hobijalan2poto2

Nikmati Keramahan Raja di Tenggarong, Kukar

3 posts in this topic

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dengan pusat kotanya adalah Tenggarong kerap disebut Gerbang Raja. Entah mengapa disebut demikian, namun konon Kutai dahulu adalah Kerajaan yang meliputi Kota Samarinda, Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Salah satu bukti bahwa Kukar adalah Kerajaan yang meliputi Kota-Kota besar di Kaltim, salah satunya Balikpapan dapat anda lihat di auditorium Pemkot Balikpapan.

Disana ada foto historis, yang menunjukkan penyerahan hak eksplorasi minyak kepada Pertamina, sebelum namanya dikenal seperti sekarang. Kukar adalah Kerajaan Tertua di Indonesia, meski sekarang seiring perkembangan masing-masing Kota, memiliki Pemerintahan sendiri terpisah dari Kerajaan Kutai. Kukar pun demikian, dan dipimpin oleh seorang Bupati yang tak lain adalah anak perempuan dari Syauhkani, Rita Widyasari.

Sebagai wilayah tingkat Kabupaten, Kukar adalah wilayah yang paling luas diantara wilayah lainnya di Kaltim. Objek wisatanya pun beragam, mulai dari wisata sejarah, alam hingga kerajinan dan kesenian yang menarik untuk dinikmati. Berikut guidance yang bisa bermanfaat bagi anda untuk berwisata kemari. Simak!

1336139612-rental-mobil-jogja.jpgSewalah Kendaraan

Ada baiknya anda menyewa kendaraan kalau berwisata ke Kukar, lantaran wilayahnya yang sangat luas. Sebenarnya jika anda turun di Bandara Internasional Sepinggan, banyak juga yang menawarkan rental mobil menuju pusat Kota Kabupaten Kukar, yaitu Tenggarong dengan tarif antara Rp300-350 ribu. Sementara dengan taksi bandara anda akan dicharge antara Rp250-300 ribu, bukan dengan sistem argometer. Namun untuk memulai petualangan di Kukar, memang lebih baik dimulai lewat Tenggarong.

deluxe_room3.jpgCari Hotel Dulu, Baru Yang Lain

Cukup sulit mencari hotel di Tenggarong, apalagi bila anda baru datang kemari. Rata-rata pengunjung memilih menginap di hotel-hotel Samarinda, yang memang tak terhitung jauh dari Tenggarong. Tetapi ada 2 rekomendasi hotel di Tenggarong untuk anda, dimana keduanya merupakan satu grup. Pertama adalah Grand Elty Singgasana (GES) yang tarif permalamnya adalah Rp550 ribu, bintang 3.

Satu lagi juga berbintang 3 adalah Elty Suite Lesong Batu (ESLB), dengan tarif permalam Rp550 ribu untuk kamar tipe bussines. Posisi ESLB terhitung strategis karena berdekatan dengan Museum Mulawarman, Planetarium Jagat Raya dan Waduk Panji Sukarame. Untuk ESLB terletak di Jalan Panji, sementara GES ada di Jalan Pahlawan. Nah, GES bisa dibilang menang dari segi pemandangan. Karena terletak di pegunungan, maka anda akan takjub dengan suasana Kota yang tampak dari sini kala malam menjelang, dan kerlipan lampu menggoda anda.

 

  • Wisata Sejarah Yuk, ke Museum Tenggarong

Mau tau sejarah Indonesia? Mau tau sejarah Kaltim? Nah, sebagai Wilayah Kerajaan dijaman dulu, Pemerintah setempat sampai sekarang masih menyimpan dengan baik peninggalan-peninggalan bersejarah Kerajaan Kutai di Museum Mulawarman. Museum ini dibangun tahun 1936 dan merupakan bekas dari Keraton Kesultanan Kukar. Nah, unik bukan? Bahwa Keraton yang lekat dengan adat dan budaya Jawa, ternyata ada juga di Kaltim.

Datanglah kemari setiap hari, kecuali Senin dari pukul 08:00 - 16:00 wita. Banyak benda-benda bersejarah seperti porselen, keramik dan benda-benda unik lainnya milik Sultan Aji Batara Agung Dewa Sakti dan keturunanya. Kerajaan bercorak Islam ini, sekarang dipimpin oleh Generasi Ketiga yaitu Sultan Aji Muhammad Salehuddin II, beliau adalah Putera Mahkota bernama Aji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat. Oh iya, sebutan Kesultanan Kukar adalah Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, dimana beliau dinobatkan sebagai pewaris tahta pada 22 September 2001 lalu. Pewarisan kembali tahta ini merupakan bentuk pelestarian adat dan budaya Kutai Keraton.

 

  • Kenalan Dengan Suku Dayak Benuaq

Masih bingung sama suku Dayak Kalimantan seperti apa? Nggak perlu bingung. Sambangilah Desa Pondok Labu 25 kilometer dari Tenggarong. Di desa ini berdiam suku Dayak Benuaq. Rumah mereka unik dan menarik, pasalnya terbuat dari kulit kayu dan inilah rumah suku Dayak yang disebut Lamin. Cari angkutan umum saja menuju Desa Pondok Labu yang beroperasi setiap hari, lewat terminal angkutan desa Pasar Tangga Arung. Jumpai even menarik tiap tahun yaitu Upacara Ngugu Tahun.

 

  • Pulau Kumala the TMII Wannabe

Yes, Pulau Kumala dengan luas 76 hektar adalah objek wisata andalan Tenggarong. Pulau ini sengaja dibangun, dengan tujuan menyaingi popularitas Taman Mini Indonesia Indah (TMII), meskipun biggest fail alias gagal total. Uniknya, meski dianggap gagal total, warga Tenggarong Kabupaten Kukar mencintai Pulau ini. Buktinya Pulau Kumala tidak pernah absen dikunjungi warga, sekadar untuk pelesir. Disini ada Sky Tower dan Cable Car, yang menjadi satu-satunya atraksi berbeda yang ada di Kaltim.

 

  • Erau, Festival Tersukses di Kaltim

Tidak ada keraguan jika harus menyandangkan gelar bahwa Festival Erau, yang merupakan asal kata dari Eroh yang berarti ramai, riuh, ribut, bahagia dan gegap gempita; sebagai festival tersukses di Kaltim. Keseriusan Pemerintah setempat dalam upaya pelestarian budaya Kutai lewat even 2 tahun sekali ini, benar-benar terbukti. Lewat even ini, Kukar seperti berpesta tujuh hari tujuh malam, dan sukacita seakan membumbung didalamnya.

Festival ini dibuat untuk memeringati Upacara Tijak Tanah sang Sultan ketika berusia 5 tahun. Festival Erau dilaksanakan oleh kerabat Keraton sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan Sultan terhadap rakyatnya. Even ini dipastikan ramai dan riuh, karena orang tumpah ruah dijalan. Erau dibuat untuk memeringati berdirinya Kota Tenggarong sejak 29 September 1782, maka kosongkanlah jadwal berlibur anda di akhir September. Meski begitu, konon juga dikabarkan apabila tiap festival diadakan, selalu memakan korban jiwa. Kepercayaan pun berkembang yang menganggap, bahwa Eroh meminta tumbal atas kesemarakan pesta. Tetapi, tidak pernah sedikitpun Festival Erau mengurangi minat wisatawan lokal dan mancanegara.

 

Bagaimana, sudah siap menyusun ransel anda menuju Tenggarong Kabupaten Kukar? Bersiaplah. Pesan tiket dan paket wisata lewat jasa perjalan saja, karena umumnya mereka telah membuat paket-paket menarik untuk anda nikmati. Tetapi jika anda ingin mengeksplorasi keragaman dan keindahan Kukar seorang diri, mengapa tidak? September adalah jadwal terbaik mengunjungi Tenggarong Kutai Kartanegara. Selamat pelesir!

