• 0
Sign in to follow this  
Luwaks

Kesempatan dalam Banjir

Question

Teman2 pasti dah tau kan bencana banjir yang sedang terjadi diJakarta. hampir semua warga kena.

atau minimal tergenang jalan raya sehingga cuma bisa diam dirumah saja. Disaat seperti ini banyak warga yang mencari kesempatan untuk mencari uang juga.

 

Contoh: karena sampah yang menggunung, ada kelompok yang membawa gerobak kelling rumah lalu menawarkan mengambil sampah dengan imbalan

 

Atau lebih jelasnya di TV kita bisa melihat, ada yang menyewakan jasa dengan gerobak atau perahu karet. Harga bervariasi dari yang 50rb sampai 500rb tergantung jarak dan banyaknya barang.

 

bagaimana dengan pendapat anda?

kalau untuk saya sih boleh lah memberi sedikit uang, tapi sewajarnya, jangan harga yang terlalu menyiksa, karena memang yang menawarkan jasa rata2 ekonomi menengah kebawah.

Share this post


Link to post
Share on other sites

4 answers to this question

  • 0

Sebenarnya kalo saya, melihatnya sebagai kesempatan berbuat baik, 

 

Jika selama ini kita ngga bisa beramal dengan uang, maka saat inilah kesempatan itu datang, kalo ternyata ada yang memberi imbalan jasa itu baru pilihan, mau diterima ato ditolak terserah individu masing2, tapi kalo mangambil keuntungan dari orang yang ditimpa kesusahan meskipun ia kaya raya, saya sangat tidak setuju.

 

Karena suatu saat nanti kita juga akan mengalami kesusahan meski dengan versi yang berbeda, nah saat itulah kita pasti membutuhkan pertolongan orang lain walau sekecil apapun itu.

 

Karena sebenarnya kebaikan yang kita lakukan saat ini adalah pertolongan untuk kita di masa yang akan datang... :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Kalau saya sih setuju tapi dengan harga wajar bagaimanapun  keselamatan kita lebih penting karna jalan jalan di jakarta hampir tidak pernah kita lalui dengan jalan kaki kita tidak terlalu tau got dan lubang ada dimana bisa bisa kita hanyut digot karna derasnya arus

