Sign in to follow this  
nafariza

Oleh2 Khas Sumbar: Karak Kaliang

7 posts in this topic

Bagi yang sering ke Sumatra Barat atau orang asli Sumatra Barat, pasti sudah tidak asing lagi dengan kuliner satu ini. Ya, karak kaliang yang berbentuk seperti angka delapan ini memang merupakan oleh-oleh khas Sumatra Barat yang banyak dibawa orang sekembalinya dari sana.

 

KarakKaliang.jpg

Sumber Gambar

 

Warnanya kuning, tapi uniknya namanya kaliang. Padahal, dalam bahasa minang, kaliang itu hitam. Karak adalah kerak. Kerak hitam? Jangan tertipu sama namanya ya. Karena nama sama sekali tidak mencerminkan bentuknya, apalagi rasanya.

 

Cemilan yang dikenal dengan kue delapan ini terbuat dari tepung ubi. Rasanya renyah dan gurih. Usut punya usut, cemilan ini sudah ada dari zaman Belanda loh. Cukup bertahan lama ya keberadaannya.

 

Karak kaliang bisa ditemukan di pusat oleh-oleh yang tersebar di sepanjang Padang sampai Bukit Tinggi. Jalan2ers sudah pernah coba? :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

kerupuk ikan yah ? ato dari ayam / lainnya ? thansk

dari tepung ubi mas nya. dibentuk angka 8 (jangan tanya cetakannya bentuknya kayak apa, saya juga gak tau soalnya, belom pernah liat proses pembuatannya), terus digoreng deh. tapi jangan pikirin soal goreng menggorengnya, karna kita beli dalam bentuk udah diplastikin. jadi tinggal dimakan deh :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

hmmmmmmm........

sering liat siii

tapi saya baru tau kalo ini oleh1 khas sumbar..

nah, kalo ntar ikut gath nya, dibawa ya :P

Siapa yang bawa mas? Saya bukan tinggal di Sumbar deh. Kebetulan aja sering dibawain oleh2 dari sana, jadinya tau deh sama cemilan satu ini. Ada jalan2ers dari Sumbar yang bakal ikutan gathering? Coba ngacung. :D

 

