• agoda-hemat.png

everydaysunday

Candi Mendut - Magelang

4 posts in this topic

Hai Jalan2ers

Kalo ke Magelang, udah pasti dong jalan-jalan liat candi. Nah, jangan Cuma Borobudur doang. Nih masih ada satu candi lagi yang masih sodaraan sama Borobudur. Namanya candi Mendut.

candi-mendut.jpg

candi-mendut.jpg

Nah, dua candi ini tuh biasanya jadi tempat pelaksanaan ibadah Waisak loh... Pasti nilai religinya ga kalah sama Borobudur. Yang pasti, nih candi ga kalah deh sejarahnya sama Borobudur.

dsc04684-450x300.jpg?w=625

Hihii... Coba aja kesini, ntar kamu bakalan nemuin candi dengan atmosfir religi bernuansa Buddha. Kalo cuacanya cerah asik lho buat foto-foto. Dan asiknya lagi, candi Mendut ini punya banyak relief unik yang bisa pelajarin sekaligus jadi background foto kamu. ;)

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah perasaan pernah niy ke candi ini...

mendut-mendutan ye hehe...lumayan anggun juga yach candinya!?

 

mungkin pernah bro, soalnya biasa kalo kita mau keborobudur seringnya ketemu ni candi dulu :)

jadi mungkin wkt itu kamu mampir tp g sadar kali :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

setelah puas di candi mendut kita jga bisa masuk ke vihara mendut (aliran budha teravada), depan candi mendut pas dengan catatan kalau sedang tidak ada latihan/retret meditasi.. banyak turis domestik/manca yang masuk ksana buat lihat2 vihara. bebas kok gan,yang penting sopan (kan tempat ibadah).:)post-17194-0-75355700-1394374524_thumb.j

bagi yang non budha, mungkin tempat tersebut terlihat biasa-biasa saja. tapi bagi umat budha ini tempat spesial karena pemimpin aliran budha teravada indonesia itu domisilinya disini (Bante Pannavaro), bukan di jakarta sana. itu ada foto gua ama Bante Pannavaro pas habis ikutan latihan meditasi disana. vihara ini juga merupakan tempat tinggal dan belajar bagi bakal bhiksu/samanera. jadi jangan kaget kalo disana sering lihat pria plontos berjubah.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By HeryRyanto
      5 Juli 2016
      Pernah gak sih pas kalian mau ke suatu tempat, ehh jadinya malah galau?. Ini saya rasakan pas pagi-pagi mau ke Candi Borobudur. Bukan gak suka sama Candi Borobudur, cuma saya udah puas aja tiga kali ke sana dan sepertinya cuaca bakalan panas siang nanti. Udah setengah jalan, akhirnya saya memutuskan berhenti di pinggir jalan sambil buka Instagram buat nyari tempat-tempat hits seputaran Magelang. Akhirnya saya menemukan satu lokasi yang cukup menarik nih. Nama lokasinya Top Selfie Kragilan. Objek wisata yang lagi hits di social media semacam Instagram baru-baru ini. Sempet lihat-lihat beberapa foto lokasinya di akun-akun socmed dan sepertinya memang keceh. Cek google maps, putar arah dan langsung meluncur.


      Berada di Kaponan, Pakis, Magelang terletak di kaki gunung Merbabu. Letaknya yang berada di antara pegunungan membuat pesona alamnya sangat indah. Menuju ke sini kalian disuguhkan indahnya pemandangan gunung Merbabu serta perkebunan-perkebunan masyarakat sekitar dengan udara sejuk khas pegunungan. Tidak jauh kok dari pusat kota Magelang.
      Saya berangkat dari kota Jogja dengan mengendarai sepeda motor. Rute yang saya ambil melalui Jalur Muntilan/Blabak – Ketep Pass. Ambil arah Jalan Raya Magelang hingga menemui pertigaan dengan petunjuk arah kanan ke Ketep Pass. Lalu ambil arah kanan via Jalan Raya Blabak Mungkid, selanjutnya tinggal ikutin jalan hingga sampai di depan objek wisata Ketep Pass. Dari situ ambil lurus melewati jalur ke arah Kopeng, kurang lebih 4 km dari arah Ketep Pass di kiri jalan akan terlihat gapura yang bertuliskan Top Selfie Kragilan. Estimasi waktu dari kota Jogja diperkirakan 1 – 2 jam dengan mengendarai sepeda motor. Jika kalian menggunakan mobil bisa 2 jam-an lebih.
      Ada 2 jalur alternatif lagi nih menuju lokasi ini. Pertama, jika kalian dari arah Kopeng/Salatiga ikuti jalur ke arah Ketep Pass, lokasi gapura akan terlihat di sebelah kanan. Kedua, kalau kalian dari arah Boyolali ambil jalur ke arah Ketep Pass, kemudian ikuti rute seperti yang dilalui oleh jalur Muntilan/Blabak. Lagi-lagi patokan utamanya adalah Ketep Pass. Hhehe 
      Untuk ke lokasi ini sangat disarankan dengan sepeda motor, apabila menggunakan mobil kalian harus berhati-hati dikarenakan jalur mendekati Ketep Pass berkelok dan sedikit rusak. Begitupun jalur di sekitar lokasi pinus yang begitu sempit hanya berupa satu jalur kendaraan dan akan sangat menyulitkan jika berpapasan. Selain itu lahan parkir mobil juga masih terbatas.


      Sewaktu saya ke sana pengunjung masih rada sepi. Jadi masih sempet buat foto-foto dulu. Oh iya, saya rada gagal paham nih kenapa lokasi ini dinamakan Top Selfie. Saya coba bertanya ke salah satu pengunjung, katanya karena di sini banyak spot untuk foto-foto yang dimanfaatkan pengunjung buat berselfie. Entahlah mana yang benar.
      Numpang foto biar hits 
      Disini saya jumpai ada beberapa spot untuk foto seperti ayunan, bangunan dari bambu mirip rumah pohon, beberapa spot yang mirip di Kalibiru, flying fox mini, dan tentunya spot yang paling hits untuk berselfie yaitu jalan turunan yang menuju parkiran. Gak heran kalo pengunjung beramai-ramai mengambil foto a.k.a selfie di spot ini. Buat foto prewedding juga oke lho.
      Setelah tanya-tanya lagi, ternyata pencetus nama Top Selfie adalah warga Kragilan sendiri. Mereka bilang banyak pengunjung yang selalu memotret dengan gaya selfie di beberapa spot. Lah! Bukannya sekarang emang lagi jamannya selfie yah? 


       
      Top Selfie Kragilan

      Mereka juga yang mengelola, mengembangkan dan mempromosikan objek wisata ini hingga menjadi populer sampai sekarang lho. Mulai dari menjaga loket masuk, menjadi pemandu dan mengatur hilir mudik pengunjung. Pokoknya salut deh!
      Sebelum pulang pastinya saya kembali melewati spot yg populer ini. Setelah diamati, memang lebih banyak pengunjung yang selfie ketimbang foto beramai-ramai. Ada ada aja ya 
       
