hobijalan2poto2

pasar rusia di kamboja

4 posts in this topic

Lokasinya di Phnom Penh, kota terbesar di Kambojaa. namanya Russian Market atau biasa disebut Pasar Toul Tom Poung

kenapa kok disebut sbg russian market, karena dulunya awal pasar ini terbentuk, banyak sekali ekspatriat (warga negara yang telah meninggalkan kewarganegaraannya) Rusia yg udah menetap di Kamboja belanja disini..

Bagi anda yang suka berlibur dan berbelanja serta menemukan barang – barang bagus dengan harga terjangkau, (siapa yah yg gak seneng barang bagus n murah meriah) Russian market bikin lupa waktu. Apapun yang anda inginkan ada disini baik souvenir atau buat dipake sendiri, bahkan penjahit untuk membuatkan anda baju dengan kain-kain yang berkualitas tersedia di Russian market.

yah mungkin kayak pasar beringharjo kalo di Jogja, atau mungkin Pasar Tanah abang kalo di Jakarta mungkin yaa...

tapi kalo disini komplet plet plet :D

cambodia-russian-market.jpg

15-29-32-sm.jpg

russian-market.jpg

Food_court_Russian_Market_Phnom_Penh.jpg

Russian+Market+2.jpg

Untuk hasilnya? Jangan ragukan lagi! Mau belanja pakaian, tas, sepatu, kain, barang – barang antik, perhiasan, perak, music dan sebagainya?

Pasti Russian market yang dipilih menjadi tujuan belanja anda. Sempat atau tidak, disempetin deh ke sini! :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya pernah baca artikelnya Sis mengenai pasar ini kita dapat menemukan banyak makanan lokal, souvenir, bahkan elektronik stuff. Lokal makanan murah dan mereka memberikan perbaikan harga. Untuk souvenir, Anda memerlukan usaha ekstra untuk tawar-menawar

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By rianifitria
      Bulan kemaren saya dan temen saya pergi ke Kamboja (Siem Reap dan Phnom Penh). Berikut catatannya.   Hari 1 : Jakarta - Siem Reap
      Penerbangan Jakarta ke Siem Reap, transit di Bangkok. Mendarat sekitar jam 21.00.   Tips: Pas masuk ke Bandara, sebelum imigrasi, rombongan turis akan langsung pergi ke 'Visa On Arrival'. Jangan ikut2an, soalnya Indonesia bebas Visa. Tapi harus ngambil 'Arrival/Departure Card' sebelum di cap di imigrasi. Kemaren pas saya kesini kertas 'Arrival/Departure Card' itu dipegang sama petugas yg jaga2 meja free visa dan harus nanyain mereka sebelom dapet. Kira2 disini (kotak merah 'petugas free visa'):   Seharusnya kami dijemput sama penginapan, tapi karena gak ada orangnya (salah ngasih jam), jadi kami naik mobil resmi dari Bandara. Mobil ini juga bisa disewa untuk tur Angkor Wat seharga $40 per hari.     Hari 2: Siem Reap Pagi dan siang kami jalan2 seputar daerah turis di Siem Reap, di daerah Pub Street dan Psar Chas/Old Market. Kami juga mampir ke Wat Damnak yg memiliki perpustakaan regional.
      Jam 16.00 kami berangkat ke loket tiket Angkor Wat untuk membeli tiket Angkor Wat untuk hari berikutnya. Tiketnya US$37 per orang. Kalau beli diatas jam 17.00, maka tiketnya berlaku untuk hari berikutnya. Dan memakai tiket ini kami bisa juga masuk kompleks Angkor Wat di hari yg sama. Jadi kami berangkat ke Phnom Bakheng untuk melihat Sunset.
      Malamnya kami menonton Apsara Dance and dinner di Apsara Theatre Restaurant. Harganya sekitar US$29++ per orang. Tadinya mau menonton Apsara Dance aja, gak pake dinner; tapi ternyata sanggar yg ini udah tutup.
          Hari 3: Siem Reap - tour de Angkor Hari ini dimulai dari pagi buta; jam 4.30 kami berangkat mengejar Sunrise di Angkor Wat. Tips: dari kolam tempat nonton sunrise, cepat2 masuk ke Angkor Wat dan pergi naik ke Bakan sebelum mulai ngantri.
      Dari Angkor Wat kami berjalan menuju Angkor Thom, melalui gerbang selatannya yg terkenal. Di dalam kompleks Angkor Thom kami pergi ke The Terrace of the Elephants, kuil Baphuon, kuil Bayon dan ke kuil Ta Phrom (Tomb Raider).
      Dari Ta Phrom kami pergi ke kuil Banteay Srei, yg berada sekitar 24 km di Utara kompleks Angkor Wat. Sekitar 45 menit perjalanan naik tuk tuk.
      Dari Banteay Srei kami balik ke kompleks Angkor Wat, melihat kuil Preah Khan sebelum kembalik ke Kota.
      Malamnya kami makan di Bugs Cafe yg hidangannya kebanyakan adalah serangga (ada yg bukan serangga kok di menu).
          Hari 4: Siem Reap - Gunung Phnom Kulen Kami berangkat jam 7.30 menuju bukit Phnom Kulen. Perjalannya sekitar 2 jam dari Kota. Tuk tuk hanya boleh dipergunakan sampai di kaki bukit saja. Dari tempat parkir tuk tuk kami naik sepeda motor ke atas. Kami dikenai biaya extra US$10, ini juga karena kurang negosiasi sama supir tuktuk.
      Rencananya sih pengen hiking, tapi ternyata ini lebih tempat piknik untuk orang lokal daripada tempat hiking. Kami sempat berenang di air terjun, selama sekitar satu jam. Karena perjalanan menuju puncak berdebu banget (baju, tas dan kulit sampai ganti warna), saya sarankan untuk naik mobil ke atas kalau memang ada niat main ke sini. 
      Di sana kami juga makan siang (banyak penjual makanan) sebelum naik ke Preah Ang Thom (kuil Buddha tidur). Dan kami berjalan2 di sekitar sini dan telah melewati beberapa 'kuil' kecil2 yg dibangun di tengah2 alam liar. Turun dari gunung kami mampir ke Kbal Spean (Site of Thousand Linga) yg sebenernya gak terlalu bisa kelihatan karena ada di tengah2 sungai dan pinggiran sungai dibatasi oleh tali2.
      Dari Phnom Kulen kami kebali ke kota untuk ganti sebelum berjalan-jalan menikmati ke Night Market.
          Hari 5: Siem Reap Hari ini kamu berleha2 dan jalan2 di sekitar kota lagi. Melewati Royal Residence dan kuil2 di dekatnya, ke Angkor National Museum. Kemudian kembali ke arah penginapan melalui Wat Preah Prom Rath dan Psar Chas untuk belanja oleh2.
      Kami sempat makan di restoran Marum. Restoran ini adalah tempat pelatihan murid2 sekolah pramusaji dan juga charity organisation. Makanan-nya mengarah ke fushion and yg terkenal adalah tumis daging sapi dengan semut rangrang.
      Malamnya kami pergi ke Art Centre Night Market yg ada di seberang sungai. Dan jam 23.00 kami berangkat ke agen bus Olongpich untuk menaiki bus tengah malam menuju Phnom Penh.
      Tips: Beli tiket bus mendingan langsung di Siem Reap aja. Bukan hanya lebih murah (saya beli online US$10 dan penawaran di dekat hostel US$7), tapi agen bus ini agak susah ngurus tiket yg saya beli online. Si agen bus gak bisa buka daftar penumpang dari BookMeBus.com, jadi siangnya kami sempat panik karena pas ditelpon katanya nama kami gak ada di daftar penumpang. Sepertinya beli secara manual lebih efektif disini. 
          Hari 6: Phnom Penh Kami sampai di Phnom Penh jam 6.00. Setelah menaruh tas di penginapan, kami berjalan kaki mengelilingi pusat kota Phnom Penh.
      Rutenya dari penginapan kami jalan menuju Central Market untuk sarapan. Ternyata jam 7 pagi itu pasar belom buka, cuma sedikit yg buka di bagian pasar basah dan makanan. 
      Dari Central Market kami jalan menuju Wat Phnom dan National Library. Dari Wat Phnom kami mengarah ke sungai untuk membeli tiket Sunset Cruise di sungai Tonle Sap. Dari tempat tiket kami berjalan menyusuri sungai ke Royal Palace.
      Dari Royal Palace kami terus berjalan sampai Independence Monument sebelum kembali ke arah Royal Palace. Melewati Pagoda Botumvatey dan sampai ke National Museum of Cambodia. Harga tiketnya US$10, tapi lumayan menarik isinya.
      Dari National Museum kami kembali ke penginapan untuk check-in sebelum mulai jalan lagi ke dermaga untuk Sunset Cruise. Dari Sunset Cruise kami jalan balik ke hostel, melewati Night Market.
          Hari 7: Phnom Penh Hari ini saya pergi ke Royal Palace, harga tiketnya US$10 untuk orang asing. Di dalamnya agak mirip Royal Palace di Thailand dan di tempat utamanya (Royal Palace dan Silver Temple) gak boleh ngambil foto. Jadi foto2nya gedungnya aja. 
      Dari sana saya pergi ke Central Market (naik tuk2 dari Royal Palace sekitar US$2) dan Pagoda Saravoan Techo yg berada di dekat hostel. Setelah itu kami berangkat menuju airport untuk kembali ke Jakarta, naik tuktuk sekitar 1 jam dan US$6.
            Total pengeluaran (oleh2, tiket pesawat dan akomodasi tidak termasuk): US$ 217 per orang
      Akomodasi: Siem Reap US$ 11 per kamar (2 orang) per malam. Phnom penh US$22 per kamar (2 orang) per malam.
      Harga makanan: di pinggir jalan 1 porsi US$1-2. di restoran sekitar US$5-9/porsi. 
      Tuk tuk: Siem Reap, perhari sekitar US$40 (bisa turun lebih jauh lagi, soalnya ini peak season dan temen saya gak nawar ). Phnom Penh, dalam daerah 'kota' sekitar US$1-2. Menuju bandara US$6.
      Bus malam: US$10 (kalau beli langsung di tempat bisa US$7)
      US$ 1 = Riel 4000   Tips super extra: Credit Card Credit card lumayan tidak berguna di Kamboja. Saya cuma bisa pake karta saya pas makan di Marum (yg jelas ada di bawah naungan charity organisation international) dan saat beli tiket Angkor Wat. Lainnya, lupakanlah. Kemaren saya mau pake Master Card di toko souvenir yg lumayan mahal gak bias karena ada tanda 'Maestro' and 'Cirrus'. Jadi bawa cash. Dan kalau bisa paksa money changer untuk ngasih pecahan US$1 karena hampir semua makanan dan minuman US$1.   Cuaca Tanahnya daerah Siem Reap itu Tanah terracotta yg halus. Jadi kalau musim panas dan terik kaya pas kemaren saya pergi itu, maka jalanan berdebu. Debunya lengket, halus dan warnanya kuning-merah. Nempel banget di kulit, baju dan rambut. Dan kalau musim hujan jadinya Tanah lempung yg nempel di sepatu dan licin. Saran saya, bawa masker kalau berangkat di musim panas, dan jangan pakai baju putih. Bagusnya pas musim hujan, volume turis turun, jadi bias ngeliat kuil2 tanpa rombongan manusia.   Kalau teman2 ada yg perlu informasi lebih detail lagi atau mau minta itinerary/budget, boleh PM saya.     
    • By anna22

