Sign in to follow this  
hobijalan2poto2

bali ala jepara.. ya pantai bandengan

21 posts in this topic

bagi yg tinggal di deket jepara.. atau yg sekitaran jawa tengah

Locator_kabupaten_jepara.gifmungkin gak usah jauh-jauh ke bali untuk menikmati wisata permainan pantai seperti banana boat, perahu motor, jet skii dll...

di Pantai Bandengan, kota Jepara sekarang juga udah ada :D

terakhir aku ke pantai Bandengan kira2 6 tahunan yg lalu... waktu itu pantainya udah bagus tapi pembangunannya belum terlalu bagus, gerbangnya baru dibuat, wahana permainan jg belum ada, cuma ada perahu motor..

tapi sekarang ini, yah 2 tahun belakangan ini sudah berkembang pesat... sekarang sudah banyak didatengin turis asing, karena sekarang sudah banyak investor pariwisata yg melirik kesana...

bagus... pasirnya putih..

nih gambarnyaaa

Copy%2Bof%2BDSC09448%2B%255B640x480%255D.JPG

2633e5a8e5f54eac9a24873bb0ff7336.jpg

Bandengan+Beach+-+pantai+bandengan.jpg

jetski+%281%29+%5B640x480%5D.JPG

biaya masuknya gak mahal, mungkin sekitar 5rb-10rb gt hehehe

kalo bosen di pantai bandengan, bisa juga nnt nyeberang ke karimun jawa ^_^

Share this post


Link to post
Share on other sites

hehe yah warna pantai n suasananya emang gak jauh beda m karimun jawa..

kan deket banget karimun jawa m jepara...

resortnya juga udah bagus2, mirip2 di bali, walopun gak besar, tapi fasilitas n kelas, eksterior n interiornya udah oke banget lah... ;)

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah di jepara yah?

baru tahu di jepara ada pantai yang bagus juga.

bisa jadi tujuan pantai baru nih kalo saya dan teman-teman lagi pada liburan.

iya emang baru mulai marak 1-2 tahun belakangan ini kok.. makin dibangun dibersihin n dirawat.. resortnya juga udah bagus2 gak kalah deh sama hotel2 bintang 5. hehe tapi harganya kurang tau jugaa..

dari jepara ada boat ke karimun ga ya?

ada kok boatnya langsung dari pantai ke karimun :) paling sekitar 20ribuan per orang kalo mau nyeberang...

Share this post


Link to post
Share on other sites

iyaaa.. soalnya dari semarang gak jauh2 banget paling2 2jam lah.. soalnya di semarang pantainya jelek hihihihihihihihi

aku besar di semarang, tapi emang menyadari kalo pantai di semarang jelek heheheheh :D :D

setuju sist... xixixi..

Share this post


Link to post
Share on other sites

aku padamuuuuu. enggak suka ma pantai di semarang. mending ke bandungan euy. nyari yg dingin2...

wahhhh, kayaknya kamu juru kunci semarang juga nih mbakkk.. udah sering po ke semarang? aku kan aslinya semaranggggg  :terpesona

Share this post


Link to post
Share on other sites

wahhhh, kayaknya kamu juru kunci semarang juga nih mbakkk.. udah sering po ke semarang? aku kan aslinya semaranggggg  :terpesona

4 tahun di Semarang. 2005-2009 Kuliah mbak. Di Gunung Pati sana. Tau kan  di mana??Aku kan di Jogja mullai awal 2010. Yeiiy, Semarangnya mana??

Share this post


Link to post
Share on other sites

4 tahun di Semarang. 2005-2009 Kuliah mbak. Di Gunung Pati sana. Tau kan  di mana??Aku kan di Jogja mullai awal 2010. Yeiiy, Semarangnya mana??

walah yaampunnnn, cah gunung pati sana to mbakkk??

hihihihi

 

semarangku belakang javamall mbak :D

 

ayuk ke semarang mbak, sabtu ini aku mau ke semarang n ke solo nih hehehhe

Share this post


Link to post
Share on other sites

walah yaampunnnn, cah gunung pati sana to mbakkk??

hihihihi

 

semarangku belakang javamall mbak :D

 

ayuk ke semarang mbak, sabtu ini aku mau ke semarang n ke solo nih hehehhe

minggu ketemu di solo yeeee. aku mau ke solo minggu pagi. target utama mau liat festival dolanan anak n mau naik bis werkudara. xixiixixxii. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Nofan
      Pantai Kartini adalah Pantai yang terletak di Pantai Utara Jawa, tepatnya di Desa Bulu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara - Jawa Tengah. Pantai Kartini hanya berjarak 2 km dari pusat Kota Jepara. 
      Sengaja diberi nama Pantai Kartini karena daerah tersebut merupakan daerah di mana dulu RA. Kartini tinggal. Kota Jepara merupakan tempat kelahiran tokoh emansipasi wanita yaitu RA. Kartini.
      Pantai Kartini merupakan salah satu tempat wisata favorit yang terdapat di wilayah Jepara. Banyak wisatawan luar kota yang datang ke Pantai Kartini untuk menikmati keindahan yang disuguhkan oleh Sang Maha Kuasa.
      Di pantai ini, terkadang diadakan berbagai macam event dan kopdar dari komunitas-komunitas tertentu.
      Pantai Kartini merupakan pantai berpasir putih yang mempunyai pesona alam yang cukup indah. Di tempat ini juga terdapat Kura – kura Ocean Park (KOP) yang di dalamnya terdapat aquarium yang berisi berbagai macam ikan. Ada ikan pari, ikan kakap, ikan hiu, hingga ikan anemon dapat dijumpai di Kura - kura Ocean Park. 
      Kura - kura Ocean Park merupakan bangunan dua lantai dengan beberapa wahana di dalamnya. Di lantai dua, kamu bisa menikmati film 3D. Tiket masuk ke Kura - kura Ocean Park cukup terjangkau. Cukup dengan merogoh kocek Rp 5000, kamu bisa menikmati berbagai macam wahana yang ada didalamnya.
      Sanagt cocok untuk kamu yang membawa anak-anak. Di samping mengajak mereka berwisata, kamu juga dapat sekaligus mengedukasi mereka mengenai berbagai macam satwa laut. Di mana mereka akan lebih tahu, dan mencintai semua makhluk hidup yang ada disekitarnya.
      Di lantai dua juga terdapat tempat untuk berfoto ria dengan background Pantai Kartini yang terlihat lebih jelas. Tetapi kamu harus siap mengantri apabila hendak berpose untuk mendapatkan gambar terbaik. karena bukan hanya kamu yang ingin eksis untuk mendapatkan hasil kenang-kenangan terbaik di Pantai Kartini.
      Ketika hari libur, tentu saja antrian akan lebih banyak, karena Pantai Kartini akan dikunjungi oleh lebih banyak wisatawan, baik dari dalam, maupun dari luar kota Jepara.
      Tetapi itu untuk hari kerja ya, apabila hari libur, harganya melonjak menjadi Rp 17.500/ orangnya. Hehe… naiknya signifikan sekali ya, lebih dari 200%.
      Ada beberapa spot yang sangat sayang apabila dilewatkan ketika kamu menyambangi Pantai Kartini. Tepatnya di area sekitar tulisan Pantai Kartini, yang berdekatan dengan kolam renang dengan jarak tak begitu jauh dari lautan lepas.
      Apabila kamu dari luar kota dan turun di Terminal Bus kota Jepara, kamu tidak perlu khawatir, karena di sana sudah ada angkutan umum yang siap mengantarkan kamu ke Pantai Kartini dengan tarif yang cukup terjangkau, yaitu hanya Rp. 4000,-.
      Di sepanjang pantai, terdapat beberapa hotel yang bisa kamu jadikan tempat beristirahat. Fasilitasnya-pun tidak mengecewakan, kamu bisa istirahat di tempat yang nyaman dengan Background Pantai Kartini yang memanjakan mata.
      Di Pantai Kartini kamu juga dapat menikmati matahari terbenam (sunset), di mana langit jingga berhiaskan matahari yang mulai menyembunyikan sinarnya. Lautan yang tampak tenang di sebelah barat menambah kesyahduan di kala senja.
      Di pantai Kartini, kamu bisa menikmati semilir angin yang membuat suasana hati lebih rileks dan nyaman. Deburan ombak yang tidak terlalu besar kian menambah ceria.
      Pantai Kartini merupakan salah satu tempat yang paling tepat apabila kamu yang ingin melakukan liburan ke tempat yang indah dengan akses yang mudah. Jangan lupa ajak orang terdekat untuk ikut menikmati keindahan Pantai Kartini yang populer di wilayah Jepara.
      SUMBER
    • By dernz27
      Halo semua,
      Salam Kenal 
      Sesuai judul, saya ingin tanya pantai mana saja di daerah selatan malang yang kita bisa berenang atau main main air cantik gitu hehehe..
      ps : selain pantai tiga warna dan gatra ya, karena kesananya hari kamis dan pengelolanya tutup hari kamis.
       
