Sign in to follow this  
arifta

Inilah 3 Air Terjun yang Terkenal di DIY Gan!

7 posts in this topic

Gan, kalau ke Yoyakarta jangan Cuma ke Borobudur, Prambanan, Marlboro, Parangtritis saja karena ternyata masih banyak objek lain yang layak dikunjungi. Jika Anda senang berpetualang dan bercengkrama dengan alam, berikut merupakan tiga curug atau air terjun di DIY yang cukup recommended.

 

Air Terjun Sidoharjo

Curug ini berketinggian mencapai 75 meter dengan aliran airnya yang cukup deras. Dindingnya terlihat indah dan ditumbuhi dengan tumbuhan khas hutan yang hijau. Karenanya itu, kawasan ini menjadi objek berfoto yang luar biasa. Air terjun ini sangat cocok bagi Anda yang suka dengan pemandangan alam. Disini merupakan tempat ideal untuk menghilangkan stress. Udara yang sejuk, kicauan burung, pepohonan yang lebat menjadi pesona yang bisa dijumpai di Air Terjun Sidoharjo.

 

Air Terjun Grojogan Watu Jonggol

Air terjun ini ada di ketinggian 900 meter diatas permukaan air laut. Udaranya yang sejuk menjadi panorama bagi air terjun ini. pegunungan dengan nuansa alami dan pepohonannya yang hijau dan menawan ialah panorama yang dijumpai disini. Aliran airnya terbilang cukup deras. Dikelilingi dengan bebatuan dan tumbuhan hijau membuat setiap orang yang datang kesini akan merasakan kesegaran dan keeksotisannya. Air terjun ini terbilang bersih dan ajib.

 

Air Terjun Sri Gethuk

Air terjun ini konon tak pernah berhenti mengalir sekalipun Gunung Kidul sedang dilanda kemarau panjang. Debit airnya mencapai 80 liter/ detik dan ketinggiannya mencapai 24 meter. Air terjun ini merupakan penyatuan dari 3 air sumber mata air yakni Dong Poh, Ngandong, dan Ngumbul. Air yang berasal dari mata-mata air tersebut juga ternyata digunakan untuk mengairi sawah di sekitarnya.

post-64-0-24565900-1359267013_thumb.jpg

post-64-0-08355400-1359267017_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya niiiiii..... yang paling naik daun sekarang air terjun sri gethuk :)

rencana dalam waktu dekat ini mau kesana :D

 

iya, naik daun tp sampai saat ini blm dibarengi dgn pembangunan fasilitas2 yg memadai & bagus. akses masuk jln sepanjang desa2 msh rusak & bahkan hny bebatuan sj.

 

klo kesana sebaiknya rame2, gan. klo sndr ato ber2 ber3 kurang seru... bikin rombongan aja, aq didaftar ya... :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By PrinceJuju
      Secuil Surga tersembunyi itu bernama Air Terjun Sumber Pitu