      Buat kalian yang mau socmed nya hits apalagi suka selfie, gak ada salahnya ke sini. Tiket masuk cukup Rp 2.000 saja. Tapi ingat! Selalu jaga kebersihan dimanapun kalian berada, ambil foto sewajarnya, jangan selfie berlebihan dan jangan merusak apapun ya.
      Happy Traveling!
      www.travelefty.wordpress.com 
    • By Dewi Calico
      안녕하세요..
      Tau gak Traveler Cute abis Jalan jalan manja dari mana??
      Bukan Jakarta atau pun Bandung, Tapi ini juga sebuah Kota.
      Kota itu identik dengan keramaian, banyak Mall, penuh dengan Cafe, dan ramai tempat dugem.
      Begitulah sebuah kota yang selama ini ada dalam pikiranku.
      Tapi, saat aku berkunjung ke kota ini hmmm tidak seperti itu dan itulah salah satu alasanku jatuh cinta dengan kota itu.
      Aku telah jatuh cinta dengan KOTA MAGELANG.
      Magelang tidak hanya tentang Candi Borobudur atau pun Petuk Setumbu ala AADC yang booming karena mas Rangga dan Mbak Cinta.
      Magelang itu menawarkan kenyamanan ala Pedesaan dengan status KOTA.
      Aku tidak tau bagaimana pandangan orang lain tentang Magelang, dan ini adalah tulisan berdasarkan ungkapan hatiku.
      Bulan October kemarin sangat luar biasa, saat aku berkunjung ke Magelang dan aku tidak ber expectations tentang banyak hal.
      Aku memulai perjalanan dari Ngawi,Jawa Timur dengan Naik Bus sekitar 5jam-6jam karena sedikit macet jadi lumayan lama.
      Apakah Dewi merasa lelah dan menyesali perjalanan jauh itu??
      NO !!!!....
      Aku justru sangat bahagia karena aku mendapatkan sebuah rasa nyaman di Magelang.
      Jalan raya Yogya-Magelang itu cukup besar dan nyaman, aku pikir jika memakai mobil pribadi akan sangat nyaman.
      Dua jalan kanan kiri sama sama luas, dan cukup nyaman karena tidak banyak lubang jadi misalkan sepi maybe bisa nyetir sedikit kencang.
      Perjalanan Yogya-Magelang akan disuguhi pemandangan yang memanjakan mata.
      Setelah lepas dari Yogya akan ada view sawah, gunung dan pohon kelapa.
      Aku suka itu karena perjalanan nyaman dan mataku dimanjakan dengan view yang keren.
      Masuk kota Magelang akan melihat bahwa kota ini bersih dan tertata rapi, aku pikir waahh keren juga tata kota nya.
      Di Magelang baru ada 1 Mall, tidak sebesar Mall Mall di Jakarta tapi cukup keren menurutku dan aku suka.
      Tidak banyak hotel, jika chek Traveloka maka akan tampak bahwa hotel tidak sebanyak di kota lain.
      Sistem transportation masih banyak yang memakai Angkot, dan aku sudah mencoba memakai Angkot untuk jalan jalan dengan tarif 4000 sekali jalan untuk penumpang umum(Bukan anak Sekolah).
      Di alun alun akan tampak bahwa Magelang itu Kota yang Lovable penuh cinta kasih karena alun alun dikelilingi Masjid, Gereja dan Vihara(i dont know itu Vihara atau Kelenteng, aku masih belum terlalu paham tapi orang menyebut Kelenteng).
      Bukankah itu Lovable banget seolah menggambarkan bahwa perbedaan keyakinan bukan problem untuk rasa damai di Magelang.
      Di alun alun yang tidak terlalu luas itu tapi cukup bersih, ketika sore hari sangat ramai.
      Meskipun ada 1 Mall tapi aku menilai bahwa perekonomian di Magelang ini sangat bagus karena terlihat adanya banyak toko toko.
      Oh iya untuk hotel di Magelang aku sudah menikmati di Puri Asri dan itu adalah yang termahal di Magelang dengan konsep Resort dengan view Gunung Sawah dan Sungai serta menawarkan banyak fasilitas, naahh itu akan aku tulis nanti yaaaa.
      Selain itu aku juga menikmati di Citihub Hotel dengan konsep Budget Hotel.
      Apakah di Magelang itu macet??
      NO, tidak macet yang bagaimana begitu hanya saat jam sibuk macam berangkat atau pulang kantor/sekolah akan padat di jalur utama.
      Saat malam hari juga lebih terkesan tenang banget.
      Udara di Magelang ini sejuk dan aku suka itu, aku rasa seperti di Bandung atau Malang.
      Untuk harga makanan juga terjangkau, aku makan bakso 1 mangkuk 5.000 dan saat itu aku beli 2 mangkuk hahaha murah sih jadi gak banyak mikir tentang budget makan.
      Untuk Cafe aku 2 kali masuk Cafe yang kekinian dan cukup keren juga yaaa anak muda banget konsepnya.
      Dan aku baru paham ternyata Magelang ini tembusnya ke Semarang jadi ibaratnya Magelang ini diantara Yogya dan Semarang.
      Dan now aku penasaran jalan Magelang-Semarang.
      Soal kebersihan di Magelang sih Believe Me bahwa kota ini BERSIH.
      Happy Traveling,
      Salam Dewi Calico






    • By Barajiwa Patria Soedarmo
      Hallo guys berjumpat lagi bersama ane sang travller super sajati alami:ngakak . Di perjalanan kali ini ane mau agan dan aganwati ke Puncak Gunung Telomoyo yang berada di Magelang, Jawa Tengah:matabelo . Seperti biasa yuk kita liat peta-nya

      Nah seperti yang bisa kita lihat Gunung Telomoyo itu berada di dekat Gunung-gunung tinggi lainnya seperti Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, dan juga Gunung Andong:2thumbup .Gunung ini berada di ketinggian 1894m diatas permukaan laut dan juga merupakan gunung aktif:takut . Seperti biasa ane mau memperkenalkan travller yang ikut bersama ane mengintari Gunung Andong dengan motor:ngakak .
       
       
       
       
       

      Dan Inilah kita di Puncak Gunung Telomoyo
       
    • By Barajiwa Patria Soedarmo
      Hallo agan dan aganwati bertemu di trit ane lagi nih:wow :matabelo . Di perjalanan kali ini ane mau share perjalanan terbaru ane yaitu mendaki Gunung Andong yang bisa jadi puncak ke 11 ane:2thumbup :travel :wow . Gunung ini termasuk gunung pemula gan karena tinggi gunung tersebut hanya 1726 mdpl:cool . Alasan kenapa ane mendaki gunung ini karena gunung ini juga tepat untuk pendaki pemula seperti beberapa temen ane:lehuga . Kita liat dulu nyok map Gunung Andong

      Di perjalanan kali ini ane bersama 7 temen ane yang tangguh loh:najis mereka temen-temen ane satu angkatan di Univ yang sama. Langsung aja kita liat pendaki-pendaki ini:2thumbup
       
       
       
       
       
       
       

      Langsung yok gan ke ceritanya :ngacir2 :ngacir2
      Day 1, 2 Juni 2016
      Perjalanan kali ane mendaki gunung Andong dengan peralatan yang sangat lengkap bahkan sampe peralatan yang ane rasa tidak perlu dibawa malah dibawa juga keatas gunung:wakaka . Jadi perlatan yang kami bawa adalah
      Carier Ane (berhunbungan dengan konsumsi)
      1. Makanan dari roti, kue, sampe mie
      2. 2 aqua 1lt
      3. Tissue basah dan kering
      4. Doom buat 12 orang
      5. Counterpain
      6. Baju ganti
      7. Matras
      8. Kompor
      9. Trash Bag
      Dry Bag ane (buat barang-barang listrik)
      1. HP Note 3
      2. Powerbank
      3. Dompet
      4. Canon 70D
      5. 2 baterai cadangan canon 70D
      6. Mic Rode Video Go Rycote
      7. 5 Mie Goreng\
      Tas Mardha (semua alat pencahayaan)
      1. Senter
      2. Laser
      3. Lampu bolham yang bisa simpan listrik
      4. Jaket
      5. Minuman
      Carier Anang
      1. 2 Matras
      2. 2 Sleeping Bag
      3. 4 aqua 1lt
      4. Baju ganti
      Masi banyak lagi barangnya seperti tiker, nesting, dan masi banyak barang lainnya gan:2thumbup
      Perjalanan kali ini dimulai dari jam 14.30 dari Semarang dengan menggunakan mobil Rana atau sering disebut Roy:wakaka . Perjalanan dengan mobil innova yang diisi 8 orang plus barang-barang yang banyak membuat kami merasa kesempitan:mewek namun itu tidak mengendurkan semangat kami untuk mendaki :matabelo

      Baru sebentar perjalanan temen ane udah kelaparan jadilah kita berhenti sejenak di burjo deket rumah ane di Tembalang:2thumbup

      Lanjut ke perjlanan:ngacir2 , jadi perjalanan dari Semarang ke Basecamp Gunung Andong itu sekitar 2 jam :lehuga . Jalan ke Gunung Andong
      menurut ane baik-baik aja dan tidak banyak jalan jelek disana :2thumbup .

