Sign in to follow this  
via

Indahnya kuil di Jepang

11 posts in this topic

Kalau Jalaner's ada rencana ke Jepang, boleh juga mengunjungi Kyoto di jepang memang Kyoto ini lebih dikenal sebagai kota pelajar, tetapi disini juga terdapat kumpulan kuil yang indah dan unik.

 

Salah satunya adalah Kiyomizudera yang terletak dipuncak bukit, cara untuk menuju kesana memang agak melelahkan karena kita harus menapaki jalanan yg menanjak, lumayan menguras tenaga.

 

Namun begitu sampai diatas pemandangan alam yang berpadu dengan bangunan kuil yg terbuat dari kayu sangat bagus dan mencengangkan, nga sia sia perjuangan untuk mencapainya.

 

Waktu yang paling tepat untuk ke Kyoto adalah sepanjang tahun, artinya baik musim semi, dingin, panas maupun gugur tidak mengurangi pesona kota ini sehingga membuat pengunjung selalu mengunjungi tempat ini tiap tahunnya.

 

post-41-0-92303600-1359385154_thumb.jpg

 

post-41-0-42327600-1359385166_thumb.jpg

 

post-41-0-34026400-1359385199_thumb.jpg

 

post-41-0-48411400-1359385218_thumb.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Jadi ngiler kepengen hunting foto ke sana, tempatnya kok mirip banget kyk di anime ya, malah lebih cakap nih :D duh romantis sekali warna2nya, tapi jadi pengen tau apakah sepanjang tahun selalu secerah itu warnanya atau ada waktu2 tertentu ya :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Jadi ngiler kepengen hunting foto ke sana, tempatnya kok mirip banget kyk di anime ya, malah lebih cakap nih :D duh romantis sekali warna2nya, tapi jadi pengen tau apakah sepanjang tahun selalu secerah itu warnanya atau ada waktu2 tertentu ya :)

ya emanz bagus bgt, menurut info sich sepanjang tahun tetep menakjubkan, jadi tetap cerah dan indah, yg penting siapin stamina aja krn jalan kesana nya yg memerlukan energi dan tenaga extra :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Bluebell
      Osaka 18 - 20 Agustus 2018
      Ramenkiou
      Saya diajak teman saya untuk mencoba ramenkiou di daerah tanimachi 9.. dan kita memesan gyoza
      Ramen nya menurut saya kuah nya enak... dan gyoza nya kurang banget (alias ga enak)




      Shirasagido
      Lalu kita mencoba dessert jepang yaitu mochi dan ice cream matcha.. beda banget mochi nyaaaaa... lembut dan enak...
      Shirasagido ini berada tepat di seberang hajime kastil
       
       






      Cremia
      Setelah mencoba dessert coba.. kami jalan lagi dan mata saya melihat ice cream "cremia".. saya langsung membeli.. cone nya beda karena cone nya dari biskuit tp sangat disayangkan es krimnya mencair.. huhhh...



    • By deffa
      Hola Deffa Here!
      Jadi, waktu saya dan istri babymoon ke Jepang bulan Februari lalu itu dalam kondisi cuaca yang musim dingin/salju. Nah, karena saya tidak punya Winter Coat dan kami akan menuju ke Shirakawago yang bersalju tebal, beli di Indonesia mahal dari 500 ribuan sampai jutaan, saya putuskan untuk beli di Kyoto saja, karena di Kyoto ada banyak Second Hand Stores yang bagus salah satu nya adalah Kyoto Recycling Kingdom.
      Untuk menuju ke toko nya kalian bisa menggunakan bus yang menuju ke Kyoto Gaidai-mae. Nah, karena kami dari Arashiyama, jadi menggunakan Bus no. 28 Arashiyama Station – Kyoto Gaidai-mae Bus Stop, lalu jalan kaki sekitar 5 menit ke arah selatan (ikuti Google Map). Ini website Kyoto Recycling Kingdom nya KLIK.
      Sayang, saya tidak sempat untuk poto-poto ketika di toko nya, namun bisa saya ceritakan gedung nya 2 lantai, dimana Lantai 1 berupa barang Elektronik dan Otomotif dari Handphone, Komputer, Laptop, Perkakas Mobil, dll. Lalu, di lantai 2 khusus produk Fashion seperti Pakaian, Topi, Dompet dll. Yang semua ini barang bekas.
      Tapi jangan salah, Jepang terkenal sangat apik dengan barang, bahkan barang bekas nya pun masih bagus banget kondisi nya. Saya mendapatkan Winter Coat + Windshield seharga 500 yen saja, sedangkan istri beli juga Winter Coat seharga 1000 yen. Kondisi nya tentu saja super bagus. Ini poto-poto Winter Coat yang kami beli.


      Cocok banget nih, bagi kalian yang doyan belanja tapi budget cekak, barang second tapi berkualitas banget di Kyoto Recycling Kingdom ini. Tapi, kalau untuk elektronik lebih baik di Sofmap, Akihabara - Tokyo, lebih banyak pilihan dan lebih murah.
      Semoga berguna. :) 
       
       
    • By Cayadi Budidarma
      LANJUTAN DARI PART 1 
       
      TATEYAMA KUROBE ALPINE ROUTE
      MIDAGAHARA


       
      Setelah puas main 1 jam di MIDAGAHARA kami berangkat menuju MURODO dengan HIGHLAND BUS lagi .
      Masih belum memperlihatkan keindahan sesungguhnya , selama perjalanan menuju MURODO makin membuat mata kami benar2 damai dengan pemandangan di dalam bus. SNOW WALL makin meninggi...salju makin banyak sekali, tak terasa kami sampai di MURODO station dan kami diperbolehkan turun di station nya. Beberapa saat kami mau tiba, sudah tampak sedikit orang ( hehheeh sombong sekali ya pamer keadaan sepi di sana  ) lagi berfoto-foto dan berjalan sepanjang SNOW WALL . Ingin rasanya ikut bersama-sama mereka. Namun bus turun pada tempat yang disediakan . Tidak bisa seperti di sini ..tinggal stoopp BANG !!! Turun di pinggir / tengah jalan hahaha.... Masuk ke station tak sabar langsung mencari arah menuju SNOW WALK ....dan bergegaslah kami menuju SNOW WALK untuk melihat SNOW WALL yang menurut mereka hanya satu-satunya di dunia ???  Entah ...

       
       
       
      Namun FYI , snow wall ini hanya ada kira-kira bulan FEBUARI sd akhir JUNI , coba kalian cek di website lebih lanjut . SEBELUM FEB mungkin jalur SNOW WALK ini tidak dibuka karena terlalu extrem cuacanya dan badai salju . Jika kita perginya akhir JUni , SNOW WALL ini sudah mencair dan kita hanya bisa melihat pemandangan hijau-hijau saja. Jadi harus benar-benar di cek SNOW WALL kapan dibuka sebelum mengatur perjalanan ke sini. Karena menurut saya SNOW WALL inilah yang paling AMAZING dalam trip ini.
      KUROBE ALPINE route mungkin buka dari awal tahun sampai akhir NOVEMBER , namun  SNOW WALL ini hanya beberapa bulan saja adanya. So jangan salah waktu pergi ke sini.
      Di sini juga ada dibuat tempat seluncuran es..dimana anak-anak saya sangat gembira memakai papan luncur yang tidak banyak disediakan , namun sekali lagi karena pengunjung saat itu sedikit kami sangat puas memakai dan bermain seluncur es ini. Bahkan saya juga sangat-sangat tergoda untuk bermain 3x seluncur di sini.
      Lama kami bermain disini , dan juga lunch sekalian di MURODO ini. Tidak banyak makanan di MURODO station , hanya makanan yang berat yaitu RAMEN yang dibeli vouchernya melalui vending machine seperti banyak beredar di JAPAN. Namun kehangatan kuah RAMEN dapat membuat kami nyaman dan bermain keluar snow wall dan bermain seluncuran lagi  
      Oh ya...jangan lupa cobain bakpao yang dijual di dalam MURODO station...enak banget !!!
      Setelah puas bermain seluncuran , dan anak-anak saya sampai sepatu basah...( so jangan lupa bawa kaos kaki dan baju cadangan kalo mau main seluncuran ) ..KAMI LUPA BAWA !!! HAIIZZZ, so dalam perjalanan setelahnya di DAIKANBO kami jemur KAOS KAKI DAN SEPATU !!! 

