Sign in to follow this  
baehaki

Mengenal Enam Istana di Indonesia

5 posts in this topic

Nggak semua orang tahu bahwa Indonesia memiliki banyak istana yang tersebar di beberapa tempat. Menurut situs PresidenRI.go.id, terdapat enam lokasi yang merupakan istana negara. Enam istana tersebut adalah Istana Negara, Istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Cipanas, Gedung Agung Yogyakarta dan yang terakhir adalah Istana Tampak Siring.

 

Masing-masing istana pun mempunyai fungsi tersendiri dan desain yang menarik. Lalu seperti apa bagian dalam dari istana-istana tersebut? Berikut ini adalah sekelumit informasi yang saya peroleh.

 

Istana Negara dan Istana Merdeka

 

istana-merdeka.jpg

 

Dua istana ini merupakan satu kompleks istana kenegaraan. Jika Istana Merdeka menghadap ke Taman Monumen Nasional (Monas), maka Istana Negara berhadapan dengan sungai Ciliwung. Di antara kedua istana ini, terdapat halaman tengah seukuran sebuah lapangan sepakbola.

 

Gedung istana ini dibangun dari dulu dengan desain klasik, tepatnya pada tahun 1796 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten dan sudah rampung pada kepemimpinan Gubernur Jenderal Johannes Siberg. Pada awalnya, gedung ini merupakan sebuah gedung yang ditujukan untuk tempat peristirahatan seorang pengusaha Belanda bernama J.A van Braam.

 

300px-Istana_Merdeka.jpg

 

Oh ya, Istana Negara tidak bisa dimasuki oleh masyarakat umum. Namun, beda halnya dengan Istana Merdeka. Untuk masuk ke sini, pihak istana memberikan fasilitas. Caranya, kita bisa datang ke Sekretariat Negara yang ada di Jalan Veteran, Jakpus pada hari sabtu atau minggu. Namun, waktunya cukup terbatas, yakni dari pukul 08.00 hingga 15.00.

 

Istana Bogor

 

Dari istana lainnya, mungkin Istana Bogor adalah yang paling populer. Istana ini dikenal dengan ciri khas rusa yang berkeliaran di halaman istana. Di depan istana, biasanya juga kerap ditemui penjual sayur yang menawarkan wortel atau sayuran lainnya kepada para pengunjung yang nantinya akan diberikan kepada para rusa.

 

Istana.jpg

 

Masyarakat umum pun bisa menjelajahi gedung Istana Bogor. Caranya pun hampir serupa dengan tata cara berkunjung ke Gedung Istana Merdeka. Bedanya, di sini kita harus melampirkan beberapa data-data yang dibutuhkan.

 

Untuk cara mudahnya, kita juga bisa mengikuti even jalan-jalan ke dalam gedung Istana Bogor yang dilakukan oleh LSM atau organisasi sejenis. Salah satu organisasi yang kerap melakukan kegiatan ini adalah Masyarakat Cinta Bogor.

 

The_Russian_Wedding_-Makowski.jpg

 

Gedung istana ini ibarat identik dengan sosok seorang Soekarno. Hal ini tidak lain karena terdapat banyak barang-barang peninggalan Soekarno yang hingga kini masih tertata rapi di dalam gedung. Beberapa peninggalan tersebut seperti lukisan berjudul "Pesta Pernikahan Rusia", lukisan "Dalam Sinar Bulan" dan lain-lain.

 

Istana Cipanas

 

Sama halnya seperti Istana Bogor, Istana Cipanas pun bisa dikunjungi oleh masyarakat umum. Dulu, sebenarnya saya sempat ingin ikutan sebuah event yang diadakan oleh harian umum Republika untuk mengunjungi istana ini. Sayang, karena waktu itu saya lagi berhalangan, jadinya nggak bisa deh.

 

0026176620X310.jpg

 

Padahal berkunjung ke istana bakal menjadi pengalaman tersendiri. Capek sih kata teman, tapi puas, soalnya Istana ini sangat luas dengan luas area mencapai 26 hektare. Tak hanya luas, kompleks istana ini juga punya banyak gedung. Total terdapat 17 bangunan yang ada di sini.

 

Berada di kawasan dataran tinggi, Istana Cipanas menawarkan suasana yang masih asri. Di sekeliling istana, didominasi oleh hutan lindung dengan rerumputan yang hijau. Nyaman dah kalau presiden beristirahat di sini.

 

Gedung Agung Yogyakarta

 

istana-jogja6.jpg

 

Sebagai sebuah kota yang pernah dijadikan ibukota negara, Yogyakarta pun mempunyai sebuah istana, yakni Gedung Agung Yogyakarta. Sama halnya seperti empat istana lainnya, Gedung Agung dibangun pada zaman belanda, tepatnya pada zaman kepemimpinan Anthonie Hendriks Smissaert, Residen Belanda ke-18 di Yogyakarta (1823-1925).

 

Untuk mengunjungi istana Gedung Agung ini pun cukup mudah. Gedung ini berada di ujung selatan malioboro. Jadi, Anda tidak akan kerepotan menemukannya. Namun, saya sendiri nggak tahu, apakah masyarakat umum diperbolehkan untuk mengunjungi Gedung Agung ini. Mungkin yang ada di Yogyakarta bisa kasih info lebih detail J. Kompleks bangunan ini terdiri dari beberapa bangunan, yakni Gedung Utama, Wisma Negara, Wisma Indraphrasta, Wisma Bumiretawu, Wisma Sawojajar dan Wisma Saptapratala. Untuk menerima para tamu negara, terdapat sebuah ruang bernama Garuda yang ada di Gedung Utama.

