1. Jalan2

    Jalan2

  • Similar Content

    • By Sirwal San Hiksan
      Sulawesi Selatan adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Sulawesi. Makassar adalah ibu kota provinsi ini yang disebut sebagai Ujung Pandang.
      Penduduk lokal yang tinggal di Sulawesi Selatan didominasi oleh orang Bugis dan Makassar, tetapi etnis Toraja adalah suku asli dari Sulawesi Selatan. Islam adalah agama yang kebanyakan orang di Sulawesi Selatan miliki, kecuali di Toraja yang kebanyakan memiliki aluk, yang berarti "jalan". Pemerintah Indonesia telah mengakui kepercayaan animisme ini sebagai Aluk Todolo (Jalan Para Leluhur)
      Toraja masih hidup di pegunungan, berdasarkan arti nama mereka pada bahasa Bugis, "to riaja" disebut "orang-orang dari dataran tinggi". Inisiasi budaya Toraja yang populer adalah tentang upacara pemakaman menguburkan orang yang meninggal. Mereka menempatkan kematian orang-orang diukir ke tebing berbatu. Ukiran itu melambangkan orang yang mati bernama Tau-tau. Tau-tau terbuat dari kayu nangka, kayu yang kuat, kayu yang kuat, kayu yang kuat, kayu yang kuat, dan mata Tau-tau terbuat dari tulang dan tanduk kerbau.
      Di masyarakat Toraja, ritual pemakaman adalah peristiwa mahal yang diadakan untuk "selamat tinggal" orang yang meninggal. Orang yang lebih kaya dan lebih kuat, yang lebih mahal adalah pemakaman. Dalam agama Aluk, hanya bangsawan yang berhak memiliki pesta kematian yang luas yang biasanya dihadiri oleh ribuan orang dan ditahan selama berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
      Sebelum abad ke-20, suku Toraja tinggal di desa-desa otonom, di mana mereka mempraktikkan animisme dan tidak dapat disentuh dari luar masyarakat. Pada awal 1900-an, para misionaris Belanda dikonversi ke dataran tinggi Toraja ke Kristen. Setelah tahun 1970-an, Toraja dibuka untuk dunia luar dan menjadi ikon Pariwisata Indonesia.
      Oleh karena itu, tujuan wisata dari Sulawesi Selatan sebagian besar berasal dari Tanah Toraja.
      Bagaimana menuju ke sana
      Sulawesi memiliki 6 (enam) provinsi dan semua provinsi adalah penerbangan reguler yang menghubungkan berbagai kota dan kota di Indonesia. Tetapi hanya dua provinsi memiliki bandara internasional. Mereka adalah Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan dan Manado di Sulawesi Utara. Kedua bandara ini sekarang menjadi pintu gerbang ke pulau itu.
      Kuala Lumpur di Malaysia terbang dengan AirAsia 4 (empat) kali aweek. Sedangkan penerbangan internasional Manado dilayani oleh Silk Air (3 kali seminggu) dan AirAisia (juga 3 kali seminggu). Berikut detailnya
      Makassar: bandara utama di pulau itu. Ini adalah pusat dan titik distribusi penerbangan di Indonesia Timur.
      Penerbangan internasional: terbang dengan AirAsia 4 kali seminggu menghubungkan Makassar dengan Kuala Lumpur / Malaysia
      Penerbangan domestik: diterbangkan oleh berbagai maskapai penerbangan yang setiap hari menghubungkan Makassar dengan Denpasar / Bali, Jakarta, Surabaya, Jogyakarta, Bandung, Medan, Manado, Ambon, Jayapura, dll. Maskapai yang terbang ke dan dari Makassar: Garuda Indonesia, maskapai Merpati, Lion Air, Sriwijaya Air, Mandala Airlines, Celebes Air, dll
      SUMBER
    • By IVACANZA
      OPEN TRIP TOGEAN 5D4N Start Gorontalo / Ampana – Paket Wisata Trip Gabungan eksplore Taman Nasional Kepulauan Togean 5D4N, menikmati keindahan bawah laut tak terbatas, dan pulau-pulau nan cantik di sekitarnya. Destinasi ke spot-spot snorkeling dengan terumbu karang beraneka macam, berkunjung ke jembatan kayu sepanjang 1800m, dan bermain bersama ikan hiu paus. Rencanakan liburanmu ke Togean bersama kami!