      Berawal dari batalnya Trip ke Air terjun Madakaripura, maka terpilihlah Air terjun Sumber Pitu, Pujon Kidul Kab. Malang sebagai destinasi trip tgl 13 September 2015.
      Air terjun Sumber Pitu yang terletak di Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
      Ajakan pergi beramai-ramai dengan teman-teman kadang sulit di realisasikan karena masing-masing punya kepentingan, sehingga trip kali cukup menghubungi teman ane yg mau berangkat saja. Akhirnya fix 6 orang berangkat termasuk ane. Personel kali ini 5 cewek dan 1 cowok yakni ane sendiri. Hihihihihi….
      Untuk trip touring kali ini kami menggunakan 3 sepeda motor.
      Ditentukan meeting point jam 6.00 pagi di depan Apotek Pleret daerah Pleret, Pasuruan.
      13 September 2015
      Jam 05.45 pagi ane meluncur menuju Meeting point dan ternyata teman-teman ane sudah menunggu disana, dan 2 teman ane yg lain menunggu di Alun-alun kota Batu. Its Ok lah…
      Jam 06.00 kami berempat meluncur menuju alun-alun kota Batu menemui 2 teman ane di sana. Perjalanan pagi ini cukup dingin karena beberapa hari terakhir angin cukup kencang jadi kami tidak terlalu cepat memacu laju motor kami cukup 60-70 km/j. hehehee..
      Berkendara kurleb 45 menit kami tiba di pertigaan karanglo, kami arahkan motor menuju arah Batu. Tidak jauh dari pertigaan kami mampir warung makan untuk mengisi perut dulu. Warung ini cukup murah untuk seporsi rawon dan teh hangat hanya membayar 13rb rupiah saja. Ada bermacam-macam lauk tambahan seperti tempe tepung, dadar jagung dll pokoknya mantappphhh. Ane lupa nama warungnya, lokasi depan pertigaan mau ke kampus 2 ITN, maju dikit kanan jalan persis pojok gang.
      Setelah puas makan dan kenyang, lanjutttttttt go to Alun alun Batu….
      Jam 08.00 tepat ane udah ketemu 2 teman ane yg sudah menunggu sedari tadi, oke maaf temansss membuat kalian menunggu.. hiks.. hiks… hiks…
      Perjalanan kami lanjutkan menuju dusun Tulungrejo, Pujon kidul. Kami arahkan motor melewati Wisata Payung Batu dengan di suguhi pemandangan khas perbukitan dan café-café kecil yg biasa berjualan jagung bakar, kopi dan makanan minuman lainnya.
      Akhirnya ketemu patung sapi, kalau ke kiri menuju Wana Wisata Coban Rondo, kami terus mengikuti jalan besar kira-kira 50 meter ada pertigaan dan pangkalan ojek di kiri jalan kami belok kiri dan mengikuti jalan aspal tersebut kira-kira 3 km setelah tanjakan ada pertigaan kecil dan petunjuk arah Sumber Pitu belok kiri mengikuti jalan cor-coran.
      Dari pertigaan tersebut kurleb 500 meter ketemu loket/pos registrasi tiket masuk yg di kelola komunitas Capung Alas. Dengan membayar 10rb tiap orang, kami lanjutkan perjalanan menuju pos parkir terakhir melewati jalanan makadam dan tanah yg berdebu ** maklum musim kemarau ** perjalanan kurleb 3 km kami lalui dengan susah payah karena seharusnya menggunakan sepeda trail namun kami menggunakan sepeda motor biasa. Mobil pun bisa masuk hingga parkiran atas, dengan catatan bukan musim hujan ya...  Saran dari ane mobil dgn bemper rendah seperti sedan sebaiknya jgn di bawah ke parkiran atas, mobil seperti avanza, xenia its okelah... Bagi rombongan yg menggunakan elf long bisa jg parkir di pos registrasi / loket... Hihihihi…
      ** Sekedar info jika musim penghujan maka batas parkir terakhir adalah loket registrasi dan selanjutnya di tempuh jalan kaki. Karena jalanan licin dan lumpur berbahaya jika di paksakan naik motor / mobil ke parkiran atas. ada jasa ojek trail menuju parkiran atas kog.
      Tiba di parkiran atas, kami tempatkan motor parkir rapi tentu sebelumnya bayar parkir 5rb tiap motor. Perjalanan masih di lanjutkan dengan berjalan kaki yg menurut info 1-2 jam. Wowwww…. Cukup lama juga ya.
      Awal perjalanan melalui trek cukup datar namun setelah 100 meter, trek mulai menanjak miring 30-45 derajat di tambah kondisi jalan tanah yg berdebu, apabila kita melangkah debu mulai berterbangan. Apalagi berpapasan dengan rombongan lain dapat di pastikan debu bertambah parah ditambah orang lain yg kadang menginjak tanah dengan keras entah sengaja atau tidak semakin menambah polusi debu. Hiks.. hikss.. saran ane musti bawa masker jika kesana saat musim kemarau.
      Melewati ladang penduduk sampailah di kondisi jalan agak datar terus melangkah hingga menemukan jalanan turun lumayan ekstrim karena untuk turun tidak bisa jalan seperti biasanya musti pelan dan berpegangan akar pohon agar tidak terpeleset jatuh. Sudah mulai terdengar gemericik suara air terjun, dan setelah turunan tersebut ada air terjun tunggal yg di namai Coban Tunggal. Kami istirahat sejenak di tempat ini sembari bernarsis ria. Hehehehee…
      Setelah energi terkumpul kembali kami ambil arah kiri dari Coban Tunggal menuju tujuan kami yg sebenarnya yakni Sumber Pitu. Akses kali ini benar-benar ektrims karena jalan sempit menanjak di bantu oleh tali tambang agar tidak terjatuh. Di sarankan tidak buru-buru saat melewati medan tanjakan ini, cukup di nikmati pelan-pelan. Kurleb 15 menitan sampai di Air terjun Sumberpitu. Total lama perjalanan dari parkiran atas +- 1,5 jam jalan santai.
      Sungguh indah sekali karya Tuhan semesta alam, ane cuma bisa terdiam tidak mampu berkata-kata menikmati anugrah pemandangan sangat indah ini. Benar-benar amazingggggg…
      Pemandangan indah yg harus kita jaga dan lestarikan salah satu caranya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.
      Mengapa dinamakan air terjun Sumber pitu karena adanya aliran air sumber dari dinding tebing sejumlah 7, sebenarnya ada 9 namun entah mengapa di namakan Sumber Pitu seharusnya Sumber Songo.. hahahahaa
      Dari Air terjun Sumberpitu masih ada 1 air terjun lagi yakni Sumber Papat. Akses dari sumber pitu ke arah kanan menanjak kurleb 100 meter, medan kali ini tanpa tali dengan kemiringan lebih dari 45 derajat jadi harus sangat berhati-hati karena salah langkah bisa terpeleset dan jatuh ke bawah.
      Dari atas pemandangan air terjun Sumber pitu sangat indah sekali cocok buat narsis / selfie /wefie dll, namun tetap berhati-hati jika berfoto ria yg penting tetap jaga keselamatan.
      Tidak lama dari spot foto-foto tadi ketemu air terjun Sumber Papat / Coban Papat, sama seperti Sumber pitu aliran air berasal dari tebing tinggi namun jumlahnya hanya 4, dan aliran air ini mengarah ke Coban Tunggal yg tadi.
       
      Setelah puas menikmati karya Tuhan yg luar biasa ini kami memutuskan turun dan balik, jalanan turun lebih susah di banding naik, karena harus pelan dan sedikit ngerem agar tidak kebablasan, di tambah jika berpapasan dengan orang lain yg hendak naik ke Sumber pitu harus ada yg mengalah minggir agar tidak terjatuh.
      Selepas dari Coban Tunggal ke arah parkiran jalan sedikit tidak berat karena turunan, namun tetap saja debu mengganggu perjalanan ke parkiran. Hehehhee…
      Perjalanan kembali ke parkiran lebih cepat dari pada berangkatnya tadi. Sampai di parkiran jam 13.30 kami putuskan istirahat di warung sekitar dan mengisi perut yg mulai keroncongan dengan Indomie seleraku.. hihihihi…. Kami diskusi untuk rute selanjutnya, mestinya kami akan menuju Omah Kayu di kawasan Paralayang namun karena fisik dan kaki sudah gempor alias capek kami putuskan menuju alun alun Batu saja. Mungkin di lain waktu kami akan mengunjungi Omah Kayu.
       
