• agoda-hemat.png

baehaki

Keukenhof, The Garden of Europe, Taman dengan Sejuta Bunga Cantik di Belanda

41 posts in this topic

Lagi-lagi saya mengambil dari cerita novel Negeri van Oranje. Kali ini adalah mengenai sebuah tempat bernama Keukenhof yang merupakan taman bunga terbesar di dunia, alasannya ya karena novel ini benar-benar menjadi novel favorit saya :D. Di novel tersebut, tempat ini dijadikan sebagai salah satu lokasi pertemuan lima sekawan, yakni Lintang, Banjar, Daus, Wicak dan Geri yang tergabung dalam geng bernama Aagaban (Aliansi Amersforth GAra-gara BAdai di Netherlands).

 

Taman ini kerap disebut sebagai the Garden of Europe dan berada di kota Lisse, Belanda Selatan. Tempat ini pun telah menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan sejak 60 tahun lalu, tepatnya sejak tahun 1949. Di tahun tersebut, taman ini pertama kali dijadikan sebagai area pameran bunga. Taman seluas 3.2 hektare ini mempunyai 7 juta bunga. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.5 juta di antaranya adalah bunga tulip yang merupakan salah satu ciri khas negeri Belanda.

 

13350426801399958675.jpg

 

Tak hanya jumlah bunga yang sangat banyak, taman ini pun menampilkan varietas bunga yang beragam. Total terdapat 100 varietas bunga di taman ini. Jadi, kalau kita berkesempatan untuk melihat taman ini dari atas, maka akan nampak pemandangan seperti sebuah permadani raksasa beraneka warna. Untuk memudahkan para wisatawan, taman ini juga mempunyai jalan setapak yang berguna bagi para wisatawn untuk menikmati pemandangan bunga sepanjang 15 kilometer.

 

Dulunya, pada abad ke-15, Keukenhof merupakan sebuah daerah yang dijadikan oleh tempat perburuan. Tak hanya itu, tempat ini juga dijadikan sebagai lokasi untuk memperoleh berbagai jenis tanaman yang digunakan untuk obat. Selanjutnya, seorang pensiunan kapten VOC bernama Adrieaen Maertenz Block tinggal di sini pada abad ke 17 di sebuah kastil bernama Kastik Keukenhof yang dibangunnya pada tahun 1641.

 

Taman ini tak dibuka sepanjang waktu. Pihak pengelola hanya membuka taman ini pada musim semi. Musim semi tentunya menjadi momen yang tepat untuk menikmati berseminya bunga di taman ini. Selain bisa menikmati keindahan bunga, pengelola taman ini pun menyelenggarakan berbagai macam acara. Salah satunya adalah parade bunga dan dilengkapi dengan beberapa aktivitas budaya lain. Di tahun 2013 ini, Keukenhof menurut rencana akan dibuka dari tanggal 21 Maret hingga 20 Mei. Untuk parade bunga sendiri akan dilaksanakan pada 20 April.  

 

1335043254702920945.jpg

 

Pemerintah belanda juga memberikan perhatian yang serius terhadap taman ini. Hal itu dibuktikan dengan pemameran kemajuan teknologi budidaya bunga. Selain itu, pemerintah juga mengadakan kontes yang bertujuan untuk mencari spesies dan peranakan tanaman terbaik. Dan, tanaman yang menjadi pemenang dari kontes tersebut pun bakal laris oleh para pembeli.

Masuk ke tempat ini tentunya tidak gratis. Ini nih daftar lengkap harga tiket untuk masuk ke Keukenhof, jadi untuk masuk bisa bawa bus atau jalan kaki.

 

13350420052084352297.png

 

Tempat yang satu ini emang sangat keren, terutama bagi para pemburu foto. Bahkan Keukenhof kerap juga disebut sebagai the most photographed place in the world. Di sini, wisatawan bisa melihat bunga tulip berbagai macam warna yang terbentang luas. Yang membuat menarik, bunga-bunga di tempat ini ditata dengan sangat rapi dan indah. Saking indahnya tempat ini, wisatawan yang datang pun tak hanya dari warga Belanda, melainkan dari seluruh dunia.

 

Keukenhof-tulips-1024x685.jpg

 

Di dalam taman, terdapat lima paviliun yang masing-masing dinamakan sesuai dengan nama ratu Belanda, seperti Juliana, Wihelmina, Oranje Nassau, Willem-Alexander dan Beatrix. Di sini, kita bisa beristirahat dengan tenang sembari menyantap makanan dan minuman yang bisa dibeli di dalam area taman. Kita pun bisa membeli bunga di sini. 

 

Akses menuju tempat ini pun sangat mudah. Baik menggunakan kendaraan pribadi ataupun transportasi publik. Pada saat taman bunga ini dibuka, banyak terdapat rute transportasi publik yang memang disediakan secara khusus untuk para wisatawan. Transportasi publik berupa bus bisa ditemukan di berbagai tempat, seperti di Schiphol, The Hague serta Leiden. Cara paling mudah untuk mengunjungi taman ini adalah dengan menggunakan tiket kombi. Mengenai harga tiket, bisa dilihat dalam gambar yang saya cantumkan di atas. Dengan cara ini, kita nggak perlu antre beli tiket masuk menuju taman, tinggal nunjukin tiket kombi dan masuk dah.

