• 0
Sign in to follow this  
ulie

Tahukan tentang sumpit?

Question

Sumpit, perangkat makan ini telah menjadi begitu familiar bagi kita. 

Sumpit biasa digunakan pada resto yang menyediakan masakan Mandarin, Jepang, Korea maupun Thailand.

 

Pada umumnya sumpit dibuat dari bambu yang berbentuk memanjang seperti tongkat yang sama panjang. Selain bambu bahan yang sering digunakan untuk membuat sumpit adalah kayu, plastik, logam juga gading gajah, namun saat ini sudah tidak ada lagi sumpit yang terbuat dari gading gajah.

 

Ada sedikit perbedaan sumpit yang digunakan di China atau Jepang lebih pendek daripada sumpit di Korea yang lebih panjang. Di Jepang/China sering menggunakan sumpit bambu sedangkan sumpit logam banyak digunakan di Korea.

  • sumpit logam dari Korea

800px-Stainless_Chopstics.JPG

 

  • sumpit dari Jepang

Wooden_and_plastic_chopsticks.jpeg

 

Di Indonesia, ada beberapa produk sumpit yang menarik juga lho, meski masih jarang masyarakat umum makan menggunakan sumpit, teman2 bisa pesan di sini @-mail : yohadiperkasa@gmail.com

 

360489273_678.jpg    10-100.jpg

 

 

tensogee.jpg

 

Gimana teman2, mo beralih makan mie pakai sumpit?? (makanan Indonesia kurang match disantap pake sumpit, hahaha)

Share this post


Link to post
Share on other sites

7 answers to this question

  • 0

saya baru tau nih sumpit ada digongkan gini hahaha gak ada sumpit dari china mbak? sumpitnya yang pakai bambu itu hahahaha

 

sebenarnya sumpit dari Jepang sama bentuk dan panjangnya dengan dari China, karena itu ngga ditampilkan secara spesifikasi, dan kebanyakan di China sudah banyak menggunakan sumpit dari plastik.

 

ada tambahan nih, di china dan Jepang memegang sumpit diposisi tengah sedangkan di korea lebih ke pangkal.

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

dulu saya waktu sd sama teman2 iseng latihan make sumpit. Tapi latihannya pake sumpit bohongan, alias dua pensil. Makanan nya penghapus (namanya juga anak sd :D). *sekedar share

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Bagusnya sih kalau misalnya kita pakai sumpit, jangan pakai yang sumpit hanya untuk sekali pakai, karena itu nanti jadinya global warming, dan katanya juga sumpit yang 1x pakai itu kadang-kadang setelah dibuang, dibersihkan ulang lalu ujung-ujungnya dipakai lagi lho. Yang benar-benar bagus sih kalau kita makan dimana-mana pakai alat makan yang kita bawa sendiri, tapi rasanya sih pasti jarang yang melakukan, karena rasanya pasti malas banget bawa-bawa alat makan kemana-mana.

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

haha, baru tahu kalau sumpit ada penggolongannya seperti ini juga ya..menarik sekali karena sampe sekarang, menurut saya semua smpit sama saja, cm cara orang pegangnya kebanyakan yang berbeda-beda..kalo saya sendiri sih megang sumpit lebih ke arah  pangkal deh, jadi saya mengikuti teknik korea ya?  :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By ko Acong
      Bosan mengunjungi Jepang hanya Tokyo - Kyoto - Osaka? Perlu nih piknik dengan suasana berbeda 360 derajat. Cobalah destinasi anti mainstream yaitu Alpine Route memang biaya agak mahal sedikit, namun kita akan bahagia dengan pemandangan yang tiba2 berubah dari satu spot dan lainya dan disuguhi udara yang super bersih.
      Untuk menyusuri Alpine Route kita harus bayar terpisah dari tiket JR, mau itu JR Pass, JR West ataupun JR East yaitu harus bayar option tiket nya 9000 yen, lalu tinggal duduk manis. Atau mau eceran pun ada namun akanboros 3000 yen (total 12.000 yen ).
      Bagaimana cara ke Alpine Route?
      Ini adalah jalur saya yang pasti berbeda dengan pemegang JR Pass. Dari Shinjuku Tokyo, naik Highway Bus menuju Matsumoto seharga 4500 yen selama kurang lebih 3 jam waktu tempuhnya.
      Tak lupa saya tukarkan Tourist Pass Matsumoto - Takayama - Alpine,  beli di Travel Agent di Indonesia seharga 17.500 Yen. Dengan Rincian JR Pass mencakup: Shinan-omachi - Matsumoto - Kiso Fukushima - Ena - Nagoya - Gifu - Gero - Takayama - Hida - Toyama. 
      Saya tidak beli JR Pass karena akan lebih hemat sebesar Rp 1.2 jutaan dengan Tourist Pass ini,  karena tidak ke Osaka dan pulangnya Via Narita.
      Piknik seputaran Alpine - Takayama - Matsumoto bisa mengunjungi beberapa Prefektur. Yang saya kunjungi menggunakan JR campur dengan pilihan saya yaitu Tourist Pass, berlaku untuk 5 Hari seharga 17.500 yen.
      Berikut destinasi yang saya kunjungi.
      Matsumoto:
       Saya kunjungi Kastil Matsumoto, salah satu yang terkenal di Jepang. Jinjo (lupa namanya dengan warna yang dominan pink) Salah satu perguruan tinggi melegenda Kaichi School Museum Kami kochi  sungai yang jernih: http://www.kamikochi.or.jp/ Narai Juku / Kiso Valley:
      Desa kuno yang memegang peranan penting untuk jalur distribusi perdagangan  Tokyo ke Kyoto, dari hasil pegunungan Takayama dan desa seniman keramik, serta ada satu Obat dewanya yang sangat manjur sayang saya nggak bisa bacanya: https://www.japan-guide.com/e/e6080.html
      Hida:
      Sebuah kota kecil penghasil kayu paling berkualitas dengan ahli-ahli kayunya. Pemandangan sekeliling nya indah dengan dilintasi sungai besar berasal dari pegunungan di Takayama. Dan yang paling unik ada jalan yang berjejer, serta rumah-rumah kuno dengan ada selokan kecil yang isinya ribuan ikan koi besar-besar, ini untuk menandakan bahwa dampak Bom Atom jaman Hiroshima - Nagasaki telah clear. Daerah ini menjadi terkenal karena Ikan Koi tersebut.
      https://www.google.com/destination?dest_mid=/m/02jbp_#dest_mid=/m/02jbp_&tcfs=EhoaGAoKMjAxOC0wNi0wORIKMjAxOC0wNi0xMw
      https://www.infojepang.net/info-wisata-di-takayama/
      Gero Onsen
      http://video.metrotvnews.com/kokoronotomo/5b2E9mMN-jalan-jalan-di-gero-onsen-gassho-mura
      Kota wisata yang mempunyai sungai dan onsen umum, sayang saya datang nya kepagian, coba kalau nginap di Gero atau agak sore, tentu mataku berbinar-binar dengan onsen yang nyampur cewek cowok hihihih, jangan omes ya tradisi mandi bareng di onsen merupakan suatu kehormatan bagi tradisi lokal yang menjadikan kita termasuk satu keluarga besar saat itu.
      Semuanya berdekatan dengan Prefektur Gifu, hanya dengan 17.5000 Yen kita bisa mengunjungi tempat-tempat ini semua. Bisa dari Tokyo atau dari Osaka, tentunya berbeda-beda tipe JR Pass nya. Jika ingin nyaman beda sedikit pegang lah JR Pass.
      Perjalanan Ko Acong nano nano rasanya, kurang afdol jika tanpa kendala dan berbagai hambatan, secara “si bocah tua nakal“ (yang tidak bisa Bahasa Asing, Gaptek dan segala kekurangannya).
      Kendala pertama yang menghambat perjalanan saya selama 5 hari adalah teledor nya saya dikala menukar Tourist Pass tidak dibaca. Saya beli tiket terusan Tourist Pass Alpine - Takayama - Matsumoto sudah betul, namun petugas di JR Tokyo lalai salah menempelkan ke kartu yang JR West Pass. Nah, kendalanya pas mau digunakan ditolak oleh petugas di lapangan, satu petugas ke petugas lainya tetap ditolak, sampai lebih dari 5 orang. Waduh apa daya saya sekarang secara saya bawa uang benar-benar dibatasi mutlak hanya 20.000 yen untuk uang saku selama seminggu. 
      Begitu lunglai pas lirik ada Japan Tourist Information, nah saya coba deh kesana. "Please help me talk Bahasa?????" Bengong tuh semua. Aduh kumaha atuh ieu teh wot hepen cantik. Keluar deh seorang atasannya sambil bawa HP gede sebesar buku. Mulai dia taktik tuk eh keluar suara Indonesia "apa yang bisa kami bantu?"
      Saya jawab tapi tetap ngak nyambung pake input suaranya. Nah, disini bodoh tapi pandai (bawaan sejak lahir) nya si bocah tua nakal, secara saya pernah utak atik Translate Bahasa. Ku ketik juga via abjad dan BINGO nyambung deh walau lama mereka tetap sabar.
      Sudah tahu masalahnya, langsung bikin maklumat sakti untuk kepala stasiun. Bla bla bla mohon untuk membantu  Lao ye (bos tua). Hal ini yang salah adalah Pihak JR Tokyo dan ada Catatan Contact Person Pejabat JR Pusat.
      Walau udah beres, namun tetap ada saja tiap ganti prefektur kendala terjadi lagi. Saya keluarkan jurus nakal nya sampai kepala stasiun berkenan keluar kandang nya dengan gunakan Google translate, suara dikencangkan dan heboh kan hehehehe si bocah tua nakal punya mainan baru.








