Sign in to follow this  
redocean

Menikmati Keindahan Jembatan Ampera

7 posts in this topic

Adalah Jembatan Ampera, jembatan panjang yang membelah sungai Musi di Palembang. Palembang merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatera Selatan yang menyimpan banyak tempat wisata yang menarik. Jika anda berkunjung ke Palembang, anda akan teringat akan sungai besar, Sungai Musi, dan jembatannya yang cantik jembatan Ampera. Tak ketinggalan, orang-orang pasti meminta oleh-oleh berupa pempek Palembang.

 

 

Jembatan Ampera ini sudah mengalami banyak perkembangan dari masa ke masa. Konon, jembatan yang memiliki panjang lebih dari 1 kilometer ini dahulunya sudah dirancang sejak tahun 1900-an. Namun, proses pembangunannya baru terlaksanakan pada tahun 1962 pada masa pemerintahan presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Pembangunan tersebut selesai pada tahun 1965 dan mulai digunakan masyarakatnya.

 

 

Jembatan Ampera adalah nama yang disebut masyarakat saat ini. Dahulunya, jembatan ini bernama Jembatan Bung Karno karena memang jembatan ini didirikan oleh Bung Karno dan menurut kisah, uang pembangunan Jembatan Bung Karno berasal dari hasil rampasan dari Jepang. Jembatan Ampera merupakan salah satu saksi dan bukti peninggalan sejarah. Jembatan ini diresmikan oleh Jendral A. Yani sebelum ia wafat pada peristiwa G30 S PKI. Karena pada tahun 1966 terjadi pergolakan hebat menentang Soekarno, maka Jembatan Bung Karno ini pun diubah namanya menjadi Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat atau Ampera yang kita kenal saat ini.

 

 

Jembatan Ampera ini dahulunya adalah jembatan terpanjang se-Asia Tenggara. Jembatan ini bukan hanya menghubungkan seberang Ulu dan Ilir saja, tapi dahulu konstruksi bangunan jembatan ini juga memiliki sisi yang unik. Bagian tengah yang ada di jembatan ini dulu bisa diangkat ke atas agar perahu atau kapal dengan ketinggian lebih dari 9 meter atau batas maksimum sekitar 44,5 meter bisa melewati jembatan ini.

 

 

Namun seiring dengan kondisi zaman, sistem mengangkat bagian tengah jembatan tak lagi digunakan. Ini disebabkan banyak faktor. Beberapa di antaranya karena umur jembatan yang semakin tua, terganggunya lalu lintas di atas jembatan, karena saat bagian atas dinaikkan membutuhkan waktu yang lama, serta juga saat ini sudah tidak ada kapal besar yang melalui jembatan Ampera ini.

 

 

Jembatan Ampera juga sudah beberapa kali dilakuakn perawatan. Dan saat ini, jembatan ini terlihat cantik terutama di malam hari. Lampu-lampu yang menyala di sepanjang Jembatan Ampera memantulkan cahaya yang berpadu dengan sungai Musi sehingga membuatnya terlihat sungguh eksotis dan indah. Jembatan Ampera adalah landmark Kota Palembang dan wajin anda kunjungi jika berkesempatan ziarah ke kota pempek ini.

 

 

Untuk anda yang ingin datang di siang hari, tak masalah, karena beberapa meter dari jembatan ini ada kafe terapung yang menyajikan menu utama ikan patin dan ragam makanan laut lainnya dengan sensasi yang unik. Namanya saja kafe terapung, tentunya kafe ini bukan berdiri di atas tanah. Kafe ini adalah jelmaan dari tangan-tangan kreatif yang merubah perahu mereka menjadi sebuah kafe mini di atas sungai. Saat makan, anda akan terayun-ayun karena gelombang air dari sungai Musi.

 

 

Kafe ini buka dari pukul 9 dan biasanya tidak sampai sore hari. Mengapa demikian? Karena kafe ini selalu ramai dan membuat persediaan sajian makanan setiap kafe cepat habis. Tempatnya memang kecil, jadi jika sedang ramai, anda akan menemukan pemandangan masyarakat yang rela mengantri untuk bergantian menikmati sensai makan di kafe terapung ini.

