Sign in to follow this  
Lyn

Yang Sebaiknya Diketahui Sebelum ke Jepang

24 posts in this topic

Jepang merupakan salah satu negara maju di Asia Timur yang terkenal dengan budayanya. Kota-kota yang setidaknya harus disinggahi saat datang ke jepang adalah kota Tokyo, Kyoto, Kobe, Hakone, dan Osaka. Kota Tokyo yang menjadi ibukota Jepang merupakan tempat dengan gedung-gedung tinggi yang tentunya ramai, super modern dan sangat terang di saat malam. Kalau kota Kyoto masih sangat terasa Jepang kuno, di mana banyak kuil, dan juga bangunan-bangunan yang bersejarah ada juga beberapa jalan di sana yang masih terlihat sangat kuno mirip saat di jaman edo. Banyak kuil yang menjual jimat-jimat pelindung dan semcamnya. Maka tak jarang sekolah-sekolah di Jepang sendiri banyak yang melakukan study tour ke Kyoto. Kobe merupakan kota pelabuhan. Sedangkan di Osaka banyak makanan enak yang harus dicoba di sana. Masyarakat Osaka adalah orang kansai yang memiliki logat yang berbeda. Orang kansai rata-rata ramah dan bersemangat. Sedangkan Hakone terkenal dengan lokasi pegunungan yang ada museum dan pemandian-pemandian air panasnya atau lebih dikenal dengan nama onsen di Jepang.


Kalau mau berpergian dari kota ke kota di Jepang lebih baik menggunakan JR Pass. Hanya orang paspor asing serta visa sementara yang bisa membeli JR Pass ini tapi dibelinya di luar Jepang. Dengan JR Pass kita bisa berpergian menggunakan kereta di bawah bendera JR dengan gratis mencakup jalur utama kereta api di dalam kota termasuk shinkansen kecuali shinkansen nozomi. Sebelum berangkat menggunakan kereta ke Jepang jangan lupa cek dulu  nama stasiun terdekat dari objek wisata yang dituju, naik keretanya jalur apa, semua bisa dicek di  http://www.hyperdia.com/ sebenarnya papan petunjuk di sana sudah cukup jelas, tapi buat yang lebih pasti bisa juga dicek sendiri sebelum berangkat.


Buat menghemat waktu bisa juga menggunakan loker berbayar di stasiun untuk menitipkan barang-barang belanjaan. Denagn sekali bayar loker tersebut dapat digunakan seharian. Jadi kita tidak perlu kembali lagi ke hotel atau hostel untuk menaruh barang belanjaan. Harga ukuran yang paling kecil sekitar  300 yen atau sekitar 32000 rupiah.
Harga souvernir di jepang rata-rata hampir sama. Baik di pusat perbelanjaan, di bandara maupun di objek wisata, jadi tidak perlu terburu-buru beli souvernir saat mau pulang pun masih bisa dibeli di bandara. Kalau di Jepang jangan terlalu banyak mengunjungi restoran karena harganya cukup mahal. Kunjungi saja yang khas, satu atau dua restoran setelah itu bisa membeli makanan di supermarket seperti bento ataupun onigiri.


Timing yang pas ke Jepang saat di bulan April dan November. Di bulan April pada saat musim semi banyak bunga sakura dan bisa melakukan hanami di taman-taman sekitar. Hanami sendiri adalah duduk berpiknik sambil melihat bunga sakura. Tapi harus cari tempat dulu dan ditandai karena hampir semua masyarakat jepang sangat suka melakukan hanami jadi setiap taman pasti ramai oleh keluarga-keluarga yang berkumpul bersama. Kalau bulan November adalah musim gugur saat daun sedang berwarna merah. Sebenarnya kalau datang di musim panas atau dingin juga tidak apa-apa. Tapi musim panas dan dingin di Jepang panas dan dinginnya cukup ekstrim. Jadi harus menyiapkan persiapan lebih seperti sunblock, baju dingin dan semacamnya. Jika ingin melihat festival di Jepang datang saja pada saat tahun baru. Biasa di dalam festival ada banyak permainan menarik seperti menangkap ikan mas dan tembak hadiah dan semacamnya. Biasa akan ada pertunjukan kembang api dan banyak makanan di sana.


Di Jepang penginapan yang murah biasa adalah hostel. Bisa di cek di hostelbookers.com atu hostelworld.com tarif tergantung dari lokasi dan fasilitas atau kalau tidak, bisa juga mencoba hotel kapsul. Kalau bisa jangan menginap di tempat yang terlalu jauh dari stasiun dan carilah tempat yang nyaman. Kalau mau pengalaman yang lebih berbeda bisa juga coba menginap di Ryokan atau penginapan tradisional Jepang yang suasananya sangat berbeda dari penginapan pada umumnya dan lantainya masih menggunakan tatami.


Sebelum ke Jepang alangkah baiknya pelajari bahasa-bahasa yang umum dipakai di sana. Seperti terima kasih, maaf, selamat pagi/siang/malam, dan kata-kata umumnya jika tau lebih banyak juga mungkin dapat berguna. Bisa di cek di http://www.nhk.or.jp/lesson/indonesian/index.html tidak semua masyarakat Jepang bisa berbahasa Inggris dan banyak yang takut bicara pada orang asing, jadi setidaknya sebelum mau bertanya sapa dulu mereka menggunakan bahasa sehari-harinya.
 

Kira-kira itu dari saya, mungkin kalau ada yang udah sering ke Jepang atau yang lebih pro boleh tolong ditambahin :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ooo bisa sewa locker ya , sip2 jadi gak perlu bawa brg berat2 haah

 

iya kalau mau belanja banyak juga gak usah repot hehehe

 

 

hmm... taunya bahasa jepang cuman, moshi-moshi, arigatou, itada kimasu (yang ini betul nggak nulisnya?) trus apa lagi ya? 

oh ya, untuk aktivitas hanami sendiri, yang paling enak di jepang di mana tuh? :)

 

hajimemashite (salam kenal), watashi wa ... desu (nama saya adalah...) ohayou (selamat pagi, konnichiwa ( selamat siang) gak tau nih ya penulisannya bener apa kaga hehehe

kalau dari Osaka bisa di The Mint Bureau (Osaka), Taman Expo ’70 (kota Suita), Taman Istana Osaka (Osaka). kalau di Tokyo yang cukup terkenal taman ueno, (Taito-ku), Taman Inogashira (kota Musashino), Taman Koganei (kota Koganei), Taman Shinjuku-gyoen (Shinjuku-ku), Taman Sumida (Sumida-ku). Kalau di Kyoto bisa di Taman Shinsenen.

