Sign in to follow this  
zeekyuryu

Keliling Melbourne Gratis!!!!

17 posts in this topic

Melbourne merupakan salah satu kota yang besar di Australia. Kota ini memiliki sejuta pesona yang berbeda dari Sydney, kota lain yang juga sangat terkenal di Australia. Melbourne merupakan kota yang tenang dan juga kota yang cukup romantis sebagai tempat tinggal dan juga sebagai lokasi kunjungan wisata. Berkunjung ke Australia, termasuk Melbourne memang memerlukan budget yang tidak sedikit, tapi kota ini adalah kota yang ramah bagi para wisatawan, anda bisa menghemat banyak budget wisata dengan menggunakan transportasi gratis di Kota Melbourne.

 

 

Anda mungkin pernah mendengar tram atau sejenis kereta listrik tapi ada di tengah-tengah kota. Ya, tram merupakan salah satu transportasi utama di Melbourne selain bus dan juga kereta api. Tram di Melbourne ini memiliki jalur yang sangat panjang dan juga memiliki banyak sekali lokasi pemberhentian. Katanya, jalur tram di Melbourne adalah jalur tram terpanjang di dunia.

 

melbourne1.jpg

 

 

Bentuknya seperti kereta api tapi tidak terlalu panjang. Memiliki jarak yang dekat dengan lintasannya. Menarik, modern, dan tentunya nyaman. Walaupun di dalam tram selalu ramai, tapi tidak terlalu berdesakan seperti di Jakarta tentunya, hehehe. Tram ini berjalan sekitar kurang dari 5 menit sekali kurang lebihnya. Mau ke mana saja, anda bisa menggunakan tram ini.

 

 

Tapi, ada yang menarik, tram ada 2 jenis, tram biasa dan juga tram untuk wisata. Tram wisata akan berhenti di sejumlah objek wisata saja dan tram jenis tersebut bisa dinaiki dengan gratis. Tram wisata juga memiliki model yang berbeda dari segi tampilan fisiknya. Jika tram biasa modern, tram untuk wisata lebih antik dengan model yang lebih kuno. Tram ini memiliki warna coklat kemerahan dan juga hijau di atasnya. Bukan Cuma tampilan luar, tapi di dalamnya, juga terasa lebih kuno, seperti menjelajahi zaman, bukan?

 

tram+pariwisata.jpg

 

 

Tram wisata yang sering disebut sebagai City Circle Tram ini bisa anda naiki sekitar 10 menit sekali di lokasi-lokasi pemberhentian yang sudah ditetapkan. Jangan khawatir soal rute, karena di banyak tempat seperti pemberhentian tram, di dalam tram, dan lain-lain anda bisa menemukan peta wisata berikut juga dengan rute tram yang dilalui. Beberapa objek wisata yang dilalui adalah Melbourne Aquarium, Immigration Museum, Treasury Garden, dan lain sebagainya. Jika bingung tersedia pusat informasi wisata di kawasan Flinders Street Station yang merupakan kawasan yang biasanya menjadi pusat para turis dan juga dilalui City Circle Tram ini.

 

 

Selain menaiki tram, anda bisa juga menaiki transportasi lain yang disediakan untuk para turis yaitu bus. Bus juga ada yang khusu untuk para wisatawan dan tentu tetap gratis. Bedanya, kedatangan bus ini setiap 30 menit sekali, berbeda dengan tram yang lebih banyak. Tapi, dengan bus, anda bisa menjelajahi sejumlah objek wisata yang tidak dilalui oleh tram tadi. Beberapa di antaranya seperti Chinatown, Federation Square, University of Melbourne, Queen Victoria Market, dan lain sebagainya.

 

 

Selain dua armada gratis untuk wisatawan, anda sebenarnya bisa menggunakan transportasi umum di Melbourne dengan mudah. Sistem transportasi di Melbourne menggunakan sistem tiket semua jenis armada yang disebut Metlink. Met Card bisa digunakan untuk tram, bus, maupun kereta api.

 

 

Metcard dibagi untuk 2 zona, zona 1 dan zona 2. Zona 1 untuk pusat kota dan wilayah sekitarnya. Zona 2 untuk wilayah lain yang jauh dari pusat kota. Untuk pembelian met card ini bisa anda dapatkan di sejumlah loker koran, supermarket, mini market seperti seven eleven (711), dan di berbagai tempat lainnya atau di dalam tram itu sendiri. Cara penggunaanya juga berbeda pada bus dan tram. Pada bus, saat naik dan turun anda harus menempelkan met card hingga berbunyi, tapi untuk tram hanya saat anda naik saja.