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Kalau saya sih menggunakan kesempatan ini untuk akrab dengan tetangga, karena pengalaman dulu kalau banjir, semua org di rumah, dari jendela bisa saling manggil dengan tetangga, dan sekarang jg demikian, byk tetangga baru, byk yg saling menawarkan bantuan, saya rasa ini bagus :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Lagi-lagi blogwalking di blog forum kita tercinta ini memberikan ide untuk menulis. Setelah sebelumnya saya dapat ide dari blog mimin Jalan2 untuk menulis tentang Seoul Shopping Guide, belanja dimana? (terinspirasi dari tulisan Uniknya Oleh-oleh khas Singapura), kali ini tulisan di blog mimin yang berjudul Sebelum Datang ke Malaysia, yuk Mengenal Ringgit membuat saya tergelitik untuk melihat-lihat lagi isi blog ini. Ternyata, setelah sekian ratus postingan, ternyata saya sama sekali belum pernah mengulas tentang mata uang Jepang. Ding dong. Padahal mengena mata uang sebuah negara yang akan menjadi tempat tujuan wisata termasuk salah satu hal yang paling essensial. Paling penting. Sama pentingnya dengan mencari tahu model colokan listrik yang berlaku di negara tersebut agar kita bisa men-charge gadget (eh?). Jadi intinya, kali ini saya ingin berbagi serba-serbi mata uang yang berlaku di Jepang, yaitu yen.
      Sebelumnya ada yang bertanya-tanya nggak, kenapa sih harus mengenal mata uang Jepang? Bukankah berbekal kartu sakti berlogo jaringan kartu internasional saja sudah menjadi jaminan kemudahan dalam sistem pembayaran? Jangan salah. Walaupun Jepang merupakan negara yang super canggih dan sangat maju, dalam hal pembayaran mereka masih tergolong tradisional. Masyarakat Jepang sudah sangat dikenal sebagai cash society. Hampir semua hal yang membutuhkan pembayaran menerima uang cash. Mengeluarkan kartu kredit saat akan membeli minuman di konbini (convenience store) hanya akan membuat kasir menolak Anda. Dan vending machine pun dengan angkuhnya menolak kartu kredit dan lebih menerima pinangan uang receh. Jadi jangan dulu bangga jika Anda berbekal kartu kredit saat berwisata ke Jepang, karena bisa jadi kartu tersebut hanya tidur manis di dalam dompet tanpa sempat dikeluarkan.
      Sekilas info
      Sudah pada tahu kan kalau Yen merupakan mata uang khas Jepang? Namun apakah teman-teman tahu cerita dibalik Yen? Yen ini baru resmi digunakan oleh bangsa Jepang pada tanggal 10 Mei 1871. Inspirasi utamanya berasal dari koin silver dollar yang awalnya digunakan di Hong Kong. Nama “yen†sendiri memiliki makna benda bulat (yang diambil dari bentuk koin).
      Cara menyebut yen
      Sekalipun namanya adalah yen, namun jangan menyebut nominal tertentu dengan embel-embel yen dibelakangnya ya. Yen dibunyikan sebagai en (dibunyikan eng), jadi jika ingin menyebut nominal tertentu dalam bahasa Jepang, sebutlah sejumlah angka+en. Yang biasa menggunakan kata yen di belakang angka adalah orang asing yang berada di luar Jepang, namun tetap saja jika ingin menyebutnya dalam bahasa Jepang, ganti menjadi akhiran en.
      Pecahan Yen
      Mata uang Yen terdiri dari uang kertas dan uang logam. Untuk uang logam, pecahannya mulai dari 1 yen, 5, 10, 50, 100, dan 500 yen. Sebetulnya masih ada pecahan lainnya yang disebut sen, dimana 1 yen = 100 sen. Namun sen jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan baru digunakan untuk kasus tertentu seperti menghitung stock barang. Uang receh (koin) termasuk penting untuk diketahui oleh wisatawan karena berbagai transaksi umum banyak yang melibatkan uang receh, mulai dari membeli di vending machine, menyewa locker, hingga membeli tiket. Memang sih ada mesin penukaran uang yang dapat menukar uang kertas ke uang logam agar Anda bisa melanjutkan transaksi menggunakan koin, namun tetap saja wisatawan yang akan pergi ke Jepang wajib mengenal koin-koin di sana. Penampakan koin yen kurang lebih sebagai berikut:
      Foto 01:
      Uang logam Jepang. Deretan atas terdiri dari 1, 5, 10 yen. Deretan bawah terdiri dari 50, 100, dan 500 yen [foto: Tokyoship/wikimedia]
      Sedangkan untuk uang kertas, pecahannya dimulai dari 1000 yen, 2000 (sangat jarang digunakan maupun ditemukan), 5000, dan 10000. Penampakannya sebagai berikut:
      Foto 02:
      Uang kertas di Jepang [foto: Tokyoship/wikimedia]
      Kamus singkat
      Berikut contekan cara menyebutkan angka dalam bahasa Jepang.
      Angka-angka dasar
      1 = ichi
      2 = ni
      3 = san
      4 = yon/shi
      5 = go
      6 = roku
      7 = nana/shichi
      8 = hachi
      9 = kyu
      10 = ju
      11 = ju-ichi
      15 = ju-go
      50 = go-ju
      100 = hyaku
      1000 = sen (seng)
      10000 = man (mang)
      Jika diaplikasikan dalam mata uang
      10 yen = ju-en (ju-eng)
      50 yen = go-ju-en (go-ju-eng)
      100 yen = hyaku-en (hyaku-eng)
      200 yen = ni hyaku-en
      300 yen = san-byaku-en (sang-byaku-eng). Khusus untuk 300, 600, dan 800 penyebutannya agak berbeda.
      500 yen = go hyaku-en
      600 yen = rop-pyaku-en (rop-pyaku-eng)
      800 yen = hap-pyaku-en (hap-pyaku-eng)
      1000 yen = sen-en (seng-eng)
      5000 yen = go-sen-en (go seng-eng)
      10000 yen = ichi-man-en (ichi-mang-eng).
      20000 yen = ni-man-en (ni mang-eng)
      50000 yen = go-man (go mang-eng)
      Dan seterusnya
      Contoh yang agak rumit = 10350 yen, dibaca ichi-man san-byaku go ju-en
      Menukar mata uang
      Banyak blog wisata yang menyarankan wisatawan tak perlu repot-repot menukarkan uang ke dalam yen sebelum pergi ke Jepang. Saya berpendapat sebaliknya. Sebelum pergi ke Jepang, tukarkan dulu yen di Indonesia. Kenapa? Hal yang paling mendasar adalah tidak semua money changer menerima rupiah. That's it. Jadi lebih baik berbekal segepok uang yen dibanding harus menggelandang karena sulitnya mencari money changer yang menerima rupiah (untunglah Jepang termasuk salah satu negara teraman di dunia!).
      Namun jika terpaksa harus menukar uang di Jepang, rate terbaik ada di sekitar airport. Jadi jangan menunggu sampai kehabisan yen. Begitu tiba di Jepang, sebaiknya carilah money changer di sekitar airport. Bisa juga menarik uang di ATM, namun perlu diperhatikan tidak semua ATM di Jepang menerima kartu yang berasal dari luar. Pengalaman saya sih kartu BC* bisa digunakan untuk menarik uang di ATM Jepang.
      Tips: Mengingat di Jepang uang receh sangat diperlukan, sebisa mungkin tariklah uang dalam nominal yang kecil atau nominal tanggung. Misalnya saja, menarik uang 9000 yen dibanding 10000. Tujuannya agar Anda mendapat uang 9x1000 yen, karena lebih mudah merecehkan uang 1000 yen dibanding 10000 yen.
      Tips tambahan lainnya
      Sekalipun kartu kredit belum diterima secara luas, namun bukan berarti kartu kredit tak bisa digunakan sama sekali lho. Jadi jangan langsung meninggalkan koleksi kartu kredit Anda di Indonesia dan berbekal sekoper uang yen. Kartu kredit cukup diterima di toko-toko besar, hotel besar, dan transaksi di sekitar bandara. Diluar itu, untuk membeli minuman ringan maupun masuk ke sebuah obyek wisata, uang receh masih berkuasa disana.