      Kami sampai di basecamp Desa Sawit jam 16.30 dan mulai siap-siap perjalanan naik jam 17.00:matabelo . Perjalanan mendaki kami mulai dengan doa agar diberi keselamatan oleh Allah SWT :2thumbup . Dan perjalananpun dimulai :ngacir2 . Awal trek ane dari desa ane rasa masi landai namun ketika sudah mulai masuk Gunung Andong perjalanan terasa semakin berat:mewek maklum gan walaupun bagi ane ini puncak ke 11 ane merasa agak lelah karena sudah lama gak naik gunung terakhir adalah gunung Kukusan yang ada di trit sebelumnya punya ane:sorry dan juga ditambah ane bawa carier yang lumyan berat plus kompor dan tenda 12 orang:cd: tapi ane lanjut gan terrrus:wakaka . Perjalanan dari jam 17.00 berlanjut sampai magrib dan malam:wow . Akhirnya kami sampai di punncak andong jam 20.00 dan kami langsung membuat tenda :cool . Ini merupakan perjalanan muncak Andong pertama bagi ane dan ternyata disana ada yang jualan :wow . Saran ane buat agan-aganwati yang mau naik andong jangan bawa barang-barang terlalu banyak karena agan bisa beli makanan di puncak Gunung Andong :2thumbup . Malam pun tiba saatnya kami membuat tenda . Setelah tenda jadi maka kami bisa makan dan bercanda gurau di dalam tenda:2thumbup

      Malam ini merupakan malam yang panjang bagi kami karena udara di Gunung Andong sangat dingin jadi kami memutuskan maen di dalam tenda sambil makan dan canda yang selalu menemani kami:wakaka . Di sela maen di tenda agan juga bisa foto kota Salatiga dan Gunung Merbabu:motret .

      Dan ketika semua mulai lelah kami pun tidur dengan sempit-sempitan:wow
      Day 2, 3 Juni 2016
      Pagi jam 05.00 kami bangun untuk melihat sunrise:matabelo . Pagi sama dinginya dengan malam kemaren namun kami masi senang walaupun mata sulit untuk bangun:wakaka .

      Akhirnya pagi pun tiba dan inilah foto yang bisa diambil pada pagi itu

      Di pagi itu juga kami bisa berfoto ria:motret

      And this is Us in Full mamber :2thumbup :travel :wow
       
    • By jazzmania86c
      Kali ini, saya berkesempatan mengunjungi Chiang Mai (23-26 Mei 2016). Tapi bukan dalam rangka jalan2, tapi krn ada meeting regional disana (kerja juga urusannya). Tapi tetap, jalan2 tak boleh dilewatkan :D.
      Berangkat menggunakan Thai Airways. Untuk mencapai Chiang Mai, harus transit dulu di Bangkok. Berhubung penerbangan full board, manfaatkanlah sebaik-baiknya.
      Sewaktu transit di Bangkok, kami bertemu rekan2 yang berasal dari Filipina. ternyata kita satu pesawat menuju Chiang Mai.
      Setiba di Chiang Mai Airport, kami segera keluar dan mencari Taxi menuju hotel tempat kami tinggal, di Le Meridien. Ada dua counter taxi, Taxi Meter dan Chiang Mai Airport Taxi. Kami memilih Chiang Mai Airport Taxi krn counternya kosong, dan kena biaya fix dengan menyebut tempat tujuan, yaitu 160 Baht. Esoknya, kami tahu dari rekan kami yang lain yang menggunakan Taxi Meter, ternyata kena fix juga dengan biaya 150 Baht. Jadi silakan pilih yang mana. Taxinya sendiri cukup mengejutkan kami, Pajero lho...hehe.
      Di sekitar Hotel Le Meridien, ternyata adalah lokasi Night Bazaar. Dan Night Bazaar ini ada beberapa macam. Kami masuk ke salah satu Bazaar utk mencari Food Court. Akhirnya setelah dapat, kami memilih Pad Thai, Papaya Salad, Tom Yum. Harga berkisar antara 50-80 Baht.

      Setelah itu kami balik ke hotel dan beristirahat.
      Kami mencoba memanfaatkan waktu yang ada utk explore kota Chiang Mai. Waktu yang tersedia hanyalah pagi hari. Karena meeting dilaksanakan mulai pukul 9AM-17PM. Setelah itu ada acara dinner. Oleh karenanya, pagi hari kami berangkat dari hotel sekitar pukul 5.30. Tujuan kami yang pertama adalah Wat Chedi Luang. Tujuan ini saya pilih karena sesuai petunjuk yg sy gunakan (aplikasi Triposo), terdapat pada daftar nomer 2. Nomer 1 adalah Wat Phra That Doi Suthep, tetapi jaraknya lebih jauh.

      Di Wat ini, utk masuk tidak dikenakan biaya. tapi mulai Juli, akan dikanakan biaya yang akan digunakan utk merawat/merenovasi Wat tersebut.
      Sebenarnya, selain ke Wat, sy juga bertujuan mencari momen Almsgiving (memberi makan ke Biksu) yang dilakukan oleh penduduk setempat di pagi hari (rata2 dimulai pada pukul 6AM). Tapi kami rupanya menempuh jalan yang kurang tepat, sehingga tidak menemukan momen tersebut. Kami hanya menemukan para biksu yang jalan saja. 
      Dalam perjalanan pulang, kami menjumpai Wat2 lainnya, salah satunya Wat Phan On.

      Sore harinya, kami dinner di Windmill Restaurant. Makanannya ok, dengan suasana yang mendukung. Kebetulan cuaca cerah, jadi kami memilih tempat yang outdoor, dengan diiringi musik live.

      Pada tanggal 25, kami memulai pagi dengan mencoba mencari lagi momen Almsgiving dan ke Wat Chiang Man. Wat ini merupakan Wat tertua di Chiang Mai. Akhirnya momen Almsgiving kami dapatkan juga.

      Sewaktu balik ke hotel, kami mencoba snack orang lokal. Dan jelas, makanannya non halah. Isinya liver, daging bakar dan usus. Harganya per pcs antara 5-10 baht.

      Yang enak menurut kami adalah daging bakarnya. Kami sebenarnya ditawari ketan utk menemani makanan tersebut. Tapi kami menolaknya.
      Pada malam harinya, kami dinner di Old Chiang Mai Cultural Center. Disana makannya buffet dan juga non halal. Banyak sekali yang hadir disini, terutama turis bule.
      Tadinya kami gak menyangka kalau buffet. Jadi makannya pelan2 mengingat porsinya yang kecil. Ternyata salah sangka kawan! Makanannya juga recommended lho. Setelah makan, kami disuguhi kesenian tradisional Thailand. Tari2an yang menarik, penari yang mempesona, membawa kita pada suasana yang romantis :D.