      Sesudah capek2 di pantai, saat nya makan nih... tp butuh referensi juga kuliner enak unik di malang rekomendasi teman-teman jalan2.com
       
      Thanks before 
    • By Luxia
      Halo... Apa kabar semuaaa…???    Kemana saja melancongnya long weekend kemarin? Oh ya.. Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1437H bagi yang merayakannya ya…    9-11September kemarin ini kebetulan aku punya rombongan yang nganggur dan bela-belain banget untuk mengisi waktu sibuknya dengan sedikit rekreasi meskipun dibutuhkan perjuangan dan cuti dari kantor. Moto kami “Yang Penting Happy” maka kami pilih lah traveling ke daerah Jawa Tengah, ke salah satu lokasi yang sangat sangat terkenal dan diimpikan oleh banyak local traveler maupun mancanegara. Bukan hanya tempatnya yang Indah, pemandangan lautnya yang biru tetapi juga tempat untuk beraktifitas water sport yang cukup mendukung serta penduduknya yang ramah-tamah. Yuk.. mari kita simak liputan kali ni.   Karimunjawa, ya benar, kalau orang bicara mengenai Jepara pasti langsung nyebut Furniture, memang Jepara sangat terkenal dengan hasil hutannya yaitu Pohon Jati yang banyak digunakan untuk furniture dirumah-rumah maupun di restoran-restoran, dll. Tapi itu bagi masyarakat umum, kalau bagi traveler... pasti yang teringat dan terkenang (bagi yang sudah pernah) langsung nyebut “Pulau Karimunjawa”, bagi yang belum pernah pasti ngiler-ngiler sambil menunjukkan wajah “mupeng” (alias muka pengen) pake bingitz.. hahaha.. Sama donk kek kita-kita sebelum kesana.   Karimunjawa terdiri dari 27 pulau dengan pembagian 16 pulau di Sebelah Barat dan 9 pulau di Sebelah Timur + 1 Pulau Menjangan Besar (tempat penangkaran hiu) + 1 Pulau Kemujan (tempat dimana Dewadaru Airport, airportnya Karimun Jawa, berada). Pesawat yang mendarat di Dewadaru ada Airfast, Susi Air dan Perintis Air yang berkapasitas antara 10-15 penumpang/flight dan startnya dari Semarang atau Surabaya. Sumber : Google   Sedangkan kapal ferry yang berangkat dari Pelabuhan Kartini ke Pelabuhan Karimunjawa ada 2 yaitu, Kapal Ferry Siginjai dengan waktu tempuh 5-6 jam Sumber : Google   dan Express Bahari dengan waktu tempuh 1-1,5 jam. Sumber : Google   Selain Jepara, rute terbaru bisa via Kendal ya... tapi menurut Guide kita belum recomended lah karena jalan dari semarang menuju ke Kendalnya masih belum begitu bagus. Bagi yang mau backpackeran ke sana mohon diperhatikan baik-baik ya jadwal penerbangan maupun kapal ferry nya karena memang tiap hari tidak sama dan tidak setiap hari terbang. Juga jangan lupa untuk memantau terus info dari BMKG ya, karena gelombang lautpun bisa berubah-ubah haluannya… (Ombaknya galau mungkin.. hahaha…)   Berikut share jadwal kapal penyeberangannya: Sumber : Google   Kali ini kami memilih pergi lebih awal dan balik ke Jakarta juga lebih awal dikarenakan tidak ingin berdesak-desakan dengan warga Jawa Tengah yaitu Semarang dan sekitarnya yang hendak pulang kampung berlebaran dan juga warga yang juga ingin menikmati wisata laut disekitarnya. Jadilah kami berangkat pada hari Kamis malam dan kembali ke Jakarta hari Senin pagi buta. Kebetulan salah satu diantara kami ada yang muslim sehingga masih bisa mengikuti ritual Idul Adha pada pagi harinya.   Team kali ini sedikit berbeda karena banyak teman-teman baru yang bergabung dan semua belum pernah pergi ke Karimun Jawa, jadi berbekal informasi dari Pakde @FB Eko Agus kamipun mengambil paket dari Karimunjawaonline travel. Pilihan paket untuk 3D2N sebagai berikut: 1.     Hotel/Homestay Non AC + Kapal Siginjay = Rp 700.000,-/orang 2.     Hotel/Homestay Non AC + Express Bahari = Rp 850.000,-/orang 3.     Hotel/Homestay AC + Express Bahari = Rp 1.300.000,-/orang (kap. 10-14 orang) Harga sudah termasuk : 1.     Tiket (Executive) Kapal Jepara-Karimun Jawa Island (PP) 2.     Penginapan sesuai pilihan 3.     Antar jemput local 4.     Kapal tour selama tour (2 hari) – Private Boat 5.     Alat snorkeling lengkap + life jacket 6.     Kamera underwater 7.     Guide dari HPI 8.     6 x makan menu prasmanan 9.     Retribusi deramga, Bea sandar kapal 10.  BBQ di Pulau 11.  Air mineral saat tour 12.  PPPK Harga belum termasuk : Tiket masuk ke penangkaran Hiu = Rp 40.000,-/orang (optional).   Meeting Point kami adalah Stasiun Pasar Senen, dengan menumpang Kereta Api Menoreh kelas Ekonomi pukul 19.45 kamipun berangkat menuju ke Stasiun Tawang, Semarang. Kali ini aku bersama @Dewi Fu, @FB Eka Johana, @FB Shanty San dan 9 orang teman lainnya memberanikan diri meskipun kita semua wanita (wanita-wanita perkakassss… eh.. perkasa…). Tiada aktifitas lain selain tidur lah yach karena memang kami-kami ini adalah masih karyawan sehingga setibanya didalam gerbong lelah, letih dan kantuk pun melanda.   Kereta kami tiba di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada pukul 02.15 dini hari. Kami memang sudah mempersiapkan armada berupa elf berkapasitas 15 s/d 17 orang yang akan mengantarkan kami ke Pelabuhan Kartini, Jepara untuk menyeberang ke Pulau Karimunjawa. Harga sewa untuk drop off dari Stasiun Tawang, Semarang ke Pelabuhan Kartini, Jepara adalah Rp 1.700.000,0 /unit (termasuk BBM + supir). Tepat pukul 02.30 elf berangkat. Perjalanan daratpun kami tempuh selama kurang lebih 2 jam karena memang jalanan sepi sekali saat itu sehingga elf-nya-pun meluncur dengan lancar dan cepat. Setibanya di Pelabuhan Kartini, waktu sudah menunjukan pukul  04.20 WIB (tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dengan Semarang maupun Jepara).   Karena memang perjanjiannya elf hanya kami sewa untuk drop off Stasiun Tawang, Semarang ke Pelabuhan Kartini, Jepara (PP) saja, maka kamipun setelah tiba di Pelabuhan sudah harus menurunkan semua tas ransel dan koper-koper kami. Udara tidak begitu dingin saat itu. Setelah ditinggal pergi oleh elf, kamipun langsung berjalan menuju sebuah warung yang cukup besar didepan kami (letaknya persis berseberangan dengan pintu masuk area dermaga Pelabuhan Kartini), sudah ada beberapa pengunjung sih pada saat itu, tetapi bangku-bangku dan meja-meja panjang masih pada kosong (ada sekitar 11 meja + 22 kursi panjang serta 5 meja bundar dgn 4 kursi di masing2 meja), sehingga kami dengan leluasa dapat memilih lokasi strategis untuk melanjutkan tidur kami yang terpotong tadi.. hehehe..   Ada yang memilih lanjut tidur tetapi kebanyakan dari kami lebih memilih ritual rutin, yaitu cuci muka, dan memesan sarapan di warung tersebut. Tersedia menu Nasi Rames dengan berbagai pilihan dari sayur tumis hingga gorengan, ayam goreng, tempe, telor balado, dll. Harganya pun standard saja. Selesai makan, waktu sudah menunjukan pukul 06.30 WIB yang artinya kami sudah harus bersiap-siap “menyambut”  kapal Ferry yang sudah sejak jam 06.00 pagi ber”teriak-teriak” memanggil-manggil dengan klakson nya yang nyaring… Semua terbangun dan menanti dengan penuh semangat, meskipun kapal kami jadwal berangkatnya jam 09.00 pagi. Tapi kami sudah tidak sabar ingin melihat pulau yang hendak kami tuju itu. Apalagi ada beberapa anggota kami yang memang seharusnya tahun lalu berangkat tetapi terpaksa batal karena gelombang laut yang tidak mengijinkan dan akhirnya uangnya dikembalikan lagi oleh travel agentnya. Nassiiibbb… emang nasibnya kudu jalan sama aku keknya…hahaha…   Tepat pukul 08.00 WIB kami pun dijemput oleh Mas Junet (perwakilan dari Karimun Jawa Online travel) untuk bersama-sama berangkat ke Pulau dengan menumpang kapal Express Bahari. Memasuki area keberangkatan kami harus melakukan “boarding” terlebih dahulu dengan menunjukkan Kartu Identitas diri, dapat berupa KTP/SIM (WNI) atau Passport (WNA), setelah proses boarding selesai kami berjalan menuju kapal, sebelum menginjakkan kaki di dermaga kami masih harus dicek lagi tiketnya serta membayar retribusi sebesar Rp 5.000,-/orang (tambahan di luar paket, karena biaya ini baru ada belum lama ini. TO nya pun malah tidak tahu bahwa ada tambahan ini…) dan pengecekan terakhir dilakukan dipintu masuk kapal tetapi tanpa identitas diri. XiaoYing_Video_1473937087073.mp4   Perjalanan laut pun kami tempuh dalam waktu kurang lebih 1-1,5 jam ke Pulau Karimunjawa, semua baik-baik saja sampai dengan pertengahan jalan, ombaknya mulai besar dan “tarian kapal” pun mulai terasa mengguncang-guncang perut sebagian penumpang, dari kiri-kanan depan hingga belakang bangkuku ada beberapa