Sign in to follow this  
via

Legenda gua naga

2 posts in this topic

Legenda gua naga atau yellow dragon caves terletak di propinsi zhangjiajie cina sebuah gua dengan sungai bawah tanah dan ratusan ribu stalagmit.

 

Gua ini merupakan salah satu gua terbaik didunia bahkan orang awam pun dapat merasakan betapa unik dan menakjubkannya gua ini sehingga merupakan salah satu tempat wisata dicina yg wajib untuk dikunjungi.

 

Pada pintu masuk akan terdapat kumparan kabut dengan jalan yg berliku liku, batu bunga, batu saluran dapat dilihat didalam gua, nama gua ini sendiri berasal dari legenda naga yg hidup didalam gua, biasanya pengunjung menghabiskan waktu sekitar dua jam untuk mengelilinginya bahkan waktu tersebut tidak akan cukup untuk mengeliling keseluruhan gua tersebut.

 

yellow+dragon+cave+4.jpg

 

yellow+dragon+cave.jpg

 

yellow+dragon+cave+8.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

gua nya keren ya warna-warni gitu, jadi gak mirip sama gua asli, keliatannya kayak gua buatan yang ada di tempat2 bermain gitu hahahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Daniel0705
      Day 1 ( xian-tianshui)
      Perjalan di mulai dari Fuzhou, ibu kota provinsi Fujian dengan menumpang pesawat xiamen air menuju ke kota Xi’an dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 40 menit. Sekitar pukul 10.40 saya tiba di bandara Xianyang, Xi’an. Saya lalu bergegas ke bagian depan bandara untuk membeli tiket bus yang akan mengantar saya ke stasiun Xi’an karena hari ini juga saya harus meneruskan perjalanan saya ke kota Tianshui di provinsi Gansu.  Setelah membeli tiket bus, saya lalu antre untuk naik bus yang akan membawa saya ke stasiun xi'an. Perjalanan dari badara Xianyang ke stasiun Xi’an memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalan dengan catatan tidak ada kemacetan. Pukul 12 saya sampai di stasiun Xi’an. Kereta yang akan memebawa saya ke Tianshui sendiri pukul 13.00.  Waktu tempuh Xi’an- Tianshui sendiri kurang lebih 4 jam dengan menggunakan kereta biasa. Pukul 17.00 saya sampai di stasiun Tianshui. Setelah itu saya langsung check in dan meninggalkan barang bawaan saya di penginapan. Kebetulan penginapan saya cukup dekat stasiun, berjalan kaki tidak sampai 5 menit. Awalnya saya berencana makan malam disekitar stasiun, tapi saya merasa sayang kalau sudah sampai ke Tianshui tapi tidak jalan-jalan menikmati suasana malam di Tianshui. Menumpang bus no 6 dari depan stasiun saya melanjutkan perjalan ke pusat kota Tianshui. Jarak pusat kota Tianshui dengan stasiun kurang lebih 1 jam perjalan. 
      Pusat kota Tianshui sendiri cukup ramai. Setelah makan malam, saya melanjutkan jalan2 tanpa arah. Di pinggir jalan saya melihat kerumunan orang yang sedang melihat pertunjukan wayang khas Tiongkok, dalam bahasa mandari disebut 影戏 yingxi. Lumayan dapat tontonan gratis. Dari situ saya baru menyadari kalau ternyata lusanya ada event besar di kota Tianshui, yaitu pemujaan kepada dewa Fuxi. Tidak hanya seluruh provinsi yang ada di Tiongkok mengirim wakilnya untuk datang ke Tianshui untuk mengikuti pemujaan kepada dewa Fuxi, bahkan ada perwakilan dari Hongkong, Makao dan Taiwan.
      Setelah menonton pertunjukan wayang, saya menuju ke kuil Fuxi, ternyata disana sedang di adakan latihan untuk event besar tersebut. Saya yang awalnya Cuma 2 hari 1 malam ditianshui, memutuskan untuk menambah waktu satu malam. Rencana awal di tianshui 2 hari satu malam, lalu di lanzhou juga 2 hari 1 malam. Akhirnya diputuskan di tianshui 3 hari 2 malam, dan di lanzhou hanya 5-6 jam.
       
       
       

      Tugu Kota Tianshui di depan stasiun

      pusat kota Tianshui

      kuil Fuxi
       

      Persiapan acara untuk penghormatan ke pada dewa Fuxi ( lapangan didepan kuil Fuxi)

      (影戏 yingxi: wayang Tiongkok)
       

      Day 2 Tianshui
       
      Pukul 7 saya memulai perjalan saya untuk mengunjungi 麦积山石窟 maijishan shiku (Mt Maiji Caves).Bus yang akan membawa saya ke maijishan shiku  berada di depan stasiun Tianshui. Jadi alasan utama saya untuk menginap di dekat stasiun adalah mempermudah perjalan ke maijishan shiku ini. Dengan jarak tempuh sekitar 1-1,5 jam akhirnya saya  tiba di maijishan shiku. Dari loket tiket sampai ke lokasi harus berjalan kaki kurang lebih 1-2km, namun jika enggan berjalan kaki bisa juga naik bus dengan membayar sekitar 15 rmb pp. Setelah kurang lebih 2 jam di maijishan shiku, saya melanjutkan perjalan ke 仙人崖xianrenya. Waktu tempuh dari maijishan shiku sampai  xianrenya kurang lebih 1 jam perjalan.  Setelah itu kembali ke kota tianshui.
       
      maijishan shiku
       

       



       
       
      xianrenya

       
       
       Day 3
      Saya hanya setengah hari di Tianshui, karena saya harus tiba di Lanzhou sebelum pukul 10 malam untuk melanjutkan perjalan ke kota Jiayuguan. kereta dari tianshui ke lanzhou berangkat pukul 13.07 dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Pagi- pagi sekali saya bergegas ke kota tianshui, perayaan penghormatan kepada dewa Fuxi sendiri di pusatkan di pelataran kuli Fuxi , namun, saya gak kecewa karena acaranya tertutup untuk umum, saya hanya bisa menyaksikannya lewat layar besar di jalanan. Jalanan utama menuju Kuil Fuxi di tutup sepanjang kurang lebih 1 km. Rasa kecewa saya sedikit terobati karena bisa menyaksikan panggung rakyat di sekitar kuil Fuxi. Setelah selesai melihat panggung rakyat, saya makan siang dan melanjutkan perjalanan ke stasiun tianshui untuk keberangkatan ke Lanzhou. Tiba di lanzhou sekitar 17,30. saya hanya punya waktu 3 jam di Lanzhou. setelah menitipkan barang bawaan di stasiun saya langsung menuju ke Patung Ibu dan anak yang menjadi icon kota Lanzhou dan berada di tepian sungai Kuning ( 黄河 ), lalu lanjut ke pusat jajanan di tengah kota. Setelah makan malam kembali ke stasiun Lanzhou untuk melanjutkan perjalanan ke ke kota Jiayuguan.

      Dewa Fuxi yang ada di Kuil Fuxi, Tianshui( sumber baidu)
      *saya tidak masuk ke dalam kuilnya
       
      Foto2 di Lanzhou





       
      Day 4 Lanzhou -  jia yu guan
      Dari lazhou saya menlanjutkan ke jia yu guan untuk melihat sisa peninggalan kota tua jia yu guan di sini .  KOta jiayuguan ini sepi sekali, bus kota juga cukup jarang ditemukan. Sebenarnya ada bebrapa destinasi wisata di sini, namun hanya  tembok cina jiayuguan yang bisa ditempuh dengan bus umum.Untuk ke sana bisa naik bus no 4 atau 6, dan destinasi ini ada di paling ujung.  harga tiket masuknya sekitar 120 RMB. karena areanya luas kita bisa sewa sepeda untuk keliling2 disana, bisa juga naik unta.
       