      Fr Alpine2018.docx













    • By vie asano
      Masih seputar kota tujuan yang bisa dijadikan alternatif side-trip saat sedang berwisata ke Tokyo. Sebelumnya, saya telah menulis tentang Yokohama dan Kawasaki, 2 kota terdekat dan juga paling mudah di akses dari Tokyo sehingga bisa dikunjungi pulang-pergi dalam waktu beberapa jam saja. Selain Yokohama dan Kawasaki, kota lainnya yang populer sebagai obyek wisata selingkuhan adalah Kamakura.
       
      Kamakura merupakan sebuah kota yang berada di Prefektur Kanagawa. Posisi tepatnya berada di sebelah selatan-barat daya prefektur Tokyo, kira-kira 50 kilometer dari Tokyo. Walau kota ini tak begitu besar, Kamakura termasuk salah satu kota tujuan wisata favorit di Jepang, lho. Hal tersebut karena selain Kyoto dan Nara, Kamakura merupakan salah satu kota terbaik untuk melakukan wisata sejarah karena banyaknya obyek wisata sejarah di kota ini. Menariknya, kota ini tak hanya memiliki aneka obyek bersejarah, namun juga menawarkan alternatif untuk melakukan wisata alam. Jadi jangan heran jika banyak juga wisatawan yang menjadikan Kamakura sebagai kota tujuan wisata utamanya, dan Tokyo justru menjadi kota tujuan tambahan.
       
      Seperti biasa, tulisan ini hanya akan memuat informasi global seputar Kamakura. Mengingat banyaknya obyek wisata menarik yang ada di Kamakura, rencananya saya akan mengangkat beberapa obyek wisata populer ke dalam tulisan terpisah. Selamat membaca..
       
