Sign in to follow this  
Lyn

Yang Sebaiknya Diketahui Sebelum ke Jepang

24 posts in this topic

Jepang merupakan salah satu negara maju di Asia Timur yang terkenal dengan budayanya. Kota-kota yang setidaknya harus disinggahi saat datang ke jepang adalah kota Tokyo, Kyoto, Kobe, Hakone, dan Osaka. Kota Tokyo yang menjadi ibukota Jepang merupakan tempat dengan gedung-gedung tinggi yang tentunya ramai, super modern dan sangat terang di saat malam. Kalau kota Kyoto masih sangat terasa Jepang kuno, di mana banyak kuil, dan juga bangunan-bangunan yang bersejarah ada juga beberapa jalan di sana yang masih terlihat sangat kuno mirip saat di jaman edo. Banyak kuil yang menjual jimat-jimat pelindung dan semcamnya. Maka tak jarang sekolah-sekolah di Jepang sendiri banyak yang melakukan study tour ke Kyoto. Kobe merupakan kota pelabuhan. Sedangkan di Osaka banyak makanan enak yang harus dicoba di sana. Masyarakat Osaka adalah orang kansai yang memiliki logat yang berbeda. Orang kansai rata-rata ramah dan bersemangat. Sedangkan Hakone terkenal dengan lokasi pegunungan yang ada museum dan pemandian-pemandian air panasnya atau lebih dikenal dengan nama onsen di Jepang.


Kalau mau berpergian dari kota ke kota di Jepang lebih baik menggunakan JR Pass. Hanya orang paspor asing serta visa sementara yang bisa membeli JR Pass ini tapi dibelinya di luar Jepang. Dengan JR Pass kita bisa berpergian menggunakan kereta di bawah bendera JR dengan gratis mencakup jalur utama kereta api di dalam kota termasuk shinkansen kecuali shinkansen nozomi. Sebelum berangkat menggunakan kereta ke Jepang jangan lupa cek dulu  nama stasiun terdekat dari objek wisata yang dituju, naik keretanya jalur apa, semua bisa dicek di  http://www.hyperdia.com/ sebenarnya papan petunjuk di sana sudah cukup jelas, tapi buat yang lebih pasti bisa juga dicek sendiri sebelum berangkat.


Buat menghemat waktu bisa juga menggunakan loker berbayar di stasiun untuk menitipkan barang-barang belanjaan. Denagn sekali bayar loker tersebut dapat digunakan seharian. Jadi kita tidak perlu kembali lagi ke hotel atau hostel untuk menaruh barang belanjaan. Harga ukuran yang paling kecil sekitar  300 yen atau sekitar 32000 rupiah.
Harga souvernir di jepang rata-rata hampir sama. Baik di pusat perbelanjaan, di bandara maupun di objek wisata, jadi tidak perlu terburu-buru beli souvernir saat mau pulang pun masih bisa dibeli di bandara. Kalau di Jepang jangan terlalu banyak mengunjungi restoran karena harganya cukup mahal. Kunjungi saja yang khas, satu atau dua restoran setelah itu bisa membeli makanan di supermarket seperti bento ataupun onigiri.


Timing yang pas ke Jepang saat di bulan April dan November. Di bulan April pada saat musim semi banyak bunga sakura dan bisa melakukan hanami di taman-taman sekitar. Hanami sendiri adalah duduk berpiknik sambil melihat bunga sakura. Tapi harus cari tempat dulu dan ditandai karena hampir semua masyarakat jepang sangat suka melakukan hanami jadi setiap taman pasti ramai oleh keluarga-keluarga yang berkumpul bersama. Kalau bulan November adalah musim gugur saat daun sedang berwarna merah. Sebenarnya kalau datang di musim panas atau dingin juga tidak apa-apa. Tapi musim panas dan dingin di Jepang panas dan dinginnya cukup ekstrim. Jadi harus menyiapkan persiapan lebih seperti sunblock, baju dingin dan semacamnya. Jika ingin melihat festival di Jepang datang saja pada saat tahun baru. Biasa di dalam festival ada banyak permainan menarik seperti menangkap ikan mas dan tembak hadiah dan semacamnya. Biasa akan ada pertunjukan kembang api dan banyak makanan di sana.


Di Jepang penginapan yang murah biasa adalah hostel. Bisa di cek di hostelbookers.com atu hostelworld.com tarif tergantung dari lokasi dan fasilitas atau kalau tidak, bisa juga mencoba hotel kapsul. Kalau bisa jangan menginap di tempat yang terlalu jauh dari stasiun dan carilah tempat yang nyaman. Kalau mau pengalaman yang lebih berbeda bisa juga coba menginap di Ryokan atau penginapan tradisional Jepang yang suasananya sangat berbeda dari penginapan pada umumnya dan lantainya masih menggunakan tatami.


