• 0
Sign in to follow this  
zeekyuryu

[Pic] sharing foto Jakarta Dikepung Banjir

Question

Jakarta Banjir, headline media nasional kita belakangan ini. Nah, sharing foto2 banjir nih hari Kamis, 17 Jan 2013. Yang kantornya diliburin bersyukurlah... :)

 

  • depan Citraland, Grogol

 

BAyI8icCEAMEFAT.jpg

 

  • depan Kuningan City 

BAyDYukCQAEb2ez.jpg

 

  • depan Gambir

BAx4EQ0CEAA2lVN.jpg

 

  • depan Grand Indonesia

proxy.jpg?t=FQQVBBgpaHR0cHM6Ly90d2l0cGlj

 

  • depan Atmajaya

proxy.jpg?t=FQQVBBgpaHR0cHM6Ly90d2l0cGlj

 

  • patung kuda monas

proxy.jpg?t=FQQVBBgpaHR0cHM6Ly90d2l0cGlj

 

dan lain-lain... semoga cepat surut... :(

sumber: @TMCPoldaMetro

Share this post


Link to post
Share on other sites

15 answers to this question

  • 0

jakarta tergenang ya :D banjir 5 tahunan bukan ini? kantor ane gak ngeliburin karyawannya gan. jadi kalo gak masuk, potong cuti. berhubung nabung cuti buat jalan2, terpaksa masuk deh hari ini..

 

bawa2 gondola ke jakarta aja apa kita dari venice? :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

jakarta tergenang ya :D banjir 5 tahunan bukan ini? kantor ane gak ngeliburin karyawannya gan. jadi kalo gak masuk, potong cuti. berhubung nabung cuti buat jalan2, terpaksa masuk deh hari ini..

 

bawa2 gondola ke jakarta aja apa kita dari venice? :D

kantornya dimana mas? sudirman lumpuh, karyawan dipulangin :D

 

Edan..

Banjir terparah untuk siklus 5-tahunan...

Mall aja ampe kebanjiran...

he-eh ini lbh parah dari tahin 2007 katanya

 

wah moga2 abis ini baru ada tindakan besar ngatasin banjir..

aammiinn... banyak yang harus dibenahi nih statusnya gawat darurat.. :(

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

banjir 5 tahunan ini ya, emang parah daritadi di berita juga beritanya soal ini terus.. banyak yang nyewain gerobak ya hahaha

 

 

 

jakarta keras bung !!! hidup di jakarta harus punya 3 skill

1. Menyerang

2. Bertahan

3. Berenang

 

:D

 

hahaha setuju banget nih..

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

iya mudah2an cepet surut dan hujan juga ngak terlalu deras, di Apt gw udah kayak burung jadinya ngak bisa kemana2...tapi herannya ya Hotel Shangrilla ngak kebanjiran tu sedangkan diluarnya banjir udah ada seperut orang dewasa

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

jakarta keras bung !!! hidup di jakarta harus punya 3 skill

1. Menyerang

2. Bertahan

3. Berenang

 

:D

 

:lol:  kalo mau tahan lama di jakarta kita harus jadi Aquaman.

 

saya aja ga inget terakhir jakarta banjirnya separah ini.

pusing emang ngurus jakarta...Urus banjir atau macet, banjir, macet,banjir, macet, mending urus izin bangun apartemen baru dulu deh. :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

yang di gedung UOB itu karena dekat dengan tanggul Latuharihari jadi air nya cepat sekali memenuhi basement, dari 5 orang yang terjebak banjir sampai sekarang 4 korban belum bisa ditemukan dan hanya 1 yang selamat dengan badan yang sudah pada membengkak 

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

jakarta tergenang ya :D banjir 5 tahunan bukan ini? kantor ane gak ngeliburin karyawannya gan. jadi kalo gak masuk, potong cuti. berhubung nabung cuti buat jalan2, terpaksa masuk deh hari ini..

 

bawa2 gondola ke jakarta aja apa kita dari venice? :D

 

Begh, kantor ente parah bener ya, miapa coba wkwk

 

jakarta keras bung !!! hidup di jakarta harus punya 3 skill

1. Menyerang

2. Bertahan

3. Berenang

 

:D

hahaha ini kyk olaraga apa sih, ada menyerang nya wkwk, emangnya mau nyerang siapa di jakarta wkwk

 

Di rumah ane masuk setinggi 1 anak tangga, kalo di depan sih lebih dalem, setinggi anu saya hahahha, Tapi saya sih ga masalah kalo mau banjir atau badai di luar sana, yang penting hrs ada listrik dan internet, soalnya saya krjanya di rmh, krj remote :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Burhan Abdillah Sanjaya
      Objek wisata alam merupakan destinasi paling diminati ketika memasuki musim liburan, namun seiring memasuki era globalisasi di kota-kota besar, maka wisata alam pun mulai tersisihkan. Namun tetap saja manusia memerlukan tempat hiburan guna menjernihkan pikiran mereka setelah dibuat lelah oleh rutinitas pekerjaan maupun berbagai kegiatan sekolah. Oleh sebab itu di jaman modern seperti sekarang, pihak pemerintah telah bekerja sama bareng swasta mendirikan berbagai objek wisata buatan mengusung konsep theme park di kota-kota besar salah satu nya di kota Tangerang Banten. Tempat rekreasi Citra Raya World Of Wonders Tangerang Banten mungkin bisa dijadikan referensi wisata menyenangkan bersama keluarga maupun kerabat. Objek Wisata Tangerang ini menyediakan berbagai sarana hiburan berupa permainan seru yang dapat menghibur wisatawan.

