Sign in to follow this  
Married2014

Alice in Wonderland di Portugal

4 posts in this topic

Di Agueda, Portugal pada siang hari, kita bisa melihat pemandangan yang unik. karena langitnya warna warni.

Tapi bukan karena pelangi. tapi karena di jalanan kota kecil tersebut dipasang payung2 warna warni. Payung itu dipasang di kabel2 transparan di kota2. sehingga bisa terlihat terbang di langit.

 

Menurut para turis yang datang kesana, suasana kota tersebut seperti berada di film Alice In Wonderland yang dipenuhi suasana penuh keajaiban. Cara2 ini memang berhasil untuk mengundang daya tarik turis, sehingga datang ke kota kecil di Portugal tersebut.

 

payung-501f5d2e5a441.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By norma sofisa
      Halo apa kabar?
      Sudah lama nih, tidak menulis di Forum Jalan2.com.
      Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman berkunjung ke Lisbon, Portugal.
      Merasa 'gerah' dengan udara dingin yang melanda Rotterdam pada akhir winter tahun ini, merupakan alasan yang tepat untuk melarikan diri sejenak ke Eropa Selatan. Kali ini pilihan saya jatuh ke Lisbon, satu kota yang cukup populer, ibukota dari negara Portugal.
      Berbekal tiket dari maskapai low cost (non) kesayangan, saya pun mendarat di Lisbon. Sayangnya, hari pertama tidak seindah bayangan. Awan gelap memayungi kota dengan suhu berkisar di angka 7 hingga 15 derajat. Tidak cukup hangat, mengingat Lisbon letaknya dekat dengan sungai yang muaranya mengarah ke Samudera Atlantik. Angin yang berhembus kencang mengharuskan saya untuk tetap berjaket agar badan tetap hangat.
      Saya cukup beruntung, beberapa jam setelah itu udara kian menghangat. Saya dan travelmate pun berjalan menyusuri jalan besar menuju pusat kota. Hotel yang kami tempati cukup dekat letaknya dengan sentral Lisbon. Jika berjalan kaki, kira - kira butuh waktu 10 hingga 15 menit.
      ]
      Sesuai dengan rekomendasi pamflet wisata Lisbon, tujuan pertama saya adalah Castelo S. Jorge, sebuah kastil Moor yang dibangun di puncak bukit São Jorge, yang merupakan salah satu tujuan turis di kota Lisbon (Sumber: Wikipedia). Matahari yang bersinar cerah, menaikkan semangat saya untuk naik menyusuri tangga ke arah kastil.
      Capek?
      Pastinya! Saya cukup kaget dengan anak tangga pertama yang cukup menukik. Tak ingin kalah dengan beberapa nenek di belakang, saya pun mempercepat langkah sambil berharap anak tangga ini segera berakhir.
      Bukit São Jorge merupakan kawasan pemukiman yang padat. Setelah anak tangga tadi, saya menyusuri jalanan dengan rumah - rumah penduduk di kanan dan kirinya. Beberapa hotel dan restoran kecil pun saya jumpai. Satu hal yang menggelitik adalah banyaknya jemuran pakaian yang tergantung di balkon - balkon rumah. Geli juga ketika mendapati beberapa pakaian dalam ikut terpajang disana.

