• 0
Sign in to follow this  
AB. Harta

Perang Topat, Simbol Kebersamaan Umat Hindu dan Muslim di Lombok,

Question

 Perang topat? Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata tersebut. Tunggu dulu, perang yang terjadi di Lombok ini bukan merupakan perang penuh darah , kebencian, dan hal negative lainnya. Perang ini merupakan salah satu warga desa di Lombok Barat untuk mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan.

 

Perang ini hanya berlangsung selama satu jam saja. Perang ini dipersiapkan selama 2-3 hari dimana para warga memasak ketupat. Pada hari pelaksanaan, setelah matahari terbenam warga desa berkumpul di Pura Hindu dan Masjid dimana masyarakat berperang melempar-lemparkan ketupat untuk merayakan panen raya.

 

Perang Topat ini juga merupakan symbol dari kebersamaan umat Muslim dan Hindu yang hidup di Lombok. Maka dari itu , sungguh unik bukan ?

 

suasana saat perang topat berlangsung

Perang-Topat.jpg

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

4 answers to this question

  • 0

:D unik ya...hampir sama dengan di Spanyol ya disana ada lempar tomat, di Indonesia juga ada...hanya bedanya kalau di lombok memakai ketupat. bentuk ketupatnya sepertinya juga beda ya, bentuknya itu panjang ya?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By syuhadaali
       
      Cianjur adalah sebuah kabupaten yang berada di anatar Bandung, Sukabumi, dan Puncak. Banyak sekali keunikan yang tidak dapat kita temukan kecuali di Cianjur. Budaya Sunda yang masih kental dengan ciri khas cengkok saat percakapan dilakukan sudah jarang kita jumpai di daerah lain yang sama-sama menggunakan babasan Sunda, peribahasa Sunda, dan dialek bahasa Sunda, seperti Bogor contohnya.
      Saya berkesempatan untuk mengunjungi dan mengeksplorasi seluruh daerah Cianjur. Mulai dari Cianjur Selatan hingga daerah Cipanas yang merupakan daerah Cianjur dengan nuansa yang unik.
      Berikut ini beberapa kebiasaan masyarakat Cianjur yang saya saksikan ketika disana. Saya membandinhkan kebiasaan masyarak Cianjur di daerah desa denga daerah kota yang mempunyai keunikan tersendiri.
       
      1. Ngurek (memancing belut)
      Daerah Cianjur kita kenal sebagai salah satu sentra tanaman padi. Salah satu jenis padi yang merupakan ciri khas dari Cianjur adalah beras pandan wangi yang mempunyai tekstur dan aroma padi berkualitas yang sangat khas.
      Di hamparan luasnya sawah Cianjur, banyak ditemukan orang-orang yang mencari belut setiap sore hari. Hal ini biasa disebut ngurek dalam bahasa Sunda. Berbekal tali nilon yang sudah dililit dan diberi kail, masyarakat Cianjur biasa berburu belut pada sore setelah ashar hingga menjelang magrib.
      Menurut warga sekitar, saat ini belut yang mereka dapatkan jumlahnya berbeda jauh dengan waktu tahun 90-an hingga 2000. Saat itu, warga dapat mendapatkan hingga puluhan belut sehari. Sedangkan saat ini, 5 belut saja sudah susah di dapatkan.
      Menurut mereka, alasan utamanya adalah penggunaan pupuk kimia yang membuat berkurangnya jumlah belut. Selain itu, masa panen yang lebih pendek membuat umur belut untuk bertahan di sawah juga berkurang. Karena jika sudah dipanen, biasanya rumah belut akan tercungkil ketika sawah mulai di traktor untuk penanaman padi selanjutnya.
       
