bening

Mesjid Kubah Mas, Luas + Indah

6 posts in this topic

Hi guys, gw mau share pengalaman gw ke Mesjid Kubah Mas. Sebenarnya disebut wisata religi juga engga, karena niatnya ke tempat ini karena penasaran dengan keindahan tempat nya aja yang sudah terkenal.

Ternyata emang bener loh, untuk ukuran mesjid, memang tempat ini luaaasss banget, jarak antara tempat parkir dan mesjidnya aja kalo jalan kaki lumayan bikin ngos2an :P Jadi saran aja kalau pakai kendaraan pribadi, penumpangnya turun dulu deh di mesjidnya, baru nanti yang nyetir nyusul belakangan.

Kubahnya memang berwarna emas, tapi ceritanya memang warna itu karena disepuh emas, seperti halnya tugu Monas. Oiya mesjid ini letaknya di Meruyung, Cinere-Depok.

Bagian dalemnya juga luas banget, dengan dilengkapi AC besar di sepanjang sisi kiri dan kanan, setelah sholat, kita bisa santai2 tiduran di dalamnya hehehe…adem sih. Kalau sudah berjalan keluar, kita juga bisa duduk2 di terasnya yang juga luas.

Kalau temen2 belum pernah ke mesjid Kubah Mas ini, sebaiknya disempatin deh karena nggak akan kecewa dengan keindahan dari tempat ini :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya orang depok tapi baru lewat mulu blm pernah masuk... tapi emang iya ini termasuk masjid yang bagus arsitekturnya.. luas plus rapi... katanya harus tau jadwalnya juga karna pas kesana lagi dibersihin kita bner2 gbs masuk.. ;)

Share this post


Link to post
Share on other sites

ini mesjidnya yang punay sejarah unik itu ya? katanya ada ibu ibu yang dapet rejeki besar trus dia bikin mesjid ini sebgai wujud rasa syukurnya...

mesjid ini sekarang sering banget dijadikan tempat nikahan orang orang yang terkenal kayak artis, dll..

kalo ke depok pengen ah main ke sini, ngerasain ibadah di sini oke juga buat jadi pengalaman..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Alhamdulillah, sudah sempat shalat Dzuhur di masjid ini...sekedar info anak2 dilarang untuk masuk kebetulan waktu kesana sama keluarga dan ponakan yang baru berusia 3 tahun kalau kita tidak membawa mukena disediakan juga kok disana dan harus dipakai sebelum kita masuk ke dalam masjid

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalo saya sudah beberapa kali mengunjungi masjid ini, yang saya takjub adalah dengan kubah berlapis emas......karena jarang sekali masjid mempunyai kubah semewah ini....dan rumah pemiliknya juga berada tidak jauh dari lingkungan masjid......setelah masuk kedalam arsitektur bangunan juga sangat bagus......atap berlukiskan awan....dan lampu penerangan utama sangat indah.......menyerupai cahaya dari langit......jadi lebay......hehehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bener bgt tu, ga brmaksud lebay, tapi pas disana apalagi ngerasain sholat di dalamnya, bnr2 berasa keciiiillllll ... ditambah asik pas foto2 di pelataran masjidnya yang beratapkan langit itu, mantab deh .. pgn kesana kpn-kpn lagi .. hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Titi Setianingsih
      Selamat siang JJ'er,,,,!!
      Ketemu lagiiiiii,,,entah kenapa saya suka sekali lihat tempat ibadah orang Chinese yang disebut Klenteng ? Disamping warna dominan merah menyala yang bikin unik juga ukiran2nya, kalau di simak di beberapa sumber pustaka, ukiran2 yang ada menggambarkan makna kehidupan yang dalam, tapi saya tidak akan bahas itu disini, karena disamping kurang paham, juga karena mengandung ajaran umat agama lain, jadi khawatir akan keliru pemahamannya.
      Inilah Patung Laksamana Cheng Ho atau Sam Poo Kong yang terdapat disisi sebalah kanan komplek bangunan Klenteng Sam Poo Kong, tinginya kurang lebih 10 meteran, apa betul ? Yang jelas tinggi sekali. Kalau baca2 sejarahnya, awalnya Klenteng ini berfungsi sebagai masjid yang dibangun sendiri oleh awak kapal Laksamana Cheng Ho yang membuang sauh di Perairan Laut Jawa. Karena keseluruhan awak kapal beragama Islam maka ketika hendak sandar dan tinggal beberapa lama maka mereka perlu sebuah tempat ibadah. Lalu mengapa akhirnya berubah fungsi menjadi Klenteng ?


      Kejadiannya sekitar abad 14 ketika Laksamana Cheng Ho ditugasi untuk membawa misi perdamaian ke Indonesia, yang berhasil berlabuh antara lain di Pelabuhan Palembang, Kalimantan dan Jawa. Khusus di Jawa saya lihat banyak sekali bangunan masjid2 Laksamana Cheng Ho, inipun pasti merupakan tempat petilasan beliau.
      Khusus Klenteng Sam Poo Kong yang tepatnya ada di daerah Simongan Semarang ini, dahulunya merupakan goa batu, di dalam goa inilah Laksamana Cheng Ho dan anak buahnya beristirahat, dan bangunan lamanya tidak seperti sekarang ini. Karena goa tersebut hancur akibat terjadi longsor, maka untuk mengabadikan petilasan Laksamana Cheng Ho dibangunlah Klenteng ini.

      Bangunannya pun ada beberapa, dan masing2 berfungsi sebagai tempat beribadah / tempat persembahan bagi umat Tridharma yaitu Budha, Kong Hu Cu dan Taoisme. Altar2 persembahannya dilengkapi dengan patung Laksamana Cheng Ho dan pengawal2nya. (Karena ada larangan dilarang masuk kecuali untuk yang mau beribadah, maka sayapun tidak masuk ke dalam, sehingga foto2nya kurang lengkap ya ?).