 

 

Nah, mulai sore, senja, hingga malam, mendekat ke Jembatan Ampera dan jangan lewatkan momen terindah dan teromantis untuk foto-foto dan sekedar bercengkarama di sekitar sini. Banyak warga, wisatawan baik lokal maupun luar daerah yang sengaja berkunjung ke Jembatan Ampera untuk menikmati momen santai tersebut.

 

 

Tak lengkap jika tak menikmati aneka kuliner dari para pedagang kaki lima yang menggelar lapak mereka di sekitar. Ada juga kafe yang menyediakan aneka menu seafood dan keunikan bentuk kafe, River Side, adalah salah satu kafe yang terkenal. Kafe tersebut berdiri di atas bekas kapal tongkang dan menghadap langsung ke Jembatan Ampera yang memancarkan keindahannya. Anda bisa mengambil posisi di lantai dua yang terbuka untuk menikmati udara Sungai Musi dan kecantikan Jembatan Ampera.

 

 

Nah, tahun 2013 ini banyak yang meminta pemerintah kembali melakukan renovasi dan perawatan pada Jembatan Ampera. Karena umurnya yang sudah semakin tua dan semakin padatnya lalu lintas di atas jembatan ini. Semoga tetap berdiri kokoh dan mempesona, Jembatan Ampera.

 

Eksotisme+Jembatan+Ampera+di+Malam+Hari.

Share this post


Link to post
Share on other sites

oh ternyata dipalembang jembatan amperanya bagus begini ya, nga nyangka difoto cakep nga kalah donk ama jembatan yg ada diluar negri, nice info, thanks  :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

oh ternyata dipalembang jembatan amperanya bagus begini ya, nga nyangka difoto cakep nga kalah donk ama jembatan yg ada diluar negri, nice info, thanks  :P

yap, kita mah banyak ga kalahnya juga soal wisata ama luar negeri :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Riohandoko21
      Halo,
      Salam Kenal Semua nya, Setahun kemarin saya dan istri sepakat untuk meluangkan waktu buat jalan-jalan keliling Indonesia.
      Saya jalan - jalan beserta istri dan anak kami umur 1 thn.
      - Trip Pertama kami Ke Bandung (Baby Umur 8 Bulan)
      - Trip Kedua ke Belitung ( Baby Umur 1 thn)
      - Trip Ketiga Ke Sumba NTT (Baby Umur 1,2 Thn)
      - Trip Keempat Ke Bogor ( Baby umur 1,4 Thn)
       
      2018 Ini Trip nya Ke Raja Ampat, Awal Bulan February.



    • By Bejo Suwito
      Salam kenal dari rental mobil palembang sinarmas
       
    • By dhonnies
      Kali ini saya akan sharing tempat wisata yang gak jauh-jauh amat dari Ikon Palembang, yaitu Jembatan Ampera. ya Palembang terkenal dengan julukan kota Pempek, memang benar karena pempek sendiri merupakan makanan serta masakan khas Palembang yang sudah melekat disana. Selain pempek Palembang juga memiliki ikon yang sangat terkenal yaitu jembatan Ampera. Jembatan ini termasuk jembatan terindah di Indonesia karena pemandanngya yang bagus di malam hari. Bagi anda yang ingin atau sedang berkunjung ke Palembang dan bingung mau kemana serta bingung mau naik apa. Berikut ini tempat-tempat yang menarik yang bisa anda kunjungi yang tidak jauh dari jembatan Ampera.
      1.    Benteng Kuto besak

      Tempat menarik yang tidak jauh dari jembatan ampera yang pertama ialah benteng kuto besak. Benteng Kuto Besak atau yang sering dikenal dengan sebutan BKB ini merupakan bukti bahwa kerajan Palembang Darussalam tersebut berjaya dan berkembang d Indonesia. Melihat benteng Kuto Besak yang ada di Palembang ini mengingatkan kita akan perjuangan bangsa Indonesia pada saat jaman penjajahan.
      Di dalam Benteng Kuto Besak terdapat kantor kesehatan Kodam Sriwijaya 2 dan juga rumah sakit. Bahkan tempat tersebut adalah benteng yang dibangun menggunakan dinding batu. Zaman dahulu benteng ini berfunngsi  digunakan benteng pertahanan dari serangan musuh. Meski sudah dibuat sejak jaman dahulu, benteng ini tetap kokoh dan tidak rapuh.
      2.    Monpera