      Tari-tarian ini dibawakan di panggung ditengah2 restauran. Setelah selesai, masih ada pertunjukan seni tari di luar. Kali ini yang membawakan adalah penduduk lokal. Kebanyakan dari mereka sudah tua usianya. 
      Setelah puas, kami balik ke hotel. Dan utk menutup hari, sy berdua dengan rekan sekamar mencari Thai Massage. Berhubung sudah cukup malam (10.30 PM), pilihan agak terbatas. Kami memilih tempat yang agak besar dan masih buka, yaitu Le Best Massage yang tak jauh dari hotel. Kami tadinya memilih 1 jam dengan harga 300 baht. Tapi akhirnya memilih utk sekalian 2 jam karena dat diskon menjadi total 500 baht. Sy dan rekan saya sampai tidur ngorok-ngorok sambil di pijet. Lumayan utk menghilangkan lelah setelah 2 hari jalan kaki kira2 5km.
      Tgl 26 pagi, kami menyempatkan utk pergi ke Warorot Market utk mencari oleh-oleh. kami mendapatkan info ini dari rekan2 Malaysia yang hari sebelumnya belanja kesana. Harganya lebih murah bahkan dibanding dengan di Night Bazaar. Apalagi dibanding di bandara. Kami membeli manisan mangga (1/4kg harga 100 baht, 1/2kg harga 180 baht), bumbu tom yum, kacang mede. Masih banyak yang lainnya, tapi namanya cowok, males bawa barang berat2..hehe. Kami juga bertanya ke penjual, dimana kami bisa mendapatkan durian. Karena disana ternyata lagi musim, jadi cukup banyak durian dijual. Kami mencoba membeli satu seharga 250 baht dan dimakan bareng.

      Lalu kami mencari warung makan di pasar. Hal ini perlu dilakukan, karena utk mencari makanan khas yang memang disantap orang lokal, kita bisa menemukannya dengan mudah di pasar. Dalam hal ini kami mendapatkannya sesuai harapan kami. Sy memilih Pork Fried Rice dan teman sy Noodle Soup. Harganya masing-masing hanya 30 baht. Sebagai perbandingan makan di Night Bazaar saja lebih mahal. Apalagi di bandara, harga mie goreng saja 240 baht. Dari segi rasa, makanan di pasar ini justru lebih enak.

      Jadi jangan segan dan sungkan utk masuk ke pasar lokal, anda akan menenemukan kejutan di sana :D.
      Akhirnya, perjalanan kami sampai pada akhirnya, harus balik ke tanah air. Kembali kami menggunakan Thai Airways dan harus transit lagi di Bangkok.
      Sampai jumpa di lain perjalanan.
       
    • By deftones12
      Perjalanan ke Jogja-Magelang ini sebenernya akhir Maret lalu. Tapi belum ada tekad kuat untuk nulis. Mumpung sekarang lagi santai, sempet-sempetin deh.
       
      Oya, ini kali pertama saya nyumbang tulisan di forum ini, jadi maaf-maaf ya kalo kurang detil ato kurang apalah tulisannya XD
       
      Ide jalan-jalan ke Jogja terbilang spontan dari saya. Yang urusin booking-an pesawat, hotel sampe mobil rental juga saya, begitu juga itinerary. Pokoknya suami sama anak tinggal terima jadi. Kebetulan emang suka banget sih bikin-bikin itinerary…dan emang niat (sampe ngecek google maps buat mastiin waktunya hahahaha).
       
       
       
      Hari Pertama (Senin, 28 Maret 2016)
       
      Saya, suami dan anak yang masi usia 1,5 taun berangkat dari Jakarta (Halim Perdanakusuma). Kita sengaja ambil flight pagi supaya gak rugi di sana #emakemakbanget
       
      Baru pertama kali berangkat dari Halim….ternyata enak ya. Gak seriweh Soetta, dan ada nursery room di sini. Sungguh lah Soetta harus cepet-cepet berbenah.
       
      Tiba di Jogja sekitar jam setengah 10, kita udah ditunggu supir yang akan nganterin kita selama di Jogja dan Magelang. Awalnya suami agak kurang sreg pake supir, karena biasa kalo jalan-jalan ke Bali setir sendiri. Tapi ternyata itu keputusan tepat, karena dengan supir yang tau jalan-jalan tikus di Jogja waktu liburan kita juga lebih efisien.
       
      Karena kamar hotel belum siap, jadi kita memutuskan untuk isi perut dulu. Meluncurlah ke Jalan Wijilan yang terkenal dengan gudegnya itu. Kita coba Gudeg Bu Lies yang udah lumayan punya nama. Tapi, entah ya, rasanya kurang cocok buat saya. Apa mungkin lidah saya dan suami terlalu Padang ya XD
       
      Setelah isi perut, kita melanjutkan perjalanan ke Taman Sari. Sebenernya, pingin banget eksplor semua ruangan di tempat ini. Sayangnya, cuaca terik siang itu bikin si bocah rewel dan ga betah banget. Jadi kita cuma spend sekitar 15 menit di sana sebelum jalan lagi ke Keraton.
      Di Keraton kita langsung disambut salah satu staf di sana yang menawarkan jasa memandu. Karena emang belum pernah ke sana, ya kita terima aja. Lumayan informatif, dan dibantuin foto-foto juga hehehehe

       
       
      Selesai tur di Keraton, kita minta supir langsung cuss ke hotel. Untuk hari pertama ini saya pilih ke Hyatt Regency yang berada di Jl. Palagan Tentara Pelajar, ga jauh dari Monjali. Kebetulan dapet promo yang lumayan murah buat hotel sekelas Hyatt. Alasan lainnya, karena saya naksir banget sama tamannya yang luaaasss dan rindang banget. Jadi bisa ajak anak jalan-jalan keliling hotel.
       
       
       
       
      Hyatt Regency ini juga hotel yang child-friendly banget. Terbukti, di sini ada beberapa jenis kolam untuk mengakomodir semua tamu. Selain kolam anak-anak yang udah berusia 5 tahun ke atas, ada juga loh kolam untuk batita, yang airnya emang dangkal banget. Tapi, orang dewasanya juga diperlakukan  istimewa kok. Saya sempat lewatin kolam kecil macam Jacuzzi yang katanya termasuk zona tenang, jadi ga boleh tu rebut-ribut ato lari-larian di deket situ.

       
       
      Untungnya, harga dan pelayanan berbanding lurus. Overall saya puas banget di hotel ini. Salah satu yang bikin takjub adalah mereka punya nasi goreng yang enak banget! Hahahah beneran, beda banget sama nasi goreng hotel yang biasanya ga ada rasa. Nasi gorengnya lebih kayak nasi kebuli….so tasty!
       
      Malamnya kita rencana mau cari makan deket situ. Sayangnya ternyata hujan deras dari sore ga berenti-berenti. Batal deh rencana menyantap bakmi jawa. Tapi gapapa, kita jadi bisa puas main di kamar sama anak.
       
       
       
      Hari Kedua (Selasa, 29 Maret 2016)
       
      Ini adalah liburan kedua kita bareng anak yang masih bayi, jadi kita udah belajar dari pengalaman: ga usah terlalu ngoyo untuk datengin tempat-tempat wisata sebanyak mungkin. Jadi, di hari kedua ini kita jalani dengan santai. Bangun, sarapan, jalan-jalan keliling taman yang kece dan luas dan baru check out jam 12 siang.
       
      Sekitar jam 12.30 supir kita jemput ke hotel dan kita langsung menuju Museum Ullen Sentalu. Baru tau soal museum ini sekitar beberapa bulan lalu (malu-maluin banget ya) dan langsung naksir sama foto-foto sekitarnya. Kok kayak di kastil Eropa manaaa gitu.
       
      Perjalanan menuju Kaliurang ternyata lumayan jauh, padahal kalo liat di Google Maps kayaknya ga sejauh itu hahahha Anyway, waktu sampai di Ullen Sentalu udah mulai gerimis. Jadi petugasnya suruh kita bawa payung karena area museumnya ada yang outdoor. Karena kita ga punya payung, akhirnya beli jas hujan di sana. Ga terlalu mahal sih, sekitar 5000 atau 10.000 per piece (maaf saya lupa).
       
