Sign in to follow this  
Tagaroa_Secret

Diving di Manado

1 post in this topic

Sedang berlibur ke Manado? Tidak lengkap kalo belum menikmati pemandangan bawah lautnya. Manado yang terkenal dengan Taman Laut Bunaken ini memang memiliki banyak sekali biota-biota laut yang beraneka ragam jenisnya. Dan di bawah ini beberapa contoh gambar biota-biota laut yang sangat menakjubkan

 

IMG_4948.jpg

 

IMG_5157.jpg

 

IMG_5158.jpg

Hippochampus Bargibanti

 

 

IMG_5224.jpg

Hippochampus Pontohi

 

 

IMG_5074.jpg

Manthis Shrimp

 

 

IMG_5073.jpg

Nudibranchia sp

 

 

IMG_5258.jpg

 

 

IMG_5262.jpg

Frog Fish

 

 

Tagaroa Diving Center akan membantu anda untuk menikmati dunia bawah laut yang sangat menakjubkan di Manado, Sulawesi Utara, dengan instruktur menyelam yang memiliki pengalaman 20 tahun menjelajahi setiap spot diving di Manado, anda akan dipandu untuk menyelam dan merangkul karang megah dan kehidupan laut di Laut Taman Nasional Bunaken, sekitar Pulau Siladen, Pulau Lembeh, dan juga bagian lain dari Manado.

 

 

Contact:
John Tagaroa Hengkengnusa Rahasia
Phone: +6281356825206
E-mail: tagaroadivingcenter@gmail.com
Facebook: Tagaroa Diving Center
Twitter: @tagaroadivers
Blackberry Pin: 22B10117

