Sign in to follow this  
ryaryuu

Jeju Island, South Korea Most Visited.

14 posts in this topic

Saya pengen sharing dong soal Jeju Island. Soalnya saya barusan baca-baca kayanya bagus aja disana tuh. Jadi gini mba dan mas yang cantik juga ganteng. Menurut yang saya baca, ada objek wisata terkenal se Korea Selatan, namanya Pulau Jeju.

Di Pulau Jeju ini, objek wisata utamanya adalah keunikan alam dari Pulau Jeju nya sendiri. Di Pulau Jeju, ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi,menurut yang saya baca sih disini ada Crater dari sebuah ledakan Volcano Mountain di masa lalu , nama tempatnya adalah Halla-San National Park. Mirip tangkuban perahu kalo di kita, tapi bedanya kia bisa melihat Korea Secara keseluruhan disini. tinggi gunung ini adalah 1950meter. Merupakan tempat favorit pelancong Korean dan Jepang( katanya di jepang ini sangat terkenal loh).

Selain itu , ada Stone Garden. Kayanya ni artis yang bikin seumur hidupnya mahat untuk bikin taman batu ini deh. abis saya lihat di fotonya banyak sekali patung-patung yang dipahatnya. tiket masuknya gratis loh.( di korea banyak tempat gratisnya ternyata). Terus, yang paling terkenal itu ada resort yang bernama Jungmun Resort Park, dimana integrasi wisata alam dan hospitaity untuk para touris diberikan. hm... cukup seru . coba dong, ada yang udah pernah belom yah, yang paling menarik apa sih ?

eh disini juga ada Venue bekas Worldcup Korea-Japan loh

nih ada foto beberapa

post-54-0-80357000-1349598189_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

tadi saya baca tentang ini, dan langsung googling. ternyata Korea itu dibalik besi beton dan elektronik menyimpan keindahan alam yang luar biasa yah. bukan cuma girlband nya yang indah , tapi juga alamnya keren. ini saya ada beberapa foto buat melengkapi

S-jeju.jpg

ini Jeju Stadium

Cheju-Island_HL4-F5IDM_South-Korea.jpg

nah ini crater nya.

kayanya cukup oke. berapa yah kira2 kalo mau kesini.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Katanya tebing-tebing di Pantai Jungmun itu buatan ya.. Tapi keren..

Selain pantai jungmun-nya, yang bikin saya tertarik pingin bgt ke pulau ini ya Halla-San nya itu, kalo liat foto-fotonya pas musim semi indah banget :)

Satu lagi tempat menariknya, Gua Manjang. Panjangnya 8 km

Share this post


Link to post
Share on other sites

Saya sering liat di film film gt. Orang korea bangga banget sm pulau jeju ini. Waktu itu pulau ini juga sempat masuk jadi warisan dunia kan ya bareng pulau komodo.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Jeju ini katanya uda kayak sentosa island di sg, semuanya khusus pariwisata :), dan iklim nya lebih bersahat di banding korea2 laen nya, krn dia di bawah lebih hangat meski winter pun. kalo di Seoul bisa -16C winter nya. bisa -20 an kadang2 bisa mampus dinginnya. Saya tinggal 1 minggu gak tahan wkwkww

Share this post


Link to post
Share on other sites

uwaw mantap sekali neh jeju island sering liat d Drama Korea gtu..biasa nya Drama Korea pasti ada neh scene yg pake Jeju Island...mgkin itu jga cara mereka utk mempromosikan pariwisata nya ya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya cara mereka promosi pariwisata itu emang yahoo banget.. keren... bagus...

Jeju juga masuk ke dalam keajaiban dunia yang baru kan kalo ga salah?

kalo ke sini juga jgn lupa ketemu ibu2 yang udah tua tapi suka nyelem n masak ikannya sendiri..lupa namanya, tapi itu salah satu yg wajib dicoba di jeju.. selain itu, banyak ranch atau padang buat berkuda ;)

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya cara mereka promosi pariwisata itu emang yahoo banget.. keren... bagus...

Jeju juga masuk ke dalam keajaiban dunia yang baru kan kalo ga salah?

kalo ke sini juga jgn lupa ketemu ibu2 yang udah tua tapi suka nyelem n masak ikannya sendiri..lupa namanya, tapi itu salah satu yg wajib dicoba di jeju.. selain itu, banyak ranch atau padang buat berkuda ;)

ibu2 sudah tua dan nyelam? terus hasil dia nyelam kita makan ikannya? itu seperti atraksi disana ya mas ?

oh saya sih ga tau perkembangan new 7 wonder itu , lagian yang masuk nominasi emang benar2 punya keunikan sendiri2 sih yah.

mas pernah ke jeju island? habis berapa mas?

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah pulau Jeju benar-benar bagus ya.. biasa ini sering banget nich nongol di film-film Korea. Kalau diliat dari gambarnya sich benar-benar hebat, ada objek wisata alamnya, tapi di satu sisi jg ada objek wisata yang modern, bikin orang ga bosen.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Saya kayanya pernah liat di salah satu acara korea koleksi temen. Apalagi ditambah ada ibu ibu tua nyelem itu, jadi tau deh kayanya..

Tapi gimanapun, di serial itu keliatan dingin banget suhunya (laporan dari reporternya).. Nah anehnya si ibu ibu tua itu bisa tahan ngadepin dinginnya. Reportenya aja gak..

Kalo di jeju sedinin itu, imana korea nya ya yang kata mas admin lebih dingin?

