menuju Yokohama Chinatown.
      Trivia
      Yokohama Chinatown pernah menjadi latar cerita dalam manga Garasu no Kamen lho, atau versi Bahasa Indonesia-nya berjudul Topeng Kaca. Tokoh utama manga tersebut, yaitu Maya Kitajima, diceritakan tinggal bersama ibunya di sebuah toko sebelum kabur ke Tokyo demi mengejar kesempatan belajar akting pada Mayuko Tsukikage. Ada yang pernah baca manga itu?
      * * *
      * Harga dapat berubah sewaktu-waktu.
      ** Seluruh foto diambil dari flickr, via creative commons. Credit nama berdasarkan username flickr. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.
      * * *
      Baca juga:
      Side trip from Tokyo (1): Yokohama
      - Yokohama Chinatown, Kenapa Harus Kesana?
      - Serba-serbi Minato Mirai 21, Landmark Kebanggaan Yokohama
      Side Trip From Tokyo (2): Kawasaki
      - Yang Seru dari Kawasaki: Ikuta Ryoukuchi Park
      Side trip from Tokyo (3): Kamakura
      - Inspirasi Itinerary Kamakura: Obyek Wisata + Hiking Trail
      - Setengah hari di Kamakura, kemana saja?
      - Seru-seruan di Kamakura, mulai dari pantai hingga aneka event tahunan
      Side Trip from Tokyo (4): Enoshima
      - Yang Wajib Dikunjungi di Enoshima
      Side trip from Tokyo (5): Narita
      - Transit di Narita, Main Kesini Dulu Yuk!
    • By hardcolefan
      Sorry nih kalo salah kamar, mau nanya...
      Kalo di Thailand ada market yg khusus jual fashion buat cewe tomboy ga sih?
      Contohnya yg kaya gini nih
       



      atau misalnya ada yg tau wholesale market khusus cewe tomboy?
      Bisa dijadiin peluang bisnis soalnya :)
    • By shata
      Meskipun Grand Bazaar adalah pasar yang kondisinya cenderung teratur dan luas lorongnya cukup besar (jadi gak perlu empet2an), siapapun yang mau ke pasar ini harus tetep berhati-hati! Saya punya beberapa tips yang bisa Jalan2ers jadiin panduan kalau mau blusukan di Grand Bazaar supaya kegiatan berbelanjanya bisa sukses 
       
         
       
