Sign in to follow this  
arifta

Yuk Nyoba Nasi Bancakan!

6 posts in this topic

Nasi Bancakan ialah salah satu resto favorit yang terletak di Jalan Trunojoyo Bandung. Pernahkah agan mampir disini?

 

Nuansa dan romansa perkampungan sangat terasa ketika Anda berkunjung keisni. Kesan kampungannya sangat menonjol degan poster-poster pemandangan alamnya. Tak hanya desain warungnya yang sunda banget, berbagai sajian kulinernya juga mengandalkan makanan khas sunda seperti sayur asem, aneka pepes, ayam goreng, perkedel dan lainnya.

 

Beberapa makanan lainnya juga jangan sampai luput dari perhatian seperti tumis lember, tumis suung, gejos cabe hijau. Untuk harganya sendiri, agan tak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena dimulai dari Rp 5.000 sampai belasan ribu rupiah saja. Sedangkan untuk minumannya agan bisa memilih beberapa jenis yang mayoritasnya khas sunda seperti es kopi nyereng dan bandrek yang harganya hanya Rp 1.500 saja.

 

Dimana lokasinya? Anda bisa mengunjunginya di Jalan Trunojoyo No. 62, Bandung, Jawa Barat.

post-64-0-93179000-1359802617_thumb.jpg

post-64-0-41589200-1359802623_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

trus mana nasi bancakannya sis?

 

saat membaca uraian di atas saya suda membayangkan seperti apa ya nasi bancaan, apalagi khas sunda, karena setahu saya yang namanya bancaan adalah suasana makan nasi rame-rame (bersama) dengan ritual pembacaan doa sebelumnya, biasa terdapat pada keluarga yang memiliki hajat dan mengundang orang banyak untuk makan bersama di rumahnya, nasi tumpeng menjadi standar untuk bancaan (itu di Jatim lho) beda ma di Bandung?

Share this post


Link to post
Share on other sites

pas banget menu makanan dengan suasana restonya, ini salah satu favorit makanan aku makanan khas Sunda apalagi ditambah dengan suasana pedesaannya pastinya keren dan nafsu makan pun biasanya jadi bertambah :lol:

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dari namanya koq jadi teringat sebuah nama tradisi di Jawa "Bancakan". Kalau bancakan yang satu ini sih hanya ada kalau pas ada hajatan di tempat seseorang, dan khusus diberikan untuk anak-anak kecil. Biasanya sih terdiri dari nasi, sayuran, dan juga sedikit lauk pauk ditempatkan di daun pisang. Nikmat abis ....

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Kayaknya selama beberapa hari ini saya non-stop nulis tentang Bandung yah. Soalnya mumpung masih dalam momen mudik, dan sayang juga kalau pengalaman kulineran kemarin cuma sebatas disimpan dalam album foto di Facebook. Tapi kayaknya habis tulisan ini saya stop dulu ber-Bandung ria-nya dan akan kembali sharing info tentang topik-topik lainnya.

      Sebagai penutup edisi kulineran waktu mudik, saya ingin berbagi cerita tentang sebuah tempat makan gado-gado yang menurut saya paling lezat se-Bandung, dan bahkan Jakarta. Untuk info saja, saya ini bukan penggemar sayuran lho. Jika manusia digolongkan dalam kategori mahluk omnivora (alias pemakan segala), maka dengan bangga saya bilang kalau saya termasuk dalam kategori karnivora (alias pemakan daging). Namun nggak tahu kenapa, untuk menu sayuran yang dibalut dengan dressing, entah salad, lotek, maupun gado-gado, selalu ada pengecualian tersendiri. Jadi kalau ada tempat makan sayur mayur yang saya bilang enak, artinya tempat itu memang punya rasa yang wahid punya. Ya, minimal menurut saya begitu.

      Trus apa nama tempat makan gado-gado terenak se-Bandung dan Jakarta itu? Nama tempatnya adalah Rumah Makan Angkasa, yang lokasinya berada di Jalan Tengku Angkasa, Bandung (lihat bagian informasi untuk google maps dan rute menuju ke tempat ini). Saya kurang ngeh sejak kapan rumah makan ini berdiri. Yang pasti, pertama kali saya main ke tempat ini tuh kira-kira tahun 2000-an (waktu masih rajin-rajinnya mencari tempat makan dengan harga mahasiswa). Namun ternyata babeh bilang jika tempat makan ini sudah ada sejak beliau masih kerja di Bandung (kira-kira antara tahun 80-90 an), yang berarti usia tempat makan ini bisa jadi sudah puluhan tahun. Hmm, mungkin lain kali saya wawancara langsung si ibu penjual untuk memastikan umur RM Angkasa ini deh.

      Seperti halnya menu di rumah makan pada umumnya, sebetulnya di tempat ini juga terdapat berbagai menu prasmanan yang variasinya cukup banyak. Ada menu ayam, ikan, tempe, dan banyak lagi. Sedangkan si Gado-gado sebetulnya hanyalah salah satu menu yang ada di resto ini. Ternyata popularitas sayur mayur bersaoskan kacang ini mengalahkan semua jenis menu yang ada di RM Angkasa. Alhasil tempat makan ini lebih populer disebut sebagai Gado-gado Tengku Angkasa dibanding nama aslinya (bahkan saya pun baru-baru ini saja tahu nama asli tempat makan ini, haha). Jadi menu yang akan saya review hanya si gado-gado saja yah.