Btw, amankah kalo ke korea? Bukannya lagi ribut sama korea utara ya?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By farinalee
      Hai hai hai..
      Adakah yang ingin berlibur ke Korea di musim dingin bulan Januari?? Aku berencana solo traveling ke Korea di bulan Januari antara tanggal 3-14 Jan 2019
      Kalau ada yang mau barengan bisa hubungi aku di id line: farinamu atau PM aja. Diutamakan cewek ya, tapi cowok juga gpp 
      Aku suka dengan pemandangan dan suka pergi ke toko stationary seperti Kyobo, juga sedikit tau tentang drama dan kpop kalau ada yang sama interest nya bole gabung yah..
    • By vie asano
      Spring in Korea. Sekilas judulnya seperti film bertema roman yah. Namun saya jamin tulisan ini nggak ada hubungannya dengan romantisme. Lebih tepatnya, saya ingin mengajak teman-teman untuk wisata virtual ke Korea saat musim semi tiba.
      Sudah jadi rahasia umum jika Korea Selatan merupakan salah satu negara yang memiliki 4 musim, mulai dari musim semi, panas, gugur, hingga musim dingin. Masing-masing musim tersebut memiliki karakteristik dan keunikan yang berbeda satu sama lain, yang mungkin akan mengagetkan para first time traveller yang berasal dari negara tropis seperti Indonesia. Terlebih karena di setiap musim tersebut terdapat beberapa perubahan aktifitas dan gaya busana yang cukup signifikan.
      Untuk membantu teman-teman yang berminat berwisata ke negeri Ginseng tersebut, mulai dari tulisan ini saya akan mengulas lebih dalam mengenai aneka musim di negara Korea, yang akan dimulai dari musim semi. Kenapa? Karena pada bulan ini (Mei) Korea Selatan masih dalam periode musim semi, jadi momennya pas aja gitu. Nah, berhubung rencananya saya ingin mengupas tuntas detail apa saja yang ada di masing-masing musim, mulai dari karakteristik, pakaian yang bisa dikenakan di musim tersebut, aktifitas, hingga tempat terbaik untuk dikunjungi di masing-masing musim; kemungkinan untuk setiap musimnya akan ada beberapa seri tulisan. Jadi, dinikmati saja ya. Dan inilah aneka informasi dasar tentang musim semi di Korea Selatan.
      Periode waktu dan suhu rata-rata
      Hampir sama seperti negara Jepang (karena letak kedua negara ini memang nggak begitu jauh), periode musim semi di Korea Selatan jatuh kira-kira pada bulan Maret hingga bulan Mei. Area yang berada di paling selatan, seperti pulau Jeju, akan mengalami musim semi lebih cepat dari daerah lainnya; sementara wilayah utara mengalami musim semi yang sedikit lebih lambat.
      Perkiraan suhu udara
      Musim semi menandai akhir kekuasaan musim dingin dan mulai berkuasanya cuaca hangat. Walau begitu, pada awal musim semi biasanya suhu udara masih relatif dingin. Normalnya, suhu udara rata-rata antara 7,1 hingga 17,8 derajat celcius. Namun khusus pada awal musim semi, suhu di daerah pegunungan seperti Gangwon-do bisa mencapai -2 derajat celcius di pagi hari dan 17-18 derajat celcius di tengah hari. Baru pada bulan April cuaca sudah mulai menghangat sepenuhnya, sehingga tak sedikit juga yang berpendapat jika musim semi di Korea Selatan dimulai pada bulan April.
      What to wear
      Lupakan jaket atau mantel tebal, kecuali jika akan bepergian ke daerah pegunungan di awal musim semi. Itu karena suhu di awal musim semi, apalagi di daerah pegunungan, temperaturnya masih cukup dingin. Sedangkan untuk daerah lainnya, jaket yang cukup ringan maupun sweater bisa menjadi pilihan jika berwisata di awal musim semi, terutama karena suhu udara cenderung semakin dingin setelah matahari terbenam. Baru pada pertengahan bulan April dan Mei outerwear yang lebih ringan seperti cardigan cocok untuk dikenakan karena cuaca semakin hangat. Kombinasi antara cardigan dan aksesoris seperti scarf, topi, dan kacamata hitam selalu menjadi aksesoris favorit di setiap musim semi di Korea.
      Yang harus diperhatikan
      - Pada awal musim semi, waspadai penyakit pilek karena suhu udara yang sering naik dan turun secara signifikan, ditambah dengan hembusan angin kencang yang membawa udara dingin masih cukup sering terjadi.
      - Udara musim semi di Korea masih cukup kering, walau tidak sekering saat musim dingin. Jadi jangan lupa siapkan peralatan pendukung untuk mencegah kulit kering seperti lipbalm dan body lotion.
      - Terkadang ada hembusan angin yang disertai dengan debu pasir yang berasal dari Gurun Gobi dan terbawa hingga Korea Selatan. Untuk mencegah iritasi mata dan saluran pernafasan, sebaiknya bersiaplah membawa masker saat liburan musim semi di Korea Selatan.
      Aktifitas musim semi
      Musim semi identik dengan aktifitas menikmati keindahan bunga yang mulai bermekaran setelah tidur di musim dingin. Namun bunga apa yang harus dinikmati keindahannya saat berada di Korea Selatan? Apakah aktifitas musim semi hanya sebatas menikmati bunga? Berikut beberapa bocoran aktifitas yang dapat dicoba saat berwisata musim semi ke Korea Selatan.
      1. Melihat bunga Cheri
      Bunga Cheri? Maksudnya bunga Sakura? Yes, betul. Walau dianggap sebagai bunga khas Jepang, bunga Sakura bisa dilihat di berbagai negara yang memiliki 4 musim. Dan bukan hanya bangsa Jepang yang memiliki tradisi hanami, karena mengamati bunga Cheri yang bermekaran juga menjadi salah satu aktifitas musim semi favorit di Korea. Bagi yang ingin tahu spot terbaik menikmati bunga Cheri di Korea Selatan, akan saya tulis terpisah ya.
      Foto 01 (a-d):
      Bunga Cheri di Korea Selatan [foto: Travel Oriented/flickr, Channy Yun from South Korea/wikimedia, HunkinElvis/wikimedia, Piotrus/wikimedia]
      2. Menikmati keindahan bunga Forsythia dan Azalea
      Di Jepang, bunga Sakura melambangkan kebahagiaan karena musim semi telah tiba. Di Korea Selatan, penanda musim semi tersebut adalah bunga Forsythia dan Azalea. Keduanya memiliki keindahan yang tak kalah dari bunga Sakura/bunga Cheri dan waktu mekarnya pun sangat dinanti-nanti oleh masyarakat Korea. Forsythia dan Azalea mulai mekar pada pertengahan bulan Maret yang dimulai dari pulau Jeju, dan pada awal April di daerah Chuncheon, Gangwon-do.
      Foto 02:
      (a & b.) Forsythia [foto: Korea.net - the official page of the republic of Korea/flickr], (c & d.) Azalea [foto: Caroline Knox/wikimedia, Korea.net – the official page of the republic of Korea/flickr]
      3. Memetik stroberi
      Stroberi Korea terkenal sebagai salah satu yang terbaik di Asia. Berhubung musim stroberi dimulai kira-kira pada pertengahan Maret dan April, kenapa tidak sekalian mencicipi stroberi Korea? Salah satu tempat terbaik untuk menikmati stroberi Korea adalah Geoje di Gyeongsangnam-do, Nonsan di Chungcheongnam-do, dan Damyang di Jeollanam-do.
      4. Makan kepiting
      Pada awal musim semi, King Crabs mulai banyak ditangkap terutama di daerah pesisir timur. Jadi tak ada salahnya berwisata sambil menikmati King Crab dan Snow Crab, sekaligus menikmati keindahan laut dan pantai di Korea. Tapi jangan berenang ya, karena seperti yang sudah disinggung sebelumnya, suhu di awal-pertengahan musim semi masih relatif dingin.
      5. Menghadiri berbagai festival tradisional
      Selain musim gugur, musim semi dikenal sebagai salah satu musim yang memiliki banyak festival, mulai dari yang berskala lokal hingga nasional. Rencananya aneka festival musim semi akan saya tulis terpisah, jadi tunggu tulisan selanjutnya ya.
      Foto 03: Sebagian festival musim semi di Korea Selatan
      (a.) Andong Hahoe Mask Festival [foto: Caroline Knox/wikimedia], (b.) Gurye Sansuyu Flower Festival [foto: Korea.net/wikimedia], (c.) Gwangyang Maehwa Festival [foto: Korea.net/wikimedia], (d.) Hangan Yeouido spring flower festival [foto: Korea.net/wikimedia]
      ***
      Demikian sekilas info tentang musim semi di Korea Selatan. Untuk aneka festival musim semi beserta rekomendasi tempat yang wajib dikunjungi saat musim semi, tunggu tulisan selanjutnya ya.
      ***
      * Seluruh foto diambil dari creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
      ***
      Baca seri lengkap Spring in Korea:
      Spring in Korea: Aneka Informasi Dasar
      Spring in Korea: Kalender Festival Bulan Maret
      Spring in Korea: Kalender Festival Bulan April
      Spring in Korea: Kalender Festival Bulan Mei
      Spring in Korea, Wisata Kemana Ya?
    • By adrianidini
      Hai.. 
      aku ada rencana ke korea pas autumn  (12-22 november 2018).. inshaallah pasti jadi karena aku sendiri udah beli tiket. Itinerary belum fix, jadi bisa didiskusiin bareng2. Sejauh ini sih masih pgn explore sekitaran Seoul aja, tapi rencana ke luar kota kaya Busan atau kota yang lain juga ada tergantung nanti budgetnya ada atau engga.. 
      Karena aku lumayan suka kpop&kdrama, jadi nanti mungkin bakal ke agensi kpop dan tempat syuting kdrama. Nanti kalo yang ga suka, bisa misah ya :)
      Karena ini pertama kalinya bagi aku ke korea, jadi cari temen yang bisa diajak nyasar bareng-bareng.
      Lebih diutamakan cewek ya, soalnya biar bisa share cost penginapan juga hihi rencana sih mau stay di daerah Hongdae. 
      Cowok bisa join tapi ga bisa share cost penginapan.. 
      Karena masih lumayan lama, jadi bisa nabung dulu.
       
      Yang mau join bisa PM ya, yang mau nambahin tips boleh banget :)
      Thank you ~
    • By Dantik
      Korea Selatan 5H4M (Hari 1)
       
      Hari 2 : Selasa, 8 Maret 2016
      Jeju – Seoul
       
      Hari ini kami full day di Jeju. Karena hanya one day tour kami memilih rute Middle East Part of the island, terdiri dari: Hamdeok Beach, Wol-jeong beach, Kymnyung Maze Park, Manjang Cave, Seongsan Ilchulbong, Seopjicoji, Seongeup Folk Village, Jeju Stone Park. Kami sewa mobil + driver one day tour KRW 180.000, utk lebih jelasnya silahkan lihat disini.
      Bangun pagi2, siap2 karena kami minta jemput di hotel jam 7 pagi  sekalian check out hotel. Jam 6 kami sdh standbye, sambil nunggu kami jalan2 dulu dekat hotel. Jam 7 pagi masih gelap, kyk baru jam 5 subuh di Indo.

      Jungang Underground Market adalah pasar bawah tanah yg berada di downtown Jeju. Foto di atas adalah tangga menuju Jungang.
       
      1. Hamdeok Beach


      Setelah dijemput tujuan pertama kami adalah Hamdeok Beach. Terletak 14 km sebelah timur dari Kota Jeju, memiliki pantai yg bersih dan air yg bening. Dsni klo pas musim panas rame sekali, bnyk org berenang.
      2. Wol-jeong beach


      Jika Anda ingin menikmati pemandangan pantai, duduk sambil minum kopi dan santai, disnilah tempatnya. Sepanjang jalan banyak kita temui cafe2, cocok bagi yg ingin menikmati pantai dengan orang2 yg terkasih. Waktu yg tepat ksni adalah sore hari.
      3. Kimnyoung Maze Park


      Pendiri labirin ini adalah seorang Professor berkebangsaan Amerika Dr Frederic H Dustin, (lahir di Bellingham, WA pada tahun 1930) pertama kali datang ke Korea pada tahun 1952. Beliau dan istrinya pindah ke jeju dari seoul pada tahun 1971. Labirin ini adalah bentuk apresiasi beliau atas cintanya pada Jeju.
      Perjuangan mencari jalan keluar, sempet bolak-balik kesasar terus. Akhirnya ketemu juga setelah 1 jam muter2 di dalam.
      4. Manjang Cave


      Puas main di Maze park, kami lanjut lagi ke Manjang Cave. Lokasi tidak jauh dari Maze park. Di sini kita masuk ke dalam gua yg panjang, terbentuk bekas aliran lava. Gua agak gelap dan banyak genangan air, usahakan pakai sepatu yg tidak berbahan kain. Gua ini terbentang sepanjang 13,442 m, namun yang terbuka untuk umum hanya 1 km (1000 m) saja. Perjalanan ke dalam memakan waktu 1 jam one way, karena kami menghemat waktu kami hanya setengah perjalanan 30 mnt one way, jadi pp 1 jam. Sampe ketemu Turtle Rock, kami balik lagi.
      5. Seongsan Ilchulbong