      23/8/2017

      Pagi ini sekitar jam 7, kami bertiga (sedangkan teman saya 1 lagi menuju Bangkok) akan menempuh perjalanan jauh menuju Siem Reap menggunakan bus ( harga 26 USD/person menggunakan Mekong Express). Busnya nyaman dengan komposisi tempat duduk 2-2. Kami diberikan 1 botol kecil air mineral dan 1 kotak kecil berisi 2 snack, roti dan keripik. Perjalanan terbilang lancar tanpa macet. Sekitar jam 10sampai di border vietnam-kamboja (Moc Bai/Bavet Border), cek imigrasi dan membayar 1 USD/person. Setelah itu bus sempat berhenti sekitar 15-20 menit di restoran besar. Kami pun akhirnya sempat makan nasi + ikan goreng+tumis sayur (80.000 vnd/person) karena mikirnya gak tau akan sempet makan dimana lagi. Ternyata ini keputusan tepat!!! Sekitar jam 1 siang, bus sampai di terminal bus Phnom Penh untuk berganti bus. Kami sempat ke toilet dulu. Kalau mau jajan disini sudah menggunakan usd untuk pembayaran. *tapi toiletnya gratis kok. Bus berangkat sekitar jam 2 menuju Siem Reap. 

      Ternyata bus kali ini kurang nyaman dibandingkan yg sebelumnya, dari mulai tidur, bangun, ngobrol, tidur lagi, kok kayaknya belum sampai2. Pada akhirnya sekitar jam 8 malam, kami pun sampai di Siem Reap (fiuuuh akhirnya…). Di kantor bus ini, kami akan dijemput. Penginapan yang kami booking sudah termasuk layanan tuk-tuk untuk menjemput kami. Harga 2 malam untuk 2 kamar double bed adalah 39 usd (tanpa breakfast). Di email sebelumnya, kami dipindahkan ke hostel berbentuk dorm yang ada di pusat kota. Kami sih ok2 aja krn sudah ada pemberitahuan sebelumnya. Urusan pembayaran termasuk memesan tuk2 untuk Angkor Wat Tour juga kami lakukan di hostel tersebut. Bahkan pada akhirnya kami memesan sleeper bus siem reap-bangkok untuk malam hari esok. Harga Bus + tuk2 (71 usd/ 3 person, lupa rinciannya berapa2) Ternyataaaaa…kami tetap menginap di penginapan yang dipesan sebelumnya, yang sekitar 5 menit berkendara (untungnya masih diantar gratis). Penginapan ini berada di kompleks warga (yang cukup sepi kalau malam) jadi bentuknya semacam villa 2 tingkat. 2 kamar yang dipesan ternyata tidak berdekatan. Satu di lantai bawah, sedangkan yg 1 di lantai atas. Berhubung hp saya tidak bisa wifi (krn rusak), jadi saya meminta untuk 1 kamar berdua agar mudah berkomunikasi dan kami memilih di bawah, yang merupakan keputusan tepat (hohohoho). 

      Malam itu kami tidur cepat karena jam 4 pagi sudah akan dijemput tuktuk menuju angkor wat (niatnya mau lihat sunrise yang gatot hahaha). Benar saja, pintu kamar pun diketuk jam 4 pagi, si abang Saron (driver tuk2) sudah menunggu kami. Perjalanan menuju Angkor Wat itu seru sekali, karena berpuluh2 tuk2 menembus gelapnya jalan (entah kenapa jalan menuju kesana gelap sekali krn minim cahaya lampu). Sekitar 15 menit sampailah kami di loket untuk membeli tiket harian seharga 37 USD/person (muahaaaal hiks). Menariknya saat membeli tiket, kita akan difoto (wajahnya aja) yang nanti akan ter-print di tiket masuk (jangan sampai hilang yaaah krn akan diperiksa sewaktu2 di beberapa Wat). 

      Masih jam 5 dan gelap, tapiii sudah banyak wisatawan yang menunggu kemunculan matahari di balik komplek utama Angkor Wat. Sayangnya pagi itu cukup berawan sehingga kurang ok untuk dilihat. Menutup kekecewaan dan kelaparan (yaaa kami laparrr krn kmrn belum sempat makan malam), akhirnya kami memutuskan untuk makan di lingkup tempat makan terbuka yang ada di samping. Beberapa anak kecil dan orang dewasa bolak-balik menawarkan menu ke beberapa wisatawan. Salah satu yang tertarik adalah kami. Saya makan nasi goreng +ikan goreng +teh manis hangat, teman saya nasi goreng daging dan mie goreng. Per orang kena 5 USD. Mahal sih tapiii porsinya banyak dan rasanya cukup enak (mirip masakan wartegg indo), sehingga dapat bertahan sampai sore hehe. 


      Setelah tenaga terisi, kami pun masuk ke kompleks utama Angkor Wat yang terkenal itu. Kompleks ini luas banget yaaa sampai2 kami bingung hahaha…sekitar 2 jam foto2 dan keluyuran. Pada dasarnya kami banyak istirahat, ketemu tempat teduh dikit lgsg deh duduk2 sekitar 15 menit. Semakin siang semakin panas dan gerah sekali.  Setelah itu kami diantarkan Abang Saron ke beberapa tempat seperti Bayon, Ta Phrom (tempat syutingnya Tomb Rider itu lhoo),  dll…banyak deh pokoknya. Disana banyak menjual kelapa muda yang enak dan menyegarkan sekali. Harganya 1 USD. Lumayan untuk menyegarkan badan. Sekitar jam 2 kami mulai lelah dan ‘bosan’ akhirnya kami meminta Saron untuk mengantarkan ke penginapan. Rasanya cuaca panas membuat kami cepat lelah. Sebenarnya ia menawarkan kami untuk ke pasar terapung, tapi ya karena sudah lelah dan ternyata pasar itu cukup jauh, kami pun menyerah pada ademnya kamar penginapan hahahaha.










      Benar saja, begitu sampai kami lgsg tertidur (perasaan tidur siang mulu ya trip ini). Sorenya kami menuju Old market untuk cari oleh2 dan juga ke Siem Riep Night Market untuk lihat2 suasana kota. Untuk makan malam, kami memutuskan makan masakan india habis sekitar 14.75 USD dengan menu yang besar dan banyak. 

      Malam itu adalah malam terakhir di Siem Reap, karena setelahnya jam 1 malam kami akan menuju Bangkok menggunakan Sleeper Bus. 


      Yaaa sekian FR edisi Siem Reap Kamboja. Silahkan komen dan tanya2 yaa kalau ada yg kurang jelas…happy reading!!

      NB : yang saya suka dari Siem Reap adalah orang2 lokalnya yang ramah. Mulai dari mba2 resepsionis hotel, driver tuk2 yang mengantar jemput di hotel, Saron si driver tuk2 angkor wat sampai penjual makanan mau menjawab pertanyaan kami dan senang bercanda. Walaupun kadang ada batasan bahasa tentunya :)

      Side Story : Saat menunggu jemputan tuk2 menuju kantor bus siem reap, teman saya yang sendirian di kamar atas bergabung di kamar bawah. Kemudian, dia mulai menyalakan tv sambil bertanya kepada kami “kalian tvnya berfungsi baik ga sih?” Karena kami belum mencoba, ya kami bilang gak tau. Terus dia berkata lagi “oooh kayaknya bener nih tvnya”. Saya mulai menangkap suasana ga enak dan bertanya “hmmm emang kenapa ka?”. Dia pun berkata “Nanti deh ceritanya kalau udah sampai Bangkok, jangan disini”. Kami pun menurut. Ketika menunggu antrian imigrasi masuk Thailand, saya kembali bertanya. Akhirnya dia pun mulai bercerita. Waktu malam pertama saat mandi, pintu kamar mandinya mendadak tidak bisa dibuka dari dalam. Dia pun sudah berusaha berkali-kali mencoba membuka, tapi nihil. Akhirnya dia memutuskan diam sejenak dan pasrah aja. Gak lama kemudian, ia coba lagi beberapa saat, akhirnya terbuka (hiiiii). Supaya tidak sepi, ia pun menyalakan televisi sebelum tidur. Saatnya terlelap, ia mematikan tv, eh gak lama kemudian tvnya nyala lagi dengan sendirinya. ya dia matiin lagi dong tapi kemudian nyala lagi daaaan berkali-kali sampai temen gw itu ngomong “udah dong gw mau tidur niiih” akhirnya tv itu mati tanpa nyala2 lagi. Untungnya temen gw orangnya berani, cobaaa kalo gw yg ada di posisi dia, udah pindah kamar kali hahaha :)))

    • By Gulali56
      Dengan luas kota Moscow yang hampir 4x wilayah DKI Jakarta, dan merupakan kota terbesar di benua Eropa, keliling kota Moscow yang paling praktis dan murah itu adalah naik kereta (baik underground maupun monorail)
      Naik kereta dalam kota jauh dekat hanya 50 rubles atau sekitar  11ribu Rupiah. Kalau menggunakan Troika card (semacam e-money di Moscow) malah hanya 35 rubles atau hanya 8ribu Rupiah sekali jalan.  Tak heran ini adalah moda transportasi favorit penduduk kota Moscow.

      Dengan 14 jalur kereta dan  memiliki total 243 buah stasiun, jumlah penumpang di  jaringan transportasi di Moscow hanya kalah dari Tokyo dan Seoul.