       
       
      MENUJU DAIKANBO dengan tunnel bus menembus gunung selama 10 menit juga cukup membuat kita merasa wah...Konon seluruh track transportasi di sini merupakan projek tersulit yang JAPAN pernah buat . Mereka sebenarnya buat semua jalur transportasi ini untuk mengangkut pekerja dan material untuk membangun KUROBE DAM di next station sesudah KUROBEDAIRA ini. Setelah DAM jadi , mereka memanfaatkan jalur ini untuk pariwisata ...CLEVER ! 
       
      ***** BARU SADAR , kayanya foto-foto yang posisi berdiri tidak bisa diupload ya , ADMIN ??....;) 

       

       


       

       
      MURODO _ DAIKANBO ( TUNNEL BUS ) 
       
      Masuk tunnel pakai bus cuma 10 menit, sampai di DAIKANBO station, lalu kami ke,luar sebentar ke taman kecil yang view nya juga indah , sambil anak-anak bersantai jemur kaos kaki dan sepatu yang basah karena main seluncuran es. Enak juga nongkrong di taman tersebut sambil ngopi KAPAL API ...halah....
      Namun sinar matahari cukup terik walaupun udara dingin, yang membuat kulit kami terbakar ...( so jangan lupa bawa sun block )...dan kami tak bawa !!! HAIZZ
       



      Sesudah kaos kaki cukup kering :) kami lanjut naik ropeway turun ke kurobedaira - lanjut dengan kurobe cable car ke KUROBEKO. Waktu kira-kira sudah jam 14 an saat itu . Saya tidak perhatikan persis.
       

       
       
      Tiba di KUROBEKO, dalam hati saya sudah selesai lah journey ini...namun ternyata setelah keluar terowongan...OALAAAA...view dari KUROBEKO jalan kaki sampai KUROBE DAM tak kalah membuat saya bersemangat kembali .....AMAZING melihat DAM besar ini ....sebelahnya air yang begitu banyak dan luas, namun sebelahnya terlihat sungai kering . Menurut info di web, akhir tahun sekitar Oktober / November saat tertentu kita bisa menyaksikan atraksi bendungan ini dibuka dan melihat air super dahsyat dialirkan ke bagian sebelah nya .
      Disediakan beberapa tempat untuk observasi , bisa juga kita naik tangga untuk mendaki ke puncak bendungan ini . Biasa nya mereka observasi aliran air bendungan waktu dibuka dari tempat ini.
      Jadi kalau kita ke kurobe alpine route ini hanya 1x, kita tidak bisa melihat semua atraksi yang disediakan. Kita harus memilih mau liat snow wall atau lihat air bendungan saat dibuka. Atau pergi 2x....hahhaha. Hajar !!!
      Di sini sebelum masuk terowongan untuk kembali dari Kurobedam ke Ogizawa ada tempat2 duduk menghadap view danau nya...Indah sekali , namun saat itu masih kadang terik kadang adem...saya memutuskan untuk duduk-duduk sambil makan ice cream matcha yang lezat , dan nongkrong-nongkrong saja di kurobe dam ini . Sangat nyaman dan pengalaman yang tidak pernah saya alami sebelumnya ..nongkrong dengan view sebagus ini. Inilah enaknya back packer ( tidak ikut travel , yang dikejar-kejar waktu ..hehhehe..)

      Saking enaknya nongkrong , tak terasa hari sudah sore ...saya putuskan semua ada akhirnya , dan relakan pemandangan ini . 
       


      Kami menuju terowongan yang sangat dingin dan angin kencang selama terowongan menuju transportasi Kanden Tunnel Bus menuju OGIZAWA...BRRRRRRR...dingin loh daripada di luar nya.
      Sekitar 15 menit kami sampai di OGIZAWA ...lalu mencoba mencari loket bus menuju NAGANO.
      And....di sinilah ketegangan terjadi !!! Waktu di kurobe Dam saya masih melihat banyak turis berkeliaran , jadi saya merasa aman .....Nah waktu sampai di OGIZAWA loket bus ...nah loh...kok gerombolan pada ngumpul menuju parkiran bus ya .... WALAH mereka ternyata semua rombongan travel yang sudah ada bus tersedia !! Buru-buru saya menuju loket bus , dimana sang nenek juga tidak bisa bahasa Inggris begitu juga dengan sang sopir....DEJAVU !! Saya merasa hal ini pernah terjadi di kehidupan saya sebelumnya ....serius.
      Saya coba tanya dengan sopir ....NAGANO ???? Dia jawab geleng-geleng NO !! Shinano Omachi ..
      Waktu sudah menunjukan jam 1700 . Saya lihat map ..benar kok Shinano Imachi , tapi saya juga sadar mungkin tujuan akhir nya hanya SHINANO OMACHI , bukan ke NAGANO.
      Sang nenek penjaga loket juga berusaha menjelaskan lewat gambar schedule di papan...sambil menunjuk tulisan NAGANO jam 1805 kalau tidak salah. 
      Ok, saya langsung beli tiket last bus jam 1805 menuju NAGANO di tangan dengan OPTION TICKET , jadi free.
      Sambil menunggu ada 1 tempat duduk yang juga nyaman ..jadi saya beli kopi dari vending machine di sana untuk menurunkan tensi stress saya ....
      Bayangkan cuma ada 2 orang wanita dan 1 orang pria dan tak lama ada keluarga Indonesia juga kira-kira 6 orang yang juga kebingungan ...dan saya langsung menenangkan mereka masih ada bus terakhir ke NAGANO hahhaha , kami semua menunggu bus yang sama ke NAGANO, matahari sudah semakin hilang sinarnya. Sang penjaga loket sudah tutup jendela dan pintu dan ikut bus terakhir ke SHINANO OMACHI jam 1740 an . Tinggal kami sekeluarga dan 9 orang lainnya. Akhirnya datanglah bus terakhir ...dan saya tanyakan NAGANO ?? Yes..kata sopirnya ..langsung tanpa banyak cincong lagi kami naik ....FIUHHHHH..selamat !! 
      Bus ke NAGANO memakan waktu 1 jam 40 menit an , jadi reservasi tiket shinkansen kami dari NAGANO menuju TOYAMA sudah hangus ! Karena kami book nya jam 18 an . 
      Dalam hati saya untung pakai JR pass...kalau tidak hilang deh YEN dengan percuma . Dalam perjalanan menuju NAGANO, bus juga berhenti2 termasuk di Shinano Omachi . Dari sini lanjut duur langsung menujuu NAGANO . Waktu semakin malam  dan gelap , namun kami sempat melihat pemandangan2 juga pedesaan sepanjang perjalanan ke NAGANO station ini . Cukup puas dan menegangkan saat2 akhir. Bayangkan kalau saya nongkrong lebih lama lagi di Kurobe DAM , apakah saya bisa jadi nginep KEMPING di OGIZAWA daerah pegunungan ? Ataukah saya mengiba-ngiba pada rombongan travel untuk nebeng bus mereka ?? belum tentu mereka ke NAGANO ..hehheheheh.
      Untung Tuhan masih melindungi kami sekeluarga ...;) Tapi saya rasa kalau seandainya kita terlalu lama di Kurobe Dam , mungkin akan diiingatkan petugas di atas kali ya..... TAPI walau saya pergi lagi next trip ke sini , saya ga mau nekat lagi ....
      Bagi teman-teman saya anjurkan dari pagi berangkat ke tateyama kurobe alpine route ini, karena menurut saya 1 hari saja masih tidak cukup melihat pengalaman saya hampir ketinggalan bus terakhir menuju NAGANO. 
      Sesampainya di NAGANO station langsung saya menuju tiket office shinkansen untuk reservasi jadwal tercepat menuju TOYAMA, akhirnya dapat dan kami pulang ke TOYAMA dengan selamat. Thanks GOD
       
