• 0
chrisvild

Amazing Flores - From East to West

Question

Amazing Flores - From East to West

Halo semua, mau berbagi cerita perjalanan saya ke Flores beberapa waktu yang lalu nih. Tulisan dan foto saya ini sebenernya udah pernah dimuat di majalah LionMag bulan April 2012 (Inflight magazine dari Lionair), cuman pasti ga semuanya pernah baca dan oleh karena itu saya share disini ya.

Peta Flores:

map-flores-web_zpsf78f8af9.jpg

Saya mulai ya:


Perjalanan ini dimulai ketika salah satu teman meng- EMAIL saya untuk menyelusuri keindahan alam Flores, NTT. Memang saya sudah merencanakan untuk menyambangi alam di Timur Indonesia yang terkenal eksotis, namun entah mengapa, Flores tidak pernah terpikir di benak saya. Papua, Ambon, Maluku memang lebih dahulu mengisi daftar perjalanan yang sudah saya siapkan sebelumnya. Setelah melihat itenerary serta budget yang harus disiapkan, akhirnya saya menyetujui ajakan itu sambil membaca tulisan kecil dibawahnya, "This gonna be our amazing journey."

BERAWAL DARI MAUMERE

Dua minggu berselang dan tiba saatnya untuk berangkat ke tempat tujuan, Flores, NTT. Perjalanan dimulai dengan rute: Jakarta - Kupang - Maumere. Siang hari sesampainya di Maumere, saya menuju ke Patung Kristus Yesus yang berada di tengah kota. Patung setinggi 4 meter ini merupakan simbol kepercayaan masyarakat flores yang mayoritasnya beragama Khatolik. Dibangun pada tahun 1926 oleh raja Don Thomas da Silva namun sempat mengalami kerusakan sehingga pada tahun 1989, patung ini dipugar kembali dan diberkati oleh Paus Yohannes Paulus II ketika berkunjung kesana. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Desa Moni, desa terdekat yang berada di bawah kaki G. Kelimutu yang tersohor akan kawah 3 warnanya.

KEINDAHAN KAWAH 3 WARNA GUNUNG KELIMUTU

Waktu menunjukan jam 04.30 WITA, saatnya bergegas untuk melihat sunrise di G.Kelimutu. Jalanan berkelok-kelok serta udara dingin yang menusuk tulang tidak mengurungkan niat saya untuk mengabadikan gambar di Gunung yang pernah masuk di dalam mata uang Indonesia nominal 5000 Rupiah ini. Sesampainya di pos pertama, saya masih harus trekking lagi selama 1 menit untuk sampai ke puncaknya. Jalan setapak yang bercampur dengan jalan beton sangat membantu turis untuk dapat mencapai puncaknya. 15 menit saya lalui, kantuk dan lelah terbayar lunas ketika matahari terbit di ufuk timur dan memperlihatkan cantiknya alam Indonesia ini.

 

 

11_zps9de53f75.jpg

 

Kelimutu dalam bahasa setempat berarti: Keli = gunung dan Mutu = mendidih, dimana pada awalnya merupakan gunung berapi aktif dan meletus sehingga menghasilkan kawah 3 warna seperti sekarang ini. Masyarakat setempat percaya bahwa setelah meninggal dunia, jiwa orang tersebut akan tinggal di kawah untuk selamanya. Namun para arwah tersebut terlebih dahulu menghadap Konde Ratu selaku pintu masuk di Pere Konde untuk ditentukan untuk masuk ke salah satu kawah berdasarkan perbuatan dan usianya. Kawah Tiwu ata Mbupu untuk roh orang tua, kawah Tiwu Nuwa Muri Koo untuk arwah muda-mudi, dan kawah Tiwu Ata Polo untuk arwah orang yang sering melakukan kejahatan selama hidupnya. Uniknya lagi, warna dari kawah Kelimutu ini adalah airnya yang sering berubah-ubah seiring waktu dan material yang terkandung di dalamnya.

 

 

12_zpsde20cf38.jpg

 

 

BERCENGKRAMA DENGAN PENDUDUK DESA WOLOGAI

Setelah puas menikmati keindahan kawah Kelimutu, perjalanan dilanjutkan ke Ende, tepatnya menuju desa adat Wologai. Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk mencapai desa ini. Desa Wologai terletak di Kecamatan Detusoko, 40 Km arah Timur Kota Ende. Wologai merupakan desa yang belum tersentuh oleh modernisasi. Penduduknya sangat ramah kepada turis, sampai-sampi seorang penduduk disana menyuruh memanggil dirinya dengan sebutan "mama". Di tengah desa terdapat bangunan tempat berlangsungnya upacara keagamaan dan di dalam bangunan itu terdapat gendang yang terbuat dari kulit manusia. Tidak semua turis dapat melihat gendang tersebut, hanya mereka yang menyerahkan persembahan seperti sapi atau kambing yang dapat melihatnya. Keunikan lain dari desa ini adalah adanya batu yang dikeramatkan oleh pendududk, karena menurut mereka, siapa saja yang menyentuh batu itu, desa mereka akan hancur seketika.

 

 

 

7_zps7dedcf10.jpg

 

 

BAJAWA, TEMPATNYA KAMPUNG BENA

Perjalanan saya lanjutkan lagi dan hari ini saya menuju ke Bajawa. 45 menit dari Bajawa, tepat di kaki gunung Inerie, terletak kampung wisata bernama Kampung Bena. Kampung Bena ini sendiri terletak di Desa Tiworiwu, Kecamatan Aimere, Ngada. Mayoritas penduduk disini bekerja sebagai peladang dan tukang tenun. Dibandingkan Wologai, kampung Bena nampak lebih komersil. Hal ini dibuktikan dari setiap rumah yang saya sambangi, selalu menawarkan souvenir berupa kain ikat, kain lilit, maupun ikat kepala. Ciri khas dari kampung Bena ini adalah rumahnya yang beratap tinggi dan terbuat dari ilalang, di tengah kampung terdapat halaman yang luas bernama Kisanatha dan digunakan untuk ritual keagamaan. Di kampung ini hidup 9 klan dimana ditandai dengan Ngadu dan Bagha yang berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat dengan roh leluhurnya.

