• 0
Sign in to follow this  
D_GUNN3R1

Alas kaki untuk Hiking

Question

mau tanya nih, kalau Hiking ke Gunung lebih suka pakai apa?

Gunungnya yang biasa dan ga menantang deh, yang sudah ada track seperti Gunung Gede.

Kalau buat saya sih lebih suka pake sendal gunung yah. Biasa yang merek Eiger aja yang murah meriah.

Ada juga temen yang lebih prefer pake sendal jepit, katanya lebih enak. Tapi katanya dia selalu bawa sendal cadangan,

sering copot waktu hiking he2.

Terus ada juga temen yang pake sepatu, katanya takut ketendang batu nanti berdarah....

Share this post


Link to post
Share on other sites

7 answers to this question

  • 0

Kalo saya sih pake sepatu gunung merek hitech v-lite, ya emang berat dikit, tp jalannya jd lebih seimbang, ga gmpg kepleset, apalagi pas turun, loncat2 ga sakit kaki gan, kalo gamau masuk air pake yg waterproof. kalo pake sendal, pas malem2 kena basah dari kabut kaki jd kedinginan, pas turun gunung paling sering putus sendalnya. Tp kalo pake sepatu, saya selalu bawa sendal jg, soalnya kalo udah nenda, mau ke mana2 enaknya pake sendal.

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

kalo saya waktu itu pasti pake sendal gunung merek eiger...enak dipake....dan gampang dibersihinnya...buat ke gunung gak slip....

pokok eiger pilihan palling ok kalo buat naik gunung...

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Gede banget boss sepatunya, emag berapa duit segini.

modelnya sih mirip2 kaya colombia..tapi kuat & tahan air?

licin ga?

sekitar 250rb-300rb harganya..

tahan air sih engga mungkin..

soalnya ada bahan mesh gitu pasti tembus..

kalo kuat sih kuat soalnya barang original.

dan ayng pasti nyaman ga takut kena ranting :lol:

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

mau tanya nih, kalau Hiking ke Gunung lebih suka pakai apa?

Gunungnya yang biasa dan ga menantang deh, yang sudah ada track seperti Gunung Gede.

Kalau buat saya sih lebih suka pake sendal gunung yah. Biasa yang merek Eiger aja yang murah meriah.

Ada juga temen yang lebih prefer pake sendal jepit, katanya lebih enak. Tapi katanya dia selalu bawa sendal cadangan,

sering copot waktu hiking he2.

Terus ada juga temen yang pake sepatu, katanya takut ketendang batu nanti berdarah....

maaf sebelumnya, ijin share.

apapun bentuk gunungnya, selama dalam perjalanan sangat baik menggunakan alas kaki sepatu. Karena kegiatan outdor seperti ini tergolong beresiko tinggi. Setahu yang saya baca, tidak ada satu pun perkumpulan dalam bidang ini yang merekomendasikan untuk memakai sandal.

jika tidak punya sepatu gunung, bisa gunakan sepatu bola, sepatu lari atau apapun, asal bukan sandal.

saya pribadi tetap membawa sandal kok untuk digunakan saat sedang bersantai di lokasi camp.

