Sign in to follow this  
Followers 0
arifta

Waduk Serma Yoyakarta

2 posts in this topic

Wisata alam, bagaimanapun masih menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan wisatawan. hutan, gunung, danau, gua, sungai dan lainnya merupakan wisata alam yang masih menjadi primadona untuk dikunjungi.

 

Nah, di Yogyakarta ada sebuah waduk bernama Waduk Serma yang berlokasi di Kabupaten Kulonprogo, DIY. Pada awalnya, waduk ini bukanlah tempat wisata karena hanya menjadi penyuplai air bagi kawasan pertanian di sekitarnya. Pembangunan waduk ini pada Maret 1994 silam dan selesai 2 tahun kemudian pada 1996. Luasnya mencapai 157 hektar dimana dulunya merupakan kawasan permukiman penduduk dengan 100-an kepala keluarga. Biaya pembangunannya sendiri mencapai Rp 22 miliar.

 

Pengunjung banyak yang datang ke waduk ini dengan menggunakan kendaraan bermotor. Bagi yang hobi memancing waduk ini menjadi surganya mereka. Atau Anda yang datang kesini hanya untuk menikmati keindahan alamnya yang ajib, juga dipersilakan. Sedangkan untuk menjaga keselamatan pengunjungnya, pihak pengelola waduk menyiapakan beberapa personal SAR yang selalu bersiap jika terjadi hal-hal yang tak diinginakan.

 

Untuk menikmati keindahan waduk dengan segala fasilitas yang ada didalamnya ini Anda diharuskan membayar biaya retribusi kendaraan sebesar Rp 1.000 untuk sepeda motor, Rp 3.000 untuk mobil dan Rp 5.000 untuk bus. Sedangkan tariff masuknya per-orang sekitar Rp 2.000-an.

post-64-0-12058900-1359266726_thumb.jpg

post-64-0-59043500-1359266727_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • By Alfa Dolfin
      Pendatang baru spot wisata di Yogyakarta. Di prediksi tahun 2017 ini menjadi trend dan akan semakin di minati. Di perkirakan peminatnya bukan hanya warga Yogyakarta saja. Pasti banyak dari kota-kota lain yang ingin ke sini. Rasa penasaran, kepingin tahu, lalu datang.


      Ibu Riyadi bersama Bapak Riyadi, sebagai pengelola wisata anyar di Yogya

      Pertama kali kesini Januari 2017
      Awal Januari 2017 kemarin ke Yogya dengan satu tujuan utama yaitu ke spot Riyadi. Setelah keluar bandara Adisuctipto Sabtu pagi, dengan driver ojek langgan setelah sarapan langsung menuju ke sana. Sayangnya driver ojek tidak paham alias belum pernah. Padahal dia tinggalnya masih radius 5 kilo dari lokasi. Baiklah tidak masalah. Info petunjuk jalan bisa dapat dari kawan-kawan di medsos.
      Jika dibilang pendatang baru, “ya” sekaligus “tidak”. Obrolan singkat dengan Ibu Riyadi saat berada di sana, mengatakan baru buka sekitar November 2015. Namun pengakuan beberapa rekan fotografer, tahun 2007 sudah ada yang kesini untuk motret. Waktu itu tahunya dusun Dawangsari, sesuai nama dusunya. Memang kondisinya belum sebagus sekarang. Rekan dari komunitas pencinta sepeda merasa tidak asing lagi disini. Bersama kawan-kawannya tahun 2010 sudah kesini.
      Mengenai akses jalan, tidak lah sulit. Lokasinya berada di Dusun Dawangsari, kecamatan Sambi Rejo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Adanya sekitar 3 sampai 4 kilo selatan Candi Prambanan. Jika dari arah Yogya, tiba di depan Candi Prambanan ada lampur merah, belok ke kanan. Setelah melewati pasar Prambanan dan perlintasan kereta, ikuti jalan terus sampai ada petunjuk jalan Restoran Abhayagiri. Setelah ketemu belok kiri, ikuti jalan sampai Resto Abhyagiri. Jika sudah ketemu ada akses jalan yang menanjak. Itulah jalan menuju lokasi. Patokannya resto Abhayagiri. Jika bingung bertanyalah kepada penduduk setempat. Umumnya sudah paham.

