bening

TIM, tempatnya lestari budaya dan teater lokal

5 posts in this topic

Pengen cerita nih tentang suatu tempat di Jakarta Pusat yang asik banget yaitu Taman Ismail Marzuki, alias TIM, letaknya di jalan Cikini raya. Gw dan keluarga sering ke tempat ini untuk nonton teater. Sebenarnya sih awalnya bokap aja yang suka, tapi lama kelamaan kita semua jadi ikutan suka karena memang menghibur banget, apalagi kalau yang perform tim nya Teater Koma atau Butet.

TIM memang masih jadi pilihan utama untuk orang-orang yang suka nonton teater dan pertunjukkan budaya, karena di tempat ini jadwalnya rutin dan show nya juga bagus2. Ada juga sih yang bagus seperti di gedung kebudayaan yang di depan Pasar Baru tapi gw masih prefer disini.

Mungkin disini karena kampusnya anak IKJ juga, makanya kultur kebudayaannya tetap lestari disini, kalau sore2 kita bisa lihat sanggar2 tari yang latihan disini, atau anak-anak kampus yang latihan teater di panggung terbuka nya.

Seru juga sih nongkrong disini, untuk bareng temen2 juga asik karena ada bioskop 21 nya disini hehehe....

Ada yang sering kesini guys??

Share this post


Link to post
Share on other sites

Setuju sis...ini tempatnya juga enak banget kok buat nongkrong. Saya dulu suka duduk2 di kafe nya waktu jaman kuliah. Sepanjang jalan dari gerbang masuk sampai ke bioskopnya kan juga berjejer kafe yang kita bisa wisata kuliner juga disana :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

pernah ikutan nnonotn di sini cuman waktu itu lupa lagi noonton apa. soalnya tujuan utamanya gak nonton sih.

selain TIM di jakartta juga ada salihara ya? dulu namanya komunitas utan kayu kalo gak slaah..

di sini asyik banget nonton pertunjukkan dan biasanya tiketnya gak mahal...

pertunjukkannya kelas atas banget, cuman yang nonton itu itu aja,,, sayang banget kalo anak muda indonesia gak suka nonton yang begini..

Share this post


Link to post
Share on other sites

asyik ya kalo misalnya setiap daerah bisa memanfaatkan sarana kesenian yang ada di kotanya masing masing. kesian bener padahal kesenian dan kebudayaan lokal itu juga aset pariwisata yang oke banget.. kan asyik kalo kita ke surabaya mau nonton ludruk, ke solo nonton ketoprak dan lenong di jakarta. kita gak mesti bingung nyari tempat. apalagi buat wisatawan yang gak ngerti area, dimasukkan agenda kesenian lokal ke brosur brosur wisata pasti menarik...

Share this post


Link to post
Share on other sites

teater koma favorit saya tuh sis, tiap ada manggung di TIm pasti saya nonton. Sayangnya bangku nya udah pada jelek, suka bunyi2 dan mengganggu kenikmatan menonton teater hehehe...perlu perhatian khusus dari pemerintah nih..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By syuhadaali
       
      Cianjur adalah sebuah kabupaten yang berada di anatar Bandung, Sukabumi, dan Puncak. Banyak sekali keunikan yang tidak dapat kita temukan kecuali di Cianjur. Budaya Sunda yang masih kental dengan ciri khas cengkok saat percakapan dilakukan sudah jarang kita jumpai di daerah lain yang sama-sama menggunakan babasan Sunda, peribahasa Sunda, dan dialek bahasa Sunda, seperti Bogor contohnya.
      Saya berkesempatan untuk mengunjungi dan mengeksplorasi seluruh daerah Cianjur. Mulai dari Cianjur Selatan hingga daerah Cipanas yang merupakan daerah Cianjur dengan nuansa yang unik.
      Berikut ini beberapa kebiasaan masyarakat Cianjur yang saya saksikan ketika disana. Saya membandinhkan kebiasaan masyarak Cianjur di daerah desa denga daerah kota yang mempunyai keunikan tersendiri.
       
      1. Ngurek (memancing belut)
      Daerah Cianjur kita kenal sebagai salah satu sentra tanaman padi. Salah satu jenis padi yang merupakan ciri khas dari Cianjur adalah beras pandan wangi yang mempunyai tekstur dan aroma padi berkualitas yang sangat khas.
      Di hamparan luasnya sawah Cianjur, banyak ditemukan orang-orang yang mencari belut setiap sore hari. Hal ini biasa disebut ngurek dalam bahasa Sunda. Berbekal tali nilon yang sudah dililit dan diberi kail, masyarakat Cianjur biasa berburu belut pada sore setelah ashar hingga menjelang magrib.
      Menurut warga sekitar, saat ini belut yang mereka dapatkan jumlahnya berbeda jauh dengan waktu tahun 90-an hingga 2000. Saat itu, warga dapat mendapatkan hingga puluhan belut sehari. Sedangkan saat ini, 5 belut saja sudah susah di dapatkan.
      Menurut mereka, alasan utamanya adalah penggunaan pupuk kimia yang membuat berkurangnya jumlah belut. Selain itu, masa panen yang lebih pendek membuat umur belut untuk bertahan di sawah juga berkurang. Karena jika sudah dipanen, biasanya rumah belut akan tercungkil ketika sawah mulai di traktor untuk penanaman padi selanjutnya.
       