      Selain menjadi arena bermain menyenangkan, sepertinya pihak pengelola juga menyisipkan nilai-nilai pendidikan disana. Terlihat dari sejumlah miniatur keajaiban dunia, misal disana ada miniatur candi Borobudur, Menara Pisa, Piramida, Candi Prambanan, Colloseum, Spinx, gerbang Ishtar, kuil Karnak-Ziggurat dan Mercusuar Iskandariyah. Dari miniatur tersebut setidaknya pengunjung diharapkan menyaksikan langsung bangunan-bangunan bersejarah serta budaya-budaya didalamnya.
      Terdapat juga banyak wahana permainan di Citra Raya World of Wonder Tangerang seperti Taman Satwa, Kincir Jurrasic, Cangkir Puntir, Kuda Ria, Arena Tangkas, Katak Kejut, Outdoor Playground, Perahu Tembah, Paralayang, Perahu Liberty, Rumah Angker, Sepeda Layang, Keliling Dunia, Kebat Kebit, Mobil Gladiator, Ayunan Kaisar, Kereta Minoan, Gasing Alexandria, Cinema Phartenon dan masih banyak wahana permainan lainnya.

      Keberadaan wahana permainan serta wahana edukasi yang disediakan tentu menjadi daya tarik utama wisata Banten ini, belum lagi tersedianya sejumlah fasilitas wisata disediakan untuk pengunjung yang diharapkan semakin memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga mereka betah berlama-lama ditempat wisata. Fasilitas umum tersedia disana antara lain area parkir luas, kamar mandi umum, tempat-tempat istirahat, berbagai spot-spot foto corner kekinian dan peta lokasi wisata yang tertera di depan pembayaran tiket masuk.
      Nah, bagaimana kawan-kawan jalan2.com dari informasi diatas sudah dapat gambaran dari destinasi wisata Tangerang ini kan. Supaya bisa mencoba berbagai wahana permainan dan berswafoto disana, tentunya kawan wajib mengeluarkan biaya tiket masuk terlebih dulu. Tiket masuk Citra Raya World Of Wonders Tangerang Banten dibagi menjadi dua yakni hari selasa hingga jum'at(weekday) sebesar Rp. 65.000 sedangkan tiket weekend dan musim liburan dikenakan biaya sebesar Rp. 75.000 per wisatawan.
      Jam buka Citra Raya World Of Wonders mulai buka pada pukul 10.00 WIB hingga tutup kembali pada pukul 18.00 WIB untuk weekday sedangkan weekend buka mulai pukul 09.00 WIB dan tutup kembali pada pukul 18.00 WIB. Theme park Tangerang ini berada di perumahan Citra Raya Blok KH 01Sektor 3.1, Kawasan Wisata Mardigrass Citra Raya, Cikupa, Mekar Bakti, Panongan, Kota Tangerang, Banten.
    • By vie asano
      Thread ini secara nggak langsung merupakan kelajutan dari thread saya yang berjudul Cari Duit dari Traveling? Bisaaa.. Intip Tips-nya Disini!. Di thread tersebut, salah satu pointnya adalah kita bisa mendapat uang dari traveling dengan cara menjual foto-foto yang kita dapat saat berwisata. Nah, berhubung setiap perjalanan wisata hampir selalu identik aktifitas foto-foto, saya rasa pasti banyak yang tertarik untuk mencari tahu lebih detail tentang cara mendapatkan uang dari foto-foto traveling, sehingga aneka foto perjalanan kesini dan kesitu bisa lebih dari sekedar menghuni album foto di Facebook saja.
       
      Berikut beberapa tips yang bisa dicontek bagi mereka yang ingin menambah “uang jajan†dari jualan foto traveling yang saya sarikan dari berbagai sumber.
       
      Langkah pertama untuk mulai jualan foto traveling dan juga langkah yang paling dasar, adalah dengan membuat portfolio foto yang pernah kita ambil. Ada beberapa sub-cara yang bisa dipilih:
       
      1.Dengan membuat portfolio online melalui berbagai situs album foto online seperti (contoh) Flickr. Tujuannya untuk mengorganisir foto-foto yang kita miliki, berbagi informasi dan mempromosikan karya yang pernah kita ambil, sekaligus menjadi galeri online saat kita menawarkan foto-foto kita.
       
