• Similar Content

    • By Fath17
      (SHARECOST) (CARI TEMAN) Explore Sumba 03-09 Mei 2018
      :iloveindonesia Salam Backpacker, :travel  
      Halo agan dan aganwati semua.. :malu 
      Ane mau ngajakin Backpacker jelajah Sumba nih gan. :travel 
      Start 03 Mei dari Waingapu-Sumba Timur perjalanan berujung di Tambolaka-Sumba Barat.
      Untuk sementara kita sudah ber 2 cowok masih nyari sekitar 3-4orang, biar cukup 1mobil.
      Rencana kita akan explore Sumba Timur -+2-3 harian ya gan. Kita keliling menggunakan mobil/motor sewa dari warga sekitar biar bisa sampai ke tempat-tempat terpelosok sekalipun dan bebas tanpa batas waktu. Feel free guys...
      Setelah puas di Sumba Timur, kita menuju Sumba Barat, bisa menggunakan public transport atau sewa mobil gan.
      Di Sumba Barat kita jga akan Explore menggunakan mobil/motor gan, alasannya ya sama kaya sebelumnya gan. :2thumbup Hehehehe....
      So, buat agan/aganwati yg ada rencana di tanggal itu silahkan gabung, ini murni SHARE COST & FIX BERANGKAT yah karena kita sudah issued tiket :ngacir2 
      Bagi yang berminat silahkan inbox ya gan..
      Atau
      WA : 0857-3156-3466
      Phone : 0822-1089-9919
      Phone: 0877-8109-1999
    • By Daniyah Isa
      Hayhay, 
      Aku ada rencana ke Jepang tahun depan, sudah ganti pasport jadi E-paspor. Apa benar visa waiver harus full 15 hari di Jepang? Karena kalau tidak, akan diintrogasi sama imigrasi, dan akan dipulangkan hari itu juga? Sementara, aku rencana cuma 7 hari di sana, ga enak cuti kelamaan. Mohon teman-teman infonya yang sdh pengalaman ke sana. 
      Terima kasih. 
    • By denorra
      Halo temen temen semuanyaaaa....apa kabaaar?
      Setelah berhibenasi cukup lama dari forum ini, gue mau share perjalanan gue ke salah satu kota yg menurut orang2 salah satu yg tercantik di jagat raya, Yep, u got it rite! it's Prague, permatanya Benua Biru. Perjalana gue ke Praha sebenernya masih nyambung cerita shortcourse gue ke Wageningen taon lalu (njiiir lama bener, hahaha). Gue emang udah bertekad extend biar bisa ke Praha. Setelah brosing2, ternyata kalau naek kereta tu bisa 16 jam, yaolo, gempor lah ya. Akhirnya gue memutuskan naik pesawat. Dari Schipol gue mesti transit ke Muenchen. Bandara Jerman caem! bersih, modern, lux. Anywaaaaay...mau caem kek apaan juga, gue tetep lari2 nyari counter check in karena ternyata jaohnya ya ampuuuuuuun:((. Hampir semua penumpang sampe di konter cek in dengan kondisi terengah engah, hahahahha. Dari Muenchen akhirnya sampelah gue ke Prahaaa, woohoooo. Tapiiii, excitement gue msti ternoda dengan a bit of culture shock. Bener kata temen2 gue, orang2 Eropa Timur memang 'terasa' lebih 'kasar' daripada Eropa Barat. udahlah gausah gue critain gimana gue smpe bengong n syok nanggepin orang2 di bandara, terminal maupun stasiun ekreta yang sumpah ga helpful banget (menurut gue ya). Saking betenya, gue mutusin baik taksi aja dr bandara ke hotel (abis abis dah duit).
      Sampai di hotel, ya ampuuuun hotel gue luaaaaaaaas. gue padahal milih yg sekamar ber8, hahahaha. jangan dibandingin sama bekpek hostel di spore, hahahha. Intinya gue puas sm hostel gue. mana penghuninyua ramah ramah:). Mulailah gue jalan2 menyusuri kota Praha. besoknya gue ke Cesky krumlov naik kereta. menurut gue Cesky ni kek miniaturnya Praha.  Gue dateng pas wiken lebih dikit, jd kebayang ga betapa ramenya Prahaaaaa? seseeeeeeeeeeek:)).
      Jadi, gimana Praha? Cantiiik luar biasaaaaaaaaa..setiap sudut tu kek artistik banget. Saking cantiknya gue ampe engap! hahahah. Even ke Cesky, smuanya potret-able banget. Ampe bingung gue:)). Oiya gue mau kasi tips.
      1. kalau kelian tipe kek gue yg males ribet (brosing segala informasi smpe detil), siapin duit aja, hahah. praha relatif murah, tiket bis jg paketan bisa dipake seharian gitu
      2. gue termasuk yg ga ngoyo harus ke semua PoI semua destinasi wisata, gue maunya mah woles, enjoy. Nah jangan kek gue pergi pas wiken, amit2. Kalau kelian pernah ke Ams pas wiken, kek gitu persis. malesin!. apalagi kl cuaca panas.
      3. Kota kek Praha gitu harus dinikmati bareng, mau sm pasangan atau temen2, sendirian mnurt gue kurang asik
      4. siapin kamera yg caem, jangan kek gue, hahahha
      Udahlah gitu aja, capek ngetik panjang2:p