 

 

soal JR pass ini pernah baca... tapi kalau nggak mau antar kota ya naik yg biasa aja kan ya?? karna katanya mahal, bener ga sih? CMIIW

 

ini info lebih lengkap soal JR Pass ada harganya juga :D

http://www.jalan-tour.com/ver03/ina/jrpass/

Share this post


Link to post
Share on other sites

nambahin ya Sis...menggunakan sumpit, orang Jepang menghargai turis asing yang bisa menggunakan sumpit karena mereka pikir, menggunakan sumpit adalah hal yang tidak mudah untuk orang asing. Jadi mereka akan sedikit terkejut jika kita bisa menggunakan sumpit :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

nambahin ya Sis...menggunakan sumpit, orang Jepang menghargai turis asing yang bisa menggunakan sumpit karena mereka pikir, menggunakan sumpit adalah hal yang tidak mudah untuk orang asing. Jadi mereka akan sedikit terkejut jika kita bisa menggunakan sumpit :D

 

oh gitu ya saya baru tau nih soal ini kalau mau ke sana belajar pakai sumpit dulu ya hehehe thanks ya :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

hhmmm saya lihat2 di tiket pesawat kenapa yg tujuan tokyo haneda lebih murah daripada tokyo narita ya ?

meskipun perbandingannya gak apple to apple; bisa kamu ibaratkan ke KL LCCT dan KLIA..... :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Sangat pengen ke jepang, cuma masalah transportasi yang rasanya sangat rumit,..

kalau pertama kali pasti bingung, apalagi lihat peta subwaynya, urusan kesasar atau salah keluar pintu stasiun biasa; tp dua tiga kali naik pasti sudah biasa. Di Jepang akan merasakan efektif dan efisiennya naik public transportation

Share this post


Link to post
Share on other sites

Friends, minta bantuan info nya donk. Saya mau berangkat ke Jepang bulan Juni nanti. Ambil hotel Mercure Ginza. Enaknya dari Narita naik bus atau kereta yah? Mana yang lebih murah? Mana juga yang lebih ga ribet? Hehehehe. Tolong info nya yaaah. Thank you

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Lingga saya sih blm pernah kesana, tapi saya coba bantu jawab..

kalau menurut saya sih enak-nya naik Bus,

kalau soal murah, lebih murah naik kereta

kalau soal ribet, naik kereta jauh lebih ribet, dikarenakan perpindahan kereta minimal 3 kali (dengan pertimbangan bawa koper yg berat)

 

jadi naik bus turun di station Ginza (Sukiyabashi) , setelah itu nyambung taksi ke hotel (klo kagak mau ribet dan bawa berat) (makin banyak orang makin murah klo pakai taksi)

 

Note : schedule bus-nya bisa di-lihat disini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Friends, minta bantuan info nya donk. Saya mau berangkat ke Jepang bulan Juni nanti. Ambil hotel Mercure Ginza. Enaknya dari Narita naik bus atau kereta yah? Mana yang lebih murah? Mana juga yang lebih ga ribet? Hehehehe. Tolong info nya yaaah. Thank you

saya gak tau tepatnya dimana Mercure di Ginza, tp kl dari Narita ke Ginza kl naik subway bisa check disini : http://www.tokyo-subway.net/app/flash/norikae/N3?SF=2692&ST=1996&RP=0&OUTPUT=1

Share this post


Link to post
Share on other sites

@kyosash : Gitu yah. Kirain naik bus lebih murah mengingat wkt perjalanannya lebih lama dibandingkan dgn kereta :) Kalau jalan didaerah Ginza dengan bawa2 koper besar, ribet ga yah? Cari2 info sih katanya dari terminal bus ke Mercure naik taksi sekitar 5-10menit perjalanan saja. Pikir2 mao jalan aja. Biar bisa ngirit duit jajan :D. Thanks banget info nya

Share this post


Link to post
Share on other sites

Friends, minta bantuan info nya donk. Saya mau berangkat ke Jepang bulan Juni nanti. Ambil hotel Mercure Ginza. Enaknya dari Narita naik bus atau kereta yah? Mana yang lebih murah? Mana juga yang lebih ga ribet? Hehehehe. Tolong info nya yaaah. Thank you

kalau mau naik taxi estimasi tarifnya : http://www.numbeo.com/taxi-fare/city_result.jsp?country=Japan&city=Tokyo

Share this post


Link to post
Share on other sites

@widingh : naik subway minimal harus transfer 2x yah dan harga cuma beda dikit dengan bus. Belom lagi bingung2 untuk pindah train nya. Thank you. Info subway nya lengkap.

Sepertinya jarang yah yang jalan2 di daerah Ginza.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Lingga yah kalo bisa sih di taruh barang-nya dulu di hotel habis itu baru keliling daerah Ginza, (kalau emang blum waktu-nya check-in, yah dititip dulu di front desk)

untuk estimasi waktu jalan kakinya saya kurang tahu, tapi kalau anda terbiasa jalan kaki dengan bawa koper besar, yah silahkan saja :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

@widingh : naik subway minimal harus transfer 2x yah dan harga cuma beda dikit dengan bus. Belom lagi bingung2 untuk pindah train nya. Thank you. Info subway nya lengkap.

Sepertinya jarang yah yang jalan2 di daerah Ginza.

ya kl menurut saya Ginza cuma pusat perbelanjaan mewah; yach kurang lebih seperti Orchard Road nya Singapore (dengan harga yg lebih mahal) :D, waktu itu ke Ginza krn nyari mainan utk anak saya.