      2.Bergabung dalam berbagai berbagai komunitas foto maupun situs yang menawarkan jasa penyimpanan foto. Untuk langkah yang ini, sebaiknya survey dulu ke beberapa komunitas/situs online karena masing-masing situs memiliki aturan yang berbeda. Ada yang mengijinkan pengguna untuk melisensi fotonya, ada situs gratisan maupun berbayar (biasanya yang berbayar memiliki keuntungan lebih seperti bisa menyimpan foto dalam resolusi yang lebih tinggi, ada juga situs yang ‘menjual’ foto-foto kita dengan menerapkan sejumlah tarif jika pengguna lain ingin mencetak foto tersebut. Intinya sih cari situs mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kalian.
       
      3.Untuk tampilan lebih profesional, bisa juga membuat website dengan domain nama sendiri/nama pilihan lainnya untuk menyimpan aneka foto kita. Kalian bisa mengatur sendiri, apakah website kalian hanya akan menjadi display saja, atau kalian sekaligus menjual aneka foto kalian.
       
      Tips untuk bagian ini:
      -Agar foto kalian lebih mudah dicari via search engine, lengkapi detail keterangan foto selengkap mungkin, mulai dari nama tempat, deskripsi foto, waktu pengambilan, dan sebagainya. Lebih baik dalam bahasa Inggris untuk memperluas pasar.
      -Jangan takut jika foto kalian akan dicuri oleh orang lain! Daripada disembunyikan/di setting private dan akhirnya foto kalian hanya duduk manis dalam album tanpa ada yang melihat, ambil resiko foto akan dicuri orang dengan menampilkannya untuk umum. Untuk meminimalisir, kalian bisa menuliskan hak cipta maupun membuat watermark, atau men-share foto resolusi rendah, dan baru membuka watermark maupun memberikan foto resolusi tinggi setelah tercapai kesepakatan tertentu.
       
      Langkah kedua, adalah dengan mencari tempat untuk memasarkan foto-foto kita. Berikut beberapa ide yang bisa dicontek:
       
      1.Majalah dan koran
       
      Banyak majalah, khususnya majalah traveling, memerlukan foto-foto bagus untuk ulasan tentang traveling. Mereka membutuhkan banyak foto baru untuk setiap edisinya. Begitu juga dengan koran, karena terkadang koran juga memuat ulasan tentang traveling. Alternatif lainnya, kalian bisa menghubungi pihak penerbit yang biasa menerbitkan buku-buku traveling.
       
      Tips: Jika kalian masih amatir, jangan langsung menyasar majalah maupun penerbit besar. Mulailah dengan majalah/penerbit kecil terlebih dulu. Sebisa mungkin jangan hanya sebatas mengirim email saja. Buat janji temu dan siapkan portfolio kalian. Walau kalian sudah memiliki portfolio online, ada baiknya mencetak beberapa lembar karena tak ada yang mengalahkan sensasi saat melihat foto di atas selembar kertas.
       
      2.Website
       
      Berbagai website membutuhkan foto bagus untuk situs mereka, dan kebutuhannya bisa sangat beragam. Misalnya saja situs traveling maupun perusahaan tour dan travel, khususnya yang sudah punya nama, selalu membutuhkan foto traveling yang bagus dan unik untuk ditampilkan dalam situs mereka.
       
      Tips: jangan terpaku pada situs lokal saja. Seorang teman pernah berkata jika dunia ini luas, dan kesempatan untuk menjual keahlian kita bisa datang dari mana saja, termasuk dari situs berbahasa asing.
       
      3.Perusahaan periklanan
       
      Perusahaan periklanan termasuk salah satu pasar yang mungkin akan membeli foto-foto wisata kita, karena iklan tak melulu apa yang ditayangkan di televisi maupun radio, namun juga berbentuk lain seperti iklan media cetak maupun billboard.
       
      4.Stock agency
       
      Jika masih bingung harus kemana memasarkan foto kita, coba pertimbangkan untuk menggunakan jasa stock agency. Stock agency (contohnya Getty, iStockPhoto, ShutterStock, dll) akan memasang foto kita dalam situsnya, dan jika ada orang maupun pihak lain yang berminat untuk membeli, maka fotografer akan mendapat komisi tertentu.
       
      Tips: jangan hanya terpaku pada satu stock agency saja. Sebar karya kalian ke beberapa situs, kecuali jika salah satu stock agency yang kalian ikuti menerapkan sistem yang ekslusif (tidak mengijinkan satu foto dipublikasikan di beberapa situs web).
       
      5.Mengkombinasikan keahlian memotret dan menulis
       
      Menjual foto akan lebih mudah jika kalian juga memiliki kemampuan untuk menulis, karena pangsa pasarnya akan lebih luas. Kalian bisa menjual paket foto+tulisan ke berbagai majalah traveling (cetak maupun online).
       
      Tips: tidak ada rumus pasti agar tulisan+foto bisa diterima di sebuah majalah, karena masing-masing majalah punya “penciuman†sendiri apakah tulisa+foto kalian cukup menarik atau tidak. Salah satu langkah yang bisa dicoba untuk memperbesar kemungkinan diterima adalah dengan mempelajari selera dari majalah yang akan diincar. Jika tak yakin dengan kemampuan menulis, selalu ada kok orang yang pandai menulis tapi kurang bisa memotret yang bisa dijadikan partner.
       