      2. Mosong
      Mosong adalah aktivitas dengan tujuan yang sama dengan ngurek, yaitu untuk mencari belut. Bedanya, ngurek dilakukan pada sore hari dengan ara memancing belut menggunakan umpan, lalu umpan digerakkan memutar menggunakan nilon supaya terlihat bergerak.
      Hal ini akan membuat belut tertarik dan memakan umpan tersebut yang sebenarnya sudah diberi kail. Bedanya dengan ngurek, mosong biasanya dilaksanakan dengan bantuan alat berbentuk jebakan.
      Waktu penjebakan biasanya dilakukan pada siang hari ketika belut belum terbangun, jebakan diisi oleh cacing, anak katak, atau ikan kecil. Selanjutnya posong (alat jebakan) ditaruh di dekat lubang belut dan ditutupi oleh jerami (rumput kering) supaya jebakan tidak terlihat oleh target.
      Setelah ditaruh pada siang hari, posong biasanya diambil pada waktu pagi (setelah shubuh). Diperlukan ingatan yang tajam untuk mengetahui di mana posisi menaruh jebakan. Luasnya sawah dan kemampuan kuatnya ingatan akan memaksimalkan hasil yang di dapat.
      Karena jika yang menyimpan jebakan lupa, maka terkadang banyak jebakan yang tidak ditemukan sehingga justru mengalami kerugian. Akan tetapi, serta orang Cianjur yang melakukan aktifitas mosong ini mempunyai daya ingat yang luar biasa. Pak Ahmad, salah satu masyarakat Cianjur di Kecamatan Cibeber yang saya temui bahkan mengetahui dengan pasti di sawah siapa ia menyimpan jebakan belutnya.
      Dalam sebuah sebuah jebakan, terkadang terdapat lebih dari satu belut yang masuk. Bahkan sering kali masyarakat mendapatkan korban tak terduga seperti ular. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian ketika mengeluarkan hewan yang terjebak. Karena mungkin saja ada ular yang masih hidup terjebak di dalam posong.
      Dalam sehari, pak Ahmad mengklaim dapat membawa pulang setengah hingga 1,5 kg belut dengan bermodalkan ratusan posong yang ia bawa.
       
      3. Balapan Motor di Jalan Baru Cianjur
      Beda di daerah pedesaannya, beda pula di daerah perkotaannya. Jika di daerah pedesaan tadi saya melihat banyak aktifitas yang sangat kental dengan budaya dan kesederhanaan, di daerah Kota Cianjur yaitu di dekat Terminal Pasir Hayam banyak aktifitas yang kurang lebih sama dengan di kota-kota besar.
      Salah satunya adalah perlombaan balapan motor drag. Uniknya, perlombaan disini merupakan sebuah acara resmi yang biasanya diadakan pada setiap akhir pekan dan hari libur. bahkan, meskipun dilakukan di jalan umum, pihak polisi Cianjur sendiri yang menutup jalan sementara untuk dilakukan balapan motor.
      Tujuan dari kegiatan tersebut menurut salah satu anggota polisi polres Cianjur adalah untuk meminimalisasi tindakan kriminal. Salah satunya dengan memfasilitasi hobi anak muda yang jika tidak diselenggarakan dan diawasi oleh polisi berpotensi terjadi keributan. Dengan diadakannya balapan motor yang dikawal langsung oleh polisi, maka otomatis peserta dan penonton akan segan jika terjadi keributan.
      Alasan tersebut menurut saya unik dan tepat untuk meminimalisasi terjadinya keributan antar geng atau kelompok pemuda. Sehingga dengan diadakannya event semacam itu, maka hobi para bikers juga dapat tersalurkan. Hal ini juga bertujuan meminimalkan acara balapan liar di Cianjur.
       
      Itulah beberapa hal yang saya alami ketika berkunjung ke Cianjur untuk sedikit mengenal kebudayaan dan kebiasaan masyarakat di sana. Sebuah daerah yang menurut saya mempunyai keunikan tersendiri. Pasalnya, ada daerah di selatan Cianjur yang merupakan daerah yang budayanya masih kental dengan teknologi yang terbatas. Sedangkan di daerah kota terdapat masyarakat dengan kebudayaan modern yang masih tertata oleh pemerintahannya.
      SUMBER
    • By Eko Carbon Prasetyo
      Walaupun lahir,gede,makan,minum,tidur dan hidup di boyolali..
      Ini kali pertama saya melihat yang namanya kirab budaya sebaran apem..
      Boro-boro yaqowiyu yang di jatinom,lihat yang di penggng aja baru kali ini...
      dan menurut informasi temen saya yang orang situ,setahun ada sekitar 3 kali event budaya seperti ini diadakan di pengging.Mungkin masih kalah jauh animonya dengan event serupa yang diadain di Jatinom,next time saya pengen bikin video kirab padusannya karena biasanya pas padusan itu eventnya lebih gede.O ya,padusan adalah prosesi pen sucian diri yang dilakukan orang jawa,khususnya jawa tengah,yang diakuin menjelang memasuki bulan puasa yang tujuannya agar di bulan tersebut kami mampu menjalani ibadah ramadhan secaa lahir dan batin.
      Apa aja yang saya lihat?
      lihat aja disini
    • By Penempuh Rimba
      MACCERANG MANURUNG
      Adalah salah satu tradisi budaya yang ada di Kabupaten Enrekang. Perhelatan budaya ini diadakan sekali dalam 8 tahun di Desa Mata Kali, Kecamatan Maiwa, kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sekitar 9 km dari ibukota kabupaten.