      Walaupun rata-rata kereta bawah tanah disini itu tua-tua seperti commuter line di Jakarta, di Moscow sangatlah on time dan interval dengan kereta berikutnya hanya kurang dari 2menit, sehingga tidak perlu lari-lari terburu-buru mengejar kereta.
      Jaringan kereta bawah tanah di Moscow  sendiri mulai dibangun dari kepemimpinan Uni Soviet Joseph Stalin di tahun 1930-an. Proyek metro ini merupakan salah satu proyek arsitektur ambisius Stalin yang  konon pembangunannya tetap berlanjut disaat Rusia sedang perang dan dibombardir oleh Jerman ditahun 1941.
      Station metro di Moscow rata-rata terletak jauh di bawah tanah, dengan stasiun terdalam yaitu Stasiun Park Pobedy yaitu 84meter dibawah tanah. Karena kedalamannya, di jaman perang, stasiun-stasiun disini beralih fungsi jadi bunker perlindungan.
      Selain multi fungsi sebagai bunker, stasiun diMoscow  terkenal karena keindahannya, dimana saat itu Stalin menerapkan ide “palaces for the people”untuk arsitekturnya. Dari langit-langit yang tinggi, dinding dan pilar dari marmer, lampu gantung , lukisan dan patung-patung, keindahan stasiun di Moscow adalah objek wisata tersendiri. Setidaknya ada 44 stasiun di Moscow yang termasuk dalam list peninggalan budaya.
      Dibawah ini ada beberapa stasiun yang wajib didatangi karena keunikan dan keindahannya:
      1. Prospekt Mira

      (pic by David Burdeny)

      (pic by Vokabre)
      Design nya mencerminkan keindahan Botanical Garden di Moscow State University.  Pilar-pilar dengan relif bunga, chandelier, lantai kotak-kotak hitam abu-abu, stasiun ini berkiblat dari arsitektur Yunani dan Rusia.
      2. Mayakovskaya

      (pic by David Burdeny)
      Pilar stainless steel yang berkilauan dengan mosaic di langit-langit, Mayakovskaya merupakan arsitektur Soviet yang modern futuristic dijamannya.
       
      3. Ploschad Revolyutsii


      Dihiasi oleh puluhan patung perunggu para serdadu, petani, anak sekolah, pekerja  di pilar-pilarnya, melambangkan berbagai golongan yang membangun dan memperjuangkan Uni Soviet. Ada 2 patung yang paling terkenal di sini. Yaitu patung serdadu Rusia beserta anjing yang konon nya dapat mendatangkan keberuntungan buat yang mengusap moncong anjingnya. Dan satu lagi patung wanita dengan ayam, yang justru membawa kesialan. Untuk berfoto dengan 2 patung ini, butuh perjuangan sendiri, karena penumpang baik penduduk lokal maupun turis yang turun naik kereta di stasiun ini, akan mengusap nya setiap kali melewati kedua nya.
      Stasiun ini terletak di area Red Square dekat GUM mall dan Bolshoi teather.
       
      4. Kiyevskaya

      (pic by David Burdeny)

      Stasiun berdinding marmer putih ini dihiasi lukisan dan mosaic yang menggambarkan kehidupan di Ukraina dan tentaranya selama perang revolusi dan perang saudara.
      Stasiun ini dekat dengan Hotel Ukraina Radisson, yang merupakan salah satu gedung pencakar langit dari Seven Sisters building di Moscow.
       
      5. Belorusskaya

      (pic by David Burdeny)

      Sesuai namanya, panel distasiun ini menceritakan kehidupan rakyat Belarusian.
      6. Novoslobodskaya


      Stasiun ini dihiasi dengan mosaic dengan tema bunga dan menggambarkan penyanyi, pelaut, maupun arsitek di kesehariannya.
      7. Taganskaya


      Tema di stasiun ini adalah perang, dari serdadu angkatan laut, darat dan udara.
      8. Komsomolskaya


      Stasiun ini identik dengan langit-langitnya yang berwarna kuning, dihiasi mosaic keemasan dan lampu –lampu gantung dan pilar-pilar marmer. Konon warna langit-langit yang kuning menggambarkan kekuasaan Stalin,dimana seakan-akan orang harus menengadah ke atas untuk melihat kecantikan interior stasiun ini.
      Komsomolsakaya ini merupakan stasiun metro yang bersebelahan dengan 3 stasiun kereta antar kota Leningradsky , Yarislavsky dan Kazansky.
      9. Dostoyevskaya

      (pic by Zigurds Zakis)
      Stasiun ini dibuka tahun 2010, terinspirasi dari karya-karya sastrawan Rusia Fyodor Dostoyevsky, Crime and Punishment dan The Idiot.  
       
      10. Elektrozavodskaya

      Terinspirasi dari pabrik bohlam di dekat stasiun.
       
      Masih banyak lagi stasiun cantik di seputar Moscow, tetapi setidaknya 10 stasiun ini yang rata-rata dimasukan dalam group tur keliling Metro Moscow.
      Untuk yang akan ke Moscow, luangkan sedikit waktu disela-sela keliling kota untuk menikmati keindahan stasiun-stasiun di Moscow yang disetarakan berada di Museum dan Istana.
       
      Foto-foto dan artikel dari berbagai sumber.
       
      Kalau mau realita foto amatiran menggunakan kamera saku dan HP made in Indonesia (alias ASUS, krn penulis kebanyakan traveling sehingga gak punya budget lebih beli hp mahalan)  dan memiliki kelemahan gak bisa menilai komposisi dan sudut. Begini lah jadinya:



       
      Satu hal lagi, hati-hati dalam meng-upload ke social media, karena sebagian besar stasiun dibangun jaman Uni Soviet, ornamen dan lukisan palu arit banyak dijumpai dimana-mana. Berhubung isu aliran ini somehow sensitif dimasa-masa (uhuk) pilpres, jadi lebih bijaksana dalam ber pose.(lho) 
    • By Gulali56
      Part 1 silakan baca dulu ini:
      dan part 2:
      Day 8: Kamis, 24 Agustus 2017
      Pagi ini kami kembali ke Moscow. Check out hostel jam 8.15, kereta 09.10-13.04. Jalan kaki ke St. Peterburg Moscovsky station memakan waktu 15menit di pagi yg berangin.

      Krn masih lama brgkt nya, kami beli bekal di cafeteria station. Basically satu2nya makanan rusia yg rasanya standard tp harga mahal. Tumis timun, kentang dan irisan daging RUB 475. Sup borscht RUB 110 yg berasa minum perasaan buah bit, krn sour cream nya kurang .

      15menit sblm kereta brgkt barulah kita naik kereta. Berhubung jarak kereta Sapsan ke Moscow hanya selisih 10menit. Jadi rada was2 takut salah naik kereta.Tp sih sblm naik memang ada yg cek sih, walau kalo salah platform, cari gerbongnya cukup jauh.

      Kami sampai di Moscow sekitar jam 1, lanjut naik metro ke apt sahabat saya dan istirahat dan makan siang di aptnya. Di Moscow cuacanya sudah mulai mendekati St.Petersburg, pdhal baru hari minggu sblmnya mencapai titik tertinggi 31 derajat Celcius, tp hari Kamis ini sudah turun ke kisaran 18-20 derajat celcius.
      Selesai mager/istirahat kami baru lanjut jalan ke Novodevichy  cemetery ,pemakaman kuno  yg cukup terkenal di Moscow. Yup, saya dan kecintaan saya utk makam kuno.



      Novodevichy ini sebnrnya tutup jam 5 sore tp mungkin krn summer, kami sampai jam 5 kurang ternyata masih bisa  krn keliatannya kalau summer tutup jam 6sore.
      Sejujurnya tokoh terkenal yg saya tau cuma Boris Yeltsin yg makamnya dihiasi bendera rusia. Selebihnya adalah makam2 sastrawan dan tokoh2 politik Russia. Yang cukup menarik adalah hampir setiap makam dihiasi patung2 yg besar. Nampaknya di Russia terbiasa serba extravagant even ke makam skalipun. Walau kalau mau membanding2kan saya lebih suka makam Pere Lachaise di Paris yang lebih terawat. Di Novodevichy ini makamnya agak tdk terurus, sehingga cenderung lbh creepy walau datangnya masih siang skalipun.
      How to go to Novodevichy Cemetery (Новодевичье кладбище ~ Novodevichy Kladbishe ) : Metro: Sportivaya.
      Open: 09.00-17.00.
      www.novodevichye.com

      Didkt sini jg ada stadion Luzhniki , stadion yg designnya di jadikan inspirasi Bung Karno ketika membangun GBK. Berhubung sedang ada pembangunan utk World cup 2018, jalan menuju stadion ditutup dan kami tll males krn angin makin kencang shg memutuskan lgsg deviasi ke Gorky Park krn sahabat saya mendadak ngidam makan Pho Bo mie Vietnam di situ gara2 angin makin lama makin kencang.
      How to go to Gorky Park: Metro: Park Kultury or Oktiabrskaya Station
      http://park-gorkogo.com/en/

      Gorky park ini ibaratnya taman tempat anak muda Moscow berkumpul, dari iseng naik2 jembatan (asli gak penting) , main skateboard, rollerskate, cannoing, dancing sampai open air cinema.

      Krn tujuan utama kami makan mie kuah asal Vietnam jadi selesai makan mie kami segera melintas taman utk cari taxi dan balik apt.
       
      Day 9: Jumat, 25 Agustus 2017
      Hari terakhir full day di Moscow. Hari ini kami memutuskan ke Kremlin krn hari pertama Cuma foto2 diluar. Sampai di Kremlin jam 10pagi. Dan antrian di loket sudah mengular. Somehow krn pintu loket yg mengular Cuma 2 loket. Jadi kami ini entah justru bener apa resek luar biasa, memutuskan lewat pintu loket yg tidak ada antriannya. Ternyata gak pake antri dan lgsg beli tiket Cathedral square di Kremlin seharga RUB 500. Later on nyesel, krn semua gereja didlm Kremlin tdk boleh foto2 dan kalo membandingkan dgn semua gereja yg kami kunjungin di Moscow dan St.Petersburg, gereja2 di Kremlin ini suram bgt. Lbh suram dari Spilled blood di St.Peters.




      Kalau memang tdk ada rencana ke Armoury chamber di Kremlin, saran saya sih ambil jenis tiket yg paling murah, utk masuk Kremlin complex.
      How to go to Kremlin:  Metro Biblioteka Imeni Lenina Stn (Red line)
      Open: 10am-5pm.
      Ticket: Armoury chamber RUB 700, Cathedral square RUB 500, Ivan the Great Bell tower RUB 250.
      Didlm Kremlin ini saya sering ada desas desus byk petugas yg cek passport lah ada yg sial sampai berkali2. Ini yg salah1 yg bikin saya parno di Moscow. Tp selama 9hari di Russia, satu2nya cek passport cuma pas naik kereta cepat Sapsan dan di Imigrasi. Mungkin krn kami tampangnya turis Asia yg turis bgt?? Ato nyaru muka Thailand bgt yg bersiweran dimana2.
      Kelar Kremlin yg mnrt saya failed bgt. Mending foto2 dari luar gerbang.
      Kami kembali ke Ismailovsky market. Cari souvenir titik darah penghabisan. Sblmnya maksi dkt station yg lbh murah daripada beli sate2 ini di dlm market.

