Sign in to follow this  
nonaJJ

Unik, Olahraga Pacu Itik

9 posts in this topic

Payakumbuh, Sumatera Barat, punya satu olahraga yang unik. Jika biasanya hewan yang digunakan untuk perlombaan olahraga itu kuda, kali ini itik. Bukan lomba goyang itik ya, yang ini lebih sensual lagi, hehe yaitu olahraga Pacu Itik. Warga Payakumbuh sedang mengembangkan olahraga Pacu Itik ini agar jadi salah satu daya tarik wisata di Payakumbuh.

 

67pacu%20itik.jpg

 

Olahraga yang diikjuti itik-itik betina ini seperti lomba pacuan lainnya, hanya saja, itik-itik ini diterbangkan oleh si pemiliknya. Jarak race nya beragam, ada yang 500 meter, 800 bahkan ada yang mencapai 1.400 meter. Nah, kenapa itik betina? Karena menurut para pemilik, itik jantan cenderung mengikuti itik betina, makanya kalau pake itik jantan, ntar nggak fokus terbangnya, hehe…

 

 

Olahraga pacu itik ini udah ada kayak perlombaan dalam skala yang lumayan luas. Di Kelurahan Aur Kuning Payakumbuh Selatan, Oktober lalu menggelar Lomba Pacu Itik ini selama 2 hari lho. Lomba ini diikuti 70 kurang lebih itik-itik yang sudah diberi nama oleh masing-masing pemiliknya, lucu ya…

 

Pacu%20Itiak,%20Icon%20Pariwisata%20Piku

Share this post


Link to post
Share on other sites

waduuuh... ada-ada saja olahraganya... apa nggak kesian tuh ama itiknya... :(

kasian juga ya... :(

 

ini itik nya di lempar gitu ya biar terbang ?

 

begitu mendarat, mereka bisa terbang lagi tah ?

iya mas dilempar dulu sama pemiliknya. kayaknya kalo udah mendarat gbs deh makanya siapa yang terbangnya paling jauh. dan uniknya lagi, itik2 ini dilatih juga lho biar bs ikut lomba gini :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

oh jadi yang olahraga itiknya dong ya hahaha iya kasian tuh ya di lempar gitu, dibesarin cuma buat di lempar u.u

iya klo dliat dr sisi itu emang kasian :(

hahaha keren2

gw pernah liat neh dlo pas kecil di palembang juga ada

oh ada jg toh? aku taunya cm d payakmbuh ini... :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Don Donny Donz


      Hai semua.. Mau sedikit cerita nih waktu jalan2 ke Padang, Januari kemarin. 
      Gw ini termasuk orang penggila suasana pantai, jd kalau lagi pengen jalan2, biasanya nomer satuin ttg pantai dulu. Kalo momentnya lagi ga dapet, baru ke tempat2 lain. Januari 2016 ini mood jalan gw dateng lagi. Nyari temen untuk join, tumben2nya lagi pada ga bisa. Biasanya gw kalo jalan pasti bareng tmn2 gw, tp kali ini sayang nya ga ada 1 orgpun yg cocok waktunya sama jadwal gw. Oke lah, krn cuma seorang diri, itu artinya SEMUA TERSERAH GW, mau kemana aja terserah gw.
      Nyari2 tempat di Internet (termasuk forum di jalan2.com), cukup tertarik sama pulau2 di Sumatera Barat, kayak Pulau Pasumpahan, Sikuai, dll. OKE!! keputusan sudah diambil, gw jalan ke Padang!!
      Jujur, Makan sate padang, sering! makan di RM Padang, lebih sering! Tp nginjekin kaki di Padang?? Hmm.. ini yang pertama. So, gw cari banyak info ttg Padang. Karena gw niat pergi ke pulau-pulau yang gw sebutin di atas, jadilah hari pertama, gw pesen hotel daerah Padang Selatan, yaitu di HW Hotel. Dari Bandara ke Hotel ini sangat-sangat gampang, cukup pake DAMRI. 
      Jd begitu turun di Bandara Minangkabau, kalian jalan keluar, langsung kesebelah kiri. Jangan pusing sama org2 yg nawarin taxi. Terus jalan sampai ketemu orang yg urus tiket Damri. Tiket naik damri cm sekitar 35rb. kalo naik taxi bisa sampai ratusan ribu. lumayan kan bisa hemat.
      Dari Bandara Minangkabau sampai pusat kota lumayan jauh, mungkin sekitar 40 mnt'an. 
      Hari pertama di Padang, gw nginep di HW. Ini hotel lumayan deket ke Pantai Padang. Ada kolam renang di atap hotel ini. Sambil berenang atau sekedar memanjakan mata dengan laut di Pantai Padang, dan laut di Pantai Padang ini adalah laut yang langsung bersentuhan dengan Samudera Hindia. Gw duduk santai di atas sambil menunggu Sunset. It was a great moment. Masalah tempat makan, deket hotel ini cukup banyak tempat jajanan. Well, kalau kalian tipe orang yang suka jalan, nikmatin semua area ini bener-bener jalan kaki. walau agak capek tapi seru. kalian bisa jumpai jg Kelenteng See Hin Kiong di kota tua.
      Hari kedua, gw check out dari hotel untuk menuju ke daerah pinggir pantai sebelum menyebrang dengan kapal ke pulau pasumpahan. Sesampainya gw di pinggir pantai Bungus untuk menyebrang, gw ngobrol2 dengan ibu penjual minuman kopi di warung sambil menunggu beberapa orang yg mau ke pulau pasumpahan jg, si ibu menceritakan bahwa ada pulau baru (yapp,, baru!! baru dibuka!! dan dibuat cottage sekitar pertengahan 2015), nama pulaunya Pulau Suwarnadwipa. Entah pertama kali denger, agak susah ngingetnya dan susah ngucapnya dan entah karena rasa ingin tau yang amat sangat, dari planning ingin nginep di pulau Pasumpahan, ternyata gw lebih tertantang untuk pergi kepulau yang katanya baru dan masih asri ini. Daaaannn,, taraaaa... ini pulau bener2 keren.
      Pulau Suwarnadwipa ini berbalut dengan pasir putih yang lembut banget. Airnya juga masih bersih. Terumbu karang yang masih bagus terlihat disepanjang bibir pantai.  Suwarnadwipa adalah julukan bagi pulau Sumatera, berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya Pulau Emas atau Suwarnabhumi atau tanah yang bersinar (dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera).
      Dan gw memutuskan untuk menghabiskan 2 hari 1 malam di pulau emas ini. Gw sangat menikmati snorkeling disini. walau cuma masuk ke air setinggi pinggang, kalian akan berjumpa banyak ikan2 yg cantik disana. 
      Hari ketiga, sekitar jam 1 siang, gw check out lagi dari Pulau Emas Suwarnadwipa untuk kembali ke kota padang. Huft,, agak sedih meninggalkan ni pulau. Tapi someday, gw akan balik lagi. i promise!! Sampai di kota padang, gw check in di satu hotel. Gw dari jauh hari sengaja milih ni hotel, karena waktu search di internet, katanya di hotel ini agak horror (terkait karena gempa padang dulu). Gw sengaja, karena gw uda dapet sensai ngebolang sendirian di padang, uda dapet sensasi cantiknya pulau-pulau di padang, ini saatnya dapetin sensasi-sensasi horror. Sempat dapat info2 dr tmn yg pernah ke sini, katany kalau malam suka dengar orang teriak minta tolong (karena waktu gempa katanya hotel ini roboh rata, dan menimbun bbrp orang), atau selimut yang ditarik ketika tidur.
      Malam nya, setelah mencari makan di daerah hotel, saya jalan-jalan ke Jembatan Siti Nurbaya. Konon, katanya karena di Padang ga terlalu banya flyover, jd sekalinya ada, tempat ini dipakai untuk tempat nongkrong2 dan ngobrol2 banyak orang. Pas gw liat bener jg sih, ada yg sengaja gelar tikar sama tmn2nya, ada yg dengan keluarga. Gw ikutan duduk disana sebentar sambil memesan kopi panas sama abang2 yg jualan di pinggir2 jembatan.
      Hmmm... ini malam terakhir di padang. Nikmatin..
      Besok nya, gw bangun agak siang, sambil males2nya karena ga rela misah sama kota padang yang cukup tenang, gw packing utk siap kembali ke Jakarta. Oiya deket hotel, ada pusat jajanan oleh2 makanan, jd ga usa pusing nyari oleh2 sebelum ke bandara. Yang dibawa ke Jakarta apa? ya jelas Keripik Pedas ala Padang!! uda terkenal. Gw beli sampe 20 kantong. Haha.
      Ini perkiraan biaya kalau JALAN SENDIRI ke Padang..
      Tiket Pesawat JKT-PDG, IDR 600k
      Damri bandara ke kota, IDR 35k
      Hotel hari pertama. IDR 400k (sesuai pilihan)
      2 hari 1 malam Pulau Suwarnadwipa, IDR 600k
      Hotel hari ke 3, IDR 500k (sesuai pilihan juga)
      Tiket pesawat PDG-JKT, IDR 600k
      Yaaa... bawa 4-5jt cukuppp lah...
      Kok mahal ya?? ya iyalah, soalnya sendiri, cb banyak tmn, bs share kan.. :)
       
       
      all photos taken by me ;p
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Apakah yang kamu ketahui tentang Kerinci? Masih asingkah Kerinci di telingamu?

