• 0
Sign in to follow this  
Married2014

Seni bersalaman di beberapa negara

Question

Cara orang bersalaman di tiap negara berbeda2 sesuai dengan budaya dari negara tersebut. Berikut adalah beberapa contohnya:

 

1. China

Gerakan tangan dengan pegangan yang ringan dengan sedikit gerakan mengayun. Pandangan mata sedikit menatap kebawah agar tidak melihat mata langsung agar terkesan lebih sopan/

 

2. Jepang

Terdapat 2 cara yaitu membungkuk dan salaman, agar tidak bingung, ikutilah pasangan anda, bila pasangan membungkuk, kita balas membungkuk, begitu pula dengan salaman.

 

3. Perancis

Jabat tangan dengan satu gerakan mengayun yang cepat pada saat kedatangan dan keberangkatan Anda

 

4. Amerika Latin

Disini melakukan gerakan jabat tangan yang ringan, lembut, dan cenderung berlama-lama. Jadi jangan terlalu cepat menarik tangan anda agar terkesan sopan

 

5. Eropa

Sama seperti jabat tangan biasa, tapi lebih sering. jadi mungkin bertemu makan siang berjabat tangan, lalu setelah itu pergi ke kantor akan melakukan jabat tangan lagi.

 

6. Negara Arab

Untuk Pria, biasanya berjabat tangan disertai pelukan dan ciuman dikedua pipi. Namun biasanya perempuan tidak berjabat tangan dengan lelaki karena tradisi.

Share this post


Link to post
Share on other sites

8 answers to this question

  • 0

nambah satu, kalau di belanda menurut buku yang pernah saya baca, itu aturannya ada cipika cipiki. entah ini benar atau tidak... :)

 

terus saya lupa di negara mana tapi kalo cium pipi ada yang tiga kali. jadi kanan, kiri, terus kanan lagi. atau sebaliknya.

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

kok yang dari indonesia tidak sekalian disebutkan? kalo di indonesia itu, biasa salaman sambil cium telapak tangan orang tua termasuk gak sih? :P btw biarpun berbeda-beda caranya yang penting maknanya sih untuk menghormati orang lain..

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

@wasnia: iya mba, Om saya yang stay di sana kalau ke Indonesia juga seperti itu awalnya si saya agak kikuk tapi karena di kasih tahu sama papa saya...ya memang begitu katanya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

nambahin saja, kalau di Belanda biasanya sambil berjabat tangan lalu bersentuhan pipi sampai 3x

 

mau donk salaman sama Cewek Belanda.......kekekeke....

Tapi kayanya enakan sama orang Perancis deh

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By talentaorganizer
      Nyai Rasa Resto & Galeri di Jl Cipete Raya No 65, Jakarta Selatan adalah sebuah resto sekaligus galeri seni
    • By talentaorganizer
      Nyai Rasa Resto & Galeri di Jl Cipete Raya No 65, Jakarta Selatan adalah sebuah resto sekaligus galeri seni
    • By talentaorganizer
      Nyai Rasa Resto & Galeri di Jl Cipete Raya No 65, Jakarta Selatan adalah sebuah resto sekaligus galeri seni
    • By imam17stat
      Bagi para pecinta jalan-jalan/traveler, perbedaan bahasa dan budaya sering kali menjadi bagian yang menyenangkan selama travelling. Terkadang saat tidak tahu cara untuk mencapai lokasi atau tujuan wisata yang ingin dituju, traveler akan melihat peta atau menyalakan GPS atau bila masih bingung akan langsung bertanya ke penduduk sekitar. Tapi tidak semua penduduk bisa memahami apa yang ditanyakan traveler bahkan mungkin tidak jarang mendapat respon kurang ramah. Hal ini jelas membuat perjalanan jadi nano-nano, ramai rasanya. Kalau menurut para pembaca, negara mana yang penduduknya ramah untuk para traveler? bila ingin mengetahuinya silakan mengunjungi : http://www.runawayguide.com/best-countries-for-backpacking-map/
       
      Berdasarkan pengalaman saya sendiri setelah melakukan perjalanan di Indonesia, Singapura, Malaysia beberapa waktu lalu. Saya setuju kalau Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya ramah untuk para traveler. Berikut pengalaman saya saat menanyakan alamat maupun transportasi di ketiga negara tersebut.
       