 

Gimana bagus kan???? cocok dah buat yang hobi poto-poto n suka narsisss 

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah bagus bunga2 nya :D , tulip di indo hidup ga ya di dataran tinggi ? lembang bandung gitu jg masih kurang dingin kali ya buat tulip ?

kalo ada bunga tulip di indonesia mah bakal makin rame tuuh... 

Share this post


Link to post
Share on other sites

waduuuh...cantik2 bunganya, kalo tiket masuknya aja bayar ada keuntungan sendiri untuk pengunjungnya ngak ya...misalnya mungkin kita bisa dapat memilih untuk mendapatkan bibit tanaman yang kita suka  :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah cantik-cantik banget ya bunganya, keren tuh :D belanda suka banget ya nanem bunga tulip, bunga nasional mereka sih, kalau bunga nasional kita apa ya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalo ada bunga tulip di indonesia mah bakal makin rame tuuh... 

Saya pernah coba beberapa kali tanam tulip di Indonesia tapi tidak berhasil, meskpiun sebelum ditanam sudah dikondisikan seperti winter (ditaruh di kulkas). 

Namun ditempat kita tinggal sekarang, kita berhasil menanam tulip, tumbuh dan berbunga dengan baik, baik yang berukuran kecil maupun besar.

Saat ini mendekati spring, es masih ada - tapi tulip-tulip kita sudah mulai tumbuh lagi; diharapkan dalam beberapa minggu ini akan berbunga.

 

Tulip itu sendiri bukan tanaman asli Belanda ...tidak banyak yang tahu, tapi tulip liar asalnya dari Almaty..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Saya pernah coba beberapa kali tanam tulip di Indonesia tapi tidak berhasil, meskpiun sebelum ditanam sudah dikondisikan seperti winter (ditaruh di kulkas). 

Namun ditempat kita tinggal sekarang, kita berhasil menanam tulip, tumbuh dan berbunga dengan baik, baik yang berukuran kecil maupun besar.

Saat ini mendekati spring, es masih ada - tapi tulip-tulip kita sudah mulai tumbuh lagi; diharapkan dalam beberapa minggu ini akan berbunga.

 

Tulip itu sendiri bukan tanaman asli Belanda ...tidak banyak yang tahu, tapi tulip liar asalnya dari Almaty..

widih... niat banget mas nanem tulipnya.. ampe ditaruh di kulkas segala... :D. btw, almaty tuh di mana ya? blm pernah dengar saya... :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

widih... niat banget mas nanem tulipnya.. ampe ditaruh di kulkas segala... :D. btw, almaty tuh di mana ya? blm pernah dengar saya... :)

memang begitu aturannya kalau mau tanam tulip ditempat yang tidak memiliki 4 musim. Maunya untuk menipu umbi tulip tsb.

 

almaty adalah mantan ibukota KZ; kota yang sangat indah - sedikit diluar kota terdapat ice skating ring terbesar di dunia. Tempat untuk bermain ski disana juga nggak kalah jauh dengan pegunungan alpine.

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah keren emang bunga tulip hehehe di taman bunga yang di indo itu ada gak ya bunga tulip kayak begini, kalau ada bagus tuh hehehehe :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

pameran seperti ini memang selalu di adakan setiap tahunnya ya mba?

 

setiap tahun, tapi tidak sepanjang tahun. Biasanya dari bulan maret sampai Mei, Tahun ini buka tanggal 21 maret dan berakhir 20 mei.

ini kunjungan kita tahun lalu

 

gallery_1729_74_27622.jpg

 

foto2 keukenhof yang lain bisa juga dilihat di thread/galery http://forum.jalan2.com/topic/5106-jalan-jalan-eropa-2012/page-2#entry38940

nanti 2-3 minggu lagi juga tulip dihalaman rumah saya juga berbunga

Share this post


Link to post
Share on other sites

setiap tahun, tapi tidak sepanjang tahun. Biasanya dari bulan maret sampai Mei, Tahun ini buka tanggal 21 maret dan berakhir 20 mei.

ini kunjungan kita tahun lalu

 

gallery_1729_74_27622.jpg

 

foto2 keukenhof yang lain bisa juga dilihat di thread/galery http://forum.jalan2.com/topic/5106-jalan-jalan-eropa-2012/page-2#entry38940

nanti 2-3 minggu lagi juga tulip dihalaman rumah saya juga berbunga

 

mantaaaapppp.... 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@baehaki pengen dongkaka, baca negeri van oranje, aku cari di gramedia bandung nggak kebetulan terus lagi kosoooong aja -_-

coba aja cari di toko online... buku terbitan agak lama sih, jadi mungkin agak sulit nyarinya 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 12/31/2015, 8:41:25, Baroness said:

Berapa lama idealnya spent time di Keukenhof?3 jam cukupkah?lalu beli tiket di tempat bisa ya?

@Baroness

Keukenhof itu besar banget, jadi idealnya satu hari lah kalo mau menikmati bener2 ya.

Kalo mo beli tiketnya sih, lebih gampang waktu keluar Schipol.

Di situ orang ada jual tiket bus ke Keukenhof sama tiket masuknya sekaligus.

Saran saya sih, pergi pada pertengahan jadwal Keukenhofnya buka..... infonya bisa di http://www.keukenhof.nl/en/plan-your-visit/practical-information/

Tahun 2016, bukanya 24-Mar-16, nah kalo bisa sih ke sana sekitar pertengahan bulan April lah.