      Setelah dari Manjang Cave, kami lanjut ke Seongsan Ilchulbong. Pinginnya sih bisa lihat aksi Haenyeo alias penyelam wanita asal Pulau Jeju tapi waktunya ga pas. Kami sampe sana jam 11 siang, sedangkan show nya jam 10 pagi. Pas sampe sna udh pada selesai, telat 1 jam deh, hiks… Walopun ga sempet lihat tp kami puas kok bisa hiking sampe puncak. Jangan sampe kalah deh sama kakek nenek wisatawan laen.
      Tempat ini sangat tepat untuk menyaksikan matahari terbit. Pemandangan indah dan menakjubkan menjadi tawaran yang tidak dapat ditolak oleh para pencinta keindahan alam. Seongsan Ilchulbong adalah sebuah kawah gunung api dengan bentuk seperti contong yang menyembul dari permukaan laut. Tempat ini terbentuk karena proses erupsi hydrovulkanis dimana terjadi letusan gunung api yang sangat dahsyat, yang menyemburkan magma dalam jumlah ke angkasa sehingga meninggalkan bekas berupa kawah yang lebar dengan dengan tepi yang dangkal. Letusan ini terjadi di dasar laut yang dangkal lebih dari 100.000 tahun yang lalu, kawahnya menyembul ke permukaan air. Tempat ini berada di bagian timur landasan pantai Pulau Jeju.
      Klo msh ada waktu bisa ke Pulau Udo. Hanya butuh waktu 15 menit. berjalan dari Ilchulbong ke port Seongsan untuk pergi ke Udo. Setiap kapal keberangkatan setiap jam. Perjalanan hanya 15 menit ke Udo dengan kapal.
      6. Seopjicoji


      Seopjicoji ini cakeppp. Kami suka banget view tebing dan lautnya. Kerenn. Walopun bakal lebih keren lagi kalo datengnya pas musim semi. Sayang, Seopjicoji sudah di renovasi ga kyk dulu. Tapi udah dimodifikasi gitu sekarang jadi lebih warna-warni kayak jadi rumah permen deh. Akhirnya kami ga lama2 dsna, ga sampe masuk ke dalam rumah. Kalo mau masuk kesini bayar, jadinya kami nggak masuk. Foto2 di sepanjang jalan aja.

      Abis dari Seopjicoji, kami makan siang dulu. Diajaknya kami ke Gyo Rae Handmade Noodles Soup makan mie hijau (Green Tea Noodle). Tempatnya dekat dengan Sangumburi. Ini adalah mie herbal, mie yg dibuat dari green tea tanpa pengawet. Satu porsi nya banyak sekali, bisa untuk makan 2 orang.
      7. Seongeup Folk Village


      Setelah kenyang rencana kami mau ke Sangumburi, tp karena hujan kami skip lanjut ke Seongeup Folk Village. Ini adalah perkampungan asli penduduk Jeju. Tempat lokasi syuting filem Dae Jang Geum kyknya.
      Disini berdiri rumah tinggal, kuil konfusius, sekolah, kantor pemerintah, reruntuhan benteng yang arsitektur bangunannya masih bergaya tradisional. Ada banyak rumah dengan atap jerami dan dinding dari batu dan tanah liat. Tampilan kuno desa ini memang dipertahankan oleh masyarakat dan pemerintah setempat.
      8. Jeju Stone Park


      Setelah dari Seongeup Folk Village, karena masih ada waktu kami ke Jeju Stone Park. Ini adalah rute terakhir kami di Jeju sebelum kami kembali ke Seoul malam ini.
      Jeju Stone Park adalah sebuah taman ekologi dan budaya yang menampilkan sejarah budaya batu yg sangat penting untuk sejarah dan budaya Pulau Jeju. Dengan kata lain Jeju Stone Park ini adalah museum sejarah bagaimana sejarah pulau Jeju ini. Mulai dari sejarah terbentuknya Manjang Cave sampe ke Seongsan Ilchulbong.
       
      Setelah dari Jeju Stone Park, rencana sih mau cari souvenir tapi ternyata tokonya udh tutup, hiks… Akhirnya kami minta di drop ke Jeju Airport aja. Sampe Jeju Airport rasanya sedih udh mau ninggalin Jeju, karena masih bnyk destinasi2 menarik lainnya di Jeju ini. Emg sih, waktu yg efektif utk explore Jeju Island itu 3 hari bukan 1 hari kyk kami.
      Setelah sampe di Seoul langsung ke penginapan taruh tas istirahat sebentar trus keluar lagi cari jajanan di sekitar Hongik Univ. Oiya, suhu di Jeju lebih hangat dibanding Seoul. Pas di Seoul dingin banget karena anginnya kencang. Usahakan bawa perlengkapan yg tepat biar ga kedinginan. Di sekitar sini banyak sekali pemusik-pemusik jalanan, banyak juga cafe2 tmpt hang out anak muda. Dan ternyata disitu jg lg ada kyk syuting film, ga tau utk film apa hehe...

       
      Bersambung... 
       
       
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Masih tentang liburanmu menjelajahi Korea Selatan, kali ini kita akan membahas tentang kota Busan. Busan adalah sebuah kota metropolitan dan pelabuhan yang terletak di daerah tenggara Korea Selatan.
       
                Populasi kota Busan mencapai lebih dari 4.000.000 jiwa dan saat ini Busan dinobatkan sebagai kota terbesar kedua di Korea Selatan setelah Seoul. Busan juga merupakan satu dari tiga kota pelabuhan tersibuk di dunia.
       
                Sebagai terkenal dengan kota pelabuhan, Busan juga terkenal sebagai kota yang sarat nilai kesenian dan budaya. Hal ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri dari Kota Busan.
       
                Kesenian yang terdapat di Busan antara lain adalah tari topeng Dongrae Yaryu dan Suyeong Yaryu, jwasuyeong eobang nori (pertunjukkan musik para nelayan), donghaean byeolsin-gut (ritual meminta kelimpahan tangkapan), Dongrae Hakchum (Tari Bangau Dongrae) dan lain-lain.
       
                Selain itu, kota Busan juga seringkali menyelenggarakan festival kontemporer rutin, yaitu Busan International Film Festival yang juga merupakan festival film penting di Asia.
      Penasaran dengan pesona wisata yang ada di Busan? Kali ini kita akan membahasnya dalam itinerary menjelajahi kota Busan di Korea Selatan selama 3 hari 2 malam.
       
      Memilih Penginapan di Busan
       
                Ketika memilih penginapan di kota Busan, kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan di sekitar daerah Seomyeon. Dari Seomyeon kamu akan mudah untuk mencapai Gamcheon Cultural Village, BIFF, Jalgachi market dan lain-lain.
       
                Di daerah Seomyeon kamu juga dapat menemukan banyak toko dan restoran. Seomyeon memang merupakan salah satu daerah strategis sehingga tentunya dapat menjadi rekomendasi untukmu bermalam selama berada di Busan.
       
                Di Seomyeon, kamu tentunya dapat memilih penginapan yang sesuai dengan kebutuhan, jadwal serta partner traveling-mu. Kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan berjenis hostel, guest house atau hotel.
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di hostel, kamu dapat menginap di kamar berjenis shared dormitory (mixed dorm, 6 persons) dengan harga sekitar Rp 235.000, 00 atau 20.000 Won per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan di tempat ini adalah 1 bunk bed, free wifi, dan private bathroom with a shower.
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di guest house, kamu dapat menginap di kamar berjenis twin room, private bathroom. Biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 635.000,00 atau 54.000 Won per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan adalah free wifi, private bathroom, shower dan hairdryer.
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di hotel, kamu dapat menginap di kamar berjenis Korean style room. Biaya yang kamu keluarkan untuk menginap di sini adalah sekitar Rp 653.000,00 atau 56.000 Won per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan adalah TV, minibar, tea maker, AC, free toiletteries, telefon, kamar mandi, shower, dan kulkas.
       
      Hari Pertama
      Awali Perjalananmu di Kota Busan dengan Sightseeing dan City Tour
       

      Mengunjungi Pantai Haeundae via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a4/Haeundae_Beach_2011.jpg
       
                Pantai Haeundae menjadi destinasi wisata favorit yang harus kamu kunjungi selama kamu berada di kota Busan. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk mengawali perjalanan wisatamu di kota Busan dengan mengunjungi pantai cantik yang satu ini.
       
       
       

      Peta Mencapai Haeundae Beach dari Seomyeon via Google Maps
       
                Untuk mencapai pantai ini, kamu dapat menaiki line 2 metro dari Seomyeon Station menuju ke Haeundae Station. Kemudian kamu tinggal berjalan kaki selama sekitar 7 menit.
       
                Biaya yang kamu keluarkan pada perjalanan ini adalah sekitar Rp 65.000,00 atau 5.500 Won. Perjalanan yang kamu butuhkan dari Pantai Haeundae dari Seomyeon adalah sekitar 22 menit.
       
                Pantai Haeundae adalah pantai terbesar di Korea Selatan. Pantai ini memiliki banyak pengunjung yang datang ke sana setiap tahunnya. Haeundae dalam bahasa Indonesia berarti laut dan awan. Pantai ini diberi nama demikian oleh Choi Chi Won dari Dinasti Silla.
       
                Di tempat ini kamu akan terpukau dengan pemandangan dramatis dari hamparan birunya laut serta pasir putih di pantai ini. Terdapat banyak aktivitas olahraga air yang disediakan untuk menambah kenyamanan pengunjung yang berkunjung ke pantai ini.
       
