albertorazzi

Ulu Watu – Bali (Monyet, monyet, monyet)

8 posts in this topic

Udah pada pernah ke Bali kan travelers??

Saya mau cerita dikit pengalaman ke tempat ini, tempat monyet2 berkumpul, yaaa…. Ulu watu namanya….

uluwatu+1.jpg

Salah satu objek wisata di bali ini memang cukup unik, karena selain pemandangan luas laut yang kita bisa lihat dari atas bukit yang tinggi, juga terdapat keunikan lainnya, yaitu tempat hidup para monyet2 yang bisa dibilang cukup usil :)

480928_460724833971355_1284727537_n.jpg

Masuk di pintu utama kita akan membayar retribusi, saya lupa berapa. G mahal2 amat koq, dan kemudian kita disuruh memakai kain berwaran ungu…

setelah itu bisa deh kita langsung masuk ke objek wisatanya

261876_460724750638030_586447311_n.jpg487041_460724783971360_1330791072_n.jpg

Banyak kejadian2 lucu yang dialami para pengunjug dsini, tak terkecuali saya dan rombongan :D

Dari mengajari monyet merokok, rebutan topi dan kacamata sampai monyet yang menjadi maling sandal. Hahahahaha…….

525895_460724883971350_1661244706_n.jpg

Travelers yang udah pada pernah kesini, mana ceritanya??? Poto2 narsisnya juga dipost donk :)

Pasti banyak nih pengalaman2 unik dsini..

Trims udah baca, semoga bermanfaat dan terhibur :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Waktu saya masih SMA kelas 1, saya pernah ke Uluwatu... tempatnya di pinggir jurang gitu kan.. katanya sich kalau masih pagi-pagi, kita bisa lihat penyu ada di laut. Monyet-monyet juga emang banyak di sana, jadi katanya harus hati-hati jangan sampai barang kecurian sama si monkey... hohoho.

Share this post


Link to post
Share on other sites

katanya sich kalau masih pagi-pagi, kita bisa lihat penyu ada di laut. Monyet-monyet juga emang banyak di sana, jadi katanya harus hati-hati jangan sampai barang kecurian sama si monkey... hohoho.

wah saya baru tau kalo pagi2 ada penyu dilaut.. next time deh kalo ke bali lagi :) :)

emang suka jahil monyet2 disini, saya aja juga pernah hampir dimaling sandalnya.. wah, gawat memang, mereka sih awalnya pura2 gak peduli, habis saya ngelewatin mereka, eehhhh malah sandal saya ditarik2 dari belakang....

cerdik memang nih monyetnya hehehe :lol: :lol:

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah asyik ni, bisa interaksi sama monyet-monyet. Udah tergolong jinak kan ya..

Lucu banget liatnya..

Terakhir interaksi sama monyet pas masih kecil, waktu ke kebun binatang :lol:

Itu juga di balik kerangkeng, nggak sebebas ini

Share this post


Link to post
Share on other sites

ulu watu....salah satu tujuan wisata di bali....isinya monyet doang yah ??

apakah ada satwa yang lain juga...mohon infonya..belum pernah kesana sih....

lokasinya cukup jauh gak dari pusat kota bang ??

Share this post


Link to post
Share on other sites

Sy pernah kesana jg…wkt itu krn sepatu yg sy pakai kurang nyaman akhirnya sy beli sandal yg ada bling blingnya… nah lg asyik asyiknya ngeliat pemandangan tau tau sandal yg sy pake direbut sm tuch monyet digigitin gt… sy biarkan saja akhirnya pemandu srh anak kecil ambil terus sy ksh tips 10 rb ..

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalau ga salah disini teman saya kacamatanya diambil deh he2. terus sudah lah ilang.

monyet tinggal bawa aja ke jurang, bawahnya langsung laut....

perhatian aja yg pake kacamata, harap dilepas

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By Rudi Nemob
      Pulau Bali merupakan pulau yang terkenal di dunia karena kekayaan dan eksotisme alam maupun budaya yang membuat banyak orang ingin berkunjung. Pulau ini terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok dengan dikelilingi oleh beberapa pulau kecil seperti Pulau Nusa Ceningan, Pulau Nusa Lambongan, dan Pulau Nusa Penida. Dikarenakan mayoritas penduduknya yang adalah beragama Hindu, orang-orang mengenal pulau ini dengan sebutan Pulau Dewata.
      Begitu banyak club dan tempat wisata yang terdapat di Pulau Bali. Karena banyaknya tempat wisata dan club, Bali dijadikan sebagai pusat hiburan di Dunia. Salah satu club yang terkenal di Pulau Bali adalah Omnia Bali Day Club.