 

 

 

9_zpsfd567cfb.jpg

 

 

 

8_zpsd7436241.jpg

 

 

MENGUNJUNGI TAMAN NASIONAL PULAU KOMODO

Dari Bajawa saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Sawah Lingko dan air terjun Cunca Wulang, namun karena keterbatasan space :) langsung saya menuju ke Labuan Bajo, dan menginap di Wae Cicu, sebelum akhirnya saya ke Pulau Komodo.

 

 

 

6_zpsec0022ae.jpg

 

 

Pagi hari setelah mempersiapkan segala peralatan, saya menuju ke dermaga untuk menuju pulau Komodo. Perjalanan ke Pulau Komodo dapat ditempuh salam waktu 2-3 jam. Taman Nasional Pulau Komodo dibagi atas 3 pulau besar yaitu Rinca, Komodo, dan Padar dimana Pulau Komodo adalah pulau terbesar. Pulau Komodo juga masuk kedalam UNESCO World Heritage Site pada tahun 1986.

 

 

 

10_zps4fe328a8.jpg

 

 

Sesampainya di Dermaga Loh Liang, Pulau Komodo saya segera disambut Ranger yang berjaga di pulau. Mereka memberi pengarahan di pos jaga serta memberi tahu larangan yang harus dipatuhi oleh pengunjung pulau. Banyak hal yang harus dipatuhi seperti tidak boleh memakai benda yang terjuntai seperti tas, larangan untuk wanita yang sedang datang bulan, sampai larangan untuk membawa makanan ke dalam pulau. Selesai pengarahan, saya diberi pilihan untuk trek yang ingin saya lalui, karena keterbatasan stamina, saya memilih medium track.

 

 

 

4_zps7adfd306.jpg

 

 

5_zps5344d318.jpg

 

Sepanjang perjalanan di pulau ini, para Ranger memimpin dengan membawa tongkat bercabang diujungnya, yang digunakan untuk menghalau komodo ketika mau menyerang. Sampailah saya pada pos pertama bernama "Water Hole". Beruntungnya saya karena baru sampai pos pertama, saya dapat melihat banyak sekali komodo disini. Karena perlu diketahui, komodo tidak selalu dapat dilihat di suatu tempat karena kondisi pulau yang sangat besar, dan pergerakan mereka yang selalu berpindah pindah. Saya terus mendaki sampai tiba di suatu tempat bernama "Sulphurea Hill Top", ini merupakan tempat tertinggi jika melalui medium trek. Disini saya dapat melihat Pulau Komodo dari ketinggian dan laut jernih bewarna biru hijau di kejauhan. Sungguh pemandangan yang indah dengan dominasi warna krem bercampur dengan warna biru yang membuat  saya berpikir untuk terus mensyukuri betapa kaya dan indahnya alam Indonesia ini.

 

 

http://i1100.photobucket.com/albums/g413/chrisvild/Travelicious/3_zps7acccf4d.jpg

 

 

 

http://i1100.photobucket.com/albums/g413/chrisvild/Travelicious/2_zps6bf19593.jpg

Tak lama saya menuruni bukit untuk kembali ke dermaga, saya menemukan beberapa penjual souvenir khas pulau Komodo, seperti kaos, gantungan kunci, asbak, sampai patung kayu berbentuk "naga raksasa" ini. Dari pulau Komodo ini perjalanan saya teruskan ke Pink beach yang terkenal akan pasirnya yang bewarna merah jambu. Warna merah itu sendiri terbentuk akibat pecahan koral merah yang terkena abrasi yang waktu terdahulu banyak terdapat di sekitar perairan pulau Komodo. Air lautnya yang menurut saya "superbening" memaksa saya untuk snorkling serta melihat keindahan bawah lautnya. Hari mulai sore dan saya mendapat intruksi untuk bergegas pulang ke Wae Cicu. Sungguh pengalaman yang luar biasa bisa menyaksikan keindahan alam Pulau Flores, "This is very amazing journey."

 

 

http://i1100.photobucket.com/albums/g413/chrisvild/Travelicious/1_zps38ab122b.jpg

Sekian cerita dari saya, semoga bermanfaat!!


NB: Sorry jika fotonya saya kasih watermark ;) n kalo ada yang butuh itenerarynya bisa contact saya. cheers!
 

Share this post


Link to post
Share on other sites

65 answers to this question

  • 0

waw keren mas

saya di bandung banyak temen2 dari flores sering cerita maumere itu keren banget :D

Hi Def!