      Jika sudah ketemu kafe Abhayagiri (kiri atas), ada portal (kanan atas), ikuti saja jalan (kanan bawah). Sudah tidak jauh dari sini. Mobil pun bisa lewat juga.
      Sayangnya belum ada angkot. Untuk kesana bisa naik kendaraan umum sampai Prambanan lanjut naik ojek. Atau sewa kendaraan atau taksi. Idealnya sich jika ingin menghemat dana, jika tidak lama ber-lama disana, sewalah ojek untuk beberapa jam. Dengan cara ini perkiraan biaya sekitar 150 ribuan.
      View Andalan
      Terlepas perbedaan pendapat di atas, di perkirakan tahun 2017 akan lebih ramai lagi yang ke sini. Pasti banyak suka. Alasannya, pemandangannya indah, aksesnya gampang. Pokoknya asyik dech tempatnya.
      Iya lah, saya sudah membuktikan sendiri setelah berada disini. Tempatnya sangat…sangat…sangat…asyik. Letaknya di pinggir tebing. Bisa langsung lihat hamparan sawah, jalan, dan….Candi Prambanan yang menjadi “primadona”. Selain itu kemegahan Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Sindoro, Sumbing. Dengan catatan jika cuaca cerah.

      View andalan Spot Riyadi Candi Prambanan.....

      bersama bu guru Diyan, dan Bapak Riyadi, sang owner. Kali ini yang kedua kalinya kesini. Berhasil ngomporin bu guru ke sini

      dari kejauhan bisa lihat kereta melintas. Menambah indah pemandangan.
      Yang paling diminati pengunjung adalah saat matahari terbit (Sunrise). Bagi penggemar sunrise, demi mendapatkan momen bagus, rela tinggal semalam di sini. Atau datang subuh sekitar jam 5 sudah di sini. Dulu belum ada sarana menginap, sekarang bapak Riyadi telah menyediakan lahan untuk camping dan tenda yang bisa di sewa dengan harga terjangkau.

      Areal camping. Wuaaaa....jadi kepingin. Iya. Rencana Mei akan camping disini

      ngga perlu repot-repot kalau mau camping. Tinggal sewa aja. Harganya pun terjangkau
      Datang bersama pasangan, kenapa tidak. Suasana romantis juga bisa dirasakan saat berada disini. Duduk bersama di kursi kayu sudah tersedia di pinggir tebing, menikmati pemandangan indah di depannya. Kalau malam saat cerah bisa melihat Candi Prambanan yang di sorot lampu setempat. Atau ingin mencoba spot untuk foto romantis bernama “jembatan cinta”. Pasti romantis. Ada juga pasangan yang melamar disini. Ooo so sweet….

      Bisa juga foto disini sendiri atau bersama pasangan

      mungkin kalau galau lalu datang kesini bisa terhibur juga

      duduk santai sambil menikmati pemandangan indah. ini mah gue banget.....

      Kalau bu guru Diyan mah memang seneng duduk di pinggir begini

      oppssss....di pinggir jurang masih berani ya loncat begini.....
      Itu yang lagi kasmaran. Yang lagi galau gimana? Kalau melihat kondisinya, di spot Riyadi cocok juga untuk mereka yang lagi galau. Duduk menyepi sendiri, mata menerawang ke depan, sementara hembusan angin menyapu dirinya, barangkali bisa lebih me-rileks-kan pikirannya. Asal jangan nekad aja terjung ke tebing ya…hahaha…
      Laper? Oo tenang, jangan panik. Bapak & ibu Riyadi juga mengelola warung sederhana. Menu seperti nasi goreng, soto, dan lain-lain siap di sajikan dengan harga tidak mahal. Cuma ingin snack aja seperti tempe atau pisang goreng, kopi atau teh hangat, juga mampu disediakan. Ngga heran karena sehari-hari kalau ngga di rumah, ibu Riyadi bekerja di salah satu restoran di sekitar Candi Prambanan.

      ini yang aku suka. Kudapan pisang goreng....nikmat banget.....