Sebelum ke Jepang alangkah baiknya pelajari bahasa-bahasa yang umum dipakai di sana. Seperti terima kasih, maaf, selamat pagi/siang/malam, dan kata-kata umumnya jika tau lebih banyak juga mungkin dapat berguna. Bisa di cek di http://www.nhk.or.jp/lesson/indonesian/index.html tidak semua masyarakat Jepang bisa berbahasa Inggris dan banyak yang takut bicara pada orang asing, jadi setidaknya sebelum mau bertanya sapa dulu mereka menggunakan bahasa sehari-harinya.
 

Kira-kira itu dari saya, mungkin kalau ada yang udah sering ke Jepang atau yang lebih pro boleh tolong ditambahin :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ooo bisa sewa locker ya , sip2 jadi gak perlu bawa brg berat2 haah

 

iya kalau mau belanja banyak juga gak usah repot hehehe

 

 

hmm... taunya bahasa jepang cuman, moshi-moshi, arigatou, itada kimasu (yang ini betul nggak nulisnya?) trus apa lagi ya? 

oh ya, untuk aktivitas hanami sendiri, yang paling enak di jepang di mana tuh? :)

 

hajimemashite (salam kenal), watashi wa ... desu (nama saya adalah...) ohayou (selamat pagi, konnichiwa ( selamat siang) gak tau nih ya penulisannya bener apa kaga hehehe

kalau dari Osaka bisa di The Mint Bureau (Osaka), Taman Expo ’70 (kota Suita), Taman Istana Osaka (Osaka). kalau di Tokyo yang cukup terkenal taman ueno, (Taito-ku), Taman Inogashira (kota Musashino), Taman Koganei (kota Koganei), Taman Shinjuku-gyoen (Shinjuku-ku), Taman Sumida (Sumida-ku). Kalau di Kyoto bisa di Taman Shinsenen.

 

 

soal JR pass ini pernah baca... tapi kalau nggak mau antar kota ya naik yg biasa aja kan ya?? karna katanya mahal, bener ga sih? CMIIW

 

ini info lebih lengkap soal JR Pass ada harganya juga :D

http://www.jalan-tour.com/ver03/ina/jrpass/

Share this post


Link to post
Share on other sites

nambahin ya Sis...menggunakan sumpit, orang Jepang menghargai turis asing yang bisa menggunakan sumpit karena mereka pikir, menggunakan sumpit adalah hal yang tidak mudah untuk orang asing. Jadi mereka akan sedikit terkejut jika kita bisa menggunakan sumpit :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

nambahin ya Sis...menggunakan sumpit, orang Jepang menghargai turis asing yang bisa menggunakan sumpit karena mereka pikir, menggunakan sumpit adalah hal yang tidak mudah untuk orang asing. Jadi mereka akan sedikit terkejut jika kita bisa menggunakan sumpit :D

 

oh gitu ya saya baru tau nih soal ini kalau mau ke sana belajar pakai sumpit dulu ya hehehe thanks ya :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

hhmmm saya lihat2 di tiket pesawat kenapa yg tujuan tokyo haneda lebih murah daripada tokyo narita ya ?

meskipun perbandingannya gak apple to apple; bisa kamu ibaratkan ke KL LCCT dan KLIA..... :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Sangat pengen ke jepang, cuma masalah transportasi yang rasanya sangat rumit,..

kalau pertama kali pasti bingung, apalagi lihat peta subwaynya, urusan kesasar atau salah keluar pintu stasiun biasa; tp dua tiga kali naik pasti sudah biasa. Di Jepang akan merasakan efektif dan efisiennya naik public transportation

Share this post


Link to post
Share on other sites

Friends, minta bantuan info nya donk. Saya mau berangkat ke Jepang bulan Juni nanti. Ambil hotel Mercure Ginza. Enaknya dari Narita naik bus atau kereta yah? Mana yang lebih murah? Mana juga yang lebih ga ribet? Hehehehe. Tolong info nya yaaah. Thank you

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Lingga saya sih blm pernah kesana, tapi saya coba bantu jawab..

kalau menurut saya sih enak-nya naik Bus,

kalau soal murah, lebih murah naik kereta

kalau soal ribet, naik kereta jauh lebih ribet, dikarenakan perpindahan kereta minimal 3 kali (dengan pertimbangan bawa koper yg berat)

 

jadi naik bus turun di station Ginza (Sukiyabashi) , setelah itu nyambung taksi ke hotel (klo kagak mau ribet dan bawa berat) (makin banyak orang makin murah klo pakai taksi)

 