      Saya pernah baca kalau Museum Ullen Sentalu ini sangat organized. Semua pengunjung akan dipandu keliling museum sambil dikasi informasi tentang koleksi-koleksinya. Mungkin supaya benar-benar bisa mengedukasi pengunjung dan menghindari mereka yang cuma pengen numpang eksis foto-foto bentar trus pulang (macam saya gitu XD).
       
      Guided tour di Museum Ullen Sentalu berlangsung sekitar 1 jam, dan banyak banget informasi yang bisa kita peroleh, terutama tentang sejarah Keraton Jogja dan Solo, serta kebudayaannya. Trus kita sempat dikasi minum yang katanya minuman favorit ratu atau putri kerajaan. Rasanya agak aneh di lidah saya, tapi bukannya ga enak. Cuma ga familiar aja.
       
      Oya, di museum ini juga ga bisa sembarangan foto. Guide nya akan kasi tau spot-spot mana aja yang boleh difoto. Makanya kebanyakan foto Museum Ullen Sentalu yang bisa ditemuin ya kurang lebih sama latar belakangnya.
       
       


      Selesai guided tour, kita cobain makan di restoran mereka, Beukenhof. Restorannya cantiikk banget, interiornya gaya kolonial banget. Apalagi pemandangannya juga bagus….jadi betah lama-lama di sini. Untuk harga yaa emang rada mahal, tapi worth it sama rasanya.
       
      Awalnya, setelah dari Ullen Sentalu kita sempat mau jajal Merapi Lava Tour. Tapi karena gerimisnya ga berenti-berenti akhirnya kita mutusin untuk turun lagi aja. Kasian kalo si bocah sakit gara-gara kena ujan.
       
      Waktu udah sampai di tengah kota, kita mutusin untuk beli oleh-oleh dulu, karena besok bakal nginep di Magelang. Kita dibawa ke pabrik Bakpia Pathok 25 dan beli banyak banget bakpia yang masih hangaatt. Nyaamm! Supir kita juga nyaranin kita beli batik di Rumah Batik yang emang konsepnya butik. Padahal tadinya mau beli di Malioboro aja. Tapi kata bapaknya, kalo mau dipake sendiri ya mending beli di tempat ini, kualitasnya premium. Yaa…emang siih bagus banget, tapi harganya juga ‘bagus’ hehehhe
       
      Karena si bocah udah ngantuk dan cranky berat, jadi kita minta supir untuk anter ke hotel. Untuk hari kedua ini, kita pilih hotel yang lebih budget friendly, yaitu Tjokro Style Hotel di Jl. Menteri Supeno. Alasannya, karena kita bakal check out pagi-pagi buta buat tur sunrise di Borobudur. Jadi, biar ga rugi ya pesen hotel yang murah meriah aja (no breakfast, pake promo lagi…maklum saya promo hunter :p)
       
      Tjokro Style ini bisa dibilang butik hotel yang lumayan baru. Walaupun bukan hotel mewah, tapi desainnya bagus banget dan pelayanannya juga memuaskan. Kamarnya emang sempit ya, berasa banget kalo bawa bocah. Waktu di Hyatt bisa kejar-kejaran sambil merangkak, kalo di sini ya boro-boro. Tapi nyaman banget kok. Kamar mandinya juga lumayan sempit, tapi amenities-nya lumayan lengkap. Yang agak bingung sih waktu nyari shampoo dan sabun cair. Ternyata di sini pake 2-in-1 shampoo dan sabun cair yang ditaro di tempat sabun kalo di toilet-toilet mall itu lohh (apa sih namanya? Maaf saya ga kepikiran).

       
       
      Karena ini di tengah kota, jadi mau cari makan malam gampang, tinggal jalan kaki di sekeliling hotel dan pilih aja jajanan favorit.
       
       
       
      Hari Ketiga (Rabu, 30 Maret 2016)
       
      Saking semangatnya hari ini, saya udah bangun dari jam 2 pagi. Beres-beres koper, basuh si bocah yang sebodo amat tetep tidur dan siap-siap sendiri. Karena saya pesan hotelnya online dan udah bayar, jadi proses check out ya ga perlu lama-lama. Tinggal balikin kunci dan angkut barang.
       
      Supir kita sesuai jadwal dateng jam 3 pagi dan langsung bawa kita ke Candi Borobudur. Namanya juga tengah malem buta, jalanan sepiiii banget. Paling para pedagang di pasar aja yang udah beraktivitas dan siap-siap.
       
      Kita sepakat sunrise tour lewat Manohara Hotel. Tiket masuknya emang lumayan banget ya, Rp 270.000 per orang dewasa (lokal). Kalau orang asing kayaknya lebih mahal Rp 20.000. Sempat kepikiran mau liat sunrise dari Punthuk Setumbu aja. Tapi kata temen, kalo gendong-gendong bayi nanti repot naiknya. (Walaupun manjat Candi Borobudur juga repot sih sambil gendong bayi :p).
       
      Penjualan tiketnya sendiri baru dibuka jam 4.00, sementara turnya dimulai jam 4.30. Dan, kita sampai di sana jam 3.30 hahahah agak terlalu antusias kayaknya berangkat jam 3.
       
      Dengan membayar harga tiket yang lumayan mahal, kita dapet senter, snack setelah tur dan souvenir. Jadi, setelah ambil senter, kita pun jalan menuju candi, bareng sama tamu-tamu lain. Ternyata harga tiket yang hampir 300 ribu itu ga bikin tur ini sepi ya. Tapi, untungnya karena udah lewat long weekend, jadi tetep ga terlalu rame.
       
      Gimana perjalanan naik ke Candi Borobudur sambil bawa bayi? Silakan tanya suami saya yang langsung ngos-ngosan dan sakit pinggang hahahaha (saya sendiri kebagian bawa turun si bocah, dan lutut langsung gemetar).
       
      Walaupun hari itu sunrise-nya kurang bagus, tapi buat saya pemandangannya tetap indah. Seneng banget bisa punya momen istimewa ini bareng anak dan suami.


       
       
      Setelah turun dari candi, kita nikmatin snack dan kopi yang udah disiapkan buat peserta sunrise tour. Rasanya so-so lah. Tapi lumayan buat ganjel perut.
       
      Waktu menunjukkan pukul 8.30 waktu kita keluar dari Manohara Hotel. Karena hotel di Magelang pastinya belum bisa buat check in, kita sepakat untuk sarapan beneran di Plataran Borobudur yang berjarak kira-kira 10 menit naik mobil.
       
      Kenapa pilih Plataran Borobudur? Karena saya naksir banget sama restoran Patio-nya hahahha Tapi ternyata emang keputusan tepat sih kita sarapan dan ngaso di tempat ini. Tempatnya enaaakk banget, tenang dan teduh. Kita sengaja minta tempat duduk sofa supaya si bocah cerewet ini bisa istirahat. Ternyata bukan cuma anak saya yang tidur, tapi suami juga hahahah


       
       
      Saya pernah nyicip makanan di Plataran Dharmawangsa di Jakarta yang emang enak banget. Dan makanan di Patio ini juga sama enaknya. Cuma, untuk muesli-nya agak aneh rasanya. Lebih enak yang saya rasain di Revolver Seminyak (kenapa jauh banget perbandingannya).
       
       
      Setelah kenyang dan refresh energi, kita keluar dari Plataran dan menuju hotel berikutnya. Supir kita sempat nanya apa mau liat-liat kerajinan perak di dekat sini. Tapi, saya udah ga sabar mau ke hotel, jadi tawarannya kita skip.
       