      2. Mosong
      Mosong adalah aktivitas dengan tujuan yang sama dengan ngurek, yaitu untuk mencari belut. Bedanya, ngurek dilakukan pada sore hari dengan ara memancing belut menggunakan umpan, lalu umpan digerakkan memutar menggunakan nilon supaya terlihat bergerak.
      Hal ini akan membuat belut tertarik dan memakan umpan tersebut yang sebenarnya sudah diberi kail. Bedanya dengan ngurek, mosong biasanya dilaksanakan dengan bantuan alat berbentuk jebakan.
      Waktu penjebakan biasanya dilakukan pada siang hari ketika belut belum terbangun, jebakan diisi oleh cacing, anak katak, atau ikan kecil. Selanjutnya posong (alat jebakan) ditaruh di dekat lubang belut dan ditutupi oleh jerami (rumput kering) supaya jebakan tidak terlihat oleh target.
      Setelah ditaruh pada siang hari, posong biasanya diambil pada waktu pagi (setelah shubuh). Diperlukan ingatan yang tajam untuk mengetahui di mana posisi menaruh jebakan. Luasnya sawah dan kemampuan kuatnya ingatan akan memaksimalkan hasil yang di dapat.
      Karena jika yang menyimpan jebakan lupa, maka terkadang banyak jebakan yang tidak ditemukan sehingga justru mengalami kerugian. Akan tetapi, serta orang Cianjur yang melakukan aktifitas mosong ini mempunyai daya ingat yang luar biasa. Pak Ahmad, salah satu masyarakat Cianjur di Kecamatan Cibeber yang saya temui bahkan mengetahui dengan pasti di sawah siapa ia menyimpan jebakan belutnya.
      Dalam sebuah sebuah jebakan, terkadang terdapat lebih dari satu belut yang masuk. Bahkan sering kali masyarakat mendapatkan korban tak terduga seperti ular. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian ketika mengeluarkan hewan yang terjebak. Karena mungkin saja ada ular yang masih hidup terjebak di dalam posong.
      Dalam sehari, pak Ahmad mengklaim dapat membawa pulang setengah hingga 1,5 kg belut dengan bermodalkan ratusan posong yang ia bawa.
       
      3. Balapan Motor di Jalan Baru Cianjur
      Beda di daerah pedesaannya, beda pula di daerah perkotaannya. Jika di daerah pedesaan tadi saya melihat banyak aktifitas yang sangat kental dengan budaya dan kesederhanaan, di daerah Kota Cianjur yaitu di dekat Terminal Pasir Hayam banyak aktifitas yang kurang lebih sama dengan di kota-kota besar.
      Salah satunya adalah perlombaan balapan motor drag. Uniknya, perlombaan disini merupakan sebuah acara resmi yang biasanya diadakan pada setiap akhir pekan dan hari libur. bahkan, meskipun dilakukan di jalan umum, pihak polisi Cianjur sendiri yang menutup jalan sementara untuk dilakukan balapan motor.
      Tujuan dari kegiatan tersebut menurut salah satu anggota polisi polres Cianjur adalah untuk meminimalisasi tindakan kriminal. Salah satunya dengan memfasilitasi hobi anak muda yang jika tidak diselenggarakan dan diawasi oleh polisi berpotensi terjadi keributan. Dengan diadakannya balapan motor yang dikawal langsung oleh polisi, maka otomatis peserta dan penonton akan segan jika terjadi keributan.
      Alasan tersebut menurut saya unik dan tepat untuk meminimalisasi terjadinya keributan antar geng atau kelompok pemuda. Sehingga dengan diadakannya event semacam itu, maka hobi para bikers juga dapat tersalurkan. Hal ini juga bertujuan meminimalkan acara balapan liar di Cianjur.
       
      Itulah beberapa hal yang saya alami ketika berkunjung ke Cianjur untuk sedikit mengenal kebudayaan dan kebiasaan masyarakat di sana. Sebuah daerah yang menurut saya mempunyai keunikan tersendiri. Pasalnya, ada daerah di selatan Cianjur yang merupakan daerah yang budayanya masih kental dengan teknologi yang terbatas. Sedangkan di daerah kota terdapat masyarakat dengan kebudayaan modern yang masih tertata oleh pemerintahannya.
      SUMBER
    • By Eko Carbon Prasetyo
      Walaupun lahir,gede,makan,minum,tidur dan hidup di boyolali..
      Ini kali pertama saya melihat yang namanya kirab budaya sebaran apem..
      Boro-boro yaqowiyu yang di jatinom,lihat yang di penggng aja baru kali ini...
      dan menurut informasi temen saya yang orang situ,setahun ada sekitar 3 kali event budaya seperti ini diadakan di pengging.Mungkin masih kalah jauh animonya dengan event serupa yang diadain di Jatinom,next time saya pengen bikin video kirab padusannya karena biasanya pas padusan itu eventnya lebih gede.O ya,padusan adalah prosesi pen sucian diri yang dilakukan orang jawa,khususnya jawa tengah,yang diakuin menjelang memasuki bulan puasa yang tujuannya agar di bulan tersebut kami mampu menjalani ibadah ramadhan secaa lahir dan batin.
      Apa aja yang saya lihat?
      lihat aja disini
    • By Penempuh Rimba
      MACCERANG MANURUNG
      Adalah salah satu tradisi budaya yang ada di Kabupaten Enrekang. Perhelatan budaya ini diadakan sekali dalam 8 tahun di Desa Mata Kali, Kecamatan Maiwa, kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sekitar 9 km dari ibukota kabupaten.

      Maccerang Manurung banyak dikunjungi orang, bukan hanya pengunjung lokal tetapi juga dari luar propinsi bahkan perantauan yang pulang dari Malaysia.
      Maccerang Manurung dilaksanakan dengan maksud memohon keselmatan dan Rezeki dalam menjalani kehidupan sekarang dan masa yang akan datang.

      Maccera adalah mendarah, yaitu menyembelih binatang untuk dipersembahkan bagi penguasa alam.
      Manurung berasal dari bahasa Bugis yang dalam terjemahan bebasnya berarti “orang yang turun dari ketinggian/kayangan” dengan sifat-sifat khusus seperti:
      Tumanurung tidak dikuburkan apabila meninggal dunia karena tubuhnya menghilang tinggal kapaian atau kerisnya,
      Tumanurung dapat dengan tiba-tiba tidak bisa dilihat, kadang berada di dekat kita,
      Tumanurung memiliki rasa kemanusiaan yang mendalam atau menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,
      Tumanurung cakap dan mempunyai wibawa pemimpin dan pembimbing masyarakat, sangat bijaksana, banyak mengajar masyarakat bercocok tanam, dan berternak dengan baik,
      Tumanurung banyak tahu, terbukti bimbingannya kepada masyarakat untuk memuja dan menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

       
    • By onesecond
      Kenalan dengan Batik Nusantara Yuk!

      Batik, seni melukis yang menggunakan canting ini semakin hari semakain di kenal dunia. Setelah sempat diributkan siapa pemilik aslinya, Indonesia atau Malaysia, UNESCO pun menetapkan batik sebagai warisan budaya negeri kita. Seni membatik banyak diaplikasikan di berbagai kerajinan tangan, termasuk di item fashion, pakaian yang paling popular.