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By paksisung
       
      Wilayah Ini ialah pulau di Indonesia yang masih jarang banyak dijelajahi oleh Traveller namun memiliki banyak keunikan dan daya tarik termasuktermasuk juga kaya dengan warisan budayabudaya. Wilayah pulau Kalimantan terkenal dengan hutan tropis serta memiliki sumber daya alam yang terbanyak di Indonesia, dapat ditemukan Flora dan fauna eksotis di bumi Khatulistiwa. Pada zaman dahulu, pulau ini dihuni oleh orang Dayak sebagai penduduk asli Kalimantan. Kehidupan mereka tinggal di dalam hutan dan hidup secara berpindah-pindah. Akan tetapi saat ini perubahan dan arus modernisasi telah membuat beberapa masyarakat asli suku Dayak untuk bersosialisai dengan berbaur menjadi satu dengan masyarakat dari berbagai suku di perkotaan.
      Pada daerah asalnya, masyarakat Dayak hidup di rumah panjang yang disebut Lamin atau Radankng. Adapun biasanya sebuah rumah dihuni oleh 50 orang atau lebih. Tercatat Ada banyak suku Dayak serta sub suku yang tercatat tercatat di pulau KalimantanKalimantan ini. Sungai memainkan peran peranan yang sangat penting dalam komunikasi dan kehidupan penduduknya. Mayoritas masyarakat hidup dan berpusat di sekitar aliran sungai termasuk juga kegiatan mereka dan rumah. Kalimantan terbagi menjadi 5 provinsi yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah. Masing masing provinsi memiliki ciri khas, bahasa, potensi alam, budaya, dan keunikannya sendiri-sendiri. 

      Cagar Alam Dan Cagar Alam
      Wilayah Kalimantan memiliki beberapa cagar alam yang digunakan untuk membudidayakan flora serta fauna unik dan langkah di tempat ini. Beberapa diantaranya adalah :
      Kersik luway berlokasi di Sungai Mahakam,
      Taman Nasional Kutai yang berlokasi di Bontang,
      Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah, dan lain lain.
      Trekking Dan Petualangan
      Berpetualang di sepanjang sungai dengan melakukan tracking ke banyak tempat termasuk juga ke pedalaman merupakan salah satu kegiatan mengagumkanmenarik yang sering di lakukan oleh para traveller yang liburan ke Kalimantan. Terdapat banyak desa tradisional yang masih mencegah serta melestarikan adat istiadat mereka di Kalimantan.
      Kota Kota Utama Di Kalimantan
      Kalimantan terkenal sebagai salah satu pulau terbesarterluas di Indonesia. pulau ini memiliki beberapa kota terkenal yang menjadi kota kota utama diantaranya: Kota Balikpapan, Samarinda, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin dan Tarakan. 
      Akomodasi
      Tersedia banyak kota menarik yang memiliki banyak tempat menginap yang bisa kalian gunakan. terdapathotel hingga losmen serta restoran tersedia di Kalimantan. Selain itu, Kalimantan juga memilikimemiliki kehidupan malam yang menarik dengan berbagai fasilitasnya.
      Transportasi
      Transportasi diPulau Kalimantan yang sangat luas memang tidak sebaik pulau Jawa. Konsidi jalanJalan-jalan terlihat baikhanya di pusat kota dan rute yang merupakan arteri antar provinsi dan kota. Sedangkan, kondisi jalan yang berada di desa atau berada di luar kota seringkali terlihat rusak dan dipenuhi lubang. Namun, Transportasi di Kalimantan tergolong lengkap mulai dari bus antar provinsi, angkot untuk di kota, dan Angkutan umum lainnya. 
      Objek Wisata
      Kalimantan memiliki banyak spot wisata menarik diantaranya yakni Sungai Kuin yang merupakan pusat pasar terapung di Sungai Barito. Selain itu, terdapat juga tugu khatulistiwa di ibukota provinsi Kalimantan barat, Pontianak. Adapun beberapa tempat yang sering dikunjungioleh wisatawan adalah Bukit kelam, Labuan Cermin, Berau, Parakan, Balikpapan, Samarinda, Pontianak, dll. nikmati juga berbagai macam makanan khas kalimantan Barat dan kuliner khas kalimantan selatan 
      Budaya
      Tersedia 5 budaya dasar penduduk asli rumpun Austronesia di Kalimantan atau suku Kalimantan yaitu Banjar, Kutai, Banjar, Dayak dan Paser . Sedagkan, sensus BPS tahun 2010, suku bangsa yang Tersedia di Kalimantan Indonesia dikelompokan menjadi tiga kelompok yaitu suku Banjar, suku Dayak Indonesia terdiri dari 268 suku bangsa dan etnis asal Kalimantan yang lain. Etnis Melayu menempati wilayah pulau Karimata dan pesisir Kalimantan Barat, Sarawak, Brunei sampai pesisir Sabah. Sedangkan, suku Banjar menempati wilayah Kalsel serta sebagian Kalteng dan Kaltim. Adapun, etnis Kutai dan Paser menempati wilayah Kaltim. Adapun, suku Dayak menempati wilayah pedalaman Kalimantan. 
      Bahasa
      Sedangkan Bahasa yang digunakan di Kalimantan lazimnya adalah bahasa Indonesia. Akan tetapi, pada beberapa daerah seperti di Banjarmasin atau Kalimantan Selatan masyarakat di sana menggunakan bahasa banjar sebagai bahasa sehari - hari. Adapun jikakamu anda berkunjung ke Kalimantan Barat, masyarakat di sana lebih banyak memakaimenggunakan bahasa melayu. Begitu juga dengan Kalimantan Tengah. Mereka mempunyai bahasa sendiri yang berbeda dengan Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Banyak penduduk yang datang dari luar daerah juga membawa bahasa mereka seperti bahasa bugis, bahasa jawa, dan banyak yang lain. 
       

    • By Tarmizi Arl
      Pulau Seribu Sungai, Kalimantan terkenal sebagai paru-parunya Indonesia. Pulau yang ditempati oleh 3 negara ini memang memiliki ekosistem hutan tropis yang luas yang menjadikannya cukup kaya pula akan habitat satwa.
      Keelokan Pulau terbesar ke 3 dunia ini juga dapat kalian nikmati dikala senja tiba. Beberapa spot atau lokasi memiliki pemandangan terbaik untuk melihat sunset. Pengalaman wisata kalianpun tentu akan semakin kaya karena dapat menyaksikan langsung sang cahaya surya menghilang perlahan dari pulau yang terkenal juga dengan sebutan Borneo tersebut. Lantas apa dan dimana sajakah lokasi-lokasi pilihan untuk menikmati senja tersebut?
       
      1. Jangan Ketinggalan Tren untuk Merasakan Senja di Pantai Melawai Balikpapan

      Balikpapan, kota di Provinsi Kalimantan Timur ini tidak hanya terkenal sebagai kota industri minyak. Beberapa tahun belakang, Kota berpenduduk lebih dari 700 ribu jiwa tersebut juga mulai mengembangkan promosi kepariwisataan. Pengembangan tersebut mencakup pula perbaikan fasilitas dan tata kota termasuk pembangunan bandara yang kini masuk dalam jajaran Bandara megah di Indonesia.
      Salah satu objek wisata paling terkenal dari Balikpapan ialah Pamtai Melawai. Pantai yang berada di Sepanjang Jalan Sudirman tersebut sudah sangat populer oleh warga kota sebagai lokasi bersantai saat sore hingga malam. Hal tersebut karena pantai ini secara geografis menghadap barat yang berarti menghadap langsung ke arah matahari ketika menuju peraduannya. Ya, meskipun Balikpapan sendiri sejatinya berada di pesisir Timur Kalimantan, tetapi terdapat teluk kecil yang membelahnya sehingga terdapatlah sisi pantai menghadap Barat.
      Pantai Melawai sendiri bukan pantai berpasir, namun begitu pemerintah setempat sudah mengelola dan membangunnya sehingga tertata menjadi pelataran dan beberapa spot lainnya. Di sepanjang tepi pantai pula terdapat cafe-cafe dan toko-toko makanan sehingga membuatnya sangat nyaman untuk didatangi. Tak heran jika kawasan ini menjadi favorit berkumpul warga Balikpapan.
      Tidak hanya menarik untuk melihat lautan lepas, tetapi Pantai Melawai juga dihiasi oleh kapal-kapal segala ukuran yang tengah berlayar. Di salah satu bagian terdapat juga pulau kecil yang nampak timbul dari tengah lautan sehingga memberikan kesan berbeda. Semuanya akan terbingkai penuh pesona ketika senja tiba dimana semburat jingga akan memeberikan warna bagi Pantai Merawai.
       