penumpang yang asyik “jekpot” membuat aku jadi parno dan hampirrrr saja ikutan mual…   hayaahhh… Beruntung gak jadi mual…. Hehehe   Sekitar pukul 11.25 WIB kapal pun bersandar ditepian dermaga Pulau Karimunjawa… Memang gak salah kata orang-orang, air lautnya yang ditepian dermaga saja beniiingggg sekali, rumput laut, ikan-ikan kecil beserta penghuni laut dangkal lainnyapun terlihat me-“nari-nari” di bawah sana menyambut kedatangan kami… (asyiikkk…. bahasanya pujangga nih, hahaha). Setelah rombongan berkumpul kamipun dijemput oleh 2 mobil avanza untuk menuju ke penginapan untuk makan siang serta beristirahat sejenak sambil menunggu waktunya berlayar ke tujuan pertama. Jarak antara Pelabuhan Karimunjawa dengan homestay kami tidak lah jauh, kalau ditempuh dengan berjalan kaki hanya menghabiskan waktu 5-10 menit saja ternyata. Pemandangan di kanan dan kiri kami penuh dengan rumah-rumah penduduk sekitar yang sebagian diperuntukan bagi pengunjung, bersih, rapi tata bangunannya, warna-warni bangunannya. Di Pulau ini sudah ada sekolah SMK, Kantor Polisi, Pom bensin kecil (hny 1 mesin yg diletakkan didepan rumah salah satu warga) untuk warga mengisi bahan bakar kendaraannya. Rata-rata penduduk Pulau menggunakan motor sebagai armada pendukung aktifitas mereka sehari-hari. Mata pencaharian penduduk Pulau adalah nelayan tetapi apabila sedang musim liburan baik local maupun internasional maka fungsi nelayanpun sebagian berubah menjadi Guide atau sebatas ABK (anak buah kapal) saja karena memang kapal-kapalnya dijadikan kapal tour ke pulau-pulau tujuan wisata. Selama kami 3 hari 2 malam di Pulau Karimunjawa tidak terlihat ada yg memelihara anjing atau ada anjing yang berkeliaran, yang banyak adalah kucing. Untuk lauk kami disuguhkan Ikan setiap hari, ketika ditanya ke warga sekitar, “disini gak ada yang pelihara ayam ya?” jawabannya ‘ada, tapi dikandangi” (padahal kami tidak melihat ada kandang ayam disana, pagi-pagi pun tidak mendengar suara ayam berkokok tuh). Kepo aja nih…. Hihihi…   O yah, nama hotel kami adalah “Hotel Nemo” (hahay… persis seperti ikan favorit aku) Berikut penampakan hotel kami beserta salah satu menu makan siang kami di hotel.   Selesai menikmati hidangan seadanya kami pun masuk ke kamar masing-masing untuk berganti pakaian renang dan bersiap-siap untuk berbasah-basah ria. Oh yah, di Karimun Jawa ini sangat jarang bahkan hampir tidak ada penginapan yang isinya 1 rumah or 1 ruang tidurnya ramai-ramai padahal namanya “Homestay” lho. Rata-rata 1 rumah terdiri dari beberapa kamar yang diperuntukkan 2 orang saja dalam 1 kamarnya atau ada juga yang agak besar sedikit bisa diisi ber-4 (sebagian anak kecil).   Tepat pukul 13.30 WIB kami pun dijemput oleh Bapak Rofiun (owner dari Karimun Jawa Online Travel) didampingi oleh salah satu Guide kami, Mas Yonies. Dengan berjalan kaki melewati alun-alun sampailah kami di Pelabuhan Karimunjawa, sisi sebelah kanan dari dermaga tempat dimana kami mendarat beberapa jam yang lalu. (pesawaaattt kali… mendarattt.. hahaha).   Tak lupa kami berfoto-foto ria terlebih dahulu sebelum berangkat, tepat posenya dibawah sebuah Merk yg dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai “payung monument”… hahaha.. lumayanlah berteduh sejenak dibawah panasnya terik matahari. Kalau bukan ingat rasa penasaran lebih besar daripada rasa kantuk dan kepanasan…mungkin kami sudah mundur teratur deh, gak jadi ke laut… hehehe… Untungnya tidak yah…Semangat Kawan!! Bertambah lagi semangat kami ketika kami melihat bahwa kami didampingi oleh 3 orang local lagi (1 Guide,Mas Yono namanya, 1 pengarah gaya saat berfoto dan 1 lagi ABK). Ok lah,,, berarti aman lah yach selama di laut. Yuk mari.. kita laksanakan niat kita..!! Day 1 : Pulau Menjangan Kecil & Tanjung Gelam Spot 1.1 : Pulau Menjangan Kecil Merupakan salah satu pulau yang terletak di sebelah Barat Pulau Karimunjawa. Nama lainnya adalah Maer, merupakan salah satu pot  terumbu karang dengan berbagai jenisnya, spot snorkeling yang bagus, ikannyapun banyak dan ramah (kapal baru berenti, mesin belum dimatiin ikan-ikan kecil sudah berdatangan… membuat aku yang memang takut ikan jadi bergidik…. Tapi jangan khawatirrrr… Ikannya baik-baik koq… dikejar malah malu-malu menghindar… hahaha…) dan tidak terlalu landai sehingga bagi yang snorkeling tanpa sepatu or fin bisa aman tanpa khawatir akan terluka karena tersentuh karang dan bagi yang sudah jago menyelam juga tidak khawatir akan tersentuh karang pada saat hendak meluncur ke dalam laut untuk mengambil foto or video. Perjalanan dari Pelabuhan Karimun Jawa ke Pulau Menjangan Kecil ini ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit saja. Kurang lebih sekitar 1,5 jam lamanya kita di laut, tak terasa sama sekali, menikmati pemandangan bawah laut dan ikan-ikan kecilnya serta tak lupa juga mengabadikan momen berharga ini dengan berfoto di bawah laut. Dari yang pandai berenang sampai yang tidak bisa berenang dan tidak berani masuk ke dalam airpun semua kebagian.   Spot 1.2. Pulau Tanjung Gelam Rute kami selanjutnya adalah hunting sunset di Pulau Tanjung Gelam. Dari Pulau Menjangan Kecil ke Tanjung Gelam cukup dekat, hanya sekitar 10-15 menit saja. Sebuah Pulau yang cukup ramai pengunjung dan banyak yang berjualan di sini, sehingga pas banget dengan kondisi perut kami yang memang sudah sedikit lapar dan membayangkan gorengan dan mie instant pakai telorrr… Jadi sambil menunggu saatnya sunset kami berfoto-foto lagi, makan gorengan yang kebetulan baru diangkat dari kuali, jadi inget lagu jadul berjudul “Malioboro” deh, “Panas-panas goreng pisang…”, ada tempe juga, ada bakwannya yg enak itu, cabe rawitnya yg pedas nampol sembari menunggu mie instant dengan telornya yg sedang dimasak… wohohoho…. Nikmatnya itu lho… Abis itu kami bergegas ke arah paling Barat Tanjung Gelam untuk hunting sunset, emang Guide kami pandai sekali mencari spot sunset, karena memang tidak banyak yang tau tempat ini, letaknya sedikit pojokan dan banyak pohon-pohon gitu deh. Beruntunggnyaaa kamiii yahh…. Sunset @Tanjung Gelam Makasih Mas Guide kita Double Yon… hahaha…. Setelah puas bersunset ria, kamipun kembali ke kapal untuk segera kembali ke Pelabuhan Karimunjawa agar tidak terlalu gelap setibanya di sana.   Selesailah acara hari pertama kami ini, perut ini ditutup dengan makan malam berupa lauk Ikan goreng dan tempe tahu oseng2 pake potongan cumi-cumi dan tumis sayur-sayuran.   Malam harinya kami keliling pulau dengan berjalan kaki menuju ke alun-alun. Banyak yang jualan makanan, seperti seafood, roti bakar, kelapa bakar (karena kekenyangan jadi gak sempat cicipin semua), Juice buah, Pempek, Siomay, Baso dan juga kaos-kaos serta souvenir-souvenir cantik disana. Harga kaos-kaosnya tidak begitu mahal, sekitar 30.000 s/d 35.000 saja per potongnya. @Alun2 Pulau Karimunjawa Oh yah, kalo menurut Guide kita, Mas Yonies, kalo pingin nyobain seafood, coba aja pesan Udang Topeng dan Ikan Kerapu Bebek. Udang Topeng katanya lebih enak daripada Lobster tapi harganya lebih murah dan bersahabat. Baiklah, kami akan mencobanya besok malam, hari ni sudah kekenyangan Mas. Hahaha…   Day 2 : Pulau Tengah, Pulau Cilik, Pulau Gosong dan Pulau Menjangan Besar Tujuan hari ke-2 ini adalah beberapa pulau yang terletak di sebelah Timur Pulau Karimunjawa. Sekita pukul 08.00 WIB pagi hari, setelah sarapan, rombongan kamipun dijemput oleh Pak Rofiun untuk bergegas ke pelabuhan. Yuk mari lanjutkan!!   Spot 2.1. Pulau Tengah Merupakan pulau yang wajib di kunjungi apabila kita ke Karimunjawa. Berjarak waktu tempuh kurang lebih hampir sekitar 30-45 menit dari Pelabuhan Karimunjawa, kami ditunjukkan Pulaunya oleh Mas Yono tapi sayangnya saat ini telah dibeli dan dimiliki oleh seseorang secara pribadi sehingga pulau tersebut tertutup untuk umum. Pulau ini sangat cocok sekali buat wisata keluarga dan juga bisa untuk belajar snorkling karena terdapat 2 buah spot snorkling didekat pulau ini. Luasnya sekitar 4 hektar dengan pantai berpasir putih dan sedikit ke tengah merupakan karang berpasir. Bagi yang suka snorkling ada spot terumbu karang di depan dan di belakang pulau, spot terumbu karangnya landai dengan arus sedikit besar didasar lautnya. Di sini merupakan tempat yang sangat cocok sekali untuk berfoto dengan Ikan Nemo dan ikan2 kecil di daerah spot snorkling dekat Pulau Tengah. Di pulau ini juga terdapat penangkaran hiu tapi masih dalam proses pengembangan. Keadaan daratan Pulau Tengah datar dengan mayoritas ditumbuhin pohon kelapa. Di pulau ini sudah dibangun dermaga kecil dari kayu sehingga (sebelumnya) kapal-kapal kecil/kapal nelayan bisa bersandar di pulau ini. Sayang yah!!   