      Foto 01:



      Counter tempat memesan gado-gado. Untuk menu nasi rames, bisa masuk ke bagian dalam lewat pintu samping [foto: dok.pribadi/2014]


      Selama di Jakarta, saya beberapa kali makan gado-gado di beberapa tempat yang berbeda, mulai dari kantin di kantor depan rumah, hingga gado-gado kelas restoran yang cabangnya ada dimana-mana. Namun menurut saya, nggak ada yang bisa mengalahkan gado-gado Tengku Angkasa ini. Point pertama yang saya suka dari gado-gado ini adalah dari segi penyajiannya. Gado-gado ala Jakarta biasanya disajikan dengan dicampur langsung dalam bumbu kacang. Sedangkan gado-gado Tengku Angkasa ini disajikan ala Bandung, yaitu bumbunya cukup disiram di atas sayur-sayuran dan pengunjung tinggal mencampur sayur dan bumbunya sesuka hati. Bagi saya, cara ini paling enak karena sayuran masih terasa fresh saat disantap dan bumbunya juga nggak terlalu berair seperti jika dicampur terlalu lama dengan sayuran.







      Foto 02:



      Gado-gado Tengku Angkasa [foto: dok.pribadi/2014]


      Faktor menarik lain dari gado-gado disini terletak pada porsinya yang cukup besar, sementara harganya relatif terjangkau. Memang sih harganya sudah naik 3x lipat sejak saya pertama main ke tempat ini (dulu harga per-porsinya kira-kira Rp.5000 saja, sekarang Rp.15000 sudah termasuk lontong). Tapi porsinya mengenyangkan lho, alias nggak basa-basi. Setidaknya saya sih cukup kenyang hanya dengan menyantap gado-gado+lontong saja. Kalau masih kurang, bisa kok order nasi putih di warung ini.







      Foto 03:



      Sudut lain RM Angkasa [foto: dok.pribadi/2014]


      Hal lain yang saya suka dari gado-gado Tengku Angkasa ini adalah sayurannya yang terasa banget kesegarannya. Saat disantap masih berbunyi “kriuk-kriuk†begitu, khususnya untuk bagian kol (padahal saya nggak suka kol loh). Enak banget deh. Saya juga suka dengan bumbu kacangnya yang rasanya beda dengan bumbu kacang yang biasa ditemukan di gado-gado lainnya. Menurut saya sih bumbu kacang disini jauh lebih enak dari Gado-gado populer di Jakarta yang konon sausnya menggunakan kacang mede. Susah deh menjelaskannya, memang harus dicoba langsung. Dijamin nggak menyesal jauh-jauh datang ke tempat ini deh.

      Nah, itu baru cerita tentang gado-gadonya saja. Masih ada daya tarik lain dari RM Angkasa ini, yang uniknya terletak pada faktor pengamennya. Di RM Angkasa ini ada kelompok pengamen yang rutin tampil menghibur para pengunjung di tempat makan ini. Rata-rata pengamen yang tampil memiliki suara yang memang merdu, skill bermusik yang mumpuni, dan uniknya, alat musik yang mereka bawa pun bukan alat musik ala pengamen kebanyakan (yang biasanya nggak jauh-jauh dari gitar dan ukulele). Kemarin, pengamen yang tampil ada 3 orang, dan masing-masing memegang alat musik gitar, memainkan kotak kayu sebagai pengganti perkusi, dan biola. Sebelumnya, saya cukup sering melihat duo pengamen yang tampil sambil memainkan biola dan bass betot. Yes, bass betot, bukan gitar bass. Saya nggak tahu apakah para pengamen itu satu kelompok musik atau bukan, yang pasti para pengamen di RM Angkasa ini konsisten melantunkan lagu-lagu lawas. Beatles, Beeges, hanyalah sebagian band lawas yang lagunya rutin dilantunkan oleh para pengamen bersuara merdu tersebut, dan sukses membuat para pengunjung sejenak bernostalgia ke masa puluhan tahun yang lampau sambil menikmati makanan. Selama saya jadi pelanggan di Gado-gado Tengku Angkasa ini, saya selalu menikmati pertunjukan lagu-lagu nostalgia yang disajikan oleh para pengamen tersebut dan berujung dengan terbangnya lembar ribuan ke kotak sumbangan yang mereka sediakan (padahal biasanya saya selalu males kalau bertemu pengamen, haha).







      Foto 04:



      Pengamen di RM Angkasa. Pemain biolanya lagi menghilang dulu, haha [foto: dok.pribadi/2014]


      Kesimpulannya, bagi yang suka maupun nggak suka sayuran, saya rekomendasikan untuk mencoba Gado-gado Tengku Angkasa ini. Tempatnya memang nggak dilalui oleh kendaraan umum, tapi layak untuk dicoba kok. Yah, kalaupun betul-betul anti sayuran, bisa kok mencoba menu lainnya. Yang pasti, jangan lewatkan kesempatan menikmati sajian hiburan nostalgia dari para pengamen di RM Angkasa. Bagi yang memerlukan info lebih lanjut tentang tempat makan ini, berikut data-datanya.

      RM Angkasa
      < google maps >
      Alamat: Jl.Tengku Angkasa 37, Lebak Gede, Bandung 40132
      Telp: 022-2507337
      Jam operasional: 08.00-17.00. Namun kadang-kadang gado-gadonya sudah habis sebelum jam tutup resto
      Alternatif rute ke tempat ini:
      < alternatif 1 > Jika berangkat dari arah simpang Dago.
      < alternatif 2 > Jika berangkat dari ITB.
      < alternatif 3 > Jika berangkat dari Gasibu, versi jalan pintas.



      ***


      * Seluruh foto diambil oleh pribadi pada Agustus 2014.
      ** Informasi akurat per-Agustus 2014 dan dapat berubah sewaktu-waktu.