      Keberadaan Kerinci memang sedikit sekali dikenal oleh masyarakat Indonesia. Keberadaannya yang jauh berada di tengah Pulau Sumatera memang membuat segala informasi seolah-olah tertutup rapat.

      Kerinci terletak di lembah Bukit Barisan. Pada awalnya keberadaan Kerinci memang tertutup namun untungnya kemajuan teknologi dari waktu ke waktu terutama internet mampu membuat Kerinci menjadi tidak begitu terisolir.

      Bagi para pendaki, Kerinci rupanya telah menjadi salah satu destinasi wisata tujuan di Sumatera. Gunung Kerinci memang menjadi salah satu primadona wisata yang indah dengan ditambah pemandangan Danau Gunung Tujuh serta Danau Kaco yang memukau. Lembah Bukit Barisan itu menyimpan berbagai lanskap alam, sejarah dan budaya yang membuat siapapun ingin tahu.

      Nah, apakah kamu penasaran dan ingin segera mengetahui lebih lanjut tentang Kerinci? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam menjelajahi Kerinci, sekepal tanah surge di Provinsi Jambi bagian kedua.

      Bagian pertama dapat kamu lihat di sini.

       
       

       
      Melihat Keindahan Danau Kerinci


       

       
      Danau Kerinci via Gallery Wisata

       

       
      Danau Kerinci adalah salah satu tempat yang pas untukmu yang ingin menikmati suasana matahari terbenam. Danau Kerinci memiliki luas 486 kilometer persegi dengan kedalaman rata-rata danau mencapai 97 meter.

      Danau Kerinci ini adalah danau terbesar di Provinsi Jambi yang terbentuk karena letusan gunung berapi. Danau ini banyak dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, sumber air baku, dan juga sebagai sumber air irigasi untuk sawah yang berada di sekitarnya.

      Nah, Danau Kerinci ini juga dijadikan sebagai salah satu wisata andalan di Kabupaten Kerinci. Sambil menunggu waktu petang, kamu bisa memutuskan untuk pergi mengelilingi Danau Kerinci di bagian barat.

      Nah, dari jalan raya akan terlihat sebuah bukit yang menjorok ke bagian tengah danau. Bukit tersebut ditumbuhi berbagai tanaman yang seringkali digunakan oleh masyarakat sebagai tempat untuk berladang. Bagian bukit ini terletak di Desa Koto Petai yang juga mengelilingi bukit ini.

      Pada bagian kiri jalan, kamu akan dapat melihat beberapa kerbau sedang mandi di aliran sungai yang semakin menyempit. Pemandangan ini menjadi sebuah pemandangan mahal dan berbeda daripada pemandangan kota-kota besar yang biasanya penuh sesak dan tidak lagi alami.

      Di Danau Kerinci, kamu dapat melihat beberapa rumah kayu yang biasanya digunakan untuk tempat budidaya dan menangkap ikan. Budidaya ikan yang dimanfaatkan adalah berupa karamba jaring apung.

      Sekitar tahun 1997, Danau Kerinci ini ditutupi oleh tanaman eceng gondok namun sekarang tidak lagi demikian. Saat ini, hanya terdapat beberapa rumput liar saja di sekitar perairan ini.

      Ketika kembali lagi ke Danau Kerinci, kamu akan dapat menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang sangat indah. Ya, Danau Kerinci ini memang menjadi salah satu destinasi wisata untuk melihat matahari terbenam yang sangat indah.

       

       
      Menjajal Gunung Kerinci

       

       


      Gunung Kerinci via Primaradio

       

       
      Bagi kamu yang memiliki hobi untuk mendaki gunung, maka Kerinci sudah menjadi salah satu tujuan wisata yang tepat untukmu. Kerinci memiliki Gunung Kerinci yang merupakan gunung tertinggi di Sumatera.

      Gunung Kerinci adalah gunung api tertinggi di Indonesia. Bagian dari pegunungan bukit barisan ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Gunung ini memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut.

      Gunung Kerinci ini berbentuk kerucut dengan lebar 13 kilometer dan panjang 25 kilometer memanjang dari bagian utara menuju ke selatan. Kawahnya terdapat pada bagian puncak sedalam 600 meter.

      Ketika memasuki bagian Gunung Kerinci ini, kamu akan menemukan sebuah tugu macan. Ya, Tugu Macan tersebut berfungsi juga sebagai gerbang awal dari Gunung Kerinci ini.

      Perjalanan sebenarnya baru akan dimulai ketika kamu mulai menapaki jalur datar sampai di Pos 1. Di tempat ini, kamu akan melihat hutan lebat dengan dahan yang masih basah karena hujan.

      Area ini juga dikenal oleh banyak orang sebagai jalur perlintasan harimau. Beberapa jenis binatang lain yang terdapat di area ini adalah tapir, kus-kus, gajah, siamang, monyet ekor panjang, gibbon dan berbagai jenis burung.

      Sementara itu, dari pos 1 menuju pos 2 dan 3, kamu akan menemukan banyak sekali tumbuhan dataran rendah seperti Mahoni dan tanaman lain seperti pohon cemara dan suweg raksasa.

      Ketika mendaki gunung ini, pada pagi hari kamu akan dapat melihat pemandangan Danau Gunung Tujuh yang dikelilingi oleh tujuh gunung yang memantulkan semburat keemasan.

      Selain itu, kamu juga akan dapat melihat hamparan kebun the dan rumah-rumah warga yang terlihat sangat kecil di bawah sana. Ketika mendaki gunung ini, kamu akan dapat melihat lereng bebatuan dan pasir. Perjalanan dalam mendaki Gunung Kerinci ini memang membutuhkan semangat yang tinggi.

      Puncak Kerinci terdiri dari sedikit lapangan datar yang sangat sempit. Pada bagian sebelahnya, akan langsung berhadapan dengan kawah. Sementara itu, sisi lainnya adalah jurang.

      Jika bagi sebagian orang, mendaki gunung dan mencapai puncaknya adalah sebuah aktivitas tanpa makna dan melelahkan. Namun, bagi kamu yang menyukai hobi mendaki gunung, tentu saja ini adalah momen yang tepat untuk melihat lebih dekat alam yang merupakan kuasa Tuhan.

       

       
      Melihat Lebih Dekat Bukit Khayangan

       

      Bukit Khayangan Kerinci via Ngadem

       

       
      Menjelajahi Kerinci, belum lengkap rasanya jika kamu belum mencoba untuk menjajaki Bukit Khayangan ini. Bukit Khayangan sendiri adalah salah satu objek wisata favorit di Kerinci. Bukit Khayangan ini terletak di Desa Bina Karya, Kota Sungai Penuh.

      Bukit ini merupakan rangkaian dari bukit barisan. Bukit ini mengelilingi alam Kerinci dan menjadi tempat yang sangat pas untuk menikmati keindahan Kerinci pada pagi maupun sore hari.

      Bukit ini memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 1500 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai Bukit Khayangan ini sangat dianjurkan untuk berpergian menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor.

      Kamu bisa juga mempertimbangkan untuk menyewa mobil atau motor sesuai dengan kebutuhanmu di Kota Sungai Penuh. Hal ini karena transportasi umum tidak terlalu berkembang di daerah sini.

      Pilihan terakhir adalah menggunakan ojek. Namun, jika menggunakan ojek, kamu akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi.

      Meskipun demikian, akses untuk mencapai Bukit Khayangan ini sudah tergolong sangat baik. Ketika berada dalam perjalanan untuk menyambangi bukit ini, kamu akan dapat melihat pemandangan berupa bukit berlapis-lapis yang menjadi area ladang masyarakat sekitar.