                Pantai ini biasanya penuh pada bulan Juni hingga Agustus, sebab masa tersebut merupakan masa musim panas di Korea Selatan. Selain itu, biasanya terdapat pula beberapa jenis festival yang diselenggarakan di pantai ini untuk menambah kenyamanan pengunjung pantai ini.
       

      Mengunjungi Taejongdae via http://lexparadise.blogspot.com/2012/07/10-places-must-visit-in-busan-korea.html
       
                Setelah puas bermain di pantai, kali ini kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Taman Taejongdae. Taejongdae adalah sebuah taman alami di kota Busan dengan pemandangan langsung berupa laut di depannya.
       

      Peta Mencapai Taman Taejongdae dari Pantai Haeundae via Google Maps
       
                Untuk mencapai Taman Taejongdae dari Pantai Haeundae, kamu dapat menaiki line 2 metro dari Haeundae Station menuju ke Daeyeon Station selama 9 menit. Biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 65.000,00 atau 5.500 Won.
       
                Selanjutnya, kamu dapat menaiki taksi dari Stasiun Daeyeon menuju ke Taman Taejongdae. Biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 200.000,00 atau 17.000 Won. Perjalanan ini akan kamu tempuh sekitar 1 jam hingga 1 jam 42 menit.
       
                Taman Taejongdae adalah sebuah taman alami yang terletak di Kota Busan. Taman ini terlihat begitu istimewa karena dekat dengan laut sehingga kamu tidak hanya dapat melihat pemandangan berupa taman alami, namun juga laut.
       
                Taman ini cukup merepresentasikan Kota Busan yang terkenal dengan pantai-pantai berbatunya. Taejongdae terletak di daerah selatan Pulau Yongdo.
       
                Di taman cantik yang satu ini terdapat Shinsun Rock yang terbentuk dari erosi-erosi yang berkelanjutan dari gelombang laut. Namun, semuanya mempercantik pemandangan Taman Taejongdae yang indah ini.         
       
                Untuk pengalaman yang lebih spesial ketika mengunjungi Taman Taejongdae, jangan lupa untuk mengunjungi observation deck yang bernama MOKDO atau Yeongdo Lighthouse. Karena dari tempat ini, kamu dapat menyaksikan pemandangan birunya laut yang sangat jernih.
       

      Mengunjungi Dadaepo Sunset Fountain of Dream via http://english.busan.go.kr/community/img/13-03-12-001.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Taejongdae Park, kamu dapat mengunjungi Dadaepo Sunset Fountain of Dream. Nah, waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah apabila hari sudah menjelang malam.
       
                Dadaepo Sunset Fountain of Dream adalah sebuah fountain terbesar di dunia. Dadaepo Sunset Fountain of Dream juga menjadi salah satu atraksi wisata terbesar yang terdapat di kota Busan, Korea Selatan.
       
                Fountain ini berukuran 2.519 meter persegi dengan diameter sekitar 60 meter. Dadaepo Sunset Fountain of Dream bisa menyemprotkan air hingga setinggi 55 meter melalui lebih dari 1.000 nozzle-nya. Fountain ini setiap malamnya menyajikan pemandangan yang sangat indah.
       
                Dadaepo Sunset Fountain of Dream terletak di Pantai Dadaepo. Ketika mengunjungi Pantai Dadaepo, pastikan kamu bersantai di sana hingga malam hari untuk mendapatkan pengalaman menarik berupa menyaksikan Dadaepo Sunset Fountain of Dream ini.
       
      Hari Kedua
      Lanjutkan Perjalanan Wisatamu di Kota Busan dengan Mengunjungi Tempat Berbelanja di Sana
       
       

      Mengunjungi Jagalchi Fish Market via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/61/566261_image2_1.jpg
       
                Untuk merasakan pengalaman yang berbeda dan serunya menjadi orang lokal kota Busan, kamu dapat mencoba untuk mengunjungi Jagalchi Fish Market. Pasar tradisional ini terletak tidak begitu jauh dari penginapanmu di Seomyeon.
       
                Di Jagalchi Fish Market ini, kamu dapat melihat ada berbagai produk hasil laut yang ditawarkan. Nah, selain melihat berbagai hasil laut, kamu juga dapat membeli berbagai macam souvenir khas Busan di tempat ini.
       
                Kamu dapat mendapatkan harga yang lebih terjangkau jika berbelanja di pasar ini. Kelebihan lain jika kamu jago dalam menawar, kamu akan mendapatkan harga yang lebih terjangkau lagi daripada harga yang sudah ada.
       
                Jagalchi Market adalah sebuah pasar seafood terbesar di Korea Selatan. Setelah perang Korea, Jagalchi Market kemudian menamai dirinya sebagai fish market. Di tempat ini kamu juga dapat mencicipi berbagai ikan segar dengan harga yang cukup terjangkau.
       
                Kebanyakan penjual ikan di Jagalchi Market adalah perempuan paruh baya. Namun, mereka akan dengan ramah menjajakan hasil dagangannya kepadamu.
       
                Waktu terbaik mengunjungi Jagalchi Market adalah pada bulan Oktober. Sebab pada bulan Oktober, terdapat Jagalchi Cultural Tourism Festival. Acara ini merupakan salah satu magnet kebudayaan di kota Busan. Acara ini juga sering mendatangkan berbagai turis ke Jagalchi Market.
       

      Mengunjungi Gukje Market via http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/05/72/10/58/gukje-market.jpg
       
                Setelah puas mengelilingi Jagalchi Fish Market, kamu dapat melanjutkan perjalanan berbelanjamu dengan mengunjungi Gukje Market. Gukje Market adalah salah satu pasar tradisional terbesar yang ada di Busan dan Korea Selatan.
       

      Peta Mencapai Gukje Market dari Jagalchi Fish Market via Google Maps
       
                Untuk mencapai Jagalchi Fish Market dari Gukje Market, kamu dapat berjalan kaki selama sekitar 8 menit. Sehingga kamu tidak perlu terlalu repot dan membiarkan banyak waktumu terbuang di jalan.
       
                Setiap gang di Gukje Market terlihat sangat padat karena dipenuhi oleh banyak toko. Gukje Market juga terhubung dengan pasar-pasar lain yang ukurannya lebih kecil, seperti Bupyeong Market dan Kkantong Market.
       
                Gukje Market tergolong sudah cukup lengkap sehingga kamu dapat menemukan barang-barang yang kamu butuhkan di sini. Sebagai rekomendasi, kamu dapat membeli bedding set dan tableware khas Korea Selatan di sini.
       
                Gukje Market buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 20.00. Namun, pasar ini tutup pada hari minggu di minggu pertama dan ketiga setiap bulannya. Jadi, pastikan kamu tidak mengunjungi Gukje Market pada hari minggu di pekan pertama dan ketiga setiap bulannya.
       

      Mengunjungi Nampo-dong via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/56/200156_image2_1.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Gukje Market, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Nampo-dong. Nampo-dong adalah salah satu daerah favorit bagi para turis serta penduduk lokal Kota Busan.
       
                Setiap tahun, daerah Nampodong dijadikan sebagai pusat perhelatan Busan International Film Festival. Kamu dapat menemukan berbagai restoran atau dapat juga berkunjung untuk melihat teater di daerah Nampodong ini.
       
                Selain itu, kamu dapat juga berjalan menuju ke arah Yongdusan Park yang dapat kamu tempuh dengan menggunakan escalator dari Nampodong. Selain itu, kamu juga dapat melihat Busan dari ketinggian dengan mengunjungi observation tower yang terdapat di taman ini.
       
                Nampodong juga terkenal sebagai salah satu surga bagi para pecinta belanja. Di Nampodong Street kamu dapat melihat berbagai toko yang menjual barang-barang branded maupun barang lokal. Di tempat ini kamu dapat merasakan serunya berbelanja ataupun sekedar window shopping.
       
                Terdapat banyak toko yang dapat kamu sambangi pada perjalananmu di sekitar Nampodong. Beberapa barang yang ditawarkan di daerah Nampodong antara lain adalah pakaian, sepatu, tas, aksesoris, yang bukan hanya diperuntukan bagi para remaja namun juga orang dewasa.
       
      Hari Ketiga
      Lanjutkan Perjalanan Wisatamu di Busan dengan Mengunjungi Jembatan dan Temple
       
       

      Mengunjungi Gwangwan Bridge via http://img.slate.com/media/1/123125/122986/2133915/2150681/2152087/piff06174_bridgeEX.jpg
       
                Untuk mengawali perjalanan hari ketigamu selama berada di Busan, kamu dapat mengunjungi Gwangwan Bridge. Gwangwan Bridge adalah sebuah jembatan indah yang terletak di Kota Busan.
       
                Gwangwan Bridge memiliki panjang sekitar 7,42 kilometer dan membentang di antara Haeundae-gu dan Suyeong-gu. Ketika kamu mengunjungi Gwangwan Bridge di siang hari, kamu dapat melihat pemandangan berupa Oryukido Island, Gunung Hwangryeong, Pantai Gwanganri dan Bukit Dalmaji.
       
                Pada malam hari, terdapat pemandangan berupa cahaya lampu yang berasal dari jembatan ini. Lampu-lampu tersebut mampu membuat pemandangan yang berbeda bagi Gwangwan Bridge ini.
       
                Bagi kamu yang ingin merasakan pemandangan yang berbeda, kamu dapat mengunjungi Gwangwan Bridge ini pada siang hari dan malam hari. Jangan lupa untuk memasukkan Gwangwan Bridge ini dalam rencana perjalananmu selama berada di Busan. Menyenangkan, bukan?
       