Note : schedule bus-nya bisa di-lihat disini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Friends, minta bantuan info nya donk. Saya mau berangkat ke Jepang bulan Juni nanti. Ambil hotel Mercure Ginza. Enaknya dari Narita naik bus atau kereta yah? Mana yang lebih murah? Mana juga yang lebih ga ribet? Hehehehe. Tolong info nya yaaah. Thank you

saya gak tau tepatnya dimana Mercure di Ginza, tp kl dari Narita ke Ginza kl naik subway bisa check disini : http://www.tokyo-subway.net/app/flash/norikae/N3?SF=2692&ST=1996&RP=0&OUTPUT=1

Share this post


Link to post
Share on other sites

@kyosash : Gitu yah. Kirain naik bus lebih murah mengingat wkt perjalanannya lebih lama dibandingkan dgn kereta :) Kalau jalan didaerah Ginza dengan bawa2 koper besar, ribet ga yah? Cari2 info sih katanya dari terminal bus ke Mercure naik taksi sekitar 5-10menit perjalanan saja. Pikir2 mao jalan aja. Biar bisa ngirit duit jajan :D. Thanks banget info nya

Share this post


Link to post
Share on other sites

Friends, minta bantuan info nya donk. Saya mau berangkat ke Jepang bulan Juni nanti. Ambil hotel Mercure Ginza. Enaknya dari Narita naik bus atau kereta yah? Mana yang lebih murah? Mana juga yang lebih ga ribet? Hehehehe. Tolong info nya yaaah. Thank you

kalau mau naik taxi estimasi tarifnya : http://www.numbeo.com/taxi-fare/city_result.jsp?country=Japan&city=Tokyo

Share this post


Link to post
Share on other sites

@widingh : naik subway minimal harus transfer 2x yah dan harga cuma beda dikit dengan bus. Belom lagi bingung2 untuk pindah train nya. Thank you. Info subway nya lengkap.

Sepertinya jarang yah yang jalan2 di daerah Ginza.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Lingga yah kalo bisa sih di taruh barang-nya dulu di hotel habis itu baru keliling daerah Ginza, (kalau emang blum waktu-nya check-in, yah dititip dulu di front desk)

untuk estimasi waktu jalan kakinya saya kurang tahu, tapi kalau anda terbiasa jalan kaki dengan bawa koper besar, yah silahkan saja :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

@widingh : naik subway minimal harus transfer 2x yah dan harga cuma beda dikit dengan bus. Belom lagi bingung2 untuk pindah train nya. Thank you. Info subway nya lengkap.

Sepertinya jarang yah yang jalan2 di daerah Ginza.

ya kl menurut saya Ginza cuma pusat perbelanjaan mewah; yach kurang lebih seperti Orchard Road nya Singapore (dengan harga yg lebih mahal) :D, waktu itu ke Ginza krn nyari mainan utk anak saya.

Tergantung kopernya, kl terlalu besar ya repot keluar masuk mall. Jalanan di Tokyo lumayan lancar, jadi naik taxi 5-10menit bisa jauh jaraknya, apalagi sopir taxi di Tokyo sama kayak di Beijing atau Shanghai, hobinya ngebut..... :D

Ampun2an tarif taxi di Tokyo..... 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@glanzend

kalo pembobolan loker jarang denger

apalagi di jepang ini terkenal karena warga nya disiplin, pengalaman teman ketinggalan dompet di keranjang sepeda selama 1 hari di stasiun  kereta aman2 saja, malah keranjang nya ditutupin kardus oleh orang yg lewat biar gk kehujanan

(klo di indo 5 menit saja udah di pastiin ilang itu dompet :P)

 

ya kalo kereta yang di bilang itu shinkansen jadi menggunakan JR Railway Pass seharga 3 juta perorang

bisa digunakan ke semua rute shinkansen jadi memang cukup murah perhitungannya juika kita mau keliling jepang, tapi kalo cuma ke Tokyo - Osaka aja jadi mahal :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Bima TourTravel
      PROMO !!!!!! Ajak 10 Teman kamu Free 1 Orang
      One Day Trip Snorkling di Pulau Untung Jawa - Pulau Rambut - Pulau Kelor 10 DESEMBER 2017
      Biaya : 165.000 / Orang
      Detail Kegiatan :
      07.00 = meeting point di Muara Kamal
      08.00-09.00 = perjalanan ke Pulau Untung Jawa
      09.00-11.00 = Sorkling di Pulau Untung Jawa dan sekitar Pulau Rambut
      12.00-13.00 = Makan Siang
      13.00-14.30 = Explore Pulau Untung Jawa
      15.00-15.30 = Menuju Pulau Kelor
      15.30-16.30 = Explore Pulau Kelor
      16.30-17.00 = Kembali ke Muara Kamal
      17.30 = Tiba di Muara Kamal , Trip Selesai
      Price Include:
      1. Sewa Kapal transportasi
      2. Tiket masuk Pulau kelor dan Untung Jawa
      3. Alat Snokling/ Banana Boat ( Pilih salah satu )
      4. Makan Siang
      5. Air Mineral
      6. Dokumentasi Foto dengan Floaties dan Laybag
      Price Exclude:
      Biaya diluar Paket / Keperluan Pribadi
      Informasi & pendaftaran, segera hubungi
      Bima TourTravel
      Contact Person:
      Call/Whatsapp: 081380796096
      Pin BB : 2A568A6D
      Line Official : @bimatourtravel
      Website : www.bimatourandtravel.com
      Fanspage : @bimatourtravel