      Kalau Jalan2ers mau eksplor Grand Bazaar seharian, sebaiknya barang2 pribadi yang cukup besar atau berat seperti kamera gak usah dibawa (bisa ditinggal di penginapan). Selain karena alesan keamanan, lama2 Jalan2ers pasti bakalan pegel juga kalau bawa barang berat2. nanti akibatnya jadi gak kuat bawa barang belanjaan... Gak mau kan?  Biar makin tambah aman, gak ada salahnya tas yang berisi barang2 pribadi Jalan2ers terus berada di pengawasan Jalan2ers. Kalau ransel mungkin bisa di kedepanin, kalau tas selempang bisa di selempang kedepan juga. Buat Anda yang mau lama di area dalem Grand Bazaarnya, sebaiknya ke toilet dulu. Toilet ada di seberang salah satu pintu masuk utama. Saya yakin sih di dalem Grand Bazaar juga ada toilet tapi pasti susah nyarinya. Takut Anda malah nyasar..  Jangan termakan rayuan maut dan muka tampan para pedagang laki2 di Grand Bazaar ya Jalan2ers! Nawar mah tetep kudu tapi berapa persen bisa ditawarnya emang tergantung barang dan pedagang masing2, Tapi apa salahya coba tawar 50 % dari harga yang diberikan. Kalau kita udah bersikeras dan gak dikasih juga ya berarti emang belum rejeki   Nah biar nawar dan komunikasi ke para pedagang lebih lancar, coba minta bantuan tour guide yang orang Turki (kalau menggunakan jasa tur biasanya ada tour guide dari negara yang dituju) atau kalau ada, temen Jalan2ers yang bisa bahasa turki atau orang turki. Mereka pasti lebih ngerti cara2 jitu nya kaaan  :) Barang2 yang dijual di salah satu kios sebenernya bisa Anda temuin lagi di kios2 lain yang ada di Grand Bazaar. Kalau Anda punya banyak waktu dan tenaga buat nyari yang mana yang terbaik atau yang termurah, ya monggo.. tapi kalau saya bilang harga dan kualitasnya sih gak akan jauh beda. Tenaga dan waktu Anda mending dihemat buat cari barang2 yang unik lainnya. Produk kulit yang dijual di Grand Bazaar merupakan kulit asli sehingga harganya memang cukup mahal. Pilihan produk2 kulit juga macem2, ada jaket, coat, dan pakaian2 lainnya. Saya gak begitu suka bahan kulit jadi gak merhatiin kios2 yang jual produk kulit. Buat Jalan2ers yang mau beli, biar gak ketipu sama kualitasnya, coba tanya2 sama tour guide kalau ikut tur atau cari info dulu sebanyak2nya dari internet atau dari komentar orang yang udah pernah beli produk2 kulit di Grand Bazaar. Grand Bazaar  memang merupakan pasar yang paling lengkap isinya dengan kerajinan tangan, aksesoris, oleh2, dan barang2 lain yang 'turki banget'. Tapi kalau menurut saya, barang2 yang ada di Grand Bazaar agak2 setipe antara satu kios dgn kios lainnya dan gak nunjukin keunikan seperti yang saya harapkan. Ibaratnya gini: di Jakarta banyak toko2 yang menjual craft khas Indonesia, contohnya batik. Nah kalau orang2 mau cari batik yang motifnya lebih beragam dan lebih unik dengan harga yang lebih murah, pasti nyari di kota2 di Jawa seperti Solo, Jogja, Madura, dsb, kan? Sama nih kayak yang saya rasain pas di Grand Bazaar. Saya nemuin gelang dengan motif turki yang bagus banget di salah satu toko aksesoris deket hotel saya, saya gak beli karena yakin di Grand Bazaar ada. Gak taunya di Grand Bazaar aksesoris2 seperti gelang dan kalung bentuknya standar, motifnya juga, dan di setiap kios hampir sama. Begitu pun pas saya ada di Cappadocia. Waktu saya ngelewatin kios2 jualan di deket pintu masuk mau ke Underground City, saya menemukan barang2 dan kerajinan tangan khas turki yang motifnya jauh lebih unik dan beragam. So, kalau Jalan2ers punya waktu yang cukup lama di Istanbul atau bahkan sempet ke kota2 lain di Turki, coba jangan terpaku untuk beli banyak barang di Grand Bazaar. Sisakan uang dan waktu buat liat barang2 di pasar atau kios2 lain. Siapatau Anda bisa nemuin yang sangat unik dan sesuai sama mau Anda  :) Walaupun tips ke 7 dari saya terkesan bahwa saya gak terlalu suka barang2 yang dijual di Grand Bazaar, saya tetep bilang bahwa ada banyak barang menarik yang bisa dibeli di Grand Bazaar. Nah dari sekian banyak barang yang numplek blek di Grand Bazaar, saya mau nyebutin beberapa barang yang menurut saya adalah barang yang paling sering dilirik dan dibeli sama para pengunjung di Grand Bazaar. Apa ajaahhhh?? cekidots!
       
      Lampu
      Jalan2ers pernah nonton film atau liputan yang menggambarkan adegan2 di timur tengah gak? merhatiin lampu2 yang ada di adegan2 itu gak? hohoho karena lampu2 khas timur tengah banyak banget dijual di Grand Bazaar, bahkan sepertinya di seluruh Turki. Ada lampu meja, lampu dinding, lampu atas, dan lampu yang buat ditaruh di lantai. Bentuk2nya bisa langsung diliat di foto ini:
       