      Sejarah singkat
      Jika melihat peta Jepang, Kamakura hanyalah merupakan sebuah kota kecil yang ada di tepi pantai. Namun beberapa ratus tahun lalu, tepatnya pada tahun 1192, Kamakura menjadi pusatnya kekuatan politik di Jepang. Adalah Minamoto Yoritomo (1147-1199), nama tokoh yang memulai era keshogunan di Kamakura. Pemerintahan di Kamakura berjalan selama beberapa ratus tahun sebelum akhirnya, pada abad ke-14, kedudukan Kamakura sebagai pusat pemerintahan mulai digantikan oleh Kyoto. Kamakura sempat dipertahankan menjadi pusat politik di wilayah Timur Jepang, namun lama kelamaan kedudukannya terus tergeser dan akhirnya Kamakura betul-betul turun tahta. Walau saat ini hanya berupa kota kecil, masih banyak sisa peninggalan masa lalu yang bisa ditemukan di Kamakura; membuatnya sering disebut sebagai “Kyoto-nya bagian Timur Jepang.
      (1), (2), (3), (4) Kamakura [foto: Sailko/wikimedia, Michaelvito/flickr, dbaron/flickr, TAKA@P.P.R.S/flickr]
      Yang menarik dari Kamakura
      Selain karena faktor waktu tempuh yang cukup singkat dari Tokyo, Kamakura menarik karena kota ini memiliki banyak sekali obyek wisata menarik. Namun secara garis besar, obyek-obyek wisata sejarah, budaya, dan alam merupakan obyek wisata favorit di Kamakura. Untuk wisata sejarah, Kamakura memiliki beberapa kuil maupun monumen populer. Salah satu monumen yang wajib dikunjungi di Kamakura adalah The Great Buddha of Kamakura, atau Kamakura Daibutsu. Patung perunggu Amida Buddha ini memiliki ketinggian 13,35 meter dan sudah dibangun sejak tahun 1252. Sedangkan untuk kuil, Kamakura memiliki banyak sekali kuil bersejarah. Beberapa yang populer dikunjungi antara lain: Tsurugaoka Hachimangu Shrine, kuil Shinto terpopuler di Kamakura; Hasedera Temple, salah satu kuil dimana pengunjung bisa menikmati pemandangan ke arah laut; Zeniarai Benten, kuil tempat pengunjung mencuci uangnya; serta beberapa kuil yang berkaitan dengan aliran Nichiren (salah satu aliran Budha), kuil-kuil yang menjadi saksi sejarah di Kamakura, dan kuil-kuil yang termasuk dalam daftar Kamakura’s Great Zen Temple (Kamakura Gozan).
      (5) The Great Buddha of Kamakura [foto: Specialoperations/flickr], (6) Tsurugaoka Hachimangu [foto: Chris 73/wikimedia], (7) Hasedera Temple [foto: U-kane/wikimedia], (8) Zeniarai Benten [foto: Bernard Gagnon/wikimedia]
      Untuk wisata alam, Kamakura memiliki satu hal yang tidak dimiliki oleh Tokyo, yaitu pantai. Walau sama-sama berada di tepi laut, Tokyo hampir tidak memiliki pantai. Pantai paling populer di Tokyo terdapat di Kasai Rinkai Park, itupun merupakan pantai buatan untuk melindungi taman dari air laut. Kamakura memiliki 5 pantai yang populer dikunjungi saat musim panas. Selain pantai, Kamakura juga memiliki bukit dengan jalur-jalur hiking yang menarik. Tambahan informasi, dari Kamakura wisatawan juga bisa mengakses Enoshima, pulau wisata yang memiliki beraneka obyek wisata menarik: kuil-kuil, taman, gua, dan sebagainya. Untuk detail lebih lengkap mengenai obyek-obyek wisata menarik di Kamakura beserta rekomendasi waktu kunjungan terbaik, ikuti terus tulisan-tulisan selanjutnya ya..
      (9), (10), (11), (12) Pantai-pantai di Kamakura [foto: Urashimataro/wikimedia, TAKA@P.P.R.S/flickr, Michaelvito/flickr, Urashimataro/wikimedia]
      Rekomendasi
      Sebelum menjelajah Kamakura, mampirlah dulu ke Tourism Information Center yang berlokasi di East Exit di Stasiun JR Kamakura (buka setiap hari, pukul 09.15-16.30). Disini pengunjung dapat menyewa audio service dengan harga ¥500*/hari. Audio service tersebut akan aktif secara otomatis saat wisatawan berada di sekitar obyek wisata di Kamakura, dan akan memberikan penjelasan dalam bahasa Inggris maupun Jepang mengenai obyek wisata tersebut. Jadi wisatawan tak perlu khawatir menjelajah Kamakura sekalipun tidak menggunakan pemandu wisata. Keuntungan lain jika mampir ke pusat informasi tersebut, wisatawan bisa memperoleh informasi mengenai aneka free pass yang berlaku di wilayah Kamakura (baik diskon tiket wisata maupun diskon transportasi).
      Aneka obyek wisata lain di Kamakura
      (13) Jochi-ji Temple [foto: Urashimataro/wikimedia], (14) Pemakaman di Jofuku-ji [foto: Tarourashima/wikimedia], (15) Kaizou-ji Temple [foto: Tarourashima/wikimedia], (16) Museum of Literature [foto: Wiiii/wikimedia]
      Akses dari Tokyo
      Di Kamakura, stasiun yang paling mudah di akses dari Tokyo ada 2: Stasiun Kamakura dan Stasiun Kita-Kamakura. Untuk mencapai kedua stasiun tersebut, rata-rata membutuhkan waktu kurang dari 1 jam saja (dari berbagai stasiun di Tokyo). Berikut adalah akses langsung maupun akses termudah dari Tokyo menuju kedua stasiun tersebut:
      Dari Stasiun Tokyo:
      -JR Yokosuka Line, ¥780*, 52-55 menit. Turun di Stasiun Kita-Kamakura.
      -JR Yokosuka Line, ¥890*, 54-58 menit. Turun di Stasiun Kamakura.
      Hanya berlaku untuk unreserved seat. Untuk green seat (=first class) harganya beda lagi.
      Dari Stasiun Shinagawa:
      -JR Yokosuka Line, ¥690*, 47 menit. Turun di Stasiun Kita-Kamakura.
      -JR Yokosuka Line, ¥690*, 46-50 menit. Turun di Stasiun Kamakura.
      Dari Stasiun Shinjuku:
      -JR Shonan-Shinjuku Line (via Tokaido Line), ¥890*, 46 menit. Turun di Stasiun Ofuna, transfer ke JR Yokosuka Line (3 menit), turun di Stasiun Kita-Kamakura atau Stasiun Kamakura.
      Dari Stasiun Shibuya:
      -JR Shonan-Shinjuku Line (via Tokaido Line), ¥780*, 35 menit. Turun di Stasiun Totsuka, transfer ke JR Yokosuka Line, 12 menit, turun di Stasiun Kita-Kamakura.
      -Tokyu Toyoko/Minatomirai Line, ¥260*, 32-40 menit (tergantung naik kereta express atau local). Turun di Stasiun Yokohama, transfer ke JR Yokosuka Line: ¥290*, 21 menit, turun di Stasiun Kita-Kamakura; atau ¥330*, 24 menit, turun di Stasiun Kamakura. Ini akses termurah menuju Kamakura.
      (17) & (18) Stasiun Kamakura [foto: Douglaspperkins/wikimedia, SElefant/wikimedia], (19) & (20) Stasiun Kita-Kamakura [foto: LERK/wikimedia, urashimataro/wikimedia]
      Untuk aneka rail passes di sekitar Kamakura dan Enoshima, lihat disini dan disini.
       