 

Istana Tampak Siring

 

sjr_tampak.jpg

 

Istana Tampak Siring dibangun setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Tujuan pembangunan bangunan istana ini tak lain adalah sebagai lokasi peristirahatan keluarga presiden serta pejabat negara.

 

Selain itu, saat ini Istana Tampak Siring yang berada di Pulau Bali ini pun kerap dijadikan sebagai lokasi untuk melangsungkan sidang kabinet. Mungkin dengan suasana istana yang berada di ketinggian, membuat rapat semakin kondusif kali ya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By deffa

      BOGOR-GemilangNews.Com
      Program ‘Istana Open’ atau yang kini disebut Istana Untuk Rakyat menjadi salah satu rangkaian acara dalam rangka perayaan Hari Jadi Bogor (HJB). Dalam perayaan HUT Kota Bogor ini, warga bisa berkunjung ke dalam Istana Bogor selama lima hari.
      “Istana Open atau Istana Untuk Rakyat dijadwalkan lima hari yakni dari tanggal 24-26 dan 30-31 Mei 2016,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Perisiwata Ekonomi Kreatif Kota Bogor, Shahlan Rasyidi seperti dikutip dari Antara, Jumat (20/5).
      Shahlan menyebutkan, pendaftaran Istana Open telah dibuka dengan menyediakan dua lokasi pendaftaran. Yakni di kantor Disbudparekraf Jl Pandu Raya No 45, Bangbarung, Kecamatan Bogor Utara dan di Kemuning Gading belakang gedung DPRD Kota Bogor.
      “Silahkan yang mau ikut bisa mendaftarkan diri di dua lokasi ini, gratis tidak dipungut biaya,” tegasnya.
      Menurut Shahlan, kunjungan ke Istana Bogor tidak seperti tahun 2014 lalu, masyarakat hanya bisa melihat sisi luar dan belakang Istana Bogor. Karena ada aktivitas Presiden, jadi warga tidak lagi diperbolehkan masuk melihat isi istana.
      “Tapi tahun ini ada sedikit kelonggaran, di bagian belakang akan dibuka pintu istana jadi masyarakat bisa melihat ke dalam istana,” katanya.
      Sama seperti tahun lalu, setelah mengelilingi istana, warga diperbolehkan mengunjungi Museum Kepresidenan Balai Kirti yang juga berada di dalam komplek Istana Bogor. Pengunjung Istana Bogor juga digratiskan masuk lima museum yang terdapat di Kota Bogor.
      “Kami juga menggratiskan masuk museum Etnobotani, Museum Zoologi, Museum PETA dan Museum Perjoengan,” kata Shahlan.
      Berkaca pada pengalaman tahun lalu, lanjut Shahlan, terjadi penurunan jumlah pengunjung Istana Open akibat adanya pembatasan tidak bisa masuk ke dalam Istana Bogor seperti tahun-tahun sebelumnya dikarenakan adanya aktivitas Presiden Joko Widodo.
      Ia mengatakan, tahun 2014 jumlah kunjungan Istana Open mencapai 34 ribu lebih. Jumlah tersebut menurun di tahun 2015 hanya sekitar 13 ribuan orang pengunjung. Lantaran banyak warga yang membatalkan kunjungan karena mengetahui tidak bisa masuk dalam istana.
      “Karena aturan baru, jadi kunjungan hanya bisa melihat sisi depan dan belakang istana, tidak bisa lagi masuk dalam istana seperti tahun sebelumnya. Jadi minat warga berkurang dan membatalkan kunjungan,” jelasnya.
      Menurut Shahlan tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya karena pihak istana memperbolehkan masyarakat melihat sisi dalam istana dari belakang istana. Selain itu, juga diperbolehkan mengunjungi seluruh ruangan di Museum Kepresidenan Balai Kirti.

      “Ada lima pemandu yang kita siapkan, akan memandu warga mengungjungi Museum Balai Kirti dan ada dua pemandu dari Istana Bogor. Target kita tahun 2016 jumlah kunjungan Istana Open meningkat dari tahun sebelumnya yakni sebesar 15 ribu pengunjung,” katanya.
      Shahlan menambahkan, untuk mengunjungi Istana Bogor ada beberapa syarat yang harus diketahui oleh masyarakat yang akan mendaftar. Diantaranya kunjungan hanya diperbolehkan dari anak usia 10 tahun ke atas dan dewasa. Tidak diperbolehkan memakan kaos oblong, celana jeans dan sendal, dilarang membawa kamera dan tas berukuran besar.
      “Kalau mau masuk Istana Bogor harus mengenakan pakaian rapi dan sopan, celana bahan, mengenaka sepatu, cukup hanya membawa tas ukuran kecil, tidak diperbolehkan membawa kamera, kalau kamera telepon genggam dipersilahkan,” tuturnya.
      Shahlan berharap, pada peringatan Hari jadi Bogor dan kegiatan Istana Open dapat mendorong jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun manca negara ke Kota Bogor. Serta meningkatkan pendapatan dari sektor kuliner dan wisata lainnya. (Di kutip dari Enjoy Bogor)
      SUMBER