       


    • By Diana Megawati
      Hollaaaaa Jalan Jalaners,
      It's very looonggg time after my last post topic hehhee... Gw mau cerita nih, mau denger ? 
      Salah satu what to do list gw di tahun 2018 adalah gw mau mengunjungi negara sakura, Jepang dan Solo trip.
      Yap Jepang dan solo trip, why Japan ? why solo trip ? Jepang adalah negara yang sangat familiar sama gw, dari kecil gw paling suka nonton kartun Jepang, salah satu pilihan jurusan waktu kuliah adalah sastra Jepang, ehh udah kerja pun pernah dapat bos Jepang, dan yang tak kalah penting gw sangat tertarik dengan sejarah, makanan dan segala keunikannya. And  why SoloTrip ? Karena jujur gw pengen menikmati trip ini dengan segala cara yang gw mau (semau mau gw) #halaaahh... Dan karena Jepang itu luas, kali ini pilihan liburan gw jatuh ke daerah Kansai- Kyoto, Osaka, Kobe, Nara. So, tujuan kali ini adalah Airport Kansai Osaka atau KIX dengan periode 1-7 Juni 2018.
      Lets start !
      #1 Perburuan utama gw adalah ? YAP ! TIKET MURAH.
      Perburuan dimulai dengan membuka banyak tab di google (hahaha..) untuk membandingkan mana yang lebih worth it. Ada berbagai pilihan Airlines yang waktu itu berlomba-lomba memberikan harga promo, antara lain Air Asia, Philippines Airline, JAL, ANA dan Malaysia Airlines. Pengen murah ? Air Asia tapi tidak termasuk bagasi -fyi bagasi CGK-OSAKA-CGK sekitar 670.000 one way (SKIP), Philipines Airline ? lama transit & sampai Osaka malam hari (SKIP), JAL & ANA transit pindah bandara - CGK Narita, Haneda Osaka  no no no (SKIP) and finally pilihan gw jatuh ke Malaysia Airlines seharga 4,666 transit 2 jam di Kuala Lumpur, termasuk bagasi 30 kg, meals dan sampai Osaka jam 05.30 jadi akan lebih sedikit waktu terbuang dan lebih banyak waktu buat jalan-jalan. YES !
      #2 Bikin itinerary, iniiiii yang bikin pusinggg 7 keliling haha.. secara yaa nanti gw bakal sendirian di negeri orang, ga ngerti bahasanya kecuali arigatou dan sumimasen jadi ya hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Perlu berhari hari untuk memahami jalur transportasi termasuk kereta dan bus #sigh. Rencananya gw akan berkunjung ke Kyoto, Osaka, Nara dan Kobe, jadi itinerary awal gw bikin segala macam tempat yang mau gw datangi, untuk tempat wisata sendiri gw banyak-banyakin browsing mengenai tempat wisata di daerah Kansai dan transportasi menuju kesana. Salah satu website andalan gw https://infojepang.net, disini banyak banget informasi yang bisa kamu cari mengenai keseluruhan yang ada di Jepang. 
      #3 Persiapan, yang utama adalah persiapan mental hihi.. karena gw bakal sendiri disana dan dilarang frustasi atau stress secara namanya liburan harus happyyyyy.. untuk baju gw cuma bawa kaos dan celana simple yang ga ribet karena sedang musim panas di Jepang jadi ga perlu bawa jaket tebal. Lalu colokan/universal adaptor, ga mau sampai kehabisan baterai handphone khaaannn saayy... Untuk hotel gw memutuskan akan stay di 2 tempat aja untuk meminimalisir keribetan pindah pindah barang dll. 
      Karena tujuan pertama adalah Kyoto, gw menginap di Backpackers Hostel K's House Kyoto, 〒600-8142 Kyoto Prefecture, Kyoto, Shimogyo Ward (by google). Letaknya tidak jauh dari Shichijo Station sekitar 3 menit dan 10 menit dari Kyoto Station by walking distance. Rate-nya 487.499 by Traveloka untuk 2 malam yang artinya semalam sekitar 243.749,5, muuraaahhhh kan Gw ambil yang dorm 4 beds, shared bathroom & only female. So far, kamarnya oke bangeeeet bersih, rapi, dan didepan hostel ada cafe yang menyediakan menu sarapan 500 Yen per orang. I have no complain about it at all.

      Hotel kedua yang menjadi pilihan adalah Capsule Hotel Astil Dotonbori, 〒542-0071 Osaka Prefecture, Osaka, Chuo, Dotonbori, 2 Chome−2−2 (by google). Letaknya ngga jauh dari Stasiun Namba sekitar 3 mins by walking distance dan pas dipusat kota Dotonbori. Gw sangat sangat merekomendasikan hotel kapsul ini karena pelayanan yang luar biasa, toiletries semua tersedia sampai catokan, piyama, sandals. Setiap hari mereka memberikan semacam complimentary berupa roti sosis, mineral water, orange juice dan pilih salah satu antara masker/penutup mata/sandal sekali pake. Rate-nya 961.948 by Traveloka untuk 3 malah yang artinya per malam sekitar 320.650. Sangat sangaaaattt worth it. Satu lagi, receptionistnya bisa bahasa Inggris, Korea dan China juga jadi jangan ragu untuk bertanya bila mengalami kesulitan.

      Selama di Jepang gw mengandalkan kartu sakti yang bernama ICOCA (seperti flazz atau emoney kalau di Jakarta) untuk naik kereta dan bus di Kansai jadi gw ngga perlu ribet beli tiket setiap berpergian menggunakan kereta atau bus dan juga beli Kintetsu pass 1 day untuk berkeliling Nara karena harganya lebih murah apabila dibandingkan menggunakan ICOCA. Ada hal yang harus dipelajari mengenai penggunaan ICOCA dan train pass (Kintetsu, Kansai pass, JR pass, dll) biar ga rugi dan penggunaannya bisa maksimal, nah hal ini bisa kamu cari di internet mengenai berbedaan pass pass yang lain karena kalau gw jelasin disini bisa panjang lebaaaaarrr boookkkk.. intinya lo harus banyak banyak cari tau mengenai transportasi di Jepang biar ga bingung hehehe....
      Oiya satu lagi yang ngga boleh ketinggalan, yaituu WIFI ! Gw lebih milih sewa wifi daripada beli kartu Jepang atau membuka data internasional karena lebih gampang dan ga rempong kalo nantinya ada masalah dengan akses internet. Gw sewa WIFI Router di Java Mifi by Traveloka seharga 59.000/hari dan bisa pick up di Bandara sebelum keberangkatan janjian dengan kurirnya. Internetnya lancaaarrr jayaaaa, pernah ada masalah waktu pertama kali nyampe Jepang mengenai koneksi dan itu sekitar pukul 06.00 waktu Jepang yang berarti di Jakarta pukul 04.00 pagiii dan adminnya jawabnya cepeettt, voilaaa 10 menit selesai masalahnya internet kembali lancar sampai gw balik lagi ke Jakarta. Thumbsss up !
      #4 THE DAY ! YIPPIE HOORAAAYYY....
      Start from Jakarta at 15.45 di Terminal 3 keberangkatan internasional by Malaysia Airlines (MAS) menuju Kuala Lumpur, transit sekitar 2, 5 jam dan tepat pukul 22.10 lanjut menuju Osaka. 
      Gw sempat menikmati detik - detik sunrise selama di penerbangan, that was beautiful !  serasa terbang diatas kembang gula bewarna pink  
      Selamaaaaaattttttt Pagiiiii Osakaaaa..
      Tiba di Kansai Airport, ambil bagasi lalu celingak celinguk.. pas di imigrasi ditanyain sama mbak mbak petugas di Kansai, ditanyain mau ngapain di Jepang ya gw jawab aja liburan, alone ? YES ! eh shock dia kwkkww.. gw bilang tenang gw udah ada tiket balik ke Jakarta, ga mungkin jadi gembel di Jepang. Then, gw langsung menuju JR Ticket Office caranya ikutin aja arahan menuju Railways dari terminal kedatangan. Kantornya beroperasi mulai jam 06.00, gw beli ICOCA seharga 2000 yen (isinya 1500 yen, deposit 500 yen) dan Haruka one way dari Kansai menuju Kyoto (destinasi pertama) seharga 1600 yen. ICOCA ini bisa digunakan di hampir semua railways di daerah Kansai. Belinya barengan ya antara ICOCA & Haruka biar dapat diskon Haruka. Check here for further information https://www.westjr.co.jp/global/en/ticket/icoca-haruka/. So pengeluaran pertama di Jepang senilai 3.600 Yen untuk modal selama 6 hari di Jepang.