       
      JADWAL TRIP
      19-23 Januari 2018 (Gorontalo) 20-24 Januari 2018 (Ampana) 16-20 Februari 2018 (Gorontalo) 17-21 Februari 2018 (Ampana) 16-20 Maret 2018 (Gorontalo) 17-21 Maret 2018 (Ampana) 27 April – 1 Mei 2018 (Gorontalo) 28 April – 2 Mei 2018 (Ampana) 11-15 Mei 2018 (Gorontalo) 10-14 Mei 2018 (Ampana) 15-19 Juni 2018 (Gorontalo) 16-20 Juni 2018 (Ampana)  
      MEETING POINT
      Bandara Gorontalo / Bandara Tanjung Api Ampana
       
      HARGA
      Start Gorontalo : Rp 2.000.000,- / Start Ampana : Rp 2.250.000,-
       
      ITINERARY
      Start Gorontalo
      Day 1 : Gorontalo – Wakai
      Berkumpul di bandara Gorontalo pukul 12:00. Makan siang di resto local sup kuning woku dan ikan belarica goring khas gorontalo biaya masing-masing. City Tour Kota Gorontalo (Situasional & Bonus), belanja camilan untuk di pulau dan makan malam untuk di kapal lanjut keberangkatan menuju Wakai dengan Kapal Ferry (estimasi waktu 10-12 jam perjalanan laut).
      Day 2 : Togean – Danau Ubur-ubur – Karina Beach
      Sekitar pukul 07.00 tiba di Wakai, dari Wakai peserta dijemput dan diantar menuju penginapan. Setelah Sarapan peserta dapat beristirahat dan bersantai di sekitar cottage/ penginapan. Setelah makan siang peserta akan diajak menuju danau ubur-ubur dan karina beach. Bermain dan mengeksplore hingga sore hari.
      Day 3 : California Reef – Reef 4 – Sera Beach – Pulau Papan
      Setelah Sarapan, Trip dilanjutkan dengan Hoping Island menuju Callifornia reef, Reef 4,dan Sera beach. Makan siang di Pantai Sera, kemudian melanjutkan trip ke Pulau Papan untuk melihat kehidupan asli masyarakat Bajo. Eksplore pulau hingga sore hari kemudian kembali ke penginapan.
      Day 4 : Snorkeling di perairan Togean – Gorontalo
      Hari terakhir di Kepulauan Togean, setelah Sarapan diajak untuk snorkeling di perairan sekitar cottage. Setelah itu peserta dipersilahkan berkemas-kemas dan bersiap-siap untuk perjalanan dari Wakai menuju Gorontalo.
      Day 5 : Gorontalo – Whaleshark Point – Pasar Tua
      Sekitar pukul 05.00 tiba di Gorontalo. Mampir untuk sarapan kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Whaleshark Point (Jika Muncul). Eksplore Whaleshark Point sampai pukul 10.00. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Pasar Tua, Pasar khas kota gorontalo ditemani penganan dan kopi khas gorontalo (personal expense). Pembelian oleh-oleh di pasar souvenir (kalo waktu cukup) kemudian menuju Bandara Gorontalo

      Start Ampana
      Day 1 : Ampana – Kadidiri – Pulau Salaka
      Peserta dijemput pukul 11 siang di Bandara Tanjung Api Ampana, setelah itu melanjutkan perjalanan ke Togean (perjalanan 1-2 jam). Cek in Penginapan, istirahat sejenak lalu dilanjutkan aktivitas snorkeling di sekitar cottage. Sore Hari trip ke Pulau Salaka untuk menikmati Sunset
      Day 2 : Karina Beach
      Setelah sarapan peserta akan meninggalkan cottage di Kadidiri untuk menginap di Fadhila Cottage / Bolilanga. Sebelum menuju ke cottage berikutnya peserta akan diajak untuk berenang bersama ubur-ubur di Pantai Karina, serta menikmati pantai yang sangat bersih. Siang hari menuju ke cottage baru, makan siang dan istirahat. Sore hari diajak snorkeling kembali ke spot sekitar cottage lalu acara bebas.
      Day 3 : California Reef – Reef 4 – Sera Beach – Pulau Papan
      Setelah Sarapan, Trip dilanjutkan dengan Hoping Island menuju Callifornia reef, Reef 4,dan Sera beach. Makan siang di Pantai Sera, kemudian melanjutkan trip ke Pulau Papan untuk melihat kehidupan asli masyarakat Bajo. Eksplore pulau hingga sore hari kemudian kembali ke penginapan.  Makan malam dan Istirahat
      Day 4 : Wakai – Ampana
      Setelah sarapan peserta persiapan check out dari penginapan dan kembali menuju Pelabuhan Wakai. Dari Wakai melanjutkan perjalanan menuju Kota Ampana, check in hotel karena tidak ada jadwal penerbangan yang sesuai dengan kapal dari Wakai ke Ampana. Acara bebas.
      Day 5 : Ampana – Airport
      Pagi hari peserta akan diantarkan menuju Bandara, Trip Berakhir.
       