 

iya semuanya keren nih klo di Flores, landscape, human interest, food, smuanya ada disini. Recommended d poko'e :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

wah keren ya tempat-tempatnya, kata kenalan saya yang orang flores emang sih dia bilang flores masih bagus tempatnya, beda sama sini hahahaha

fotonya bagus-bagus semua nih

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

wah keren ya tempat-tempatnya, kata kenalan saya yang orang flores emang sih dia bilang flores masih bagus tempatnya, beda sama sini hahahaha

fotonya bagus-bagus semua nih

Iya bener bro, disana masih banyak yang belum terjamah, klo jakarta "terlalu" :D

 

Thanks bro :)

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

memang keliatan daerah indonesia timur itu alamnya indah2 bgt ya  :)

yg lain juga indah sih, cuma karena ku belom pernah ke indonesia timur cuma ngeliat di foto2 aja, jdnya indah bgt gituu, mudah2an kesampean ke daerah2 sana deh  :)

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

memang keliatan daerah indonesia timur itu alamnya indah2 bgt ya  :)

yg lain juga indah sih, cuma karena ku belom pernah ke indonesia timur cuma ngeliat di foto2 aja, jdnya indah bgt gituu, mudah2an kesampean ke daerah2 sana deh  :)

iya betul bgt, aslinya lebih indah lagi lho @tiara

 

amin2 ;)

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

FR nya keren, memang flores itu indah banget.. Saya kmrin ga sempat ke maumere dan pengen rasanya nginep di desa Bena, pas ksana tryta banyak wisatawan asing bawa kasur lipat dan bermalam disitu. Kayaknya seru.. :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

FR nya keren, memang flores itu indah banget.. Saya kmrin ga sempat ke maumere dan pengen rasanya nginep di desa Bena, pas ksana tryta banyak wisatawan asing bawa kasur lipat dan bermalam disitu. Kayaknya seru.. :D

iya kampung adat di flores kebanyakan bisa dibuat bermalam, kalo mau lebih gokil lagi coba di Waerebo @dinayamatir

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By ko Acong
      Bosan mengunjungi Japan Hanya tokyo kyoto osaka
      Perlu nih Piknik Denga suasana berbeda 360 derajat Cobalah destinasi anti mainstreem
      yaitu Alpine Route memang biaya agak mahal sikit
      namun kita akan Bahagia dengan pemandangan yang tiba2 berubah satu spot dan lainya
      dan disuguhi Udara yang super Bersih
       untuk menyusuri alpine route kita harus bayar terpisah dari tiket jr mau jr nasional jr west jr east
       yaitu harus bayar option tiket nya 9000 yen tinggal duduk manis
      atau eceranpun ada namun boros 3000 yen (12000 yen )
      Bagaimana cara  ke alpine Route
      dan ini jalur saya yang pasti berbeda dengan pemegang Jr Pas
      Dari Shinjuku Tokyo Pake Bus menuju  matsumoto 4500 yen  3 jam kurleb Wakltu tempuh  Highway Bus
      Tak lupa saya tukarkan  Turis pass  Matsumoto takayama Alpine  beli di turtravel kita seharga 17500 Yen
       dengan Rincian Jr pas mencakup  sinano omachi,  matsumoto .kiso fukushima, Ena , Nagoya , Gifu, Gero Takayama, Hida ,Toyama 
      Saya tidak beli Jr pas karena lebih murah   Rp 1.2 jutan pake paket ini  karena tidak ke Osaka  dan pulang Via Narita PP nya
      Piknik seputaram Alpine Takayama Matsumoto  ,bias mencapai Beberapa  Perfektur
      yang saya kunjungi mempergunakan Jr campur Optionak tiket Alpine berlaku 5 Hari  17500 YEN
      Sbb
      Matsumoto : sayakunjungi  Castel matsumoto salah saqtu yang terkenal Di japan
      Jinjo (lupa namanya dengan warna yang dominan Pinky
      Sala satu perguruan tinggi melegenda  Kaichi school museum
      Kami kochi  sungai yang jernih https://www.google.com/destination/map/topsights?q=ada+apa+di+matsumoto.&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=fflb&site=search&output=search&dest_mid=/m/012xgc&sa=X&ved=2ahUKEwiJqOOR9pfbAhXYeX0KHe6hBnUQ69EBKAAwAHoECAEQLQ#trifp=skpm%3D/m/027qll0
      Narai juku / Kiso Valey :

      Desa kuno yang memegang peran penting untuk jalur Distribusi perdagangan  ke Tokyo Kyoto
      hasil pegunungan Takayama  dan desa seniman keramik juga serta ada satu Obat dewanya yang sangat manjur saying saya ngak bias bacanya
       https://translate.google.com/translate?hl=id&sl=en&u=https://www.japan-guide.com/e/e6080.html&prev=search
      Hida :
      Adalah kota kecil penghasil Kayu paling berkualitas  dengan ahli2 kayunya 
      Pemandangan sekeliling nya indah dengan  dilintasi sungai besar berasal pegunungan takayama
      Dan yang paling unik ada jalan yang berjejer rumah2 kuno dan ada selokan kecil yang isinya ribuan ikan koi besar2  untuk menandakan Bahwa terdampak Bom Atoom  jaman Hirosma  Nagasaki telah Clear dan Hida ini melaui selokan kecil berisi ikan koi gede2 menjadi terkenal seantero negrinya dan universal
      https://www.google.com/destination?q=ada+apa+di+hida+furukawa&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=fflb&site=search&output=search&dest_mid=/m/02jbp_&sa=X&ved=2ahUKEwjY9Na3-JfbAhXaXCsKHe8bDX8Qri4wGXoFCAEQmQE#dest_mid=/m/02jbp_&tcfs=EhoaGAoKMjAxOC0wNi0wNhIKMjAxOC0wNi0xMA 
      https://www.infojepang.net/info-wisata-di-takayama/
      GERO ONSEN
       