      Berjalan sedikit dari Benteng Kuto Besak, kita bisa mengunjungi salah satu bangunan bersejarah lainnya di Palembang, yaitu Monumen Perjuangan Rakyat (MONPERA). Monumen ini dibangun untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia dalam peperangan 5 hari 5 malam di Palembang pada Januari 1947. Monumen ini terdiri dari 8 lantai yang di dalamnya terdapat berbagai koleksi yang berkaitan dengan peperangan tersebut. 
      Lantai pertama dan keenam berisi gambar-gambar potret perjuangan rakyat, kemudian di lantai kedua berisi mata uang yang ada di zaman dahulu serta senjata yang digunakan saat peperangan, lantai ketiga dan kelima berisi benda dan peristiwa perjuangan tokoh-tokoh pahlawan di Palembang, lantai keempat berisi piagam penghargaan, piala serta buku-buku yang terkait dengan perjuangan rakyat, lantai ketujuh hanya ada tangga yang menuju ke atap dan lantai teratas adalah puncak atap dari Monpera. Dari atas sini, Anda dapat melihat panorama 360 derajat dari kota Palembang.
      3.    Museum Sultan Mahmud Badaruddin II 

      Di Palembang juga terdapat museum sejarah. Letaknya tidak jauh dari Jembatan Ampera. Nama museumya adalah  Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II ini adalah tempat dimana kita bisa melihat dan mengenang berbagai macam peninggalan-peninggalan dari kerajaan Palembang.
      Museum ini juga memiliki desain arsitektur yang sangat unik. Jika kita perhatikan tangganya, kedua tangganya dibuat melingkar dari kedua sisi, ini menjadikan keunikan tersendiri untuk Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Didalam nya terdapat Berbagai macam peninggalan dari Kerajaan Palembang. Semuanya terawat dan disimpan di museum ini, museum ini pun juga berguna untuk melestarikan benda benda bersejarah yang ada di Palembang agar barang barang peninggalan itu tidak punah.
      4.    Pulau Kemaro

      Pada zaman dahulu Palembang merupakan pusat kerajaan bahari terbesar di Indonesia. Sehingga tidak heran jika Palembang memiliki tempat wisata berupa air dan perairan yang menakjubkan. Salah satu tempat wisata bahari yang patut untuk anda kunjungi yang tidak jauh dari jembatan Ampera adalah Pulau Kemaro. 
      Pulau ini adalah tempat wisata yang menarik dan mengasyikan bagi wisatawan. Bahkan jika musim liburan tiba tempat ini sangat penuh dikunjungi wisatawan. Pulau Kemaro tepatnya berada di tengah perairan Sungai Musi. Disana kita bisa melihat keindahan dan keelokan Sungai Musi.  Selain itu juga pengunjung bisa melihat keindahahan pemandangan di Pulau tersebut. 
      Pulau ini letaknya berada di 6 KM dari Jembatan Ampera. Karena letaknya yang strategis dengan ikon Kota Palembang, tak heran banyak wisatawan yang penasaran dengan Pulau Kemaro ini. Yang Paling menarik dari pulau ini adalah adanya Vihara. Dan sampai saat ini Vihara tersebut masih berfungsi dan sering digunakan untuk acara keagamaan, sehingga tidak mengherankan jika saat berkunjung kesana anda bisa meihat banyak umat Budhha yang berdoa dan berziarah di Vhara tersebut. Selain Vihara itu disana juga terdapat makam seorang putri cantik Palembang.
      5.    Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin

      Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin adalah mesjid terbesar di kota Palembang. Masjid ini merupakan tempat ibadah sekaligus tempat wisata religi bagi para pengunjung yang ingin datang langsung melihat bangunan kemegahan masjid ini. Masjid ini dibangun dan dirancang dengan menggabungkan arsitektur dari Eropa, China, dan Indonesia. Banyak para pengunjug yang kagum dengan keindahan bangunan masjid ini dan kenyamanan tempat ini. Selain itu Di dekat Masjid Agung Sultan Mahmud Bahruddin ini juga ada bangunan pasar yang menjual berbagai macam souvenir, kain tenun, kerajinan kayu, maupun makanan atau kuliner khas Palembang yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang kerumah.
      6.    Kampung kapitan

      Kampung Kapitan adalahn salah satu kawasan yang bernilai sejarah tinggi. Karena, kampung ini merupakan tempat pertama kalinya warga Tionghoa menetap di Palembang saat kota tersebut masih dalam jajahan Belanda. Sekarang Kampung Kapitan dijadikan sebagai obyek wisata. . Disana juga wisatawan seakan-akan dibawa menuju ke masa 200 tahun silam. Nilai seni dan budaya yang ada di Kampung Kapitan ini terletak pada struktur dan bentuk bangunan rumah di sana.
      Setidaknya Rumah di kawasan Kampung Kapitan mengandung dua pengaruh budaya, yakni budaya Tionghoa dan budaya Palembang. Budaya Tionghoa terlihat dari bagian dalam rumah dan bagian teras rumah. Sedangkan budaya Palembang dapat dilihat dari bangunan rumah yang menyerupai limas dan ada tiang yang menopang berdirinya rumah.
      7.    Pasar 16

      Bagi yang suka berwisata belanja. Di dekat jembatan Ampera juga terdapat tempat berbelanja. Tepatnya di pasar 16 Ilir. Pasar ini berada di samping sungai musi di kawasan 16 Ilir, Palembang, tepatnya berada di belakang Ramayana. Pasar 16 Ilir diisi oleh ratusan ruko  yang menjual aneka barang yang bisa Anda bawa sebagai oleh-oleh. Seperti tas, dompet, atau pun sarung khas Palembang. Dan disana juga terdapat songket Palembang yang sudah terkenal kualitasnya.
      Selain oleh-oleh khas Palembang, Di Pasar 16 ilir ini juga banyak ditemui toko-toko Bahan-bahan tekstil, dan juga tempat ini digunakan untuk jual beli emas. Tak perlu takut soal harga, karena hampir semua barang dijual secara grosir. Bahkan Tempat ini dijuluki sebagai Tanah Abangnya kota Palembang. Jadi tak heran jika Pasar 16 Ilir disebut sebagai destinasi belanja murah di Palembang dan Sumatera Selatan.
       
    • By arikst
      Agan dan aganwati 
      yang ingin makan pempek sekarang bisa dengan muda dibuat 
      cekidot gan http://tepungpempekikan.com/category/cara-mengolah/
      bisa juga dibawa ke luar negeri
      expire date hingga 4 bulan
    • By GuidoFM29
      Bonus jembatan gantung, yang cukup membuat kepala puyeng, karena goyang yg sungguh ajeb ajeb.
      Baca Selengkapnya di TravedisiCREW
    • By Nindy Ratri K
      Malam, saya mau sharing pengalaman saya beli pempek murah dan enak di palembang dan cocok banget buat oleh-oleh. Namanya Pempek Udin. saya kurang paham jalan di palembang, tapi dia udah ada di google map, dan kalau liat dari street view lebih jelas lagi penampakan tokonya. mungkin kalau dilihat dari depan tokonya kurang meyakinkan, tapi saya jamin, makannya bikin nagihh...
      penampakannya seperti ini...

       
      pempek ini juga siap dibungkus untuk dipacking keluar kota, nanti pempeknya akan dibalut sama kanji supaya awet. nanti sampai rumah, dicuci dulu biar luntur tu kanjinya, terus didiemin dulu sampai airnya kering, baru dehh digoreng dirumah..
       
      penampakan packingannya + alamatnya ada di kardusnya...