      Pemandangan yang dapat kamu lihat adalah panorama khas pegunungan yang dihiasi dengan pucuk hijau kemerahan di pohon kayu manis. Dari kejauhan, kamu akan dapat melihat hamparan sawah hijau serta Danau Kerinci yang berada di tengah-tengah perbukitan.

      Biaya yang akan kamu keluarkan untuk memasuki kawasan Bukit Khayangan ini adalah sekitar 3000 per orang. Sementara itu, biaya untuk kendaraan motor adalah 4000 dan mobil adalah 5000.

      Sesuai dengan namanya yaitu Bukit Khayangan, perjalanan dalam mencapai destinasi wisata ini juga terasa seperti menggapai langit. Makin lama akan semakin terasa tinggi dan kamu juga dapat melihat awan-awan kecil mulai berarak pelan.

      Siluet berwarna jingga akan membuat sore harimu semakin terasa sempurna. Nah, ketika malam hari tiba, kamu juga akan dapat menyaksikan taburan bintang di langit yang membuat siapapun akan merasa bahagia melihatnya.

      Jika menyambangi tempat ini, jangan lupa memastikan diri untuk membawa jaket karena pada waktu sore menjelang malam hari, kamu akan merasakan hawa dingin dan sejuk di sini. Dengan demikian, kamu pun dapat menyaksikan matahari terbenam di bukit ini.

       

       
      Menyambangi Air Terjun Telun Berasap


      Air Terjun Telun Berasap via Destra Amni

       

       
      Selanjutnya, inilah dia salah satu destinasi wisata menarik di Kerinci yang tentu saja dapat kamu sambangi. Destinasi wisata ini adalah Air Terjun Telun Berasap.

      Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 50 meter. Air terjun ini terletak di kawasan Desa Telun Berasap, Kecamatan Gunung Tujuh. Kecamatan ini juga merupakan kecamatan paling utara yang terletak di Kabupaten Kerinci dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

      Air terjun ini merupakan salah satu objek wisata andalan Kerinci dan mampu membuat wisatawan lokal maupun asing berniat untuk menyambanginya.

      Air terjun ini bersumber dari hulu Gunung Tujuh dan mengalir dari Danau Gunung Tujuh yang juga merupakan danau kaldera yang sangat tinggi.

      Jika ingin memasuki kawasan air terjun ini, kamu harus mengeluarkan budget sekitar 3000 untuk tiket masuk. Di sini, hanya terdapat dua orang bapak penjaga yang menjaga kawasan air terjun.

      Ketika memasuki air terjun, kamu dapat melihat keriuhan air yang mengalir terhempas bebatuan sepanjang aliran menuju air terjun. Di sekitarnya terdapat pepohonan yang tumbuh dengan lebat sehingga menambah asri suasana.

      Proses penamaan Telun Berasap berasal dari penamaan yang diberikan oleh masyarakat sekitar. Hal ini karena keunikan proses jatuhnya air ke batuan yang seringkali menciptakan kabut air seperti asap putih. Kabut tersebut tercipta karena derasnya air yang menguap.

      Keunikan lain adalah terdapat sebuah goa yang terletak di balik air terjun. Tetapi, karena derasnya air dari air terjun, maka belum ada satu orang pun yang bisa memasuki goa itu.

      Untuk bisa sampai ke lokasi air terjun ini, kamu harus menuruni anak tangga sejauh 300 meter. Pada bagian kiri dan kanannya, terdapat pohon-pohon yang sepertinya sudah berumur ratusan hingga ribuan tahun. Pohon-pohon ini juga banyak ditutupi oleh lumut dan cendawan.

      Di sepanjang anak tangga ini, kamu dapat melihat pondok-pondok kecil yang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat. Kalau kamu tidak ingin ke bawah, kamu dapat menikmati keindahan air terjun dari ketinggian di tempat ini.

      Debit air terjun ini sangat deras, terhempas ke batuan, tenggelam dan mengalir mengikuti arah sungai yang membawanya bermuara ke Danau Kerinci.

      Bagi kamu yang merasa penat dengan kesibukan sehari-hari, pergi menyambangi air terjun ini tentu terasa sangat menyenangkan. Bahkan, berdiam diri sambil menikmati suara air terjun saja sudah terasa sangat menyejukkan.

      Jika beruntung, kamu juga dapat menyaksikan matahari menghiasi pemandangan ketika menyambangi air terjun ini. Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Kerinci, pastikan kamu menyempatkan diri untuk menyambangi air terjun yang satu ini.

       

       
      Menyambangi Air Panas Semurup


       
      Menyambangi Air Panas Semurup via KSM Tour

       

       
      Kerinci memang terkenal dengan banyaknya kawasan pegunungan, perbukitan bahkan juga suhu udaranya yang sejuk dan dingin. Namun, rupanya Kerinci juga memiliki titik panas yang terjadi akibat adanya aktivitas vulkanik.

      Selain terletak di kawasan kaki Gunung Kerinci yang merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia, sumber-sumber air panas juga bisa kamu temukan di beberapa daerah di Kerinci seperti Kecamatan Air Hangat dan Kecamatan Air Hangat Timur yang merupakan aliran alami dari Gunung Kerinci.

      Salah satu sumper panas tersebut berbentuk seperti kolam dan mengeluarkan aroma belerang. Tempat itu disebut dengan Air Panas Semurup yang terletak di Desa Baru Air Hangat, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci.

      Nah, bagi kamu yang ingin menyambangi destinasi wisata unik lainnya di Kerinci, maka tidak ada salahnya untuk mencoba menyambangi Air Panas Semurup yang satu ini.

      Dari Kota Sungai Penuh, perjalanan menuju Semurup dapat kamu tempuh selama sekitar 15 menit. Tidak begitu sulit untuk menemukan Air Panas Semurup ini. Dari Balai Semurup yang terletak di pinggir jalan raya, kamu akan melihat sebuah gerbang yang bertuliskan objek wisata Air Panas Semurup.

      Air Panas Semurup dulunya merupakan sumber air anas yang dimanfaatkan oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai tempat pemandian. Kola mini memiliki kedalaman kurang lebih lima meter dan air kolam berwarna kebiruan.

      Suhu air panas mencapai 100 derajat celcius dan tentunya mampu membuat kulit menjadi cepat rapuh. Keunikan dari tempat ini adalah seringkali dijadikan sebagai tempat merebus telor dan jagung dengan cara dicelupkan ke dalam air panas tanpa menggunakan kompor.

      Maka, tidak heran kamu akan menemukan banyak penjual telor dan jagung di sekitar tempat ini. Sumber air panas ini tentu dapat menjadi suatu daya tarik yang mengagumkan karena berada di dataran tinggi dengan ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.

       

       
      Menyambangi Aroma Pecco


      Aroma Pecco via Flickr

       

       
      Selanjutnya, inilah dia salah satu destinasi wisata di Kerinci yang tentunya sayang untuk kamu lewatkan. Destinasi wisata ini adalah Aroma Pecco.

      Aroma Pecco sendiri adalah sebuah tempat rekreasi alam di kawasan Kayu Aro. Di tengah perkebunan teh Kayu Aro, kamu dapat melihat sebuah taman dengan sebuah kolam. Pada zaman Belanda, kolam yang terdapat di taman ini diduga merupakan tempat penampungan air bagi perkebunan teh.

      Bagi kamu yang berniat untuk menjajal kolam di taman ini, maka kamu dapat mencoba menggunakan sampan yang tersedia di sini. Nah, kamu juga bisa beristirahat sambil membawa makanan di tempat ini.

      Sesampainya di taman wisata ini, kamu akan menemukan dua bapak penjaga yang sedang membersihkan halaman dan juga menjadi penjaga. Biaya masuk ke tempat ini adalah sekitar 3000 yang juga sekaligus digunakan sebagai biaya parkir.

      Di tempat parkir terdapat bangunan mirip seperti atap rumah tradisional Jambi namun berukuran lebih kecil. Biasanya pada waktu Idul Fitri, fasilitas akan banyak ditambah karena tempat ini menjadi semakin ramai.

      Danau di tengah kebun teh ini memang menjadi salah satu oase terutama untuk beristirahat dan cukup memukau mata.

       

       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai menjelajahi Kerinci, sekepal tanah surga di Provinsi Jambi bagian kedua. Ternyata, Kerinci memiliki banyak destinasi wisata yang tentunya menarik untuk disambangi pada kesempatan liburanmu selanjutnya.