      Pilihan menu jika mau makan disini
      Saya langsung suka banget disini.  Tidak hanya suguhan harmoni alam yang mempesona, lebih dari itu. Suasana pedesaan yang masih terasa alami, ke-sederhana-an dan keramahan bapak Riyadi, sangat terasa selama berada disini. Makanan ringan semisal pisang goreng yang masih panas, teh atau kopi hangat, spontan enggan beranjak dari sini.
      Merasakan dan membuktikan langsung suasana seperti ini, terbayang di tahun 2017 akan lebih banyak yang tertarik datang ke sini. Yang datang pun di perkirakan akan senang dan puas. Cerita berantai di media sosial, bloger, akan terus berlanjut. Akhirnya tidak lupa rasa terima kasih dan apresiasi atas peran Bapak Riyadi yang membuka pekarangannya, usahanya menata rapi, menyediakan warung makan sederhana, dan sarana lain. Selamat datang di Spot Riyadi.


      Cakep khan view-nya. Saat itu lagi berawan. Kalau cuaca cerah akan lebih cakep lagi....
    • By Alfa Dolfin
      Terjadilah dialog singkat dengan kawanku, sbb

      “Eee.... tahu ngga itu hotel levelnya apa?”, tanya ku kepada kawan di meja kerja seberang

      Ngga tahu, jawabnya
      “Gue info aja ya, itu hotel bintang 5, you know...”

      Ooo asyik dong...
      “Apa yang asyik kalau Cuma taruh badan doang...rugi malah udah bayar malah”, kata-ku sambil menggrutu
      Ya...gimana dong. Masa harus cancel lagi.


       

      Yeaaa…. Itu dialog kecil dengan rekan kerjaku bernama Suliana sebelum kami merencanakan ke Yogya beberapa waktu lalu. Kami ber-6, rekan satu kantor tapi tidak semua satu gedung sudah lama merencanakan traveling ke Yogya dan Magelang. Tiket pesawat, hotel, itineray mau kemana saja selama 4 hari 3 malam.

      Lobby Melia Purosani


      tampak depan

      Obrolan yang berbau kesal tadi berawal pembatalan hotel yang sudah di pilih sebelumnya di jalan Sosrowijayan, Yogya. Hotel menengah dengan harga sekitar 250 ribu per malam. Masalah terjadi. H-2 tiba-tiba salah satu rekan yang akan berangkat, menurut ku melakukan provokasi yang bikin panik semua, kecuali aku. Sayangnya aku ngga berdaya meredakan kepanikan serentak tadi. Ia mengatakan di group WA bahwa hotel di Sosrowijayan termasuk “red zone”. Apa itu itu “red zone”…? Ya sulit menjawab di forum umum ini. Kira-kira begitulah…Ya tahu sendiri lah maksudnya.
      Galau

      Aku sendiri heran dia dapat informasi dari mana. Setahu ku yang sudah pernah tinggal 8 tahun lebih, dan sering bolak-balik ke Yogya, daerah Sosrwijayan fine-fine aja. Daerah lain memang pernah dengar rawan di isu-kan “red zone”. Karena sudah terjadi kepanikan, ada di antara teman-teman yang langsung membatalkan dan memilih hotel yang lain. Karena sudah mepet waktu, di pilih lah hotel yang masih available. Singkat kata terjadilah sepakat untuk tidak sepakt di Hotel Melia Purosani, yang beralamat di jalan Mayor Suryotomo, Ngupasan, Yogyakarta. Langsung 2 malam. Semalam lagi di Magelang.

      Woouwwww…. Melia Puro…booooo…. Terbayang semasa kuliah doeloe sering melewati hotel ini saat di bangun. Kelihatan megah. Saat baru di buka, masih soft opening, sempat merasakan mengingikuti salah satu workshop disini. Kesannya MEWAH….pasti NYAMAN…. Ngga terpikir kalau suatu saat akan nginap disini. Minta budget ortu, ngga tega juga. Hehehe…waktu masih mahasiswa masih andalin dompet ortu. Jadilah tuk nginap disini, Mimpi kaleeeee….