      2. Bertabur Nyiur, Sunset dari Pantai Takisung Kalimantan Selatan akan Membuatmu Tak Ingin Cepat Beranjak

      Masih tak beranjak dari pantai, kali ini Kalimantan Selatan memiliki sebuah pantai di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Pantai yang berada sekitar 87 km dari ibukota provinsi di Kota Banjarmasin ini menjadi salah satu tempat favorit warga untuk berkumpul terutama saat sore hari. Apalagi lokasinya yang tidak begitu jauh dari Kota Banjarmasin dan karakter Kota Banjarmasin yang tidak akrab dengan nuansa pantai membuat Pantai Takisung menjadi lokasi paling masuk akal untuk warga kota yang ingin liburan.
      Keindahan pantai yang menghadap Laut Jawa ini ialah pasirnya yang membentang luas serta pepohonan kelapa yang menambah nuansa tropis yang khas. Di kawasan pantai ini juga ramai dengan jasa olahraga dan hiburan seperti banana boat, motor racing, serta kapal-kapal yang siap mengantarkan berkeliling pantai. Pedangan kaki lima juga banyak memenuhi pinggir pantai yang membuatnya semakin semarak. Kondisi ini memang terbilang terlalu ramai apalagi saat liburan, namun tetap saja menarik kunjungan wisatawan.
      Ketika senja tiba, maka panorama sunsetlah yang akan membuat siapa saja terpaku sejenak. Hamparan laut yang membentang luas menjadikan sunset nampak begitu jelas didepan mata. Bagi kalian pecinta fotografi, jangan sia-siakan keberadaan deretan nyiur yang akan menjadi siluet indah kala senja. Jika ingin lebih beragam lagi, kalian bisa menuju perkampungan nelayan yang berada tidak jauh dari pantai. Dari perkampungan nelayan ini suasana senja juga tak kalah menariknya, apalagi tergolong lebih sepi dari kawasan pantai.
       
      3. Kemilau Sunset Dari Sungai Kapuas, Mentadbirkan Kalimantan Sebagai Pesona Pulau Seribu Sungai

      Tak lengkap memang jika membahas kalimantan jika tidak membahas sungainya. Pulau berjuluk ‘seribu sungai’ tersebut memang memiliki kedekatan pada sungai. Sungai memiliki pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat Kalimantan, bahkan sungai jugalah yang membentuk pola kemasyarakatan disana.
      Banyak nya aliran sungai di Kalimantan sudah tentu menjadi potensi menarik pula bagi sektor kepariwisataan, seperti Sungai Kapuas yang berada di Kalimantan Barat. Sungai ini merupakan sungai terpanjang, tidak hanya di Kalimantan tetapi juga di Indonesia. Panjangnya mencapai lebih dari 1.100 km.
      Ada banyak pesona yang bisa dinikmati dari sungai Kapuas, termasuk ketika senja tiba. Jika kalian berada di Kota Pontianak sebagai salah satu wilayah yang dilalui Sungai Kapuas ini, maka sempatkan untuk menikmati keindahan Sungai Kapuas ketika sore hari. Kalian bisa mencoba naik perahu atau sekedar bersantai di tepian sungai. Memandangi sungai dengan beragam aktivitas didalamnya saat sunset tentu akan memberikan pengalaman yang berbeda. Apalagi jingganya langit yang memantul dari riak tenang arus sungai akan memberikan kemilaunya sendiri.
       
      4. Bukit Batas di Banjar Siap Menghadirkan Cantiknya Senja Tanpa Batas

      Kabupaten Banjar di Kalimantan Selatan ternyata memiliki pesona alam yang sangat istimewa. Di kabupaten yang beribukota di Martapura ini terdapat sebuah bukit yang dikenal dengan nama Bukit Batas. Lokasi persisnya ialah di Desa Tiwingan Baru, Kecamatan Aranio, atau lebih dikenal juga sebagai Wilayah Waduk Riam Kanan. Ya, lokasi bukit ini dikeliling oleh perairan berupa waduk yang berfungsi sebagai sumber air penggerak turbin PLTA.
      Keunikan dari Bukit Batas dan pemandangan waduk dibawahnya ialah adanya pulau-pulau kecil yang nampak bertebaran. Panorama ini membuat viewnya mirip dengan kepulauan Raja Ampat di Papua. Tak jarang, orang-orang yang kesana mebyebutnya sebagai miniatur Raja Ampat dari Kalimantan Selatan.
      Banyak wisatawan yang datang bahkan untuk camping, hal ini karena dari atas bukit tersebut, kalian bisa melihat sunrise dari sisi Timur. Dan ketika petang, Bukit Batas tak kehabisan pesonanya karena juga siap menyapa dengan cantiknya senja.
      Ketika senja, cahaya yang meredup seolah bersiap untuk berpaling ke balik perbukitan yang ada jauh didepan mata. Perbukitan juga nampak berlapis sehingga nampak sangat mempesona siapa saja yang melihatnya. Jingganya cahaya juga memantul dari perairan waduk yang tenang membuat nuansa semakin syahdu.
      Jika kalian tertarik untuk datang, perjalanan untuk menuju puncak Bukit Batas terbilang menantang. Perjalanan akan dilalui dengan 2 tipe yaitu darat dan perairan. Dari Bandara Syamsudin Noor, kalian bisa langsung menuju simpang 4 Banjarbaru dan menuju Sungai ulin lalu ke arah Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio. Barulah dari sana, tepatnya Pelabuhan Riam Kanan, perjalanan dilanjutkan dengan naik kapal  sekitar 30 menit menuju Pinus 2. Perjalanan belum berakhir justru dari sanalah pendakian dimulai. Pendakian sendiri tidak begitu lama yaitu sekitar 1,5 – 2 jam. Selama perjalanan, dijamin tidak akan merasa bosan karena akan ditemani pemandangan indah.
       
      5. Bukit Batu Daya di Ketapang, Sensasi Sunset yang Memperdaya Mata

      Jika kalian ingin melihat Bukit Batu Uluru atau Ayers Rock di Australia tapi belum memiliki kesempatan, maka kalian ada baiknya mengunjungi juga sebuah bukit batu yang tak kalah mempesona di Kalimantan Barat.  Tersebutlah Bukit Batu Daya, sebuah bukit batu dengan bentukan unik yang berada di Taman Nasional Gunung Palung, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
      Banyak sebutan untuk Bukit Batu Daya ini, beberapa menyebutnya Bukit Gantang dan beberapa lain menyebutnya Bukit Onta. Ya, kesemua sebutan tersebut menjadi bukti bahwa memang bukit ini berhasil memperdaya, sesuai namanya, Bukit Daya. Bukit ini memang akan terlihat berbeda-beda bentuknya jika dilihat dari sisi-sisi yang berbeda, seolah bukan satu bukit yang sama.
      Bukit ini memang sangat mempesona, bentukannya yang unik menjadikannya sangat bagus sebagai objek foto. Selain itu, bagi pecinta olahraga rock climbing, bukit ini sangat cocok dijadikan spot berlatih, hanya saja bentuknya yang sangat terjal membuatnya cukup berbahaya jika bukan atlit profesional.
      Namun begitu, bagi kalian yang hanya ingin menikmati keindahan Bukit Batu Daya ini, cukup memandanginya dari sisi-sisi yang diinginkan. Dan seperti yang sudah diungkap bahwa setiap sisi akan menghadirkan view yang berbeda. Jika ingin melihat nuansa yang lebih mempesona maka datanglah saat petang dari sisi timur atau memandang ke ufuk barat. Dari sana, panorama mentari dengan semburat cahaya jingganya akan membuat suasana Bukit Batu Daya semakin dramatis dan mempesona.
      Jika kalian tertarik untuk datang ke Bukit Batu Daya ini, kalian bisa langsung naik speedboat dari kota Pontianak menuju Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir. Jadwal regulernya ialah jam 9 pagi dengan biaya Rp 110 ribu. Perjalanan sungai akan ditempuh selama 3 jam. Setelahnya perjalanan dilanjutkan menuju Desa Perawas dimana dari sanalah kenggunan bukit ini sudah dapat terlihat. Namun jika ingin mengambil spot lebih dekat lagi, kalian bisa menggunakan jasa ojek.
       