       http://video.metrotvnews.com/kokoronotomo/5b2E9mMN-jalan-jalan-di-gero-onsen-gassho-mura
      satu kota  wisata sungai dan onsen umum saying saya dating nya kepagian coba kalo nginap di Gero atao agak sore kemalam tentu mataku berbinar2-binar dengan onsen bareng  nyampur cewe cowo disana  huhuiii jangan Omes ya tradisi mandi bareng  /onsen merupakan suatu kehormatan bagi tradisi local bahwa kita termasuk satu keluarga besar saat itu
      semuanya berdekatan dengan Perfektur Gifu Hanya dengan 175000 Yen  kita bias mengunjungi mtempat tempat ini semua  bias dari Tokyo atau dari Osaka  tentunya berbeda beda JR nya  ingin nyaman beda sikit pegang lah JR pass ingin irit  intip cara sibocah tua nakal mengirit  http://video.metrotvnews.com/kokoronotomo/5b2E9mMN-jalan-jalan-di-gero-onsen-gassho-mura
      Perjalanan Ko Acong nano nano rasanya  tanpa kendalal dan berbagai hambatan terjadi tak sukses namanya  secara “ sibocah tua nakal “  (yang tidak bisa Bhs asing Gadget Low  dan segala kekurangannya }
      Kendala pertama yang menghambat perjalananb saya 5 Hari
      Sbb  : teledor nya saya dikala nukar Turis pass tidak dibaca 
      Saya beli tiket terusan pass Alpine Takayama Matsumoto  sudah Betul
      Namun petugas di JR Tokyo Lalai salah menempelkan ke Kartu Jr west Pass
      Nah kendala pas mau digunakan ditolak oleh petugas lapangan  satu petugas ke  petugas lainyaq tetap ditolak lebih dari 5 orang  waduh apa daya saya sekarang secara saya bawa uang benar2 Dibatas Mutlak hanya 20000 yen untu uang saku selama seminggu 
      Begitu lunglai pass lirik ada japan turis informasi  nah saya coba deh 
      Plis help mi talk Bahasa ????? bengong tuh semua 
      Aduh kumaha atu ieu the wot hepen cantik
      Keluar deh seorang atasannya sambil bawa Hp gede sebesar buku
      Mulai dia taktik tuk eh keluar  suara Indonesia   apa yang bisa kami bantu
      Saya jawab apa macam persoalannya  masih ngak nyambung pake Suara inputnya
      Nah disini bodoh tapi pandai (bawaan sejak lahir ) nya sibocah tua nakal secara saya pernah utak atik Tranlate Bhs ku ketik juga via Abjad  BINGO nyambung deh walo lama mereka sabar
      Sudah tau masalahnya  langsuk bikin Maklumat sakti untuk kepala setasiun  bla blab la mohon untuk Membantu  Lao ye #bos tua ---ini yang salah adalah Pihak JR Tokyo dan ada Catt CP pejabat Jr pusat
      Namun tetap  ada saja tiap ganti perfektur kendala terjadi  saya keluarkan jurus  nakal nya sampe kepala stasiun berkenan keluar kandang nya  dengan pake Googele tralate suara dikencangkan  heboh kan hehehehe swibocah tua nakal punya mainan baru








      Fr Alpine2018.docx













    • By itsmeu
      안녕하세요~~ (Annyeong haseyo, Hello)
       
      Pertama-tama,Alhamdulillah, finally, akhirnya meu menjejakkan kakinya di Korea Selatan. Setelah nabung nabung, momok visa yang menakutkan akhirnya guys, aku berangkat juga ke salah satu country goals akooh, secara basicnya ak emang anak yg doyan korea-an baik kpop/drama dr jaman full house.
      Tanpa banyak curcol lagi...FR yg sudah aku janjikan pas nulis thread malaka...check it out...
       Jadinya tanggal 28 April – 5 Mei 2018 kemarin aku dan 2 tmnku berangkat ke negeri gingseng.
      Tiket pesawat Air Asia: PP 3.78jt + bagasi 1 (20kg) = 4.28 jt
      Lokasi penginapan: BB Hostel Hongdaeline (KW hongdaeline) : 380000 won/seminggu (private bathroom,kamar isi ber3 aja)
      Sebelumnya ak kasih dulu summary itin 1 minggu di Seoul:
      28/04: Nginep di Incheon T2
      29/04: Gyeongbokgung Palace, Bukchon Hanok Village
      30/04: Ewha University dan sekitarnya, Namdaemun Market, Namsan Tower
      01/05: Nami Island, King sejong statue, kyobo bookstore, cheonggyecheon stream, Myeongdong
      02/05: Itaewon, Myeongdong dst
      03/05: Napak tilas Kpop lol (Entertainment company,kroad star, Gangnam), seoul national univ (SNUFestival)
      04/05: Pendakian gunung Acha (Achasan), DDP, Lotte mart pusat, Seullo, Hongdae street, Hangang river
      05/05: Jimjilbang/Sauna, BT21 Hongdae store dan sekitarnya, ewha lagi, siap siap perjalanan pulang
      Jujur ini itin sebenernya full banget hahaha karena ternyata jalan kaki di korea itu jauh-jauh dan di indo kebiasaan dimanjain abang ojol...kaki bengkak tapi hati bahagia no problemo
      to be continue~~
    • By ko Acong

      Berapa Biaya perjalanan saya selama seminggu sejak sari Bandung - Japan - Bandung? Berikut rinciannya:
      Tiket Pesawat CGG - Narita - CGK PP: Rp. 2.420.000,- Bus Bandung - Jakarta PP: Rp. 230.000,- Turispass Matsumoto Alpine Takayama  @17500 yen: Rp. Rp 2.275.000.- Bus Narita - Matsumoto @11.000 yen: Rp. 1.430.000.- Hostel Cabin dan Hotel 5 malam x 500.000.-: Rp 2.500.000.- (Gratisss tis dari Voucher Agoda) Bus Narita - Matsumoto seharusnya PP @12000 yen: Rp. 1.560.000,- Uang saku buat makan  minum kopi ngemil dan tiket masuk berbayar, bawa Cash 20000 yen sisa 3850 yen, terpakai 16150 yen: Rp 2.100.000.-  
      Jika tranportasinya di campur ala saya: Bus 1.430.000 + Matsumoto alpine Turispass Rp. 2.275.000 = Rp. 3.705.000 (hemat Rp 1.015.000.-)
      Note: Ada yang kasih tiket Narita - Tokyo bus, lumayan irit 2000 yen atau Rp 260.000)  
       