      Trivia
      Familiar dengan nama shogun pertama di Kamakura, yaitu Minamoto Yoritomo? Beliau adalah kakak dari Minamoto Yoshitsune, jendral besar yang disebut-sebut sebagai pahlawan paling tragis se-Jepang karena dikhianati oleh Yoritomo yang selama ini didukungnya (menurut versi Heike Monogatari atau Tale of the Heike). Tokoh Yoshitsune ini cukup sering muncul dalam berbagai game dan manga, salah satunya adalah manga berjudul Shanao Yoshitsune. Tokoh Yoritomo juga cukup sering muncul dalam versi pop, antara lain dalam game Genpei Toumaden dan Sengoku Rance (bersama Yoshitsune). Yang penasaran dengan Yoritomo maupun klan Minamoto lainnya, silahkan mampir ke Kamakura..
      (21) Patung Minamoto Yoritomo [foto: wikimedia], (22) Akses ke makam Minamoto Yoritomo [foto: Tarourashima/wikimedia], (23) Makam Minamoto Yoritomo [foto: Chris 73/wikimedia], (24 Shirahata Jinja, tempat Yoritomo disemayamkan [foto: Urashimataro/wikimedia]
      * * *
      * Harga dapat berubah sewaktu-waktu.
      ** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.
      * * *
      Baca juga:
      Side trip from Tokyo (1): Yokohama
      - Yokohama Chinatown, Kenapa Harus Kesana?
      - Serba-serbi Minato Mirai 21, Landmark Kebanggaan Yokohama
      Side Trip From Tokyo (2): Kawasaki
      - Yang Seru dari Kawasaki: Ikuta Ryoukuchi Park
      Side trip from Tokyo (3): Kamakura
      - Inspirasi Itinerary Kamakura: Obyek Wisata + Hiking Trail
      - Setengah hari di Kamakura, kemana saja?
      - Seru-seruan di Kamakura, mulai dari pantai hingga aneka event tahunan
      Side Trip from Tokyo (4): Enoshima
      - Yang Wajib Dikunjungi di Enoshima
      Side trip from Tokyo (5): Narita
      - Transit di Narita, Main Kesini Dulu Yuk!
    • By vie asano
      Prolog
      Kemarin-kemarin saya iseng melakukan sedikit riset. Kecil-kecilan saja, sebatas riset di forum Jalan2. Semua berawal dari rasa penasaran, dari sekian banyak kota yang ada di Jepang, kota mana yang paling menarik perhatian Jalan2ers untuk dikunjungi? Menariknya, dari beberapa Jalan2ers yang berencana untuk berwisata ke Jepang, kota Tokyo termasuk kota tujuan wisata yang laris manis masuk dalam itinerary.
      Tokyo memang menawarkan banyak pilihan tempat wisata, mulai dari wisata modern hingga wisata bertema masa lalu. Tapi sebetulnya masih ada daya tarik lain dari Tokyo lho, yaitu posisinya yang dikelilingi oleh beberapa kota maupun tempat wisata menarik lainnya. Kemudahan akses dari Tokyo membuat tempat-tempat tersebut mudah dikunjungi dengan waktu tempuh yang cukup singkat. Beberapa kota bahkan bisa ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam, sehingga bisa menjadi alternatif obyek wisata di sela-sela waktu wisata ke Tokyo.
      Bagi Jalan2ers yang akan berwisata ke Tokyo, atau setidaknya tertarik menjadikan Tokyo sebagai kota tujuan wisata jika suatu saat nanti memiliki kesempatan untuk pergi ke Jepang, saya ingin berbagi informasi seputar kota-kota tujuan wisata sampingan yang letaknya tak begitu jauh dari Tokyo, atau memiliki waktu tempuh yang cukup singkat karena faktor kemudahan akses. Informasi ini akan saya tulis secara global saja, dan jika ada point yang betul-betul menarik, baru akan saya tulis secara terpisah. Harapannya, mudah-mudahan dapat menginspirasi Jalan2ers yang ingin mencari alternatif aktifitas wisata saat berada di Tokyo, maupun bagi yang sedang mempertimbangkan alternatif side trip dari Tokyo..
      Sekilas tentang Yokohama
      Bicara tentang kota tujuan wisata sampingan saat berada di Tokyo, nama Yokohama jelas berada di urutan teratas. Kota yang satu ini dikenal sebagai kota terbesar kedua di Jepang (posisi pertama dipegang oleh Tokyo dan posisi ketiga oleh Osaka) sekaligus menjadi ibu kota dari prefektur Kanagawa. Dulu saat Jepang masih tertutup dari pengaruh Barat (pada Periode Edo 1603-1867), pelabuhan di Yokohama termasuk salah satu yang pertama dibuka untuk asing. Kota yang semula hanyalah kota pelabuhan kecil pun akhirnya semakin berkembang, dan kini Yokohama dikenal sebagai salah satu kota besar di Jepang.
      (1) Yokohama [foto: Skyseeker/flickr], (2) & (3) Yokohama Bay Bridge [foto: Xiquinhosilva/flickr, skyseeker/flickr]
      Kenapa Yokohama?
      Alasan pertama kenapa harus mencoba pergi ke Yokohama, adalah karena lokasinya yang sangat dekat dari Tokyo. Yokohama dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit menggunakan kereta. Tak heran jika kota ini populer sebagai alternatif kota tujuan saat berwisata ke Tokyo karena dapat dikunjungi pulang-pergi dari Tokyo.
      Alasan kedua, karena kota ini juga memiliki banyak obyek wisata menarik. Sebagai kota terbesar kedua di Jepang, banyak sekali yang dapat dilihat di Yokohama. Salah satu yang paling populer adalah Yokohama Chinatown (Yokohama Chukagai), chinatown terbesar di Jepang. Selain chinatown, tempat populer lainnya untuk dikunjungi di Yokohama adalah Minato Mirai. Kawasan ini merupakan kawasan urban yang lokasinya tepat berada di tepi laut dan memiliki banyak atraksi menarik. Untuk Yokohama Chinatown dan Minato Mirai, jika sempat akan saya tulis terpisah ya..
      (4) Chinatown gate [foto: Focx photography/flickr]; (5), (6), (7) Minato Mirai [foto: Luke,ma/flickr, Zaimoku_woodpile/flickr, Xiquinhosilva/flickr]
      Masih banyak lho tempat menarik lain di Yokohama selain chinatown dan Minato Mirai. Sebagai kota pelabuhan, Yokohama memiliki obyek wisata menarik yang berhubungan dengan laut dan kehidupannya. Sebut saja Yamashita Park, taman yang lokasinya berada di sekitar Yokohama's Waterfront. Dari taman ini pengunjung bisa menikmati suasana di pelabuhan Yokohama. Dari Yamashita Park, pengunjung juga dapat mampir ke Osanbashi Pier, pelabuhan yang terletak di antara Minato Mirai dan Yamashita Park. Sedangkan jika ingin menikmati kehidupan laut, bisa mampir ke Hakkeijima Sea Paradise; taman hiburan yang memiliki berbagai fasilitas lengkap mulai dari akuarium hingga wahana permainan.
      (8) & (9) Osanbashi pier [foto: Skyseeker/flickr, Stefan/flickr]
      Sebagai kota dengan pelabuhan pertama yang dibuka untuk asing, Yokohama memiliki kawasan yang menjadi saksi pertemuan antara budaya asing dan budaya lokal Jepang. Kawasan Yamate salah satu contohnya. Disini banyak terdapat bangunan-bangunan bergaya Barat, pemakaman asing, sisa-sisa pemukiman ala Barat (yang telah dialihfungsikan menjadi museum dan sebagainya), dan banyak lagi. Masih banyak daya tarik lain dari Yokohama, seperti taman-taman, aneka museum, kebun binatang, dan lain sebagainya. Untuk museum, beberapa yang direkomendasikan adalah Cup Noodles Museum, Ramen Museum, dan NYK Maritime Museum. Intinya, tak perlu ragu untuk pergi ke Yokohama karena banyak hal menarik yang bisa ditemukan di kota pelabuhan ini..
      (10), (11), (12) Red Brick Warehouse/Akarenga [foto: Scarletgreen/flickr, skyseeker/flickr], (13) Taman di dekat Red Brick Warehouse [foto: Yoshikazu Takada/flickr]
      Akses di/menuju Yokohama (dari Tokyo)
      Tak jauh berbeda dengan Tokyo, moda transportasi utama di Yokohama adalah kereta api dan bus. Terdapat 2 stasiun utama di Yokohama, yaitu Stasiun Yokohama dan Stasiun Shin-Yokohama. Yokohama juga menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki dan akses untuk pejalan kaki di Yokohama cukup baik.
      Untuk akses menuju Yokohama, yang paling mudah tentu saja adalah menggunakan kereta api. Berikut beberapa cara untuk mengakses Yokohama dari stasiun-stasiun besar yang ada di Tokyo plus perkiraan waktu dan biaya transportasinya:
      Stasiun Shinagawa:
      -JR Tokaido Line, ¥280*, 20 menit. Turun di Stasiun Yokohama.
      -JR Yokosuka Line, ¥280*, 20 menit.
      -JR Keihin-Tohoku Line, ¥280*, 30 menit. Turun di Stasiun Yokohama.
      -Keikyu Keihinkyuko Line, ¥290*, 20 menit. Jalur ini juga menghubungkan Stasiun Shinagawa dengan Bandara Haneda.
      Stasiun Tokyo:
      -JR Tokaido Line, ¥450*, 25 menit.
      -JR Yokosuka Line, ¥450*, 30 menit.
      -JR Keihin-Tohoku Line, ¥450*, 40 menit.
      -JR Tokaido Shinkansen, turun di Stasiun Shin-Yokohama. Harga tiketnya mulai dari ¥480* (belum termasuk biaya reservasi tempat duduk), dan waktu tempuhnya kurang lebih 18-20 menit.
      Stasiun Shibuya:
      -Toyoko Line, ¥260*, 25 menit, turun di Stasiun Yokohama. Merupakan akses termurah menuju Yokohama. Untuk akses cepat, pilih kereta jenis limited express maupun express (harga tiket sama dengan kereta lokal).
      -JR Shonan Shinjuku Line, ¥380*, 20 menit.
      Stasiun Shinjuku:
      -JR Shonan Shinjuku Line, ¥540*, 30 menit.
      * * *
      Tak sulit kan bepergian dari Tokyo ke Yokohama? Jadi bagi yang ingin mencari suasana lain selain Tokyo, silahkan berkunjung ke Yokohama. Untuk informasi side trip lainnya, tunggu tulisan berikutnya ya..
       