Kalo pergi terlalu awal (akhir Maret), banyak kebun tulipnya yang belum mekar, jadi ngga terlalu gres.

Kalo pergi terlalu akhir (bulan May), banyak bunga2nya yg udah hancur karena ulah turis2 (umumnya Asia sayangnya .... bener2 malu2in deh) yang tidak bertanggung jawab seperti pengen selfi sambil nginjak bunga2.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By vie asano
      Bagi yang sering mampir ke blog saya yang sederhana ini mungkin bisa melihat, bahwa mayoritas tulisan saya bercerita tentang negara Jepang. Vie Asano's Lounge ini awalnya memang didedikasikan untuk sharing berbagai informasi tentang Jepang, khususnya pariwisata dan tips penting lainnya. Baru beberapa minggu yang lalu saya sempat selingkuh sejenak ke Belanda dan Jerman karena faktor Anne Frank (baca disini: Anne Frank House dan Sepenggal Cerita tentang Holocaust, dan Anne Frank Zentrum: Saat Anne Frank Kembali “pulang†ke Jerman). Dari sana saya terpikir seru juga kayaknya jika sesekali sharing info tentang keindahan dan keunikan negara lain, yang akan saya mulai dari negeri Belanda. Kebetulan di Jalan2.com belum ada artikel tentang Belanda, jadi sekalian saya ingin menceritakan keindahan negara yang punya hubungan historis dengan Indonesia ini.
      Why Belanda? Kok melipirnya jauh bener dari Jepang ke Belanda?
      Diluar fakta sejarah bahwa Belanda dan Jepang merupakan 2 negara yang dulu sempat mampir agak lama di Indonesia, saya punya ketertarikan tersendiri terhadap negara kincir angin ini. Beberapa tahun lalu salah seorang adik saya (si nomer 3) pernah dapat beasiswa ke negerinya VOC itu. Pasca menyelesaikan studinya, selain membawa gelar kesarjanaan, adik saya sekaligus membawa bonus lain untuk saya: calon adik ipar asli Belanda. Setelah tahun kemarin status calon adik ipar resmi berubah menjadi adik ipar, kini adik saya pun ikut suaminya kembali ke Belanda dengan misi baru: memberikan budenya (=saya) ponakan blasteran JaNda (Jawa-Belanda). Aamiin!
      Dari sejak masih berstatus mahasiswa di Belanda, lalu bekerja di sana, hingga kini resmi menetap di Belanda, adik saya sering mendongengkan tentang berbagai tempat menarik yang ada di Belanda dan Eropa. Saya yang sebelumnya hanya pernah dengar Amsterdam dan Den Haag, lama-lama kenal juga dengan kota lainnya. Salah satunya adalah Assen; kota tempat adik saya dan suaminya menetap. Jadi kali ini saya ingin mendongengkan tentang Assen pada Jalan2ers lainnya.
      Sejarah singkat Assen
      Menurut pepatah klasik, tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka takkan jatuh cinta. Sebelum kenalan lebih lanjut tentang kota Assen, mari kenalan dulu dengan sejarahnya. Sejarah Assen dimulai sejak para biarawati pindah dari Coevorden untuk mendirikan biara di dataran yang lebih tinggi, kurang lebih 750 tahunan yang lalu. Biara tersebut lalu didirikan di area yang dikenal dengan nama Witten. Singkat cerita, area di sekitar Witten tersebut kemudian ikut berkembang dan akhirnya resmi menjadi kota Assen pada tahun 1809. Assen pun lalu menjadi ibu kota dari provinsi Drenthe, salah satu provinsi di Belanda.
      Yang menarik dari Assen
      Pertanyaan ini selalu saya lontarkan pada adik saya setiap kali kami membahas tentang kehidupan di Belanda: apa serunya sih Assen?. Biasanya, adik saya lalu akan mengilustrasikan Assen sebagai kota kecil yang menyenangkan. Sebagian besar penduduknya saling kenal satu sama lain. Setiap kabar berita sekecil apapun akan langsung tersebar, termasuk kabar pernikahan adik saya yang notabene dilangsungkan di Indonesia.
      Selain faktor masyarakatnya yang ramah, Assen menarik untuk dikunjungi. Suasananya layaknya kota tua yang tenang dan damai, dan relatif sepi jika dibandingkan dengan kota besar seperti Groningen. Jalur pejalan kakinya bagus, dan beberapa jalur sepedanya dirancang berkualitas tinggi sehingga sangat nyaman untuk dilalui. Jadi jika ingin mencari suasana lain yang nyaman dimana waktu terasa berjalan lebih lambat, berkunjunglah ke Assen. Itu promosi singkat yang seringkali saya dengar dari duta baru kota Assen.
      Foto 01 (a-d):
      Bangunan-bangunan di Assen [foto: Gouwenaar/wikimedia, Lfblaauw/wikimedia, Ronn/wikimedia, Ronn/wikimedia]
      Tempat favorit untuk dikunjungi di Assen
      Walau merupakan sebuah kota kecil, di Assen ada juga beberapa tempat wisata yang menarik. Salah satu yang paling terkenal adalah TT Circuit Assen yang merupakan salah satu sirkuit balapan paling terkenal di dunia. TT Circuit itu berada di dalam TT Complex, dan terdapat juga TT Hall di dalam kompleks itu.
      Foto 02 (a-d):
      TT Circuit Assen [foto: Algont/wikimedia, Michiel Jeljis/wikimedia, distillated/wikimedia, Dirk Kempen/wikimedia]
      Assen juga memiliki beberapa taman yang menarik. Salah satu yang paling direkomendasikan jika berkunjung sambil membawa anak-anak adalah Verkeerspark Assen. Taman ini kurang lebih seperti Taman Lalu Lintas di Bandung, yaitu dirancang menjadi sebuah traffic park. Bedanya, di taman ini (dan konon menjadi satu-satunya taman di dunia) anak-anak bisa mendapatkan surat ijin mengemudi. Jangan kaget, surat ijin mengemudi tersebut hanya untuk berkendara di dalam taman saja kok.
      Foto 03 (a-c.):
      Verkeerspark [foto: Jeroen Loeffen/wikimedia, Moisturizing Tranquilizers/flickr, Mouisturizing Tranquilizers/flickr]
      Drents Museum menjadi tempat wisata utama lainnya yang wajib dikunjungi di Assen. Disini terdapat bermacam hal yang berkaitan dengan sejarah provinsi Drenthe, provinsi tempat Assen berada, seperti artifak jaman pra-sejarah, dan juga bermacam benda seni yang berasal dari berbagai penjuru Eropa. Salah satu atraksi utamanya adalah proyek rekonstruksi bog body, yaitu mayat manusia yang secara alami menjadi mumi karena terendam lumpur.
      Foto 04 (a-d):
      Drents Museum [foto: FaceMePLS/flickr, FaceMePLS/flickr, mjk23/flickr, mjk23/flickr]
      Sebetulnya, masih ada beberapa tempat wisata lainnya seperti Assen Bos dan centrum. Alternatif lainnya, mengingat kota ini termasuk kota kecil, Assen dapat dijelajahi dalam waktu singkat. Sekedar berjalan-jalan sambil menikmati suasana ala kota tua, maupun melihat-lihat berbagai bangunan monumental yang ada di Assen, bisa menjadi alternatif wisata yang menyenangkan.
      Foto 05 (a-d):
      Beberapa rumah di Assen [foto: Ronn/wikimedia]
      Cara menuju ke Assen
      Kota Assen terletak di bagian utara provinsi Drenthe. Jaraknya tak begitu jauh dari provinsi di sekitarnya, seperti Groningen dan Friesland. Assen bisa di akses dengan menggunakan kendaraan pribadi melalui berbagai jalan yang menghubungkan Assen dengan kota sekitarnya seperti Groningen, Zwolle, Veendam, Rolde, dan Smilde; maupun menggunakan transportasi umum seperti kereta api dan bus. Assen menjadi titik pertemuan bagi sejumlah rute bus regional, yang lalu terhubung dengan jaringan bus dalam kota. Intinya, cukup mudah untuk mengakses kota Assen. Jadi jika ada kesempatan untuk berwisata ke negeri Belanda, silahkan sekaligus mampir ke Assen.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By Dantik
      Sepenggal percakapan antara saya dan teman saya:
      Teman: “Lah trus d amsterdam mo k mana aja? Biasa k keukenhof, volendam & zaanse schaans.”
      Saya: “Itu udh loe sebutin ”
      Teman: “Tp cm 2 hr d amsterdam?”
      Saya: “Haha... emg knp klo 2hr? Ga cukup ya?”
       
