Sign in to follow this  
angeline

4 destinasi unik pecinta musik.

4 posts in this topic

Pecinta music tentunya menginginkan bertemu atau mengunjungi tempat-tempat yang mengandung nilai historis band atau penyanyi pujaannya. Memiliki nilai keunikan tersendiri, anda akan dibawa mengenang sejarah band atau penyanyi yang anda sukai. Selain itu , sejarah dari mulai Old rock, Mersey Beat, hingga German Cabaret bisa anda temukan di seluruh dunia, just kick off!!!

 

Beberapa festival digelar untuk anda para pecinta music, berbagai destinasi di penjuru dunia bisa anda sebut sebagai dream destination. Kunjungi , rasakan, saksikan, dan temukan kepuasan dari sekedar mendengarkan band dan genre yang anda sukai di Ipod kesayangan anda! Bagi anda yang merencanakan jalan2 ke tempat-tempat tersebut, segeralah memesan ke http://Hotels.jalan2.com untuk perbandingan harga hotel. 

 

 

 

1. Memphis dan Missipi Delta, USA

 

Buat para pecinta Elvis Presley , di Memphis ini anda akan menemukan rumah Elvis Presley.  Kabarnya rumah ini benar-benar menakjubkan, terutama bagi para pecinta Elvis Presley, sampa-sampai ada yang pernah loncat ke kolam renang Elvis Presley saat tur tersebut saking senangnya. Di Memphis juga terdapat Sun Studios, dimana terdapat gallery Johny Cash saat memulai awal karirnya. 

 

Mississippi Delta , kunjungi Clarksdale tempat Robert Johnson, seorang penyanyi blue legendaris , dikabarkan menjual dirinya. disini juga terdapat bar-bar dengan sentuhan Blues, Morgan Freeman punya satu bar yang dimanai Ground Zero Club. Saat pertengahan april, ada Juke Joint Festival, dimana band-band bergenre Blues berkumpul, selain itu juga nikmati Iga Bakar terbaik dunia di bar yang terdapat di Mississippi Delta ini.  

 

2.Havana , Cuba

 

Cuba, siapa yang tidak tahu. Nikamti berbagai sentuhan Afro-Cuba disini, anda akan menemukan Rumba Show , Cabaret Show, serta musik-musik era 50an di bar-bar yang terdapat di sini. Selain itu juga, temukan para petinggi Cuba sedang bercakap-cakap tanpa aroma politis di El Huron Azun. 

 

 bagi para pecinta Buena Vista Social Club, Havana merupakan tempat terbaik karena memang disini adalah tempat kelahirannya. Buena Vista Social Club juga merupakan judul film documenter dimana anda akan menemukan nama tersebut sebagai nominasi film terbaik di Piala Oscar. Selain itu , pada tahun 1940an para musisi berkumpul di Club yang bernama sama, namun ditutup pada tahun 1950an. 

 

Berkunjunglah ke Casa De La Amistad dimana para pecinta genre Son akan melihat pertunjukan musik Cuba kelas dunia( bagi yang tahu Compay Segunda, pasti tahu tempat ini dimana ia meninggal tahun 2003) . 

 

Merasa Anti Mainstream? Berkunjunglah ke Cuba!

 

3. Liverpool , Inggris

 

Sudah jelas, para musisi Inggris kelas dunia berkumpul disini. Siapa yang tidak tahu John Lennon( Bila anda tidak tahu, anda mendarat di Bandara John Lennon). Apakah anda tahu Mersey Beat ?inilah cikal bakal musik The Beatles, yang sebenarnya diketahui sebagai music pop di dunia. Bagi anda pecinta The Beatles, sudah barang tahu anda harus dan wajib mengunjungi rumah John dan Paul. Anda akan melihat perjalanan kariri mereka dari masih biasa saja hingga mendunia. Ikutlah Fab Four Taxi Tour ke Penny Lane, anda akan menemukan pusat suvenir dan pernak pernik klasik The Beatle. Pecinta kuliner bisa menemukan Rubber Soul  Oyster Bar, dimana andalan nya adalah Oyster.  

.

4. Berlin Jerman

 

Berlin Cabaret pada tahun 1920an merupakan music yang terkenal, dimana musik ini ikut mempengaruhi iklim perang dunia yang melibatkan jerman. Genre Music ini juga ikut merefleksikan ketakutan dan trauma perang. Tetapi sekarang hal tersebut telah berubah, tetapi genre ini di jerman masih terkenal, anda masih bisa menemukan sisa-sia kejayaan musik tersebut.

 

 

Datangi Admiralspalast yang sering mengadakan pertunjukan musik tersebut, dimana party goers jerman sering mendatangi tempat tersebut  untuk Hangout. Chamaleon Variette juga adalah tempat yang tepat bagi mereka yang senang dengan suasana agak tenang, Kit Kat Club juga menawarkan hal yang sama namun dalam versi lebih ekstrim. Kunjungi tempat-tempat ini dan anda akan dibawa ke masa-masa kejayaan Berlin Cabaret. Ada satu lagi tempat yang bernama Red Evil : Dean Read yang wajib anda kunjungi bila ke Berlin.  Anda bisa menemukan hotel yang tepat di Http://Hotels.Jalan2.Com  untuk harga hotel terbaik ketika anda berkunjung kesini.

 

5. Yakutsk, Russia

 

Nikmati perjalanan anda selanjutnya ke Yakutst, satu dari sekian kota yang unik di dunia. Bagi para pecinta musik tradisional Russia, anda bisa merasakan show-show kelas dunia, anda pun bisa menyaksikan Throat Singing Contest disini, terdapat di Festival Ysyakh.  Jangan lupa memakai mantel dingin, karena disini sangat dingin. Pecinta kuliner bisa merasakan daging kuda dan merasakan matahari di tengah malam sambil menikmati sajian musik di bar-bar di kota ini.  

Share this post


Link to post
Share on other sites

haha...diantara yang disebutkan saya hanya tahu elvis saja Sis :lol:

walaupun zaman2 elvis saya belum lahir :D , kalau mendengar cerita dari papa saya dan juga sekarang kan mudah sekali ya untuk mencari info2nya via internet

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Katanya, hotel berbintang 4 pasti lebih bagus dari hotel bintang 1. Katanya, kalau beli tiket pesawat jauh-jauh hari sebelum waktu wisata yang diinginkan, pasti akan dapat harga yang lebih murah. Katanya, kalau bisa bahasa Inggris, maka kalian bisa pergi kemana saja dengan santai. Kan bahasa Inggris itu bahasa internasional. Dan masih banyak lagi “katanya, katanya, katanya dan lainnya.
       
      Itu hanya sebagian mitos dalam traveling yang mungkin sudah sering di dengar oleh wisatawan. Istilahnya, sudah kenyang mampir di telinga. Para calon wisatawan pun banyak yang mendengar aneka mitos tersebut dan akhirnya menelan mentah-mentah semua katanya itu. Padahal, mitos tak selalu sejalan dengan realita. Ada beberapa mitos yang memang benar, namun ada juga yang tak sepenuhnya benar. Bahkan ada juga beberapa mitos yang sepertinya dibuat oleh mereka yang belum pernah bepergian.

      Berikut ini beberapa daftar mitos dalam traveling dan realitanya yang dikumpulkan dan disarikan dari berbagai sumber.
       