      6.Menjual sendiri hasil fotografi kalian dalam bentuk produk
       
      Jika kalian merasa memiliki bakat marketing dan jiwa pedagang yang kuat, disamping punya keahlian fotografi yang cukup, coba saja menjual aneka karya foto kalian dalam bentuk produk. Misalnya, foto-foto tersebut dicetak sebagai kartu pos dan dijual sebagai souvenir, atau dicetak dalam bentuk kartu ucapan, dan produk-produk fungsional lainnya (seperti tas, kaos, dan lain-lain).
       
      Langkah ketiga, ini bisa kalian lakukan jika kalian sangat percaya diri dengan kualitas dan keahlian foto kalian, yaitu mencetak buku kumpulan foto hasil traveling. Ada 2 alternatif cara yang bisa dilakukan:
       
      1.Mencari penerbit
       
      Ini susah-susah gampang, karena presentase untuk diterima tergantung dari selera penerbit. Jika kalian merasa kesulitan untuk menembus penerbit, coba deh kontak jasa agensi naskah yang sekarang banyak bertebaran di Indonesia. Agensi naskah bisa membantu menyalurkan foto kalian pada penerbit yang kira-kira sesuai dengan komisi tertentu, maupun sebatas memberikan konsultasi seputar masalah penerbitan buku.
       
      2.Menerbitkan sendiri
       
      Ada banyak keuntungan jika menerbitkan buku sendiri. Yang paling utama adalah kebebasan untuk menentukan tema maupun desain foto kita. Namun tentu saja ada resikonya juga, seperti distribusi dan marketing jadi sepenuhnya tanggung jawab kita; dan biaya yang dibutuhkan untuk mencetak buku sendiri cukup besar.
       
      Dari semua hal di atas, tips utama untuk bisa mendapatkan uang dari menjual foto kira-kira sebagai berikut:
      -Agar hasil foto kalian layak jual, setidaknya kuasailah dasar-dasar untuk membuat foto yang baik. Sehingga, walau peralatan kalian kurang memadai, tetap bisa menghasilkan foto-foto yang baik dan layak jual.
      -Jangan hanya terpaku pada pasar Indonesia saja. Dunia ini luas, dan konsumen bisa datang dari mana saja.
      -Konsistensi dan persistensi merupakan kunci utama keberhasilan, termasuk saat menjual aneka foto kalian. Jangan patah semangat jika gagal menjual dalam 1-2 kali mencoba, karena siapa tahu pintu baru terbuka di kesempatan ketiga.
       

       
      Contoh buku kumpulan foto traveling [foto: SUMBER]
       
      Selamat mencoba!
    • By min0ru
      Mencoba Enaknya Makanan di Sushi Hiro Senopati

      Penasaran dengan enaknya Sushi Hiro Senopati yang hanya buka pada saat makan siang dan makan malam saja? Akhirnya saya dan keluarga memutuskan untuk mencobanya minggu lalu. Kami datang pukul 16.55 WIB yang kami pikir 5 menit sebelum buka slot kedua pada hari itu, saat kami tiba parkiran sudah penuh dan meluber sampai pararel dipinggir trotoar jalan senopati.

      Waiting list pun sudah mencapai 5 orang dan setelah tanya-tanya kepada pegawainya, kini Sushi Hiro sudah buka non-stop dari pagi hingga malam sejak beberapa bulan silam. Mungkin karena banyak sekali yang berminat untuk makan disini dari berbagai kalangan :D.

      Setelah 10 menit menunggu antrian, akhirnya nama kami dipanggil karena meja sudah tersedia. Makanan-makanannya hampir semua menggiurkan (kecuali sashimi, karena saya pribadi ngga doyan :P).

      Ngga seberapa lama setelah order diinput, makanan pun datang satu per-satu. Beberapa menu yang kami pesan:
      Shiok Maki 130K Ultimate Truffle Gyu Don with Foie Grass 145K Chicken Teriyaki 65K Tori Skin Fried 25K Ice Chocolate & Ice Vanilla 20K Kaki Guratan 50K
      Makanannya enak-enak hanya yang disayangkan staff mereka agak lamban jika ada permintaan tambahan menu atau tambahan alat makanan, karena kami request untuk minuman sampai 2x baru diantar, begitu juga dengan tambahan sendok – piring harus 2x diminta baru diantarkan, mungkin juga disebabkan oleh ramainya pengunjung.
      But overall, kami pasti akan balik lagi kesini lain waktu karena makanannya benar-benar enak!