      Omnia Bali Day Club adalah sebuah day club yang di sponsori oleh Grup Hakkasan yang berpusat di Las Vegas. Di resmikan pada awal Februari 2018 , Omnia Bali Day Club merupakan day club dengan konsep pantai pertama di dunia yang berada di Bali. Dengan menggunakan konsep rancangan WOHA Singapore dan New York’s Rockwell, day club yang dibangun di atas tebing kapur Uluwatu ini menjadi incaran pertama turis saat memijakkan kaki di Pulau Bali.
      Terdapat banyak fasilitas penunjang yang akan membuat kamu nyaman dan ingin menetap lama di club ini. Salah satunya dengan bersantai di ruangan-ruangan yang telah disediakan oleh Omnia Bali Day Club. Kamu juga dapat menyewa ruangan untuk mengadakan acara seperti Birthday, Anniversary, dan Gathering di day club ini.

       
      Daya Tarik Omnia Bali Day Club
      Omnia Bali Day Club ini memiliki berbagai macam daya tarik yang membuat kamu penasaran jika tidak mampir. Dengan konsep terbuka dan menyajikan pemandangan laut yang indah membuat day club ini selalu ramai dikunjungi apalagi pada saat weekend dan libur nasional.
      Sun bed yang tersedia di area kolam renang disiapkan bagi pengunjung yang ingin rebahan sambil memanjakan mata untuk menikmati indahnya sunset di Bali. Setelah matahari terbenam, wisatawan pun akan disuguhkan sebuah pemandangan kubus perak berkilauan yang disebut Cube Bar. Lounge Kasual juga turut dihadirkan untuk dapat chit chat dengan keluarga, pasangan ataupun rekan kerja.

      Di samping lounge pun, terdapat Restoran Sake no Hana yang merupakan restoran bernuansa Jepang modern. Restoran ini mengusung konsep restoran elegan yang dilengkapi dengan pemandangan Samudera Hindia yang dapat diliat langsung dari pinggir restoran.
      Selain itu, bungalow ekslusif yang di lengkapi dengan private pool dan Cabanas VIP hadir untuk menawarkan fasilitas mewah dan elok yang sangat cocok bagi kalian untuk mengambil foto yang instagrammable dengan konsep kekinian. Tempat ini pun bisa dijadikan tempat untuk hunting foto oleh fotografer karena selain banyaknya spot foto keren, posisi day club ini terlihat seperti mengambang di pinggir Pantai Uluwatu.
      Letak dan Peta Lokasi

      Lokasi day club ini berada di ujung barat daya Bukit Peninsula, tepatnya di Jl. Belimbing Sari, Banjar Tambiyak, Desa Pecatu, Uluwatu, Bali 80364, Indonesia. Bagi pengunjung yang berasal dari luar Pulau Bali, kamu perlu menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai untuk sampai ke day club ini.
      Selain dari Bandara Internasional Ngurah Rai, kamu dapat mencapai lokasi ini selama 15 menit dari Teluk Jimbaran dekat Pura Uluwatu. Jika kalian belum pernah kesini atau merupakan pendatang baru di Bali, kalian dapat membuka aplikasi navigasi petunjuk jalan seperti Google Maps atau Waze. Peta lokasi telah tercantum dibawah ini.
      PETA LOKASI

       
      Kamu juga dapat bertanya ke penduduk di sekitar Desa Pecantu karena mereka pasti tahu di mana letak pasti lokasi tempat ini dan tenang saja, penduduk Bali yang sangat ramah akan dengan senang hati menunjukkan jalan yang benar ke kamu.
      Sebelum sampai ke tempat ini, kamu juga dapat terlebih dahulu mampir ke beberapa tempat wisata yang berada di dekat lokasi Omnia Bali Day Club seperti Pantai Jimbaran, Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, dan Pantai Tegal Wangi.
      Harga Tiket Masuk dan Menu Makanan
      Omnia Bali Day Club mulai beroperasi dari jam 11.00-19.00 setiap harinya. Tetapi jangan khawatir jika kalian ingin menyantap hidangan di Restoran Sake no Hana, restoran ini akan tetap buka hingga jam 23.00. Namun, harga menu makanan dan minuman yang tersedia pun terbilang cukup mahal, minuman Mojito dan Cocktails diberi harga Rp.170.000/gelas, begitu pula dengan kisaran harga makanan Rp.300.000 untuk 2 orang.