       
      Buat para desain interior, kolektor lampu, atau Jalan2ers yang seneng ngehias rumah, pasti suka banget deh. Saya pun sukaaa! Tapi apadaya saya ke Turki nya gak naik jet pribadi, jadi harus hati2 deh sama berat bagasi yang saya bawa   Tapi karena udah naksir berat, saya tetep beli lampu meja yang berukuran paling kecil. Oiya kalau gak salah, pelapis lampu2 ini ada yang dari kuningan (seperti yang saya beli), perak, dan emas asli. Kebayang kan yang emas asli mahalnya kayak apa? Tapi jelas gak akan pudar sih   Bagian yang warna-warni di lampu terbuat dari potongan kaca berbentuk kotak, segitiga, dll, yang diwarnain dulu terus ditempel satu2. Super cool! Harga lampu ini macem2, makin gede, makin ribet susunan kacanya, lapisan terbuat dari emas, tentu makin mahal. Yang paling murah jelas lampu meja yang ukurannya paling kecil kayak yang di sebelah kanan atas foto. Harga yang saya dapet setelah tawar menawar sekitar Rp 60.000 an. Harga ini udah termasuk sama bohlam nya ya Jalan2ers~~
       
      Keramik khas Turki
      Sama seperti lampu, kios dan pedagang yang menjual keramik2 khas turki ada dimana2. Saya akui, keramik2 dengan mozaik khas turki ini memang sangat bagus tetapi lagi2 kita harus perhatikan berat keramik yang kita beli. Jangan sampai melebihi batas berat yang diperbolehkan maskapai. Bentuk kerajinan keramik yang paling umum adalah yang berbentuk piring dan mangkuk kayak foto berikut ini: 
       

       
      Pembuatan keramik ini hampir sama kayak lampu, dibentuk dulu keramiknya baru ditempelin mozaik2 yang sudah dicat sesuai dengan motif yang diinginkan. Keramik2 ini cocoknya memang sebagai pajangan sih.. soalnya bagus2 banget motifnya, jadi sayang kalau dipake. Harganya juga gak terlalu mahal sih, hampir tiap kios pedagangnya bisa diajak tawar-menawar ego. Buat mangkuk yang paling kecil waktu itu saya sekitar Rp 40.000-an. Makin gede ukurannya dan makin ribet mozaiknya pastilah lebih mahal.
       
      Nazar (Evil Eyes)
      Jalan2ers tau legenda evil eyes atau mata setan? kalau menurut info2 yang saya baca, evil eyes adalah pandangan atau rapelan jahat yang dipercaya oleh beberapa kebudayaan, apabila pandangan ini dibuat oleh seseorang yang sirik atau gak suka sama orang lain dan ditujukan buat orang tersebut, orang tersebut bakal sakit atau terluka. Nah di Turki banyak beredar semacam jimat yang ditujukan buat menangkal kejahatan ini. Jimat ini disebut dengan Nazar. Seiring berkembangnya pariwisata di Turki, Nazar jadi benda yang khas turki. Benda ini dijual hampir di berbagai tempat perbelanjaan di Turki. Bentuk bulat dan motif (seperti foto dibawah) di Nazar gak cuma dijadiin jimat aja, tapi juga gelang, liontin, pembatas buku, motif di kaus, gantungan HP, dan banyak lagi. Saya rasa Nazar atau aksesoris2 lain dengan Nazar paling cocok buat dijadiin oleh2 karena mudah dicari, bentuknya beragam, berguna (buat orang2 yang percaya akan legenda mata setan) dan yang penting: turki banget. Harganya juga gak terlalul mahal, kisaran Rp 10.000-100.000 per pieces tergantung bahan dan bentuk.
       