      Sushi Hiro Senopati
      Jl. Suryo No.24
      Kebayoran Baru, South Jakarta
      Instagram: @sushihiro_id
      Phone: +6221-72800108

       
       
    • By twindry
      yosshhh!!!  
      berhubung saya ke jakarta pengen kopdar sama teman2 yang ngak ada rencana kemanapun sewaktu lebaran nanti. adapun lokasi dan harinya sbb
      Hari / tanggal kopdar : Minggu, 25 Juni 2017
      jam / meeting point : 19:00 / Grand Indonesia (sementara meeting di GI dulu. nanti akan di tentukan kita nongkrong dimana  )
      CP : twindry WA 0812-5120-6106
       
      cc @min0ru @Yos yang udah pasti join
      @HarrisWang lu jadi ikut ngak?  
      @kyosash di jakarta juga toh? siapa lagi ya? @Vara Deliasani @Ikamarizka @mone dijakart bukan ya mereka?  @Sahat mari join wakakak. kalo @Hartono Hasian udah ngak bisa ikut  wakakakak
      @deffa ijin post ya mod
    • By Luxia
      Hi JJ-ers… Dah lama tak jumpa… Apa kabar semua?
      Aku kali ini ingin bercerita mengenai pengalaman berwisata di kota Jakarta dengan Bus Wisata 2 tingkat yang baru direlease oleh pemerintah DKI Jakarta pada tahun 2015 yang lalu. Jadi, keinginan ini sebenarnya udah terpendam sekian lama tapi selalu ragu tuk merealisasikannya. Rasa Penasaranlah yang mendominasi keinginan ini, seperti apa yah kira2 rasanya naik bis wisata 2 tingkat keliling kota jakarta ini. Selama ini kan taunya adanya di luar negeri doank… Hop On Hop Off… Keinginan menjadi semakin kuat setelah peresmian RPTRA Kalijodo. Dan akhirnya aku realisasikan bareng sama beberapa teman ex Gatnas Lombok IX. Selain melepas kangen juga merealisasikan rasa penasaran ini. Bagaimana caranya dan mesti naik dari mana baru nyaman dan bisa pilih tempat duduk yang nyaman? Yuk.. keliling bareng kami…
      Bus Wisata Jakarta ini terbagi menjadi 5 tema/rute, yaitu :
      1.     Sejarah Jakarta (History of Jakarta)
      2.     Jakarta Baru (Jakarta Modern)
      3.     Pencakar Langit Jakarta (Skyscrapers)
      4.     Kesenian & Kuliner (Art & Culinary)
      5.     RPTRA Kalijodo
      Berikut rute lengkapnya :
       
       
      Untuk rute bertemakan Sejarah Jakarta, Jakarta Baru, Pencakar Langit Jakarta dan RPTRA Kalijodo, Bus Wisata Gratis Jakarta beroperasi mulai jam 09.00 hingga 17.00 WIB (Senin – Sabtu) dan jam 12.00 hingga 19.00 WIB (Minggu).
      Untuk rute bertemakan kesenian & kuliner, Bus Wisata Gratis Jakarta beroperasi mulai jam 17.00 hingga 23.00 WIB dan hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu saja.
      GRATIS LHOO...!!! 
      Bagi teman-teman yang hendak memulai perjalanan Wisata dengan Bus Gratis ini dari Balai Kota bisa menggunakan beberapa alternative kendaraan umum menuju kesana antara lain :
      1.  Busway
      ada beberapa alternatif, antara lain yaitu : 
      -       Dari Harmoni: ambil yang ke arah Blok M, turun di halte Monas, lalu tunggu Busway yang ke arah Pulo Gadung dan turun di Halte Balai Kota.
      -       Dari Harmoni: bisa langsung tunggu busway yang ke arah Pulo Gadung, turun di Halte Balai Kota.
      -       Dari Blok M: ambil yang ke arah Kota, turun di halte Monas lalu nyambung ke arah Pulo Gadung dan turun di Halte Balai Kota.
      2.  Kereta Api (Commuter Line),
      Jurusan yang paling dekat adalah Stasiun Tanah Abang. Keluar dari Gate Out ke kanan         menuju jalan raya lalu belok kiri ke arah lampu merah… langsung aja naik ojek. Tarif ojek online dari Tanah Abang ke Balai Kota hanya Rp 10.000 – Rp 15.000 saja, tergantung armada apa yg akan dipilh.
      3.  Bis Umum,
      bisa naik yang jurusannya ke Monas, lalu turun di Monas.
       
      Dari halte Balai Kota kita berjalan mundur, akan terlihat plang IRTI (Ikatan Restoran dan Taman Indonesia) tepatnya di lapangan parkir IRTI (Jl. Medan Merdeka Selatan, Gambir). Nah di depan IRTI ada bus-bus wisata yang sedang menunggu penumpangnya. 
      Setelah sekian bulan tidak bertemu, kangen-kangenan, ceng-cengan, akhirnya kami tetapkan hati untuk berkumpul kembali di hari Sabtu yang cerah itu. Kami ber-10 (Aku, Ibu @Titi Setianingsih, Ghea @Gayatri, Ibu Rina (FB Rina Dwi Cahyani) + Putri Sulungnya, Mak @menie + Anak Bungsunya, FB Netty Neh, Cici @eka wibisono dan Mba @Onya Deisi) berkumpul pada jam 10.00 WIB di IRTI .