      Alternatif lainnya, belilah kartu IC seperti SUICA. Akhir-akhir ini kartu IC mulai banyak diterima sebagai alat pembayaran terutama di konbini, vending machine, dan pada moda transportasi pubik.
      Demikian sekilas info tentang uang di Jepang. Memang sih masih basic banget, namun mudah-mudahan cukup memberikan gambaran tentang mata uang yen. Semoga informasinya bermanfaat!
      ***
      *Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Katanya, traveling hanya untuk orang yang punya banyak duit. Katanya, traveling itu menghamburkan duit alias buang-buang uang. Selain perginya membutuhkan banyak biaya, pulangnya pun harus mengeluarkan biaya ekstra untuk oleh-oleh dan tetek bengek lainnya. Padahal yang didapat hanyalah melihat-lihat tempat baru, yang sebetulnya bisa dilihat dari TV maupun buku. Intinya, traveling itu menghabiskan uang!
        Eits, itu sih katanya. Traveling memang membutuhkan budget tersendiri, yang bagi beberapa orang terlihat nggak penting dan menghamburkan uang. Namun sebetulnya, jika jeli, traveling juga bisa menjadi sarana untuk menghasilkan uang lho. Nah, bagi teman-teman yang hobi traveling dan ingin mendapat uang dari aktifitas jalan-jalan tersebut, berikut beberapa tips yang bisa diintip.   1. Menulis pengalaman saat berwisata   Ini mungkin salah satu tips yang paling umum. Kalian pergi ke tempat baru, lalu menuliskan pengalaman tersebut dan menawarkannya pada media yang sesuai. Kalian mendapat bayaran dari tulisan tersebut (jika dimuat), dan media mendapat sebuah kisah yang original. That's it.   Tapi nembus media kan nggak mudah, mbak. Ada yang berpendapat seperti itu? Well, dalam realisasinya aktifitas menulis tentang traveling ini variasinya bisa sangat banyak. Jangan hanya terpaku pada konsep menulis dan dikirimkan ke koranâ€, karena jaman sekarang variasi media itu banyak sekali. Ada media cetak maupun media online. Coba beragam jenis media sampai kalian menemukan celah untuk memasukkan tulisan tentang traveling yang sudah dibuat. Salah satu langkah yang teman saya lakukan (dia seorang backpacker) adalah mengincar media asing (karena bayarannya biasanya lebih menarik namun tentunya harus punya skill berbahasa Inggris di atas rata-rata). Jika pede dengan kemampuan menulis, kalian juga dapat membuat sebuah buku tentang traveling maupun menuliskan pengalaman kalian dalam blog pribadi. Asal konsisten, bukan tak mungkin suatu saat nanti kalian bisa jadi travel blogger dan mendapat pemasukan dari iklan maupun di endorse oleh pihak tertentu.   2. Menjadi fotografer traveling   Pede dengan kemampuan fotografi kalian? Coba deh saat wisata jangan hanya bengong maupun sibuk berburu oleh-oleh. Jepretkan kamera kalian dan lihat apakah foto kalian layak untuk dijual ke media. Sekali lagi, jangan hanya terpaku pada media cetak saja ya. Salah satu contohnya seperti yang dilakukan oleh adik saya. Dia memajang hasil fotonya di sebuah situs onlen. Ternyata fotonya disukai oleh sebuah website luar yang akhirnya membeli foto tersebut (dengan tetap menulis credit untuk adik saya).   3. Menjadi tour guide   Merasa yakin punya pengetahuan yang cukup tentang sebuah tempat wisata? Atau mungkin tinggal di dekat sebuah obyek wisata? Manfaatkan potensi tersebut dengan menjadi tour guide. Profesi sebagai tour guide lokal ini mudah ditemukan di berbagai obyek wisata. Misalnya saja di Bali, nggak sulit menemukan orang yang menawarkan jasanya untuk memandu wisatawan mengelilingi sebuah obyek wisata. Tentu saja syarat utamanya kalian harus memiliki kemampuan berbahasa asing (karena biasanya orang asing lebih membutuhkan jasa pemandu wisata), punya pengetahuan yang memadai, dan tentu saja nggak malu-malu menawarkan jasa.   Trus gimana kalau tinggal jauh dari obyek wisata? Coba deh kalian menyusun daftar tempat wisata yang sudah kalian kenal baik. Siapa tahu kalian bisa menjual rute tersebut+menawarkan jasa pemandu sebagai sebuah paket wisata. Akhir-akhir ini banyak lho wisatawan yang mencari tour yang murah meriah tapi maknyus (yang biasanya akan pikir-pikir lagi jika menggunakan jasa tour and travel). Syarat utama agar berhasil, selain memiliki kemampuan berbahasa (Inggris/Indonesia/lainnya) yang memadai, cari strategi marketing yang tepat untuk menjual produk kalian. Jangan lupa sertakan juga kelebihan paket yang kalian tawarkan dibanding paket dari pihak lainnya.   4. Mengkombinasikan hobi dengan aktifitas traveling   Coba deh kalian telaah lagi, kira-kira ada hobi yang bisa dikombinasikan dengan aktifitas traveling yang dapat menghasilkan uang nggak ya? Misalnya saja kalian hobi hiking dan sangat berpengalaman dalam menaklukkan gunung. Kalian bisa lho menjual keahlian itu untuk memandu mereka yang mencari pemandu untuk naik gunung. Atau kalian hobi jalan-jalan naik mobil dan hapal berbagai sudut kota, bisa juga menjadi supir khusus untuk para turis yang ingin melancong. Atau mungkin suka menyelam dan punya sertifikat instruktur selam? Itu juga bisa dijual lho. Bahkan mereka yang hobi makan dan mencicipi kuliner unik juga bisa menyalurkan hobi makan-makannya itu dalam sebuah paket wisata kuliner. Jadi, kenali potensi dirimu dan jangan malu-malu untuk menjual hobi kalian dalam bentuk traveling.   5. Mencari pekerjaan/aktifitas baru di tempat lain/luar negeri   Dewasa ini Bahasa Indonesia mulai diterima di berbagai negara, seperti Australia dan Jepang. Coba deh cari informasi tempat-tempat yang membutuhkan pengajar untuk bahasa Indonesia terutama di luar negeri. Siapa tahu kalian bisa mendapat uang dari aktifitas mengajar, sekaligus berwisata di sela-sela waktu bekerja.   Itu hanya salah satu contoh saja. Masih banyak aktifitas/pekerjaan temporer lainnya yang bisa dilakukan sambil berwisata ke negara lain. Misalnya saja menjadi pekerja paruh waktu untuk tempat-tempat wisata yang menerima pekerja asing, maupun menjadi sukarelawan ke daerah tertentu (dan menghasilkan uang dengan menjual keahlian kita di tempat tersebut).   6. Lainnya   Tips ini mungkin cocok bagi mereka yang jarang bisa bepergian (alias wisatawan virtual) namun ingin menghasilkan uang dari traveling (dan ini yang cukup sering saya lakukan), adalah dengan menjual paket konsultasi tour maupun merancang paket perjalanan wisata mandiri untuk wisatawan. Maksudnya, kalian melayani konsultasi maupun membuatkan paket tour tentatif bagi wisatawan yang membutuhkan, namun tidak sampai mendampingi hingga ke lapangan. Memang sih biayanya lebih murah dibanding menjadi tour guide yang bisa terjun langsung ke lapangan maupun membuka agen tour and travel resmi, tapi jika dijalani dengan serius (dan jika menemukan pasar yang tepat), hasilnya lumayan lho. Tentu saja ada syarat wahidnya, yaitu kalian harus menguasai dengan betul seluk beluk paket tour yang kalian tawarkan (ini harga mati!), termasuk detail kondisi terkini di lapangan (harus rajin-rajin mengecek berita terkini dari sumber terpercaya), dan harus nrimo seandainya ada komplen karena ‘rencana indah di atas kertas dan kenyataan di lapangan memiliki perbedaan.   Semoga bermanfaat!
       