       





       
      Day 5 zhangye 
       Gunung pelangi....






       
      Day 6 - 7 Dunhuang
      Mogao Caves


       
       
      Crescent Lake




    • By Daniel0705
      Huangshan/gunung huang/gunung kuning di provinsi anhui,merupakan salah satu gunung tercantik di china. Jika sudah mendaki gunung huang anda tidak perlu lagi mendaki ke gunung lain di china.
       
      Untuk mencapai anhui bisa ditempuh dengan jalur darat mengunakan kereta api dari berbagai kota besar di china seperti beijing, shanghai,dll, berhenti distasiun huang shan, atau mengunakan pesawat terbang.
       
      Gunung huangshan merupakan destinasi utama untuk orang lokal, hindari bepergian disaat libur maupun akhir pekan karena akan sangat padat. Fasilitas jalan untuk mendaki gunung huang ini sangat baik, jangan bayangkan mendaki gunung di china seperti gunung diindo, fasilitasnya disini jauh berbeda.
       
      Tidak perlu membawa tenda untuk bermalam karena banyak penginapan disini, tentu dengan harga yg cukup mahal, kurang lebih 200rmb permalam. Lalu jika anda tidak mau cape , bisa naik turun gunung dengan gondola dengan tarif sekitar 80rmb sekali jalan.

    • By Ahook_
      Mei 2017.
      Nah selama 3 hari 2 malam di Chengdu, aku main ke beberapa tempat yang menurutku prioritas deh. Dengan waktu sesingkat itu, sebenarnya kurang puas untuk mengeksplore satu kota. Tapi ya sudahlah, manfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin.

      Kota Chendgu yang rapi, bersih dan tertata. 
      Setelah checked in di Mrs. Panda Hostel ( bisa baca disini ), hal pertama yang aku lakukan adalah cari makan. Erhmm.. kan 3 hari kemaren, sejak hari pertama naik kereta dari Lhasa, bisa dikatakan belum makan. Yalah, cuma biskuit dan pop mie sehari sekali saja. Bisa baca disini.

      Banyak sekali atraksi dari anak muda Chengdu..
      Dari hotel, aku jalan kaki ke arah Hong Xin Road, sekitar 20 menit jalan kaki. Okey disini, menjadi pusat keramaian. Anak mudanya banyak. Mall bergengsi. Restoran banyak bertebaran. Tempat shopping kelas atas. Dan jika sudah ada di Chengdu, makanan yang wajin dicoba adalah hot pot-nya.

      Makan Hot Pot//
      Aku makan di Wonderful Hot Pot di Mall Silver. Bayar 68 CNY per orang. Makan sepuasnya. Semacam Hanamasa kalau di Indonesia. Buat lidahku, kurang cocok. Ya gak salah sih kalau untuk mencobanya. Banyak restoran yang menawarkan hot pot. Aku lihat sih, harganya hampir sama.
      Entah dimana saja, pasti ramai. Orang lalu lalang. Ya, anak- anak muda Cina, yang katanya kaya- kaya itu. Pas aku disana, sedang ada pre-event untuk satu acara dari salah satu radio terkenal di Cina. Siapapun, boleh ikutan event itu. Buat sekedar berfoto dan sebagainya.

      Artinya, aku sedang berada di Chengdu...
      Panda sebagai icon kota Chengdu, jelas terlihat dipusat keramaian tersebut. Ada panda besar yang berdiri ditengah dan ada satu panda yang sedang memanjat keatas gedung, yang kelihatan hanya pantat pandanya saja. Mau kesini sih gampang banget, ada Metro line. Kawasan ini ternyata besar sekali. Dan keramaiannya merata disetiap sudut jalan. Aku sendiri, eksplor sampai setiap jalanannya. Hahahaha…
       

      Panda sedang memanjat..
      Yang tidak boleh dilewatkan adalah melihat panda aslinya di Giant Panda Research yang berjarak 30 menit perjalanan dari hostel ini. Kamu bisa pergi sendiri naik bus, seharusnya. Tapi karena dari pihak hostel ada penawaran harga bagus, aku pakai jasa dari mereka saja. Sudah termasuk transport pulang pergi dan tiket masuk. Aku bayar 120 CNY per orang. Karena rasa letih dan lelah yang masih terasa dari sisa perjalanan di Tibet dan perjalanan 44 jam naik kereta api tersebut. Harga asli tiket masuk per orang 60 CNY. Paket yang ditawarkan itu adalah paket setengah hari. Jadi jam 11 siang sudah jalan pulang lagi ke hostel.
       

      Turis sedang antri mobil, aku pilih jalan kaki... di dalam Giant Panda Research..
      Betul kata pihak hostel, untuk kunjungi panda, waktu yang cocok adalah pagi hari. Kalau bisa lebih pagi kesana. Biar bisa melihat panda- panda itu sarapan pagi. Sarapan? Iya, sarapannya, bambu. Kalau sudah lewat jam makannya, panda – panda itu kebanyakan sudah tidur, sudah malas- malasan.
       

      Sedang sarapan..
      Aduh, sumpah, ngakak lihat panda – panda itu bertingkah. Setelah kenyang makan, mereka itu ya, sebelum bermalasan tidur- tiduran, mereka itu main dulu. Saling ganggu satu dengan lainnya. Ada saja tingkah panda yang buat ngakat pengunjung pagi itu. Malahan ya, yang paling buat tertawa geli ketika 2 ekor panda saling mesra- mesraan, manja-manjaan, saling mengganggu. Jangan lupa, ambil peta lokasi Giant Panda Research.
       

      Sedang bermesraan..
      Setelah diantar pulang ke hostel, waktu sudah menunjukkan jam 11.30. Manfaatkan wifi hostel untuk mencari informasi tempat yang bisa dikunjungi setengah hari dan berada ditengah kota. Dengan catatan, ada akses mudah menuju ke sana.
       

      Suasana di dalam Jin Li Street.
      Pilihannya adalah Jinli Street. Kawasan belanja yang ramai turis lokal maupun asing itu boleh kamu kunjungi. Yang aku suka kawasan ini, bangunannya yang masih kental dengan nuansa Cina jaman dulu. Sepanjang kawasan tersebut, yang ditawarkan sudah pasti restoran, jajanan, jual souvenir, ada taman dan arsitektur bangunannya yang menarik mata.
       

      Jin Li Street.
      Dari hostel, jalan kaki ke Bin Jiang Street, cari bus stop, tunggu bus no.182. Bayar 2 CNY per orang, kamu akan langsung diantar sampai didepan Wu Hou Temple. Loh kok Wu Hou Temple? Jinli Street tepat berada disebelahnya vihara ini. Jadi sekali dayung 2 pulau terlampui, begitulah kira- kira. Jalan – jalan di kawasan Jinli Street, mungkin bisa habiskan waktu minimum 2 jam kali ya. Atau bisa lebih buat kamu yang betah keliling. Kawasan ini luas sekali. Aku sempat coba makan mie lokal Chengdu. Entahlah, lidahku, untuk mie ini juga kurang cocok. Kalau coba juice mangga sih aku suka.
       

