aprilian_teja

[share] Sejarah Bogor,yg belum tau merapat.,.

13 posts in this topic

Selamat pagi semuanya, happy weekend,hehehehe  :)
saya mau berbagi cerita mengenai Bogormungkin orang bogor juga ada yang belum tau, mohon maaf kalau artikel ini saya copas dari komunitas sebelah rumah saya,hehehe.  Syapa tau ada yang memang belum tau atau belum nemu sumbernya,hehehe
 
Artikel ini saya ambil dari tweet @kampoengbogor yang mau lebih jelasnya bisa langsung ke TKP yaa,hehehe

 

 

Alfred R. Wallacea dalam bukunya yang terkenal The Malay Archipelago pernah berkunjung ke kebun raya. Selain kekagumannya terhadap Kebun Raya, dia juga menyatakan kekecewaannya karena jalan setapaknya tidak nyaman sehingga melelahkan untuk jalan-jalan apalagi berada di bawah teriknya matahari tropis. Walaupun diakuinya tanpa keraguan sedikitpun tentang kekayaan jenis tropisnya, namun sayangnya tata letaknya tidak karuan, tidak cukup tersedia pekerja yang mempunyai keahlian untuk menjaga segala sesuatu pada tempatnya, termasuk tumbuhannya sendiri tidak sehebat dan seindah yang dia miliki. Bogor menurutnya adalah rumah yang sangat menyenangkan, ketinggiannnya menimbulkan kesejukan pada sore dan malam hari, sehingga tidak begitu diperlukan sering-sering ganti baju, apalagi untuk orang-orang yang tinggal lebih lama udaranya selalu segar dan menyenangkan selalu mendorong siapapun untuk jalan-jalan beberapa jam dalam sehari.


Kemewahan dan keindahan pemandangannya, serta Gunung Salak yang menjulang memberikan karakter latar belakang yang indah bagi lanskap. Letusan besar Gunung Salak dengan lumpurnya terjadi pada tahun 1699, sampai saat ini keadaannya tidak aktif.
Ketika meninggalkan Bogor, Wallacea menggunakan beberapa kuli untuk mengangkut barang-barangnya dan sebuah kuda untuk dikendarainya yang harus diganti untuk setiap 6 atau 7 mil. Keindahan pemandangan dan udara yang sejuk lebih sering mendorong Wallacea untuk berjalan kaki. Rumah penduduknya selalu berhalaman pohon buah-buahan sedangkan rumah tuan tanah (landhuis) yang indah dihuni oleh pemilik kebun atau pensiunan pegawai Belanda, menyebabkan wilayah perkampungan ini sangat menyenangkan dan berbudaya, namun yang paling menarik dari seluruh perjalanan tersebut adalah sistem budidaya terasering yang dilakukan dimana-mana, sulit sekali menemukan teasering seperti ini di belahan dunia lain.  Sistem ini kelihatan diintroduksi kaum Bahmana dari India, karena di negara-negara Melayu sebelumnya tidak ada sistem terasering di daerah pemukiman. Namun yang pasti sistem terasering telah memberikan pemandangan yang indah dan menakjubkan di Jawa Barat.  Dataran rendah pegunungan Jawa benar-benar memberikan iklim yang sejuk dengan kesuburan tanahnya, biaya hidup yang murah, kehidupan dan kepemilikan yang terjamin adalah beberapa penyebab kenapa banyak orang Eropa yang menginginkan bekerja di pemerintahan, hidup menetap dan tidak punya keinginan kembali ke Eropa. Mereka tinggal secara tersebar di berbagai tempat yang masih bisa dijangkau, dan cenderung terjadi peningkatan secara perlahan populasi penduduk aslinya, kedamaian dan kemakmuran terus berlangsung dan menjalar ke seluruh negeri.


Dua puluh mil di luar Bogor dengan melalui jalan raya pos bisa dilewati Gunung Megamendung dengan ketinggian sekitar 4500 feet. Kawasan ini merupakan pegunungan yang indah dan hijaunya hutan perawan di perbukitan, yang bersama dengan perkebunan kopi tua di Jawa, sehingga bentuknya hampir menyerupai pohon-pohon di hutan. Sekitar 500 feet di bawah puncak gunung terdapat pondok penjaga jalan, dimana setengah dari bangunannya disewa untuk bermalam, kelihatannya kawasan ini menjajikan untuk menjadi tempat mengumpulkan koleksi.  Di kawasan ini cepat sekali ditemukan perbedaan yang mencolok dengan burung dan serangganya yang sangat berbeda dengan bagian timur. Ada hari pertama saja ditemukan the elegant yellow and green trogon (Harpactes Reinwardti), the gorgeous little minivet flycatcher (Pericrocotus miniatus), yang terlihat seperti kobaran api diantara semakbelukar, dan satu yang sangat jarang serta menimbulkan penasaran adalah black and crimson oriole (Analcipus sanguinolentus), semua jenis tersebut hanya ditemukan di Jawa.  

 

Michael Mcmillan dalam bukunya A journey to Java (1914) menuturkan, ketika pergi menuju Bogor dengan menggunakan kereta dari Bandung yang tiba pada malam hari. Untuk menepis kegelapan, di dalam kereta disediakan sebuah lentera. Namun setibanya di Stasiun Bogor cahaya begitu terang benderang dan ditata dengan baik. Seorang penjemput berkebangsaan Belanda yang fasih berbahasa Inggris menjemput di Stasiun dengan menggunakan omnibus yang terparkir siap mengantar dan menunjukkan kamar yang sudah disiapkan di Hotel Bellevue. Kegelapan malam menuju hotel tidak mengurangi keindahan hotel.  Hotel telah menyediakan dua kamar indah yang saling berhubungan, dimana kamar yang satu memiliki beranda terbuka dengan ruang duduk. Hotelnya bergaya Eropa dengan lantai berkarpet serta jendela bertirai, namun yang paling hebat adalah letaknya, dari balkon kamar tidur dapat dilihat pemandangan yang indah.  Dari depan hotel terdapat sebuah sungai yang mengalir sepanjang lembah dengan tanaman tropisnya, lambaian nyiur kelapa, pisang dan bambu yang tumbuh sepanjang sungai, sementara rumah-rumah berwarna coklat berkelompok seperti sebuah titik diantara luasnya kehijauan. Jembatan gantung yang terbuat dari bambu berayun-ayun di udara karena ringannya dan membentang di beberapa tempat. Sementara di kejauhan terlihat menjulang Gunung Salak dengan kehijauannya.  Saya memandangi sungai tanpa bosan sedikitpun karena panorama keindahan terhampar dimana-mana, berbagai gambar dan kehidupan pribumi yang menggairahkan, keluarga pribumi pagi-pagi mandi di sungai, perempuannya mencuci pakaian dan mengeringkannya, kelihatannya mereka melakukannya sepanjang hari, sementara anak-anaknya berenang di sungai dari pagi sampai malam, terbukti mereka menikmatinya, terlihat dari senyum dan kegembiraan.  Kelihatannya mereka selalu membawa makanan kemana saja seolah mau bertamasya, mereka menyantapnya di udara terbuka dan ini menimbulkan kegairahan lain lagi melihat mereka duduk dimana saja di sekitar meja kecil, makan nasi dan buah, setelah seluruhnya selesai mulailah mereka menganyam keranjang atau bentuk lainnya. Pemandangan ini seperti bermain dengan pemandangan yang sama, namun berbeda pelaku.