      ***


      Tulisan lain tentang kuliner Bandung:
      Sedapnya Makan Iga di Iga WS Bandung
      Cari Tempat Kuliner Unik di Bandung? Ke Warung Lela Saja!
      Memanjakan Selera di Bebek Garang & Friends (1)
      Memanjakan Selera di Bebek Garang & Friends (2-end)
      Menikmati Aroma Nostalgia di Gado-Gado Tengku Angkasa
    • By vie asano
      3 tulisan terakhir saya sudah menulis tentang tempat wisata bernama Bandung Carnival Land alias BCL yang bisa dibaca disini: Serunya Main-main di Bandung Carnival Land (1), Serunya Main-main di Bandung Carnival Land (2), dan Serunya Main-main di Bandung Carnival Land (3-end). Sekarang saya ingin bagi-bagi cerita soal kuliner ala Bandung lagi ah.

      Bicara tentang kuliner khas Bandung memang nggak ada matinya. Sebelum ini saya pernah menulis tentang Sedapnya Makan Iga di Iga WS Bandung dan Cari Kuliner Unik Di Bandung? Ke Warung Lela Saja!. Sekarang giliran Bebek Garang yang jadi sasaran kuliner saya. Tempat ini sebetulnya pernah muncul pada tulisan Sedapnya Makan Iga di Iga WS Bandung. Hanya saja karena waktu itu nggak sempat untuk mendokumentasikan apapun, Bebek Garang pun hanya muncul sebagai figuran. Status si Bebek Garang naik jadi pemeran utama setelah pada tanggal 3 Agustus kemarin saya sempat mampir lagi ke Bebek Garang yang lokasinya berada di seberang Taman Pramuka. Tepatnya, Bebek Garang ini terletak tepat di persimpangan jalan Aceh-jalan R.E.Martadinata (alias Jalan Riau). Tentunya kali ini saya sudah menyiapkan peralatan tempur berupa kamera, sehingga cukup pede untuk berbagi info seputar si bebek yang cetar membahana ini.







      Foto 01:



      Bebek Garang & Friends [foto: dok.pribadi/2014]


      Sekilas tentang Bebek Garang

      Bebek Garang. Hmm, dari namanya saja sudah bisa ditebak jika resto yang memiliki logo bebek berwujud mirip Donal Bebek yang sedang marah ini punya keahlian khusus dalam menyajikan menu-menu bertema bebek. Pendapat tersebut benar adanya, karena kuliner bertema bebek memang menjadi menu utama di resto ini. Namun jika diperhatikan lebih lanjut, di resto ini juga banyak kok menu lain yang sifatnya non bebek, seperti menu ayam (yang diolah dengan cara sama seperti menu bebek). Di resto ini juga terdapat menu minuman dan cemilan, sehingga bisa dibilang pilihan menunya cukup beragam. Oya, resto ini sebetulnya memiliki beberapa cabang, salah satunya berada di rest area KM97 tol Cipularang. Jadi bagi yang nggak sempat mampir ke Jalan Riau namun penasaran dengan rasa si bebek ini, bisa mampir ke KM97 yah.







      Foto 02:



      Salah satu halaman menu di Bebek Garang [foto: dok.pribadi/2014]


      Walau dari tadi Bebek Garang disebut terus layaknya tokoh utama, sebetulnya di tempat ini si bebek nggak tampil sendirian lho. Jika dicermati lebih lanjut, nama lengkap tempat ini adalah Bebek Garang & Friends. Friends disini bukanlah bebek lainnya, melainkan nama tempat kuliner lain yang juga memiliki stand di tempat ini. Uniknya, masing-masing tempat kuliner yang menjadi kawan si bebek ini memiliki ciri khas masing-masing yang menyasar selera kuliner yang sangat berbeda. Berikut beberapa tempat yang ada di Bebek Garang & Friends:

      Belah Doeren (dibaca Belah Duren). Tempat ini khusus menjual aneka kuliner bertema durian. Beberapa menu yang ada disini antara lain Duren Goreng, Pancake Duren, dan Duren Bakar.







      Foto 03:



      Belah Doeren [foto: dok.pribadi/2014]


      Heavens Green Tea. Tempat ini menawarkan aneka pilihan mix ice cream. Pengunjung bisa memilih rasa es krim yang diinginkan, dan memilih juga topping yang diinginkan. Saya belum pernah memesan di tempat ini (karena entah kenapa tiap kali berkunjung ke tempat ini pasti sedang sakit batuk).







      Foto 04:



      Heavens Green Tea [foto: dok.pribadi/2014]


      Ramen House dengan kuliner ala Jepang-nya. Tempat ini tak hanya menawarkan aneka menu serba ramen, namun juga menu khas Jepang lainnya seperti Donburi. Ada juga pilihan menu cemilan dan minuman. Kira-kira inilah menu-menu yang ditawarkan di Ramen House.







      Foto 05:



      Banner promosi dari Ramen House [foto: dok.pribadi/2014]








      Foto 06:



      Menu di Ramen House (1) [foto: dok.pribadi/2014]








      Foto 07:



      Menu di Ramen House (2) [foto: dok.pribadi/2014]


      Tempat lainnya, Susanti, saya belum pernah lihat langsung maupun memesan menu dari sana. Bahkan saya nggak tahu itu nama tempat kuliner atau bukan ya, haha. Jadi mohon maaf belum bisa kasih review tentang tempat tersebut. Oya, tempat-tempat kuliner di atas belum termasuk dengan 2 tempat non-kuliner, yaitu The Butiku (sayangnya pas kunjungan kemarin sepertinya tempat ini sudah tutup) dan Oshborn. Jadi nggak salah kan jika saya sebut tempat ini merupakan spot asyik untuk memanjakan selera, mulai dari selera dalam hal kuliner hingga selera non-kuliner.