       
      untuk harganya? nggak usah kuatir... cuma IDR1k ajahh... alias seribu perak sebiji  (harga tahun 2015 awal pas saya kesana)
      bahagia banget dehh belinya... nggak semahal pempek lain yang bermerek, yang bisa 3-4x lipat...
      untuk cukonya juga nggak kalah enak...
       
      conclusion: Pempek Udin saya rate karena murah, enak dan banyak 
      sekian dulu postingan nubie, semoga membantu rekans jalan2
    • By Tarmizi Arl
      Kamu berencana ke Palembang? Sekarang kamu bisa mendapatkan referensi tempat baru yang cukup menarik untuk dikunjungi, yaitu Palembang Bird Park. Eits, jangan anggap tempat ini cuma cocok untuk anak-anak loh, nyatanya remaja hingga orang tua banyak yang datang tanpa anak kecil. Ini karena atmosfer yang dihadirkan di sana bisa membuat siapa saja senang dan rela berlama-lama. Ya... bisa dikatakan cocok untuk kamu yang mau mencari kebahagiaan dengan cara berbeda.
      Bagi kamu yang ada di Bandung, mungkin sudah pernah juga datang ke Paris Van Java Bird Park, dan memang Palembang Bird Park ini adalah salah satu cabangnya, jadi konsepnya pun sama persis.
      Sebagai wahana rekreasi-edukasi baru di kota pempek, Palembang Bird Park yang baru dibuka Desember 2015 lalu berhasil menyedot banyak perhatian wisatawan baik dari masyakarat Palembang sendiri maupun wisatawan luar kota. Bagi anak-anak, interaksi dengan hewan secara langsung tentu lebih dari sekedar hiburan layaknya video games. Sedangkan bagi kawula muda, interaksi langsung itu justru sangat menarik untuk difoto dan diupload di media sosial. Foto-foto menarik dari media sosial pulalah yang terbilang banyak menarik orang untuk datang. Berbeda lagi dengan orang-orang yang lebih berumur, mereka mendapatkan kepuasaan karena bisa mengenang kembali masa-masa dimana mereka dan alam begitu dekat, saat dimana burung-burung masih sering dijumpai di halaman rumah. Tidak seperti saat ini, bahkan burung gereja pun hampir langka dijumpai berkeliaran.
       
      Lokasi Palembang Bird Park

      Peta Lokasi by googlemap
      Bukan hal sulit menemukan lokasi Palembang Bird Park karena berada di kawasan strategis Jakabaring. Beralamat lengkap di Jalan Gubernur HA Bastari, Komplek OPI Mall Jakabaring, Palembang Bird Park hanya sekitar 3 km dari Komplek Jakabaring Sport City. Titik persis nya berada tepat di samping OPI Water fun.
       
      Transportasi Ke Palembang Bird Park

      Lokasi masuk Palembang Bird Park persis di samping OPI Mall (by googleview)
      Banyak cara menuju Roma, Banyak cara pula menuju Palembang Bird Park ini. Kamu yang membawa kendaraan pribadi tentu tak perlu repot karena tinggal mengikuti GPS atau petunjuk arah di jalanan kota yang mengarah ke Jakabaring. Setelah melewati Tugu Paramesawara yang berada tepat di depan gerbang Gelora Sriwijaya,  kalian tinggal lurus terus sekitar 3 km sampai melihat OPI Mall. Ikuti penunjuk arah yang bertulis OPI Water fun karena gerbang masuknya di satu tempat, tepat di samping OPI Mall.
      Sedangkan bagi kamu yang memilih menggunakan transportasi umum, kalian bisa menggunakan Bus TransMusi. Dari pusat kota, pilih TransMusi dengan tujuan OPI Mall Jakabaring. Kemudian kalian bisa turun di Halte OPI Mall, lalu berjalan kaki beberapa puluh meter langsung menuju Palembang Bird Park.
      Kalau mau menggunakan angkot juga bisa dengan memilih angkot jurusan Ampera-Pasar Jakabaring. Sama dengan TransMusi, kalian bisa turun di OPI Mall.
       
