Sign in to follow this  
nesta

Bujeon Market Town: Surganya Belanja di Korea

4 posts in this topic

Para “pecandu†belanja selalu berusaha sekuat tenaganya untuk menemukan tempat perbelanjaan baru yang belum pernah dijelajahinya.

 

Nah, sebagai bocoran saja gan, di Korea ada Bujeon Market Town yang menjadi surganya shopping di kalangan wisatawan. Pasar Bujeon terdiri dari 6 area yang didalamnya meliputi Bujeon Complex Market, Bujeon Complex Shopping, Seomyeon Complex Market, Busan Eelectronic Complex,, Bujeon Ginseng Market dan lainnya.

 

Pasar ini terkenal dikalangan turis dari Jepang sehingga tak heran kalau Anda berkesempatan berkunjung kesini akan banyak menjumpai pelancong dari Jepang sedang berbelanja. Yang menarik bahwa pasar ini tidak hanya aktif di siang hari saja, melainkan juga di malam hari (night market). Berbagai barang kerajinan bernilai seni, karya kreatif, barang-barang antic banyak dijual disini.

Berbagai pertunjukkan juga sering digelar di pasar ini. tak heran kalau kemudian pasar ini disebut sebagai pasar budaya.

post-63-0-52350300-1359614304_thumb.jpg

post-63-0-73965100-1359614308_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

nice info Bro...kalau travelling ke luar negeri memang jangan di sia-siakan untuk belanja barang2 khas di negaranya...tapi di pasar ini harganya sudah terbandrol apa masih bisa tawar menawar, Bro?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Muhammad Ulil Aidi
      Dear 친구들입니다 (Kawan2)...
      Saya ada tugas dinas ke korea selama 1 tahun berangkat akhir Februari ini.
      Mau tanya nih tentang penggunaan smartphone di Korea Selatan.
      1. LTE di Indonesia sama di Korea sama engga ya? Kalau engga sama harus ganti HP?
      2. Cara dapetin sim card di Korsel bgmn ya? Sama seluk beluk top up dan lain sebagainya.
       
      Ditunggu responnya ya... Butuh cepet nih, soalny ane belum punya pengalaman ke Korea...
      고맙습니다....
    • By redocean
      Hallo jalan2ers, Korea Selatan sekarang ini menjadi salah satu negara yang termahal dalam urusan pariwisatanya. Wajar saja sih, karena hal tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan, terutama wisatawan asing di luar Korea itu sendiri. Pesona pariwisata Korea Selatan juga didukung dengan berkembangnya atau makin meluasnya demam Korea, baik itu lewat musik, film, drama, maupun acara-acara hiburan lainnya.
      Buat yang mau ke Korea Selatan, ada beberapa hal yang perlu diketahui terkait soal etika di negara ini. Sebenanrnya, nggak Cuma di Korea sih kita harus mengikuti etika atau budaya atau kebiasaan di negara setempat, tapi kali ini saya mau mencoba member informasi sedikit terkait hal-hal tersebut.
      Korea ini masih di Asia dan untuk orang-orang seperti kita tentu nggak terlalu sulit untuk mengikuti kebiasaan yang biasa dilakukan masyarakat Korea. Mulai dari sopan santun terhadap yang tua, kebiasaan makan, dan lain sebagainya. Perlu dicatat bahwa orang Korea itu menjunjung tinggi soal tata karma menghormati yang lebih tua. Nah, selengkapnya, ini dia:
      Membungkuk Membungkuk ini hal yang biasa yang dilakukan masyarakat Korea. Untuk menyapa seseorang, anda baiknya membungkuk sambil mengucapkan salam kepada mereka. Membungkuk juga bagus dilakukan saat mengucapkan terima kasih dan hal-hal lain. Nggak terlalu sulit, karena di Indonesia sendiri, kebiasaan menundukkan kepala saat meengucapkan terima kasih cukup biasa, tinggal ditambahin membungkukkan badan saja.
       
      Kalau mau berkenalan, membungkuk sambil diikuti menjabat tangan mereka. Jadi ucapkan salam, berjabat tangan, dan sambil membungkuk. Itu hal yang biasa dilakukan. Membungkuk berarti kita menghormati orang tersebut.
       
      Menambahkan kata “yo†di akhir kalimat Hal ini jika anda mau mempelajari beberapa kosa kata dalam percakapan Bahasa Korea, jangan lupa untuk menambahkan kata “yo†di akhir kalimat. Bahasa Korea memiliki tingkatan tertentu, sama seperti Bahasa lain, seperti Bahasa Jawa, Sunda, dan banyak daerah lainnya di Indonesia. Ada bahasa yang harus digunakan untuk orang tua atau orang yang baru dikenal seperti bahasa halus, dan ada juga bahasa kasar atau slank yang bisa digunakan untuk sesame teman sebaya.
       