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By MyRiotworld
      halo teman pejalan....sy dan 2 orang teman dari Makassar akan ke Banda Naira tanggal 24-28 April 2016.
      flight dari Makassar ke Ambon tanggal 24 april jam 03.00 nyampe ambon jam 06.10, lanjut keliling kota Ambon - sore lanjut ke Banda naik kapal PELNI JAM 18.00-02.00
      balik ke Ambon hari rabu tgl 27 opsional naik kapal cepat atau kalo beruntung dapat pesawat
      ya kali ada yang minat langsung kontak saja BIAR BISA LEBIH HEMAT SEWA KAPAL SELAMA DI BANDA NAIRA
      keep traveling WA 085242867328 :)
    • By jajaq
      Setelah hampir 2 tahun bermukim di Manado, kurang afdol kalau belum pernah tawaf 1 putaran di danau terbesar di pulau nyiur melambai ini. Danau Tondano yang besar tak hanya indah, namun juga menjadi sumber mata pencaharian penduduk di desa-desa pinggir danau Tondano. Airnya untuk pengairan, lalu nelayan mencari ikan, karamba-karamba untuk budidaya ikan air tawar ada disini.
         Gereja     Bungalow  Mengelilingi danau Tondano memerlukan waktu kurang lebih satu jam, belum termasuk singgah untuk makan jagung bakar dan sate kolombi (sejenis moluska yang hidup di sawah) di Boulevard Tondano atau di restoran yang ada di pinggir danau.
      Udara sejuk, langit biru, keramahan penduduk melengkapi perjalanan di atas roda dua.
      Sebelumnya saya hanya mengagumi 2 macam tenggelamnya matahari, tenggelamnya matahari di antara langit dan air laut, matahari yang hilang diantara hiruk pikuk ibukota. Sekarang bertambah satu lagi, matahari yang tenggelam pelan dibalik bukit, sisa sinarnya berpendar melewati awan dan memantul di atas air danau.
      ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
      Sedikit informasi, untuk makan di Boulevard Tondano tidak mahal. Harga standar makanan di Manado, untuk cemilan dan minum tidak akan menghabiskan lebih dari Rp. 50.000,-/ 2 orang. Jangan takut bertanya tentang harga ke penjualnya. Sedangkan untuk makan siang di restoran yang ada di pinggir danau Tondano, cukup siapkan uang sekitar Rp. 100.000,- untuk dua orang, harga sudah ada di menu.
       Karamba Ikan   Sate Kolombi (sejenis moluska) di Boulevard Tondano    Senja di Tondano    Pencari ikan    
        Senja di Desa Eris    
        masih ambil dari blog saya di http://jejalanjajan.com/satu-putaran-di-danau-tondano/
    • By Alfa Dolfin
      Kebetulan dalam tubuh ku mengalir darah Kawanua. Aku lebih suka memakai sebuatan Kawanua ketimbang Manado. Lebih mengeskpresikan sikap persahabatan, keterbukaan, senang berkawan. Tidak murni sich karena aku kelahiran Jakarta. Ortu ku, dua-dua-nyua, juga bukan dari sana. Opa ku baik dari mama n papa berasal dari bumi Kawanua mesi sejak aku lahir mereka sudah tiada. 
      Setelah berkali-kali menolak akhirnya suatu saat mendapat kesempatan pertama kali menginjak tanah leluhur. Bukan Family Visit merupakan Dive Trip. Maksudnya trip ke Manado untuk diving, nyelam, di Bunaken. Tentu tidak selalu plesiran di bawah air. Wisata atas airnya ternyata juga menarik. Problem terjadi saat harus berurusan dengan panganan, alias ransum tuk masuk ke perut. 
      Tuk urusan perut memang dari keluarga kami masih bisa di hitung pake jari menikmati masakan Kawanua. Doeloe mama ku pernah sekali masak bubur Manado. Cuma akhirnya kapok ngga mau masak lagi setelah mendapat jawaban, ngga enak.... Wah kebangetan ya aku bilang gitu. Lah mama waktu itu nanya, enak ngga bubur manado bikinannya...? sebelum jawab, aku tanya balik, "mama mau dapat jawaban jujur atau bohong?". Ya jujur dong, kata mama. Maka aku pun tanpa ragu menjawab : ngga enak ma. Singkatnya, aku sangat asing dengan masakan Kawanua. Tahunya bubur Manado dan es kacang merah. Lainnya...ah lebih baik aku ngga tahu menahu dech. Aneh-aneh...ngeri...apalagi aku penyayang doggy. Infonya disana daging doggy cukup familiar....ooooo my GOD.... hewan setia begitu di jadikan panganan...no...no.... Kebetulan aku juga tidak suka ikan. Ikan apa saja baik air tawar atau laut. Alergi berat. Sejak jaman SD. Makanya udah tuer gini ngga pinter-pinter karena bilang dibilang ngga pernah makan ikan. Padahal di Kawanua terkenal ikan Tude yang rasanya gileeeee nikmatnya. Kata yang sudah pernah lho...
      Pertanyaan sejak pertama kali tiba di sana, mau makan apa...? Karena waktu itu pergi rame-rame, ber-10, mereka pilih masakan khas setempat. wah gawat nich pasti aku cuma manyun aja. Karena ngga jamin ada es kacang merah. Benar saja. Mampir di salah satu resto dekat danau Tondano ya akhirnya aku cuma menjadi penonton setia. Saat rekan-rekan asyik menyantap aku cuma minum softdrink....n ngemil "Djarum Super". Maap ya kawan-kawan...aku smokers. Rekan-rekan membujuk ku tuk ikut menyantap, namun tetap saja aku ngga bergeming. Rasa lapar pun hilang.... Lalu makan apa? masa ngga makan selama di Manado...?
      Waktunya balik ke hotel di Tasir Ria, pinggiran kota Manado. Kami sempat melewati kota Manado. Sebenarnya selama perjalanan perut lapar...tapi ya karena ngga ada yang bisa dinikmati, ya terpaksa manyun. "stop...stop pak....", pinta ku spontan ke driver mobil yang kami sewa begitu melihat plan sebuah resto yang terkenal. eee loe mau kemana...?, tanya rekan-rekan ku heran. "sory ya sekarang giliran gw makan. Kalian khan udah tadi.... udah bernyanyi nich perut...":, sahut ku. Spontan teman-teman teriak....huuuuu......Loe aneh ya. Jauh-jauh ke sini malah cari KFC (maksudnya Kentucky Fried Chicken). Masih mimpi ada di jakarta ya...?"berisik loe yeee....gantian sekarang loe nonton gw makan...", sahut ku ngga mau kalah. Ya...lega aku berjumpa resto KFC. Akhirnya ada juga yang bisa aku makan disini..... Jadilah KFC menjadi makanan penyelamat ku di bumi Kawanua pertama kali. Bukan promosi lho....
       
      cheers
      Note : Karena kami menginap di Tasik Ria, yang infonya punya bule Prancis, menu burger menjadi pilihan utama. Kemudian, visit selanjutnya aku mengakali mencari resto atau warung orang Jawa, yang berharap lebih cocok di lidah. Tercatat 5x kali aku ke bumi Kawanua, namun sama sekali tidak pernah mengunjungi family disana. Ya karena aku memang tidak kenal...selain itu menghindari risiko di suguhi panganan yang "macem-macem". 
       