      Jin Li Street.
      Sedangkan untuk Wu Hou Temple, kalau kamu mau masuk, harus bayar 60 CNY per orang. Komplek ini sangat luas. Lebih tepatnya, tempat ini semacam museum sih, menurutku. Kuil ini dibangun untuk menghormati Zhu Ge Liang, seorang Perdana Menteri dan Penasihat terkemuka di era Kaisar Liu Bei pendiri kerajaan Shu.
       
       

      Wu Hou Temple.
      Sebelum menginggalkan Chengdu dihari terakhir, aku putuskan untuk kunjungi Le Shan Ta Fo – Giant Buddha yang terletak di kota Le Shan, 2 jam perjalanan naik bus dari Chengdu. Tinggal ngesot saja ke sebelah hostel, terminal bus antar kota. Beli tiket dilantai 2. Bayar 53 CNY per orang. Kebetulan waktu itu, jam-nya pas. Tidak perlu tunggu lama, bus tipe minivan isi 6 orang langsung berangkat ke Le Shan.
      Pagi itu, hujan deras melanda kota Chengdu hingga Le Shan. Untungnya, ketika sudah tiba di Le Shan Ta Fo, hujan berhenti. Oh ya, kalau mau kesini, ada baiknya kamu cari bus yang langsung dari Chengdu ke Le Shan Ta Fo, jangan naik bus yang cuma sampai ke terminal Le Shan saja. Kamu harus naik bus umum lagi ke Le Shan Ta Fo. Repot.
      Aku diturunkan dipinggir jalan, sudah dikawasan Giant Buddha. Aku sih kemaren tidak baca review-an tentang cara ke Giant Buddha. Dari pengalamanan aku ini, aku cerita deh. Supir minivan itu akan minta kamu pindah ke mobil kecil. Kamu akan diantar sampai di dekat pintu masuk utama. Ini tumpangan gratis.
      Begitu turun, kamu akan langsung ditawarkan tiket pulang ke Chengdu. Mereka akan bilang, bus ada jam 3, jam 4 dan jam 5. Tergantung kamu keluar jam berapa, bus jam berapa-pun boleh kamu naik. Nah, disini, sebenarnya tidak perlu. Maksudnya tidak perlu ikut naik mobil gratis tersebut ke atas.

      Giant Buddha.. view dari samping tangga. Foto diambil, sembari tangan gemetaran...
      Karena, kamu tinggal jalan kaki saja beberapa saja ke arah atas, sudah ketemu pintu masuk ke Giant Buddha. Kalau kamu ikut naik tumpangan gratis itu seperti aku, bisa juga. Tapi dari pintu masuk utama itu, harga tiketnya jadi mahal, bayar 80 CNY + 90 CNY = 170 CNY per orang. Dimana 80 CNY untuk melihat objek wisata lainnya, baru kemudian yang tiket 90 CNY khusus untuk masuk ke kawasan Giant Buddha.
      Nah, karena tujuanku memang ke Giant Buddha, ngapain bayar esktra 80 CNY. Karena tidak bayar tiket yang 80 CNY, tidak bisa masuk dari pintu utama sini. Jadi, jalan kaki turun lagi kebawah sekitar 1,5 KM sampai dipintu masuk khusus ke Giant Buddha. Pahamkan maksudku tadi, untuk apa ikut tumpangan gratis itu ke atas? Toh kamu harus jalan kaki turun ke bawah lagi. Kecuali kamu memang mau eksplore dari objek wisata yang ditawarkan dari pintu masuk utama tadi.

      Antri untuk turun ke bawah...
      Tidak perlu khawatir soal beli tiket pulang balik ke Chengdu, dekat pintu masuk maupun pintu keluar timur dari Giant Buddha, banyak kok yang tawarin tiket bus pulang. Harganya sih aku tidak tahu berapa, tapi aku beli sama yang menawarkan tiket pas turun dari mobil tumpangan diatas, bayar 50 CNY.
      Mau ke Le Shan Giant Buddha, ada baiknya datang lebih pagi. Biar tidak terburu- buru dan bisa lebih menikmati. Antrian untuk turun ke bawah melihat secara utuh Giant Buddha itu butuh waktu 1 jam loh. Belum lagi kamu harus naik mendaki ( pakai tangga ), tetap butuh waktu kan?

      Tangga turun ke bawah...
      Aku sendiri, datangnya sudah siang. Dan harus berburu waktu karena mau kejar pesawat malam buat pulang. Jadinya, aku seadanya saja. Ikutan antri turun kebawah. Selebihnya, pemandangan dan objek lainnya, aku sudah tidak menikmatinya lagi.
       

      Akhirnya, di bawah juga.... 
      Sudah sampai disini, ya wajib turun-lah. Le Shan Ta Fo, kerap dijadikan tempat syuting film Cina. Aku sendiri tertarik kesini, juga karena rekomendasi dari film yang aku tonton. 
      Kamu juga bisa ambil paket kapal yang akan membawamu keliling, pastinya, melihat Giant Buddha lebih dekat lagi, tapi tidak bisa turun dan mendekat ke Giant Buddha-nya. Hanya boleh di kapal saja.
      Puas? Tidak … Masih banyak tempat lain yang bisa dikunjungi. Keterbatasan waktu memang menyebalkan. Hahahah… Mungkin, suatu hari lagi, jika punya kesempatan, aku akan balik ke Chengdu.
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
       
       
       
       
       
    • By silvia_win
      Chaozhou, Shenzhen, Hongkong trip Jun 2015
      Perjalanan ke kampung halaman Chaozhou

       
      Day 1 Jakarta-Singapura
      Kami naik Jetstar Jakarta ke Chauzhou via sin. (Saat itu hanya ada Jetstar yang terbang sampai ke Chaozhou, sekarang Air Asia ada rute ke sana via KL airportnya adalah Jieyang/Shantou karena terletak antara jieyang dan shantou).  Dari Jakarta berangkat malam, sampai di singapura sudah larut malam.
      Makan malam lalu cari tempat tidur di snooze lounge terminal I (tidak nginap di hotel)

       
      Day 2 Singapura-Chaozhou
      Setelah sarapan, kami dari terminal I ke terminal II untuk daftar free singapura city tour untuk penumpang transit. Ternyata bagasi beroda tidak boleh di bawa, jadi mesti titip (biaya penitipan SGD 6.4 / 2 bagasi)
      Jam 9 dijemput tour guide untuk city tour, terlebih dulu proses imigrasi lalu keluar dan naik bus + 40 seats. Sepanjang jalan tour guide terus memperkenalkan singapura. Rute city tour: airport – merlion park (stop 20 menit), china town, india town, malay town(stop 30 menit), jam 11 bus bertolak kembali ke airport.
      Check in imigrasi, makan lalu bersiap2 boarding ke Chaozhou.
      Sampai di chaozhou sore, airport di chaozhou tidak terlalu besar, waktu itu cuma pesawat kami yang tiba, kami disuruh petugas cepat2 keluar imigrasi.
      Keluar imigrasi kami dijemput mobil yg dipesan sebelumnya. (Sebelumnya saya pesan hotel 3 malam di chaozhou+antar jemput dan hotel 2 malam di shenzhen @cny 1140, pesan di travel shenzhen, uangnya bisa bayar di china, lumayanlah no risk).
      Ternyata waktu kami tiba baru habis hujan, jadi cuaca cukup sejuk. Mobil membawa kami dari bandara ke kota, melewati sawah, rumah petani yang jalannya cukup mulus.  +1jam kami tiba di hotel Green Tree Inn, dapat kamar 4+3 untuk kami ber7. Kamar family room untuk 4 org cukup luas terdiri dari 2 kamar tidur dan 1 ruang keluarga dengan TV ukuran besar. (bayar deposit cny 300 utk 3 kamar).
      Di sebelah hotel ada supermarket Lotus, kami ke sini untuk makan malam dan melihat2.
      Masuk ke supermarket tas bawaan mesti dimasukkan ke tas lotus dan disegel, nanti dibuka saat bayar di kasir. Supermarket Lotus cukup besar dan lengkap seperti carrefour..