      6. Pantai Pasir Panjang Singkawang Berselimut Senja Terakhir yang Menyapa Kalimantan

      Kalimantan Barat menjadi provinsi terakhir yang menerima cahaya mentari tiap sore harinya. Provinsi yang beribukota di Pontianak ini juga memiliki sejuta kisah tentang senja, salah satunya yang dimiliki oleh Singkawang, kota yang berjuluk Kota Seribu Klenteng.
      Kota Singkawang berjarak sekitar 145 km sebelah utara dari Kota Pontianak. Kota ini berjuluk Seribu Klenteng karena memang di sana terdapat banyak klenteng yang tersebar diseluruh penjuru kota. Hal tersebut tentu tak terlepas dari masyarakatnya yang memang kebanyakan keturunan Tionghoa, sehingga dikenal juga sebagai pecinannya Kalimantan Barat.
      Singkawang juga terkenal sebagai kota wisata. Selain karena multikulturnya, berbagai pesona alam juga bisa dinikmati di sana, salah satu yang populer ialah Pantai Pasir Panjang.
      Pantai yang berada di Kecamatan Tujuh Belas atau sekitar 30 menit dari Pusat Kota Singkawang tersebut merupakan pantai berpasir dengan karakter ombak yang cukup tenang. Kawasan sekitarnya juga masih alami sehingga cukup menyegarkan pandangan.
      Menikmati panorama Pantai Pasir Panjang akan semakin komplit jika datang kala senja. Sunset yang disuguhkan oleh pantai ini terkenal sangat difavoritkan oleh pengunjung dan wisatawan. Birunya air laut seolah berubah menjadi berkilau dengan sentuhan warna jingga khas cahaya sore. Bersantai sembari menikmati sunset menjadi pilihan paling tepat karena akan membuat kalian merasa tenang.
    • By Usman KualaSimpang
      Danau Sentarum. Pesona danau unik dan langka di Jantung Kalimantan


      Danau Sentarum adalah sebuah danau yang berada di kawasan ekosistem lahan basah, hutan rawa dengan kandungan air tawar, dengan curah hujan musiman yang cukup tinggi. Dengan perbukitan dan dataran tinggi di sekelilingnya, Danau Sentarum terlihat seperti sebuah mangkuk yang berisi air dengan tepian yang tidak rata.
      Dengan waktu tempuh sekitar 5 hari plus eksplorasi perjalanan darat yang tentunya dengan kondisi jalan cukup hancur lebur menuju jantung kalimantan, kami berhasil mencapai titik aman di Kota Putussibau, yang disebut sebagai Bhumi Unchak Kapuas.

      Danau Sentarum adalah sisi paling hulu dari Sungai Kapuas, salah satu sungai besar di Kalimantan. Dalam bahasa setempat, masyarakat menyebutnya sebagai Unchak Kapuas, atau sisi paling ujung dari Sungai Kapuas.
      Dengan luas lebih kurang 132.000 hektar, Danau Sentarum memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh Danau-danau besar lain di dunia. Danau ini adalah satu-satunya yang ketika musim penghujan, air melimpah dan titik terdalam dasar danau dari permukaan air bisa mencapai 8 – 10 meter. Ketika musim kemarau, air di danau sentarum perlahan mengalir menuju sungai kapuas dan hingga akhirnya mengering, menyisakan hamparan tanah luas yang pada banyak lokasi dapat dilintasi kendaraan hingga ke tengah Danau.
      Hal itulah yang kami lakukan ketika kami melakukan ekspedisi lintas Borneo. kami masuk hingga ke titik terdalam di Danau Sentarum yang mengering. Sempat berkendara sepeda motor hingga ke tengah danau, dan bertemu dengan penduduk setempat yang menjaga keramba mereka, yang tadinya mengapung di permukaan air, pada musim kemarau semua keramba tergeletak diatas tanah.


      Banyak ikan air tawar yang menggelepar kekurangan air. Penduduk setempat mengumpulkan ikan-ikan tersebut dan membawanya pulang. Sebagian mereka jual kepada yang membutuhkan, sisanya mereka konsumsi sendiri. Kami juga ikut memungut ikan-ikan tersebut. Salah satu ikan endemik asli yang sering dikonsumsi penduduk setempat adalah ikan Pathik. Ikan Pathik adalah sejenis ikan Baung dalam bahasa Indonesia. Ada juga ikan buntal air tawar khas danau Sentarum. Jika di Jepang membutuhkan keahlian khusus untuk mengolahnya, tidak dengan disini. Ikan Buntal danau sentarum sama sekali tidak beracun, Bahkan rasanya sangat lezat. kapan-kapan, datanglah ke Danau Sentarum untuk mencobanya, Selama nge-Camp di danau sentarum yang mengering, Ikan asli danau sentarum menjadi lauk kami setiap hari. Sedapp …..


      Oya, satu lagi. Danau sentarum terkenal akan penghasil Ikan Arwana kelas wahid, Banyak pendatang yang datang kesini hanya untuk mencari bibit ikan Arwana yang sangat terkenal itu. Untungnya kami bukan penggemar ikan arwana. Jadinya tidak merasa perlu bersusah payah membawa anak ikan arwana di bagasi motor … hahahaa..
      Salam Petualang …
       
    • By kyosash
      Hello Jalan2ners  
      Kali ini saya mau mencoba membuat Index dari beberapa thread2 yang ada diforum ini mengenai Kalimantan.
      semoga dapat mempermudah dalam pencarian informasi mengenai Kalimantan.
       
      Contoh Field report (catatan perjalanan yang dilakukan oleh Jalan2ners)
       
      Pulau Beras Basah (Kaltim)
      Wisata Pulau Derawan Kal-Tim
      Merah Putih di Pedalaman Borneo
      Pengalaman Jalan2 Waktu Sma Di Samarinda
      bukit bangkirai - nyebrang jembatan 40 meter diatas tanah
      Field Report Jalan - Jalan Ga Jelas ke Balikpapan
      Sharing kesan2 pertama kali ke Balikpapan.
      Martapura Dan Cempaka
      Field Report - Wisata Kerbau Rawa Di Danau Panggang
      Cap Go Meh Singkawang 2014
      Pesona Bumi Unchak Kapuas
      Perjalanan Ke Perbatasan Indonesia - Malaysia 1
      Pulau Simping, Smallest Island In The World!
      MIMILAND - BATU PAYUNG VILLAGE - SINGKAWANG - BENGKAYANG
      LEMUKUTAN
      SInka Island Park - Singkawang
      Pontianak Airshow 2014
      Wonderful Sunset|Pasir Panjang Beach, Singkawang Borneo
      Sekilas Cerita Dari Pontianak
      Foto foto kota Pontianak
      [Fr] 6 Jam Keliling Tarakan, Bisa!!!
      Ketemuan Sama Si Monyet Dufan A.k.a Bekantan
      Jembatan Barito
      Penangkaran Buaya Balikpapan
      Makan Malam Di Pantai Melawai
      Review Cafe: Chocotier Ballikpapan Center
       
       
      Hal-hal yang ingin diketahui mengenai Kalimantan, apa saja sih yang menarik?
       