      Motif khas yang ada di Nazar
       

      Contoh aksesoris lain yang ada unsur Nazar nya
       
      Makanan & Minuman Ringan khas Turki
      Kalau gak mau ngasih Nazar untuk oleh2, alternatif kedua yang menurut saya paling cocok untuk dijadiin oleh2 adalah makanan dan minuman ringan khas turki. Makanan dan minuman khas turki ada banyak macamnya tapi yang paling banyak dijual di Grand Bazaar adalah turkish delight, kacang-kacangan, kopi dan teh khas turki. Keempat panganan ini banyak banget rasa dan jenisnya. Detail tentang turkish delight akan saya post di artikel selanjutnya. Turkish delight yang dijual di Grand Bazaar ada yang kiloan ada juga yang sudah dikemas dengan kemasan yang menarik. Kalau buat oleh2 mungkin lebih enak dan lebih simpel yang kemasan. Untuk teh khas turki ada teh tradisional yang dicampur dengan herba, teh rasa buah, dan banyak lagi. Yang paling terkenal dan banyak direkomendasiin orang turki adalah apple tea alias teh rasa apel. Saya beli 1 pack kecil apple tea harganya sekitar Rp 20.000 an dan rasanya cukup enak. Kalau kacang2an ya seperti kacang almong, pistachios, dan kacang2 lainnya yang banyak beredar di timur tengah.
       
       

      Turkish delight yang kiloan (atas) dan bentuk kemasan (bawah)
       

      salah satu merk turkish apple tea
       

      salah satu merk kopi khas turki
       
      Selain keempat barang ini tentunya masih banyak barang2 lain yang menarik dan sesuai sama selera Jalan2ers. Saya disini cuma mau nyebutin aja yang mana yang paling menarik dan bisa dibilang hampir gak bisa kita temuin di Indonesia. So, pegimana neh Jalan2ers? udah kebayang mau beli apa atau mau nitip apa saat kerabat Jalan2ers ada yang ke Grand Bazaar? 
    • By astinsoekanto
      kemarin saya dan teman-teman sengaja keliling kampung pecinan semarang. ternyata, sangat indah sekali dan penuh nilai sejarah. ada 8 klenteng yang kami kunjungi, salah satunya adalah klenteng tay kak sie yang ada di gang lombok dan didirikan di tahun 1740. tour keliling kampung pecinan ini berakhir di kampung semawis sambil wisata kuliner. sayang sekali, hujan mengguyur deras, sehingga banyak warung tenda yang tutup. padahal saya ingin memesan sosis. aduh lezat sekali. 
       

       

       

       

       

       

       

       
       
    • By ameryudha
      TS kemaren lihat-lihat artikel tentang pasar-pasar dunia, tapi sayangnya Mangga Dua dan Tanah Abang ga ada nih dalam daftar. Setiap negara punya pasar yang tenar, dimana banyak banget turis yang dateng kesitu. Selain itu pas TS lihat-lihat, kalo kamu mau ‘eat like a local’ ya kamu kesini. Banyak banget pribumi yang belanja dan makan di sini. Btw, orang Indonesia tuh terkenal banget tukang belanja dimanapun, jadi jangna heran kalo kamu ketemu pedagang yang lancer Bahasa Indonesia nya.
       
      Kali ini sih TS ga akan bahas pasar-pasar yang tenar dikalangan wisatawan Indonesia, malah TS mau ngasih tahu pasar-pasar yang wajib didatangi karena pasar ini merupakan salah satu venue yang must visit dan harganya belum jadi harga turis. TS lupa nih ngambil artikel ini di mana, tapi ya seengganya arus informasi ga terhenti di TS.
       
      1.Borough Market, London, Inggris
      Borough Market yang ada di London ini merupakan pasar tertua di London dimana hampir 800 tahun berada di sana. Yang bakal kamu lihat disini adalah lebih dari 100 pedagang yang jualan segala rupa, mulai dari makanan, konfeksi, keju-kejuan, wine, bir, buah-buahan, sayuran, bumbu, daging, ikan-ikanan dan seafood, selain itu juga disana banyak banget yang jualan authentic foods gitu. Seneng lah pokonya kalo maen ke Borough Market, tempatnya juga TS lihat di fotonya bersih gitu. 
       