      Mengunjungi Beomeosa Temple via https://hagwondiaries.files.wordpress.com/2012/10/beomeosa-temple.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Gwangwan Bridge, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Beomeosa Temple. Kuil ini merepresentasikan Busan. Kuil ini sendiri telah berumur setidaknya 1.300 tahun.
       
                Beomeosa Temple terletak di Gunung Geomjeon. Saat ini, Beomeosa Temple telah menjadi kuil terbesar dan tertua yang ada di Busan. Kuil ini dikelilingi oleh banyak pohon pinus, sehingga akan menambah indah pemandangan ketika mengunjungi Beomeosa Temple.
       
                Di Beomeosa Temple ini terdapat Daewoongjeon yang ditetapkan menjadi salah satu national treasure nomor 434. Pintu gerbang Beomeosa Temple ini bernama Jongyemun. Saat ini, Jongyemun telah dinobatkan menjadi pintu masuk terbaik yang dimiliki oleh Korean Temples.
       

      Mengunjungi Haedong Yonggungsa Temple via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2a/Haedong_Yonggungsa_Temple,_Busan,_South_Korea.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Beomeosa Temple, kamu dapat melanjutkan perjalananmu untuk mengunjungi Haedong Yonggungsa Temple. Dari dekat kuil ini, kamu dapat menyaksikan pula ombak dan lautan yang menambah keindahan pemandangannya.
       
                Ketika banyak kuil di Korea Selatan berada di sekitar gunung, maka Haedong Yonggungsa Temple ini justru terletak di daerah pantai. Haedong Yonggungsa Temple dibangun oleh seorang biksu besar di Korea Selatan pada sekitar tahun 1376. Pada saat itu bertepatan dengan Dinasti Goryeo. Kuil ini beralamat di 416-3, Sirang-ri, Gijang-eup, Gijang-gun.
       
                Pada sekitar tahun 1970, terjadi rekonstruksi ulang guna memperbaiki banyak struktur di sekitar kuil ini. Namun demikian, rekonstruksi itu tetap disesuaikan dengan kondisi sebenarnya dari kuil tersebut. Bagi para pecinta fotografi, jangan lupa untuk menyempatkan waktumu untuk berkunjung ke kuil indah ini.
       
                Haedong Yonggungsa Temple ini memang terlihat berbeda daripada banyak kuil lainnya. Sebab, sambil menikmati keindahan kuil ini, kamu juga dapat mendengarkan indahnya suara deburan ombak dari lautan yang terletak persis di depan Haedong Yonggungsa Temple ini.
       
                Nah, itu dia itinerary perjalanan wisata menjelajahi Kota Busan selama 3 hari 2 malam. Ternyata Busan memiliki banyak pesona wisata yang sebaiknya masuk dalam daftar perjalanan wisatamu, bukan? Semoga daftar itinerary ini dapat membantu memudahkanmu dalam menyusun referensi guna kegiatan liburanmu di Kota Busan.
       
       
                Happy traveling!
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Masih dalam rangka liburanmu di Korea Selatan, maka kota selanjutnya yang dapat kamu sambangi adalah kota Cheonan. Cheonan adalah sebuah kota yang terletak di bagian timur laut Chungcheon selatan, Korea Selatan.
       
                Cheonan terletak sejauh 83,6 kilometer dari Kota Seoul, ibukota Korea Selatan. Cheonan seringkali dijuluki sebagai “kota inti bangsaâ€. Kota ini dijuluki demikian karena merupakan pintu gerbang ke daerah sekitar wilayah ibukota nasional.
       
                Daerah utara berbatasan dengan Seoul, barat menuju ke daerah Asan, selatan ke Gwangju dan Daegon serta timur ke daerah Daegu dan Busan. Nah, apakah kamu penasaran dengan pesona wisata apa saja yang ditawarkan oleh kota Cheonan?
       
                Kali ini kita akan membahasnya dalam itinerary menjelajahi kota Cheonan di Korea Selatan selama 3 hari 2 malam. Yuk, segera simak tulisannya.
       
      Memilih Penginapan di Cheonan
       
                Jika kamu memutuskan untuk ingin menginap di Kota Cheonan, kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan berjenis motel atau hotel. Pemilihan jenis penginapan ini tentunya dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan, jadwal serta partner traveling-mu.
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di motel, kamu dapat menginap di motel dengan kamar berjenis standard double room. Biaya yang harus kamu keluarkan adalah sekitar Rp 537.000,00 atau 45.000 Won per malam.
       
                Fasilitas yang kamu dapatkan di motel tersebut antara lain adalah seating area, TV flat, computer, free wifi, landmark view, city view, AC, heater, lemari, shower, hairdryer, spa, free toiletteries, toilet, bathroom, kulkas dan lain-lain.
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di hotel, kamu dapat menginap di hotel berjenis standard double room. Biaya yang kamu keluarkan jika kamu ingin menginap di hotel ini adalah sekitar Rp 657.000,00 atau 55.000 Won per malam.
       
                Fasilitas yang kamu dapatkan di hotel tersebut antara lain adalah AC, TV flat screen, seating area, private bathroom, free toiletteries, desk, heater, shower, free toiletteries, free wifi telefon dan lain-lain.
       
      Hari Pertama
      Awali Perjalanan Hari Pertamamu di Kota Cheonan dengan Sightseeing dan City Tour
       

      Mengingat Sejarah di Dongnip Ginyeom Gwan (Independence Hall of Korea) via
      https://www.flickr.com/photos/120404816@N08/13148902785
               
                 Selain Seoul dan Suwon, ada lagi kota Cheonan yang wajib kamu kunjungi. Kota ini juga terletak tidak begitu jauh dari Seoul dan dapat ditempuh dengan menggunakan taksi.
       
                 Independence Hall of Korea terletak di pinggiran kota Cheonan yang dapat ditempuh dengan menggunakan bus nomor 400 selama 35 menit dari pusat kota Cheonan, Yauri.
               
                 Tempat ini dibangun dengan tujuan wisata sejarah untuk mengingatkan kembali perjuangan bangsa Korea Selatan merebut kemerdekaan mereka dari penjajahan Jepang. Tidak ada biaya yang dipungut untuk masuk ke kompleks ini alias gratis. Jika kamu lelah berkeliling dengan berjalan kaki, tersedia pula kendaraan wisata untuk menemani perjalanan kamu di Dongnip Ginyeom Gwan.
       

      Berfoto di Depan Independence Hall of Korea
       
                Visualisasi penataan wisata sejarah di museum ini disusun secara kronologis, sehingga memudahkan kamu jika ingin mempelajari sejarah Korea Selatan. Kamu akan dapat mudah memahami perjuangan bangsa Korea Selatan jika mengikuti kronologisnya.
       

      Mengunjungi Gakwonsa Temple via http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/03/b2/b8/8f/gakwonsa-temple.jpg
       
                Setelah puas mengelilingi Independence Hall of Korea, selanjutnya kamu dapat mengunjungi Gakwonsa Temple. Candi Gakwonsa adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Gunung Taejosan.
       
                Pada bagian pekarangan kuil, terdapat sebuah patung Buddha perunggu yang sedang duduk. Patung Buddha ini berukuran sangat besar dengan dimensi tinggi 15 meter, diameter 30 meter serta berat lebih dari 60 ton.
       
                Di belakang patung Buddha, kamu dapat langsung menyaksikan pemandangan puncak Gunung Taejosan. Para turis dapat menaiki tangga yang cukup curam jika ingin mencapai puncak Gunung Taejosan. Namun tenang saja, karena tentu kamu tetap dapat mendapatkan view yang indah walaupun kamu berada di dasarnya.
       
                Candi Gakwonsa dibangun pada tahun 1977 untuk mendoakan persatuan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Candi ini masih menjadi salah satu candi tercantik di Korea Selatan hingga saat ini.
       
                Untuk mencapai Candi Gakwonsa kamu dapat menaiki bus bernomor 24 dan turun di pemberhentian terakhir. Kamu dapat menaiki bus bernomor 24 tersebut dari mulai terminal bus di pusat kota atau stasiun subway di pusat kota.
       
                Untuk mencapai puncak dari Candi Gakwonsa, banyak orang memilih untuk menaiki tangga sebanyak 243 buah. Namun, apabila kamu lebih teliti, kamu bisa berjalan terus dan dapat menemukan sebuah tempat masuk lain yang akan memudahkanmu mencapai puncaknya.
       
                Perjalananmu di Candi Gakwonsa tidak akan mengecewakanmu karena kamu tentu dapat menemukan pemandangan menarik yang sayang jika dilewatkan. Untuk itu, jangan lupa untuk mengunjungi Candi Gakwonsa jika kamu berkunjung ke Cheonan.
       

      Mengunjungi Tedin Water Park via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/03/1058303_image2_1.jpg
       
                Nah, setelah puas mengunjungi Candi Gakwonsa, sekarang kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan bersantai di Tedin Water Park. Tedin Water Park beralamat di 200 Jonghaphyuyangji-ro, Seongnam-myeon, Dongnam-gu, Cheonan-si, Chungceongnam-go.
       
                Di tempat  ini kamu dapat menikmati fasilitas mandi air hangat dengan berbagai mineral yang terkandung di dalamnya. Mineral tersebut adalah kalsium, potassium, magnesium dan lain-lain.
       
                Pemandian air panas yang tersedia di Tedin Water Park juga baik untuk sirkulasi peredaran darah, serta mencegah berbagai penyakit yang serius. Tedin Water Park memiliki fasilitas berupa kolam renang, air mancur serta pemijatan terapetik yang baik untuk ototmu.
       