      Pemandangan mengagumkan dari Kastil São Jorge
      Tak butuh lama dan perjuangan berat untuk sampai ke atas bukit. Tangga awal tadi adalah bagian terberat, selanjutnya hanya jalanan yang menanjak hingga pintu masuk kastil.
      Sesampainya di kastil, saya langsung mengantri untuk membeli tiket. Awalnya, antrian terlihat mengular panjang dan sempat membuat malas, namun ternyata ada tiga petugas loket, sehingga waktu antri pun lumayan cepat.
      Masuk ke kastil, hampir seluruh pengunjung langsung menghambur ke arah halaman. Dari titik ini, saya dapat melihat pemandangan kota Lisbon yang cantik dari atas bukit yang mengarah ke Sungai Tagus. Tampak dari jauh, rumah bercat warna - warni dan beberapa titik yang penuh dengan orang.
      Saya menduga bahwa kastil ini dahulu dipakai juga sebagai benteng pertahanan untuk mengawasi pergerakan musuh yang datang dari arah sungai. Di beberapa titik juga ditemukan meriam - meriam tua yang tampak masih kokoh.
      Karena cuaca yang tidak terlalu panas, saya pun naik ke benteng kastil. Tangga naik cukup curam dan licin, membuat saya harus berhati - hati. Ada beberapa bagian jalan yang hanya bisa dilewati satu arah sehingga saya harus berhenti dan memberikan kesempatan pengunjung dari arah berlawanan untuk lewat.
      Pemandangan dari beberapa titik di puncak benteng kastil memang tidak diragukan lagi. Bahkan patung Jesus di seberang sungai pun bisa dilihat semakin jelas. Beberapa bangunan dari bukit sebelah pun tampak lebih dekat.
      Uniknya lagi, kastil ini memelihara beberapa ekor burung merak jantan yang bulunya sangat indah. Mereka sering berlalu lalang di dekat pengunjung. Meskipun begitu, mereka ini tidak dapat dielus atau dipegang dengan mudah. Bahkan, jika mereka sadar sedang difoto langsung deh cepat - cepat kabur. Para pengunjung tentu saja tak mau kalah. Sebelum mendapatkan foto yang bagus, mereka tidak akan menyerah untuk mengejar. Saya pun termasuk di dalamnya. Lucu kalau diingat - ingat lagi.

      Dikarenakan topografi permukaan Lisbon yang cukup bergelombang, sebagai turis kita harus siap untuk berjalan naik turun bukit. Nah, bagi kamu yang memiliki keterbatasan fisik dan tenaga, ada alternatif lain jika tidak ingin berjalan kaki mengunjungi spot - spot wisata di Lisbon, yaitu dengan membayar paket transportasi khusus dengan tram, bus, maupun tuk-tuk yang tarifnya mulai dari 12 Euro hingga 26 Euro. Dengan membayar paket tersebut, kamu bisa dengan bebas menaiki tram klasik tipikal Lisbon, yang warnanya kuning atau merah. Jika kamu memilih paket lengkap pun, kamu bisa dengan bebas menaiki tuk-tuk atau ojek bemo yang juga terafiliasi dengan penyedia jasa transportasi.
      Oh ya, berdasarkan pengalaman, jika ingin pergi suatu tempat ke tempat lain di Lisbon, sebaiknya mengikuti arahan dari Google maps. Satu pengalaman saya, karena merasa tahu jalan, tidak mengikuti Gmaps dan malah berimprovisasi. Alhasil, kami harus naik bukit lagi dan berjalan lebih jauh. Beberapa jalanan di Lisbon memang sedikit rumit, namun sangat menantang nan menarik untuk ditelusuri. Kami menyebutnya treking di tengah kota hehe..
      Lalu gimana sih kuliner dan makanan khas di Lisbon?
      Tunggu di bagian kedua ya..
      Terima kasih dan semoga bermanfaat.
      Tulisan ini bisa dibaca juga di https://wp.me/p7BvKH-6T
    • By albertorazzi
      Pemain sepakbola tidak terlepas dari bakat yang terpendam dalam dirinya atau talenta yang dianugrahkan oleh Tuhan kepada setaip aspek manusia, pemain sepakbola tidak terlepas juga dari orang-orang trdekat yang selalu memberikan dukungan untuk maju dan untuk mau berjuang meberikan terbaik bagi club atau negaranya. Kehidupan tersebut hadir dala diri salah satu pemain legenda yang berasal dari portugal yaitu Luis Figo, Figo sapaan pencinta sepakbola kepadanya memiliki bakat dan jiwa kepemimpinan yang bagus untuk memimpin kesebelasan portugal berlaga di event-event dunia. Berikut ini adalah biodata profil pemain berbakat ini :
      Nama lengkap            : Luis Filipe Madeira Cairo Figo
      Tanggal lahir               : 4 November 1972
      Tempat lahir                : Lisbon, Portugal
      Posisi bermain            : Attacking Midfielder / winger
       

       
       