      2.Carmel Market, Tel Aviv, Israel
      TS ga tahu kenapa daftar ini ada di List tapi TS lihat-lihat sih bagus juga ya. Disini tempat orang-orang mencari bahan makanan, jadi kalo mau ‘eat like a local’ ya kamu datang kesini.  Berhubung temen TS satupun belum ada yang kesini jadi TS pure ngambil dari internet soal Carmel Market ini. Menurut artikel yang TS baca , yang harus kamu coba adalah Fresh-Baked Bourekas dan juga smoky grilled sausages. Tempat yang harus didatangi namanya Minzar, ah entar juga kalo ente maen-maen kesini bakal tahu.

       
      3. Daging Ikan Paus di Fish Market Bergen, Norweygia
       
       Buat yang suka ikan aneh-aneh , Fish Market di Bergen, Norwegia ini menyediakan berbagai macam ikan yang langsung diangkat dari perairan Nordic, dimana banyak sekali ikan lezat yang bisa dimakan ( kalo ente pada thau, salmon terbaik itu dari perairan Nordic). Yang menarik, disini kamu bisa membeli daging paus.

      4.Jemaa- el Fnaa, Marrakesh, Marocco
       Apa yang paling menarik di Marocco ? kota tua dengan berbagai atraksi, yang TS bayangin sih ada show-show timur tengah seperti Belly Dance, fotune tellers, juga atraksi ular-ularan ( itu loh yang pawing ular niup trompet, terus ularnya keluar berdiri) .  Nah kalo kamu datang ke Marrakesh, kamu bakal nemuin market yang menarik banget kaya di bayangan TS gitu, pokonya eksotik abis dah. Eh kalo malem-malem rame juga katanya, banyak makanan gitu. Tapi kalo kamu nanya-nanya sama TS sih, ya TS mah ga tau. Cuma sekedar informasi aja sih.

      liat dibanding traditional market, tempat ini lebih mirip pasar yang kebakaran
       

      5. La Boqueria, Barcelona, Spnyol
      Barcelona emang menyimpan banyak cerita, mulai dari lagu sampe tim sepakbola. Legend banget deh Barcelona ini. Termasuk buat kamu yang suka jalan-makan, Barcelona ini nyimpan banyak banget hidden gems yang wajib didatangi. Nah menurut temen TS yang ada di Spanyol sana ( yeh, mungkin ente kenal sama temen TS yang kemaren-kemaren sering muncul di FR TS). Katanya salahs atu pusat kuliner Spanyol itu ada di Barcelona, dimana yang paling tenar itu di La Boqueria Market, disana banyak banget tukang jualan makanan. Jadi kalo kamu ke Barcelona dan mau menghemat duit atau makan ‘ eat like a loca’ ya kamu dateng kesini dong.

       
      6Daging Kanguru di  Queen Victoria Market, Melbourne, Australia
      Nah kamu pernah berkunjung ke Melbourne ga ? mengunjungi pujaan hati atau siapalah disana. Di Melbourne ini ada pasar yang gede yang mau beli apa aja pasti adakalo kata om Wikipedia soul of Melbourne. Eh disini mereka jual daging kanguru dan daging buaya loh. Menurut TS sih kalo kamu udah bingung mau ngapain di Melbourne, ya kamu jalan aja kesini. Banyak yang bisa diliat juga ko disini.  Eh ada yang udah pernah makan daging Kanguru ?

      6. Les Halles de Paul Bocuse, Lyon, France
      Pas googling, TS menemukan Les Halles di Paris dan di Lyon, tapi TS mau bahas yang di Lyon. Abis TS lihat di Map itu mereka terbentang 290 Mil, artinya bukan tempat yang sama kan ?! kalo di Paris sendiri Les Halles nya dibangung tahun 1800an, bentuk bangunannya bagus gitu deh. Nah kalo di Lyon ini bangunannya dari kaca-kaca gitu, ya sama sih sebenernya. Sebenernya Les Halles ini chain supermarket bukan sih ?!
       