ambo dapat oleh2 kemaren dari teman di padang

dia bawa karak kaliang ini 

lumayan buat nemenin makan siang neh :D

Lamak bana kan uda? :D Yup, bisa juga jadi temennya nasi tuh. Secara sejenis keripik juga kan, tapi bentuknya angka 8 hihi.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Tadinya saya ingin menulis tentang panduan wisata belanja di Osaka (dan mungkin juga Nagoya), lanjutan dari panduan belanja di Tokyo dan Kyoto yang sudah saya tulis kemarin. Namun di pagi buta hari ini, tiba-tiba datang What's App dari adik yang sedang dinas ke Tokyo.
      Mbak, mau oleh-oleh apa dari Tokyo?
      Begitu katanya. Karena belum sepenuhnya bangun tidur (maklum, hari ini Jakarta dinginnnnn bangetttt), spontan saya jawab “apa aja yang ketemu di toko 100 yen dehâ€. Saya baru mau lanjut tidur lagi saat adik lagi-lagi me-WA:
      Hahaha, emangnya mau dapat oleh-oleh dari toko 100 yen? Nggak pingin yang lain, gitu?
      Hmm, selama ini saya selalu menulis tentang toko 100 yen sebagai tempat mencari oleh-oleh murah meriah (bisa dibaca disini). Tapi WA tadi membuat saya berpikir tentang oleh-oleh khas Tokyo untuk orang special, entah itu untuk atasan, pasangan, orang tua, dan lain-lain. Toko 100 yen memang layak dilirik bagi yang mencari oleh-oleh untuk satu kampung, tapi untuk orang special tentu lain lagi dong. Walau beberapa kali menulis tentang wisata ke Tokyo (termasuk panduan wisata belanja di Tokyo), namun saya belum pernah menulis tentang oleh-oleh khas Tokyo. Jadi apa saja sih oleh-oleh khas Tokyo itu?
      Adik saya lalu mengingatkan jika besok dia sudah kembali ke Jakarta. Jadi hari ini adalah hari terakhir jika ingin minta sesuatu dari Tokyo. Deadline itu berhasil membuat saya bangun dan membongkar-bongkar kembali catatan perjalanan wisata ke Tokyo tahun 2012 yang lalu, mencari inspirasi apa saja oleh-oleh yang pernah saya buru untuk orang-orang special sekaligus menyusun kembali hutang field report yang tertunda terus. Akhirnya saya menemukan beberapa list item yang pernah (setidaknya) masuk dalam daftar “oleh-oleh wajib dari Tokyo. Semoga bisa menginspirasi Jalan2ers yang sedang mencari oleh-oleh khas Tokyo (atau bagi yang mau minta oleh-oleh dari Tokyo).
      Note:
      Kali ini saya tidak akan membahas detail tentang tempat-tempat untuk belanja souvenir, karena panduan wisata belanja di Tokyo bisa dibaca disini. Saya hanya ingin berbagi ide oleh-oleh yang bisa di beli di Tokyo, baik benda khas dari Tokyo maupun oleh-oleh bernuansa Jepang lainnya.
      Makanan (snack, kue, dan sebagainya) dan minuman
      -Makanan (terutama kue) termasuk oleh-oleh yang relatif disukai oleh siapapun. Point menariknya, kue-kue di Jepang biasanya dibungkus dengan sangat cantik sehingga cocok untuk dijadikan buah tangan bagi siapapun (termasuk boss atau rekan kerja). Kue pun mudah ditemukan di berbagai area wisata, seperti Nakamise Dori, Tokyo Tower, dan lain-lain. Sedangkan jika ditanya kue khas Tokyo, Tokyo Banana adalah salah satu oleh-oleh wajib dari Tokyo.. Kue ini memiliki banyak varian, jadi nggak membosankan untuk dijadikan oleh-oleh. Tapi kalau beli Tokyo Banana, harus ekstra teliti ya. Berdasarkan pengalaman, kue ini masa kadaluarsa-nya singkat sekali. Sebaiknya beli Tokyo Banana sesaat sebelum pulang ke Indonesia, dan perhatikan tanggal kadaluarsa-nya.
      (1) Salah satu kemasan Tokyo Banana [foto: David McKelvey], (2) & (3) Varian Tokyo Banana [foto: OiMax, Jencu]
      -Alternatif lainnya, aneka makanan kering seperti senbei (snack beras khas Jepang), nori (rumput laut), furikake (abon khas Jepang), bumbu sup miso, maupun bumbu kare, juga bisa jadi alternatif oleh-oleh. Walau barang-barang ini sekarang mudah ditemukan di berbagai toko bahan makanan import, tapi disini harganya lumayan mahal. Makanan seperti ini cocok dijadikan oleh-oleh bagi pecinta makanan Jepang.
      -Yebisu Beer adalah salah satu bir yang identik dengan Tokyo karena pabrik pertamanya berdiri di kota ini (walau kini sudah pindah ke daerah Chiba). Jika berkunjung ke Museum of Yebisu Beer, di museum itu terdapat berbagai produk olahan bir Yebisu yang cocok dijadikan oleh-oleh, seperti jelly beer. Tentunya ini oleh-oleh bagi yang bisa mengkonsumsi alkohol saja.
      (4) Museum of Yebisu Beer [foto: Dushan and Miae], (5) Beer Jelly [foto: Mr Wabu]
      Majalah dan produk budaya pop lainnya
      -Di Tokyo ada beberapa distrik yang identik dengan otaku. Jadi jika punya teman yang hobi ber-otaku ria, berburu oleh-oleh di distrik tersebut bisa jadi salah satu alternatif cantik. Aneka figurin maupun doujinshi (manga/novel fan fiction yang dibuat berdasarkan sebuah karya populer) bisa jadi oleh-oleh menarik untuk otaku.
      -Miniatur Gundam official maupun aneka cemilan ala Gundam mudah ditemukan di Gundam Front Tokyo. Cocok untuk oleh-oleh bagi penggemar Gundam. Sedangkan jika ingin makan snack berlabel group idol populer AKB48 (yang identik dengan Akihabara Tokyo), dapat membeli aneka snack maupun pernak pernik tersebut di berbagai AKB48 official shop di Tokyo. Malas pergi ke official shop? Banyak kok snack maupun minuman yang memasang gambar maupun logo AKB48 dan tersedia di berbagai konbini maupun toko oleh-oleh..
      (6) Pernak pernik Gundam [foto: Coolinsights], (7) AKB48 Cafe Mug [foto: Kalleboo]