      Happy traveling! 
       


       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Apakah yang kamu ketahui tentang Kerinci? Masih asingkah Kerinci di telingamu?
      Keberadaan Kerinci memang sedikit sekali dikenal oleh masyarakat Indonesia. Keberadaannya yang jauh berada di tengah Pulau Sumatera memang membuat segala informasi seolah-olah tertutup rapat.
      Kerinci terletak di lembah Bukit Barisan. Pada awalnya keberadaan Kerinci memang tertutup namun untungnya kemajuan teknologi dari waktu ke waktu terutama internet mampu membuat Kerinci menjadi tidak begitu terisolir.
      Bagi para pendaki, Kerinci rupanya telah menjadi salah satu destinasi wisata tujuan di Sumatera. Gunung Kerinci memang menjadi salah satu primadona wisata yang indah dengan ditambah pemandangan Danau Gunung Tujuh serta Danau Kaco yang memukau. Lembah Bukit Barisan itu menyimpan berbagai lanskap alam, sejarah dan budaya yang membuat siapapun ingin tahu.
      Nah, apakah kamu penasaran dan ingin segera mengetahui lebih lanjut tentang Kerinci? Yuk, simak pembahasannya dalam menjelajahi Kerinci, sekepal tanah surga di Provinsi Jambi (bagian pertama) berikut ini.
       
      Perjalanan Udara Menuju Kerinci

      Bandara Sultan Thaha Saifuddin via Jambi Prov

      Bandar Udara Minangkabau via Kios Tiket
       
      Perjalanan menuju Kerinci bisa ditempuh dengan dua cara yaitu perjalanan udara dan juga perjalanan darat. Untuk perjalanan dengan udara, bisa ditempuh dengan mengambil penerbangan dari Jakarta menuju Padang atau Jambi.
      Terdapat cukup banyak penerbangan menuju ke dua kota di Pulau Sumatera ini, seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air dan Citilink.
      Penerbangan dari Jakarta menuju Jambi biasanya ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit. Sementara penerbangan dari Jakarta menuju Padang biasanya ditempuh dalam waktu 1 jam 50 menit.
      Pada hari biasa, tiket dengan tujuan Jambi dapat kamu beli dengan harga sekitar 400 ribuan sementara tiket dengan tujuan Padang dapat kamu beli dengan harga sekitar 500 ribuan.

      Pesawat Menuju Depati Parbo via I love Sungai Penuh
       
      Selanjutnya, dari Jambi menuju Kerinci, kamu dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan pesawat kecil. Harga tiket pesawat ini adalah sekitar 325 ribuan. Kamu akan menempuh perjalanan selama 45 menit hingga tiba di lapangan udara Depati Parbo, Desa Hiang, Kecamatan Sitinjau, Kabupaten Kerinci.
      Penerbangan ini beroperasi setiap hari Senin dan Rabu sehingga kamu dapat menentukan sendiri waktu yang sesuai dengan jadwalmu.
      Dari sini, kamu dapat langsung melanjutkan perjalananmu untuk mencapai tujuan daerah-daerah di Kabupaten Kerinci atau Kota Sungai Penuh. Biasanya, para pelancong akan tiba di Kota Sungai Penuh terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kayu Aro, Danau Kerinci, Lempur dan masih banyak lainnya.
       
      Perjalanan Darat Menuju Kerinci

      Travel via poratukerinci
       
      Nah, jika kamu memiliki waktu lebih untuk menjelajahi Kerinci, kamu dapat mencoba pengalaman seru dengan menelusuri perjalanan darat. Setibanya di Bandara Jambi, kamu dapat langsung menggunakan jasa travel yang akan mengantarkanmu dari Jambi menuju Kerinci.
      Perjalanan darat ini ditempuh selama kurang lebih 10 hingga 11 jam. Beberapa travel yang melayani perjalanan dengan rute Jambi menuju Kerinci adalah PO Safa Marwa, PO Ayu Transport, PO Ratu Kerinci dan banyak lainnya.
      Kamu dapat memilih kendaraan minibus/elf tergantung dengan jenis kendaraan yang sesuai denganmu. Harga yang dipatok untuk perjalanan dari Jambi menuju Kerinci pun bervariasi, tergantung jenis mobil yang kamu gunakan.
      Sementara, jika kamu ingin melakukan perjalanan dari Padang menuju Kerinci, kamu harus menggunakan perjalanan darat karena saat ini belum tersedia penerbangan yang melayani rute ini. Lama perjalanan darat dari Padang menuju Kerinci cenderung lebih singkat yaitu sekitar 6 hingga 7 jam.
      Travel-travel ini juga melayani jasa antara jemput langsung ke tujuan penumpang sehingga dari bandara kamu dapat langsung menuju ke tempat tujuanmu tanpa harus singgah terlebih dahulu di pusat kota.
      Rata-rata tujuan travel adalah ke Sungai Penuh. Hal ini karena dulu, sebelum menjadi kota tersendiri, Kota Sungai Penuh adalah Ibukota Kabupaten Kerinci.
       
      Transportasi di Kerinci dan Sungai Penuh
      Berbicara mengenai transportasi di Kerinci dan Sungai Penuh, sangat disarankan agar kamu menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, alternatif lainnya yang dapat kamu tempuh adalah dengan rental mobil dan motor yang banyak terdapat baik di Kerinci maupun Kota Sungai Penuh.
      Angkutan umum di Kerinci biasanya terdapat di pasar-pasar pinggir jalan raya seperti Pasar Siulak, Pasar Semurup, Pasar Jujun dan masih banyak lainnya.
      Saat ini, keberadaan angkot makin berkurang sedangkan ojek makin bertambah. Tarif angkot juga bervariasi tergantung jarak.
      Jika kamu ingin menggunakan angkutan umum untuk jarak dekat, kamu dapat menggunakan bendi dengan tariff tergantung jarak yang dituju. Ya, pintar-pintarlah menawar untuk mendapatkan harga yang terbaik. Meskipun demikian, bendi hanya dapat ditemukan untuk transportasi dalam kota Sungai Penuh.
       
      Menginap di Kerinci

      Suasana Kota Sungai Penuh via DPPKAD Sungai Penuh
       
      Menjelajahi Kerinci, belum lengkap rasanya jika kamu belum menginap di sini. Ya, kamu harus merasakan seperti apa rasanya bermalam di Kerinci yang tentunya indah dan menyenangkan.
      Pilihan pertama untuk menginap adalah di pusat Kota Sungai Penuh. Kota Sungai Penuh ini adalah pusat segala keramaian di Kerinci. Di Kota Sungai Penuh ini terdapat banyak hotel dari kelas melati hingga bintang empat.
      Sementara itu, akses menuju hotel-hotel ini pun tergolong cukup mudah karena berada di pusat kota dan juga pinggir jalan utama. Untuk masalah biaya, budget yang dapat kamu persiapkan untuk bermalam di Kota Sungai Penuh adalah skeitar 100.000 hingga 300.000 per malam.

      Kersik Tuo via Panoramio
       
      Pilihan selanjutnya adalah menginap di penginapan berjenis homestay. Penginapan berjenis ini banyak terdapat di kawasan Kersik Tuo yang terletak di sekitar kaki Gunung Kerinci. Jika kamu ingin merasakan lebih dekat lagi dengan kawasan Kerinci, maka kamu dapat mencoba untuk menginap di tempat ini.
      Nah, selain itu, ketika menginap di tempat ini kamu akan dapat merasakan hawa sejuk khas Kerinci. Hawa ini bahkan dapat kamu nikmati di waktu malam hari.
      Umumnya, penginapan berjenis homestay ini terletak di pinggir jalan utama. Namun, biasanya terdapat juga penginapan berjenis homestay yang berada agak jauh dari pinggir jalan utama. Biasanya, terdapat plang papan nama dan penunjuk arah yang akan memudahkanmu untuk mencapai homestay tersebut.
      Biasanya, homestay ini dijadikan sebagai pilihan terutama bagi para wisatawan yang berniat untuk mendaki Gunung Kerinci. Untuk masalah budgetpun tergolong murah meriah. Tipe kamar yang disediakan pun berbeda-beda sesuai dengan keinginan wisatawan.
      Budget untuk satu kamar  dengan dua tempat tidur dikenakan harga sekitar 60.000 permalam sudah termasuk dengan satu kali makan dan minum kopi.
       