      Satu hari di Amsterdam dapat apa saja? Banyak... iya, banyak. Kecuali pas winter yah! 
      Kami tiba di Amsterdam pukul 11 malam. Naik Flixbus dari Bruxelles (Gare du Nord) ke Amsterdam Sloterdijk. Penginapan kami sebenarnya tidak terlalu jauh dari Stasiun Sloterdijk, karena salah jalan jadinya terasa jauh. Untung aja sempat ketemu orang Indonesia jg dsna, jd bisa di antar menuju ke jalan ke penginapan. Kami menginap di WOW Hostel Amsterdam. Sampe hostel langsung tepar.
       
      Pagi2 kami langsung check out, tapi barang kami titipkan di hostel. Saatnya petualangan dimulai!
       

       
      Pertama2 kami menuju Keukenhof dari statiun Sloterdijk, kami membeli Amsterdam & Region Travel Ticket seharga 1 day € 18,50.
       


       
      Dari Sloterdijk naik train ke Schiphol Airport/Plaza. Dari Schipol Airport naik Bus 858 (Arriva) turun di Keukenhof.
       





       
      Dari Keukenhof kemudian ke Volendam naik Bus 858 (Arriva) turun di Schiphol Airport. Dari Schipol Airport naik train ke Zaandijk Zaanse Schans. Dari situ jalan kaki sekitar 1km sudah sampe di Volendam.
       

       
      Dari Volendam kemudian ke Zaanse Schans naik train lagi turun di Central Station. Kemudian naik Bus 391 turun di Zaanse Schans.
       

       
      Setelah dari Zaanse Schans kemudian kembali ke Amsterdam utk city tour. Naik Bus 391 lagi turun di Central Station. Dari Central Station kita mulai city tour.
       

       
      Kemudian kami kembali ke hostel untuk mengambil barang dan lanjut ke  Stasiun Sloterdijk untuk destinasi berikutnya.
       