      Maccerang Manurung banyak dikunjungi orang, bukan hanya pengunjung lokal tetapi juga dari luar propinsi bahkan perantauan yang pulang dari Malaysia.
      Maccerang Manurung dilaksanakan dengan maksud memohon keselmatan dan Rezeki dalam menjalani kehidupan sekarang dan masa yang akan datang.

      Maccera adalah mendarah, yaitu menyembelih binatang untuk dipersembahkan bagi penguasa alam.
      Manurung berasal dari bahasa Bugis yang dalam terjemahan bebasnya berarti “orang yang turun dari ketinggian/kayangan” dengan sifat-sifat khusus seperti:
      Tumanurung tidak dikuburkan apabila meninggal dunia karena tubuhnya menghilang tinggal kapaian atau kerisnya,
      Tumanurung dapat dengan tiba-tiba tidak bisa dilihat, kadang berada di dekat kita,
      Tumanurung memiliki rasa kemanusiaan yang mendalam atau menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,
      Tumanurung cakap dan mempunyai wibawa pemimpin dan pembimbing masyarakat, sangat bijaksana, banyak mengajar masyarakat bercocok tanam, dan berternak dengan baik,
      Tumanurung banyak tahu, terbukti bimbingannya kepada masyarakat untuk memuja dan menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

       
    • By onesecond
      Kenalan dengan Batik Nusantara Yuk!

      Batik, seni melukis yang menggunakan canting ini semakin hari semakain di kenal dunia. Setelah sempat diributkan siapa pemilik aslinya, Indonesia atau Malaysia, UNESCO pun menetapkan batik sebagai warisan budaya negeri kita. Seni membatik banyak diaplikasikan di berbagai kerajinan tangan, termasuk di item fashion, pakaian yang paling popular.

      Warisan nenek moyang kita ini memang tak pernah usang di makan waktu seiring kreativitas anak bangsa yang semakin berkembang. Tapi, tahukah kamu jika Presiden Soeharto adalah orang yang pertama kali memperkenalkan batik kepada dunia? Yap, presiden kedua Indonesia itu memakai batik saat konferensi PBB berlangsung.

      Nilai batik semakin hari semakin tinggi karena nilai budaya yang juga terkandung di dalamnya. Di Indonesia, di berbagai wilayah punya motif batik masing-masing yang melambangkan ciri khas dan budaya daerah itu sendiri. Sebagian besar batik yang banyak diminati adalah batik yang berasal dari Pulau Jawa, karena itulah sebagian besar daerah di Pulau Jawa memproduksi batik. Seperti Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Cirebon, dan Banten. Walaupun demikian, daerah yang berada di luar Pulau Jawa juga banyak yang memproduksi batik.

      Yuk kita kenalan sama jenis-jenis batik di berbagai daerah. Nggak Cuma bisa dipakai sendiri, batik bisa jadi oleh-oleh kalau kita berkunjung ke daerah-daerah pengrajin batik, lho.

      Berikut ini adalah batik yang berdasarkan daerah dari Pulau Jawa :

      ·         Batik Pekalongan
      Daerah ini terkenal dengan produksi kerajinan batiknya. Jenis motif batik pekalongan ini diantaranya adalah jlamprang, terang bulan, sekar jagad, lung-lungan, dan pisan bali. Yang paling menonjol atau menjadi cirri khas dari batik pekalongan ini adalah motif bunga dan dedaunannya.

      ·         Batik Yogyakarta
      Bicara tentang Jogja memang nggak pernah ada habisnya. Selain sebagai kota pelajar, Jogja adalah kota budaya dan salah satu kekayaan budayanya adalah batik Jogja. Pada zaman dahulu batik hanya dipakai oleh orang-orang terkemuka seperti keluarga keraton. Namun berbeda dengan sekarang, saat ini siapa pun bisa menggunakan batik walaupun sebagian dari mereka masih ada yang mengkhususkan batik yang hanya bisa dipakai oleh keluarga bangsawan.