Buitenzorg artinya bebas dari keruwetan, berada di ketinggian 853 kaki di atas permukaan laut di tengah-tengah pegunungan dengan pemandangan yang indah. Iklimnya yang sejuk dan keberadaan Kebun Raya sebagai yang terbaik di dunia menyebabkan banyak saudagar mempunyai rumah di Bogor, mereka melarikan diri dari malaria di Jakarta mencari udara pegunungan yang segar dan sejuk. Turunnya hujan terjadi rata-rata dua jam pada sore hari antara jam dua sampai jam lima, kelembaban dan sinar matahari di siang hari membuatnya jadi ideal untuk mengembangkan pepohonan, tanaman, dan bunga-bungaan.


Setelah sarapan di hotel kita sepakat untuk mengunjungi kebun yang terkenal sedunia, kebun ini bebas dimasuki siapa saja, namun untuk mengunjungi musium, herbarium, perpustakaan, dan laboratorium, membutuhkan perijinan. Pintu masuknya melalui gerbang batu yang dekat pasar Cina, lalu akan ditelusuri jalan kenari yang ditanam dan direncakan lebih dari 80 tahun yang lalu oleh Teysmann.  Dari kebun raya kita berkendaraan melewati kota menuju Batu Tulis, di sini ditemukan Batu keramat dengan tapak kaki yang besar yang katanya tapak kaki Buddha. Saat ini kami berdiri di puncak bukit yang suci, di bawah terlihat sungai dan jembatan bambu yang melintasinya. Struktur jembatannya mengagumkan, dengan lengkungan yang saling bertautan dan seluruhnya terbuat dari bambu.


Di Buitenzorg bisa ditemukan pasar yang menarik, terpajang berbagai buah-buahan seantori dunia yang mengagumkan dipenuhi berbagai warna, kuningnya pisang, merahnya rambutan, hijaunya duku, coklatnya manggis, serta berbagai buah-buahan lainnya yang berwarna-warni di bagian dalam, seperti pepaya dan melon. Berbagai keranjang, sarung, nasi, dan banyak lagi hasil pribumi di jual. Ini adalah pasar terbesar yang pernah kita lihat.  Buitenzorg mempunyai jalan yang lebar, dinaungi pohon kenari dan beringin, berbagai bangunan villa dengan kebunnya yang memberikan keindahan tanaman langka dan eksotik, tentunya didapatkan dari Kebun Raya. Dibandingkan dengan Surabaya, Bandung dan kota lainnya, Buitenzorg secara umum memberikan pengalaman yang berbeda.

 

maaf kalau copas,sekedar share saja,syapa tau bermanfaat, happy weekend everyone.,.

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah baru taw ternyata buitenzorg itu bebas dari keruwetan

kayaknya sekarang agak terbalik ya karna bogor udah gak akan bebas dari kemacetan :D

btw nice info :D

 

hahaha,sekarang mah udah ga kota perisitrahan,kota yang ga karuan,hahaha

jauh bgd dari arti kata awalnya,wkwkwkwkwk.,.

:D

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya kalo ke bogor paling ke puncak... :(

Puncak ya,hwehehe

Pasti orang daerah jakarta dan sekitarnya,:D

Puncak itu jalanyg di bangun oleh daendels lho,udah beratus tahun lampau.,.

tapi paling ndak, masih banyak beringinnya tuh bogor... :D

Beringin?

Dimananya gan? KRB?

Share this post


Link to post
Share on other sites
beringin pas depannya kantor walikota.... trus, klo nggak salah deket pintu masuk KRB
Owh iya,itu sih beringin yg tua2 sama yg gedhe2 ya? Di dlm KRB lbh banyak gan,hwehehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah ini info pasca berdirinya Bogor... saat ini sejarah terbentuknya kota Bogor masih simpang siur... yang paling terkenal dikisahkan bahwa dulu kerajaan Siliwangi prnah brdiri di Bogor dan mnghilang scara gaib... jalan Pajajaran diambil dari istilah Pakuan Pajajaran yang artinya Istana yang berjajaran...

 

CMIIW... maaf ya kalo saya salah...

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah ini info pasca berdirinya Bogor... saat ini sejarah terbentuknya kota Bogor masih simpang siur... yang paling terkenal dikisahkan bahwa dulu kerajaan Siliwangi prnah brdiri di Bogor dan mnghilang scara gaib... jalan Pajajaran diambil dari istilah Pakuan Pajajaran yang artinya Istana yang berjajaran...

CMIIW... maaf ya kalo saya salah...

Bener gan, kalau kota bogor tuh ada pas jaman diadakannya ekspedisi oleh belanda bersama dgn orang lokal,klo ga salah dinamakan ekspedisi scipio atau apa gt,lupa ane,hehe

Misinya dulu adalah untuk mencari bekas kerajaan pakuan pajajaran yg konon katanya adalah kerajaan paling besar di tatar sunda,

Kurang lebih sih gt.,.

Share this post


Link to post
Share on other sites

info seputar tumbangnya krajaan Siliwangi masih simpang siur om...

bbrapa waktu lalu tmn ane dan teamnya smpt ngadain ekspedisi sejarah kota Bogor... infonya beragam... salah satunya info dari kampung Bogor yg lbih banyak orang knal...

tapi itu pun stlah blanda datang...

trus bikin smacam villa yg skrg dikenal sbagai istana Bogor...