Tergantung kopernya, kl terlalu besar ya repot keluar masuk mall. Jalanan di Tokyo lumayan lancar, jadi naik taxi 5-10menit bisa jauh jaraknya, apalagi sopir taxi di Tokyo sama kayak di Beijing atau Shanghai, hobinya ngebut..... :D

Ampun2an tarif taxi di Tokyo..... 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@glanzend

kalo pembobolan loker jarang denger

apalagi di jepang ini terkenal karena warga nya disiplin, pengalaman teman ketinggalan dompet di keranjang sepeda selama 1 hari di stasiun  kereta aman2 saja, malah keranjang nya ditutupin kardus oleh orang yg lewat biar gk kehujanan

(klo di indo 5 menit saja udah di pastiin ilang itu dompet :P)

 

ya kalo kereta yang di bilang itu shinkansen jadi menggunakan JR Railway Pass seharga 3 juta perorang

bisa digunakan ke semua rute shinkansen jadi memang cukup murah perhitungannya juika kita mau keliling jepang, tapi kalo cuma ke Tokyo - Osaka aja jadi mahal :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By annelialk
      Halo, saya berdua dengan teman saya akan pergi ke Jepang tgl 1-9 Maret 2019. Tiket sudah fix. Tempat yang mau dikunjungi Tokyo-Kyoto-Osaka. Tapi itin belum fix. Kalau ada yang gabung, sila. Lumayan kalau bisa share cost buat penginapan... hehe.
    • By pejalankaki
      Halo Jalan2.com! 
      Siapa yang tidak tahu dengan Universal Studio Jepang? Tempat yang satu ini wajib kamu kunjungi saat liburan ke Jepang. Di lokasi wisata yang ikonik ini, Travel Mates akan bertemu banyak karakter film yang pasti sudah nggak asing lagi deh! Tapi kalau kamu masih bingung mau ke mengunjungi spot yang mana dulu, Artikel HIS Travel rekomendasikan kamu ke spot Harry Potter yang super duper fantastis dulu, Travel Mates.
      Karena tempat yang satu ini menjadi para incaran para wisatawan manca negara yang ingin melihat langsung kastil atau bangunan yang mirip seperti di film Harry Potter.
      Setelah puas mengunjungi spot-spot yang seru, pastinya perut kamu butuh asupan kan? Selain karakter dan filmnya yang terkenal, Universal Studio Jepang juga memiliki menu kuliner yang wajib kamu cicipi ketika mengunjunginya. Pasti Travel Mates penasaran kan apa aja sih kuliner yang wajib dicicipi ketika mengunjungi Universal Studio Jepang?
      Yuk simak di bawah ini!
      Restoran The Three Broomsticks

      Sumber gambar: squarespace.com
      Buat kamu pecinta buku atau film Harry Potter pasti sering mendengar nama restoran yang satu ini. Ternyata beneran ada di dunia nyata lho, Travel Mates. Kalau kamu sedang mengunjungi Universal Studio Jepang, restoran ini ada di pintu Hogsmeade dengan tanda tulisan "Please Respect the Spell Limits". Dari pintu masuknya aja udah keren dan Harry Potter banget ya, Travel Mates?
      Kalau kamu belum tau, dalam buku-buku dan film Harry Potter, Three Broomsticks ini adalah penginapan dan restoran yang berada di Hogsmeade yang biasa dikunjungi oleh murid Hogwarts, termasuk Harry Potter dan teman-temannya.
      Untuk menu-menu makanan di sini juga mirip seperti yang ada di buku dan film Harry Potter, lho. Seperti Butterbeer, Fire Whisky, Gilly Water, dll. Untuk harganya sendiri mulai dari $2 - $9 per tiap menunya.
      Delicious Me! & POP-A-NANA

      Sumber gambar: https://idntimes.com
      Kalau baca nama restoran di atas, kira-kira menggambarkan karakter apa ya, Travel Mates? Dari logonya sih dominan warna kuning. Betul, apa lagi kalau bukan Minion! Di dua restoran ini kamu bisa cobain cemilan yang seru. Delicious Me! memiliki menu sandwich snack dengan rasa fruits and cream. Dan ketika memakannya Travel Mates akan menemukan rasa beberapa buah seperti stroberi, pisang, dan anggur yang dicampur dengan cream. Kamu akan diajak merasakan perpaduan biskuit yang manis dan buah yang segar dalam sekali gigit. Penasaran 'kan?
      Karena tempat ini berada di satu tempat, yaitu kawasan Minion Park, selanjutnya kamu harus mencoba mengunjungi restoran POP-A-NANA yang ada disebelahnya. Hayoo, apa makanan favorit Minion? Betul, jawabannya adalah banana atau pisang. Terinspirasi dari makanan favorit minion, restoran ini memiliki menu serba pisang, lho. Salah satu menu yang paling sering dipesan adalah popcorn rasa pisang cokelat.
       Amity Landing Restaurant, Teror Hiu Jaws

      Sumber gambar: https://tdrexplorer.com
      Jaws, pasti kamu pernah melihat film yang satu ini. Teror hiu yang satu ini ternyata tidak hanya di film, tapi juga ada di Universal Studio Japan, Travel Mates. Tenang, teror yang satu ini bisa kamu serang balik kok, caranya dengan memakannya langsung. Seperti di filmnya, Universal Studio Jepang memiliki area Amity Village atau biasa dikenal dengan rumahnya habitat atau rumah Jaws. 
      Pulau yang dikelilingi oleh laut ini memiliki restoran yang unik, yaitu Amity Landing Restaurant. Siapa yang tau kalau Travel Mates bisa memakan Jaws dalam bentuk dessert yang menggemaskan di restoran satu ini? Dengan harga $4 kamu bisa mendapatkan menu Jaws Cake yang dibentuk swiss roll dan dilengkapi dengan cream soda. Kalo terornya seperti ini, pasti Travel Mates maunya di teror mulu. Betul?
      Discovery Restaurant, Restoran bertema Jurassic Park

      Sumber gambar: https://www.usj.co.jp
      Travel Mates ingin merasakan langsung dunia Jurassic Park? Restoran ini sangat cocok untuk mewujudkannya. Dengan membuat konsep interior yang sama seperti di film dan pilihan menu bertema hutan Jurassic Park, para pengunjung akan merasakan atmosfer langsung seperti apa kehidupan di dunia Jurassic Park. 
      Tapi kamu harus berhati-hati Travel Mates, karena di restoran ini akan ada dinosaurus yang tiba-tiba muncul dihadapan kamu ketika kamu sedang makan. Jadi sebelum kamu ke sini, lebih baik kamu berlatih dulu seperti Owen Grady di film Jurassic Park saat mengendalikan Velociraptor, ya!
       