 

metcard.JPG

 

Mercard ini juga macam-macam jenis dan juga masa berlakunya. Ada met card yang bisa digunakan harian, mingguan, bulanan, bahkan hanya beberapa jam saja. Misalnya, anda bisa membeli met card weekend, artinya, anda bisa menggunakan met card ini di weekend saja dan bisa menentukan berapa kali weekend masa berlakunya. Atau metcard yang khusu hari minggu yang bisa digunakan di hari minggu seharian penuh. Bisa juga metcard yang hanya berlaku setiap 2 jam sekali saja. Met card jenis ini akan hangus setelah 2 jam pemakaian. Untuk lebih jelasnya soal met card anda bisa mengunjungi situs http://www.metlinkmelbourne.com

 

UPDATE dari mas @melongurlz Update ya  :) Kartu nya udah ganti, sekarang namanya Myki. Bisa di beli di convenience store sperti 7-11 dll. dengan harga $6 (biaya kartu doank ya  :P :)

 
untuk lebih lengkapnya silahkan ke TKP : http://ptv.vic.gov.au/tickets/myki/buying-your-myki/

Share this post


Link to post
Share on other sites

menarik sekali infonya, kalau kesana untuk biaya transportasi bisa di hemat deh  :lol:

iya bener... walau biaya lain mahal, tp transportasinya murah :)

 

 

 

nice info nih.. bagus juga ya taktiknya yang buat wisata gratis, tambah banyak deh wisatawan yang datang ke sana :D

dsana pengawasannya ketat.. jadi walau pake sistem transportasi gini negara ga rugi.. kalo kita, hmmmm

Share this post


Link to post
Share on other sites

woit, saya mencium yang gratis2 nih, hoooooo... enak nih naik tram dan bus gratis, thanks banget atas info nya. Naik tram gratisan ini bisa nyampe ke pantai ga ya? dan kalo ada tram dan bus gratis, apakah warga lokal jg ikutan memanfaatkan fasilitas ini ya? kalo org indo sih udah ga usah ngmng hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Melbourne emang asik kl masalah transportasi sama buat pelajar.. Soalnya banyak bgt tmpt wisata disana yg gratis kl kita bawa student card..

iya bener katanya buat pelajar ada harga khusus ya...

 

woit, saya mencium yang gratis2 nih, hoooooo... enak nih naik tram dan bus gratis, thanks banget atas info nya. Naik tram gratisan ini bisa nyampe ke pantai ga ya? dan kalo ada tram dan bus gratis, apakah warga lokal jg ikutan memanfaatkan fasilitas ini ya? kalo org indo sih udah ga usah ngmng hehe

tram gratis cuma lewat spot2 objek wisata mungkin ada warga yg nikmatin ini, tapi skrg juga katanya udah mulai ketat buat sistem  tram ini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bisa minta info lbh detail,tempat2 wisata wajib kunjung di Melbourne apa ya, krn waktu terbatas, cuma 2 hari, jadi harus selektif, thanks ya!

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bisa minta info lbh detail,tempat2 wisata wajib kunjung di Melbourne apa ya, krn waktu terbatas, cuma 2 hari, jadi harus selektif, thanks ya!

jalur trem ini banyak ngelewatin objek wisata kok mbak kayak Melbourne Aquarium. bisa kunjungi http://forum.jalan2.com/forum/16-australia/ mungkin lebih detail apa-apa wisatanya. trm kasih :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Waah, asik banget ni, biarpun cuma transportnya yang gratis. Coba di indonesia ada yaa .. di tempat-tempat wisata favorit gitu, pasti tambah keren deh ... :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

Waah, asik banget ni, biarpun cuma transportnya yang gratis. Coba di indonesia ada yaa .. di tempat-tempat wisata favorit gitu, pasti tambah keren deh ... :senyum