      INCLUDE
      Mobil bandara – pelabuhan PP City Tour Ferry Gorontalo / Ampana – Wakai PP (bisnis class) Island hopping boat 2N cottage tepi pantai di Pulau Kadidiri (non AC, 1 kamar 2 orang, Kamar Mandi dalam) 1N di Ampana (Untuk peserta yang start ampana) Makan selama di Kepulauan Togean  Segala perizinan Guide Lokal Dokumentasi Underwater Program tour sesuai itinerary  
      EXCLUDE
      Transportasi menuju meeting point Peralatan Snorkeling (IDR 50.000/orang) Biaya optional tour (overtime / di luar itinerary yang sudah ada) Tipping Guide  
      CONTACT PERSON
      Email : info@ivacanza.co Line @ : @ivacanza Whatsapp : 081299367326
    • By Ahmad Andi Affandi
      Dear teman teman

      Saya ada rencana untuk Trip ke Togean 4D3N rencana Jumat tgl 30 Maret - Senin 2 April 2018 (Belum Fix).  Alasan pemilihan waktu tersebut krn kondisi musim yg sdh memungkinkan utk island hopping setelah berkomunikasi dengan operator trip lokal di Ampana

      Kegiatan trip ini sifatnya private trip paket menggunakan operator lokal yg biayanya tergantung dari jumlah peserta yg ada. Minimal peserta utk private trip 6 orang lebih dari itu biaya akan menurun.


       
      Untuk trip ini ada 2 alternatif yaitu melalui Gorontalo-Ampana atau Ampana-Ampana untuk ke Taman Nasional Togeannya.

      Estimasi Biaya Trip 2Jt diluar Biaya Tiket, Estimasi biaya keseluruhan 4-4.5Jt

      Biaya Include Trip menyusul


       
      Detail Itinerary sbb:

      ITINERARY GORONTALO+TOGEAN 4D3N


       
      Hari 1: Trip Gorontalo

      Pertemuan dan Perkenalan di Bandara Gorontalo
      Trip Benteng Otanaha
      Makan Siang
      Trip Hiu Paus (WhaleShark) atau Pantai Olele*
      Ke Pelabuhan Fery
      Persiapan Berangkat ke Wakai
      Makan Malam di Kapal Fery
      Hari 2: Meet The Stingless Jellyfish  

      Tiba di Wakai
      Transfer Boat Trip. Menuju Pulau Bolilanga
      Check Inn Pulau Bolilanga Resort
      Sarapan, Kopi/Teh
      Berenang/Snorkeling Pulau Bolilanga
      Makan Siang
      Trip Snorkeling Danau Ubur-Ubur (Jellyfish)
      Trip Pantai Karina
      Sunset Program
      Makan Malam
      Hiburan dan Acara Bebas
      Hari 3: Snorkeling Day Dan Trip Pulau Papan

      Sarapan
      Trip Snorkeling California Reef
      Trip Snorkeling Atol Pulau Angkaiyo
      Makan Siang di Pantai Sera
      Trip Snorkeling Reef Lima
      Trip Pulau Papan
      Makan Malam
      Acara Bebas
      Hari 4: Trip Pulau Kabalutan – Kota Tujuan

      Sarapan dan Check Out
      Trip Seratus Pulau Kabalutan
      Makan Siang
      Menuju Ampana
      Kembali Ke Kota Tujua

       
      ITINERARY TOGEAN 4D3N

      Hari 1: Meet The Stingless Jellyfish

      Jemput Hotel atau Bandara Tanjung Api Ampana
      Transfer ke Pelabuhan Ampana
      Tiba di Wakai
      Makan Siang
      Explore Snorkeling House Reef
      Makan Malam
      Free Program
      Hari 2: Meet The Jellyfish Dan Trip Kabalutan (B/L/D)

      Sarapan
      Trip Snorkeling Pantai Karina
      Trip Snorkeling Danau Ubur-Ubur (Jellyfish)
      Makan Siang
      Trip Kampung Bajo Pulau Kabalutan
      Makan Malam
      Free Program
      Hari 3: Snorkeling Day Dan Trip Pulau Papan

      Sarapan
      Snorkeling California Reef
      Snorkeling Atol Pulau Angkaiyo
      Makan siang di Pantai Sera
      Snorkeling Reef Lima
      Sightseeing Pulau Papan
      Foto-foto di Pantai Lestari
      Menikmati Sunset di Perjalanan
      Makan Malam
      Free Program
      Hari 4: Togean – Ampana – Kota Tujuan

      Sarapan
      Check Out
      Menuju Wakai
      Transfer ke Publik Speedboat
      Tiba di Ampana
      Antar Hotel atau ke Bandara Tanjung Api
      Trip selesai

       
      Untuk sementara ini apabila teman teman berminat untuk bergabung atau sekedar bertanya boleh kontak saya.