    • By Alfa Dolfin
      Salah aktivitas yang aku suka saat bepergian naik pesawat bukan melirik pramugari yang cakep-cakep... Ngga kog. Moto, tepatnya. Lebih tepatnya lagi moto view. Momen landing, take off, biasanya momen bagus untuk ambil gambar. Salah satu yang momen yang bagus saat jelang landing di Manado. Selama kita duduk di seat kiri n tidak terhalang pesawat, akan mendapat suguhan...:

      Ini labh Gunung Manado Tua yang tampil cantik dan megah, serta pulau Bunaken di sebelah kanan yang terkenal keindahan bawah lautnya.

      Momen yang cepat berlalu, segera aku shoot pulau Bunaken, latar belakangnya kalau tidak salah Pulau Nain.

      Setelah itu kita akan segera landing di Bandara Sam Ratulangi. Di kalangan pilot, landing disini termasuk sulit dan berisiko. 
      salam
       
    • By Alfa Dolfin
      Warning pertama tuk teman-teman bagi yang mulai berminat nyelam alias diving...HATI-HATI...!!!! Opppss...ini bukan nakutin kog. Nyelam ini memang kegiatan yang berisiko. Tapi kalau di jalani secara prosedural, sesuai latihan dan teori yang di pelajari, pasti aman. Jadi...yang di maksud hati-hati ini apa...? ya hati-hati KECANDUAN.... Nah lho...hahaha....
      Aku sudah membuktikan berkali-kali... Nyelam saat arus tenang, visibility / jarak pandang bagus ( di kep Seribu visibility bisa 10-15 meter sudah surprise, bandingkan di Bunaken rata-rata 20-30 meter), nyelam itu kegiatan yang mengasyikan. Berjumpa dengan karang yang masih oke....apalagi sambil moto. Wah seru....seru abis.... 

      Di salah satu spot yang tidak jauh dari Pulau Pramuka, Kep Seribu, bersama my buddy (rekan penyelaman), kami melakukan pemotretan bawah air. Suer...moto bawah laut ngga guampaang... butuh banyak teknik tuk dapat gambar bagus. Kemudian, muncul iseng aku tuk candid kawan ku yang lagi asyik moto ikan-ikan.... ya seperti inilah...

      yang kedua...masih di kep Seribu. Iseng aku candid my buddy yang lain yang lagi serius moto. Yang ini spotnya di Wreck Papa Theo, dekat Pulau Sepa. Salah satu spot favorit para divers. Visibilitynya waktu itu agak keruh ya. seperti inilah. 
      Salam
       
       
       
    • By Alfa Dolfin
      "Ah kata siapa Bunaken udah hancur...Ngga tuch...". Beberapa kali aku mendengar kalau bawah laut Bunaken sudah banyak yang hancur. Karang-karangnya rusak. Banyak pencemaran. Barangkali ia di spot tertentu saja. Tapi aku sudah membuktikan sendiri. 5 hari kami turun (nyelam) di beberapa spot bagus di Bunaken. Satu hari rata-rata nyelam 3x di spot yang beda. berarti aku sudah menikmati 15 spot bawah laut bunaken. Ternyata masih ada kurang lebih 60 spot penyelaman yang bagus di Bunaken....
      Salah satu spot bernama : Muka Kampung. Memang letaknya di depan pemukiman di Pulau Bunaken. Yang istimewa di spot ini ada "rumah" penyu. Wuaaaa penyu...? aku termasuk suka jika bersua penyu. Di hari yang sudah di sepakati jadwalnya, kami turun di spot ini. Kami turun di sekitar 14 meter...sekitar 15 menit guide memberikan kode ada penyu yang lagi "tidur" di rumahnya. kami pun mengerti hand signalnya. segera kami mendekat untuk moto. Berada di jarak yang ideal beberapa rekan termasuk aku segera memainkan kamera bawah alut. 