      * Semua foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.
      Baca juga:
      Side trip from Tokyo (1): Yokohama
      - Yokohama Chinatown, Kenapa Harus Kesana?
      - Serba-serbi Minato Mirai 21, Landmark Kebanggaan Yokohama
      Side Trip From Tokyo (2): Kawasaki
      - Yang Seru dari Kawasaki: Ikuta Ryoukuchi Park
      Side trip from Tokyo (3): Kamakura
      - Inspirasi Itinerary Kamakura: Obyek Wisata + Hiking Trail
      - Setengah hari di Kamakura, kemana saja?
      - Seru-seruan di Kamakura, mulai dari pantai hingga aneka event tahunan
      Side Trip from Tokyo (4): Enoshima
      - Yang Wajib Dikunjungi di Enoshima
      Side trip from Tokyo (5): Narita
      - Transit di Narita, Main Kesini Dulu Yuk!
      Side trip from Tokyo (3): Kamakura
    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      Sebelum nya sedikit intro dahulu bahwa sanya (bahaha bahasa gue), well tanggal 7-15 maret 2016 kemarin saya baru saja melakukan perjalanan dari Osaka - Nara - Kyoto - Seoul. Jadi perjalanan lintas 2 Negara, yang 2 negara ini Jepang dan Korea Selatan merupakan salah dua Bucket Travel Wishlist saya dari sejak lama.
      Namun disini saya mau memberikan sedikit cerita pengalaman saya menggunakan satu alat / media Tranportasi berupa Kartu yang disebut KANSAI THRU PASS

       
      Apa Itu Kansai Thru Pass ?
      Seperti kalian tahu di Jepang ini banyak sekali pass pass atau kartu kartu yang di peruntukkan untuk kemudahan Turis berwisata di Jepang. Sebut saja Pass seperti JR Rail Pass, Kanto Wide Pass, JR West Rail Pass, Kansai Thru Pass dan Pass Lainnya. Yang biasanya di bedakan akan Perusahaan dan Jalur dari Transportasi yang akan di gunakan, baik itu Subway, Kereta Listrik, Bus ataupun lainnya yang di cover oleh Pass tersebut.
      Nah untuk perjalanan ke area Osaka - Nara - Kyoto kali ini saya menggunakan Kansai Thru Pass. Karena Osaka - Nara - Kyoto ini berada dalam kawasan KANSAI. Masih ada 1 Pass lagi untuk area Kansai ini yaitu JR West Rail Pass, sesuai nama depan nya di operasikan oleh perusahaan JR (Japan Rail). Sedangkan Kansai Thru Pass atau disebut juga Surutto Kansai ini di bawah naungan perusahaan Nankai Travel International Co.
      Lebih gampang nya
      Kalian harus pahami maksud dari Selain Moda Transportasi Dari Perusahaan JR, karena ada beda nya dan juga untuk Subway dan MRT, Stasiun nya pun berbeda (walaupun ada Stasiun yang ter Koneksi). Biasa nya Moda Transportasi dari Perusahaan JR ini ada tulisan JR di depan nya. Misal stasiun JR Nara, JR Kyoto. Atau kereta JR Shinkansen, dll
      Nah selain dari Moda Transportasi JR tersebut kalian bisa gunakan dengan Kansai Thru Pass, biasa di singkat jadi KTP (baca kei, ti, pi). Karena cukup banyak Moda Transportasi selain JR di area Kansai ini. Jadi kalian bisa gunakan KTP ini.
       
      Bagaimana Cara Mendapatkan Kansai Thru Pass ?
      Mendapatkan nya dalam kata lain adalah Membeli nya cukup mudah dan bisa di lakukan dari Indonesia juga. Seperti yang saya lakukan kemarin. Saya melakukan pembelian secara online untuk Kansai Thru Pass ini, melalui website Resmi mereka di Nankai Travel International Co
      Langkah Membeli Online KTP sebagai berikut :
      01. Baca terlebih dahulu info lengkap Surutto Kansai Thru Pass di website INI
      02. Lalu masuk ke bagian pembelian Online ke website Nankai Travel International Co
      03. Pilih berapa hari yang kalian perlukan ada yang 2 dan 3 hari dengan harga yang berbeda pula.
      04. Lalu pilih tanggal mulai penggunaan KTP sesuai yang kalian mau
      05. Isi semua data diri dengan Lengkap
      06. Pembayaran menggunakan Kartu Kredit dan mata uang Yen Jepang
      07. Print out bukti booking KTP kalian ini, yang nanti untuk di tukar di Kantor Perwakilan KTP di Jepang ada di beberapa tempat.
       
      Selain pembelian secara Online kalian juga bisa mendapatkan nya secara Offline atau membeli langsung di Kantor atau Perwakilan KTP ini di Jepang, ketika kalian sudah tiba di Jepang. Dengan harga yang sama tentu nya
      Daftar Lokasi Pembelian Kansai Thru Pass di Jepang :
      Kansai Tourist Information Center Kansai International Airport(1st Floor / 07:00 – 22:00) Nankai Electric Railway Kansai-Airport Station Ticket Office (5:00 – 23:29) Osaka Airport Information Center (1st floor, North and South Terminals / North Terminal: 8:00 – 21:00 South Terminal: 6:30 – 21:00) Kyoto Station Bus Information Center (Kyoto Station Karasuma Exit / 07:30 – 19:30) Osaka Visitors' Information Center – Namba (Inside the General Information Center Namba on the 1F of Nankai Building / 09:00 – 20:00) Kansai Tourist Information Center Shinsaibashi(11:00~19:00) Osaka Visitors' Information Center – Umeda (JR Osaka Station, Central Ticket Gate / 08:00 – 20:00) Nara City Tourist Information Center (Alight at Kintetsu Nara Station / 09:00 – 21:00) Shin-Osaka Youth Hostel (Alight at Osaka Municipal Subway Shin-osaka Station / 06:00 – 23:00) Hankyu Tourist Center Umeda Osaka (8:00 – 17:00) Kansai Tourist Information Center Kyoto (10:00 – 18:00) Kansai Tourist Information Center Daimaru Shinsaibashi (10:30 – 21:00) Tourist information Center "Kanku Machidokoro" (KANSAI AIR PORT TERMIANL2 / 11:30 – 22:00) Bagi yang membeli Kansai Thru Pass secara online bisa menukar kan Print Out Booking nya di tempat-tempat di atas dan akan menerima Kartu KTP, sebagai ganti nya.
       