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Siapa yang tidak menyukai kegiatan traveling? Kegiatan seru berwisata ke suatu tempat yang baru tentu saja sangat menyenangkan dan disukai oleh banyak orang, termasuk kamu.
      Mungkin salah satu factor penyebab yang terkadang membuatmu malas melakukan kegiatan traveling adalah karena kegiatan ini sarat dengan ‘membuang uang’. Kamu harus membeli tiket pesawat, mengurus penginapan, dan segala macam hal lainnya yang sering langsung membuatmu malas.
      Tapi, tenang saja. Traveling itu adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Karena, bukan tidak mungkin, kamu juga akan mendapatkan kesempatan untuk memiliki lebih banyak uang dari kegiatan traveling.
      Penasaran, kan? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahasnya dalam karena traveling itu menyenangkan: cara-cara seru dan asik mendapatkan uang walau kamu sedang traveling.
       
      1. Menjadi Guru Bahasa Inggris
       

       

      Menjadi Guru Bahasa Inggris via http://crazzzytravel.com/wp-content/uploads/2014/07/IMG_1186.jpg
       
      Pada zaman globalisasi seperti sekarang ini, Bahasa Inggris memang sudah menjadi satu syarat yang sangat dibutuhkan untuk berkomunikasi. Komunikasi tersebut baik komunikasi secara professional maupun sehari-hari.
      Nah, kalau memang kamu memiliki ketertarikan yang sangat besar di bidang Bahasa Inggris serta memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang cukup mumpuni, kenapa kamu tidak memanfaatkannya dengan menjadi guru bahasa Inggris sambil berjalan-jalan di luar negeri?
      Kamu dapat memulainya dengan mencoba mengirimkan CV dan cover letter kepada kantor les bahasa Inggris yang sudah kamu targetkan. Atau, kamu dapat mencoba mengirimkannya ke www.eslcafe.com. Di sana, kamu dapat mendapatkan cara untuk mengirimkan CV dan melamar menjadi guru les bahasa Inggris di luar negeri.
      Namun, jika kamu memang berminat untuk menjadikan pekerjaan ini sebagai pekerjaan serius, kamu dapat mulai mencari cara untuk mendapatkan sertifikasi khusus untuk menjadi native. Pertama-tama, kamu dapat memasuki kelas TESOL/TESL/TEFL course.
      Setelah itu, kamu dapat menyelesaikan kursus tersebut untuk mendapatkan sertifikasi agar dapat mengajar bahasa Inggris secara professional. Lalu, kamu dapat mulai menentukan negara yang kamu inginkan sebagai tempat kamu akan mengajar bahasa Inggris nantinya.
      Setelah semua data sesuai, kamu dapat langsung mengajar bahasa Inggris. Informasi lebih lanjut mungkin dapat kamu lakukan dengan bertanya langsung kepada institusi terkait yang menyediakan layanan ini, seperti tempat-tempat les terbaik yang sudah memiliki banyak cabang di seluruh dunia.
       