       
      Day 3 City tour
      Pagi sarapan di hotel dengan bubur + lauk, nasi goreng, mie goreng, kue, susu  kacang.
      Setelah itu kami mulai explore kota chaozhou dengan mobil charter.
      Stop I : di sebuah sungai yang ada pintu air, supir menunjuk ke seberang, katanya di sana lokasi kampung halaman yang akan dituju besok.
      Stop II: di sebuah viewpoin di mana jembatan guangji bisa dilihat dari jauh.
      Stop III: jembatan guangji, guangji gate tower, binjiang galery, chaozhou arch street.
      Ini adalah objek wisata utama kota chaozhou, jembatan guangji adalah salah satu jembatan kuno di tiongkok, jembatannya berbentuk paviliun yang tengahnya dihubungkan kapal yang bisa dibuka tutup, jembatan ini dibangun di atas sungai Han, di area ini terdapat pinjiang galeri koridor di sepanjang sungai Han, diseberangnya dikelilingi tembok dengan beberapa gate tower, di dalamnya ada guangzhou arch street (pedestarian shopping area dengan bangunan kuno).
      Area ini memadukan nuansa sungai Han, jembatan kuno dengan bangunan khas tiongkok memberi suasana sejuk dan santai, juga bisa belanja dan makan di toko2 di arch street.
      Banyak becak mangkal yang menawarkan untuk membawa berkeliling.
      Setelah menikmati pemandangan sepanjang sungai, kami berjalan ke arch street untuk melihat2, saat ini turun hujan, kami lalu mencari kedai makan dan memesan makanan, banyak yg excited maklum makanan kampung halaman rasa ori (selain mama mertua saya, yang lain pertama kali ke balik kampung)
      Setelah itu kami kembali ke jembatan guangji, waktu menunggu supir kami ditawarin becak untuk berkeliling @cny 10, anak2 gratis. Kamipun memesan 3 becak untuk ber7.
      Tadinya membayangi becak akan membawa kami berkeliling sungai Han sepanjang binjiang galeri, eh..., ternyata mereka membawa kami masuk ke dalam arch street melewati lorong2 kecil si dalam arch street akhirnya sampai di sebuah vihara kecil, di sana ada sebuah kedai kecil yang menjamu kami dengan  minuman khas (entah minuman dari apa lupa, rasanya asam manis), katanya banyak khasiatnya ada yg di awetkan 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun ( who know, asal ngecap gimana membuktikannya...), penjual terus menawari kami untuk membeli, kami pergi sembahyang sebentar, waktu kembali penjual lebih gigih lagi menawarkan, akhirnya ada peserta yang tanya harga satu toples, setelah ditimpang harganya cny 500 (wow...). Kubilang ke pedagangnya no money, pedagangnya bilang bisa pakai kartu kredit, kujawab no credit card. Akhirnya yang mau beli minta dikurangi cukup beli cny100 untuk minuman dari tanaman ...(lupa) umur 15 tahun...
      Becak membawa kami kembali ke jembatan guangji, supir sudah menunggu kami.
      Ternyata arch street dengan toko2 dan jalanan pedestrian yang bagus, dibelakangnya adalah rumah2 penduduk dengan lorong2 yg agak sempit.



       
      Stop  IV Kai Yuan temple, vihara ini masih satu area dengan arch street entah di sebelah mananya, daripada cari dengan jalan kaki, mending minta supir ngantar.Vihara ini cukup terkenal di kota chaozhou, kami masuk sembahyang dan istirahat.

       
      Stop 5 West lake Chaozhou
      Di pintu masuk, supir say hello ke yang jaga pintu, katanya bawa teman mau ke dalam lihat2. (sepertinya yg jaga pintu kenalannya). Mobil melewati jembatan yang menghubungkan danau dengan taman di dalamnya. West lake memberikan nuansa sejuk dengan perpaduan danau dan taman, di dalam taman ada pohon2, lampion, kuil, paviliun dll, secara keseluruhan mirip dengan taman2 lain di tiongkok pada umumnya, berbeda dengan jembatan guangji yang memberikan kesan istimewa karena berarsitek bangunan kuno. Di dalam taman agak sepi, entah karena weekday atau habis hujan. Kami menikmati suasana di west lake sampai hujan turun lagi, karena hujan supir membawa kami berkeliling dengan mobil, namun hujan turun semakin deras, kamipun minta kembali ke hotel untuk istirah, juga pesan kke supir mampir ke toko kue khas setempat buat beli camilan.
      Sampai di hotel baru jam 3 sore (karena lokasi tempat kami berkunjung hari ini tidak terlalu jauh dari hotel jadi tidak boros waktu).
      Sempat tidur sore bentar, malam lanjut shopping ke lotus.

       
      Day 4 mengunjungi famili
      Di sini kami ngobrol dan diajak melihat2 di sekeliling kampung, dijamu makan siang dan makan malam.
      Day 5 Chaozhou-Shenzhen
      Setelah sarapan, check out hotel dan diantar ke stasiun KA.
      Di sini terlebih dulu antri di loket untuk mencetak tiket yang telah dibeli sebelumnya, tiket kelas I @cny 120 beli lewat travel (kalau beli di loket @107.5). Kami menunggu di ruang tunggu, penumpang akan diinfo untuk masuk ke peron berdasarkan no kereta dan rute masing2 sekitar 15 menit sebelum keberangkatan, ternyata boarding per kereta menyebabkan tidak ada penumpang yang menumpuk di peron, penumpang langsung masuk ke kereta dan mencari tempat duduk masing2.
      Kelas 1 seatnya 2-2 (gerbong paling depan dan belakang saja)
      Kelas 2 seatnya 3-2
      Ada 1 gerbong resto tempat makan, banyak orang yang nongkrong di sini (entah mau makan atau karena tiket berdiri)
      Kereta berangkat tepat waktu dan berhenti di beberapa stasiun, setelah+ 2 jam kereta samapi di shenzhen, ini adalah KA express dgn kecepatan + 200 km/jam (kalau naik bus + 5jam)
      Dari stasiun naik taxi ke hotel(memang tidak charter mobil, karena mau ke taman wisata naik taxi atau mrt saja), taxinya mesti yg warna merah (yg boleh masuk ke downtown). Nginap di CAA holy sun hotel dekat lowu border.
      Sore jalan2 ke pusat perbelanjaan Lowu commercial city di dekat hotel,