      Hal-Hal Yang Perlu Kalian Tahu Tentang Kansai Thru Pass
      Kansai Thru Pass ini unik karena memang penggunaan awal nya adalah untuk memudahkan traveler berkunjung ke Jepang khususnya area Kansai dengan mendapatkan berbagai potongan harga menarik baik dari Transportasi dan lain hal nya.
      Berikut hal yang kalian harus tahu tentang Kansai Thru Pass :
      01. Kansai Thru Pass hanya bisa digunakan di Area Kansai yaitu Osaka - Kyoto - Kobe - Nara - Wakayama - Hyogo - Shiga
      02. Terdapat 2 jenis KTP yang terbagi atas banyak nya hari yaitu 2 hari dan 3 hari
      03. Harga tiap hari pun berbeda, untuk KTP 2 Hari harganya 4000 Yen, sedangkan KTP 3 Hari harganya 5200 Yen
      04. Penggunaan KTP tidak harus dalam hari yang berurutan misal kan KTP 3 hari tidak harus tanggal 1-2-3. Kalian bisa gunakan bebas                 seperti tanggal 1-2-4 atau 3-5-10 dan seterusnya. Selama dalam jangka waktu 30 hari masa aktif
      05. Di Kyoto kalian akan menggunakan banyak KTP ini karena jalur nya lebih tercover oleh Bus, yang biaya nya tercover oleh KTP ini
      06. Pembelian Kansai Thru Pass disertai buku Panduan KTP berisikan Panduan lengkap wisata di Kansai, Map kereta yang menggunakan             KTP dan juga Voucher Diskon untuk beberapa Tempat Wisata yang ada di Kansai
       
      Efektifkah Menggunakan Kansai Thru Pass ?
      Untuk hal ini saya sendiri pernah menanyakan dan berdiskusi dengan banyak orang sebelum memutuskan untuk menggunakan KTP ini. Dimana efektifitas nya itu dinilai akan banyak hal. Seperti Biaya, Waktu dan juga Keuntungan Lainnya.
      Untuk saya pribadi cukup terbantu dalam hal Berhemat biaya Transportasi selama 3 hari di Kansai di mana jika di hitung :
      One Way dari Kansai Internasional Airport ke Osaka itu paling murah sekitar 1100 yen, jika Pulang Pergi sudah 2200 yen. Lalu perjalanan Pulang Pergi Osaka - Kyoto paling murah sekitar 1200 yen. Kemudian Kyoto - Nara one way sekitar 710 yen. Belum lagi dengan destinasi saya lain nya seperti Area Osaka, area Kyoto (Bus) yang total bisa lebih dari 3000 yen. Jadi cukup membantu dalam soal berhemat.
      Namun untuk Efisien Waktu agak kurang bagus karena Jalur kereta dari Kansai Thru Pass ini rata-rata sangat jauh jadi cukup memakan waktu. Contoh dari Kansai Airport ke Osaka jika menggunakan JR Railways hanya perlu waktu sekitar 45 menit, namun jika menggunakan KTP ini menghabiskan waktu sekitar 2 jam lebih karena harus berganti beberapa kali Jalur Kereta di Stasiun.
      Untuk hal ini saya juga mempersiapkan diri dengan membeli ICOCA Card mirip PASMO Card yang di Tokyo, kegunaan nya hanya untuk Transportasi Perusahaan JR. Karena saya juga perlu efisien waktu tidak habis di jalan, karena hanya punya waktu sekitar 4 hari di Osaka - Kyoto - Nara.
      Jadi apakah Kansai Thru Pass ini efisien ? Bagi saya tergantun dari hal apa, jika melihat dari Biaya jelas sangat efisien karena terbantu mengurangi biaya. Namun jika dari hal waktu kurang efisien karena waktu terbuang percuma di Kereta / Subway.
      Demikian lah semoga jadi referensi buat kalian yang mungkin mau ke Kansai Jepang
    • By vie asano
      Masih tentang aneka frequently asked question tentang Jepang. Pada tulisan bagian pertama,
      Saya sudah berbagi informasi tentang aneka hal mendasar yang biasa ditanyakan sebelum berwisata ke Jepang. Pada bagian kedua,
      Obyek Wisata
      T: Saya baru pertama kali pergi ke Jepang. Ada rekomendasi kemana saya harus pergi jika berwisata ke Jepang.
      J: Jika kalian termasuk first time traveler ke Jepang, disarankan untuk mencoba pergi ke Tokyo lebih dulu. Ibukota negara Jepang ini cocok untuk mengawali perkenalan kalian terhadap wisata Jepang. Di kota ini ada wisata sejarah, budaya, arsitektur modern, hingga aneka taman bermain. Sedangkan jika kalian lebih tertarik mencari sesuatu yang otentik dan tradisional, pergilah ke Kyoto maupun Nara. Kedua kota tua tersebut relatif asli dan menarik dikunjungi oleh mereka yang suka sejarah.
      ____________________ T: Selain Tokyo, Kyoto, dan Osaka, kota mana saja yang jadi tujuan wisata terpopuler di Jepang?
      J: Untuk kota-kota wisata terpopuler di Jepang, silahkan baca ini:
       
      ___________________________________________________________
      T: Denger-denger Kyoto itu kota yang mahal? Apa benar wisata ke Kyoto lebih mahal dibanding Tokyo?
      J: Sepintas, Kyoto memang terasa lebih mahal dibanding Tokyo. Itu karena di kota ini mayoritas tempat wisatanya (seperti kuil dan istana) menerapkan tiket masuk. Namun bukan berarti kota ini nggak ramah bagi budget traveler, karena sebetulnya masih banyak wisata gratisan yang bisa ditemukan disini. Informasi lebih lengkap bisa baca
       
      Arashiyama Bamboo Forest, Kyoto. Foto:
      sumber ___________________________________________________________
      T: Hokkaido itu dimana? Apa saja yang menarik disana?
      J: Hokkaido merupakan nama sebuah pulau sekaligus prefektur yang letaknya berada di sisi utara Jepang. Untuk informasi tentang Hokkaido dan aktifitas menarik yang bisa dilakukan disana, bisa baca
      dan
       
        _______________
      T: Saya berencana untuk wisata ke Tokyo, tapi inginnya sih sekaligus wisata ke kota lain. Kota mana saja yang bisa dijadikan side trip dari Tokyo?
      J: Ada beberapa kota yang posisinya tak begitu jauh dari Tokyo dan populer sebagai side trip yang bisa dikunjungi pulang pergi, mulai dari Yokohama, Kawasaki, Kamakura, Enoshima, Narita, Hakone, Nikko, hingga Kinugawa Onsen. Detail tentang masing-masing kota tersebut bisa dibaca disini: Side Trip from Tokyo (1): Yokohama,
      Side Trip from Tokyo (3): Kamakura,
      Side Trip from Tokyo (5): Narita,
      Another Trip from Tokyo (2): Nikko.
        T: Apa bedanya kuil Shinto dan kuil Budha? Mana yang lebih menarik untuk dikunjungi?
      J: Kuil Shinto merupakan kuil yang dibangun untuk melakukan kegiatan peribadatan ajaran Shinto yang merupakan kepercayaan asli penduduk Jepang, sementara kuil Budha jelas merupakan kuil untuk agama Budha. Namun pernah ada masa dimana kedua agama tersebut mengalami akulturasi dan akhirnya melahirkan arsitektur kuil yang memadukan kedua ajaran tersebut, sehingga tak heran jika kalian menemukan ada kuil Shinto yang juga memasang patung Budha, maupun melihat kuil Budha yang dilengkapi dengan patung dewa-dewa Shinto. Baik kuil Shinto maupun kuil Budha memiliki daya tarik yang membuatnya menarik untuk dikunjungi.
      ___________________________________________________________
      T: Berapa harga rata-rata tiket masuk ke obyek wisata di Jepang?
      J: Tergantung jenis obyek wisatanya dan juga kotanya. Misalnya saja untuk kuil. Di Tokyo, rata-rata kuilnya bisa dimasuki secara cuma-cuma. Namun di Kyoto, rata-rata kuilnya menerapkan tiket masuk dengan harga antara 100-500 yen* (kecuali untuk Kokodera Temple yang tiket masuknya 3000 yen*). Sedangkan untuk taman bermain, bisa mulai dari 800 yen* hingga ribuan yen.
      ___________________________________________________________
      T: Apa di Jepang selalu turun salju saat musim dingin?
      J: Sayangnya tidak. Hanya daerah tertentu saja yang mengalami musim dingin bersalju, sementara daerah lainnya hanya merasakan udara dingin saja. Informasi lebih lengkap, bisa baca disini:
      Shirakawa-go di musim dingin. Foto:
      sumber ___________________________________________________________
      T: Saya penasaran dengan Gunung Fuji! Gimana caranya pergi kesana dari Tokyo?
      J: Saya pernah mengulas tentang Gunung Fuji dan juga area Fuji Five Lakes. Untuk lebih jelasnya, bisa baca disini:
       