      Penampakan Bus Wisata tema : Sejarah Jakarta
      Tunggu punya tunggu, belum nemu Bus Wisata yang menuju kea rah Juanda seperti rencana awal kami, akhirnya daripada buang-buang waktu, diputuskanlah naik Bus Wisata apa aja yang masih kosong. Jadilah, pilihan pertama jatuh pada Jurusan RPTRA Kalijodo. Kamipun naik Bus dan bergegas menuju ke tingkat 2. Ternyata pada hari itu ada 2 group lainnya yang sedikit mencolok seragamnya selain kami, group berbaju merah dan biru.


      Bus Wisata ini Bersih, Aman (meskipun tetap waspada ya) dan Nyaman. Ber-AC, 2 tingkat, serta supirnya membawa bisnya tidak dengan istilah “mo kejar omset” alias bus berjalan cukup baik dan tidak ngebut, statis gasnya, sehingga tidak ada tuh cerita rem mendadak atau klackson2an seperti layaknya bus-bus lainnya di Jakarta.
      Ketika berada di dalam Bus Wisata Gratis Jakarta ini harap diperhatikan beberapa aturannya ya, seperti :
      -       Dilarang mengkonsumsi makanan dan minuman di dalam Bus Wisata
      -       Dilarang berdiri selama perjalanan keliling Jakarta
      -       Tidak ada istilah penumpang berdiri di dalam Bus Wisata
      -       Bagi penumpang yang terlebih dahulu datangnya silahkan langsung menuju ke tingkat 2 dan diisi penuh, sedangkan bagian bawah diprioritaskan bagi penumpang Lansia, Hamil dan            Disable.
      -       Bagi yang bawa anak kecil sebisa mungkin anaknya dipangku agar kursi nya bisa digunakan penumpang yang lainnya.
      -       Satu lagi tambahan dari aku, bagi orang tua yang membawa anak2 mohon dapat menasihati anak-anaknya apabila duduk di tingkat 2 agar duduk dengan manis. Ini pengalaman kami          kemarin, ada anak sekitar umur 6-7 tahun yang kesal dengan orang tuanya, lalu menghentak-hentakkan kakinya di lantai Bus tersebut sehingga mengganggu penumpang yang                  berada di bawah, setelah diperingatkan oleh kondektur Bus Wisata dengan Microphone (karena kondekturnya duduk di lantai 1 dekat supir), tetap saja si anak berulah dan orang                tuanyapun tidak bisa melarangnya sampai ada salah satu anggota kami yang ikutan menegur barulah orang tuanya malu dan mengingatkan anaknya. JANGAN YA..CH!!

      Bus Wisata tema RPTRA Kalijodo

      Mungkin bagi teman-teman yang sudah pernah naik Bus Wisata ini mengeluh ramai tidak bisa dapat duduk di tingkat atas, aku kasih kisi-kisinya sedikit ya. Kalau mau dapat tempat duduk nyaman dan masih banyak pilihan maka cari lah lokasi naik Busnya yang tepat, contohnya :
      1.     Kalau mau ke RPTRA Kalijodo, naiknya harus dari halte Monas (depan pagar IRTI). Bus ini hanya menurunkan penumpang di halte Kalijodo dan Monas saja. Tetapi bisa menerima penumpang (jika tempat duduknya masih tersisa) di tiap titik pemberhentian yang telah ditandai. Jika dari RPTRA Kalijodo hendak ke tempat lainnya, kita mesti kembali dulu ke Monas untuk kemudian naik Bus Wisata jurusan yang dimaksud.
      2.     Kalau mau ke Kota Tua / Batavia, Museum Bank Indonesia, Museum Fatahilah, Sunda Kelapa, Toko Merah, Museum Kapal, disarankan untuk naik dari halte Juanda / Istiqlal, karena disitu Bus Wisata tersebut masih kosong tempat duduknya.
      Karena tema tulisanku kali ini adalah Bagaimana caranya berwisata di Jakarta dengan Bus Wisata, maka saya singkat saja ya mengenai rute kami.
      Rute pertama adalah RPTRA Kalijodo, kurang lebih jam 10.30 WIB kami naik dari halte di depan IRTI lalu turun di RPTRA Kalijodo, perjalanan kami tempuh kurang lebih 15-30 menit saja karena Bus Wisata ini melewati jalur Tol Semanggi lalu turun di pintu tol Jelambar, sehingga cukup mempersingkat banyak waktu mengingat daerah yang dilalui dari mulai Semanggi, Slipi, Grogol dan Latumenten itu macet meskipun hari Sabtu ya.
      Setiba di RPTRA Kalijodo kami singgah untuk foto-foto sebentar karena cuaca cukup panas kamipun tidak berlama-lama di Kalijodo dan belum keliling sampai ke lokasi Skateboard. Kurang lebih 30 menit di Kalijodo, berhubung hari sudah siang, matahari sudah di atas kepala yang artinya sudah jam 12 lewat sekian dan perut kami sudah protes minta diisi, maka kamipun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Juanda, hendak kemana kita?? KULINERAAANNN….. 