      2. Menjadi Travel Blogger atau Travel Writer
       

       

      Menjadi Travel Blogger via http://vickyflipfloptravels.com/wp-content/uploads/2015/01/TRAVEL-BLOGGER-High.jpg
       
      Jika menulis memang sudah menjadi salah satu hobi favoritmu serta kesenanganmu, kenapa kamu tidak menuangkannya saja? Hobi menulis, terutama menulis tentang kegiatan traveling dapat membuatmu tetap mempunyai manfaat finansial bahkan ketika kamu sedang traveling sekalipun.
      Menulis memang sangat fleksibel, sehingga kamu dapat melakukan kegiatan ini dimanapun kamu berada. Sudah ada contoh travel writer yang mendedikasikan diri untuk menulis catatan perjalanan dan menjadi full time traveler agar dapat menghasilkan catatan perjalanan yang keren karena berasal dari pengalaman sendiri.
      Kamu dapat memulainya dengan cara rajin mencatat catatan perjalananmu ketika kamu memiliki kesempatan untuk traveling. Tulislah catatan perjalananmu tersebut di blog personal atau blog khusus yang akan kamu gunakan untuk catatan perjalananmu.
      Salah satu kunci terbaik untuk mencatat catatan perjalanmu adalah jangan buat segalanya menjadi terlalu detail. Selalu posisikan dirimu sebagai pembaca, dan bagaimana membuat sebuah tulisan menjadi memiliki arti dan bermanfaat untuk mereka.
      Semakin banyak tulisanmu dibaca, semakin banyak juga share untuk tulisanmu. Hal ini akan menyebabkan bukan tidak mungkin suatu saat kamu juga akan dibayar karena pekerjaanmu sebagai travel blogger ini.
      Walaupun pada awalnya kamu tentu mendapatkan tantangan karena blogmu masih sepi dan perjuangan ini tentu saja memakan waktu. Tetapi, jika kamu mau bekerja cerdas dan sabar, bukan tidak mungkin suatu saat blogmu akan ramai dan kamu akan dikenal sebagai travel blogger professional.
      Dengan demikian, peluang melakukan perjalanan wisata ke tempat yang baru dan menghasilkan uang bukan hanya sekedar angan, bukan?
       
      3. Menjadi Volunteer
       

       

      Menjadi Volunteer di Luar Negeri via http://www.backdoorjobs.com/ccs/teen-volunteer-abroad.jpg
       
      Bagi kamu yang memiliki jiwa petualang dan juga sosial, mengapa tidak menggabungkannya menjadi satu? Dengan menjadi tenaga sukarela, bukan tidak mungkin kamu akan mendapatkan kesempatan melakukan kegiatan traveling di luar negeri secara gratis.
      Selain itu, bukan tidak mungkin kamu juga akan mendapatkan banyak pelajaran hidup yang bisa didapat dari kegiatan volunteering ini. Saat ini, terdapat banyak kesempatan untuk menjadi tenaga sukarela yang dapat kamu ikuti dengan memberikan manfaat berupa fasilitas penginapan dan makan gratis selama kamu berada di sana.
      Kamu dapat mencoba untuk mengakses web www.helpstay.com. Website tersebut berusaha untuk mengakomodasi keinginanmu dengan berbagai kesempatan tenaga sukarela yang tersedia.
      Pada kesempatan tersebut, kamu dapat membagi antusiasmu, kemampuan, pengetahuan, serta banyak hal-hal positif lainnya. Kamu dapat menghabiskan waktu secara relative sesuai dengan kebutuhanmu dan dimanakah kamu ingin berada.
      Selain helpstay, beberapa website yang dapat kamu akses untuk mengetahui lebih lanjut tentang kegiatan ini adalah www.wwoof.net, www.movingworlds.org, www.indeed.org, dan www.freevoluntering.net. Kamu juga dapat mengakses informasi melalui berbagai media sosial seperti Facebook, LinkedIn, blog dan lain-lain.
       
      4. Mengumpulkan Dana untuk Traveling
       

       

      Mengumpulkan Dana untuk Traveling via http://rlv.zcache.com/keep_calm_and_focus_on_fundraising_mug-rc6890eeb32b842cf80aad462bbb0eb82_x7jsd_8byvr_324.jpg
       
      Ini adalah salah satu cara yang dapat kamu gunakan untuk dapat mendapatkan uang walaupun kamu sedang melakukan kegiatan traveling. Cobalah untuk mempublikasikan project-mu yang masih original, keren, serta menyenangkan secara online.
      Project-mu tersebut dapat berupa road trip, atau study tour dan lain-lain. Dengan mempublikasikan project-mu, bukan tidak mungkin kamu dapat memiliki kesempatan untuk menjadikannya nyata bahkan hingga didanai oleh orang-orang.
      Nah, caranya adalah dengan melakukan pendaftaran secara online. Beberapa website yang dapat kamu sambangi untuk mendaftarkan project-mu dan mendapatkan kesempatan untuk didanai adalah www.trevolta.com, http://gogetfunding.com/category/volunteer-travel/, www.gofundme.com, dan www.fundmytravel.com.
       