      -Majalah mungkin bukan oleh-oleh khas Tokyo, tapi bisa jadi alternatif oleh-oleh lho. Majalah trend fashion terbaru atau majalah inspirasi model rambut musim ini cocok untuk diberikan bagi teman atau saudara yang suka dengan budaya Jepang. Barangnya pun cukup mudah dicari karena bisa ditemukan di berbagai konbini dengan harga bervariasi (mulai dari ratusan yen hingga ribuan yen). Punya budget agak besar? Bisa juga membelikan photobook dari artis favorit teman/saudara.
      -Ada teman yang suka musik Jepang? Maka CD musik bisa jadi oleh-oleh yang tepat. Maklum, hanya sedikit musisi Jepang yang albumnya bisa ditemukan disini. Hanya saja harga CD di Jepang memang cukup menguras kantong. Untuk single (biasanya terdiri dari 2-3 lagu saja) harganya rata-rata mulai ¥1000, sedangkan untuk full album bisa ¥3000 ke atas. Salah satu toko CD yang pernah saya datangi (walau akhirnya nggak beli apa-apa) ada di dekat Stasiun Shibuya.
      Aneka produk budaya tradisional
      -Pernah lihat patung kucing yang mengangkat sebelah kakinya? Kucing yang disebut maneki neko itu termasuk salah satu oleh-oleh yang cocok diberikan untuk siapa saja yang memiliki bisnis karena dipercaya mendatangkan keberuntungan. Jika tertarik membeli maneki neko, tak ada tempat terbaik selain membeli langsung di kuil yang menjadi awal legenda maneki neko, yaitu Gotoku-ji Temple.
      -Banyak sekali pernak pernik budaya tradisional yang bisa dijadikan oleh-oleh, mulai dari yukata, kipas tangan, geta (sandal khas Jepang), wagasa (payung khas Jepang), hingga pedang. Salah satu tempat terbaik berburu oleh-oleh khas Jepang di Tokyo adalah Oriental Bazaar.
      (8) & (9) Maneki neko di Gotoku-ji Temple [foto: Mrhayata, Ogiyoshisan]
      Pernak-pernik lainnya
      -Tokyo punya banyak sekali tempat wisata dan uniknya rata-rata tempat wisata memiliki maskot yang lucu-lucu, seperti Tokyo Tower yang memiliki maskot bernama Noppon, Tokyo Skytree dengan karakter Sorakara sebagai maskotnya, NHK dengan Domo-kun, dan banyak lagi. Aneka maskot tersebut bisa ditemukan dalam berbagai bentuk produk, mulai dari gantungan kunci hingga makanan. Cocok dijadikan oleh-oleh khas Tokyo untuk siapa saja.
      -Set pisau masak dari Kappabashi dapat menjadi alternatif oleh-oleh menarik dari Tokyo, khususnya bagi pecinta masakan. Kotak makan khas Jepang beserta perlengkapan makannya (sumpit dan lain-lain) juga cocok dijadikan oleh-oleh.
      -Aneka jimat kuil juga bisa jadi alternatif oleh-oleh lho. Banyak kuil yang memiliki jimat dengan kemasan unik dan di klaim memiliki khasiat macam-macam. Salah satu kuil di Tokyo yang memiliki jimat berbentuk unik adalah Kanda Myojin.
      -Mug Starbuck bertuliskan TOKYO jelas menjadi salah satu oleh-oleh bagi kolektor mug Starbuck..
      (10) Domo-kun (warna coklat), maskot NHK [foto: ElCapitanBSC], (11) Amulet dari Kanda Myojin [foto: Yuiseki]
      Masih bingung memilih oleh-oleh ala Tokyo? Ada tips lain bagi yang masih galau membeli maupun meminta oleh-oleh: beli saja berbagai barang unik ala Jepang. Di Tokyo (dan Jepang) banyak sekali barang-barang biasa yang memiliki desain unik sehingga menjadi luar biasa. Misalnya saja gantungan kunci berbentuk miniatur makanan yang bisa di dapat di Kappabashi. Saya sendiri pernah membeli Akihabara Oppai Pudding untuk adik (laki-laki) dan untuk seorang teman. Hasilnya? Cukup membuat mereka terkesan. Inilah penampakan Akihabara Oppai Pudding tersebut. Seru kan? Hehe..
      Penampakan Akihabara Oppai Pudding, dari tertutup hingga full terbuka [foto: dokumen pribadi, 2012]
      *Semua pic dicari melalui Creative Commons, kecuali yang ditandai sebagai dokumen pribadi.
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh. 
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, teman saya, seorang WNI yang menikah dengan pria Jepang, menceritakan kebingungannya mencari oleh-oleh khas Indonesia setiap kali akan berkunjung ke keluarga suaminya di Jepang. Adik saya yang menikah dengan pria Belanda pun kerap kebingungan mencari oleh-oleh untuk mertua tercinta. Dan saya rasa, teman maupun adik saya itu bukanlah satu-satunya yang kerap merasa bingung setiap kali mencari oleh-oleh khas Indonesia untuk dibawa ke luar negeri. Biasanya, yang bingung-bingung itu karena mereka terlalu memikirkan hal-hal berikut ini:
      1.Dari sekian banyak produk khas daerah di Indonesia ini, oleh-oleh apa sih yang paling merepresentasikan Indonesia?
      2.Oleh-oleh apa yang tahan dibawa untuk perjalanan jarak jauh dan memiliki kemasan yang oke namun tetap terkesan Indonesia banget?
      3.Oleh-oleh apa ya yang kira-kira disukai oleh orang diluar Indonesia, apalagi diluar wilayah Asia tenggara? Soalnya kan selera mereka mungkin saja beda dengan selera orang Indonesia atau orang Asia
      Berikut saya ingin berbagi beberapa jenis oleh-oleh khas Indonesia yang cocok dijadikan buah tangan untuk teman atau kerabat atau mungkin calon relasi bisnis yang ada di luar negeri, khususnya yang memiliki budaya yang jauh berbeda dengan Indonesia. Oleh-oleh dibawah ini berdasarkan pengalaman saya beberapa kali memberikan oleh-oleh (minimal memberikan ide) untuk mereka yang berada jauh diluar Indonesia. Saya sengaja nggak menyebut produk khas per-daerah supaya teman-teman bebas mengembangkan imajinasi dan mengeksplorasi produk khas daerah masing-masing dari ide-ide berikut ini. Untuk alternatif oleh-oleh lainnya, bisa mampir ke thread yang sudah lebih dulu ada: Oleh-oleh apa yang khas Indonesia? 
       