      Warisan nenek moyang kita ini memang tak pernah usang di makan waktu seiring kreativitas anak bangsa yang semakin berkembang. Tapi, tahukah kamu jika Presiden Soeharto adalah orang yang pertama kali memperkenalkan batik kepada dunia? Yap, presiden kedua Indonesia itu memakai batik saat konferensi PBB berlangsung.

      Nilai batik semakin hari semakin tinggi karena nilai budaya yang juga terkandung di dalamnya. Di Indonesia, di berbagai wilayah punya motif batik masing-masing yang melambangkan ciri khas dan budaya daerah itu sendiri. Sebagian besar batik yang banyak diminati adalah batik yang berasal dari Pulau Jawa, karena itulah sebagian besar daerah di Pulau Jawa memproduksi batik. Seperti Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Cirebon, dan Banten. Walaupun demikian, daerah yang berada di luar Pulau Jawa juga banyak yang memproduksi batik.

      Yuk kita kenalan sama jenis-jenis batik di berbagai daerah. Nggak Cuma bisa dipakai sendiri, batik bisa jadi oleh-oleh kalau kita berkunjung ke daerah-daerah pengrajin batik, lho.

      Berikut ini adalah batik yang berdasarkan daerah dari Pulau Jawa :

      ·         Batik Pekalongan
      Daerah ini terkenal dengan produksi kerajinan batiknya. Jenis motif batik pekalongan ini diantaranya adalah jlamprang, terang bulan, sekar jagad, lung-lungan, dan pisan bali. Yang paling menonjol atau menjadi cirri khas dari batik pekalongan ini adalah motif bunga dan dedaunannya.

      ·         Batik Yogyakarta
      Bicara tentang Jogja memang nggak pernah ada habisnya. Selain sebagai kota pelajar, Jogja adalah kota budaya dan salah satu kekayaan budayanya adalah batik Jogja. Pada zaman dahulu batik hanya dipakai oleh orang-orang terkemuka seperti keluarga keraton. Namun berbeda dengan sekarang, saat ini siapa pun bisa menggunakan batik walaupun sebagian dari mereka masih ada yang mengkhususkan batik yang hanya bisa dipakai oleh keluarga bangsawan.

      Motif yang dimiliki batik Jogja ini antara lain, motif Parangkususmo, motif Truntum, motif Liris, motif Parang, motif Kawung, motif Udan Nitik, dan motif Tambal. Pola besar dan simetris menjadi ciri khas dari motif batik Jogja ini. Mendapatkan batik di Jogja sebagai oleh-oleh sangatlah muda. Kamu hanya tinggal mengunjungi kawasan malioboro karena di sana, kamu bisa menemukan berbagai lokasi khusus batik, dari mulai jalan malioboronya sendiri, pasarnya, hingga di dalam mallnya.

      ·         Batik Madura
      Kota yang satu ini punya banyak sekali motif menarik untuk batiknya. Biasaya, jenis motif yang berasal dari Madura ini antara lain adalah motif bunga, burung, serat kayu, dan juga tanjung bumi.


      Nah, untuk lebih mudah lagi mengenal ciri batik Madura, kita bisa mengenalinya dengan warna-warna yang berani atau warna-warna yang mencolok. Misalnya, ada yang berwarna merah, biru, kuning, dan hijau. Warna yang dihasilkan pada batik ini menggunakan bahan pewarna alami, sepeti ting, mengkudu dan kulit mundu. Motif pada batik Madura ini antara lain motif binatang dan tumbuhan. Uniknya, desain yang terdapat pada batik ini memiliki cerita tentang kehidupan sehari-hari warga Madura.

      ·         Batik Solo
      Solo, kota yang masih menjunjung tinggi adat jawa yang kental. Batik Solo merupakan batik yang banyak dikenal, karena di kota ini terdapat lokasi yang menjadi pusat pengrajin batik. Jika kamu mengunjungi Solo, kamu bisa mengungjungi kampung Laweyan dan kampung Kauman yang banyak memproduksi batik. Motif batik yang terkenal di Solo adalah motif Raturatih, Sidoluruh dan Sidomukti. Warna yang menjadi ciri khas pada batik ini adalah coklat. Dan kayanya lagi, setiap motif punya makna masing-masing.

      ·         Batik Cirebon
      Cirebon, kota ini juga merupakan penghasil batik lho. Kamu pasti bisa membedakannya karena batik Cirebon banyak juga beredar di pasar dan cukup diminati. Motif yang terkenal adalah mega mendung di mana motif ini memiliki dua warna yaitu warna biru muda dan tua. Masing-masing dari warna tersebut memiliki makna. Warna biru muda melambangkan kehidupan yang semakin cerah. Sedangkan warna biru tua menggambarkan awan yang gelap dan memiliki curah hujan yang tinggi.

      Selain warna biru, batik ini juga berwarna merah, kuning, dan hitam. Bentuk pola pada motif ini ialah lancip, lonjong, dan segitiga. Motif Mega Mendung sebagian besar dipengaruhi oleh perpaduan budaya Islam dan Cina.


      Selain motif Mega Mendung, batik Cirebon juga memiliki motif Naga Silam. Pola yang dimiliki pada motif ini sama dengan pola Mega Mendung. Motif ini dipengaruhi oleh budaya India dan makna yang dimiliki dari motif ini adalah perang kebaikan melawan kejahatan untuk mencapai kemakmuran. Daerah penghasil batik Cirebon berpusat di desa Trusmi. Jangan lupa untuk mampir ke desa yang juga disebut sebagai kampung batik Cirebon ini.

      Nah, itu tadi batik yang berasal dari Pulau Jawa. Kini, kita beranjak ke pulau lain, karena sebenarnya tidak hanya Pulau Jawa yang terkenal dalam produksi batiknya. Di luar pulau tersebut juga demikian. Berikut sejumlah wilayah di luar pulau Jawa yang juga dikenal sebagai pengrajin batik:

      ·         Batik Bali
      Batik bali berdiri pada tahun 1970, maka batik ini terbilang masih muda. Tapi meski begitu, batik Bali dengan cepat bisa dikenal luas dan banyak diminati turis. Alat yang digunakan untuk menenun kain batik ini adalah ATBM atau Alat Tenun Bukan Mesin. Jadi kain ini ditenun secara manual.

      Orang-orang bali menggunakan batik pada saat menghadiri proses upacara. Hal inilah yang menyebabkan batik Bali berkembang pesat. Motif pada batik ini adalah perpaduan antara motif asli pulau dewata dengan motif batik yang berada di luar Bali seperti motif batik pekalongan, solo, dan papua. Motif asli pulau dewata ini  antara lain burung bangau, rusa, naga, dan kura-kura.