Spot 2.2. Pulau Cilik Letaknya lebih ke arah Timurnya Pulau Tengah, dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 15-20 menit. Pulau Cilik merupakan salah satu dari 8 pulau yang digunakan untuk daerah wisata bahari dan nelayan. Sesuai dengan namanya, Pulau ini kecil ukurannya, luas sekitar 2 ha saja. Terdapat dermaga cantik, ayunan dengan tali maupun hammock serta pemandangan Bukit Seruni sebagai spot foto-foto cantik. XiaoYing_Video_1473941066894.mp4   Sebelum singgah di Pulau Cilik terlebih dahulu kami snorkeling di dekat situ selama kurang lebih 1-1,5 jam. @Pulau Cilik Disini pantainya bersih sekali dari karang-karang tajam, yang ada hanyalah rumput laut, jadi aman buat sekedar berfoto ataupun duduk2 berendam di air laut. Setelah puas foto-foto dan berendam, selanjutnya acara kami adalah menikmati barbeque-an berupa ikan yang langsung dibakar dilokasi, sehingga memang berasa fresh sekali ikannya. Bagi yang menginginkan minuman selain air mineral yang memang disediakan oleh TO, kita juga bisa memesan minuman lainnya di sebuah warung kecil yang juga menjual mie instant dan sedikit snack. Kami pun melahap ikan barbeque tersebut sambil memesan mie instant goreng…  mmm.. Yummyy…. View Bukit Seruni Lunch Barbeque Fish @ P.Cilik Kami di pulau Cilik kurang lebih sekitar 2 jam lamanya. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Pulau Gosong.   Spot 2.3. Pulau Gosong Seperti biasa, setiap ada rute jalan-jalan yang mengunjungi pulau-pulau, pastilah ada 1 pulau yang merupakan icon dari perjalanan itu, yang artinya pemandangannya paling top dari semuanya. Nah, kali ni kita dibawa ke Pulau Gosong, yang mana sebenarnya pulau ini bukanlah merupakan bagian dari 27 pulau di Karimunjawa, mengapa demikian? Karena pulau ini terkadang terlihat terkadang tidak, lho koq gitu? Iya.. karena pada saat air pasang pulau ini akan tenggelam. Beruntung pada hari itu rombongan kami masih bisa menikmati keindahannya meskipun pulaunya sekitar 95% terendam air laut, tetapi tidak terlalu dalam koq dan masih tersisa secuil harapan dan asa… untuk berfoto dengan gaya extreme… hahaha… Berdiri @Pantai Gosong Setelah berfoto-foto kami juga masih bisa bersnorkeling ria di daerah sekitar pantai Pulau Gosong ini dan memang viewnya bagus banget lho. Berikut penampakannya. @Pantai Gosong (saat air pasang) Dipulau ini kami menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam.   Spot 2.4. Pulau Menjangan Besar (Penangkaran Hiu) Merupakan tujuan akhir dari perjalanan kami di Karimunjawa. Pulau Menjangan Besar merupakan Pulau terbesar kedua setelah Pulau Karimun Jawa dimana terdapat lokasi penangkaran hiu yang biasa diabadikan wisatawan untuk berfoto dengan hiu-hiu kecil disana. Letaknya ternyata dekat sekali dengan Pelabuhan Karimunjawa. Dari tempat kami berdiri juga sudah kelihatan dermaga Karimunjawa dimana tempat para wisatawan menginap termasuk kami. Jaraknya hanya sekitar 5-7 menit saja dari Pelabuhan. Rombongan kami tidak ada seorangpun yang berminat untuk berfoto dengan hiu-hiu yang di penangkaran seperti pada umumnya wisatawan yang berkunjung. Tidak berminat…?? Mmm… tepatnya sih Tidak berani… hihihi… takut disergap Hiu. “Wujud” tempat Penangkaran Hiu lebih ke sebuah pondokan besar dengan kantin kecil disamping kirinya. Tersedia 2 buat “kolam“ yang cukup besar bagi peserta tour yang berani masuk air untuk foto dengan Hiu. Pulau ini juga sudah dibeli oleh pihak swasta sehingga harga tiket masuk yang semula sekitar Rp 10.000 sd/ 15.000 per orang sudah naik menjadi Rp 40.000,-/orang. Dan amazingnya lagi, tariff tersebut bukan hanya tariff berfoto lho, tetapi tariff sejak kita menginjakkan kaki di kayu pijakan pertama. Guide kami sempat memberikan trik-trik apabila di antara kami ada yang berminat untuk foto dengan hiu-hiu tersebut. Meskipun ukurannya kecil tetap saja tidak menutup kemungkinan kita bisa digigit lho. Gimana caranya agar tidak digigit? Caranya… Jangan pernah memasukkan tangan maupun jari-jari tangan ke dalam air tempat kita berfoto dengan hiu karena akan dikira ikan-ikan kecil. Lho koq bisa? Jadi biasanya kita sebagai manusia tentunya tidak akan luput dari dosa… eh salah… tidak akan luput dari human error dan lupa. Lupa bahwa ikan itu akan terpancing menghampiri dan tertarik untuk menggigit apabila ada gerakan2 yang timbul di dalam air. Nah untuk mengantisipasi hal tersebut maka disarankan dengan sangat untuk tidak memasukkan tangan dan jari2nya ke dalam air, tetap lah di atas udara. Terus ada yang bertanya.. apa pernah ada kejadian? Yup. Pernah. Ada yang pernah dicaplok tangan dan jarinya karena lupa untuk mengangkat tangannya begitu nyemplung, untung hiunya belum besar-besar banget sehingga yang digigit tidak sampe putus, hanya luka-luka saja. Amiiinn….   Makanyaaaa… akhirnya rombongan kami hanya nontonin orang yg foto aja dari kapal, dan akhirnya 5 orang dari kami malah tertarik untuk main water sportnya… hahaha.. nyasar yach… yah begitu lah yang terjadi…!! @Pulau Menjangan Besar  Setelah puas menonton yg main water sport yg diputarin ke tengah laut sebanyak 4x putaran, akhirnya kami memutuskan kembali ke Pelabuhan untuk istirahat saja, haripun sudah sore, waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB.   Malam harinya kami benar-benar berniat untuk mencicipi menu seafood yang namanya Udang Topeng… sayang sekali kami terlambat, udang topengnya sudah habis, yang tersisa lobsternya doank. Padahal saat itu baru pukul 07.00WBI malam lho. Yaaa… gak jadi lagi deh. Ternyata memang udang topeng favorit di sana. Puas berkeliling, kamipun kembali lagi ke hotel untuk beristirahat atau sekedar nonton TV dan ngobrol-ngobrol ngolar-ngidul.   Day 3 : Karimun Jawa – Semarang Setelah sarapan, rombongan pun bersiap-siap untuk berangkat ke Pelabuhan  untuk kembali ke Jepara dan melanjutkan perjalanan menuju Semarang dengan Kereta Gumarang jam 20.05 WIB menuju Jakarta. Jadwal kapal Express Bahari yang semula berangkat dari Pelabuhan Karimunjawa ke Pelabuhan Kartini, Jepara adalah pukul  11.00WIB tetapi sekitar pukul 09.30WIB kami diinfokan jadwal keberangkatan kapal dimajukan menjadi pukul 10.00WIB dikarenakan ada info dari BMKG akan ada ombak. Jadilah kami yang tadinya santai-santai ngobrol-ngobrol langsung bubarrr jalan dan bergegas berkemas… takut gak bisa balik Jakarta tepat waktu. Selesai sudah acara kami kali ini. Semua kenangan indah kami bawa bersama kami kembali ke Jakarta berikut foto-foto dan cerita kami selama perjalanan. Benar memang kata orang-orang di luar sana, Karimunjawa memang tempat yang bagus bagi traveler yang mencintai aktifitas laut. Meskipun perjalanan pergi dan pulangnya disertai perasaan deg-degan takut kapalnya terbalik karena terhempas ombak dan gak bisa pulang tepat waktu, tetapi semuanya terbayarkan sudah dengan segala yang kami dapatkan di sana… Bye Karimunjawaaaa…!!! Nantikan kami di lain kesempatan yaaahhh…. Kami kan kembaliii lagiiii…!!! PS. Special thanks to karimunjawaonline tour & travel, thanks to our guide especially double Yon (Mas Yono & Mas Yonies). Thanks juga buat Pakde Eko Agus atas rekomendasinya!!   Info tambahan: 1.   Harga Popmie = Rp 10.000,-/cup 2. Harga Indomie kuah/goreng + telor (Pulau Karimunjawa & pulau2 sekitarnya) = Rp 10.000,-/bungkus 3. Harga Indomie kuah/goreng + telor (Warung Pelabuhan Kartini) = Rp 13.000,-/bungkus 4. Perlengkapan tambahan selain untuk bermain air adalah Autan, Soffel atau sejenisnya (nyamuknya di pulau karimunjawa gede-gede) XiaoYing_Video_1473591203249.mp4
    • By Barajiwa Patria Soedarmo
      Hallo gan ketemu lagi dengan ane Bara si traveller super sejati alami :cool . Di trit kali ini ane mau ngajak agan dan aganwati jalan-jalan melihat keindahan alam di Pulau Karimunjawa tepatnya di Pulau Krakal Besar. Pulau ini merupakan Pulau tempat kami Camping sambil menikmati malam dalam 1 hari. Oiya gan kita juga akan snorkling ria di Pulau Krakal Kecil dan Pulau Galeang :2thumbup .Mungkin kalian bingung dimana sih letak pulau Krakal Besar, Krakal Kecil, dan Pulau Galeang di Karimunjawa , nyok kita liat petanya