       Tapi intinya disini kamu bisa menemukan banyak makanan, dari mulai yang mentah sampe yang udah jadi makanan. Tempatnya juga kayak Mall gitu. Terus disebut-sebut sebagai Food Heaven gitu deh, TS mah ga tau yah.  Coba Wet Market di Indonesia bentukannya begini, ga bau amis, terus orangnya tertib, kayanya bakal menarik deh.
       
      7. Mercado de la Merced, Mexico City, Mexico
      Menurut Wikipedia The La Merced Market merupakan salah satu pasar tradisional yang memiliki nilai sejarah dan paling terkenal di Mexico City. Disini mereka menjual berbagai macam produk dengan harga retail yang kompetitif.  Dibangun pada tahun 1860 dan berdiri makin megah hingga sekarang, dimana katanya tempat ini merupakan pusat jual-beli terbesar di Mexico city.   Kamu tahu ga yang dijual disini tuh semua produk yang dihasilkan Mexico city, bukan Cuma sayur atau daging, bahkan perempuan aja dijual disini alias tempat ini juga merupakan pusat prostitusi Mexico City. 

      8 Mercado del Puerto, Montevideo, Uruguay
      Mercado del Puerto adalah sebuah pasar yang paling yahud di  Uruguay, TS ga banyak menemukan keanehan tapi intinya semua orang yang kesini setuju kalo daging yang dijual di pasar ini murah banget. Surganya para karnivora ya disini. Kalau makan disini, harga steaknya murah dan porsinya setengah kilo ( steak setengah kilo yang pernah TS dapet itu di Skipjack harganya Rp. 275rb, kalo disini ga tahu deh berapa).

       

      Menurut TripAdvisor Mercado del Puerto ini merupakan atraksi nomor 3 di Montevido, dimana sebenernya ga banyak hal yang bisa di lakuin di kota ini. Bahkan menurut beberapa orang kota ini ga worth untuk dikunjungi, tapi satu hal yang bikin mereka balik lagi ke Montevido yaitu Mercado del Puerto ini. Selain daging-dagingan mereka juga jual ikan, terus tempatnya itu rapih dan bersih gitu. Lihat aja di foto.
       
      9.Mercato Centrale, Bologna, Italy
      Kamu tahu dong kalo Food Capital nya itali itu adalah Bologna, apa ?! kamu ga tahu ? ah cupu, itu kan spagethi suka ada tag Spagethi Bolognes, nah itu berasal dari Bologna. Ternyata sumber bahan makanannya ini berasal dari Mercato Centrale Bologna.  Selain itu , buat kamu yang suka masak yang aneh-aneh ala itali itali gitu disini kamu bisa menemukan berbagai macam bahan masakan yang sudah di keringkan untuk dibawa pulang ke tanah air, sebagai contoh Prosciutto Parma, Grana Padano, sampe Balsamic Vinegar ( TS juga ga tahu bentuknya gimana).

      Menurut web Savoure yang TS buka hari ini, Highlight di Mercato Centrale adalah toko yang bernama A.F.Tamburini, sebuah toko yang sudah berdiri selama 78 tahun dimana kamu bisa makan ravioli, tagliatelle, dan tortelli yang dimasak dengan bumbu ragu Bolognese yang melegenda itu.

      10.Spice Bazaar, Istanbul, Turkey
      Spice Bazaar di Istanbul merupakan top 10 Atraksi yang bisa dilakukan di Istanbul ini. Kenapa ? karena disini kamu bisa mendapatkan berbagai macam barang dengan harga murah, barang local tentunya dimana kalo kamu ke Istanbul, nama Spice Bazaar udah berubah jadi Egyptian market.  @shata kesini ga waktu di Turki ? ada apa sih disini?

       Disini kamu juga bisa beli oleh-oleh gitu, soalnya mereka juga buah kering hingga perhiasan. Salah satu toko yang recommended kayanya sih Malatya Pazari, aduh TS ga tahu ini tempatnya dimana. Eh kamu tahu ga, beberapa buah kering itu buah nya diambil dari Indonesia, terus kalo kamu beli the famous Turki tea , itu pucuk tehnya ngambil dari Indonesia juga, kabarnya kopinya juga bijihnya itu dari Aceh.
       