      Mitos: Jika bisa berbahasa Inggris, kalian dapat melenggang kemanapun yang kalian suka. Bahasa Inggris itu bahasa internasional yang diterima dimanapun
      Fakta: Pada kenyataannya, sebuah studi menunjukkan jika bahasa Inggris hanya dimengerti oleh kira-kira 1,8 milyar orang saja, yang berarti hanya sekitar 1/3 dari populasi umat manusia di bumi ini. Jumlah itu memang banyak, namun itu juga menandakan tidak semua tempat familiar dengan bahasa Inggris. Contohnya saja negara Jepang. Walau termasuk salah satu negara maju, ternyata mayoritas penduduk Jepang tidak mengerti bahasa Inggris. Jadi tetap saja lebih baik mempelajari beberapa kata dasar jika akan pergi ke sebuah negara yang memiliki bahasa dan tradisi yang khas.
       
      Mitos: Membeli paket tour pasti lebih murah dibanding membeli ala carte
      Fakta: Salah satu cara terbaik untuk mengetahui seberapa ekonomisnya sebuah paket tour, adalah dengan membandingkan harganya secara ala carte. Jangan lupa masukkan pajak dan biaya tak terduga yah. Terkadang harga ala carte bisa lebih murah di banding paket tour lho, jadi jangan langsung percaya dengan iklan agen travel ya!
       
      Mitos: Beli tiket atau booking hotel melalui situs *sensor* dijamin mendapat harga termurah!
      Fakta: Tak ada kecap nomor 2 karena semua kecap pasti meng-klaim jadi yang nomor 1. Begitu juga dengan harga tiket maupun harga hotel. Ada banyak situs booking yang meng-klaim memiliki harga termurah, namun pada kenyataannya, bukankah harga yang ditawarkan oleh masing-masing situs itu bisa berbeda-beda? Jadi jika memang mencari harga termurah, jangan malas untuk men-survey beberapa situs sekaligus ya!
       
      Mitos: Untuk dapat tiket dengan harga terbaik, salah satu cara pintar adalah dengan mem-booking tiket jauh-jauh hari sebelumnya
      Fakta: Mitos yang satu ini ada benarnya, namun tak sepenuhnya benar. Memang sih kalian akan mendapat tiket murah jika membeli pada masa promosi. Namun jika kalian berencana untuk bepergian diluar waktu promosi, atau mungkin punya waktu liburan yang lebih fleksibel, terkadang ada baiknya menunggu beberapa saat hingga mendapat tiket dengan harga terbaik. Terkadang malah harga tiket terbaik itu tak begitu jauh dari waktu bepergian.  
       
      Mitos: Belanja di toko bebas pajak itu lebih murah!
      Fakta: Di beberapa negara memang ada toko-toko yang berlabel duty free alias bebas pajak. Tak sedikit toko-toko tersebut yang memang mengincar wisatawan asing sebagai konsumen utamanya. Tapi jangan dulu senang! Ada satu hal yang perlu diketahui oleh wisatawan. Kenapa toko-toko tersebut bisa menawarkan bebas pajak, tak lain dan tak bukan karena beberapa barang disana memiliki harga yang lebih tinggi dibanding toko biasa. Kesimpulannya, jangan langsung tergiur dengan toko bebas pajak. Lebih baik lagi jika sebelumnya melakukan survey di toko biasa sebelum memutuskan untuk belanja.
       
      Mitos: Hotel bintang 4 lebih keren dan lebih bagus dibanding hotel bintang 1
      Fakta: Di beberapa negara, terkadang ada beberapa sistem rating yang digunakan. Misalnya saja di Amerika, AAA dan Mobil, menggunakan penilaian yang berbeda dengan hotel berbintang. Jadi belum tentu hotel yang terlihat bagus dalam satu situs, dianggap sama bagusnya dalam situs lain, dan sebaliknya. Jadi salah satu cara terbijak dalam menentukan pilihan hotel adalah dengan mengamati berbagai fasilitas yang ditawarkan, dan melihat aneka review yang diberikan oleh para konsumennya secara obyektif.
       
      Mitos: Menggunakan telepon di dalam pesawat bisa menyebabkan pesawat jatuh!
      Fakta: Kisah “telepon dalam pesawat bisa mengakibatkan pesawat jatuh†mungkin termasuk salah satu yang sering didengar oleh wisatawan. Pada kenyataannya, studi yang dilakukan oleh Federal Aviation Administration tahun 2006 belum dapat membuktikan teori tersebut. Telepon juga belum terbukti dapat mengganggu sinyal penerbangan sehingga menyebabkan pesawat jatuh. Namun jika kalian tetap khawatir, tak ada salahnya mematikan telepon selama beberapa waktu sambil menikmati suasana di perjalanan.
       
      Mitos: Jet lag itu karena kurang tidur! Makanya harus banyak tidur di perjalanan supaya nggak kena jet lag!
      Fakta: Tak ada hubungannya antara jet lag dengan kurang tidur. Yang benar, jet lag terjadi karena adanya perbedaan jam biologis dalam tubuh dengan jam pada daerah setempat yang dipengaruhi oleh sinar matahari.
       
      Mitos: Ikut paket tour itu nggak seru karena nggak bisa mengeksplorasi sebuah tempat dengan bebas!
      Fakta: Kalau soal ini, tergantung dari pemandu wisatanya. Jika bisa mendapat pemandu wisata yang sangat oke dan berpengalaman, bisa jadi paket tour kalian justru akan lebih baik dibanding menjelajah sendirian. Jadi untuk hal ini, mitos di atas bisa benar dan bisa juga salah.
       
      Kira-kira ada mitos traveling dan realitanya yang belum di share disini nggak? Ayo, bagi pengalamannya dong!
    • By Baroness
      Hi All,
       
      Kita ber 4 baru beli tiket promo multi dest Sin-Oslo, Moscow-Jkt untuk 17 Nov-8 Dec 2018.
      Kita masih cari max 2 org lagi untuk trip bareng, dengan tujuan:
      Iceland = Aurora Hunting, Glacier, Blue Lagoon, Ice cave, etc (1 week)
      Norway= Bergen, Fjord Cruise, Tromso (1 week)
      Russia= St Petersburg, Moscow, Estonia (1 week)
      Budgetnya kurleb 42-45 jtaan ya all in
      Kalau ada yang berminat ikut bisa wa:085880002870 (serious only).
      Thanks
    • By norma sofisa
      Holiday season is coming!
      Tanggal 25 Desember lalu, sebagian besar penduduk dunia merayakan Natal yang didefinisikan sebagai hari kelahiran Yesus atau Nabi Isa Al Masih. Dengan segala kontroversi dan silang pendapat yang mulai familiar terdengar di telinga para netizen maupun masyarakat Indonesia setiap Bulan Desember tiba, mari kita rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia maya dan monggo dapat menyimak pengalaman saya selama di Eropa menjelang Hari Natal.