      1. Kopi
      Saya cinta kopi walau sebatas pecinta kopi sachetan saja. Dan bicara tentang kopi, Indonesia memiliki beberapa jenis kopi yang khas yang mungkin saja sulit ditemukan diluar negeri. Berhubung akhir-akhir ini banyak produsen kopi yang mengemas kopi Indonesia dengan kemasan yang cantik, saya rasa kopi layak banget untuk dijadikan oleh-oleh khas Indonesia.
      Tips: coba cari produk kopi khas daerah masing-masing, jadi jangan terpaku dengan merk kopi yang banyak ditemukan di supermarket. Contohnya saja Kopi  Oey Jalan Braga, termasuk oleh-oleh kopi khas dari Bandung. Saya pernah juga memberikan oleh-oleh kopi Bali untuk oleh-oleh dan rata-rata kopi Indonesia selalu diterima dengan senang hati.
       
      2. Rokok kretek
      Walau saya anti rokok, namun saya mengakui jika rokok kretek termasuk salah satu produk khas Indonesia. Rokok kretek bisa jadi oleh-oleh khas Indonesia karena biasanya (sepanjang yang saya tahu) rokok di luar negeri (wilayah survei: Jepang dan Belanda) rata-rata tipenya mild. Biasanya mereka yang perokok berat akan suka diberikan oleh-oleh rokok kretek dari Indonesia.
       

      Foto 02:
      Salah satu merk rokok kretek Indonesia yang populer secara internasional [foto: wikimedia/creative commons]
       
      3. Sambal
      Sambal mungkin termasuk salah satu produk khas di wilayah Asia. Dan Indonesia termasuk negara yang juga mencintai sambal. Jadi kenapa nggak memberikan oleh-oleh sambal sebagai produk khas Indonesia? Tentunya pilih yang kemasannya oke dan tahan untuk dimasukkan dalam bagasi pesawat.
      Tips: jika ingin memberikan oleh-oleh sambal untuk mereka yang kurang terbiasa dengan rasa pedas, sebaiknya pilih sambal yang rasanya ringan dan tidak terlalu pedas.

      Foto 03:
      Contoh sambal dalam kemasan yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh [foto: Gunawan Kartapranata/wikimedia]
       
      4. Makanan ringan
      Brownies Amanda dan Molen Kartika Sari merupakan oleh-oleh khas Bandung yang populer. Tapi kedua jenis makanan tersebut agak sulit untuk dibawa keluar negeri (khawatir hancur jika dimasukkan dalam bagasi) sehingga kurang cocok untuk dijadikan oleh-oleh khas Indonesia. Begitu juga dengan cemilan khas Indonesia lainnya seperti kembang goyang dan batagor. Wah, bisa-bisa hancur atau basi saat dibawa untuk perjalanan jarak jauh.
      Nah, jika memang ingin membawa oleh-oleh makanan, coba deh pertimbangkan untuk membeli oleh-oleh makanan kering dan punya kemasan menarik. Misalnya saja, aneka keripik singkong pedas, keripik pisang, atau mungkin dodol garut. Atau bisa juga membeli kerupuk mentah untuk digoreng sendiri.

      Foto 04:
      Keripik pisang dalam kemasan yang cukup menarik [foto: CamilanCamilun/wikimedia]
       
      5. Bumbu khas Indonesia
      Percaya atau tidak, teman saya yang warga Jepang suka banget kalau diberi oleh-oleh bumbu pecel lho! Itu menandakan jika bumbu khas Indonesia pun bisa dan layak dijadikan oleh-oleh yang mewakili Indonesia.
       