      SUMBER
    • By Clemenz Cave
      Hi,
      I'm just looking for mates to travel with to Japan through Xmas till New Year's Eve, so about 5 days give or take. Anyone is welcomed! 
      For now its only me and myself, haven't got the itinerary written down yet much less the exact dates to go and back. 
      You can invite your friends along if you want, THE MORE THE MERRIER! :D
    • By vie asano
      Masih tentang Hiroshima. Pada tulisan Hiroshima's Guide for Travellers (1), saya sudah menyinggung tentang moda transportasi publik dan juga beberapa bangunan lain yang tersisa paska serangan bom atom 6 Agustus 1945 yang menghancurkan hampir seluruh kota Hiroshima. Tapi Hiroshima nggak melulu berisi cerita tentang bom atom lho. Kota ini sudah lama move on dari kehancuran paska serangan bom dengan kode nama little boy tersebut, dan kini memiliki banyak obyek wisata yang menarik. Misalnya saja, untuk kategori wisata sejarah. Di Hiroshima terdapat 2 kastil yang cukup populer. Kastil pertama, Hiroshima Castle, aslinya dibangun oleh Terumoto Mori pada tahun 1590. Sayangnya kastil ini hancur oleh bom atom Hirosohima dan hanya menyisakan sedikit struktur aslinya. Kini Hiroshima Castle sudah selesai di rekonstruksi dan difungsikan sebagai museum yang mengangkat budaya samurai.
      Foto 01:
      Hiroshima Castle [foto: Fg2/wikimedia]
      Sedangkan kastil kedua adalah Fukuyama Castle yang terdapat di Fukuyama, Hiroshima. Sama seperti Hiroshima Catle, Fukuyama Castle ini bukanlah kastil asli, karena di Jepang kastil asli hanya berjumlah 12 saja (baca disini: Tahu Nggak, Hanya Ada 12 Kastil Original di Seluruh Jepang Lho!).
      Foto 02:
      Fukuyama Castle [foto: Jnn/wikimedia]
      Dari spot bersejarah, lanjut ke museum. Selain memiliki museum keren di Hiroshima Peace Memorial Park, Hiroshima juga punya stok museum bertema lain yang tak kalah kerennya. Contohnya adalah Mazda Museum. Dari namanya sudah bisa ditebak jika museum ini berkaitan dengan Mazda, dan memang benar adanya. Mazda memang salah satu produsen mobil yang memiliki peran penting dalam perekonomian Hiroshima, dan di Mazda museum ini wisatawan dapat melihat-lihat berbagai hal yang berkaitan dengan Mazda, mulai dari sejarah, proses perakitan mesin, dan lain-lain. Untuk bisa masuk ke museum ini sama sekali tidak dikenakan biaya. Hanya saja wisatawan wajib melakukan reservasi terlebih dulu.
      Foto 03:
      Salah satu display di Mazda Museum [foto: Taisyo/wikimedia]
      Hiroshima memiliki beberapa museum seni dengan koleksi yang sangat baik, antara lain Hiroshima City Museum of Contemporary Art yang memiliki berbagai koleksi seni dari beberapa seniman Barat ternama seperti Andy Warhol. Museum seni lainnya, Hiroshima Prefectural Museum of Art, juga memiliki koleksi seni yang sangat baik mulai dari seni klasik hingga modern. Begitu juga dengan Hiroshima Museum of Art dengan koleksi andalannya adalah karya seni bergaya Eropa.
      Foto 04:
      Hiroshima Prefectural Museum of Art [foto: Taisyo/wikimedia]
      Namun jika tak tertarik dengan museum seni maupun jika membawa anak-anak, masih banyak jenis museum lainnya seperti Hiroshima Children's Museum yang memiliki aneka eksibisi yang akan disukai oleh si kecil; Hiroshima City Transportation Museum, dan lain-lain.
      Foto 05:
      Hiroshima Children's Museum [foto: Taisyo/wikimedia]
      Dari museum, mari mengunjungi aneka kuil di Hiroshima. Ya, wisata kuil memang selalu menjadi salah satu aktifitas favorit untuk dilakukan di Jepang. Sayangnya, untuk kota Hiroshima sendiri minim kuil yang betul-betul menawarkan keunikan khas untuk wisatawan. Mungkin yang bisa masuk dalam kategori cukup unik adalah Mitaki-dera, kuil Budha yang memiliki pemandangan indah saat musim gugur. Tapi nggak perlu kecewa. Jika masih ingin melakukan wisata kuil, sekalian saja berkunjung ke Miyajima, karena disana ada kuil Itsukushima yang diakui sebagai salah satu dari Japan's 3 top scenic sight (2 lainnya adalah pine-clad island di Matsushima dan Amanohashidate. Untuk Amanohashidate, bisa dibaca disini: Amanohashidate part 1, Amanohashidate part 2). Info tentang Miyajima menyusul yah.
      Foto 06:
      Mitaki-dera [foto: Binabik155/wikimedia]
      Festival di Hiroshima
      Ada beberapa festival besar di Hiroshima, tapi saya hanya akan menyinggung yang paling populer saja. Salah satu festival terbesar dan terpopuler di Hiroshima adalah Hiroshima Flower Festival yang diadakan setiap tanggal 3-5 Mei setiap tahunnya (bertepatan dengan liburan Golden Week). Festival yang digelar di Hiroshima Peace Memorial Park ini dipenuhi dengan aneka pertunjukan meriah, mulai dari tari, nyanyi, parade, hingga pasar kaget. Tak heran jika setiap kali festival ini dilangsungkan, jumlah pengunjungnya bisa mencapai lebih dari 1 juta orang.
      Foto 07:
      Hiroshima Flower Festival [foto: Taisyo/wikimedia]
      Festival lain yang selalu mencuri perhatian wisatawan tentu saja adalah Hiroshima Lantern Festival, yang diselenggarakan di Hiroshima Peace Memorial Park setiap diperingatinya tanggal jatuhnya bom atom Hiroshima, yaitu 6 Agustus. Saya pernah menyinggung sedikit tentang festival tersebut pada tulisan Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (3-end).
      Foto 08:
      Hiroshima Lantern Festival [foto: w00kie/flickr]
      Kuliner khas Hiroshima
      Akhirnyaaaa, sampai juga di bagian kuliner! Dan kuliner pertama ala Hiroshima yang akan saya ulas adalah Okonomiyaki.
      Lho, kok okonomiyaki? Bukannya okonomiyaki berasal dari Osaka?