                Pada bagian indoor Tedin Water Park ini dibuka dari pukul 09.00 hingga 19.00. Sementara pada bagian outdoor Tedin Water Park ini dibuka dari pukul 09.00 hingga 17.00. Waterpark dan spa di Tedin Water Park ini mampu menampung hingga sekitar 10.000 orang.
       
                Biaya yang ditawarkan untuk memasuki tempat ini tergolong bervariasi. Namun, harga yang paling terjangkau adalah sekitar 44.000 Won pada waktu musim dingin. Sementara untuk peak season, biaya tiket yang harus kamu keluarkan adalah sekitar 59.000 Won.
       
      Hari Kedua
      Lanjutkan Perjalanan Wisatamu dengan Mengeksplor Kota Cheonan
       

      Mengunjungi Cheonan Postal Museum via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/18/Korea_airmail_stamp_1200won.JPG
       
                Untuk mengawali hari kedua perjalanan wisatamu di Cheonan, kamu dapat mengunjungi Cheonan Postal Museum. Cheonan Postal Museum adalah sebuah museum pos yang pada awalnya memang berfungsi sebagai kantor pos.
       
                Nah, jika kamu ingin mengunjungi sebuah tempat yang berbeda dan tidak terlalu ramai dengan turis, pilihan untuk mengunjungi Cheonan Postal Museum tentunya merupakan pilihan yang tepat.
       
                Pada Februari 2004, Cheonan Postal Museum kemudian dibangun dan masih merupakan bagian dari Communication Officials Training Institute di Cheonan. Di museum ini, kamu dapat melihat dan mempelajari sejarah tentang pos Korea Selatan.
       
                Walaupun memperlihatkan mengenai sejarah pos dan filateli Korea Selatan, namun kamu tidak perlu khawatir sebab kamu tidak membutuhkan waktu yang lama jika ingin menjelajahi museum ini. Menyenangkan, bukan?
       
                Kamu dapat melihat berbagai koleksi, seperti cap pos yang digunakan pada awal abad ke 20, koleksi kotak pos sejak zaman dulu, sejarah perkembangan kartu pos, awal mula system pos digunakan, dan lain-lain.
       
                Hong Yeok-sik pertama kali bertandang ke Jepang dan Amerika Serikat untuk menyelidiki system pos mereka. Kemudian, ketika kembali ke Korea Selatan, ia menjelaskan bahwa Korea Selatan sebaiknya memiliki system pos tersendiri.
       
                Kemudian, Raja Gojong memutuskan untuk membuat sendiri system pos bagi Korea Selatan. Hong Yeok-sik kemudian diangkat untuk menjadi kepala pos negara. Jangan lupa untuk memasukan Postal Museum dalam rencana liburanmu di Cheonan.
       

      Mencicipi Makanan Korea Selatan di Minaritgil via http://www.waegook-tom.com/south-korea/cheonan/
       
                Setelah puas menjelajahi Cheonan Postal Museum, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mencicipi kuliner khas Korea Selatan di Minaritgil. Minaritgil adalah sebuah tempat makan favorit di Cheonan yang menawarkan berbagai jenis makanan Korea yang lezat.
       
                Di tempat ini, kamu dapat mencoba makkeoli yang enak. Selain itu, tempat ini juga menawarkan arsitektur interior yang menarik. Pada bagian dindingnya terdapat wallpaper berupa kupu-kupu yang indah.
       

      Mengunjungi Cheonan Samgeori Park via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/13/881013_image2_1.jpg
       
                Setelah puas mencicipi makanan khas Korea Selatan, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi salah satu taman kota yang terkenal di Kota Cheonan. Taman tersebut adalah Cheonan Samgeori Park.
       
                Samgeori Park berarti three way intersection park. Taman ini beralamat di 316 Samryong-dong, Dongnam-gu, Cheonan-si, Chungceongnam-go.
       
                Taman ini telah menjadi titik strategis tempat kebudayaan banyak menyebar. Di taman ini, kamu dapat menyaksikan para orang lokal menghabiskan akhir pekan atau waktu luang mereka.
       
                Aktivitas yang dapat kamu lakukan di tempat ini antara lain berjalan sore, bermain sepeda, atau bersantai. Bagi kamu yang menyukai fotografi, kamu dapat pula berfoto dan menemukan banyak inspirasi di tempat ini. Tentunya mengunjungi taman ini sebaiknya jangan sampai kamu lewatkan.
       
                Salah satu festival terbaik yang merupakan festival kebanggaan masyarakat Cheonan, yaitu Cheonan Heungtaryeong Festival seringkali diadakan di sini. Festival ini merupakan sebuah festival kebudayaan yang seringkali mampu mendatangkan banyak turis untuk berkunjung ke Cheonan.
       
      Hari Ketiga
      Lanjutkan Kegiatan Wisatamu di Cheonan
       

      Mengunjungi Arario Gallery via http://www.akive.org/upload/gallery/1334044673550.jpg
       
                   Untuk mengawali hari ketigamu di Kota Cheonan, kamu dapat mengunjungi Arario Gallery. Arario Gallery adalah sebuah galeri seni yang terdapat di Kota Cheonan.
       
                   Arario Gallery dibuka kembali pada tahun 2002, dan menjadi salah satu pusat bisnis tersendiri di Kota Cheonan. Galeri ini menampilkan karya seni kontemporer yang merupakan hasil karya dari seniman Korea Selatan maupun internasional.
       
                   Saat ini, Arario Gallery telah membuka cabang di Seoul serta Shanghai. Arario Gallery selalu berusaha menampilkan karya seni terbaru yang berbeda dari lainnya.
       
                   Beberapa pameran yang pernah ditampilkan di Arario Gallery antara lain adalah pameran solo dari Keith Harring (2002), pameran seni karya Sigmand Polke (2004), seniman dari Leipzig yang mempamerkan kebudayaan Jerman, serta karya seni realis dari Hyung Koo Kang dan lain-lain.
       
                   Arario Gallery sengaja dibuat sebagai tempat bagi semua orang dari berbagai kalangan dan usia agar dapat mempelajari seni dengan mudah dan menyenangkan. Sebab seni merupakan kesukaan banyak orang.
       

      Mengunjungi Taejosan Park via http://www.koreaontherocks.com/climbing/areas.php?area_id=160
       
                   Taejosan Park adalah sebuah taman yang terletak persis di dekat Gunung Taejosan. Setelah puas mengelilingi Arario Gallery, bersantai sejenak di taman yang indah ini tentu dapat menjadi pilihanmu selanjutnya.
       
                   Di Taejosan Park kamu dapat menikmati pemandangan berupa banyak pepohonan, track khusus untuk berjalan kaki serta yang tidak kalah menarik adalah kamu dapat melakukan aktivitas climbing di sini.
       
                   Aktivitas climbing di Taejosan Park buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.30. Namun, climbing di Taejosan Park ini tutup pada hari Minggu. Jadi, untuk kenyamananmu usahakan untuk tidak datang pada hari Minggu.
       
                   Ketinggian wall climbing ini adalah sekitar 8 hingga 12 meter, sehingga tergolong cukup tinggi. Kamu dapat menggunakan fasilitas climbing wall secara gratis sebab fasilitas ini memang telah disediakan oleh pemerintah Kota Cheonan.
       
                   Selain terdapat fasilitas berupa wall climbing, di tempat ini kamu juga dapat menemukan taman sculpture, area untuk camping, lapangan tenis serta area untuk relaksasi. Taejosan Park memang sering kali digunakan untuk venue acara-acara outdoor tertentu.
       
                   Untuk merasa lebih dekat dengan warga lokal, tentu saja kamu dapat mengunjungi Taejosan Park ini. Banyak keluarga Cheonan yang datang mengunjungi taman ini untuk bersantai dan menikmati waktu luang mereka.
       

      Mengunjungi Gwangdeoksa Temple via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/02/565702_image2_1.jpg
       
                   Setelah puas mengelilingi Taejosan Temple, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Gwangdeoksa Temple. Gwangdeoksa Temple adalah sebuah candi terkenal lainnya yang terdapat di Kota Cheonan.
       
                   Gwangdeoksa Temple dibangun pada tahun 637 oleh Biksu Jajang Yulsa pada masa Kerajaan Silla. Gwangdeoksa Temple selesai dibangun pada masa Raja Heungdok pada tahun 832.
       
                   Gwangdeoksa Temple terletak di sekitar daerah tenggara Gunung Gwangdeoksa, yang membatasi daerah Asan dan Cheonan. Dan terletak pada bagian barat daya Gunung Taehwasan.
       
                   Gwangdeoksa Temple sendiri merupakan candi terbesar yang terletak di antara Provinsi Chungcheong dan Gyeonggi sebelum masa penjajahan Jepang. Candi ini sempat terbakar pada masa penjajahan Jepang, namun beberapa bangunan utamanya seperti Daeungjeon, Myeongbujeon, dan lain-lain sudah kembali terekonstruksi.
       
                   Gwangdeoksa Temple berbentuk oksagonal dan terdiri dari tiga lantai pagoda. Gwangdeoksa Temple sendiri dibangun untuk menghormati Dinasti Goryeo dan Menara Jonggak. Tempat ini sendiri membentuk sebuah nuansa yang sepi dan damai sehingga seringkali digunakan untuk meditasi Zen.
       