      6. Batik dan kain khas Indonesia
      Batik merupakan kain khas Indonesia. Jadi kenapa tidak memberikan batik sebagai oleh-oleh? Jangan hanya terpaku pada kain batik meteran saja. Kalian bisa lho memberikan batik sarimbit sebagai oleh-oleh, maupun batik yang sudah diolah menjadi produk lain seperti tas dan sepatu. Intinya, cari yang praktis namun menarik. Dan kain khas Indonesia tak hanya batik. Ada ulos, songket, dan banyak lagi. Bahkan dress pantai khas Bali pun menarik untuk dijadikan oleh-oleh lho!

      Foto 05:
      Batik dalam bentuk produk fashion jadi juga cukup menarik dijadikan oleh-oleh [foto: Gunawan Kartapranata/wikimedia]
       
      7. Teh
      Selain kopi, Indonesia juga memiliki banyak teh lokal yang memiliki rasa yang khas. Coba deh jangan melirik merk-merk teh yang mainstream dan banyak ditemukan di supermarket. Carilah produk-produk teh khas daerah kalian dan jadikan itu oleh-oleh yang mewakili Indonesia.

      Foto 06:
      Contoh teh khas Indonesia [foto: Midori/wikimedia]
       
      8. Produk spa dan kecantikan
      Spa termasuk salah satu perawatan kecantikan khas Indonesia yang banyak disukai oleh warga negara asing. Berhubung saat ini sudah banyak produk spa dan kecantikan lainnya yang dikemas cantik dan bisa digunakan untuk perawatan di rumah, coba deh memberikan produk-produk tersebut sebagai oleh-oleh. Saya pribadi beberapa kali memberikan set produk body lotion/body scrub/body butter dengan wangi khas Indonesia sebagai oleh-oleh dan ternyata produk-produk spa tersebut cukup disukai lho.
       
      9. Produk seni khas daerah
      Rasanya, masing-masing daerah di Indonesia memiliki produk seni yang khas, yang menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Sebut saja wayang golek, wayang kulit, angklung, dan lain-lain. Produk-produk ini menjadi oleh-oleh yang relatif aman untuk siapa saja karena tidak untuk dikonsumsi, alias untuk pajangan saja.
       
      10. CD musik
      Saya rasa nggak banyak yang terpikir untuk memberikan CD musik penyanyi Indonesia sebagai oleh-oleh. Saya sendiri berani mengusulkan ini berdasarkan pengalaman memberikan CD musik untuk oleh-oleh adiknya adik ipar (WN Belanda). Ceritanya, saya sedang bingung akan memberikan oleh-oleh apa. Karena saya dapat informasi jika dia pecinta musik metal, saya pun iseng-iseng memberikan CD Power Metal dan Jamrud. Dan kalian tahu endingnya bagaimana? Sekarang dia jadi fans berat Jamrud! Yay, saya dapat teman Jamers baru!
      Daftar di atas saya susun berdasarkan pengalaman pribadi. Jika teman-teman ada yang mau berbagi pengalaman aneka oleh-oleh khas Indonesia, ditunggu sharing-nya. Sebagai penutup, saya ingin berbagi tips bagi yang ingin mencari produk khas Indonesia sebagai oleh-oleh:
      1. Percaya dirilah dengan produk-produk khas Indonesia. Jangan terlalu memikirkan ini layak nggak untuk jadi oleh-oleh maupun produk ini kira-kira sesuai standar barat nggak ya, karena pemikiran seperti itulah yang akhirnya membuat kita nggak pede dengan produk dalam negeri. Kalau kita sendiri nggak pede, gimana kita bisa meyakinkan orang lain kalau produk khas Indonesia itu bagus?
      2. Berpikir sederhana. Jangan karena semangat ingin memberikan oleh-oleh yang "wah" akhirnya malah membuat kita melupakan esensi dari oleh-oleh, salah satunya untuk menyambung silahturahim dan juga memperkenalkan produk khas Indonesia. Berpikirlah sederhana dan kreatiflah, karena bisa jadi produk-produk yang kita anggap sepele dalam kehidupan sehari-hari ternyata menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Contohnya saja sandal jepit khas Indonesia, yang konon akhirnya jadi booming gara-gara dipakai oleh bintang Korea. Keren kan?
       
      Selamat berburu oleh-oleh khas Indonesia!
       
    • By citrariana
      Sawaddi Kab! Sawaddi Kha!
      Thailand merupakan negara tetangga yang sering dikunjungi oleh penduduk Indonesia. Letak geografis yang strategis serta mudahnya tarnsportasi menuju Thailand yaitu cukup naik pesawat saja membuat negara ini menjadi tujuan favorit. Selain itu, Thailand juga terkenal dengan masyarakatnya yang menjaga budaya leluhur dengan sangat baik. Tidak heran bila terdapat banyak acara adat yang diselenggarakan di Thailand seperti Festival Loy Krathong. Mengunjungi Thailand tentu tak lengkap tanpa membawa oleh-oleh. Berikut beberapa rekomendasi surge belanja di Thailand yang dapat Anda kunjungi.
       