      Terima Kasih
      Andy

      WA ; 08111-698889
    • By jajaq
      Beberapa tahun lalu, saat saya masih dinas di Manado, saya sempat mengunjungi tempat ini.
      Walau tujuannya bukan untuk jalan-jalan, namun desa Werdhi Agung sungguh menarik untuk ditengok. Tak hanya menengok kultur yang masih kental, namun juga menggali sejarah dan asal usul dari adanya kampung Bali ini.   Tulisan ini saya copy dari blog saya http://jejalanjajan.com/jejalan/ada-kampung-bali-di-ujung-sulawesi/ ------------------------------------------------------------------------------------------------------   Alunan rekaman gamelan Bali yang keluar dari sound system terdengar di belakang rumah salah satu warga Werdhi Agung ketika rombongan kami baru turun dari mobil Kijang kapsul milik kantor. Di halaman belakang itu, warga desa sedang berkumpul memandikan jenazah kemudian berdoa dipimpin Pedande. Saya bersama rombongan dari kantor mengunjungi Werdhi Agung karena salah satu kerabat rekan kantor saya meninggal. Eits jangan kira desa ini berada di pulau Dewata, tempat ini berada di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sekitar hampir 5 jam perjalanan dari kota Manado. Yap, ada kampung Bali di ujung Sulawesi.   Pedande   Desa ini dihuni transmigran dari Bali setelah gunung Agung meletus tahun 1963. Terpisah jauh dari pulau Dewata tak membuat warga melupakan asal usulnya, begitu memasuki Werdhi Agung nuansa arsitektur Bali masih kental terasa, lengkap dengan bangunan di persimpangan jalan. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani, tak heran pasokan beras se-Sulawesi Utara kebanyakan berasal dari Bolaang Mongondow.       Pura Untuk mencapai Werdhi Agung, kita harus melewati dulu Kotamobagu lalu tanya saja warga sekitar di mana letak kampung Bali. Sebenarnya ada 1 atau 2 desa lagi yang berisi warga keturunan Bali, namun saya lupa namanya, letaknya cukup jauh dari Werdhi Agung dan jalannya tidak terlalu bagus.    
      Sembahyang  
      Warga  
      Iringan Jenazah  
         
      Sesajen
    • By chrizz_msweb
      Bunaken adalah taman laut pertama di Indonesia, keindahan bawah lautnya terkenal sampai
      manca negara. Saya telah membuktikannya sendiri, selama freediving beberapa kali di
      Indonesia, yang terbaik menurut saya adalah di Bunaken.
      Sayang keindahan Indonesia ini tampaknya lebih banyak dinikmati orang asing daripada
      orang Indonesia sendiri. Terutama sejak Cina membuka penerbangan langsung ke Menado.
      Sepanjang saya di sana, hanya satu rombongan turis lokal yang saya temui. Sisanya adalah
      orang asing. Maklum kegiatan yang menarik di Bunaken adalah diving, bahkan snorkeling 
      seperti dianggap kegiatan nomor dua di sini. Mungkin olahraga diving masih terlalu mahal
      untuk ukuran kantong orang2 Indonesia.

      Karena tujuan utama saya adalah untuk freediving, susah susah gampang di Bunaken. Kapal
      dari operator diving hanya mau mengantarkan turis yang diving. Seperti nebeng turis lain
      yang diving ceritanya. Saat saya sedikit memaksa, mereka mengatakan mau mengantarkan
      tapi tetap dengan tarif diving.  Rugi, saya membawa perlengkapan seperti snorkel dan fin
      sendiri,  juga tidak memerlukan BCD atau regulator seperti orang diving.

      Tidak kehabisan akal, saya mencari penduduk lokal di warung yang bisa menyewakan kapal
      unuk snorkeling. Tak lupa juga mengajak turis lokal lain (satu-satunya rombongan turis
      lokal yang satu hotel dengan kami) untuk patungan. Mereka juga tidak diving, tentu saja
      mereka lebih senang dengan kapal penduduk lokal ini daripada kapal dari diving operator
      yang harganya gila gila an bila tidak dibarengi turis yang diving. Lumayan, kami
      mendapatkan harga 500 ribu untuk 5 orang. Tentu saja kapal nya kalah jauh dengan kapal
      dari diving operator, tapi inilah yang lebih pas di kantong.
      Banyak sekali spot yang menarik untuk snorkeling atau diving di bunaken. Keunggulan
      utamanya adalah jenis terumbu karang yang berbentuk wall. Di tempat lain jarang saya
      menemukan wall sebagus di Bunaken. Yang terbaik menurut saya adalah spot bernama Cela 
      Cela. Disebut Cela Cela karena banyak terdapat lubang atau celah di kumpulan terumbu
      karang,  di celah ini saya menemukan Lion Fish. Agak susah mengambil gambar nya,  saya
      harus sedikit masuk ke celah tersebut, dan harus berhati-hati juga jangan sampai terkena
      Lion Fish tersebut. Lion Fish memiliki racun di duri nya yang indah.
      Spot lain yang saya rekomendasikan adalah Lekuan. Di sini banyak terdapat penyu. Mereka
      suka bersarang di celah terumbu karang yang berbentuk wall. Guide kita menunjukkan ada
      penyu sedang tidur di sarangnya. Mungkin ini pengalaman sekali seumur hidup memotret
      penyu di sarang nya yang alami, biasa saya melihat penyu di perarian saja. 
      Di spot yang dangkal, lebih banyak ikan berwarna-warni. Salah satu yang menarik adalah
      Trumpet Fish berwarna kuning. Tidak setiap tempat bisa menjumpai Trumpet Fish. Tidak
      seperti Nemo (Clown Fish) yang bisa dijumpai di hampir semua tempat yang banyak Anemon
      nya.