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalau sejarah mau bagaimanapun kalau tidak ada saksi hidup pasti simpang siur sesuai dengan versi dari orang yg menceritakan,hwehehehehe.,.

 

contohnya aja ada yg bilang itu kerajaan muksa (ngilang) ada uga yang bilang pindah.,.

kalau yg menganut muksa, ada jg yang bilang masih di daerah sekitar bogor, ada yg bilang di istana bogor,terlalu banyak euy versinya,hahahaha.,.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Maritim Reval
      Info Korea Selatan
      Republik Korea (bahasa Korea: Daehan Minguk (Hangul: 대한민국; Hanja: 大韓民國); bahasa Inggris: Republic of Korea/ROK) atau biasa dikenal sebagai Korea Selatan atau Korsel adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea.
      Di sebelah utara, Republik Korea berbataskan Korea Utara, di mana keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Laut Kuning di sebelah barat, Jepang berada di seberang Laut Jepang (disebut “Laut Timur” oleh orang-orang Korea) dan Selat Korea berada di bagian tenggara.
      Negara ini dikenal dengan nama Hanguk (한국; 韓國). oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Namchosŏn (남조선; 南朝鮮; “Chosŏn Selatan”) di Korea Utara. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul (서울).
      Penemuan arkeologis menunjukkan bahwa Semenanjung Korea telah didiami sejak Masa Paleolitik Awal. Sejarah Korea dimulai dari pembentukan Gojoseon pada 2333 SM. oleh Dan-gun. Setelah unifikasi Tiga Kerajaan Korea di bawah Silla pada 668 M, Korea menjadi satu di bawah Dinasti Goryeo dan Dinasti Joseon hingga akhir Kekaisaran Han Raya pada 1910 karena dianeksasi oleh Jepang.
      Setelah liberalisasi dan pendudukan oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia II, Wilayah Korea akhirnya dibagi menjadi Korea Utara dan Korea Selatan.
      Pemerintahan Korea Selatan
      Korea Selatan adalah negara republik. Seperti pada negara-negara demokrasi lainnya, Korea Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian: eksekutif, yudikatif dan legislatif. Lembaga eksekutif dipegang oleh presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan Majelis Nasional. Presiden bertindak sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan.
      Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun. Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan presiden. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup.
      Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih.

    • By val_3373
      Hallo Sobat Jalan2
      Ingin pergi ke Curug yang alami dengan spot selfie yang kekinian tapi ngga pake rame??? Curug Cipamingkis solusinya. Curug ini dikelola oleh perhutani, keasriannya tetap terjada dengan baik dengan fasilitas yang sangat baik karena dilengkapi dengan Mshola, Ruang ganti baju/Toilet yang bersih, area camping dan juga warung2.
      Apa sih keistimewaan dari Curug ini? Mau taukan... hehehhehe.. Curug cipamingkis tidak hanya menawaran keeindahan air terjun yang alami dan kesegaran airnya yg sangat jernih tetapi juga ada spot2 kece untuk berphoto ria/berselfie ria seperti Rumah Pohon, jembatan cinta dan kapal kayu untuk berphoto ala titanic.... seru kan
      Penasaran dengan Curug Cipamingkis serta mencari suasana yang tenang untuk bernasrsi ria, maka kami beriga : saya, @Fu Cen dan cik  Nani Handayani meluncur ke sana ditemani oleh Rudi driver yang merangkap phoografer dadakan kami hehehe..... Curug Cipamingkis berdekatan dengan curug Ciherang yang terkenal dengan rumah pohonnya jika dari Jakarta dengan memakai kendaraan pribadi roda empat bisa mengambil rute tol bogor keluar Cibubur kemudian ambil jurusan menuju jonggol, kemudian akan ada  pilihan ke kanan menuju citeurep, ke kiri menuju ciherang, kita ambil yang menuju ciherang sampai jalan menuju puncak 2 yang akan menuju ke arah curug ciherang, sampai mentok kita akan ada pilihan lagi kanan menuju curug ciherang, kiri menuju cipamingkis dan cipanas, kita ambil kiri menuju cipamingkis. Kondisi jalanan menuju cipamingkis berlubang dan menanjak jadi siapkan kondisi kendaraan anda terlebih dahulu yaa (jangan lupa isi full juga BBMnya) Pemandangan menuju cipamingkis cukup indah , kami juga sempat berhenti di sungai di desa Kondang sebenernya tempat penambangan pasir etatpi viewnya cukup instagramable istilah kekiniannya.
       
      Setelah puas berphotria dan bermain air di sungai , kamipun melanjutkan perjalanan menuju curug cipamingkis, cuaca agak mendung saat ini, sempat was2 ntar turun hujan pada saat sampe di curug, sepanjang perjalanannya, mata kita disuguhi dengan hamparan sawah yang indah, lumayan untuk menyegarkan mata. Selanjutnya kita dihibur dengan kawasan hutan pinus yang alami sehingga jalanan yang lumayan jelek tidak terlalu dirasakan hahahahahaa dan sampailah kiat di curug cipamingkis
      HTM Curug Cipamingkis Rp 16.500/org, parkir roda ampat Rp 5000
      Dari parkiran untuk menuju curug kita melewati Rumah pohon seperti yang terdapat di curug ciherang, walaupun tidak sebesar yang di curug Ciherang, ngga kalah kece loh. Mau buktinya?
      Ayo kita melanjutkan perjalanan lagi menuju curug dengan berjalan kaki, sudah ada jalur trekking berupa tangga sehingga akses untuk ke curug tergolong mudah, tapi bagi saya yang biasa travelling ke tempat2 cantik saja, lumayan menguras tenaga, tetapi teman perjalanan kali ini adalah Mom2 yang tangguh2 semua, spot selanjutnya ada gardu pandang ke arah sungai dan kapal kayu yang terdampar di sungai hahahahaa
      Finally kita menuju curugnya, perjalanan dengan berjalan kaki dari spot perahu sekitar 65M tetapi agak menanjak dan melelahkan, kelelahan segera terbayarkan dengan luas sesampai di Curug Cipamingkis. Debit air yang besar sehingga menimbulkan percikan air disekitarnya memberikan kesejukan tersendiri. Airnya sangat segar dan suasana yang masih alami memberikan ketenangan sehingga membuat kita lebih relax. Waktunya untuk bermain air....
      Setelah puas menyegarkan badan dan jiwa, kamipun memutuskan melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Jakarta, tetapi tidak melalui jalan waktu pergi melainkan menuju cipanas dengan tujuan Sate maranggi  yang berlokasi dekat dengan Wisma Kompas. Sate maranggi ini agak berbeda dengan  sate yang biasa karena bumbunya adalah bumbu oncom
      setelah perut kenyang, waktunya pulang.....
      Happy Travelling sobat..... dan jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan di tempat wisata.... see u next trip
       