      Ya, okonomiyaki memang populer sebagai kuliner khas Osaka. Saking populernya, Tokyo tak mau kalah dan akhirnya membuat versi tandingan dari okonomiyaki yaitu monjayaki (tempat paling populer untuk mencicipi kuliner ini ada di Tsukishima). Untuk Hiroshima, daerah ini memiliki okonomiyaki yang dibuat dengan gaya yang khas. Jika okonomiyaki khas Osaka dibuat dengan mencampuradukkan seluruh bahan ke dalam larutan tepung dan di goreng di wajan datar, okonomiyaki ala Hiroshima dibuat berlayer. Campurannya pun bervariasi, tak hanya sekedar kubis, telur, dan daging. Namun bisa dicampur juga dengan seafood (biasanya cumi maupun gurita), keju, dan juga mie (baik soba maupun udon). Kuantitas kubisnya pun jauh lebih banyak dibanding versi Osaka. Penampakan okonomiyaki ala Hiroshima kira-kira seperti berikut.
      Foto 09:
      Okonomiyaki ala Hiroshima, tahap persiapan. Kubisnya segunung! [foto: J. Miers/wikimedia]
      Foto 10:
      Hasil jadi okonomiyaki ala Hiroshima. Mie menjadi salah satu bahan dasarnya[foto: Daderot/wikimedia]
      Dan bandingkan dengan okonomiyaki versi Osaka.
      Foto 11:
      Okonomiyaki ala Osaka tahap setengah jadi [foto: Marcel Montes/wikimedia]
      Foto 12:
      Okonomiyaki ala Osaka [foto: Marcel Montes/wikimedia]
      Kuliner khas Hiroshima lainnya adalah momiji manju. Kue ini berbentuk seperti daun momiji (atau maple) dan diisi dengan pasta kacang merah. Nggak suka kacang merah? Jangan khawatir. Saat ini sudah banyak varian isian lain dari momiji manju, seperti coklat, keju, matcha, dan lain-lain.
      Foto 13:
      Momiji manju [foto: Daderot/wikimedia]
      Tiram merupakan kuliner khas lainnya dari Hiroshima. Tak sulit untuk menemukan tiram, karena aneka kuliner yang menggunakan tiram sebagai bahan dasarnya mudah ditemukan di berbagai restoran, ryokan, hingga stand pinggir jalan di Hiroshima. Tiram ini enak juga lho disantap mentah dengan dicocolkan ke dalam soy sauce. Bisa juga disantap setelah dibakar, seperti pada gambar berikut ini.
      Foto 14:
      Tiram bakar [foto: Daderot/wikimedia]
      ***
      Semoga informasinya bermanfaat!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
      ***
      Baca juga:
      Hiroshima: Dulu dan Sekarang
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (1)
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (2)
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (3-end)
      Hiroshima's Guide for Travellers (1)
    • By vie asano
      Nagasaki sudah selesai dikupas dan dikuliti dalam seri tulisan Nagasaki's Short Guide for Travellers (1) dan Nagasaki's Short Guide for Travellers (2-end). Saya juga sudah mengulik tentang Gunkanjima, salah satu pulau tak berpenghuni paling populer di dunia, yang bisa dibaca disini: Gunkanjima, Pulau Kapal Perang Berhantu di Nagasaki (1) dan Gunkanjima, Pulau Kapal Perang Berhantu di Nagasaki (2-end). Supaya adil dengan Hiroshima yang sama-sama jadi korban bom atom 1945, kali ini giliran Hiroshima yang akan dikupas dalam bentuk panduan (yang mudah-mudahan cukup) singkat untuk wisatawan.
      Mengapa saya masih ingin mengupas tentang Hiroshima sementara bahasan tentang Nagasaki sudah selesai? Kok nggak move on aja ke topik lainnya? Sejak saya mengenal Hiroshima saat membantu menyusun itinerary wisata (sudah disinggung pada tulisan [sharing] Itinerary Wisata Jepang 23-31 Mei 2014 2-end), saya berpendapat Hiroshima termasuk kota yang cukup asyik. Jika dilihat aksesnya dari Tokyo, jarak Tokyo-Hiroshima pun nggak sejauh Tokyo-Nagasaki (±8,5 jam via shinkansen), yaitu hanya kira-kira 4-5 jam saja menggunakan shinkansen. Jadi jika Nagasaki saya ulik cukup mendalam, kenapa nggak dengan Hiroshima? Bukankah Hiroshima juga memiliki daya tarik yang nggak kalah dengan Nagasaki, dan bahkan lebih cepat di akses dari Tokyo.
      Saya nggak akan panjang lebar membahas tentang hal-hal basic seputar Hiroshima, apalagi dari segi sejarah, karena sudah saya singgung pada tulisan Hiroshima: Dulu dan Sekarang. Jadi saya akan langsung mulai dengan moda transportasi publik di Hiroshima, aneka obyek wisata yang menarik, beberapa festival penting, dan tentu saja kulineran. Selamat menikmati.
      Moda transportasi publik di Hiroshima
      Hiroshima memiliki moda transportasi publik yang sedikit berbeda dengan Tokyo dan Kyoto. Jika Tokyo punya jaringan kereta dan subway yang rumit, serta Kyoto memiliki jaringan bus yang menjangkau berbagai sudut kota, maka Hiroshima memiliki jaringan tram yang sangat baik. Hampir sama dengan Nagasaki yang juga memiliki tram sebagai moda transportasi andalan. Bedanya, jaringan tram di Hiroshima lebih besar, dan populer dengan nickname Hiroden (singkatan dari Hiroshima Dentetsu Kabushiki-gaisha). Terdapat 8 line tram yang menghubungkan stasiun terbesar di Hiroshima, yaitu Stasiun Hiroshima, dengan berbagai area di kota tersebut. Tak heran jika Hiroshima disebut-sebut sebagai kota dengan jaringan tram terbesar di Jepang.
      Foto 01:
      Hiroden [foto: Taisyo/wikimedia]
      Tak sulit untuk naik hiroden di Hiroshima. Pada prinsipnya, naik hiroden tak berbeda dengan naik kereta. Wisatawan tinggal memilih jalur mana yang akan melewati obyek wisata yang diinginkan. Tarifnya flat, yaitu ¥160* untuk seluruh area di pusat kota, dan naik secara bertahap saat pergi keluar dari pusat kota. Bagi yang ingin praktis menjelajah kota, tinggal membeli tiket terusan yang berlaku selama 1 hari kalender. Harganya hanya ¥600* saja. Namun jika membayar ekstra ¥240*, bisa sekaligus mendapat tiket ferry pulang-pergi ke Miyajima. Miyajima merupakan salah satu side trip favorit dari Hiroshima, dan termasuk salah satu obyek wisata favorit di Jepang lho. Kalau mood nggak berubah, mudah-mudahan sempat mengulik tentang Miyajima.