       
      Day 6 Shenzhen tour
      Setelah sarapan di hotel, kami ke window of the world (WOW), taman wisata yg berisi miniatur bangunan terkenal dunia, sebagian naik taxi, sisanya naik metro (mrt), dipintu keluar metro di WOW, banyak calo tiket yg menawari tiket masuk WOW (sepertinya mereka beli online soalnya tiketnya hanya di print di kertas), iseng tanya harga @150 cny, beda 30 cny dengan di kounter, setelah dipikir sudahlah beli sini saja, beli 5 tiket karena 2 peserta lansia > 70 tahun, tiket masuk gratis cukup menunjukkan paspor. Penjualnya berbaik hati menuliskan no hp dan berpesan jika tiketnya bermasalah boleh telepon.
      Masuk ke dalam WOW, beli tiket tram untuk keliling WOW @cny20, tram berhenti dibeberapa tempat populer, penumpang boleh turun untuk berfoto atau melihat2, setelah selesai bisa menstop tram berikutnya untuk ke tempat berikutnya.
      Setelah berkeliling dengan tram kami malas mengitar karena cuaca rada panas, lalu kami mampir ke ice world yg ada di dalam WOW, berhubung indoor jadi tidak panas, di sini ada ice skating dan snow world untuk main salju, sebagian ada yang masuk dan main ke snow world.
      Dari WOW kami ke splendid china, sebagian naik taxi, sisanya naik metro. (sekalian cari2 ada calo tiket ngga, tapi ngga ketemu mungkin sudah sore)
      Tiket masuk @ 180 cny, lansia gratis. Splendid China berisi miniatur bangunan terkenal di China.
      Di dalam, kami ngitar bentar di area dekat pintu masuk, berhubung ada jadwal pertunjukkan tarian, kutemani yang lansia nonton biar sekalian duduk istirahat, yg lain berkeliling di splendid china.
      Ada beberapa pertunjukkan di sini, jadwal dan lokasi berbeda2, tarian yang kami tonton kali ini sangat bagus, bahkan menyertakan binatang2 seperti burung merak dll.
      Setelah selesai pertunjukkan, keluar dari lokasi pertunjukkan di lapangan sampingnya masih ada pertunjukkan kungfu shaolin, setelah selesai nonton, sebagian yang tadi keliling taman sudah kembali dan kami makan malam.
      Setelah makan malam kami menonton pertunjukkan pertunjukkan malam Dragron and Phoenix Dancing show, pertunjukkan ini merupakan acara puncak yang ditunggu pengunjung tempat wisata ini, bercerita ttg tiongkok masa lalu sampai sekarang, sebenarnya pertunjukkan ini sangat bagus tapi berhubung ramai dan tempat duduk tidak terlalu strategis, jadi merasa sepertinya pertunjukkan tarian sebelumnya lebih bagus (berhubung dapat tempat duduk strategis). Pertunjukkan ini juga menyertakan binatang2, kuda saat berperang bahkan menembakkan roket api dll, sapi, kambing dll untuk menceritakan masyarakat perternak dll.
      Setelah acara semua pengunjung berjalan ke pintu keluar karena taman wisata sudah tutup, tapi di dekat pintu wisata banyak kedai yang menjual pistol air, ember dll, ternyata masih ada acara perang air di suatu tempat di sana, sudahlah kami tidak berminat ikut.
      Dari sini kami naik 2 taxi pulang hotel. (sudah malam malas naik metro)  


       
      Day 7 Shenzhen – Hongkong
      Setelah sarapan, checkout hotel dan naik taxi ke lowu border mau nyebrang ke hongkong (walau dekat stop taxi saja, malas angkat koper).
      Setelah melewati imigrasi dan sampai ke Hongkong, cari loket untuk beli octopus card dulu (kartu untuk naik mrt, bus dll), yg lansia bisa beli octopus card untuk lansia harganya lebih murah.
      Lalu masuk naik kereta dari sini ke downtown, ada kelas1 dan kelas biasa, kelas 1 ada line khusus, harganya double, jadi kartu octopusnya di gesek 2 kali, biasanya kelas1 lebih lega karena penumpangnya tidak banyak.
      Kereta ini sampai East tsim sha shui, sebenarnya menurut mrt map bisa ganti mrt sampai hotel tapi berhubung repot pindah bawa2 koper, kami keluar stasiun, cari taxi ke hotel.
      Kami tinggal Best Western harbour view hotel (check in hotel di Hongkong lebih praktis tidak seperti di China mesti fotokopi paspor semuanya, di sini cukup kasih voucher booking langsung di kasih kunci kamar).
      Kemudian kami keluar makan siang, di sekitar hotel banyak resto.
      Lalu naik taxi ke victory peak tram terminal .
      Beli tiket 3 in 1 : tram one way + madame tussaud + sky terrace 3 in 1 @hkd 308, untuk lansia ada potongan harga, lupa berapa harga tiketnya.
      Kalau beli tiket 3 in 1 bisa langsung ke antrian depan di tram naik ke victory peak, yg pengunjung warga lokal mereka tidak antri beli tiket, tapi ngantri panjang buat naik tram pakai gesek kartu octopus untuk pembayaran.
      Di the peak kami main lama, belanja di toko souvenir, masuk tussaud (kecuali saya, saya hanya beli tiket tram, sudah pernah malas). Sambil menunggu yg lain main saya ngitar di sekitar the peak, ke bangunan peak galleria di sebelahnya, ada supermarket, trick eye museum, di atas top roof juga ada tempat melihat pemandangan (gratis cuma tidak 3600), setelah berkeliling saya beli tiket mau ke sky terrace, kupikir buat lihat pemandangan sambil menunggu yg lain selesai main di tussaud, saat naik eskalator ke atas, ketemu yg lain sudah turun dari sky terrace. Saya ke sky terrace, di sana super ramai, ngga sampai 10 menit saya pun keluar. Mending di top roof yg peak galleria deh gratis juga ngga terlalu ramai.
      Lalu kami ke peak galleria duduk2 dan membeli makan di Mac di, untuk makan di sana, langit dari sore berganti menjadi malam, pemandangan kota hongkong dengan lampu terlihat jelas dari sana.
      Kami duduk dan istirahat cukup lama lalu pulang, naik sebagian naik taxi, sisanya naik bus+mrt (dari mrt jalan ke hotel tidak jauh)

       
      Day 8 Hongkong-Jakarta
      Sarapan di hotel lalu check out.
      Tadinya mau naik shuttle bus gratis dari seberang hotel ke Hongkong express stasiun ( di sini bisa city check in beberapa airlines bisa check in 24 jam sebelumnya), tapi bus yang ditunggu ngga datang2, akhirnya kami naik taxi.
      Ternyata untuk check in ke airlines mesti bayar tiket kereta express ke airport @Hkd100, lah... kami tidak ada rencana mau naik kereta express beli tiket untuk apa, tapi juga dilema koper kalau ngga check in repot bawanya (mana staf check in china airlines kutunjukkan penumpang yg check in tidak masuk berdiri di luar, tidak mau kasih check in, katanya semuanya mesti ke dalam) , ternyata isi octopus card lalu slash masuk ke kounter check in dipotong hkd 100 sekali, lalu bisa keluar lagi, gantian yg masuk, berhubung belum ganti stasiun waktu slash keluar jadi saldo cuma di potong sekali, dan kami gantian masuk.
      Selesai check in, stasiun ini satu tempat dengan mrt, kami tidak naik kereta airport express, tapi ke mrt cari rute ke disney land, photo stop dan belanja boneka disney.
      Setelahnya naik mrt ke Tung Cung factory outlet, keluar dari mrt cari counter refund octopus card (7 kartu uangnya lumayan). Makan siang di sini lalu window shopping.    
       Dari sini naik taxi ke airport, bersiap2 pulang.
       