      Yang penting saya sudah tidak penasaran lagi dengan Klenteng yang termashur ini, dan karena dari sejarahnyapun Laksamana Cheng Ho adalah seorang muslim maka yang berkunjung kesini juga banyak yang orang muslim, kami sebagai muslim sangat mengagumi kegigihan beliau menyebarkan misi perdamaian. Dan jujur saja, bangsa apapun kita pasti ada orang yang baik dan buruknya, makanya dalam sejarah orang2 China ini, untuk menandai siapa yang berlabuh disuatu pelabuhan, petilasannya akan disesuaikan dengan karakter orang tersebut. Adanya tempat2 ibadah di pesisir2 / pelabuhan mencerminkan orang2 baiklah yang pernah mendarat disitu.

      Dikabarkan ketika Laksamana Cheng Ho dan pengawal2nya beristirahat di Semarang dalam waktu lama, banyak diantara mereka yang menikah dengan orang asli Semarang, pantesan kalau orang Semarang jadi putih2 ya ??? Just kidding,,,



      Di bangunan sebelah kanan setelah pintu masuk lokasi ini, terdapat bangunan tempat persewaan baju2 tradisional Tionghoa, lucu dan unik karena kita akan terlihat seperti Tacih2. Dan kalau kita berfoto disini dengan menggunakan baju itu kemudian di pajang di medsos tanpa hastag pasti akan disangka sedang berada di Negeri Tirai Bambu sana xixixixiixi


      Hanya singkat persinggahan kami kesini, karena kebetulan baru saja melakukan perjalanan dari Karimun Jawa ke Semarang, dan untuk memanfaatkan waktu sebelum kereta kami tiba, mampirlah ke Klenteng Sam Poo Kong ini. Nah jadinya kalau naik kendaraan umum kesini saya kurang tahu, tapi kalau lokasinya masih di dalam kota maka tidak usah khawatir, kendaraan umum semacam taksi sangat banyak disekitar sini.
      Sampai disini dulu yaaaa JJ'er....salam Jalan2 Indonesia,,,,!!
       
    • By Tarmizi Arl
      Horas !!!
      Siapa tak kenal ungkapan tersebut. Horas menjadi ungkapan salam yang biasa diucapkan oleh orang Sumatera Utara yang terkenal dengan suku Batak nya. Tapi tentunya kali ini saya tidak akan membahas soal kata ‘Horas’, melainkan tentang tanah Batak yang beragam, tidak hanya budaya tapi juga agama.
      Ya, di Provinsi berpenduduk hampir 13 juta jiwa tersebut memiliki kebhinekaan agama yang cukup menonjol. Berdasarkan data terakhir, sekitar 66% Penduduk Sumatera Utara beragama Islam, 31% Kristen, 2% lebih Buddha, Hindu menempati 0,11 %, dan sisanya beragama atau keyakinan lain.
      Dan jika membahas agama, maka tak bisa dipisahkan pula dari tempat ibadahnya. Seringkali, wisatawan menggemari kunjungan ke berbagai tempat ibadah atau biasa dikenal dengan wisata religi, termasuklah ketika kalian mengunjungi Sumatera Utara. Kalian bisa menyempatkan diri untuk mengunjungi berbagai tempat ibadah berbagai agama. Tentunya tempat-tempat ibadah tersebut bukan seperti pada umumnya melainkan memang memiliki daya tarik wisata.
      Lantas apa dan dimana sajakah tempat-tempat yang bisa kalian pilih untuk berwisata religi tersebut?
       
      Masjid Raya Al-Mashun Jadi Landmark Kota Medan Yang Tak Boleh Dilewatkan Begitu Saja

      Jika melihat gambar di atas, dapat saya pastikan kalau sebagian besar diantara kalian tahu dimana bangunan suci satu ini. Ya, Masjid yang berada di Pusat Kota Medan ini memang sudah terkenal seantero negeri. Namun mungkin masih banyak yang belum tahu kalau nama asli Masjid tersebut ialah Masjid Raya Al-Mashun.
      Menarik perhatian. Masjid ini memang sudah sangat menarik dari segi arsitektural bangunannya. Perpaduan beberapa unsur gaya arsitektur dipercaya melekat pada masjid ini yaitu gaya Timur Tengah, India, dan Spanyol. Perpaduan inilah yang membuatnya berbeda.
      Jika dilihat dari denahnya, maka pola dasar masjid ini berbentuk segi delapan tak sama sisi. Terdapat 4 sisi pendek dan 4 sisi panjang yang saling berhadapan. Pola ini jugalah yang akhirnya akan membuat pengalaman berbeda bagi siapa saja yang masuk ke dalam masjid dan mengitari tiap lorongnya. Seirama dengan pola tersebut, kubah masjid pun berbeda dari umumnya, dimana terdapat 1 kubah utama di bagian tengah, serta 4 kubah yang berada di masing-masing sisi pendek.
      Arsitekturnya menjadi semakin antik dengan sentuhan kayu berpadu kaca patri di jendela-jendela ruang utama. Lukisan yang menghiasi dinding-dinding dengan pola bunga dan tumbuhan juga tak kalah menarik perhatian.
      Bagaimana? Memang menarik bukan untuk mengunjungi masjid yang berdiri sejak tahun 1909 ini?
       