      Kenapa saya mau buru-buru banget ke hotel? Karena hotel yang saya pesan kali ini adalah hotel termahal yang pernah saya pesan seumur hidup: MesaStila Resort & Coffee Plantation.
       
      Sejak tau soal resort ini beberapa waktu lalu, saya langsung masukin MesaStila dalam bucket list saya. Pokoknya sekali seumur hidup harus nyobain. Untungnya bisa terwujud lumayan cepet. Karena harganya lumayan bikin mata melotot, ya saya ga mau rugi lah, kalo bisa check in sepagi mungkin dan check out sesiang mungkin hahahaha
       
      MesaStila Resort & Coffee Plantation ini terletak di Desa Losari, Magelang. Perjalanan dari Borobudur memakan waktu sekitar 1,5 jam. Konon, tadinya resort ini adalah kebun kopi milik warga lokal yang akhirnya dijual ke orang asing dan belakangan dijadiin resort.
       
      Letaknya yang terpencil emang bikin kita susah kemana-mana. Tapi, ya ngapain juga keluar resort? Di sini fasilitasnya lengkap banget. Mulai dari restoran, spa, kids club, jungle gym dan pastinya spot-spot foto yang luaass banget. Gimana ga luas, resort ini berdiri di lahan 22 hektar, di mana 11 hektarnya digunakan untuk resort, dan 11 hektarnya lagi adalah kebun kopi.


       
       
      Semua tipe kamar di sini adalah villa berbentuk joglo atau limasan yang sangat, sangat luas. Kebetulan saya pesan yang tipe Villa Arum. Kalau menurut booking.com siih luasnya 100 meter persegi. Sungguh lah ini villa gede banget. Selain tempat tidur segede alaihim, ada juga semacam dipan besar buat duduk-duduk santai, ruang tamu, meja makan, teras pribadi yang juga luas, dan kamar mandi yang gedeee. Kamar mandinya terbagi menjadi beberapa ruangan: wastafel terpisah, toilet terpisah, ruang shower yang ga terlalu besar tapi cukuplah buat mandi ekspres, dan bathtub yang udah kayak kolam renang saking gede dan dalem banget (ngisi airnya aja lama banget).
       
      Jadilah, sisa hari ketiga ini kita nikmatin di villa dan jalan-jalan di sekitar resort yang adeemm. Kalo ada tamu yang mau spa, resort ini juga menawarkan jasa babysitting (berbayar tentunya). Tapi saya ga berani nyobain spa-nya. Mahaaall kakaak! Untungnya kita dapet voucher pijat 15 menit gratis, untuk saya dan suami. Jadi ya lumayan lah hahahaha
       
       
       
      Hari Keempat (Kamis, 31 Maret 2016)
       
      Ga terasa udah hari terakhir liburan. Agak berat mau ninggalin MesaStila. Sayang, jatah cuti dan dompet menyadarkan saya untuk cepet-cepet balik.
       
      Karena ini hari terakhir, kita manfaatin sebaik-baiknya. Saya, suami dan anak jalan-jalan pagi sekaligus sesi foto-foto. Karena emang semua tempat di resort ini kece banget buat difoto. Tadinya udah gatel banget mau berenang di kolam renang yang menghadap ke lembah. Tapi sayang airnya dingin, nanti pada masuk angin malah repot.


       
       
      Yang agak disayangkan sebenernya adalah menu sarapannya. Menurut saya terlalu biasa untuk ukuran resort bintang 5. Lebih enak sarapan yang ada di Hyatt. Tapi, yasudahlah, yang penting masih terasa enak di mulut.
       
      Aktivitas yang saya tunggu-tunggu adalah tur kebun kopi yang dimulai jam 10. Ini servis gratis untuk semua tamu yang menginap. Kalo ada yang mau ikutan tur kebun kopi tapi ga mau nginep juga bisa, tapi saya kurang tau harganya. Kayanya pernah baca sekitar Rp 500.000 per orang (nanti dapet satu bungkus kopi….kalo ga salah yaa). Sebagai pecinta kopi ya tentunya saya harus, kudu, wajib ikut aktivitas ini.
       
       
      Pagi itu kita tur kebun kopi sama satu keluarga lain, jadi lumayan enak, ga terlalu rame. Di tur itu kita dijelasin panjang lebar soal jenis-jenis kopi dan diajak liat cara pembuatan kopi di MesaStila. Tentunya ada juga bagian icip-icip kopi. Dari tur ini saya juga jadi tau kalo ternyata biji kopi yang dimakan sama gula merah itu ternyata enak ya!

       
       
      Walaupun keliatannya tur kebun kopinya santai, tapi ternyata berasa juga capeknya. Apa karena saya sambil gendong bocah ya. Tapi saya puaas! Kita balik ke villa jam 11 dan siap-siap check out. Saya juga menyempatkan diri beli oleh-oleh berupa kopi robusta dan arabika yang dijual di toko hotel.
       
      Supir kita jemput jam 12 lebih dikit, dan kita meluncur kembali ke Jogja. Sebelumnya kita pikir bakal sampai di Jogja jam setengah 3. Ternyata jam 13.30 udah tiba di Jogja, sementara flight kita baru jam 15.40. Bapak supir nawarin kita mampir ke Taman Monjali. Tapi kita udah agak bosen sama taman hahahaha saya usul ke Vredeburg aja yang kemaren ga sempet didatengin. Tapi, karena letaknya di tengah kota, takutnya nanti macet ke bandara dan harus buru-buru. Jadi yasudahlah, kita langsung ke bandara sajah.
       
       
       
      Yah, demikianlah kira-kira perjalanan 4 hari 3 malam saya di Jogja dan Magelang beberapa waktu lalu. Mungkin itinerary-nya bisa kasi ide teman-teman yang juga berencana ke Jogja dengan keluarga ^^
       
       
       
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Sekitar lebih dari seperempat penduduk di dunia memeluk agama-agama yang berasal dari Timur. Agama-agama tersebut adalah Hindu, Buddha, Sikh serta Tao.
      Keberadaan agama-agama ini membuat tersebarnya banyak candi yang seringkali digunakan sebagai tempat peribadatan. Nah, tentu saja menarik untuk mengetahui candi-candi apa saja yang indah di dunia dan sangat menarik untuk kamu sambangi.
      Candi-candi cantik tersebar di seluruh dunia dari yang masih dipreservasi seperti Angkor Wat hingga candi yang sangat modern seperti Wat Rong Khun. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam candi-candi terindah di dunia yang menarik untuk kamu sambangi. Adapun candi-candi ini disusun secara acak.
       
      1. Wat Rong Khun, Chiang Rai, Thailand
       

       

      White Temple atau Wat Rong Khun via http://images.neverendingvoyage.com/wp-content/uploads/2012/01/white_temple_main.jpg
       
      Nah, ini dia salah satu candi terbaik di dunia. Candi ini terdapat di Kota Chiang Rai, Thailand. White Temple atau Wat Rong Khun namanya. White Temple ini juga merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi para wisatawan serta merupakan tempat favorit penduduk Chiang Rai sendiri.
      White Temple adalah salah satu candi Buddha yang tergolong tidak konvensional dan memiliki nilai seni yang tinggi. White Temple dimiliki oleh seseorang yang bernama Chalermchai Kositpipat. Beliau ini juga merupakan orang yang mendesain serta mengonstruksi candi ini.
      White Temple dibuka dan diresmikan untuk kunjungan umum pada tahun 1997. Wat Rong Khun buka setiap hari selama sepanjang tahun dan tidak ada biaya yang dikenakan jika kamu ingin memasuki tempat ini alias gratis.
      Pada akhir abad ke 20, Wat Rong Khun yang asli berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Untuk itu, Chalermchai Kositpipat, seorang seniman asli Chiang Rai berniat untuk memperbaiki dan merekonstruksi bangunan White Temple.
      Beliau berencana untuk membuka White Temple sebagai pusat untuk mempelajari agama Buddha serta sebagai area meditasi. Meskipun biaya masuk ke tempat ini tergolong gratis, namun kamu juga diperbolehkan jika ingin menyumbangkan dana sukarela.
       