    • By Helen Anggakusuma
      hai semua,
      baru coba nulis dan minta pendapat untuk trip ke china
      dimohon kalo ada masukan boleh sekaliii atau ada yg musti banget diliat di tempat2 ini
      18-21 APRIL - BEIJING
      DAY 1 - BEIJING
      Flight sampai beijing 18:05
      Check in - Some Rest  Qianmen Main Street Mall Strolling around the city (Nanluoguxiang Alley) DAY 2 - BEIJING
      Tian'a'men , Forbidden City, Jingshan Park National Museum of China Beijing 798 Art Zone Confucious Mansion Peking Opera Show Ticket
      DAY 3 - BEIJING
      Great Wall Qianmen Main Street Mall Bird Nest, Olympic , Museum of Performing 
      DAY 4 - BEIJING / XI AN
      Summer Palace Sackler Museum of Art Train to Xian
      DAY 5 - Xian
      Xian Terracotta Warrior Smalll Wild Goose Pagoda   Bell Tower 
      Train to Zhang Ye (ini possible ga ya kira2 dilakukan?)
       
      DAY 6 -
      Zhang Ye - Strolling around the city
       
      DAY 7 
      Daxian Mountain Enterance
      Train to Guang Yuan
       
      DAY 8 - 9 
      GuangYuan Bus to PengFeng Village Tibetan Hotel JiuZhaguo   Train to Cheng Du
       
      DAY 10 - 11
      Cheng Du
      Panda?
      DAY 12-15
      Zhangjiajie
      DAY 16-20
      Shang Hai
       
      mohon petunjuk buat map dan hostel/hotel hehe
       
      thank youuu!
       
    • By Desyzulfiani
      Kawan jalan2 ada yg pernah ke Maroko gak,, share donk pengalaman nya..
    • By Endah Nurdianti
      Hi,
      Saya rencana mau ke Korea spring 2018 ini yaitu di bulan april. Mungkin tanggal 13-22 april sklian for my bday celebration on the 19th. Cari temen ( cewe) buat traveling bareng karna gk biasa solo travel juga. Untuk jalan2nya disana bisa diskusi lebih lanjut. 
      Line : 19frenchie
    • By norma sofisa
      Holiday season is coming!
      Tanggal 25 Desember lalu, sebagian besar penduduk dunia merayakan Natal yang didefinisikan sebagai hari kelahiran Yesus atau Nabi Isa Al Masih. Dengan segala kontroversi dan silang pendapat yang mulai familiar terdengar di telinga para netizen maupun masyarakat Indonesia setiap Bulan Desember tiba, mari kita rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia maya dan monggo dapat menyimak pengalaman saya selama di Eropa menjelang Hari Natal.