      Foto 02:
      Hiroden [foto: Flyingbear/wikimedia]
      Pertanyaan selanjutnya yang biasa muncul adalah, apakah JR Pass berlaku untuk naik tram? Jawabannya tidak. Tapi jangan dulu kecewa, karena wisatawan bisa naik Maple-oop, sebuah bus wisata untuk turis yang dikelola oleh JR. Bus wisata ini akan menghubungkan Stasiun Hiroshima dengan berbagai obyek wisata favorit, dan asyiknya, naik Maple-oop ini dicover oleh JR Pass.
      Foto 03:
      Familiar dengan pemandangan ini? Lokasinya di Miyajima lho. Tunggu ulasan tentang Miyajima yah [foto: Jordy Meow/wikimedia]
      Obyek wisata populer di Hiroshima
      Khusus untuk obyek wisata, walau saya telah mengupas tentang Hiroshima Peace Memorial Park (baca disini: Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepengal Cerita Bom Atom 1945 1, Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 2, Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 3-end), namun ternyata masih ada beberapa obyek lain yang menjadi saksi hidup peristiwa bom atom Hiroshima. Maksudnya, A-Bomb Dome dan Rest House yang ada di Hiroshima Peace Memorial Park bukan satu-satunya, eh dua-duanya bangunan yang selamat paska bom atom Hiroshima. Masih ada lho beberapa bangunan lain di sekitar taman tersebut yang merupakan hasil renovasi bangunan yang selamat paska peristiwa tersebut. Misalnya saja bangunan bekas gedung Bank of Japan yang hanya berjarak 380 meter dari Hypocenter, atau titik pusat ledakan, termasuk salah satu yang relatif utuh karena strukturnya yang memang kuat. Kini bangunan ini dijadikan pusat aktifitas seni budaya dan dibuka untuk umum.
      Foto 04:
      Bekas gedung Bank of Japan [foto: Fg2/wikimedia]
      Bangunan lain yang relatif utuh paska ledakan bom atom adalah Fukuromachi Elementary School yang sebagian areanya kini difungsikan sebagai museum. Lalu ada juga bangunan bekas Hiroshima Mitsui Bank (kini jadi Andersen Bakery), dan banyak lagi. Intinya sih, jika memang alasan utama berkunjung ke Hiroshima karena tertarik dengan peristiwa bom atom Hiroshima, jangan terpaku dengan Hiroshima Peace Memorial Park. Cobalah berjalan-jalan di sekitar taman, siapa tahu Anda bisa menemukan harta karun peninggalan peristiwa 6 Agustus 1945 lainnya.
      Foto 05:
      Fukuromachi Elementary School [foto: Laika Ac/wikimedia]
      Dari Hiroshima Peace Memorial Park, saya ingin mengajak teman-teman untuk mengenal aneka taman indah lainnya yang dimiliki oleh kota Hiroshima. Shukkeien Garden termasuk salah satu taman tertua yang ada di Hiroshima (dibangun tahun 1620) dan dulunya dimiliki oleh Asano Nagaakira, penguasa Hiroshima. Taman bergaya Jepang ini termasuk salah satu yang wajib dikunjungi oleh para pecinta taman. Selain karena jaraknya yang tak begitu jauh dari Stasiun Hiroshima, juga karena harga tiketnya relatif murah (Â¥250* untuk pengunjung dewasa).
      Foto 06:
      Shukkeien Garden [foto: Jakob Halun/wikimedia]
      Taman lain yang menarik untuk dikunjungi adalah National Bihoku Hills Park atau Bihoku-kyuryo Park. Sesuai namanya, tempat ini merupakan sebuah taman nasional, tepatnya taman nasional ke-11 di Jepang (dan pertama di wilayah Chugoku). Fasilitas di taman ini cukup lengkap, mulai dari taman bunga, rumah kaca, hingga lapangan golf.
      Foto 07:
      National Bihoku Hills Park [foto: OS6/wikimedia]
      Lanjut lagi tentang aneka obyek wisata menarik di Hiroshima pada tulisan berikutnya yah.
      ***
      * Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
      ** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H buat Jalan2ers yang merayakan! Taqoballahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal aidzin wal faidzin Mohon maaf lahir dan bathin jika selama ini ada salah-salah kata, baik yang disengaja maupun tidak.
      Setelah beberapa hari absen menulis karena mudik, saya kangen sharing-sharing info lagi di blog sederhana ini. Berhubung masih dalam suasana mudik, kali ini saya ingin sharing info festival khas Jepang yang melibatkan tradisi mudik. Eits, jangan salah. Di Jepang juga ada tradisi mudik lho. Jika di Korea tradisi mudik biasa dilakukan saat perayaan Chuseok (bisa dibaca disini: Mengenal Chuseok, Thanksgiving ala Korea Selatan) dan Seollal (Lunar New Year), maka di Jepang tradisi mudik biasa dilakukan menjelang perayaan Obon atau Obon Festival. Apakah Obon Festival itu?
      Sekilas tentang Obon Festival
      Obon Festival, biasa disebut Obon atau Bon saja, merupakan salah satu festival khas agama Budha yang bertujuan untuk menghormati arwah leluhur. Perayaan ini diangkat dari kisah Maha Maudgalyayana (Mokuren), salah seorang murid Budha yang telah kehilangan ibunya untuk selamanya. Mokuren memiliki penglihatan jika arwah sang ibu menderita, dan dia pun akhirnya bertanya pada Budha bagaimana caranya menolong sang ibu. Budha kemudian memerintahkannya melakukan beberapa ritual melalui pendeta Budha yang telah selesai menjalankan retret musim panas mereka. Mokuren menuruti perintah tersebut, dan dia lalu melihat arwah ibunya kini jauh lebih bahagia. Ritual tersebut kemudian disebarluaskan dan dilakukan oleh banyak orang, dan dikenal dengan nama Obon.
      Kapan perayaan Obon itu?