      Ini Gereja Atau Kuil India ya? Itulah Uniknya Arsitektur Gereja Maria Annai Velangkanni

      Melihat bentuk bangunannya, maka mungkin orang-orang akan berpikir bahwa itu adalah Kuil Hindu khas India. Ya, itu dengan jelas tampak dari gaya arsitektur Indo-Mogul yang dipakai oleh sang arsiteknya, seorang Pastor bernama James Bharataputra. Peruntukan awal gereja ini memang bagi kaum Katholik keturunan India yang ada di Kota Medan sehingga tak heran jika gaya India kental terasa.
      Dengan keunikannya ini, Gereja Velangkanni ini menjadi satu-satunya di Indonesia, sedangkan di dunia selain di Medan, juga terdapat satu lagi di India Selatan.
      Lokasi gereja ini sendiri berada di Perumahan Taman Sakura Indah, Tanjung Selamat, Kota Medan. Karna tidak berada di tepi jalan raya utama, membuat gereja ini seringkali terlewatkan oleh wisatawan yang belum tahu, bahkan mungkin orang Medan sendiri belum pernah kesana.
      Bagi kalian non-jemaat yang ingin berkunjung, tak perlu khawatir karena gereja ini terbuka bebas bagi siapapun dan tentunya tidak dipungut biaya sepeserpun. Tak heran jika setiap harinya selalu ada saja pengunjung yang datang untuk berwisata kesana.
      Wisatawan juga bahkan tidak hanya dapat menikmati keunikan bangunannya dari luar tetapi juga dapat masuk ke bagian dalam ruang ibadah. Interior di bagian ruang ibadah ini akan menggantikan kesan Kuil Hindu yang nampak dari luar. Sama seperti gereja pada umumnya, ruang ibadah di Gereja Velangkanni pun terdiri dari barisan kursi dengan patung-patung santo yang menghiasi dinding bagian atasanya.
      Ternyata, keunikan gereja ini tidak cukup hanya dari bentuk arsitektur bangunannya. Gereja ini juga menyimpan sebuah keajaiban dimana terdapat mata air yang muncul tepat di bawah patung Bunda Maria yang dibangun di depan gereja. Air ini akhirnya dipercaya masyarakat sebagai keberkahan bahkan dapat menyembuhkan berbagai penyakit bagi yang percaya.
       
      Ini Bukan Myanmar ! Tapi Pagoda Taman Lumbini di Berastagi

      Bangunan pagoda satu ini memang digadang-gadang sebagai replika Pagoda Shwedagon di Myanmar. Memang ketika melihat pagoda yang berada di Berastagi, Kabupaten Karo ini, kita seolah diajak ke negeri lain, apalagi dengan warna kuning emas yang melapisinya, membuat nuansa kontras dari lingkungan sekitarnya.
      Pagoda Taman Alam Lumbini memang saat ini menjadi tujuan wisata favorit di Sumatera Utara. Lokasinya juga tidak begitu sulit dilalui, hanya sekitar 1 km dari jalan raya utama Berastagi-Medan tepatnya di Simpang Tokoh.
      Tentu yang menjadi perhatian turis hingga mau datang ke Pagoda ini ialah bentuk arsitekturalnya yang khas, megah, dan mencolok, bahkan menjadi Pagoda tertinggi di Indonesia. Namun selain itu, karena berada di dataran cukup tinggi menjadi faktor lain alasan pengunjung yang datang terutama orang Medan yang hendak mencari cuaca sejuk nan dingin.
      Pesona unik lainnya ialah adanya ornamen di atas kubah pagoda dimana akan menimbulkan suara dentingan halus ketika ada angin yang menghempasnya. Suara tersebut jugalah yang akhirnya membuat pengalaman berbeda yang dirasakan pengunjungnya.
      Selain dapat menikmati pagoda dari sisi luar, pengunjung non-Buddha pun bisa masuk ke bagian dalam atau ruang persembahyangannya. Interior yang ada pun cukup menarik dan akan memperkaya galeri foto kalian, termasuk adanya patung Buddha berbahan giok yang langsung berasal dari Myanmar.
      Menempati area sekitar 3 hektar, selain bangunan pagoda, terdapat juga taman-taman luas yang ditata dengan baik. Pengunjung dapat menikmati nuansa taman berpagarkan nuansa alam yang asri. Terdapat juga jembatan gantung yang juga menjadi daya tarik lain dari Taman Lumbini.
      Bagaimana? Apakah kamu tertarik? Apalagi untuk masuk ke sana tidak ada tarif yang harus dibayar alias gratis. Apalagi Pagoda Taman Lumbini ini dibuka setiap hari untuk wisatawan dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.
       
      Memiliki Patung Dewi Kwan Im Tertinggi di Asia Tenggara, Kamu Jangan Melewatkan Mampir ke Vihara Avalokitesvara di Pematangsiantar

      Meskipun Indonesia bukanlah negara dengan mayoritas penduduk beragama Buddha, namun ternyata di negara kita inilah Patung Dewi Kwan Im tertinggi se Asia Tenggara berada, tepatnya di kota Pematangsiantar.
      Patung tersebut berdiri kokoh setinggi 22,8 meter di komplek Vihara Avalokitesvara, sebuah rumah ibadah umat Buddha yang sudah berdiri sejak 2005 silam. Ya, patung yang dipesan langsung dari negeri Tiongkok tersebut menjadi pesona utama yang membuat Vihara Avalokitesvara tidak hanya dikunjungi untuk ibadah tetapi juga untuk tujuan wisata.
      Berbahan batu granit, Patung Dewi Kwan Im ini dikeliling catur mahadewa raja atau dikenal sebagai malaikat pencatat amal. Di sekelilingnya juga terdapat 33 patung Dewi Kwan Im dalam ukuran kecil serta di dekat patung juga terdapat lonceng besar khas kuil Buddha umumnya.
      Pesona lain dari Vihara Avalokitesva ini ialah taman yang berada di sekitarnya. Suasana asri nan menenangkan dapat terasa sejak awal memasuki komplek vihara. Bahkan disekeliling vihara terdapat kolam ikan dengan jembatan-jembatan berukiran bunga yang membuatnya semakin mempesona laiknya berada di negeri tirai bambu.
       