      Sayang tidak terdapat ikan besar di Bunaken. Tidak ada Manta atau Whale Shark seperti di
      Lombok atau Kalimantan. Memang di Bunaken lebih terkenal dengan sususan terumbu karang
      nya. Namun yang menarik difoto bukan cuma ikan, banyak juga jenis tanaman yang menarik.
      Selain ikan, penyu, dan tanaman,  yang menarik difoto tentu saja turis lain yang sedang
      diving. Di Bunaken banyak orang belajar diving atau sekedar Fun Diving. Fun Diving
      adalah diving ditarik oelh instruktur, tidak perlu sertifikat, namun di kedalaman
      maksimal sekitar 6 meter.  Fun Diving inilah yang paling gampang difoto. Ingat bahwa
      semakin dalam maka cahaya matahari makin sedikit dan warna makin cenderung kebiru-
      biruan.
      Tidak banyak saya melihat turis yang freediving seperti saya. Freediving adalah kegiatan
      diving tanpa menggunakan tabung oksigen. Hanya mengandalkan fin, masker, dan kekuatan
      tahan nafas. Cara ini lebih praktis untuk saya, tidak perlu pusing memikirkan tetek
      bengek seperti safety stop, decompression time, license, dan lain lain. Dan tentunya,
      lebih bersahabat di kantong. Di kedalaman sekitar 6 meter saya menemukan kerang.
      Apa yang bisa kita nikmati di Bunaken selain pemandangan bawah laut nya ?  Jujur, tidak
      banyak. Hampir tidak ada apa-apa di sini. Bila tidak ada rencana basah-basahan, tidak
      disarankan untuk ke Bunaken. Beruntung saya mendapatkan foto sunset yang lumayan.
       
      Foto Lengkapnya : http://chrizz-photography.blogspot.co.id/2017/08/freediving-di-bunaken.html
       
       
       



    • By Endar
      Hai semua...

      Saya ada rencana ke Luwuk  31Des - 2 Jan, adakah yang bisa ditanya-tanya tentang Luwuk?
      Terima kasih,
      Salam,
      Endar
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Wakatobi adalah sebuah kepulauan yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara. Wakatobi akhir-akhir ini seringkali menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang membuat banyak pengunjung datang menyambangi destinasi wisata ini.
      Kabupaten Wakatobi adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ibukota kabupaten ini terletak di Wangi-Wangi, dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 29 tahun 2003.
      Wakatobi menyangkut keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang yang menjadi salah satu konservasi hayati tertinggi di Indonesia.
      Nah, apakah kamu penasaran dan ingin segera menyambangi Wakatobi? Pada kesempatan kali ini kita akan membahasnya dalam destinasi wisata di Wakatobi yang dapat kamu sambangi pada liburan selanjutnya berikut ini.
       
      1. Molii Sahatu


      Molii Sahatu via Metro TV News
       
      Untuk mengawali perjalanan wisatamu selama berada di Wakatobi, kamu dapat mencoba untuk menyambangi Molii Sahatu ini. Disebut Molii Sahatu, berasal dari kata Molii dalam bahasa daerah setempat berarti  mata air, sedang Sahatu berarti seratus. 
      Pantai ini dianggap sebagai pantai dengan seratus mata air oleh warga Wangi-Wangi. Pantai ini berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Wangi-Wangi.
      Di dasar pantai ini terdapat seratus mata air sehingga hal tersebutlah yang menyebabkan pantai ini disebut dengan Molii Sahatu. Meskipun keluar dari dasar laut, tetapi tetap saja pantai ini tawar.
      Pantai ini menawarkan pemandangan berupa pasir putih yang terhampar dengan indah serta air laut yang berwarna biru jernih. Di tempat ini juga terdapat beberapa tumbuhan seperti tanaman kelapa (Scaevola sp).
      Tempat ini seringkali dijadikan sebagai salah satu tempat untuk mencuci pakaian oleh warga lokal, tetapi kamu tidak perlu khawatir karena kebersihan dari tempat ini masih tetap terjaga dengan baik.
      Para pengunjung seringkali menyambangi tempat ini untuk menyaksikan peristiwa matahari terbenam yang indah di tempat ini.
      Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Wakatobi kamu dapat memulainya dengan menyambangi Molii Sahatu ini.
       