      Seperti itulah itinerary kami untuk one day tour Amsterdam, semoga bermanfaat.

    • By denorra
      Halo jalan-jalaners! lama ajah ga sharing sharing dimari, hehehe
      Jadi 2 bulan lalu saya dapet beasiswa short course ke Belanda, eh kebetulan kok bisa dapet jadwal pembukaan keukenhof
      Saya sebenernya pernah maen ke tulip festival di melbourne. Tapiiiiiii, Tulip festival aslinya jauuuh lebih indaaaaaah. pasti temen2 yg pernah ke Keukenhof di Belanda paham, hihihi
      Sebagai avid admirer segala hal yang berhubungan sama kembang (yes I can take lotsa pics of them!), Pergi ke Keukenhof kek pergi ke surga *lebay ye
      Keukenhof adanya di kota kecil namanya Lisse, deket banget sama Leiden. Keukenhof buka kira kira 2 bulan, sekitaran maret dan april (cek website) pas musim semi
      Gimana cara kesana? Gampaaang! di Schipol ada counter khusus yang jual tiket sekaligus tiket busnya, 24,5 euro uda all in
      Keukenhof cantik abeeeeeeeeees...gamau pulaaaang:((. saya kasi foto2 aja langsung yaa












    • By Aria Aditia
      Halo. Perkenalkan nama saya Rio. 
      Kali ini saya akan sharing pengalaman saya ke Keukenhof April lalu. 
      Keukenhof merupakan taman bunga yang ternama di Belanda yang terletak di kota Lisse sekitar 45 menit dari kota Amsterdam dan hanya dibuka sekitar bulan Maret hingga Mei.
      Pada kesempatan ini, saya megunjungi Keukenhof dari Schiphol Airport. Karena saya kesana hari Sabtu (akhir pekan) dan pada saat puncak mekar bunga tulip, kata panitia penyelenggara hari itu adalah hari teramai wisatawan berkunjung ke Keukenhof. 
      Untuk menuju ke Keukenhof dari Schiphol cukup mudah. Kita bisa beli tiket combo (return transfer + tiket masuk) seharga €24 per orang di loket yang terletak di Pintu keluar 4 Schiphol. Darisana terdapat tempat mengantri bus nomer 858. Saya datang kesana sekitar pukul 8 pagi. Antrian pagi itu sudah lumayan panjang. Jadi kalau bisa datang lebih awal untuk menghindari antrian panjang, khususnya di akhir pekan dan puncak bunga tulip mekar (pertengahan hingga akhir April). Bus berangkat setiap 5-10 menit ketika peak hours saat akhir pekan.
      Perjalanan dari Schiphol ke Keukenhof ditempuh dalam 20 menit. Setibanya di Keukenhof, situasi disana lumayan ramai. Keluar bus, kami diarahkan menuju pintu masuk khusus yang berbeda dari pintu masuk utama untuk menghindari ramainya wisatawan. 
      Begitu masuk ke dalam Taman Keukenhof kita disajikan pemandangan indah berbagai bunga tulip dan bunga-bunga lain yang cantik dan menawan.
      Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Berikut adalah beberapa foto yang sempat saya abadikan selama berada di Keukenhof. Semoga sharing pengalaman saya bermanfaat.
      Salam,
      Rio

















