Sign in to follow this  
Haikal

Pantai Kuta di Tengah Jakarta

19 posts in this topic

Bulan Purnama menampakkan dirinya di langit Jalan Jaksa pada tengah malam. Gapura bertuliskan “Selamat Datang di Wisata Malam“ menyambut pengunjung di pangkal jalan. Di saat jalanan lain mulai sepi, jalan tersebut masih beraktivitas seperti biasa. Di tengah hiruk pikuk para wisatawan, Jalan Jaksa tidak memiliki tampilan layaknya tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan, terutama wisatawan asing.Udara dingin malam hari tidak menyurutkan semangat wisatawan untuk sekedar berkumpul di teras kafe. Mereka ditemani oleh bir untuk menghangatkan badan. Tidak sedikit juga yang hanya memilih menghisap rokok.

 

141_edit.jpg

 

“Ya, setiap hari jalanan ini didatangi orang, kebanyakan bule. Ibaratnya, Jalan Jaksa adalah Pantai Kuta-nya Jakarta,†kata Pak Ale, seorang penjaga konter Jati (Jaksa Tourist Information). Jati merupakan semacam pusat informasi mengenai Jalan Jaksa. Jati didirikan oleh Pak Ale bersama teman-temannya sesama warga Jalan Jaksa. Selain informasi, mereka menjual merchandise dan juga menyediakan mobil travel ke sejumlah tempat wisata lainnya di luar kota seperti Anyer, Bandung, Jogjakarta, dan Bali.

 

Di sekitar Jaksa Tourist Information, terdapat sejumlah restoran. Restoran-restoran di sini memiliki menu yang didominasi makanan Barat dan bir. Kebanyakan restoran digelar di tempat terbuka dan juga menyediakan band yang memainkan musik secara langsung. Di samping itu, terdapat beberapa klab malam.  Klab malam di Jalan Jaksa tidak jauh berbeda dengan klab malam di tempat lain. Mereka menyediakan lantai dansa, bir, dan musik live.

 

Bagi yang ingin berolahraga, terdapat billiard pool di dekat gapura. Mereka juga menyediakan bir, musik live, dan tentunya meja bilyar serta perlengkapannya. Pengunjung billiard pool kebanyakan wisatawan lokal, sedangkan wisatawan asing dapat dihitung jari. Nasib lebih menyedihkan dialami tempat pemijatan relaksasi. Tempat tersebut sepi peminat, sangat kontras dengan restoran, bar, dan billiard pool.

 

Untuk penginapan, di Jalan Jaksa dapat dijumpai sejumlah hostel dan wisma. Harganya berkisar dari Rp80.000,00 sampai Rp250.000,00 per malam. Bila dirasa kemahalan, wisatawan dapat memilih kamar tidur rumah warga yang sengaja disewakan. Harganya dari Rp65.000,00 sampai Rp75.000,000. Pak Ale menuturkan, dahulu penginapan hanya ada wisma dan rumah warga, sedangkan hostel-hostel ini baru dibangun beberapa tahun belakangan ini. Tidak jauh dari konter Jita, terlihat sebuah hostel baru juga sedang dibangun. “Investornya orang Indonesia. Kebanyakan tempat di sini dimiliki orang Indonesia. Jalan ini termasuk ke dalam kawasan Visit Indonesia. Namun, pemerintah tidak banyak membantu,†lanjut Pak Ale.

 

Terkenal sejak Dulu

            Hal senada diungkapkan Pak Boy, pemilik sekaligus manajer Wisma Delima. “Berbeda dengan zaman dahulu, sekarang sudah tidak ada taste-nya. Tidak ada bantuan dari pemerintah. Dahulu ada perlombaan atau pemilihan (tempat penginapan terbaik.pen),†kata Pak Boy. Wisma Delima merupakan penginapan pionir di Jalan Jaksa. Wisma ini didirikan pada tahun 1969 oleh Pak Lawalata untuk International Youth Hostel. Lalu pada tahun 1979 mulai muncul banyak penginapan.