    • By Rizkio
      Cari temen terutama cewe (akunya juga cewe) yang mau liburan ke jepang nih. Berangkat februari 28th 2018 CGK-NAR balik March 6th 2018 NAR-CGK 
      Itinerary masi tentative, utamanya si explore tokyo aja karena cuma 6 hari hehe...
      adakah yang rencana tanggal segitu
    • By Ilhammb
      Teman2,
      Saya lagi cari teman Jalan2 di Lombok tanggal 24 November - 26 November 2017. Keberangkatan Jakarta dari SHIA (CGK), saya dapat tiket yang jam 05:00 WIB. Sampai Lombo BIL (LOP) jam 07:55 WITA.
      Itinerary
      Untuk Itinerary-nya, sebagai berikut :
      24 Nov - Hari Pertama - 08:30 Wita : Dari Bandara int. Lombok (LOP) pakai damri ke Pool damri Senggigi (Bisa Janjian di Pool Mataram kalo ada yang mau), Cari sewaan Motor, lalu ke Hotel untuk Check in. Jalan ke kota ampenan,  sarapan di pantai ampenan, sambil jalan2 atau menikmati sekitar pantainya dan kotanya sambil balik ke snggigi >>  Jalan2 di kota senggigi sambil Cari tempat makan siang. Lanjut Jalan2 ke pantai sengigi, dan sekitarnya seperti ke pantai batu bolong, menikmati pemandangan sambil nunggu sunset. Lanjut ke penginapan. Cari Makan Malam disekitar kota dan Istirahat.

      25 Nov - Hari Kedua - 08:00 Persiapan buat Check out. >> ke pelabuhan Bangsal buat nyebrang ke Gili Trawagan. Lagsung ke penginapan checkin. Jalan2 di Gili Terawangan (bisa snorkling, jalan2 ngelilingin Gili dll. sesuai kesepakatan dan isi kantong hehe) sampai hari ketiga. 

      26 Nov - Hari ketiga - Liat sunrise di pantai  >> ke penginapan untuk sarapan, persiapan dan check out. >> Jam 11:00 Checkout, kembali ke pelabuhan untuk nyebrang ke Bangsal. >> Ke Desa adat Sade buat beli Oleh2 atau alternatif lain kalo sempat >> 15:00 ke Bandara dan Pulang (peerbangan saya ke Jakarta jam 18:00 WITA).
      Jujur aja itinerary di atas mainstream banget, karena saya baru pertama kali ke Lombok.
      Sebenarnya itinerary nya flexible, kecuali gili dan Desa Adat Sade.
      Sharing Cost.
      Biaya yang bisa di share, sebagai berikut ;
      Penginapan di Senggigi 155.000 (Twin bed)* belum termasuk sarapan
      Penginapan di Gili 350.000 (Twin Bed) * Plus Sarapan
      Sewa Motor 3 Hari 160.000 + Bensin 60.000
      Parkir dan titip motor di Bangsal.
      **Biaya diatas belum dishare
      Check Point
      Titik kumpul mulai dari Jakarta - Lombok, sebagai berikut :
      1. Bandara Soekarno-Hatta
      2. Bandara Internasional Lombok
      3. Pool Damri Senggigi atau Mataram kalo ada yang janjian di Damri Mataram
      4. Pelabuhan Bangsal (25 Nov 2017)
      5. Gili Trewangan.
      Contact person :
      Line : Ilhammuharrom
      IG : ilhammu
      Email : [email protected]
    • By twindry

      Yosh!!! setelah kehilangan ide mau nulis apa lagi, akhirnya dapat wangsit juga mau nulis apa. berbekal pertanyaan2 teman sekantor saya yang akan berangkat ke jepang, maka muncullah ide untuk nulis "Do and Dont. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama di jepang". disini saya akan menjelaskan beberapa peraturan tidak tertulis yang berlaku di jepang. semoga postingan ini bisa membantu teman2 yang akan ke jepang untuk pertama kalinya ya.
       
      1. Dilarang makan / minum selama menggunakan transportasi umum
       

      source : mbah gugel
      jepang terkenal akan kebersihan lingkungannya. jangankan makan / minum, ngomong bisik2 aja sebenarnya tidak boleh selama kita berada di transportasi umum semisal subway, kereta, atopun bus.
       