      Bukan, Ini Bukan Batu Cave-nya Malaysia ! Tetapi Di Langkat, Sumatera Utara

      Jika kalian pernah ke Malaysia, maka kemungkinan besar pula kalian mengunjungi Batu Cave karena menjadi salah satu objek wisata populer di Kuala Lumpur. Di sana, terdapat sebuah patung raksasa berwarna emas yaitu patung Dewa Murugan. Namun ternyata, kurang banyak yang tahu kalau di Indonesia pun punya Patung Dewa Murugan serupa, tepatnya di Desa Padang Cermin, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
      Memang bukanlah menjadi Patung Murugan terbesar, namun Patung yang berada di Kuil Hindu Shri Raja Rajeshwari Amman Kovil ini menjadi Patung Murungan terbesar ke dua di dunia setelah yang dimiliki Malaysia.
      Nuansa Hindu India memang sangat kental terasa ketika kalian menyambangi komplek kuil. Bentuk arsitektural bangunan kuil yang bertingkat tingkat dengan patung-patung disekelilingnya tentu langsung akan menarik perhatian.
      Tepat di samping bangunan kuil itulah, berdiri kokoh Patung Murungan berlapis warna emas setinggi 17 meter. Patung ini sendiri memang terbilang baru yaitu diresmikan pada tahun 2012 silam. Dewa Murugan sendiri menjadi salah satu dewa Hindu yang terkenal di kalangan orang-orang Tamil India dan Sri Lanka karena dia dipercaya sebagai dewa perang dan pelindung negeri Tamil.
      Bagi kalian yang hendak datang, ada baiknya datang saat waktu ibadah yaitu pukul 5 subuh hingga 9 pagi serta pukul 12 hingga 2 siang. Hal ini karena gerbang utama masuk ke kuil biasanya ditutup selain jam tersebut, namun begitu sebenarnya kalian masih bisa masuk dari gerbang belakang. Cukup bertanya dengan warga sekitar saja.
       
      Kamu Harus Tau ! Medan Juga Punya Vihara Terbesar di Indonesia

      Wow, Ternyata Kota Medan juga punya vihara yang tercatat sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia. Lokasinya cukup strategis tepatnya di Jalan Cemara Boulevard Utara. Nama vihara tersebut ialah Maha Maitreya. Sebagaimana namanya, vihara ini memang kuat dalam ajaran Buddha Maitreya yang mengajarkan cinta kasih bagi semesta.
      Tampak dari bangunan viharanya memang sudah sangat jelas besarnya vihara tersebut. Menempati area seluas 4,5 hektar, vihara ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1991 namun baru diresmikan tahun 2008 silam.
      Kenyamanan akan sangat terasa ketika mengunjungi vihara. Taman-tamannya dibuat dengan gaya taman-taman yang biasa ada di vihara Tiongkok. Kolam-kolam berisi ikan koi juga menghiasi beberapa sudut taman termasuk terdapat juga taman burung. Dinamakan taman burung karena disana seringkali dijumpai puluhan burung yang beristirahat termasuk burung-burung migran dari negara lain.
      Di komplek vihara sendiri terdapat 3 gedung utama yang kesemuanya mampu menampung hingga lebih dari 5000 jamaat. Bahkan di sini bukan hanya terdapat bangunan untuk ibadah saja tetapi juga dilengkapi dengan restoran dan toko souvenir.
    • By Mulyati Asih
      Jalan-jalan nggak melulu ke luar kota kok, apalagi saat rutinitas kita lagi tinggi tapi tetep butuh refreshing. Tanpa kita sadari justru disekitar kita banyak objek wisata. Field report yang saya buat bukan wisata alam tapi lebih untuk mengenal keramik karena keramik tak hanya sebatas piring, cangkir bahkan gerabah. Seni patung keramik karya F. Widayanto tak hanya kita temui pada pameran-pameran yang diselenggarakannya, karyanya bisa kita temui di salah satu rumahnya di Depok Jawa Barat
       

       
      Kereta Commuter Line yang membawa saya dari Jakarta berhenti di stasiun Pondok Cina kurang lebih pukul 10.00 WIB, setelah pintu terbuka bergegas saya melangkahkan kaki menuju pintu keluar stasiun. Saya mencari-cari sosok Mbak Tetty Suprianty di parkiran motor, kami sudah janjian bertemu di stasiun ini tapi sosok yang saya cari tak terlihat juga. Melalui pesan singkat WhatsApp yang saya kirim di HP  saya mencari tahu keberadaan Mbak Tetty, lima menit berikutnya datanglah Mbak Tetty dengan mengendarai motor. Uut Dinsih belum datang jadi kami harus menunggunya, sebagai warga Depok Mbak Tetty akan menjadi pemandu wisata buat kami teman-temannya yang berdomisili di Jakarta. Destinasi wisata yang kami pilih weekend  kali ini adalah Rumah Keramik F. Widayanto di kawasan Tanah Baru Depok. Sebagai kota yang tumbuh pesat kemacetan kota Depok pun hampir sama dengan Jakarta, agar bisa menerobos kemacetan Mbak Tetty mengajak kami menggunakan motor untuk menuju kawasan Tanah Baru Depok. “Kita motoran aja supaya nggak kena macet,†kata Mbak Tetty beberapa hari sebelumnya. Akhirnya Uut Dinsih datang juga, matahari mulai terik buru-buru kami meninggalkan kawasan kampus Universitas Indonesia, saya dibonceng Mbak Tetty dan Uut Dinsih mengendarai motornya sendiri.
       
      Menjelang siang jalanan di Depok mulai macet, Mbak Tetty melajukan motornya berusaha menerobos kemacetan diikuti motor Uut Dinsih. “Di depan ada perempatan jalannya kecil jadi macet,†jelas Mbak Tetty kepada saya. Sepertinya Mbak Tetty sudah hafal benar situasi jalan-jalan yang kami lewati, sampai akhirnya Mbak Tetty membelokkan motornya ke kiri, wah sudah sampai batin saya ketika melihat tempat yang rindang dipenuhi pepohonan. Setelah memarkirkan motornya Mbak Tetty melangkah menuju pintu gerbang utama diikuti saya dan Uut Dinsih. Ada buku tamu yang diletakkan di atas meja, seorang pria berseragam safari menghampiri kami.
       
      “Tiketnya sepuluh ribu rupiah,†sapa petugas berseragam safari sambil tersenyum.
       
      “Saya bisa nggak bayarkan Mas? Kan saya bawa tamu terus,†tawar Mbak Tetty sambil bercanda.
       