      11 St. Lawrence Market, Toronto, Canada
      Dinobatkan sebagai world best market tahun 2012 oleh majalah National Geographic, sudah jelas mereka menawarkan berbagai macam barang yang memang memiliki keunggulan kompetitif bukan hanya dari soal kualitas, kuantitas, tapi harga pun mereka bagus. Selain itu , disana kamu juga bisa menikmati crowd pasarnya dengan ‘tenang’, karena TS lihat dari fotonya sih bersih gitu traditional marketnya. Selain itu , yang wajib kamu coba disini adalah peameal bacon sandwich yang dijual oleh sebuah pastry yang bernama Carousel Bakery. Uniknya di haris Sabtu , banyak orang dateng buat nonton cooking demo gitu, suka ada seminar juga yang diadakan oleh dosen-dosen, isinya ya macem-macem, penjelasan tentang traditional market atau flow barang dari market ini. Ya pokonya tempat ini menarik banget.
       

    • By hobijalan2poto2
      Gong Xi Fa Cai Xin Nian Kuai Le, sahabat Travellers. Semoga di tahun yang baru
      ini kita semua sehat, panjang umur, sukses dan sejahtera. Ngomong-ngomong Imlek,
      sudah pasti kalau perayaan ini erat kaitannya dengan etnis Tionghoa. Di Indonesia,
      etnis Tionghoa dikenal punya kampungnya masing-masing, atau Pecinan. Nah, di
      Balikpapan Pecinannya ada nggak sih? Kalau mau wisata pas Tahun Baru Cina apa aja
      yang menarik disini? Kan ini Kota Bisnis, pasti banyak Cinanya. So? Let's check this
      one out!
       

      Guang De Miao
      Ini kuil paling tua, paling lama dan paling sakral di Balikpapan untuk warga Balikpapan
      terutama etnis Tionghoa. Kuil yang mayoritas dikelir warna merah yang melambangkan
      keberuntungan itu, terletak ditengah-tengah pemukiman warga di Pasar Baru. Warga
      Balikpapan, khususnya warga asli Balikpapan yang lahir dan besar disini, pasti
      menyebut nama kuil kesayangan mereka sebagai 'tempekong'.
      Buat sahabat travellers yang mau wisata kemari, jangan bilang mau ke Guang de Miao.
      Pasti nggak ada yang tau. Cukup bilang tempekong Pasar Baru, siapapun asal dia warga
      Balikpapan pasti tau. Cukup mudah menjangkaunya, dengan angkot bisa naik nomor 5
      atau 6 yang mengarah ke Pusat Kota. Biasanya akan ramai jelang Tahun Baru Imlek,
      dan bila lapar dari pagi sampai siang, ada warung makan didepan gangnya, banyak
      berjajar.

      Kampung Baru
      Sebenarnya, memang nggak ada tempat secara spesifik di Balikpapan biar disebut
      sebagai Pecinan. Tetapi didekat Guang de Miao, disekitarnya hidup warga etnis
      Tionghoa. Namun nggak juga besar luasan etnis Tionghoa disini. Bicara soal
      besar, mungkin etnis Tionghoa lebih banyak bermukim di wilayah Kampung Baru.
      Sayangnya, meskipun banyak tidak bisa dikatakan Kampung Baru sebagai Pecinannya
      Balikpapan. Soalnya disana mayoritas bermukim etnis Bugis dari Sulawesi Selatan.
      Petanya warga etnis Tionghoa yang berada di Kampung Baru, adalah dimulai dari Blue
      Sky Hotel Balikpapan hingga Pasar Pandansari. Ya, mereka bergabung dengan warga
      sekitar khususnya etnis Bugis berdagang disini. Dan Kampung Baru sangat mungkin
      menjadi wilayah dengan konsentrasi pedagang yang tinggi dibandingkan tempat-tempat
      lain di Balikpapan. Disini terkenal Nam Min, sebagai kedai yang beraliran Tionghoa.
      Tenang saja, makanan disini halal. Disini akan mudah sahabat temukan warga Tionghoa
      berbicara dalam bahasa Mandarin kental.