      Menyambangi Gunung Raya dan Kawasan Sekitarnya

      Gunung Raya via Gunung Bagging
       
      Inilah dia salah satu keeksotisan wisata alam di Kerinci yang tentunya jangan sampai kamu lewatkan. Destinasi wisata ini adalah Gunung Raya. Namanya memang tidak setenar Gunung Kerinci, namun gunung ini memiliki keindahan wisata alam yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi.
      Untuk mencapai Gunung Kerinci, dari Kota Sungai Penuh kamu dapat berkendara menuju Danau Kerinci. Setelah itu, kamu akan bertemu simpang tiga Desa Jujun, dan pilihlah kea rah kanan. Tidak beberapa lama kemudian kamu akan tiba di destinasi wisata ini.
      Gunung Raya ini terletak di kawasan Kecamatan Gunung Raya yang juga terkenal sebagai salah satu pemasok kayu manis terbesar di Kerinci. Tidak banyak yang mengetahui bahwa Kerinci merupakan produsen kulit kayu manis (Cassiavera) terbesar di dunia. Kulit kayu manis ini termasuk dalam jenis rempah-rempah yang beraroma manis dan pedas.
      Jika kamu singgah ke daerah ini, jangan lupa untuk melihat sendiri bagaimana warga mengolah kayu manis menjadi sebuah produk yang bernilai jual tinggi.
      Ketika menyambangi daerah ini, kamu juga dapat menyaksikan hamparan sawah yang menghijau dengan suasana pedesaan yang masih sangat asri.
      Kecamatan Gunung Raya terdiri dari beberapa desa. Salah satunya adalah Desa Lempur Mudik yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Di sana terdapat banyak bangunan yag berasal dari zaman dahulu tetapi keasriannya masih tetap terjaga hingga saat ini.
       
      Melihat Lebih Dekat Kawasan Batang Merangin

      Batang Merangin via Jambstyle
       
      Selanjutnya, inilah dia kawasan wisata lainnya di Kerinci yang dapat kamu sambangi dan lihat lebih dekat. Kawasan wisata ini adalah Batang Merangin.
      Batang Merangin adalah sebuah sungai yang terletak di kawasan Kerinci dan melintasi berbagai desa-desa setempat yang masih sangat asri. Desa-desa tersebut adalah Pulau Sangkar, Tarutung, Tamiai dan masih banyak lainnya.
      Walaupun desa-desa ini terletak jauh dari pusat kota, tetapi sangat direkomendasikan karena kamu dapat melihat suasana yang asri. Kamu juga dapat melihat penduduk lokal berladang, memancing ikan dan segala aktivitas lainnya yang berkaitan sangat erat dengan menjaga dan melindungi alam.
      Di tempat ini, biasanya juga dapat digunakan untuk arum jeram karena arusnya yang cukup besar. Meskipun demikian, kamu harus tetap berhati-hati dalam menjelajahi aliran Sungai Batang Merangin ini.
       
      Mengunjungi Danau Kaco

      Danau Kaco via Indonesia Wonder
       
      Inilah dia destinasi wisata alam di Kerinci selanjutnya yang tentu saja dapat kamu sambangi. Destinasi wisata ini adalah Danau Kaco, yang dalam bahasa Indonesia berarti kaca.
      Danau ini terletak di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya. Danau ini juga berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan termasuk dalam salah satu situs warisan bersejarah UNESCO. Danau ini memiliki luas sekitar 90 meter dan kedalaman yang masih belum diketahui.
      Tidak salah jika danau ini diberi nama Danau Kaco. Hal ini karena danau ini memiliki air yang sangat bening dan bersih seperti kaca. Jika kamu berkunjung ke Kerinci, belum lengkap rasanya jika kamu belum mengunjungi Danau Kaco ini.
      Danau Kaco mengeluarkan cahaya yang cukup terang pada waktu malam hari. Sehingga, tidak diperlukan pencahayaan lagi ketika menyambangi tempat ini.
      Danau ini mengeluarkan cahaya yang cukup terang terutama pada waktu bulan purnama. Perjalanan menuju Danau Kaco sendiri tergolong cukup panjang. Dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mencapai Danau Kaco dari desa yang terdekat yaitu Desa Lempur Mudik. Masalah akses memang masih menjadi kendala yang utama.
      Danau Kaco saat ini masih menjadi salah satu objek wisata alam di Kabupaten Kerinci yang masih sangat digemari. Banyak wisatawan yang datang berkunjung ke Danau Kaco ini baik dari dalam Kabupaten Kerinci maupun dari luar Kabupaten Kerinci.
      Semoga pengelolaan objek wisata ini dapat menjadi lebih baik lagi agar kekayaan alam Kerinci dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar sehingga mampu memberikan manfaat hingga masa yang akan datang.
       
      Menyaksikan Pesona Danau Gunung Tujuh

      Danau Gunung Tujuh via Bocah Rimba
       
      Bagi kamu yang masih ingin menjelajahi berbagai wisata alam di Kerinci, maka tentunya kamu dapat mencoba untuk melihat lebih dekat pesona Danau Gunung Tujuh ini.
      Danau Gunung Tujuh termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.
      Perjalanan dari Kota Sungai Penuh memerlukan waktu sekitar dua jam agar bisa sampai di destinasi wisata yang satu ini. Perjalanan dapat kamu tempuh dengan menggunakan angkot berwarna putih trayek Letter W/Gunung Tujuh dari Kota Sungai Penuh dengan tariff 10.000 rupiah.
      Selama perjalanan tersebut, kamu akan dapat menyaksikan pemandangan alam yang indah dengan sejuta keindahannya. Hamparan sawah yang menghijau, pucuk-pucuk kayu manis yang indah, hamparan harum bunga kopi robusta serta kebun teh menjadi pemandangan yang akan menemanimu dalam menyambangi Danau Gunung Tujuh tersebut.
      Danau Gunung Tujuh merupakan salah satu objek wisata alam favorit di Kerinci. Selain memiliki panorama alam yang indah, tempat ini juga memiliki lanskap yang sangat beragam dan unik.
      Danau Gunung Tujuh merupakan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara yang terletak di atas gunung. Danau Gunung Tujuh ini juga memiliki air yang sangat jernih.
      Di seberang danau terdapat pasir putih. Pasir putih tersebut dapat kamu capai dengan menggunakan perahu nelayan milik masyarakat sekitar. Perjalanan ini dapat kamu tempuh selama sekitar dua jam.
      Danau Gunung Tujuh sendiri memiliki luas sekitar 960 hektar dengan panjang 4,5 kilometer dan lebar 3 kilometer. Ketinggian danau ini berkisar sekitar 1950 meter di atas permukaan laut.
      Dengan ketinggian tersebut, danau ini kemudian dijuluki sebagai Danau di Atas Awan.
      Asal-usul penamaan Danau Gunung Tujuh sendiri karena danau ini terletak dikelilingi oleh tujuh puncak gunung. Gunung-gunung tersebut adalah Gunung Hulu Tebo (2.525 meter), Gunung Hulu Sangit (2.330 meter), Gunung Madura Besi (2.418 meter), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis lumut (2.350 meter), Gunung Selasih (2.230 meter), Gunung Jar Panggang (2.469 meter) dan Gunung Tujuh (2.735 meter).
      Danau Gunung Tujuh juga merupakan danau vulkanik yang indah. Danau ini tercipta karena proses letusan gunung api, yaitu Gunung Tujuh. Letusan gunung tersebut menyebabkan terbentuknya sebuah kawah besar yang kemudian terisi oleh air hujan sehingga membentuk sebuah danau.
      Danau Gunung Tujuh mengaliri beberapa sungai di Jambi. Salah satu sungainya bermuara di Sungai Batanghari yang selanjutnya akan sampai di Selat Berhala.
       