      “Nanti tiketnya bisa ditukarkan dengan minuman,†jelas petugas tersebut.
       
      Tiga lembar tiket masuk sudah ada di tangan kami setelah membayar tiga puluh ribu rupiah, jangan lupa  mengisi buku tamu ini bukti bahwa kami pernah berkunjung ke tempat ini. Rumah Keramik F. Widayanto terbuka untuk umum, buka setiap hari mulai pukul 10 pagi sampai pukul 5 sore kecuali hari libur nasional. Bangunan pintu gerbang utamanya bergaya rumah Joglo Jawa dengan ukiran kayu pada pintu dan jendela. Di kiri dan di kanannya diletakkan meja dan kursi kayu sehingga pengunjungpun bisa bersantai. Nuansa keramik sudah ada di sini, lampu gantungnya terbuat dari keramik yang unik bermotif daun. Ada juga keramik bermotif kupu-kupu di letakkan di kiri dan di kanan pintu sepertinya berfungsi sebagai tempat sampah. Saya semakin penasaran untuk mengintip ke dalam bangunan di atas tanah seluas kurang lebih satu hektar ini yang beralamat di jalan Curug Agung No.1 Tanah Baru Beji, Depok Jawa Barat dan dikenal dengan nama Rumah Tanah Baru F. Widayanto. Rumah Tanah Baru ini dibangun oleh F. Widayanto sejak tahun 2007, Pria kelahiran tahun 1953 ini dikenal sebagai keramikus kreatif lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.
       

       
      Rumah Keramik F. Widayanto dibangun di tanah berundak-undak bertingkat tiga. Di tanah lantai satu terdapat pendopo ini adalah restoran yang menyajikan aneka menu makanan tradisional Indonesia jadi kita bisa sekaligus wisata kuliner di sini. Di sebelah kanannya ada bangunan hijau berlantai dua, lantai dasarnya di peruntukkan sebagai galeri atau toko keramik sedangkan lantai duanya disewakan untuk ruang pertemuan. Di tanah tingkat dua terdapat rumah kediaman F. Widayanto dan taman sedangkan di tanah lantai tiga berdiri sebuah studio keramik. Di tanah lantai satu dan lantai juga terdapat rumah panggung yang disewakan dengan tarif per malamnya berkisar antara Rp.400.000 sampai Rp.800.000. Pohon perdu dan tanaman hias sengaja ditanam di setiap sudut dan mengepung Rumah Keramik ini, sehingga menciptakan suasana segar, sejuk dan lingkungan yang sangat asri.
       
      Sejenak saya lupa akan terik dan panas serta kemacetan kota Depok ketika melangkahkan kaki di atas rerumputan. Suasana yang sunyi, sejuk dan asri ini telah menghipnotis saya. Rumah ini dibangun dengan konsep hunian tropis dan hidup beraktifitas selaras dengan alam sekitarnya. Beberapa Karyawan sedang merapikan tanaman di taman, memangkas daun-daun yang terlalu rimbun dan mulai mengering.
       
      “Pak Widayanto ada Mas?†tanya Mbak Tetty kepada petugas berseragam safari tadi.
       
      “Bapak sedang di luar kota,†jawab petugas.
       
      “Pak Widayanto memang sering keluar kota kalau weekend,†jelas Mbak Tetty kepada saya dan Uut “Beliau juga punya rumah di daerah Tapos,†tambah Mbak Tetty. Gaya bicara Mbak Tetty benar-benar seperti pemandau wisata profesional dari travel agent.
       
      “Itu bangku tempat favorit saya setelah keliling-keliling bisa duduk sambil minum teh sereh,†Mbak Tetty menunjuk suatu tempat “tapi nanti aja kalau sudah rapi nggak ada daun-daun lagi,†jelas Mbak Tetty berikutnya.
       
      Kemudian saya dan Uut Dinsih diajak ke atas langsung ke Studio Keramik, di tangga kami berpapasan dengan salah seorang karyawan berseragam putih biasa dipanggil Mas Misbah.
       
      “Saya datang lagi Mas,†sapa Mbak Tetty sambil tersenyum.
       
      “Silahkan,†kata Mas Misbah sambil membalas senyuman.
       
      Karena sering datang ke tempat ini rupanya Mbak Tetty sudah akrab dengan karyawan di sini.
       
       
      Studio Keramik
       
      Menaiki beberapa anak tangga sampailah kami di bangunan pada dataran tanah teratas Rumah Keramik F. Widayanto. Di ruang terbuka ini kita bisa belajar cara membuat keramik, salah satu program yang bisa kita ikuti adalah Fun With Clay atau Bermain Keramik. Dengan membayar tarif sebesar Rp.110.000 kita akan mendapatkan tepung tanah liat atau clay seberat 400 gram atau clay seberat 300 gram seharga Rp. 95.000. Kita juga bebas memilih model cetakan yang dikehendaki. Biasanya clay seberat 400 gram akan menghasilkan dua model keramik sedang atau kita bisa mencetak dengan model cetakan yang kita pilih sampai clay habis. Kemudian ada instruktur yang akan mengajarkan bagaimana cara membuat kreasi keramik. Mulai dari cara mencetak, mengeluarkannya dan melakukan finishing touch sehingga menghasilkan keramik yang cantik. Setelah clay habis tercetak tugas kita hanya sampai di sini, proses berikutnya adalah pengeringan, pewarnaan dan pembakaran yang akan dilakukan oleh tim ahli dari Rumah Keramik F. Widayanto. Hasil keramik bisa diambil setelah empat hari atau bisa dikirim ke alamat kita dengan membayar biaya kirim.
       