      ·         Batik Minangkabau
      Yap, Sumatra Barat ini ternyata juga terkenal dalam kerajinan batiknya. Batik ini memiliki keunikan dalam cara pembuatannya, yaitu dengan menggunakan tanah liat. Proses pembuatannya pertama-tama kain dan tanah liat bersamaan direndam dalam jangka waktu seminggu, lalu dicuci dan diberi pewarna sesuai dengan motif yang dibuat. Motif yang terkenal pada batik ini adalah kaluak paru, batuang kayu, dan tari piring.

      ·         Batik Papua
      Pernah mendengar Batik Papua? Mungkin belum sepopuler batik lainnya, tapi Papua juga punya batik yang nggak kalah cantiknya. Karena keindahan alam yang masih asli dan juga burung cendrawasihnya, motif Batik Papua ini kebanyakan adalah motif burung cendrawasih, kanoro, sentani, tifa, honai, dan lain sebagainya. Oya, motif asmat juga menjadi motif yang terkenal dari Batik Papua ini.

      Uniknya lagi, proses pembuatan batik di Papua ini dibagi ke dalam dua bagian. Ada proses pembuatan yang dialkukan oleh kaum wanita, yaitu batik tulis dan ada juga yang dikerjakan oleh para pria, yakni batik cap.

      Sebenarnya selain batik yang sudah disebutkan di atas, masih banyak lagi lho batik-batik yang ada di Indonesia. Setiap daerah punya ciri khas masing-masing yang tentunya selalu menarik dan gak kalah cantiknya juga. Ayo lestarikan batik dan budaya kita lainnya biar nggak rebutan klaim mulu sama tetangga. J

    • By pleasejackys
      Legenda Penciptaan Dunia Menurut Berbagai Kebudayaan (Part 2)
       
                     
      Hampir seluruh kebudayaan di dunia menceritakan kisah tentang bagaimana dunia bermula. Seluruh kisah tersebut berbeda-beda, namun seringkali memiliki unsur yang serupa. Tema yang biasa muncul dalam legenda-legenda tersebut termasuk terpisahnya langit dan bumi, banjir bandang yang memusnahkan umat yang ada saat itu, telur, raksasa, dan dewa-dewa.
       
      1.  China

      source : via Flickr
       
      Pada awalnya, sebuah telur terbentuk dari kekosongan alam semesta. Di dalam telur itulah konsep Yin dan Yang terbentuk. Setelah 18 ribu tahun, telur tersebut pecah, dan lahirlah Pan Gu. Pan Gu merupakan seorang raksasa dengan dua tanduk di kepalanya. Ia memakai pakaian yang terbuat dari bulu-bulu tebal dan memiliki sebuah kapak besar. Dengan ayunan kapaknya, ia memisahkan Yin dan Yang, membentuk langit sebagai Yang dan bumi sebagai Yin. Lalu, ia berdiri di antara keduanya dan mulai mengangkat langit. Hal ini berlangsung selama 18 ribu tahun, dimana setiap harinya langit menjadi 3 meter lebih tinggi, bumi menjadi 3 meter lebih tebal, dan Pan Gu menjadi 3 meter lebih tinggi.
       
      Setelah 18 ribu tahun, Pan Gu meninggal. Mayatnya menjadi unsur-unsur alami di bumi. Nafasnya menjadi angin, darahnya menjadi sungai, suaranya menjadi petir, dan kedua matanya menjadi bulan dan matahari.
       
      Terdapat beberapa versi mengenai awal mula manusia. Ada legenda yang mengatakan bahwa parasit di tubuh Pan Gu menjadi manusia-manusia pertama. Ada juga legenda yang menceritakan tentang dewi Nu Wa. Ratusan tahun setelah kematian Pan Gu, seorang dewi bernama Nu Wa membentuk manusia dari tanah liat. Manusia-manusia tersebut menjadi para aristokrat. Kemudian, Nu Wa mencelupkan sebuah tambang ke dalam adonan tanah liat, dan tetesan-tetesan yang jatuh dari tambang tersebut menjadi rakyat jelata.
       
       
      2.  Inca

      source : via Flickr
       
      Masyarakat Inca mengenal seorang dewa yang disebut Viracocha. Menurut legenda, Viracocha terlahir dari sungai Titicaca di masa kegelapan. Viracocha pun membawa cahaya ke dunia, dengan menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang. Ia menciptakan manusia dari batu-batuan, namun ciptaannya tersebut tidak mampu berpikir. Akhirnya, ia menghancurkan manusia batu tersebut dengan banjir, dan membuat manusia yang baru dari bebatuan yang lebih kecil.
       
      Beberapa lama kemudian, ia mengirimkan kedua putranya, Imahmana Viracocha dan Tocapo Viracocha untuk mencari tahu apakah umat manusia masih mematuhinya. Di perjalanan, Imahmana dan Tocapo memberi nama pada tumbuh-tumbuhan, dan mengajari manusia tumbuhan mana yang dapat dimakan, mana yang beracun, dan mana yang dapat menyembuhkan. Setelah itu, Imahmana, Tocapo, dan Viracocha menghilang.
       
      Konon, Viracocha masih berkeliaran di bumi dengan menyamar sebagai seorang pengemis. Ia mengajari manusia berbagai hal dan melakukan berbagai keajaiban ketika diperlukan. Menurut legenda, Viracocha akan kembali ketika dunia membutuhkannnya.
       
       
      3.  Babylonia

      source : via Flickr
       
      Legenda ini dimulai dengan lahirnya dua makhluk, satu berjenis kelamin laki-laki dan satu lagi perempuan. Yang laki-laki dikenal dengan nama Apsu (air manis) dan yang perempuan dikenal dengan nama Tiamat (air asin). Dari perkawinan mereka, lahirlah berbagai monster dan dewa. Para monster dan dewa tersebut terus berkembang biak menjadi sangat banyak dan menyebabkan kebisingan, sehingga Apsu mengancam untuk membunuh mereka. Kemudian, karena takut akan dibunuh, salah seorang dewa yang bernama Ea membunuh Apsu.
       