      5. Menjadi Freelancer atau Tutor
       

       

      Menjadi Freelancer atau Tutor via http://4.bp.blogspot.com/-H4aEvv4cMt0/UYJ88lfUf9I/AAAAAAAACY4/2h0IpE8YpcI/s1600/Freelancer+-+Cari+Hoki.jpg
       
      Inilah dia salah satu cara lainnya yang dapat kamu gunakan agar mendapatkan kesempatan traveling di tempat yang baru. Ya, cobalah untuk menjadi freelancer atau tutor selama kamu berada di destinasi wisata tujuanmu tersebut.
      Cobalah memulainya dengan cara mendaftarkan diri secara online dan menaruh portfolio-mu di www.elance.com. Untuk dalam negeri, kamu bisa mencoba untuk menaruh portfolio di www.freelancer.co.id, www.ruangfreelance.com atau projects.co.id.
      Freelance sendiri dapat berarti macam-macam. Kamu dapat mencoba untuk menjadi guru khusus di bidang menari, menyanyi, matematika hingga berbagai pelajaran sekolah lainnya.
      Bergabunglah dengan berbagai grup Facebook atau LinkedIn. Dengan demikian, kamu pun dapat memiliki kesempatan untuk dapat bergabung dengan tutor dan freelance di belahan dunia lainnya.
      Sementara itu, beruntunglah kamu jika kamu memang memiliki latar belakang pekerjaan yang memudahkanmu untuk tetap menjalaninya sekalipun sedang traveling. Pekerjaan tersebut seperti web developer atau engineering consultant.
       
      6. Menjadi Dosen Tamu
       

       

      Menjadi Dosen Tamu via http://business.monash.edu/__data/assets/image/0008/281429/professor-peter-kajuter.jpg
       
      Inilah dia salah satu pekerjaan professional yang dapat kamu coba jika memang kamu telah memiliki kualifikasi mumpuni. Ya, menjadi dosen tamu tentu dapat kamu pertimbangkan agar tetap dapat mendapatkan manfaat finansial ketika melakukan perjalanan traveling ke tempat yang baru.
      Berbagai cara dapat kamu lakukan dalam rangka menjadi dosen tamu. Ya, kamu dapat mencoba untuk menjadi dosen di universitas lain. Nah, kamu dapat mencoba untuk mengajar sekitar satu kali pertemuan dan memberikan materi selama jam perkuliahan berlangsung.
      Selain itu, cara lain yang dapat kamu tempuh untuk menjadi dosen tamu adalah dengan menjadi keynote speaker dalam sebuah konferensi atau seminar. Menjadi keynote speaker sendiri sangat bergengsi, karena kamu akan memberikan penjabaran materi yang menjadi inti dari konferensi atau seminar tersebut. Kamu juga mendapatkan undangan langsung dari penyelenggara seminar atau konferensi tersebut.
      Selain itu, kamu juga bisa memberikan penjabaran materi kepada organisasi lainnya. Nah, dengan demikian bukan hanya di kampus namun kamu juga dapat memberikan presentasi kepada kantor lain yang membutuhkan ilmu yang kamu miliki.
      Jika kamu memang telah memiliki kapasitas yang luar biasa, kamu juga dapat memiliki kesempatan untuk diundang wawancara oleh media di lokasi traveling-mu. Tentunya kegiatan ini sangat menyenangkan dan bermanfaat, bukan?
       
      7. Memanfaatkan Media Sosial
       

       

      Memanfaatkan Social Media via http://afterglobe.net/wp-content/uploads/2014/01/IMG_0821-e1390192658710.jpg
       
      Dewasa ini, media sosial memang telah menjadi salah satu sarana komunikasi yang paling ampuh dan sangat dimanfaatkan oleh khalayak ramai. Nah, jika kamu memang adalah orang yang sangat update dengan sosial media mengapa tidak memanfaatkannya saja?
      Salah satu caranya kamu dapat menjadi selebtweet atau artis instagram. Dengan memiliki followers media sosial dalam jumlah yang banyak, bukan tidak mungkin kamu akan dapat memiliki banyak feedback positif dari hal ini.
      Apapun hal yang kamu kerjakan, atau kamu upload di media sosialmu tentu saja akan dilihat oleh banyak orang. Hal ini tentu akan bermanfaat karena banyak orang akan meminta jasamu untuk mengiklankan produk mereka.
      Nilai positif yang dapat kamu dapatkan adalah kamu tetap dapat memiliki manfaat finansial sekalipun kamu sedang melakukan kegiatan traveling di suatu tempat.
      Atau, kamu bisa juga pergi berwisata ke suatu tempat dan langsung mengupload foto kegiatanmu. Hal ini tentu akan berdampak baik sebagai sarana promosi tempat wisata yang sedang kamu kunjungi.
      Nah, bukan tidak mungkin perjalanan wisata yang sedang kamu sambangi kemudian suatu saat akan dapat didanai pihak yang ingin meminta jasamu untuk promosi. Tentu saja menyenangkan sekali bukan, karena kamu dapat melakukan hobimu dan tetap mendapatkan manfaat finansial karenanya.
       
      8. Menjadi Travel Photographer
       

       

      Menjadi Travel Photographer via http://www.howtochooseacareer.in/wp-content/uploads/2015/04/travel-photography.jpg
       