      * Harga sewaktu- waktu bisa berubah

      Untuk harga tiket normal dibanderol Rp.200.000 dan untuk Week End harga mulai Rp. 300.000. Jika kamu ingin datang di special occasion, pada saat ada acara dan bintang tamu, harga tiket akan melonjak naik di kisaran Rp.675.000 hingga Rp. 1.250.000 dan kalian harus melakukan pemesanan dengan sistem booking yang dapat dilihat di website omniaclubs.com. Jika kamu beruntung, kamu dapat mengikuti party yang diadakan dengan penampilan beberapa DJ hits yang paling diminati oleh pengunjung saat ini.
      Hotel Terdekat Omnia Bali Day Club
      Bagi turis lokal maupun mancanegara, kamu dapat menginap di salah satu hotel ataupun Villa yang terdapat di sekitar Omnia Bali Day Club. Terdapat beberapa hotel dan Villa yang sangat cocok digunakan untuk beristirahat dengan konsep dan pemandangan yang menarik mata seperti:
      Hideway Villas Bali
      Alila Villas Uluwatu
      Ungasan Cliff Resort
      Karma Kandara
      Banyan Tree Ungasan
      Harga hotel atau Villa ini pun beragam. Bagi kamu yang berlibur membawa keluarga atau sedang dalam group trip, kamu dapat menyewa Villa yang memiliki beberapa kamar di dalamnya dengan kisaran harga lebih dari Rp.5.000.000. Tetapi, untuk kamu yang berlibur sendiri atau pasangan dengan jumlah orang 1-2 orang, lebih disarankan untuk menyewa hotel dengan harga sekitar Rp.350.000.
      Cara Terbaik Menuju Lokasi
      Untuk menuju ke Omnia Bali Day Club, kalian akan lebih dimudahkan jika berkendara menggunakan mobil pribadi atau sewa mobil apalagi bagi kamu yang berlibur bersama keluarga dan sedang dalam group trip. Taksi konvensional ataupun taksi online tidak dapat menjangkau lokasi ini karena akses yang terbatas. Sangat disarankan pula untuk menyewa mobil sopir di bali bagi kamu yang belum handal dalam membawa mobil karena banyaknya jalanan yang menikung tajam.
      Selain itu, Omnia Bali Day Club tidak menyediakan jasa valet parkir. Kamu harus memarkirkan mobil sendiri dan sangat besar kemungkinannya untuk tidak mendapat parkiran apalagi di weekend dan libur nasional karena lahan parkir yang terbatas. Jika kamu termasuk ke dalam pengemudi wanita yang masih baru dan takut untuk memarkirkan mobil sendiri, akan lebih baik jika sewa mobil dan sopir.
       
       
      source : https://nemob.id/id/story/page/Review-Omnia-Bali-Day-Club-Lokasi-Fasilitas-Harga-Masuk-dan-Daya-Tarik?id=606e3813-1d60-4931-b6cc-24bb6731d478
    • By Maryam
      Hi semua, sebelumnya saya mo blg thank you sama @deffa yang udah bisa bikin saya log in lagi disini
      sesuai judulnya, saya mau minta tolong nih, info soal ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Udah baca2 forum tentunya, nge Google juga, Youtube apalagi. tapi yah masih ada pertanyaan spesifik...kali aja ada yang bisa share  tolong di bantu ya para sensei.
      1. Suami ngebet banget pengen ke Penida (gegara Youtuber Cody Buffinton) dan kalau liat video2 di Youtube, jarak 4 destinasi utama (Broken Beach, Angel's Billabong, Crystal Bay dan Kelingking B ga jauh2 amat yah? jadi saya pikir mau rental scooter aja) kebetulan saya lg di US and ga punya SIM Indonesia, saya baru mo apply SIM sini (karena selalu takut nyetir lol  tapi belum tentu lulus nih...aduuuh) suami ada SIM dan mungkin mo apply SIM international, tapi saya raguin dia buat bawa scooter deh (ngeri soalnya udah lama ga scooter-ran) so alternatifnya ya saya aja (pengennya dan hobi juga lol) yang nyetirnyahh tapi masih kudu apply SIM kali aja di tolak mentah2 sama abang2 rentalnya ...ummm so apakah sim wajib punya klo kita mau rental scooter? kayanya ga bakal ada polisi lalin deh melihat kondisi 4 destinasi tersebut  bukan mksd ga mau tertib,,tapi kita stay di Indonesia hanya 2 bulan, untuk apply SIM bakal rempong kayanya....ada yg bisa share soal ini?