      Perjalanan dari Kansai ke Kyoto memakan waktu sekitar 86 menit, kereta di Jepang itu sangat sangat bisa diandalkan karena ketepatan waktunya jadi ngga perlu kuatir ketinggalan atau menunggu lama. Kalian bisa dapatkan informasi mengenai jadwal kereta, line kereta dan harganya di http://hyperdia.com (don't forget to bookmark this web). Sesampainya di Kyoto Station, alamaaaak ramai sekaliii.. gw sempet diem bentar memperhatikan orang orang lalu lalang memahami keadaan, liat plang plang informasi dan mulai jalan pelan pelan singgah dulu di family mart karena hausss banget, beli mineral water seharga 110 yen (14.520 kurs 132) mehongg yeee.. dari sini gw mulai membiasakan mahalnya hidup di Jepang hahaha... Setelah masa observasi singkat usai, gw jalan kearah keluar stasiun untuk mencari coin locker.
      Gw berencana menitipkan koper gw di loker stasiun untuk mempersingkat waktu dibanding gw harus ke hotel dan titip disana. Hampir di setiap stasiun di Jepang terdapat loker penyimpanan dengan harga bervariasi mengikuti besarnya loker, mulai dari 300 yen/hari untuk loker kecil 500 yen/hari untuk loker sedang dan 800 yen/hari untuk loker yang besar. Karena semua disini serba otomatis atau do it by yourself yaa cukup tekan menu English di setiap mesin untuk tahu cara menggunakannya. Hari itu gw sewa yang 500 yen/hari mengingat koper gw yang ngga terlalu gede. Caranya? gampang banget.. pilih loker yang lampunya hijau, buka lalu masukkan koper tekan lock --> pada screen monitor tekan tanda "masukkan bagasi", pastikan nomer loker sudah benar --> bayar bisa by ICOCA/uang koin --> keluar receipt DONE ! FYI, Kalau bayar menggunakan ICOCA bisa buang receipt karena bisa mengeluarkan bagasi cukup dengan tap kembali kartu ICOCA, namun bila pembayaran menggunakan koin, simpan receipt karena nantinya untuk mengeluarkan bagasi perlu scan barcode yang ada di receipt.
       Tujuan pertama gw, cari KOPI ! ada salah satu cafe di Kyoto yang udah gw incer lewat instagramnya "Kurasu.Kyoto". Cafe ini terletak ngga jauh dari Stasiun Kyoto, cukup berjalan kaki dengan bantuan google maps, maklum setelah perjalanan panjang dengan istirahat yang minimalis gw butuh kopi untuk men-charge tubuh gw agar bugar kembali hahaha... Mocha Coffee - 550 Yen, powerbooster pagi itu, dan honestly I have to say, Its coffee is so so  (got it?) I think, this is the best morning coffee in my entire life #lebaaayyyy.. but yes, You have to try Kurasu coffee once you visit Kyoto.

       
      ------------------------------------------------------------------------------------------ eh udah jam 02.00, Lanjut besok ya------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
    • By vie asano
      Kyoto sudah lama dikenal sebagai salah satu kota tujuan wisata populer di Jepang. Di kota tua ini banyak terdapat beragam kuil, istana, museum, serta nuansa ala kota lama yang pastinya akan disukai oleh pecinta wisata sejarah. Bagi yang ingin bepergian ke Kyoto, setidaknya ada 20 hal yang wajib Anda lakukan disana, antara lain adalah sebagai berikut (untuk review lengkap, klik nama tempat/aktifitas):
      1. Kinkaku-ji Temple

      Coba perhatikan wallpaper desktop Anda. Pernahkah menemukan gambar kuil yang berwarna emas? Kuil tersebut bukan hasil editan komputer lho, karena kuil emas memang betul-betul terdapat di Kyoto. Adalah Kinkaku-ji, atau Pavilion of Golden Temple, termasuk salah satu atraksi wisata yang paling banyak menarik perhatian wisatawan karena memiliki paviliun yang berlapis emas.
      2. Fushimi Inari Taisha

      Kuil ini menjadi salah satu atraksi yang wajib dikunjungi di Kyoto karena memiliki torii, atau gerbang kuil. Sebetulnya wajar jika sebuah kuil memiliki torii. Namun jika jumlahnya ratusan hingga membentuk lorong, tentu akan menjadi pemandangan yang unik.
      3. Kiyomizu-dera Temple

      Selain Kinkaku-ji, Kiyomizu-dera termasuk salah satu kuil yang populer digunakan sebagai wallpaper desktop. Tak heran jika kuil ini terasa familiar sekalipun Anda belum pernah berkunjung ke kuil tersebut. Kiyomizu-dera terkenal karena memiliki panggung kayu yang sangat tinggi, dan dari sana pemandangan kota Kyoto akan terlihat jelas.
      4. Kyoto Imperial Palace
      Sudah pada tahu kan jika Kyoto pernah menjadi ibu kota negara Jepang, sebelum Tokyo. Nah, Kyoto Imperial Palace merupakan tempat tinggal Kaisar Jepang dan keluarganya sebelum hijrah ke Tokyo. Tempat ini menarik untuk dikunjungi selain karena faktor sejarahnya, juga karena tidak dipungut tiket masuk alias gratis.
      5. Arashiyama Bamboo Forest

      Sebetulnya, jalan ini hanya jalan biasa. Yang membuatnya luar biasa adalah karena jalan ini menembus hutan bambu yang tingginya bisa mencapai beberapa meter sehingga menciptakan atmosfer yang unik.
      6. Gion Area

      Pergi ke Kyoto belum lengkap jika tidak mengunjungi area Gion. Di distrik ini suasana khas kota lama masih sangat terjaga. Tempat ini memiliki beberapa ochaya (rumah minum teh) dan restoran yang menawarkan kaiseki (kuliner haute couture ala Jepang). Gion juga menjadi salah satu distrik terbaik untuk melihat geisha yang sebenarnya.
      7. Kyoto Station
      Sebagai stasiun utama di Kyoto, Stasiun Kyoto dirancang dengan desain yang modern dan menarik. Sebelum mengelilingi Kyoto, tak ada salahnya menjelajah stasiun Kyoto yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas menarik.
      8. Nijo Castle

      empat kediaman Tokugawa Ieyasu (shogun pertama) saat berada di Kyoto. Nijo Castle memiliki lantai khusus yang dirancang agar berderik saat diinjak. Tujuannya untuk mencegah menyusupnya ninja ke dalam kastil.
      9. Toei Kyoto Studio Park
      Ingin menikmati Universal Studio ala Jepang? Datanglah ke Toei Kyoto Studio Park. Bedanya, disini pengunjung tak akan menemukan wahana permainan modern, melainkan sebuah tiruan kota pada periode Edo dan Meiji yang digunakan sebagai shooting film klasik.
      10. Kyoto Tower