      Akhirnya jam 15.30, kami sampai di alun alun kota Batu, setelah berunding sejenak maka di putuskan kami berpisah di sini karena teman ane ada keperluan dan ane juga ada keperluan ke rumah kakak ane di Batu.
      Jam 17.30 ane meluncur balik menuju Pasuruan. Seperti biasa setiap weekend arah Surabaya selalu padat cenderung macet mulai Karanglo – Singosari – Lawang, selepas itu lancar.
      Tepat jam 20.00 ane tiba di Pasuruan dengan selamatttt…
      Oke kawansssss… terima kasih buat touringnya… lanjuttt touring lain waktu yaaaaaa…..
      Ane banyak menemukan pelajaran baru dari trip kali ini, selain berkenalan dengan teman baru asal Tulungagung. Sharing-sharing sedikit pengalaman rupanya mereka bener-bener seorang traveler Sejati dan hanya berdua saja dalam mengunjungi lokasi lokasi wisata di berbagai tempat.
      Memang benar pergi beramai-ramai itu asyik dan seru namun identik dengan ruwet karena ada yg tiba-tiba batal hingga akhirnya batal semua, saling tunggu siapa pesertanya dan lain sebagainya. Namun jika benar ingin mengunjungi suatu tempat entah solo travelling atau berdua saja tetap akan di jalani, dan banyak sekali solo travelling di luar sana yg menginspirasi karena kita di tuntut benar benar mandiri, berinteraksi dengan alam budaya yg berbeda dan masih banyak lagi.
      So.. sederhana sekali, intinya ingin pergi kemana ya pergi saja… karena pengalaman dan pelajaran yg di dapat selama travelling tidak dapat di nilai dengan mata uang.
      Enjoy Yours Travelling
      Rincian pengeluaran :
      Bensin : 20.000,- ( jika berboncengan bisa di bagi berdua )
      Parkir Sumberpitu : 5.000,-
      Tiket Masuk  : 10.000,-
      Makan Pagi : 13.000,-
      Makan mie instan dan jajan di parkiran : 8.000,-
      Makan Malam : 18.000,-
      Total : 74.000,-
      ** total pengeluaran bisa lebih hemat jika bawa bekal makanan atau makan nasi bungkus
      Akses menuju Sumberpitu, Pujon Kidul:
      - Dari Surabaya : Surabaya – Pandaan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
         Kendaraan umum ( ada 2 alternatif ) :
      Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun. Naik bus jurusan Jombang, turun terminal jombang, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Malang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun - Dari Pasuruan : Pasuruan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      - Dari Malang : Malang – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : naik angkutan menuju terminal landungsari ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      Tips berkunjung ke Air terjun Sumber Pitu :
      1. Kondisi Fisik Prima ( wajib )
      2. Bawa Baju Ganti + Celana Pendek atau Celana ¾
      3. Pakai sandal gunung / sandal khusus / sepatu khusus yg tidak licin. ( jangan pake sandal yg licin seperti crocs / sandal jepit)
      4. Bawa Minum Air mineral karena jalan menanjak dan ekstrim
      5. Bawa Masker dan Sunblock. ( jalan berdebu saat musim kemarau )
      6. Bawa Tongsis / tripod agar maksimal untuk hunting foto.
      7. Bawa kembali sampah kita dan jangan buang sampah sembarangan.
      8. Jika naik kendaraan sendiri pastikan kendaraan anda dalam kondisi fit, Mesin, Oli, tekanan Ban, Rantai motor dll.
      9. Bawa duit tunai secukupnya.
       