      Motif yang dimiliki batik Jogja ini antara lain, motif Parangkususmo, motif Truntum, motif Liris, motif Parang, motif Kawung, motif Udan Nitik, dan motif Tambal. Pola besar dan simetris menjadi ciri khas dari motif batik Jogja ini. Mendapatkan batik di Jogja sebagai oleh-oleh sangatlah muda. Kamu hanya tinggal mengunjungi kawasan malioboro karena di sana, kamu bisa menemukan berbagai lokasi khusus batik, dari mulai jalan malioboronya sendiri, pasarnya, hingga di dalam mallnya.

      ·         Batik Madura
      Kota yang satu ini punya banyak sekali motif menarik untuk batiknya. Biasaya, jenis motif yang berasal dari Madura ini antara lain adalah motif bunga, burung, serat kayu, dan juga tanjung bumi.


      Nah, untuk lebih mudah lagi mengenal ciri batik Madura, kita bisa mengenalinya dengan warna-warna yang berani atau warna-warna yang mencolok. Misalnya, ada yang berwarna merah, biru, kuning, dan hijau. Warna yang dihasilkan pada batik ini menggunakan bahan pewarna alami, sepeti ting, mengkudu dan kulit mundu. Motif pada batik Madura ini antara lain motif binatang dan tumbuhan. Uniknya, desain yang terdapat pada batik ini memiliki cerita tentang kehidupan sehari-hari warga Madura.

      ·         Batik Solo
      Solo, kota yang masih menjunjung tinggi adat jawa yang kental. Batik Solo merupakan batik yang banyak dikenal, karena di kota ini terdapat lokasi yang menjadi pusat pengrajin batik. Jika kamu mengunjungi Solo, kamu bisa mengungjungi kampung Laweyan dan kampung Kauman yang banyak memproduksi batik. Motif batik yang terkenal di Solo adalah motif Raturatih, Sidoluruh dan Sidomukti. Warna yang menjadi ciri khas pada batik ini adalah coklat. Dan kayanya lagi, setiap motif punya makna masing-masing.

      ·         Batik Cirebon
      Cirebon, kota ini juga merupakan penghasil batik lho. Kamu pasti bisa membedakannya karena batik Cirebon banyak juga beredar di pasar dan cukup diminati. Motif yang terkenal adalah mega mendung di mana motif ini memiliki dua warna yaitu warna biru muda dan tua. Masing-masing dari warna tersebut memiliki makna. Warna biru muda melambangkan kehidupan yang semakin cerah. Sedangkan warna biru tua menggambarkan awan yang gelap dan memiliki curah hujan yang tinggi.

      Selain warna biru, batik ini juga berwarna merah, kuning, dan hitam. Bentuk pola pada motif ini ialah lancip, lonjong, dan segitiga. Motif Mega Mendung sebagian besar dipengaruhi oleh perpaduan budaya Islam dan Cina.


      Selain motif Mega Mendung, batik Cirebon juga memiliki motif Naga Silam. Pola yang dimiliki pada motif ini sama dengan pola Mega Mendung. Motif ini dipengaruhi oleh budaya India dan makna yang dimiliki dari motif ini adalah perang kebaikan melawan kejahatan untuk mencapai kemakmuran. Daerah penghasil batik Cirebon berpusat di desa Trusmi. Jangan lupa untuk mampir ke desa yang juga disebut sebagai kampung batik Cirebon ini.

      Nah, itu tadi batik yang berasal dari Pulau Jawa. Kini, kita beranjak ke pulau lain, karena sebenarnya tidak hanya Pulau Jawa yang terkenal dalam produksi batiknya. Di luar pulau tersebut juga demikian. Berikut sejumlah wilayah di luar pulau Jawa yang juga dikenal sebagai pengrajin batik:

      ·         Batik Bali
      Batik bali berdiri pada tahun 1970, maka batik ini terbilang masih muda. Tapi meski begitu, batik Bali dengan cepat bisa dikenal luas dan banyak diminati turis. Alat yang digunakan untuk menenun kain batik ini adalah ATBM atau Alat Tenun Bukan Mesin. Jadi kain ini ditenun secara manual.

      Orang-orang bali menggunakan batik pada saat menghadiri proses upacara. Hal inilah yang menyebabkan batik Bali berkembang pesat. Motif pada batik ini adalah perpaduan antara motif asli pulau dewata dengan motif batik yang berada di luar Bali seperti motif batik pekalongan, solo, dan papua. Motif asli pulau dewata ini  antara lain burung bangau, rusa, naga, dan kura-kura.