      Serupa dengan aturan bahasa tersebut, di Korea juga demikian. Kata “yo†atau “imnida†di akhir kalimat dalam Bahasa Korea menunjukkan bahwa itu bahasa yang sopan dan harus digunakan kepada orang tua atau orang yang belum akrab hubungannya. Misalnya, mau mengucapkan salam, ucapkan, “annyeonghase-YO,†ya…
       
      Etika makan dan minum Soal etika makan dan minum jika anda bersama orang Korea tentu harus juga diperhatikan. Banyak kebiasaannya, namun beberapa yang bisa saya sebutkan antara lain seperti berikut ini:
      Jika dipersilakan duduk, baru duduk (ya biasalah ya…) Kemudian, untuk memulai makan juga demikian. Si tuan rumah biasanya akan menuangkan air pada tamu, terima air tersebut dengan mengangkat gelas sedikit dan memegangnya satu tangandengan tangan lainnya pada yang berada di dekat pergelangan tangan.
      Jika saat itu ada orang tua, minum jangan menghadap depan. Agak memalingkan muka untuk menunjukkan kesopanan anda. Dan jangan lupa, letakkan sumpit di samping mangkuk atau di atas meja jika sudah selesai makan. Cara memegang sumpit atau sendok juga perlu diperhatikan. Sumpit jangan disilangkan saat makan, dan sendok pegang seperti biasa adat kita. Namun sendok Korea lebih panjang gagangnya. Letakkan di poisisi atas tapi tidak terlalu atas atau tidak di ujungnya. Masih banyak sebenarnya etika makan, tapi semuanya standard internasional, seperti tidak mengecap, tidak berisik, dan lain sebagainya. Jika menggunakan tusuk gigi atau bersin harus ditutup dfan memalingkan muka sedikit. Yang jelas, jangan kumur2 di depan meja makan. Heheheh
       
      Etika Obrolan Jika ingin berkenalan, coba buka topic-topik yang luwes. Sebaiknya menhindari topic-topik yang berat seperti misalnya politik, keadaan negara, dan lain sebagainya. Tapi jangan heran juga jika sewaktu-waktu anda diajak ngobrol soal kehidupan pribadi anda yang mungkin kalau kita bisa dibilang tidak sopan. Misalnya, mereka suka menanyakan usia, keluarga, dan pekerjaan anda serta lain sebagainya. Jawab saja dengan sopan karena ini berarti mereka ingin mengenal anda.
       
      Beberapa di atas adalah hal yang perlu diketahui. Intinya, Korea sangat menghormati orang yang lebih tua. Jadi, dahulukan orang tua dalam banyak kondisi ya… Kalau ada tambahan, silakan saja, semoga bisa berbagi manfaat dengan yang lainnya.
       

       
    • By Jalan2
      Korea bagian Selatan merupakan sebuah negara yang diapit Jepang dan Republik Rakyat China. Korea Selatan sendiri dibagi ke dalam Sembilan provinsi. Provinsi tersebut ialah Gyeonggi-do, Gangwon-do, Chungcheongbuk-do, Chungcheongnam-do, Jeollabuk-do, Jeollanam-do, Gyeongsangbuk-do, Gyeongsangnam-do, dan Jeju-do. Seoul merupakan ibu kota yang menjadi pusat segala kegiatan, baik itu pemerintahan, seni, budaya, ekonomi, politik, dan pertahanan. Seoul berada di bagian utara Korea Selatan (provinsi Gyeonggi-do) dan dapat dicapai melalui Incheon International Airport. Dari Incheon International Airport yang terletak di Incheon, kira-kira menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam menuju Seoul. Selain itu juga bisa melalui Gimpo International Airport-Seoul, dan Gimhae International Airport-Busan.

      Masyarakat Korea Selatan hampir sama seperti masyarakat Jepang. Hanya sedikit dari mereka yang menguasai bahasa asing di luar bahasa mereka sendiri. Maka jangan heran bila Anda berkunjung ke Korea Selatan dan sulit berkomunikasi dengan orang-orang lokal yang ada di sana. Untuk itu pihak pemerintah Korea Selatan membuat lokasi khusus Tourist Information Center dengan menempatkan SDM yang fasih berbahasa Inggris di spot-spot wisata.

      Seperti halnya kebanyakan orang Timur dan Asia, masyarakat Korea Selatan sangat menjaga sopan santun terlebih lagi terhadap orang yang lebih tua. Dalam bahasa pun ada pembagian level bahasa; bahasa untuk digunakan kepada teman sebaya dan bahasa untuk orang yang lebih tua atau dihormati. Ketika saling bertemu, masyarakat Korea biasanya saling menganggukan kepala atau membungkukan badan kemudian bertukar salam. Namun jangan heran bila terhadap orang-orang asing atau turis, mereka tampak dingin dan menjaga jarak. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan bahasa Inggris yang mereka miliki.