      2. sebaiknya kita ke Lembongan atau Penida dulu? misal ke Penida dulu...sarana transportasi yg ada apa yah menuju Lembongan nya? jam berapa kira2nya dan bisa di arrange in advance ga? kira2 ongkosnya berapa? 
      3.  share pengalaman nya dong di tempat2 berikut: Ubud monkey forest, Uluwatu Temple, Tanah Lot, mungkin Tegallalang rice terrace, art market. kalau ada tempat lain yg recommended boleh juga ya di share  (planning stay nya 10 hari saja)
      apa aja yg kira2 bisa ngebantu, detail or cuma sekilas2 juga gpp. Pertama kali ke Bali nihand kita bukan backpacker sejati haha ok gitu dulu deh ya..thank you :)
       
       
    • By Gulali56
      Jadi ceritanya saya ke Bali dapet promo Traveloka discount 100rb utk pesawat domestik. Gara2 gagal mulu dpt tiket murah di tahun ini, akhirnya saya memutuskan solo traveling domestic aja sekalian cari jodoh #eh..
      Rata-rata orang Indonesia ke Bali itu se-rombongan jadi bisa share cost sewa kendaraan atau kalau pergi sendiri or berdua pun pastilah sewa motor, moda transportasi termurah dan tercepat.
      Nah apa jadinya kalau ke Bali sendiri aja, mau ketempat jauh-jauh kemahalan utk sewa mobil, plus gak bisa nyetir motor kayak saya.
      Walaupun Blue bird taxi, Grab/Uber dan Gojek sudah masuk Bali, ternyata mrk itu hanya bisa beroperasi di wilayah tertentu saja (mostly seputaran Kuta-Legian-Seminyak). Dan yang pasti di Ubud dilarang.
      Padahal saya tiap kali ke Bali , kudu wajib ke Bebek Bengil cabang Ubud.  Khan pusing tuh.
      Setelah browsing kanan kiri , justru dari Traveloka juga lah ketemu alternatif bus hop on hop off di Bali. YAY..
      Namanya Kura Kura Bus. Perusahaan bus ini masih tergolong baru di Bali, baru 5 tahunan, sehingga gak banyak yang tau. 
      Jangkauan area bus nya masih sekitar yang umum2 must-to-do spot di Bali . 

      Untuk harga tiket nya cukup ekonomis one way rata-rata dibandrol Rp 20ribu kecuali ke Ubud Rp 80rb.
      Selain itu juga ada day pass nya. Untuk 1 hari (Rp 100.000), 3hari (Rp 150,000) dan 7 hari (Rp 250,000) . 
      Berhubung saya butuhnya ke Ubud, jadilah saya ambil day pass 3 hari, biar ekonomis. Beli via website nya jadi Rp 135,000.
       
      Saya menginap di Seminyak Square hotel yang terletak persis disamping Seminyak Village yang juga merupakan halte stop 2 jalur Kura Kura Bus line 3 dan 4.
      Karena saya ceritanya mau makan siang di Bebek Bengil, saya ambil keberangkatan dari DFS (terminal pusat) yang jam 11 pagi.
      Ambil line 4 dari Seminyak Village yang jam 09.56 AM. Karena bus pertama , bus nya on time.
      Sampai di DFS jam 10.40-an liat-liat T-galeria Mall dulu sekalian numpang ngadem dan ke wc.

      Bis line 5 ke Ubud , teng brgkt jam 11  dari DFS.
      Halte stop: Alaya Ubud Resort
      Terletak persis disamping resto Bebek Bengil.