          
      Rombonganpun naik Bus Wisata yang tadi untuk menuju ke Monas (kebetulan kami masih dapat Bus Wisata yang sama dengan waktu kami kesini), karena memang Bus Wisata yang 1 ini tidak melayani rute lain kecuali Monas & RPTRA Kalijodo saja, jadi kita mesti balik dulu ke Balai kota, repot sih memang.. tapi yah,, sesuai kan dengan temanya, keliling Jakarta.. ya sudah lah, kembali lah kita ke Monas.


      Setibanya di halte depan IRTI, kami pun bimbang, karena Bus yang ke Juanda masih lama, akhirnya kami putuskan untuk ber-umum-ria saja ke Juanda, karena jaraknya juga gak jauh dari Monas (hanya sekitar 2.4 KM saja). Kami pun mem”belah diri” menjadi 2 grup, 1 naik bajaj dan 1 lagi naik taksi. Tarif Bajaj Rp 20.000/way (syukur kalau bisa nawar dan dapat harga Rp 15.000/way) dan Taksi Rp 16.000/way (kondisi jalan lancar).
      Setibanya di area Jl.Veteran 1 No. 10, Gambir, langsung menuju ke toko Ragusa Es Italia. Rombonganpun bergegas mencari tempat duduk didalam toko es krim Ragusa… daaan… PENUH. Seperti sudah kami duga sebelumnya karena memang favorit banget. Ya ok deh, kami pun cek toko sebelah, menu di toko sebelah ada sate ayam, asinan juhi, mie juhi, gado-gado, otak-otak dan minuman. Harga makanannya per-porsi rata-rata Rp 20.000,- saja, sedangkan minumannya berkisar antara Rp 5.000,-/botol s/d Rp 7.000,-/botol saja. Jadi lah kami duduk memesan makanan ditoko ini dan beli "takeaway" es krim Ragusanya.
      Ragusa Es Italia adalah Produk es Italia yang telah berdiri sejak tahun 1932 dan menggunakan bahan dasar susu sapi segar sehingga menghasilkan es krim dengan tekstur yang lembut, tidak terlalu manis dan tidak menggunakan bahan pengawet. Toko es krim Italia ini hanya menjual tujuh rasa dasar es krim yang meliputi coklat, vanila, mocca, stroberi, nougat, durian, dan rum raisin dan beberapa kombinasi es krim lainnya. Pilihan menu favorit di Ragusa ini adalah Banana Split, Spaghetti, Cassata Cisiliana dan Tutti Frutti, harga menu favoritnyapun hanya Rp 35.000,-/porsi dan cukup banyak juga kalau untuk dikonsumsi sendirian.
             
      Berikut Menu es krim yang tersedia di Ragusa:
           
      by Google
      Berikut penampakan aslinya:
           
      Banana Split                                                                                                                    Spaghetti Ice Cream
           
       
      Tutti Frutti
      Selesai makan, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Kota Tua/Batavia, sebelum meninggalkan lokasi, kami foto-foto dulu, sekalian perpisahan dengan Mak Menie, yang harus pulang lebih dahulu karena masih ada urusan lain. Selesai foto-foto kamipun menuju ke halte Bus Wisata, dari toko belok kiri, Jl. Veteran 1, jalan kearah luar gang belok ke kanan. Di sini ada 3 rute Bus Wisata yang berhenti mengambil penumpang, yaitu Jakarta Modern, Pencakar Langit Jakarta dan Sejarah Jakarta. Khusus untuk Sejarah Jakarta, antriannya adalah diatas trotoar, posisinya paling kanan. Jangan salah jalur ya, kalo salah jalur bisa diteriakin kondektur Bus untuk antri lagi dari belakang lho.

      Bus Wisata Pencakar Langit Jakarta
      Lama kami menunggu di halte, sempat bertanya-tanya kenapa busnya belum juga berjalan kearah kami, busnya berhenti sekitar 10 meter dari halte. Para petugas Bus mulai dari driver sampai dengan kondektur sibuk, hilir mudik, keluar masuk bus. Ada apa ya?? Oooo.. Ternyata Busnya sedang disapu dan di Pel dulu, mungkin ada penumpang sebelumnya yang sedikit kurang disiplin makan dan minum hingga menjatuhkan sesuatu yang membuat kotor Busnya…. Jadi ingat yach… Jangan abaikan larangannya. Kasian petugas-petugasnya.

      Menunggu sekitar 10-15 menitan, akhirnya bus wisatanya menghampiri kami dan penumpang mulai berjalan ke dalam bus dan bergerak menuju ke tingkat atas. Buspun jalan menuju Kota Tua dengan melewati Jalan Gajah Mada.
      Tiba di depan Museum Bank Indonesia, jam tangan menunjukan waktu sudah pukul 15.55 WIB, sudah tidak bisa masuk ke Museum Bank Indonesia lagi karena tutupnya jam 16.00 WIB, pintu pagarpun sudah ditutup rapat-rapat. Baik lah, berarti langsung saja menuju Wisata Kota Tua.
           