    • By silvia_win
      Yunnan Trip Jun 2017
      Day 1 naik pesawat malam (Lion Air) Jakarta – Kuala Lumpur
      Menginap di hotel dekat bandara, EV World hotel kota warisan dengan airport transfer dari hotel (harga RM 65 untuk midnight dan RM 55 untuk pagi untuk 8 orang)
      Kami booking kamar 4+2+2 dengan harga Rp 830.000 di agoda, kamarnya kecil dan bersih, lingkungan di sekeliling hotel sepi. Hotel menyediakan sarapan roti dan nasi uduk porsi kecil serta teh dan kopi. Cocok untuk transit daripada nginap di hotel bandara yang mahal.
      Day 2 naik hotel transfer tiba di bandara check in Air Asia Kuala Lumpur – Kunming, setelah check in makan dulu di curry house (lantai basement).
      Penerbangan ke Kunming (ibukota propinsi Yunnan) selama hampir 4 jam berjalan dengan lancar, sore hari kami tiba di Kunming. Di bandara Kunming menyediakan telepon untuk telepon lokal, dengan telepon ini saya menelepon sopir pick up airport yang sudah di pesan sebelumnya.  Sebelumnya saya memesan jemput bandara ke hotel (200 cny) dan charter mobil keliling kunming untuk keesokkan harinya (600cny).
      Dari bandara kami diantar ke Kunming Nissi Holiday Hotel yang berupa apartemen hotel, sebelumnya saya memesan 2 apartemen hotel seharga Rp 880.000 via agoda. Apartemennya cukup luas dengan 2 kamar tidur dan satu ruang tamu, selain itu hotel juga menyediakan makan pagi berupa bubur, mantau, roti, telur, mie kuah, teh, kopi, buah.
      Malam hari kami jalan2 di sekitar hotel untuk melihat2 dan mencari makan malam, di sana ada tempat permainan anak2, toko2, kami menyebrang ke VC park melihat hiasan lampu, toko2 dan makan malam di sana.
      Lingkungan di sekitar hotel cukup menyenangkan, bersih dan nyaman dengan banyak toko2 enak untuk jalan2 dan shopping walau ngga belanja banyak, cuma belanja sedikit di mini so.
      Selesai ngitar pulang ke hotel, buka app agoda untuk pesan hotel ini 1 malam lagi, karena harga di hotel lebih mahal, juga harus bayar cash (karena cuma kartu kredit yang ada union pay yang bisa dipakai di sana) .
      Day 3 Pagi hari kami dijemput mobil charter, pertama kami singgah di Yuan Tong temple yang merupakan vihara yang cukup tua di kota Kunming. (HTM @6 cny)
      Dari sini kami ke Green Lake Park (Cui Hu Park) yg merupakan telaga atau taman kota Kunming dan Yunnan University yang ada di  seberangnya.
      Kami jalan santai di Green Lake Park makan siang buffet vegetarin @19 cny. Juga mampir ke travel yang ada di dalam taman, tanya info jalan2. Sebelumnya sebenarnya ingin booking tour dengan travel tempat saya charter mobil (entah travel apa, saya cari online), tapi jadwal tournya sangat padat, jadi saya ragu2, karena kami lebih suka jalan santai.
      Saya tanya ke travel ini charter mobil ke Shi Lin (stone forest) buat besok, serta minta di check jadwal dan beli tiket kereta api ke Lijiang buat besok. Ternyata beli tiket online via travel tidak bisa dilakukan karena harus input no id.
      Lalu kami ke stasiun KA kunming untuk beli tiket di loket untuk rute Kunming-Lijiang sesuai dgn jadwal yg telah kami check dan masih ada available seats di travel sebelumnya. 2 tiket VIP @ 669 cny (satu bedroom untuk maks 3 orang) 2 tiket soft sleeper (@226 cny ranjang bawah @217 cny ranjang atas).
      Karena sudah agak capek dan malas jalan, minta supirnya keliling bentar lihat gapura kota golden horse dan jade rooster.
      Kembali ke hotel ada wifi lalu booking mobil ke Shi Lin untuk besok dan pulangnya minta di drop di stasiun KA, juga tanya charter mobil di Lijiang untuk 2 hari.  Charter mobil ke Shi Lin 900 cny, charter mobil di Lijiang 1000 cny/hari. Saya OK in saja, malas cari perbandingan, daripada ikut tour yg jadwalnya padat, lebih cocok sewa mobil yg jadwalnya sesuai keinginan.
      Setelah beristirahat sebentar lanjut cari makan malam dan ngitar di VC park.
       
      Day 4 Check out hotel dan dijemput sopir mobil charter jam 11 pagi, memang pingin berangkat agak siang karena nanti pulang dari Shi Lin berangkat dengan KA malam. Sampai di Shi Lin siang hari, sebelum masuk kompleks wisata, kami singgah di resto untuk makan siang.
      HTM Shi Lin @175 cny naik tram keliling @25 cny, sewa tour guide di pintu masuk 160 cny/ kali. Lansia 70 tahun ke atas gratis tiket masuk (lalu saya dapat info anak2 bisa beli tiket pelajar setengah harga), nah ini juga alasan saya malas ikut tour, karena setelah ditanya tidak ada cashback tiket masuk untuk lansia, juga harga tour hanya termasuk tiket masuk belum termasuk naik tram, cable car dll.
      Taman wisata Shi Lin (stone forest) adalah taman wisata yg sangat luas yang terbagi atas 2 area, area bagian depan adalah area big shi lin (yg diumpanakan sebagai pria yang gagah), dan area bagian belakang disebut small shi lin (yg diumpanakan sebagai wanita yang lembut). Kedua area ini penuh dengan gunung dari batu, area depan kumpulan gunung batu lebih padat, area belakang lebih jarang di mana dibawahnya ada tanah rumput yang indah).
      Menurut info tour guide Shi Lin adalah taman laut jutaan tahun yang lalu, yang kemudian lautnya mengering dan gunung batunya muncul ke permukaan.
      Setelah selesai berwisata di Shi Lin kami di drop di stasiun KA, makan di resto cepat saji dulu, sebelum masuk ke stasiun KA, kami mendapat ruang tunggu untuk tiket VIP dan soft sleeper.
      Kami 6 cewek tidur di 2 kamar VIP, 2 cowok di soft sleeper yg 1 kamar ber4 untuk umum. Tidak terbiasa tidur di kereta, lalu ke gerbong makan sedikit dulu, lalu kembali ke kamar berhubung sudah malam dan capek akhirnya tidur juga, di perjalanan kadang2 terbangun, KA singgah di berapa stasiun yg mana berhenti cukup lama (mungkin karena sleeper train di mana penumpang tidur juga bawa bagasi banyak, jadi tidak bisa turun naik cepat). Ketika langit mulai terang, saya sudah terbangun dan membuka tirai jendela di sepanjang jalan banyak gunung dan awan berjalan di atas (maklum posisi tidur jadi awan seperti berjalan di depan mata).
      Pemandangan dari jendela KA
       