      Apakah kamu menyukai kegiatan fotografi? Jika iya, mungkin kamu dapat mencoba mengambil manfaatnya dan menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu pekerjaan utamamu.
      Cobalah untuk mempelajari bagian travel photography jika memang kamu berniat untuk serius menjadi travel photographer. Jika kamu memiliki kamera yang mumpuni serta kemampuan fotografi yang semakin terasah semakin sering kamu melakukan kegiatan traveling, pekerjaan yang satu ini dapat kamu coba.
      Dengan menjadi travel photographer, kamu tetap dapat memiliki kesempatan untuk mendapatkan uang bahkan ketika kamu sedang traveling.
      Nah, ada tiga cara yang dapat kamu tempuh agar kamu dapat menjadi travel photographer. Cara yang pertama, kamu dapat menjual fotomu pada website fotografi seperti www.gettyimages.com, www.istockphoto.com atau us.fotolia.com. Dengan demikian, kamu tetap akan dapat mendapatkan manfaat finansial dari jepretan foto yang kamu hasilkan.
      Cara kedua yang dapat kamu tempuh adalah kamu dapat menjadi freelance photographer yang menawarkan jasa kepada perusahaan atau individu tertentu untuk dapat memiliki foto travel yang mereka inginkan. Dengan demikian, kamu tetap akan dapat mendapatkan manfaat finansial dari jepretan foto yang kamu hasilkan.
      Cara ketiga yang dapat kamu tempuh adalah dengan menjual foto-foto travel photography kamu kepada banyak perusahaan yang membutuhkan foto travel. Contohnya adalah buku, majalah, koran, kalender, kartu hingga berbagai website.
      Nah, kamu dapat mematok sendiri harga yang kamu inginkan untuk setiap jepretan fotomu yang dibeli. Jika kamu masih tergolong baru, kamu dapat menulis pada portfoliomu: pay what you wish.
       
      9. Menjadi English Editor
       

       

      Menjadi English Editor via http://thekindtips.com/wp-content/uploads/editor.jpg
       
      Bagi kamu yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, dilengkapi dengan grammar yang baik, kamu dapat mencoba untuk menjadi English editor. Nah, kamu dapat bekerja menjadi English editor untuk mengedit menu sebagai contoh.
      Jika kamu dapat melakukan proofread untuk menu, newsletter, dan berbagai materi marketing English lainnya, maka kamu dapat menjadi English editor. Dengan demikian, kamu akan dapat mendapatkan manfaat finansial dari pekerjaanmu sebagai English editor ini.
      Bagi kamu yang tergolong teliti, tentunya pekerjaan ini cocok denganmu. Kamu dapat meneliti berbagai kesalahan dalam tulisan sebelum tulisan tersebut naik cetak. Dengan menjadi English editor, kamu juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuanmu secara terus menerus dalam bahasa Inggris.
       
      10. Menjadi Travel Consultant
       

       

      Menjadi Travel Consultant via http://catchwork.co.uk/wp-content/uploads/2012/06/travel-consultant.jpg
       