      Saya tiba di Bebek Bengil jam 12.45.
      Kelar makan siang dan leyeh2 dulu di bale-bale resto ngilangin pegel2,  baru deh saya menanti bus berikutnya utk ke Puri Lukisan Museum jam 14.20
      Halte stop : Puri Lukisan Museum 
      Halte ini cocok utk yang mau ke Museum Blanco, Bukit Campuhan ataupun ke Babi Guling Bu Oka.
      Berhubung saya blm pernah ke Bukit Campuhan, jadilah saya kemari. Jalan pelan2 ke Museum Blanco dulu biar matahari gak terlalu terik.
      Apa daya krn saya gak tertarik masuk ke Museum Blanco, akhirnya saya jam 3 sore nanjak ke Bukit Campuhan , matahari berasa ada 3 biji alias masih panas pol.

      sisi bagusnya jam segini masih sepi, sisi gak bagusnya saking panasnya saya sendiri ampe ogah berhenti2 buat foto.

      Terus terang saya gak tll impress sama bukit Campuhan ini, saya malah langsung fokus ke Cafe dan Spa Karsa yang merupakan resto dan spa kecil samping pematang sawah setelah melewati Bukit gak penting ini. Sori to say ye.. Mungkin krn ga ada yg motoin, dan saya bukan tipe yg niat2 amat selfie kalo kepanasan . Terus ngapain kemari ye..

      Setelah menghabiskan satu kelapa dan foto2 di sawahnya sampai mati gaya krn matahari mulai terbenam saya pun memutuskan balik ke halte bus utk mengejar bus terakhir jam 18.55.
      Kesimpulan dari trekking dadakan ini, 2km uphill itu ditempuh +/- sejam tp pas pulang bisa +/- 30menitan..
      Karena takut ketinggalan bus, saya udh nongkrong dari sejam seblmnya di cafe seberang halte sambil ngopi2 dan numpang ke wc.

      Basically jam 18.55 itu udh gelap bgt sampai takut ketinggalan bus karena  gak keliatan.  Untungnya saya udh reserved via web, jadi nya supir bus nya sih udh tau bakal ada penumpang yg nungguin, scr saya cuma satu2nya penumpang mlm itu.

      Jam 08.30 malam akhirnya sampai juga di terminal DFS.
      Karena sudah gak kuat bermacet2 di area Seminyak, saya sambung naik gojek ke hotel. Tp nasib dapet tukang ojek org jawa alias nyasar2 muluk jd scr waktu gak beda jauh dgn misalnya saya pake Kura kura bus.. kesel... 
      Kelebihan Kura Kura Bus:
      + cukup ekonomis utk area  yang gak bisa dijangkau oleh kendaraan online.
      + bis ber-AC, ada free wi-fi dari telkomsel dan ada colokan listrik buat nge-charge selama mati gaya di bis.
      + memiliki aplikasi dan website informatif dengan pilihan bhs yang beragam dari Indonesia, Inggris, Jepang, Rusia, Korea, China
      + CS memiliki bhs inggris dan jepang yang cukup memadai .
       
      Kekurangan:
      - memakan waktu yang sangat lama apabila harus pindah line. Contoh dari seminyak village mau ke Ubud, dari  line 4 harus ke DFS utk pindah ke Line 5. Total perjalanan jadi 3jam misal dibandingkan dgn naik kendaraan direct ke tujuan yang hanya 1-1.5jam.
      - halte bis ke-2,dst biasanya hanya palang di pinggir jalan dan tidak ada tempat parkir sehingga bis tidak bisa menunggu lama
       - belum menjangkau area2 di utara Bali, ataupun area Canggu yang mulai jadi tujuan wajib turis
      - interval bis utk Ubud line 2 jam sekali, sehingga kurang flexible 
      - Aplikasi utk memonitor bis sangat tergantung gps bis maupun provider yang kadang angot2an..
       
      Kesimpulannya bis ini lumayan oke utk solo traveler yang mau ke area Nusa Dua, Jimbaran maupun Ubud.
      Sedangkan kalau tinggal /explore di area Legian-kuta-Seminyak,  lebih murah dan cepat naik ojek online saja.
       