ada yg di solo itu gratis kayanyaaa CMIIW

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Masih seputar yang hemat-hemat dari Korea Selatan. Dalam rangka mencicil janji tulisan yang ternyata sudah mulai menumpuk, kali ini saya ingin melunasi dulu janji tulisan tentang aneka obyek wisata gratisan di Korea Selatan. Berhubung Seoul masih menjadi kota tujuan wisata favorit dari seluruh kota yang ada di Korea Selatan, jadi yang saya sharing aneka wisata gratis yang ada di Seoul dulu yah.
      Aktifitas wisata 1: Eksplorasi distrik tertentu
      Budget untuk wisata sangat terbatas? Nggak ada budget untuk masuk ke taman bermain seperti Lotte World (1, 2, 3) maupun untuk ikutan tur seperti Seoul City Tour Bus dan Gangnam City Tour Bus? Nggak perlu sedih. Salah satu tips paling wahid bagi budget traveller agar tetap bisa menikmati suasana wisata tanpa harus jadi kere adalah…… dengan melakukan eksplorasi pada distrik/kawasan tertentu. Bahasa lainnya, jalan-jalan dan window shopping di kawasan populer di Seoul.
      Seoul punya banyak distrik yang wajib masuk dalam daftar wisata. Misalnya saja Gangnam, distrik yang dipopulerkan oleh Psy lewat lagunya yang berjudul Gangnam Style. Berfoto di depan Stasiun Gangnam sudah cukup jadi bukti Anda telah mengunjungi distrik paling elit di Seoul tersebut. Lumayan kan untuk pamer-pamer doang? Jika ingin sambil cuci mata, Apgujeong Rodeo Street dan Chungcheongdam di Gangnam terkenal akan butik kelas atas yang bisa membuat ngiler hanya dengan melihat-lihat area pajangannya saja.
      Foto 01:
      (a.) Gangnam district [foto: Duesride/wikimedia], (b-d.) Apgujeong [foto: Abasaa/wikimedia, karendotcom127/flickr, jgmarcelino/flickr]
      Distrik lain yang direkomendasikan untuk dijelajahi adalah Myeongdong, sebuah distrik fashion paling tersohor di Seoul. Kawasan populer lainnya adalah Dongdaemun yang dikenal sebagai salah satu distrik komersial terbesar dan populer sebagai surga belanja. Lalu ada Insadong yang populer sebagai distrik budaya; Hongdae yang dikenal sebagai tempatnya kehidupan malam untuk anak muda; dan Itaewon yang dipenuhi dengan berbagai toko, klub, dan restoran trendi.
      Foto 02:
      (a.) Myeongdong [foto: Adria¡n Perez/flickr], (b.) Dongdaemun [foto: Mroach/wikimedia], (c.) Insadong [foto: Nathan Wilson/wikimedia], (d.) Hongdae [foto: Michaela Den/wikimedia]
      Sedangkan jika suka dengan suasana tradisional, di Seoul juga ada beberapa kawasan yang masih terjaga suasana kuno-nya seperti Bukchon Hanok Village. Anda tidak akan dipungut biaya jika berjalan-jalan saja di kawasan yang berada di antara Gyeongbokgung Palace dan Changdeokgung Palace ini. Tiket baru diperlukan jika ingin masuk ke beberapa museum yang ada disana. Alternatif lainnya, bisa mampir dan berkunjung ke Namsangol Hanok Village.
      Foto 03 (a-d.):
      Bukchon Hanok Village [foto: Penmerahpenbiru/wikimedia, Gaël Chardon/wikimedia, Steve/wikimedia, Sakaori/wikimedia]
      Aktifitas wisata 2: Datang ke tempat wisata gratisan
      Banyak lho tempat wisata populer di Seoul yang ternyata gratis biaya tiket masuk. Salah satunya adalah The War Memorial of Korea. Tempat ini memiliki 8 area pamer yang seluruhnya gratis alias bebas tiket masuk. National Folk Museum of Korea juga bebas tiket masuk lho. Menarik dikunjungi oleh Anda-anda yang suka dengan budaya tradisional Korea. National Museum of Korea, salah satu museum nasional terbaik di Korea Selatan, juga gratis tiket masuk Anda hanya perlu membayar jika ingin pinjam alat panduan digital maupun jika ada pameran khusus.
      Aktifitas wisata 3: Ikut tour gratisan
      Sewaktu menulis tentang obyek wisata hemat di Tokyo, salah satu aktifitas yang saya rekomendasikan adalah mengikuti tour gratis menjelajahi berbagai istana kekaisaran seperti Tokyo Imperial Palace (1, 2, 3), Imperial Palace Garden (1, 2, 3), Kyoto Imperial Palace (1, 2), dan lain-lain. Nah, di Seoul juga ada tour untuk mengelilingi Cheong Wa Dae alias The Blue House (1, 2) yang merupakan kediaman Presiden Korea Selatan. Tournya gratis, namun wisatawan harus mendaftar dulu untuk bisa mengikuti tour resmi mengelilingi Cheong Wa Dae minimal 21 hari sebelum waktu yang diinginkan. Informasi tentang tour bisa baca disini.
      Masih ada lho tour gratisan lainnya di Seoul. Salah satu yang paling populer adalah Seoul Walking Tour, sebuah program wisata resmi yang dikelola oleh kota Seoul. Tour ini memiliki 9 pilihan rute untuk 7 kawasan, dan masing-masing rute akan menyinggahi tempat-tempat wisata populer dengan dipandu oleh pemandu wisata yang akan menggunakan bahasa Korea, Inggris, Jepang, ataupun Cina. Oya, tour ini sepenuhnya gratis, namun tidak termasuk dengan tiket masuk ke berbagai tempat wisata yang akan disinggahi saat tour. Informasi lebih detail saya ulas terpisah karena menarik juga nih tournya.
      Untuk alternatif tour gratisan lainnya, ada beberapa komunitas pelajar yang menyelenggarakan tour gratis. Syaratnya, Anda harus membiayai sendiri biaya pribadi seperti tiket masuk ke lokasi wisata, transportasi, dan sejenisnya. Memang sih nggak betul-betul gratis, tapi tetap jauh lebih hemat dibanding menggunakan jasa pemandu profesional. Informasi lebih lanjut bisa cek Meteor Youth dan Free Tour Seoul.
      Aktifitas wisata 4: bermain dengan alam
      Seoul memiliki banyak taman cantik yang sayang untuk dilewatkan, dan pastinya gratis tiket masuk. Misalnya saja Hangang Park, taman publik yang lokasinya tak jauh dari Hangang River, sungai yang melintasi kota Seoul. Namsan Park juga menarik untuk dikunjungi karena lokasinya yang terletak di Gunung Namsan dan juga karena faktor sejarahnya. Masuk ke taman ini sih gratis, kecuali jika ingin menggunakan fasilitas di Namsan Park seperti kereta gantung, masuk ke Maritime Aquarium, dan berbagai fasilitas lainnya. Untuk taman lainnya, ada Seoul Children's Grand Park yang juga bisa dikunjungi secara cuma-cuma, dan Olympic Park (1, 2, 3). Jika ingin lebih puas main-main dengan alamnya, kenapa nggak sekalian saja hiking? Di Seoul banyak gunung yang populer sebagai spot hiking lho, seperti Gunung Namsan.
      Aktifitas wisata 5: tempat wisata lainnya
      Namdaemun Market menjadi salah satu obyek wisata lain yang wajjib dikunjungi di Seoul. Shopping street ini menawarkan banyak benda menarik dengan harga murah meriah. Spot populer lainnya adalah Gwanghwamun Square yang terdapat di distrik Jongno. Sedangkan jika ingin jalan-jalan di malam hari, sempatkan untuk melihat-lihat Banpo Rainbow Bridge Fountain, jembatan air mancur yang konon adalah jembatan terpanjang di dunia.
      ***
      Demikian sebagian tempat wisata gratisan yang bisa saya temukan di Seoul. Saya yakin masih banyak spot gratisan lainnya di Seoul yang belum ditulis disini. Jadi kalau ada yang mau menambahkan, monggo banget.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By Ahook_
      Tanggal 28 Oktober 2016
       