       
      Hari Natal adalah hari libur nasional bukan hanya hari besar keagamaan.
      Tidak seperti Indonesia, hanya rekan - rekan Kristiani yang merayakan Natal. Pengalaman saya tahun pertama di Belanda diundang salah satu teman sekelas untuk melewatkan Hari Natal bersama. Awal Desember, kami mengadakan makan malam bersama dalam rangka menyambut liburan, dan ia menanyakan akan kemanakah saya saat Natal. Tentu saja, saya yang masih Indonesian minded menjawab dengan mantap bahwa saya akan melewatkan Natal di rumah saja. Ia tampak khawatir dan kemudian mengundang saya untuk brunch di hari kedua Natal pada tanggal 26 Desember.
      Saat saya menyambangi kediamannya, saya disambut dengan sangat baik. Ia menghias meja makan dengan hiasan khas Natal berwarna merah serta bunga pohon pinus. Saya cukup terkesan dengan hal tersebut. Ia pun bertanya bagaimana saya merayakan Natal di Indonesia dan mengapa saya tidak kembali ke Indonesia saat Hari Natal.
      Saya berusaha menjelaskan bahwa Natal adalah hari besar umat Kristiani di Indonesia. Kami, yang muslim, tidak merayakan Natal secara khusus meskipun pada Hari Natal seluruh masyarakat Indonesia diliburkan. Di sisi lain, karena kami Muslim, kami memiliki hari besar yang kami rayakan yaitu Hari Raya Idul Fitri yang menjadi penutup Bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Adha, yang menjadi penutup musim haji.
      Teman saya surprise dengan cerita yang saya sampaikan. Selama ini ia mengira bahwa Natal adalah hari libur bagi semua orang di dunia. Dan tiap orang yang ia kenal juga berpikir demikian. Kebetulan, ia tidak terlalu terafiliasi dengan agama tertentu. Di Belanda, baik orang yang masih mempraktekkan ajaran agama Kristen maupun tidak, selalu merayakan Natal. Natal identik dengan hari libur bersama yang wajib dihabiskan bersama dengan keluarga. Agenda ke gereja hanya dilakukan bagi mereka yang masih teguh menjalankan ibadah.
       
      Natal adalah saat seluruh keluarga berkumpul dan berbagi hadiah
      Ya! Seperti yang mungkin teman - teman sering lihat di televisi, film Natal sering menggambarkan adegan seluruh keluarga saling menaruh kado di bawah pohon Natal dan begitu bersemangat saat membukanya.
      Saya mempunyai pengalaman yang cukup unik di tahun pertama saya di Belanda. Waktu itu saya tinggal dengan 2 orang roomates di apartemen. Pada tanggal 24 malam, salah satu roomate yang tidak pulang kampung, mengetuk pintu kamar. Ia menyodorkan bungkusan kecil sambil mengatakan bahwa ia memiliki kado kecil untuk saya. Saya mendadak terharu namun juga malu. Saya sama sekali tidak terpikir bahwa ia akan memberikan saya hadiah meski ia tahu saya tidak merayakan Natal. Saya sedikit malu karena saya tidak memiliki apapun untuk membalas hadiah yang diberikannya. Ia kemudian meminta saya untuk turun dan bergabung dengan teman - temannya untuk makan malam bersama. Sungguh saat itu adalah salah satu momen yang menarik karena diantara kami semua, hanya ia yang merayakan Natal. Teman - teman yang lain sengaja membuat acara makan malam karena ia tidak dapat pulang ke negaranya dan merayakan Natal bersama keluarga dekat.
      Sehari setelahnya, saya dan dua sahabat saya dari Indonesia bertemu dan makan siang bersama setelah mereka selesai misa di gereja. Bahkan saya sempat memenuhi undangan teman saya yang mengadakan konser dalam rangka Natal. Sungguh hari yang sibuk namun menyenangkan dan membuka wawasan baru saya tentang Natal.

       
      Tidak semua yang merayakan Natal memasang pohon Natal di rumah
      Pohon Natal yang setiap akhir November sudah ramai terpasang di berbagai tempat publik awalnya bukanlah bagian dari ritual keagamaan Natal. Meskipun awal sejarahnya masih sering diperdebatkan, Pohon Natal telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu oleh Kaum Pagan sebagai penanda festival musim dingin (sumber: https://www.whychristmas.com/customs/trees.shtml). Tradisi itu terus berlanjut hingga kaum Kristiani di Skandinavia pun memasang pohon Natal yang dikatakan awalnya sebagai simbol penolak bala dan tempat burung burung singgah saat Natal tiba (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Christmas_tree).
      Karena berbagai alasan itulah, teman - teman dekat saya kebanyakan tidak memasang pohon dan hiasan Natal di rumah mereka. Satu teman dekat memiliki pohon Natal di rumah pun karena keponakannya yang masih balita sangat ingin sekali menaruh kado-kado di bawah pohon Natal, seperti dalam film. Di sisi lain, beberapa pohon Natal yang memakai pohon cerama asli biasanya dipasang di depan stasiun besar Rotterdam dan di depan Rumah Sakit Anak Erasmus MC Sophia. Namun tidak seperti di tempat lain kebanyakan, pohon Natal tersebut dihias dengan sederhana dan bahkan tidak menyertakan simbol keagamaan.

       
      Santa Klaus datang di hari yang berbeda - beda tergantung negara
      Tentu sebagian besar dari kita familiar dengan seorang kakek tua berbadan tambun, berjanggut putih tebal, berbaju merah hangat, dan setiap melangkahkan kaki ke dalam rumah di malam Natal memiliki tawa khas, ho..ho..ho!
      Dialah Santa Klaus! Yang sejak tahun 1931, digambarkan berwajah lucu nan ramah dan berbaju tebal merah khas Coca Cola (sumber: Coca Cola). Awalnya, Santa Klaus diklaim sebagai Saint Nicholas, legenda Kristen dari Barat yang menurut cerita selalu menaruh hadiah di rumah anak - anak yang baik pada malam tanggal 24 Desember hingga 25 Desember dini hari. Perkembangan selanjutnya, Santa Klaus modern dikembangkan berdasarkan  gabungan antara legenda dari Saint Nicholas, tokoh Father Christmas dari Inggris, serta Sinterklaas dari Belanda (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus). Seperti Saint Nicholas, Santa Claus di berbagai negara juga dipercaya "lewat" dan menghantarkan hadiah di malam Natal tanggal 24 November .
      Uniknya, tiap - tiap negara di Eropa memiliki cerita sendiri tentang kakek baik hati yang selalu berbagi kado tiap menjelang Natal ini. Di Belanda, Sinterklaas sebutannya, dipercaya datang setiap tanggal 5 Desember. Bukan dari Finlandia maupun Kutub Utara, Sinterklaas di Belanda datang dari Spanyol dan bermukim di Madrid . Ia hadir bersama dengan Piet Hitam atau Zwarte Piet yang biasanya bertugas untuk menakut-nakuti anak - anak yang nakal (sumber: https://www.whychristmas.com/cultures/holland.shtml). Sedang di Perancis, Santa Klaus disebut Père Noël atau Papa Noël. Teman Perancis saya mengucapkan Selamat Natal pada hari tanggal 24 Desember. Ia menjelaskan karena di malam harinya Papa Noël akan datang dan membagikan kado, sehingga tanggal 24 Desember sudah masuk Natal. Selain itu di Perancis ada tradisi memakan beberapa dessert dan snack wajib saat Natal. Jadi selalu siapkan perut kosong ya, saat bertandang ke rumah teman di Perancis saat Natal.
      Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki tradisi ini lho! Sebagai contoh saat saya bertugas di Ambon, beberapa Sinterklaas dan sekawanan Piet Hitam berkeliling ke desa - desa terutama yang berpenduduk Kristen dimulai dari 4 minggu sebelum Natal untuk membagi - bagikan hadiah. Bapak yang menyopiri mobil sewaan kami selama di Ambon bercerita, dahulu ia pernah ditangkap oleh Piet Hitam dan hampir dimasukkan ke dalam karung karena ia dianggap sebagai anak yang nakal. Tentu saja ini hanyalah canda agar menyemarakkan acara. Yang jelas, seluruh anak - anak selalu menantikan momen Natal karena mereka akan mendapatkan hadian dari Sinterklaas.