       
      Baru masuk entrance udh ketemu penjual yg bisa bhs Indonesia dan lgsg belanja disitu terus lanjut ketemu sahabat saya di Radisson hotel utk naik Radisson cruise.
      .: Hotel Radisson :.

      Hotel Radisson ini merupakan salah 1 dari gedung pencakar langit yg dinamai The Seven Sisters “Stalinskie Vysotki” (Сталиские высотки )di Moscow. Seven Sisters ini merupakan warisan jaman Stalin yang merasa suatu kota baru terlihat modern dan megah apabila memiliki gedung2 pencakar langit.
      Hotel Radisson yang memiliki nama historical Hotel Ukraina, merupakan gedung ke-2 terbesar dari Seven Sisters ini.
      .: Radisson cruise :.


       
      Radison cruise ini merupakan cruise yg cukup popular di kalangan local Moscow sendiri. Utk yg start dari dermaga dekat Hotel Ukraina/Radisson, tiketnya start from RUB 750. Saking popular nya beli via online nya suka error, apalagi jam2 keberangkatan diatas jam 5 sore.

      Utk keberangkatan jam 5sore kami kena RUB 950 (main deck), utk kelas first class yang interiornya lbh fancy (mnrt ukuran org Russia) seharga RUB 2000. Kami duduk di dining area, saya pesan café latte RUB 250 sepanjang durasi 3jam cruise ini.

      How to go to Radisson cruise via dermaga Hotel Ukraina/Hotel Radisson:
      Metro:  Kiyeskaya Stn
      http://www.radisson-cruise.ru/schedule_en.php
      Untuk cruise2/tourist boat yg pernah saya coba …,  cruise ini mnrt saya sangat worth it. Dari durasinya yg cukup panjang (2.5-3jam) objek wisata yg dilewati cukup bnyk dan dgn hrg makanan minuman yg masih 11-12 dengan hrg café café di Jakarta.
      Cruise kami selesai jam 19.30, sempatkan diri dulu masuk ke Hotel Radisson Ukraina utk liat diorama dan melihat kemewahan hotel, walao jujur stlh liat mewahnya palace2, gak tll terpukau jg dgn lobby hotel ini.

      Kelar menikmati diorama kota Moscow yg gratis,segera kita lgsg naik metro menuju fancy dinner berikutnya sbg farewell dinner di Moscow dgn host kami alias sahabat saya dan suaminya,
      .: Turandot :.
       (https://www.turandot-palace.ru/en/ )

      Kalau liat dari Google maps yg lbh dikenal adalah Café Pushkin which is satu gedung dgn Restorant Turandot ini. Dari luar susah diliat krn ga ada plang jelasnya.
      Saran sih kalo kata google maps udh nyampe, masuk aja kepintu yg bisa diketemukan dan cari2 didlmnya.

      Turandot ini tempat fancy dining yang interiornya 11-12 sama Hermitage museum. Jadi berasa makan di palace2. Harganya cukup fantastic tp service nya memang kelas atas. Berasa kyk bangsawan2 gt deh makannya , makanya disini pada niat rapih2 , walau memang dress code nya gak ada, tp malu aja sama interior kalo pake baju casual. Basically disini yg gak terima kalau pake sandal dan celana pendek aja. Bandingkan misalnya kamu masuk ke Sky bar di Jakarta atau Blowfish, udh  berasa rapih, masih dianggap kurang fashionable, terus ditolak masuk pdhal udh bawa duit segepok.
      Eniwei dari masuk, kami diladenin, disimpenin jaket dan tas belanjaannya, diantar ke meja oleh staf2 yg fluent English dan diperlakukan dgn tata cara yg super formal. Sampai gelagapan sendiri. Maklum rada ndeso.
      Makanannya tasty, saya pesen lamb. Krn rada murah.hahah.Enak , gak bau kambing yg prengus , tampilannya jg oke ,kekurangannya kurang gede aja porsinya.
      Day 10: Sabtu, 26 Agustus 2017
      Last day… pswt kami take off dari Domodedovo jam 18.25. Tp lagi2 oleh sahabat saya di squeeze nyobain makanan khas Georgia di Chaihona no.1m ( https://www.chaihona.com/ ) yg kebetulan dkt apt nya.


      Masih sempet2nya ke outlet di stadion lama dkt apt yg beralih fungsi jadi semacam ITC utk cari winter boot. Tp gagal krn hrgnya cukup mahal dan selidik py selidik yg tadinya pikir merek local Russia ternyata merek dari China. Lol.
      Dkt stadiun jg ada Mesjid besar di Moscow. Cantik tp gak sempet masuk krn saya gak bawa shawl sedangkan wajib pake baju tertutup.

       
      Kelar makan siang, kami pesen Yandex taxi, taxi online yg pamornya di Russia lbh oke dari UBER dan bahkan berencana mengambil alih UBER di Russia. Sayangnya pas kami pesen si sopirnya nyasar2 dari tadinya mo brgkt dari apt jam 14.30pm ke Paveletskaya Station utk ngejar Aeroexpress jam 15.30 , taxi br sampai jam 3.

       
      Sampai station dan platformnya pas jam 15.30. Akhirnya nunggu 30menit lagi utk trip berikutnya. Sempet deg2an bgt sampai sakit perut mo pingsan, plus bawaan kyk bawa batu kali saking beratnya. Lari dari station Aeroexpress di airport menuju counter check in. Memang sih udh web check in tp tetep aja stress takut bagian checking gate nya rese.
      Muka saya saking pucet nya sampai dibolehin ngelewatin semua org…wkwkwk untung masih boleh naik pesawat, gak dikarantina dulu. Kami sampai gate pas 10menit sblm waktu boarding. Gak lagi2 deh di negara org santai2 berangkat ke airportnya…
      Akhirnya kelar sudah petualangan kami di Russia.
      Terimakasih sudah membaca FR ini ya 
      Sampai bertemu lagi di trip berikutnya....
       
       
       
       
    • By Gulali56
      Hei ho, part 1 nya silahkan cek dulu disini ya : 
       
      Day 4: Minggu, 20 Agustus 2017 Ke St.Petersburg
      Dari Moscow ke St.Petersburg ini ada bbrp cara: naik pesawat, naik kereta malam dan naik kereta cepat.
      Dari segi harga, kalau kita beli jauh2 hari , naik pesawat itu relative lbh murah. Tp berhubung kita parnoan soal visa. Kami end up PP naik kereta cepat Sapsan. Visa baru jadi 2minggu sblm hari brgkt.
      Utk book tiket Sapsan, tiket dibuka 45hari sblm hari keberangkatan. Saya sarankan menggunakan situs local http://pass.rzd.ru/  dan sangat saya sarankan, saat booking menggunakan menu bhs Rusia ketimbang menu bhs Inggris. Entah krn situs nya masih zonk bgt krn baru perpindahan sistem (per April 2017) atau memang males2an maintenance menu Inggris nya.
      Ada byk situs agen kereta yang menggunakan bhs Inggris yg mudah dimengerti tp mematok hrg 2x lipat, apalagi kalo beli mepet2. Sedangkan pake web RZD yg ajaib ini, harga relative stabil. Dr pengalaman saya, pas coba book pake menu Inggris, saat mo pilih seat maupun gerbong, kursor stuck gak bisa pilih apapun. Dan saat pakai menu Russia, saya pusing pilih kelas seat dan gerbong2nya. Akhirnya sahabat saya yg book pake CC Indonesia (BNI card).
      In summary, tiket Sapsan ada bbrp kelas:
      gerbong 1: kelas conference dan premium,
      gerbong 2 :kelas business,
      gerbong 3-9: kelas ekonomi,
      gerbong 10 kelas ekonomi plus.
      Saya pilih kelas ekonomi yg paling murah di gerbong 4. Bedanya dgn ekonomi plus, dpt snack. Cek juga kondisi gerbong saat pilih, krn ada pilihan gerbong yg memperbolehkan bawa binatang. Berhubung saya gak minat 4jam bersama anjing/kucing, ya saya pilih gerbong khusus penumpang aja.
      Tiketnya berupa e-ticket yg tetep saya print takut kenapa2. Utk masuk gerbong masing2 ada petugas yg akan mengecek passport kita utk verify e- tiket kita.

      Harga tiket ekonomi PP adlh RUB 5,262 atau sekitar Rp 1.25jt. Saya belinya 20hari seblm hari H.
      Train Sapsan : 07.40-11.40 ~ 3h50m (Moscow Leningradsky - St. Peterburg Moscovsky).
      Metro terdekat dgn stasiun Sapsan Leningradsky adalah Metro Komsomolskaya (jalur coklat) kebetulan Cuma beda 1 stop-an dari apt teman saya. Tp tetep saja saya brgkt dari apt sejam sebelumnya.
      Di Stasiun Komsomolskaya ini ada 3 gedung railways stasiun, untungnya Leningradsky station ini hanya gedung pas sblh kanan gedung metro.

      Utk kelas termurah , dari segi leg room , mnrt saya jarak kursi di Sapsan ini cukup lega buat ukuran Asia kali ya.. haha. Naro koper besar bisa di ujung2 gerbong maupun tengah gerbong. Beda sama kereta german ICE yg banyakan hrs stuck taro koper segede2 bagong diatas kursi krn kurangnya tempat.