 

            Pada zaman kolonial Belanda, wilayah ini banyak dihuni oleh mahasiswa yang menempuh pendidikan hukum di Rechts Hogeschool Batavia (Akademi Hukum Jakarta). Akademi tersebut menghasilkan banyak jaksa. Lambat laun jalan ini dikenal dengan Jalan Jaksa. Jalan Jaksa terletak di Kecamatan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kawasan ini berjarak 1 km di selatan Monas dan sebelah barat Stasiun Gondangdia.

 

            Sejak tahun 1970-an, Jalan Jaksa memang sudah menjadi pilihan banyak wisatawan asing. Ada yang hanya berniat menjadikannya tempat transit di Jakarta, terutama oleh para backpacker. Ataupun menjadikannya tempat berkunjung di malam hari. Kebanyakan dari mereka mengetahui tempat ini dari kerabat yang pernah ke Jalan Jaksa.

 

            Sepasang muda-mudi asal Belanda, Sietse dan Sanne, mengaku memilih Jalan Jaksa karena tempat ini direkomendasikan oleh teman mereka yang tinggal di Jakarta. Selain itu, mereka juga mencari tahu mengenai Jalan Jaksa melalui buku petunjuk perjalanan. Ini merupakan kali pertama mereka ke Indonesia. Sietse dan Sanne berencana mengunjungi beberapa kota di Indonesia karena ingin menikmati suasana dan keindahan alam Indonesia. Namun, mereka menyayangkan bau sampah yang merebak di beberapa tempat dan adanya oknum yang berusaha menipu dan melecehkan mereka.

 

Peran Pemerintah

            Dari sini kita dapat melihat kurangnya peran pemerintah dalam memajukan wisata Indonesia. Jalan Jaksa memiliki potensi menjadi seperti Pantai Kuta di Pulau Bali. Menurut Pak Boy, wisatawan sangat ramai pada tahun 1980-an dan awal 1990-an, namun menurun pada tahun 1997 karena krisis moneter. Ditetapkannya Jalan Jaksa termasuk ke dalam kawasan Visit Indonesia Year tidak berpengaruh banyak apabila promosi tidak gencar dilakukan. Sejumlah narasumber acak yang saya hubungi mengaku tidak mengetahui adanya Wisata Malam Jalan Jaksa. Selain itu, fasilitas-fasilitas perlu ditingkatkan kerapihan dan kebersihannya. Dengan banyaknya wisatawan asing yang berdatangan, kita layak memberikan mereka fasilitas yang bertaraf internasional pula.

 

            Pemerintah Kota Jakarta kurang konsisten dalam mempromosikan Jalan Jaksa. Sepatutnya kita tidak menyandarkan promosi wisata pada kebaikan wisatawan untuk menceritakannya pada kerabat. Tidak juga pada kebaikan orang luar negeri mempromosikan tempat wisata Indonesia di blog milik mereka.Jaksa Fair yang berlangsung sekali setahun perlu ditingkatkan. Pak Boy berkata jumlah wisatawan asing melonjak saat diadakannya festival. Lebih lanjut, ia berharap pemerintah menerbitkan SK untuk pembaharuan kawasan Jalan Jaksa dan melindungi para wisatawan, terutama wisatawan backpacker, karena merekalah yang mengangkat tempat ini. Kita tentu tidak menginginkan Sietse dan Sanne kapok berwisata ke Jalan Jaksa.

Share this post


Link to post
Share on other sites

wwwoooiiiyyyooooo

kalo udah ngomongin jl. jaksa udah pasti selain bule2 nya disini taste music nya yaitu Reggae uuuyyeee

hahahah

yup di jl. jaksa adalah salah satu base terbesar komunitas reggae jakarta jadi disini paling banyak liat gimbal2 n lagu2 bob marley berdendang

kebetulan saya juga musisi reggae

jangan heran kalo saya suka nongkrong disini hehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

pantai kuta di tengah jakarta yang gak ada pantai nya ya mas? haha.. suasananya mungkin mirip kuta ya? banyak bule, kalo mau minum juga gampang. cewek2nya pakaiannya minim2 juga haha.. tapi kesannya jadi gimana gitu ya karna di tengah kota * no offense*