       
      Hari Natal adalah hari libur nasional bukan hanya hari besar keagamaan.
      Tidak seperti Indonesia, hanya rekan - rekan Kristiani yang merayakan Natal. Pengalaman saya tahun pertama di Belanda diundang salah satu teman sekelas untuk melewatkan Hari Natal bersama. Awal Desember, kami mengadakan makan malam bersama dalam rangka menyambut liburan, dan ia menanyakan akan kemanakah saya saat Natal. Tentu saja, saya yang masih Indonesian minded menjawab dengan mantap bahwa saya akan melewatkan Natal di rumah saja. Ia tampak khawatir dan kemudian mengundang saya untuk brunch di hari kedua Natal pada tanggal 26 Desember.
      Saat saya menyambangi kediamannya, saya disambut dengan sangat baik. Ia menghias meja makan dengan hiasan khas Natal berwarna merah serta bunga pohon pinus. Saya cukup terkesan dengan hal tersebut. Ia pun bertanya bagaimana saya merayakan Natal di Indonesia dan mengapa saya tidak kembali ke Indonesia saat Hari Natal.
      Saya berusaha menjelaskan bahwa Natal adalah hari besar umat Kristiani di Indonesia. Kami, yang muslim, tidak merayakan Natal secara khusus meskipun pada Hari Natal seluruh masyarakat Indonesia diliburkan. Di sisi lain, karena kami Muslim, kami memiliki hari besar yang kami rayakan yaitu Hari Raya Idul Fitri yang menjadi penutup Bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Adha, yang menjadi penutup musim haji.
      Teman saya surprise dengan cerita yang saya sampaikan. Selama ini ia mengira bahwa Natal adalah hari libur bagi semua orang di dunia. Dan tiap orang yang ia kenal juga berpikir demikian. Kebetulan, ia tidak terlalu terafiliasi dengan agama tertentu. Di Belanda, baik orang yang masih mempraktekkan ajaran agama Kristen maupun tidak, selalu merayakan Natal. Natal identik dengan hari libur bersama yang wajib dihabiskan bersama dengan keluarga. Agenda ke gereja hanya dilakukan bagi mereka yang masih teguh menjalankan ibadah.
       
      Natal adalah saat seluruh keluarga berkumpul dan berbagi hadiah
      Ya! Seperti yang mungkin teman - teman sering lihat di televisi, film Natal sering menggambarkan adegan seluruh keluarga saling menaruh kado di bawah pohon Natal dan begitu bersemangat saat membukanya.
      Saya mempunyai pengalaman yang cukup unik di tahun pertama saya di Belanda. Waktu itu saya tinggal dengan 2 orang roomates di apartemen. Pada tanggal 24 malam, salah satu roomate yang tidak pulang kampung, mengetuk pintu kamar. Ia menyodorkan bungkusan kecil sambil mengatakan bahwa ia memiliki kado kecil untuk saya. Saya mendadak terharu namun juga malu. Saya sama sekali tidak terpikir bahwa ia akan memberikan saya hadiah meski ia tahu saya tidak merayakan Natal. Saya sedikit malu karena saya tidak memiliki apapun untuk membalas hadiah yang diberikannya. Ia kemudian meminta saya untuk turun dan bergabung dengan teman - temannya untuk makan malam bersama. Sungguh saat itu adalah salah satu momen yang menarik karena diantara kami semua, hanya ia yang merayakan Natal. Teman - teman yang lain sengaja membuat acara makan malam karena ia tidak dapat pulang ke negaranya dan merayakan Natal bersama keluarga dekat.
      Sehari setelahnya, saya dan dua sahabat saya dari Indonesia bertemu dan makan siang bersama setelah mereka selesai misa di gereja. Bahkan saya sempat memenuhi undangan teman saya yang mengadakan konser dalam rangka Natal. Sungguh hari yang sibuk namun menyenangkan dan membuka wawasan baru saya tentang Natal.