      Ea memiliki seorang putra bernama Marduk, dewa yang paling tinggi dan paling sakti di antara seluruh dewa-dewa. Marduk memiliki kekuatan untuk mengontrol angin, dan badai yang dihasilkannya membuat para dewa tidak bisa beristirahat. Tiamat dan suaminya yang baru, Qingu, akhirnya memutuskan untuk melawan Marduk, namun pertarungan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Marduk. Dari mayat Tiamat, Marduk membangun bumi. Ia membelah mayat Tiamat menjadi dua, satu ia angkat menjadi langit dan satunya menjadi bumi. Kemudian, ia menciptakan matahari, bulan, awan, pegunungan, kabut, dan angin dari organ-organ tubuh Tiamat.
       
      Dari darah Qingu, Marduk menciptakan umat manusia. Ia pun mewajibkan manusia bekerja untuk para dewa, dan menyediakan makanan di kuil-kuil. 
       
       
      4.  Yunani

      source : via Flickr
       
      Di permulaan waktu, lahirlah Gaia (bumi), Eros (cinta), Abyss (Tartarus), dan Erebus (kegelapan) dari kekosongan. Kemudian, tanpa pasangan, Gaia melahirkan Uranus (langit) dan menikahinya. Dari perkawinan tersebut, lahirlah enam pasang dewa-dewi pertama, yang dikenal dengan nama Titan dan dua monster, Hekatonkheires dan Cyclope. Cronus, salah satu dari para Titan, kemudian memutilasi Uranus dan menjadi pemimpin para dewa.
       
      Cronus memiliki banyak anak, namun karena takut akan dikhianati oleh anaknya seperti halnya ia mengkhianati ayahnya, ia memakan semua anaknya. Istrinya, Rhea, menyelamatkan anak mereka yang terakhir, yang bernama Zeus. Ia menutupi sebuah batu dengan selimut dan memberikannya kepada Cronus, yang kemudian memakannya. Sementara itu, Zeus disembunyikan di sebuah gua.
       
      Ketika Zeus dewasa, ia memberikan sebuah minuman kepada Cronus, yang membuatnya memuntahkan semua anak-anaknya yang lain. Zeus dan saudara-saudaranya kemdudian mengurung Cronus dan dewa-dewi Titan di Tartarus. Sejak saat itu, Zeus disembah sebagai pemimpin dari para dewa.
       
       
      5.  India

      source : via Flickr
       
      Pertama, para dewa menciptakan seorang manusia yang disebut dengan nama Purusha. Purusha memiliki seribu kepala, seribu mata, dan seribu kaki. Kemudian, para dewa mengorbankan Purusha untuk membangun dunia; lemak di tubuhnya menjadi binatang, matanya menjadi matahari dan bulan, nafasnya menjadi angin, dan tubuhnya menjadi manusia. Dari kepalanya lahirlah kasta Brahmana, dari lengannya kasta Ksatriya, dari pahanya kasta Waisya, dan dari kakinya kasta Sudra.
       
      Dalam versi yang lain, disebutkan bahwa dahulu hanya ada sebuah entity bernama Atman (atau Brahma). Karena kesepian, ia membagi dirinya sendiri menjadi dua, seorang manusia laki-laki dan manusia perempuan. Dari perkawinan mereka, lahirlah umat manusia. Kemudian, mereka berubah menjadi sepasang sapi, dan lahirlah para sapi. Mereka kemdian berubah lagi menjadi berbagai macam binatang. Setelah itu, sang Atman menciptakan api, soma dan para dewa. Ia juga memberikan para dewa berbagai kekuatan, membangun kasta, menetapkan dharma, dan lain-lain.
       
       
      6.  Aborigin

      source : via Flickr
       
      Masyarakat Aborigin mengenal banyak legenda penciptaan dunia, salah satunya adalah legenda Ular Pelangi. Pada permulaan dunia, bumi merupakan tempat yang kosong. Matahari, bulan, bintang, dan seluruh nenek moyang tertidur di bawah bumi. Beserta mereka ada makhluk yang dikenal dengan nama Ular Pelangi. Ketika waktunya tiba, sang Ular Pelangi terbangun dan pergi ke permukaan bumi.
       
      Sang Ular Pelangi merupakan pemimpin dari semua makhluk yang ada di bumi. Makhluk-makhluk yang tidak mematuhinya dihukumnya dengan cara dimakan. Tulang belulangnya dimuntahkan dan menjadi bebatuan dan bukit. Makhluk-makhluk yang mematuhinya dihadiahinya dengan dijadikan manusia.
       
      Ular Pelangi juga dikenal dengan sebutan si Wanita Tua, dan konon ialah yang mengajari manusia cara untuk mencari makan. Beberapa suku Aborigin percaya bahwa mereka keturunan dari binatang, dan sang Ular Pelangi menetapkan bahwa mereka tidak dapat memakan binatang yang merupakan nenek moyang mereka. Dengan begitu, tersedia cukup makanan untuk semua orang.
       
       
      7.  Finlandia

      source : via Flickr
       
      Dahulu kala, yang ada hanyalah lautan dan langit. Namun, sang langit memilki anak perempuan yang bernama Ilmatar. Suatu hari, Ilmatar turun ke lautan, mencari suatu tempat untuk beristirahat. Setelah mengapung selama 700 tahun, ia melihat seekor burung yang juga sedang mencari tempat untuk beristirahat. Kemudian, burung tersebut hinggap di lutut Ilmatar, dan mengeluarkan 6 butir telur yang terbuat dari emas dan besi. Telur-telur tersebut menjadi semakin panas, sehingga Ilmatar terbakar dan menyentakkan kakinya. Telur-telur tersebut terjatuh dan pecah di lautan, cangkangnya membentuk bumi, putih telurnya membentuk bulan dan bintang, sementara kuning telurnya membentuk matahari.
       
      Ilmatar menghabiskan ratusan tahun lagi mengambang di lautan sebelum akhirnya memutuskan untuk meneruskan penciptaan bumi. Ia membangun pegunungan dan bukit, serta para binatang. Suatu hari, ia melahirkan Vainamoinen, manusia pertama.
       
       
      8.  Dogon, Mali

      source : via Flickr
       
      Legenda penciptaan yang dikenal suku Dogon bermula dengan Amma, seorang dewa yang telah ada sebelum waktu dimulai. Amma, yang sendirian, merasa kesepian dan menciptakan Bumi. Amma kemudian menikahi Bumi, dan lahirlah Ogo dan sepasang ikan kembar bernama Nommo.
       