      Day 4 sampai di Lijiang pagi hari, cuaca hujan, di jemput supir mobil charter.
      Persinggahan pertama sarapan dulu, lalu lanjut ke lokasi wisata kota kuno shu he, kota kuno na xi, berhubung kami ke kota kuno ini pagi2, di sini masih sepi toko2 masih belum buka, jadi kami bisa menikmati suasana kota tua yg asri juga banyak bunga, bunga mawar di sana besar2, air di kali juga sangat jernih, supir di Lijiang ini cukup bawel dan baik, menemani kami keliling (lumayan tour guide gratis).
      Setelah dari 2 kota kuno ini kami kembali ke kota untuk makan siang lalu check in hotel, sebelumnya saya sudah pesan hotel di dalam kota kuno Lijiang via agoda yang bayar ditempat (menurut referensi yg saya lihat banyak hotel yg tidak melihat pesanan agoda, jika datang ada kamar kosong dikasih jika tidak direferensikan ke hotel lain). Tapi di sana menurut info dari supir untuk hotel di dalam kota tua tidak bisa masuk mobil, mesti bawa koper jalan kaki masuk, jadi malas. Lalu minta supir cari hotel di luar kota tua yang dekat dengan kota tua. Kami mendapat kamar 3+3+2 di hotel红宝玉 dengan harga 550 cny + sarapan. Setelah check in dan mandi, kami melanjutkan wisata ke danau La Shi, di sini ada danau yg tidak terlalu  besar, dengan objek wisata taman bunga, berkano dan berkuda. Dilihat dari luar tamannya tidak terlalu menarik, berkano dan berkuda juga mahal, kami tidak berminat melhat2 sebenar lalu cabut. (untung sebelumnya saya tidak pesan tour di acara tour kami di suruh singggah di sini bayar @260 cny untuk taman bunga, berkano dan berkuda)
      Kami minta diantar ke vihara, sopir mengantar kami ke sebuah vihara tibet di atas bukit, masuk ke vihara dan naik tangga ke atas, pemandangan dari atas vihara sangat indah.
      Lalu kami kembali ke hotel beristirahat. Malamnya saya jalan ke kota tua Lijiang yg terletak di seberang hotel, tapi berhubung hujan saya cuma jalan sebentar. (kemudian saya dapat info bawa pusat keramaian di kota kuno lijiang ada di pintu utara, sedang saya masuk dari pintu selatan jadi tidak banyak yang menarik).
      Day 5 tujuan hari ini jade dragon snow mountain, atas saran supir kami menyewa jaket dan membeli tabung O2 di lokasi kota Lijiang. (harga tabung O2+ jaket @88cny).
      HTM Jade Dragon snow mountain @130 cny, bus di dalam taman wisata @20cny (mobil cuma sampai tempat parkir), cable car @180 cny. Untuk tiket masuk kawasan wisata lansia gratis, pelajar setengah harga, tidak bawa kartu pelajar jadi mengandalkan komunikasi supir dengan yg jual tiket).
      Saya dan ibu mertua tidak naik ke snow mountain, kami naik bus ke blue moon valley, makan di resto duduk di halte tunggu yg ke atas snow mountain. Di bawah halte bus ada telaga yg jernih dengan latar snow mountain.
      Saya turun ke telaga menikmati pemandangan, di sana ada jalur lantai dari kayu yang bisa berkeliling ke area lain, tapi saya malas jalan cukup pemandangan telaga ini saja.
      Setelah rombongan turun dari snow mountain, kami makan di resto di dekat halte bus @40cny 8 orang dapat 8 lauk, lalu kami turun ke telaga foto2 lagi.
      Setelah itu naik bus ke tempat parkir dan pulang ke hotel.
      Malam hari, saya berjalan ke pintu utara kota kuno Lijiang, ternyata cukup jauh juga, pintu utara memang cukup ramai, ada juga pedestarian street, saya cuma melihat toko2 di dekat pintu utara, makan di Mac Donald di dalam kota kuno, pulangnya coba naik bus soalnya rutenya cuma lurus sampai hotel (@ 1cny).
      Day 6 Setelah sarapan kami check out hotel, sebelumnya charter mobil Lijiang ke Dali dan jalan2 di Dali sehari lalu di drop di hotel. (1400 cny)
      Perjalanan dari Lijiang ke Dali sekitar 3 jam, persinggahan pertama danau west lake, maksudnya mau naik perahu dan melihat pertunjukkan elang menangkap ikan, perjalanan di west lake tidak berjalan mulus karena melewati daerah pasar yg ramai, mobil susah lewat karena jalan sempit dan ramai, kami lewat pelan2 sambil melihat aktivitas pasar di sana, yang belanja di pasar membawa keranjang belanja di punggung, juga ada bajaj yg mengangkut barang dan penumpang, dan ada juga mesjid dan muslim di sepanjang jalan. Sampai di west lake, kami dapat info  pertunjukkan elang menangkap ikan sudah tidak ada, ada elangnya buat foto2, setelah dipikirkan kami malas naik perahu mengitar danau.
      Kami lalu melanjutkan perjalanan singgah lagi di kota tua Xi Cheng, banyak toko2 di dalam kota kuno ini, kami mengitar dan makan siang di sini.
      Supir menawarin membawa kami singgah di sebuah vihara sebelum sampai di kota Dali, berhubung viharanya lagi renovasi kami tidak jadi masuk.
      Lalu kami ke 3 pagoda Dali (HTM@120 cny, tram pp@35 cny, lansia gratis tiket masuk, pelajar setengah harga).
      Naik tram ke atas komplek wisata ada sebuah vihara besar di sana, setelah dari sana tram mengantar kami ke area 3 pagoda.
      Setelah dari sini supir membantu kami beli tiket bus untuk besok Dali-Kunming, mencari hotel yg dekat kota kuno Dali, kali ini kami mendapat kamar 3+2+2 dengan harga 450 cny, berhubung kamar ber3 ber4 sudah penuh (tapi hotel kali ini mirip losmen yg 1 kamar 2 orang tidak ada AC nya tidak ada sarapan lagi) ya sudahlah cuma semalam, malas pindah koper cari sana sini.
      Lokasi hotel dekat dengan pintu selatan kota kuno Dali yang merupakan pusat keramaian di kota kuno Dali. Kami makan malam dan keliling kota kuno Dali.
       
      Day 7 pagi ke pintu utara kota kuno foto2 lagi, sarapan, lalu ke pusat informasi turis beli tiket ke kota wisata tempat shooting film the demi-gods and semi-evils, HTM+tiket bus pp @44 cny, tiket bus saja (untuk lansia)@16cny. Kami naik bus jam 8.30 karena menurut info ada pertunjukkan jam 9. Pertunjukkan di mulai di pintu gerbang masuk untuk menyambut tamu jam 9 pagi, tamu di sambut masuk oleh rombongan pemain yang berperan menjadi raja, pemainsuri, dayang dan prajurit. Di dalam komplek kota wisata masih ada pertunjukkan lainnya seperti putri raja melempar bola mencari pasangan, tarian barongsai, prajurit menangkap buronan, lalu para pemain menari di lapangan, pegunjung juga diundang menari bersama.
      Kami mengitar di area utama tempat wisata ini berfoto2 lalu pulang.
      Makan siang lalu pulang hotel, bersiap2 lalu dijemput agen bus ke tempat naik bus.
      Setelah sekitar 6 jam perjalanan kami sampai di Kunming kami naik taxi ke hotel (Nissi Holiday Hotel).
      Day 8 Hari ini kami naik MRT dari depan hotel ke Xin Luoshiwan (area shopping seperti mangga 2). Tiket MRT @ 5 cny langsung sampai tidak perlu ganti line.
      Di sini belanja seharian...
      Pulang dari sini ngitar di sekitar hotel lagi.
      Day 9 charter mobil ke City of Flower dan antar ke bandara (@900cny, sebenarnya agak mahal, mau pesan antar bandara dari hotel tapi katanya tidak ada mobil besar suruh naik 2 mobil @100 cny) ya sudahlah malam2 sms travel yg kami charter mobil sebelumnya.
      City of Flower sedikit mirip garden by the bay singapore. Di pintu masuk disajikan pertunjukkan film dengan layar setengah bola di langit2 yang bercerita tentang pemandangan yg indah di Yunnan, setelah selesai menyaksikan film kita masuk lewat pintu tengah di dalam theater, di sana ada taman bunga dengan maskot burung merak, banyak bunga di dalamnya yang ditata dengan indah (tapi bunga yg letaknya jauh dari jalan sebagian adalah bunga plastik). Dari taman bunga menuju pintu keluar melewati ruangan yang didekorasi ala eropa style.
      Setelah ini kami kembali ke hotel berkemas bersiap2 kembali ke Jakarta via KL.
       