    • By MudaBerkarya221B
      Bola voli adalah permainan yang dilakukan oleh 2 regu yang saling berlawanan. Setiap regu hanya memiliki enam pemain dalam sebuah perlombaan dan dapat digantikan oleh pemain cadangan apabila pemain utama mengalami cidera. Pada olahraga ini tumpuan utamanya yaitu pada kekuatan kedua tangan, tinggi lompatan serta kekuatan pada kaki.
      Olahraga ini memakai kedua tangan bisa juga menggunakan kaki ketika yang diperlukan. Lapangan permainan bola voli mempunyai panjang 18 m dan ukuran lebar 9 meter. Jarak garis batas menyerang untuk pemain bagian belakang adalah 3 m diukur dari garis bagian tengah atau letak sama dengan jarring. Garis pinggir lapangan mempunyai ukuran 5 centi meter.
      Bola voli memiliki diameter kurang lebih 65 hingga 67 cm. dan bobotnya sekitar 260 hingga 280 gr. Bola harus memiliki udara di dalamnya adalah sekitar 4,26 hingga 4,61 psi. Tinggi jarring putra ialah 2,43 meter dan untuk ukuran net voli putri ialah 2,24 m. Peraturan poin pada permainan ini yaitu dengan menetapkan banyaknya angka yang didapat dari bola yang jatuh di dalam area lapangan musuh, namun apabila bola keluar dari wilayah musuh maka musuh akan mendapatkan skor.
      Olahraga bola voli diawasi oleh FIVB (Federation Internationale de Volleyball) berdiri pada tahun 1948 sebagai pusat organisasi international yang terdiri dari 15 negara. Sedangakan bila di Indonesia dibawahi langsung oleh PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia).
      Sejarah Permainan Bola Voli
      Olahraga bola voli ketika awal diciptakan dan kemudian dinamai dengan Mintonette. Permaianan bola voli untuk pertama kali ditemukan oleh William G. Morgan yang lahir pada tahun 1870 di Lockport, New York. Ketika itu Morgan berprofesi sebagai seorang instruktur pendidikan kesehatan jasmani (Director of Phsycal Education) sekitar tahun 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts Amerika Serikat .
      Ide itu muncul pada saat Morgan bertemu dengan James Naismith, ia adalah Pencipta permainan bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861. Ketika itu ditemukanlah olahraga baru dengan nama Mintonette. Morgan adalah alumni dari Springfield College of YMCA dan selama hidupnya Morgan selalu berprofesi sebagai guru pendidikan kesehatan fisik. Dia membuat permainan ini kurang lebih membutuhkan waktu selama empat tahun dengan melakukan campuran dari berbagai macam olahraga.
      Permaianan Mintonette merupakan perpaduan dari 4 macam permainan yang kemudian dijadikan menjadi satu jenis olahraga. Kompilasi dari empat olahraga tersebut ialah
      Permainan bola basket Olahraga baseball Permainan tenis Olahraga bola tangan (handball) Perubahan Nama Mintonette menjadi Volley Ball (Bola voli)
      Pergantian nama dilakukan sekitar tahun 1896, ketika terjadi uji coba perlombaan pertama kalinya di International YMCA Training School. Ketika itu Director of the Professional Physical Education Training School yang bernama Dr. Luther Halsey Gulick mengirimkan pesan panggilan kepada morgan yang berhubungan dengan permaianan yang sudah ia buat dan kemudian akan dipresentasikan atau didemonstrasikan di gedung olahraga universitas yang baru.
      Kampus YMCA menjadi tempat dimana diadakanya sebuah pertemuan yang dihadiri oleh seluruh pelatih pendidikan jasmani. Ketika itu Morgan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan membawa dua regu, dimana setiap klub mempunyai 5 orang pemain. Lalu morgan menjelaskan olahraga ini dapat dilakuakan di dalam runagan (indoor) ataupun di luar ruangan (outdoor) dengan sangat leluasa. Saat itu juga Morgan menjelaskan olahraga ini bisa dimainkan oleh banyak pemain tidak memiliki batas jumlah pemain yang menjadi standar. Permaianan ini dilakukan bertujuan mengusahakan bola supaya bergerak melalui net ke wilayah lawan.
      Sejarah Olahraga Bola Voli di Indonesia
      Masuknya olahraga bola voli dimulai ketika masa penjajahan belanda lewat jalur perdagangan pada tahun 1928. Kemajuan permainan bola voli cukup cepat di Indonesia, hal tersebut desebabkan kebutuhan olahraga di masyarakat indonesia yang cukup besar. Maka dari itu olahraga bola voli termasuk dalam pertandingan pekan olahraga nasional (PON) ke 2 pada tahun 1952 yang dilaksanakan di ibu kota Jakarta. Hingga saat ini bola voli masuk dalam cabang olahraga formal yang selalu ada disetiap kejuaraan di Indonesia.
      Pusat organisasi yang terdapat di Indonesia yaitu persatuan bola voli seluruh indonesia (PBVSI) dibuat pada tanggal 22 Januari 1955. Dan sebagai ketua adalah W. J. Latumenten. Berikutnya setelah didirikannya induk organisasi indonesia, maka awal mula diselenggarakan suatu pertemuan dan kejuaraan nasional yaitu pada tanggal 28 hingga 30 Mei 1955 yang diadakan di Jakarta. Demikian sejarah bola voli singkat, semoga bisa bermanfaat. Bravo olahraga indonesia...!
    • By Halo Annoy
      Wih udah lama banget, Ane gak ke Puncak. Tempat ane seri pergi dulu masa kecil. Sayangnya di puncak udah gk sedingin dulu dan sudah tidak sebersih pas ane masi kecil. Kemaren ini pas ane, ke Puncak. Tapi setiba ane ke Puncak lagi, emang wisata kulinernya ada yang sudah lebih modern dari design gedungnya ama pemandangannya....
      Ini ane mau sharing aja. Kemaren itu ane pas di puncak mau ke Cimory ama Nicole's. Tapi pas di sana, cimorynya rame ampe gk dapet parkir, jadi ane langsung saja jalan menuju nicole's. Tapi jalanan ke arah nicole macetnya bukan main. Jadi ane malah mampir di tmpt lain. Tempatnya lumayan bagus sih bagi ane, posisinya itu masi blm puncak pass. kalo gk salah deket grandhill situ. Gedungnya bentuknya kayu dan kaca gitu
      Setiba di sana tempatnya ternyata asik sih untuk nongkrong. Makanannya juga lumayan, servisnya juga ok dan yang paling penting harganya juga ok kok, gak jauh beda harganya ama di cimory.. Malah mereka juga ada roti bakar yang beda dan murah. Cuma bangsa 12rban deh. Cocok lah buat duduk-duduk ama teman dan pacar, sambil ngopi. Oh ya disana juga ada beragam biji kopi yang ada di tanah air.... Ada bir, shisha dan roti bakar yang mereka buat sendiri dari awal, rasanya sih cukup enak dan berbeda sih. Mereka juga ada makanan timur tengah, katanya sih karena disana banyak orang arab gitu, Ane cobain nasi arabnya enak dhe! Dan kata pelayaannya sih disini dah sering di pake untuk orang syutting sinetron kaya; catatan harian dewi sandra, katakan putus, anak jalanan dan mereka diliput di acara kuliner demen makan. Overall tempatnya cocok untuk yang sering ke puncak untuk nongkrong... Apa lagi kalo pada hari-hari biasa, cocok deh, kan jalanan gk macet di puncaknya hahaha.
      Tempatnya; B'tur Resto & Cafe
      Kalo ada rekomendasi lainnya komen aja di bawa ya gan... Biar ane tau lain kali pas ke puncak hahaha.
    • By Titi Setianingsih
      Selamat sore JJ’er,,,ketemu lagi dengan saya, memenuhi request si Akang Mitro, bikin FR Patung Budha Tidurnya duluan dong,,, akhirnya saya usahakan selesai sore ini, demi si Akang.
      Baiklah, sebelum saya ceritakan tentang Patung Budha Tidur, kalau gak salah dulu yang paling top itu ya Sleeping Budha yang ada di kuil What Po Thailand ya ? Rasa2nya ketika melihat itu kagum2 luar biasa, segitu panjangnya dan segitu tingginya, sampai mau foto aja susah, gak bisa keambil semua, maklum masih pakai handphone yang kecil, tersiksa deh. Jadi tidak punya dokumentasi yang bagus, kenangan itu hanya tersimpan di ingatan saja.
      Belakangan tersebar foto2 Patung Budha Tidur  di Mojokerto, beeuuh jauh amat ? Dan tanpa diduga ketika saya ke Magelang, ternyata di Vihara Mendut juga ada Patung Budha Tidur, bahkan ada 2, yang satu di depan vihara dan satunya lagi di dalam viharanya. Entah kenapa, senang saja lihat2 hasil karya seni yang luar biasa ini. Dan entah kenapa, selalu ada rasa suka jika melihat Patung Budha tersebut.
      Karena Patung Budha letaknya pasti ada di tempat ibadah, akhirnya saya pesan serius kepada teman2, jangan ribut di tempat ibadah, boleh foto2 tapi yang sopan, be quite…! Maklum, kami semua ber29, gak bisa dibayangkan apa jadinya kalau semuanya “bunyi”,,,pasti nyaring kan ?
      Kemudian, tepat jam 07.30 kami berangkat dari Jakarta menuju Bogor, iyaa Bogor bukan Thailand. Vihara Dharma & 8 Pho Sat yang di Bogor menjadi Tujuan Wisata kami di hari Minggu itu (ibu2 kalau hari Minggu gak jalan pada sakau)
      Alamat Vihara Buddha Dharma & 8 Pho Sat ada di Kampung Jati RT002/06 Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan ditempuh kurang lebih 2 jam karena ternyata Bogor itu kota yang macet.
      Jalan menuju vihara lumayan sempit, sehingga bus kami agak kerepotan, tapi Alhamdulillah bisa parkir tepat di depan Vihara. Warna merah yang menjadi cirri khas bangunan vihara sangat mendominasi bangunan peribadatan umat Buddha ini. 