      Saat sunrise dari kamar hotel

      tuk ku pribadi suasana kamar sangat mewah. Sayang cuma semalam

      kamar mandinya pun termasuk mewah. 

      lorong kamar di lantai 5. Ngga terpikir sama sekali akan merasakan kemewahan salah satu hotel di Yogya
      Bahwa sekarang akan nginap di sini….hhhmmm….mimpi yang terkabul? Wah…kayaknya jauh dari harapan. Cuma kalau hanya taruh badan doang, apa ngga rugi tuch ngorbanin 750 ribu per malam, 2 malam jadinya 1.5 juta per kamar. Maksudnya, pagi-pagi sudah jalan sampai malam baru kembali lagi ke hotel. Bagi-ku termasuk pemborosan. Beda kalau memang ingin menikmati fasilitas hotel, tentu ngga perlu pergi lama siangnya.

      Bersama-sama kawan-kawan setelah check in. Inilah trip terakhir bersama mereka, setelah 2 kali sebelumnya trip bareng di kota lain.

      lorong lantai dasar terdiri ruangan yang biasa dipakai untuk meeting, seminar, dan lain-lain
      Namun karena sudah di book dan status oke, mau tidak mau ya aku harus ikut mereka. Pernah bilang juga, pisah hotel aja ya. Aku berkehendak cari hotel lain yang lebih murah tapi nyaman di sekitar jalan Dagen atau Sosrowijayan. Karena sebagai dianggap sebagai team leader teman-teman keberatan. “Kalau alasan kemahalan, kami aja yang bayari dech”. 
      Duch sampai ada yang bilang gitu. Ya tengsin lah. Akhirnya ngalah dan ikut mereka. Inilah kurang asyik-nya jika trip rame-rame. Sebenarnya sich ngga rame Cuma ber-6 dan ngga sepakat perihal pilihan hotel. Ngalah pun ngga ikhlasnya juga.

      Bersama "penerima tamu" yang berpakaian ala prajurit keraton
      Memang benar. Sesuai itinerary akhirnya kami di hotel Cuma malam saja. Total 2 malam. Siangnya jalan. Memang nyaman banget ini hotel. Hanya sayang mood waktu kurang asyik. Padahal aslinya oke lah disini. Sesuai harga.... Makanya sempat kan moto-moto dulu suasana hotel tuk ngobatin galau...


      Areal sarapan pagi. Menarik juga, meski berkonsep mewah masih menyajikan sarapan lokal. Tapi...tetap aja lebih nikmat gudeg Wijilan atau mbah Lindu. 




    • By Diyan Hastari
      Malem mingguan kemarin tepatnya 3 Desember 2016, saya menghabiskan waktu di Museum Benteng Vredeburg. Ngapain? Melihat genangan masa lalu yang sulit terlupakan. Tsaaaaahhhhh. Bukan, bukan. Saya di Benteng Vredeburg dalam rangka mengikuti acara Amazing Race yang diadakan oleh Ikatan Duta Museum DIY dan komunitas Yogyakarta Night at The Museum. Nihhhh saya kepincut gara-gara lihat ini di instagram @malamuseum.

      Perlu perjuangan juga untuk datang ke acara ini, mendekati waktu yang telah ditentukan ehhhh hujan deras sederas-derasnya. Alhamdulillah, doa para jomblo yang minta diturunkan hujan dikabulkan. Kwkwkwkwk. *ini bikin FR apa curhat seehhh
      Narsis dulu yess, kapan lagi masuk benteng Vredeburg bisa pepotoan yang sepi gini. Pake celana pendek dan sandal jepit pula. Kwkwkwkwk

      Sekitar jam 19.30 acara dimulai. Diawali dengan keliling diorama 1 dan 2. Semacam keliling museum gitu sambil dijelaskan satu per satu. Sudah pernah ke benteng Vredeburg kan ya? Yang unik, yang diceritakan bukan semata bagaimana perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan RI. Tetapi juga diceritakan bagaimana perjuangan beberapa pahlawan kemerdekaan dalam rangka memperjuangkan agar bebas dari belenggu jomblo. Bagaimana cinta lokasi yang ternyata terjadi di beberapa konferensi yang diadakan organisasi Boedi Utomo. Bagaimana romantisnya Bung Hatta yang berjanji tidak akan menikah sebelum Indonesia Merdeka. Catat ya, catat. Para pahlawan tidak hanya memikirkan bagaimana caranya agar Indonesia merdeka, tetapi mereka juga memperjuangkan masalah hati dan cinta. Kamu kapan??? Ehhhh, lupakan.