      Jadi sudah jelas kalau Pulau Krakal Besar, Krakal Kecil, dan Pulau Galeang adalah pulau yang berada di Barat Karimunjawa. :hn Pulau-Pulau tersebut merupakan pulau yang termasuk jarang dikunjungi wasatawan, maka dari itu kami mencoba meng-eksplor wilayah tersebut dengan harapan lewat trit ini semakin banyak orang yang ingin ke Karimunjawa :matabelo . Banyak kegiatan yang akan kami lakukan di Pulau-Pulau tersebut jadi stay tune di Treat ini gan dijamin agan bakal ngiler liat view dan pemandangannya . Oiya gan sebelum ane cerita dan berbagi cerita kepada kalian semua ane mau memperlihatkan aktor dan aktris dalam perjalanan ini . Inilah artis-artisnya:
      1. Bara sebagai TS dan Mpunya Trit ini

      2. Arif a.k.a Capcus a.k.a Coki sebagai pemecah, peramai suasana dan juga :betty

      3. Made sebagai bos mancing mania

      4. Daqta sebagai manusia pelampung

      5. Chandra a.k.a C.K sebagai pemandu perjalanan

      6. Akil sebagai coki partner

      7. Nuren sebagai master chef

      8. Mas Arif sebagai Nuren's :angel

      9. Linda sebagai Mas Arif's little sister

      Dan juga tidak lupa orang yang selalu menemani kita selama di Karimunjawa
      10. Mas Jey, Mas Jojo, dan Mas DJ sebagai tour guide lokal yang gokil