      2. Taman Laut Nasional Wakatobi


      Taman Laut Nasional Wakatobi via Tekooo
       
      Menyambangi Wakatobi belum lengkap rasanya jika kamu belum menyempatkan waktu dan menyambangi Taman Laut Nasional Wakatobi yang satu ini.
      Taman laut nasional Wakatobi ini adalah salah satu spot menyelam yang cantik di Indonesia selain Raja Ampat dan Bunaken. Keindahan dan kekayaan alam Wakatobi sudah terkenal melegenda di dunia setelah Ekspedisi Wallacea dari Inggris pada tahun 1995. Nah, kamu dapat menikmati keindahan bawah laut yang indah di Wakatobi ini.
      Taman laut nasional ini ditetapkan pada tahun 2002, dengan total area mencapai sekitar 1,39 juta hektar. Kedalaman taman nasional ini bervariasi dan bagian terdalam mencapai 1.044 meter di bawah permukaan laut.
      Di taman ini terdapat panorama keindahan alam bawah laut Wakatobi yang memiliki 25 gugusan terumbu karang. Gugusan terumbu karang yang dijumpai mencapai sekitar 112 jenis dari 13 famili yang terletak pada 25 titik di sepanjang 600 kilometer garis pantai.
      Taman laut nasional Wakatobi ini memiliki hampir seratus spesies ikan yang berwarna warni. Selain itu, raja udang erasia dan beberapa jenis penyu juga sering bertelur di pantai ini.
      Berbagai jenis burung laut yang bertengger di karang seperti: angsa-batu coklat dan cerek melayu terbang ke laut untuk berburu ikan.
      Karena keunggulan itulah, tidak mengherankan jika Wakatobi menjadi favorit bagi para pengunjung untuk melakukan berbagai kegiatan seru. Kegiatan seru tersebut seperti snorkeling, memancing dan juga diving.
      Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Wakatobi kamu dapat melanjutkannya dengan menyambangi Taman Laut Nasional Wakatobi ini.
       
      3. Pantai Sousu


      Pantai Sousu via Travel Wakatobi
       
      Selanjutnya, inilah dia destinasi wisata di Wakatobi yang dapat kamu sambangi. Destinasi wisata ini adalah Pantai Sousu.
      Pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang indah serta biru laut yang jernih dan menenangkan. Dari pantai ini, kamu dapat menyaksikan pemandangan Pulau Matahora.
      Beberapa aktivitas yang dapat kamu nikmati selama berada di tempat ini adalah snorkeling, diving, berenang untuk menikmati panorama bawah laut yang indah.
      Pantai ini terletak di Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat ibukota. Untuk dapat menuju ke pantai ini, kamu dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
      Untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Wakatobi, jangan lupa sempatkan waktu untuk menyambangi pantai yang satu ini. Pantai ini akan menawarkan pemandangan indah yang akan membuatmu semakin betah berlama-lama berada di Wakatobi.
       
      4. Benteng Keraton Liya Togo


      Benteng Keraton Liya Togo via Kabali Indonesia
       
      Selanjutnya, inilah dia salah satu destinasi wisata di Wakatobi yang tentunya sayang untuk kamu lewatkan. Wakatobi memiliki sejumlah primadona destinasi wisata yang tentunya dapat kamu sambangi. Bahkan, destinasi wisata tersebut tidak melulu tentang wisata bahari.
      Inilah dia Benteng Keraton Liya Togo, salah satu destinasi wisata di Wakatobi yang dapat kamu sambangi untuk melengkapi perjalanan wisatamu di Wakatobi.
      Tempat ini merupakan salah satu tempat wisata sejarah atau cagar budaya di Wakatobi. Benteng ini juga merupakan salah satu benteng terbaik dari 120 benteng yang dimiliki oleh Kesultanan Buton. Lokasi Benteng Liya Togo ini berada di Desa Liya Raya, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
      Benteng ini adalah salah satu bukti kebesaran Kesultanan Buton yang terletak di kawasan Wakatobi. Benteng ini terletak di kawasan berbukit, dengan kondisi yang mengelilingi bukit.
      Kompleks inti dari benteng ini sendiri berada di posisi tertinggi. Kompleks benteng ini memiliki bentuk gerbang khas Buton, atau dalam bahasa Lawa disebut juga dengan Lawa. Di tempat ini juga terdapat arsitektur baruga.
      Selain itu, di sisi barat tempat ini terdapat Masjid Mubarak. Sementara itu, pada sisi timur terdapat Baruga atau Balairung.
      Yang terkenal di sini adalah Makam Talo-Talo. Talo-Talo adalah seorang pemuda yang memiliki kesaktian mandraguna. Beliau juga terkenal dengan sebutan Malan Sahibu yang berarti memiliki watak pribadi yang keras serta bila berperang akan berperang sampai titik darah penghabisan.
      Ketika muda, beliau sering berlatih meloncat di Baliura. Batu ini dipercaya sebagai inti atau asal usul Desa Liya Togo. Karena keahliannya meloncat ini, maka pada Kesultanan Buton mengirim beliau untuk menyelesaikan konflik di Batara Muna.
      Batara adalah konsep negara bagian di jaman pemerintahan Sultan Buton. Talo-talo menyelinap dengan melompati benteng Muna dan berhasil membunuh Raja Muna saat itu. Sebagai hadiah, Talo-talo diberikan daerah Liya Togo sebagai daerah kekuasaannya. Hingga sekarang beliaupun dimakamkan di komplek dalam benteng Liya Togo.
      Selain itu, ada legenda lain di balik Baliura. Konon, bila ada yang dapat menyentuh batu ini maka akan memiliki kesempatan untuk datang kembali ke Wakatobi.
      Untuk itu, ketika menyambangi benteng ini, jangan lupa menyempatkan diri untuk memegang batu Baliura tersebut. Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Wakatobi jangan lupa sempatkan diri untuk menyambangi tempat ini.
       