      Studio Keramik ini cukup luas, meja kursi diletakkan memanjang menjadi beberapa baris. Beraneka macam cetakan keramik diletakkan di atas meja, cetakannya lucu-lucu loh ada cetakan berbentuk daun, kupu-kupu, buaya, karakter kartun anak-anak dan masih banyak lagi. Mbak Tetty dan Uut Dinsih menghampiri Pak Yadi, Pak Yadi adalah salah satu instruktur di Studio Keramik ini. Di tangannya ada keramik yang sedang diwarnai, mencelupkan kuas ke ember kecil berisi cat dan menyapunya ke keramik berbentuk bunga. Di kirinya ada rak besi penuh dengan susunan keramik-keramik siap untuk diwarnai. Pak Yadi tidak sendirian menjadi instruktur di Studio Keramik ini, ada Mas Aip yang membantunya. Jika tidak ada peserta Fun With Clay, bersama Mas Aip lah Pak Yadi menyelesaikan proses pewarnaan keramik-keramik. Cetakan keramiknya dibuat sendiri oleh F. Widayanto dan sebagian dibuat oleh Pak Yadi. Yang paling menarik perhatian saya adalah barisan ember-ember kecil berisi cat pewarna. Warna-warna inilah yang menjadikan keramik-keramik ini menjadi cantik.
       
      “Warna-warna cat itu sendiri dari mana Pak?†tanya saya penasaran.
       
      “Material pewarnanya terdiri dari campuran cobalt, kaolin, zircon, sulfur dan batuan alam,†jelas Pak Yadi.
       
      “Nah untuk menghasilkan warna merah, biru dan hijau itu sendiri dari apa Pak?†tambah saya.
       
      “Jika dicampurkan dengan cobalt maka menghasilkan warna biru, zircon akan menghasilkan warna hijau,†ujar Pak Yadi.
       
      Ternyata pewarnanya berasal dari unsur-unsur yang ada di alam. Karena proses pewarnaan itu rumit makanya dikerjakan oleh tim ahli dari Rumah Keramik. Proses pengeringannya pun memakan waktu dua sampai tiga hari. 16 jam melalui proses pembakaran dengan suhu 1.250 derajat celsius. Bahan baku tanah liat atau earthenware nya didatangkan dari Sukabumi Jawa Barat, Pak Widayanto sendiri yang  awalnya  meneliti dan menemukan kalau di Sukabumi ada earthenware. Puas berada di Studio Keramik, Mbak Tetty mengajak saya dan Uut Dinsih melihat seperti apa rumah tinggal F. Widayanto.
       

       

       

       

       
      Rumah Tinggal F. Widayanto
       
      Dari Studio Keramik kami turun ke tanah tingkat dua, jika masuk melalui pintu depan kita akan menemukan meja kursi kayu di teras rumah. Tapi kalau kita masuk melalui pintu samping kita akan menemukan kursi sofa dengan bantal warna-warni, di atasnya ada sentuhan hiasan daun dan ranting kering. Mari kita lihat ke dalam rumah tinggal F. Widayanto, semua unik penuh dengan koleksi patung keramik. Saya sempat kaget ketika melihat di atas meja besar ada pot bunga dengan rangkaian daun palem kering. Di bawahnya ada 5 patung kepala orang warna hitam, ini adalah patung masterpiece tokoh inspirator bagi F. Widayanto yaitu Screaming, Tourist, The Maestro, Michelangelo adalah sang pelukis, pemahat dan arsitek yang meninggalkan hasil karya yang memesona setiap orang yang melihatnya dan patung Si Mbok adalah ibu angkat F. Widayanto. Dari semua patung keramik yang dibuat F. Widayanto, hanya 5 patung Inspirator itu yang tidak dijual bahkan dibuat berbeda.
       

      Ruang tamu rumah tinggal F. widayanto
       
       
      Tak hanya daun-daun kering yang menjadi interior rumah, di belakang kursi sofa juga diletakkan bambu-bambu kering dan payung coklat, dipercantik dengan lukisan pohon pada dindingnya. Piring-piring keramik tersusun rapih di dinding. Atap rumahnya dibuat tinggi, pada dinding atasnya dipasang jendela kaca sehingga cahaya matahari bisa masuk ke dalam rumah. Rumah ini dibangun dengan banyak jendela, meskipun rumah ini tak berpendingin AC tapi saya tetap merasa sejuk. Di meja makan diletakkan dua patung orang salah satunya adalah patung Sri Kantili.
       

      Patung keramik
       
       
      Jika ingin merasakan hunian rumah yang asri dengan interior yang unik, ada satu kamar yang bisa kita sewa dengan tarif kamar per malam Rp. 1.500.000. Kita bisa menikmati kamar dengan nuansa tradisional yang khas. Fasilitas yang diberikan adalah tempat tidur besar berkelambu putih, di depannya diletakkan sepasang patung pengantin Jawa. Ada juga lemari pakaian kuno yang unik,  kamar ini dilengkap dengan teras kamar dan bangku santai langsung berhadapan dengan pemandangan pohon-pohon hijau menyejukkan mata. Dinding kamar mandinya dihiasi dengan interior ikan-ikan keramik, keran dan bak mandinya pun terbuat dari keramik. Apakah di dapur peralatan makannya juga serba keramik? Tentu saja. Piring, mangkuk dan cangkir semua dari keramik disusun rapi di kitchen set.
       
       

      Kamar yang disewakan
       
       
      Kamar pribadi F. Widayanto terletak di lantai dua, melewati tangga kayu terbuat dari kayu jati saya menemukan jendela dengan teralis bermotif daun yang menjalar. Jendela ini dikelilingi 7 wayang keramik. Wayang-wayang keramik ini adalah produk ekslusif karya F. Widayanto, dijual dengan harga berkisar dari Rp.15.000.000 sampai Rp.18.500.000. Salah satunya adalah wayang keramik Kinanthi dengan dimensi lebar 28 cm, tinggi 74.5 cm dan berat 3.1 kg seharga Rp. 18.000.000. Wayang-wayang  keramik ini dibuat oleh F. Widayanto terinspirasi berdasarkan karakter yang ada pada cerita Mahabharata dan Ramayana , seri ekslusif penuh ekspresi artistik yang memikat imajinasi. Dibuat dari jenis tanah liat stoneware kualitas terbaik yang ada di Sukabumi, Jawa Barat.
       