      Akhirnya, sampai juga di Brunei Darussalam. Iya Brunei, tidak salah.. Memang, ada beberapa teman yang sempat bingung, ketika tahu aku mau ke Brunei. Ngapain? Hehh… ngapain ya? Aku sendiri tidak paham. Hahaha… Ya datang sajalah, aku yakin pasti ada yang dilihat, apapun itu. Sudah aku bilang, traveling itu bukanlah tentang tujuannya, tetapi lebih ke prosesnya. 
       
      Tapi, hanya 1 sih, penasaran. Serius, karena penasaran. Brunei, negara kecil nan kaya raya itu, bagaimana sih isi dalamnya? Apakah sampai jalan raya juga terbuat dari emas? #inilebaybanget. Begitulah adanya, selain ingin memperjuangkan mimpi keliling ASEAN. Terwujud sudah… 

      Jalan utama di Bandar Seri Begawan.
      Okey, trip Brunei termasuk trip yang minim persiapan. Baru mulai mencari informasi 2 hari sebelum berangkat dari Jakarta. Parahnya, tidak terlalu ada review yang mengulas Brunei dan isinya. Adapun, lebih banyak mengulas tempat yang wajib dikunjungi.
       
      Tentang transportasi umum, ya memang, seperti yang aku baca dari travelblogger yang sudah menapakkan jejak kakinya ke sini dulu. Hampir semua memaparkan, transportasi Brunei masih kurang. Lebih baik datang ber-group sehingga bisa sharing cost untuk urusan tranportasi buat sewa mobil biar lebih mudah mau kemana- mana. 
       
      Transportasi umum di Brunei cuma ada bus, taxi sapu dan taxi. Selama trip di Brunei, aku mengandalkan bus. Sekali naik bayar 1 dollar, terserah, mau bayar pakai Dollar Brunei atau Dollar Singapore. ( Tidak tahu kenapa, mereka menerima Dollar Singapore, katanya sih, rate-nya sama). 
       