       
      White Christmas yang belum pernah menjadi kenyataan
      Tahun pertama saya di Rotterdam, saya membayangkan akan melewatkan Hari Natal seperti di film - film Hollywood yang pernah saya tonton. Toko - toko yang memajang hiasan Natal dan lampu yang gemerlap serta satu hal yang mempercantik jalanan, yaitu boneka salju putih besar dan danau yang membeku karena udara yang sangat dingin.
      Kenyataannya, semua itu saya lihat kecuali salju!
      Sebelum saya tinggal di Rotterdam, saya tidak pernah mencari tahu bahwa beberapa tahun terakhir, salju jarang menyapa Rotterdam. Jika pun turun salju, itu hanyalah wet snow atau salju basah yang begitu menapak bumi langsung hilang berubah menjadi air. Pada dasarnya, musim dingin di Belanda sebagian besar dilewatkan tanpa salju. Hanya daerah - daerah tertentu yang berbatasan dengan Jerman terutama yang masih sering disambangi bulir - bulir putih itu. Lalu bagaimana jika kalian ingin sekali melewatkan Hari Natal dengan nuansa putih karena salju?
      Pilihannya adalah pergi ke daerah pengunungan seperti di Alps yang memiliki salju abadi di beberapa puncaknya. Alternatif lainnya adalah mengunjungi daerah Eropa Utara seperti Islandia, Finlandia utara, dan daerah - daerah utara Skandinavia. Satu cerita menarik dari keponakan teman dekat saya yang masih balita di Perancis. Saat Hari Natal tiba, ia menyeret kursi kecilnya ke dekat jendela sambil berkata salju sebentar lagi akan turun dan Papa Noël akan segera datang. Kami hanya terkekeh geli dengan imajinasinya dan menyadari bahwa salju tidak akan turun pada suhu 8 derajat.

      BONUS: Strategi Christmas Sale
      Satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah diskon besar - besaran saat Natal!
      Di Belanda, beberapa toko telah mempromosikan diskon besar -besar mulai dari awal Desember. Menurut pengalaman saya selama 2 tahun di Belanda, diskon yang lebih besar biasanya datang setelah Natal dan puncaknya setelah Tahun Baru. Di Belanda, diskon panjang hadir dari awal Desember hingga awal Februari. Untuk di Perancis, cokelat - cokelat dan camilan manis biasanya didiskon besar - besaran juga terutama setelah Tahun Baru. Jadi bagi kamu yang mempunyai rencana berbelanja, persiapkan jiwa, raga, serta dana di sekitar waktu - waktu tersebut.
      Demikian, beberapa pengalaman dan trivia Natal yang saya temui selama berada di Eropa. Kalau kamu, bagaimana pengalaman melewatkan Natal? Share ceritamu di kolom komentar ya..
      Artikel ini bisa juga dibaca melalui link https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/27/my-christmas-experiences-in-europe/
      Terima kasih dan semoga bermanfaat.
    • By norma sofisa
       

       
      Pulau Santorini adalah salah satu destinasi wisata yang populer bagi traveler di seluruh penjuru dunia. Terletak di Laut Aegean, berjarak kurang lebih 200 km dari di selatan  Yunani daratan. Sebelumnya, Pulau Santorini disebut Thera atau Thira (sumber: Wikipedia). Menurut sensus yang dilakukan tahun 2011, Santorini memiliki luas daratan sebesar 90.623 km2 dengan jumlah penduduk permanen sebesar 15.550 jiwa (sumber: www.thira.gov.gr). Dengan ukuran pulau yang cukup luas, perkiraan saya sedikit meleset. Tadinya, saya membayangkan bisa mengelilingi pulau ini dengan naik dokar atau menyewa sepeda.
      Penerbangan ke Santorini, khususnya dari Eropa barat, biasanya melalui transit di Bandara Athena. Sewaktu berkunjung kesana pada Juli, musim panas lalu, kami memang mengunjungi beberapa tempat dahulu sebelumnya, termasuk Athena. Dari Athena, kami naik pesawat tengah malam dan sampai dini hari di Bandara Thira.
      Perlu dipertimbangkan pula, jika bepergian saat musim panas, rate penerbangan biasanya melonjak naik secara signifikan. Sebagai contoh, dari Amsterdam - Santorini pada Juli kemarin bisa mencapai lebih dari 200an Euro pulang pergi. Anggaplah 1 Euro setara dengan Rp 15000, biaya pesawat saja dapat menyentuh angka lebih dari 3 juta rupiah. Cukup mahal juga untuk ukuran backpaker seperti saya.
      Dikarenakan niat dan tekad kami begitu kuat pengin mencicipi keindahan Santorini, kami pun memutar otak. Akhirnya, setelah mempertimbangkan plus minusnya, kami memutuskan rute terbang Roma-Athena-Santorini. Tentu saja, dengan rute tersebut kami menghabiskan biaya pesawat yang kurang lebih sama, namun kami dapat sekaligus berkunjung ke kedua kota lainnya.
      Ada beberapa landmark terkenal yang wajib dikunjungi disini. Fira dan Oia, dua "kota" yang terkenal dengan rumah-rumah bercat putih biru di atas tebingnya. Di tempat ini, keindahan dan orisinilitas Santorini banyak diekploitasi oleh fotografer baik amatir maupun professional. Tak ketinggalan, selebriti tanah air dan internasional beberapa kali mengabadikan momen spesial mereka seperti foto pre-wedding atau saat berbulan madu di spot-spot cantik yang ada di Fira maupun Oia sehingga menginspirasi banyak orang untuk datang.
      Di bawah tebing Fira, terdapat Old Port Fira yang sayang juga dilewatkan. Jika kamu cukup kuat, kamu bisa menuruni tangga langsung menuju kesana. Namun jika ingin merasakan sensasi yang berbeda, kamu bisa menyewa keledai yang banyak dijajakan di pinggiran tangga. Tarif untuk naik keledai cukup fluktuatif. Jika sepi, kamu bisa mendapatkan harga yang cukup murah sekitaran 7.5 Euro pulang pergi. Alternatif lainnya yang cukup menarik adalah dengan naik cable car. Tarif menaiki wahana ini sekitar 5 Euro sekali jalan. Kami awalnya mencoba untuk turun ke bawah dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit (kadang berhenti sejenak  karena panas dan lelah), setelah menghabiskan waktu beberapa saat di tepi pelabuhan, kami kembali ke atas dengan cable car.

      Di Oia, jangan sampai absen untuk menikmati indahnya matahari yang terbenam. Satu tempat ideal untuk memotret sunset ada di semacam bukit kecil yang dekat dengan laut. Pada saat kami berada disana, ribuan orang berusaha mengabadikan momen sehingga cukup sulit untuk menuju ke tempat tersebut. Akhirnya, sehari setelahnya kami memutuskan untuk mengejar sunset di Fira. Yang jelas, pemandangannya tak kalah luar biasa.