      Utk kelas termurah , gak dpt Wifi, pdhal Beeline saya, byk blank spot nya sepanjang perjalanan. Wifi hy bisa mengakses souvenir/snack shop website Sapsan.lol
      Tp berhubung udh bawa bekal dari supermarket dkt apt, kita gak butuh juga.
      Mostly perjalanan 4 jam saya habiskan utk tidur. Krn view juga biasa2 aja.
      Jam 12kurang sampailah kami di St.Petersburg dan eng ing eng…dari Moscow yg suhu nya 29-30 derajat langsung drop ke suhu 16 derajat dan berangin. Dan mostly jaket dan longjohn saya tinggal di Moscow. Saya jadi teringat kata suami sahabat saya, St.Petersburgs  waktu masih winter, lbh dingin lagi krn lbh dekat ke Kutub Utara. Tp saya termakan kata2 istrinya yg bilang pas dia kesana kemarin Juni, St Peter malah lbh panas.
      Hostel kami di St.Petersburg berjarak 1.5km dari St. Peterburg Moscovsky railway station. Knp jauh gt, karena pas saya book, saya terinspirasi pas kemari itu pas summer , jd kriteria hostel hrs ada AC nya,sedangkan search2 hostel murmer pake AC di St.Peters itu langka. NOW WE KNOW WHY.
      Hostel kami yg kalo dari booking.com terlihat lucu modern dan byk sinar matahari dan bilangnya di lt.1 ternyata nyempil di gedung tua yg harus naik tangga yg bau,gelap, apek dan kumuh. Tp kalo dari cerita org2 yg ber hostel ,rata2 hostel di Russia ya begini penampakannya. Masuk ke gedung2 tua, yg kadang luarannya enggak bgt, tp kalo sudah masuk baru keliatan cantiknya interior.
      Kami sampai keliling gedungnya saking gak percaya kalo tangga gelap nan kumuh ini pintu masuknya. Lol
      Selesai proses check in, bayar tourist register RUB 250 (bbrp hotel gratis), dan titip koper krn wkt check in msh 2jam lagi, kami memutuskan keliling2 . Tadinya mo beli St.Petersburg card paketan 3hari (RUB 5,800), krn teman saya orgnya gak mau repot. Mendadak saya grumpy dan nolak, krn pake card ini mostly di summer tetep harus byr2 additional fee juga jadinya gak pay off.
      Krn sama2 grumpy, akhirnya temen saya ogah ngeluarin google map. Dan sayalah yg ambil alih jalan.
      Satu hal yg mencolok dari St.Petersburg dari Moscow ,selain dropnya suhu, disini  byk bhs Inggrisnya. If you can survive public transportation in Singapore, you definitely can survive here!
      Pemberhentian pertama kami adlh St.Isaac Cathedral yg mnrt ingatan saya, dkt Metro Admiralteyskaya, tp kata mbah google map, krn lokasi hostel kami di Nevsky Prospect, lbh cepet naik bis sekali.
      Naik bis di St.Peter ini ternyata gampang. Krn ada konduktor nya. Jadi bisa kasi kembalian. Biasanya konduktor nya dpt tmpt duduk khusus dkt pintu tengah (manusiawi deh gak kyk di Indo). Model bis nya kyk model bus Transjkt. Hrg satu kali naik jauh dkt adl RUB 40. Stlh kasi duit, dia akan kasi kita kertas tiket, disimpen aja, takutnya si mbak2nya lupa dan tagih 2x itu bisa jadi bukti byr.
      So far naik bis di St.Peters sll berhenti di setiap halte bus, jadi misal kedapetan bis yg layar/announcementnya gak ada bhs inggrisnya pun asal udh itung brp stop-an, bakalan survive. Jgn ngarepin dibantu supir/konduktor soal arah ya,walo disini byk tulisan inggris, bukan berarti mrk bisa bhs inggris. Google maps is a must here in Russia.
      St Isaac's Cathedral

      Katedral ini sempat menjadi gereja utama dan terbesar di Rusia seblm akhirnya dibangun Gereja Christ the Savior di Moscow yg saya skip datengin krn kebykn gereja. Dari semua gereja di Moscow dan St.Peters, dari sisi interior yg paling saya suka ya gereja ini. Well kalo kalian suka bling2 ya. Mostly gereja di Rusia, serba impressive dan extravagant. Later on dari segi interior, 11-12 lah interiornya dengan kemewahan palace2. Katedral sini sudah berubah fungsi jadi museum,jadi byr masuknya RUB 250. Bisa foto2 didlmnya.


      How to go to St Isaac's Cathedral : Metro: Admiralteiskaya
      Open: 10.30 - 18.00, tickets till 17.30. Closed: Wednesday. Fee: RUB 250 + RUB 150 (tower)

      Dari St.Isaac, kami cari makan siang seputar sini dan ketemu Teremok (Tepemok) , franchise russian fast food, hrgnya maupun rasa masih masuk lidah dan kantong Asia. Plus ada menu bhs Inggrisnya. Kita pesen Borsch (sup bit merah dimix dgn sour cream dan daging cincang) dan tentunya grechka alias nasi buckwheat pake potongan ayam.

      Selesai late lunch kami jalan kaki ke Kazan Cathedral, gereja Orthodox yang design nya terinspirasi dari gereja2 di Itali.

      .: Kazan Cathedral :.


       
      Disini satu2nya gereja yg saya datangin yg masih aktif sebagai gereja,sehingga masuknya free dan bisa liat warga local sini berbaris utk melakukan ritual mencium relik2 santo2 suci mereka.

      Seberang Kazan ini ada gedung toko buku Dom Knigi yg layak utk difoto krn gedungnya unik. Kalo mo cari magnet yg imut2 bisa kemari. Hrgnya dengan toko souvenir diluaran tidak tll beda jauh. Misal diluar RUB 50 disini hrgnya RUB 65. Kurleb begitulah.
      How to go to Kazan Cathedral: Metro Nevsky Prospect
      Open: 7.30am-8pm
      .: The Church of Our Savior on the Spilled Blood :.
      Dari arah sini bisa keliatan the most iconic The Church of Our Savior on the Spilled Blood, yg sepintas mirip Cathedral St. Basil di Moscow cuman lebih besar, lbh cantik dng interior yg lbh wah.

      Interior dlm Spilled blood ini penuh lukisan, relic, mosaic, kyknya semua sudut penuh ornament warna warni yg rada gothic krn sedikit gelap krn termakan usia. Worth it bayar RUB 250 nya.

      Dinamai Spilled Blood sendiri krn disini adalah lokasi dimana Kaisar Alexander II mati dibunuh.
      How to go to The Church of Our Savior on the Spilled Blood : Metro: Nevsky Prospect
      Open:   Daily 10.30 am to 6 pm. Last admission is at 5.30 pm. Evening openings of the Cathedral in the summer only (May 1 - September 30): 6 pm to 10.30 pm. Closed: Wednesday
      Admission: Adult: RUB 250.00.
      Dari sini saya akhirnya nyerah, alias penyakit sudah diambang batas kambuh, jadinya balik ke hostel naik bis sekali.
      Selesai mandi sore, pake baju dobel2 baru deh cari makan dkt hostel.End up makan di Tepemok lagi yg cabangnya  ada dkt hostel kami.
      Day 5: Senin, 21 Agustus 2017 Tsarskoe Selo – Catherine Palace
      Hari ini kami ke Catherine Palace yg terletak di kota Tsarkoe Selo, sedikit luar kota St.Petersburg.Salah satu tempat wisata wajib datang di St.Petersburg selain Peterhof. Istana ini dinamai berdasarkan Catherine I istri kedua dari Peter the Great yang merupakan wanita pertama yang menjadi penguasa kekaisaran Rusia. Org local sini dan terutama bus2nya nulisnya Pushkin Palace.
      Catherine Palace terkenal dengan Amber room nya.Satu2nya ruangan yg gak boleh difoto. Seluruh dindingnya dihiasi batu amber. Entah bhs indo nya apa.
      Ada 2cara ke istana ini dari kota St.Petersburg:
      1.Naik kereta antar kota terus lanjut bus
      2.Naik Metro jalur biru terus lanjut bus.
      Berhubung opsi pertama rada ribet , jadi kami pilih opsi 2. Opsi 2 pun bisa dari 3 metro station yaitu Moskovskaya, Zvezdnaya dan Kupchino. Berhubung yg terdekat dari station metro hostel adalah Moskovskaya, maka itu yg kami pilih plus paling byk advise nya di blog-blog.
      Di St.Petersburg, harga sekali train ride adlh RUB 45 (jauh/dkt), berhubung temen saya kolektor metro card. Akhirnya kami malah beli Metro pass. Mesin metro card ini terpisah dari single ride coin.

      Utk beli metro pass ada bhs inggrisnya dan terima kembalian jg. Hrg card RUB 65. Krn no idea how to top up via machine yg bener, yg ada kita malah beli 7day pass utk 10ride RUB 355. Later on dari 10hy kepake 5x krn lbh simple naik bis. Anggep aja hrg koleksi kartu.. *ngehibur diri.
      Keluar dari kereta di station Moskovskaya, kita akan dihadapi exit kiri ato kanan. No worries ada bhs inggrisnya. Cari aja exit yang menuju “Tipanova street” .

      Dari exit tsb cari gedung kuning dikejauhan yg dpn nya ada patung Lenin. Diantara gedung kuning dan patung itu, ada kumpulan bis2 ngetem di halte2 dan rata2 menuju Catherine Palace.

      Nomer bus nya:K- 347, K-545, 287, 342. Pilih aja yg siap brgkt. Oiya tiap nomer bus rata2 beda halte. Cari aja yg siap brgkt. Basically disana ada org2 yg nongkrong2 dan ngasi tau bus itu ke Pushkin Palace right away. Ati2 ya kalo ada org2 nempel2 /pepet2. Mertua sahabat saya sempet dipepet pas naik ke bus nya, nyaris kecopetan.Untung nya beliau pake kantong model restleting.

      Perjalanannya memakan waktu sekitar 45menit bayar bis nya RUB 40. Jadi total dgn naik metro hampir 1.5jam utk ke istana ini.
      Pemberhentian halte terdekat dgn istana ini kurleb 200meter dari pintu masuk taman.
      Model nya kita harus byr entrance fee buat ke taman dulu baru nanti entar antri pas stlh masuk taman utk entrance  palace.

      Disini kami mengalami namanya antri panjang pas summer. Alias total antri 2jam dari udara masih sejuk sepoi2 sampai dingin berangin, sampai hujan gerimis. Klop sudah.

      Stlh sampai didlm, ternyata hrs titip tas, krn tas yg boleh masuk hanya ukuran 15x25x35cm. Disini kita gak beli audio guide. Jadi hanya mengikuti arus dan sibuk foto kanan kiri selama dibolehkan. Mostly disini boleh foto2 kok, cuman krn padet bgt , rata2 dianjurin gak boleh lama2. Dan memang hy dibatasin sejam. Kadang kalo mo ngerti dikit, dengerin tour guide yg bhs Inggris (which is jarang) ato utk saya ,sotoy dengerin tour guide bhs german.



      Kelar dari sini kita cari tempat makan terdekat halte utk pulang. Kebetulan kata tripadvisor yg ada fitur “near me” ada resto Italy “il Fortuna” dkt halte yg jualan beff stroganoff. Disini total dgn minum sepoci teh panas adl RUB 610. Rasa stroganoff nya enak, kyk makan di Pancious (lho).