      ·         Batik Minangkabau
      Yap, Sumatra Barat ini ternyata juga terkenal dalam kerajinan batiknya. Batik ini memiliki keunikan dalam cara pembuatannya, yaitu dengan menggunakan tanah liat. Proses pembuatannya pertama-tama kain dan tanah liat bersamaan direndam dalam jangka waktu seminggu, lalu dicuci dan diberi pewarna sesuai dengan motif yang dibuat. Motif yang terkenal pada batik ini adalah kaluak paru, batuang kayu, dan tari piring.

      ·         Batik Papua
      Pernah mendengar Batik Papua? Mungkin belum sepopuler batik lainnya, tapi Papua juga punya batik yang nggak kalah cantiknya. Karena keindahan alam yang masih asli dan juga burung cendrawasihnya, motif Batik Papua ini kebanyakan adalah motif burung cendrawasih, kanoro, sentani, tifa, honai, dan lain sebagainya. Oya, motif asmat juga menjadi motif yang terkenal dari Batik Papua ini.

      Uniknya lagi, proses pembuatan batik di Papua ini dibagi ke dalam dua bagian. Ada proses pembuatan yang dialkukan oleh kaum wanita, yaitu batik tulis dan ada juga yang dikerjakan oleh para pria, yakni batik cap.

      Sebenarnya selain batik yang sudah disebutkan di atas, masih banyak lagi lho batik-batik yang ada di Indonesia. Setiap daerah punya ciri khas masing-masing yang tentunya selalu menarik dan gak kalah cantiknya juga. Ayo lestarikan batik dan budaya kita lainnya biar nggak rebutan klaim mulu sama tetangga. J

    • By Get Lost in Indonesia

      WELCOME!       Hallo, disini Saya mau share tentang beberapa kebudayaan yang ada di Indonesia nih. Ternyata selain kekayaan dan keindahan alam yang berlimpah,  Indonesia juga merupakan Negara yang kaya akan keanekaragaman budayanya yang patut dipertahankan kelestariannya. Hampir disetiap daerah dan suku di Indonesia memiliki seni dan budaya tradisionalnya masing-masing.   Yuk kita liat, cekidot!
       

       


       
          Nah, kebudayaan yang ada sangat perlu untuk dikembangkan dan harus tetap dipertahankan kelestariannya, terutama oleh para generasi muda saat ini seperti Saya dan Anda-Anda sekalian.     Terima kasih sudah mampir ke thread Saya. Semoga bermanfaat.     Kalau Anda-Anda sekalian mau menambahkan, silahkan..    
       
    • By astinsoekanto
      dear jalan2ers..
       
       
      saya ada rencana mw ke bima. dari mulai 24 - 26 jan. pastinya saya akan bkunjung ke museum asi mbojo, situs uma nuchi dan kompleks uma lengge.   
       
       
       
      adakah yg bisa merekomendasikan tempat2 mana saja yg wajib dikunjungi? 
       
      makasih informasinya. 
    • By hobijalan2poto2
      Annyeong Jalan-Jalaners,
      Apa yang ada dipikiran kamu saat diajak mengunjungi museum ? bosan ? ngantuk ? Tapi jangan tolak dulu ajakan untuk mengunjungi museum-museum yang ada di Korea. Mau tahu kenapa? Yuk jalan-jalan di museum!

      Trick Eye Museum Seoul
      Berkunjung ke museum ini pasti membuat sahabat terkagum-kagum dan tidak berhenti jepret sana jepret sini. Museum lain mungkin melarang sahabat untuk berpose dengan objek yang ada, tetapi tidak dengan Museum Trick Eye. Terletak di distrik Hongdae-Seoul, tepatnya di gedung Homihwabang, museum ini bahkan menyesuaikan penataan cahayanya untuk mendukung hasil foto yang sahabat abadikan. Para pegawai museum juga dengan senang hati menemani dan membantu untuk mengambil foto para pengunjung. Sebenarnya apa sih menariknya museum ini ? Museum Trick Eye menyajikan banyak karya seni lukisan terkenal yang kemudian dibuat ulang dengan teknik trompe l’oeil sehingga menimbulkan ilusi optik pada lukisan. Lukisan menjadi lebih nyata dengan tampilan 3 dimensi dan seakan-akan keluar dari figura yang membingkai sehingga sahabat bisa berinteraksi dengan objek lukisan. Nah kondisi lukisan yang unik dan lucu itulah yang bisa sahabat abadikan. Penasaran ingin mencoba? Datangi saja museum yang buka setiap hari mulai pukul 10.00-21.00 ini, jangan lupa bayar biaya masuk sekitar 13.000 KRW dan siap-siap narsis!