      Kura Kura Bus
      http://kura2bus.com/
      Interval bus:
      a. Line 1 : every 90 minutes, 10 rounds per day
      b. Line 2 : every 90 minutes, 9 rounds per day
      c. Line 3 : every 20 minutes, 38 rounds per day
      d. Line 4 : every 45 minutes, 17 rounds per day
      e. Line 5 : every 2 hours, 5 rounds per day
       
       
       
       
    • By Mukhlas Al Abrar
      Wisata Bandung - Kota Bandung memang menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Dari mulai wisata alam, wisata kuliner, wisata belanja, wisata budaya semua ada di sini. Udaranya yang sejuk, serta lengkapnya fasilitas yang disediakan menjadi alasan wisatawan selalu berkunjung ke Bandung. Selain itu setiap tahunnya Bandung selalu menyuguhkan objek wisata yang baru yang mampu memikat hati para wisatawan untuk datang berkunjung lagi ke kota bandung.   Apabila kamu berlibur ke Bandung, berikut 8 tempat wisata baru di Bandung dan sekitarnya yang wajib dikunjungi      1. Farmhouse Lembang 
      Pakaian dan Nuansa Ala Eropa Klasik di Farmhouse Lembang, Bandung   Berkonsepkan suasana ala Eropa, Farmhouse menjadi objek wisata baru di Bandung yang wajib dikunjungi. Beralamat di jalan Raya Lembang 108, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata ini selalu ramai di kunjungi wisatawan dalam maupun luar kota, terutama saat libur weekend. Disini kamu akan menemukan nuansa kental Eropa klasik, seperti peternakan ala Eropa, Desa Kurcaci dan masih banyak lagi. Pastikan kamera kamu selalu siap, karena setiap sudutnya bisa dijadikan objek foto yang keren.   Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap seperti Mushola, Cafe hingga Toko Souvenir ada disini.
      Harga Tiket  : Rp.20.000 Lokasi          : Lihat Disini 
        2. Dusun Bambu 
      Naik Perahu di Dusun Bambu Cisarua, Bandung   Bagi kamu yang ingin rekreasi keluarga, Dusun Bambu adalah tempatnya. Beralamat di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata baru di Bandung ini mengusung konsep Back to Nature. Disini kamu bisa merasakan suasana liburan ala Desa nan Modern. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan disini seperti bersepeda, naik perahu kayu, atau sekedar bersantai bersama keluarga sambil menikmati sejuknya udara pergunungan Lembang.
      Fasilitas yang disediakan disini pun cukup lengkap. Bagi kamu yang ingin menginap, disini juga disediakan villa unik dengan konsep Cottage.
      Harga Tiket  : Rp.15.000 Lokasi          : Lihat Disini 3. Kampung Gajah Wonderland
      Rekreasi Wisata Alam Kampung Gajah Wonderland Bandung   Kampung Gajah Wonderland merupakan tempat wisata baru di Bandung. Berlamat di Jalan Sersan Bajukari KM 3.8, Cihideung, Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Di sini kamu bisa berwisata kuliner dan berwisata belanja. Selain itu tempat ini juga memiliki banyak wahana permainan, seperti ATV, Side Car, Tubby, Bumperboat, dan masih banyak lagi. Bagi kamu yang ingin ingin bermain aktivitas air, disini juga ada Waterboom. 
      Harga Tiket  : Rp.10.000 - 20.000 Lokasi          : Lihat Disini
        4. Sendang Geulis Kahuripan
      Berenang di Sendang Geulis Kahuripan Cikalong Wetan, Bandung   Sendang Geulis Kahuripan merupakan Objek wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Ganjarsari, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata yang dikenal dengan nama telaga Cikahuripan Padalarang ini merupakan sumber mata air alami. 