      2. Candi Prambanan, Indonesia
       

       

      Candi Prambanan, Indonesia via https://justkardoman.files.wordpress.com/2012/03/candi-prambanan.jpg
       
      Inilah dia salah satu candi terbaik yang terdapat di Indonesia. Candi ini terletak di dekat pusat kota Jogjakarta, Indonesia. Untuk mencapai Candi Prambanan, jika kamu datang dari Bandara Adisutjipto, kamu dapat menaiki TransJogja dengan biaya sekitar Rp 3.000,00.      
      Candi Prambanan memiliki nama lain Candi Loro Jonggrang. Candi ini merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi.
      Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Candi ini dibangun pada masa dua raja yaitu Rakai Pikatan dan Rakai Balitung.
      Candi ini memiliki tinggi yang mencapai hingga 47 meter, sekitar 5 meter lebih tinggi daripada Candi Borobudur. Candi ini terletak sekitar 17 meter dari pusat kota Jogjakarta dan saat ini dibangun taman pula yang bertujuan untuk menambah keindahan kawasan kompleks candi.
      Candi ini dibuka setiap hari dari pukul 07.30 hingga pukul 15.00 WIB. Nah, biaya masuk yang harus kamu keluarkan jika kamu ingin memasuki kawasan candi yang cantik ini adalah sekitar Rp 30.000,00.
       
      3. Pagoda Shwesandaw, Myanmar
       

       

      Pagoda Schwesandaw, Myanmar via https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a9/Shwesandaw_Pagoda,_Bagan.jpg
       
      Inilah dia salah satu candi cantik yang terdapat di Myanmar. Candi ini sangat cantik terutama jika kamu ingin menjadikannya sebagai destinasi wisata untuk melihat sunrise. Pagoda Shwesandaw adalah sebuah pagoda yang didirikan oleh Raja Anawrahta pada tahun 1057.
      Pada beberapa bagian di pagoda ini terdapat gambar patung Buddha yang sedang berada dalam pose Jhana mudra (dalam konsentrasi pikiran yang tinggi). Selain itu juga terdapat beberapa bunga Lotus di pagoda ini.
      Pagoda Shwesandaw terdiri dari lima tingkat. Pada bagian puncaknya, terdapat stupa berbentuk lonceng. Sementara keempat bagian lainnya merupakan tangga yang akan menuntunmu untuk mencapai puncak pagoda ini.
      Mengejar pagoda Shwesandaw pada waktu sunrise adalah salah satu kegiatan yang wajib kamu coba ketika kamu mengunjungi Kota Bagan. Banyak wisatawan merasa tertarik dan ingin sekali mencoba pengalaman yang menyenangkan ini.
      Kenapa pagoda Shwesandaw begitu terkenal? Karena pagoda ini merupakan pagoda tertinggi di Kota Bagan. Perjalanan menuju Shwesandaw dari pusat kota Bagan dapat ditempuh selama sekitar 30 menit.
      Kamu dapat menaiki kereta kuda dengan tariff sekitar 5.000 MMK. Selanjutnya, kamu tinggal menunggu sunrise yang cantik di Pagoda Shwesandaw. Pastikan kamu telah sampai di destinasi ini sebelum pukul 05.30 untuk mendapatkan view yang mengagumkan.
       
      4. Candi Borobudur, Indonesia
       

       

      Candi Borobudur via http://cdn.indonesia.travel/media/images/upload/poi/bor1.jpg
       
      Candi Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang menawan. Candi ini dibangun pada tahun 800an masehi oleh bangsa Buddha Mahayana. Borobudur adalah sebuah candi terbesar di dunia dan juga merupakan salah satu monument Buddha terbesar di dunia.
      Pada aslinya, terdapat sekitar 504 arca Buddha di sekitar kawasan Candi Borobudur ini. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
      Candi Borobudur sendiri telah masuk menjadi salah satu situs warisan dunia menurut UNESCO sejak tahun 1982. Borobudur sendiri telah dijadikan sebagai tempat ziarah keagamaan, terutama pada waktu hari Waisak.
      Biaya tiket masuk yang harus kamu keluarkan jika kamu ingin memasuki Candi Borobudur adalah sekitar Rp 30.000,00. Candi Borobudur ini dibuka pada tahun 06.00 hingga 17.00.
       
      5. Temple of Heaven, Cina
       

       

      Temple of Heaven via http://www.chinaspringtour.com/guide/res_base/jeecms_com_www/upload/article/image/2013_1/3_21/611dhejih0y5.jpg
       
      Inilah dia candi cantik lainnya yang menarik untuk kamu kunjungi. Candi ini merupakan salah satu candi terbaik di dunia yang terletak di Beijing, Cina. Ya, destinasi wisata ini adalah Temple of Heaven.
      Ketika kamu berada di tempat ini, kamu akan merasa seolah-olah kembali lagi ke abad 15. Ya, arsitektur bangunan ini memang dipreservasi sehingga dapat membuat kita yang melihatnya mampu merasa kembali lagi ke abad 15.
      Tempat ini berdiri di atas lahan yang memiliki luas mencapai 2.700.000 meter persegi. Bahkan kompleks tempat ini pun lebih luas daripada Forbidden City.
      Filosofi yang coba ingin dikembangkan dari bangunan ini adalah bahwa surga itu berada di tempat yang sangat tinggi sementara bumi itu rendah.
      Pagoda ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu dinding pada bagian dalam dan dinding pada bagian luar. Bangunan utama pagoda ini bermula dari bagian selatan dan berakhir di bagian utara. Ya, untuk melengkapi perjalananmu selama kamu berada di Beijing, jangan lupa untuk mengunjungi destinasi wisata yang satu ini.
       
      6. Angkor Wat, Kamboja
       

       

      Angkor Wat via http://traveldeals.com.my/marketplace/wp-content/uploads/2015/01/angkor-wat.jpg
       
      Angkor Wat adalah salah satu objek wisata yang wajib kamu kunjungi ketika mengunjungi Siem Reap. Untuk itu, tidak berlebihan jika menjadikan Angkor Wat sebagai tempat pertama yang harus kamu kunjungi.
      Angkor Wat dulunya adalah sebuah candi Hindu, namun sekarang berubah menjadi candi Buddha. Angkor Wat pernah masuk dalam UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia yang harus dilindungi.
      Candi Angkor Wat dibangun sekitar abad ke-12 oleh Raja Khmer Suryawarman II dan merupakan candi yang dipersembahkan untuk Dewa Wisnu. Masyarakat Kamboja sangat menghormati candi ini hingga memasukan simbolnya ke dalam bendera nasional Kamboja.
      Untuk mencapai Candi Angkor Wat dari Old Market, kamu dapat menaiki taksi selama sekitar 7 menit. Biaya yang kamu keluarkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 7.000 KHR hingga 8.500 KHR.
      Untuk merasakan pengalaman baru yang mengasyikkan, kamu dapat mencoba untuk melihat sunrise di Angkor Wat. Kamu dapat menggunakan taksi sebelum subuh tiba dan berada di sana tepat pada waktu matahari terbit. Kamu akan menyaksikan pemandangan sunrise yang keren di Angkor Wat.
      Biaya yang kamu keluarkan untuk mengelilingi Angkor Wat dalam satu hari (daily pass) adalah 82.000 KHR. Namun, jika kamu ingin menjelajahi Angkor Wat selama sekitar 2 hingga 3 hari, kamu dapat menggunakan 2-3 day pass dengan biaya sekitar 164.000 KHR.
       