      Walau Kyoto dikenal sebagai kota tua, bukan berarti Anda tak bisa mengamati kota ini dari ketinggian. Cobalah naik ke Kyoto Tower. Walau tingginya hanya 131 meter, bangunan ini merupakan yang tertinggi di Kyoto sehingga pemandangan kota jelas terlihat dari sini.
      11. Philosopher's Path
      Ini dia salah satu jalan paling ikonik di Kyoto. Jalan setapak ini menyusuri pinggiran kanal Danau Biwa. Philosopher’s Path terkenal memiliki keindahan yang berbeda di keempat musim. Salah satu saat terbaik berkunjung kesini adalah saat musim semi, yaitu saat koridor jalan dihiasi oleh bunga sakura.
      12. Sanjusangendo Temple
      Sebuah kuil memiliki patung, itu sudah biasa. Tapi bagaimana jika terdapat lebih dari seribu patung yang seluruhnya berukuran skala manusia? Pergilah ke kuil Sanjusangendo. Tak hanya bisa melihat 1000 patung berukuran manusia, Anda juga dapat melihat salah satu bangunan kayu terpanjang di Jepang.
      13. Kyoto International Manga Museum

      Suka dengan manga? Maka Anda wajib mengunjungi Kyoto International Manga Museum. Museum yang berdiri di bangunan bekas sekolah ini memiliki puluhan ribu manga dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
      14. Ginkaku-ji Temple

      Jika Kinkaku-ji merupakan kuil emas, maka Ginkaku-ji dapat diterjemahkan sebagai kuil perak. Uniknya, disini sama sekali tak ada bangunan berlapis perak. Sebagai gantinya, Anda dapat melihat taman pasir yang konon menjadi salah satu yang terindah di Kyoto.
      15. Kyoto Aquarium
      Tempat ini menarik untuk dikunjungi jika melakukan wisata bersama keluarga. Walau terbilang baru, Kyoto Aquarium dapat menjadi alternatif wisata keluarga disela-sela mengunjungi kuil maupun istana.
      16. Arashiyama Monkey Park Iwatayama
      Tempat penangkaran monyet ini letaknya berada di jalur hiking, jadi cocok dikunjungi oleh Anda yang senang melakukan aktifitas alam dan bosan dengan suasana ala kota tua.
      17. Gion Matsuri

      Festival terbesar di Kyoto, sekaligus salah satu yang terbesar di seluruh Jepang. Gion Matsuri diadakan di sekitar distrik Gion selama sebulan penuh (pada bulan Juli). Selama masa festival, akan digelar banyak event menarik termasuk aneka jenis parade.
      18. Berdandan ala Geisha
      Mumpung sedang berada di Kyoto, tak ada salahnya Anda sekaligus mencoba berdandan ala geisha. Saat ini banyak studio yang menyewakan kostum sekaligus mendandani dengan make up seperti geisha yang sebenarnya. Lakukan sedikit browsing untuk mencari jasa penyewaan tersebut dan bersenang-senanglah.
      19. Ohara
      Daerah Ohara merupakan kawasan suburban Kyoto yang memiliki nuansa khas. Disini terdapat beberapa kuil yang menarik, dan pemandangan alam yang masih sangat terjaga.
      20. Berkunjung ke sekitar Kyoto (Osaka, Nara, Amanohashidate)

      Saat berwisata ke Kyoto, jangan hanya berkeliling di pusat kota saja. Terdapat beberapa kota menarik lain di sekitar Kyoto yang dapat ditempuh dalam waktu singkat, diantaranya adalah Osaka dan Nara. Anda juga dapat berkunjung ke Amanohashidate yang berada di prefektur Kyoto.
    • By ko Acong
      Catatan Perjalan Sibocah Tua Nakal
      D.01  Sore BDO KuL  KANSAI AIrport
      D 02. pagi  Mendarat  Di Kansai airport
      Melihat situasi sekeliling Bandara .   mecari tahu tentang Wifi Rental ,  ternyata Banyak berbagai kios resmi Menawarkan Rental  /  sistim Wifi .  dan Harganya Komplit Rata2 diatas Rp 9 RATUSAN ribu
      Soal petunjuk arah,  banyak dan cukup dimengerti  “sekelas ko Acong”
      Setelah cukup  cari si eksit  sebelah kiri !!! ngudut dulu  sambil melihat situasi diluar Hall airpot             dan kutemukan Stasiun kereta ,  to  Osaka dll juga platform bus nya.  
      Beres ngudut,  lanjut menuju  stasiun sinkansen.     lansung disuguhkan robot penjual tiket (mesin )
      Nah lu,  gimanana cara  belinya.    dengan “sekelas ko Acong “ langsung cari antrian orang banyak pasti itu bantuan ,,  ternyata benar,  orang sedang beli /  tanya2  antrilah saya disana,   pas ujung antrian disortir.  Keperluannya  --- dikemukakanlah masalah saya , langsung dicatat pointnya dikertas,   oleh mereka  sampe loket,   di infokan bahwa saya sebaiknya pake bus .   1 murah-- 2 lebih cepat--- 3 karena bawa koper.  jadi langsung tujuan ( tidak perlu Pindah2 Line Kereta )  dan dianjurkan Beli ICOCA   sebesar 2000 yen.  dengan Saldo 1500 yen--- 500 buat jaminan  dan biaya kartu
      Balik lagi saya ke pltfom bus no 4  .saya mau tujuan yang dekat ke hotel  /  dotonbori> sinsabashi Area  adalah NAMBA  sts, .  beli tiket Bus 1300 yen .  Dikarenakan  kebiasaan “ ” saya bila mau masuk Negara yang belum diketahui ,   selalu Menghapal Diluar Kepala,   sekeliling Gedung.   minimal 2 minggu ke H  terus dipelajari,   seperti anak2 mau ujian Akhir ,  singkat cerita.  jos langsung sampe area hotel………. nah disinilah sedikit ada trobel >>>>>><<<<<< nyasar namun saya selalu , di damping aplikasi dari Booking.com     ada alamat bhs local , dan Google map otomatis .   namun saya nga bisa mengerti , sampe sekarang tentang google map nya .  tapi selalu Dan Selalu  dapat  dewa penolong ( KWII JIN ) lewat penduduk local setempat.   secara saya BUDDHA   
      Hotel pertama  saya  Grand Sauna  Sinshabashi Cabin Hotel  di jl.? Sangat dekat dengan area ( doton bori / Shinsabasi  dan  Namba) Area Center  Publik  / Wisata  2 hari pun cukup untuk area ini diselingi kunjungan  ke OSAKA castel  wajib   di Area Tani Machi bisa pake  subway,  oh inilah gunanya  ICOCA  dari namba ke tanimachi PP di potong 220 Yen  setelah puas main siang  malam  OH YA PERJALANAN SAYA DI DAMPINGI JUGA DENGAN XL PASS RP 200.000.- Untuk 7 Hari Siungal sangat Bagus Didukung Soft bank Japan Di gunung Sekalipun  kuota lumayan perharinya untuk Google Map Washap dan Fesbuk Lebih Dari Cukup  dengan kirim2 foto saja video belum pernah coba  
       
      D.03 besoknya  setelah pulang dari, Osaka castel  langsung Cek out  Menuju Kyoto,   dengan Bus  dari NAMBA lagi >>>>ke Kyoto stasiun ,  sebesar 430 yen    65 menit perjalanan Pake Keihin Bus yang Murmer  
      Setelah Tiba Di Kyoto  bus sts ,  nyebrang menuju  Kyoto railway sts .   pilih kereta line  Karasuma  ke gojo ….. shijo  nah shijo lah,  Area ke Hotel Saya .  begitu Keluar  dari Subwah,  saya Disuguhi MALL yang BUesaaar Daimaru   Dilihat Saldo Di kurangi  130 yen
      Bengong deh saya,  harus cari si eksit mana .  untung tidak panic seperti kebiasaan saya (panik saya jadi bodoh)  segera Ku Buka pendamping Saya.   aplikasi  Booking.com  ternyata  sangat membantu lansung, diarahkan  dan keluar pas Hotel  ( yang Tidak saya sadari dan baru tahu setelah nyasar dulu,  dan dianter Nenek2  yang jauh Lebih tua dari saya  } yang Dituju dan Streetnya WOW  street No Satu Di Kyoto  Shijo
      Sore pun menuju Malam,  saya kurang menyenangi  SI Emall   jadi main sekeliling , dan  menghapal area pulang lagi menikmati ,  onsen  trus istirahat di  ”Ryokan”  dan beli voucher  segala minuman dari hotel
       