      Kuantitas bus di Brunei, jumlahnya sedikit, mungkin disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada. Untuk mendapatkan bus, kamu butuh energi besar dan kesabaran penuh dalam menunggu bus lewat. Kalau dari review-an, mereka sih, bilang, bisa menunggu 1 jam –an, tuh bus baru nongol. Karena murah, ya mau tidak mau, harus menunggu. Tidak ada pilihan. Kecuali kamu punya kerabat, atau naik taxi yang harganya selangit. 
       
      Dan aku, termasuk yang cukup beruntung. Tidak perlu mengunggu terlalu untuk sebuah bus. Dari airport, aku menghabiskan waktu 10 menit saja. Okey, kamu keluar dari pintu utama, kemudian jalan terus sampai diperbatasan trotoar, lalu belok kiri. Jalan sampai ke ujung, nah disana ada plang bertuliskan tempat tunggu bus. 
       
      Bayar 1 Dollar, kamu akan diantarkan ke Bandar Seri Begawan, pusat kotanya. Lama perjalanan sekitar 30 menit-an. Entah karena jumlah penduduk yang sedikit atau apa, sepanjang perjalanan, sepi banget. Mobil yang lalu lalang juga tidak banyak. Motor, malah tidak kelihatan sama sekali. Bus berhenti di setiap halte. Hampir setiap halte, tidak ada penumpang. 
       

      Bus 1 Dollar...
      Model bus-nya tidak mencerminkan kekayaan yang dimiliki Brunei. Hahaha… Parah sih tidak, ya cuma standart saja. Tempat duduknya yang alakadar. Informasi yang aku himpun, #jiaahhh… yang memakai bus di Brunei adalah pendatang, mereka yang datang merantau meninggalkan keluarga dikampung. Sedangkan, orang lokal Brunei, kesehariannya ya pakai mobil pribadi. Tidak heran. Bahkan setiap anggota keluarga, masing- masing punya mobilnya tersendiri. Begitupun, tidak macet. 
       
      Selama di Brunei, aku naik bus kemana- mana. Sekali lagi, tidak seperti yang dialami traveler lainnya, aku tidak perlu menunggu bus sampai berjam. Paling lama ya itu, 10 menitan. Pokoknya setiap kali naik, bayar 1 Dollar, kecuali aku ke Hotel Empire, bayar 2 Dollar. 

      Dalam bus...
      Setiap bus itu punya jalurnya. Tidak perlu khawatir, kalau lupa bus nomor berapa ke tujuan kamu, tinggal tanya saja sama petugas yang ada diterminal. Atau, biasanya, kan dari tempat penginapan ada informasinya juga. 
       
      Dari sekian kali aku naik bus, hanya sekali saja, supir dan kondekturnya pendatang dari Malaysia. Sisanya, orang Indonesia. Jadi, pendatang jumlahnya lumayan. Dan kebanyakan kerjanya ya sebagai supir dan kondektur bus, kerja di restoran ataupun tempat jualan lainnya. 

      Terminal Bus Bandar..
      Aku tidak punya pengalaman naik taxi sapu. Tapi jangan sesekali naik taxi deh. Mahal banget. Dan itu terjadi sama aku. Nyesek banget. Ternyata ada Car Free Day di Brunei. Di kasih tahu, kalau Sulthan hari ini dijadwalkan ikut CFD disekitaran Bandar. Alhasil, semua jalan di blok. Aku tidak bisa ke airport pagi- pagi. Tidak ada bus yang operasional. Mati gak loe? Tidak ada pilihan lain, terpaksa pakai banget naik taxi. Ada argo sih, tapi supir taxinya menawarkan 20 Dollars untuk sekali jalan. Buset gak tu. Pakai bus hanya 1 Dollar loh. Tawarlah, kemudian sepakat 15  Dollars. Sakit banget ketika mau bayar. Ya ampun, itu sudah biaya makan dan naik bus kemana – mana buat seharian, dan itupun sudah bisa makan enak loh. Parah..  

      Bus stop di Gadong..
      Oh ya, semua terminal bus ada di Bandar, sebutan untuk Bandar Seri Begawan. Semua bus akan bermuara ke situ, kalau kamu pergi dari objek wisata ke objek lainnya, ada kemungkinan, kamu harus kembali ke terminal Bandar kemudian pindah bus lainnya. 
       