                   Untuk mencapai Gwangdeoksa Temple, kamu dapat menaiki bus nomor 610 di depan Stasiun Cheonan. Selain itu, kamu juga dapat menaiki bus nomor 610 tersebut di depan Cheonan Express Bus Terminal.
       
                   Lalu, kamu dapat turun di pemberhentian terakhir dari bus ini, yaitu daerah parker Gwangdeoksa Temple. Bus ini beroperasi dari pukul 6.40 hingga 20.30. Lama waktu tempuh yang kamu butuhkan untuk mengunjungi Gwangdeoksa Temple ini adalah sekitar 40 menit.
       
                   Bila kamu ingin menaiki taksi, kamu dapat menaiki taksi dari Stasiun Cheonan atau Cheonan Express Bus Terminal. Lama waktu tempuh yang kamu butuhkan untuk mengunjungi Gwangdeoksa Temple dengan menggunakan taksi adalah sekitar 30 menit.
       
                   Gwangdeoksa Temple sendiri buka setiap hari. Tidak ada biaya masuk yang dikenakan jika kamu ingin mengunjungi Gwangdeoksa Temple. Dan Gwangdeoksa Temple ini dibuka sepanjang tahun.
       
                   Bagi kamu yang menyukai fotografi, tentunya mengunjungi Gwangdeoksa Temple dapat kamu jadikan sebagai salah satu pilihan ketika mengunjungi Kota Cheonan.
                  
                   Nah, itulah dia itinerary perjalanan wisata menjelajahi Kota Cheonan di Korea Selatan selama 3 hari 2 malam. Ada banyak tempat wisata menyenangkan yang dapat kamu kunjungi selama kamu berada di Cheonan bukan? Untuk itu, jangan lupa meluangkan waktumu untuk mengunjungi kota indah yang satu ini.
       
                   Happy traveling!
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Masih ingat dengan Piala Dunia 2002 yang diselenggarakan di negara Korea dan Jepang? Nah, salah satu stadionnya terletak di Kota Suwon yang satu ini. Suwon merupakan sebuah kota yang terletak di bagian barat Korea Selatan. Kota ini merupakan ibukota dari Provinsi Gyeongdi-do.
       
                Jika kamu mulai merasa bosan dengan hiruk pikuk kota Seoul, maka kota Suwon dapat menjadi salah satu alternatif tujuan wisata untukmu. Kota ini terletak tidak begitu jauh dari Kota Seoul yang dapat ditempuh dengan menggunakan bus 7001 dan subway selama satu jam.
       
                Kota ini terletak tidak begitu jauh dari ibukota Seoul. Kota Suwon telah mengalami perkembangan sesuai dengan sejarah Korea Selatan. Awalnya, Suwon merupakan sebuah kota kecil. Kemudian berkembang menjadi kota industry dan saat ini juga berkembang sebagai salah satu pusat kebudayaan.
       
                Penasaran dengan pesona wisata apa saja yang ditawarkan oleh Kota Suwon? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahasnya dalam itinerary menjelajahi kota Suwon di Korea Selatan selama 3 hari 2 malam.
       
      Memilih Penginapan di Suwon
       
                Ketika memilih penginapan di Suwon, kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan berjenis guest house, motel atau hotel. Tentunya pemilihan pengianapan tersebut dapat kamu sesuaikan dengan budget, jadwal serta partner traveling-mu.
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di guest house, kamu dapat memilih untuk menginap di 4 bed dormitory room. Biaya yang kamu keluarkan untuk menginap di penginapan berjenis ini adalah sekitar Rp 215.000,00 atau 18.073 Won.
       
                Fasilitas yang kamu dapatkan di kamar tersebut adalah AC, heater, free wifi, shared toilet dan shared bathroom. Jika kamu ingin menginap untuk di penginapan berjenis motel, kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis single room with private bathroom.
       
                Biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 315.000,00 atau sekitar 18.000 Won per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan di kamar tersebut adalah AC, free wifi, private toilet, private bathroom, hairdryer, toiletteries dan lain-lain.
       
                Selain guest house dan motel, kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan berjenis hotel. Kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis double room dengan harga sekitar Rp 598.000,00 atau 50.200 Won per malam.
       
                Fasilitas yang kamu dapatkan di tempat ini adalah free wifi, AC, private toilet, private bathroom dan lain-lain. Nah, jangan lupa untuk mencatat semua detail penting tentang penginapanmu untuk menambah kenyamananmu selama berada di Suwon.
       
      Hari Pertama
      Awali Perjalanan Hari Pertamamu di Suwon dengan Mengunjungi Tempat-Tempat yang Menjadi Landmark Kota Suwon
       
       

      Hwasseong Fortress di Suwon via https://www.flickr.com/photos/odae260/2254432972
       
                 Begitu sampai di Kota Suwon, kamu dapat pergi menuju Hwasseong Fortress. Tempat ini merupakan salah satu World Cultural Heritage yang menjadi kebanggaan masyarakat Suwon.
       
       
                 Tempat ini dulunya merupakan tempat peristirahatan bagi para raja. Benteng Hwasseong terletak di 11, Haenggung-ro, Paldal-gu, Suwon-si, Gyeonggi-do, Korea Selatan.
       
                 Memasuki kompleks Hwasseong Fortress, kamu akan disuguhkan dengan penampilan para penari yang menggunakan kostum perang ksatria Korea Selatan. Mereka akan menampilkan pertunjukan seni panggung berisi sejarah Korea Selatan.
       

      Berfoto dengan Para Ksatria
       
                 Begitu pertunjukkan selesai, kamu dapat melakukan sesi foto bersama para penari. Para penari tidak hanya menggunakan kostum ksatria zaman perang, namun juga menggunakan kostum tradisional Korea Selatan yang bernama Hanbok.
       
                 Hwasseong Fortress merupakan sebuah kompleks dengan istana peristirahatan yang terletak di berbagai ketinggian. Untuk mencapai istana tertinggi, terdapat banyak anak tangga yang harus kamu naiki.
       
                Anak tangga yang begitu banyak ini cukup membuat kamu bernapas terengah-engah, namun semua perjuangan tersebut terbayar ketika kamu telah mencapai puncaknya. Pada puncak tertinggi di kompleks istana peristirahatan ini, kamu akan melihat pemandangan kota Suwon yang tidak begitu ramai.
       
                Kawasan Hwasseong ini dibangun pada tahun 1794 hingga tahun 1796. Kawasan Hwasseong ini dibangun oleh Raja Jeongjo dari Dinasti Joseon. Pada tahun 1997, kawasan ini dijadikan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO.
       
                Benteng ini berlokasi sekitar 30 kilometer dari pusat kota Seoul. Benteng ini juga membentengi Kota Suwon dan merupakan salah satu landmark dan tempat wisata yang wajib kamu kunjungi ketika kamu berada di Kota Suwon.
       

      Mengunjungi Hwahongmun Gate via http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/07/09/f9/b7/a-fabulous-watergate.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Hwasseong Fortress, selanjutnya kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Hwahongmun Gate. Hwahongmun Gate adalah sebuah pintu air yang terletak tidak begitu jauh dari Hwasseong Fortress.
       
                Pintu air ini sebenarnya terletak tidak begitu jauh dari Hwasseong Fortress dan bahkan masih berada dalam kompleks yang sama. Sehingga, tentunya kamu dapat memilih untuk berwisata ke sini setelah kamu mengunjungi benteng Hwasseong.
       
                Kamu dapat memilih mengelilingi daerah sekitar Hwahongmun Gate dengan menaiki kereta, namun selain itu kamu juga dapat memilih untuk berjalan kaki. Jika kamu ingin menikmati pemandangan dan berfoto dengan sesuka hati, kamu tentunya dapat memilih untuk berjalan kaki.
       
                Sungai yang melewati pintu air ini adalah Sungai Suwon. Sungai Suwon persis melewati dari arah utara menuju selatan. Pintu air ini juga merupakan salah satu tempat indah yang terdapat di Suwon.
       

      Bertandang ke Suwon Worldcup Stadion via
      https://www.flickr.com/photos/shimitake85/5598378764
       
                Setelah puas mengelilingi Hwahongmun Gate, kamu dapat melanjutkan perjalananmu untuk menuju ke Suwon Worldcup Stadion. Kamu dapat memilih untuk menggunakan taksi.
       
                Sebagai salah satu tuan rumah pada Piala Dunia 2002, Korea Selatan memang membenahi beberapa stadion sepak bola miliknya. Salah satunya adalah stadion yang terletak di Kota Suwon ini. Stadion ini bernama Suwon Worldcup Stadion.
       
                Harga tiket masuk stadion ini adalah 1,000 Won pada tahun 2012. Dengan harga tiket masuk sekian, kamu akan mendapatkan paket berupa tiket masuk dan sebuah pin Worldcup.
       
                Begitu masuk stadion, kamu akan bertemu dengan seorang penjaga stadion yang merupakan penderita disabilitas. Meskipun demikian, hal ini menunjukkan bahwa Korea Selatan memperkenankan penduduknya untuk bekerja tanpa membeda-bedakan kondisi fisiknya. Sang penjaga stadion juga terlihat sangat ramah dan bersedia untuk mengantarkan kamu mengelilingi stadion sambil menceritakan deskripsi stadion ini.
       
                Pada bagian welcome area, kamu akan bertemu dengan patung berbentuk tiga maskot khas Piala Dunia 2002. Beranjak masuk, kamu akan menemui sebuah ruangan berisi koleksi pernak-pernik milik Park Ji Sung, pemain nasional Korea Selatan yang saat ini berlaga di Manchester United.
       