       
      Pantip Plaza

      Tempat ini menjual berbagai macam barang elegtronik. Anda dapat membawa pulang gadget yang Anda inginkan dengan harga yang lebih terjangkau dari tempat lain. Barang yang ditawarkan adalah barang dengan garansi resmi lho. Namun, jangan gegabah untuk langsung membeli ya! Sebaiknya Anda menjelajahi setipa toko dulu karena setiap toko menawarkan harga berbeda. Hal ini memang sedikit merepotkan. Namun, Anda pasti akn puas bila mendapat harga terbaik bukan.
      The Platinum Fashion Mall

      Siapa penggemar fashion Korea, Hong Kong, atau Jepang? Maka tempat ini sangat cocok bagi Anda. Anda dapat menemukan fashion pria maupun wanita lengkap mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sekali lagi, Anda tidak perlu khawatir dengan harga yang ditawarkan. Mall lima lantai ini susah didesain untuk memudahkan pengnjung yaitu dengan mengelompokkan bebrbagai pakaian wanita, pria, anak-anak, dan aksesoris secara terpisah. Tak lupa terdapat food court di dalam mall ini. Anda dapat mencicipi berbagai hidangan Thai sembari melepas lelah. Letak mall ini hanya bersebelahan dengan Palntip Plaza.
      Central World

      Ini dia surganya barang bermerk. Berlokasi di Rajchaprasong Juncton, pusat belanja ini menjual berbagai macam produk fashion, gadget, jam tangan hingga buku. Penjualan terlarisnya adalah jam tangan. Jam tangan di pusat belanja ini termasuk yang paling lengkap. Memberikan oleh-oleh jam tangan pasti akan sangat bermakna bagi yang menerimanya.
      Oleh-oleh Khas Thai
      Tidak sulit untuk membeli barang khas Thailand. Anda dapat menemukannya hamper di setiap area wisata. Namun, bila Anda ingin berburu oleh-oleh khas Thailand lebih baik Anda datang ke MBK Center, Chatuchak Weekend Market, dan Amarin Plaza. MBK Center. Beberapa tempat tersebut merupakan pusatnya oleh-oleh khas Thailand. Di Amarin Plaza misalnya, Anda dapat membeli kain sutra Thailand.
      Kuliner Thailand
      Beberapa tempat yang kami rekomendasikan adalah Shukumvit Road dengan konsep pasar malam. Di sana kamu harus pintar menawar ya. Selanjutnya adalah Khao San Road. Tempat ini merupakan tujuan para pelancong luar negeri. Sebaiknya Anda mengunjungi tempat ini pada sore atau malam hari. Tang terakhir adalah kompleks China Town. Di sana berjajar berbagai restoran di sepanjang jalan. Selain itu, Anda dapat membeli pernak pernik.
       