       
       
       
      ___________________________________________________________
      T: Apa bedanya onsen dan sento? Jika saya ingin mencoba onsen, dimana onsen terbaik yang direkomendasikan?
      J: Secara mudah, sento merupakan pemandian umum yang sumber air panasnya menggunakan air yang dipanaskan; sementara onsen merupakan pemandian dengan air panas alami. Detail tentang sento bisa dibaca disini: Sento (Public Bath) di Tokyo part 1, Sento (Public Bath) di Tokyo part 2. Sedangkan jika ingin menikmati onsen di Jepang, silahkan mengintip dulu beberapa tulisan berikut ini:
       
       
       
      dan
      ___________________________________________________________
      Semoga informasinya bermanfaat!
      Baca seri lengkapnya:
    • By vie asano

      Sudah tahu kan kenapa harus mempertimbangkan untuk sekolah di Jepang? Sudah tahu juga beberapa skenario yang bisa dicoba agar bisa bersekolah di Jepang? Kalau belum, silahkan baca dulu tulisan sebelumnya (dengan cara klik link pada tulisan di atas). Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi tips dan trik seputar sekolah di Jepang, mulai dari memilih sekolah, hingga cara menghubungi calon pembimbing.
       
      Tips memilih sekolah di Jepang
      1. Pertama dan yang paling utama, sama seperti halnya saat akan masuk perguruan tinggi di Indonesia, tentukan dulu mau memilih jurusan atau menekuni bidang apa. Masalah jurusan ini sangat penting lho. Salah seorang kenalan saya pernah mengalami krisis identitas jurusan. Karena kesulitan mencari jurusan yang sesuai kata hati, akibatnya dia mengambil kuliah di universitas antah berantah jurusan nomaden, alias setiap tahun pindah-pindah tempat kuliah dan berganti jurusan. Jadi sebelum mendaftar ke sebuah sekolah/kampus, pastikan dulu apa minat Anda. Seberapa besar minat Anda terhadap jurusan tersebut? Kan nggak lucu setelah jauh-jauh pergi ke Jepang akhirnya malah luntang lantung karena nggak cocok dengan jurusan yang dipilih.
       
      Itu untuk yang memilih kuliah S1. Bagi calon mahasiswa S2 maupun S3, tentukan dengan benar bidang apa yang ingin ditekuni. Pemilihan bidang ini akan menjadi salah satu acuan penting untuk memilih pembimbing yang dapat membantu kita bersekolah di Jepang.
       
      2. Setelah menetapkan jurusan maupun bidang yang akan ditekuni, saatnya memilih universitas yang akan menjadi tempat untuk menimba ilmu. Agar bisa menimba ilmu secara maksimal, sebaiknya pilih tempat kuliah yang memiliki spesialisasi di bidang yang akan ditekuni maupun jurusan yang akan diambil. Misalnya saja, jika ingin mengambil jurusan teknologi, ya carilah universitas yang terkenal memiliki kurikulum bagus di bidang teknologi seperti Tokyo Institute of Technology maupun Universitas Tokyo. Begitu juga jika ingin menekuni bidang seni, bisa memilih spesialisasi seni tertentu (desain, musik, dan sebagainya).
       
      3. Biasanya, dilema lain yang muncul adalah pilih universitas negeri atau swasta ya? Di Jepang, kualitas antara universitas negeri maupun swasta sebetulnya sama saja. Perbedaan mencolok terletak pada masalah biaya. Jika biaya tidak jadi masalah, maka kampus negeri atau swasta akan sama saja. Namun jika mengincar potongan biaya pendidikan maupun kemudahan biaya lainnya, sebaiknya memilih universitas negeri.
       
      4. Tips lain untuk memilih universitas yang tepat, adalah pertimbangkan juga masalah kota tempat lokasi kampus tersebut berada. Kampus yang berada di kota besar (seperti Tokyo) tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit, khususnya dalam masalah biaya hidup. Iklim di kota tersebut juga salah satu yang perlu diperhatikan. Saya telah menyinggung sekilas mengenai iklim di Jepang melalui tulisan ini. Daerah utara Jepang memiliki iklim yang relatif lebih dingin dibanding daerah selatan. Jadi jika kira-kira memiliki masalah dengan suhu yang terlalu dingin maupun terlalu hangat, sebaiknya carilah kampus di kota yang memiliki iklim yang paling ramah terhadap kondisi tubuh.
       
      Tips saat mencari dan menghubungi calon pembimbing
      1. Untuk cara mencari calon pembimbing, seperti sudah disinggung disini, cara termudah adalah dengan memanfaatkan koneksi. Minta saran dari siapa saja yang sudah pernah menempuh pendidikan di Jepang. Cara lainnya adalah dengan bertanya pada mbah google. Perhatikan korelasi antara bidang studi yang ingin ditekuni dengan bidang keahlian doktor maupun profesor yang akan jadi calon pembimbing. Kan aneh kalau mencari pembimbing yang ahli nuklir, padahal rencananya ingin menekuni bidang arsitektur.
       
      2. Selain harus jeli memilih pembimbing yang memiliki keahlian di bidang yang akan kita tekuni, salah satu pertimbangan lain dalam memilih pembimbing adalah track record-nya. Sudah jadi rahasia umum ada beberapa pembimbing yang hanya memanfaatkan mahasiswa untuk membantu penelitiannya dan tidak berkontribusi banyak dalam membimbing mahasiswa. Selain itu, ada juga pembimbing yang kurang memahami cara membimbing mahasiswa asing (yang berarti harus berhadapan dengan perbedaan budaya, bahasa, dan sebagainya). Nah, salah satu indikator yang bisa digunakan untuk memilih pembimbing adalah track record-nya dengan mahasiswa asing. Seringkah pembimbing tersebut menerima mahasiswa asing? Banyakkah mahasiswa asing bimbingannya yang berhasil selepas lulus sekolah?
       
      3. Salah satu cara terbaik untuk mengontak calon pembimbing adalah melalui email. Tak apa jika tidak bisa berbahasa Jepang, karena email bisa dibuat dalam bahasa Inggris. Namun perlu diketahui juga tidak semua doktor/profesor di Jepang menguasai bahasa Inggris. Jadi jika kegiatan surat menyurat akan dilakukan dalam bahasa Inggris, carilah pembimbing yang memahami bahasa Inggris. Oya, jangan kaget juga jika tiba-tiba ditanya mengenai kemampuan berbahasa Jepang ya, karena beberapa pembimbing mensyaratkan kemampuan berbahasa Jepang (walau untuk level percakapan sehari-hari.
       
      4. Saat menghubungi calon pembimbing, jangan langsung mengharapkan balasan. Tunggulah 2-3 minggu (bisa juga hingga 4 minggu) karena seorang doktor/profesor pastilah memiliki jadwal yang padat. Tak ada salahnya mengirim email ke beberapa calon pembimbing dalam satu waktu, tentunya selama calon pembimbing tersebut memiliki kualifikasi di bidang yang akan ditekuni.
       