      5. Pulau Onemobaa Tomia


      Pulau Onemobaa Tomia via Trip Advisor
       
      Wakatobi memang terkenal dengan wisata baharinya yang tergolong cantik dan tentunya sayang untuk kamu lewatkan. Nah, salah satunya adalah Pulau Onemobaa Tomia yang satu ini.
      Di sini, kamu dapat merasakan seperti apa serunya menyelam dengan kelas dunia yang didukung oleh rumah karang. Kegiatan menyelammu akan terlindungi dengan sangat baik, nah tentunya kamu dapat sambil menikmati pemandangan bawah laut yang menakjubkan.
      Salah satu keunikan yang dapat kamu temui ketika menjelajahi pulau ini adalah kamu dapat menyaksikan para pengendara sepeda motor mengenakan helm. Namun, sayangnya helm tersebut sudah tidak memenuhi standar SNI. Tetapi, justru hal inilah yang menjadi keunikan tersendiri karena helm jenis tersebut masih sangat beredar di pulau ini.
      Setelah melewati kampung-kampung kecil di Tomia, kamu dapat menyaksikan rumah panggung dan dibagian bawah tiang utama rumahnya diganjal dengan batu.
      Pada bagian atas bukit, terdapat sebuah puncak yaitu Puncak Kahiangan yang merupakan salah satu lokasi syuting film Mirror Never Lies. Tempat ini berbentuk seperti padang savanna namun dengan dasar yang tampaknya seperti karang.
      Dari kejauhan, kamu dapat melihat Pulau Tolandona dan pulau-pulau kecil lainnya. Selain itu, banyak orang seringkali mengunjungi tempat ini untuk menyaksikan matahari terbenam. Ya, konon pemandangan matahari terbenam di pulau ini memang sangat baik.
      Di tempat ini juga terdapat Desa Usuuku. Desa Usuuku adalah desa yang lumayan ramai dengan rumah-rumah tersusun rapi. Selain menikmati sunset, kamu juga dapat menikmati sunrise ketika mengunjungi pulau ini.
       
      6. Pulau Anano Runduma


      Pulau Anano Runduma via Wakatobi Tourism
       
      Inilah dia salah satu destinasi wisata di Wakatobi yang tentunya jangan sampai kamu lewatkan. Destinasi wisata ini masih seputar wisata bahari, yaitu Pulau Anano Runduma.
      Pulau ini memberikan pengalaman unik yang tersendiri berupa wawasan. Nah, para pengunjung yang datang menyambangi tempat ini dapat menambah wawasan mereka dengan melihat pusat peneluran penyu hijau di sini.
      Bila kamu datang di waktu yang tepat, kamu akan dapat menyaksikan pemandangan berupa pelepasan anak penyu. Ya, kamu dapat melihat anak penyu dilepas di pulau ini. Menyenangkan sekali, bukan?
      Anak-anak penyu yang sudah berukuran agak besar akan dilepas ke laut sehingga hal ini tentu menjadi kesempatan terbaik untuk melihat destinasi wisata cantik di Wakatobi ini.
      Di tempat ini kamu juga dapat menjajaki pasir putih yang cantik. Selain itu, jangan lewatkan pula kesempatan untuk melihat biru laut yang bersih dan jernih.
      Tetapi, ketika menyambangi pulau ini kamu juga harus memperhatikan waktu pasang surutnya. Ya, pastikan kamu juga memperhatikan waktu pasang surutnya agar tetap dapat merasa aman ketika menyambangi pulau ini.
      Kamu juga dapat menikmati kuliner asli Wakatobi yaitu “Parengge” ketika menyambangi pulau ini. Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu jangan lupa sempatkan diri untuk menyambangi pulau yang satu ini.
       