      Di Kota Tua, kita bisa menemukan Museum Fatahillah, Café-café yang di-design sedemikian rupa sehingga terkesan tua, meskipun menu dan merk restorannya adalah restoran masa kini, seperti Bangi Kopitiam dan lainnya. Ada Indomaretnya juga di samping Café Batavia. Pemandangan mulai menarik karena pintu bangunan masih terkesan kuno, disekitarnyapun banyak berdiri Patung-patungan Pahlawan dan Super Hero Tempo Dulu seperti Imam Bonjol, Gatot Kaca, Tentara Kompeni, Noni Belanda (yang tampangnya jauh dari orang Belanda…. Hehehe); pelukis, souvenir-souvenir, dan lainnya.


          
           
      Ada sepeda Ontel juga disana, dulu waktu tahun 2013, Saya pernah bawa tamu ke sini, sewa sepeda ontelnya untuk keliling ke Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Kapal, Pasar Ikan dan Toko Merah, harga sewanya Rp 30.000,- /unit. Tapi sepertinya sekarang Sepeda Ontelnya sudah tidak boleh keluar dari kawasan Kota Tua deh. Tapi menariknya sepeda-sepeda itu sekarang dicat berwarna warni dan masih dapat disewakan untuk pengunjung Kota Tua dan hanya boleh berkeliling didalam saja. Sayang sekali memang, padahal kalau masih boleh berkeliling ke Pelabuhan dan lain2 jadi bisa mengenal obyek-obyek wisata yang lainnya disekitar Kota Tua. Tapi.. ya sudah lah… Kami cukup puas juga dengan pemandangan yang ada disini.

      Setelah Capek foto-foto di Kota Tua, jam sudah menunjukkan pukul 17.05, lalu kamipun beranjak keluar dari Kota Tua dan berencana ngopi-ngopi cantik dulu sebelum bubar. Tujuan kami adalah Kopi “Lau Hue” (pernah dibahas oleh Ci Eka Wibisono) tahun lalu. Sebelum Ngopi ternyata Ibu-Ibu sudah lapar perutnya dan akhirnya nongkrong dulu dipinggir jalan didepan Museum Bank Indonesia mencoba jajanan berat pake bakulan di depan gedung Museum Bank Indonesia. Ada Gado-gado, ada Kwetiau, Mie Goreng, Bihun Goreng, lengkap dengan gorengan bakwan serta sambal kacangnya.. Rame lah pokoknya itu bakul. Yang pasti semua happy meskipun rasanya so so banget banget sih katanyaaa…. (karena aku sendiri tidak mencoba).
           
      Setelah nye”nack” jajanan berat itu tadi, kami lanjutkan perjalanan menuju ke Petak 9, Glodok area dengan berjalan kaki (jaraknya kurang lebih 1,2 KM). Kebayang kan bagaimana perjuangan kami hari itu… huff… berjalan kaki kurang lebih 15-20 menit, akhirnya tiba lah di tujuan yaitu kedai “Lau Hue”. Disini kami memesan Liang Teh (Rp 9.000,-), Es Kopi (Rp 12.000,-/gelas), gorengan pisang (Rp 3.500,-/pc), Talas (Rp 6.000,-/pc) dan tapenya (Rp 3.000,-/pc). Dah kecapean jadi gak napsu makan yang berat lagi (atau Ibu-Ibu kita udah kekenyangan ya… hahaha.. kagak tau juga). Yang pasti di Kedai ini ada jual Mi kuah, bihun kuah, kwetiau dan lain-lain khas Bangka.

      Ok… Tiba lah saatnya kami harus berpisah di halte Busway Glodok. Sebagian ke Kelapa Gading, Mangga Besar, ke Gajah Mada, dan sisanya kami balik lagi ke Balai Kota dengan menumpang Busway dengan tujuan akhir Monas, Foto-foto lagi sebelum berpisah.
          
      kami minta diturunkan didepan Balaikota. Kami pun menyempatkan diri untuk masuk ke halaman Balaikota dan berfoto ria dengan background Karangan Bunga yang banyak itu... Pertemuan ini singkat memang tetapi cukup berkesan karena memang sudah pada kangen sih…
      Akhir kata, bagi teman-teman yang di luar sana, baik Jakarta maupun luar kota, jangan ragu, silahkan mencoba berkeliling Jakarta dengan Bus Wisata Jakarta Ini. Mumpung masih Gratis. Kalau udah lewat dari bulan Oktober 2017, gak tau lagi deh. Dijamin nyaman dan memuaskan.
      Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat..!!
    • By Florencia Maria
      Hai saya cari teman untuk berangkat ke Belgia, tiket sekitar 8-10 juta, start dari Jakarta tanggal 7 juli- 15 Agustus (Summer). Belum tau lanjut kemana kemungkinan tidak Polandia, Jerman, Belanda,Perancis& Italy karena baru selesai trip kesana, khusus yang domisili Surabaya bisa urus visa barengan :D.
      kl berminat join bisa email saya yah florenciamaria24@gmail.com. Itinerary menyusul rencana negara setelah explore Belgia adalah Luxembourg, Slovenia, Monaco dan Austria (Liechtenstein) 
       
      Lumayan bisa ke Belgia PP 6.9 silahkan cek tiketnya pakai Thai Airways :)