      Bagi kamu yang menyukai kegiatan traveling, senang berkomunikasi dengan banyak orang yang baru serta senang menyusun rencana perjalanan dapat mencoba kegiatan yang satu ini. Ya, kamu dapat mencoba menjadi travel consultant.
      Peluang bisnis untuk menjadi travel consultant juga masih tergolong cukup tinggi mengingat banyak orang akan cenderung memilih travel agent atau travel consultant jika melakukan perjalanan wisata bersama grup dalam jumlah yang besar.
      Untuk menjadi travel consultant, kamu dapat memulainya dengan melakukan perjalanan sendiri. Ya, sebab pengalaman merupakan guru yang terbaik sehingga jika kamu ingin mendapatkan pengalaman terbaik sebelum menjadi travel consultant professional, tidak ada salahnya jika kamu melakukan perjalanan sendiri terlebih dahulu.
      Selanjutnya, kamu dapat mendaftarkan dirimu sendiri untuk mengikuti travel training program. Pada kesempatan tersebut, kamu akan mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya untuk menyusun perjalanan wisata. Kamu juga dapat mengetahui target pasar serta seperti apa pengalaman travel consultant sebelumnya.
      Cobalah untuk mulai mengunggah foto-foto travelingmu di media sosial, dengan demikian banyak orang akan semangat dan ingin ikut melakukan kegiatan traveling denganmu. Dari situlah, kamu mulai akan mendapatkan manfaat dan menjadi travel consultant mereka.
      Jika dijalani dengan serius, bukan tidak mungkin menjadi travel consultant ini dapat membuatmu memiliki manfaat finansial yang cukup baik. Ditambah lagi, jika kamu mengikuti program sertifikasi untuk diakui secara professional. Tentunya, bisnis menjadi travel consultant ini akan sangat bermanfaat untukmu karena kamu dapat mendapatkan uang sambil melakukan perjalanan wisata.
       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai karena traveling itu menyenangkan: cara-cara seru dan asik mendapatkan uang walau kamu sedang traveling. Bagaimana? Menyenangkan sekali bukan ketika kamu dapat melakukan kegiatan traveling dan tetap mendapatkan uang karenanya?
      Happy traveling!
    • By nonaJJ
      Hai para cinta jalan2? Musim hujan nih, biasa bulan Januari udah masuk musim-musim di mana intensitas hujan tinggi banget. Hampir di seluruh wilayah di Indonesia, hujannya merata. Padahal, bulan Januari ini banyak lho tanggal merahnya. Dari mulai Tahun Baru, Perayaan Maulid Nabi, sampai nanti ada juga Tahun Baru Imlek. Waduh banyak banget kan waktu buat jalan-jalan sebenenya.   Tanggal2 merah yang lumayan itu sebenernya sayang banget kalau ga dimanfaatin. Tapi yah gimana dong kalau cuaca ga mendukung. Hampir setiap hari hujan, bahkan sampai hujan angin dan banjir di mana-mana, terutama Jakarta. jadi mau kemana?   Ada lho beberapa kegiatan liburan yang bisa kita lakuin meski di musim hujan kayak sekarang. Apa aja? Begini misalnya.   - Pergi indoor Kalau lagi musim hujan, paling aman dan nyaman adalah pergi ke tempat-tempat dalam ruangan. Tunda aja keinginan buat hang out di taman atau berenang di kolam renang kalau memang kalian nggak mau basah kuyup dan menggigil. Indoor apa saja pilihannya? Buanyak banget antara lain:   1. Nonton Buat yang hobi nonton, silakan cek di bioskop-bioskop terdekat deh film-film seru yang bisa jadi sasaran empuk kalian. Nonton di bioskop bareng pacar atau teman bisa mengalihkan hasrat menggebu-gebu jalan2ers untuk hang out di musim hujan, ya ga?   2. Karaoke Kalau nonton rata-rata pada sepi dan konses sama film masing-masing. Beda lagi sama yang namanya karaoke. Buat kalian yang kanget heboh-hebohan di luar ruangan, pindah tempat aja di ruang keraoke. Dijamin, suasana tetap hangat dan mencair meski di luar sana sedang hujan. Karaoke itu pastinya lebih kepada seru-seruannya kan? Terserah deh mau suaranya bagus atau rombeng kayak apa pun, yang penting rame! Setuju?   3. Kulineran Kulineran yang bukan di street food alias pedagang kaki lima bisa lah biar musim hujan. Masuk ke cafe-cafe yang bikin kita merasa hangat, tsssaah. Cafe selain bisa nongkrong sama pacar, bisa juga rame2 sama temen atau bahkan sendirian! Sapa tau dapet gebetan baru! Kalau di kota-kota besar nih misalnya Jakarta, Bandung pasti sering menemukan banyak cafe dan resto yang bikin penasaran. Bisa coba searching di google atau forum ini pun bisa buat cari rekomendasi cafe dan resto yang super deh. Tetep bisa deh ngobrol banyak kalau sedang di cafe.   4. Belanja Yah kalau ini sih biasanya menuai kontroversi. Buat yang shopaholic, musim hujan tak jadi masalah. Biasanya rutinitas belanja tetep diperjuangkan. heheh... Kalau belanja, selain bisa cuci mata karena lihat barang2 oke, sekaligus juga bisa tetap olahraga, dalam artian jalan2 yang sebenernya. Muter dari satu toko ke toko lainnya pasti nguras tenaga. Tapi seneng, kan? Kalau ga punya duit ya lihat-lihat aja, kaka..   5. Arena bermain dalam ruangan Mungkin kayak Timezone semacamnya itu bisa dilirik lagi kalau sedang liburan di musim hujan, hehehe. Bukan cuma anak kecil aja yang masih suka belok ke arena main macam ini, tapi orang dewasa juga banyak, kan.    6. Kumpul di rumah teman Yah liburan ga harus keluar. Buat saja acara di salah satu rumah teman. Bisa makan bersama dan ngobrol sampai puas. Bisa main PS atau nonton DVD. Apapun kalau udah rame2 kumpul asik2 aja deh.   Nah untuk tips nya beberapa bisa dilakukan adalah:   - Tetap sedia payung atau jas hujan Persiapan boleh lah. Untuk menuju lokasi, terutama anda yang menggunakan kendaraan umum, cona bawa payung dan jas hujan untuk tetap bisa pergi ke tempat tujuan.   - Pantau info terkini Gampang untuk dapat info terbaru seputar cuaca. Pantau, titik lokasi yang rawan banjir. Salah-salah yang ada kejebak di jalan dan ga bisa kemana-mana. Ga ada salahnya lihat-lihat kondisi terbaru, ya kan?   - Jaga Kesehatan Cuaca buruk bisa berdampak buruk juga buat kesehatan. Lebih baik tetap jaga kesehatan supaya liburan kita nggak keganggu. Bisa minum air putih hangat atau vitamin biar tetep fit.   
    • By zeekyuryu
      Jakarta, dulu kena banjir 5 tahunan, tapi sekarang rasanya sudah jadi agenda 1 tahunan. Teringat kan kejadian tahun lalu di mana pada bulan Januari 2013, Jakarta lumpuh total.    Bukan hanya pemukiman warga yang terendam banjir, tapi juga sektor bisnis seperti Sudirman dan Thamrin, bahkan Istana Negara sekali pun.    Nah, bagaimana dengan Januari tahun ini? Jakarta pun dilanda banjir. Tapi menurt artikel Detik ini, tahun ini Jokowi berhasil meminimalisir dampak banjir lho. Coba dicek dulu link beritanya.   Bagaimana menurut kawan-kawan? Apa Jokowi sukses mengurangi masalah banjir di Jakarta?
    • By nonaJJ
      Udah ada yang belajar investasi sesuatu belum? rata-rata pada taruh investasi kemana nih? Bisnis dalam bentuk apa? Atau hanya nabung tapi dalam bentuk emas atau dolar gt? Share dong :)
    • By zeekyuryu
      Masih ingatkah teman, kapan kalian punya uang dari keringat sendiri? Bagaimana rasanya? Pasti seru banget kan?   Sedikit sharing, saya pertama kali dapat uang sendiri waktu menang Lomba Menulis di SMA dan udah masuk tingkat Provinsi. Dulu saya sekolah di Tangerang dan lombanya se-provinsi Banten.    Biarpun nggak menang juara 1, tapi daat juara harapan aja udah seneng banget banget. Dapet hadiah salah satunya uang tunai. Jumlahnya saat itu lupa sih, tapi yang saya inget, semua uang itu saya kasih ke ortu. Hahha, kayaknya bangga banget deh waktu itu.   Gimana dengan kalian? :)