      Total pengeluaran Pasti semuanya Trip Tokyo, Matsumoto, Narai, Hida, Gero, Gifu, Ena, Toyama, Nagano, Nagoya, Takayama dan masih bisa ke tempat lainya adalah:
      Simulasi bila pake JR Pass perbedaannya: 27000 Yen
      Tiket Opsional Alpine Route: 9300 Yen
      Jumlah 27000 - 9300 = 36300 yen (Rp 4.720.000.-)























    • By Dantik
      Hello guys!
      Udah lama nih ga bikin FR. Mumpung masih seger biar ga lupa kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya di Yunani.
      Hari 1, 5 Mei 2018
      Penerbangan langsung dari Singapore – Athens memakan waktu 12 jam. Setelah sampai di Athens ada 3 pilihan transportasi dari bandara ke kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat sekitar 38 euro, kedua menggunakan Metro 3 tarif 10 euro, ketiga menggunakan Bus X95 tarif 6 euro. Kami menggunakan Bus X95 Airport – Syntagma Square 6 euro, perjalanan sekitar 45 mnt tergantung arus lalu lintas. Kami menginap di daerah Syntagma Square.
      1.The Athenian Trilogy
      Tujuan pertama adalah The Athenian Trilogy yaitu National Library, University of Athens dan Academy of Athens. 3 neoklasik bangunan di Jalan Panepistimiou tidak jauh dari tempat kami menginap.

      2.National Archaeological Museum
      Kemudian National Archaeological Museum. Dari National Library bisa mengggunakan Trolley Bus 2,4,5,11,15. National Archaeological Museum adalah museum arkeologi yang terpenting di dunia. Tempat artefak Yunani diantaranya Patung Zeus dan Kuda dengan Joki yang terkenal itu. Tiket masuk 10 euro.

      3.Syntagma Square
      Kemudian dari National Archaelogical Museum kami kembali ke Syntagma menggunakan Trolley Bus yang sama. Di Syntagma Square kami melihat pergantian prajurit di depan Gedung Parlemen (The Tomb of The Unknown Soldier). Pergantian prajurit yang berlangsung sekitar 15 menit setiap jamnya.

      4.National Garden dan Zappeion
      Setelah itu kami berjalan melewati National Garden dan Zappeion.

      5.Panathenaic Stadium
      Kemudian menuju Panathenaic Stadium. Di Panathenaic Stadium ini kami hanya foto dari luar.

      6.Temple of Olympian Zeus
      Dari Panathenaic Stadium kami berjalan ke Temple of Olympian Zeus. Di sini kami membeli tiket kombinasi Acropolis sebesar 30 euro mencakup Temple of Olympian Zeus, Acropolis, Roman Forum and Tower of the Winds, Hadrian's Library, Ancient Agora dan Kerameikos.

      Beberapa meter dari Temple of Olympian Zeus berdiri Arch of Hadrian.
      7.Plaka
      Dari Arch of Hadrian kami menuju Acropolis. Melewati Melina Merkouri , Monument of Lysicrates / Plaka. Di sini banyak menjual souvenir dan tempat makan.

      8.Acropolis
      Dari Plaka kami menuju Acropolis. Sayang, kami tidak ke Acropolis Museum karena sudah terlanjur masuk ke pintu masuk bagian tenggara Acropolis. Masuk menggunakan tiket kombinasi yang sudah kami beli.
      Acropolis adalah tempat yang wajib dikunjungi jika kita berada di Athena. Acropolis yang berada di atas bukit melewati beberapa bagian yaitu The Ancient Theatre of Dionysos, The Stoa of Eumenes, The Odeion of Herodes Atticus.

      Setelah melewati itu semua dari pintu tenggara, akhirnya kami berada di pintu gerbang Acropolis. Propylaea merupakan pintu utama Acropolis. Di sebelah kanan Propylaea kita akan melihat kuil Athena Nike.

      Setelah masuk di sebelah kiri kita akan melihat Erechtheion. Di sebelah kanan kita akan melihat Parthenon, kuil yang terbesar dan paling termasyur di Acropolis.

      Dari Acropolis kami keluar dari pintu barat melewati bukit Areiospagos menuju Ancient Agora.
      9.Roman Forum and Tower of the Winds
      Sayang, Roman Forum and Tower of the Winds sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 

      10.Hadrian's Library
      Sayang, Hadrian's Library juga sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 

      11.Ancient Agora dan Temple of Hephaestus
      Untungnya Ancient Agora belum tutup hingga pukul 20:00. Ancient Agora adalah contoh yang paling terkenal dari agora Yunani kuno dan terletak di barat laut Acropolis. Di dalam Ancient Agora ini terdapat Temple of Hephaestus dan Stoa of Attalos.

      12.Kerameikos
      Dari Ancient Agora kami buru-buru ke Kerameikos ternyata sudah tidak bisa masuk lagi karena sudah mau tutup. Cuma bisa lihat dari luar, hiks...

      Kami kembali ke penginapan melewati Thession Station, Monastiraki Sq. / Flea Market.
      Kami menginap di Small Funny World Athens Hostel, dekat dengan jalan Ermou. Berada di tengah antara Syntagma dan Monastiraki.

      Itulah itinerary hari pertama kami di Athena. Menurut kami Athena bisa dikunjungi dalam satu hari. Karena area yang cukup kecil berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau dengan berjalan kaki.
       