maaf kalo salah, hanya sekedar sharing :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By kjadventure
      Lokasi : Gunung Merbabu, Jawa Tengah
      Tanggal : 10 - 11 Desember 2016
      Biaya : IDR 500.000
      Meeting Point Semarang
      Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting & Selo merupakan jalur pendakian terindah gunung merbabu. Di kedua jalur ini terhampar luas sabana yang akan memanjakan mata para pendaki dan juga bisa menjadi objek photography karena memiliki pemandangan yang menakjubkan. Selain itu melalui jalur ini dapat dilihat beberapa gunung diantaranya Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, Gunung Lawu
      FASILITAS
      INCLUDE
      - Transport Semarang – Basecamp Suwanting
      - Transport Basecamp Selo - Semarang
      - Tenda Kapasitas 4 orang (Sharing tenda)
      - Alat Masak per tenda
      - Guide
      - Logistik Pendakian
      - Souvenir KJAdventure
      - Porter Tim
      - Makan selama pendakian
      EXCLUDE
      - Perlengkapan pribadi
      - Makan di luar camping
      - Porter pribadi
      SYARAT & KETENTUAN
      - Meeting Point Stasiun Tawang/Poncol Semarang (untuk yang naik kereta)
      - Meeting Point di Jatingaleh (untuk yang naik bus)
      - Calon Peserta diwajibkan membayar uang muka 50% (Rp 225.000) maksimal H+2 setelah pendaftaran
      - Pelunasan masksimal H-7 sebelum berangkat
      - Calon Peserta yang sudah transfer DP akan langsung tercatat sebagai peserta
      - Peserta yang sudah transfer dan mundur sebelum hari H, maka biaya yang sudah di transfer tidak dapat dikembalikan tetapi dapat digantikan dengan peserta lain.
      - Peserta yang sudah transfer dan mundur pada hari H. maka biaya yang sudah di transfer tidak dapat dikembalikan dan dianggap hangus.
      - Apabila ada pembatalan dari pihak kami akan dikembalikan 100%
      - Jika ada Force Majeure seperti bencana alam, politik dan lain-lain di luar kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu atau membatalkan kegiatan akan dibicarakan secara musyawarah.
      - Jika ada Force Majeure dan hasil musyawarah adalah dibatalkannya kegiatan, maka uang akan dikembalikan kecuali uang untuk transportasi.
      - Tidak menerima booking tanpa DP
      - Peserta dianggap mengerti dan menyetujui semua ketentuan di atas
      PENDAFTARAN
      - Informasi kuota peserta ke :
      CALL/SMS/WA :0821-1074-9949
      SMS/WA : 0857-8111-6493
      BBM : 584DDCF8/7E7013C7
      - Kirim SMS/WA/BBM pendaftaran dengan format :
      Pendakian Gunung Merbabu
      Nama :
      No HP :
      Domisili :
      Meeting Point :
      Email :
      - Pembayaran DP minimal 50% ke Rekening Bank BCA 0354177214 a/n Muhamad Kamal maksimal H+2 setelah pendaftaran
      - Bukti pembayaran kirim melalui SMS/WA ke no 0857-8111-6493/0821-1074-9949
      - Peserta akan dinyatakan fix ikut apabila sudah melunasi pembayaran
      - Apabila peserta tidak jadi ikut, pembayaran tidak dapat dikembalikan tetapi dapat digantikan oleh orang lain
      ITINERARY
      Hari 1, Sabtu
      05.00 – 06.30 : Kumpul di Meeting Point Stasiun Poncol/Tawang Semarang
      06.30 – 09.00 : Perjalanan ke Desa Suwanting
      09.00 – 10.00 : Repacking dan pengurusan perijinan pendakian
      10.00 – 10.30 : Basecamp – Pos Ojek
      10.30 – 11.00 : Pos Ojek – Pos 1(Lembah Lempong)
      11.00 – 11.30 : Pos 1(Lembah Lempong) – Lembah Gosong
      11.30 – 12.00 : Lembah Gosong – Lembah Cemoro
      12.00 – 13.30 : Lembah Cemoro – Pos 2(Shelter Bendera)
      13.30 – 17.00 : Pos 2(Shelter Bendera) – Dampo Awang
      17.00 – 17.30 : Dampo Awang – Pos 3 (Camp Area)
      17.30 – 00.00 : Mendirikan tenda, masak, istirahat
      Hari 2, Minggu
      03.30 – 04.00 : Persiapan Summit Attack
      04.00 – 07.00 : Summit Attack
      07.00 – 09.00 : Puncak Kentheng Songo & Triangulasi
      09.00 – 10.00 : Puncak – Sabana 2
      10.00 – 10.30 : Sabana 2 – Pos 3
      10.30 – 11.30 : Pos 3 – Sabana 1
      11.30 – 13.30 : Sabana 1 – Pos 2
      13.30 – 14.00 : Pos 2 – Pos 1
      14.00 – 17.00 : Pos 1 – Basecamp Selo
      17.00 - 19.30 : Bersih bersih dan istirahat
      19.30 – 23.00 : Basecamp Selo – Semarang, Disarankan untuk mencari tiket kereta dengan keberangkatan diatas jam 23.00 WIB.
      *NOTE : Itinerary menyesuaikan kondisi di lapangan
      PERLENGKAPAN
      Perlengkapan Tim
      - Tenda (Sudah disediakan)
      - Alat Masak + Bahan Bakar (Sudah disediakan)
      Perlengkapan Pribadi
      - Tas Carrier
      - Geiter
      - Kostum Treking (Baju & Celana Lapangan)
      - Jaket Gunung (WAJIB)
      - Sleeping Bag (WAJIB)
      - Matras Biasa / Matras Aluminium (WAJIB)
      - Jas Hujan / Ponco (WAJIB)
      - Sepatu Outdor (WAJIB MENGGUNAKAN SEPATU)
      - Sendal Gunung
      - Kupluk / Topi / Slayer / Buff (WAJIB)
      - Pakaian Ganti (Baju, Celana, Dalaman) (WAJIB)
      - Sarung Tangan & Kaos Kaki (WAJIB)
      - Alat Makan (Piring, Gelas, Sendok, Garpu, dll) (WAJIB)
      - Botol Minum (WAJIB)
      - Obat-Obatan Pribadi (WAJIB)
      - Alat Bersih-Bersih(tisu dll) (WAJIB)
      - Senter / Headlamp (WAJIB)
      - Baterai Cadangan (WAJIB)
      - Trash Bag Sedang (WAJIB)
      - Masker
      - Trekking Pole
      * Perlengkapan yang ada keterangan WAJIB harus dibawa demi keamanan dan kenyamanan peserta
      LOGISTIK
      Logistik Tim
      - Sudah disediakan
      Logistik Pribadi
      - Buah-Buahan seperti pear, apel, pisang dll
      - Cemilan seperti tango,oreo,silverqueen,coki-coki dll
      - Air Minum (minimal 1.5 liter)
      CP :
      > 0821-1074-9949 TELP/SMS/WA
      > 0857-8111-6493 TELP/SMS/WA
      BBM : 584DDCF8/7E7013C7
      Untuk tiket kereta disarankan
      1. JKT - SMG : Tawang Jaya 23:00 - 05:52
      2. SMG - JKT : Matarmaja 02:50 - 09.45
      http://www.backpackerindonesia.com/node/120090
      https://www.triptrus.com/trip/menikmati-sabana-gunung-merbabu
       