    • By Jalan2
      Mungkin nama Keukenhof sudah tidak asing lagi bagi orang-orang yang suka melakukan travelling ke luar negeri. Keukenhof merupakan salah satu image dari negeri Belanda selain kincir angin dan keju belanda yang terkenal itu. Belanda memang negara kecil tetapi memiliki berjuta pesona hiburan yang bisa menarik siapa saja untuk datang mengunjungi negara bunga tulip ini.   Keukenhof adalah taman bunga terindah di dunia yang pada musim semi akan ramai dikunjungi berbagai wisatawan dari seluruh negara. Alangkah indahnya melihat dan menikmati bunga-bunga yang bermekaran dari berbagai jenis dan warna. Sungguh suatu panorama yang mengagumkan yang akan membuat orang-orang berdecak kagum jika mengunjungi Keukenhof.     Sejarah Keukenhof   Keukenhof berasal dari kata “keuken” yang berarti “dapur” dan “hof” yang berarti “istana atau kebun.” Jadi bisa diartikan Keukenhof adalah “Dapur Kebun” atau “Dapur Istana.” Keukenhof terkenal sebagai the “Garden of Europe”.   Keukenhof adalah area perburuan pada abad ke-15. Dimana pada waktu itu Keukenhof digunakan sebagai tempat pengumpulan tanaman herbal untuk dapur kastil dari Jacoba van Beieren. Oleh karena itu, dinamakanlah Keukenhof. Taman Keukenhof merupakan bagian dari kawasan yang cukup besar dari Slot Teiylingen (Kastil Belanda di daerah Teijlingen di Voorhout dekat Sassenheim), yang ditumbuhi dengan semak-semak liar dan bukit pasir yang indah.   Setelah kematian Jacoba van Beieren, Keukenhof jatuh ke tangan pedagang kaya, Baron dan Baronesse Van Pallandt. Mereka mengundang seorang desainer dari Vondelpark Amsterdam, untuk mendesain taman di sekitar kastil. Desain tersebut bergaya landsacpe Inggris, yang masih menjadi dasar desain Keukenhof sampai sekarang ini.   Saat ini perkebunan Keukenhof milik yayasan. Atas inisiatif dari Walikota Lisse dan dari sejumlah bloembollenkwekers (petani bunga khususnya bunga yang berumbi seperti tulip) dan eksportir terkemuka, maka pada tahun 1949 untuk pertama kalinya pameran bunga di alam bebas diselenggarakan. Hal ini menjadi acara tahunan yang menarik banyak perhatian pengunjung dari seluruh dunia. Sehingga akhirnya menjadi taman Keukenhof yang kita kenal sekarang ini.   Keukenhof selalu memiliki hubungan khusus dengan keluarga kerajaan Belanda. Ratu Juliana adalah pelindungnya dan Pangeran Bernhard banyak mebuat foto-foto yang tak terhitung jumlahnya dan juga syutingan film di Keukenhof.   Dimanakah Keukenhof?     Sudah tentu di Belanda. Tapi taman ini sebenarnya terletak di bagian selatan Belanda, tepatnya di kota kecil Lisse. Keukenhof berada di sebelah selatan Harleem dan di sebelah barat daya Amsterdam. Anda bisa mengunjungi Keukenhof dengan kendaraan pribadi dan juga bus. Jika Anda menggunakan bus, maka Anda perlu pergi ke stasiun Harleem atau Leiden. Dari Harleem kira-kira sekitar 30 menit menggunakan mobil dan kurang lebih 45 menit menggunakan bus. Sedangkan dari Leiden sekitar 30 menit dengan bus. Disana terdapat tempat parkir yang luas untuk mobil dan kendaraan sejenisnya.   Aktivitas Keukenhof     Banyak sekali aktivitas yang dapat dilakukan di Keueknhof. Tahun 2012 ini memiliki tema “Polen-Hart van Europa” (Polandia-Jantung Eropa). Banyak alasan yang melatarbelakangi tema ini. Salah satunya karena Polandia merupakan negara tujuan ekspor bunga potong dari Belanda yang masih menjadi pasar penting sampai sekarang ini.           Berdasarkan aktivitas di tahun 2012 yang telah diadakan, adapula berbagai macam atraksi yang berlangsung di Keukenhof, mulai dari bloemencorso (seperti pawai kendaraan yang dihiasai berbagai bunga), bloemenshow (pameran bunga), inspiratietuinen (kebun inspirasi), kunst (seni), kinderen (arena bermain dan belajar anak), fietsverhuur (menyewa sepeda untuk berkeliling disekitar taman), fluitservaren (naik sampan kecil mengelilingi taman) dan ada juga workshop untuk para pecinta foto.   Aktivitas-aktivitas diatas dapat berubah dari tahun ke tahun tergantung dari pengelola Keukenhof itu sendiri. Setiap aktivitas tentunya tidak gratis. Para pengunjung harus membayar harga setiap aktivitas yang mau diikuti sesuai dengan tarif yang berlaku pada saat itu.    Jangan khawatir jika Anda merasa lapar, capek dan haus. Anda bias bersantai di cafeteria yang tersedia disana. Anda bisa makan di alam bebas sambil menikmati bunga-bunga yang bermekaran.   Bunga-Bunga di Keukenhof   Banyak sekali bunga yang ditanaman di Keukenhof dan sangat beragam. Tetapi sebagian besar adalah Tulip, Hyacinthus orientalis dan Narcissus. Menurut situs resmi Keukenhof, kira-kira sekitar 7 juta bollen (umbi bunga) yang ditanam di Keukenhof di lahan seluas 32 hektar.  Bunga-bunga yang beraneka ragam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung apalagi para pecinta fotografi. Hampir disetiap sudut dari Keukenhof bisa dijadikan objek foto yang bagus.       Tulip-tulip yang cantik     Daya tarik bunga-bunga di Keukenhof banyak menarik perhatian pengunjung, terutama pada musim semi. Pada tahun 2012 pengunjung Keukenhof meningkat menjadi 875.000 orang dan sebanyak 80% berasal dari luar negeri seperti Jerman, Britania Raya, Amerika dan Asia. Bunga-bunga di Keukenhof dapat juga Anda miliki dan membawanya pulang ke rumah dengan membeli souvenir disana. Tersedia souvenir beraneka ragam, tetapi yang terkenal adalah bloembollen atau umbi bunga. Kebanyakan pengunjung membeli umbi bunga tulip.  Waktu Pembukaan dan Harga Tiket Keukenhof   Keukenhof dibuka pada musim semi sekali dalam setahun. Dimulai pada permulaan lente atau musim semi sekitar akhir bulan Maret sampai dengan akhir bulan Mei. Jam kunjungan dimulai dari pukul 08.00-19.30.    Harga tiket Keukenhof bisa beragam tergantung lewat mana pembeliannya. Jika kita membelinya melalui situs resmi Keukenhof, harga tiket masuk untuk orang dewasa adalah € 14,50, anak-anak (4-11 tahun) € 7,00, harga tempat parkir kendaraan € 6,00 dan untuk parkir bus adalah gratis. Loket pembelian tiket tutup pada pukul 18.00.     Tips Mengunjungi Keukenhof   1. Waktu yang paling tepat mengunjungi Keukenhof adalah bulan April ketika semua bunga bermekaran dan cuaca tidak lagi terlalu dingin. Tetapi sebenarnya tergantung cuaca pada waktu itu juga. Pada bulan Mei beberapa bunga di Keukenhof telah habis masanya untuk bersemi dan sebagaian bunga sudah menjadi layu dan mati.    2. Jangan lupa membawa kamera dan tripod. Tripod akan sangat membantu Anda jika ingin membuat foto di Keukenhof. Apalagi jika Anda adalah tipe narsis yang suka berpose di depan kamera, maka anda tidak perlu bersusah payah meminta orang lain untuk mengabadikan momen-momen Anda di Keukenhof.    3. Untuk para traveller yang suka berpetualang dengan budget minim, sebaiknya Anda pintar-pintar mencari penawaran di internet. Biasanya banyak korting yang ditawarkan melalui internet.   4. Jika Anda tidak suka antri berlama-lama di loket pembelian tiket, maka belilah tiket secara online. Anda hanya perlu menunjukkan tiket tersebut dan setelah itu Anda akan dipersilahkan masuk.    5. Weekend bukan menjadi hari yang tepat untuk mengunjungi Keukenhof, karena di Eropa orang-orang libur pada hari Sabtu, sehingga adanya peluang pengunjung akan melunjak pada waktu weekend.                
    • By vie asano
      Forum Jalan2.com memang benar-benar mantap. Walau saya lebih banyak jadi silent reader, namun ada saja hal-hal menarik yang bisa saya temukan di forum kita tercinta itu. Seperti saat pagi ini iseng-iseng menjelajah ke bagian Entertainment. Nggak sengaja saya menemukan topik tentang buku; sesuatu yang saya sukai selain makan dan menulis. Dan buku yang menarik perhatian saya dalam thread tersebut adalah Buku Harian Anne Frank (Diary of Anne Frank, atau versi lainnya berjudul Anne Frank: Diary of the Young Girl).