      lagi asyik moto tiba-tiba sang penyu sisik (entah apa nama latinnya) merasa terusik dan berusaha kabur. Sebelum kabur ada rekan kami yang mencoba menghalangi misalnya memegang cakangnya. langsung guide kami menegor keras melalui hand signal, bahwa tindakan itu dilarang keras...!! akhirnya rekan kami di warning saat di permukaan. Aku pun sempat moto guide ku yang segera menyingkir memberikan jalan bagi si penyu untuk pergi.... Hehehe...ini salah satu pengalaman seru turun di Bunaken.
      Salam
      Note : mohon maaf kesulitan mengecilkan foto. Sudah coba beberapa tombol kog gagal ya. 
    • By Berangan Trip Organizer
      Wilayah Raja Ampat sangatlah luas, mencakup 4,6 juta hektar tanah dan laut. Terdiri dari 4 pulau utama, yaitu Waigeo, Salawati, Batanta, dan Misool, serta banyak pulau kecil, seperti Wayag, Mansuar, Arborek, Saonek, Friwen, dll. Wayag menjadi ikon Raja Ampat yang terkenal dengan kumpulan bukit-bukit karst-nya. Raja Ampat adalah rumah bagi 540 jenis terumbu karang, 1.511 spesies ikan, serta 700 jenis moluska. Kekayaan biota ini telah menjadikan Raja Ampat sebagai perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia. Bahkan, menurut laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, ada sekitar 75% spesies laut dunia tinggal di kepulauan yang menakjubkan ini.     Date : 14 – 17 Oktober 2015 24 – 27 Desember 2015 Itinerary :   Hari 1 : SORONG – WAISAI (D)   Bertemu di meeting point, yaitu Bandara Sorong pada pukul 12.00. Kemudian menuju pelabuhan rakyat untuk menyeberang menuju Waisai. Tiba di Waisai sekitar pukul 16.00, dan kita akan langsung menuju ke penginapan untuk check-in. Setelah itu acara bebas.   Hari 2 : WAISAI – TELUK KABUI – WAYAG – SALEO – WAIWO – WAISAI (B, L, D)   Pagi hari kita akan menuju Wayag dengan menggunakan speed boat. Dalam perjalanan menuju Wayag, kita akan melewati Teluk Kabui. Di sini kita bisa melihat Batu Pensil, atraksi lumba-lumba yang berloncatan, snorkeling, serta menikmati Pulau Urai. Di Wayag kita akan menyusuri puluhan bukit karst dengan boat, kemudian mendaki bukit karst dan melihat keindahan panorama khas Raja Ampat dari ketinggian. Setelah puas menikmati panorama dari puncak karst, kita akan kembali ke Waisai.   Hari 3 : WAISAI – FRIWEN – SAWINGRAI – MANTA POINT – ARBOREK – RAJA AMPAT DIVE LODGE – YENBUBA – GUSUNG KRI – MIOSKON – SAONEK – WAISAI (B, L, D)   Di hari ini kita akan menuju Pulau Friwen, Manta Point, Pulau Arborek, Gusung Kri, Pulau Mansuar, dan sekitarnya untuk snorkeling dan bermain di pantai. Menjelang sore, kembali ke penginapan di Waisai.   Hari 4 : WAISAI – SORONG (B, L)   Pagi hari acara bebas. Bisa digunakan untuk berkeliling pantai-pantai di Waisai. Pukul 14.00 kembali ke kota Sorong. Tiba di Sorong sekitar pukul 16.00. Setelah itu diantar ke hotel atau bandara, dan trip berakhir.   (B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)   Price : Rp 4,900,000/pax   Quota : min. 8 pax   Include : Airport transfer Transfer pelabuhan – penginapan PP Kapal cepat Sorong – Waisai PP Transportasi laut (speed boat) selama 2 hari 3N homestay Waisai (AC, 1 kamar 2-3 orang) Pin Raja Ampat (entrance fee) Makan 9x Life jacket Tour leader Guide Wayag Asuransi Foto dokumentasi (copy file) Exclude : Tiket pesawat Peralatan snorkeling/diving Terms & Conditions : Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp 2,000,000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran, maka pembayaran dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila kuota trip tidak memenuhi kuota minimal, maka peserta trip tetap dapat mengikuti trip dengan biaya yang menyesuaikan, atau peserta trip dapat membatalkan keikutsertaan dengan pembayaran yang dikembalikan 100%. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat. Info : extend untuk diving Rp 2,750,000/pax include 3x dive, dive gear, guide, speed boat, homestay 1 malam, dan makan 3x. Minimal 2 pax.   Contact :   Intan Primadewati
      Call/WhatsApp : +6281233843907 . +6287703039763
      Pin BB : 5368F674   Indra Yulianto
      Call/WhatsApp : +6281286944675 . +6285645412245
      Pin BB : 75A0A51D   Email : marketing@berangan.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip Website : www.berangan.com