      Ogo, yang tidak memiliki pasangan, kemudian mencoba mengawini Bumi. Dari perkawinan ini muncullah darah menstruasi pertama. Darah yang mengalir dari Bumi menjadi tumbuh-tumbuhan dan binatang. Kemudian, Amma menciptakan matahari dan bulan. Konon, manusia yang berkulit putih lahir di bawah bulan dan yang berkulit hitam lahir di bawah matahari. Kemudian, ia menghukum Ogo dengan mengubahnya menjadi seekor anjing.
       
       
      9.  Blackfoot, Amerika

      source : via Flickr
       
      Masyarakat suku Blackfoot di Amerika percaya bahwa matahari menciptakan bumi. Mereka memanggil matahari dengan nama Napi—pria tua. Dahulu kala, hanya ada air di bumi ini. Di permukaan air tersebut, sebuah kapal mengapung. Di dalamnya terdapat sang Napi dan seluruh binatang. Napi ingin membuat pulau, maka ia meminta para binatang untuk menyelam dan mengambil tanah di dasar laut.
       
      Pertama, berang-berang menyelam, namun ia tidak dapat mencapai dasar laut. Tidak satupun binatang berhasil mencapai dasar laut, hingga akhirnya seekor tikus kesturi berhasil mengambil sedikit tanah dari dasar laut. Dengan tanah tersebut, Napi membangun pulau-pulau, membentuk sungai dan gunung, menumbuhkan hutan dan tanam-tanaman. Manusia pertama yang ia buat merupakan seorang wanita dan seorang anak dari tanah liat. Ia mengajari manusia cara berburu dan menyalakan api.
      Kemudian, ia mengumpulkan seluruh manusia di atas bukit dan memberikan mereka air dalam berbagai warna. Setiap warna merepresentasikan bahasa yang berbeda. Sejak saat itu, manusia berbicara dalam bahasa yang berbeda-beda.
       
       
      10.  Boshongo, Afrika

      source : via Flickr
       
      Pada zaman dahulu kala, hanya ada seorang raksasa berwarna putih bernama Mbombo. Saat itu, bumi merupakan tempat yang kosong, hanya ada air dan langit. Pada suatu hari, Mbombo merasakan sakit di perutnya, dan ia pun memuntahkan matahari, bulan, dan bintang. Panasnya matahari menguapkan air laut, sehingga terbentuklah awan dan daratan. Mbombo kemudian memuntahkan sembilan binatang; leopard, elang, buaya, ikan, kura-kura, macan, bangau, kumbang, dan kambing. Mbombo juga memuntahkan banyak manusia, salah satu manusia yang dimuntahkan Mbombo bernama Loko Yima.
       
      Kesembilan binatang yang dimuntahkan Mbombo kemudian menciptakan binatang-binatang lainnya. Salah satu dari mereka, Tsetse Bumba, seekor bangau putih, berbuat keonaran, sehingga Mbombo mengejarnya. Tsetse Bumba kabur ke langit, dimana ia menjadi petir. Hal ini menyebabkan bumi tidak memiliki api, sehingga kemudian Mbombo mengajarkan manusia cara untuk membuat api dari kayu. Setelah semua itu selesai, Mbombo pergi ke kahyangan. Loko Yima dipilih sebagai pemimpin di bumi.
       
                     
      Legenda-legenda tersebut mungkin berasal dari ingatan kolektif masyarakat tentang suatu kejadian besar yang telah lama terjadi, misalnya suatu bencana besar. Kemudian, cerita tersebut berkembang dari generasi ke generasi, menghasilkan legenda-legenda yang kita kenal sekarang. Meskipun legenda-legenda ini tidak memegang peran yang begitu penting lagi di masa kini, kita dapat mempelajari banyak hal dari cerita-cerita tersebut.
    • By pleasejackys
      Legenda Penciptaan Dunia Menurut Berbagai Kebudayaan (Part 1)
       
      Bagaimana awal mula dunia? Mungkin itu adalah salah satu misteri tertua yang dihadapi manusia, dan manusia telah menghabiskan ribuan tahun mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut. Masyarakat dari berbagai tempat di dunia muncul dengan jawaban yang berbeda-beda; masing-masing mencoba untuk menjelaskan asal mula dari kehidupan.
       
      1.  Jepang

      source : via Flickr
       
      Pada awal waktu, alam semesta merupakan sebuah materi tak berbentuk dan tak bersuara. Kemudian, muncullah cahaya dan berbagai partikel lainnya. Cahaya merupakan partikel yang paling cepat dan ringan, oleh karena itu ia berada di pucak alam semesta. Di bawahnya, partikel-partikel lainnya membentuk awan dan surga, yang disebut Takamagahara. Sisanya membentuk bongkahan keras yang menjadi bumi. Ketika Takamagahara terbentuk, lahirlah lima dewa pertama, yang disebut Kotoamatsukami. Kelima dewa tersebut tidak memiliki gender tertentu, dan setelah kelahirannya mereka pergi bersembunyi.
       
      Kemudian, lahirlah empat belas dewa lagi, yang disebut Kamiyonanayo. Dua diantaranya merupakan Izanagi dan istrinya Izanami. Izanami melahirkan berbagai pulau dan makhluk, namun ia meninggal ketika melahirkan Kagutsuchi, dewa api. Dalam kemarahannya, Izanagi membunuh Kagutsuchi dan mengunjungi istrinya di alam kematian. Ia pun akhirnya menemukan Izanami yang tersembunyi dalam kegelapan dunia kematian. Izanami berkata bahwa ia akan mencoba meminta izin agar bisa keluar dari dunia kematian, dengan syarat Izanagi tidak boleh melihat dirinya.
       
      Namun, ketika Izanami tidur, Izanagi menyalakan sebuah obor dan kaget ketika ia melihat bahwa istrinya yang dulu cantik kini telah membusuk. Ia pun mencoba kabur, namun Izanami yang marah mengirimkan setan dan iblis untuk mengejarnya. Izanagi berhasil kabur dan menutupi pintu masuk ke alam kematian dengan sebuah batu besar. Kemudian Izanami pun berjanji untuk membunuh 1000 orang manusia setiap harinya, dan Izanagi membalas bahwa ia akan menghidupkan 1500 manusia setiap harinya.
       
       
      2.  Mesir

      source : via Flickr
       
      Dahulu, Nun merupakan satu-satunya hal yang ada. Nun adalah air yang gelap dan bergejolak. Kemudian, lama-kelamaan, air tersebut menyurut, dan muncullah pulau-pulau. Pada hari pertama, di pulau yang pertama, tampaklah matahari terbit yang pertama.  Kejadian ini disebut sebagai permulaan dunia menurut masyarakat Mesir kuno.
       
      Pada puncak pulau yang pertama, berdirilah Atum, dewa yang pertama. Kemudian, Atum menciptakan Shu, dewa udara, dan Tefnut, dewi embun.  Shu dan Tefnut kemudian memiliki dua anak, yaitu Geb, dewa bumi, dan Nut, dewi langit. Shu pun mengangkat Nut sehingga ia menutupi Geb. Kemudian, dari Geb, dan Nut, lahirlah Osiris, Isis, Seth, dan Nephthys.
       
      Osiris diangkat menjadi raja di bumi, dengan Isis sebagai istrinya. Mereka pun memiliki anak bernama Horus. Ia merupakan raja yang baik dan memimpin dengan bijak dan adil. Namun, saudara Osiris, Seth, merasa iri pada Osiris dan kemudian memutuskan untuk membunuhnya. Ia memotong-motong Osiris menjadi ribuan bagian dan menyebarkanya di seluruh penjuru dunia.  Seth kemudian menjadi raja, namun ia tak sempat memerintah lama. Tak lama kemudian, Horus membunuh Seth untuk membalaskan dendam ayahnya. Sejak saat itu, Osiris pun tinggal di dunia kematian, sementara Horus menetap di bumi dan menjadi raja.
       
       
      3.  Fon, Afrika

      source : via Flickr
       
      Orang-orang Fon di Afrika mempercayai bahwa pada permulaan dunia, terdapat seorang dewa bernama Nana Buluku, yang bukan laki-laki maupun perempuan. Nana Buluku kemudian menciptakan seorang dewi bernama Mawu dan seorang dewa bernama Lisa. Mawu, dengan mengendarai seekor ular raksasa berwarna-warni yang disebut Aido Hwedo, mulai menciptakan segalanya. Setelah ia membuat bumi, ia pun meminta Aido Hwedo untuk menopang bumi.
       
      Aido Hwedo pun melingkari bumi dengan kencang, ujung ekornya berada di dalam mulutnya. Kemudian, Mawu membuat lautan untuk melindungi Aido Hwedo dari panas. Orang-orang Fon percaya bahwa gempa bumi terjadi akibat Aido Hwedo bergerak.
       
       
      4.  Maya

      source : via Flickr
       
      Masyarakat Maya mengenal dewa bernama Kukulkan dan Tepeu. Menurut legenda, sepasang dewa tersebut memutuskan untuk membuat laut, pulau, gunung, binatang, dan pepohonan untuk menyembah mereka. Namun, tidak satu pun dapat mematuhi mereka, maka mereka pun memutuskan untuk membuat makhluk yang serupa dengan mereka untuk meninggali bumi.
       
      Pertama, mereka membuat makhluk dari tanah, namun ternyata tanah terlalu rapuh, tidak dapat berkembang biak, dan tidak dapat berpikir. Mereka pun akhirnya menghancurkan mahluk tersebut. Kemudian, mereka membuat makhluk dari kayu, namun makhluk tersebut tidak memiliki jiwa dan melupakan mereka. Para dewa pun mengirimkan hujan dan banjir untuk memusnahkan manusia kayu tersebut. Para binatang, yang sebelumnya sering diperalat oleh para manusia kayu, ikut memukuli manusia kayu tersebut dan merusak wajah mereka. Para manusia kayu itu kabur bersembunyi di dalam hutan dan berubah menjadi monyet. Itulah sebabnya monyet memiliki kemiripan dengan para manusia.
       
      Kemudian, para dewa mencoba membuat manusia dari tepung jagung, yang bagi bangsa Maya merupakan makanan utama mereka. Manusia tersebut dapat berpikir, berbicara, dan merasa, dan kemudian mereka menjadi nenek moyang bagi seluruh manusia di bumi.
       
       
      5.  Korea

      source : via Flickr
       
      Legenda ini dimulai ketika langit dan bumi masih berupa satu kesatuan. Suatu hari, muncul kekosongan di tengahnya, dan semua yang ringan naik ke atas membentuk langit, sementara semua yang berat jatuh membentuk bumi. Kemudian, dari langit jatuhlah embun berwarna biru, dan dari bumi keluarlah embun berwarna hitam. Kedua embun tersebut bersatu, dan dari embun itu lahirlah semua jenis makhluk dan benda, kecuali matahari, bulan, dan bintang.
       
      Pimpinan dari seluruh dewa, Cheonjiwang, terbangun dan menciptakan dua matahari dan dua bulan, yang akan terbit bergantian di siang dan malam hari. Kemudian, ia bertemu dengan seorang gadis yang lebih cantik dari seluruh bidadari di surga, yang disebut Chongmyeon-agi (Gadis Bijak). Cheonjiwang pun menikahi gadis tersebut, dan malam itu pun sang gadis menjadi Chongmyeon-buin (Istri Bijak). Setelah empat hari, Cheonjiwang kembali ke kahyangan meninggalkan istrinya.
       
      Chongmyeon-buin melahirkan dua orang putra kembar yang diberi nama Dae-byeol dan So-byeol. Setelah dewasa, mereka berdua pun pergi ke kahyangan dan menemui ayahnya. Melalui kompetisi, Choenjiwang memberikan So-byeol tugas untuk memimpin dunia manusia dan Dae-byeol untuk memimpin dunia akhirat. So-byeol pun mulai memimpin dunia manusia, namun ia kebingungan. Pada saat itu, setiap harinya banyak orang mati terbakar dan setiap malamnya banyak orang mati kedinginan. Ia meminta tolong pada Dae-byeol, yang kemudian menghancurkan satu matahari dan satu bulan, yang pecah membentuk bintang-bintang di langit.
       
       
      6.  Sumeria

      source : via Flickr
       
      Pada awalnya, hanya ada kegelapan dan dewi laut yang bernama Nammu. Kemudian, Nammu menciptakan, Anki, alam semesta, yang kemudian menciptakan Enlil, udara. Enlil kemudian memisahkan Anki menjadi dua bagian, yaitu An, langit, dan Ki, bumi. Setelah itu, ia menciptakan Nanna, dewa bulan, yang kemudian menciptakan Utu, dewa matahari.
       