      Tempat Wisata di Kalimantan
      Berwisata ke Hutan Lindung Sungai Wain di Kalimantan
      Ber-Agro Wisata di Kal-Tim? Mana Saja?
      Eksotisme Pulau Kakaban di Kepulauan Derawan
      Derawan Tak Kalah dengan Raja Ampat
      Pengalaman Jalan2 Waktu Sma Di Samarinda
      Ngulik Bontang, Kota Jarang Terekspose
      Pesona Kutai Timur ( Sangatta )
      keindahan Pulau BERAS BASAH ??
      Pulau Sewangi, Pulau Tempat Para Pembuat Jukung
      Pantai Angsana
      Museum Dara Juanti
      Istana Muliakarta, Peninggalan Sejarah Berharga di Kalimantan Barat
      Pulau Simping, Pulau Paling Kecil di Dunia dari Indonesia
      PULAU-PANTAI SELIMPAI, ANTARA PENYU DAN PESONA PINUS
      BUKIT KELAM, AYERS ROCK-NYA INDONESIA DI KALIMANTAN BARAT
      Pantai Pasir Panjang
      [Review] Tugu Khatulistiwa Pontianak (BWK)
      Pantai Pasir Panjang Singkawang
      Wisata Air Terjun Gunung Rian
       
      Lain2-nya
      Festival Mahakam Samarinda Event Tahunan
      Wisata Eksotis ke Kutai Timur
      Berbagai Wisata Bahari Di Sekitar Derawan (Berau/tanjung Redeb)
      Wiskul di Samarinda
      Jalan jalan ke Samarinda, Kota Tepian
      BERWISATA SAMBIL MENGENAL SUKU DAYAK DI SAMARINDA
      Tahun Baru Cina di Balikpapan
      Tempat Wisata yang Terluput di Balikpapan
      Antara Balikpapan - Samarinda
      Melongok wisata agro di Kalimantan Selatan
      wisata pertambangan emas
      Wisata Alam Baning, Sintang, Kalimantan Barat
      Sinka Island Park Singkawang
      Megahnya Tugu Khatulistiwa
      Pesona Pulau Randayan
      asoy, ada taman bukit bunga bougenvile di kalimantan
      Menjelajah Kota Pontianak
      Nyaru Menteng
       
      NOTE: untuk informasi tempat/obyek wisata lain-nya bisa lihat disini
      Balikpapan
      Barito Kuala
      Berau
      Bontang
      Kutai Kartanegara
      Martapura
      Palangkaraya
      Pontianak
      Samarinda
      Singkawang
      Tanahlaut
      Tarakan
       
       
      Tips dan Hal - hal yang mungkin perlu diketahui mengenai Kalimantan
       
      ada yang sudah pernah ke derawan
      Tips Perjalanan Kalimantan Timur, inilah kota yang bisa anda singgahi.
      Kenalan Sama Taman Nasionl Tanjung Puting di Kalimantan Tengah
      Tips wisata di Pulau derawan
      Tanya: Wisata Kalimantan Timur
      Mancing Mania di Balikpapan
      Tips Wisata Kuliner di Balikpapan
      Tips Menikmati Wisata Belanja di Pasar Inpres Kebun Sayur
      Transportasi Praktis mengeksplorasi kota Balikpapan
      Yang Baru, Yang Seru di Balikpapan
      Recommended Spots in Balikpapan
      Mencari Pesawat dan Penginapan Murah di Balikpapan
      Balikpapan - Enakan kemana? naik apa?
      [share+Ask+Answer] Transportasi di Balikpapan
      TIPS BACKPAKERAN KE BANJARMASIN
      Eksplorasi Lengkap Kota Banjarmasin
      Sedikit Tentang Kalbar
      Panduan Wisata Kalimantan Utara
      All About Wisata ke Kalimantan Tengah
       
       
      Semoga informasi2 diatas dapat membantu anda dalam mencari informasi.
       
      Mohon Maaf Sebelumnya Jikalau Ada Kesalahan/Kekurangan, mohon panduan-nya   Kalau ada yang mau menambahkan pun di-persilahkan  
    • By MotorMasse
      Nafas kota Martapura memang mengalir dari hasil bumi berupa intan dan permata. Didulang secara tradisional, dijual melalui pedagang eceran dan toko-toko …

      Perdagangan intan dan permatanya terpusat di Pasar Intan Cahaya Bumi Selamat. Sentra oleh-oleh khas Martapura ini berjarak sekitar 40 km dari Kota Banjarmasin. Jika datang dari Bandara Syamsudin Noor jaraknya akan lebih dekat melalui rute Banjarbaru - Martapura. Rute dengan jalanan mulus dan ramai memperlihatkan kesibukan kota kecil itu yang ternyata menyimpan ‘harta’ melimpah. Pasar Intan Cahaya Bumi Selamat (CBS) bisa membuat  surprise pengunjung yang sebelumnya tidak pernah mampir ke tempat ini. Beberapa pedagang intan asongan akan banyak dijumpai, mereka tidak tampak sedang membawa barang berharga. Namun siapa sangka di dalam kantong bajunya terdapat batu intan dan permata yang bernilai besar.

      TOKO INTAN DAN PERMATA “KALIMANTANâ€
      Parkir kendaraan di bawah terik matahari Kota Martapura tak menyurutkan semangat kami untuk menyisir pertokoan yang memiliki nuansa warnawarni itu. Ketika membawa oleh-oleh menjadi suatu kewajiban, terkadang kita akan direpotkan dengan toko yang dituju maupun harga eceran dari produk yang ingin dibeli. Untuk mengantisipasinya saya memilih satu tempat rujukan yaitu toko oleh-oleh “KALIMANTANâ€. Toko ini cukup mudah dicari karena didominasi oleh warna kuning. Nuansa kental warna kuning membedakan secara kontras dengan toko-toko lain di sebelahnya. Sudut-sudut tokonya  tampak padat. Pelayan-pelayan toko berbaju kuning tampak ramah melayani setiap pertanyaan pembeli. Jadi atau tidaknya membawa pulang belanjaan menjadi urusan belakangan bagi para pelayan toko tersebut.

      Oleh-oleh permata di sini memiliki banyak variasi harga mulai dari Rp. 25,000 yaitu berupa perhiasan batu intan berbentuk kalung dan gelang hingga untaian  berlian seharga jutaan rupiah. Dengan gaya perjalanan ‘low budget’ dan keinginan memuaskan permintaan oleh-oleh, praktis saya harus memilih ragam barang dengan harga miring. Cukup bingung juga memilih oleh-oleh yang tersedia di toko tersebut mulai dari gantungan kunci, tas, dompet, penutup pena, batu cincin hingga untaian gelang dan kalung. Setelah sekian lama melihat-melihat, akhirnya pilihan jatuh pada untaian gelang dan kalung serta paket gantungan kunci, murah meriah dan mudah dibawa. Pilihan lainnya adalah kain sarung dengan lipatan kecil yang sangat berguna sebagai ‘teman’ traveling. Soal harga tidak perlu khawatir, belanja di toko ini dijamin lebih murah. Di samping itu untuk potongan pembelian dengan jumlah banyak bias langsung ‘merayu’ kasir saat membayar.