       

      Setelah kelar, para peserta dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok diminta untuk memecahkan game yang diberikan oleh panitia. Total ada 5 game yang tempatnya disebar di seantero benteng Vredeburg. Game yang pertama adalah memindahkan makaroni memakai sumpit. Game  ketiga, dan kelima saya kurang tahu apa karena bukan jatah saya. Hihihihi. Saya beruntung diberi mandat di game 3 dan 4. Game 3 memecahkan sandi gitu. Semacam kayak sandi-sandi waktu jaman masih pramuka. Game keempat enggak  tahu nama game-nya apa, jadi diminta untuk mengambil biskuit, ditaruh di hidung dan diminta gerak-gerak gitu biar biskuitnya masuk ke mulut. Voilaaaa, dalam 2 detik bisa kelar. Sampai panitianya syok. Si embak-nya enggak tau sihh saya kan laper. Kwkwkwk. Di setiap game yang telah diselesaikan, para peserta mendapatkan kepingan puzzle yang harus disusun. Hasilnya? Kami enggak juara siihhh.


       
       
      Acara berikutnya adalah masing-masing kelompok diberi pertanyaan terkait dengan sejarah di Indonesia. Nah kami harus bertanya ke orang yang telah ditentukan di sekitar nol kilometer. Serius saya lupa pertanyaannya apa saja karena terlalu heboh nyari orang yang bisa ditanyain. Ada beberapa kriteria orang yang harus kita tanyain, yang saya ingat
      *cewek yang memakai widges
      *orang yang memakai kaus hijau
      *orang yang lagi duduk dan makan
      *orang di sekitar gembok cinta
      *sepasang kekasih

      Yang terakhir sih kayaknya enggak deh. Tetapi kelompok kami memang rusuh seringnya gangguin orang pacaran. Hahaha. Btw yang di sesi terakhir, kelompok kami menang dan mendapatkan hadiah tiket masuk ke museum de Mata. Alhamdulillah, hikmah gangguin orang pacaran. Ehhh

       
      Amazing Race ditutup dengan foto bersama para peserta dengan panitia. Kelar jam 23.00 langsung pulang dan tidur nyenyak.

      Fyi, komunitas Yogyakarta Night at The Museum sering banget mengadakan acara seru kayak gini. Ini acara ketiga yang saya ikuti. Kalau ingin mendapatkan info tentang komunitas Yogyakarta Night at The Museum follow saja akun instagram @malamuseum.

      Salam museum, museum di hatiku
       
       
       
       
    • By Dewi Calico
      PARANGTRITIS, PESONAMU MELEGENDA
      안녕하세요,
      Parangtritis....
      Pesona Pantai atau Legenda??
      Jika berbicara tentang Pantai, di Dunia ini ada banyak pantai.
      Tapi Parangtritis seolah telah memiliki Nama yang melegenda dan mendunia, maybe dijaman sekarang bisa dibilang Go International.
      Bahkan Parangtritis ini mungkin sudah terkenal jauh sebelum adanya Internet jadi tak perlu membuat viral atau memBlow up sebuah "nama tourism place".
      Tak bisa dipungkiri Lokasi pantai di Pulau Jawa, di Garis pantai selatan dan di Yogyakarta.
      Maybe lokasi tepatnya bukan di Yogya nya tapi memang Yogya begitu sakral dengan adanya Keraton juga dan ditambah legenda dari Pantai Parangtritis membuat semakin menggoda.
      Bisa saja semua orang yang Traveling ke Yogya akan mengunjungi Parangtritis.
      Bahkan acara Piknik anak sekolah(contohnya Adekku dan aku jaman dulu) juga Parangtritis.
      Pantai ini sangat besar.
      Aku merasa ini seperti gurun pasir di tepi pantai.
      Yaaa karena hamparan pasirnya memiliki area yang luas.
      Ombaknya cukup besar dan angin juga cukup kencang.
      Bahkan saat aku berkunjung keadaan cuaca sedikit mendung.
      Meski begitu tetap banyak sekali wisatawan.
      Amazing banget kan !!!
      Ada banyak sekali pedagang baju, sandal, souvenir, dan makanan.
      Ada juga persewaan ATV dan Kereta Kuda.
      Lokasi Pantai bisa dituju dengan Sepeda motor atau Mobil.
      Untuk kendaraan umum, maaf aku kurang paham.
      Akses lokasi bisa dichek dengan Waze App.
      Alamat Pantai Parangtritis Yogyakarta
      Jl. Parangtritis Km. 28 Parangtritis Yogyakarta INDONESIA 55188
      Happy Traveling,
      Salam Dewi Calico.