      04 Besok pagi mulai nih  pertempuran  , menuju  berbagai lokasi wisata , saya pilih yang susah dulu.   yaitu ke  Jalur  Nijo  temple trus  Sampe Ke  Ujiga Jinja,  yang BANYAK SEKAL, I  yang Pake Pakaian         Ala Geisha .  Dan sempat Minta Foto,   ke sepasang  anak muda  sedang  naik Beca , si ganteng tea      Pake oneday pas 500 yen Sapuasna,   pass Bus   Sore Menuju  Ke  Ciater Rasa Kyoto Namanya nga Tau yang ada kera japan  ?  mungkin ONSEN ? Sore Ke malam  pulang Ke Hotel sembari  Lihat2 isi mall Namun .  Perasaan saya  SAKIIIITTTT di hatiku !!!n ibu Ibu  Kalo Di Shijo Dori   banyak tawaran oleh2     dari baju  /  elektronik /  mainan / tentunya Makanan  snack,  yang aduhai  dengan bonus koper2 bagus pembelanjaan nilai tertentu  . ……….tapi saya tak mampu beli ,  mengingat kekuatan fisik saya membawa barang ,  yang mana saya masih banyak kota,  dan destinasi yang wajib dikunjungi
      05 Besok Pagi , Saya Siap Ke onsen  Century  hotel ,  dan Mandi . …semasa menikmati Onsen Terjadilah Sesuatu inimah HOK KIE Para  “man”  semua---- datang  Suara  gaduh ternya  4 orang perempuan Seperti nya Dari RRTn  dalam keadaan  Bugil beneran bugil losss ,  masuk mau Mandi Onsen juga  nah hokkie yang yak terduga .  hahaha rasain lu,  main nyelonong.    Beres  mandi saya  langsung cekout,   titip koper di lobby buat siang nanti di ambil 
      Dan pertempuran… ingatan saya mulai di uji lagi.   untuk ke kuil  Fushimi  dan Kenara.  Hari ini saya pake ICOCA….>>> yang menghabiska saldo sampe Hotel lagi 470 yen.  untuk 2 tempat ini
      Rincian Pengeluaran selama Di kansai > Oasaka > Kyoyo cekout
      Kansai Namba Bus          Rincian Pengeluaran selama Di kansai > Oasaka > Kyoyo cekout
      Kansai Namba Bus                                1300 yen       
      Icoca                                                        2000 yen
      Bus Ke Kyoto                                            430 yen
      Kyoto Ke Shijo                                              saldo Icoca 220 Yen 
      Subway Ke Osaka Caste                              Saldo Icoca 220 yen  
      Pa ss untuk bus Kyoto one day             500 yen
      Saldo Icoca Fushimi dan Nara                      Saldo Icoca 470 Yen
       Makan selama 4 day @ 1500x4 hari     6000 yen           Lebih Dari Cukup   apalagi campur 711  dan bekal
      Total selama Kansai lepas Kyoto          10230 Yen  + grand sauna cabin hotel 2700 yen + century  hotel 2 nit 81000 yen     total Jendral  21.030 yen
      Kira2 jam 16.00 Mendekati  Fujiyama,  Terlihat kurang Jelas View nya  duduk pas bangku jejeran Kiri dari Kyoto  (kalo dari Tpkyo minta jejeran Kanan ) siang Pake HIKARI Sinkansen no reserved   11560 yen (Bila tak ngerti beli pake Mesin  “Seperti saya “  Cari TIKET OFFICE    Lantai Gedung Hijau !!  Biasanya Berbeda Tinggal Tanya Petugas)  menuju Odawara pake Hikari change di Stsiun Koda? Lupa ganti kereta  turun pintu kanan  Dan Sudah Ditunggu Kereta Odawara ,   namun terjadi kesalahan tidak lihat kebawah spesifikasi tiket/ jenis no reserve.   saya naik  green car.  jadi merasakan greencar juga ,  tak disengaja  satu gerbong  . hanya saya  penumpangnya.   namun nga berapa lama,  diperiksa kondektur  dan dimarahi ,  pake bhs local  biarlah  nga  apa2  saya yang salah,  digiring lah ke gerbong seharusnya  dengan tatapan muka penumpang lainnya  ,  malu aku tapi.  biarlah bukan melalukan kejahatan disengaja ini  )  tiket masih tetap   Sampe Keluar  Stasiun Odawara   Tiket Free .  mencari hotel lumayan nyasar  sekitaran,   dan beruntung lagi “ kwi jin”  mendekat via anak sekolah smp dia mungkin memperhatikan.   Sebelumnya  dia sendiri menanyakan uncle? blab bla ?   Ah Pokoe ngerti , Cepat2 saya Cari Print Hotel  Dan diperlihatkannya  Ke  anak tersebut,  mengerti langsung Menyataka  Mau Anter sampe Hotel
      Namun saya perhatikan Anak  itu  Tidak Sampe Pintu Lokasi  Masih  jarak 10 meter,,,,, dan menjauh Dari saya sambil menunjuk itu SAMURAI GUEES HOASE ….. Good boy anak yang tanpa Pamrih  semoga Karma Baik selalu Untukmu Nak .  Samurai Ryokan Gaya Jadul 2700 Yen
      06. Saya menuju Ke Sts Odawara Beli Tosan Pass 2 day 4000 yen,   menuju Fuji san Dll Dimulai Naik Kereta  Romance car dari Odawara  menuju ke>>>> yumoto hakone sts  >>>>  ganti  yumoto ke Gora   >>>>ganti naik Cabel Train  menuju sts Sounsan >>> Ganti Bus Menuju>>> Kawah Tosan owakudoni Yang Masih Aktip ,  Dengan gemuruh Suara Bagai Pesawat Mau ”   Take OF   “ tak lupa Beli Telur Hitam Yang Enak , Khas Dilumuri  Lumpur Kawah.     Anteng tuh Perut Habiskan 4 Telur ,,,,  lanjut pake Rop way Menuju Kawaguciko,   lanjut naik perahu legendaries ala “ bajak laut”   untuk melihat Fuji san Dari Danau Namun saya hari ini , Kurang Beruntung   Karena Hujan besar dan Kabut Turun ,  Haduh jauh jauh impian sejak kecil mulai bisa  membaca  dan Lihat sampul buku jaman itu,  selalu ada gambar salah satunya Fujiyama dan popular waktu itu lagu Titik Sandhora  DESTINASI UTAMA SAYA KE JAPAN HANYA FUJIYAMA   haaaa gatot nih , sepertinya impianku ,     pulang lah saya menyusuri jalur tadi pagi dan langsung menuju  TOKYO   dengan rasa lunglai tak bersemangat    untuk ekplor hakone beli Tiket Shinkansen to Tokyo 1165 yen >>  Ganti Jr Line yamamoto>> Ganti lagi Narita Line Yang Dikelola JR juga   dari Tokyo Ke Minami senju Tiket Free dari Shinkansen 
      Langsung menuju Hotel   Karena tak kuat menahan badai.  anginnya Dingin . seperti biasa sampe titik Area  nga bisa cari lokasi Hotel,   langsung Minta Bantuan dan Dianter Yang Pulang Lari olah raga,  Menuju Hotel FUKUDAYA  5400 yen  mana badan penat namun nga bias mandi onsen karena jadwal mandinya masih untuk perempuan ,  dan untuk lelaki harus lewat jam 20.30 .  masuk kamar online kekinian lupa tertidur tanpa mandi 
      07.besok pagi  bangun mau mandi , eh belum boleh harus nunggu jam 20.30 ….. 2 hari deh nga mandi  hanya cuci muka dengan persaan malu,   menuju setasiun  WOW  ternyata  pas jam kantor pasti berdesakan,  dan ternyata  cewe2  cantikpun  sepertinya jarang mandi pagi ?  dan lebih bau dari saya mantelnya ……asyik PD lagi deh saya ,  langsung menuju Shibuya   dan lainnya pake iCoca ,  sampe sore menjelang malam   , dan kurasakan lagi sensasi rebutan masuk ke kereta subway Hachiko  Tokyo Govermen Building /  dan lain2 . Pulang Ke Hotel   kali ini kutunggu sd jam 8.30 malam , langsung dapat giliran mandi pertama,,,, tak ada orang lain   begitu beres dihanduk , datang bergantian yang mau mandi bersama   tentunya,  ah berhasil mandi juga setalah lewat dari    ‘50 jam      ‘  nga mandi  langsung naik ke kamar mau ngudut curi2,  buka jendela,  waduuuuh  anginnya dingin.   jadi puasa roko deh  
      Buka pemanas setel 30 degree teteup terasa dingin.  tapi ok juga bisa tidur
      D.08. esok pagi terbangunkan , oleh sinar terang sekali  matarahari terbit >   niat mau ke goji temple asakusa kubatalkan ,  saya cari informasi tentang   Gunung Fuji  Kata bos Hotel Feri nice Today
      Langsung  kejar ke Tokyo sts…. walo berdesakan di kereta namun penuh semangat  dan saya mempertimbangkan bila naik mromance car dari Tokyo takuy  kesiangan  gonta ganti moda  mending pake JR Bus Hightway menuju Kaweaguciko Sts  Bayar 1800      ternyata keputusan saya dilancarkan oleh TUHAN YME  begitu diperjalanan , muncul pemandangan yang di idamkan , tak tahan begitu sampe fujimount Station ,  Minta turun .  namun masih Kurang Puas.  eh terlihat Kereta Jadul yang Mewah menuju  Kawaguciko  120 yen..  dengan pemandanga lebih Bagus,   namun tetep masih Kurang Puas karena waktu kecil selalu melihat….. Fujiyama berbatasan dengan air  …..di sampul  Coklat jilid buku tulis saya waktu SD ,  Kucari informasi  untuk Menuju  Kawaguciko   oh ternya harus jalan kaki 15 menit dulu semua pemandangan tertutup,,  oleh bangunan hotel walo sudah sampe danau sekalipun.   tapi ada 1 feri sedang menerima penumpang ,  saya Tanya petugas ,  nga nyambung bahasanya .  ok  saya tunggu penumpang yang sudah naik .  nanti juga bakal turun  piker sata ,  nah mereka 30 menit kemudian merapat , dan penumpang pada turun.  kutanya turis asing How to  go  ? Fujiyama mount situris nunjuk ferri ,  dan mengacungkan jempol
      Langsung deh beli ke mesin tiket ferri ,  tersebut 930 yen,   naik ke ferri begitu jalan waoooo muncul tu https://www.youtube.com/watch?v=msa0D6g_cVE Fujiyama di pinggiran bangunanan , makin lama makin jelas bentuk Rupanya . itulah gunung ya selama ini ku ingin jumpai ,   
      ahhh seolah olah deh   ,, nga bis di jabarkan ..  senangya saya .  
       Sinar terang Digunung  saat itu,  terpuaskan Hatiku Bertemu,   saat saat berlalu 50 tahun lalu tak terasa berjumpa  denganmu ,   penampakanmu takkan hilang,   pada penampakanmu  , sinar matahari yang terang jadi saksi,  pertemuan kita
       Terima Kasih. Thien Akung  TUHAN YME  
       