      Perissa dengan pantai pasir hitam dan airnya yang jernih tidak boleh untuk dilewatkan. Kami mengunjungi tempat ini pada hari terakhir. Laut Aegean sangat tenang, airnya jernih dan segar. Pada musim panas, banyak sekali turis yang berenang atau sekedar main air. Tidak mau bermain air karena hitam tapi tetap ingin nongkrong di Pantai? Bisa juga! Seperti saya yang saat itu lupa membawa baju renang yang sudah dipersiapkan di hotel. Di sepanjang Pantai Perissa terdapat banyak restoran yang menyediakan payung payung beratapkan daun rumbia dan dilengkapi dengan kursi panjang di bawahnya, sehingga kamu bisa berlama-lama disana tanpa takut kepanasan. Dengan biaya sewanya 6 Euro saja, kamu bisa bersantai, tidur, membaca buku, maupun berfoto rio sepanjang hari disitu. Saat itu, kami sengaja berlama - lama di tempat ini sambil menunggu waktu pergi ke Bandara di sore hari.
      Kawasan wisata lainnya yang bisa masuk list kamu adalah Pyrgos dan Emporio. Di desa yang masuk kawasan Traditional area ini, cukup populer dengan rumah rumah kunonya. Pyrgos letaknya dekat dengan Fira, sedang Emporio berada beberapa kilometer sebelum Pantai Perissa. Jika kamu menggunakan bus untuk berkeliling Santorini, dua desa ini masuk dalam rute bus, sehingga cukup mudah dijangkau.
      Red beach, Black beach, Hot Spring Volcano, dan Wine Tasting juga bisa kamu agendakan lho saat kemari. Menurut pengalaman kami, jika kamu tidak mau repot merencanakan, kamu bisa ikut tur yang diselenggarakan para agen travel lokal. Biasanya tur dimulai pagi hari, sekitar pukul 8.00 dan kamu juga bisa memilih tempat wisata mana saja yang ingin kami kunjungi. Saat itu kami berencana mengikuti tur Hot Spring Volcano. Dengan fasilitas antar jemput dan juga sewa kapal ke sumber mata air panas, biaya yang harus dikeluarkan sekitar 30 Euro. Tentu saja, harga bisa sedikit bervariasi antar agen travel. Namun karena kami terlambat mendaftar dan waktu yang mepet dengan jadwal pulang, akhirnya kami pun mengurungkan niat.

      Pengalaman saya dan rekan di Santorini bisa dibilang seperti nano nano yang rame rasanya. Tentu saja, fasilitas dan kehidupan di pulau amat berbeda dengan Eropa daratan. Untuk lebih mengerti situasi kondisi saat berwisata ke pulau ini, berikut tips yang perlu diketahui:

      1. MEMILIH HOTEL
      Saat peak season di Bulan Juli hingga akhir Agustus, rate hotel di Santorini melonjak tajam. Jika di Bulan Mei, hotel pinggir pantai Perissa berkisar 25 Eur per malam, pada periode ini bisa naik sampai 100 hingga 200 Eur per malam. Jikalau ingin dekat dengan pusat keramaian dan landmark populer, sebaiknya memilih hotel atau penginapan di sekitar Fira atau Oia. Namun yang jelas ratenya pasti akan lebih mahal daripada penginapan di Emporio atau jalan besar menuju Perissa. Kami kebetulan menginap di daerah dekat Emporio yang kira - kira membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke Fira dengan bus. Hotel yang kami tinggali tergolong lumayan. Fasilitasnya pun cukup oke, terdapat pula kolam renang di belakang hotel yang bebas digunakan oleh tamu hotel. Untuk kamar dengan double single beds, kamar mandi privat, handuk, dan dapur kecil, kami menghabiskan kira-kira 40 Eur per malam.

       
      2. TRANSPORTASI
      Perlu digarisbawahi, pusat keramaian Santorini berada di Fira, sehingga jalur transportasi publik seperti bus lokal dan taksi, terpusat disana. Rute semua bus lokal adalah dari dan ke Fira, berangkat setiap 15 hingga 30 menit sekali dengan tarif 1.8-2.4 Euro satu kali jalan. Beberapa desa dan tempat yang dijangkau oleh bus adalah Perissa, Kamari, Oia, Red Beach, dan Airport. Perlu diketahui bahwa bus di Pulau ini mirip dengan Bus Mira Ekonomi AC, yang selama kelihatannya ada tempat, penumpang boleh masuk. Jadi jangan kaget jika bus dengan rute dari Fira ke Oia biasanya penuh hingga berdesak-desakkan. Malangnya, saya termasuk gampang mabuk darat. Karena jalanan dari Fira ke Oia penuh liku -liku naik dan turun,  saya selalu berusaha mencari waktu - waktu tertentu dimana bus sedang tidak terlalu padat sehingga saya bisa mendapatkan tempat duduk.
      Pilihan lainnya yang lebih mudah dan easy going adalah menyewa mobil, motor, atau ATV per hari. Hal ini banyak dilakukan oleh turis karena memang mobilitas di Pulau akan cukup tinggi. Dengan kendaraan sewa, wisatawan dapat lebih fleksibel dan santai.
      Saat disini, kami menggunakan bus lokal karena kami lupa membawa SIM Internasional. Jadi bagi yang ingin menyewa kendaraan jangan lupakan SIM Internasional dan juga CREDIT CARD. Saya tidak terlalu paham aturan pada penyewaan mobil lokal, namun untuk rental mobil yang cukup bonafit seperti SIXT memberlakukan aturan, pengemudi wajib memiliki SIM dan Credit Card. Jadi harus dipastikan bahwa pengemudi memiliki SIM dan credit card dengan nama yang sama sebagai penjamin.

      3. MAKANAN
      Feta cheese dan Greek Yogurt adalah ikon makanan dari Yunani yang telah mendunia. Karena aromanya yang tidak terlalu kuat, Feta biasanya dihidangkan sebagai toping dalam salad sayur. Yang jadi favorit saya selama disana adalah Frozen Greek Yogurt! Rasanya 'nyess' banget apalagi jika dinikmati saat udara sedang panas-panasnya. Saat membeli yogurt di kafe biasanya kamu dihadapkan pada dua pilihan rasa yaitu plain yogurt alias yogurt tawar atau yogurt yang sudah diberi perisa buah. Favorit saya rasa mangga dengan toping buah-buahan. Pilihan toping lainnya juga tidak kalah seru seperti bubbles, jelly, hingga selai cokelat atau stroberi. Harganya bervariasi mulai 2.5 Euro ke atas tergantung banyaknya yogurt  dan jumlah serta variasi topingnya (dihitung dalam gram).
      Untuk main dishes atau makanan besar khas Yunani biasanya berbahan dasar ikan atau daging. Menurut saya pribadi, masakan disini bukan yang terbaik. Ada beberapa makanan yang terasa kurang cocok di lidah seperti sajian ayam dengan madu, atau ikan bakar yang terkesan terlalu kering. Kurangnya menu sayur di dalam komposisi makanan khas Yunani adalah salah satu hal yang "membuat kurang pas di hati. Mungkin karena saya suka juga masakan yang menyajikan banyak sayur di dalamnya. Namun jika ingin merasakan makanan lokal, ada baiknya mencari restoran yang agak masuk ke dalam dan tidak terlalu dekat dengan pusat keramaian.