      Ketika sampai di vihara, terlihat sebuah stupa terletak di depan tembok hitam dengan motif pahatan orang Buddha sedang beribadah, stupa Sidharta Gautama, pohon-pohon, dan motif lain yang berwarna emas. Dan didepannya nampak stupa seperti yang terdapat di Candi Borobudur. 


      Begitu masuk ke balik stupa, Patung Sang Budha sangat Nampak jelas, karena bentuknya yang luar biasa besarnya. Indah sekali,,,,,,warna keemasan melambangkan keagungannya.


      Di sisi kiri dan kanan Buddha Tidur, miniatur Buddha duduk berjajar di dalam lemari kaca. Patung-patung kecil itu merupakan bentuk kenangan dari para penyumbang vihara ini. Sementara sang Buddha Tidur berbadan keemasan ini terlihat tidur tersenyum bertumpu dengan tangan kanannya. Di belakangnya, pemandangan gunung beserta pohon Bodhi terbentang.

      Di depan Patung Budha tidur terbentang pelataran yang di atasnya terdapat gelas-gelas lilin, dupa-dupa, buah jeruk, dan sebuah gentong emas. (Saya tidak tahu maknanya, tapi pasti untuk beribadah umat Budha, itulah sebabnya saya minta ijin ketika mau memfoto pernak pernik ini).


      Patung Budha tidur dibangun pada tahun 2010 dan diresmikan oleh Bapak Djoko Wuryanto selaku Dirjen Bimas Agama Buddha Departemen Buddha pada tahun 2012.

      Terdapat  lambang swastika di dada Patung Budha Tidur ini. Pada agama Budha lambang tersebut mencerminkan kesejahteraan dan umur panjang.

      Di samping kiri Vihara ini terdapat ruang ibadah yang lainnya, ada beberapa ruangan dengan nama yang berbeda-beda.Rupanya ini adalah altar 8 Pho Sat yang sengaja di bangun terpisah.
      Disisi sebelah sini malah lebih luas, karena banyak terdapat bangunan2 kecil yang terlihat sebagai tungku perapian. Dan saat kemarin nampak sedang renovasi jadi kemungkinan setelah ini akan lebih luas dan lebih cantik. 