       
      Setelah Puas penuh Kemenangan,   karena terlalu terlena , dan menurut perhitungan saya cukup Aman  untuk mengejar penerbangan pulang jam 23.20 boarding time 23.20 ---- jam 15,45 saya naik bus dari kawa guciko Ke Tokyo dengan pertimbangan 18.00 Tiba Di Tokyo Sts ,  Change  ICOCA 1000 Yen
      betul Tepat waktu namun ,  Trobel menghadang  Untuk Naik Kereta Ke Hotel 2x Ganti  sudah muncul 3 x Kereta tapi nga berhasil masuk ,   kalah berani sama local.  Akhirnya berani juga dengan gaya mereka
       tak perduli siapapun cewe ato cowo , pegang  seruduk  desak , sampe berhasil ke batas pintu
       alhasil saya tiba kembali ke Tokyo STS jam 20.00 yang seharusnya perhitungan saya harus 19.30 paling telat 
      Nah Disini Masalah nya terjadimau  Naik Shinkansen Jadwal 21.00 Ke Haneda naik bus 20.45 terakhir
      Saya mau beli Bus Saja,   biar Langsung Jos Bandara.  namun keberuntungan terjadi lagi petugas minta jadwal penerbangan saya,,,,  dan petugas menolak jual tiket ke saya ,  dengan Bhs Lokal yang sangat tidak saya ngerti ,  Beruntung Dibelakang Antrian Ada sepasang Anak muda mengajak Saya keluar Antrian
      Dan di memberikan Gambaran Pake Bahs Inggris (pokonya saya ngerti lagi deh ) Maksudnya dia menanyakan    tau kah situasi bandara Haneda   dan Bila Naik Bus itu 20.45 >>> sampe jam 22.00 saya jawab saya sudah punya Print Boarding  , Tapi Dia Bilang tidak Berlaku .  Harus Boarding Tiket Resmi jadi dia ngasih anjuran ,  altenatip pake subway ..dan monorel>>> ke bandara   dipastikan tiba Jam 21.00 dengan Catatan Uncle Must Run to Platfom  ok are yu ready  ? ya pasti saya jawab Ok,  eh Dia Justru mau Anterkan sampe Platform Yang dicari   Yamamoto line ke hamamatchuo ,  but uncle  go to Hamamatchou !! yu must run Againt !! Changge To Monorel Haneda.   hahaha Saya jawak OK . Thank Yu thankyu  dan Di Balas tak henti2nya Membungkuk  hahahahahahahaha senangnya lupa saya terlalu banyak Basa basi  karma Baik Semoga selalu padamu anak muda    
      Jumlah pengeluaran Seluruhnya Trip Bocah tua nakal Sebesar
      Total Kansai Osaka Kyoto                      21.030          
      Change ICOCA ke 2                                   1.000
      Shinkansen Ke Odawara                        11.560
      Samurai Guees Hauose                          2.700
      Hakone Pass                                             4.000
      Sinkansen Odawara Tokyo                     1.165
      Local Ferri                                                 930
      Change ICOCA terakhir  ke 3                 1.000
      Makan 4 Hari x @1500                           6.000
      Total Jendral Pengeluaran
      Perjalan  Sejak Mendarat Di Japan  HARGA REAL  1 kali Kunjungan fuji Yama  49.385
      Rate Yen 118   = RP 5.827.430 .   
       
       
      Biaya mengunjungi Fujiyama Yang Ke 2  3600 Yen PP sd Tokyo station  Saldo  ICOCA masih sisa 1610 yen Mengenai Sensasi Ryokan / ONSEN/ Destinasi Wisata / suka duka mencari jalur kereta / makanan akan di ulas terpisah lain waktu
      Mohon Maaf saya Tidak bias Cara Menulis  dan penempatan titik koma  juga terlalu panjang cerita saya
      Semua ini hanya menunjukan kebanggaan saya  telah berhasil menaklukan ketakutan saya yang biasa baca2 di komen  lainnya  saya pake sistim HAJAR SAJA KO ACONG ujar @Deffa
      Catt “  ”  Secara ko Acong low student Low teknologi Low International Speak
       


























































    • By Daniear
      Setelah melepas penat perjalanan tanpa putus dari Palu – Jakarta – Kuala Lumpur – Tokyo – Kyoto, hari kedua gue di Jepang dimulai. Seperti yang sudah diperkirakan, start hari kedua molor dari jadwal. Aslinya, sesuai rencana kami pingin jam 8 udah keluar dari penginapan, lanjut sarapan. Nyatanya?
      Jam 8.30 kami baru mulai jalan. Langit udah keliatan mendung. Duh, keknya bakal hujan. Telat dari jadwal tidak serta merta membuat kami segera bergegas. Kami justru tertarik buat foto di depan gang tempat penginapan Airbnb. Pas pagi gitu ternyata pemandangan rumah-rumahnya kece abis. Sebagai salah satu oleh-oleh yang mudah dikenang, kami foto-foto dulu.