      Tentang suasana di Bebek Garang & Friends

      Pertama kali masuk ke spot ini, suasana cozy cukup terasa. Kesan tersebut masih tak berubah saat kunjungan kedua ke tempat ini. Ruang makan di tempat ini cukup besar, bersih, dan cukup nyaman. Kira-kira seperti ini penampakan area makan di Bebek Garang & Friends.







      Foto 08:



      Area makan di bagian depan [foto: dok.pribadi/2014]


      Point menarik dari tempat ini, menurut saya, terletak dari adanya fasilitas permainan yang bisa dimainkan oleh pengunjung saat sedang menunggu pesanan datang, salah satunya adalah permainan Foosball. Dan jika diperhatikan dengan lebih detail, di beberapa meja juga terdapat board game seperti ular tangga dan ludo. Menarik juga kan?







      Foto 09:



      Area makan di bagian dalam + permainan Foosball [foto: dok.pribadi/2014]








      Foto 10:



      Meja dengan permainan ular tangga [foto: dok.pribadi/2014]


      Sistem pemesanan dan cara pembayaran

      Cara memesan di tempat ini terbilang mudah. Saat kita sudah memilih meja, waiter akan memberikan buku menu yang berisi kumpulan menu seluruh resto di Bebek Goreng & Friends. Pengunjung memesan menu pada waiter, dan setelah selesai makan baru membayar di kasir. Pembayarannya bisa menggunakan uang tunai maupun kartu debit/kredit, dan ini jadi point plus bagi saya yang jarang banget membawa uang tunai dalam dompet. Sistemnya sedikit berbeda jika ingin membeli di Belah Doeren, pengunjung harus datang langsung ke stand untuk memesan menu dan bayar langsung di tempat. Setahu saya, untuk Belah Doeren ini hanya menerima pembayaran dengan uang tunai.

      Saya akan lanjut mereview aneka menu yang kami pesan kemarin dalam tulisan selanjutnya. Maklum, kemarin agak kalap karena datang untuk late lunch, jadi agak ngeborong deh, hehe. Untuk informasi lokasi persis tempat ini juga tunggu tulisan selanjutnya yah, karena saya harus cari informasi juga jalur angkot yang lewat ke tempat tersebut.



      ***


      * Seluruh foto diambil oleh sendiri pada Agustus 2014. Seluruh informasi dalam tulisan ini akurat per-Agustus 2014 dan dapat berubah sewaktu-waktu.
    • By vie asano
      Tulisan ini lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul Memanjakan Selera di Bebek Garang & Friends (1) . Pada bagian pertama saya memberikan sedikit gambaran tentang apa itu Bebek Garang & Friends dan kuliner apa saja yang bisa ditemukan disana. Nah, kali ini saya ingin berbagi review menu-menu yang saya dan keluarga cicipi di Bebek Garang & Friends. Mudah-mudahan bisa menginspirasi teman-teman yang akan berpetualang kuliner disana.

      Seputar menu

      Pada kunjungan pertama, saya hanya mencicipi menu yang ditawarkan oleh Bebek Garang dan Belah Doeren. Pas kemarin kami agak sedikit kalap dan mencicipi menu dari beberapa tempat makan, diantaranya adalah Bebek Garang, Belah Doeren, dan Ramen House. Maklum, kami datang dalam kondisi late lunch jadi cacing di perut sudah demo besar-besaran. Berikut menu-menu yang kami cicipi dan harganya (akurat per-Agustus 2014):

      Untuk menu di Bebek Garang, saya memesan menu Bebek Debus (Rp.24500) dan Nasi Putih (Rp.6000). Menu ini termasuk salah satu menu yang paling direkomendasikan untuk dicoba. Bebek Debus, berdasarkan iklan di buku menu, diklaim memiliki rasa yang pedas menggigit dan rasa pedasnya dijamin meresap hingga ke daging karena disajikan dengan cara dibakar. Pada kenyataannya, Bebek Debus ini rasanya memang enak dan gurih. Bumbunya memang terasa meresap sampai ke daging. Dagingnya pun juga sangat empuk, dan bau amis khas daging bebeknya nggak terasa. Hanya saja rasa pedasnya nggak sepedas yang saya bayangkan saat membaca kalimat iklannya, tapi justru itu membuat menu ini bisa dinikmati dengan santai tanpa mulut harus megap-megap karena kepedasan. Penampakan Bebek Debus kurang lebih seperti ini.







      Foto 01:



      Bebek Debus dan nasi putih [foto: dok.pribadi/2014]


      Hubby memesan menu Paket Bebem, alias Paket Bebek Hemat. Menu ini terdiri dari nasi putih + Bebek 70’s / Bebek Negro (yang dipilih kali ini adalah Bebek 70’s) + tahu/tempe + Ice Fruit Apple Tea. Harga paket ini Rp.40800, dan diklaim jauh lebih murah daripada membeli satuan (yang jatuhnya Rp.48000). Bebek 70’s ini juga tak mengecewakan. Selain empuk dan gurih, serundeng yang ditaburkan di atas bebek semakin membuat menu ini terasa sedap dan mantap. Yang menarik, ternyata paket Bebem ini juga mendapat bonus kol goreng (tidak tercantum di menu). Penampakan si Bebem kurang lebih seperti ini (sayang Ice Fruit Apple Tea-nya nggak terfoto).