    • By Diyan Hastari
      Hollaaaa, ada yang kangen akuu? Ehhh
      Mau nulis lagi yaaaaa, kali ini nulis tentang satu tempat yang lumayan cihuyy di Jogjaaa.
      ********
      Yang suka narsis, pas banget deh datang ke sini. Berkonsep serba terbalik, tempat ini menjadi salah satu tempat yang diincar oleh kawula muda di Jogja. Apalagi tempatnya dijamin instagrammable sekaleeeee.

      Datang ke tempat ini, kita berasa masuk ke rumah. Tercatat ada 8 spot foto yang sayang jika tidak diabadikan. Spot foto tersebut antara lain ruang 3D, living room, dinning room, master bed room, kids room, kitchen, laundry room hingga bathroom. 
       
       

      Bingung bagaimana cara mendapatkan foto dengan hasil yang maksimal? Jangan sedih bin galau, di tiap spot foto ada contoh pengambilan gambarnya. Sekaligus ada petugas yang siap memberikan arahan ke tiap pengunjung. Yang pasti, siap-siap harus antri ya. Apalagi kalau akhir pekan, tempat ini pasti ramai pengunjung.
       
      Upside Down Wold terletak di Jalan Ring Road Utara No. 18 (Seberang Indomaret Casagrande) Maguwoharjo, Depok, Kabupaten Sleman. Tempat ini buka tiap hari dari jam 10.00–19.00. HTM Rp 80.000 untuk orang dewasa dan Rp 40.000 untuk anak-anak. 
       
      Jadi, kapan ke sini?
       




    • By Rawoniste
      ...
      Hi JJnr , ini lanjutan FR saya di yogja day #3. 
      Karena di FR sebelum nya sudah di warning kuota photo sudah habis, saya lanjut kan di thread ini. 
      Kemaren saya cerita baru sampe pantai cemara, selanjutnya saya mengunjungi pantai depok , beruntung ibu Rumah makan ngasih tau, kalo sudah punya ticket parangtritis, bebas masuk ke pantai depok.  Nyesel jg sih waktu itu makan dulu, pantai depok ternyata surga nya hidangan seafood . mana mungkin saya baru 5 menitan lanjut makan lagi disini. Jadi cuma lihat2 saja , pantai nya jelek tapi rame pengunjung nya. Sepertinya pantai depok hanya didesain buat yg hobi makan seafood, yg tdk saya temukan di pantai tritis ato pantai cemara.
      tidak lama2 disini, langsung cabut lagi. Pas keluar gerbang ada plang musium maritim parangtritis, penasaran lihat2 dulu sebentar 
      Sepi, ada pos satpam tp tdk ada yg nunggu, pintunya sedikit terbuka. Jadi saya masuk saja. Karena tdk ada yg bisa saya Tanya, jadi langsung pulang lagi . padahal penasaran di dalamnya ada apa,bangunannya bagus dan luas .sepertinya terbengkalai .....
      Liat jam tangan sudah jam 3an, ahirnya saya memutuskan untuk pulang ke hotel saja. Kali ini pulangnya lewat jln parangtritis , gila jg yah ini jalan panjang banget. Saya nginep kan di hotel cube jln parangtritis no.5 , tapi jauh banget Dr pantai nya. 
      Waktu mendekati km5,5 saya melirik ada bangun an piramid, rela untuk puter balik lagi 