       
      Tidak semua yang merayakan Natal memasang pohon Natal di rumah
      Pohon Natal yang setiap akhir November sudah ramai terpasang di berbagai tempat publik awalnya bukanlah bagian dari ritual keagamaan Natal. Meskipun awal sejarahnya masih sering diperdebatkan, Pohon Natal telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu oleh Kaum Pagan sebagai penanda festival musim dingin (sumber: https://www.whychristmas.com/customs/trees.shtml). Tradisi itu terus berlanjut hingga kaum Kristiani di Skandinavia pun memasang pohon Natal yang dikatakan awalnya sebagai simbol penolak bala dan tempat burung burung singgah saat Natal tiba (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Christmas_tree).
      Karena berbagai alasan itulah, teman - teman dekat saya kebanyakan tidak memasang pohon dan hiasan Natal di rumah mereka. Satu teman dekat memiliki pohon Natal di rumah pun karena keponakannya yang masih balita sangat ingin sekali menaruh kado-kado di bawah pohon Natal, seperti dalam film. Di sisi lain, beberapa pohon Natal yang memakai pohon cerama asli biasanya dipasang di depan stasiun besar Rotterdam dan di depan Rumah Sakit Anak Erasmus MC Sophia. Namun tidak seperti di tempat lain kebanyakan, pohon Natal tersebut dihias dengan sederhana dan bahkan tidak menyertakan simbol keagamaan.

       
      Santa Klaus datang di hari yang berbeda - beda tergantung negara
      Tentu sebagian besar dari kita familiar dengan seorang kakek tua berbadan tambun, berjanggut putih tebal, berbaju merah hangat, dan setiap melangkahkan kaki ke dalam rumah di malam Natal memiliki tawa khas, ho..ho..ho!
      Dialah Santa Klaus! Yang sejak tahun 1931, digambarkan berwajah lucu nan ramah dan berbaju tebal merah khas Coca Cola (sumber: Coca Cola). Awalnya, Santa Klaus diklaim sebagai Saint Nicholas, legenda Kristen dari Barat yang menurut cerita selalu menaruh hadiah di rumah anak - anak yang baik pada malam tanggal 24 Desember hingga 25 Desember dini hari. Perkembangan selanjutnya, Santa Klaus modern dikembangkan berdasarkan  gabungan antara legenda dari Saint Nicholas, tokoh Father Christmas dari Inggris, serta Sinterklaas dari Belanda (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus). Seperti Saint Nicholas, Santa Claus di berbagai negara juga dipercaya "lewat" dan menghantarkan hadiah di malam Natal tanggal 24 November .
      Uniknya, tiap - tiap negara di Eropa memiliki cerita sendiri tentang kakek baik hati yang selalu berbagi kado tiap menjelang Natal ini. Di Belanda, Sinterklaas sebutannya, dipercaya datang setiap tanggal 5 Desember. Bukan dari Finlandia maupun Kutub Utara, Sinterklaas di Belanda datang dari Spanyol dan bermukim di Madrid . Ia hadir bersama dengan Piet Hitam atau Zwarte Piet yang biasanya bertugas untuk menakut-nakuti anak - anak yang nakal (sumber: https://www.whychristmas.com/cultures/holland.shtml). Sedang di Perancis, Santa Klaus disebut Père Noël atau Papa Noël. Teman Perancis saya mengucapkan Selamat Natal pada hari tanggal 24 Desember. Ia menjelaskan karena di malam harinya Papa Noël akan datang dan membagikan kado, sehingga tanggal 24 Desember sudah masuk Natal. Selain itu di Perancis ada tradisi memakan beberapa dessert dan snack wajib saat Natal. Jadi selalu siapkan perut kosong ya, saat bertandang ke rumah teman di Perancis saat Natal.
      Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki tradisi ini lho! Sebagai contoh saat saya bertugas di Ambon, beberapa Sinterklaas dan sekawanan Piet Hitam berkeliling ke desa - desa terutama yang berpenduduk Kristen dimulai dari 4 minggu sebelum Natal untuk membagi - bagikan hadiah. Bapak yang menyopiri mobil sewaan kami selama di Ambon bercerita, dahulu ia pernah ditangkap oleh Piet Hitam dan hampir dimasukkan ke dalam karung karena ia dianggap sebagai anak yang nakal. Tentu saja ini hanyalah canda agar menyemarakkan acara. Yang jelas, seluruh anak - anak selalu menantikan momen Natal karena mereka akan mendapatkan hadian dari Sinterklaas.