      7. Dhammayangyi Temple, Myanmar
       

       

      Mengunjungi Dhammayangyi Temple via http://photos.wikimapia.org/p/00/03/10/12/30_full.jpg
       
      Inilah dia candi menarik dan menakjubkan selanjutnya yang dapat kamu kunjungi. Candi ini adalah candi terbesar yang terdapat di Kota Bagan. Kamu akan dapat menemukan pemandangan yang menakjubkan di sini.
      Candi ini dibangun pada zaman Raja Narathu (1167-1170). Candi ini juga merupakan candi terluas yang terdapat di Bagan. Candi ini selesai dibangun dalam jangka waktu selama tiga tahun. Jika kamu perhatikan, bentuk candi ini terlihat seperti pyramid di Mesir.
      Pada bagian dasar dari candi ini mirip seperti Candi Ananda yang dibangun oleh kakek Raja Narathu. Sementara pada bagian timurnya terdapat gambar Buddha yang cukup besar.
       
      8. Wat Chai Wattanaram, Thailand
       

       

      Wat Chai Wattanaram via http://www.dsphotographic.com/g2/16935-3/Wat+Chai+Wattanaram+-+010.jpg
       
      Candi selanjutnya yang dapat kamu masukkan dalam daftar perjalanan mengelilingi candi-candi terbaik di dunia adalah Wat Chai Wattanaram. Wat Chai Wattanaram ini masih berlokasi di Ayutthaya Historical Park juga sehingga kamu tidak perlu kesulitan untuk mencapai tempat ini.
      Ayutthaya Historical Park adalah sebuah kompleks yang menampilkan sisa-sisa reruntuhan Ayutthaya di zaman yang lalu.
      Saat ini, Ayutthaya Historical Park telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia. Pada tahun 1969, Departemen Seni Thailand sudah mulai berencana untuk memperbaiki dan merenovasi kompleks Ayutthaya Historical Park ini.
      Renovasi dan rekonstruksi terhadap Ayutthaya Historical Park ini menjadi semakin serius pada tahun 1976, yaitu semenjak tempat ini resmi dijadikan sebagai taman bersejarah. Sementara itu, UNESCO mendeklarasikan tempat ini sebagai salah satu situs warisan dunia pada tahun 1991.
      Ayutthaya Historical Park dibuka pada hari Selasa hingga Jumat pada pukul 09.00 hingga 16.30. Sementara pada akhir pekan dan hari libur nasional, tempat ini dibuka dari pukul 09.00 hingga 17.00. Biaya masuk yang harus kamu keluarkan jika kamu ingin memasuki Ayutthaya Historical Park adalah sekitar 50 hingga 60 baht.
      Wat Chai Wattanaram merupakan salah satu candi Buddha yang terletak di Ayutthaya Historical Park. Wat Chai Wattanaram merupakan salah satu candi penting yang terdapat di Ayutthaya dan juga merupakan salah satu candi yang populer di Ayutthaya.
      What Chai Wattanaram dibangun oleh Raja Prasat Thong. Candi ini dibangun sebagai tanda penghormatan untuk ibu beliau. Selain itu, candi ini juga dibangun untuk memperingati kemenangannya atas bangsa Khmer sehingga beberapa bagian di candi ini masih terinspirasi dari arsitektur khas Khmer.
      Bagian utama dari candi ini merupakan simbol dari Gunung Meru atau Semeru dan dikelilingi oleh empat simbol dari benua tempat manusia tinggal (menurut sudut pandang Buddha). Untuk melengkapi perjalananmu di Ayutthaya, jangan lupa untuk mengunjungi candi yang satu ini.
       
      9. Haedong Yonggungsa Temple, Korea Selatan
       

       

      Haedong Yonggungsa Temple via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2a/Haedong_Yonggungsa_Temple,_Busan,_South_Korea.jpg
       
      Inilah dia tempat cantik selanjutnya yang dapat kamu kunjungi. Ya, tempat ini merupakan Haedong Yonggungsa Temple. Dari dekat kuil ini, kamu dapat menyaksikan pula ombak dan lautan yang menambah keindahan pemandangannya.
      Ketika banyak kuil di Korea Selatan berada di sekitar gunung, maka Haedong Yonggungsa Temple ini justru terletak di daerah pantai. Haedong Yonggungsa Temple dibangun oleh seorang biksu besar di Korea Selatan pada sekitar tahun 1376. Pada saat itu bertepatan dengan Dinasti Goryeo. Kuil ini beralamat di 416-3, Sirang-ri, Gijang-eup, Gijang-gun.
      Pada sekitar tahun 1970, terjadi rekonstruksi ulang guna memperbaiki banyak struktur di sekitar kuil ini. Namun demikian, rekonstruksi itu tetap disesuaikan dengan kondisi sebenarnya dari kuil tersebut. Bagi para pecinta fotografi, jangan lupa untuk menyempatkan waktumu untuk berkunjung ke kuil indah ini.
      Haedong Yonggungsa Temple ini memang terlihat berbeda daripada banyak kuil lainnya. Sebab, sambil menikmati keindahan kuil ini, kamu juga dapat mendengarkan indahnya suara deburan ombak dari lautan yang terletak persis di depan Haedong Yonggungsa Temple ini.
       
      10. Schwezigon Pagoda, Myanmar
       

       

      Shwezigon Pagoda via http://www.asiaexplorers.com/coverphoto/shwezigon.jpg
       
      Inilah dia candi menarik dan mengagumkan selanjutnya yag dapat kamu kunjungi. Ya, tempat ini merupakan Shwezigon Pagoda. Pagoda ini dibangun oleh Raja Anawrahta pada tahun 1090.
      Beberapa sumber menyatakan bahwa Raja Anawrahta tidak menyelesaikan pembangunan pagoda ini. Pembangunan pagoda ini kemudian diselesaikan oleh Raja Kyanzittha.
      Pagoda ini terletak di antara Desa Wetkyi-in dan Nyaung U. Pagoda ini dibangun untuk melengkapi replika empat gigi Buddha yang terdapat di Kandy (Srilanka), Pagoda Lawkananda dan Tan Kyi Taung Pagoda.
       
      11. Gakwonsa Temple, Korea Selatan
       

       

      Gakwonsa Temple via http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/03/b2/b8/8f/gakwonsa-temple.jpg
       
      Inilah dia candi cantik selanjutnya yang terdapat di Korea Selatan. Candi Gakwonsa adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Gunung Taejosan.
      Pada bagian pekarangan kuil, terdapat sebuah patung Buddha perunggu yang sedang duduk. Patung Buddha ini berukuran sangat besar dengan dimensi tinggi 15 meter, diameter 30 meter serta berat lebih dari 60 ton.
      Di belakang patung Buddha, kamu dapat langsung menyaksikan pemandangan puncak Gunung Taejosan. Para turis dapat menaiki tangga yang cukup curam jika ingin mencapai puncak Gunung Taejosan. Namun tenang saja, karena tentu kamu tetap dapat mendapatkan view yang indah walaupun kamu berada di dasarnya.
      Candi Gakwonsa dibangun pada tahun 1977 untuk mendoakan persatuan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Candi ini masih menjadi salah satu candi tercantik di Korea Selatan hingga saat ini.
      Untuk mencapai Candi Gakwonsa kamu dapat menaiki bus bernomor 24 dan turun di pemberhentian terakhir. Kamu dapat menaiki bus bernomor 24 tersebut dari mulai terminal bus di pusat kota atau stasiun subway di pusat kota.
       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai candi terbaik di dunia yang menanti untuk kamu simbangi. Semoga artikel ini dapat membantumu untuk melihat banyak candi terbaik di dunia.
      Happy traveling!