      2. Ngomongnya bisik2 aja ya
       

      ssst jaga ketenangan gan
      saya juga kurang tau kenapa orang jepang semuanya diam ketika berada di dalam transportasi umum. ada yg dengerin lagu di hp pake headset, ada yang baca komik, ada yang maen game (tapi silent), dll. bahkan bus pariwisata yang saya tumpangi ke kawaguchiko aja ngak boleh ngomong kuat2. padahal bus nya untuk hepi2 loh kan. bahaha. yang jelas kalo teman2 mau ngomong di dalam bus ato subway, bisik2 aja ngomongnya. biar ngak diliatin ama seisi penumpang ato di tegur ama supir bus (kayak saya). bahkan telepon seluler pun harus di silentkan ya kalo di transportasi umum. jangankan hp bunyi, permen jatoh aja kedengaran sampai ke ujung gerbong. bahahah. tahan malu aja kalo tiba2 hp bunyi pas di dalam subway. biasa.... panggilan bisnis (jualan ke tante2) bahahah.
       
      3. No Tip
       

      source : mbah gugel
      bagi teman2 yg suka kasi salam tempel alias ngasi tip, kalo udah di jepang ngak perlu lagi ya. karena kalo ngasi tip adanya malah di teriakin ama yang dikasi. kirain uang teman2 ketinggalan.
       
      4. Habis makan beresin sendiri
       

      tuh di sediain kain pel di atas meja. buat lap muka juga oke karena sueger kainnya bahaha
      nah ini yang masih agak kurang di budaya kita. padahal bagus loh budaya ini. di jepang sehabis makan di rumah makannya, konsumen sendiri lah yang beresin meja nya. mulai dari beresin remah2an makanan yang berceceran di meja, sampai nge lap meja yang udah dipake. jadi jangan heran kalo misalnya kita lupa beresin meja dan di teriakin ama penjaga tokonya. kan malu bahaha kecuali #thepowerofsetianovXXXX bahahaha (no offense)
       
      5. Nyebrang liat kode ya
       

      begitu lampu ijo yang nyebrang kayak gini. awas kebawa arus
      bagi teman2 yang ngak peka kode2an, kalo di jepang agak peka dikit ya. meskipun bukan cuman di jepang sih. rata2 di luar negeri kita ngak bisa nyebrang sembarangan. harus di zebra cross dan ada kode ato tanda tertentu. kalo di jepang lampu warna ijo dan ada tanda bunyi dari tiang lampunya berarti kita boleh nyebrang. jangan coba2 nyebrang sewaktu lampunya merah. karena bisa tiba2 ada kendaraan yang belok ndak ngak liat kita. kecuali di jalan kecil dan jalanan agak sepi. itupun nyebrangnya kudu liat kanan kiri juga ya. daaaan tenang aja. di sini ngak ada yang kasi lampu sen kanan belok kiri. ato yang kasi lampu sen tapi ngak belok2
       
      6. Slrrrrrpp slrrrp sllrrrrrp
       

      croooott *eeh* sslllrrrrppp enaaaak
      kalo makan mie di jepang, suaranya di keluarin ngak apa2 kok. itu artinya mie yang sedang kita sedot itu rasanya mantap. mau makan ala son goku ato pun naruto ngak apa2 kecuali di rumah makan padang di indo ya. hahah malu di liatin
       
      7. Dilarang lemot

      jangan tiru kami ya karena telat naek bus nya (simak kisahnya di postingan sebelumnya)
      transportasi di jepang terkenal akan ketepatan waktunya. jadi, bagi yang suka ber leha2 harap di kurangin sedikit. karena pasti itin bakal kacau balau kalau ketinggalan kereta ato bus. masih mending frekuensi kereta ato bus nya cuman beberapa menit sekali. lah kalo sejam sekali? pesai nunggunye kalau kata orang pontianak
       
      8. ikutin arus orang di eskalator

      kanto = tokyo, yokohama, dan sekitarnya. kansai = kyoto, osaka, hiroshima, dan sekitarnya (source : mbah gugel)
      kalo ketemu eskalator di bandara, stasiun, mall, ato tempat2 umum lainnya, ikutin arus orang2 yang ada. jangan sembarangan berdiri. rata2 di jepang kita harus berdiri di sebelah kiri kalo pake eskalator. jalur kanan khusus untuk pengguna lain yang sedang terburu2. ada beberapa daerah di jepang yang berdiri di kanan dan ada pula yang di kiri. jadi ikutin arus aja ya. kecuali kalo emang lagi buru2. lari aja di sepanjang jalur kanan. ngak bakal ada yang halangin. kayak cerita perjalanan ke kawaguchiko saya kemarin.
       