      Airnya sangat jernih dan bersih, saking jernihnya kita bisa berfoto selfie di dalam airnya. Tak heran tempat ini begitu fenomenal di kalangan para anak muda kekinian. Fasiltas yang disediakan pun cukup lengkap seperti warung, tempat bilas dan saung tempat bersantai.
      Harga Tiket  : Rp.10.000 Lokasi          : Lihat Disini 5. Sangyang Heuleut
      Bersantai Menikmati Keindahan Sanghyang Heuleut Cipatat, Bandung   Sanghyang Heuleut merupakan objek wisata alam baru di Bandung. Tempat ini sedang hits bagi kalangan traveller. Terletak di Kecamatan Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini merupakan sebuah danau kecil yang dikelilingi bebatuan yang berbukit. Disini kamu bisa berenang, bersantai di tepi danau atau bahkan berkemah bersama teman. Fasilitas disini memang masih sangat minim. Namun panorama alamnya sangat indah.    Harga Tiket : Gratis Lokasi : Lihat Disini   6. Curug Bubrug 
      Bersantai Sembari menikamati indahnya Curug Bubrug Parompong, Bandung   Curug ini merupakan wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Kertawangi, Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Objek wisata satu ini masih sangat terjaga keasriannya.  Sejuknya udara serta indahnya panorama alam Curug Bugbrug mampu membuat kamu betah berlama - lama di Curug tersebut.  Selain itu kamu bisa menyaksikan air terjun yang jatuh dari atas ke bawah membentuk sebuah kolam sedalam 3 meter. Tapi sangat disayangkan, kamu tidak bisa berenang di kolam tersebut, karena terdapat pusaran air di dalam kolamnya.   Tapi kamu tak usah kecewa, disini kamu dapat bersantai menikmati sepiring indomie dari atas saung sembari menikmati keindahan panorama alam Curug Bugbrug yang akan memanjakan mata kamu. .     Harga Tiket  : Rp.7.500 Lokasi          : Lihat Disini   7. Stone Garden
      Pemandangan Stone Garden Cipatat, Bandung   Stone Garden merupakan tempat wisata baru di Bandung yang selanjutnya wajib dikunjungi. Terletak di kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dari atas ketinggian 900 Mdpl kamu dapat menyaksikan hamparan hijau pepohonan yang sangat indah. Puncak bukit ini sendiri mempunyai taman batu. Taman ini menjadi incaran bagi para pengunjung yang ingin berfoto selfie.   Harga Tiket  : Rp.5000 Lokasi          : Lihat Disini  8. Tebing Keraton 
      Keindahan Panorama Alam Tebing Keraton Bandung   Bagi kalangan traveller tebing ini mungkin tempat yang wajib di kunjungi. Tebing keraton merupakan objek wisata alam yang baru dan cukup populer di Bandung. Berada di atas Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dari atas ketinggian kamu bisa menyaksikan pemandangan yang sangat indah, tampak keindahan kota Bandung begitu jelas dari atas ketinggian Tebing. Pastikan kamera kamu selalu siap karena tempat ini sangat cocok dijadikan objek foto dengan latar belakang pemandangan kota dan hamparan pepohonan nan hijau.   Harga Tiket  : Rp.11.000 Lokasi          : Lihat Disini  

      Baca Juga :8 objek wisata di lombok yang terkenal dan wajib dikunjungi

      Demikian ulasan seputar tempat wisata baru di Bandung.
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh. 
    • By Susanto Hendra
      Pulau Bali, telah menjadi tempat tujuan wisata favorit, baik di Indonesia maupun di dunia. Pulau ini memiliki banyak objek wisata pantai yang selalu ramai dikunjungi para turis. Diantaranya yang sudah dikenal luas adalah Pantai Kuta dan Pantai Sanur.
      Melengkapi kenyamanan para turis, berdekatan dengan lokasi-lokasi wisata, banyak berdiri hotel-hotel mewah, misalnya boutique hotel di Sanur.
      Keindahan alam pantai dan pegunungan di Bali memang tiada duanya. Selain kesegaran yang masih terjaga, segala akomodasi yang tersedia di sekitar objek wisata bisa dikatakan cukup lengkap.
      Namun objek wisata pantai di Bali adalah tempat tujuan wisata yang sering dikunjungi para wisatawan asing. Pantai Kuta dan Pantai Sanur adalah kedua pantai yang sering dikunjungi saat musim liburan.