      Tungguin postingan tentang Brunei-nya ya....!!!
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By vie asano
      Jepang boleh saja dikenal sebagai salah satu negara dengan jaringan kereta api dan subway terumit di dunia. Kereta dan subway pun menjadi moda transportasi andalan bagi penduduk Jepang dan juga wisatawan yang berwisata ke Jepang. Namun perlu diketahui juga jika bus pun memegang peranan penting dalam moda transportasi di Jepang. Bus menjangkau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh kereta dan subway, dan bahkan untuk beberapa kota yang tak terlalu besar seperti Kyoto, bus menjadi moda transportasi utama mengalahkan kereta dan subway. Jadi nggak ada salahnya bagi wisatawan untuk mengenal sedikit tentang moda transportasi bus di Jepang.
      Bus di Jepang, foto:
      thanhnientudo Sebagai Gambaran Awal, Inilah Macam Bus di Jepang
      Secara mudah, bus di Jepang dapat dibedakan dalam kategori berikut ini: bus dalam kota, highway bus (atau bus jalan tol), dan bus wisata. Bus dalam kota, atau bus lokal, merupakan bus yang bergerak di dalam kota saja. Bus ini menjadi moda transportasi kedua di kota besar seperti Tokyo, namun menjadi moda transportasi utama di kota kecil dan menengah. Highway bus merupakan bus yang bergerak di jalan tol dan fungsinya sebagai alat transportasi untuk berpindah kota dari satu kota ke kota lainnya. Sedangkan bus wisata merupakan jenis bus yang dioperasikan dengan tujuan untuk wisata dan bukan untuk digunakan sehari-hari. Yang termasuk dalam jenis bus wisata ini seperti shuttle bus dan sightseeing bus.
      Sightseeing bus di Tokyo, foto:
      wikimedia commons Khusus untuk tulisan ini, saya akan membahas lebih lanjut tentang bus lokal. Untuk highway bus maupun jenis bus lainnya akan saya ulas terpisah.
      Mengapa Wisatawan Asing Perlu Mengetahui Seluk Beluk Bus di Jepang?
      Di Jepang, tidaklah sulit jika ingin menggunakan kereta dan subway sekalipun kalian tidak menguasai bahasa Jepang. Seiring dengan semakin tingginya perhatian akan sektor wisata, saat ini kalian bisa dengan mudah menemukan berbagai petunjuk arah maupun informasi dalam bahasa Inggris di berbagai stasiun dan kereta di Jepang.
      Namun itu tidak berlaku untuk bus. Setidaknya, hingga saat ini mayoritas bus di Jepang masih minim dari sentuhan bahasa Inggris. Umumnya informasi masih disajikan dalam bahasa Jepang, pun dengan supir bus yang tidak mengerti bahasa Inggris. Itulah mengapa naik bus di Jepang bisa cukup mengintimidasi bagi wisatawan asing, khususnya jika kalian pergi ke kota-kota dimana bus menjadi moda transportasi utama.
      Beginilah Caranya Naik Bus di Jepang
      Sekalipun bus di Jepang terasa mengintimidasi, bukan berarti kalian nggak bisa menaklukkan hal tersebut. Berikut ini beberapa tips umum yang bisa dicoba saat naik bus di Jepang.
      1. Naiklah bus dari halte bus. Untuk masuk ke dalam bus, umumnya menggunakan pintu belakang maupun pintu tengah, dan turun lewat pintu depan. Kecuali jika bus hanya memiliki satu pintu, maka masuklah dari pintu tersebut.
      Tambahan: timetable bus bisa dilihat di halte bus.
      Naik bus dari pintu tengah atau belakang, foto:
      weshare 2. Saat baru masuk, kalian akan menemukan mesin kecil yang akan mengeluarkan tiket. Ambil tiketnya dan perhatikan nomor yang tertera di tiket tersebut. Gunanya nomor itu adalah untuk menentukan biaya perjalanan yang harus dibayar (yang akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya jarak tempuh, kecuali jika bus yang dinaiki menggunakan flat rate). Sedangkan jika kalian menggunakan kartu IC seperti Suica atau Passmo, jangan lupa men-scan kartu saat akan masuk ke dalam bus.
      3. Di dekat supir bus biasanya akan ada monitor yang menunjukkan angka-angka. Untuk mengetahui biaya yang harus kalian bayarkan, cari nomor yang sesuai dengan nomor tiket dan lihat harga yang tertera disebelahnya. Untuk bus dengan tiket flat rate, mungkin saja display ini tidak tersedia.
      Foto:
      reviewmylife 4. Saat mendekati halte tujuan, tekan tombol yang terdapat di dinding maupun tiang di dekat tempat duduk. Tombol tersebut berfungsi untuk memberitahu supir bus jika kalian akan turun di pemberhentian berikutnya.
      Tips: hapalkan dengan benar halte bus tujuan, jika perlu catat namanya, karena mungkin saja informasi yang tersedia hanya menggunakan bahasa Jepang.
      Tombol untuk berhenti di tiang bus, foto:
      closertojapan 5. Saat akan turun, bayarkan biaya perjalanan dengan memasukkan sejumlah uang ke dalam kotak di dekat supir. Bayar dengan uang pas ya! Jika nggak punya uang kecil, kalian bisa menukarkan uang tersebut di mesin penukar uang yang juga terletak di dekat supir. Jangan lupa masukkan juga tiket yang diambil saat masuk ke dalam bus.