      PENDULANGAN INTAN CEMPAKA
      Jika di atas adalah sentra penjualannya, yang satu ini adalah sumber dari segala sumber kekuatan pariwisata Kota Martapura. Semua berawal di pendulangan intan Cempaka, lokasinya berada di tenggara kota Banjarbaru yaitu Jl. HM Cokrokusumo, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa menggunakan moda transportasi baik roda dua maupun empat. Kondisi daerahnya sendiri harus keluar dari jalur utama dan kemudian sedikit melintasi badan jalan non-aspal. Tahun 60-an merupakan awal kemahsyuran kota Martapura. Intan seberat kurang lebih 165 karat ditemukan di Cempaka yang kemudian menjadi konsumsi berita di mana-mana. Tak ayal secara massal intan yang kemudian dikenal sebagai intan Trisakti ini menjadi incaran banyak pihak. Selanjutnya bias ditebak, pendulangan intan dibangun di segala penjuru dengan menggunakan metode tradisional. Tahap pertama menembak tanah galian dengan air.

      Selanjutnya material yang tertembak seperti pasir, tanah campur bebatuan masuk ke mesin penyedot bertenaga pompa. Menara kayu tradisional, dikenal dengan nama Sambuk, berfungsi sebagai penyaring. Hasilnya akan jatuh ke sebuah kolam buatan. Terakhir adalah bagian yang paling menuntut kesabaran yaitu mendulang intan secara manual. Pendulang turun ke kolam untuk kemudian menyaring menggunakan alat yang disebut Linggangan. Di sinilah kesabaran mulai diuji karena si pendulang tidak akan tahu pasti kapan ‘harta’ intan itu muncul. Gayung demi gayung Linggangan menyaring intan dari pasir dan air yang melekat.
       


      Lamanya waktu untuk bisa mendapatkan intan tidak bisa diukur. Tidak heran hasil apapun yang mereka dapat harus bisa disyukuri agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebut saja pak Fuad, kerja kerasnya kadang tak berbuah dari pagi hingga sore. Tubuhnya tampak makin legam akibat sinar matahari yang langsung menerpa punggungnya. Atap kain yang biasa terpasang di atas kolam pendulangan sudah tampak lusuh dan banyak lubang. Sinar matahari tanpa ampun kadang langsung ‘menggigit’ tubuhnya yang jauh dari kesan kekar. Lipatan kertas rokok berisi butiran intan kadang menjadi sulit terjual karena harga dari calo memiliki nilai keuntungan yang tidak banyak. Padahal jika dicermati harga intan atau apapun yang dihasilkan dari desa Cempaka ini akan berlipat-lipat ketika masuk ke pasar kota. Hilang sudah ‘harga’ sebuah usaha pendulang yang selalu berjibaku dengan terik panas matahari. Itu belum dihitung resiko jika terjadi longsor dari galian yang sudah ada.

      Selain pendulang, penjual asongan intan dan permata ternyata juga banyak bermunculan di sekitar area tambang. Hasil pendulangan yang sudah dibuat cantik melalui proses pemolesan dijual dengan harga yang lebih murah dari harga pasar di kota besar. Perbedaan itulah yang dicari wisatawan untuk bias menangguk untung dari pembelian intan dan permata dengan harga miring.
      Buat traveler yang hendak masuk area pertambangan kiranya memperhitungkan ‘dress code’-nya. Baju yang tidak panas, topi hingga sun block plus alas kaki yang lebih bersahabat. Hal ini tentunya dapat menambah kenyamanan saat menelusuri tambang demi tambang. Tidak mengganggu kerja pendulang sangat diharapkan  meski di beberapa kesempatan wisatawan bisa merasakan langsung turun ke kolam untuk mendulang ‘harta karun’. Wisata ini bisa dijadikan sebagai kategori wisata edukasi karena banyak hal yang bisa kita ketahui dari pendulangan tradisional ini.

      WISATA BANJARBARU
      Lalu di mana alternatif lokasi wisata di sekitaran Banjarbaru jika sudah selesai mengunjungi kota intan Martapura dan pendulangannya di Cempaka? Banyak pilihan jenis wisata termasuk wisata alam, budaya hingga sejarah. Bicara sejarah, wisatawan bisa mendatangi museum Lambung Mangkurat yang banyak menjelaskan sejarah Banjar. Kekuatan museum ini terletak pada koleksi barang-barang peninggalan yang terpelihara dengan sangat baik, termasuk beberapa diorama yang menggambarkan Banjar pada masa lampau. Tak hanya itu, Museum Lambung Mangkurat juga menyajikan silsilah kesultanan Banjar hingga pakaian dan adat istiadat yang penjelasannya dilakukan dengan baik oleh kurator museum.

      Untuk wisata alam, Banjarbaru dan Martapura yang saling bertetangga memiliki destinasi wisata danau dan PLTA Riam Kanan yang apik. Teriknya matahari tentunya tak bisa dihindari saat ‘plesiran’ di Kota Martapura, Banjarbaru dan sekitarnya. Kemudahan transportasi memang masih menjadi hambatan untuk bisa mencapai banyak destinasi wisata di Kalimantan Selatan. Pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat untuk memaksimalkan ‘harta’ Kalimantan Selatan agar semua kalangan masyarakat bisa menikmatinya.
       
      NB :
      Terimakasih kepada Tuhan YME yang sudah memberikan saya kesempatan ke tempat-tempat ini, 10,000 kilometer perjalanan bermotor di bumi Borneo.
      Artikel sudah diterbitkan di majalah TravelXpose dan di republish di tautan web TravelXpose ini.
       

    • By adriepn
      Tanggal trip : 17-20 April 2014
      Destinasi trip : Maratua – Sangalaki – Kakaban – Derawan - Nabucco
      Peserta trip : 6 orang termasuk saya
      Travel : Kakaban Tour
      Biaya trip : Silahkan kontek saya untuk detailnya 0818986510

      All picture taken by iPhone 5S, not a pro camera. So perhaps some picture is not too sharp.
      Except for underwater photo, is taken by Nikon Powershot G12 with underwater casing.


      Setelah berdebat panjang tentang tujuan liburan kami di bulan April, akhirnya kami memutuskan untuk liburan ke Derawan. Berhubung ini perjalanan pertama kami, kami memutuskan memakai jasa travel supaya semua lancar. Travel yang kami pilih adalah Kakaban Tour.

      And now is the story…

      DAY 1 – 17 April 2014

      Kami berangkat dari Jakarta dengan pesawat Lion Air jam 5 pagi. Bisa dikatakan ini penerbangan paling pagi menuju Tarakan. Iya, kami memutuskan untuk mengambil jalur Jakarta – Tarakan – Derawan.

      Jalur lainnya sebagai alternatif adalah Jakarta – Balikpapan – Berau – Derawan. Namun, jalur alternatif ini terlalu panjang dan berpotensi membuat kita lelah di jalan. Tapi tergantung Anda lagi mau pilih jalur mana.

      Perjalanan ditempuh kurang lebih 3,5 jam dan kami tiba di Tarakan sekitar jam 9 pagi. Sesampainya di Tarakan, kami disambut oleh Guide kami, Mas Ryan. Dari bandara, Mas Ryan mengajak kami untuk sarapan dulu sebelum menyeberang ke Derawan karena perjalanan ke Derawan akan menempuh waktu selama 3 jam.


      Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara (KalTara)

      Usai sarapan, kami pun memutuskan mengisi perbekalan selama disana. Cemilan, minuman, peralatan mandi, dsb, yang kami pikir akan sulit didapatkan disana. Pukul 11 siang, kami tiba di Pelabuhan Tengkayu Tarakan untuk menyeberang ke Derawan. Kapal yang kami gunakan untuk menyeberang adalah speedboat fiber bermesin tunggal dengan kapasitas 250 HP.



      Berhubung kami menggunakan jasa travel, maka speedboat kami pun telah dicarter hanya untuk kami saja. Saya tidak tahu dengan prosedur travel lainnya, tapi travel yang kami pakai mencarter speedboat hanya untuk kami.

      Tepat pukul 11.30 WITA kami berangkat menuju Derawan menggunakan speedboat. Keadaan laut saat itu cukup tenang sehingga kapal dapat dilaju cukup kencang, kurang lebih sekitar 70-80 km/jam. Namun karena laju kapal yang cepat, membuat hentakan badan speedboat dengan permuakaan air, menjadi lebih keras. Untung saya sudah minum Anti*o, sehingga tinggal pasrah dengan efek biusnya.