      11. Bapak sopir kapal yang kreen

      Nah itulah orang-orang yang akan menjelajah Pulau Krakal Besar, Krakal Kecil dan Pulau Galeangan. Daripada berlama-lama langsung ke cerita dan kegiatan apa aja yang kami lakukan di Karimunjawa jadi stay tune di Treat ini :ngacir2 :iloveindonesia :2thumbup
      Day 1, 5 November 2015
      Perjalanan ane dimulai dari jam 7 malam ketika Coki, Akil, dan C.K menjemput ane, Made, dan Daqta di rumah yang berada di Tembalang Semarang. Pada perjalanan kali ane carrier ane full oleh makanan biar teman-temen semua tidak kelaparan saat di perjalanan :cendolbig . Ane berangkat dengan menggunakan mobil C.K menuju start point ketemuan kita di Semarang Indah untuk melanjutkan perjalanan menggunakan travel dan juga sekalian tempat pertemuan dengan Nuren, Mas Arif, dan Linda :salaman . :shakehand2 . Perjalanan langsung kami lanjutkan kembali ketika semua sudah lengkap 9 orang dalam mobil. Perjalanan dari Semarang menuju Jepara kami tempuh dalam 2 jam dan kami tidak langsung ke Pelabuhan Kartini karena tidak ada kapal pada pukul 23.00 jadi kami memutuskan untuk menginap terlebih dahulu di Lembaga Pengembangan Wilayah Pantai (LPWP) yang merupakan milik Universitas Diponegoro yang juga  merupakan tempat ane menimba ilmu :malu . Kami disana bisa Sholat Isya, makan, dan juga main kartu untuk mengisi waktu. Oiya ada juga gan penampakan tempat kami tidur yang sangat nyaman menurut ane

      Day 2, 6 November 2015
      Di hari kedua ini ane sudah mulai siap-siap ke Pulau Karimunjawa. Kapal KMP Siginjai adalah nama kapal yang akan kami gunakan untuk menyebrangi Laut Jawa menuju pulau Karimunjawa. Kapal kami berangkat jam 7 pagi dan beginilah penampakannya di pagi hari:2thumbup

      Lama perjalanan menuju Pulau Karimunjawa itu sekita 4,5 jam dan karena lamanya perjalanan terjadilah hal seperti ini

      Setalah lama menunggu akhirnya Pulau Karimunjawa terlihat juga dan ini penampakannya

      Sesudah turun dari kapal kami disambut oleh salah satu tour guide kami yaitu Mas DJ :shakehand2 . Kami diajak untuk pergi ke tempat stay sementara namanya Ethnic and Go dan ketemu tour guide kami yang kedua yaitu Mas Jojo:salaman . Dan ini kira-kira picturenya

      Sesudah stay bentar di Ethnic and Go kami lanjut makan siang dan nego biaya dengan tour guide di Rumah Makan Asri dengan menu hari itu adalah cumi yang pastinya bikin ane nafsu makan :recsel .

      Perut kenyang hatipun gembira karena sudah makan saatnya melanjutkan perjalanan ke rumah tour guide ke-3 kami namanya Mas Jey. Di rumah Mas Jey kami bisa santai dan juga rental alat Snorkling seperti Snorkel, Fin, dan Sepatu Katak yang merupkan alat standar buat snorkling :recsel .

      Alat sudah ada, tenaga pun sudah full saatnya pergi menuju ke Pulau Krakal Besar dari dermaga di Karimunjawa :ngacir2

      Di kapal kami bisa melakukan apapun seperti canda gurau, latihan photo (seperti TS lakukan), ataupun tidur lagi

      Akhirnya setelah 2 jam kami sampai di Pulau Krakal Besar.

      Pulau tersebut merupakan pulau tidak berpenghuni jadi benar-benar yang tinggal di pulau tersebut hanyalah kami ber-13. Pulau ini merupakan pulau yang jarang menjadi destinasi para wisatawan saat itu kami ke pulau tersebut tidak ada orang sedikitpun :takut . Alam di pulau tersebut masi sangat alami karena jarang dijamah manusia namun masi ada sampah di pulau maka dari itu salah satu tujuan kami adalah membersihkan pulau tersebut dari sampah terutama sampah botol plastik :matabelo . Sebelum itu semua dilakukan sebaiknya kita mulai memindahkan barang-barang ke spot buat tenda. Setelah spot tenda ditemukan barulah kami membuat tenda dan melakukan kegiatan lain seperti memasak dll.

      Malam pun tiba untuk menembah cemilan malam ane, C.K dan Made memutuskan untuk mencari kepiting untuk direbus
       
    • By Muhammad Harits Arfan
      Mau Tanya, saya kan rencananya mau tour 1 bus ke pantai indrayanti dari cirebon,
      nah saya pengen pagi itu sudah ada di daerah imogiri, sekitar jam 5.. nah kira-kira resto yang bisa dikunjungi jam 5 pagi untuk mandi, dan sarapan jam 6 pagi  dmn ya?
      mohon info alamat dan no telpnnya kawan,, :)
    • By Barajiwa Patria Soedarmo
      Hallo guys ketemu sama ane sang travler super alami sejati :wakaka di treat ane, kali ini ane bakal ngajak ente sekalian jalan-jalan di sekitar Jawa Barat tempat kedua ortu ane dilahirkan. Tempat yang pertama mungkin tempat yang biasa agan kunjungi karena pantainya memang sudah terkenal yaitu Pantai Pangandaran tapi kali ini ane bukan untuk main di pantainya melaikan untuk snorkling:wow , nyok kita liat map nya

      Tempat kedua kami juga pergi untuk merelaxkan diri di pemandian air panas Ciater :matabelo . Sebelum ke cerita ane mau memperkenalkan temen-temen ane yang ikut dalam perjalan kali ini
       
       
       
       
       
       
       

      Day 1, 26 Februari 2016
      Singkat cerita kami ber4 (ane, Mardha, Made, Arif) sudah sampe terlebih dahulu di tempat checkpoint kami yaitu di Rumah Makan dan Motel Saung Lembu, Citalok, Sumedang, Jawa Barat dari Semarang tanggal 25 Februari 2016:recsel .

      Di Saung Lembu kami kami bisa istirat dan makan sambil menunggu rombongan Jakarta yaitu Bernard, Grandy, Rico, sama Mbel dateng.:cd: Namun ketika siang pun kami merasa bosen karena tidak ada kegiatan maka kami memutuskan jalan-jalan sebentar ke tempat rekreasi sekitar sana:travel yaitu waduk Jatigede yang sebenernya tidak terlalu jauh namun karena kita nyasar yasudahlah :sorry . Nah ini gan kira-kira tempatnya kita ambil foto tidak banyak karena setelah sampe disana ada hujan dan kita emang kurang beruntung:mewek
       
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Masih ingatkah kamu dengan film Laskar Pelangi yang sempat menjadi legendaris? Film yang diangkat dari novel berjudul sama itu menceritakan kisah perjuangan anak-anak dari Belitung yang ingin mendapatkan pendidikan dengan sebagaimana mestinya.
      Nah, setelah melihat filmnya, tentu terbersit ide untuk mengetahui lebih dekat berbagai destinasi wisata yang menjadi lokasi syuting film ini. Film Laskar Pelangi menampilkan berbagai suasana destinasi wisata yang indah dan menyenangkan untuk disambangi.
      Apakah kamu penasaran dan ingin segera mengetahui tentang berbagai destinasi wisata apa sajakah yang menjadi lokasi syuting film ini? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam menyambangi berbagai destinasi wisata lokasi syuting Laskar Pelangi di Belitung berikut ini.
       