      Nah, itulah dia penjelasan mengenai menjelajahi Kerinci, sekepal Tanah Surga (bagian pertama). Ternyata Kerinci memiliki berbagai destinasi wisata alam yang tentunya indah dan juga menarik untuk disambangi.
      Letaknya yang berada di tengah Pulau Sumatera seringkali membuat akses tentangnya menjadi agak sulit didapat. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, kini mendapatkan informasi untuk menjelajahi Kerinci pun tidak menjadi sulit lagi.
      Happy traveling!
    • By Tarmizi Arl
      Pulau Sumatera atau dikenal pula dengan sebutan Andalas, merupakan pulau besar Indonesia yang secara geografis berada pada sisi paling Barat. Di Sumatera, terdapat banyak spot pilihan untuk berwisata baik dari segi wisata alam, kuliner, hingga budaya. Selain di pulau utamanya sendiri yang memanjang dari Barat Laut ke Tenggara, pulau-pulau kecil yang berada di sekitarnya juga tak kalah memberikan daya tarik. Bahkan masih terbilang banyak pulau-pulau disekitaran Pulau Sumatera yang masih perawan.
      Keindahan kepulauan Sumatera sebagai kepulauan paling Barat Indonesia juga dapat dinikmati ketika senja tiba. Sinar mentari terakhir tiap harinya yang melalui Pertiwi akan melalui Kepulauan Sumatera ini dan memberikan sensasi menarik seolah menjadi salam perpisahan terindah. Ada banyak pilihan spot istimewa jika kalian pemburu senja untuk menikmati sunset dari Sumatera, dan 6 diantaranya akan kita ulas berikut.
       
      1. Tak Ada Tempat Untuk Gelisah, Sunset Pulau Sikulai di Mentawai Hanya untuk Kalian yang Mencari Senang

      Sunset Pantai Sikulai, (via caranoadventure.blogspot.co.id)
      Kepulauan Mentawai mungkin sudah tidak asing lagi bagi travelers. Kepulauan yang berada di sisi Barat Pulau Sumatera ini terkenal sebagai surganya wisata bahari milik Provinsi Sumatera Barat. Di kepulauan ini ada banyak spot indah yang bisa dipilih untuk menikmati lautan lepas dengan pantai berpasir putih. Salah satu yang bisa kalian pilih ialah Pulau Sikulai.
      Pulau Sikulai secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Jaraknya sekitar setengah mil laut dari Pusat Kota Padang dan dapat dicapai dari Dermaga Bungus atau dari Pelabuhan Muara dengan menggunakan kapal. Durasi pelayarannya sendiri ialah sekitar 30 hingga 45 menit.
      Keindahan pulau yang memiliki luas 44 hektar ini ialah dari pantai berpasir putihnya yang luas bertemu dengan laut biru khas Samudera Hindia. Kawasan hijau di dalam pulau juga sangat alami sehingga nampak kesan tropis yang kuat.
      Dengan kondisi pulau dan lautnya yang masih terbilang alami tersebut membuat kawasan pulau ini sering dijadikan spot untuk Snorkeling. Pesona bawah laut dari Sikulai yang dipenuhi biota laut yang beragamlah yang menjadikan aktivitas snorkeling menjadi menyenangkan.
      Ketika sore mulai berjalan, maka keindahan sunset menjadi daya pikat utama untuk dinikmati para pengunjung. Ada banyak pilihan spot untuk melihat dan memotret sunset dari Pulau Sikulai ini, baik dari atas pasir pantainya ataupun kalian juga bisa naik ke atas bukit di tepi pantai. Untuk menuju puncak bukit, sudah tersedia tangga yang harus didaki sekitar 30 menit. Meskipun cukup melelahkan, keindahan sunset dari atas bukit akan membuat lupa segala kelelahan yang terasa.
       
      2. Dari Atas Ketinggian, Memotret Sunset dari Bukit Langkisau Ibarat Memotret Mahakarya Alam

      Bukit Langkisau Kala Senja, (via twitter.com/kelilingminang)
      Masih di Tanah Minang, kali ini kita menuju Kabupaten Pesisir Selatan, sekitar 82 km dari Pusat Kota Padang. Bukit Langkisau, begitulah lokasi menawan yang berada di Painan, Ibukota Kabupaten Pesisir Selatan. Bukit yang merupakan salah satu jajaran Bukit Barisan ini menjadi spot yang populer dikunjungi terutama untuk melihat sunset.
      Menuju Bukit Langkisau kini bukan hal sulit karena sudah dibuat akses yang bisa dilalui mobil. Perjalanan menanjak akan dipadu pula dengan kelok-kelok yang khas perbukitan. Namun sesampainya di titik terakhir kendaraan, pengunjung masih harus berjalan kaki lagi dengan menaiki sekitar 50 anak tangga. Barulah akan tiba di atas puncak dan melihat luas pemandangan lanskap alam didepan mata.
      Dari atas bukit setinggi sekitar 400 mdpl tersebut, pantai dan lautan lepas nampak tersuguh cantik memanjakan mata. Di sisi lain, nampak juga pemandangan kota serta hijaunya lahan khas daerah tropis. Keindahan ini akan semakin lengkap ketika senja dimana saat-saat matahari yang akan kembali ke peraduannya nampak menyuguhkan mahakarya berupa semburat jingga yang mempesona. Dari atas bukit, luasnya pemandangan membuat sunset dan cahayanya ibarat tiada yang mampu membatasi pesonanya. Tak salah jika di sini menjadi spot favorit berkumpul sekaligus tempat terbaik untuk memotret sunset.
       
      3. Kepulauan Mursala di Tapanuli Tengah Siap Menjamu Dengan Senja yang Istimewa

      Sore di Murasala (via Tribun Medan-Silfa Humairah)
      Pesona alam Sumatera Utara, tidak sekedar Danau Toba. Provinsi berpenduduk terbanyak di Sumatera ini juga memiliki keindahan bahari dari kepulauan yang ada di sekitarnya. Memang masih banyak yang belum dikenal luas, padahal keindahan yang dimilikinya tidak bisa dipandang sebelah mata, salah satunya ialah Kepulauan Mursali yang masuk dalam wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.
      Kepulauan Mursula terdiri dari gugusan pulau-pulau dan yang terbesar bernama Pulau Mursula. Kepulauan ini sudah cukup terkenal sebagai lokasi wisata bagi warga Sumatera Utara termasuk dari Kota Medan. Padahal untuk menuju lokasi ini dengan jalur darat dari Kota Medan bisa mencapai waktu 10 jam lebih, apalagi saat liburan kemacetan tidak bisa dihindarkan di kawasan Tapanuli.
      Meskipun cukup memakan waktu, nyatanya tetap saja Kepualuan Mursula tak kehilangan pesona. Keindahan yang dimilikinya berhasil menyedot banyak perhatian wisatawan. Kejernihan dan birunya lautan lepas berpadu dengan pulau-pulau yang masih alami menjadikan pemgunjung merasa sangat nyaman dalam berlibur. Beberapa pulau yang paling mempesona ialah Pulau Kalimantung, Pulau Bakar, dan Pulau Putri. Pasir pantai dan eksotismenya saat senja menjadikan pulau ini tak kalah menawannya dengan pulau-pulau wisata lain di Indonesia. Apalagi jika di hari biasa, sangat sedikit wisatawan yang datang sehingga membuatnya seolah menjadi pulau pribadi bagi siapa saja yang datang.
      Menyewa kapal untuk seharian di kepulauan Mursala memang tidak murah, namun jika kalian datang berombongan belasan hingga 20an orang, maka dijamin harga tersebut sudah sangat murah.
      Pesona senja yang dimiliki dari Kepulauan Mursala adalah hal yang tak boleh terlewatkan. Dari pulau manapun yang kalian pilih, siap menyuguhkan cantiknya cahaya senja dari sunset. Memotret sunset pun menjadi kegiatan yang tak akan terpuaskan karena terus dan terus pesonanya semakin menjadi hingga mentari benar-benar tenggelam.
       
      4. Tak Hanya Soal Alam, Kemegahan Masjid An Nur di Pekanbaru pun Siap Menyuguhkan Pesona Senja yang Menawan

      Masjid Agung An Nur Pekanbaru (via suzannita.com)
      Jika sebelumnya kita bisa melihat senja di nuansa alam terbuka dengan berbagai pilihan lanskapnya, maka suguhan senja berpadu bentuk arsitektur dari bangunan juga bisa menjadi pilihan untuk memberi pengalaman lain. Pilihan lokasi yang istimewa untuk melihat sunset tersebut salah satunya ialah di Pekanbaru yaitu di Masjid Agung An Nur.
      Masjid terbesar di Pekanbaru ini digadang-gadang sebagai Taj Mahalnya Indonesia. Hal ini karena bentuk arsitekturnya yang mirip. Apalagi bagi pecinta fotografi, ketika sore hari matahari akan bergulir ke sisi belakang masjid sehingga menimbulkan siluet bagi masjid itu sendiri serta cahaya jingga yang akan menjadi latarnya.
      Kemegahan dan keanggunan masjid yang bersebelahan dengan Gereja HKBP ini disaat sore hari memang berhasil menyedot kunjungan. Tak khayal, selain sebagai tempat ibadah banyak pula yang datang untuk sekedar rekreasi dan wisata.
      Masjid An Nur sendiri sudah dibangun tahun 1964, namun bentuknya yang semegah saat ini merupakan hasil renovasi besar di tahun 2002 silam. Saat ini, fasilitas di area masjid sangat lengkap meliputi Islamic Centre, Perpustakaan, Aula, dan taman-taman yang mengelilingi bangunannya.
       