      Catatan tambahan: untuk bus yang menggunakan flat rate, ada kemungkinan biaya harus dibayarkan di awal saat naik ke dalam bus.
      Berapa Sih Biaya Untuk Naik Bus di Jepang?
      Harga tiket bus berbeda-beda untuk setiap kota. Sebelumnya, ketahui dulu jenis harga yang berlaku dalam sebuah bus. Ada bus yang menerapkan harga berdasarkan zona, yaitu tarif bertambah seiring dengan bertambahnya jarak tembuh; dan ada juga yang menerapkan regular charge/flat charge. Untuk tarif berdasarkan zona, harganya bisa mulai dari 100-200 yen untuk dewasa, dan diskon 50% untuk anak-anak. Sedangkan untuk tarif flat rate, bisa mulai dari 200 yen-an.
      Cara Untuk Mengetahui Bus yang Harus Dinaiki
      Sama seperti kereta dan subway, bus di Jepang juga bergerak berdasarkan rute/jalur tertentu. Biasanya jalur tersebut diwakili oleh angka maupun warna yang bisa dilihat di peta rute bus. Untuk mencari tahu bus mana yang harus dinaiki, cari tahu halte bus mana yang terdekat dengan tempat tujuan dan bus mana yang berhenti di halte tersebut. Kalian mungkin saja harus pindah jaur beberapa kali sebelum bisa mencapai halte yang dituju.
      Sebagai contoh, inilah rute bus di Kyoto. Silahkan diklik untuk melihat langsung jalur bus di kota Kyoto. Misalnya saja jika ingin pergi ke Gion, kalian harus naik bus no 12, 46, 100, 201, 202, 203, 206, atau 207 yang berhenti di halte bus Gion. Jika kalian berangkat dari depan Stasiun Kyoto (yang dilalui oleh bus no 4, 5, 9, 17, 26, 28, 50, 100, 101, 205, 206), maka kalian bisa naik bus nomor 100 maupun nomor 206. Silahkan coba melihat sendiri obyek wisata favorit kalian dan halte bus terdekat, sambil menerka-nerka bus mana yang seharusnya diambil untuk bisa sampai ke halte bus yang diinginkan.
      Semoga bermanfaat!
    • By Mukhlas Al Abrar
      Wisata Bandung - Kota Bandung memang menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Dari mulai wisata alam, wisata kuliner, wisata belanja, wisata budaya semua ada di sini. Udaranya yang sejuk, serta lengkapnya fasilitas yang disediakan menjadi alasan wisatawan selalu berkunjung ke Bandung. Selain itu setiap tahunnya Bandung selalu menyuguhkan objek wisata yang baru yang mampu memikat hati para wisatawan untuk datang berkunjung lagi ke kota bandung.   Apabila kamu berlibur ke Bandung, berikut 8 tempat wisata baru di Bandung dan sekitarnya yang wajib dikunjungi      1. Farmhouse Lembang 
      Pakaian dan Nuansa Ala Eropa Klasik di Farmhouse Lembang, Bandung   Berkonsepkan suasana ala Eropa, Farmhouse menjadi objek wisata baru di Bandung yang wajib dikunjungi. Beralamat di jalan Raya Lembang 108, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata ini selalu ramai di kunjungi wisatawan dalam maupun luar kota, terutama saat libur weekend. Disini kamu akan menemukan nuansa kental Eropa klasik, seperti peternakan ala Eropa, Desa Kurcaci dan masih banyak lagi. Pastikan kamera kamu selalu siap, karena setiap sudutnya bisa dijadikan objek foto yang keren.   Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap seperti Mushola, Cafe hingga Toko Souvenir ada disini.
      Harga Tiket  : Rp.20.000 Lokasi          : Lihat Disini 
        2. Dusun Bambu 
      Naik Perahu di Dusun Bambu Cisarua, Bandung   Bagi kamu yang ingin rekreasi keluarga, Dusun Bambu adalah tempatnya. Beralamat di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata baru di Bandung ini mengusung konsep Back to Nature. Disini kamu bisa merasakan suasana liburan ala Desa nan Modern. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan disini seperti bersepeda, naik perahu kayu, atau sekedar bersantai bersama keluarga sambil menikmati sejuknya udara pergunungan Lembang.
      Fasilitas yang disediakan disini pun cukup lengkap. Bagi kamu yang ingin menginap, disini juga disediakan villa unik dengan konsep Cottage.
      Harga Tiket  : Rp.15.000 Lokasi          : Lihat Disini 3. Kampung Gajah Wonderland
      Rekreasi Wisata Alam Kampung Gajah Wonderland Bandung   Kampung Gajah Wonderland merupakan tempat wisata baru di Bandung. Berlamat di Jalan Sersan Bajukari KM 3.8, Cihideung, Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Di sini kamu bisa berwisata kuliner dan berwisata belanja. Selain itu tempat ini juga memiliki banyak wahana permainan, seperti ATV, Side Car, Tubby, Bumperboat, dan masih banyak lagi. Bagi kamu yang ingin ingin bermain aktivitas air, disini juga ada Waterboom. 
      Harga Tiket  : Rp.10.000 - 20.000 Lokasi          : Lihat Disini
        4. Sendang Geulis Kahuripan
      Berenang di Sendang Geulis Kahuripan Cikalong Wetan, Bandung   Sendang Geulis Kahuripan merupakan Objek wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Ganjarsari, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata yang dikenal dengan nama telaga Cikahuripan Padalarang ini merupakan sumber mata air alami. 