    • By Daniyah Isa
      Hayhay, 
      Sedang ingin melokal dulu saja nih, ke tempat yang dekat sebelum melunvcur lagi ke tempat yang jauh
      Diantara kalian ada yang orang Yogya ? atau pernah stay lama di Yogya ?
      Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan petunjuk dan arah ini yaa
      Siapa yang tidak kenal dengan Yogyakarta? Daerah Istimewa yang tidak ada habisnya untuk rekomendasi wisata. 
      Long weekend 16-19 Agustus 2018 saya berkesempatan mengunjungi Yogya. Niat saya memang untuk menaiki transportasi umum di tempat ini. Untuk kalian yang senang berpergian sendiri, tanpa memesan paket wisata, semoga cerita saya bisa jadi referensi.
      Tepat pukul 04.00 Subuh saya tiba di stasiun Tugu Yogya. Saya keluar, belok kiri dan menelusuri jalan hingga menemui perempatan. Sampai di perempatan, saya ambil ke kanan untuk mengunjungi Jalan Malioboro.
      Nah buat kalain yang ingin menginap di kawasan Malioboro, dalam satu gang ini dari depan sampai belakang semuanya Hotel terjangkau loh :
      Jl. Kp.Sosromenduran
      Saya memilih menginap di Malioboro, karena aksesnya sangat dekat. Ini loh Hotel pilihan saya :
      Hotel Larasati 
      Selain Hotel itu, di dalam satu gang terdapat pilihan beberapa hotel, dari ujung depan sampai ke ujung belakang. 
      Baiklah, hari pertama tujuan tempat wisata saya adalah :
      1. Candi Prambanan 
      Tidak jauh dari hotel, saya berjalan menuju halte Malioboro 1. Saya menunggu transJogja 1A. Turun di Halte Pasar Prambanan. 
      TransJogja 1A Halte Malioboro – Halte Pasar Prambanan
      Saran Saya, jangan malas jalan yaa! Memang sih ada banyak pilihan seperti bentor (becak motor), Ojek, dan Delman. Buat pelancong seperti saya, agak sayang sih! Ini tinggal ke sebrang saja, sudah sampai ke pintu masuk kawasan wisata prambanan. Jadi, jangan malas jalan! Tetap siapkan stamina *kalau bisa. 
      Kawasan Candi Prambanan
      Harga tiket Masuk saat itu, 17 Agustus 2018 Rp 40,000 untuk turis Domestik. Saya rasa ini cukup mahal, mengingat harga itu hanya untuk ke candi Prambanan saja, tidak untuk satu komplek candi disekitar Prambanan. 
      2. Candi Borobudur 
      Nah, siapa yang tidak kenal dengan candi ini ! Pernah menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia, dan masih menjadi warisan sejarah dunia. 
      Berangkat dari Halte Pasar Prambanan, saya memutuskan untuk lanjut saja ke candi Borobudur. Saya naik transJogja 1A arah balik menuju Malioboro, namun berhenti di halte Bandara Adisujipto lalu sambung transJogja 5B. 
      Menaiki transJogja 5B, turun di terminal Jombor. Memang banyak juga yang menyarankan naik dari terminal Giwangan, tapi kebetulan saya dapat saran dari petugas transJogja untuk berhenti di terminal Jombor.
      Tapi memang dibutuhkan kesabaran bila kalian memutuskan berpergian menggunakan transportasi umum. TransJogja bisa dibilamg berputar hampir ke seluruh pusat kota Jogja. 
      Turun di terminal Jombor, kalian akan temui kenek bus yang berteriak “Ayo Borobudur, Borobudur!” sayang saya nggak foto busnya karena terburu-buru waktu itu. 
      Bus itu seperti kopaja kalau di Jakarta. Waktu beroprasi bus ini 05:00am-03:00pm dari terminal Jombor. Dari terminal Magelang, bus paling terakhir pukul 05.30pm (setengah enam sore), lepas itu tidak ada bus lagi ke Yogya. 
      Tarif bus ini relatif sih! Jadi pengalaman saya, pas pertama berangkat pakai bahasa Nasional 25RB setara dengan turis asing di belakang saya. Nah, pas pulang saya pakai bahasa Jawa! Yaa memang kebetulan orang Purwokerto sih hehehe, tarifnya 20RB.  Sejen lah, karo wonge dewek aja larang-larang! Hahaha. Beda lah, sama orangnya sendiri jangan mahal-mahal! Gituuh. 
      Halaman utama Borobudur menghadap Gunung Merapi
      Turun dari terminal, kalian akan ditawari Ojek menuju pintu masuk Borobudur. Tawar saja 10RB, karena tempatnya hampir 1km dari terminal Magelang. 
      HTM borobudur dikenakan 40RB untuk wisatawan Domestik. Kalian bisa memandang Gunung Merapi dari ketinggian. Tetap waspada dan hati-hati yaa! Tangga menaiki candi cukup curam.
      Patung Budha di atas Candi Borobudur
      Menunggu Sunset ataupun Sunrise disini memang sungguh indah. Melihat keagungan ciptaan Sang Illahi, Masha Allah. Aslinya lebih bagus daripada fotonya. 
      3. Keraton Kesultanan
      Tidak lengkap rasanya kalau kalian datang ke Yogya tanpa melewati Keraton Kesultanan. Lokasinya hanya lurus saja dari jalan Malioboro. Ditempuh jalan kaki sekitar 25 menit saja.
      Keraton Kesultanan Yogyakarta
      Yaps, gambar halaman depan Keraton Kesultanan Yogyakarta ! Saya tidak masuk ke dalamnya, karena bagi saya cukup melihat dari luar saja, heheh.
      Lapangan di depan Keraton Kesultanan
      Kebetulan, saat itu sedang 17 Agustus perayaan hari Merdeka. Malamnya, akan diadakan konser musik dan beberapa pameran. Di samping jalan, terdapat dua pohon beringin Kramat.
      4. Nol Kilometer
      Jalanan ini hampir mirip kota tua bagi saya. Bangunan tua bekas kolonial Belanda masih berdiri kokoh, yang sekarang digunakan sebagai gedung perkantoran. 
      Perempatan Jalan Nol Kilometer
      Jalanan ini cukup bersih, udaranya segar, ramai juga. Waktu itu cuaca cukup terik sekitar 38C.
      Tapi semua terbayar dengan semilir angin dan pohon-pohon besar yang teduh, heheh. 
      Bangunan Pos Indonesia di Nol Kilometer
      5. Jalan Malioboro 
      Sengaja saya tempatkan diurutan terakhir untuk wisata di Malioboro. Saya menginap di kawasan Malioboro karena di tempat ini cukup strategis untuk akses transpotasi umum, ataupun bagi yang mau pick up taxi-ojek Online. 
      Dari Stasiu Tugu,  hanya keluar lalu belok kiri, menemukan perempatan dan belok kanan. Sampai deh, di Malioboro.
      Kawasan sekitar Jalan Malioboro
      Tempat ini menjajakan berbagai macam kuliner Yogya, ada toko pakaian, tas, sepatu dan macam-macam. Dari harga murah sampai yang menengah. Kawasan ini cukup padat, ramai dan tidak cocok untuk berfoto bagi saya. 
      Kalau ingin berfoto di Malioboro, buat saya lebih baik bangun sebelum subuh dan mengelilingi jalan Malioboro yang sepi. 
      Malioboro saat pagi hari
      Nampak di atas gerobak yang ditutupi terpal biru. Kalau malam, di depan itu semua para pedagang kaki lima menjajakan kaos dan oleh-oleh khas Yogya.
      Maaf itu kakinya nebeng narsis heheh .
      Sebenarnya jika kalian memiliki stamina yang cukup kuat, kalian bisa mendatangi kelima tempat itu dalam waktu satu hari. 
      Ambil kereta malam,  agar sampai pagi di Yogya. Jadi begitu sampai bisa langsung ke Borobudur lalu lanjut ke kawasan wisata sekitar pusat kota Yogya. 
      Sekian cerita jalan-jalan saya, semoga bermanfaat untuk kalian uang sedang bingung ingin berwisata kemana.
      Tapi jangan dipaksain loh yaa, nanti sakit tipes lagi heheh
       
       
    • By Sari Suwito
      Sedang transit di kota Jogja dan ingin jalan-jalan murah? Tentu bisa....bisa bangeet malah. Jadi gini, beberapa waktu lalu kami ada acara keluarga di Kulon Progo, berhubung ada anggota keluarga yang mempunyai jadwal terbang beda satu hari dengan keberangkatan saya, maka jadilah kami berangkat bareng dari Kulon Progo naik taksi tetangga saya. Itung-itung hemat tenaga dan uang daripada saya harus bolak-balik Jogja-Wates-Jogja, maka saya memilih untuk menginap saja di hotel dekat bandara Adisucipto. Setelah browsing nemulah saya alamat dan nomer telepon Hotel Bandara Asri (nanti saya tulis reviewnya dech). 
       