      Walaupun trip kami ini ke Derawan, namun kami menginap di Pulau Maratua. Kurang lebih sekitar 1 jam dari Pulau Derawan. Tarakan – Derawan = 2,5 jam + 1 jam ke Maratua = 3,5 jam.

      Jam tangan saya menunjukan pukul 16.00 WITA saat kami tiba di Maratua. Sebagai info, Maratua dikhususkan kepada para tamu yang hobi diving. Sehingga saat Anda ke Maratua, mereka memiliki diving set yang lengkap untuk disewa oleh para tamu seperti snorkel, masker, fin, BCD, Nitrox, dll. Namun jika Anda hanya sekedar snorkeling, membawa set snorkeling Anda sendiri sangat disarankan agar Anda lebih puas & tenang liburannya.



      Di Maratua hanya ada 1 penginapan yaitu Maratua Paradise Resort. Kelebihan resort ini adalah vila penginapannya berada di atas laut. Ada juga vila yang berada di tepi pantai, namun hanya ada 8 unit saja. Bagi Anda yang ingin mendapatkan “perfect runawayâ€, tempat ini sangat direkomendasikan.



      Setibanya kami di resort, kami langsung menuju vila masing-masing untuk beristirahat. Khusus buat saya, saya perlu menyadarkan diri dari bius Anti*o.

      Pukul 5.30 WITA kami sudah siap-siap untuk menyambut sunset pertama kami di Maratua. Sepanjang garis horizon, kami hanya melihat hamparan laut yang jernih dan tenang. Tidak ada ombak yang menggulung.

      Dan sang Mentari Senja pun tiba dengan anggunnya di Maratua.



      Tidak ada dari kami yang mampu menyimpan hp di kantong. Selama 1 jam, kami semua begitu damai dalam posisi seperti tripod.

      Kami baru beranjak darI spot kami, setelah Mas Ryan (guide) kami mengundang kami untuk bersiap makan malam di resto apung.



      Semua di Maratua Paradise Resort, berada di atas laut, termasuk restorannya. Sebuah pengalaman yang seru saat kita menyantap ikan bakar sambil ditemani ikan yang berenang sambil memandangi kami. Mungkin dalam hatinya sang ikan, “Titip sodara gw di perut lo yeee…â€

      Meminjam slogan Cherrybelle, hari pertama di Maratua, kami lalui dengan ISTIMEWAAAAA..

      DAY 2 – 18 April 2014

      Hari itu kami bangun sangat pagi. Bukan untuk mengejar sunrise, tapi untuk mengejar Pari Manta. Ya, hari itu kami menuju Pulau Sangalaki dimana disekitar pulau tersebut adalah tempat favorit para Pari Manta untuk muncul ke permukaan.
      Start pukul 8 pagi dari resort, speedboat kami mulai melaju kearah Sangalaki. Baru setengah perjalanan, kapten kapal melambatkan laju speedboatnya. Kami pikir kami akan snorkeling di tengah laut, namun teriakan semangat sang kapten membuat kami mengeluarkan seluruh perlengkapan foto.

      “Lumba-lumba arah kiri !â€

      Benar saja. Terlihat kawanan lumba-lumba dari kejauhan. Sirip punggung mereka, bergantian muncul di permukaan. Lalu menghilang. Harapan bertemu lumba-lumba dari jarak dekat pupus sudah.

      Namun, tak lama kemudian, terdengar seperti orang bersiul yang lambat laun mendekat kea rah speedboat kami. Ternyata kawanan lumba-lumba tersebut berenang kearah kami, lalu mensejajarkan diri dengan kecepatan speedboat.

      Saya hitung ada sekitar 10-15 ekor lumba-lumba pagi itu yang menyambut kami. Mereka pun tak malu-malu menampakan diri. Dari berenang hanya sejarak 1 lengan saja dari speedboat hingga loncat akrobatik di atas permukaan air. Mereka seperti bisa membaca perasaan kami yang ingin melihat mereka lebih dekat.



      Hampir selama 30 menit lamanya, para kawanan lumba-lumba berenang di segala penjuru kapal, hingga akhirnya menghilang. Tak apalah, akhirnya kami melihat lumba-lumba dari jarak yang sangat dekat untuk beberapa waktu lamanya. Membuat semangat pagi itu semakin bergelora.

      Namun sayang, kami tidak bertemu sang Pari Manta karena kondisi laut saat itu sedang surut. Not our lucky day.

      Tak lama kemudian, kami tiba di Pulau Sangalaki. Sekedar informasi, Sangalaki adalah pusat penetasan tukik penyu. Menetas pada pagi dini hari dan dilepaskan sore harinya. Tujuannya jelas, menjaga penyu dari kepunahan, dari mangsa predator (musang & biawak), serta dari pencurian telur. Saat ini telur penyu sudah dilindungi oleh undang-undang sehingga perlu tindakan nyata untuk menjaga telur-telur ini dari tangan jahil. Dan mereka di Sangalaki, sudah memulainya dari bertahun lamanya.



      Tapi foto tetap wajib hukumnya..

      Setelah selesai berjumpa dengan para tukik, kami melanjutkan perjalanan ke spot diving pertama. Namun, karena kami semua belum menjadi Diver berlisensi, maka kami hanya melakukan snorkeling saja.

      Spot pertama di Sangalaki sungguh menawan. Ditunjang oleh cuaca cerah saat itu, jarak pandang ke dalam air sangat jelas. Kami bisa melihat dasar karang yang berjarak sekitar 5-7 meteran.

      Berhubung ini adalah kali kami pertama nyemplung di perairan Derawan, maka 15 menit pertama lebih kepada penyesuaian diri terlebih dahulu. Arah arus, kuat arus, arah angin, menjadi salah satu pertimbangan kami saat itu. Kami beruntung dipandu guide professional yang juga seorang Diver Berlisensi, sehingga kami lebih merasa aman.

      Kadar garam di perairan Derawan, termasuk Sangalaki, termasuk tinggi. Sehingga untuk sekedar melakukan freedive, cukup membutuhkan usaha ektra. Tapi itu semua terbayar dengan pemandangan bawah laut yang menakjubkan.



      Setelah 1 jam kami snorkeling disana, naga di perut meraung-raung meminta jatah makan. Jadilah kita mlipir ke Pulau Derawan. Di Derawan kami hanya sekedar makan siang dan istirahat, setelah itu lanjut snorkeling di Pulau Derawan.

      Di Derawan, rencananya kami akan bermain bersama penyu. Jika melihat penyu saat di darat atau sedang bertelur, kami sudah sering melihatnya. Berenang bareng penyu ? That would be awesome!



      Selesai bermain bersama penyu, kami lanjut ke Pulau Pasir. Dikatakan Pulau Pasir karena sebenarnya ini adalah dasar laut saat air pasang. Saat air surut, maka timbullah si pasir ini sehingga seperti pulau.

      Pulau Pasir salah 1 spot keren untuk foto-foto. Pasir putih, air jernih kebiruan, view sekitar yang OK, jadilah 1 paket foto keren.



      Setelah puas bermain di Pulau Pasir, kami kembali ke Maratua untuk mandi, beristirahat dan siap menyambut sunset kembali. Oleh-oleh hari kedua adalah.. gosong!

      DAY 3 – 19 April 2014

      Inilah hari yang paling kami tunggu karena hari ini kami mengunjungi Pulau Kakaban. Pulau atol yang terkenal karena penghuni ajaibnya, yang tak lain tak bukan adalah Ubur-Ubur Tak Berbahaya.

      Ubur-ubur pada umumnya akan menyebabkan gatal dan panas pada kulit, apabila sulurnya terkena kulit kita. Namun, di Pulau Kakaban, mereka tidak menularkan gatalnya.