      Pulmuone Kimchi Museum
      Siapa yang tidak mengenal Kimchi ? Makanan Korea yang terbuat dari sayuran yag difermentasikan ini sekarang sudah begitu terkenal. Di Korea juga terdapat museum yang berisikan segala hal mengenai Kimchi. Pertama kali didirikan pada tahun 1988 bertepatan dengan digelarnya Seoul Olympics di museum ini Sahabat diajak untuk mengenal lebih dalam tentang Kimchi. Mulai dari sejarah, ragam jenis Kimchi, Informasi cara pembuatan dan penyimpanan Kimchi, juga informasi tentang kandungan gizi yang terdapat di dalam Kimchi yang memang diakui sebagai makanan sehat. Sahabat juga bisa mengikuti praktek pembuatan Kimchi serta mencicipi bermacam jenis Kimchi yang disediakan pengelola museum. Museum yang terletak di Mall Coex, kawasan Seoul ini buka mulai pukul 10.00 – 18.00 dengan biaya masuk kisaran 3.000 KRW.

      Seoul Museum of Chicken Art
      Museum Ayam! Bagaimana saat sahabat mendengarnya ? Lucu dan unik bukan, tetapi jangan takut mencium bau tidak sedap di museum ini. Terletak di Bukcheon-Seoul, Museum of Chicken Art memang museum yang memfokuskan objeknya sebagai ayam sebagai simbol kebudayaan. Pengelola museum yang dibuka pada Desember tahun 2006 ini percaya bahwa ayam menjadi simbol dari banyak kebudayaan disemua belahan dunia. Sebagai contoh ada kebudayaan yang menjadikan ayam sebagai wujud pemimpin mereka, ayam sebagai perantara atau pembawa pesan dari para dewa dan sebagainya. Museum ini memamerkan banyak kerajinan atau barang kesenian tentang ayam atau berwujud ayam dari berbagai konteks, dari berbagai budaya dan dari berbagai belahan dunia. Mau melihat ayam-ayam unik di museum ini ? siapkan kocek sebesar 3.000 KRW ya sahabat.


      Teddy Bear Museum
      Di Korea terdapat beberapa tempat yang memiliki museum dengan tema si beruang Teddy ini. Salah satu museum terdapat di Pulau Jeju. Ribuan boneka beruang Teddy yang lucu dipamerkan di museum ini yang dibedakan kedalam 3 bagian yaitu History Hall, Art Hall dan Project Exhibition. Pada seksi History Hall sahabat bisa melihat sejarah sejak awal masa produksi boneka Teddy Bear hingga sekarang yang sudah mencapai 100 tahun. Di bagian ini juga dipamerkan boneka-boneka Teddy yang terkenal pada setiap masanya ada juga boneka Teddy yang dibuat mengikuti karya-karya seni terkenal seperti Mona Lisa Teddy. Pada seksi Art Hall sahabat bisa melihat boneka Teddy dengan berbagai karakter yang diproduksi atau dibuat oleh para desainer terkenal saat ini. Sahabat menyukai aktor drama korea Lee Min Ho ? disini juga sahabat bisa menemukan replika nya dalam wujud beruang Teddy yang lucu. Coba saja masuki seksi Project Exhibition. Di seksi ini beruang-beruang Teddy menjadi replika beberapa artis seperti Lee Min Ho tadi kemudian The Beatles, Albert Einstein dan masih banyak lagi. Beruang Teddy juga dijadikan sebagai replika dari beberapa peristiwa dunia seperti pendaratan di bulan, runtuhnya tembok berlin atau tenggelamnya kapal Titanic. Dengan biaya masuk kisaran 7.000 KRW sahabat bisa melihat dan berfoto dengan ribuan boneka Teddy yang unik dan jangan lupa juga membeli berbagai cinderamata bertemakan Teddy disini ya.

      Masih banyak lho museum lain yang patut dikunjungi di Korea, seperti Seodamun Prison History Hall, Museum Manhwa (Museum Komik Korea), Whale Museum (Museum Paus), Ice Gallery Museum (Museum Es) atau Museum of Korean Embroidery Seoul. Jadi yuk segera buat list museum seru mana saja yang ingin sahabat kunjungi dan selamat bersenang senang!