       
      4. PAKAIAN
      Bagi pengunjung yang merencanakan datang saat musim panas atau Summer, siap siap menghadapi cuaca panas ekstrem dengan suhu berkisar antara 30 - 40 derajat celcius. Berbeda dengan udara di Indonesia, panas dan kering khas Mediterrania sangat mendominasi udara pada sekitar Bulan Juni hingga Agustus akhir. Saya sendiri tidak cukup tahan dengan panas yang menyengat ini. Mulai pukul 8 pagi, matahari sudah tinggi dan badan sudah berkeringat. Di musim panas, hampir semua turis mengenakan pakaian dengan bahan kaus yang tipis dan menyerap keringat. Topi dan kacamata hitam adalah asesoris wajib yang harus dikenakan untuk perlindungan, bukan hanya sekedar gaya.
      Jika kebetulan kamu tidak membawa baju yang tepat, jangan khawatir! Salah satu komoditi yang terkenal dari Yunani adalah katun. Nah, di Santorini banyak toko yang menjual baju - baju katun baik katun murni 100% maupun campuran. Yang spesial di Santorini, kamu bisa dengan mudah menemukan baju - baju dan gaun berwarna putih. Toko - toko pakaian yang dimiliki pengusaha lokal akan banyak kamu temukan di Fira. Harga yang dipatok untuk sehelai atasan atau gaun mulai 20 Euro hingga 100 Euro. Hal ini tentu saja dikarenakan kualitas kain dan presentasi katun yang dimiliki.

       
      5. TIPS BONUS...
      Santorini adalah salah satu tempat ini sangat romantis yang pernah saya kunjungi. Saran saya, ajak pasangan masing - masing untuk mengunjungi tempat ini, menikmati Froyo sembari berburu pemandangan saat matahari tenggelam. Syahdu sekali pastinya! Untuk saya, ini adalah salah satu mimpi yang masih tertunda (curcol :D).
      Demikian, beberapa tips dan informasi yang semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang akan atau sedang merencanakan liburan ke Santorini.
      Satu hal yang kurang saya sukai dari Santorini adalah hampir semua spot strategis di Fira dan Oia telah dikomersialisasi menjadi restoran, resort, atau apartement sehingga wisatawan yang tidak menginap atau tidak ingin makan disana tidak bisa mengaksesnya. Hal ini tentu saja memiliki imbas dalam memilih makanan dan juga keleluasaan saat mengambil foto. Jika kita ingin duduk di tempat strategis untuk menikmati sunset yang masuk dalam area restoran, otomatis kita harus membeli makanan yang tentunya dipatok dengan harga yang kurang rasional. Begitu juga dengan spot berfoto. Sebagai contoh, Three Bells Fira berada satu area dengan sebuah hotel sehingga akses masuk kesana hanya diperuntukkan bagi tamu hotel. Yang melanggar tidak akan segan - segan untuk diusir keluar.
      Bagi kamu yang sudah pernah berkunjung ke Santorini, bisa share juga pengalamannya di bagian komentar di bawah ya!
      Kamu juga bisa baca artikel ini di link berikut: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/11/santorini-dreams-tips-and-things-you-should-know/
      Terima kasih dan sampai bertemu di artikel selanjutnya
       
    • By norma sofisa
      Halo Jalanerss,
      Ini lanjutan cerita saya kemarin di Polandia. Monggo disimak!
      Pernahkah kalian menginap di hostel?
      Pengalaman pertama tidur di hostel saya alami sewaktu mengunjungi Kraków.
      Sebagai traveler pemula, saya mempersilahkan Kim untuk memilih penginapan selama di Polandia. Tentu saja selanjutnya, kami akan mengecek bersama dan memutuskan apakah tempat itu cukup oke dari segi lokasi, fasilitas, dan harga.
      Hostel tersebut hanya memiliki dua atau tiga kamar yang masing - masing diisi 4 hingga 8 orang atau 2 sampai 4 tempat tidur bertingkat per kamar. Kami sampai pada pukul 11 malam dan ternyata seluruh tempat tidur terisi. Semua penghuni kamar ada yang sudah tidur dan posisi saat itu, lampu telah dimatikan. Saya dan Kim hampir tidak bisa melihat apapun karena beberapa orang keberatan jika kami harus menyalakan lampu.

      Bagian terlucu sekaligus terparah adalah sepanjang malam saya hampir tidak tidur karena masing - masing penghuni kamar (selain kami lho ya!) mulai mendengkur bersahut-sahutan hingga pagi. Menurut rencana awal kami akan menginap di hostel ini selama 2 malam, namun saat sarapan kami bertekad untuk pindah hostel. Kim menemukan sebuah hostel dengan fasilitas kamar pribadi untuk 2 orang dan dekat sekali dengan pusat kota di kawasan Old Town dengan tarif 20 Euro per malam. Saya dengan mantap mengiyakan karena lelah dengan suara orkes tenggorokan tanpa jeda sepanjang malam itu. Tak lupa kami pamit dengan penjaga hostel sebelum pergi. Agak percuma sebenarnya, karena dia tidak lancar juga berbahasa Inggris. Kelak, pengalaman hostel ini akan menjadi joke yang tidak akan tergantikan sepanjang masa antara Kim dan saya.