      5. Danau Kerinci, Keindahan Sunset yang Sangat Terperinci

      Suasana senja di Danau Kerinci (via twitter,com/jalanjalanbro)
      Sebagian besar kita tentu sudah mengenal Kerinci. Kabupaten di Provinsi Jambi ini memiliki sejuta pesona, apalagi lokasinya di dataran tinggi dengan Gunung Kerinci sebagai puncak tertingginya menjadikan Kerinci diberkahi oleh kekayaan alam yang melimpah.
      Danau Kerinci menjadi satu diantara berkah alam yang Tuhan berikan di Bumi Kerinci. Danau ini tidak sekedar sebuah perairan luas namun lebih dari itu karena latar pegunungan yang nampak berlapis mengelilinginya. Gunung Raya dan Gunung Kerinci menjadi latar utama yang membuat pesona Danau Kerinci semakin terpancar. Aktivitas warga di atas perairan juga menambah sensasi dari danau seluas 4.200 meter persegi tersebut.
      Banyak hal yang bisa dilakukan di danau yang berada di ketinggian 783 mdpl ini, seperti memancing, berperahu, berkemah, atau sekedar bersantai di tepi danau. Apalagi ada banyak rumah makan yang tersedia sehingga tidak perlu merasa khawatir kelaparan.
      Dikala senja tiba, pemandangan lanskap Danau Kerinci semakin terpancar sebagaimana terpancarnya cahaya jingga dari mentari. Sunset yang disuguhkan seolah bersiap kembali keperaduan yang berada di balik perbukitan. Pantulan cahaya di atas air juga menjadikan nuansa dramatis lebih terasa. Bagi pecinta fotografi, memotret sunset dari Danau Kerinci adalah kesempatan emas menghasilkan karya foto yang memukau terutama saat cuaca cerah.
      Jika kalian tertarik datang ke Danau Kerinci, dari Jambi bisa langsung menuju Sungai Penuh yang berjarak 16 km dari lokasi danau. Jarak Kota Jambi ke Sungai penuh memang cukup jauh yaitu sekitar 10-11 jam perjalanan mobil. Apabila tidak membawa kendaraan pribadi, bisa menggunakan jasa travel reguler.
       
      6. Keindahan Senja Terakhir dari Sumatera yang Disajikan oleh Pantai Lampuuk Aceh

      Pantai Lamphuuk (via talitha-nandhik.ablogspot.co.id)
      Bicara Aceh maka tak bisa dilepaskan dari pantai-pantainya. Lokasi provinsi terbarat Indonesia ini yang berada diujung pulau membuatnya dilalui oleh garis pantai yang panjang. Banyak pantai yang bisa dijumpai dengan karakter yang berbeda-beda, salah satunya pantai yang masih satu garis dengan pantai Lhoknga, yaitu Pantai Lampuuk.
      Pantai Lampuuk berada di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Secara geografis lokasi pantai ini berada di sisi paling Barat daratan Aceh, sehingga dapat dikatakan pula sebagai penutup senja dari Bumi Nusantara.
      Keunikan dari Pantai Lampuuk ialah garis pantainya yang memanjang serta barisan perbukitan di sekitarnya. Pemandangan cantik tersebut didukung pula oleh birunya lautan serta buih putih gelombang yang membuatnya semakin mempesona. Keindahan-keindahan yang dimiliki Pantai Lampuuk inilah yang akhirnya membuat pantai ini sangat digemari oleh wisatawan.
      Banyak kegiatan pula yang bisa dilakukan di pantai ini, dari mulai olahraga air seperti berselancar, snorkeling, banana boat, atau hanya sekedar bersantai di atas pasir pantai. Bahkan di lokasi Babah dua terdapat penangkaran penyu yang bisa dijadikan pilihan untuk berwisata edukasi. Namun dari kesemuanya, ada satu lagi yang tak boleh dilewatkan begitu saja yaitu pesona senja yang siap memukau mata.
      Pesona sunset dari Pantai Lampuuk memang berhasil menghipnotis penikmatnya. Hal ini tidak terlepas dari perbukitan yang nampak menjorok membentuk tanjung kecil. Dengan latar itulah, memotret sunset di Pantai Lampuuk akan memberikan kesan yang lebih dramatis.
    • By Penempuh Rimba
      Salah satu budaya asli peninggalan nenek moyang Indonesia, ya, seni beladiri Silat yang terdiri dari ratusan jenis dan disiplin ini kini makin mendunia. Meski dalam sebuah ironi dimana seni budaya beladiri ini bisa dikatakan lebih populer diminati generasi muda dimancanegara dibanding negrinya sendiri. Kurang yakin ? silahkan tanya para pesilat…tanya diri sendiri.
      Apalagi silat tradisional semakin tergerus zaman ditinggal penerusnya.

      Sesuai visi dan misi Jungle Ghost, berkesempatan pada bulan Maret 2015 maka Clan Chiricahua sumbar bersama beberapa pesilat asli Ranah minang berusaha ikut mempopulerkan,mempromosikan kembali budaya silat sesuai daerah keraja. Dengan cara membawa semangat Silek Minang kepuncak tertinggi Sumbar yaitu Puncak Trimartha di Gunung Talamau.
      Berbekal prinsip dasar pandeka/pendekar silek minang yaitu:
      ~Gantuang tinggi, Buang jauah~
      Artinya : ~Gantung tinggi buang jauh~
      Makna : Yang digantung itu kesombongan kamu,
      jika kesombongan kamu telah gantung dan kesombongan itu mati, maka kamu akan jadi diri kamu yang sebenarnya. Yang dibuang jauh itu adalah ego.
      Setelah kesombongan kamu musnahkan dari diri kamu maka buanglah jauh-jauh ego mu,
      maka kamu akan jadi pendekar yang sebenar nya.
      Pendakian promosi silat sebagai budaya ini dimulai dari desa Pinaga 320 mdpl dan bertujuan Puncak Trimartha 2982 mdpl berhasil dan berjalan lancar, walaupun kejamnya cuaca basah Talamau ditambah trek yang terkenal sangat panjang, ekstrim dan penuh aura mistis selalu menemani setiap langkah.
      Ampuni kesombongan kami ya Allah.
      HOWGHH…
       
      Top INFO GUNUNG: Tentang Gn.Talamau

      Setiap pendaki, wajib mematuhi aturan yang berlaku di gunung ini.
      Prosedur.
      Pendaki melapor pada petugas/kuncen setempat Barang Bawaan pendaki akan diperiksa dan dihitung. Diperiksa untuk menseleksi apa yang boleh dan tidak untuk dibawa kegunung ini. Dihitung untuk nanti dicocokan ketika penghitungan sampah saat pendaki turun. Disarankan membawa guide bagi yang belum pernah. (jalur sangat banyak cabangan) Mematuhi semua aturan yang dijelaskan petugas/kuncen Spot menarik sepanjang jalur pendakian

      Air terjun Puti Lenggo Geni ketinggian +- 109 meter Padang Sirinjano, sebuah padang rumput yang berada di ketinggian 2640m dpl seluas 40 hektar. Kawah belerang Goa Ada empat goa yang berada didaerah puncak gunung Talamau Jika beruntung anda mungkin bertemu Rusa, Kijang, Kambing hutan dan Tapir Telaga, Terdapat 13 buah telaga (talago bahasa setempat), dikawasan puncak talamau, kebanyakan pendaki selalu menemukan telaga dalam jumlah yang berbeda-beda. Nama2 telaga itu adalah: Talago Puti Sangka Bulan Talago Tapian Sutan Bagindo Talago Tapian Puti Mambang Surau Talago Siuntuang Sudah Talago Puti Bungsu Talago Rajo Dewa Talago Satwa Talago Lumuik Talago Biru Talago Mandeh Rubiah Talago Imbang Langik Talago Cindua Mato Talago Buluah Parindu  
    • By backpangineer
      Pernahkah teman – teman disini menjelajahi Sumatera Barat? Jika jawabannya belum maka ayo ikutan bergabung di trip share cost menjelajahi Bumi Ranah Minang ini, kebetulan banget tahun 2016 banyak hari libur nasional yang berdekatan dengan weekend jadi bisa ada 3 hari libur beruntun, libur kayak gitu enak banget dipakai buat jalan – jalan.
       