      Luis figo merupakan anak berbakat dalam bidang sepakbola yang berasal dari negara portugal dan besar di daerah Cova da Piedade, Almada, Lisbon yang merupakan salah satu daerah yang terletak di negara portugal. Figo mulai masuk dalam sepakbola pertama tidak langsung masuk kedalam sepakbola pada lapangan besar atau lapangan rumput pada umumnya, figo memulai dari sepakbola jalanan atau street football di U.F.C Os Pastilhas , setelah ia mengembangkan bakatnya di sepakbola jalanan ia kemudian bergabung dengan salah satu club elite portugal yaitu Sporting Lisbon yang merupakan club penghasil pemain junior yang berkembang dan mampu bersaing dengan sepak bola dunia. Luis Figo memulai debutnya di timnas portugal pada tahun 1991, pelatih portugal pada waktu itu mencium bakat atau talenta skill yang mumpuni dari figo dan memasukkannya kedalam squad timnas portugal pada tahun 1991. Di timnas portugal ia memenangkan kejuaran U-21 atau usia dibawah 21 tahun dan U-16 bersama rekannya Rui Costa dan Joao Pinto. Portugal mengalami masa keemasan ketika figo bergabung dengan timnas.Dan Masyarakat portugal menjuluki Lusi Figo, Rui Costa dan Joao Pinto sebagat Golden Generation atau generasi emas di timnas Portugal karena beberapa kejuaraan yang dimenangi bersama dengan timnas Portugal. Bakatnya yang luar biasa di timnas semakin tercium oleh club-club besar Eropa dan ingin mengontak luis Figo sebagai salah satu pemainnya dan gayung pun bersambut setelah Bobby Robson yaitu pelatih Barcelona pada tahun 1995 ingin figo bergabung dengan barcelona, transfer pun terjadi dari Sporting CP ke Barcelona, Figo dibeli dengan harga 2.25 juta euro. Di Barcelona ia memenangkan piala UEFA, menjuarai liga spanyol dan berhasil mencetak 30 gol. 
       

       
       
      Pada tahun 2000 figo membuat langkah yang mencengakan dan kontroversial, ia memutuskan hengkang dari Barcelona ke club rival abadi Barcelona yaitu Real Madrid. Kedatangan Luis Figo ke Real Madrid merupakan salah satu langkah presiden madrid Florentino Perez untuk membuat tim impian atau disbut sebagai era GALACTICO atau biasa disbut sebagai LOS GALATICOS, kumpulan pemain terhebat yang ada dalam satu tim. Di Real Madrid Figo bergabung dengan rekan-rekannya yang juga pemain bintang, seperti Zidane, Raul, Roberto Carlos, Iker Casillas, Ronaldo da Lima, Guti, dan ivan Helguera. Bersama Real Madrid Figo berhasil menjuarai Liga spanyol tahun 2001 dan 2003 serta pada musim 2001-2002 menjuarai liga Champion.Tahun 2006 ia memutuskan untuk pindah ke Inter Milan yaitu salah satu club dari negara Italy dan bermain di liga Seria A italy, ia memutuskan pindah setelah kontraknya habis bersama Real Madrid. Bersama Inter Milan ia mengemas 105 penampilan dan 9 gol sebelum pensiun pada tahun 2009 karena masalah usia yang sudah tidak muda lagi.
       

       
       
      Bersama Timnas Portugal figo mengalami masa keemasan pada usia mudanya bersama golden generationnya namun sebelum ia memutuskan gantung sepatu atau pensiun bersma timnas portugal hal tidak mengenakkan terjadi ketika ia tapil untuk kejuraan tahun 2004 yaitu kejuaran piala Eropa di negara Portugal. Sebagai tuan rumah portugal berhasil melaju hingga final, Figo bersama dengan wonder kid asal portugal yaitu Cristiano Ronaldo berhasil mengalahkan lawan-lawannya dengan masuk ke Final. Namun di Final porutgal kalah dari Yunani dengan Skor 0-1 melalui gol tunggal sundulan dari Angelos Charisteas. Era Figo pun berakhir dan Figo menyerahkan Era Keemasan ke wonder kid Cristiano Ronaldo untuk kedepannya dapat memimpin Portugal di ajang-ajang Internasional lainnya.
       
       
      Itulah Profile dari Luis Figo salah satu legenda sepakbola yang berasal dari portugal dan menjadi salah satu Era Keemasan pada bagian timnas Portugal.