      9. alat makan bukan untuk mainan
       

      source : mbah gugel
      jangan mengetuk2an alat makan ke meja ataupun piring ato mangkok
       
      10. jangan merusak alam

      pungut yang udah gugur aja ya
      kalo ke jepang pas musim semi ato gugur, bunga sakura atopun momiji nya yang masih nempel di pohon jangan di petik ya. yang boleh di ambil cuman kelopak sakura ato pun daun momiji yang sudah rontok dan jatuh ke tanah. boleh foto2 di dekat pohonnya tapi jangan di apa2in ya. pernah saya dengar kabar kalo ada turis yang sampe manjat ke atas pohon sakuranya demi dapet foto syantik *tepok jidat* untungnya bukan turis dari indonesia
       
      11. dilarang merokok sembarangan
       

      source : mbah gugel
      nah ini terapi yang baik bagi teman2 yang merokok. kalo ke jepang saya yakin rokoknya pasti agak dikurangin. karena di jepang tidak boleh merokok sembarangan. sudah di sediakan area khusus di beberapa spot khusus untuk perokok. bentuk nya kayak halte bus dan bagusnya lagi asapnya ngak sampai mengganggu pejalan kaki lain. bahkan puntung rokok pun ngak keliatan di jalan. jangankan puntungnya, abu rokok aja ngak jatuh2 ke aspal jalan. mungkin skalian di telan kali ya abu sama puntungnya. biar kayak2 limbad gitu. bahahah. padahal letaknya ada di trotoar pejalan kaki juga loh
       
      12. ijin dulu gan
       

      cari aja cosplayer di harajuku. pas weekend biasanya banyak yang nongkrong di sana
      kalo ketemu cosplayer ato orang yang berpakaian nyentrik, jangan langsung di foto ya. minta ijin dulu. kalopun ngak ngerti bahasanya, setidaknya bahasa tarzan alias bahasa tubuh adalah bahasa yang paling baik. kecuali kalo maiko atopun geisha ya. mereka memang ngak mau di foto. jadi harus ada trick2 nya.
       
      hmm. saya rasa segitu aja kira2 kode etik ato peraturan tidak tertulis yang berlaku pada umumnya di jepang. masih banyak kayaknya peraturan2 yang lain. intinya sih jangan aneh2 aja. cukup jadi turis biasanya. alay boleh tapi jangan over. tau batas juga ya. mumpung di tempat asing yang ngak seorangpun mengenal kita, alay dikit ngak apa lah ya. namanya juga liburan. hehehe. sekian aja tulisannya. kalo ada yang kurang ato salah2 CMIIW ya. see ya *melambai*
    • By Armanian
      Halo semuanya
      Saya mau mengajak trip backpacker ke jepang tgl 17 Februari - 24 Februari 2018. Yang berminat mau ikut bisa dm dan tinggalkan no hp nanti kita buat grup wa. Saya  pergi ke jepang berdua dgn tmn saya cewe, yang minat gabung silahkan. Diutamakan yang gak ribet hahaha . thanks  
      Untuk Itinerary msh bisa diatur tapi kami berencana untuk pergi ke kota Osaka di hari 1-3, Kyoto di hari 4-5, dan Tokyo di hari 6-7

    • By Ikamarizka
      Halo Semuaaaa! sayah rencana mau ke jupun lagi nih autumn ini, a k a minggu depan. (beuuuh meped bener) tapi ada beberapa pertanyaan yang mengganjal dan kayaknya butuh masukan dari temen temen nih. berhubung nanti bawa banyaaaak orang, jadi gw agak deg deg an mau kemana mana nya takut salah ahahaha. 
      jadi begini
      1. tiba2 kepengen ke kochia hitachi seaside park. kalo dari 'misalnya' nih tokyo, ada yang tau ga yah pake jr dan bus apa? soalnya liat di hyperdia kok agak2 membingungkan rutenya.
      2. kale flight malam baru same haneda, enaknya pake kereta aja atau ada uber taxi ga sih dari haneda? soalnya tamu gw ada yang baru sampe haneda jam 12 malam. Taun lalu sih kereta udah pada ga ada jam segitu. tapi ada yang bilang masih ada. ada juga yg bilang pake taxi aja kalo malem. jumlah tamu ada 4 orang, dan lumayan udah ber umur, jadi agak kasian juga kalo naik kereta malam. ada ide kah??
      3. makanaaaaan. plis bgt bantuannya buat makanan yang enak dan halal daerah tokyo, kyoto, osaka atau dimana yang punya ide? karena selama ini gw kebanyakan makan di lawson dan tempat2 supermarket ahahahahahahaha. sedangkan ini tamu2 gw kayaknya pada pgn makan restoran. ide yaaaah manteman. 
       