      How to go to Catherine Palace: From Metro Moskovskaya  , catch the bus K-342, K-545, 347, 287 (bigger).
      Open: Jun - Aug: Wed to Sun 12.00-19.00; Mondays: 12.00-20.00. Closed: Tuesdays. 13.00-16.00
      Adults - RUB 1,000. Park RUB 120 (harga summer).
      Berhubung badan udh mo rontok, dan saya mulai kambuh, akhirnya segera pulang ke hostel stlh mampir minimarket 24jam dkt hostel, utk beli buah dan sarapan utk besok ke Peterhof.
       
      Day 6: Selasa, 22 Agustus 2017 – Peterhof
      Peterhof sering disebut the Russian Versailles saking extravagant mewahnya. Katanya. Berhubung saya gak masuk ke dalam Grand Palace nya. Berkat Catherine Palace saya udh kapok liat antrian panjang. Dan kata temen saya di Peterhof ini gak boleh foto2 didlmnya. So..bhayy … Skip…
      Utk ke Peterhof ada banyak cara. Cara yg awam biasanya:
      1.Naik Hydrofoil boat seharga RUB 750. Start daily from 10am-6pm. RUB 750. Travel time 30menit dari dermaga Admiralteyskaya dkt Museum Hermitage melintasi sungai Neva langsung ke Lower park di Petergof.
      2.Naik Metro ke station Avtovo (red line) sambung minibus marshrutskas yg modelnya kyk mikrolet ala sini seharga RUB 70/one way, turun di 500mtr dari entrance upper park.
      Krn kami kmrn tidur awal, hr ini kami sudah siap brgkt dari jam 9pagi.
      Keluar dari station Avtovo, cari penyebrangan jalan kebawah (underground passage) di sebelah kanan exit metro. Basically kita sih disini ngikutin rombongan tur dpn kami. Intinya sih marshrutskas ini pada ngetem di sebrang jalan. Nomer nya K300,K424, K424A.

      Or cari tulisan di mikrolet2 ini “Фонтанты “ yg artinya Fountains. Again disini byk org kongkow ngomong Peterhof2 .Nah kalo naik marshrutskas ini cara bayarnya lgsg ke supirnya diawal.Byr nya RUB 70. Dan mostly sopirnya udh ngeh kok muka turis itu rata2 kesana. Muka Asia disini keliatan bgt turis. Beda kalo muka Caucasian yg 11-12 sama org local. Jadi walo cara kerjanya kyk gimana, in the end si supir bakal ngingetin kalo udh sampai. Traveling time 30-35menit.

      Kalo udh liat tembok yg warna kuning ijo,artinya kamu udh sampai kok. Tinggal jalan kaki ke entrance upper park 600meteran di stop-an. Upper park ini gratis. Krn yg canggih dan kece nan iconic itu di Lower park tempat hydrofoil berlabuh.
      Tiket masuk lower park yg ada Samson fountain yg serba keemasan itu adlah RUB 750. Fantastis utk taman doank. Liat antrian Peterhof Grand Palace, saya memutuskan skip, plus hari itu seharian gerimis terus, jadi udh gak minat antri pas ujan2.

       

      Stlh puas motoin Samson fountain dari semua sisi diantara ratusan turis lainnya. Baru deh kita muterin area taman ini. Walaupun gak seheboh Samson fountain, masih ada fountain kecil lainnya diseputaran taman yg mayan buat foto2 plus biar worth it ngabisin 170rb buat taman doank.

      Krn capek kedinginan keujanan, kita sempetin mampir di café The Grand Orangery di dlm taman buat minum teh anget sepoci kecil.


       
      Krn baru jam 2 kurang, akhirnya kita putusin pulang via Hydrofoil biar lengkap semua akses dicoba .

      Dermaga Hydrofoil ini terletak di Lower park, didermaga nya ada sekitar 6perusahaan boat yg menawarkan hrg , dan jam keberangkatan yg bersamaan. Krn gak keburu yg jam 2, kita ambil yg jam 2.30 dan pilih perush yg kedua dari kanan,krn di loketnya ada peta lokasi dia berlabuh di blkg Hermitage. Boarding ternyata bisa 15menit sblmnya, jadi jam 2.15 kita udh ke dermaga yg dituju dan masuk ke boat.
      Grand Palace ~ daily :10:30 am to 7 pm. Closed Monday. Price RUB 550.
      Lower Park ~ Samson fountain. Open:  daily 09.00 — 20.00. Price: RUB 750
      Hydrofoil ~ Departure St. Petersburg - Peterhof: daily from 10.00 to 18.00, every 30 minutes.Departure Peterhof - St. Petersburg: daily from 11.00 to 19.00, every 30 minutes. RUB 750/one way.
       
      .: Peter & Paul Fotress :.
      Berhubung baru jam 3sore jadi kami melanjutkan ke Peter&Paul Fotress. Kami udh mencapai titik,bosen liat istana dan taman. Tp berhubung lokasi dermaga Hydrofoil gak tll jauh lagi (+/- 2km) akhirnya disekaliankan aja kemari.
      Mo naik metro/bus nanggung, deket tp hrs ganti2 jadinya jalan kakilah kami di terpaan angin kencang di suhu 15 derajat ini.


      Lokasi benteng ini terletak di pulau kecil di sungai Neva, dibangun di jaman Peter the Great utk mencegah serangan tentara Swedia dan serangan dari laut.Later on benteng ini dipakai sebagai penjara utk tahanan politik. Yang jadi highlight tempat ini (buat saya) adalah Cathedral Peter & Paul tempat dikebumikannya para kaisar dari jaman Peter the Great sampai kaisar terakhir Nicholas II. Liat nama Anastasia dideretan list yg dimakamkan rasanya seperti mematikan semua harapan tt teori konspirasi kalau Anastasia berhasil lolos dari eksekusi keluarga kaisar terakhir ini. Sebagai pecinta makam2 kuno, saya nyesel gak sewa audio guide.

      Kalau gak sempet beli audio guide, ada peta yg menuliskan nama2 kaisar yg dikebumikan disitu.

      But imo, mending sewa audio guide sih disini. Daripada bengong or bolak balik baca peta.
      Berhubung sudah disitu akhirnya kami sekalian naik ke panoramic view disitu. Byr lagi RUB 300. Kalo cuacanya cerah view nya kyknya bagus. Sayangnya pas kami kesana, lagi mendung dan berangin berasa cari penyakit.


      How to go to Peter and Paul Fortress : Metro: Gorkovskaya
      Open:Mon-Fr 10.00-18.00, Sat 10.00-16.45, Sun 11.00-18.10 Closed: Wednesday.
      Admision Fee: RUB 450. Bisa foto2 didlm.
      Nevskaya Panorama.Normal price RUB 300
      Selesai berangin2, kami mencari metro station terdekat di google map (Gorkovskaya) dan balik ke hostel cari makan malam (Tepemok again) dan beli tumbler Starbucks dkt hostel RUB 750.
       
      Day 7: Rabu, 23 Agustus 2017 – Hermitage
      Hari ini hari terakhir di St.Petersburg. Krn mlm terakhir ini mau nonton Ballet di Hermitage, sepanjang pagi kami putuskan packing2 biar pas mlm tinggal tidur dan bsk nya pulang ke Moskow.
      Kami maksain nonton ballet di Hermitage krn gak ada show di mid Agustus di Bolshoi (Moscow) dan Mariinsky Theater (St.Petersburg).
      Beli stlh dpt visa di online https://hermitagetheater.com/
      Dpt di harga RUB 7,775. Cukup fantastik utk ukuran balet di teater sekecil Hermitage. Kata sahabat saya yg udh 3x nonton ballet harga segitu setara tiket Bolshoi di balkon. Tp yah..kapan lagi .Belum tentu bisa balik ke Rusia lagi.


      Pas jam makan siang kami baru keluar hostel, skalian kePassage shopping mall tua di St.Petersburg. Dkt Metro Gostiny Dor stn. Baru makan siang di resto Itali, dpn halte bis .Il Natno. Entah bacanya gimana. Pesennya menu asia ala2 Rusia. Vegetarian rice RUB 252. Porsinya cukup byk (buat saya).

      Baru deh ke Hermitage Museum.

      Disini lagi2 terkena antrian panjang.Mendadak liat semacam mesin atm jualan karcis. Ternyata utk tiket terusan, bisa beli disini. Daripada buang wkt, sok2 murmer tp habis waktu di antri, kami lgsg beli disini RUB 700, terima credit card dan bisa kasi kembalian kalo kasi uang kertas. 

      Tips utk ke Hermitage. Bawa tas kecil ya.. bawa minum dan hrs ke wc dulu.
      Karena saya terjebak, bawa ransel, jadi harus titip di cloak room, air minum jadi gak kebawa dan terjebak di dlm museum selama 3jam , keausan tp jg kebelet ke wc. DERITA!!!

      +

      Hermitage ini dibangun di thn 1764 oleh Catherine the Great utk menyimpan koleksi pribadi istana dari semua penjuru karya terbaik dari Leonardo da Vinci , Rembrandt, Van Gogh , Picasso dkk semua ada disini.
      Jujur sih, saya bukan pecinta seni, gak ngerti juga. Lha wong Louvre di Paris aja pas temen saya mampir, saya malah jalan2 ditamannya. ENtah kenapa di Rusia ini krn hrg tiket nya yg gak semahal di negara2 Eropa barat, saya jadi terbujuk masuk ke museum2 kyk gini.


      Liat Bunda Maria, Yesus dan semua santo suci lainnya karya berbagai pelukis terkenal selama 3jam lama2 bosen dan bikin frustasi juga. Belum saya kepisah sama temen saya. Mau nangis rasanya.

      In the end saya lbh takjub dgn interior tiap ruangan di Hermitage ini yg sama heboh nya dengan langka ,tua dan berharganya karya seni yg dipajang ditiap ruangan.
      Basically Hermitage museum adlah titik kulminasi kami enek liat palace.
      Sktr jam 5an, akhirnya keluar juga dari museum ini, krn balet nya baru mulai jam 8mlm, kami pikir cari tempat dulu biar nanti tau lokasinya dimana. Dari google sih Hermitage theater tempat balet ini ada di gedung sebelah, ternyata titik google nya dimana pintunya , dimana. Dan pikir2 pas saya tadi nyasar di museum memang ada akses masuk ke theater ini.
      Akhirnya stlh uji lokasi, akhirnya kami early dinner deket situ. Namanya Rapustin café. Sejujurnya bukan ini yg kita tuju, dari fitur near me dari Tripadvisor masih hrs nyebrang , berhubung kaki udh mo copot nengok kiri kanan cari café terdekat, adanya café ini.