      Sebelum ke Bandara Adisucipto saya minta taksi untuk mengantar ke hotel dan taruh barang bawaan saya di hotel.  Karena setelah selesai urusan di bandara saya berniat untuk jalan-jalan sore di kawasan Malioboro sekalian wisata museum gitu. Begitu urusan di bandara selesai, saya langsung menuju Shelter Trans Jogja dari Bandara Adisucipto, naik bus Jalur 1A lalu turun di shelter Malioboro 3 (Pasar Beringharjo/Benteng Vrederburg), lalu saya jalan kaki menuju ke Museum Sonobudoyo, tapiii sayang sekali, ternyata museum sudah tutup jam setengah empat. Jadilah saya..lanjutkan jalan kaki ke arah Jalan Rotowijayan ke museum Kereta Karaton, dan ternyata sudah tutup juga. hihihihi... 
       
      Akhirnya saya jalan kaki ke kawasang cenderamata di jalan Rotowijayan, di kawasan ini berjejer toko yang menjual souvenier, batik dan kaos dagadu. Keluar masuk toko tapi ga nemu juga yang cocok, jadi yaa sekedar cuci mata aja dech. Tak lama kemudian saya memutuskan untuk balik aja ke hotel, takut kesorean dan bus Trans Jogja penuh. Dalam perjalanan menuju shelter Trans Jogja, ketika melewati alun-alun utara ternyata ada kuda yang sedang dilatih oleh pawangnya.  Skalian numpang selfie aah... hehehe...



      Sampai juga akhirnya ke shelter Trans Jogja, dan rupanya ga penumpang ga terlalu ramai, dan masih kebagian tempat duduk. Saya turun di Shelter Jl. Solo (Maguwo) lalu jalan kaki menuju hotel. Sampai hotel setelah mandi sambil nonton tv ternyata berasa dech laparnya, jadilah saya pesan di restaurant hotel mie rebus jawa seharga tujuh belas ribu lima ratus rupiah. hihihi...lumayan...daripada harus keluar hotel lagi. Akhirnya makanan dataang.....
       
      Selesai makan, sambil nonton TV langsung tidur sampe pagi... hihihi...
       
      Pagi hari setelah selesai sarapan saya langsung berangkat ke Shelter Trans Jogja di Bandara Adisucipto untuk menuju Malioboro yang akan dilanjutkan jalan kaki ke Museum Sonobudoyo dan Museum Kereta Karaton Yogyakarta.  
       
      Museum Sonobudoyo
       
      Sekitar jam 8.20 akhirnya sampailah saya di Museum Sonobudoyo, harga tiket masuk tiga ribu rupiah saja, setelah membayar tiket dan mengisi buku tamu, saya dihampiri mbak-mbak yang menawarkan menjadi guide untuk melihat-lihat koleksi museum tapi saya tolak dengan halus. Sepertinya enakan jalan sendiri aja dech, jadi lebih leluasa untuk melihat-lihat koleksi museumnya. 

      Museum Sonobudoyo adalah museum sejarah dan kebudayaan Jawa, termasuk bangunan arsitektur klasik Jawa. Museum ini menyimpan koleksi mengenai budaya dan sejarah Jawa yang dianggap paling lengkap setelah Museum Nasional Republik Indonesia di Jakarta (Museum Gajah).  Museum Sonobudoyo terdiri dari dua unit, unit 1 terletak di Jalan Trikora No. 6 (sebelah utara alun-alun keraton Yogyakarta), sedangkan unit 2 terletak di nDalem Condrokiranan, Wijilan, di sebelah timur alun-alun Keraton Yogyakarta.
       

       
      Museum Sonobudoyo didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda oleh Yayasan yang bernama Java Instituut. Yayasan ini bergerak di bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Panitia pendirian museum yaitu IR. TH. Karsten, P.H.W. Sitsen dan S. Koperberg. Bangunan museum menggunakan tanah bekas "Schauten" atau tanah hadiah dari Sri Sultan HB VIII. Peresmian dilakukan oleh Sri Sultan HB VIII pada tanggal 6 November 1935.
       
      Koleksi Museum Sonobudoyo (unit 1 dan unit 2) terbagi menjadi 10 jenis, yaitu:
      Koleksi Numismatik dan Heraldika, obyek penelitiannya adalah mata uang/alat tukar yang sah, yang terdiri dari mata uang logam dan kertas. Heraldika adalah setiap tanda jasa, lambang dan pangkat resmi (termasuk cap dan stempel). Koleksi Filologi, benda koleksi yang menjadi obyek penelitian filologi, misalnya risalah kuno, tulisan tangan yang menguraikan sesuatu hal atau peristiwa.  Koleksi Keramologi adalah koleksi yang terbuat dari bahan tanah liat bakar berupa pecah belah, misalnya guci.  Koleksi seni rupa, koleksi seni yang mengekspresikan pengalaman artistik melalui obyek dua dimensi atau tiga dimensi.  Koleksi Teknologi. Benda atau kumpulan benda yang menggambarkan perkembangan teknologi. Koleksi Geologi, adalah benda yang menjadi obyek ilmu geologi, antara lain batuan, mineral, fosil dan benda-benda bentukan alam lainnya (permata, granit, andesit). Contoh: Batu Barit. Koleksi Biologi adalah benda yang menjadi objek penelitian ilmu biologi, antara lain tengkorak atau rangka manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Misalnya burung (obset) / dikeringkan. Koleksi Arkeologi adalah benda yang menjadi objek penelitian arkeologi. Benda tersebut merupakan hasil peninggalan manusia dari zaman prasejarah sampai dengan masuknya pengaruh kebudayaan barat misalnya : Cermin. Koleksi Etnografi adalah benda yang menjadi objek peneiitian ilmu etnografi, benda-benda tersebut merupakan hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu etnis misalnya Kacip. Koleksi Historika adalah benda yang bernilai sejarah dan menjadi objek penelitian sejarah. Benda tersebut dari sejarah masuknya budaya barat sampai dengan sekarang, misalnya Senapan laras panjang, meriam.  Saya hanya mengunjungi Museum Sonobudoyo Unit 1, jadi unit 2 mungkin di lain kesempatan akan saya datangi lagi, sekalian makan gudeg di wijilan kali ya. hehehe...
       
      Oh ya, di depan bangunan Museum Sonobudoyo Unit 1 ini terdapat 2 buah meriam lho. Kedua koleksi meriam tersebut di atas berasal dari masa Sri Sultan Hamengku Buwana III. Sayangnya saya lupa untuk fotoin. hehehe...
       
      Selain meriam terdapat pula arca dan relief. Berikut beberapa koleksi yang berada di halaman pendapa : Arca Dewi Laksmi, arca Mahakala, dan Makara.



       
      Sedangkan di bagian dalam pendopo terdapat seperangkat gamelan.

      Museum ini memiliki beberapa ruang, diantaranya:
      Ruang Pengenalan
      Di atas pintu masuk menuju ke ruang pengenalan terdapat relief candrasengkala "Buta Ngrasa Esthining Lata". Ruang pengenalan berukuran 62,5 m2. Salah satu koleksi yang ada di ruang pengenalan yaitu pasren atau krobongan yang terdiri dari tempat tidur, bantal, guling, kasur, kelambu, sepasang patung loro blonyo, sepasang lampu robyong, dan sepasang lampu jlupak.

      Ruang Prasejarah
      Ruang ini menyajikan benda-benda peninggalan masa prasejarah yang menggambarkan cara hidup manusia pada masa itu meliputi berburu, mengumpulkan dan rneramu makanan. Pada tingkat selanjutnya manusia mulai bercocok tanam secara sederhana serta melakukan upacara- upacara yang berhubungan dengan religi (kepercayaan kepada roh nenek moyang, penguburan dan kesuburan).

       
      Ruang Klasik dan Peninggalan Islam
      Dalam penyajian koleksi dikelompokkan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal yaitu:
      1. Sistem Kemasyarakatan
      2. Sistem Bahasa
      3. Sistem Religi
      4. Sistem Kesenian
      5. Sistem Ilmu Pengetahuan
      6. Sistem Peralatan Hidup
      7. Sistem Mata Pencaharian Hidup 

      Patung Kepala Dewa,  dibuat dari perunggu berlapis emas. Ditemukan di Pathuk, Gunung Kidul pada tahun 1956. sebagai lambang Dewa Budha,
      Ruang Batik 
      Di ruang ini memamerkan beberapa koleksi batik. Selain itu juga terdapat proses membatik yang dimulai dari pengerjaan pola sampai proses jadi sebuah batik. Di ruang ini saya suka sekali melihat aneka motif batiknya...bagus bagus banget...



       

       
      Ruang Wayang
      Sesuai namanya, di ruangan ini memamerkan aneka jenis koleksi wayang, diantaranya ada wayang kulit dan wayang golek serta gambar tata letak pementasan wayang kulit purwa klasik.



       
      Ruang Topeng
      Disini juga terdapat beberapa jenis topeng dari berbagai daerah. Topeng sudah mengalami sejarah perkembangan, bersamaan dengan nilai-nilai budaya dan nilai seni rupa. Topeng yang tampil dalam bentuk tradisional mempunyai fungsi sebagai sarana upacara dan pertunjukan.

       
      Ruang Jawa Tengah 
      Di ruang ini memamerkan ukiran kayu yang terkenal dari Jawa Tengah yaitu Jepara seperti gebyog patang aring. Selain itu terdapat keris dan senjata tajam lainnya dengan berbagai jenis.


      Ruang Emas
      Museum Sonobudoyo merupakan museum yang memiliki koleksi artefak emas tapi dengan beberapa alasan belum dapat dilihat oleh umum.
      Pada dasarnya artefak emas memiliki fungsi berbeda-beda, yaitu sebagai:
      1. Mata uang
      2. Perhiasan
      3. Wadah
      4. Senjata
      5. Simbol religius, dll.
      Di ruangan ini dipamerkan aneka koleksi perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari kuningan dan perak. Seperti: aneka bentuk ceret dan kendi, sendok makan, dll.




       
      Ruang Bali
      Diantara ruangan lain, ruangan ini paling istimewa, karena terdapat lampu warna biru yang byar pet gitu. hehehe...
      Koleksi ruang Bali berkaitan dengan kebudayaan Bali baik mengenai yadnya (upacara) maupun berbentuk seni lukis dan seni pahat. Di bagian terpisah terdapat Candi Bentar.
       


      Patung Penari Keris, posenya ini lho...agak-agak merinding...seperti orang mau bunuh diri yaa..

      Di bagian luar Ruang Bali terdapat Candi Bentar, di dalam komplek candi Bentar biasanya terdapat Bale Gede, yang berfungsi sebagai tempat upacara daur hidup dan untuk bermusyawarah.

       
      Ruang mainan
      Di sini dipamerkan koleksi aneka mainan tradisional dan foto-foto anak-anak yang sedang memaikan permainan tradisional.



      Setelah merasa cukup puas berkeliling museum Sonobudoyo, saya melanjutkan perjalanan berikutnya ke Museum Kereta Keraton Yogyakarta dengan berjalan kaki. Yuk, ikuti cerita selanjutnya.
       
      Museum Kereta Karaton Ngayogyakarta 
      Museum ini terletak di Jalan Rotowijayan, bisa ditempung dengan berjalan kaki dari Museum Sonobudoyo unit 1. Harga tiket masuk lima ribu rupiah, ditambah tiket ijin foto seharga seribu rupiah.

      Museum ini khusus menampung kereta-kereta kuda keraton pada masa Kerajaan Yogyakarta era Sri Sultan Hamengku Buwono ke-8. VIII.
       
        Museum kereta keraton ini memiliki 18 kereta, setiap kereta memiliki nama masing-masing, diantaranya:
      1. Kereta Nyai Jimat, 
      2. Kereta Kyai Garudayaksa, 
      3. Kereta Jaladara, 
      4. Kereta Kyai Ratapralaya, 
      5. Kereta Kyai Jetayu, 
      6. Kereta Kyai Wimanaputra, 
      7. Kereta Kyai Jongwiyat, 
      8. Kereta Kyai Harsunaba, 
      9. Kereta Bedaya Permili, 
      10. Kereta Kyai Manik Retno, 
      11. Kereta Kyai Kuthakaharjo, 
      12. Kereta Kyai Kapolitin, 
      13. Kereta Kyai Kus Gading, 
      14. Landower Kereta, 
      15. Kereta Surabaya Landower, 
      16. Wisman Landower Kereta, 
      17. Kereta Kyai Puspoko Manik 
      18. Kereta Kyai Mondrojuwolo. 
      Kereta-kereta tersebut mempunyai fungsi masing-masing, dan penggunaannya selalu dipilih berdasarkan acara yang akan diselenggarakan. Beberapa foto terpasang di dekat lokasi kereta Keraton. Jadi kita juga bisa lihat kereta ini dipakai di acara apa gitu.


      Oh ya, kereta-kereta ini buatan Eropa lho, diantaranya Jerman dan Belanda. Bahkan sebagian besar kereta-kereta ini masih asli, belum tersentuh modifikasi meski sebagian sudah mengalami modifikasi baik dalam warna cat maupun interiornya.
       
      Terdapat beberapa kereta yang dikeramatkan, karena keistimewaan bahannya yang terbuat dari emas dan merupakan kereta Raja yang disebut sebagai kereta Kencana, bahkan sebagian kereta mungkin memiliki cerita mistis, makanya jangan sembarangan ya saat berada di tempat ini. 
       
      Saya paling suka kereta ini nich...keren dan elegan banget... *abaikan penampakan yang separo ini. hehehe...

       
      Jenis-jenis kereta di Museum Kereta Keraton:
      1. Kereta atap terbuka dan beroda dua, contohnya:  Kereta Nyai Kapolitan

      2. Kereta atap terbuka dan beroda empat, contohnya: Kerata Kyai Jongwiyat dan Landower. Oh ya saya sempat dengar kalau Landower ini berasal dari istilah dalam bahasa Inggris Land Owner (Tuan Tanah/Raja).

      3. Kereta atap tertutup dan beroda empat. Kereta ini termasuk kereta yang mewah dan sakral, contohnya: Kereta Kanjeng Nyai Jimad, Kyai Garudayaksa dan Kyai Wimanaputra.

      Kereta Kanjeng Nyai Jimad ini merupakan kereta tertua, telah berada di sini sejak tahun 1750. Kereta ini merupakan buatan Belanda. Bentuknya unik dan sangat indah seperti layaknya kereta Cinderella. Di bagian depan bawah kereta ini terdapat patung wanita menyangga kereta ini dan terdapat untaian bunga yang mengalunginya.
       
      Ada juga kereta Premili, di dalam kereta ini terdapat 4 baris kursi yang saling berhadapan, kereta ini berfungsi untuk membawa para penari keraton yang berjumlah sekitar 16 orang.

      Di dalam museum ini juga terdapat beberapa patung kuda, koleksi pakaian dan perlengkapan kusir kereta.




      Di bagian luar museum di halaman sebelah utara juga terdapat kandang kuda yang dihuni beberapa ekor kuda. Berikut beberapa suasana di halaman museum..


      Sekitar jam setengah sebelas saya keluar dari Museum Kereta Keraton lalu jalan kaki ke shuttle Trans Jogja di jalan Malioboro. Seperti sebelumnya, saya turun di shelter Jl. Solo - Maguwo lalu mampir makan siang di warung padang dulu, baru lanjut jalan kaki ke toko oleh-oleh Bakpia 25. Nah, disini saya coba beli varian baru bakpia 25 yaitu bakpia isi ubi ungu, enak juga lho rasanya. Sampai di hotel sekitar jam 12an, saya beres-beres barang bawaan dan sekitar jam 12.30 saya ke front office untuk nyerahin kunci kamar, dan request pengantaran ke bandara diundur jadi jam 2 saja. Males kelamaan di bandara ga bingung mau ngapain secara flight saya masih jam 16.10. Akhirnya jam 2 tepat saya minta diantar ke bandara, rupanya counter Air Asia sudah buka, jadi langsung aja check in dan masuk ke boarding roam. Selamat tinggal Jogjakarta....ke Jakarta aku kan kembaliiii......
      Demikianlah...field report jalan-jalan saya saat transit di kota Jogja...mungkin bisa menjadi referensi buat teman-teman yang akan transit di kota Jogja.
       
       
       
       
    • By amoy
      Jadwal 2018 :
      15-20 februari
      12-17 april
      4-9 juli
      8-13 september
      Destinasi :
      Savana bekol baluran
      Menara pandang
      Pantai bama
      Mangrove trail
      Kawah ijen
      Blue fire
      Sunrise bromo
      Kawah bromo
      Pasir berbisik
      Bukit teletubies
      Pura luhur bromo
      Coban rondo
      Musium angkut
      Taman langit
      Gunung banyak
      Alun alun batu
      Mangunan
      Puncak becici
      Tugu
      Malioboro
      Alun alun yogja
      Phuntuk setumbu
      Gereja ayam
      Borobudur
      Lava tour merapi
      Sentra bakpia
      Price :
      2700 idr
      Start surabaya & finish yogjakarta
      *start jkt/kota lain call us!!!
      Fasilitas :
      Transport ac
      Jeep bromo
      Jeep merapi
      Homestay ( max 3 orang/room )
      Makan 15x
      All tiket wisata
      Tour leader
      Day 1
      00:00-02:00 meeting point di stasiun/bandara surabaya
      02:00 menuju baluran
      10:00 explore baluran
      14:00 menuju homestay
      17:00 check in homestay, Makan malam & free time
      Day 2
      00:30 check out, menuju pos ijen paltuding
      01:30 treking kawah ijen
      04:30 explore blue fire
      05:30 explore kawah ijen
      06:30 kembali ke pos ijen
      09:30 start menuju bromo
      17:00 check in homestay bromo, makan malam & free time.
      Day 3
      03:00 start menuju spot sunrise bromo (penanjakan/bukit kingkong)
      04:00 explore sunrise
      06:00 explore kawah bromo, bukit teletubies, pasir berbisik
      10:00 kembali ke homestay
      12:00 start menuju batu malang
      15:00 check in homeatay dibatu
      16:30 explore gunung banyak & taman langit
      20:00 explore alun-alun
      22:00 istirahat & free time
      Day 4
      09:00 explore coban rondo
      12:00 check out homestay
      13:00 explore musium angkut
      16:00 agro wisata petik apel
      18:00 menuju yogyakarta
      Day 5
      05:00 tiba di yogja, explore mangunan, becici & breksi
      12:00 check in homestay
      14:00 city tour yogja. Alun-alun, malioboro, tugu.
      20:00 kembali ke homestay, istirahat.
      Day 6
      03:00 check out menuju phuntuk setumbu
      04:30 explore puntuk setumbu
      06:00 explore gereja ayam
      07:00 explore candi borobudur
      12:00 lava tour merapi
      15:00 kembali ke yogjakarta.
      17:00 drop di stasiun/bandara yogjakarta. Trip selesai. Thanks to all.
      Syarat dan Ketentuan :
      . DP sebesar Rp 500.000 ke rekening ( no rek by sms/wa/call )
      . Peserta dianggap Fix, jika sudah DP/Full transfer.
      . Konfirmasi Pembayaran Paling Lambat 1 X 24 jam
      . Sisa pelunasan dibayarkan pada H-5
      . Pembayaran DP dianggap hangus jika terjadi pembatalan keberangkatan dari pihak Peserta ( bisa di gantikan peserta lain ).
      . Jika terjadi Force Majeure, diselesaikan secara kekeluargaan.
      . Ittinerary dapat berubah sesuai situasi & kondisi.
      CP :
      travelinkcafe : ( 081318723881 ) Call/WA/SMS
      Email : travelinkcafe@gmail.com
    • By Karina Ayu Amalia
      hai.. gue mau solotrip ke jogja tgl 24-26 agustus 2017. kalau ada yg mo gabung atau ketemuan dijogja sekalian ngopi bareng  wa ke 08982387756 yaa
      ini fix berangkat, nyampe jogja jam 14.30wib tgl 24..
       
       
    • By Viviiy
      images: Instagram
      Sumatra Barat memiliki banyak potensi wisata alam yang belum begitu dikenal, termasuk tempat wisata di Padang Pariaman. Tujuan wisata alam terpopuler bukan hanya pantai, namun juga air terjun; salah satunya adalah air terjun Baburai. Air terjun ini berlokasi di Kabupaten Padang Pariaman, dan baru dibuka untuk umum pada tahun 2013 lalu.
      Akan tetapi, penduduk setempat banyak yang sudah sering datang ke air terjun ini, tentunya karena keindahan panorama di sekitar air terjun serta kesegaran airnya. Jika Anda ingin menikmati keindahan alami air terjun yang belum banyak dikunjungi, Baburai bisa menjadi pilihan.
      Keindahan Alami Air Terjun Baburai
      Karena air terjun Baburai belum banyak dikunjungi, dan masih relatif baru sebagai tempat wisata, fasiliats di tempat ini belum begitu banyak. Air terjun ini dapat dicapai dengan berkendara selama sejam dari pusat kota, dan berjalan kaki selama sekitar 10 menit untuk akhirnya mencapai air terjun. Ada tangga batu yang dibangun agar pengunjung bisa mencapai air terjun dengan lebih mudah. Akan tetapi, semua susah-payah berjalan itu terbayar dengan keindahan alami air terjun ini.
      Air terjun Baburai sendiri mengambil namanya dari kata "baburai" yang bermakna "tergerai," seperti pada rambut panjang, karena bentuk air terjunnya yang ramping dan tinggi. Air terjun Baburai sangat jernih dan dingin, sehingga sering dimanfaatkan warga sekitar untuk berenang, bersantai, dan melepaskan stres. Tempat wisata ini biasanya sedikit ramai setiap hari Sabtu dan Minggu serta saat libur sekolah, dan kebanyakan pengunjungnya di waktu-waktu seperti ini adalah anak sekolah dan keluarga.
      Air terjun Baburai kini juga berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air berskala kecil serta penyedia air bersih bagi masyarakat sekitar. Sejauh ini, fasilitas yang ada masih belum banyak, dan terbatas pada pedagang makanan kecil-kecilan. Akan tetapi, air terjun Baburai jelas sudah menjadi primadona masyarakat sekitar sebagai tempat wisata di Padang Pariaman, dan penduduk sekitar berharap pemerintah setempat akan mengembangkan air terjun ini sehingga menarik lebih banyak pengunjung.
      Jika Anda kebetulan berada di Padang Pariaman, luangkan waktu untuk mengunjungi air terjun Baburai yang indah.
      SUMBER
    • By gicong
      Halloo, 
      Salam kenal, aku Gits. 
      Aku rencana (eh bukan rencana sih) tapi sudah pasti akan ke Yogyakarta tanggal 23 April 2017 untuk ikut Mandiri Jogja Run (siapa tahu bisa marathon bareng Mbak Dian)
      Ada yang ikut jogja run ga disini? Siapa tahu bisa bareng disananya.
      Hari pertama, setelah lari cantik, lanjut ke Kalibiru.
      Hari kedua, rencananya mau ke Punthuk Setumbu lanjut Puncak Suroloyo
      Backup plan hari kedua akan ke daerah Gunung Kidul (Either Pantai atau Goa Jomblang)
       
      Yang mau ke liburan yogya juga, yuk bareng yuk. Kita share cost aja. Kalau mau nanya-nanya bisa ke hubungi ke line (id : gitchong)

      Terima kasih.