      Untuk Pantai Kuta, pantai ini memiliki ombak yang bagus untuk berolahraga surfing (selancar). Para peselancar pemula juga bisa melakukan kegiatan itu di pantai ini. Selain berselancar, para turis juga bisa berjemur di pantai ini.
      Pantai yang indah ini juga menyediakan berbagai tempat rekreasi atau hiburan, seperti restoran, bar, pertokoan, hingga pedagang kaki lima di sepanjang pantai. Di pantai ini, para pengunjung bisa menikmati keindahan matahari terbenam.
      Sementara itu, Pantai Sanur berada di sebelah timur dari Kota Denpasar yang merupakan ibukota Bali. Sanur menjadi bagian dari Kotamadya Denpasar. Karakteristik pantai ini berbeda dengan Pantai Kuta dimana pantai ini memiliki ombak yang cukup tenang, tidak bisa untuk surfing (berselancar). Namun bukan berarti kawasan Sanur tidak memiliki tempat menarik. Dekat dengan Pantai Sanur terdapat lokasi wisata selam dan snorkeling. Para penyelam dengan semua tingkat keahlian dapat mendatangi lokasi ini.
      Selain berjalan-jalan di Pantai Sanur, Anda juga bisa menikmati keindahan matahari terbit. Oleh karena itu, pantai ini dikenal sebagai Sunrise beach (pantai Matahari terbit). Sepanjang pantai ini merupakan tempat yang cocok untuk menyaksikan terbitnya Sang Surya.
      Anda tak perlu duduk di pasir pantai untuk menikmatinya karena telah berdiri pondok-pondok mungil yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk. Atau Anda juga bisa menyaksikannya di kamar hotel tempat Anda menginap, misalnya kamar-kamar boutique hotel Sanur.
      Ombak pantai yang relatif tenang cocok sebagai tempat rekreasi pantai anak-anak. Mereka bisa bermain pasir atau bermain air di pantai dalam pengawasan orang tua.
      Keberadaan pohon-pohon semakin menambah keindahan pantai. Para pengunjung bisa duduk-duduk sambil menikmati makanan ringan yang banyak dijajakan pedagang kaki lima.
      Selain hotel-hotel, berdekatan dengan pantai banyak berdiri tempat-tempat penunjang wisata, seperti restoran atau kafe-kafe kecil hingga art shop. Anda ingin berolahraga jogging di Sanur? Bisa. Anda tak perlu melakukan jogging di atas pasir pantai karena di sepanjang garis pantai telah dibangun semacam area pejalan kaki.
      Jalur ini membentang ke arah selatan melewati pantai Shindu, pantai Karang hingga Semawang. Dengan demikian, para turis atau warga lokal bisa menikmati pemandangan pantai sambil berolahraga.
      Bila Anda kebetulan akan berlibur ke Sanur maka Anda perlu memilih hotel yang bisa mengakomodasi segala kebutuhan Anda selama berlibur dan tentu saja, membuat Anda bisa menyaksikan matahari terbit.
      Ada banyak hotel, khususnya boutique hotel di Sanur dan tentu saja ini mungkin akan membingungkan Anda. Hotel berikut ini bisa Anda pertimbangkan sebagai tempat beristirahat Anda di kawasan Sanur.
       
      Maison Aurelia, Boutique Hotel Sanur
      Sebuah boutique hotel Sanur yang menampilkan kamar-kamar trendi, dilengkapi dengan TV layar datar dan AC. Para tamu bisa menikmati secangkir teh sambil duduk di balkon yang menyajikan pemandangan kota atau kolam renang. Hotel ini berada di Jalan Danau Tamblingan, 80228 Sanur, Indonesia dan hanya berjarak sekitar 12 km dari Maison Aurelia Sanur, Bali. Hotel ini juga relatif dekat dengan objek wisata Pantai Matahari Terbit, hanya berjarak sekitar 2,7 km dan berjarak 6 km menuju Pulau Penyu Serangan.

      Hotel ini juga hanya berjarak sekitar 600 meter dari Pantai Sanur. Fasilitas-fasilitas yang tersedia antara lain pusat kebugaran, spa dan pusat kesehatan, kolam renang outdoor, hingga akses Wi-Fi gratis.
      Para tamu juga bisa menikmati berbagai hidangan menarik di restoran atau berjalan-jalan ke berbagai kafe, restoran, dan toko-toko yang trendi. Para tamu juga bisa mengakses Beach Club. Anda ingin tahu lebih lanjut? Berkunjunglah ke sini.
      Dengan segala fasilitas yang tersedia maka Anda tak perlu ragu memilih boutique hotel Sanur ini sebagai tempat peristirahatan Anda selama berlibur di Sanur.