      Tempatnya cukup unik, kyk di bawah tanah gitu, vintage remang2 dengan dihiasi foto2 Rapustin didindingnya.  Anyway pesen semacam nasi entah bhs rusia nya apa, dgn dada ayam saus jamur RUB 550, teh RUB 130 dan café latte krn ngantuk luar biasa RUB 150. Rasa cukup oke kok. So far rata2 taste masakan Rusia cukup cocok di lidah saya. Harga jg masih reasonable hrg resto di mall Jkt. Akhirnya kita nongkrong disini sampai 30menit sblm show balet dimulai.

      Ternyata 30menit itu udh rame krn ruang teater nya kecil, dan kedptn duduk yg agak depan yg resiko ketutupan org. Kami nontonnya Swan Lake, saya juga ngertinya krn dulu pernah baca komik Jepang Mari-chan. Tp disarankan baca Wikipedia dulu biar ngerti dikit alur critanya.
      Swan Lake ini dibagi menjadi 4babak. Di babak 1-2 byk penonton yg sibuk meng-abadikan pake kamera dan hp dgn suara yg cukup gengges. Akhirnya dibabak selanjutnya ditegor tiap kali ada yg ambil foto. Wkwkwk.. kata sahabat saya yg nonton di Bolshoi, justru lbh strict lagi. Nonton ballet ternyata menarik juga, cuman krn show nya cukup malam dan siangnya yg kecapean, nahan kantuk itu yg cukup susah.hahaha
      Pulangnya kami naik bis ke hostel diterpaan angin yg makin menggila.
      The Hermitage (Эрмитаж ~ Ermitazh). Daily 10.30am-6pm.Closed Monday.
      Winter Palace RUB 300. All entry : RUB 700.
      Audio guide RUB 500
      Bersambung ke part 3 - Kembali ke Moscow ya 
       
    • By Gulali56
      Trip 17 Agustusan ini saya mengunjungi Rusia.
      Gara2 terbujuk tiket promo dari Thai airways yang cuma Rp 5,4jt Jkt-Moscow pp. Belinya pas sakit2nya, bokek2nya. Berangkatnya stlh kelar pengobatan. Pulangnya sakit lagi.. hahaha..
      Awalnya saya ragu kemari, pas beli tiket ini pas lagi angot2nya Rusia dan Amrik dan sempet ada terror bom di St. Petersburg. Eniwei krn kebetulan ada sahabat saya yg baru pindah ke Rusia Des 2016 lalu, dan dia bilang jangan termakan berita negatif tt Rusia krn rata2 media ada pengaruh Amrik, sedangkan kondisi Rusia aman terkendali akhirnya pergilah saya kemari.
      Pengajuan visa Rusia itu gampang2 rumit. Gampang krn gak minta surat ket kerja maupun rek Koran 3 bulan. Rumit krn ada sistem visa support seblm pengajuan visa yang kalau diajukan sendiri harus menambah biaya USD 30-USD 45 karena warga Indo dicap hobi jadi imigran gelap.
      Untungnya saya dibantu sahabat saya shg visa support ini gratis via kantor suaminya yg merupakan organisasi international, walo butuh waktu sebulan sendiri pengurusannya. Sempet deg2an karena saya pergi sama 1 temen yg kerja di perusaah non profit yang dibiayai oleh Amerika dan sempet jadi  sorotan slm bbrp hari.
      In the end, dptlah kami visa support ini dan langsung mengurus visa di Konsulat Visa Rusia di Kuningan depan pasar festival.
      Tips yang bisa saya kasih:
      1.Datang awal krn maximum nomer pengajuan visa cuma 20 nomer per hari dan sistem nya lelet bgt. Please jangan samain dgn urus visa di jpn,korea apalagi agen VFS.
      2.Bawa duit USD pecahan baru (pecahan lama ditolak) sedangkan byr pk Rupiah, USD dipatok di Rp 14,000 sedangkan saya beli USD cuma Rp 13,300.
      Harga visa single entry: USD 70. Proses normal 14-20hari. Express 3hari USD 140.
      Day 1: Kamis, 17 Agustus 2017
      Kami tiba di Domodedovo airport di Moscow jam 4 sore,stlh layover semlm di Bkk (maklum tiket promo, layover nya 12jam),  kena antrian imigrasi Russia yg absurd krn petugas nya non English speaking semua shg mostly org2 sama2 gak ngerti knp antrian mengular dan acak2an.

      Dari airport yang 11-12 dgn airport Soetta terminal 3, kami janjian sama sahabat saya di stasiun kereta Aeroexpress yang berada disebrang airport. Harga tiket nya RUB 500/org/way. Kalo beli online bisa RUB 420. Tp entah terima cc luar/tdk.
      Perjalanan dari Domodedovo airport ke Paveletskaya Stn (city central) sekitar 45menit. Interval kereta tiap 30menit sekali. Tiket dapat di beli via machine yg ada pilihan menu Inggris.

      Di Paveletskaya  stn, disini ada station Metro dan railway juga utk keluar kota. Jadi liat2 ya pintu masuknya. Masih ada tulisan latinnya/English kok nya jadi masih aman.
      Apartemen teman saya terletak di antara 2 station metro jadi kami lanjut naik metro ke apt nya. Single ride metro itu sebesar RUB 50. Karena temen saya punya spare kartu Metro Troika, kami cukup top up isinya, per one ridepake Troika cuma RUB 35 (Rp 8,050).
      Perlu diingat mesin top up nya tidak terima kembalian, alias harus uang pas. Padahal duit belum pecah, sehingga nominal nya RUB 1,000 semua. Akhirnya dibantuin temen saya di top dgn kartu debitnya (rekening local Rusia). Di top up RUB 350 dulu. Tips lagi, kartu Troika ini sebenarnya bisa dipake bbrp orang, krn di Moscow, metro nya jauh dekat sama tarifnya. Dan tap kartu cukup di awal masuk platform Keluar nya cukup bablas.  Kalau tidak salah harga kartu Troika adalah RUB 50 (Rp 11,500). Murah khan di Rusia?

      Samping apt teman saya ada counter penjual sim card local Rusia, Beeline, hasil survey, Beeline ini yg paling murmer diantara yg lain. Harga RUB 300 (Rp 69,000) dapat paket 12GB , ini harga promo sih , normalnya dpt 3GB, lbh dari cukup utk trip 2minggu, google map dan socmed aktif. Bisa dipakai ke St.Petersburg juga. Kita cukup beruntung si penjual bisa Inggris dikit2. Jadi cukup kasi passport utk register, dia mengaktifkan paket kartu via sistem nya.
      Karena udah kecapean gotong2 koper turun naik tangga di station. Yuppp berhubung station di Rusia itu dibangun jaman Uni Soviet yg jadul2 jadi masih skip ya escalator/lift kecuali untuk turun platform yg bisa 20meteran dibawah tanah.That is why di Moscow, traffic kendaraan itu rame padet bgt, mungkin krn sistem keretanya yg msh blm disable friendly. Buat cewe2 yg bawa koper gede,cowo2 sini baek2 nawarin bawain koper kok pas naik/turun tangga, tp berhubung sahabat saya baru ceritain betapa gak amannya St.Petersburg, saya jadi panik2 sendiri kalo koper saya dibantuin bawa…hahaha.. tp ternyata Moscow cukup aman kok asal tetep waspada.
      Tp mungkin 2018, akan lbh comfort krn menjelang World Cup 2018, Russia sudah byk berbenah. Spt memperbanyak tulisan latin instead of Cyrillic , yg pasti sih, utk Moscow pas saya disana, yg ada tulisan latinnya baru station Aeroexpress dan Metro jalur coklat doank. Selebihnya mati gaya ngenalin karakter Cyrillic utk nama2 metronya.
      Tips: Aplikasi wajib install di Moscow: Yandex Metro  (Moscow&St.Petersburg), Offline Metro map 2bhs (Moscow&St.Peters), Yandex Taxi, Google maps, Google translate/Yandex Translate.

      Day 2: Jumat, 18 Agustus 2017
      Berhubung masih jetlag,  kami memulai aktivitas baru jam 9.30pagi. Langsung ke area Red Square berhubung teriknya matahari bikin kita kepanasan dan keausan lgsg deviasi ke GUM,the most famous shopping mall di Moscow. Kata teman saya sih mall ini bagusan pas winter, dimana dalam dan luar mall byk lampu2 warna warni.

      Di mall ini ada premium supermarket, yg interiornya cantik bgt, disini kami beli pirozhki, roti khas Russia.Harganya berkisar RUB 40-RUB 80 tergantung isiannya apa. Sori gak ada bhs inggris, jadi depends on sahabat saya yg baru level 3 kursusnya , jadi kadang sukses translate nya kadang tidak. Saya beli rasa kentang& daging giling, rasa raspberry, dan rasa apel yg katanya khas. IMO, pirozhki ini kyk roti kampung, yg savory kyk panada, yg sweet/fruit kyk roti buaya.hahaha… Total 3roti RUB 250.

      Selain itu di GUM ada ice cream murah yg keterkenalannya setara es krim 1 dollar di Singapore. Murah dan wajib beli. Harganya Cuma RUB 50 aja. Letak counter nya di dekat fountain maupun di dekat pintu masuk kiri kanan gedung. Pokoknya intip aja hrgnya RUB 50 atau tidak,jgn kebalik beli di café. Rasanya ada byk varian , si penjual dikit2 bisa bhs inggris scr menu nya pake Cyrillic. Saya pesen rasa blueberry. Temen saya rasa lemon,dan 1lagi rasa strawberry. Rasa nya milky bgt. Enaaakkk buat cuaca panas.

      Selain ice cream 50rubles, di GUM ada cafeteria yg cukup terkenal di lantai paling atas, namanya Stolovaya 57, mostly Russian cuisine resto itu konsep nya self service kyk makan di cafeteria/ warteg2 indo. Bawa baki terus tinggal tunjuk makanan dari appetizer, soup, main course sampai dessert. Mahal murah, tergantung byk nya porsi , hrg tercantum rata2 hrg 100gr. Karena sistemnya gram2an, even makan per menu pun di menu Russia suka tertulis besarnya porsi dlm gram.
      Karena sudah sarapan di apt temen dan makan roti buaya eh Pirozhki, segeralah kami ke tujuan selanjutnya di Red Square.
      How to go to GUM mall ( ГУМ ) : Metro: Ploschad Revolyutsii
      Address: Red Square, 3 metro Ploshchad Revolutsii. Open daily: 10:00-22:00.
      St.Basil Cathedral (Собор Василия Блаженного ~ Sabor Vasiliya Blazhennava)
      Open :11.00-17.00, closed on Tuesdays.