                Selain itu, terdapat pula replika formasi para pemain Korea Selatan yang berlaga pada Piala Dunia 2002. Pada saat itu, Korea Selatan mampu menorehkan prestasi membanggakan dapat lolos ke semifinal.
       
                Para penduduk lokal Kota Suwon seringkali datang mengunjungi stadion ini untuk melakukan aktivitas jogging atau menaiki sepeda. Mereka gemar untuk melakukan aktivitas olahraga di sini karena stadion ini memiliki track yang cukup nyaman untuk digunakan.
       
      Hari Kedua
      Lanjutkan Perjalananmu di Kota Suwon dengan Mengunjungi Tempat-Tempat Lain yang Tidak Kalah Menyenangkan di Kota Ini
       
       

      Mengunjungi Suwon Korean Folk Village via http://yeinjee.com/wp-content/uploads/2010/11/travel-suwon-folk-village-3.jpg
       
                Untuk mengawali kegiatan wisatamu pada hari kedua, kamu dapat melanjutkan kegiatan liburanmu dengan mengunjungi Suwon Korean Folk Village. Suwon Korean Folk Village terletak di 90 Minsokchon-ro, Giheung-gu, Yongin-si, Gyeonggi-do, Korea Selatan.
       
                Untuk mencapai tempat yang unik ini, kamu dapat menaiki free shuttle bus dari Suwon Station. Fasilitas free shuttle bus ini diadakan untuk menambah kenyamanan turis yang ingin menjelajahi Kota Suwon.
       
                Biaya yang kamu keluarkan jika kamu ingin memasuki kompleks Suwon Korean Folk Village adalah sekitar 15.000 Won. Tempat ini buka dari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 pada waktu musim panas. Sementara pada waktu musim dingin, tempat ini dibuka dari mulai pukul 9 am hingga 5 pm.
       
                Di tempat ini, kamu dapat menikmati banyak pertunjukkan yang sayang untuk kamu lewatkan. Contohnya adalah pertunjukkan Farmer’s Music and Dance pada pukul 11.00 hingga 14.00, Tightrope Acrobatic pada pukul 11.30 dan 14.30, serta Traditional Wedding pada pukul 12.00 dan 16.00.
       
                Tempat ini dibangun untuk melestarikan seni tradisional dan kebudayaan Korea Selatan. Di tempat ini, kamu juga dapat menemukan berbagai replika rumah tradisional Korea Selatan. Untuk merasa lebih dekat dengan penduduk lokal Korea Selatan, perjalanan menuju tempat ini tentunya sayang untuk kamu lewatkan.
       

      Mengunjungi Hwasseong Haenggung via http://www.kenharker.com/photos/2008_korea/hwaseong_fortress/2008_korea_0390_t.jpg
       
                Hwasseong Haenggung dibangun pada masa pemerintahan Raja Jeongjo (Dinasti Joseon). Istana ini beliau bangun sebagai tempat peristirahatan ketika sedang berziarah ke makam ayahnya. Istana ini berukuran jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan istana Geongbyuk di Seoul.
       
                Namun, kamu dapat mempelajari dan mengunjungi istana ini dengan cukup mudah. Kamu dapat pula bersantai dan mempelajari sejarah dan kebudayaan mengenai istana ini di sini. Selain itu, kamu juga dapat mempelajari berbagai permainan tradisional Korea Selatan di sini.
       
                Bagi kamu yang tidak memiliki waktu yang cukup banyak, mengagumi pintu gerbang istana ini pun sudah cukup. Sebab, ketika kamu mengunjungi istana ini, kamu dapat melihat gerbang yang cukup indah dan menawan.
       
                Waktu terbaik untuk mengunjungi istana ini adalah di musim semi. Istana ini juga tergolong masih terawat dengan baik sehingga jika kamu beruntung, kamu dapat bertemu dengan artis yang sedang syuting film di tempat ini.
       
                Jika kamu datang ke istana ini pada akhir pekan, kamu dapat melihat beberapa acara yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Istana ini seringkali mengadakan event yang dapat kamu saksikan.
       

      Mengunjungi Hwaseomun Gate via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/29/625629_image2_1.jpg
       
                Hwaseomun Gate adalah sebuah pintu gerbang yang terletak di dalam Suwon Fortress. Pintu gerbang ini sering pula disebut dengan pintu gerbang barat.
       
                Gerbang ini beralamat di 25-2 Jangan-dong, Paldal-gu, Suwon-si, Gyeonggi-gu. Di gerbang ini terdapat Mujigae (pelangi) dengan satu lantai menara. Hwaseomun Gate ini buka setiap hari dari pukul 09.00-18.00 pada bulan Maret hingga Oktober.
       
                Pada bulan November hingga Februari, pintu gerbang ini dibuka dari pukul 09.00 hingga 17.00. Biaya masuk untuk ke pintu gerbang ini adalah sekitar 1.500 Won. Sementara biaya masuk untuk anak-anak adalah sekitar 700 Won dan remaja adalah sekitar 1.000 Won.
       
                Untuk mencapai tempat ini, kamu dapat menaiki Seoul Subway Line 1 dari Suwon Station. Kamu dapat mengambil Exit 6 di sini. Setelah itu, kamu dapat menyeberang dan menaiki bus nomor 5, 7, 77-1, 82-1, 301 atau 700-2.
       
                Di tempat ini kamu juga dapat meminta permintaan spesial seperti ingin mendapatkan tur dengan guide berbahasa Inggris, atau Jepang. Untuk itu, ketika mengunjungi Suwon jangan lupa untuk mengunjungi tempat spesial yang satu ini.
       

      Mengunjungi Mister Toilet House via http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/06/5c/c6/c9/mr-toilet-house.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Hwaseomun Gate, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Mister Toilet House. Mister Toilet House adalah sebuah museum unik yang dapat kamu kunjungi ketika kamu berada di Suwon.
       
                Beberapa wisatawan akan merasa aneh namun juga sekaligus lucu. Kamu akan melihat bagaimana toilet disulap menjadi tema utama dari sebuah museum, keunikan tersendiri yang sayang jika kamu lewatkan.
       
                Museum ini terlihat sangat unik dan lucu. Salah satu sisi positif dari museum ini adalah tidak ada biaya yang harus kamu keluarkan jika kamu ingin memasuki tempat ini. Namun demikian, museum ini tutup pada hari Senin. Jadi usahakan untuk mengunjungi museum ini pada hari selain hari Senin.
       
                Selain itu, pameran di museum ini terlihat sangat terorganisir dan foreigner friendly. Disebut foreigner friendly karena kebanyakan aturan dan penjelasan mengenai museum ini ditulis pula dalam bahasa Inggris.
       
      Hari Ketiga
      Lanjutkan Perjalananmu Mengelilingi Suwon dengan Mengunjungi Tempat-Tempat Lainnya yang Tidak Kalah Menyenangkan
       
       

      Mengunjungi Haenggungg Street via http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/06/ce/4b/36/haenggungg-street.jpg
       
                Untuk mengawali hari ketigamu ketika berada di Suwon, kamu dapat mengunjungi Haenggungg Street. Di Haenggungg Street kamu dapat menemukan setidaknya 20 toko yang menjual benda-benda seni, serta 50 toko yang menjual kuliner khas Korea Selatan.
       
                Keunikan toko-toko yang terletak di Haenggungg Street terletak dari arsitekturnya yang tradisional serta mural yang terdapat di toko-toko di Haenggungg Street ini. Setiap akhir pekan, terdapat Haenggungg Street Festival di tempat ini.
       
                Haenggungg Street Festival adalah sebuah festival mingguan yang diselenggarakan atas kerjasama antara organisasi lokal, pengusaha kuliner, hanganjimo dan lain-lain. Hanganjimo adalah gabungan para penduduk lokal yang membuat kerajinan tangan tradisional khas Korea Selatan.
       
                Tujuan utama dari kegiatan Haenggungg Street Festival adalah untuk menyatukan antara penduduk lokal dan wisatawan yang datang mengunjungi Haenggungg Street. Haenggungg Street menjadi salah satu kebanggaan kota Suwon.
       
                Untuk merasakan serunya menjadi warga lokal, mengunjungi Haenggungg Street sebaiknya masuk ke dalam agenda liburanmu. Sebab di tempat ini, kamu dapat merasa lebih dekat dengan penduduk lokal Kota Suwon.
       

      Mengunjungi Paldamun Gate via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/22/734422_image2_1.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Haenggungg Street, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Paldamun Gate. Paldamun Gate adalah sebuah gerbang yang terletak di daerah Old Suwon.
       
                Paldamun Gate terletak di sekitar selatan kota Suwon. Kamu juga dapat berjalan di sekitar track yang ada di dekat Paldamun Gate yang mengelilingi benteng ini. Di sebelah kanan Paldamun Gate, kamu dapat mengeksplor daerah di sekitar Paldamun Gate serta pasar tradisional yang berada tidak jauh dari tempat itu.
       
                Hampir setiap sore di akhir pekan, terdapat live music yang dapat kamu nikmati. Untuk mencapai Paldamun gate, kamu dapat menaiki bus nomor 11, 13, 36, dan 39 menuju Paldamun.
       
                Nah, itulah dia itinerary menjelajahi Kota Suwon di Korea Selatan selama 3 hari 2 malam. Sebagai salah satu kota pendukung Seoul, Suwon rupanya juga memiliki banyak pesona wisata yang dapat kamu kunjungi pada kesempatan liburanmu selanjutnya.
       
                Happy traveling!