      Note :
      1. Tidak bisa memberi no hp di sana, soalanya mesti pakai id card.
      2.
      Kartu kredit yg di terima di sana adalah Union Pay (visa dan master umumnya tidak diterima) jadi mesti menyediakan cash yg cukup, susah mencari money changer, tukar di valas di bank juga repot berhubung mesti mengisi formulir penukaran, lebih praktis tarik tunai di atm (max 3000 cny/hari)
      3. Saat mencari hotel via agoda dll, pilihlah yang ada review dari turis asing, karena banyak hotel yg hanya menerima turis lokal.
      4.  Belanja oleh oleh : obat Tiongkok seperti yunnan bai yao dll, mini so, jaket anti UV (bagus untuk menangkal matahari saat kegiatan out door).
       
       
       
       
       
       

       











    • By ko Acong

      MASIH INGAT KAN DENGAN CERITA PENDEKAR Sin Tiao Hiap lu  /PENDEKAR RAJAWALI
      dari Gunung Goby /Omei/kini Emei Shan
      Emei Shan Adalah  salah satu gunung Terkenal Di Chengdu Selatan (+180 km)
      ke Emeisan Bisa Langsung Dari Bandara Atao Dari Chengdu Stasiun Pake CRH  Ke Emeisan Melalui STT Chengdu Selatan   74/61 yuan
      Lanjut Ganti Pake bus no 5A dan 8Menuju Baoguo STT Bus kurleb 5 yuan
       Lanjut  bus Pariwisata taman 85 Yuan PP
       Bisa Juga Langsung Jos Dari terminal Xian Nanmen bus STT  Kurleb 51 yuan 3 jam sampe Sampai Di XiaoBa Stt Bus Lanjut  Menuju STT bus Baogou  
      Lanjut Bus Taman pintu Masuk85 yuan  Batas Midle gunung
      lanjut naik Gondola Yang lumayan Ektreem Sekali angkut 150 Orang Berbayar 120 yuan  turun dan naiknya
      Dan turun di STT  Gondola ,,,,,Kita jalan Kaki Yang Lumayan Memeras Tenaga dengan Ektra ,  Kira kira  5 km dengan Jalan Setapak yang telah Di bikin tanga tangga, yang lumayan Curam  Menuju Puncak Golden Summitnya ,   
      Namun Pemandangan Di ketinggian Lebih Dari 3ribuan Km itu saaaangaaaaat Indah
      Dan Dilanjut lah Menuju temple,  satu persatu Seperti wan Nian Fo,  tempat para pendekar  silat Wanita Dari   gunung Goby  dan Temple2 Lainya
      sampe titik ketinggian tertinggi.,   disinilah kita sangat takjub , dengan penampakan bangunan berlapis emas  ,  yang sangat MEGAH.   dengan diselingi awan saling bergantian melewati muka  kita .. sementara kita bener2 berada di negri atas awan .  
      Puncak Yuen Ching / GOLDEN SUMMIT 
      Catt , Paling Pas Kunjungannya Di satu paket kan dengan Ke leshan Big Buddha  2 D 1 n 
      Durasi Trip  Emei Shan , Dari Kaki Gunung Emei  sekitar 8 sampai 10 jam
       Sebaiknya jam 7 pagi sudah Start dari kaki gunung emei
      Nginap di kota Baogou kaki gunung Emei Sangat Indah Dan Rame
       Pesta Makanan /Kulineran Vegetarian
      segala jenis Sayuran Yang Segar ,/ aneka kacang2 rebus ., jagung rebus yang legit rasa ketan,/ aneka buah buahan segar baru metik darik pohon

       























    • By ko Acong
       HUANGLOONG SCENIC VALEY  kolam berwarna alami yang sangat Indah 
      lembah Huanglong Terletak di utara-barat dari propinsi Sichuan   terdiri dari puncak tertutup salju dan paling timur semua gletser Cina. Selain pemandangan gunung yang, ekosistem hutan beragam dapat ditemukan, serta formasi batu kapur yang spektakuler, air terjun dan air panas. Daerah ini juga memiliki populasi hewan langka, termasuk panda raksasa dan Monyet Berhidung Pesk Warna Emas. lembah Huanglong dengan seri danau travertine, air terjun, hutan dan pemandangan gunung adalah properti alami superlatif. Diatapi oleh puncak secara permanen tertutup salju naik dari basis 1.700 m hingga 5.588 m, ini termasuk gletser paling timur di Cina. Meliputi 60.000 ha, daerah ini terletak di dalam Minshan Mountains juga termasuk formasi batu kapur yang spektakuler dan air panas. ekosistem hutan yang beragam menyediakan rumah untuk sejumlah tanaman langka
      Catt :Untuk Para Traveller Bila mengunjungi Huangloong  sebaiknya Nginaplah semalam  Di kota kecamatan   Songpan Atau chuanzhusi Kita Bisa Beli Oleh 2 Khas Tibetan asali Disana Dan menikmati kebudayaan suku ABBA  perbatasan Tibetan
      Untuk Keselamatan Sebaiknya /Wajib memakai Assuransi .   karena di Area Huangloong  ktinggianya 3576m ,  sudah Mulai menipis sediaan oksigen dari Alam ,  dan lebih lagi di kota kecamatan Songpan / Chuanzhusi Di 3960 m.   jadi Diarea tersebut sebaiknya,   Kurangi kegiatan berfoto denga nasrsis,  atao lari ke spot  pilihan ,  dan kurangi Canda Tawa berlebihan,   yang Tidak kita sadari Akan menguras tenaga Kita berjalan jangan sok kuat-  pelan2 tapi sampai itu paling baik,   dan kita harus bisa mengukur kekuatan , kita Bila tidak mampu .  belok untuk pulang,   dengan “jalan kaki”  (jangan pulang Via Cabel car ,  karena untuk mencapai Stasiunnya,   kita Harus Naik tangga terjal kira2,   500 meter,  nah ini yang menurut saya super menguras tenaga )  “” jalan kaki Terus Kebawah walo jauh , Tapi Napas kita teratur terus ……
      Penting !!! Yang ada Kelainan jantung !!! sebaiknya jangan ke Huangloong sangat Riskan ………………… cukup Ekplor jiuzhaigou saja