      1. Museum Kata Andrea Hirata


      Museum Kata Andrea Hirata via Mitra Belitung
       
      Untuk mengawali perjalanan wisatamu dalam menyambangi berbagai destinasi wisata lokasi syuting Laskar Pelangi di Belitung, kamu dapat memulainya dengan menyambangi Museum Kata Andrea Hirata berikut ini.
      Lokasi tepat dari museum ini adalah di Lenggang, Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Suasana yang disajikan oleh novel Laskar Pelangi langsung terasa ketika kamu mulai menginjakkan kaki di dalam museum ini.
      Foto-foto yang terpajang di museum ini akan sangat mengingatkanmu tentang perjalanan dari novel Laskar Pelangi ini. Laskar Pelangi sendiri merupakan salah satu karya sastra yang menjadi kebanggaan masyarakat Belitung.
      Di ruangan ini terdapat kalimat-kalimat dari sang penulis yang sangat inspiratif seperti “Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.” Selain itu, kamu juga akan dapat melihat cuplikan dari novel yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa ini.
      Ketika masuk lebih dalam, kamu akan dapat melihat sebuah ruangan yang sangat nyaman lengkap dengan buku-buku yang berserakan. Di ruangan ini, dipajang juga foto-foto adegan Laskar Pelangi. Cover-cover Laskar Pelangi yang telah diterbitkan di berbagai negara juga terdapat di ruangan ini.
      Ruang utama ini menjadi penghubung ke ruang-ruang yang diberi nama berdasarkan tokoh-tokoh yang terdapat di film Laskar Pelangi. Ruang pertama adalah Ruang Ikal. Di ruang ini, kamu dapat melihat berbagai penggambaran sosok Ikal. Di ruang ini juga terdapat foto perpisahan antara Ikal dan Lintang.
      Di sebelah ruang Ikal, terdapat ruang Lintang. Di ruang ini digambarkan berbagai penggambaran mengenai tokoh Lintang yang sangat cerdas.
      Di sebelahnya, terdapat ruang Mahar. Mahar adalah sosok yang sangat mengerti seni. Di ruang ini terdapat foto mengenai inspirasi Mahar yaitu Rhoma Irama.
      Museum ini didirikan oleh Andrea Hirata pada tahun 2002. Tidak ada biaya yang dikenakan jika kamu ingin menyambangi museum ini.
       
      2. Pantai Tanjung Tinggi


      Pantai Tanjung Tinggi via Sumatra Tour
       
      Selanjutnya, inilah dia destinasi wisata di Belitung yang dapat kamu sambangi sambil melihat lebih dekat lokasi syuting Laskar Pelangi. Destinasi wisata ini tergolong sudah cukup terkenal di Belitung.
      Destinasi wisata ini adalah Pantai Tanjung Tinggi yang terletak di Keciput, Sijuk, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Pantai Tanjung Tinggi adalah pantai yang diapit oleh dua semenanjung yaitu Tanjung Kelayang dan Tanjung Pendam.
      Nama Tinggi sendiri berasal dari ratusan batu granit besar yang terletak di Pantai Tanjung Tinggi ini. Pantai ini memiliki areal seluas 80 hektar, berpasir putih serta terdapat ratusan batu granit besar yang terdapat di dua semenanjung tersebut.
      Pantai ini terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Tanjung Pandan. Hamparan pasir putih serta air laut yang berwarna biru toska menjadi salah satu keunggulan dari Pantai Tanjung Tinggi ini.
      Berbagai aktivitas wisata bisa kamu lakukan ketika menyambangi pantai ini. Berbagai aktivitas wisata yang dapat kamu lakukan tersebut antara lain adalah berjemur, berenang, memancing, snorkeling, menyelam, dan menyewa jetski serta menjelajah dengan kano atau perahu karet.
      Ketika kamu melakukan penyelaman, kamu akan menjumpai berbagai jenis, bentuk dan warna spesies laut yang menghuni pantai ini beserta “rumah-rumahnya” yang terbuat dari terumbu karang.
      Setelah lelah beraktivitas, kamu dapat mencoba untuk mencicipi salah satu kuliner yang menjadi kebanggaan di daerah Belitung ini. Kuliner tersebut adalah Gangan. Gangan adalah masakan yang berupa sayur yang menggunakan kunyit sebagai bumbu utamanya, yang kemudian diolah bersama nanas muda dan kepala ikan. Gangan memiliki rasa asam pedas yang akan membuatmu semakin berselera dalam mencicipinya.
       
      3. Batu Berlayar


      Batu Berlayar via Mitra Belitung
       
      Selanjutnya, inilah dia destinasi wisata yang dapat kamu sambangi di Belitung. Destinasi wisata ini juga menjadi salah satu daya tarik dan merupakan spot lokasi syuting film Laskar Pelangi.
      Destinasi wisata ini adalah Batu Berlayar yang terletak di sekitar Pantai Tanjung Kelayang. Di pulau ini juga tersedia batu-batu granit berukuran raksasa yang sangat unik.
      Batu-batu ini berdiri di atas pulau berpasir putih yang lembut dan dikelilingi birunya air laut yang tenang. Tidak hanya batu granitnya saja yang indah, kamu juga dapat menyaksikan keberadaan biota-biota laut seperti ikan-ikan cantik dan bintang laut juga menjadi salah satu nilai tambah dari pulau ini.
      Batu Berlayar terdiri atas 2 batu granit utama yang berdiri secara vertical setinggi kurang lebih 10 meter. Di sekitarnya terdapat banyak batu granit dengan formasi yang tidak kalah artistic.
      Ada satu bagian yang unik dari pulau Berlayar, yaitu sebuah batu granit di tepi pantai yang sebagian tertutup air dimana bagian atasnya berbentuk seperti sirip ikan hiu atau mirip juga dengan gigi ikan hiu. Nah, untuk melengkapi perjalanan wisata mengunjungi berbagai lokasi syuting Laskar Pelangi, kamu dapat melengkapinya dengan menyambangi lokasi yang satu ini.
       
      4. Tugu Batu Satam


      Tugu Batu Satam via The Aroengbinang Project
       
      Nah, inilah dia lokasi syuting selanjutnya yang dapat kamu sambangi di Belitung. Lokasi ini adalah Tugu Batu Satam yang terletak di tengah kota Tanjung Pandan.
      Lokasi tugu ini yang terletak di pusat kota membuatnya selalu ramai dengan banyak mobil dan motor yang berseliweran, sehingga membuat agak sulit untuk memfoto tugu ini tanpa adanya mobil dan motor yang berseliweran.
      Di tugu ini, terdapat kolam air mancur yang airnya selalu mengucur hidup serta jalur jalan pedestrian yang mulus. Delapan pilar menyangga Batu Satam yang ukurannya cukup besar.
      Tugu Batu Satam ini dibuat bukan hanya sebagai salah satu landmark Belitung, tetapi juga untuk mengingatkan tentang Batu Satam. Batu Satam sendiri merupakan cindera mata yang khas dari Belitung dan biasanya diburu oleh para penggemar batu.
      Satam sendiri berasal dari bahasa Cina. Sa berarti pasir dan Tam berarti empedu. Batu satam ditemukan oleh para penambang timah darat di Belitung sehingga seolah empedu pasir meskipun warnanya hitam mengkilat bukan hijau gelap.
      Peran batu satam rupanya cukup efektif dari segi ekonomi, karena adanya Tugu Batu Satam ini juga efektif membuat para pengunjung ingin datang dan membeli batu satam ini.
       
      5. Replika SD Muhammadiyah


      Replika SD Muhammadiyah via Blog Mister Aladin
       
      Inilah dia destinasi wisata di Belitung lainnya yang dapat kamu kunjungi agar dapat melihat lebih dekat lokasi syuting Laskar Pelangi. Destinasi wisata ini adalah replika SD Muhammadiyah yang terletak di Desa Selingsing, Kecamatan Gantong, Belitung Timur.
      Kondisi SD Muhammadiyah Gantong saat ini sudah disemen dan dalam kondisi yang jauh lebih baik. Hal inilah yang kemudian mendorong dibangunnya replika gedung SD Muhammadiyah Gantong agar menjadi mirip dengan kondisi aslinya dulu.
      Sekolah Laskar Pelangi sendiri adalah simbol dan gambaran sekolah yang minim fasilitas dan serba kurang ideal. Dibangun di atas bukit penambangan timah, replika sekolah ini memang dibuat sedemikian rupa agar menjadi mirip dengan kondisi aslinya.
      Bangunan ini harus disangga dengan kayu agar tidak rubuh. Di salah satu ruangan kelas replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi ini terdapat beberapa meja dan juga kursi.
      Terdapat dua lubang besar pada atap seng yang akan membuat sinar cahaya matahari masuk dengan bebas. Pada waktu hujan juga akan membuat air hujan masuk perlahan ke dalam replika gedung ini.
      Pada list plang replika bangunan ini, terdapat dua buah papan dari kayu. Yang di kiri terdapat “SD Laskar Pelangi” berlatar anak-anak Laskar Pelangi tengah duduk di tepian pantai saat matahari terbenam. Sementara itu, di sisi kiri terdapat “SD Muhammadiyah Gantong” yang tulisannya sudah agak memudar.
      Jika tertarik untuk melihat lebih dekat replika SD yang dulu digunakan oleh Laskar Pelangi untuk menimba ilmu, kamu tentu dapat mencoba untuk menyambangi tempat ini. Jangan lupa untuk mengabadikan dirimu dalam foto ketika datang dan menyambangi replika gedung SD Muhammadiyah ini.
       
      6. Pantai Bukit Batu


      Pantai Bukit Batu via Pakai Ransel
       
      Belitung Timur memang memiliki berbagai destinasi wisata pantai yang indah dan tentu saja sayang untuk kamu lewatkan. Nah, salah satu destinasi wisata tersebut adalah Pantai Bukit Batu yang terletak di Burung Mandi, Damar, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung.
      Pantai ini menyajikan pesona pantai yang indah dengan bebatuan yang menakjubkan. Hal ini membuat banyak pengunjung ingin datang dan menyambangi destinasi wisata yang satu ini.
      Pantai Bukit Batu Belitung Timur, letaknya di Desa Burung Mandi Kecamatan Damar Belitung Timur yang berdampingan dengan Pantai Burung Mandi dengan jarak kurang lebih 2 km.
      Biaya yang dikenakan jika kamu ingin memasuki pantai ini adalah sekitar 2 ribu hingga 5 ribu rupiah. Nah, biaya tersebut akan lebih mahal jika wisatawan menggunakan fasilitas tambahan seperti hiburan music dan juga fasilitas lainnya.
      Untuk mencapai pantai Bukit Batu memang susah-susah gampang. Dari pendopo utama, kamu harus menyusuri jalan setapak yang dibuat di tengah hutan. Namun, saat tiba di pinggir pantai, semua kelelahan akan sirna. Terutama setelah kamu melihat salah satu titik di bibir pantai yang kerap dijadikan lokasi pemancingan diantara batu besar di pinggiran pantai.
      Bukit Batu sendiri adalah pantai yang tidak begitu panjang. Pantai ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu berbatu besar dan juga berpasir. Bebatuan granit dengan ukuran yang berbeda-beda membuat pantai ini terlihat cantik dan ciamik untuk kamu sambangi.
      Terdapat sebuah restoran yang menyerupai sebuah wisma yang terletak di tengah hutan lindung yang lebat, menimati kuliner sambil mendengar bunyi burung dan deburan ombak yang membuat perasaan tenang bila pengunjung berkunjung di kawasan ini.
      Pantai ini dilengkapi dengan beberapa bangunan gazebo yang dapat digunakan wisatawan untuk istirahat, bersantai sambil menikmatik keindahan pantai bukit batu. Ada juga beberapa fasilitas lainnya, seperti penginapan, toilet dan restoran. Itulah sebuah kawasan wisata Pantai Bukit Batu.
      Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu ketika mengunjungi Belitung dan ingin melihat lebih dekat pesona wisata yang ditawarkan oleh salah satu lokasi syuting Laskar Pelangi, kamu dapat mencoba untuk menyambangi Pantai Bukit Batu yang satu ini.
       
      7. Pulau Lengkuas


      Pulau Lengkuas via Tekooo
       
      Inilah dia salah satu destinasi wisata yang menjadi primadona di Belitung. Destinasi wisata ini adalah Pulau Lengkuas yang terletak di Kepulauan Bangka Belitung.
      Pulau Lengkuas sendiri merupakan salah satu pulau dari sekian banyak pulau yang mengelilingi kawasan Bangka Belitung. Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu ketika menyambangi Belitung, jangan lupa sempatkan waktumu untuk menyambangi Pulau Lengkuas ini.
      Daya tarik utama dari Pulau Lengkuas ini adalah sebuah mercusuar tua yang dibangun pada masa kolonial Belanda yaitu sekitar tahun 1882. Mercusuar itu masih berdiri dengan sangat gagah hingga saat ini sehingga mengundang banyak wisatawan untuk datang dan berkunjung ke pulau yang satu ini.
      Hingga saat ini, mercusuar ini juga masih berfungsi dengan sangat baik dan mampu menjadi penuntun lalu lintas kapal yang melewati dan keluar masuk Belitung. Bagi kamu yang ingin mencoba memasuki mercusuar, kamu dapat mencoba untuk memasuki mercusuar yang memiliki tinggi sekitar 50 meter ini. Mercusuar ini memiliki belasan lantai yang akan membuat wisatawan merasa mampu dalam melihat berbagai pemandangan yang terdapat di sekitar Pulau Lengkuas ini.
      Untuk merasakan pemandangan baru yang berbeda, tentu kamu dapat mencoba untuk menyambangi dan masuk ke dalam mercusuar yang satu ini.
      Secara spesifik, lokasi dari Pulau Lengkuas ini berada di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Keindahan panorama di pulau ini dihiasi dengan banyaknya batu granit yang unik.
      Selain itu, pasir putih dan air laut yang jernih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Lengkuas yang satu ini. Pulau ini memiliki luas yang tidak lebih dari satu hektar namun mampu menjadi magnet wisata bagi banyak pengunjung sehingga pulau ini tidak pernah sepi setiap harinya.
      Disekitar pulau terdapat batu-batu granit yang tersusun rapih, struktur batu-batu granitnya juga unik dan berbeda dengan tempat-tempat lain dengan kombinasi pantai yang berpasir putih dan pepohonan. Selain itu Pulau Lengkuas memiliki air alut yang benar-benar jernih, anda bisa dengan jelas melihat ke dasar laut termasuk ikan-ikan yang berenang di dalamnya.
       
      Nah, itulah dia penjelasan mengenai menyambangi berbagai destinasi wisata lokasi syuting Laskar Pelangi di Belitung. Menyenangkan sekali bukan ketika kamu dapat menyempatkan diri untuk berwisata sekaligus mengenal lebih dekat seperti apa kehidupan para Laskar Pelangi di zaman dahulu.
      Semoga artikel ini dapat menjadi panduanmu dalam mengunjungi berbagai destinasi wisata yang menyenangkan di Belitung.
      Happy traveling!