       
       
       
    • By Gulali56
      Jadi ceritanya saya ke Bali dapet promo Traveloka discount 100rb utk pesawat domestik. Gara2 gagal mulu dpt tiket murah di tahun ini, akhirnya saya memutuskan solo traveling domestic aja sekalian cari jodoh #eh..
      Rata-rata orang Indonesia ke Bali itu se-rombongan jadi bisa share cost sewa kendaraan atau kalau pergi sendiri or berdua pun pastilah sewa motor, moda transportasi termurah dan tercepat.
      Nah apa jadinya kalau ke Bali sendiri aja, mau ketempat jauh-jauh kemahalan utk sewa mobil, plus gak bisa nyetir motor kayak saya.
      Walaupun Blue bird taxi, Grab/Uber dan Gojek sudah masuk Bali, ternyata mrk itu hanya bisa beroperasi di wilayah tertentu saja (mostly seputaran Kuta-Legian-Seminyak). Dan yang pasti di Ubud dilarang.
      Padahal saya tiap kali ke Bali , kudu wajib ke Bebek Bengil cabang Ubud.  Khan pusing tuh.
      Setelah browsing kanan kiri , justru dari Traveloka juga lah ketemu alternatif bus hop on hop off di Bali. YAY..
      Namanya Kura Kura Bus. Perusahaan bus ini masih tergolong baru di Bali, baru 5 tahunan, sehingga gak banyak yang tau. 
      Jangkauan area bus nya masih sekitar yang umum2 must-to-do spot di Bali . 

      Untuk harga tiket nya cukup ekonomis one way rata-rata dibandrol Rp 20ribu kecuali ke Ubud Rp 80rb.
      Selain itu juga ada day pass nya. Untuk 1 hari (Rp 100.000), 3hari (Rp 150,000) dan 7 hari (Rp 250,000) . 
      Berhubung saya butuhnya ke Ubud, jadilah saya ambil day pass 3 hari, biar ekonomis. Beli via website nya jadi Rp 135,000.
       
      Saya menginap di Seminyak Square hotel yang terletak persis disamping Seminyak Village yang juga merupakan halte stop 2 jalur Kura Kura Bus line 3 dan 4.
      Karena saya ceritanya mau makan siang di Bebek Bengil, saya ambil keberangkatan dari DFS (terminal pusat) yang jam 11 pagi.
      Ambil line 4 dari Seminyak Village yang jam 09.56 AM. Karena bus pertama , bus nya on time.
      Sampai di DFS jam 10.40-an liat-liat T-galeria Mall dulu sekalian numpang ngadem dan ke wc.

      Bis line 5 ke Ubud , teng brgkt jam 11  dari DFS.
      Halte stop: Alaya Ubud Resort
      Terletak persis disamping resto Bebek Bengil.



      Saya tiba di Bebek Bengil jam 12.45.
      Kelar makan siang dan leyeh2 dulu di bale-bale resto ngilangin pegel2,  baru deh saya menanti bus berikutnya utk ke Puri Lukisan Museum jam 14.20
      Halte stop : Puri Lukisan Museum 
      Halte ini cocok utk yang mau ke Museum Blanco, Bukit Campuhan ataupun ke Babi Guling Bu Oka.
      Berhubung saya blm pernah ke Bukit Campuhan, jadilah saya kemari. Jalan pelan2 ke Museum Blanco dulu biar matahari gak terlalu terik.
      Apa daya krn saya gak tertarik masuk ke Museum Blanco, akhirnya saya jam 3 sore nanjak ke Bukit Campuhan , matahari berasa ada 3 biji alias masih panas pol.

      sisi bagusnya jam segini masih sepi, sisi gak bagusnya saking panasnya saya sendiri ampe ogah berhenti2 buat foto.

      Terus terang saya gak tll impress sama bukit Campuhan ini, saya malah langsung fokus ke Cafe dan Spa Karsa yang merupakan resto dan spa kecil samping pematang sawah setelah melewati Bukit gak penting ini. Sori to say ye.. Mungkin krn ga ada yg motoin, dan saya bukan tipe yg niat2 amat selfie kalo kepanasan . Terus ngapain kemari ye..

      Setelah menghabiskan satu kelapa dan foto2 di sawahnya sampai mati gaya krn matahari mulai terbenam saya pun memutuskan balik ke halte bus utk mengejar bus terakhir jam 18.55.
      Kesimpulan dari trekking dadakan ini, 2km uphill itu ditempuh +/- sejam tp pas pulang bisa +/- 30menitan..
      Karena takut ketinggalan bus, saya udh nongkrong dari sejam seblmnya di cafe seberang halte sambil ngopi2 dan numpang ke wc.

      Basically jam 18.55 itu udh gelap bgt sampai takut ketinggalan bus karena  gak keliatan.  Untungnya saya udh reserved via web, jadi nya supir bus nya sih udh tau bakal ada penumpang yg nungguin, scr saya cuma satu2nya penumpang mlm itu.

      Jam 08.30 malam akhirnya sampai juga di terminal DFS.
      Karena sudah gak kuat bermacet2 di area Seminyak, saya sambung naik gojek ke hotel. Tp nasib dapet tukang ojek org jawa alias nyasar2 muluk jd scr waktu gak beda jauh dgn misalnya saya pake Kura kura bus.. kesel... 
      Kelebihan Kura Kura Bus:
      + cukup ekonomis utk area  yang gak bisa dijangkau oleh kendaraan online.
      + bis ber-AC, ada free wi-fi dari telkomsel dan ada colokan listrik buat nge-charge selama mati gaya di bis.
      + memiliki aplikasi dan website informatif dengan pilihan bhs yang beragam dari Indonesia, Inggris, Jepang, Rusia, Korea, China
      + CS memiliki bhs inggris dan jepang yang cukup memadai .
       