      Obon dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda di seluruh Jepang, walau biasanya berkisar antara bulan Juli dan Agustus. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya perubahan sistem penanggalan Jepang. Semula Jepang menganut kalender Bulan, namun pada periode Meiji berganti mengikuti kalender Gregorian. Akibatnya, perayaan Obon yang biasanya jatuh pada bulan ke-7 mengalami pergeseran tanggal. Ada yang tetap merayakan Obon pada tanggal ke-15 pada bulan ke-7 berdasarkan kalender bulan (disebut Kyu Bon); ada yang merayakan pada tanggal ke-15 bulan ke-7 pada kalender Matahari (disebut Shichigatsu Bon); dan ada juga yang merayakan berdasarkan pada kalender Bulan, namun perayaannya mengambil waktu tanggal 15 Agustus (disebut Hachigatsu Bon). Bon yang terakhir ini yang banyak dirayakan di seluruh Jepang, sementara Kyu Bon masih dirayakan di daerah tertentu seperti wilayah Utara area Kanto, Shikoku, Chugoku, dan Okinawa.
      Apa yang dilakukan saat perayaan Obon?
      Inti dari perayaan Obon adalah menghormati arwah leluhur. Secara singkatnya sih orang Jepang percaya jika arwah leluhur akan mengunjungi mereka pada periode perayaan Obon. Karenanya, pada perayaan Obon orang-orang akan menggantungkan lentera di depan rumah mereka untuk memandu arwah leluhur agar bisa menemukan jalan kembali ke rumah.
      Foto 01:
      Lentera di depan rumah saat perayaan Obon [foto: Katorisi/wikimedia]
      Selain menggantungkan lentera, orang Jepang juga akan mempersembahkan makanan bagi para leluhur tersebut. Makanan persembahan tersebut akan disajikan di altar rumah, maupun di kuil. Ritual lainnya adalah mengunjungi makam para leluhur untuk berdoa dan membersihkan makam. Selain itu, mereka akan menarikan bon odori (lihat pada bagian tentang bon odori). Barulah pada akhir periode Obon lentera-lentera tersebut akan dihanyutkan di sungai untuk menuntun kembali para arwah kembali ke alamnya.
      Foto 02:
      Menghanyutkan lentera pada akhir perayaan Obon [foto: JamesAlexanderJack/wikimedia]
      Tentang Bon Odori
      Perayaan Obon tak bisa dipisahkan dari Bon Odori, alias Bon Dance. Tarian ini juga relatif populer ditampilkan di berbagai matsuri yang ada di Indonesia lho. Biasanya sih salah satu lagu favorit untuk mengiringi Bon Odori ini adalah soundtrack-nya anime Chibi Maruko-chan (lupa judulnya apa). Tentunya itu untuk Bon Odori versi Indonesia yah.
      Foto 03:
      Bon Odori [foto: Jiang Dong-Qin/wikimedia]
      Bagi yang masih bingung, Bon Odori merupakan tarian yang ditampilkan pada perayaan Obon. Tarian ini terinspirasi dari luapan kegembiraan yang ditunjukkan oleh Mokuren saat mengetahui jika arwah sang ibu sudah terbebas dari penderitaan. Koreografi dan lagu yang biasa digunakan saat Bon Odori berbeda untuk setiap daerah di Jepang, namun tipikalnya tarian ini dilakukan sambil mengitari sebuah pusat (biasanya yang menjadi pusat adalah yagura/panggung kayu khusus untuk festival). Para penari (biasanya pengunjung yang akan diajak berpartisipasi) akan melakukan serangkaian gerakan sambil bergerak mengitari pusat tersebut.
      Dampak perayaan Obon bagi pariwisata Jepang
      Sampai disini mungkin ada yang bingung yah. Katanya Obon berhubungan dengan mudik? Trus mana nih bagian mudiknya?
      Nah, info ini salah satu yang wajib diketahui oleh wisatawan yang akan berkunjung ke Jepang pada periode Obon (kira-kira 13-15 Agustus). Periode Obon merupakan salah satu periode liburan populer di Jepang. Pada perayaan Obon, orang-orang akan kembali pulang ke kampung halaman untuk ikut menyambut arwah leluhur, maupun sekedar meluangkan waktu untuk kumpul bersama keluarga besar. Bahasa Indonesia-nya sih, mudik!
      Lalu apa dampaknya aktifitas mudik tersebut pada pariwisata Jepang? Tentu saja ada, karena pada masa liburan Obon dianggap sebagai peak season. Harga tiket dan akomodasi akan jauh lebih mahal dibanding low season. Dan tak heran juga jika pada masa tersebut berbagai tempat wisata akan penuh sesak, toko banyak yang tutup, dan jalanan juga lebih ramai dari biasanya. Jadi, jika ingin lebih menikmati suasana liburan, hindari pergi ke Jepang pada periode Obon yah! Sebagai penutup, untuk tahun 2014 ini traffic di Jepang diperkirakan akan mulai meningkat pada tanggal 9 Agustus (saat orang-orang mulai meninggalkan kota besar untuk kembali ke kampung halaman) dan baru berakhir pada tanggal 16-17 Agustus (saat pemudik kembali pulang ke kota besar). Namun jika sudah terlanjur ada rencana liburan ke Jepang saat periode Obon, sekalian saja nikmati suasana festival. Berkunjunglah ke berbagai kuil karena selalu ada kemeriahan pada periode Obon.
      Semoga informasinya bermanfaat!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Biasanya, kalau bicara tentang Jepang, image pertama yang terbayang adalah kota Tokyo yang modern dan serba canggih. Atau Kyoto, kota tua nan eksotis yang masih memiliki populasi geiko (istilah Kansai untuk geisha) dalam jumlah banyak; maupun Osaka yang memiliki aneka kuliner khas. Namun ternyata Jepang nggak melulu tentang kota-kota tersebut. Banyak tempat lain di Jepang yang cukup membuat mata terbelalak karena keunikannya, seperti Kamagasaki, Kota yang Dihilangkan dari Peta Jepang, dan Gunkanjima.
      Gunkanjima. Ada yang pernah dengar nama tersebut? Yang suka mampir ke thread Jalan2 mungkin sudah pernah masuk dalam thread berjudul Gunkanjima. Saya pribadi pertama mendengar nama tersebut saat membaca ulasan seorang teman pada sesi omake (=tambahan) untuk manga Montage dalam sebuah majalah yang khusus membahas anime dan manga. Montage memang mengambil setting Gunkanjima, dan kisahnya diangkat dari kisah nyata. Namun saya nggak akan membahas lebih lanjut tentang manga yang berkisah tentang perampokan tersebut. Silahkan googling atau cari majalah yang saya maksud yah (ada di volume 177).
      Kembali ke Gunkanjima. Tempat ini sudah saya singgung saat menulis Nagasaki Short Guide for Travellers (2-end) sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berwisata ke Nagasaki. Pada tulisan tersebut saya juga berjanji akan mengulas Gunkanjima secara lebih detail, dan voila, berikut tulisan tentang Gunkanjima mulai dari A-Z.