      maaciiiii @deffa @kyosash @twindry @Vaylyn 
    • By Monfi

       
      Hallo semuanya..
      Setelah sukses solo travelling kemarin ke Jepang tahun 2016 yang lalu, bisa dibilang tahun 2017 ini jadi part 2 nya.. Kali ini aku nggak sendiri, tapi bareng sama temen kantor, Mba Poppy (btw sekarang dia udah pindah ke perusahaan lain). Gimana ceritanya bisa barengan? Jadi sebenernya Mba Poppy udah beli tiket duluan untuk berangkat awal tahun 2017, terus karena denger dari temennya klo aku pasti mau berangkat bulan Maret, akhirnya tiketnya di-refund dan beli tiket baru. Jadi deh kita berangkat bareng tanggal 24 Maret. Bedanya, Mba Poppy pulang di tanggal 2 April 2017, sedangkan aku lanjut sendiri sampai tanggal 7 April.
       
      Overall itinerarynya ialah :
      Tanggal 24 Maret 2017 : Berangkat dari Jakarta menuju Kansai Airport via Hongkong
      Tanggal 25 Maret 2017 : Osaka
      Tanggal 26-27 Maret 2017 : Kyoto
      Tanggal 28 Maret 2017 : Kyoto, day trip ke Uji dan Kobe
      Tanggal 29 Maret 2017 : Kyoto
      Tanggal 30 Maret 2017 : Nara
      Tanggal 31 Maret 2017 : Nagoya, day trip ke Inuyama dan Kuwana
      Tanggal 1 April 2017 : Nagoya, day trip ke Ogaki dan Kakamigahara
      Tanggal 2 April 2017 : Suzuka dan Nagoya
      Tanggal 3 April 2017 : Amanohashidate
      Tanggal 4 April 2017 : Kinosaki Onsen
      Tanggal 5 April 2017 : Hikone
      Tanggal 6 April 2017 : Himeji
      Tanggal 7 April 2017 : Pulang dari Kansai Airport ke Jakarta via Hongkong
       
      Prologue
      Persiapan kurang lebih sama seperti tahun 2016, bedanya sekarang pake e-paspor jadinya lebih mudah. Untuk itinerary, perhitungan biaya, beli tiket dan lain-lain, aku yang urus, sedangkan Mba Poppy bagian booking akomodasi. Untuk kurs kurang lebih dapetnya sekitar 119 yen. Btw, kita masing-masing sewa pocket wifi, klo Mba Poppy dari Jakarta pake wi2fly, aku pake Sakura Mobile yang diambil di Jepang. Kenapa nggak sewa satu pocket wifi aja biar hemat? Mba Poppy ada rencana di tanggal 27 Maret 2017 ke Tokyo bareng temennya selama 3 hari 2 malem, sedangkan aku stay di Kyoto.
       
      Day 1, 24 Maret 2017
      Ok, balik lagi ke cerita waktu berangkat. Kita pulang pergi menggunakan pesawat Cathay Pacific dengan transit di Hongkong. Beli tiket sudah dari tahun 2016, dengan total biaya pulang pergi Rp 4.9 juta. Sampai di Kansai Airport, proses imigrasinya ternyata cepet banget. Sempet khawatir karena beberapa akomodasi kita pesan dari Airbnb tapi ternyata nggak ada masalah. Kita cuman cantumin salah satu alamat penginapan yang dipesan di booking.com.
      Selesai urusan imigrasi, kita langsung ke Kansai Airport Tourist Information Center untuk beli beberapa travel pass, yaitu:
      Keihan Kyoto Sightseeing Pass 1 Day (500 yen) : untuk ke Uji Hankyu Tourist Pass 1 Day (800 yen) : untuk ke Kobe Kintetsu Rail Pass 5 Days (3,800 yen): untuk ke Nagoya dan Suzuka Sedangkan travel pass yang dibeli di Indonesia antara lain:
      Osaka Amazing Pass 1 Day (2,300 yen): untuk explore Osaka. Beli di H.I.S. Tours & Travel Indonesia. Dapetnya tiket fisik yang langsung bisa dipakai di Jepang. JR Pass 7 Days Ordinary (29,110 yen): untuk Mba Poppy pake ke Tokyo. Kayaknya beli vouchernya di Tripvisto. JR Kansai Wide Area Pass 5 Days (8,500 yen): untuk aku pake ke Amanohashidate, Kinosaki Onsen, Hikone, dan Himeji. Beli voucher di JTB Indonesia. Untuk voucher JR Pass dan JR Kansai Wide Area Pass kita tuker di Stasiun Osaka, karena pas di Kansai Airport antriannya udah panjang mengular, takut bakal ngabisin waktu.
      Selain travel pass diatas kita juga beli di vending machine yaitu:
      ICOCA (IC Card) untuk Mba Poppy (500 yen deposit). SUICA (IC Card) yang aku beli tahun lalu bisa digunakan juga di Kansai area, jadi diisi ulang aja Tujuan berikutnya ialah langsung ke apartemen di daerah Kami Shinjo, Osaka. Dari Kansai Airport naik kereta Nankai Line sampai Stasiun Tengachaya (920 yen), lanjut naik kereta Subway Sakaisuji Line sampai Stasiun Tenjimbashisujirokuchome (280 yen), abis itu naik kereta Hankyu Line sampai Stasiun Kami Shinjo (190 yen). Waktu perjalanan kurang lebih 1 jam 15 menit. Nyari gedung apartemennya susah banget, sampe kurang lebih 1 jam kita muter-muter, mana yang punya juga susah dihubungin. Tapi pada akhirnya ketemu juga gedung apartemennya setelah kita tanya-tanya sama penduduk sekitar. Overall apartemennya oke dan kita puas menginap disana.
       