    • By aRai
      [OpenTrip] 2D1N CamCer di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan - Garut
      Lokasi yang dituju:
      1. Kawah Papandayan
      2. Pondok Salada
      3. Hutan Mati
      4. Ghober Hoet
      5. Tegal Alun (Bunga abadi Edelweis)
      6. Curug Orok (Bonus masa promo)
      Biaya 400.000,- IDR/orang (minimal 12 orang)
      Titik Kumpul : Sabtu 10 September 2016 Jam 07:00 di Terminal Guntur, Garut
      Biaya termasuk :
      - Kendaraan antar jemput
      - Simaksi/Perijinan Pendakian Gunung Papandayan
      - Perlengkapan Kemping (Tenda, SB, Matras, Alat Masak)
      - Team Leader
      - Makan 3x (Siang, Malam, Sarapan)
      - Air Mineral
      - Kopi
      - Senyuman
      - Bonus ke Curug Orok / Air Terjun Bayi (Promo)
      - Tiket masuk wisata
      - Asuransi
      - Dokumentasi
      Biaya yang tidak termasuk :
      - Transportasi menuju titik kumpul
      - Makan diluar fasilitas
      - Keperluan pribadi
      - Biaya lain diluar yang disebutkan di atas
      Java Trip adalah jasa pelayanan wisata yang berasal dari Garut (warga lokal) yang mengedepankan kenyamanan, keamanan dan mengutamakan pelayanan peserta dengan kekeluargaan.
      Info lebih lanjut bisa menghubungi
      aRai
      0818-578-438 (WhatsApp/Sms/Telpon)
      0812-98011792 (Telpon/Sms)
      5C734D56 (BBM)



    • By Berangan Trip Organizer
      Ranu Kumbolo adalah sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Terletak di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru, dan merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ranu Kumbolo ada di jalur pendakian menuju puncak Semeru (Mahameru). Tempat ini biasa dijadikan sebagai bumi perkemahan dan tempat beristirahat sebelum mendaki ke puncak.
       

      Date :
      28 – 29 Mei 2016 Itinerary :
      Hari 1 (B, L, D)
      Pukul 07.00 peserta berkumpul di meeting point (Stasiun Malang). Setelah sarapan, kita akan berangkat menuju Ranupane, pintu gerbang pendakian Gunung Semeru. Diperkirakan pukul 12.00 tiba di Ranupane, makan siang terlebih dahulu, kemudian melakukan pendakian menuju Ranu Kumbolo. Pendakian sejauh 10 km akan ditempuh selama + 6 jam. Malam hari setibanya di Ranu Kumbolo, kita akan buka tenda dan menyiapkan api unggun.
      Hari 2 (B, L)
      Pagi hari bisa digunakan untuk melihat sunrise di Ranu Kumbolo. Setelah makan pagi, kita akan menuju tanjakan cinta dan padang rumput Oro-Oro Ombo. Sekitar pukul 10.00 kembali trekking menuju Ranupane selama + 4 jam. Sesampainya di Ranupane, makan siang terlebih dahulu, kemudian melakukan perjalanan kembali ke kota Malang. Diperkirakan pukul 19.00 sudah tiba di Malang, dan trip berakhir.
      (B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)
      Price : Rp. 800.000/pax
      Quota : min. 10 pax
      Include :
      Transportasi Malang – Tumpang PP Jeep Tumpang – Ranupane PP Makan 5x Minum (air mineral, teh, kopi) Perizinan masuk kawasan TNBTS Guide Porter Perlengkapan camping (tenda, sleeping bag, matrass, kompor+nesting) Exclude :
      Transportasi ke/dari meeting point Hal-hal yang tidak disebutkan di atas Terms & Conditions :
      Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp. 350.000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran DP, maka DP dinyatakan hangus. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Apabila peserta terlambat datang di lokasi keberangkatan pada waktu yang telah ditentukan, maka peserta dianggap batal dan biaya yang telah dibayarkan dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka DP ataupun biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat. Contact :
      Intan Primadewati
      Call/WhatsApp : +6281233843907 . +6287703039763
      Pin BB : 5368F674
      Indra Yulianto
      Call/WhatsApp : +6281286944675 . +6285645412245
      Pin BB : 75A0A51D
      Email : marketing@berangan.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip
      Website : www.berangan.com
    • By Berangan Trip Organizer
      Ranu Kumbolo adalah sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Terletak di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru, dan merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ranu Kumbolo ada di jalur pendakian menuju puncak Semeru (Mahameru). Tempat ini biasa dijadikan sebagai bumi perkemahan dan tempat beristirahat sebelum mendaki ke puncak.     Date : 28 – 29 Mei 2016 Itinerary :   Hari 1 (B, L, D)
      Pukul 07.00 peserta berkumpul di meeting point (Stasiun Malang). Setelah sarapan, kita akan berangkat menuju Ranupane, pintu gerbang pendakian Gunung Semeru. Diperkirakan pukul 12.00 tiba di Ranupane, makan siang terlebih dahulu, kemudian melakukan pendakian menuju Ranu Kumbolo. Pendakian sejauh 10 km akan ditempuh selama + 6 jam. Malam hari setibanya di Ranu Kumbolo, kita akan buka tenda dan menyiapkan api unggun.   Hari 2 (B, L)
      Pagi hari bisa digunakan untuk melihat sunrise di Ranu Kumbolo. Setelah makan pagi, kita akan menuju tanjakan cinta dan padang rumput Oro-Oro Ombo. Sekitar pukul 10.00 kembali trekking menuju Ranupaneselama + 4 jam. Sesampainya di Ranupane, makan siang terlebih dahulu, kemudian melakukan perjalanan kembali ke kota Malang. Diperkirakan pukul 19.00 sudah tiba di Malang, dan trip berakhir.   (B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)   Price : Rp. 800.000/pax   Quota : min. 10 pax   Include : Transportasi Malang – Tumpang PP Jeep Tumpang – Ranupane PP Makan 5x Minum (air mineral, teh, kopi) Perizinan masuk kawasan TNBTS Guide Porter Perlengkapan camping (tenda, sleeping bag, matrass, kompor+nesting)   Exclude : Transportasi ke/dari meeting point Hal-hal yang tidak disebutkan di atas   Terms & Conditions : Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp. 350.000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran DP, maka DP dinyatakan hangus. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Apabila peserta terlambat datang di lokasi keberangkatan pada waktu yang telah ditentukan, maka peserta dianggap batal dan biaya yang telah dibayarkan dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka DP ataupun biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat.   Contact :   Intan Primadewati
      Call/WhatsApp : +6281233843907 . +6287703039763
      Pin BB : 5368F674   Indra Yulianto
      Call/WhatsApp : +6281286944675 . +6285645412245
      Pin BB : 75A0A51D   Email : marketing@berangan.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip Website : www.berangan.com
    • By Gendrenk
      Badan terasa pegal-pegal, terutama dibagian kaki dan punggung dan sedikit terasa pusing. Mungkin ini gejala mountain sickness pikir gue. Setelah mendengarkan cerita horor dan mistis tentang beberapa gunung di Indonesia semalam, gue pun memutuskan untuk tidur karena badan yang terasa begitu melelahkan. Agak sedikit kecewa saat ga bisa mendengarkan dan berkumpul bersama peserta yang lain semalam, pasti bakal seru banget kalo bisa ngariung bareng mereka dan bercerita tentang keseruan kisah ceritanya mereka masing-masing.
      Ketika tidurpun gue ga bisa tertidur dengan pulas, gue harus terbangun beberapa kali karena udara yang begitu dingin. Berbaring menghadap kanan, lalu ke kiri hingga akhirnya berbalik ke kanan lagi. Gue terus mengubah posisi tidur gue hingga beberapa kali hingga mendapatkan posisi yang nyaman. Malam itu terasa begitu dingin ditambah sedikit mencekam karena cerita horor semalam.
       
      Tapi sudahlah, itu sudah berakhir, kini saatnya bangun dan bergegas summit untuk menikmati Sun Rise dipuncak Argo Dumilah Gunung Lawu. Kini pukul 04.40, gue masih terbaring seraya menyingkirkan sleeping bag yang masih melekat di badan. Perlahan tapi pasti gue pun mulai bangkit dan merapihkan sleeping bag lalu melipatnya. Terdengar suara seseorang yang sedang membangun temannya untuk segera bangun, ada pula suara langkah kaki yang terseret dan ada pula suara ribut dari mereka yang sedang prepare packing carrier. Ya, diwarung tersebut, diwarung mbok Yem memang biasa dijadikan para pendaki untuk tidur. Mereka memilih untuk tidur didalam warung daripada mendirikan tenda diluar.
       
       
      Baiklah, rekan-rekan peserta acara Eat Sleet Hike sepertinya sudah berkumpul diluar dan bersiap untuk summit. Kami melakukan summit menuju Argo Dumilah sekitar pukul 05.00, dan udara begitu terasa dingin. Karena pagi itu masih begitu gelap, akhirnya kami summit dengan menggunakan headlamp. Jarak Argo Dalem, tepatnya dari warung Mbok Yem menuju puncak utama yaitu Argo Dumilah sekitar 15 menit. Mungkin akan lebih cepat bagi kalian yang memiliki stamina kuat dan mungkin akan lebih lama jika kalian sering berhenti diperjalanan saat summit.
       
      Setiba di puncak Argo Dumilah gue kaget, ternyata disana sudah ada puluhan orang yang berdesakan di tugu puncak yang saat itu semua mata tertuju pada arah yang sama, yaitu timur. Sepertinya mereka menanti Sunrise disini, banyak dari mereka yang berfoto dan bervideo. Ada yang berfoto sambil memegang secerca kertas dengan bertuliskan nama seseorang atau pun pesan. Dan gue pun ga mau ketinggalan kesempatan ini, gue langsung menyalip beberapa orang yang sedang asik berfoto didepan gue untuk bisa berdiri ditempat tinggi dan menyaksikan bagaimana "Matahari", sang bintang tata surya ini menampakkan cahayanya dipagi ini. Sedikit demi sedikit, mata yang menatap lurus ke timur ini melihat cahaya kuning kemerah-merahan dibalik awan-awan yang bergumpal. Oh sungguh pemandangan yang akan sangat sayang kalo ga diabadiin. Gue berniat membuat video sunrise gunain hape, gue rogoh hape gue dikantong dan gue coba buka kuncinya dan ternyata susah banget karena hape gue touch screen dan gue sedang memakai sarung tangan. Alhasil gue harus membuka sarung tangan gue dulu, dan jari-jari gue rasanya mau beku karena dingninnya udara pagi itu. Sial, waktu gue mau rekam eh hape gue malah mati. Yaudah deh ga jadi aja.
       
       
      Setelah gue dan rekan-rekan yang lain menikmati sunrise, kami pun memilih melihat pemandangan dari sekitar puncak. Rombongan kami terpisah dengan rombongan 2. Gue bingung mau ngapain lagi, indahnya pemandangan ini membuat gue terpana dan puas banget. Rasanya, kata-kata pun ga bisa menggambarkan bagaimana indahnya apa yang gue liat pagi ini. Matahari, Gunung dan Langit.
       
       

















    • By Gendrenk
      Setelah malam gathering dan bincang bebas bersama Sabar gorky usai, para peserta event Eat Sleep Hike dari Cozmeed dipersilakan untuk istirahat dan tidur.
      Ga tau kenapa, kantuk dimalam itu tak jua datang padahal itinerary acara untuk kegiatan besok dimulai jam 04.30 dan ini udah sekitar jam 00.00. Dan malahan peserta yang lain banyak yang masih nonton film Touching The Void.
      Gue pun memutuskan untuk masuk ke kamar tengah dan gabung sama peserta yang lainnya yang udah pada tertidur lelap. Tapi sayangnya, pas gue masuk kasurnya udah penuh, dan ga ada tempat untuk gue tidur. Yaudahlah terpaksa gue tidur gletak dibawah, dan untungnya bagian atas tas carrier gue bisa removeable atau bisa dicopot pasang jadi gue manfaatin jadi bantal hehehe
       
      Sabtu, 13 September 2014
      Saat mata gue terbuka, terdengar suara alarm hp yang gaduh terdengar dikamar tempat gue tidur. Ternyata bunyi alarm inilah yang membangunkan gue, memang sebelum tidur gue menyetel mesin tepat waktu ini pukul 04.30. Gue buka mata yang berat ini pelan-pelan sambil memegang hp didada dan masih terbaring dibawah lantai. Ah tak sabar bayang gue untuk menyambut hari ini dan memulai pendakian, pastilah akan sangat menyenangkan. Saat keluar kamar, ada seorang peserta yang sudah bangun. Dan malahan udah mandi. Beuuuh ga kebayang deh gimana dinginnya mandi subuh ditempat kayak gini.
       
      Mandi terus makan. Setelah makan gue prepare dan mempersiapkan perlengkapan untuk trekking dihari pertama ini. Semua peserta ternyata udah siap untuk trekking dihari ini, tapi sebelum kita berangkat ke Cemoro Sewu ada beberapa games dan bagi-bagi doorprize. Sebelumnya di itinerary acara, pembagian doorprize harusnya hari minggu tanggal 14 september 2014 saat para peserta turun di posko Cemoro Kandang. Tapi panitia memutuskan untuk sekarang aja games dan bagi-bagi doorprizenya karena takutnya kalo di posko Cemoro Kandang, peserta udah pada kecapean duluan dan malah ga bisa ikut gamesnya. Yaudahlah ok, gue pun memaklumi.
       
      Sekitar pukul 07.40, kita pun dijemput oleh mini bus dan kemudian diantarkan menuju pintu masuk pendakian di cemoro Sewu. Tempat kami menginap, yaitu Warung Budjono adalah sebuah restoran sekaligus vila, namun kayaknya udah ga aktif lagi. Ada beberapa kilometer kebarat dari terminal tawangmangu. Jadi kami hanya membutuhkan waktu 15 menit-an untuk sampai di Cemoro Sewu.
       
      Setiba di Cemoro Sewu, gue dan peserta yang lainnya melakukan pemanasan terlebih dulu sebelum melakukan trekking. Sambil melakukan pemanasan, gue pun keliling sebentar melihat lokasi pintu masuk pendakian Cemoro Sewu. Untuk bisa masuk ke Cemoro Sewu, satu orang dikenakan biaya Rp. 10.000,- . Cukup murah jika dibandingkan apa yang kan kami lihat nanti diatas puncak sana hehehe
       
      Sebelum trekking benar-benar dimulai, panitia mengabsen peserta terlebih dahulu dan memberitahukan siapa saja koordinator kelompok mereka, dari siapa leader sampai sweeper mereka. Dan panitia juga mengingatkan agar terus bersama-sama dan tidak meninggalkan rekannya dibelakang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Lalu kami pun berdoa untuk keselamatan dan kelancaran acara, agar kami selamat dari perjalanan hingga kembali ke rumah masing-masing. Setelah mengamini doa masing-masing, kami pun bergegas trekking. Seperti yang sudah-sudah, dizaman ini segala bentuk kegiatan apapun harus diabadikan, jadi kami pun foto bersama dulu di depan pintu masuk Cemoro Sewu, untuk kenang-kenangan.
       
      Pukul 08.45
      Let's go hike!!! gue begitu menggebu-gebu dan begitu bersemangat seperti biasanya kalo mau hiking. Mungkin karena gue selalu membayangkan hal-hal yang akan gue nikmati di puncak nanti, pemandangan yang begitu indah sudah nampak dibenak kepala ini.
      Setapak demi setapak kami pun melangkah, bunyi sepatu yang saling beradu dengan batu-batu, suara dedaunan yang tenang terbawa angin berhembus halus pelan melewati gendang telinga ini pun seakan menuntun kami untuk terus berjalan. Peserta yang lainnya pun terlihat begitu antusias, mereka saling bercerita dan tertawa kecil disepanjang perjalanan trekking ini. Kami pun mulai sangat begitu akrab satu sama lainnya. saat hampir menuju pos 1, kami melihat sekumpulan monyet yang sedang asik meloncat-loncat dari pohon satu ke pohon lainnya. Seakan tidak mau kehilangan moment ini, ada dari beberapa peserta yang mengabadikannya dengan merekannya, sayangnya gue saat itu ga merekam atau memfoto monyet-monyet tersebut, karena terlalu asik memperhatikan monyet-monyet tersebut melompat-lompat.
      Akhirnya, sekitar 40 menit kami berjalan, kami sampai di pos 1. Namun kami tidak terlalu lama untuk beristirahat di pos 1, dan memilih untuk melanjutkan trekking menuju pos 2. Hingga menuju pos 3.
       
      Saat perjalanan dari pos 2 ke pos 3, gue dan rekan-rekan peserta yang lain mulai merasakan kelelahan. Tapi untungnya waktu perjalanan, kami bertemu dengan 3 gadis cantik-cantik yang sedang beristirahat dipinggir bebatuan. Ada salah seorang rekan kami yang berpura-pura terjatuh dan meminta pertolongan kepada gadis-gadis cantik yang sedang beristirahat tersebut, yang alhasil gue dan rekan-rekan peerta yang lainnya pun tertawa dengan tingkah laku rekan kami yang satu ini. 3 gadis ini pun hanya tersenyum sambil menahan tawa mereka, yang mungkin akan terdengar begitu indah jika mereka lepaskan tawa mereka. Sempat kami beristirahat dengan 3 gadis itu sambil bertanya-tanya, yang pada dasarnya ini adalah sebuah modus terselubung dari rekan-rekan gue. Apa boleh buat, ga apa-apa deh lumayan istirahat bareng cewek-cewek cantik.
       
      Ternyata istirahat bareng 3 gadis cantik ini bikin lupa waktu, kira-kira hampir 30 menit gue beristirahat dan mendengarkan rekan-rekan gue bercakap-cakap sambil menghunuskan kata-kata asmaranya ke cewek-cewek cantik ini. Terpaksa, gue pun harus mengambil tindakan dan berpura-pura kalo gue sakit kepala, jadi gue minta buru-buru buat lanjutin perjalanan lagi. Duh maaf ya teman-teman kalo gerilya asmara kalian harus berakhir.
       
      Entah apa yang Tuhan telah atur untuk rekan-rekan gue ini, ternyata 3 gadis cantik itu malah mau bareng trekking sama kita. Yasudahlah, sepertinya ini bonus untuk rekan-rekan gue. Trekking dengan ditemani oleh 3 gadis cantik.
       
      Tak terasa, sekitar pukul 12.00 siang kami pun sudah hampir tiba di pos 4. Dan disinilah terjadi sebuah siklus narsis yang panjang. Kami bergantian berfoto-foto disebuah batu besar, yang didepannya terhampar luas pemandangan landscape gunung lawu. Kami disini beristirahat sekitar 1 jam, dan itu dihabiskan dengan berfoto-foto narsis. Setelah itu, kami pun memilih makan siang dari bekal yang telah disiapkan oleh panitia yang memang sengaja diberikan untuk makan siang saat perjalanan kami. Bertambah lamalah kami beristirahat ditempat ini sembari menikmati pemandangan. Melanjutkan perjalanan setelah makan, kami bergegas langsung menuju pos 5 dan tidak lagi beristirahat di pos 4.
       
      Disepanjang perjalanan dari pos 4, kami lebih banyak diam karena terlalu lelah. Trek bebatuan yang menanjak menjadikan kami begitu lelah sepertinya. Diperjalanan gue pun sambil memotret beberapa tempat dan pemandangan indah. Karena rasanya sayang banget kalo untuk dilewatkan. Gue pun berpapasan dengan beberapa pendaki yang mau turun atau naik. Mereka terlihat begitu lelah, dengan keringat yang membasahi wajah dan baju mereka. Disepanjang perjalanan, gue terpesona oleh pendaki-pendaki berhijab yang sepertinya begitu cantik dan bersemangat. Mereka ituuuuuu....... kayak bidadari surga yang nyasar ke gunung.....
      Jangan tanya kenapa.
       
      Setengah jam dibelakang leader kelompok, yaitu pukul 15.00 gue pun tiba di Argo Dalem. Gue langsung menuju warung Mbok Yem. Warung mbok Yem adalah satu-satunya (sepertinya) yang berada dipuncak gunung, yang menyediakan jajanan dan makanan. Dan katanya udah berdiri sudah lama banget. Tiba disana, gue langsung memesen teh anget. Sambil menunggu teh anget gue jadi, gue pun berbaring sambil memijat-mijat paha gue yang kayaknya sedikit terasa sakit. 
       
      Sepertinya peserta dari kelompok kedua datang agak lebih lama, sambil menunggu kelompok kedua datang. Gue pun memilih tidur dan bangun saat acara nanti malam. Hasrat untuk menikmati sunset di puncak Argo Dumilah pun harus terpendam karena rasa nyeri dikaki.
       
      Sekitar pukul 18.00 gue pun dibangunkan oleh rekan gue, ternyata ini waktunya makan malam. Walau ga begitu nafsu makan, gue memaksakan mulut ini untuk terbuka dan melahap beberapa sendok nasi supaya badan ini terisi oleh makanan dan sedikit bertenaga. Makanan yang disediain adalah telor goreng dan sayur pecel, jadi gue pilih memakan telornya aja ditambah beberapa sendok nasi.
       
      Setelah makan malam, para peserta berkumpul dan saling bercanda. Namun semuanya berubah, ketika disalah satu peserta yang bercerita memceritakan kejadian-kejadian mistis digunung. Seperti snow ball throwing, peserta yang lainnya pun ikut-ikutan cerita horor. Aduh, bukannya takut atau ga mau denggerin ceritanya tapi karena gue capek, akhirnya gue pun memilih untuk tidur duluan hehehe.






       
    • By Gendrenk
      Wah topik perdana ane diforum nih hehehe. Maaf-maaf ya kalo masih amburadul dan salah-salah^_^
       
      Jadi, ini adalah pendakian ane yang kedua kalinya ke Gunung Lawu, Karanganyar. Tepatnya sih ada diperbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pintu masuk Cemoro Kandang ada di Jawa Tengah dan pintu masuk Cemoro Sewu ada di Jawa Timur. Pendakian yang diselenggarakan pada tanggal 12-14 September 2014 ini adalah event dari sebuah brand peralatan outdoor yang bermarkas di Solo, yaitu Cozmeed. Event ini namanya EAT SLEEP HIKE "Walk Together, Hike Forever" pendakian yang dikhususkan untuk para pengguna jaket Premium dari Cozmeed, yaitu Rock Ice dan Power Extrem.
       