      Enlil dan Ki kemudian bergabung membentuk Enki, yang merupakan dewa air, tumbuh-tumbuhan, dan kebijaksanaan. Enki mengambil bagian dari Nammu dan menuangkannya ke bumi, menciptakan sungai Euphrat dan sungai Tigris. Ia pun menciptakan binatang dan tumbuh-tumbuhan untuk mengisi bumi. Sementara itu, di kahyangan, para dewa yang lain sedang mengadakan pesta. Mereka memutuskan untuk menciptakan manusia.
       
      Manusia yang pertama terbuat dari tanah liat. Mereka begitu rapuh, namun para dewa terlalu mabuk untuk menyadarinya. Manusia tersebut diturunkan ke bumi, dan tak lama kemudian jelaslah bahwa mereka tak dapat bertahan. Para dewa pun memutuskan untuk memusnahkan mereka dalam banjir besar. Namun, Enki memerintahkan dua orang manusia, Ziusudra dan Istrinya, untuk membangun sebuah kapal dan bersembunyi di dalamnya. Mereka pun selamat dan menjadi nenek moyang seluruh manusia.
       
       
      7.  Hawaii

      source : via Flickr
       
      Masyarakat Hawaii kuno percaya bahwa kegelapan merupakan tempat terjadinya penciptaan. Pada awal waktu, hanyalah kegelapan yang ada. Dari kegelapan ini, lahirlah Kane, dewa penciptaan. Ia mengambil sebuah labu raksasa dan melemparnya. Labu tersebut pecah menjadi dua bagian; langit dan bumi. Biji-bijinya membentuk bintang di langit. Langit berada di bawah kekuasaan dewa Rangi, sementara bumi dikuasai oleh dewi Papa.
       
      Kemudian, Kane memenuhi bumi dengan binatang dan tanaman. Ia memberikan hutan kepada dewa Ku dan memberikan tanaman-tamanan yang dapat dimakan kepada dewa Lono. Kemudian, ia memerintahkan para dewa untuk mencari sebuah benda untuk membuat manusia. Para dewa pun mencari dan mencari, hingga pada suatu hari mereka menemukan tanah merah yang lunak. Mereka pun memberikan tanah tersebut pada Kane, yang kemudian membentuk manusia dan meniupkan kehidupan kepadanya.
       
       
      8.  Nordik

      source : via Flickr
       
      Sebelum bumi yang kita kenal saat ini diciptakan, hanya ada sebuah kekosongan yang dikenal dengan nama Ginnungagap. Ginnungagap terletak di antara Muspelheim, dunia api, dan Niflheim, dunia es. Api dari Muspelheim mencairkan es dari Niflheim, meneteskan air yang jatuh di Ginnungagap. Dari air tersebut lahirlah seorang raksasa bernama Ymir, dan dari tetesan keringatnya muncul raksasa-raksasa lainnya.
       
      Dari tetesan lainnya, muncullah seekor sapi, Audhumbla, yang kemudian menjilati es di Niflheim. Jilatannya ini melahirkan Buri, yang memiliki seorang putra bernama Bor. Bor kemudian menikahi seorang raksasa bernama Bestla. Dari pernikahan mereka, lahirlah Odin, Vili dan Ve. Mereka bertiga membunuh Ymir dan membangun bumi dari mayatnya. Dari darahnya terbentuklah lautan, dari kulit dan dagingnya terbentuklah tanah, dari rambutnya terbentuklah tumbuh-tumbuhan, dan dari tengkoraknya terbentuklah langit.
       
      Setelah itu, para dewa menciptakan manusia pertama, Ask dan Embla, dari batang pohon. Mereka pun membangun pagar di sekeliling bumi untuk melindungi para manusia dari raksasa.
       
       
      9.  Siberia

      source : via Flickr
       
      Pada zaman dahulu kala, hanya ada sebuah samudra tak berujung. Kemudian, sang dewa Buga menyalakan sebuah api yang mengeringkan sebagian dari samudra tersebut, dan muncullah pulau-pulau. Setelah itu, Buga pun menciptakan cahaya dan menempatkannya di atas pulau-pulau tersebut. Namun, Buninka, seorang setan yang iri pada Buga, merusak lyra milik Buga, sehingga akhirnya Buga yang marah menantang Buninka untuk membuat sebuah pohon cemara yang dapat berdiri tegak di tengah samudra. Siapapun yang kalah harus tunduk kepada pemenangnya.
       
      Kompetisi tersebut dimenangkan oleh Buga, yang kemudian mengubah kepala Buninka menjadi besi. Kemudian, Buga menciptakan manusia; dagingnya diciptakan dari tanah, jantungnya diciptakan dari besi, dan darahnya diciptakan dari air. Buninka dilarang untuk mencelakai manusia. Ketika manusia mulai bertambah banyak, Buninka ingin menguasai sebagian dari manusia. Buga menolak untuk memberikan manusia yang masih hidup, namun ia setuju untuk memberikan Buninka jiwa dari manusia-manusia yang jahat. Maka, setelah meninggal, para manusia yang jahat akan menemani Buninka di neraka, dimana mereka akan dihukum.
       
       
      Di masa modern ini, tidak banyak masyarakat yang masih mempercayai legenda-legenda tersebut, namun di masa lalu, legenda-legenda itu merupakan aspek yang sangat penting dari kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Seringkali, legenda tersebut merupakan dasar dari agama dan norma yang dianut oleh masyarakat tersebut.
    • By Get Lost in Indonesia

      WELCOME!       Hallo, disini Saya mau share tentang beberapa kebudayaan yang ada di Indonesia nih. Ternyata selain kekayaan dan keindahan alam yang berlimpah,  Indonesia juga merupakan Negara yang kaya akan keanekaragaman budayanya yang patut dipertahankan kelestariannya. Hampir disetiap daerah dan suku di Indonesia memiliki seni dan budaya tradisionalnya masing-masing.   Yuk kita liat, cekidot!
       

       


       
          Nah, kebudayaan yang ada sangat perlu untuk dikembangkan dan harus tetap dipertahankan kelestariannya, terutama oleh para generasi muda saat ini seperti Saya dan Anda-Anda sekalian.     Terima kasih sudah mampir ke thread Saya. Semoga bermanfaat.     Kalau Anda-Anda sekalian mau menambahkan, silahkan..