    • By Don Donny Donz
      Hai semua.. Mau sedikit cerita nih waktu jalan2 ke Padang, Januari kemarin. 
      Gw ini termasuk orang penggila suasana pantai, jd kalau lagi pengen jalan2, biasanya nomer satuin ttg pantai dulu. Kalo momentnya lagi ga dapet, baru ke tempat2 lain. Januari 2016 ini mood jalan gw dateng lagi. Nyari temen untuk join, tumben2nya lagi pada ga bisa. Biasanya gw kalo jalan pasti bareng tmn2 gw, tp kali ini sayang nya ga ada 1 orgpun yg cocok waktunya sama jadwal gw. Oke lah, krn cuma seorang diri, itu artinya SEMUA TERSERAH GW, mau kemana aja terserah gw.
      Nyari2 tempat di Internet (termasuk forum di jalan2.com), cukup tertarik sama pulau2 di Sumatera Barat, kayak Pulau Pasumpahan, Sikuai, dll. OKE!! keputusan sudah diambil, gw jalan ke Padang!!
      Jujur, Makan sate padang, sering! makan di RM Padang, lebih sering! Tp nginjekin kaki di Padang?? Hmm.. ini yang pertama. So, gw cari banyak info ttg Padang. Karena gw niat pergi ke pulau-pulau yang gw sebutin di atas, jadilah hari pertama, gw pesen hotel daerah Padang Selatan, yaitu di HW Hotel. Dari Bandara ke Hotel ini sangat-sangat gampang, cukup pake DAMRI. 
      Jd begitu turun di Bandara Minangkabau, kalian jalan keluar, langsung kesebelah kiri. Jangan pusing sama org2 yg nawarin taxi. Terus jalan sampai ketemu orang yg urus tiket Damri. Tiket naik damri cm sekitar 35rb. kalo naik taxi bisa sampai ratusan ribu. lumayan kan bisa hemat.
      Dari Bandara Minangkabau sampai pusat kota lumayan jauh, mungkin sekitar 40 mnt'an. 
      Hari pertama di Padang, gw nginep di HW. Ini hotel lumayan deket ke Pantai Padang. Ada kolam renang di atap hotel ini. Sambil berenang atau sekedar memanjakan mata dengan laut di Pantai Padang, dan laut di Pantai Padang ini adalah laut yang langsung bersentuhan dengan Samudera Hindia. Gw duduk santai di atas sambil menunggu Sunset. It was a great moment. Masalah tempat makan, deket hotel ini cukup banyak tempat jajanan. Well, kalau kalian tipe orang yang suka jalan, nikmatin semua area ini bener-bener jalan kaki. walau agak capek tapi seru. kalian bisa jumpai jg Kelenteng See Hin Kiong di kota tua.
      Hari kedua, gw check out dari hotel untuk menuju ke daerah pinggir pantai sebelum menyebrang dengan kapal ke pulau pasumpahan. Sesampainya gw di pinggir pantai Bungus untuk menyebrang, gw ngobrol2 dengan ibu penjual minuman kopi di warung sambil menunggu beberapa orang yg mau ke pulau pasumpahan jg, si ibu menceritakan bahwa ada pulau baru (yapp,, baru!! baru dibuka!! dan dibuat cottage sekitar pertengahan 2015), nama pulaunya Pulau Suwarnadwipa. Entah pertama kali denger, agak susah ngingetnya dan susah ngucapnya dan entah karena rasa ingin tau yang amat sangat, dari planning ingin nginep di pulau Pasumpahan, ternyata gw lebih tertantang untuk pergi kepulau yang katanya baru dan masih asri ini. Daaaannn,, taraaaa... ini pulau bener2 keren.
      Pulau Suwarnadwipa ini berbalut dengan pasir putih yang lembut banget. Airnya juga masih bersih. Terumbu karang yang masih bagus terlihat disepanjang bibir pantai.  Suwarnadwipa adalah julukan bagi pulau Sumatera, berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya Pulau Emas atau Suwarnabhumi atau tanah yang bersinar (dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera).
      Dan gw memutuskan untuk menghabiskan 2 hari 1 malam di pulau emas ini. Gw sangat menikmati snorkeling disini. walau cuma masuk ke air setinggi pinggang, kalian akan berjumpa banyak ikan2 yg cantik disana. 
      Hari ketiga, sekitar jam 1 siang, gw check out lagi dari Pulau Emas Suwarnadwipa untuk kembali ke kota padang. Huft,, agak sedih meninggalkan ni pulau. Tapi someday, gw akan balik lagi. i promise!! Sampai di kota padang, gw check in di satu hotel. Gw dari jauh hari sengaja milih ni hotel, karena waktu search di internet, katanya di hotel ini agak horror (terkait karena gempa padang dulu). Gw sengaja, karena gw uda dapet sensai ngebolang sendirian di padang, uda dapet sensasi cantiknya pulau-pulau di padang, ini saatnya dapetin sensasi-sensasi horror. Sempat dapat info2 dr tmn yg pernah ke sini, katany kalau malam suka dengar orang teriak minta tolong (karena waktu gempa katanya hotel ini roboh rata, dan menimbun bbrp orang), atau selimut yang ditarik ketika tidur.
      Malam nya, setelah mencari makan di daerah hotel, saya jalan-jalan ke Jembatan Siti Nurbaya. Konon, katanya karena di Padang ga terlalu banya flyover, jd sekalinya ada, tempat ini dipakai untuk tempat nongkrong2 dan ngobrol2 banyak orang. Pas gw liat bener jg sih, ada yg sengaja gelar tikar sama tmn2nya, ada yg dengan keluarga. Gw ikutan duduk disana sebentar sambil memesan kopi panas sama abang2 yg jualan di pinggir2 jembatan.
      Hmmm... ini malam terakhir di padang. Nikmatin..
      Besok nya, gw bangun agak siang, sambil males2nya karena ga rela misah sama kota padang yang cukup tenang, gw packing utk siap kembali ke Jakarta. Oiya deket hotel, ada pusat jajanan oleh2 makanan, jd ga usa pusing nyari oleh2 sebelum ke bandara. Yang dibawa ke Jakarta apa? ya jelas Keripik Pedas ala Padang!! uda terkenal. Gw beli sampe 20 kantong. Haha.
      Ini perkiraan biaya kalau JALAN SENDIRI ke Padang..
      Tiket Pesawat JKT-PDG, IDR 600k
      Damri bandara ke kota, IDR 35k
      Hotel hari pertama. IDR 400k (sesuai pilihan)
      2 hari 1 malam Pulau Suwarnadwipa, IDR 600k
      Hotel hari ke 3, IDR 500k (sesuai pilihan juga)
      Tiket pesawat PDG-JKT, IDR 600k
      Yaaa... bawa 4-5jt cukuppp lah...
      Kok mahal ya?? ya iyalah, soalnya sendiri, cb banyak tmn, bs share kan.. :)
       