      Jumat, 12 September 2014.
      Hari pertama acara adalah gathering dan bincang bebas bareng salah satu Atlet Difable kegiatan alam bebas yang juga berasal dari Solo, yaitu Sabar Gorky. Yang sebelumnya, Pak Budi Santoso, selaku Director Managing dari PT Cozmeed Indonesia memberikan sambutan dan membuka kegiatan acara dengan menceritakan bagaimana harapannya dan impiannya terhadap pendaki-pendaki Indonesia yang kian kini makin kurang sadar dan lupa diri akan tanggung jawabnya terhadap alam yang merupakan tempat bermainnya mereka. Beliau menceritakan perilaku para pendaki yang seenaknya membuang sambah digunung, mencoret-coret batu dan merusak likgkungan atau kawasan gunung tanpa rasa bersalah sama sekali. Diakhir sambutannya, beliau menyampaikan keinginannya untuk membangun sebuah yayasan peduli lingkungan, yang digerakan dan juga dibantu oleh para penggiat alam itu sendiri. Setelah itu, sang moderator mempersilahkan kepada bung  Sabar Gorky untuk memberikan sedikit sambutan kepada para peserta, setelah beberapa menit Bung Sabar ini berbicara memberikan sambutannya, pembawa acara mengiterupsi bung Sabar untuk menghentikan pembicaraannya dan dilanjutkan nanti setelah makan malam bersama.
       
       

      Disela-sela makan malam bersama, terdengar tawa dan canda yang menggelegar diruangan tersebut. Sudah pasti dan jelas pelakunya adalah bung Sabar Gorky, selain hobby melakukan kegiatan-kegiatan alam bebas dan adventure, beliau pun ternyata punya selera humor yang tinggi lhoo. Terbukti dengan interkasi yang menggelitik antara peserta dan beliau, saat asistennya menyiapkan perlengkapannya untuk presentasi tentang kisah perjalanan dan petualangannya, dengan jailnya beliau mengeluarkan kata-kata yang menggelitik saat salah seorang mengajaknya ngobrol
       
      Setelah makan malam, para peserta dipersilahkan untuk berkumpul kembali dan duduk berjajar melingkar didalam ruangan yang dingin tersebut namun terasa hangat karena para peserta begitu antusias untuk mendengarkan bagaimana seorang "Difable" bisa manaklukan puncak-puncak gunung raksasa didunia, seperti Elbrus dan Kilimanjaro.
      Dimulai dari pemutaran film dokumenter "Sabar Gorky" tentang perjalanannya menaklukan gunung-gunung tertinggi dunia, dimulai dari foto masa kecilnya hingga bagaimana seorang difable ini mengikuti kejuaraan Climbing Internasional Dunia di Perancis. Setelah film dengan durasi sekitar 20 menit tersebut berakhir, barulah beliau menceritakan kisah perjalanannya. Berawal dari pengajuan proposal sponsorship yang ditolak oleh berbagai perusahaan hingga akhirnya RMOL atau Rakyat Merdeka OnLine menjadi pendampingnya untuk perjalanannya. Beliau "Sabar Gorky" pun menceritakan kisah sedih managernya yang harus menjual mobilnya untuk membiayai perjalanannya karena uang yang dijanjikan oleh sponsor tak juga kunjung dicairkan.

      Sabar Gorky adalah seorang pekerja keras dan pantang menyerah. Ia berlatih dengan peralatan seadanya yang berada disekitarnya, seperti berlatih dengan kasur tempat tidur milik tetangganya yang diambilnya untuk berlatih pull up dan terkadang ia juga bersepeda. Ia berkata, pada dasarnya ia ini adlah sama dengan peserta yang lainnya, namun mengapa seorang yang difable ini bisa berdiri dipuncak Elbrus dan kilimanjaro hanya dengan satu kaki.
       
      Satu persatu, kata demi kata terus dilontarkan dan tersemat ditelinga kami. Tak terasa, hampir 2 jam bung Sabar Gorky bercerita, ane merasa begitu belum puas mendengarkan cerita-cerita yang menkjubkan dari beliau. Namun apa boleh buat, jam dinding sudah menunjukan sekitar pukul 21.30 dan akhirnya beliau mengakhiri penuturannya dengan menyerahkannya kepada pembawa acara untuk menutup acara dimalam itu. Namun sebelum acara ditutup, ternyata Budi Santoso selaku Directur Cozmeed memberikan ucapan selamt Ulang Tahun kepada Sabar Gorky dan memberikan sebuah jaket Cozmeed kepada Sabar Gorky, yang kemudian oleh Sabar Gorky langsung dipakainya.
       
      Acara bincang-bincang pun usai, setelah Sabar Gorky meninggalkan lokasi acara, ada beberapa peserta yang meminta izin untuk foto bersama dengan Sabar Gorky
       
      Pokoknya acaranya seru dan Asik deh. Mungkin ini dulu yang baru ane ceritain, dan lanjutannya bakalan ane tulis besok hehe
      Maaf ya kalo topicnya masih ga bisa dipahamin :D