      Pasti penasaran setelah melihat foto2 diatas kan ? Untuk yang mau kesini ada beberapa alternatif transportasi antara lain :
      1.   Kalau naik kendaraan pribadi / mobil,ambil tol ke arah Bogor kemudian keluar di Sentul Selatan. Ambillah arah Parung dan masuk ke pertigaan yang mengarah ke Insan Krida atau TPU Giri Tama.
      Disini sudah terlihat papan petunjuk yang dengan mudah mengarahkan kita ke vihara Dharma & 8 Posat.
      2.  Jika naik angkutan umum, dari Jakarta bisa menaiki angkutan umum APTB jurusan  Bubulak. Kemudian turun di perempatan Taman Yasmin. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik angkutan umum nomor 06 atau bus dan turun di depan komplek Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) atau Makam Giri Tama. Ongkos angkot Rp. 5.000,- Dari sini bisa menggunakan ojek yang tersedia untuk menuju TKP.
      3.   Jika dari terminal Baranangsiang, bisa menggunakan bis Pusaka jurusan Parung/Tangerang atau Lebak Bulus. Setelah perumahan Bilabong, kira-kira 2 Kilometer,  di sisi kanan ada sebuah papan penunjuk untuk Vihara S Jin Ku Poh. Kemudian berhenti di  tempat yang ada tulisan Budha Tidur.
      4.   Dari stasiun Bogor, terlebih dulu menuju ke Terminal Merdeka . Lalu lanjut dengan angkot no 06 Biru yang akan melewati jalur yang sama dengan Bus Pusaka.
      5.   Jika dari arah Lebak Bulus/Parung, jalurnya sama melalui tol Jagorawi, tapi keluar di Sentul Barat dan masuk ke Lingkar Luar Bogor. Keluar di ramp Jalan Soleh Iskandar (ujung LLB), kemudian ambil arah lurus dan mengambil ke arah Parung. Rutenya sama dengan angkot 06 Biru atau Bus Pusaka.
      6.   Jika menggunakan KRL bisa turun di Stasiun Bojong Gede dan Bogor. Kalau dari stasiun Bojong Gede bisa naik ojek dengan ongkos sekitar Rp 30.000,-. Sementara jika turun di Stasiun Bogor, kita cukup berjalan kaki ke arah Terminal Bus Merdeka, kemudian disambung menggunakan angkutan kota dengan nomor 06 tujuan Parung - Bogor.
      Sedikit share tentang biaya perjalanan kami kemarin, per orang dikenai biaya Rp. 107.000, antara lain untuk pengeluaran Sewa bus isi 29 seat, nasi kotak untuk makan siang, bayar Tol, parkir, tips sopir dll.
      Eh jangan lupa karena ada pengeluaran khusus untuk beli oleh2 khas Bogor yaaaa,,,,


      Hhhhmmmmm,,,bukan RM pula kalau tidak pakai Payung Pelanginya,,,,,,,xixixixixi

      Ini saja yang bisa saya sharingkan, semoga bermanfaat yaaaa,,,,!
      Salam Jalan2 Indonesia,,,!
    • By alexandra anastasya
      Foto: dok. The Jungle Waterpark
      Bogor - Menyambut Hari Kemerdekaan, wahana air The Jungle Waterpark dan JungleFest Bogor punya tawaran menarik. Ada potongan harga tiket hingga aneka event seru!

      Berdasarkan rilis yang diterima detikTravel, Minggu (14/8/2016) The Jungle Waterpark dan JungleFest Bogor menawarkan promo menarik 'Indonesia Banget'. Ada potongan harga Rp 17.000 dari tiket normal weekdays Rp 80.000 dan weekend/hari libur nasional Rp 95.000 setiap pembelian tiket di Jungle Waterpark periode tanggal 15–18 Agustus 2016. 

      Dapatkan juga potongan harga Rp 17.000 dari harga tiket terusan JungleFest (all rides) seharga Rp 60.000, khusus pada tanggal 17 Agustus 2016.

      Selain promo tiket selama bulan Agustus 2016 ada berbagai event menarik di The Jungle Waterpark dan JungleFest Bogor. Pada tanggal 17 Agustus serta setiap Sabtu dan Minggu di bulan Agustus, akan ada permainan tradisional seperti meniup balon, lomba kelereng, volley air, tarik tambang, dan masih banyak lainnya. 

      Selain itu ada juga lomba perang-perangan air (water war), dan ada juga kompetisi selfie dalam air. Keseruan lomba-lomba tersebut akan semakin lengkap dengan berbagai hadiah menarik yang akan dibagikan untuk para traveler yang menang.

      Lebih lengkap lagi, di panggung utama juga akan disajikan berbagai penampilan menarik untuk menghibur pengunjung diantaranya rampak gendang, tari saman, tari modern, home band, dan splash fun aerobic.

      Sementara itu di JungleFest Bogor juga disajikan berbagai program event HUT RI ke 71. Di tanggal 17 Agustus dan setiap Jumat–Minggu selama bulan Agustus, JungleFest akan dimeriahkan oleh permainan tradisional, rampak gendang, teater kabaret, tari jaipong dan jakunwati serta pameran foto. 

      Puncaknya pada tanggal 27 Agustus 2016, di mana traveler bisa menyaksian kelucuan dan keseruan Dog Show Competitions, yang terdiri dari beberapa acara seperti aktraksi kepatuhan, lomba lari, dogs fashion show, lomba mewarnai anak dan sebagainya. Dijamin seru! (rdy/rdy)
      SUMBER
    • By Tarmizi Arl
      istana Bogor, Ikon Bogor via kompasiana,con
      Beberapa waktu lalu, sebuah situs http://www.welovecities.org/ yang diinsiasi oleh World Wildlife Found (WWF) mengadakan voting untuk mengetahui kota mana yang dianggap paling dicintai tentunya berdasarkan voting versi mereka. Bangganya, Indonesia masuk bersama 19 negara lain dari berbagai belahan dunia mulai dari Kanada, Amerika, Brazil, Afrika Selatan, China, Malaysia, Thailand, Filipina, dan negara-negara lainnya. Indonesia sendiri menempatkan 3 kota yang masuk nominasi yaitu Jakarta, Bogor, dan Balikpapan.