      7. Pulau Hoga


      Pulau Hoga via Indonesia Travel
       
      Selanjutnya, inilah dia salah satu destinasi wisata di Wakatobi yang layak untuk kamu masukkan ke dalam daftar destinasi wisatamu selama berada di Wakatobi itu.
      Destinasi wisata ini adalah Pulau Hoga. Bagi kamu yang menyukai kegiatan snorkeling dan diving, kamu dapat mencoba untuk menyambangi Pulau Hoga ini.
      Pulau Hoga menyajikan pemandangan berupa hamparan pasir putih yang indah. Selain itu, kamu juga dapat melihat biru laut yang jernih dan tentunya dapat membuatmu semakin betah ketika menyambangi pulau cantik bernama Hoga yang satu ini.
      Sebenarnya, cukup dengan snorkeling saja kamu sudah bisa melihat keindahan dunia bawah laut yang ada di Wakatobi karena memang air lautnya begitu bening. Kamu tidak perlu untuk menyelam terlalu dalam karena matamu sanggup menangkap kehidupan laut di dalamnya. Sejumlah koral juga akan membuat kita terpesona selama ber-snorkeling.
      Tetapi, bagi kamu yang menyukai kegiatan menyelam alias diving, maka kamu dapat mencoba untuk mendapatkan pengalaman menyelam yang menarik selama kamu berada di Pulau Hoga ini.
      Keuntungan dari menyelam adalah kamu dapat melihat lebih dekat dan jelas mengenai kehidupan di bawah laut. Hal ini tentu akan membuatmu mendapatkan sebuah pengalaman yang unik dan menyenangkan ketika berada di Pulau Hoga yang satu ini.
      Nah, ketika menyambangi pulau ini, jangan lupa untuk membawa kamera yang underwater dan tahan untuk digunakan di bawah air. Hal ini akan dapat membuatmu dapat mengabadikan kegiatan menyelammu selama kamu berada di bawah laut Pulau Hoga ini.
      Untuk mengetahui spot snorkeling maupun diving, jika kamu merasa kebingungan, kamu dapat mencoba bertanya kepada warga lokal. Biasanya, warga lokal akan dengan serta merta membantumu agar kamu dapat menyambangi berbagai spot snorkeling dan diving selama berada di pulau ini.
      Pulau Hoga sendiri adalah pulau yang tidak begitu besar dan berada di dekat Kaledupa. Ya, untuk membuat perjalanan wisatamu menjadi semakin berkesan selama berada di Wakatobi, kamu dapat mencoba melengkapinya dengan menyambangi pulau yang satu ini.
       
      8. Desa Suku Bajo


      Desa Suku Bajo via Mongabay
       
      Mengunjungi Wakatobi, belum lengkap rasanya jika kamu belum menyambangi Desa Suku Bajo. Desa Suku Bajo ini adalah sebuah desa yang didirikan di atas laut, bukannya di atas daratan atau pulau.
      Ya, hal inilah yang membuat desa ini menjadi unik dan berbeda daripada desa lainnya. Penduduk di sana dulunya tidak punya tempat tinggal tetap dan selalu nomaden karena tinggal di perahu. Namun, sekarang akhirnya mereka dapat mendirikan rumah.
      Suku Bajo tidak bisa dipisahkan dari laut dan ikan. Itulah sebabnya, karamba atau tempat memelihara ikan menjadi pemandangan yang sudah biasa terlihat di tempat ini.
      Keramba apung ini dimaksudkan untuk mengantisipasi hasil panen ikan jika laut sedang bergelora, sehingga nelayan Bajo tak bisa melaut. Sebagai gantinya mereka mengandalkan ikan dari keramba untuk memenuhi kehidupan sehari-hari atau dijual ke pasar.
      Perjalananmu menyambangi Wakatobi tentu akan semakin sempurna setelah kamu melihat bagaimana lestarinya Suku Bajo ini.
       
      Nah, inilah dia pembahasan mengenai destinasi wisata di Wakatobi yang dapat kamu sambangi pada liburan selanjutnya. Wakatobi memang terkenal dengan wisata baharinya yang mampu menjadi magnet wisata dan membuat banyak wisatawan datang berkunjung ke tempat ini.
      Namun, Wakatobi juga menyimpan nilai wisata lain seperti sejarah dan budaya yang mampu membuat para pengunjung berlomba-lomba untuk menyambangi destinasi wisata yang satu ini. Semoga artikel ini mampu menginspirasimu untuk menyambangi Wakatobi.
      Happy traveling!