      Kekurangan:
      - memakan waktu yang sangat lama apabila harus pindah line. Contoh dari seminyak village mau ke Ubud, dari  line 4 harus ke DFS utk pindah ke Line 5. Total perjalanan jadi 3jam misal dibandingkan dgn naik kendaraan direct ke tujuan yang hanya 1-1.5jam.
      - halte bis ke-2,dst biasanya hanya palang di pinggir jalan dan tidak ada tempat parkir sehingga bis tidak bisa menunggu lama
       - belum menjangkau area2 di utara Bali, ataupun area Canggu yang mulai jadi tujuan wajib turis
      - interval bis utk Ubud line 2 jam sekali, sehingga kurang flexible 
      - Aplikasi utk memonitor bis sangat tergantung gps bis maupun provider yang kadang angot2an..
       
      Kesimpulannya bis ini lumayan oke utk solo traveler yang mau ke area Nusa Dua, Jimbaran maupun Ubud.
      Sedangkan kalau tinggal /explore di area Legian-kuta-Seminyak,  lebih murah dan cepat naik ojek online saja.
       
      Kura Kura Bus
      http://kura2bus.com/
      Interval bus:
      a. Line 1 : every 90 minutes, 10 rounds per day
      b. Line 2 : every 90 minutes, 9 rounds per day
      c. Line 3 : every 20 minutes, 38 rounds per day
      d. Line 4 : every 45 minutes, 17 rounds per day
      e. Line 5 : every 2 hours, 5 rounds per day
       
       
       
       
    • By chrizz_msweb
      Raja Ampat adalah salah satu tempat wisata bahari terbaik di dunia. Menurut CNN Travel, Raja Ampat adalah tempat diving terbaik nomor lima di dunia. Untuk menuju Raja Ampat, jalur nya dari Jakarta lumayan jauh. Dari Jakarta, penerbangan harus melewati Makassar, lalu dilanjutkan ke bandara Domine Eduard Osok di  Sorong. Dari Sorong, terdapat dua pilihan, yaitu langsung terbang menggunakan pesawat kecil ke Waisai, atau dengan menggunakan perahu. Jarak dari bandara Sorong ke pelabuhan sekitar 10 menit dengan taksi. Untuk penginapan, biasanya turis menginap di salah satu dari empat pulau : Waigeo, Gam, Kri, dan Arborek. Pemilik penginapan bisa diminta menjemput kita di Waisai.  Dalam trip ini, saya menginap di pulau Gam. Harga penginapan di sini sekitar 700 ribu per malam termasuk makan 3x. Kebanyakan penginapan di sini sudah termasuk dengan makan karena agak susah mencari warung atau restoran di Raja Ampat. Listrik juga agak susah, genset hanya menyala dari sore sampai tengah malam.

      Penginapan di pulau Gam dan kebanyakan penginapan lain berupa gubuk yang menjorok ke laut. Dari depan kamar, bisa langsung loncat ke air untuk snorkeling. Bahkan kadang saya melihat ikan hiu dan Lion Fish lewat persis di depan kamar, tidak perlu jauh jauh ke tengah laut. Jangan khawatir dengan hiu, hiu yang lewat adalah hiu kecil yang justru langsung kabur begitu ada seseorang masuk ke air. Saya tidak mendapatkan foto hiu di sini, mereka kabur sangat cepat. Foto Lion Fish saya dapatkan hanya di depan kamar. Sedangkan Mooray sekitar 20 meter dari penginapan.

      Kegiatan yang saya lakukan tiap hari adalah freediving. Saya jarang melihat orang diving di sini, hanya di sekitar dermaga Arborek. Mungkin diving dilakukan di lokasi tersendiri. Dermaga di Arborek cukup ramai, tidak seperti di Gam. Banyak yang berenang di pantai, baik turis lokal ataupun asing. Banyak juga anak-anak warga lokal yang berenang dan bermain kano.
      Pengalaman baru yang saya dapatkan di Raja Ampat adalah berburu foto Manta. Kenapa saya sebut berburu ? Karena untuk melihat Manta ternyata tidak mudah. Guide kita mengatakan hal tersebut karena ikan Manta tersebut tidak sedang makan, jadi mereka bergerak terus. Di sekitar Manta Point, kita berputar2 dahulu mencari ikan Manta. Setelah menemukan Manta, tidak bisa langsung masuk ke air, namun perahu harus cepat-cepat ke depan Manta tersebut, masuk ke air perlahan-lahan, baru menunggu Manta tersebut lewat. Kalau ikan Manta nya ternyata berubah arah, kita harus cepat cepat naik ke perahu lagi, lalu ke depan ikan Manta lagi, lalu turun lagi. Hal ini dilakukan berkali-kali sampai dapat. Agak melelahkan memang. Namun kita mendapatkan bonus. Saat sedang asik berburu Manta,  tiba2 ada lumba-lumba yang lewat. Langsung kapten kapal mematikan mesin agar lumba-lumba tersebut tak takut mendekat. Bahkan mereka sampai menempel2 ke kapal seperti sedang memeriksa.

      Binatang laut unik yang saya temukan adalah Spider Jellyfish dan Hammerhead Fish. Saya tidak pernah melihat dua binatang itu di tempat lain.
      Yang paling terkenal di Raja Ampat adalau pulau Wayag. Bila melihat iklan wisata Raja Ampat di televisi atau di papan iklan, itu adalah pulau Wayag. Ada bukit yang cukup tinggi di Wayag yang dari sana bisa melihat gugusan pulau unik sekitar Wayag. Sayang lokasi nya sangat jauh dan biaya nya mahal. Saya memutuskan tidak ke Wayag untuk menghemat waktu dan biaya. Gantinya, kita ke pulau Pianemo. Pianemo disebut juga little Wayag, terdapat bukit juga yang bisa melihat kepulauan sekeliling, walaupun tidak setinggi Wayag.
      Selain kaya akan alam bawah laut, di raja Ampat juga terdapat binatang darat yang cukup unik. Ada Kuskus yang mencuri makanan yang kami letakkan di luar kamar. Saya juga melihat kadal, kepiting, dan laba-laba yang ukurannya lebih besar dari yang biasa ada di tempat lain.
       