      Jadwal sarapan kami skip. Rencana awal ke Kiyomizu kami swith dengan ke Arashiyama lebih dulu, karena lebih jauh. Gue mimpin perjalanan pagi itu ke stasiun Sanjo Keihan. Kami beli tiket seharga 210 yen untuk rute Sanjo Keihan ke Nijo. Dari Nijo gue pilih gunain fasilitas JR Pass, karena kebetulan ada kereta JR dari Nijo ke Saga Arashiyama.
      Pas turun di Nijo gue sempat bingung naik kereta lanjutan yang mana. Di tulisan ada kereta asing yang datang. Gue sebut asing karena nama kereta beda dengan yang ada di Hyperdia gue.  Daripada kesasar, gue bertanya pada 2 bidadari manis yang sedari tadi berdiri di depan gue.
      “Excuse me. Is it to SAGA ARASHIYAMA?”
      Dalam hitungan detik, 2 cewek depan gue langsung menoleh.
      KAWAIIII! Gilak, 2 cewek yang dari tadi cuman kelihatan rambutnya aja, ternyata manis-manis. Pantes aja pas berdiri di belakang mereka rasanya gue nemu arti kenyamanan, kesempurnaan cin … taaaaa. Ooo…oooowww #nyanyi
      Gue sengaja bertanya dengan menekankan kata Saga Arashiyama buat antisipasi kalau terjadi misskomunikasi kek kemari n sama sekumpulan aki-aki pas nyari penginapan. Tapi, kalau sama yang 2 ini, misal terjadi misskomunikasi, nggak papa juga sih, betah juga. Wkwkwkwk
      2 cewek kawai menjawab dengan antusias. “Yess! Yess!” sambil mengangguk dan tersenyum lebar. Makin kawaii deh.
      Akhirnya kami satu kereta dengan cewek-cewek tadi ke Saga Arashiyama. Perjalanan berlangsung kurang lebih 15 menit. Kami tiba di st Saga Arashiyama dan langsung disambut hujan! Horrayyyyy
      Karena konon hujan adalah lambang rezeki. Tapi kami sadar, kami nggak bawa payung. Zonk! Ditambah jacket yang gue pakai kali ini wool. Zonk kedua! Untungnya sepatu boots gue tahan air. Yes!
      Intensitas hujan masih gerimis ringan. Kami pun nekad jalan cepet ke arah yang dijelaskan oleh tourist information di stasiun.
      Di bawah langit mendung kami menyusuri jalan yang melewati rumah-rumah warga. Terdapat beberapa café, tempat makan, butik, bahkan toko buku di antara rumah-rumah. Seperti di Sanjo, jalanan di Arashiyama bersih banget.

      Setelah jalan sekitar sepuluh menit, kami tiba di pertigaan. Jika ke kiri, ke arah Tenryu-ji Temple dan sungai. Ke kanan ke Bamboo groove. Gue memutuskan ke Tenryuji dulu. Hujan turun lebih deras ketika itu. Setelah sempat foto-foto di depan pintu masuk, kami pun memutuskan untuk tidak masuk. Jadi baru foto di depannya saja kami sudah puas. Coba bayangkan, jauh-jauh ke Arashiyama, hujan pula, sampai di depan pintu Tenryu-ji malah nggak jadi masuk. Tapi, ya, mau gimana lagi, kami memang mudah puas dan mudah pula dipuaskan #eh

      Selanjutnya gue memimpin regu menuju bamboo groove. Hujan rintik-rintik masih terus mengguyur. Tapi gue nggak mau kalah sama semangkat para abang-abang penarik ricksaw alias becak manusia.
      Dan di bamboo groove itulah sepasang mataku beradu pandang dengan sepasang mata penuh keindahan. Senyum manis darinya langsung tersaji ketika tahu aku tengah menatapnya. Waktu serasa berjalan pelan dari detik ke detik. Semilir angina disertai titik air sama sekali tak membuatku mudah beralih pandangan.
      “Minta foto, Bang!” suara cempreng Krysna menyadarkanku. Bocah tengik itu menggodaku supaya gue ngajakin foto cewek barusan. Btw, cewek yang baru saja tersenyum padaku adalah cewek yang sama kutanya di stasiun tadi. Ternyata dia masih mengingatku.
      “Lu mau ngajakin mereka foto?” Tanya gue balik ke Krysna.
      Krysna menggeleng.
      Dasar cemen!
      Akhirnya gue pun memberanikan diri menghampiran 2 cewek kawaii asli Jepang itu. Dengan malu-malu tak tahu malu gue pun ngajakin foto bareng. Mereka pun tampak terkejut bahagia penuh suka cita pesta pora ketika menyambut ajakan gue. Kami pun ber-wefie ria beberapa jepret. Krysna ikutan. Baru akhirnya gue tending Krysna buat motion gue. Gue pun berpose di tengah dua cewek Jepang itu. Dan kejutannya, si cewek minta foto juga dengan kameranya. Ternyata diriku menarik juga *mengambil kesimpulan sepihak.
      Usai foto hatiku serasa melayang. Gue pun melompat-lompat menyusuri bamboo groove.


       
      The end
       
      Eh, eh, belum selesai. Meski bahagia belum berarti selesai, ya. Oke, lanjut.
      Setelah mengelilingi bamboo groove kami menuju restoran Yoshiya untuk makan siang. Hujan masih turun. Satu hal yang gue kagumi dari Jepang, masyarakatnya meski hujan tetap olahraga. Ini dibuktikan dengan beberapa kali gue nemuin orang Jepang lagi lari-lari nggak kenal cuaca. Mau mendung, hujan, siang, sore, tetep olahraga. Ganbatte!
      Yoshiya Muslim Restoran ada di tepi sungai terkenal di Arashiyama. Gue dapat rekomendasi restoran halal itu dari aplikasi Halal Navi dan Halal Gourmet Japan. Ada beberapa menu halal yang disediain. Semacam lunch set gitu. Enak, sih. Tapi sedikit lebih mahal kalau dibandingin sama bento Familymart (yaiyalah).

      Karena hujan yang makin deras, kami memutuskan balik ke penginapan di Sanjo dulu.
      ***
      Setelah ganti jaket yang tahan air dan bawa paying dari penginapan, kami lanjut jalan kaki menuju Kiyomizudera. Berdasarkan google maps sih, jarak jalan kaki kami sekitar 2 km menuju tkp. Lumayan jauh sih. Ditambah hujan. Tapi justru saat hujan itulah kami menemukan banyak keindahan. Tsaaah
      Sepatu Bobby dan Krysna ternyata nggak tahan air banget. Alhasil, agak basah-basahan lah ya.
      Dan di balik semua perjuangan itu, keindahan di mulai saat kami melewati Hokan-ji Temple dan Yasaka Shrine. Lanjut kami melihat betapa indahnya Sanen zaka dan Ninen zaka. Jadi intinya, Kiyomizudera hanya sebagai tambahan aja. Keindahannya dilahap abis di sepanjang jalan menuju dan dari sana. Indah banget nuansa kiri-kanan jalan yang dipenuhi bangunan-bagunan tradisional, baik café, toko, maupun rumah. Feel like … amazing!

      Yaudahlah, ya, bagian ini susah dideskripsikan dengan kata-kata. Lewat foto aja (meski sebagian nge-blur)









       
      Gue bikin post di blog juga nih : http://alfiandaniear.blogspot.co.id/2017/02/7-hal-yang-bikin-kamu-pingin-ke-jepang.html
      Panggil para idola:
      @deffa
      @Andrizki
      @Vara Deliasani
      @HarrisWang
      @Monfi
      @kyosash
      @twindry
      @Ikamarizka