Share this post


Link to post
Share on other sites

pantai kuta di tengah jakarta yang gak ada pantai nya ya mas? haha.. suasananya mungkin mirip kuta ya? banyak bule, kalo mau minum juga gampang. cewek2nya pakaiannya minim2 juga haha.. tapi kesannya jadi gimana gitu ya karna di tengah kota * no offense*

 

saya belum pernah tuh ke sana. yang saya tau banyak bule cuma kemang doang. cewe2 di sana pada lagi cari bule kali ya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya paling hanya lewat saja, kalau di siang hari sepi banget paling cuma ada beberapa itu bule2 pada nongkrong di cafe. nah memang pas malam hari ramai banget, tapi bule2nya biasa2 saja standart tidak ada yang seganteng Edward Cullen:D

Share this post


Link to post
Share on other sites

pernah lewat sini sih, sekali doang... rame bangettttt... banyak bulenya pula... cocok nih buat yang hunting pengen jodoh bule, bisa nih datang ke sini... hehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

pantai kuta di tengah jakarta yang gak ada pantai nya ya mas? haha.. suasananya mungkin mirip kuta ya? banyak bule, kalo mau minum juga gampang. cewek2nya pakaiannya minim2 juga haha.. tapi kesannya jadi gimana gitu ya karna di tengah kota * no offense*

haha iya ini saya cuma mengutip apa yang dibilang Pak Al mas, gak tau itu emang udah anggapan orang banyak atau Pak Ale doang yang ngasih julukan itu 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Untuk sesaat tadi saya pikir pantai kuta di tengah Jakarta maksudnya ada pantai di tengah-tengah Jakarta... wkwk.. sampe sempet bingung mana ada pantai di tengah-tengah. Tapi kalau ngomongin jalan Jaksa sih emang iya, itu malem-malem rame kaya di Legian... cocok lah buat yang suka jalan-jalan malam.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Untuk sesaat tadi saya pikir pantai kuta di tengah Jakarta maksudnya ada pantai di tengah-tengah Jakarta... wkwk.. sampe sempet bingung mana ada pantai di tengah-tengah. Tapi kalau ngomongin jalan Jaksa sih emang iya, itu malem-malem rame kaya di Legian... cocok lah buat yang suka jalan-jalan malam.

 

mungkin emang lebih tepatnya Legian gan, saya cuma ngutip dari penjaga konter JATI di sana  :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Untuk sesaat tadi saya pikir pantai kuta di tengah Jakarta maksudnya ada pantai di tengah-tengah Jakarta... wkwk.. sampe sempet bingung mana ada pantai di tengah-tengah. Tapi kalau ngomongin jalan Jaksa sih emang iya, itu malem-malem rame kaya di Legian... cocok lah buat yang suka jalan-jalan malam.

sama nih saya juga mikirnya ada pantai dadakan di Jakarta hehehe...ternyata jalan Jaksa. Ini tempat nya emang rame banget tapi seperti yg pernah sy post sebelumnya, saya cuma lwt aja dan blom pernah nongkrong disini soalnya rada serem banyak orang2 nigeria nya tiap kesana huhuhu

Share this post


Link to post
Share on other sites

wehe jalan jaksa ya, ane hampir tiap hari ke jalan jaksa cuma buat makan siang .. karena deket kantor :D

emang si agak-agak mirip kuta, untuk suasanannya.

Pilihan menu makanan juga beragam, asia, eropa, sampai warteg pun tersedia :lol:

banyak cafe-cafe juga, dan waktu itu sempat menemukan tulisan di salah satu bar yang peduli akan air bersih dan konsumsi. Masang spanduk tulisannya begini ...

 

"SAVE WATER, DRINK BEER"

:tercengang

 

wajarlah yah..mbule semua kebanyakan :mellow:

Share this post


Link to post
Share on other sites

pernah lewat sini sih, sekali doang... rame bangettttt... banyak bulenya pula... cocok nih buat yang hunting pengen jodoh bule, bisa nih datang ke sini... hehehe

 

rata2 bule bokek :bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this