      Ada beberapa klasifikasi yang digunakan untuk memandu pemilih/voter sebelum menentukan kota yang ia cintai seperti transportasi umum, green building, kebersihan, bahkan termasuk makanan, dan beberapa aspek lainnya. Namun dari semua itu, saya berpandangan bahwa ketersediaan voter untuk memilih sebuah kota lebih kepada kedekatan ia pada kota tersebut dan bagaimana ia bisa merasa nyaman dan mencintainya, sesuai dengan temanya ‘we love city’.
      Bangganya, setelah waktu voting ditutup, Kota Bogor berhasil menempatkan diri sebagai The Most Lovable City in The World atau Kota Paling dicintai di Dunia. Hal ini tentu berhasil membuktikan keseriusan dukungan warga Bogor dalam menciptakan kota yang berkelanjutan. Lantas, apa saja yang membuat Bogor begitu dicintai bahkan bukan hanya penduduk aslinya tetapi juga pendatang dan wisatawan? Yuk kita bahas !
       
      1. Kota yang Masih Relatif Sejuk Diantara Kota Satelit Lainnya

      Bogor berlatar Gunung Salak via wikipedia.com
      Bogor ialah kota satelit bagi ibukota Jakarta selain Tangerang, Bekasi, dan Depok. Kelebihan Bogor dibanding kota satelit lain ialah lokasinya yang berada di kaki pegunungan. Satu gunung terkenal dan bahkan menjadi ikon ialah Gunung Salak. Kota Bogor-nya sendiri berada di ketinggian sekitar 200-300 mdpl, sedangkan kawasan lain di kabupatennya berada lebih tinggi dari itu. Lokasi di dataran yang relatif tinggi ini membuat cuaca Bogor masih relatif sejuk, bahkan yang paling sejuk jika dibanding kota satelit lain.
      Kesejukan dari Kota Bogor ditunjang juga dengan keberadaan Kebun Raya Bogor yang persis berada di tengah kota. Kebun Raya seluas 87 hektar inilah yang menjadi paru-paru kota dan sangat vital peranannya untuk menjaga kualitas udara kota.
      Selain Kebun Raya, pepohonan di sepanjang jalanan kota juga masih relatif banyak. Apalagi banyak pula diantara pepohonan tersebut merupakan pohon-pohon tua dengan batang besar dan tajuk yang luas. Hal ini membuat jalanan kota juga akhirnya relatif masih cukup nyaman meskipun kepadatan lalu lintas semakin menjadi saja.

      salah satu Jalan utama di Bogor via koran-jakarta.com
      Kesejukan yang ditawarkan inilah yang akhirnya membuat Bogor tak pudar pesonanya sebagai tujuan wisata warga ibukota. Setiap akhir pekan dan liburan, Bogor senantiasa padat oleh kendaraan dari berbagai daerah terutama plat B yang sengaja datang untuk berlibur di Bogor baik di kotanya maupun kawasan lain seperi Puncak Bogor yang sudah sangat terkenal. Meskipun macet sudah menjadi harga mati, tetap saja wisatawan berbondong datang untuk merasakan udara segar yang tidak bisa mereka nikmati di ibukota.
       
      2. Kota Hujan, Kota Kenangan

      hujan di Istana Bogor via bogorisme.wordpress.com
      Bogor sudah sangat terkenal sebagai Kota Hujan. Hal ini karena memang curah hujan di Bogor sangat tinggi yaitu sekitar 3.500-4000 mm. Hampir setiap hari Bogor dilanda hujan, bukan hujan intensitas ringan tapi hujan Bogor terkenal dahsyat dengan angin dan petir yang juga besar. Intensitas besar hujannya Bogor dipengaruhi lokasi geografisnya yang berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Salak dimana uap air dari laut jawa masuk dan naik ke wilayah Bogor dan terkondensasi menjadi hujan.
      Seringnya hujan di Bogor tentunya membuat aktivitas warga sudah tidak lagi terhalang karenanya. Jika di kota lain ketika hujan seringkali kita lihat jalanan menjadi sepi dan seolah aktivitas berhenti, namun berbeda dengan Bogor dimana hujan sudah menjadi makanan rutin yang tak perlu dihindari. Payung dan jas hujan juga ibarat barang lumrah yang dibawa warganya.
      Pada akhirnya, hujannya Bogor ini justru membuat Bogor menjadi spesial. Warga lokal mungkin menjadi biasa saja, tetapi bagi pendatang, suasana hujan khas Bogor justru akan selalu menjadi memori tersendiri ketika mereka tidak berada di Bogor. Suasana hujan yang menggelegar hampir setiap hari, menjadikan orang-orang yang akrab dengan Bogor akan selalu menjadikan Bogor dan hujannya sebagai kenangan, sebagai rasa cinta yang unik.
       
      3. Banyak Wisata, Banyak Bahagia

      Salah satu sudut Kebun Raya Bogor via goodnewsfromindonesia.org
      Bogor semakin menarik saja karena kota ini tidak hanya soal tempat hidup warganya tetapi juga menghadirkan kekayaan alam yang terhampar luas di setiap sisinya untuk dinikmati kapan saja. Dari dalam kotanya saja, kita bisa melihat Gunung Salak yang begitu gagahnya dengan puncak berbentuk khas seperti empat gelombang yang berjajar.
      Seperti yang sudah diulas sebelumnya juga, ditengah kota terdapat Kebun Raya Bogor yang menjadi andalan wisata dalam kota. Saat ini juga, pengembangan Kebun Raya semakin baik saja sehingga membuatnya tidak hanya seperti hutan koleksi tanaman tetapi juga sangat menarik untuk kegiatan wisata. Masih di bagian kebun raya, terdapat juga Istana Bogor, Istana Presiden yang bahkan kini menjadi markas utama Presiden RI, Joko Widodo. Di halamannya terdapat ratusan rusa yang bebas berkeliaran dan bisa dilihat langsung dari jalanan utama kota. Istana dan rusanya ini menjadi salah satu daya tarik wisata Bogor yang selalu saja menarik perhatian.
      Kampung budaya Sindangbarang, Wisata Danau Situ Gede, Kawasan Sentul, The Jungle, dan masih banyak lainnya juga tak kalah menarik perhatian wisatawan untuk datang ke Kota Bogor.