      Di Singapura, kota sekaligus negara kecil yang juga berbatasan dengan Indonesia, ternyata juga tidak menunjukkan keramahan. Saat itu saya naik MRT dari Changi ke Raffles untuk menuju Merlion Park. Dikarenakan tidak tahu lokasi tepatnya ada dimana, saya berusaha bertanya ke seorang petugas MRT. Tapi saya keget, dia hanya menjawab "GO UP" dengan keras dan kasar. Bukan hanya berhenti sampai disitu. Setelah dari Merlion, saya mau menuju Queen street, yang juga tidak tahu dimana lokasinya berada. Bertanya pada orang yang membagi brosur dan penjual koran di kawasan Raffles ternyata semua menggeleng dan menjawab tidak tahu. "Ini orang-orang sini pada ga tau nama jalan ya", itu yang ada dipikiran saya.
       
      Ternyata kondisi tersebut juga sama saja saat di Malaysia. Saya beri contoh saat sedang berkunjung di Malaka. Perjalanan dari Singapura menuju Malaka saya lakukan di sore hari, sehingga baru sampai di Malaka saat bulan sudah bersinar. Dikarenakan sudah jam 10 malam, setelah sampai di Plaza Mahkota (Malaka), ingin langsung menuju hotel untuk check-in. Dan lagi-lagi saya tidak tahu dimana tepatnya lokasi hotel dan akhirnya memutuskan bertanya ke orang-orang di sekitar, antara lain satpam Plaza Mahkota, supir taksi hingga pemuda-pemudi yang sedang pacaran (hahahaha). Semua orang itu ternyata menjawab tidak tahu. Bahkan yang kurang ajar, si supir taksi menjawab lokasinya jauh sekali. Untungnya saya tidak kehilangan akal, meskipun GPS sedang mati, saya masih menyimpan screenshot peta Malaka. Dan ternyata lokasi jauh yang dikatakan supir taksi hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Plaza Mahkota. Saya jadi berpikir, "ternyata orang lokal pun kurang tahu dengan alamat di Malaka, kecuali si supir taksi yang kurang ajar".
       
      Lantas, bagaimana dengan di Indonesia. Dua minggu lalu saya menuju Yogyakarta dan mencoba Trans Jogja untuk menuju semua lokasi yang ingin saya tuju. Setelah mendapat pengalaman dari dua negara sebelumnya, saya merasa saat menggunakan Trans Jogja ini pun harus mandiri, tidak perlu tanya-tanya ke petugasnya dikarenakan sudah ada peta Trans Jogja di setiap halte. Ternyata respon yang didapatkan sungguh berbeda dari dua negara sebelumnya. Saat pertama masuk halte, petugas langsung dengan ramah menanyakan tujuan kita. Seandainya pun tujuannya bukan berada dalam satu jalur, petugas langsung memberi tahu dari halte sekarang naik apa dan harus pindah di halte mana untuk naik jalur yang berbeda. Bukan cuma itu, saat mau menuju hotel, saya juga tidak tahu dimana tepatnya lokasi hotel tersebut. Dan memutuskan bertanya pada beberapa orang yang sedang menikmati jajanan di angkringan dekat dengan halte Trans Jogja. Para warga tersebut dengan ramah memberi petunjuk lokasi hotelnya ada dimana dan jalan mana saja yang harus saya lalui.
       
      Dari sini lah saya merasakan bahwa Indonesia memang layak menjadi salah satu negara yang ramah penduduknya untuk para traveler. Kita seharusnya bangga dengan keramahan negara kita yang sudah menjadi identitas sejak lahir.
      So mari tersenyum.
      dan selamat siang    
    • By Ayu Merriandari
      Hai All,
       


      Suka dengan boneka pajangan ber-hanbok dari Korea? yuks order ke aku yuks,
      Terbatas nieh, tinggal beberapa ajah ... tingginya sekitar 70cm

      Model 1 : Rok biru tinggal 1 pcs, rok merah tinggal 2 pcs
      Model 2 : Rambut kepang panjang, hanya tinggal rok pink 1 pcs.
       

      Bisa langsung whatsapp aku atau inbox ajah yawh kalau minat.
       
      Terimakasih,
      AYoE