      Wayang keramik
       
      Tak hanya kreatif dalam membuat keramik, F. Widayanto juga pandai melukis. Keduanya dipadukan dalam karyanya berupa lukisan wajah di atas keramik. Terdapat kurang lebih 30 lukisan wajah di atas keramik, beraneka ekspresi wajah pria dan wanita dalam lukisan keramik memenuhi dinding pada anak tangga menuju kamar pribadi F. Widayanto. Di kamar pribadi F. Widayanto sendiri terdapat patung orang “Double Cigarsâ€, tak hanya itu beberapa lukisan dan wayang keramik menempel pada dinding kamar. Kami tidak berlama-lama di sini, meskipun kamar ini boleh dimasuki pengunjung tapi saya tetap menganggap ini kamar pribadi.
       

      Lukisan di atas keramik
       

      Patung keramik di kamar pribadi F. Widayanto
       
      Hari beranjak siang dan pengunjung mulai ramai berdatangan. Di Studio Keramik ada beberapa anak sedang belajar membuat keramik dibimbing oleh Pak Yadi. Mbak Tetty mengajak saya dan Uut Dinsih istirahat di bangku favoritnya di taman. Waaah sepertinya ini juga akan jadi bangku favorit saya kalau berkunjung ke tempat ini. Tempatnya sejuk dikelilingi pohon, Mbak Tetty menukarkan tiket masuk kami dengan minuman teh sereh. Sambil ngobrol kami menikmati teh sereh dalam cangkir keramik, angin segar berhembus melalui rimbunnya pepohonan. Yang lebih unik mejanya juga terbuat dari keramik, ada empat kotak persegi panjang masing-masing kotak bermotifkan keramik berbentuk ikan, katak dan kura-kura. Empat kotak persegi panjang ini adalah kotak permainan halma. Sambil bersantai kita juga bisa bermain halma di sini.
       

       
      Sebelum pulang kami menyempatkan mampir ke galeri atau toko keramik. Jika ingin membawa pulang oleh-oleh keramik kita bisa membelinya di sini. Keramik yang dijual di galeri atau toko keramik ini adalah jenis keramik yang dapat kita gunakan sebagai aksesoris atau hadiah, peralatan makan, interior dan eksterior, perlengkapan kamar mandi dan keramik dalam bentuk simbol agama. Satu etalase berisi aneka keramik berbentuk gajah, kura-kura, burung hantu, buaya dan masih banyak lagi. Di depannya ada etalase berisi piring keramik, cangkir keramik, mangkuk keramik dan perlengkapan makan lainnya. Keramik berbentuk salip ditempelkan di dinding, disampingnya ada dua pot bunga keramik dan satu bak mandi besar. Tak jauh dari etalase berisi peralatan makan, ada meja besar di atasnya diletakkan piring-piring keramik bertuliskan Allah dan Muhammad, ada juga beberapa baju keramik. Saya perhatikan dalam setiap karyanya F. Widayanto selalu menyertakan motif daun ke dalam keramik yang dibuat. Kemudian perhatian saya tertuju pada topeng keramik dengan ekspresi wajah cemberut menempel di dinding di samping pintu.
       

      Toko keramik
       

       

       
      Tak jauh dari toko keramik ada rumah panggung, kami penasaran untuk masuk ke dalamnya. Di tiang rumahnya ada papan bertuliskan Jineng Kandang Kerbau, loh ini rumah atau kandang kerbau batin saya. Ternyata bagian bawahnya dulu merupakan kandang kerbau, jadilah dinamakan Jineng Kandang Kerbau. Tak terasa tiga jam kami bermain-main di Rumah Tanah Baru dan saya masih ingin kembali suatu saat nanti mungkin untuk belajar membuat kreasi keramik. 
       
      Terima kasih sudah mampir dan membaca FR saya   
    • By nchristour
      Salam Traveller,     Tuhan memberkati~   Saya Nathalia dari CHRISTOUR Pilgrim&Leisure,
        CHRISTOUR menyediakan paket perjalanan terbaik yang terbagi dalam 2 kategori:        - ZIARAH ROHANIbagi umat Nasrani yang rindu mengenal lebih jauh tempat-tempat istimewa yang disebutkan dalam Alkitab. Maupun tempat-tempat yang terkenal karna Mukjizat-Nya di seluruh dunia.        - Wisata JALAN-JALAN LIBURAN dengan rute bebas sesuai permintaan anda.   CHRISTOUR merupakan bagian CHRISTOPHER grup (Christopher Salon).    CHRISTOUR Tour&Travel berdiri sejak tahun 2008 dengan Kantor Pusat di Depok. Lewat pelayanan dan pengalaman kami, CHRISTOUR telah mendapat pengakuan sebagai Perusahaan Jasa Wisata Rohani terbaik di negara-negara tujuan kami.   Berbagai pilihan rute dan waktu telah kami siapkan guna membantu saudara-saudara yang ingin berangkat bersama kami. Contoh Rute Pilgrim:
      - YERUSALEM EXPRESS
      - MESIR-YERUSALEM-PETRA
      - EROPA-YERUSALEM
      - EROPA BARAT
      - LOURDES EXPRESS
      - FATIMA-LOURDES-ROMA
      - MEDJUGORJE-LOURDES-FATIMA
      - ROMA-LOURDES-PARIS-AMSTERDAM - JAPAN / TURKI *Special*   DIDAMPINGI TOUR LEADER BERPENGALAMAN dan ROMO / PENDETA. + Local Guide.
      BONUS : 
      ï‚· Perlengkapan Wisata Travel Bag
      ï‚· Rekaman perjalanan dalam bentuk DVD
      ï‚· Sertifikat Ziarah dari Tanah Suci**
      ï‚· Member Card Salon Christopher dan La Pazzionatta**

      BIAYA TIDAK TERMASUK :
      ï‚· Tour tambahan diluar acara (optional tour)
      ï‚· Pengeluaran pribadi seperti telephone, laundry, minibar, pay tv.
      ï‚· Biaya 1 kamar sendiri