      Foto 02:



      Info tentang paket Bebem [foto: dok.pribadi/2014]








      Foto 03:



      Paket Bebem [foto: dok.pribadi/2014]


      Si Princess memesan menu Sosis Barbeque yang disajikan bersama kentang goreng. Harga paketnya Rp.20000. Sosisnya berukuran besar, teksturnya agak kenyal, dan rasa sosisnya lezat. Cocok banget dengan bumbu Barbeque-nya. Sayangnya kentang gorengnya kurang banyak, dan habis dicemilin oleh ortunya si princess, haha.







      Foto 04:



      Sosis Barbeque [foto: dok.pribadi/2014]


      Masih kurang kenyang, kami pun memesan Echa Ramen dari Ramen House. Ramen ini harganya Rp.18000 dan diilustrasikan memiliki rasa kuah yang pedas. Pada kenyataannya, ramen ini nggak terlalu pedas dan bahkan bisa disantap habis oleh si Princess (yang gantian memalak makanan ortunya). Namun overall cukup enak kok, dan menu ini juga disajikan bersama sayuran dan telur rebus. Oya, menu di Ramen House ini lumayan menarik lho. Pengunjung bisa memilih level kepedasan yang diinginkan (1-5, dan harus tambah Rp.500/setiap level berikutnya. Maksimal hingga level 10), dan bisa memilih jenis mie yang diinginkan (original, mie telur, dan udon). Hanya saja untuk mie telur dan udon ada penambahan harga sebesar Rp.3000 dan Rp.5000.







      Foto 05:



      Echa Ramen [foto: dok.pribadi/2014]


      Dari Ramen House ini kami juga memesan menu cemilan, yaitu Crispy Mushroom Mayo (Rp.10000). Berbeda dengan jamur krispi yang bisa ditemukan di pinggir jalan, jamur dalam menu ini merupakan jamur kancing yang digoreng tepung dan disajikan bersama mayones. Enak disantap sebagai cemilan.







      Foto 06:



      Crispy Mushroom Mayo [foto: dok.pribadi/2014]


      Sebetulnya kami masih memesan satu menu lain dari Ramen House, yaitu Curry Ramen, yang dipesan oleh babysitter si kecil. Sayangnya sih ramen ini keburu dihajar sampai ludes sebelum sempat diabadikan.

      Menu terakhir yang kami pesan adalah Duren Goreng (Rp.20000/3 pcs). Menu ini bentuknya seperti risoles, hanya saja isinya duren. Sebagai fans berat duren, saya rasa menu ini cukup enak lho. Durennya sangat terasa bahkan sejak menu ini baru disajikan di atas meja. Dan bau semerbak duren pun semakin terasa setelah digigit. Hmmmm, harum banget! Berikut penampakan dari si Duren Goreng. Oya, adik saya pernah merekomendasikan menu lain dari Belah Doeren ini, yaitu Pancake Duren. Harganya lumayan bersahabat, Rp.20000/2 pcs. Bandingkan dengan harga Pancake Duren di Jakarta yang bisa mencapai Rp.15000/pcs. Mungkin lain kali saya akan coba Pancake Duren-nya, dan kalau belum mabuk durian, sekaligus ingin coba menu Duren Bakar-nya.







      Foto 07:



      Duren Goreng [foto: dok.pribadi/2014]








      Foto 08:



      Penampakan Duren Goreng setelah digigit. Rasanya jauh diluar ekspektasi saya, dewa deh! [foto: dok.pribadi/2014]


      Kira-kira demikian beberapa menu yang bisa saya review. Mudah-mudahan lain kali bisa bertualang rasa lagi di Bebek Garang & Friends untuk mencoba menu lainnya, dan pastinya akan saya bagikan juga pada teman-teman. Selamat mencoba Bebek Garang & Friends yah!

      Informasi:
      Bebek Garang & Friends
      < google maps >
      Alamat: Jl.Riau no.114 (Taman Pramuka), Bandung 40113
      Jam operasional: Kira-kira mulai pukul 10.00-tengah malam
      Rute angkot:
      Angkot-angkot berikut nggak ada yang lewat langsung ke depan Bebek Garang & Friends. Jika naik angkot, harus turun di Jalan Riau dan jalan sedikit ke Bebek Garang & Friends.
      -Cicaheum-Abdul Muis (Kebon Kelapa) via Aceh. Angkot ini disebut juga dengan angkot 02. Jam operasional angkot ini kira-kira pukul 05.00-19.00.
      -Dago-Riung Bandung / Riung Bandung-Dago.
      -Margahayu-Ledeng.
      Keterangan tambahan: di Bebek Garang & Friends ini ada tempat untuk parkir mobil. Jadi nggak perlu khawatir kalau mau bawa mobil pribadi.



      ***


      * Seluruh foto diambil dari koleksi pribadi. Silahkan jika ada yang mau pakai, tapi cantumkan sumbernya yah.
      ** Informasi akurat per-Agustus 2014 dan dapat berubah sewaktu-waktu.