      Kawasan Puncak Bogor via lefeusp.net
      Lebih banyak lagi cerita ketika sudah membahas wilayah kabupatennya. Kabupaten Bogor itu amat sangat luas dan terkenal dengan keindahan alam khas dataran tingginya. Selain kawasan Puncak, kabupaten Bogor juga punya kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, TN Halimun Salak, Gunung Pancar, Gunung Batu Jonggol, Taman Buah Mekarsari, Pura Parahyangan, dan masih berpuluh-puluh wisata lainnya yang menjadikan Bogor seolah tak habis cerita akan tempat wisata.
       
      4. Masyarakat yang Beragam nan Harmonis

      Keramaian di Stasiun Bogor via student.cnnindonesia.com
      Penentuan pemenang dalam ajang ini ialah vote melalui situs resminya dan tagar di media sosial, dan Bogor berhasil memperolah vote terbanyak. Hal ini berarti keloyalan warga sangat tinggi disini, padahal banyak kota lain seperti Penang di Malaysia, Rio di Brazil, dan Paris di Prancis yang bisa dikatakan lebih terkenal di kancah dunia.
      Jumlah penduduk Bogor sendiri sekitar 1 juta jiwa. Angka yang cukup tinggi namun sejatinya belum sebanding dengan Jakarta, Paris, dan Kota besar lain di dunia. Namun Bogor tidak hanya ditinggali warga ber-ktp lokal, tetapi juga ada banyak warga pendatang, salah satunya dari sektor pendidikan yaitu perguruan tinggi karena di kota ini punya kampus negeri besar, Institut Pertanian Bogor. Kampus kenamaan tersebut memiliki mahasiswa dari seluruh penjuru negeri, setidaknya belasan ribu masyarakat beraktivitas setiap harinya di sana. Hal ini tentu menjadi keuntungan bagi Bogor karena orang-orang berusia muda ini biasanya lebih loyal dan memang akrab dengan gadget.
      Keragaman masyarakat yang beraktivitas di Bogor dari berbagai daerah di Indonesia tidak membuat Bogor menjadi kacau balau. Justru keragaman ini tetap terjaga harmonis. Warga asli Bogor sendiri menerima banyaknya pendatang dengan tangan terbuka bahkan mereka diuntungkan karena kesempatan lapangan kerja menjadi lebih luas. Keharmonisan dalam keragaman inilah yang juga membuat Bogor semakin nyaman saja untuk ditinggali.
       
      5. Makanan Enak Dimana-mana

      Jajajaran gerai makanan di kawasan pool damri Bogor via dewirieka.com
      Bogor juga terkenal sebagai surganya kuliner. Di sepanjangan jalanan kota dari jalan utama hingga gang-gangnya, sangat mudah untuk kita menemukan penjaja makanan dengan berbagai jenisnya. Makanan gerobak, toko kecil, cafe, hingga restoran besar menjamur begitu suburnya di Bogor.
      Makanan dan jajanan khas sunda sudah dapat dipastikan sangat mudah dijumpai, tetapi Bogor tidak cuma soal makanan sunda, sebagai kota dengan masyarakat yang beragam menjadikan Bogor juga memiliki makanan atau jajanan khas dari berbagai daerah di luar Jawa Barat.
      Inovasi juga menjadikan bisnis kuliner di Bogor tidak mengenal kata mati. Pengusaha kuliner semakin terbuka dan kreatif menciptakan inovasi baru baik dari olahan makanannya maupun konsep tempatnya. Hal ini menjadikan warga Bogor sendiri tidak perlu pergi jauh untuk hangout berwisata kuliner, karena di Kota Hujan ini semua sudah tersedia.
       
      6. Semangat Pembangunan Kota yang Terasa Nyata

      pedestrian di lingkar luar KRB yang ditata rapih via bogohkabogor.kotabogor.go.id
      Bagi kalian yang pernah datang ke Bogor beberapa tahun lalu dan belum pernah lagi datang, maka kalian bisa coba untuk menyempatkan diri untuk kembali ke sana. Meskipun suasana kota mungkin tidak berubah, tetapi pembangunan dan penataan kota sangat jelas terasa.
      Stasiun yang dahulunya begitu semerawut kini sudah ditata menjadi lebih modern dan rapih. Angkot yang juga dahulu memenuhi bagian depan stasiun kini sudah di atur menjadi lebih tertib. Jalanan di lingkar kebun raya juga diperbaiki dan dikelola menjadi lebih rapih dan bersih. Jalur pedestrian juga secara bertahap akan diperpanjang, diperlebar, dan dikelola dengan lebih baik sehingga pejalan kaki kini merasa jauh lebih nyaman. Kedepannya juga jalur khusus sepeda dikabarkan akan segera direalisasikan untuk menciptakan Bogor kota hijau yang berkelanjutan.

      penataan pedestrian di stasiun bogor via beritabogor.com
      Masalah yang mungkin masih menjadi pekerjaan rumah ialah soal kemacetan. Meskipun begitu, penguraian macet sudah sangat diupayakan pemerintah. Selain mengatur lokasi ngetem dengan perbaikan jalan, sekarang sistem satu arah di lingkar kebun raya juga diterapkan. Hal ini cukup berpengaruh dimana kemacetan parah bisa sedikit terurai.
      Pembangunan ruang terbuka hijau juga terus dilakukan sehingga Bogor semakin cantik nan nyaman saja. Tidak hanya taman kota, penghijauan juga dilakukan di jalur hijau jalan dan lokasi-lokasi lain. Hal ini tentu sangat jelas dirasakan warga dan membuktikan komitmen pemerintahan kota untuk membuat Bogor lebih baik kedepannya.
       
      7. Pemimpin yang Dekat Dengan Rakyat

      Bimaarya, walikota Bogor yang turun langsung ke jalan via beritasatu.com
      Hadirnya pemimpin di tengah-tengah rakyat juga menjadi faktor penunjang bagaimana sebuah kota bisa dicintai. Itupun yang terjadi dengan Bogor, siapa tak kenal Bima Arya, walikota Bogor yang masih terbilang muda ini terkenal aktif di media sosial dan aktif bertatap muka langsung dengan rakyat. Diberbagai kesempatan sering kita lihat walikota kelahiran tahun 1972 ini turun ke jalan dan meninjau langsung pembangunan.
      Dalam ajang We Love Cities ini pula sang walikota turut aktif mengkampanyekan Bogor, sedikit banyak hal ini membuat voter merasa terpanggil dan tak segan turun memberikan vote dan dukungannya.

      Bima arya dalam kampanye we love cities via bar,pojoksatu.id