       
      all photos taken by me ;p
    • By Nindy Ratri K
      Malam, saya mau sharing pengalaman saya beli pempek murah dan enak di palembang dan cocok banget buat oleh-oleh. Namanya Pempek Udin. saya kurang paham jalan di palembang, tapi dia udah ada di google map, dan kalau liat dari street view lebih jelas lagi penampakan tokonya. mungkin kalau dilihat dari depan tokonya kurang meyakinkan, tapi saya jamin, makannya bikin nagihh...
      penampakannya seperti ini...

       
      pempek ini juga siap dibungkus untuk dipacking keluar kota, nanti pempeknya akan dibalut sama kanji supaya awet. nanti sampai rumah, dicuci dulu biar luntur tu kanjinya, terus didiemin dulu sampai airnya kering, baru dehh digoreng dirumah..
       
      penampakan packingannya + alamatnya ada di kardusnya...

       
      untuk harganya? nggak usah kuatir... cuma IDR1k ajahh... alias seribu perak sebiji  (harga tahun 2015 awal pas saya kesana)
      bahagia banget dehh belinya... nggak semahal pempek lain yang bermerek, yang bisa 3-4x lipat...
      untuk cukonya juga nggak kalah enak...
       
      conclusion: Pempek Udin saya rate karena murah, enak dan banyak 
      sekian dulu postingan nubie, semoga membantu rekans jalan2
    • By Alfa Dolfin
      Padang....ah ini trip ku paling berkesan kedua setelah trip Ambon. Alasannya, view indah dan eksotik. Berjumpa dengan rekan-rekan baru yang ramah n Helpfull. Cuma kalau mereka bicara bahasa daerah ya aku ngga ngerti. makanan yang enak. Meski bosan juga makan masakan padang terus.....hahaha. 
       
      Mengawali perjalanan ke Padang, aku memutuskan ber-solo traveling alias jalan sendiri. Ya sudah beberapa tahun aku jalan-i model traveling ini. Rasanya lebih asyik meski faktanya aku ngga benar-benar sendiri. Pasti ada teman baru. Minimal driver mobil yang kami sewa (merangkap guide) menjadi teman ku. Kedua...aku memilih menggunakan penerbangan Garuda. Memang agak mahal di banding airline lain. Ya....aku ingin nyaman n enjoy di trip ini sejak awal perjalanan.
       
      Menjelang landing di Bandara International Minangkabau, kamera di tangan sudah stand-by. Aku belum pernah ke Padang. Ini adalah pendaratan ayng pertama kali. Namun pikir ku pasti ada pemandangan cakep. Kebetulan moto-moto dari pesawat salah satu hobi ku selama traveling. Wajib....!!!...berarti wajib juga duduk persis di sebelah jendela (window seat). Wah ini juga wajib. 

      awalnya aku kurang paham ini pulau apa dan di daerah mana di Padang. Setelah lihat peta sekitar Teluk Bayur

      Ya benar...ini tidak jauh dari Pelabuhan Teluk Bayur. Terlihat ada kapal besar. Kalau sore mungkin lebih banyak lagi kapal-kapalnya.

      ini lebih jelas lagi. Teluk Bayur. Indah sekali. Apalagi latar belakang kontur perbukitan nan indah...
       

      woouuw....meski lagi konsen ngebidik spontan aku di buat kagum dengan layer pegunungan nan indah. Entah apa nama pegunungannya.

      termasuk yang ini juga. kombinasi komposisi sawah dengan layer pegunungan nan indah...

      ooo....my god.... cantiknya
       

      semakin mendekat landasan, beberapa detik sebelum roda pesawat menyentuh landasan masih mendapat suguhan wajah indah bumi padang...

      akhirnya....selamat datang di Bandara International Minangkabau. Kabut masih menyelimuti bandara. kebetulan waktu itu penerbangan pagi.
      Puas...sudah pasti. Di awal trip mendapat suguhan rupa alam Padang yang sangat indah. Terima kasih Tuhan....
      Oya...barangkali ada pertanyaan, lho memang boleh ya moto dari pesawat? sejauh n sesering yang aku jalani  tidak ada larangan. Kecuali moto pramugarinya. Nah ini aku pernah di tegor....