      Hotel Blue Sky Balikpapan
      Mungkin ini menjadi hotel satu-satunya yang paling tematik jika berhadapan dengan
      Hari Raya Imlek. Pasalnya pemilik Hotel tua ini adalah etnis Tionghoa, yang
      kepengurusannya diserahkan pada anaknya. Tidak hanya itu, tiap tahun selalu ada Gala
      Dinner Imlek. Saat itu, akan ada Salad Ie Shang yang ternyata menurut legendanya
      disantap sekali setahun khusus menyambut Tahun Baru. Umumnya etnis Tiongoa ya
      g ikut bergabung merayakan Imlek disini lewat Gala Dinner, datang beserta segenap
      Keluarga.
      Harga packagingnya untuk bisa menikmati Gala Dinner satu table berisikan 8 seat meja
      bundar besar, kurang lebih Rp1 juta. Tidak hanya makanan yang full set mulai dari
      salad Ie Shang sebagai appetizer, juga ada menu utama hingga dessertnya semua khas
      Chinesse. Disamping itu, atraksi Barongsai dan aksi Dewa Uang membagi-bagikan
      angpao selalu menjadi hal menarik disini. Untungnya, semua menu yang disajikan
      adalah halal dan tidak hanya etnis Tionghoa yang hadir. Terkadang adalah pebisnis
      beretnis Tionghoa dan mengundang rekanan bisnisnya, atau keluarga besarnya yang
      sudah berbaur dengan pemeluk agama lain.
       

      E Walk BSB
      Ini adalah mall, dan satu-satunya mall yang tematik di Balikpapan. Selalu ada tema
      terbaru tiap bulan, tiap even termasuk Imlek. Ini juga menjadi destinasi favorit tempat
      wisata warga Balikpapan dan pendatang hingga wisman, ketika jelang Imlek suasanya
      disulap layaknya Pecinan. Dan ada atraksi Barongsainya loh. Meski nggak ada stand
      yang berisikan hal-hal yang otentik dengan Chinesse, tapi kaum urban etnis Tionghoa
      cukup banyak malang melintang ditempat ini.
      Stand yang lagi happening disini adalah Black Canyon Coffee. Tempat nongkrong ini
      menyediakan menu-menu makanan khas Thailand dan juga penyajian kopi yang khas
      Negara Gajah Putih itu. Range harganya memang sangat mahal, mulai dari Rp50-200
      untuk sekali makan dan minum. Satu hal yang menarik adalah menu makanan yang
      berganti-ganti, tematik mengikuti apa yang tengah menarik saat ini.
    • By hobijalan2poto2
      Lokasinya di Phnom Penh, kota terbesar di Kambojaa. namanya Russian Market atau biasa disebut Pasar Toul Tom Poung

      kenapa kok disebut sbg russian market, karena dulunya awal pasar ini terbentuk, banyak sekali ekspatriat (warga negara yang telah meninggalkan kewarganegaraannya) Rusia yg udah menetap di Kamboja belanja disini..

      Bagi anda yang suka berlibur dan berbelanja serta menemukan barang – barang bagus dengan harga terjangkau, (siapa yah yg gak seneng barang bagus n murah meriah) Russian market bikin lupa waktu. Apapun yang anda inginkan ada disini baik souvenir atau buat dipake sendiri, bahkan penjahit untuk membuatkan anda baju dengan kain-kain yang berkualitas tersedia di Russian market.
      yah mungkin kayak pasar beringharjo kalo di Jogja, atau mungkin Pasar Tanah abang kalo di Jakarta mungkin yaa...
      tapi kalo disini komplet plet plet






      Untuk hasilnya? Jangan ragukan lagi! Mau belanja pakaian, tas, sepatu, kain, barang – barang antik, perhiasan, perak, music dan sebagainya?
      Pasti Russian market yang dipilih menjadi tujuan belanja anda. Sempat atau tidak, disempetin deh ke sini!