      Saya pun mampir dulu ke sini, disini ada food court,ruang pertemuan,futsal dll. 
      Hanya pesen virgin  mojito saja.... Masih kenyang sih. Beres minum... Cabut pulang ke hotel. 
      Setelah mandi sholat Dan istirahat sebentar, perut mulai lapar, ada niat ke kaliurang ... Tapi lagi2 jiper takut hujan. Ahirnya ngeloyor ke alun2 kidul , wuih.... Rame bgt disini , macet parah dgn mobil2an berlampu itu 
      pengen sih nyoba ngeboseh mobil2an ini tapi masa sendirian 
      nyobain ini dulu, namanya tempura. Tapi kok beda dgn tempura jepang yah. Ini mah semacam topu,sosis,otak2 dan isian buat sejenis suki itu deh yg digoreng ,10 biji boleh pilih hanya 8ribuan. (Di bandung sendiri saya sudah ogah makan yg beginian hahaha ) Sekalian pesen wedang ronde jahe.eh buset itu nenek2 yg jual ronde kurang ramah cenderung nyebelin, udah nyerocos ngomong jawa yg tdk saya pahami. Tapi saya bisa merasakan omongannya judes Hahahaha. Baru kali ini ketemu orng jogja yg judes .tp wedangnya enak ko.
      Karena masih lapar ,saya pun muter2 dgn maksud mau ke area malioboro. Tp waktu deket tugu jogja kecium wangi mie godog yg mengiurkan, berenti disana Dan pesen mie godog nya. Tapi buseeeeet lamaaaaaa bangettttt masaknya. Kerasa menjengkelkan sih kalo dlm keadaan lapar berat, tapi lihat orng lain yg duluan datang pada sabar menunggu, saya pun menunggu sambil main HP. Hahahaha.
      Datang jg ahirnya, wangi enak banyak .layak ditunggu !!  
      Day #3 
      Jam 7an saya sudah siap pergi ke kedungpedut. Rencana sambil cek out, tapi dipikir2 lagi ribed bawa backpack .Dan setelah googling waktu tempuh yg hanya 1jam 15menitan ,saya pun urungkan buat cek out. Yup 1jam lebih 15menit itu bagi yg tau jalan dan lancar di perjalanan kaleee... Hahahaha. Saya ngabisin waktu 2 jam untuk sampe kedungpedut ini. Grhhhh.... 
      Jalanan sepi waktu mau masuk daerah kulonprogo tsb, jrng Mobil ato motor bikin ciut , jalan berkelok2,naik turun lumayan ektrem . tapi jalanin saja, kapan lagi berpetualang Seperti ini. Beruntung jalanya 98% mulusssss, lg ada perbaikan disana sini tp hanya sedikit. Pas keluar Dr jln godean disuguhi pemandangan yg cukup indah bukit2 dgn hamparan sawah mirip2 dieng. Ada belokan ektrem leter L yg bikin bulu kuduk meriding (beneran meriding) ada tulisan warning kepedulian pemuda setempat untuk berhati2 di area ini. Pulang nya jg tetep meriding lho. Kayaknya byk yg celaka dan ada penghuninya  ,tapi sudah lah... Berdoa saja , beres kok 
      Ahirnya nyampe jg kedung pedut , hmmmm gak sia2 sih jauh2 kesini beneran Seperti ini warna airnya,tergantung cahaya matahari.kalo kesorot jadi sedikit menghijau Dan menguning. Kalo teduh berubah jadi biru toscabyk jembatan2 kayu, yg menurut saya cukup menganggu. Harus ditata ulang !! Penempatannya.
      pee dulu deh Hahahahabisa hijau,kuning, biru Tosca airnyalagiketika teduh warnanya Seperti ini.
      Gak tau bisa nyempung ato ngak, tapi kalo lihat di IG ada jg yg nyemplung di sini. Saya kesini kan pagi2 terus hari senin pula. Hanya ada 4 ce yg lg poto2, sepasang kekasih yg lg mojok.tp pas mau pulang mulai berdatangan. Kata tkng parkir kalo kemaren padet bgt sudah parkir susah gerak katanya. Dr jalan raya kesini kira2 300m rada nanjak sedikit ,ada yg sedang diperbaiki jg jalannya. 