      Meskipun dalam sejarahnya Korea Selatan sempat diambil alih oleh Amerika Serikat, namun nampaknya perbedaan huruf alphabet dan Hangeul (alphabet Korea) sangat berbeda sehingga sulit untuk dipelajari. Masyarakatnya cenderung untuk memilih menjaga jarak agar tidak perlu meladeni pertanyaan dengan bahasa selain bahasa mereka. Anda mungkin akan merasakan pengalaman ketika mencoba untuk bertanya dalam bahasa Inggris kepada orang yang berlalu lalang dan mendapatkan penolakan langsung hanya dengan sebuah gerakan tangan membentuk tanda silang, gelengan kepala, lalu mereka berlalu begitu saja. Namun ketika Anda menyapa mereka dengan bahasa Korea, raut ramah dan senyum hangat akan segera mengembang di wajah mereka. Terutama jika Anda menggunakan bahasa formal dan halus yang itu berarti Anda menghormati orang tersebut.

      Seperti Jepang dan China, dalam hal makanan, masyarakat Korea juga menggunakan sumpit namun bedanya tetap menyediakan sendok dan garpu, disesuaikan dengan jenis makanannya. Bagi masyarakat Korea, makanan memiliki makna khusus dan berperan penting dalam kehidupan.



      Keseimbangan dan harmoni, Yin dan Yang, begitu mereka memaknai makanan. Bahwa di antara elemen Yin (Surga) dan Yang (dunia) terdapat elemen-elemen (api, tanah, kayu, air, logam) yang dilambangkan dengan warna-warna. Hal tersebut terlihat dari makanan khas Korea yang terlihat berwarna-warni menggugah selera makan dengan beragam rasa; asin, manis, pedas, pahit, dan asam.
      Pembagian makanan di Korea terbagi atas makanan utama dan makanan pendamping. Salah satu makanan pendamping yang sangat terkenal di Korea adalah Kimchi (acar sawi putih) yang biasanya di setiap daerahnya memiliki cita rasa dan model Kimchi yang khas. Rasanya asin dan segar, seperti Asinan di Indonesia tapi minus rasa manis.

      Selain Kimchi, hidangan penutup lainnya juga biasanya disediakan acar lobak, acar talas, sup rumput laut, potongan bakwan ikan, dan lain-lain. Hampir tidak mungkin menyajikan makanan utama tanpa makanan pendamping, karena di situlah bentuk harmoni yang dimaknai oleh masyarakat Korea. Makanan pendamping ini gratis dan Anda bisa meminta tambahan jika merasa kurang, tanpa harus mengeluarkan biaya lagi.

      Untuk minuman, Korea Selatan memiliki minuman tradisional beralkohol yang sering disebut dengan Soju. Minuman ini adalah hasil fermentasi tepung beras ataupun tepung ketan yang kemudian diambil sarinya. Warnanya bening dan menurut pendapat sebagian orang rasanya sedikit banyak mirip dengan vodka. Anda bisa mendapatkan Soju di setiap minimarket yang ada. Dengan dua pilihan kadar alkohol, 21 persen atau yang lebih ringan lagi 13 persen.

      Korea Selatan memiliki baju tradisional dan rumah khas sama seperti di Indonesia. Baju tradisional mereka disebut dengan hanbok. Hanbok ini berbeda-beda tergantung penggunaannya. Hanbok untuk perempuan berbentuk jubah yang panjangnya hingga mata kaki, dengan aksesoris pita besar berwarna-warni, ditambah aksesoris khusus rambut seperti toga dengan ukuran kecil, ataupun bando. Untuk laki-laki mereka menggunakan modifikasi hanbok yang dinamakan baji jeogori, terdiri dari jaket dan celana panjang. Khusus anak-anak dan pernikahan, maka modelnya pun berbeda lagi.





      Rumah tradisional Korea disebut dengan Hanok. Rumah tradisional ini hampir mirip dengan model bangunan tradisional seperti di China maupun Jepang. Atapnya berbentuk pagoda, dengan ruangan minimalis yang biasanya diisi dengan bantal atau selimut sebagai pengganti kursi dan tempat tidur.

      Saat ini Korea Selatan memiliki daya tarik yang menghipnotis masyarakat dunia lewat bidang entertainment. Dimulai dari darma-drama Korea yang menjamur dan ditonton hampir jutaan orang, hingga artis-artis dan penyanyi yang seringkali disebut K-Pop ini membuat kepopuleran Korea semakin meningkat. Semua tempat lokasi syuting yang ada di drama-drama populer pun dijadikan produk wisata perjalanan dan animo yang muncul sangatlah besar. Bagi Anda para penggemar K-Pop seperti SNSD, Super Junior, Big Bang, 2NE1, atau penggila drama Winter Sonata, Princess Hour, Fullhouse, dan lain-lain, berkeliling menyambangi lokasi syuting mereka dan merasakan sendiri gelombang Korean Wave di negara aslinya tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.