       
       
      Itinerary adalah sebagai berikut
       
      Note 1 : itinerary yang dibuat bisa terlaksana dengan catatan semua peserta trip telah hadir di Kota Padang H-1 pelaksanaan trip sehingga kita bisa mulai perjalanan dari Kota Padang sepagi mungkin. Di Kota Padang bisa menginap di tempat saya. Free, no charge.
       
      Note 2 : Trip ini beda daripada trip – trip Sumatera Barat lainnya, hehe..
       
       
       
      Update Itinerary
      Day One, 25 Maret2016
      07.30 – 09.30 Perjalanan dari Kota Padang – Batusangkar
      09.30 – 15.30 Eskplore Batusangkar (Istana Basa Pagaruyung, Tabek Patah, Kiniko, Talago Gunuang nanti pas masuk waktu shalat Jum’at buat yang cowo muslim kita singgah di masjid dulu ya)
      15.30 – 16.30 Perjalanan batusangkar – Lembah Harau
      16.30 – 18.30 Kalo hari masih terang bisa keliling2 Sekitaran Lembah Harau
      18.30 – dst Istirahat
      Sawahlunto-nya terpaksa harus diskip karena waktunya yang tidak memungkinkan,
      Day Two, 26 Maret 2016
      06.00 – 08.00 Bangun pagi, sarapan
      08.00 – 10.00 Eskplor Lembah Harau
      10.30 – 11.00 Check Out Penginapan
      11.30 – 12.30 Lembah Harau menuju Bukittinggi
      12.30 – 15.30 Eksplor Bukittinggi
      15.30 – 16.30 Perjalanan Bukittinggi - Puncak Lawang
      17.30 – dst Perjalanan Puncak Lawang menuju Kota Padang
       
      Day Three, 27 Maret 2016
      06.00 – 07.00 Bangun pagi, sarapan
      07.00 – 08.00 Perjalanan menuju Bungus
      08.00 – 15.00 Eskplore Pulau eksotis khas Sumatera Barat
      15.00 – 16.00 Kembali ke Kota Padang
      16.00 – dst Persiapan menuju Bandara dan sayonara.
       
      Lion Air 20.20
       
      Lion Air 21.20
       
      Note : Itin bisa saja berubah, tergantung dari situasi dan kondisi di lapangan ya. Dan para peserta diharapkan mampu bekerja sama dengan baik sehingga trip ini berjalan dengan lancar
       
       
       
      Share costnya berapa, gan? Bisa dilihat pada tabel di bawah ini
       
       
       

      Nah ini adalah hitung – hitungan Share Cost trip Jelajah Bumi Ranah Minang kali ini, saya bukan EO atau Tour n Travel, hitung – hitungan yang ada disini berdasarkan pengalaman serta dari berbagai referensi yang ada. Kalo gag percaya cek aja sama harga yang ditawarkan oleh Tour n Travel 
       
       
       
      Oh iya, harga yang disebutin diatas itu Mepo : Kota Padang
      01. Transport dari masing2 tempat Bandara Soekarno Hatta
       
      02. Transport dari Bandara Internasional Minangkabau ke Kota Padang, kalo naik taksi biasanya kena Rp 110 ribu, bisa patungan sama teman kalo berangkatnya barengan
      03. Tiket Pesawat CGK PDG PP
      04. Makan Pada saat trip
      05. Oleh-oleh
      06. Pengeluaran pribadi
       

      Nah, karena itu adalah long weekend karena ada Imlek (bulan Februari) maka diperkirakan Sumatera Barat akan diserbu oleh wisatawan jadi akan ada DP untuk booking penginapan, Transportasi dan Kapal
       

      Pembayaran
      1. DP : 50% dari total cost, ditunggu hingga 25 Februari 2015 2. Pelunasan : H – 7 pelaksaan trip ini ini
       

      Syarat dan ketentuan :
      1. Trip ini bersifat share cost
      2. Siapapun boleh ikut, tapi tidak ada sistem booking via telp/sms/wasap/, siapa cepat dia dapat, siapa bayar DP duluan dia yang dapat seat
      3. Serius deh, ayo ikutan, kapan lagi ada yang ngajak share cost ke Sumatera Barat anti mainstream gini.
       
      4. Kamu bisa bayar DP melalui transfer ke rekening Mandiri 141-00-0695492-9 atau rekening BCA 7660319101 kedua rekening tersebut atas nama Muhammad Catur Nugraha
      5. Konfirmasi pembayaran dikirim via email mcaturnugraha.gmail.com atau via wasap juga boleh
      6. Jika terjadi pembatalan DP yang sudah masuk tidak dapat dikembalikan tetapi bisa mencari pengganti peserta, ya kan namanya juga share cost, kalo gag jadi ikutan beratin yang lain kan.
      7. Peserta minimal trip share cost ini 6 orang ya, kalo gag sampai 6 orang, ya tetap lanjut dengan biaya tambahan dari yang sudah diperhitungkan
       
      Barang – barang yang WAJIB di bawa selama trip:
      01. Obat obatan pribadi
      02. Pakaian ganti
      03. Sunblock
      04. Kamera pocket atau DSLR (kalo punya)
      05. Kamera Underwater (kalo punya)
      06. Perlengkapan mandi
      07. Topi/payung/rain coat
       
       
       
      Spoiler Racunnya, gan
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       

      Contacts
      Telp/sms : 081283156505
      Wasap : 08977257136
      BBM : 59953459
      Instagram : mcnugraha
      Twitter : @mcaturnugraha
       
       
       
       
    • By Alfa Dolfin
      Padang....ah ini trip ku paling berkesan kedua setelah trip Ambon. Alasannya, view indah dan eksotik. Berjumpa dengan rekan-rekan baru yang ramah n Helpfull. Cuma kalau mereka bicara bahasa daerah ya aku ngga ngerti. makanan yang enak. Meski bosan juga makan masakan padang terus.....hahaha. 
       
      Mengawali perjalanan ke Padang, aku memutuskan ber-solo traveling alias jalan sendiri. Ya sudah beberapa tahun aku jalan-i model traveling ini. Rasanya lebih asyik meski faktanya aku ngga benar-benar sendiri. Pasti ada teman baru. Minimal driver mobil yang kami sewa (merangkap guide) menjadi teman ku. Kedua...aku memilih menggunakan penerbangan Garuda. Memang agak mahal di banding airline lain. Ya....aku ingin nyaman n enjoy di trip ini sejak awal perjalanan.
       
      Menjelang landing di Bandara International Minangkabau, kamera di tangan sudah stand-by. Aku belum pernah ke Padang. Ini adalah pendaratan ayng pertama kali. Namun pikir ku pasti ada pemandangan cakep. Kebetulan moto-moto dari pesawat salah satu hobi ku selama traveling. Wajib....!!!...berarti wajib juga duduk persis di sebelah jendela (window seat). Wah ini juga wajib. 

      awalnya aku kurang paham ini pulau apa dan di daerah mana di Padang. Setelah lihat peta sekitar Teluk Bayur

      Ya benar...ini tidak jauh dari Pelabuhan Teluk Bayur. Terlihat ada kapal besar. Kalau sore mungkin lebih banyak lagi kapal-kapalnya.

      ini lebih jelas lagi. Teluk Bayur. Indah sekali. Apalagi latar belakang kontur perbukitan nan indah...
       

      woouuw....meski lagi konsen ngebidik spontan aku di buat kagum dengan layer pegunungan nan indah. Entah apa nama pegunungannya.

      termasuk yang ini juga. kombinasi komposisi sawah dengan layer pegunungan nan indah...

      ooo....my god.... cantiknya
       

      semakin mendekat landasan, beberapa detik sebelum roda pesawat menyentuh landasan masih mendapat suguhan wajah indah bumi padang...

      akhirnya....selamat datang di Bandara International Minangkabau. Kabut masih menyelimuti bandara. kebetulan waktu itu penerbangan pagi.
      Puas...sudah pasti. Di awal trip mendapat suguhan rupa alam Padang yang sangat indah. Terima kasih Tuhan....
      Oya...barangkali ada pertanyaan, lho memang boleh ya moto dari pesawat? sejauh n sesering yang aku jalani  tidak ada larangan. Kecuali moto pramugarinya. Nah ini aku pernah di tegor....