      Kalo lihat di IG orang, gambar nya bisa nangkep semua landscape air terjun kedung pedut yg bertumpuk2 itu , kenyataanya gak bisa nih  ,ada gardu buat playing fox Seperti nya harus naik ini biar bisa ngambil poto full landscape nya ato pake drone tp tdk ada operatornya. mau moto2 pake tripod jg susah bgt dapet angle nya , beneran harus ada yg motoin !! 
      Hanya 30 menitan disini meskipun betah tapi apa daya harus segera cek out dr hotel. Waktu nanya ke pengelola , bisa pulang ngelanjutin ke arah kalibiru ato balik lagi. Karena kalo ke kalibiru turun terus ,saya pilih yg balik lagi yg nanjak. Bagi saya turun itu lebih menakutkan drpd tanjakan. Kalo nanjak bisa ngebut, kalo turun ... Musti pelan2. 
      Sepanjang perjalanan ke kedung pedut ini byk petunjuk arah ke tempat wisata lainnya cukup belok kiri kanan saja ,gua kiskendo,air terjun kembang soka ,taman mudal,umbul kleco,waduk sermo,kalibiru,dll. Nyesel jg salah ngambil jadwal kunjungan. Harusnya day 1 ato 2 langsung kesini ato day 3 langsung cek out hotel pagi2. Tapi sudah lah..... Lain Kali lg
      Pulang nya saya ngebut , setelah ketemu perempatan ringroad barat -godean , lanjut terus ke jln godean sampe mentok ke arah statsiun tugu (jln pasar kembang) tau gini ato om google yg ngarahin kesini, mending ngambil jalur INI. Bener2 bablas itu dr jln godean sampe lokasi gak ada belok2an . pas perginya byk belok sana sini. 
      Beres cek out, saya ke jln wijilan dulu buat ngeGudeg yujum dulu.
      Beres makan lanjut ke jln veteran pengen liat situs WARUNG BOTO , ini semacam taman air taman sari. Sekarang lagi dipugar . kecil sih . ini pemandiannya itu,baru saja ngehit di IG, udah mulai dikunjungi para selfie seeker.
      Bebas masuk asal minta ijin dulu sama yg lg kerja2nya.
      Yg lucu waktu ke sini, mau percaya sama google map ato siapa ? Waktu diarahkan tertuju jln veteran 77, itu warung jualan Baso. Grhhhh.... Reset lagi , dibawa kesini lg. Tp tdk salah sih Dr keterangan orng2 di IG deket gembiraloka zoo. 
      Dgn putus asa ,ahirnya berenti di tkng es oyen, samping tkng baso tsb.Pas ngelirik ada plank situs warung boto (ketutup Mobil truck yg parkir) Hahahaha.
      Google map emng tdk salah !! Lokasi nya emng di belakang jln veteran 77 tsb. Karena lokasi tsb berada di bawah jalan jd tdk kliatan dr jln, cuma bagian lengkungan atas saja yg sekilas tdk menunjukan situs tsb. 2x bolak balik Hahahaha .mungkin kalo sudah selesai bakal ada petunjuk nya . 
      Msh ada 3 jam menuju pulang, ahirnya ngadem di malioboro mall. Cape jalan2 di mall, makan dulu di makmak thai Street food pesen dori karee Dan  minuman campuran juice sama squash. 
      Lumayan enak , karinya cukup ringan mirip kari2 di pepperlunch , tp minumannya terlalu manis  .
      Eh waktu ngemall ini ternyata ada brand N favorite  ku yg lg disc , beli deh Hahahaha. Padahal backpack udah gak muat lg. 
      Dan petualangan day #3 pun berahkhir di sini