      Tentang Gunkanjima
      Secara literal, Gunkanjima dapat diartikan sebagai pulau kapal perang. Asal katanya dari kata gunkan yang artinya kapal perang, dan jima (bentuk lain dari shima) yang berarti pulau. Sebetulnya nama asli dan nama resmi dari pulau ini adalah Hashima Island (alias pulau Ha, karena shima sendiri berarti pulau). Alasan kenapa pulau ini akhirnya populer dengan nama Gunkanjima, tak lain dan tak bukan karena bentuk pulaunya yang menyerupai kapal perang. Saya sendiri pun lebih menyukai nama Gunkanjima, jadi untuk tulisan ini nama Gunkanjima yang akan saya gunakan untuk menjelaskan tentang pulau Hashima.
      Foto 01:
      Hashima a.k.a Gunkanjima [foto: Jordy Meow/wikimedia]
      Gunkanjima semula berada dalam wilayah kota Takashima. Namun sejak tahun 2005, terjadi penggabungan antara kota Takashima, Iojima, Koyagi, Nomozaki, Sanwa, dan Sotome ke dalam wilayah kota Nagasaki, sehingga otomatis Gunkanjima a.k.a Hashima Island pun masuk dalam wilayah Nagasaki. Pulau ini sendiri berjarak kira-kira 15-20 kilometer dari Nagasaki, dan menjadi satu dari 505 pulau tak berpenghuni yang ada di wilayah prefektur Nagasaki. Ukurannya sendiri tak seberapa besar, kira-kira 480 meter (panjang) dan 150-160 meter (lebar).
      Foto 02:
      Posisi Gunkanjima pada peta [foto: Hisagi/wikimedia]
      Sejarah Gunkanjima
      Geliat kehidupan di Gunkanjima dimulai pada tahun 1810. Pada saat itu, ditemukan batu bara yang lantas memancing kegiatan pertambangan batu bara di pulau tersebut. Tak perlu waktu lama hingga perusahaan besar seperti Mitsubishi Corporation tertarik untuk membeli Gunkanjima, dan sejak tahun 1890 Mitsubishi resmi membeli pulau ini untuk dieksplorasi secara besar-besaran, khususnya untuk mengekstrak batu bara dari tambang di dasar laut. Tak tanggung-tanggung, Mitsubishi sekaligus membangun kota kecil untuk para pekerja dan keluarganya. Berbagai fasilitas didirikan di pulau ini, mulai dari apartemen, pertokoan, sekolah, rumah sakit, restoran, hingga pemandian umum dan teater! Tak heran jika pada masa kejayaan Mitsubishi di Gunkanjima, populasi di pulau ini pernah mencapai lebih dari 5000 jiwa alias 83500 jiwa/kilometer persegi (untuk seluruh pulau) atau 139100 jiwa/kilometer persegi (khusus untuk area residensial-nya saja). Lebih padat dari kota manapun di dunia ini (pada masa itu).
      Foto 03:
      Aktifitas di Gunkanjima pada tahun 1930 [foto: unknown/wikimedia]
      Sepintas kejayaan Gunkanjima seolah akan berlangsung untuk selamanya. Sayangnya takdir berkata lain. Sekira tahun 1960-an, di Jepang, minyak bumi mulai menggantikan fungsi batu bara. Perlahan tapi pasti tambang batu bara di seluruh Jepang, termasuk Gunkanjima, mulai ditutup. Puncaknya, pada tahun 1974, Mitsubishi resmi menutup tambang batu bara di Gunkanjima dan seluruh pekerjanya harus meninggalkan pulau tersebut. Gunkanjima pun menjadi pulau kosong, dan semua fasilitas lengkap yang ada di pulau tersebut perlahan menjadi puing walau masih ada beberapa bangunan yang berdiri tegak hingga saat ini. Julukan “pulau hantu†mulai disematkan pada pulau kapal perang yang kini kosong tak berpenghuni, dan Gunkanjima pun akhirnya ditutup untuk umum.
      Foto 04:
      Gunkanjima dilihat dari atas [foto: Kntrty/wikimedia]
      Gunkanjima saat ini
      Setelah kegiatan pertambangan di Gunkanjima ditutup dan pulau ini jadi pulau tak berpenghuni, pada tahun 2002 kepemilikan Gunkanjima diserahkan pada kota Takashima, yang berarti otomatis saat ini Gunkanjima dimiliki oleh pemerintah Nagasaki. Pulau ini pun lalu ditutup untuk umum dengan alasan keamanan, mengingat bangunan yang ada di Gunkanjima dalam kondisi tidak terawat dan terancam hancur sewaktu-waktu.
      Pada tahun 2005, atau 31 tahun sejak populasi terakhir ada di pulau ini, Gunkanjima mulai dibuka secara terbatas untuk jurnalis saja. Tak perlu waktu lama bagi Gunkanjima meraih popularitas secara internasional, dan Gunkanjima pun mulai sering disebut dalam berbagai media. Gunkanjima kemudian disorot oleh berbagai program dokumenter seperti History Channel dan menjadi salah satu lokasi shooting film James Bond yang berjudul Skyfall (2012). Bagi yang suka musik Jepang, group band B'z juga pernah shooting video klip di Gunkanjima untuk lagunya yang berjudul My Lonely Town. Sedangkan untuk manga, salah satu yang mengambil setting Gunkanjima adalah Montage yang sudah saya sebut sebelumnya. Gunkanjima pun dipromosikan untuk masuk dalam UNESCO World Heritage Site untuk kategori The Modern Industrial Heritage Sites in Kyushu and Yamaguchi.
      Foto 05:
      Kapal merapat di Gunkanjima [foto: 64/wikimedia]
      Dengan semakin disorotnya Gunkanjima, pulau ini pun mulai menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke sini. Semula pemerintah hanya mengijinkan pulau ini untuk dikelilingi atau dilihat dari laut saja. Namun minat wisatawan semakin tak terbendung, dan pemerintah pun memilih untuk mulai memfasilitasi kegiatan wisata di Gunkanjima. Pada tahun 2009 sebagian kecil wilayah Gunkanjima akhirnya dibuka untuk umum. Pelabuhan mulai di restorasi, dan jalur untuk wisatawan mulai dibuat sehingga wisatawan dapat menjelajah sebagian wilayah Gunkanjima. Seperti apa detail tour menjelajah pulau kapal perang ini? Dan kira-kira ada cerita seru apa saja yang pernah terjadi di Gunkanjima sehingga membuatnya disebut sebagai pulau hantu? Tunggu ulasan detailnya dalam tulisan selanjutnya yah.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.