      Setelah speedboat merapat di dermaga, kami masih harus trekking sekitar 5 menit berjalan kaki. Trek nya adalah tangga kayu berkontur. Ada bagian yang menanjak, datar, dan turunan.



      Kami begitu tak sabaran untuk nyemplung bersama para ubur-ubur, begitu kami tiba di tepian danau Kakaban. Dari atas dermaga di pinggir danau, kita bahkan sudah bisa melihat rombongan ubur-ubur yang sedang berenang santai. Sepertinya hidup mereka begitu indah, tanpa perlu memikirkan meeting proyek..



      Perlu dipatuhi peraturan snorkeling di Danau Kakaban : Pertama, tidak boleh menggunakan fin karena ubur-ubur termasuk hewan yang fragile & kalau pakai fin, ubur-ubur akan tersapu kibasan fin kita.

      Kedua, tidak boleh nyemplung masuk danau dengan loncat. Itu semua demi kelangsungan hidup para ubur-ubur & agar danau tidak menjadi keruh. Ketiga, berenanglah dengan sesantai mungkin. Ya, santai saja seperti ubur-ubur.

      Sekarang, mari kita nyemplung.

      Sungguh beda rasanya berenang bersama ubur-ubur. Terakhir saya berenang bersama ubur-ubur, saya harus pake salep kulit sekujur badan setelah berenang…

      Ada 3 jenis ubur-ubur di Danau Kakaban. Jenis ubur-ubur berukuran normal (sekepalan tangan) berwarna oranye cerah, jenis ubur-ubur mini, dan jenis ubur-ubur transparan.




      Snorkling semakin ke tengan danau, akan semakin banyak ubur-ubur yang kita jumpai. Pada umumnya, pengunjung hanya nyemplung di pinggiran danau saja sehingga area tersebut menjadi sangat keruh.

      Bermain bersama ubur-ubur ramah, sungguh damai. Waktu seolah berhenti. Saya sampai perlu dipanggil untuk diingatkan bahwa sudah waktunya lanjut ke spot berikutnya.

      Guide kami bilang kepada kami bahwa spot snorkeling berikutnya adalah yang the best dari Kakaban. Tempat itu disebutnya Wall Point. Ternyata spot nya hanya berjarak 100 meter dari dermaga Pulau Kakaban.

      Setibanya di spot, kami melihat coral yang cantik dari atas speedboat. Kondisi cuaca saat itu memang sedang cerah sehingga kami bisa melihat hingga ke dasar.

      Kejutan tiba saat kami semua sudah nyemplung. Saat sedang asik menelusuri jalur coral, kami dikejutkan oleh kontur coral yang semakin turun ke dalam. Namun, karena rasa penasaran kami lebih besar, kami terus maju. Dan kami pun tersadar kenapa itu disebut Wall Point.

      Wall Point adalah istilah untuk coral yang berjejer secara vertikal hingga membentuk seperti dinding besar. Ditambah dengan warna coral yang terang dan ikan berwarna cerah yang hilir mudik di depan masker kami, membuat Wall Point mendapat 4 jempol dari kami.

      Bisa dikatakan Wall Point seperti palung di samudra. Namun sebenarnya ini adalah “kaki†dari si pulau atol Kakaban.



      Memang benar trip ke Derawan ini adalah pengalaman yang luar biasa. Kami selalu disuguhi pemandangan bawah laut yang memang luar biasa. Saya belum bisa membandingkan dengan Raja Ampat, Wakatobi, atau Bunaken, karena saya belum pernah ke 3 tempat yang disebutkan tadi.

      Kurang lebih kami menghabiskan waktu 2 jam di Wall Point karena its so stunning!

      Ada rasa belum puas saat harus menyudahi petualangan di Wall Point. Namun, time is up dan siap lanjut ke spot 3, yaitu Kakaban Lagoon.

      Kakaban Lagoon adalah seperti sungai yang terjebak di dalam pulau karang. Terjebak karena kondisi surut & baru mengalir kembali saat pasang. Untuk mencapai Kakaban Lagoon, kita harus memanjat karang secara vertikal dengan tangga kayu & sedikit rock climbing. Betul-betul rock climbing!



      Setibanya di atas, kami disuguhi lokasi yang super-duper-keren. Biru air, pasir putih, hijaunya pohon, dan kesunyian. It's a perfect a place to hide!



      Dari Kakaban, kami kembali menuju Maratua untuk makan siang dan beristirahat. Tepat pukul 2 siang, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Nabucco.

      Sebagai informasi, Pulau Nabucco adalah pulau resort yang diperuntukan bagi wisatawan berkantong tebal. Kantong kami pun tak kalah tebal, hanya saja tebal oleh bon…

      Pulau Nabucco terletak berjarak 30 menit speedboat dari Maratua. Secara administrasi, Nabucco masih 1 kelurahan dengan Maratua.

      Setelah menerjang ombak yang cukup tinggi untuk menuju Nabucco, akhirnya kami pun tiba disana. Kondisi nya sungguh terpencil danjauh dari keramaian. Untuk yang mengincar suasana sepi, Nabucco bisa menjadi pilihan tempat menginap. Bagi kami, Nabucco terlalu sepi.

      Untuk view, Nabucco punya nilai tawar yang tinggi untuk itu. Air sebening kaca dan pasir putih, menjadi latar foto kami. Ya, yang kami lakukan hanya berfoto disana. Foto, foto, foto, dan foto. Disini wajib narsis, atau menyesal tidak menjadi narsis.



      Kami hanya menghabiskan waktu selama 1 jam saja di Nabucco karena kami ingin bermain air di pantai Maratua. Jadilah sore itu kami kembali ke Maratua dan bersiap mengabadikan sunset terakhir sebelum esok hari kembali ke dunia nyata.

      DAY 4 – 20 April 2014

      Inilah hari galau. Galau karena kami tidak mau kembali ke Jakarta. Tapi kalau tidak kembali, mau makan apa besok…

      Berfoto dulu di dermaga Maratua sambil mengucap dalam hati bahwa ini bukan perjalanan terakhir ke Derawan. Ini hanya awal dari trip Derawan berikutnya.



      Speedboat pun perlahan meninggalkan dermaga Maratua. Tidak ada satu pun dari kami yang melepaskan pandangannya dari Maratua. Tempat kami berenam menghitamkan kulit.

      Semua terdiam.

      Sekitar pukul 12 siang, kami tiba di Pelabuhan Tengkayu, Tarakan. Menaiki bus penjemput pun dengan badan lemas. Lemas karena masih ingin liburan.

      Mas Ryan sebagai guide kami, membaca air muka kami. Tanpa sepengetahuan kami, Mas Ryan memerintahkan sang sopir menuju Hutan Bakau Kota di tengah kota Tarakan.

      Kondisi bakaunya sangat terjaga dan semangat kami mulai kembali. Kenarsisan kami mulai datang lagi. Bahkan kami pun bertemu para rombongan Bekantan. Tau Bekantan ? Monyet berhidung panjang yang dijadikan maskot oleh Dufan.




      Akhirnya jam menunjukan pukul 1.30 siang. Waktunya kami menuju bandara karena pesawat kami akan berangkat pukul 3 sore.

      Berpamitan di bandara pun terasa berat bagi Mas Ryan. Walau dia mencoba tegar, terlihat bahwa matanya berkaca-kaca. Semoga kami meninggalkan kesan yang baik kepadanya, agar kalau kami kembali ke Derawan, Mas Ryan mau menemani kami lagi.

      Kami pun sangat berterima kasih kepada Mas Ryan karena telah begitu perhatian, sabar, dan telaten kepada kami selama di Derawan.

      Kami menaiki pesawat Lion Air. Walau duduk kami pada 1 deret yang sama, kami hanya bisa tersenyum kepada 1 sama lain. Bahkan kami cuma bisa termenung saat mentari senja mengiringi perjalanan pulang kami.








      Derawan, we will meet again…