      ***


      Tulisan lain dengan tema kuliner Bandung:
      Sedapnya Makan Iga di Iga WS Bandung
      Cari Tempat Kuliner Unik di Bandung? Ke Warung Lela Saja!
      Memanjakan Selera di Bebek Garang & Friends (1)
      Memanjakan Selera di Bebek Garang & Friends (2-end)
    • By rintso
      mungkin bagi sebagian jjers yg bermukim dibandung, jalan cihapit terkenal karena tukang kaset bekasnya, tukang onderdil motor dan tukang tape mobilnya
       
      namun bagi penggemar kuliner, jalan cihapit itu adalah salah satu tujuan wisata kuliner yang wajib di bandung
       
      mungkin udah banyak yg ngebahas tentang kuliner jalan cihapit di forum/blog sebelah
      tapi setelah saya intip2 disini blom ada ternyata
       
      dan kenapa juga jalan cihapit. soalnya saya ngantor di daerah sini. hehehehe
       
      jalan cihapit sendiri terletak di daerah jln. r.e.martadinata (riau), dari jln. taman cibeunying selatan sampe jl. aceh
       
      perjalanan saya dimulai dari bank ocbc nisp (jln. tmn cibeunying sel) kemudian ke arah selatan (jln. aceh)
       
      disebelah kanan sebelum memasuki perempatan cihapit-riau ada restoran roemah enak enak


      saya sendiri belom pernah coba, tapi dari yang saya baca2, restoran ini cocoknya untuk makan bersama keluarga jjers
       
      lalu saya lanjutkan jalan, nah sebelum perempatan ada cafe bober, masuknya dari jln. riaunya

      disini cocok bgt buat jjers yg mo menghabiskan waktu bersama pasangan atau teman2
      oh iya, bober buka 24jam
       
      masih diperempatan,setelah saya menyebrang jalan, ada ayam cobek cihapit

       
      lanjut jalan lg jjers, dekat perempatan cihapit-sabang ada surabi cihapit

      tukang surabi langganan, bukanya pagi2 sampe jam 9-10an
       
      jalan dikit jjers,cuma 15meteran ada kue balok, gabung ama lontong sayur dan kolak

       
      semangat jjers, lanjut lagi
      melewati depan pasar cihapit sekarang, kl yg mau coba warung nasi bu eha, mangga/silahkan masuk kedalam pasar cihapit. kl gak tau tanya2 ama pedagang pasar, pasti ditunjukin
      sambelnya enak jjers, ciyus, hahahahaha
       
      masih didepan pasar cihapit, banyak toko2 kue kering, jjers bisa belanja macam2 kue kering disini, atau yg mo nyoba cuanki serayu silahkan, ada cabangnya. pake gerobak
      saya sendiri sih langganan beli es teler kl disini mah dan masih ada gerobak2 dagangan lainnya (lupa euy)
       
      turun lagi kebawah, sebelum kantor polisi,masuk dikit ada gado2 cihapit, lalu gak jauh diseberangnya masuk gang ada kantin dan lotek cihapit
      mungkin sebagian jjers bdg langganan makan lotek disini termasuk saya, dan kl beruntung saya gratisan ngeloteknya, soalnya usaha keluarga temen dekat saya, hahaha
       
      udah dulu nulisnya, back to work, mungkin ada jjers yg mo nambahin mangga diantos
       
      terima kasih buat: jakpost travel, kulinerbdg, jajananbandung, ceritaperut dan sendynamicgirl yg gambar2nya saya comot
    • By Fanar
      Sejak dulu Bandung memang terkenal sebagai surganya kuliner. Banyak makanan khas yang bisa di temui saat Anda berkunjung ke kota kembang ini. Nah, berikut saya ingin sedikit share tentang kuliner khas Bandung. Selamat menikmati.
       
      1. Nasi Tutug Oncom

      Anda mungkin pernah atau bahkan sering mencicipi nasi kuning dan nasi uduk. Tapi apakah pernah mencicipi nasi yang dicampur dengan oncom? Dari namanya terdengar sangat sederhana karena menggunakan oncom. Makanan ini termasuk kuliner khas Bandung yang banyak diminati oleh masyarakat maupun wisatawan. Nasi tutug oncom sangat populer dan mudah ditemui di berbagai food court bahkan restoran yang menyajikan menu makanan khas sunda.

      Sesuai dengan namanya, nasi ini dimasak dengan mencampurkan oncom kedalamnya. Biasanya para penjual nasi tutug oncom membuatnya menggunakan daun pisang sebagai bungkus. Dari daun pisang dan oncom yang dibakar yang membuat aroma wangi nasi tutug oncom tersebut.
       
      Nasi tutug oncom akan lebih nikmat saat disajikan hangat-hangat karena aroma khasnya masih tercium. Oya, menu lainnya yang menemani nasi tutug oncom yaitu ayam goreng atau panggang, tahu tempe dan beberapa sayur lalapan khas Sunda lainnya.

      Nah, jika penasaran dengan rasa nasi tutug oncom tersebut, Anda bisa mampir ke rumah makan Sari Parahyangan yang beralamat di Jl. R.E. Martadinata No.156 Bandung. Anda bisa mencapainya dengan menggunakan angkot jurusan Margahayu Raya – Ledeng berwarna biru – kuning. Ada juga rumah makan Dago Panineungan yang beramat di Jl. Ir. H. Juanda No.152 Bandung. Lokasinya dekat dari Terminal Dago jadi Anda dapat menggunakan angkot jurusan Ruing-Dago berwarna coklat muda-biru.
       
      Peta lokasi rumah makan Sari Parahyangan.
      View Larger Map
      Peta lokasi rumah makan Dago Panineungan.
      View Larger Map
      2. Peuyeum Bandung
       

      Berbicara soal kota Bandung tidak lengkap rasannya jika belum membicarakan berbagai kuliner khas kota kembang ini. Ya, di setiap penjuru Bandung terdapat berbagai makanan yang layak kita coba. Peuyeum Bandung atau dalam bahasa Indonesianya disebut dengan tape adalah salah satu makanan khas tatar Pasundan. Peuyeum berdasarkan bahan dasarnya dibedakan menjadi dua jenis. Yang pertama terbuat dari singkong. Peuyeum ini yang sering dijumpai di pusat oleh – oleh. Kemudian yang kedua yaitu peuyeum yang dibuat dari beras ketan yang telah di fermentasikan.

      Peuyeum biasanya dijual dengan cara digantungkan di langit-langit depan warung sederhana di pinggiran jalan. Anda juga dapat menemukan penjual peuyeum yang berkeliling. Namun sekarang penjual peuyeum keliling sudah jarang ditemui.
       
      Berdasarkan sejarahnya, orang-orang Bandung jaman dulu memanfaatkan tanaman singkong yang banyak tumbuh di daerah Bandung untuk diolah menjadi peuyeum. Mereka yakin bahwa peuyeum berkhasiat menghangatkan tubuh. Khasiat peuyeum tersebut didapatkan dari hasil fermentasi.

      Kata “peuyeum† berasal dari bahasa Sunda. Mereka sering menyebut peuyeum dengan sebutan peuyeum sampeu atau tape singkong. Cara pembuatan peuyeum juga cukup mudah. Singkong yang sudah dibersihkan dikukus sampai matang, kemudian ketika sudah dingin cukup ditaburi dengan ragi dan disimpan di wadah yang tertutup. Waktu fermentasinya sekitar 2 sampai 3 hari.
       
      Peuyeum memang selalu identik dengan kota Bandung. Jadi tidak heran apabila para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri, di saat musim liburan mereka selalu membeli kudapan khas Bandung ini sebagai oleh-oleh. Bukan hanya wisatawan saja yang menyukai peuyeum ini, orang Bandung sendiri menjadikan peuyeum sebagai makanan ringan di saat sedang santai atau sekedar dijadikan buah tangan ketika sedang mengunjungi kerabat di luar kota Bandung.

      Peuyeum sendiri tidak hanya berasal dari daerah Bandung saja, di daerah-daerah sekitar Jawa Barat lainnya, banyak yang membuat dan menjadikan peuyeum sebagai makanan khas mereka. Namun, tentu saja banyak orang atau wisatawan lebih mengenal peuyeum dengan sebutan Peuyeum Bandung.
       
      Nah, jika Anda berkunjung ke Bandung jangan lewatkan untuk mencicipi makanan khas kota kembang ini. Anda dapat membeli peuyeum khas bandung di pusat oleh-oleh yang berada di sekitar terminal Leuwipanjang atau Cileunyi.
       
      Peta lokasi terminal Leuwipanjang.
      View Larger Map
      Peta lokasi Cileunyi.
      View Larger Map
      3. Seblak Basah
       

      Bandung  sejak dulu dikenal dengan surganya makanan unik. Salah satunya adalah seblak basah. Bentuk, tekstur dan rasanya yang unik akan membuat Anda ingin terus menyantapnya.
      Seblak basah terbuat dari kerupuk aci yang telah direbus atau dikukus yang kemudian ditumis di atas wajan bersama bumbu yang sudah dihaluskan. Seblak basah tidak disajikan dalam keadaan kering dan renyah, tetapi sedikit berair dan kenyal.
       
      Makanan asal Bandung tersebut memilki berbagai macam bentuk. Bisa bundar pipih, kecil memanjang, atau berbentuk lain sesuai selera penjualnya. Seblak sering diolah dengan cara lain. Ditumis dengan tambahan telur, mie, sayuran, dan bakso, seafood atau sosis, mirip kwetiau goreng komplit. Jajanan ini digemari masyarakat Bandung dan wisatawan karena enak, murah, dan mengenyangkan yakni Rp 5.000 per porsi. Anda bisa menjumpai pedagangnya di area sekolah, kampus, atau pusat perbelanjaan di Bandung.
       
      Selain seblak basah, ada pula seblak kering. Bahan yang digunakan sama yakni kanji namun diolah dengan cara digoreng dengan minyak setengah panas, sehingga menghasilkan tekstur yang keras dan renyah. Seblak kering ini sering dijadikan oleh-oleh saat mampir ke Bandung.
      Nah, saat udara Bandung mulai terasa dingin, memang asyik makan seblak basah yang gurih, kenyal dan pedas. Oya, jika ingin merasakan seblak dengan varian yang beragam Anda dapat mengunjungi kedai Raja Seblak Mg. Ogo di daerah Soreang, tepatnya di jalan Gading Tutuka 1. Selain seblak basah juga ada seblak ceker, seblak tulang, seblak kikil, seblak telur puyuh, seblak makroni dan lainnya. Di jamin Anda akan puas menyantap beragam rasanya.
      Oya untuk mencapai lokasi kedai Raja Seblak Mg. Ogo Anda dapat menggunakan angkutan kota dari terminal Leuwipanjang. Naik angkot berwana krem dengan jurusan Leuwipanjang – Soreang. Letaknya yang berada di pinggir jalan bisa dengan mudah ditemukan.
      Peta lokasi Raja Seblak Mg. Ogo.
      View Larger Map
       
      4. Bandrek & Bajigur
      Bandrek dan bajigur adalah minuman tradisional khas tatar Priangan. Racikan ini berbahan dasar jahe yang berkhasiat menghangatkan tubuh. Cocok disantap saat sedang hujan, udara dingin dan kala malam hari

      Bahan utama bandrek dan bajigur sama yakni jahe. Namun begitu ada beberapa perbedaan cara pembuatan dan tambahan bahan pelengkapnya. Bandrek umumnya diracik dari jahe dan gula merah. Tetapi di daerah-daerah tertentu mereka menambahkan rempah-rempah untuk memperkuat efek hangat seperti serai, merica, pandan, telur ayam kampung dan lain-lain. Susu juga dapat ditambahkan tergantung selera. Selain menghangatkan tubuh, banyak yang percaya bahwa bandrek dapat menyembuhkan penyakit ringan seperti sakit tenggorokan. Oya, minuman ini sebaiknya hanya diminum oleh orang dewasa karena panasnya tidak cocok bagi anak kecil.
       
      Nah, bagaimana dengan bajigur? Selain jahe, minuman ini lebih nikmat jika dicampur dengan santan, garam dan bubuk vanili. Bagi yang tidak suka pedas mungkin lebih menyukai bajigur daripada bandrek.

      Bajigur dan bandrek biasa dijual dengan gerobak yang didalamnya terdapat nyala kompor agar pembeli bisa menyantapnya dalam kondisi hangat. Juga ditambahkan sedikit kolang-kaling yang diiris tipis plus serutan daging kelapa muda. Si penjual seringkali tidak hanya menyediakan minuman itu tetapi juga kudapan lain yakni kacang rebus, klepon dan lain-lain.
      Seiring dengan perkembangan jaman, bajigur dibuat dalam bentuk siap saji berupa bubuk yang tinggal diseduh menggunakan air hangat. Tujuannya agar bisa dinikmati secara praktis kapanpun dan dimanapun tanpa harus repot membuatnya secara tradisional.

      Kepopuleran bandrek juga membuat minuman ini tersedia dalam bentuk kemasan bubuk instan berbagai merek. Tak jarang versi instannya dikombinasikan dengan  kopi dalam satu kemasan.
      Selain dijual berkeliling, bandrek dan bajigur bisa Anda temukan di pusat jajanan. Biasanya para pelanggan menikmatinya bersama aneka gorengan seperti gehu (tahu goreng isi tauge), pisang goreng, nangka goreng, dan nanas goreng. Pusat jajanan di Bandung yang menyediakan dua minuman tradisional ini adalah jalan Cihanjuang, Cimahi.  Untuk mencapai tempat ini Anda bisa menggunakan angkutan umum seperti bus Damri jurusan Elang – Jatinangor, elang – cicadas yang dilanjutkan lagi dengan angkot jurusan cimahi – ledeng yang berwarna hijau tua. Kita juga bisa mencapainya dengan naik motor atau mobil.
      Selain bandrek dan bajigur, kuliner khas kota yang sering dijuluki Paris van Java ini adalah Brownies, Peyeum dan Serabi aneka rasa.
      Peta lokasi Cihanjuang.
       
      Jika Anda ke Bandung sempatkan juga untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata seperti Floating Market Lembang, Ciwalk dan Curug Dago. Selama berada di Bandung Anda juga dapat menginap di beberapa hotel seperti Ahadiat Hotel & Bungalow, Beverly dan SanGria Resort & Spa.
       
      Sumber: http://bandung.panduanwisata.com/
       
    • By arifta
      Agan yang gemar bersantap makanan di tempat dengan nuansa perkampungan yang kental kiranya mesti mencoba berkunjung ke Naik Daun Resto ini.
       
      Resto ini dijamin akan memberikan kenikmatan rasa dan mata sekaligus. Resto ini berada di tengah-tengah perkampungan yang masyarakatnya memiliki nilai seni yang tinggi. suasananya sendiri sangat cantik. Resto yang memiliki konsep go green ini menawarkan beragam menu yang unik dan penawaran harga terjangkau.
       
      Makanan utama yang ada di resto ini ialah kuah rempang dimana kuahnya bisa dipilih baik itu kuah daging atau kuah ayam. Rasa rempah-rempahnya sangat terasa. Begitu juga dengan rasa pedasnya yang yahud. Kelembutan dagingnya banyak orang yang mengidolakannya. Sedangkan untuk kuah ayamnya sendiri memiliki porsi yang besar dengan rasa rempah-rempahnya yang sedikit berbeda pada rempah kuah daging.
       
      Sedangkan untuk minumannya sendiri, berbagai minuman bisa dicoba. Misalnya cinnamon coffe yang terasa segar dan sangat cocok dengan suasana Bandung yang dingin. Naik Daun Resto ini jam bukanya dari jam 11.00 sampai 23.00. resto ini juga telah dilengkapi dengan wifi sehingga Anda bisa nongkrong disini sepuasnya sambil menikmati kecepatan internet unlimited.
       
      Alamatnya ada di Jalan Dago pojok No. 60 Bandung, Jawa Barat.


    • By arifta
      Soal kuliner, Bandung memang jagonya. Bukan hanya populer dengan kondisi alamnya. Bandung juga memiliki fantasi kuliner yang luar biasa. Serba lengkap gan. Ingin apapun Anda pasti menemukannya!
       
      Kita cek ya! Salah satunya ialah Warung Ngebul yang sangat pas untuk dikunjungi bersama keluarga. Lokasinya yang berada di pusat keramaian membuat warung ini banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan. Tempatnya memang kecil namun namanya semakin terangkat di kalangan kawula muda Bandung.
       
      Kafe yang mulai bukanya dari jam 17.00 ini menawarkan konsep minimalis dengan makanannya yang juga serba minimalis. Suasana temaram ialah pesona lainnya dari kafe ini yang membuatnya berbeda dengan kafe lain. Menu-menu yang ditawarkan disini seperti pancake, roti bakar, spaghetti, dan makanan cepat saji. Sedangkan yang menjadi menu andalan dan khas disini ialah es krim kebanjur kopi panas.
       
      Es krim tersebut ternyata handmade gan. Dibuat dengan campuran es krim cokelat, oreo, beng-beng, dan coki-coki. Disajikannya di sebuah tempat kaca jadul. Sedangkan untuk makanan lainya ada roti gulung isi smoke beef dan cheese dan juga pancake with chocolate ice cream.
       
      Warung Ngebul ini ada di Jalan Dago No. 230, Bandung.