      Katedral iconic cantik nan warna warni di Moscow. Katedral ini dibangun di abad 16, dijaman Ivan The Terrible (Ivan IV), dan sesuai nama nya The Terrible, konon arsiteknya dibutakan matanya setelah katedral ini selesai dibangun agar design nya tidak ditiru orang lain. Dan konon juga, warna warni di kubah nya baru ada setelah abad ke 17, sebelumnya kubahnya hanya plain putih batu. Spt kebanyakan gereja objek wisata di Russia, gereja ini sudah berubah fungsinya jadi museum saja.

      Harga tiket masuk khusus summer adlh RUB 500.Normalnya RUB 350. Bisa foto2 didlm Katedralnya.
      Tips: Kalau ada rencana ke St.Petersburg sih mendingan foto2 di luar St.Basil aja..krn mnrt saya St.Isaac dan Church of the savior on Spilled Blood di St.Peter lbh magnificent.
      Dari St.Basil kami ke Bolshoi Theater, berhubung mimpi nonton ballet di Bolshoi gak kesampaian (pas mid Agustus, gak ada show), jadi kita foto2 diluarnya.

      Ke Bolshoi ini sebnarnya bolak balik, jadi alurnya jgn ngikutin saya ya.. kebetulan kami cewe2 yg ngeliat mall langsung deviasi. Jadinya berantakan arahnya.

      Dari Bolshoi ternyata ada entrance metro Teatralnaya langsung deh masuk stasiun krn dari mbah google dibilang ke area Arbat kudu jalan kaki 30menit kaki org Rusia.Bhay..
      .: Old Arbat :.
      Ada 2jalan Arbat di Moscow, dan 2-2 nya kebetulan sejajar. Saya ke Old arbatnya krn mo ke Hard Rock Café Moscow dan dari segi objek wisata lebih terkenal  krn ada museum Pushkin dan monument nya. Walau mnrt saya mirip jalanan Pasar Baroe, conblock, kiri kanan toko souvenir dan resto.

      Dari HRC kita late lunch di My My (sbrang HRC) bacanya Mu-Mu, salah 1 food chain cafeteria di Moscow. Rasanya mayan , harga juga oke, ada definisi dlm bhs inggris, walaupun staf nya only speak Russian semua. Saya pesen grechka pake daging unggas (hahaha auk apaan, mbak2nya kepak2 tangan jadi kyknya daging burung), sama semangkuk garlic bread. Total RUB 442.

      Yang saya suka dari masakan Russia , ada nasi2an nya. Entah itu nasi basmati, buckwheat yang nama localnya grechka ataupun couscous . Saya pribadi lbh suka grechka, karena rasa nya mirip brown rice (nasi merah) dan konon lbh sehat dari brown rice . Yup buat org penyakitan kyk saya, makanan sehari2 saya yg nasi merah, sayur dan lauk dgn sedikit garam, non msg, non penyedap. Russia itu surga, krn jarang msg, sedikit garam (nyaris hambar)..hahaha. .


      Old Arbat itu diapit 2 stasiun, yg dkt Kremlin , metro : Arbatskaya.
      Yg dkt Hard Rock Café .Address: Stary Arbat 44 (old Arbat). Daily 9am-12am. Metro: Smolenskaya.
      Krn kami dari metro Smolenskaya, kita menyusuri jln Old Arbat dan pulang lewat Metro Arbatskaya.
      Berhubung masih jetlag, kami sore udh balik apt. Ngobrol2 sambil nunggu suami temen pulang kerja baru dinner di food chain deket apt. Namanya Karavaevi, another self service cafeteria, tp lbh ribet dan non english, plus kudu ambil nomer dan tunggu dipanggil nomer kita (in Russian) , unless ditemenin org yg apal nomer dlm bhs Russia, mending tuh nomer di tempel di jidat, krn walau ada display nomer yg dipanggil, krn org Russia suka ngambil nomer skaligus byk, jadi kalo nomer didisplay suka skip2 dgn sadisnya kalau gak gak ngerti bhs Russia.

      Dari segi rasa, varian dan tampilan yg ini lbh bagusan sih dari My My. Saya order nasi basmati pake daging saus teriyaki. Rasanya lbh tasty. Krn laper, nasinya banyakan jadinya lbh mahal.Haha… yg saya inget harga sepoci teh RUB 70. Tinggal isi air panas, bisa buat minum 2orang. Total dengan lauk pauk RUB 288.
       
      Day 3: Sabtu, 19 Agustus 2017
      Kali ini kami ke Izmailovsky market, pasar tempat oleh2 di Moscow.
      Dari metro Partizanskaya, keluar exit langsung kearah kiri di kejauhan akan keliatan Kremlin (complex) Izmailovsky yg warna warni spt istana boneka.Kalo gak pede, ikutin aja org2 kebanyakan. Kalau jalan di conblock khusus pejalan kaki memang banyakan org turun di station ini kearah sini semua kok.


      Dari entrance, kalau kamu hobi ngoceh dan kedengeran salah 1penjual yg bisa bhs Indonesia dkt entrance. Saya sarankan beli sama dia aja, hihi, krn saya ke pasar ini 2x , pertama kalinya beli ke toko yg blusuk2 ternyata toko yg bisa bhs Indonesia ini hrgnya sama aja. Jadi teori, toko yg dpn pintu masuk lbh mahal gak berlaku disini. Tp kalo mo liat2 dulu monggo silahkan, karena ada bbrp design yg mungkin hy ada di bbrp toko.

      Kisaran harga souvenir disini:
      Matryoshka : start fr RUB 90 (depend size dan jumlah nya) berhubung mnrt saya makin murah makin kecil size nya dan makin asal designnya. Saya beli yg kisaran harga RUB 250-300 kalo beli byk bisa disc.
      Yg design bagusan dan ukuran medium, seharga RUB 800 saya beli yg tema keluarga, jadi seset designnya beda2. Bagus, gak nyesel , cuma gak penting aja..stlh sampai rmh, pusing taro dimana, krn makan tempat.
      Magnet : start from RUB 50. Mostly harga nya RUB 50 dlm berbagai bentuk. Terbukti di pasar ini yg paling murah deh.
      Shawl: size kecil RUB 250-300, medium RUB 500, Large : RUB 800. Again semua disini bisa ditawar kalo beli lbh dari 1.

      Agak ketengah pasar ada para penjual BBQ shashlik. Mostly satu tusuk harga nya RUB 500 sudah termasuk semacam roti besar, salad dan sour cream+sauce. Variannya ada sate kambing, ayam, jamur, babi,& seafood. IMO, satu tusuk ngenyangin sih. Krn kita gak pake tanya hrg dulu , sate jamur dipukul rata RUB500 juga. Kita pesen sate kambing, ayam, jamur dan salmon plus 3 botol ice tea .Total RUB 2,350. Yup mehong beud. Berhubung makannya pas jam 12 , kita makannya pake payung, saking teriknya tp laper. Hiks.


      Stlh belanja2 gak penting, kita naik tangga ke lt.2 tempat jualan barang2 second. Dari keramik2 sampai peninggalan Uni Soviet. Dari lt.2 ada jalan menuju Kremlin or complex ke rumah2 lucu yg tadi diliat di kejauhan.
      How to go to Izmailovsky market: Metro Partizanskaya belok kiri.
      Daily: 10am-6pm. Closed : Monday
      Dari Izmailovsky kita lanjut ke Palace. Ini sbnrnya Palace yg gak umum buat tourist. Apalagi yg ada rencana ke St.Petersburg. Tp berhubung ini rekomen temen saya dan dia yg nganterin. Ya suds dijalanin.
      .: Tsaritsyno Palace :.
      Park open:6am-12am . Free. Palace closed on Monday. Open 11am-6pm. Admission: RUB 250.
      Metro: Tsaritsyno / Orekhovo Stn



      Mostly disini org local yg kongkow di taman. Berhubung ini palace pertama yg kami kunjungin. Ya seneng2 aja liatnya.
      Tempatnya gak tll crowded, yg bikin sedih yg jualan minuman gak pake es. Padahal pas hari itu panasnya gila2an. Entah hrs minta lagi es batu nya ato krn kitanya aja yg salah pilih stand aja. Disini saya bliny, pancake Rusia. Sbnrnya rasa yg khas yg sour cream, tp saya beli yg rasa raspberry, temen saya yg rasa sour n cream. Hrg RUB 150 or sktr Rp 35rb. Yg rasa sour cream lama2 enek ngabisinnya. Cukup mahal jg utk jajanan pinggir jln.

      Spt layaknya taman istana dan istana2 di Rusia. Segala macam luas dan extravagant, basically total jalan kaki kami hari ini dari pagi (market) sampai keliling taman&istana mencapai 16km… pdhal besok pagi2 kita kereta pagi ke St.Petersburg.
      Disini saya pisah dari sahabat saya yg masih lanjut ke festival kembang api sedangkan saya dan teman saya yg sama2 non speaker Russian, pulang ke apt dan kembali ke cafeteria Karavaevi mencoba peruntungan tanpa ngerti bhs Rusia blas. Stlh nomer kelewat, krn entah petugasnya ngomong apa, nomer urut saya taro di jidat (maklum laper, jadi extreme malu2innya) dan berdiri didpn mas2nya. Dengan segala bhs tarzan akhirnya berhasil juga pesen grechka dan ayam teriyaki dgn total RUB 192.

      Bersambung ke part 2-St.Petersburg.
      Tips : Buat yang mau  ngurus sendiri visa support nya silahkan baca blog mas satu ini, isinya informatif ,detail dan ter-update mnrt saya.
      https://pakansi.com/2017/02/10/mengurus-visa-rusia/

    • By chacha11

      Mo nanya-nanya yang punya pengalaman ke Vietnam sama Kamboja
      Taun depan punya rencana menjelajah 2 negara ini selama 5 hari, ada yang punya masukan tempat-tempat yang perlu dikunjungi disana...
      Kalo ada yang punya rencana dan waktunya pas kali aja bisa barengan
      Liburan edisi
       
      Tiket udah dapet :
      23 Sept Surabaya-Kuala Lumpur
      24 Sept Kuala Lumpur-Ho Chi Minh
      29 Sept Siem Reap-Kuala Lumpur
      1 Oktober Kuala Lumpur-Surabaya
       
      Planning dari Vietnam ke Kamboja lewat darat naik bus...
      Buat itin masih belum pasti coz berangkat masih lama jadi cari temen sama info dulu tentang disana
      Kalo pengennya di Vietnam ke Mui Ne sama Dalat, keliling bentar di Ho Chi Minh ntar lanjut ke Royal Place di Phnom Penh, Angkor Wat plus Angkot Tomb di Siem Reap. Untuk perjalanan jauh cari yang bus malam, gambaran perjalanannya masih absurd hehehe kalo ada yang kasih masukan boleh banget...
      CP
      Line : chacha_pinpin