      5. Bagaimana jika ditolak oleh pembimbing? Tenang, dunia belum kiamat. Jangan dulu buru-buru ngambek dan batal kuliah di Jepang. Di Jepang ada ribuan doktor/profesor dan tak sedikit dari mereka yang membutuhkan mahasiswa asing. Jangan salah, bukan hanya mahasiswa asing yang perlu pembimbing lho. Doktor/profesor juga perlu mahasiswa asing agar bisa go internasional, dan universitas/kampus juga perlu mahasiswa asing untuk menaikkan ratingnya. Jadi jangan putus asa jika ditolak. Tetap ucapkan terima kasih karena telah merespon email Anda, dan tak ada salahnya meminta rekomendasi koleganya yang membutuhkan mahasiswa asing.
       
      6. Perhatikan tata bahasa yang digunakan saat menghubungi pembimbing. Orang Jepang mengutamakan sopan santun saat berinteraksi, jadi tata bahasa sangatlah penting.
       
      7. Untuk contoh email pada calon pembimbing, saya mengambil contoh sumber dari e-book yang ditulis oleh Sunu Wibirama (klik link untuk melihat e-book aslinya). Bagi yang nggak sempat buka-buka e-book nya, kurang lebih strukturnya sebagai berikut:
       
      - Subject: .. < nama kita > < nama universitas asal > - < nama beasiswa > < tahun ajaran > for .. < isi dengan Research Student/Master Degree/Doctoral Degree > in University < isi dengan nama universitas tujuan >. Merasa kepanjangan? Nggak apa-apa, karena ini untuk membedakan dengan email lainnya.
      - Salam pembuka: ucapkan salam dengan menyebut nama pembimbing.
      - Isi email: berisi perkenalan (menyebut nama, biodata singkat), penjelasan mengenai riset yang telah dikerjakan, permohonan untuk mengikuti riset yang sedang dilakukan oleh pembimbing.
      - Penutup: lampirkan beberapa dokumen pelengkap seperti bermacam sertifikat, dan surat rekomendasi (jika ada).
       
      8. Setelah dapat pembimbing, apa yang harus dilakukan? Jangan langsung pesta dan bersenang-senang ya. Tetap jalin kontak dengan beliau, jika perlu sesekali melalui telepon. Jangan lupa minta surat keterangan telah diterima oleh pembimbing yang bersangkutan. Tujuannya untuk memudahkan jika ingin mencari beasiswa.
       
      Lalu ada tips untuk mencari beasiswa ke Jepang nggak? Dan dimana cara mendapat informasi berbagai universitas di Jepang? Tunggu tulisan selanjutnya ya.
       
      Semoga bermanfaat.
      ***
      Baca seluruh seri tentang sekolah ke Jepang:
      Belajar ke Jepang? Ini Alasan yang Harus Dipertimbangkan
      Beberapa Skenario untuk Sekolah ke Jepang
      Kuliah ke Jepang? Ini Tips dan Trik-nya
      Mau Dapat Beasiswa ke Jepang? Begini Caranya.
    • By Gulali56

      Sudah banyak memang yang menulis bahwa apply visa China itu gampang . Tetapi yang namanya sudah beli tiket pesawat pulang pergi , apply visa selalu membuat saya was was.
      Ini kali kedua saya apply visa, setelah sebelumnya apply visa Taiwan 2 tahun yang lalu. Yang bikin kuatir mungkin karena salah satunya adalah saya baru memperpanjang paspor pertengahan tahun ini.So far dengan paspor yang baru cuma ada cap Negara Singapura 2x dan Malaysia 1x.
      Untuk apply visa China sekarang tidak lagi di kedutaan RRC melainkan agen khusus yang ditunjuk yaitu di Chinese Visa Application Service Center di The East Mega Kuningan. Padahal Kedutaan RRC cuma 3 menit jalan kaki dari kantor saya. Sedangkan ke The East itu justru 10menitan.
      Pertama-tama saya mendownload form di https://www.visaforchina.org/ sebenarnya bisa sekalian isi online terus tinggal print tapi karena teman saya tidak ada internet akhirnya saya download saja dan isi manual tulisan tangan.
      Pertanyaannya tidak terlalu ribet, mungkin yang agak ‘tricky’ karena ada kolom itinerary tapi cuma dikasi jatah 5baris. Akhirnya saya tulis tanggal saya sampai di Beijing dan tanggal keluar dari Beijing.Haha.. asli culun. Maksud saya toh memang mau menyertakan itinerary di lembar terpisah.Ternyata pas di loket, dikembaliin tuh lembar itinerary yang di ketik bagus-bagus.Yang culun di aplikasi justru tak masalah.
      Jadi yang dibutuhkan untuk apply visa China itu adalah sbb:
      Form aplikasi yang sudah diisi lengkap dan di ttd. Oiya pake ukuran kertas A4 ya print nya. Foto 4x4.5cm latar belakang putih 1 lembar. Kalau saya ambil foto di Mal Ambassador lt.1,15-20menit saja harga Rp 40,000.Cukup bilang foto buat visa China ya.Orgnya sudah biasa bgt ngelayanin pembuatan foto buat visa jadi gak pake tanya ukuran foto.Iyalah daerah kuningan gudangnya kedutaan dan agen pembuat visa. Paspor asli dgn masa berlaku lbh dari 6bln dari tgl keberangkatan. Copy paspor, copy KTP Copy Ticket pesawat Copy booking hotel Saya datang jam 11.30 langsung diarahkan naik tangga ke lantai 2 pas di depan pintu masuk The East. Di lantai 2 ketemu satpam,ditanya mau ambil jalur regular atau express.Berhubung santai ya kita pakai jasa regular. Dikasi nomer urut.Baru duduk 2 menit sudah dipanggil nomer saya, karena memang saat itu kosong banget disana.
      Di loket langsung dicek kelengkapan dokumen, ternyata temen saya lupa copy passport nya untung mba petugasnya baik. Diterima
      aja tanpa embel-embel harus bayar fotocopy lagi. Langsung dikasi form pengambilan visa

      Saya submit aplikasi di hari selasa, visa bisa diambil di hari jumatnya. Yang paling oke lagi. Bayar nya pas visa jadi dan bisa pakai credit card.
      Akhirnya berhasil juga dapat visa China, padahal pas ambil pas sampai sana jam 4kurang 2menit.hehehe..
      Cuman lagi mikir aja. Betapa enaknya itu agen service visa yang di kasi hak exclusive itu. Harga single entry (reguler) yang Rp 300,000 jadi Rp 540,000. Ckckck..Kaya banget tuh agen.
      The East Building, Unit 6, 2nd Floor,
      Jl, DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 3.2
      no.1 South Jakarta 12950, Indonesia.
      Office Hours:
      Monday – Friday
      Application Submission: 9:00AM to 3:00PM
      Payment and Passport Collection: 9:00AM-4:00PM
      The Center is closed on Saturdays, Sundays and Indonesian public holidays.
      Biaya Visa + Processing Fee
      Single Entry:
      Reguler(4hari) : 300,000 + 240,000
      Express (3hari): 300,000 + 200,000(extra fee) + 400,000
      Urgent (2hari): 300,000 + 300,000(extra fee) + 500,000
      Nah kebayang deh jadi berapa total biaya untuk entry dibawah ini.
      Double entry : Rp 450,000
      Multiple entry /6bulan : Rp 600,000
      Multiple entry/1thn: Rp 900,000