Sign in to follow this  
baehaki

Pulau Bawean, Pulau Bidadari di Utara Gresik

7 posts in this topic

Semut di lautan nampak, tapi gajah di depan mata tidak nampak. Mungkin peribahasa yang satu ini sangat cocok dengan saya. Gimana enggak, udah pernah ke bali dan lombok yang pantainya bagus, tapi belum pernah mengetahui keindahan Pulau Bawean yang notabene berada di kawasan Gresik, hehehe.

 

Mungkin dalam beberapa waktu mendatang saya harus menyiapkan trip untuk ke tempat yang satu ini. Bukan apa-apa, meskipun masih masuk dalam kawasan Gresik, Pulau Bawean memiliki kultur budaya yang jauh dengan Gresik sendiri. Dari masalah bahasa hingga yang paling jelas adalah kondisi ekonomi.

 

Penduduk Bawean sendiri kebanyakan hijrah ke tempat lain, terutama para laki-lakinya. Tak heran jika pulau ini sering disebut sebagai Pulau Bidadari. Selain karena di dalamnya memiliki populasi wanita yang tinggi, juga karena kecantikan pemandangannya.

 

Pulau-Noko-Selayar-Bawean.jpg

 

Lalu, bagaimana untuk menuju ke Bawean? Gampang. Pertama tentu saja harus menuju ke Surabaya terlebih dahulu. Selanjutnya, dari Surabaya bisa dilanjut ke Gresik, bisa menggunakan bus ataupun angkutan umum, jadi nggak akan menemukan kesulitan dah untuk sarana transportasi. Namun, sayangnya, jalanan antara Gresik - Surabaya kerap macet, baik di jalan tol ataupun non tol, apalagi di musim hujan. Tapi catatan ya, nggak ada komuter atau kereta api lokal untuk menuju gresik, :D nggak ada stasiun di Gresik soalnya.  

 

Selanjutnya, untuk menuju ke Bawean, harus menggunakan saran transportasi kapal yang ada di Pelabuhan Gresik. Sayangnya, mengenai jadwal keberangkatan kapal, saya masih kurang tahu. Yang pasti, seperti halnya di pelabuhan lain, di sini juga tersedia kapal feri serta kapal cepat.

 

Jadi, paling tidak ada beberapa pulau yang bisa dikunjungi di Bawean, selain pulau Bawean sendiri tentunya. Pulau - pulau tersebut antara lain adalah Pulau Gili, Pulau Selayar, Pulau Gili-Noko dan Pulau Noko-Selayar.

 

Dermaga-Bawean.jpg

 

Pulau Gili merupakan sebuah pulau berpenghuni. Sayangnya, pulau ini masih belum memiliki sambungan listrik. Sementara itu, Pulau Gili-Noko merupakan sebuah pulau kecil yang tidak berpenduduk. Pulau Gili-Noko ini juga merupakan sebuah hamparan pasir putih yang akan tertutup pada saat air laut tengah pasang. Bahkan kalau air tengah surut, menurut sebuah sumber yang saya baca, kita bahkan bisa berjalan kaki dari Pulau Bawean ke pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya.

 

terumbu-karang-34.jpg

 

Nah, untuk pemandangan yang paling bagus, katanya beradadi Pulau Noko-Selayar. Sama halnya seperti Pulau Gili-Noko, pulau Noko Selayar ini juga merupakan pulau tak berpenghuni dan memiliki ukuran lebih besar dibandingkan pulau Gili-Noko.

 

Pulau-Gili-Noko.jpg

 

Di sini, kita bisa menyaksikan pemandangan pantai diselingi dengan burung camar. Selain itu, spot di pulau ini juga sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat snorkeling. Terlebih ombak yang ada di pantai ini juga kecil, jadi nggak akan menyulitkan bagi wisatawan yang ingin berenang atau snorkeling.

 

Burung-Camar-Pulau-Noko-Selayar.jpg

 

Lagi-lagi, sayangnya di Bawean, kita nggak akan menemukan tempat yang menyewakan peralatan snorkeling. Jadi, kalau ingin snorkeling, harus membawa peralatan sendiri. Sedangkan untuk Pulau Selayar sendiri juga menawarkan pemandangan yang tak kalah indah dibandingkan pulau lain di sebelahnya.

 

Pulau-Noko-Selayar.jpg

 

Selain pantai, Bawean juga memiliki tempat wisata lainnya, pertama adalah Danau Kastoba. Danau yang satu ini tentunya sudah tidak terlalu asing di telinga. Tempat ini pun kerap dijadikan sebagai lokasi berlibur bagi masyarakat sekitar. Air di danau ini pun cukup jernih, dan banyak yang menyempatkan diri untuk berenang. Udara di sekitar danau juga cukup bersih dengan pepohonan yang rindang.

 

PICT5760.JPG

 

Pulau Bawean juga terkenal dengan hewan endemiknya, yakni Rusa Bawean. Di pulau ini terdapat lokasi penangkaran Rusa Bawean yang bertempat di Beto Gebang Pudakit Barat, Kecamatan Sangkapura. Sayangnya, jalanan menuju lokasi penangkaran ini sangat sulit. Selain tidak ada angkutan umum, kondisi jalan juga tidak bagus, bahkan bisa dibilang jelek. Terlebih setelah memasuki area hutan, karena jalanan tidak diaspal.

 

IMG_4873.jpg

 

Sayangnya, secara keseluruhan pemerintah Gresik sendiri kurang memberikan perhatian baik pada potensi wisata yang ada di Pulau Bawean dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Tak heran banyak pemuda asal Bawean yang memilih untuk hijrah ke tempat lain. Hmm.. semoga saja tempat wisata di Bawean bisa berkembang dan tetap terjaga keasriannya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah, asiik jg ya , ternyata ada pulau seperti ini di tempat yang nggak begitu jauh. berasanya pasti seperti ada di Babel. Kapan-kapan lah nyobain kesini bawa rombongan, pasti seru...

 

 

yoai... mantap banget tuuh

 

wah ada pulau kayak gini ya di daerah gresik keren dah

saya juga baru ngeh kalo bawean itu cakep banget... soalnya promosi wisata bawean emang sangat kurang banget. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this