       
      White Christmas yang belum pernah menjadi kenyataan
      Tahun pertama saya di Rotterdam, saya membayangkan akan melewatkan Hari Natal seperti di film - film Hollywood yang pernah saya tonton. Toko - toko yang memajang hiasan Natal dan lampu yang gemerlap serta satu hal yang mempercantik jalanan, yaitu boneka salju putih besar dan danau yang membeku karena udara yang sangat dingin.
      Kenyataannya, semua itu saya lihat kecuali salju!
      Sebelum saya tinggal di Rotterdam, saya tidak pernah mencari tahu bahwa beberapa tahun terakhir, salju jarang menyapa Rotterdam. Jika pun turun salju, itu hanyalah wet snow atau salju basah yang begitu menapak bumi langsung hilang berubah menjadi air. Pada dasarnya, musim dingin di Belanda sebagian besar dilewatkan tanpa salju. Hanya daerah - daerah tertentu yang berbatasan dengan Jerman terutama yang masih sering disambangi bulir - bulir putih itu. Lalu bagaimana jika kalian ingin sekali melewatkan Hari Natal dengan nuansa putih karena salju?
      Pilihannya adalah pergi ke daerah pengunungan seperti di Alps yang memiliki salju abadi di beberapa puncaknya. Alternatif lainnya adalah mengunjungi daerah Eropa Utara seperti Islandia, Finlandia utara, dan daerah - daerah utara Skandinavia. Satu cerita menarik dari keponakan teman dekat saya yang masih balita di Perancis. Saat Hari Natal tiba, ia menyeret kursi kecilnya ke dekat jendela sambil berkata salju sebentar lagi akan turun dan Papa Noël akan segera datang. Kami hanya terkekeh geli dengan imajinasinya dan menyadari bahwa salju tidak akan turun pada suhu 8 derajat.

      BONUS: Strategi Christmas Sale
      Satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah diskon besar - besaran saat Natal!
      Di Belanda, beberapa toko telah mempromosikan diskon besar -besar mulai dari awal Desember. Menurut pengalaman saya selama 2 tahun di Belanda, diskon yang lebih besar biasanya datang setelah Natal dan puncaknya setelah Tahun Baru. Di Belanda, diskon panjang hadir dari awal Desember hingga awal Februari. Untuk di Perancis, cokelat - cokelat dan camilan manis biasanya didiskon besar - besaran juga terutama setelah Tahun Baru. Jadi bagi kamu yang mempunyai rencana berbelanja, persiapkan jiwa, raga, serta dana di sekitar waktu - waktu tersebut.
      Demikian, beberapa pengalaman dan trivia Natal yang saya temui selama berada di Eropa. Kalau kamu, bagaimana pengalaman melewatkan Natal? Share ceritamu di kolom komentar ya..
      Artikel ini bisa juga dibaca melalui link https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/27/my-christmas-experiences-in-europe/
      Terima kasih dan semoga bermanfaat.