      Kami harus setengah berlari ke stasiun agar tidak terlambat mengejar kereta ke Auschwitz. Saya melirik tiket saya, menurut jadwal kereta akan berangkat pada pukul 09.10 pagi. Tepat pukul 9 kami sampai ke stasiun. Cobaan kedua kembali menghampiri karena tidak terdapat papan yang memuat tulisan nomer peron. Hanya ada list kereta dengan nama tujuan dan jam keberangkatan. Herannya, kami tidak menemukan kereta yang akan diberangkatkan pada pukul 09.10 di layar. Lagi - lagi tidak ada satu pun petugas yang bisa ditanya.
      Dengan langkah tergesa-gesa, saya memutuskan untuk naik ke salah satu peron dan mengecek kereta mana yang sekiranya siap berangkat. Saya melihat ada satu kereta di peron seberang. Spontan saya berkata kepada Kim untuk menuju ke arah kereta tersebut. Kemungkinan besar ini adalah kereta kami, meskipun jam keberangkatan yang tertera tidaklah cocok. Selain itu, ada beberapa petugas di dekat kereta yang bisa ditanya, pikir saya.
      Kami pun menghampiri kereta, berusaha untuk bertanya apakah kereta ini menuju ke Auschwitz. Petugas ini, sekali lagi tidak bisa berbahasa Inggris. Kami sudah cukup putus asa, bayangan ketinggalan kereta sudah pasti menjadi kenyataan, hingga akhirnya muncul seorang petugas perempuan yang meminta kami masuk ke kereta tersebut. Kami mengikutinya dan di dalam gerbong itu ada empat orang lainnya yang telah duduk disana.
      Petugas itu berbicara dengan  salah seorang penumpang perempuan berambut pirang. Perempuan ini ternyata orang Polandia juga yang puji syukur alhamdulillah, bisa berbahasa Inggris.
      "Kereta ini tidak menuju Auschwitz. Entah bagaimana, kereta Auschwitz yang terjadwal pada pukul 09.10 itu sebenarnya tidak ada. Ada kesalahan di bagian online sepertinya."
      Kim dan saya mengerutkan kening seketika. Kalau ini terjadi di Belanda, pasti kantor NS (perusahaan kereta di Belanda) sudah pasti bakal didemo seluruh penumpang.
      "Jadi nanti kita akan diturunkan di sebuah stasiun dan kereta yang menuju Auschwitz akan menunggu kita disana.", tambahnya lagi. Sejurus kemudian, kereta pun mulai bergerak menjauhi peron. Dalam hati saya berkata, "Keren banget nih! Baru kali ini kereta yang menunggu penumpang." Langsung saya merasa seperti orang penting.
      Sepanjang perjalanan, kami berkenalan dengan 4 orang penumpang lainnya, yang kebetulan sama-sama terjebak kereta fiktif ke Auschwitz. Perempuan pirang tadi sebut saja Amy. Ia asli dari Polandia. Dan di sebelahnya sang pacar, sebut saja Adam, lelaki berkulit cokelat berkewarganegaraan Jerman. Dua orang lainnya, panggil saja Josh dan Tom, dua remaja dari Amerika yang sedang melakukan perjalanan keliling Eropa. Entah dari mana mereka sebelumnya, keduanya membawa tas ransel besar dan papan besar seperti papan snowboarding. 
      Sepanjang perjalanan kami lebih banyak mengobrol dengan Amy dan Adam. Mereka bercerita baru saja pindah ke Singapura dikarenakan Amy mendapatkan promosi dari kantornya. Selain itu, Amy juga banyak berkisah tentang cerita -cerita perang dunia kedua, yang banyak berhubungan dengan Auschwitz.
      Kamp komsentrasi di desa Auschwitz adalah kamp konsentrasi NAZI yang terbesar saat perang dunia kedua. Saat perang dunia kedua berlangsung, NAZI melancarkan propaganda anti semit (anti yahudi) besar - besaran di hampir seluruh daratan Eropa. Tiap-tiap Yahudi diwajibkan untuk memasang simbol Bintang David di lengan mereka. Setelah itu, mereka merelokasi tempat tinggal orang Yahudi ke daerah tertentu yang dikenal dengan sebutan Ghetto. Para tentara NAZI kemudian memaksa orang Yahudi untuk keluar dari negara mereka. Dengan dalih akan dikembalikan ke negeri asal mereka, tentara NAZI memberangkatkan ribuan orang dengan puluhan kereta, tak lain dan tak bukan menuju kamp-kamp konsentrasi, salah satunya di Auschwitz. Orang - orang Yahudi tersebut tidak sadar bahwa perjalanan ini bisa jadi merupakan akhir dari kehidupan mereka. Mayoritas anak - anak, wanita, dan lansia akan langsung dibunuh secara massal di kamp ini dengan beberapa cara. Sementara pria yang masih kuat akan dijadikan budak, anak -anak kembar dan ratusan lainnya akan dijadikan kelinci percobaan para dokter NAZI. Peristiwa pemusnahan orang - orang Yahudi pada masa ini  disebut Holocaust.
      Saat mendengar cerita Amy, saya hampir menitikkan air mata. Saya tidak terlalu mengetahui detil peristiwa Holocaust. Ingatan saya kemudian terbang ke masa- masa SMP dan SMA. Buku sejarah hanya menyebutkan kata ini dalam satu kalimat. Tidak ada cerita lanjutan setelah itu. Mungkin ada alasan tertentu, mengapa topik ini tidak terlalu dimunculkan dalam buku sejarah sekolah saat itu.
      Pandangan saya kemudian kembali lagi ke pasangan di depan saya ini. Jika kami masih berada dalam masa perang, tidak mungkin seorang dari Polandia dan seorang dari Jerman bisa bersanding mesra di tempat umum begini. Saya berpikir bahwa perang tidak hanya memisahkan banyak orang namun juga mengikis rasa kemanusiaan.
      Saat sedang merenung, kereta mendadak berderit panjang sebelum berhenti. Petugas tadi datang lagi dan memberi tanda agar kami turun. Saatnya ganti kereta.
      Di peron sepi tak beratap itu seorang petugas menyambut kami. Dari bahasa tubuhnya ia menyuruh kami berlari. Saya penasaran dimana posisi kereta Auschwitz, sampai Amy menginstruksikan kami untuk melompat ke peron sebelah dan menerobos melalui pagar kawat berduri di bawahnya.
      "Oh really?!", batin saya. Saya merasa seperti preman. Terakhir saya menerobos pagar kawat itu sewaktu acara kemah SMP di belakang Candi Prambanan. Saya menoleh ke arah Kim dan kami tertawa geli.
      "Okay, everything could be happened here!", katanya sambil geleng-geleng kepala. Segala sesuatu bisa terjadi di tempat ini.
      Petugas kembali meminta kami untuk bergerak lebih cepat. Lewat Walkie Talkie miliknya, sayup sayup saya mendengar kata tourist. Mungkin ia meminta masinis kereta agar sedikit maklum karena kami ini turis.
      Setelah outbond tipis- tipis tadi, kami akhirnya naik ke kereta. Tanpa menunggu lama, kereta langsung berangkat. Menyisakan petugas yang melambaikan tangan dari jauh. Waktu perjalanan kami masih satu setengah jam lagi menuju Auschwitz.

      Perut yang kenyang setelah sebelumnya melahap beberapa potong roti membuat saya lama kelamaan mengantuk. Selesai mengobrol Kim tentang film yang menceritakan kisah seorang pianis pada masa perang dunia kedua, The Pianist, saya pun terlelap.
      Suara rem kereta yang kasar membangunkan saya. Seketika pandangan saya gelap. Apa yang terjadi dengan penerangan keretanya? Bagaimana mungkin di siang hari saya tidak bisa melihat apapun? Sedetik kemudian, saya merasakan udara dingin yang menusuk tulang, sesak, seakan tidak bisa bernapas, dan kelaparan yang amat sangat. Saya semakin panik berusaha meraba-raba sekitar. Seseorang kemudian membuka pintu dari luar. Di hadapan saya kemudian terhampar pemandangan puluhan orang, tua, muda, anak-anak yang menangis. Orang yang membuka pintu tadi berteriak dengan kencang, entah mengapa saya mengerti apa yang dikatakannya. Mereka menyuruh kami turun. Bagai berada di tengah-tengah konser musik, luapan manusia yang berebut turun keluar kereta membuat saya semakin terhimpit. Semakin sesak dan gelap. Kereta kemudian berderit panjang lagi.
      Saya terbangun. Kali ini Kim ada di samping saya, tertidur. Amy dan Adam juga tampak lelap. Dua pemuda dari Amerika terlihat meringkuk di kursi dengan sweater tebal mereka. Oh, saya kembali dari mimpi buruk! Ya, saya yakin, baru saja bermimpi tentang situasi saat orang-orang dibawa ke kamp konsentrasi Auschwitz kala itu.
      Jantung saya masih berdebar - debar jika mengingatnya. Mimpi tadi terasa begitu nyata. Meskipun begitu, saya mengurungkan niat untuk memberitahu Kim tentang mimpi barusan. Sambil menghela napas, saya melirik ke arah jam tangan. Kurang dari 30 menit kami akan sampai ke Auschwitz.
      Apa saja yang kami kunjungi di Aushwitz dan bagaimana kelanjutan perjalanan kami di Kraków? Sampai ketemu minggu depan ya!
      Bisa juga baca dari link berikut ini: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/04/poland-and-a-once-in-a-lifetime-experience-auschwitz-2/
      Terima kasih dan semoga bermanfaat serta menginspirasi :)
    • By norma sofisa
      Halo semuanya,
      Pernahkah kalian mendengar Polandia?
      Yup, Polandia adalah salah satu negara yang terletak di daratan Eropa sebelah timur. Polandia memang tidak sepopuler Belanda, Inggris, Perancis, atau Italia namun para penggemar sejarah perang dunia pasti tidak asing lagi dengan negara ini. Tidak lain karena awal dari perang dunia kedua dimulai dari Polandia.
      Desember 2015 lalu, saya dan sahabat saya, Kim, mempertaruhkan liburan musim dingin kami dengan bertandang kesana. Kenapa mempertaruhkan? Berbekal tiket pesawat pp 17 Euro saja, kami memutuskan untuk mendarat di sebuah kota bernama Katowice yang sebelumnya bahkan belum pernah kami dengar.
      Kim menyusun rencana dan tempat-tempat apa saja yang akan kami kunjungi, termasuk hostel dan penginapan di Polandia. Salah satu kota yang akan kami kunjungi adalah Kraków, yang merupakan kota kedua terbesar dan pusat kebudayaan tertua di Polandia. Tak heran jika beberapa lokasi historis di Kraków seperti Old Town, Kazimiers (Area Yahudi), dan Kastil Wawel masuk dalam list UNESCO World Heritage Sites pada tahun 1978 (sumber: Wikipedia).
      Pengalaman kami di kota ini merupakan salah satu yang tidak akan terlupakan dalam hidup. Selain karena ini adalah kali pertama saya bepergian jauh keluar Belanda, cerita dan orang - orang yang kami temui selama perjalanan membuat saya terkesan.
       