      Airnya sangat jernih dan bersih, saking jernihnya kita bisa berfoto selfie di dalam airnya. Tak heran tempat ini begitu fenomenal di kalangan para anak muda kekinian. Fasiltas yang disediakan pun cukup lengkap seperti warung, tempat bilas dan saung tempat bersantai.
      Harga Tiket  : Rp.10.000 Lokasi          : Lihat Disini 5. Sangyang Heuleut
      Bersantai Menikmati Keindahan Sanghyang Heuleut Cipatat, Bandung   Sanghyang Heuleut merupakan objek wisata alam baru di Bandung. Tempat ini sedang hits bagi kalangan traveller. Terletak di Kecamatan Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini merupakan sebuah danau kecil yang dikelilingi bebatuan yang berbukit. Disini kamu bisa berenang, bersantai di tepi danau atau bahkan berkemah bersama teman. Fasilitas disini memang masih sangat minim. Namun panorama alamnya sangat indah.    Harga Tiket : Gratis Lokasi : Lihat Disini   6. Curug Bubrug 
      Bersantai Sembari menikamati indahnya Curug Bubrug Parompong, Bandung   Curug ini merupakan wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Kertawangi, Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Objek wisata satu ini masih sangat terjaga keasriannya.  Sejuknya udara serta indahnya panorama alam Curug Bugbrug mampu membuat kamu betah berlama - lama di Curug tersebut.  Selain itu kamu bisa menyaksikan air terjun yang jatuh dari atas ke bawah membentuk sebuah kolam sedalam 3 meter. Tapi sangat disayangkan, kamu tidak bisa berenang di kolam tersebut, karena terdapat pusaran air di dalam kolamnya.   Tapi kamu tak usah kecewa, disini kamu dapat bersantai menikmati sepiring indomie dari atas saung sembari menikmati keindahan panorama alam Curug Bugbrug yang akan memanjakan mata kamu. .     Harga Tiket  : Rp.7.500 Lokasi          : Lihat Disini   7. Stone Garden
      Pemandangan Stone Garden Cipatat, Bandung   Stone Garden merupakan tempat wisata baru di Bandung yang selanjutnya wajib dikunjungi. Terletak di kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dari atas ketinggian 900 Mdpl kamu dapat menyaksikan hamparan hijau pepohonan yang sangat indah. Puncak bukit ini sendiri mempunyai taman batu. Taman ini menjadi incaran bagi para pengunjung yang ingin berfoto selfie.   Harga Tiket  : Rp.5000 Lokasi          : Lihat Disini  8. Tebing Keraton 
      Keindahan Panorama Alam Tebing Keraton Bandung   Bagi kalangan traveller tebing ini mungkin tempat yang wajib di kunjungi. Tebing keraton merupakan objek wisata alam yang baru dan cukup populer di Bandung. Berada di atas Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dari atas ketinggian kamu bisa menyaksikan pemandangan yang sangat indah, tampak keindahan kota Bandung begitu jelas dari atas ketinggian Tebing. Pastikan kamera kamu selalu siap karena tempat ini sangat cocok dijadikan objek foto dengan latar belakang pemandangan kota dan hamparan pepohonan nan hijau.   Harga Tiket  : Rp.11.000 Lokasi          : Lihat Disini  

      Baca Juga :8 objek wisata di lombok yang terkenal dan wajib dikunjungi

      Demikian ulasan seputar tempat wisata baru di Bandung.
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh.