Sign in to follow this  
Haikal

Taman Nasional Nani Wartabone

4 posts in this topic

Jalan2ers pernah mendengar Nani Wartabone? Ia adalah satu pahlawan nasional yang berasal dari Gorontalo. Sosok ini dikenal sebagai pejuang yang gigih memperjuangkan kemerdekaan daerah dan Tanah Air pada zaman pendudukan Jepang dan Belanda. Untuk mengenang jasa-jasanya, nama Nani Wartabone diabadikan menjadi nama salah satu taman nasional di Sulawesi.

 

ob-mei-7-nani-wartabone-1.jpg

Taman Nasional Nani Wartabone (sumber foto: http://www.wisatamelayu.com/id/images/obyek/ob-mei-7-nani-wartabone-1.jpg)

 

Sebenarnya, taman nasional tersebut awalnya bernama Taman Nasional Dumoga Bone. Taman nasional yang kini disebut Taman Nasional Bogani Nani Wartabone atau Taman Nasional Nani Wartabone ini berlokasi di antara Kabupaten Bolaang Mangondow dan Semenanjung Minahasa. Bila Jalan2ers datang dari Manado, dibutuhkan waktu sekitar 8 jam perjalanan untuk mencapainya.

 

Taman Nasional Nani Wartabone merupakan salah satu taman nasional yang cukup luas. Diresmikan pada awal 1990-an, taman nasional ini memiliki luas hampir tiga ribu kilometer persegi. Taman nasional ini juga dikenal memiliki ratusan spesies flora dan fauna, termasuk jenis satwa dan tumbuhan Indonesia yang langka. Di dalamnya terdapat sekitar 24 jenis mamalia, 11 jenis reptilia, 125 jenis burung, 38 jenis kupu-kupu, 19 jenis ikan, dan berbagai jenis amfibi. Sementara itu, satwa yang menjadi ciri khas Taman Nasional Nani Wartabone di antaranya maleo, babirusa, anoa, tarsius, monyet hitam, musang sulawesi, dan tangkusi. Selain satwa langka, di taman nasional ini banyak terdapat tumbuhan cempaka, kenanga, agathis, anggrek, dan sebagainya. Tumbuhan yang termasuk langka di Indonesia juga terdapat di Taman Nasional Nani Wartabone, diantarnya adalah kayu hitam, kayu besi, dan bunga bangkai.

 

Taman nasional ini berada pada ketinggian sekitar 50 sampai 2.000 kaki di atas permukaan laut. Topografinya memang bervariasi. Area taman nasional yang sebagian berada di dataran tinggi ini tidak lepas dari pengaruh sejumlah gunung yang berlokasi di Nani Wartabone. Di antaranya adalah Gunung Ali, Gunung Damar, Gunung Padang, Gunung Gambuta, dan Gunung Kabila.

Daya tarik Taman Nasional Nani Wartabone tidak hanya mengenai flora dan dan faunanya saja. Di dalam taman nasional ini juga terdapat sejumlah lokasi yang bisa dijadikan tempat berwisata bersama teman dan keluarga saat liburan tiba. Sebagian taman nasional dimanfaatkan sebagai perkemahan, wisata air terjun, danau, sumber air panas, dan lintas alam.

 

Selain kaya akan flora dan fauna endemik, sejumlah daerah di Sulawesi kaya akan sumber daya mineral. Salah satu potensinya adalah tambang emas. Potensi emas ditemukan di sejumlah kabupaten di Sulawesi Tenggara seperti Kolaka, Bombana, dan Konawe Selatan. Di Gorontalo pun terdapat sejumlah tambang emas. Di antaranya terdapat di hulu Sungai Tonom, Kabupaten Bolaang Mangondow, Sulawesi Utara. Banyak lubang galian emas ditemukan di lokasi tersebut.

 

Hal ini juga memengaruhi keberadaan Taman Nasional Nani Wartabone mengingat sebagian aktivitas, tambang emas diadakan di Bolaang Mangodow. Bahkan sempat terdengar kabar tentang rencana alih fungsi Taman Nasional Nani Wartabone menjadi area pertambangan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

 

Tentu saja sejumlah pihak memprotes kebijakan ini. Jika alih fungsi taman nasional terjadi, dikhawatirkan keberlangsungan keanakeragaman hayati akan terancam. Di sini lain, masyarakat akan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih mengingat sejumlah sumber air berada di kawasan taman nasional. Belum lagi kandungan merkuri yang sering digunakan para pekerja tambang untuk  mendapatkan emas. Zat ini tidak hanya menimbulkan polusi lingkungan, yaitu air dan tanah saja, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan manusia di sekitar lingkungan. Polemik ini terjadi karena masyarakat setempat menginginkan kesejahteraan dari tambang emas. Namun, di sisi lain, akan tidak adil jika harus  mengorbankan flora dan fauna langka serta lingkungan hidup di sekitarnya.

 

referensi:

www.kompas.com

www.dephut.go.id

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalau saya tahu tentang Taman Nasional ini Satwa burung yang menjadi maskot taman nasional adalah maleo (Macrocephalon maleo), dan kelelewar bone (Bonea bidens) merupakan satwa endemik taman nasional

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalau saya tahu tentang Taman Nasional ini Satwa burung yang menjadi maskot taman nasional adalah maleo (Macrocephalon maleo), dan kelelewar bone (Bonea bidens) merupakan satwa endemik taman nasional

 

bener banget. di sini bisa nonton telur maleo menetas, terus si anaknya ngejar2 induknya

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah keliatannya taman yang indah, tapi sayang gambarnya ngga ada, jadi ngga punya referensi pemandangan di sekitar Taman Nasional Nani Wartabone.

 Btw Watabone ini ikut wilayah Sulawesi utara kah?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Ahmad Andi Affandi
      Dear teman teman

      Saya ada rencana untuk Trip ke Togean 4D3N rencana Jumat tgl 30 Maret - Senin 2 April 2018 (Belum Fix).  Alasan pemilihan waktu tersebut krn kondisi musim yg sdh memungkinkan utk island hopping setelah berkomunikasi dengan operator trip lokal di Ampana

      Kegiatan trip ini sifatnya private trip paket menggunakan operator lokal yg biayanya tergantung dari jumlah peserta yg ada. Minimal peserta utk private trip 6 orang lebih dari itu biaya akan menurun.


       
      Untuk trip ini ada 2 alternatif yaitu melalui Gorontalo-Ampana atau Ampana-Ampana untuk ke Taman Nasional Togeannya.

      Estimasi Biaya Trip 2Jt diluar Biaya Tiket, Estimasi biaya keseluruhan 4-4.5Jt

      Biaya Include Trip menyusul


       
      Detail Itinerary sbb:

      ITINERARY GORONTALO+TOGEAN 4D3N


       
      Hari 1: Trip Gorontalo

      Pertemuan dan Perkenalan di Bandara Gorontalo
      Trip Benteng Otanaha
      Makan Siang
      Trip Hiu Paus (WhaleShark) atau Pantai Olele*
      Ke Pelabuhan Fery
      Persiapan Berangkat ke Wakai
      Makan Malam di Kapal Fery
      Hari 2: Meet The Stingless Jellyfish  

      Tiba di Wakai
      Transfer Boat Trip. Menuju Pulau Bolilanga
      Check Inn Pulau Bolilanga Resort
      Sarapan, Kopi/Teh
      Berenang/Snorkeling Pulau Bolilanga
      Makan Siang
      Trip Snorkeling Danau Ubur-Ubur (Jellyfish)
      Trip Pantai Karina
      Sunset Program
      Makan Malam
      Hiburan dan Acara Bebas
      Hari 3: Snorkeling Day Dan Trip Pulau Papan

      Sarapan
      Trip Snorkeling California Reef
      Trip Snorkeling Atol Pulau Angkaiyo
      Makan Siang di Pantai Sera
      Trip Snorkeling Reef Lima
      Trip Pulau Papan
      Makan Malam
      Acara Bebas
      Hari 4: Trip Pulau Kabalutan – Kota Tujuan

      Sarapan dan Check Out
      Trip Seratus Pulau Kabalutan
      Makan Siang
      Menuju Ampana
      Kembali Ke Kota Tujua

       
      ITINERARY TOGEAN 4D3N

      Hari 1: Meet The Stingless Jellyfish

      Jemput Hotel atau Bandara Tanjung Api Ampana
      Transfer ke Pelabuhan Ampana
      Tiba di Wakai
      Makan Siang
      Explore Snorkeling House Reef
      Makan Malam
      Free Program
      Hari 2: Meet The Jellyfish Dan Trip Kabalutan (B/L/D)

      Sarapan
      Trip Snorkeling Pantai Karina
      Trip Snorkeling Danau Ubur-Ubur (Jellyfish)
      Makan Siang
      Trip Kampung Bajo Pulau Kabalutan
      Makan Malam
      Free Program
      Hari 3: Snorkeling Day Dan Trip Pulau Papan

      Sarapan
      Snorkeling California Reef
      Snorkeling Atol Pulau Angkaiyo
      Makan siang di Pantai Sera
      Snorkeling Reef Lima
      Sightseeing Pulau Papan
      Foto-foto di Pantai Lestari
      Menikmati Sunset di Perjalanan
      Makan Malam
      Free Program
      Hari 4: Togean – Ampana – Kota Tujuan

      Sarapan
      Check Out
      Menuju Wakai
      Transfer ke Publik Speedboat
      Tiba di Ampana
      Antar Hotel atau ke Bandara Tanjung Api
      Trip selesai

       
      Untuk sementara ini apabila teman teman berminat untuk bergabung atau sekedar bertanya boleh kontak saya.



      Terima Kasih
      Andy

      WA ; 08111-698889
    • By jajaq
      Beberapa tahun lalu, saat saya masih dinas di Manado, saya sempat mengunjungi tempat ini.
      Walau tujuannya bukan untuk jalan-jalan, namun desa Werdhi Agung sungguh menarik untuk ditengok. Tak hanya menengok kultur yang masih kental, namun juga menggali sejarah dan asal usul dari adanya kampung Bali ini.   Tulisan ini saya copy dari blog saya http://jejalanjajan.com/jejalan/ada-kampung-bali-di-ujung-sulawesi/ ------------------------------------------------------------------------------------------------------   Alunan rekaman gamelan Bali yang keluar dari sound system terdengar di belakang rumah salah satu warga Werdhi Agung ketika rombongan kami baru turun dari mobil Kijang kapsul milik kantor. Di halaman belakang itu, warga desa sedang berkumpul memandikan jenazah kemudian berdoa dipimpin Pedande. Saya bersama rombongan dari kantor mengunjungi Werdhi Agung karena salah satu kerabat rekan kantor saya meninggal. Eits jangan kira desa ini berada di pulau Dewata, tempat ini berada di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sekitar hampir 5 jam perjalanan dari kota Manado. Yap, ada kampung Bali di ujung Sulawesi.   Pedande   Desa ini dihuni transmigran dari Bali setelah gunung Agung meletus tahun 1963. Terpisah jauh dari pulau Dewata tak membuat warga melupakan asal usulnya, begitu memasuki Werdhi Agung nuansa arsitektur Bali masih kental terasa, lengkap dengan bangunan di persimpangan jalan. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani, tak heran pasokan beras se-Sulawesi Utara kebanyakan berasal dari Bolaang Mongondow.       Pura Untuk mencapai Werdhi Agung, kita harus melewati dulu Kotamobagu lalu tanya saja warga sekitar di mana letak kampung Bali. Sebenarnya ada 1 atau 2 desa lagi yang berisi warga keturunan Bali, namun saya lupa namanya, letaknya cukup jauh dari Werdhi Agung dan jalannya tidak terlalu bagus.    
      Sembahyang  
      Warga  
      Iringan Jenazah  
         
      Sesajen
    • By chrizz_msweb
      Bunaken adalah taman laut pertama di Indonesia, keindahan bawah lautnya terkenal sampai
      manca negara. Saya telah membuktikannya sendiri, selama freediving beberapa kali di
      Indonesia, yang terbaik menurut saya adalah di Bunaken.
      Sayang keindahan Indonesia ini tampaknya lebih banyak dinikmati orang asing daripada
      orang Indonesia sendiri. Terutama sejak Cina membuka penerbangan langsung ke Menado.
      Sepanjang saya di sana, hanya satu rombongan turis lokal yang saya temui. Sisanya adalah
      orang asing. Maklum kegiatan yang menarik di Bunaken adalah diving, bahkan snorkeling 
      seperti dianggap kegiatan nomor dua di sini. Mungkin olahraga diving masih terlalu mahal
      untuk ukuran kantong orang2 Indonesia.

      Karena tujuan utama saya adalah untuk freediving, susah susah gampang di Bunaken. Kapal
      dari operator diving hanya mau mengantarkan turis yang diving. Seperti nebeng turis lain
      yang diving ceritanya. Saat saya sedikit memaksa, mereka mengatakan mau mengantarkan
      tapi tetap dengan tarif diving.  Rugi, saya membawa perlengkapan seperti snorkel dan fin
      sendiri,  juga tidak memerlukan BCD atau regulator seperti orang diving.

      Tidak kehabisan akal, saya mencari penduduk lokal di warung yang bisa menyewakan kapal
      unuk snorkeling. Tak lupa juga mengajak turis lokal lain (satu-satunya rombongan turis
      lokal yang satu hotel dengan kami) untuk patungan. Mereka juga tidak diving, tentu saja
      mereka lebih senang dengan kapal penduduk lokal ini daripada kapal dari diving operator
      yang harganya gila gila an bila tidak dibarengi turis yang diving. Lumayan, kami
      mendapatkan harga 500 ribu untuk 5 orang. Tentu saja kapal nya kalah jauh dengan kapal
      dari diving operator, tapi inilah yang lebih pas di kantong.
      Banyak sekali spot yang menarik untuk snorkeling atau diving di bunaken. Keunggulan
      utamanya adalah jenis terumbu karang yang berbentuk wall. Di tempat lain jarang saya
      menemukan wall sebagus di Bunaken. Yang terbaik menurut saya adalah spot bernama Cela 
      Cela. Disebut Cela Cela karena banyak terdapat lubang atau celah di kumpulan terumbu
      karang,  di celah ini saya menemukan Lion Fish. Agak susah mengambil gambar nya,  saya
      harus sedikit masuk ke celah tersebut, dan harus berhati-hati juga jangan sampai terkena
      Lion Fish tersebut. Lion Fish memiliki racun di duri nya yang indah.
      Spot lain yang saya rekomendasikan adalah Lekuan. Di sini banyak terdapat penyu. Mereka
      suka bersarang di celah terumbu karang yang berbentuk wall. Guide kita menunjukkan ada
      penyu sedang tidur di sarangnya. Mungkin ini pengalaman sekali seumur hidup memotret
      penyu di sarang nya yang alami, biasa saya melihat penyu di perarian saja. 
      Di spot yang dangkal, lebih banyak ikan berwarna-warni. Salah satu yang menarik adalah
      Trumpet Fish berwarna kuning. Tidak setiap tempat bisa menjumpai Trumpet Fish. Tidak
      seperti Nemo (Clown Fish) yang bisa dijumpai di hampir semua tempat yang banyak Anemon
      nya.

      Sayang tidak terdapat ikan besar di Bunaken. Tidak ada Manta atau Whale Shark seperti di
      Lombok atau Kalimantan. Memang di Bunaken lebih terkenal dengan sususan terumbu karang
      nya. Namun yang menarik difoto bukan cuma ikan, banyak juga jenis tanaman yang menarik.
      Selain ikan, penyu, dan tanaman,  yang menarik difoto tentu saja turis lain yang sedang
      diving. Di Bunaken banyak orang belajar diving atau sekedar Fun Diving. Fun Diving
      adalah diving ditarik oelh instruktur, tidak perlu sertifikat, namun di kedalaman
      maksimal sekitar 6 meter.  Fun Diving inilah yang paling gampang difoto. Ingat bahwa
      semakin dalam maka cahaya matahari makin sedikit dan warna makin cenderung kebiru-
      biruan.
      Tidak banyak saya melihat turis yang freediving seperti saya. Freediving adalah kegiatan
      diving tanpa menggunakan tabung oksigen. Hanya mengandalkan fin, masker, dan kekuatan
      tahan nafas. Cara ini lebih praktis untuk saya, tidak perlu pusing memikirkan tetek
      bengek seperti safety stop, decompression time, license, dan lain lain. Dan tentunya,
      lebih bersahabat di kantong. Di kedalaman sekitar 6 meter saya menemukan kerang.
      Apa yang bisa kita nikmati di Bunaken selain pemandangan bawah laut nya ?  Jujur, tidak
      banyak. Hampir tidak ada apa-apa di sini. Bila tidak ada rencana basah-basahan, tidak
      disarankan untuk ke Bunaken. Beruntung saya mendapatkan foto sunset yang lumayan.
       
      Foto Lengkapnya : http://chrizz-photography.blogspot.co.id/2017/08/freediving-di-bunaken.html
       
       
       



    • By Endar
      Hai semua...

      Saya ada rencana ke Luwuk  31Des - 2 Jan, adakah yang bisa ditanya-tanya tentang Luwuk?
      Terima kasih,
      Salam,
      Endar
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Wakatobi adalah sebuah kepulauan yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara. Wakatobi akhir-akhir ini seringkali menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang membuat banyak pengunjung datang menyambangi destinasi wisata ini.
      Kabupaten Wakatobi adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ibukota kabupaten ini terletak di Wangi-Wangi, dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 29 tahun 2003.
      Wakatobi menyangkut keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang yang menjadi salah satu konservasi hayati tertinggi di Indonesia.
      Nah, apakah kamu penasaran dan ingin segera menyambangi Wakatobi? Pada kesempatan kali ini kita akan membahasnya dalam destinasi wisata di Wakatobi yang dapat kamu sambangi pada liburan selanjutnya berikut ini.
       
      1. Molii Sahatu


      Molii Sahatu via Metro TV News
       
      Untuk mengawali perjalanan wisatamu selama berada di Wakatobi, kamu dapat mencoba untuk menyambangi Molii Sahatu ini. Disebut Molii Sahatu, berasal dari kata Molii dalam bahasa daerah setempat berarti  mata air, sedang Sahatu berarti seratus. 
      Pantai ini dianggap sebagai pantai dengan seratus mata air oleh warga Wangi-Wangi. Pantai ini berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Wangi-Wangi.
      Di dasar pantai ini terdapat seratus mata air sehingga hal tersebutlah yang menyebabkan pantai ini disebut dengan Molii Sahatu. Meskipun keluar dari dasar laut, tetapi tetap saja pantai ini tawar.
      Pantai ini menawarkan pemandangan berupa pasir putih yang terhampar dengan indah serta air laut yang berwarna biru jernih. Di tempat ini juga terdapat beberapa tumbuhan seperti tanaman kelapa (Scaevola sp).
      Tempat ini seringkali dijadikan sebagai salah satu tempat untuk mencuci pakaian oleh warga lokal, tetapi kamu tidak perlu khawatir karena kebersihan dari tempat ini masih tetap terjaga dengan baik.
      Para pengunjung seringkali menyambangi tempat ini untuk menyaksikan peristiwa matahari terbenam yang indah di tempat ini.
      Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Wakatobi kamu dapat memulainya dengan menyambangi Molii Sahatu ini.
       
      2. Taman Laut Nasional Wakatobi


      Taman Laut Nasional Wakatobi via Tekooo
       
      Menyambangi Wakatobi belum lengkap rasanya jika kamu belum menyempatkan waktu dan menyambangi Taman Laut Nasional Wakatobi yang satu ini.
      Taman laut nasional Wakatobi ini adalah salah satu spot menyelam yang cantik di Indonesia selain Raja Ampat dan Bunaken. Keindahan dan kekayaan alam Wakatobi sudah terkenal melegenda di dunia setelah Ekspedisi Wallacea dari Inggris pada tahun 1995. Nah, kamu dapat menikmati keindahan bawah laut yang indah di Wakatobi ini.
      Taman laut nasional ini ditetapkan pada tahun 2002, dengan total area mencapai sekitar 1,39 juta hektar. Kedalaman taman nasional ini bervariasi dan bagian terdalam mencapai 1.044 meter di bawah permukaan laut.
      Di taman ini terdapat panorama keindahan alam bawah laut Wakatobi yang memiliki 25 gugusan terumbu karang. Gugusan terumbu karang yang dijumpai mencapai sekitar 112 jenis dari 13 famili yang terletak pada 25 titik di sepanjang 600 kilometer garis pantai.
      Taman laut nasional Wakatobi ini memiliki hampir seratus spesies ikan yang berwarna warni. Selain itu, raja udang erasia dan beberapa jenis penyu juga sering bertelur di pantai ini.
      Berbagai jenis burung laut yang bertengger di karang seperti: angsa-batu coklat dan cerek melayu terbang ke laut untuk berburu ikan.
      Karena keunggulan itulah, tidak mengherankan jika Wakatobi menjadi favorit bagi para pengunjung untuk melakukan berbagai kegiatan seru. Kegiatan seru tersebut seperti snorkeling, memancing dan juga diving.
      Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Wakatobi kamu dapat melanjutkannya dengan menyambangi Taman Laut Nasional Wakatobi ini.
       
      3. Pantai Sousu


      Pantai Sousu via Travel Wakatobi
       
      Selanjutnya, inilah dia destinasi wisata di Wakatobi yang dapat kamu sambangi. Destinasi wisata ini adalah Pantai Sousu.
      Pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang indah serta biru laut yang jernih dan menenangkan. Dari pantai ini, kamu dapat menyaksikan pemandangan Pulau Matahora.
      Beberapa aktivitas yang dapat kamu nikmati selama berada di tempat ini adalah snorkeling, diving, berenang untuk menikmati panorama bawah laut yang indah.
      Pantai ini terletak di Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat ibukota. Untuk dapat menuju ke pantai ini, kamu dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
      Untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Wakatobi, jangan lupa sempatkan waktu untuk menyambangi pantai yang satu ini. Pantai ini akan menawarkan pemandangan indah yang akan membuatmu semakin betah berlama-lama berada di Wakatobi.
       
      4. Benteng Keraton Liya Togo


      Benteng Keraton Liya Togo via Kabali Indonesia
       
      Selanjutnya, inilah dia salah satu destinasi wisata di Wakatobi yang tentunya sayang untuk kamu lewatkan. Wakatobi memiliki sejumlah primadona destinasi wisata yang tentunya dapat kamu sambangi. Bahkan, destinasi wisata tersebut tidak melulu tentang wisata bahari.
      Inilah dia Benteng Keraton Liya Togo, salah satu destinasi wisata di Wakatobi yang dapat kamu sambangi untuk melengkapi perjalanan wisatamu di Wakatobi.
      Tempat ini merupakan salah satu tempat wisata sejarah atau cagar budaya di Wakatobi. Benteng ini juga merupakan salah satu benteng terbaik dari 120 benteng yang dimiliki oleh Kesultanan Buton. Lokasi Benteng Liya Togo ini berada di Desa Liya Raya, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
      Benteng ini adalah salah satu bukti kebesaran Kesultanan Buton yang terletak di kawasan Wakatobi. Benteng ini terletak di kawasan berbukit, dengan kondisi yang mengelilingi bukit.
      Kompleks inti dari benteng ini sendiri berada di posisi tertinggi. Kompleks benteng ini memiliki bentuk gerbang khas Buton, atau dalam bahasa Lawa disebut juga dengan Lawa. Di tempat ini juga terdapat arsitektur baruga.
      Selain itu, di sisi barat tempat ini terdapat Masjid Mubarak. Sementara itu, pada sisi timur terdapat Baruga atau Balairung.
      Yang terkenal di sini adalah Makam Talo-Talo. Talo-Talo adalah seorang pemuda yang memiliki kesaktian mandraguna. Beliau juga terkenal dengan sebutan Malan Sahibu yang berarti memiliki watak pribadi yang keras serta bila berperang akan berperang sampai titik darah penghabisan.
      Ketika muda, beliau sering berlatih meloncat di Baliura. Batu ini dipercaya sebagai inti atau asal usul Desa Liya Togo. Karena keahliannya meloncat ini, maka pada Kesultanan Buton mengirim beliau untuk menyelesaikan konflik di Batara Muna.
      Batara adalah konsep negara bagian di jaman pemerintahan Sultan Buton. Talo-talo menyelinap dengan melompati benteng Muna dan berhasil membunuh Raja Muna saat itu. Sebagai hadiah, Talo-talo diberikan daerah Liya Togo sebagai daerah kekuasaannya. Hingga sekarang beliaupun dimakamkan di komplek dalam benteng Liya Togo.
      Selain itu, ada legenda lain di balik Baliura. Konon, bila ada yang dapat menyentuh batu ini maka akan memiliki kesempatan untuk datang kembali ke Wakatobi.
      Untuk itu, ketika menyambangi benteng ini, jangan lupa menyempatkan diri untuk memegang batu Baliura tersebut. Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Wakatobi jangan lupa sempatkan diri untuk menyambangi tempat ini.
       
      5. Pulau Onemobaa Tomia


      Pulau Onemobaa Tomia via Trip Advisor
       
      Wakatobi memang terkenal dengan wisata baharinya yang tergolong cantik dan tentunya sayang untuk kamu lewatkan. Nah, salah satunya adalah Pulau Onemobaa Tomia yang satu ini.
      Di sini, kamu dapat merasakan seperti apa serunya menyelam dengan kelas dunia yang didukung oleh rumah karang. Kegiatan menyelammu akan terlindungi dengan sangat baik, nah tentunya kamu dapat sambil menikmati pemandangan bawah laut yang menakjubkan.
      Salah satu keunikan yang dapat kamu temui ketika menjelajahi pulau ini adalah kamu dapat menyaksikan para pengendara sepeda motor mengenakan helm. Namun, sayangnya helm tersebut sudah tidak memenuhi standar SNI. Tetapi, justru hal inilah yang menjadi keunikan tersendiri karena helm jenis tersebut masih sangat beredar di pulau ini.
      Setelah melewati kampung-kampung kecil di Tomia, kamu dapat menyaksikan rumah panggung dan dibagian bawah tiang utama rumahnya diganjal dengan batu.
      Pada bagian atas bukit, terdapat sebuah puncak yaitu Puncak Kahiangan yang merupakan salah satu lokasi syuting film Mirror Never Lies. Tempat ini berbentuk seperti padang savanna namun dengan dasar yang tampaknya seperti karang.
      Dari kejauhan, kamu dapat melihat Pulau Tolandona dan pulau-pulau kecil lainnya. Selain itu, banyak orang seringkali mengunjungi tempat ini untuk menyaksikan matahari terbenam. Ya, konon pemandangan matahari terbenam di pulau ini memang sangat baik.
      Di tempat ini juga terdapat Desa Usuuku. Desa Usuuku adalah desa yang lumayan ramai dengan rumah-rumah tersusun rapi. Selain menikmati sunset, kamu juga dapat menikmati sunrise ketika mengunjungi pulau ini.
       
      6. Pulau Anano Runduma


      Pulau Anano Runduma via Wakatobi Tourism
       
      Inilah dia salah satu destinasi wisata di Wakatobi yang tentunya jangan sampai kamu lewatkan. Destinasi wisata ini masih seputar wisata bahari, yaitu Pulau Anano Runduma.
      Pulau ini memberikan pengalaman unik yang tersendiri berupa wawasan. Nah, para pengunjung yang datang menyambangi tempat ini dapat menambah wawasan mereka dengan melihat pusat peneluran penyu hijau di sini.
      Bila kamu datang di waktu yang tepat, kamu akan dapat menyaksikan pemandangan berupa pelepasan anak penyu. Ya, kamu dapat melihat anak penyu dilepas di pulau ini. Menyenangkan sekali, bukan?
      Anak-anak penyu yang sudah berukuran agak besar akan dilepas ke laut sehingga hal ini tentu menjadi kesempatan terbaik untuk melihat destinasi wisata cantik di Wakatobi ini.
      Di tempat ini kamu juga dapat menjajaki pasir putih yang cantik. Selain itu, jangan lewatkan pula kesempatan untuk melihat biru laut yang bersih dan jernih.
      Tetapi, ketika menyambangi pulau ini kamu juga harus memperhatikan waktu pasang surutnya. Ya, pastikan kamu juga memperhatikan waktu pasang surutnya agar tetap dapat merasa aman ketika menyambangi pulau ini.
      Kamu juga dapat menikmati kuliner asli Wakatobi yaitu “Parengge” ketika menyambangi pulau ini. Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu jangan lupa sempatkan diri untuk menyambangi pulau yang satu ini.
       
      7. Pulau Hoga


      Pulau Hoga via Indonesia Travel
       
      Selanjutnya, inilah dia salah satu destinasi wisata di Wakatobi yang layak untuk kamu masukkan ke dalam daftar destinasi wisatamu selama berada di Wakatobi itu.
      Destinasi wisata ini adalah Pulau Hoga. Bagi kamu yang menyukai kegiatan snorkeling dan diving, kamu dapat mencoba untuk menyambangi Pulau Hoga ini.
      Pulau Hoga menyajikan pemandangan berupa hamparan pasir putih yang indah. Selain itu, kamu juga dapat melihat biru laut yang jernih dan tentunya dapat membuatmu semakin betah ketika menyambangi pulau cantik bernama Hoga yang satu ini.
      Sebenarnya, cukup dengan snorkeling saja kamu sudah bisa melihat keindahan dunia bawah laut yang ada di Wakatobi karena memang air lautnya begitu bening. Kamu tidak perlu untuk menyelam terlalu dalam karena matamu sanggup menangkap kehidupan laut di dalamnya. Sejumlah koral juga akan membuat kita terpesona selama ber-snorkeling.
      Tetapi, bagi kamu yang menyukai kegiatan menyelam alias diving, maka kamu dapat mencoba untuk mendapatkan pengalaman menyelam yang menarik selama kamu berada di Pulau Hoga ini.
      Keuntungan dari menyelam adalah kamu dapat melihat lebih dekat dan jelas mengenai kehidupan di bawah laut. Hal ini tentu akan membuatmu mendapatkan sebuah pengalaman yang unik dan menyenangkan ketika berada di Pulau Hoga yang satu ini.
      Nah, ketika menyambangi pulau ini, jangan lupa untuk membawa kamera yang underwater dan tahan untuk digunakan di bawah air. Hal ini akan dapat membuatmu dapat mengabadikan kegiatan menyelammu selama kamu berada di bawah laut Pulau Hoga ini.
      Untuk mengetahui spot snorkeling maupun diving, jika kamu merasa kebingungan, kamu dapat mencoba bertanya kepada warga lokal. Biasanya, warga lokal akan dengan serta merta membantumu agar kamu dapat menyambangi berbagai spot snorkeling dan diving selama berada di pulau ini.
      Pulau Hoga sendiri adalah pulau yang tidak begitu besar dan berada di dekat Kaledupa. Ya, untuk membuat perjalanan wisatamu menjadi semakin berkesan selama berada di Wakatobi, kamu dapat mencoba melengkapinya dengan menyambangi pulau yang satu ini.
       
      8. Desa Suku Bajo


      Desa Suku Bajo via Mongabay
       
      Mengunjungi Wakatobi, belum lengkap rasanya jika kamu belum menyambangi Desa Suku Bajo. Desa Suku Bajo ini adalah sebuah desa yang didirikan di atas laut, bukannya di atas daratan atau pulau.
      Ya, hal inilah yang membuat desa ini menjadi unik dan berbeda daripada desa lainnya. Penduduk di sana dulunya tidak punya tempat tinggal tetap dan selalu nomaden karena tinggal di perahu. Namun, sekarang akhirnya mereka dapat mendirikan rumah.
      Suku Bajo tidak bisa dipisahkan dari laut dan ikan. Itulah sebabnya, karamba atau tempat memelihara ikan menjadi pemandangan yang sudah biasa terlihat di tempat ini.
      Keramba apung ini dimaksudkan untuk mengantisipasi hasil panen ikan jika laut sedang bergelora, sehingga nelayan Bajo tak bisa melaut. Sebagai gantinya mereka mengandalkan ikan dari keramba untuk memenuhi kehidupan sehari-hari atau dijual ke pasar.
      Perjalananmu menyambangi Wakatobi tentu akan semakin sempurna setelah kamu melihat bagaimana lestarinya Suku Bajo ini.
       
      Nah, inilah dia pembahasan mengenai destinasi wisata di Wakatobi yang dapat kamu sambangi pada liburan selanjutnya. Wakatobi memang terkenal dengan wisata baharinya yang mampu menjadi magnet wisata dan membuat banyak wisatawan datang berkunjung ke tempat ini.
      Namun, Wakatobi juga menyimpan nilai wisata lain seperti sejarah dan budaya yang mampu membuat para pengunjung berlomba-lomba untuk menyambangi destinasi wisata yang satu ini. Semoga artikel ini mampu menginspirasimu untuk menyambangi Wakatobi.
      Happy traveling!
    • By Tarmizi Arl
      Pulau Sulawesi atau biasa dikenal juga dengan sebutan Celebes, merupakan salah satu dari lima pulau besar Indonesia. Pulau yang memiliki bentukan unik ini terkenal dengan kehidupan baharinya, bahkan mereka dengan bangga mentakbirkan diri sebagai keturunan dari para pelaut ulung.
      Sulawesi juga kaya akan pesona alam, hasil bumi, dan budaya yang beragam. Keterkaitan semuanya menghasilkan kearifan lokal yang unik dan menarik. Kekhasan itulah yang akhirnya membuat banyak wisatawan datang ke pulau ini.
      Tak kalah khasnya dengan kekayaan alam dan budaya, penghujung haripun memberikan kesan yang unik pula. Di setiap sisi pulau nampaknya selalu saja menghadirkan pengalaman yang indah bagi pecinta sunset. Pesona cahaya senja dari Bumi Sulawesi tersebut menjadi atraksi yang menarik untuk disaksikan oleh para pelancong, seperti beberapa spot pilihan yang akan diulas berikut ini
       
      1. Bunaken Tak Hanya Taman Lautnya ! Nikmati Senjanya, Maka Hidup Serasa di Surga

      Bicara tentang wisata di Manado, maka yang terpintas dari sebagian besar kita pasti tentang Bunaken. Taman Laut yang terkenal karena keindahan bawah lautnya tersebut memang sudah mendunia. Taman Laut atau Taman Nasional Bunaken sendiri terdiri dari beberapa gugusan pulau yaitu Pulau Bunaken, Pulau Mentehage, Pulau Nani, Pulau Siladen, dan Pulau Manado Tua. Pulau Manado Tua sendiri berada di sisi ter-Barat dari Taman Nasional Bunaken yang artinya akan memberikan latar siluet ketika kita berada di sisi pulau lainnya seperti dari Pulau Bunaken.
      Menjadikan indah jika memandang sunset berhadapan dengan Pulau Manado Tua ialah karena di pulau ini terdapat gunung setinggi 655 mdpl. Gunung tersebut ialah gunung berapi. Namun jangan disangka jika gunung apinya berada di atas permukaan laut yang nampak, karena justru gunung apinya berada di bawah laut dengan kedalaman sekitar 50 meter. Dengan kata lain, dataran sesungguhnya dari pulau ini berada di bawah permukaan laut.
      Terlepas dari semua fenomena alam yang mencengangkan tersebut, fenomena secara visual juga menjadi daya pikat ketika senja tiba. Dari Pulau Bunaken, ketika kita memandang ke ufuk Barat maka mentari seolah bersiap bersembunyi dibalik gunung di Pulau Manado Tua tersebut. Semburat jingga khas senja juga nampak menambah dramatisasi alami yang dihadirkan, ditambah lagi cahaya dari pantulan air laut juga menambah pesona Bunaken Kala Senja.
       
      2. Benteng Otanaha Gorontalo, Sejarah dan Senja yang Kaya Cerita

      Jika kalian berkesempatan mengunjungi Provinsi Gorontalo, maka jangan sampai melewatkan menyambangi benteng bernama Otanaha. Benteng yang berada di atas bukit tersebut menjadi salah satu objek wisata andalan dari Gorontalo terkhusus penduduk Kota Gorontalonya sendiri.
      Benteng peninggalan Portugis yang dibangun tahun 1522 tersebut memiliki cerita sejarahnya sendiri dengan berbagai versi. Hal ini karena memang belum ada hasil penelitian yang pasti akan kisah sejarahnya. Namun begitu, keberadaan benteng dapat dipastikan sebagai bentuk pertahanan kerajaan Gorontalo yang artinya juga bentuk kegagahan kerajaan pada masanya.
      Terlepas dari cerita yang melatari keberadaan benteng, kekayaan visual yang dimiliki kawasan benteng juga tak kalah menariknya. Memang waktu terbaik untuk datang ke Benteng yang berada tidak jauh dari Danau Limboto tersebut ialah saat sore hari. Hal ini tidak lain karena suasana senja yang indah. Karena berada di atas bukit, tentu pemandangan sunset menjadi sangat leluasa di lihat mata, apalagi bangunan tua benteng dapat menjadi siluet yang akan memperkaya hasil foto kalian.
      Apabila tertarik untuk datang ke Benteng Otonaha, kalian bisa langsung menuju Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, sekitar 30 menit berkendara dari Pusat kota Gorontalo. Sebelum masuk dan naik ke Benteng, kalian harus membayar tiket seharga Rp 5 ribu saja. Siapkan juga fisik kalian karena harus mendaki tangga sebanyak 351 anak tangga dengan kemiringan sekitar 60 derajat.
       
      3. Lupakan Derita yang Ada ! Karena Kepualaun Togean Hanya Menyediakan Ruang Bahagia

      Kepulauan Togean di Provinsi Sulawesi Tengah merupakan Taman Nasional. Pulau utamanya ialah Pulau Togean dan ulau Batudaka yang berposisi berdampingan. Kepulauan yang masuk wilayah Teluk Tomini ini memiliki sejuta keindahan bahari, bahkan sering disebut sebagai raja ampatnya Sulawesi.
      Pesona yang dimiliki Kepulauan Togean memang tak sekedar diucapan saja, karena keindahannya mampu menyentuh setiap indera. Kekayaan terumbu karang dan biota laut yang dimiliki tercatat sebagai salah satu ekosistem terumbu karang penting dari ‘coral triangle’ yang meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Jepang, dan Australia.
      Keindahan bawah laut Kepulauan Togean juga berbanding lurus dengan keindahan alam sekitarnya. Panorama yang dihadirkan akan membuat siapa saja melupakan kepenatan dan langsung merasakan kebahagian. Apalagi saat sore tiba, memandang ufuk barat dari salah satu pulau yang ada, akan memberikan gambaran dahsyat akan keanggunan alam. Dari setiap pulau, akan menghadirkan kesan yang berbeda-beda pula.
      Untuk datang ke Kepulauan Togean, pelancong harus menempuh jarak 375 km atau sekitar 10 jam dari Kota Palu. Rutenya ialah dari Palu menuju Ampana baik dengan kendaraan pribadi, travel, atau bisa juga menggunakan Bus umum. Kemudian barulah melanjutkan perjalanan dengan Kapal atau Fery yang tersedia setiap hari Senin, Rabu, Sabtu (kapal) dan Senin, Kamis, Minggu (ferry) pukul 10 pagi. Pelayaran ini berlangsung sekitar 4-5 jam.
       
      4. Jangan Palingkan Mata dari Ufuk Barat Pantai Lakeba Kala Senja

      Mendengar kata Pantai Lakeba mungkin sebagian besar kita belum mengetahuinya, tapi jika disebut Kota Bau Bau apalagi Pulau Buton, pasti sebagian besar tahu. Pulau yang terkenal dengan produksi aspalnya tersebut menjadi salah satu pulau wisata yang cukup populer di Sulawesi Tenggara selain Kepulauan Wakatobi.
      Pantai Lakeba sendiri berada di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau. Selain pantainya yang berpasir putih, air lautnya juga amat sangat jernih. Cukup beberapa meter dari bibir pantai, kejernihan air akan membuat ekosistem di bawah laut nampak begitu nyata. Jangan lewatkan untuk berenang atau sekedar bermain air karena tentu akan sangat menggoda melihat kejernihan airnya.
      Selain faktor keindahan alam yang sudah ada, daya tarik lain dari pantai ini ialah suasana senja dengan sunsetnya yang terkenal sangat indah. Tak salah jika banyak pelancong yang sengaja datang hanya untuk menikmati nuansa senjanya. Dari pantai ini, nampak cahaya jingga memantul dari kejernihan air.
      Terdapat pula jembatan yang menjadi spot terbaik menikmati suasana senja, baik dari atasnya maupun menjadikannya latar untuk berfoto. Jembatan inilah yang cukup populer oleh wisatawan karena akan memberikan kesan berbeda pada hasil foto.
      Selain itu, di kawasan pantai juga banyak restoran dan cafe sehingga membuat pengunjung semakin nyaman. Jika tidak ingin menikmati langsung semburat cahaya dari atas pasir pantai, bersantai di restoran juga sering dijadikan pilihan.
       
      5. Ketika Mentari Bersembunyi di Barisan Batu Karst, Siapa yang Tak Terpesona !

      Jika membahas kawasan karst terbesar di Indonesia, maka nama Maros di Sulawesi Selatan tak bisa terbantahkan lagi. Di sana terdapat gugusan pegunungan karst atau kapur yang tidak hanya luas tetapi eksotis secara visual. Seperti Rammang-Rammang berikut, salah satu lokasi perbukitan karst paling terkenal di Maros.
      Beralamat persis di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, sekitar 40 km dari ibukota provinsi di Makassar, Rammang-Rammang sudah sangat populer sebagai lokasi wisata. Di sini pegunungan karst nampak dramatis dengan kolaborasi bersama lahan pertanian dan perairan. Di lokasi tersebut juga terdapat beberapa objek wisata yaitu Hutan batu Kapur, Telaga Bidadarim Gua Bulu Barakka< Gua Telapak Tangan, Gua Pasaung, dan Sungai Pute.
      Keindahan panorama nan artistik tersebut akan semakin manis ketika sore menjelang. Nampak mentari mulai meluncur perlahan menuju balik pegunungan batu karst. Semburat cahaya terkadang melewati celah-celah antar batu sehingga memberikan kesan yang dramatis. Apalagi jika kalian pecinta fotografi, maka dijamin tak akan merasa puas karena semakin difoto maka semakin menarik saja.
      Jika ingin memiliki nuansa yang tak biasa, kalian bisa menyewa perahu dan mengarungi sungai. Melihat senja dari atas perahu tentu akan memberikan kesan berbeda.
       
      6. Pantai Losari? Mainstream Sih, Tapi Rela Datang Lagi !

      Siapa tak kenal Pantai Losari. Pantai di Kota Makassar tersebut memang sudah terkenal seantero negeri. Belum ke Makassar jika belum ke Losari, begitulah kira-kira ungkapan yang sering diucapkan.
      Pantai di pesisir Barat Makassar ini sangat populer dijadikan pilihan oleh warga kota sekaligus wisatawan untuk menghabiskan waktu sore hingga malam. Tak berlebihan memang, karena disini lah lokasi untuk melihat sunset yang sempurna menghiasi langit Makassar. Pemandangannya yang luas dan berhadapan langsung lautan menjadikan sinar mentari menjadi tak terhalang.
      Pengunjung pantai tak berpasir ini menyukai untuk sekedar duduk-duduk santai menghadap ufuk barat. Aktivitas lain yang bisa dilakukan ialah bersepeda, nongkrong di cafe atau warung tenda, hingga menyewa kapal yang akan membawa keliling kawasan sekitar.
      Daya tarik lain yang menjadikan Pantai Losari ini nampak memukau kala senja ialah Signage raksasa bertuliskan Pantai Losari. Siluet yang disajikan oleh tulisan serta latar  mentari bersinar jingga menjadikan nuansanya berbeda. Tak hanya signage bertuliskan Pantai Losari, terdapat juga signage lain bertuliskan City of Makassar dan 4 suku yang ada di Sulawesi Selatan. Terdapat juga patung-patung seperti patung kapal pinisi dan lainnya. Kesemuanya menjadikan Pantai Losari memiliki alterantif pemandangan yang beragam.
      Selepas terpukau dengan suasana senja di Pantai Losari, pengunjung juga bisa puas berwisata kuliner. Bagaimana tidak, di sepanjang jalan terdapat jejeran toko, cafe, restoran, hingga gerobak makanan. Jangan lewatkan mencicipi pisang epe dan es palu butung yang memang terkenal di Makassar. Ada banyak pilihan yang kesemuanya siap memanjakan. Mata termanjakan, Lidah pun termanjakan. Inilah yang membuat siapa saja mau lagi dan lagi untuk datang kesana meskipun tampak menjadi tujuan mainstream wisatawan.
      Jika kalian tertarik datang, bukanlah hal sulit untuk menuju Pantai Losari ini karena memang sangat strategis. Jika dari bandara, apabila hendak menggunakan angkutan umum kalian bisa langsung naik damri ke kawasan jalan Somba Opu. Dari sana cukup berjalan kaki saja menuju Pantai Losari.
    • By Meilan.Pontoh
      hai semua,
       
      Please enjoy my first topic at Forum Jalan2.
       
      Happy reading
       
      Tomohon is one of the city in North Sulawesi province of Indonesia country.
      Let us find out the Tourism objects in Tomohon:
       
      Tomohon adalah salah satu kota di Provinsi Sulawesi Utara di negara Indonesia.
      Mari lihat Obyek wisata di Tomohon:
       
      Do you love mountain and nature things? Let see these:
       
      1. Hike mount Mount Mahawu
      Located opposite direction to Mount Lokon-Empung in North Sulawesi, Indonesia, with height 1324 (4344 ft), mount Mahawu provide stunning scenery, with green Crater Lake and yellow sulfur. To start for hiking will be from Rurukan Vilage or from Kakaskasen.
      Gunung Mahawu; Terletak berlawanan arah dari Gunung Lokon-Empung, Sulawesi Utara, Indonesia, memiliki ketinggian 1.324 meter) diatas permukaan laut, memberikan pemandangan yang menakjubkan, dengan danau kawah berwarna hijau dengan kuning belerang. Awal pendakian bisa dimulai dari desa Rurukan atau dari Kakaskasen.

      photo; Mount Mahawu with its green crater lake.
       
       2. See Eco Tourism in Rural Rurukan 
      Located to east of Tomohon, to the direction for Mahawu mountain, you may find the agricultural plots managed by locals traditionally.
      Eco Tourism di Desa Rurukan: Terletak di Tomohon timur, ke lokasi gunung Mahawu lokasi agro, dengan lahan pertanian yang dikelola oleh masyarakat secara tradisional.

      photo:  The eco tourism at Rurukan village, Tomohon
       
      3. Hike Mount Lokon
      This mountain’s height is 1,580 meters above sea level. As a remarkable active volcanoes that present a panoramic mountain with a very beautiful crater.
      Important:  The status of the mountain is (SIAGA – Level 3)- (updated August 2014) so not allow to hiking for safety reason. Please consider the other mountain, Mahawu Mountain for do hiking.
      Gunung Lokon; Ketinggian gunung ini adalah 1.580 meter dari permukaan laut. Lokon sebagai gunung berapi aktif yang luar biasa yang menyajikan panorama pegunungan dengan kawah yang sangat indah. Penting: Status gunung Lokon (SIAGA- Level 3)- (data update Agustus 2014) untuk alasan keselamatan tidak diijinkan untuk pendakian. Cobalah mendaki gunung Mahawu untuk mendaki.
       
      photo:  Mount Lokon view from Kakaskasen village, Tomohon
       
       4. Enjoy for sitting and feel the atmosphere of Lake Linow
      This small lake is unique because it contains high levels of sulfur has an ever-changing color depending on the viewing angle and lighting lake.
      Lake Linow; Danau kecil ini unik karena mengandung kadar belerang tinggi memiliki warna yang selalu berubah tergantung pada sudut dimana anda melihat dan pencahayaan.
       
      photo:  The changing color lake- Linau Lake, Lahendong
       
       
      photo:  My pose on Linau Lake, Lahendong, (photo took on June 2014)
       
       
      My pose on Linau Lake, Lahendong, (photo took on June 2014)
       
      5. See Waterfalls "Tumimperas" at Pinaras village
      The waterfall is located in the village Tumimperas Pinaras South Tomohon sub district. It surrounded by beautiful natural scenery.
      Air Terjun "Tumimperas" Pinaras : Air terjun ini terletak di desa Tumimperas Pinaras Selatan Tomohon kecamatan. Dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah.
       
      photo:  The waterfall “Tumimperas†, Pinaras village, Tomohon
       
      6. See forest Tourism Lahendong (do for hot spring bath)
      The forest pines that surrounded by natural hot springs and sulfur mud mixed with natural hot spring.
      Hutan Wisata Lahendong : Hamparan hutan pinus yang dikelilingi oleh air panas alami dan lumpur belerang.
       

      photo:  The pines forest at Lahendong, Tomohon
       
      7. See Waterfalls Tapahan Telu at Tinoor 
      The unique waterfall that has three waterfalls with the same height 50 m, around the waterfall is the protected forests for black monkey habitat. It is an ideal place to test the guts for nature lovers as well as lovers of challenging sport suck as rock climbing.
      Air Terjun Tapahan Telu Tinoor : Air terjun ini memiliki air terjun yang unik yang memiliki tiga air terjun dengan ketinggian yang sama 50 m, sekitar air terjun adalah hutan lindung untuk habitat monyet hitam. Sangat cocok untuk menguji nyali untuk pecinta alam serta pecinta olahraga menantang  seperti panjat tebing.
       
      photo:  The waterfall “Tapahan Telu†, Tinoor  village, Tomohon
       
      8. See Lokon mount from Bukit Inspirasi Tomohon 
      It is located in the Village Kakaskasen III North Tomohon sub district. From the top of this hill we can see the natural beauty with majestic Mount Lokon. This place ideal also to see the beauty of the sunset.
      Inspirasi bukit Tomohon : Terletak di Kakaskasen III Tomohon Utara. Dari atas bukit ini kita dapat melihat keindahan alam dengan panorama Gunung Lokon. Tempat juga ideal untuk melihat keindahan matahari terbenam.
       
       photo:  My sister and I pose at Bukit Inspirasi, (photo took on June 2014)
       
      9. Enjoy the view from Prayer Hill Kakaskasen 
      This location is often visited by pilgrims. Located at Kakaskasen. At the top, there is a beautiful church usually use by the pilgrims.
      Bukit Doa Kakaskasen: Lokasi ini sering dikunjungi oleh para peziarah.Teletak di Kakaskasen. Di atas, terdapat gereja yang indah yang digunakan oleh para peziarah.
       
      photo:  Church at Bukit Doa, Kakaskasen, Tomohon
       
       
      Others attractive things in Tomohon, let check it out :
       
      10. Buy flowers that sell on the main road at Kakaskasen
      At Kakaskasen main road you can enjoy a variety of potted plants and cut flowers that placed in stalls and offered to visitors. These flowers are beautiful and colorful.
      Bunga-bunga yang dijual di Jalan Utama Kakaskasen: Di Jalan Utama Kakaskasen dapat dilihat berbagai tanaman pot dan bunga potong di jual kepada pengunjung. Bunga-bunga tersebut sangat indah dan beraneka warna.

      photos:  Flowers that sell on Kakaskasen main road
       
      11. Buy handicrafts made from Bamboo at Kinilow
      Moven bamboo in Kinilow: This location is on sub district Kinilow village. It is the entrance to Tomohon. Various handicrafts, traditional woven like a hat made ​​of bamboo growers, fruit basket, place the lamp on sale to visitors. Bamboo is also used as a cooking medium minahasa cuisine.
      Anyaman bambu di Kinilow : Lokasi ini di Kecamatan Tomohon Utara Desa Kinilow. Ini adalah pintu masuk ke Tomohon. Berbagai kerajinan, tenun tradisional seperti topi yang terbuat dari bambu, keranjang buah, tempat lampu dijual kepada pengunjung. Bambu juga digunakan sebagai media memasak di Minahasa.
       
      photo:  Moven Bamboo sell at Kinilow, Tomohon
       
      12. See the old church “Sion†Tomohon
      It is an old European-style architecture building as work of Dutch architecture. Based on the writing and the numbers on the bell, probably this church built on 1878 by the missionary from Dutch and the people at the time.
      Gereja tua Sion: Gereja ini adalah gereja tua dengan arsitektur bangunan bergaya Eropa sebagai karya arsitektur dari Belanda. Berdasarkan tulisan dan angka tahun pada Lonceng Gereja, kemungkinan Gereja Sion ini didirikan pada tahun 1878 oleh Penginjil Belanda dan Jemaat pada waktu itu.
       
      photo:  The Old Church “Sion Church Tomohonâ€
       
      13. See Pagoda Ekayana at Kakaskasen 
      Standing majestically on the Village Kaskasken Two, Pagoda has become one of the important icons for Tomohon. Aside from being a place of worship for Buddhists, the temple caretaker Ekayana also managed to bring together the harmony of nature and their environment very well.
      Pagoda Ekayana : Berdiri megah di Desa Kaskasken Dua, Pagoda telah menjadi salah satu ikon penting bagi Tomohon. Selain sebagai tempat ibadah bagi umat Buddha, penjaga kuil Ekayana juga berhasil menyatukan harmoni alam dan lingkungan mereka dengan sangat baik

       photo:  Pagoda Ekayana, at Kakaskasen, Tomohon
       
      14. See the houses Wooden Stage at Woloan
      The making of a traditional wooden house located in Woloan. Home using a knock-down system is designed to be removing and be rebuilding in a place desired by the buyer.
      Rumah Panggung Kayu: Pembuatan rumah kayu tradisional yang terletak di desa Woloan. Rumah yang menggunakan sistem knock-down ini dirancang untuk dibongkar pasang, dibangun kembali di tempat yang diinginkan oleh pembeli.
       
      photos:  Wooden houses that sell at Woloan, Tomohon
       
      15. See the extreme Tomohon Traditional Market (Not for animal lover :) )
      Tomohon Market is the largest traditional market in Minahasa. There sold various types of food and different types of meat including: beef, pork, dog, tree rats, bats and chickens
      Tomohon Pasar Tradisional : Tomohon pasar adalah pasar tradisional terbesar di Minahasa. Dijual berbagai jenis makanan dan jenis daging termasuk: daging sapi, babi, anjing, tikus pohon, kelelawar dan ayam.
       
       
      photo:  Rat sell in the market (photo took on June 2014)
       
      16. See Tomohon Flower Festival 
      The most interesting of tourism activities in Tomohon.
      Tomohon Flower Festival : Kegiatan pariwisata Tomohon yang paling menarik.
       
      Well those are the object tourism that I found at Tomohon, enjoy Tomohon.
      For more details for each tourism object, I will explain on my field report.
      Keep smile, be happy, full of love, and enjoy this amazing life!
       
       
      Keep Jalan2.
       
      Copyright by: http://meilanpontoh.wordpress.com