      Contoh Rute Leisure:      
      - Hong Kong-Macau
      - Singapore
      - Brisbane
      - Sydney
      - Mau kemana aja sebenarnya bisa diatur 
      Pembuatan Program Tour Grup Sendiri (Request) memakan waktu MINIMAL 2 HARI KERJA. biar mantap hasilnya..   Juga melayani: Pemesanan Tiket / Akomodasi perjalanan.   Untuk info dan pendaftaran, dapat menghubungi:   Nathalia CHRISTOUR 08561167147 / WA: 082114528137 Nathalia@christour.co.id   |  nathalia.christour@gmail.com www.facebook.com/NChristour  |  www.twitter.com/nchristour   Atau tanya2 di sini..      Terima Kasih, Tuhan memberkati.       Best Regards,     NATHALIA TOUR CONSULTANT www.christour.co.id  
         
       
    • By baehaki
      Sunan Giri. Nama yang satu ini tentu saja sangat familier, terutama bagi mereka yang tahu perihal sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Sunan Giri merupakan salah satu dari sembilan wali. Sunan Giri juga menjadi tokoh yang menyebarkan agama Islam hingga Nusa Tenggara Barat.    Nah kebetulan ane emang tinggal di kawasan di sekitar makam Sunan Giri. Jadi paling tidak tahu beberapa peninggalan tokoh yang juga memiliki nama Ainul Yaqin ini.    Mungkin banyak yang beranggapan kalau Sunan Giri hanya dijadikan sebagai wisata religi wali songo. Nggak hanya itu. Banyak peninggalan Sunan Giri lainnya yang mungkin mayoritas orang tidak banyak tahu. Dan semua peninggalannya tersebut pun berada di Gresik.    Berikut ini saya cantumkan beberapa peninggalan yang saya tau. Mungkin ada yang pengen nambahin silakan :)   Giri Kedaton     Peninggalan yang pertama adalah sebuah tempat bernama Giri Kedaton. Giri artinya bukit, kedaton artinya keraton, koreksi kalau saya salah. Nah dulunya, Giri Kedaton ini merupakan tempat yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan Giri sekaligus sebagai sebuah pesantren.    Jadi, dulunya Giri itu sebuah kerajaan kecil yang pimpinannya adalah Sunan Giri. Menurut sejarah, kerajaan Giri ini pun bertahan hingga beberapa generasi. Menurut cerita yang saya dengar, bahkan Kerajaan Giri juga merupakan salah satu pihak yang pernah berperang melawan penjajah Belanda.    Lokasi Giri Kedaton ini pun berada di tempat yang strategis. Posisinya berada di tempat paling tinggi yang ada di Gresik, tepatnya di Desa Sidomukti.    Sayangnya, Giri Kedaton ini hanya tinggal sisa-sisa. Pemerintah memang pernah melakukan penggalian di lokasi Giri Kedaton. Selain itu, situs Giri Kedaton ini juga sudah nggak orisinil lagi. Di bagian atas sisa-sisa Giri Kedaton sudah dibangun sebuah mushola. Selain itu tangga menuju situs ini juga sudah dibangun.    Masjid Sunan Giri     Untuk masjid tentunya udah banyak yang tau. Terlebih lokasinya memang bersebelahan dengan makam Sunan Giri. Masjid yang benar-benar peninggalan Sunan Giri merupakan masjid bagian tengah. Masjid ini pun memiliki arsitektur unik yang menggabungkan antara budaya Hindu dengan budaya Islam yang terlihat pada bentuk atapnya.    Telogo Pegat     Pasti tau dong yang namanya telaga? Entah telaga itu bahasa indonesia atau gimana, tapi yang pasti sebuah telaga itu mirip dengan danau. Dan Sunan Giri pun memiliki peninggalan sebuah telaga yang juga berada di kawasan Giri, Kebomas. Telaga tersebut bernama Telaga Pegat.    Telaga ini konon tidak pernah surut, walaupun sering terjadi musim kemarau yang berkepanjangan. Dari sejak saya lahir hingga sekarang, telaga ini pun tidak pernah surut. Saya sendiri tidak pernah berenang di telaga ini, jadi tidak tahu seberapa dalamnya.    Alasan utama nggak berani berenang di sini adalah konon telaga ini angker. Banyak orang yang secara misterius tenggelam. Katanya sih telaga ini juga ada penunggunya.    Museum Sunan Giri   Dari sekian banyak peninggalan Sunan Giri, sebetulnya sudah tersimpan secara rapi di sebuah museum bernama Museum Sunan Giri. Museum ini lokasinya juga termasuk strategis, yakni tak jauh dari alun-alun kota Gresik. Tepatnya di area terminal bus Maulana Malik Ibrahim.    Sayangnya museum ini kurang terjaga dengan baik dan letaknya juga di pojokan. Jadi nggak terkesan menarik sama sekali. Padahal koleksinya cukup bersejarah, seperti pelana kuda Sunan Giri, Sajadah, Surban, Alquran tulisan tangan dan lain-lain. Saya sendiri sih belum pernah ke museum yang satu ini. Disayangkan memang, walaupun saya cukup senang untuk datang ke museum. Tapi ya itu tadi, lokasinya nggak menyenangkan dan terkesan tempat ini di-anak tirikan XD
    • By bogoronline
      Toko Bunga Cilegon http://toko-bunga-cilegon.blogspot.com , Melayani Pemesanan Bunga Papan Pernikahan, Ucapan Sukses, Ulang Tahun, Duka Cita, Rangkaian Bunga Segar, Bunga Tangan/Forhand, Standing Bunga Duka, Standing Congratulatioan, Bunga Duka Cita. Gratis Pengiriman di Area Cilegon dan Sekitarnya. Pemesanan bisa melalui SMS 085655399719 atau via email naimbunga@gmail.com, Pelayanan 24 Jam Online, Pe,mbayaran Tranfer BCA-MANDIRI-BNI