      Hongkong International Airport
       

      Cathay Pacific Moslem Meal
       

      Koleksi Travel Pass
       

      Apartemen Airbnb
       
      Day 2, 25 Maret 2017
      Hari kedua di Jepang kita habiskan seharian di Osaka. Travel pass yang kita gunakan ialah Osaka Amazing Pass, dimana dengan menggunakan pass ini untuk transportasi dan beberapa admission fee tempat wisata sudah di-cover. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di web. Tempat wisata yang kita kunjungin yaitu:
      Osaka Castle (600 yen, open 09.00-17.00). Stasiun terdekat : Stasiun Tanimachi 4-chrome (Tanimachi / Chuo Subway Line) atau Stasiun Osakajokoen (JR Line). Koleksinya lengkap tapi klo udah pernah berkunjung ke kastil original kayaknya ada sesuatu yang kurang. Shinsekai Area & Tsutenkaku Tower (700 yen, open 09.00-21.00, untuk open air deck 10.00-18.00). Stasiun terdekat : Stasiun Shin-Imamiya (JR Line), Stasiun Dobutsuen-mae (Midosuji / Sakaisuji Subway Line), atau Stasiun Ebisucho (Sakaisuji Subway Line). Kita nggak sempet naik ke atas Tsutenkaku Tower karena ngantrinya panjang banget, waiting time-nya sampai 1 jam. Shinsaibashi Shopping Street & Dotonbori, tempatnya papan Glico Running Man dan Kani Doraku Crab. Karena letaknya di daerah Namba, aksesnya gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Nankai Line, Kintetsu Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Sennichimae Subway Line. Disini kita belanja macem-macem. Beberapa toko yang kita datangi antara lain Daiso, Daimaru Shinsaibashi Sanrio Gallery, dan Matsumoto Kiyoshi. Jam buka toko di sini kurang lebih jam 10.00-21.00. Tempozan Ferris Wheel (800 yen, open 10.00-22.00). Stasiun terdekat : Stasiun Osakako (Chuo Subway Line). Bianglala ini merupakan yang terbesar di Osaka. Pemadangan Osaka Bay Area di malam hari dari ketinggian 112.5 meter nya keren banget. Recommended. Btw ada dua jenis gondola, yang pertama gondola biasa dan yang kedua “see through cabin” dimana dasar gondola dibuat transparan. Antrian “see through cabin” lebih panjang, jadinya kita naik yang biasa aja. Umeda Sky Building (1,000 yen, open 10.00-22.30). Akses ke sini juga gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Hankyu Line, Hanshin Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Tanimachi Subway Line. Tujuan utama ke gedung yang terdiri dari dua tower ini ialah untuk melihat pemandangan kota Osaka dari Floating Garden Observatory yang berada di lantai 39. Sampai di sana antriannya cukup panjang, tapi waiting time-nya nggak sampai 1 jam. Pemandangan kota Osaka di malam hari juga cukup bagus. Tadinya kita mau makan ramen halal di daerah Namba, nama restorannya Ramen Honolu, cuman karena timing-nya nggak tepat kedainya udah tutup duluan untuk break siang (jam 14.30, buka lagi jam 17.00). Overall waktu yang dihabiskan di Osaka sangat menarik, hanya saja pada saat itu bunga Sakura belum mekar. Sepertinya tahun ini ada keterlambatan akibat cuaca yang tidak menentu. Jadinya terpaksa beberapa itinerary ada yang aku modifikasi atau kadang jalan saja spontan tanpa itinerary.
       


      One Day in Osaka
       
      Sekian untuk saat ini.. Lanjutannya bisa dilihat di link berikut:
      Day 3-4, 26-27 Maret 2017 : Kyoto
       
      Untuk perjalananku ke Jepang (mainly Tokyo, Takayama, Toyama, Matsumoto) di tahun 2016 bisa dilihat di link ini
      Terima kasih semuanya..