      Foto lengkap: https://chrizz-photography.blogspot.co.id/2018/05/keindahan-bawah-laut-raja-ampat.html
       






    • By anna22

      Hi,
      Tanggal 18 - 27 April 2018 kemarin, gw dan kedua ortu baru aja trip ke Jepang. Untuk FR detilnya nanti ya karena lagi sortir foto2 dulu. Tapi di tulisan ini, gw akan kasih sedikit gambaran tempat-tempat yang dikunjungi selama disana.
      18 April - Penerbangan pagi, sampai di Narita Sore, malamnya menuju Shinjuku Express Bus Terminal. Jam 11 malam naik sleeper bus menuju Osaka.
      19 April - Menginap di Osaka 2 malam. Sampai Osaka, jalan2 menggunakan Osaka Amazing Pass for 1 day. Yang pada akhirnya tercapai adalah Osaka Castle, naik Giant Tempozan Ferris Wheel, Santa Maria Cruise, dan Tsutenkaku. Sempat makan di Matsuri (halal restaurant).
      20 April - ke Kyoto. Pertama menuju Arashiyama Bamboo Forest, lanjut ke Kinkakuji, dan Fushimi Inari Shrine. Sempat makan di Ayam-Ya (Halal Ramen). Malamnya mampir ke daerah Dotonburi Namba sebelum kembali ke Guesthouse.
      21 April - Menuju Kanazawa sebagai base menginap selama 2 malam. Pengennya di Toyama, tapi hotel-hotelnya mahal. Siangnya jalan-jalan di Kenrokuen Garden, makan siang di Omicho Market, dan sorenya ke Contemporary 21st century Art Museum.
      22 April - 1 hari dihabiskan di Tateyama Kurobe Alpine Route. Berawal dari Toyama, berakhir di Nagano, semuanya tercover oleh Tateyama Kurobe Option Ticket (9000 yen). Dari Nagano kembali ke Kanazawa (sekitar 1 jam menggunakan kereta cepat.
      23 April - pagi-pagi check out naik shinkansen menuju Aomori. Sampai ryokan di Aomori sekitar jam 2 siang. Jam 3 berangkat ke Hirosaki Station (45 menit) untuk menuju Hirosaki Park. Di tanggal 21 April s.d. 6 Mei 2018 sedang diadakan sakura festival. Disini tamannya buka sampai malam dan ada seperti pasar malam juga, mirip pasar malam di Indonesia lho, ada penjual makanan, permainan, rumah hantu, sampai pertunjukan motor (itu lho yang motornya bisa muter2 di dalam tong, tau kan? hehehehe).
      24 April - Check out untuk menuju Tokyo. Menginap di tokyo 3 malam (airbnb daerah Ryogoku). Sampai sekitar jam 11 siang, tapi mampir di Akihabara (stasiun transit) untuk makan Coco Curry Halal (enaaaak). Jam 1 bisa early check in. Sore-nya keluar jalan menuju Shibuya, Harajuku, dan Odaiba.
      25 April - Awalnya ingin ke Hitachi Seaside Park lalu ke Ashikaga Flower Park, tapi hari ini hujaaaaaan disertai angin. Jadilah kami hanya ke Hitachi Seaside park, tapi gatot sih secara hujan dan dingin serta gloomy parah. Baju dan sepatu basah. Sorenya lgsg balik aja ke Tokyo, tapi mampir ke Ueno-Ameyoko Market (karena emang akan transit di sini) untuk beli halal kebab dan ayam panggang.
      26 April - Akhirnya di hari ini menuju ke Ashikaga Flower Park. Cuaca pun mendukung. Disini juga sedang ada festival jadi bunga2nya sedang mekar. Yang utama adalah Bunga Wisteria. Sorenya dilanjutkan berbelanja di daerah Asakusa sekalian mampir ke Kaminarimon dan Sensoji Temple.
      27 April - Flight pulang ke Jakarta sebenarnya jam 6 sore. Tapi orang tua sudah kehabisan tenaga sehingga diputuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Papa Solat Jumat. Jadi check out jam 10, titip koper di Nippori, lanjut ke Yoyogi Uehara Station, merupakan station terdekat. Berhubung tidak ada tempat menunggu, gw dan Mama menunggu di station. Jam 2 siang langsung saja kami kembali ke Nippori St untuk ambil koper dan langsung ke Narita Airport.
      Melihat tempat-tempat diatas, mungkin ada yang kurang familiar dan bertanya-tanya "kenapa ga kesana, kenapa ga kesini?". Jadi perjalanan dengan orang tua itu harus disesuaikan juga dengan preferensi mereka, nah ortu gw suka dengan taman, bunga, dan pemandangan serta terutama tidak terlalu menguras fisik. Sayangnya di tengah-tengah perjalanan, Mama kena flu dan batuk. kemudian kakinya juga sakit (krn mmg sudah bawaan). Jadi pada akhirnya itinerary disesuaikan dan diubah sesuai kondisi tersebut.
      Saya pakai JR pass dgn ordinary type 7 days, osaka amazing pass, kyoto bus 1 day pass, Kanazawa bus 1 day pass, Tateyama Kurobe Alpine Option Ticket, dan PASMO.
      Nah untuk detil lebih lanjut serta foto2 nanti yaaa menyusul. Sekian.
      Terima kasih sudah membaca :)