      Buku Harian Anne Frank disebut-sebut sebagai salah satu buku yang paling banyak dibaca sepanjang sejarah, sekaligus menjadi buku harian yang paling populer di seluruh dunia. Saya sendiri pernah membacanya beberapa tahun silam, kalau nggak salah judul versi bahasa Indonesia-nya adalah Catatan Harian Anne Frank. Ada yang pernah baca buku tersebut?

      Bagi yang belum pernah baca, saya sarankan untuk mulai baca buku curcol-nya Anne Frank itu. Sekalipun memiliki sub judul “the diary of a young girlâ€, jangan dulu membayangkan buku ini berisi kumpulan kegalauan ala abege labil (kalau hanya itu, nggak mungkin dong buku harian ini jadi begitu fenomenal). Sebaliknya, buku harian Anne Frank tersebut menjadi saksi kerasnya kehidupan yang harus dijalani oleh kaum Yahudi pada masa Perang Dunia II. Kok bisa? Memangnya siapa sih Anne Frank itu?

      Sekilas tentang Anne Frank

      Sebelum mengetahui apa isi buku harian Anne Frank, kenali dulu siapa sosok dibalik karya tersebut. Annelies (atau Anneliese) “Anne†Marie Frank lahir di Jerman pada 12 Juni 1929. Dia merupakan putri kedua dari Otto Frank (1889-1980) dan Edith Frank-Holländer (1900-1945), dan memiliki seorang kakak perempuan bernama Margot Frank (1926-1945). Sebetulnya Anne Frank hanyalah seorang gadis biasa. “Kesalahannya†mungkin hanya dua: dia terlahir dari keluarga Yahudi, dan dia hidup pada masa Nazi mulai berkuasa dan menyerukan propaganda anti Yahudi.

      Demi kehidupan yang lebih baik, Anne dan keluarganya lalu pindah ke Amsterdam pada tahun 1934. Sayangnya kehidupan damai mereka hanya sesaat karena Jerman menginvasi Belanda pada tahun 1940. Kaum Yahudi yang ada di Amsterdam pun mulai dibatasi oleh berbagai aturan. Hingga akhirnya pada tahun 1942 Otto memutuskan bahwa mereka sekeluarga akan bersembunyi di kantor ayah Anne (Opecta Works), tepatnya di ruang rahasia (secret annex). Selama 2 tahun lebih Anne dan keluarganya hidup bersembunyi di ruang tersebut sebelum akhirnya ditangkap pada tanggal 4 Agustus 1944. Keluarga Frank lalu dijebloskan ke dalam kamp konsentrasi. Anne, ibunya, dan kakaknya lalu meninggal di penjara, sementara ayahnya satu-satunya yang selamat. Pasca Perang Dunia II berakhir, Otto Frank lalu mempublikasikan catatan harian yang ditulis oleh Anne selama mereka tinggal di secret annex. Buku harian Anne pun langsung menarik perhatian dunia, dan sampai saat ini menjadi salah satu bacaan wajib bagi yang ingin mengetahui tentang holocaust.








      Foto 01:



      (a.) Foto Anne Frank [foto: Bertknot/flickr], (b.) Patung Anne Frank [foto: Hide-sp/wikimedia], (c.) Diari Anne Frank dalam berbagai bahasa [foto: Alexisrael/wikimedia], (d.) Anne Frank Memorial [foto: Paalso/wikimedia]


      Yang menarik dari buku harian ini

      Sekalipun ada yang berpendapat jika buku harian Anne Frank ini palsu dan sosok Anne Frank hanyalah sosok fiktif, buku harian Anne Frank menarik untuk dibaca karena memiliki alur yang alami dan menceritakan kehidupan sehari-hari dari keluarga Frank saat berada di persembunyian. Dan point menariknya, sampai saat ini secret annex masih berdiri tegak dan menjadi sebuah museum bernama Anne Frank House.








      Foto 02 (a-d):



      Anne Frank House [foto: Marysalome/flickr, Sterilgutassistentin/wikimedia, Minke Wagenaar/wikimedia, Davidhc/flickr]


      Anne Frank House

      Bagi yang belum bisa membayangkan “seperti apa sih ruang rahasia tempat tinggal Anne dan keluargaâ€, datang saja ke Anne Frank House (atau Anne Frank Huis) yang berlokasi di Prinsengracht 263-267, Amsterdam. Museum ini berlokasi tepat di tepi kanal Prinsengracht dan telah di buka sejak tahun 1960. Anne Frank House ini memang tak sepenuhnya berisi benda-benda asli yang berasal dari masa persembunyian Anne dan keluarga, karena saat Otto Frank keluar dari penjara bangunan tempat tinggal mereka sudah dalam kondisi kosong. Selain itu, saat ini pun sudah banyak perubahan yang dilakukan sejak museum tersebut pertama dibuka. Namun tak perlu kecewa karena secara keseluruhan atmosfirnya masih sama.








      Foto 03 (a-d):



      Kanal Prinsengracht di sekitar Anne Frank House [foto: Archer10 (dennis)/flickr, Archer10 (dennis)/flickr, Sdalu/wikimedia, Abeeeer/flickr]


      Di Anne Frank House ini pengunjung dapat melihat replika rak buku yang menyembunyikan pintu menuju secret annex. Tenang, replika ini bukan sekedar pajangan. Pengunjung bisa masuk ke ruangan di balik rak buku tersebut dan melihat langsung ruang rahasia dibaliknya. Pengunjung juga dapat menjelajah ke beberapa ruangan lainnya (seperti melihat kamar Anne), dan menuju loteng. Yang sudah membaca buku harian Anne Frank pastilah akan merasa takjub membayangkan bagaimana keluarga Frank (dan beberapa keluarga Yahudi yang ikut bersembunyi di rumah ini) bisa menghabiskan hari-harinya selama 2 tahun lebih tanpa diketahui oleh siapapun.








      Foto 04:



      (a.) replika rak buku [foto: Bungle/wikimedia], (b.) Pengunjung melewati rak buku menuju secret annex [foto: Bertknot/flickr], (c & d) Secret annex [foto: Bertknot/flickr]


      Untuk membantu pengunjung agar lebih memahami keseluruhan situasi yang terjadi pada masa itu, di museum ini terdapat banyak display menarik. Kutipan-kutipan yang diambil dari buku harian Anne Frank, berbagai dokumen, foto, film, maket, dan beberapa benda original yang bisa diselamatkan (termasuk buku harian milik Anne) dipajang disini. Terdapat leaflet dalam 8 bahasa yang memberikan berbagai informasi seputar Anne Frank dan museum tersebut, jadi tak perlu khawatir untuk berkunjung ke tempat ini walau tidak membawa pemandu wisata. Sebagai pelengkap, di museum ini (yang telah direnovasi pada tahun 1970 dan baru dibuka kembali pada tahun 1999) kini juga telah terdapat toko buku, kafe, dan ruang pamer.








      Foto 05:



      (a.) Model house [foto: Alexisrael/wikimedia], (b.) Display kutipan dan foto Anne Frank [foto: Namho/flickr], (c.) Display diari Anne Frank [foto: Heather Cowper/wikimedia], (d.) Display lainnya [foto: Bertknot/flickr]


      Tertarik berkunjung ke Anne Frank House? Museum ini buka setiap hari (termasuk hari Minggu), dengan jam operasional bervariasi antara pukul 09.00-21.00 (hingga pukul 19.00 pada tanggal 1 November-31 Maret dan hingga pukul 22.00 pada 1 April-31 Oktober). Tiket dapat dibeli secara online maupun datang langsung ke lokasi, dan harga tiketnya €9 untuk dewasa, diskon setengah harga untuk usia 10-17 tahun dan gratis untuk usia 0-9 tahun. Oya, Anne Frank House ini termasuk salah satu obyek wisata favorit di Amsterdam, jadi jangan kaget jika saat datang langsung ke lokasi ternyata harus antri cukup panjang.








      Foto 06 (a-d):



      Antrian masuk ke Anne Frank House [foto: Mattmangum/flickr, Choking sun/flickr, Jeaneeem/flickr, Massimo Catarinella/wikimedia]


      Bonus & Trivia

      Bagi yang ingin baca buku harian Anne Frank, ini link e-booknya (versi Bahasa Inggris). Bukan saya yang upload ya, hanya info saja. Untuk bahasa Indonesianya, cari sendiri di toko buku ya. Dan bagi yang ngebet banget ingin melihat langsung suasana Anne Frank House tapi belum kesampaian untuk berkunjung ke Belanda, bisa ikuti tour virtualnya disini. Satu lagi, Anne Frank House ini juga terdapat di Berlin. Mungkin lain kali bisa saya tulis secara terpisah.








      Foto 07 (a-d):



      Anne Frank Museum di Berlin [foto: Heatheronhertravels/flickr]




      ***


      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.