      Beberapa menit setelah mendarat di Bandara Katowice, kami berdua kebingungan. Dalam bayangan kami, transportasi dari Bandara ke pusat kota dapat dijangkau dengan mudah dan terorganisir dengan baik. Ternyata, bahkan petugas bandara pun main lempar dan tidak dapat menjelaskan dengan baik. Kami pun baru sadar, penduduk di Polandia mayoritas tidak dapat berbahasa Inggris dengan baik. Lebih lagi, pelafalan nama kota atau wilayah di Polandia tidak sama dengan tulisannya karena ditulis dalam Polish Alphabet. Setelah bertanya kesana kemari dengan pemuda pemudi desa yang lewat, dengan Bahasa Inggris seadanya, akhirnya kami dapat melalui cobaan yang pertama dan menemukan tempat menunggu bus.
      Perjalanan ke pusat kota Katowice ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. Kami sempat tidur di perjalanan hingga bus yang kami tumpangi berhenti di stasiun kereta. Dari sini kami langsung membeli tiket kereta menuju Kraków. Kami memilih kereta yang biasa dengan estimasi perjalanan 2,5 jam dengan pertimbangan harga yang lebih murah. Dan mulailah petualangan kami ke Kraków.

      Kereta yang kami naiki ternyata sedikit ajaib. Gerbongnya terlihat cukup tua dan banyak coretan di sebagian besar dindingnya. Hari itu sudah gelap dan lampu di kereta tidak berfungsi dengan baik. Byar pet, kalau kata orang Jawa. Saat kami sedang duduk, tiba-tiba lewat seorang pria dengan sebotol besar minuman beralkohol di tangannya. Wajah saya pun terlihat agak panik, namun Kim berusaha menenangkan. Tidak ada tanda-tanda petugas kereta yang lalu lalang, untungnya pria tadi juga tidak bereaksi apa-apa. Ia duduk agak jauh dari kami. Saya perhatikan, dia hanya memeluk botol itu dan tidak meminumnya. Kami pun lega saat ia turun di stasiun sebelum Kraków.
      Sepanjang perjalanan saat memperhatikan, stasiun - stasiun yang kami lewati membuat bergidik. Tak jarang tidak ada lampu penerangan maupun tempat duduk di stasiun. Peronnya pun sangat kecil dan kelihatan kumuh. Satu pelajaran yang saya dapatkan adalah jangan menganggap seluruh negara di daratan Eropa itu seragam tingkat ekonomi dan sosialnya. Jika boleh membandingkan, kereta api di Polandia kalah jauh dari kereta api yang ada di Indonesia. Bravo PT KAI!
      Tepat pukul 10 malam, kami sampai di Kraków. Kami memutuskan untuk membeli tiket ke Auschwitz dulu sebelum menuju hostel. Sempat agak bingung menemukan loket yang tepat, kami berusaha bertanya pada sekuriti di stasiun. Ternyata sodara -sodara, bapak sekuriti ini tidak bisa berbahasa Inggris. Lucunya, dia masih saja berusaha menjelaskan dengan memperkeras suaranya tapi tetap dalam Bahasa Polandia.
      Sedikit gemas, pengen tertawa, campur sebal sih! Tapi tidak bisa disalahkan juga niat baik seseorang. Dalam suasana kegamangan itulah, tiba-tiba muncul seorang pemuda berkacamata yang menjawil si Bapak. Sejurus kemudian, dia bertanya pada kami dengan Bahasa Inggris. Raut wajah kami langsung sumringah mendengarnya. Pemuda yang baik itu kemudian menjelaskan dimana letak loket untuk membeli tiket. Akhirnya tiket terbeli dan kami pun menuju keluar stasiun dan berjalan ke arah hostel kami. Kami berdua sudah sangat kelelahan dan berharap untuk segera mendarat di kasur. Petualangan esok pagi sangat kami nantikan.
      Penasaran dengan pengalaman tak terlupakan di Auschwitz? Sabar ya, akan disambung minggu depan!
      Bisa juga baca disini: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/01/poland-and-a-once-in-a-lifetime-experience-auschwitz-1/
      Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi.
      Terima kasih.
      Salam,
      Sofie
    • By Bima TourTravel
      PROMO !!!!!! Ajak 10 Teman kamu Free 1 Orang
      One Day Trip Snorkling di Pulau Untung Jawa - Pulau Rambut - Pulau Kelor 10 DESEMBER 2017
      Biaya : 165.000 / Orang
      Detail Kegiatan :
      07.00 = meeting point di Muara Kamal
      08.00-09.00 = perjalanan ke Pulau Untung Jawa
      09.00-11.00 = Sorkling di Pulau Untung Jawa dan sekitar Pulau Rambut
      12.00-13.00 = Makan Siang
      13.00-14.30 = Explore Pulau Untung Jawa
      15.00-15.30 = Menuju Pulau Kelor
      15.30-16.30 = Explore Pulau Kelor
      16.30-17.00 = Kembali ke Muara Kamal
      17.30 = Tiba di Muara Kamal , Trip Selesai
      Price Include:
      1. Sewa Kapal transportasi
      2. Tiket masuk Pulau kelor dan Untung Jawa
      3. Alat Snokling/ Banana Boat ( Pilih salah satu )
      4. Makan Siang
      5. Air Mineral
      6. Dokumentasi Foto dengan Floaties dan Laybag
      Price Exclude:
      Biaya diluar Paket / Keperluan Pribadi
      Informasi & pendaftaran, segera hubungi
      Bima TourTravel
      Contact Person:
      Call/Whatsapp: 081380796096
      Pin BB : 2A568A6D
      Line Official : @bimatourtravel
      Website : www.bimatourandtravel.com
      Fanspage : @bimatourtravel