      Jam Buka dan Tiket Masuk Palembang Bird Park

      area loket tiket
      Buka setiap harinya dari jam 8 pagi hingga jam 6 sore, Palembang Bird Park mematok harga Rp 50 ribu untuk setiap harinya alias tidak ada perbedaan untuk weekdays maupun weekend.
       
      Fasilitas yang Tersedia di Palembang Bird Park

      Toilet

      Kantin
      Sebagai sebuah tempat rekrasi yang setahun-pun belum genap, tentunya masih banyak hal yang belum sempurna di miliki Palembang Bird Park. Namun untuk fasilitas-fasilitas mendasar seperti Toilet, area Parkir, dan Kantin sudah tersedia dengan kondisi memadai. Untuk melengkapi kebutuhan era kini, tersedia juga akses wifi gratis.
      Perlu diketahui bahwa hingga penulisan ini dibuat, Palembang Bird Park masih dalam tahap 3 pembangunannya dari 5 tahap yang direncanakan. Jadi, masih banyak fasilitas, variasi hewan, dan sarana penunjang lain yang akan ditambah.
       
      Hal-Hal Yang Harus Kamu Tahu Sebelum Masuk Palembang Bird Park
      Meskipun namanya ‘Bird Park’, tapi kalian tidak hanya bisa melihat aneka burung di tempat ini. Justru ada banyak hewan-hewan lain yang bisa dilihat seperti Monyet, Kuda, Kambing, Domba, Rusa, Kelinci, berang-berang, Iguana, ular, dan Kura-kura. Bisa dikatakan ini mirip kebun binatang mini dengan fokus utama ke aneka burung.
      Jika kalian membawa anak-anak, sebaiknya beri pengertian mereka untuk lebih berhati-hati agar tidak melukai apalagi membunuh satwa disini. Termasuk juga kita sendiri harus berhati-hati dalam melangkah karena dikhawatirkan menginjak burung-burung kecil yang tengah asik berkeliaran di lantai. Beberapa burung saya lihat dengan kondisi kaki yang pincang, nampaknya ini karena ketidaksengajaan orang yang menginjakknya. Jadi jangan sampai terjadi hal serupa menimpa burung-burung tak berdosa lainnya ya...
      Selain mewaspadai diri agar tidak melukai burung, kalian juga harus mewaspadai diri sendiri. Namanya juga burung, mungkin saja dia buang air sembarangan di pakaian kalian. Jika perlu, pakai saja topi agar rambut kalian tetap terjaga dari serangan kotoran itu.
      Tersedia wastafel didepan rumah burung. Tentunya itu bukan sekedar hiasan, tetapi untuk digunakan. Cucilah tangan dengan sabun sebelum masuk untuk menghindari virus dari luar yang mungkin saja menular ke burung-burung yang ada. Begitupun setelahnya, cuci juga tangan kalian dengan sabun agar virus dan kuman yang mungkin ada di sana tidak terbawa hingga ke rumah kalian.
       
      Yuk Menjelajahi Palembang Bird Park !
      Sekarang mari kita menjelajahi area seluas sekitar 1 hektar ini dan menemukan hal-hal menarik di dalamnya.
      Memasuki gerbang utama, kalian akan disambut dengan tulisan ‘Palembang Bird Park’. Hal mencolok lainnya ialah dari arsitektur bergaya tradisional dengan menggunakan bambu sebagai bahan utamanya. Sebelum menuju loket tiket, pengunjung akan masuk ke lorong pendek yang kanan kirinya berupa kolam ikan. Satu berupa kolam ikan biasa seperti empang, dan disisi satunya berupa kolam ikan khusus anak-anak yang ingin bermain menyerok ikan. Bagi kalian yang ingin memberi makan ikan, bisa langsung membeli pakannya di loket tiket dengan harga Rp 5 ribu.

      Gerbang utama 

      Lorong masuk welcome area
       

      kolam ikan di sisi kiri

      Kolam ikan khusus anak di sisi kanan
      Selanjutnya kalian bisa langsung membeli tiket masuk di loket yang ada. Saat ini di barisan meja tiket juga dijual aneka makanan ringan dan minuman. Sedangkan tepat didepan loket tiket terdapat kursi dan meja yang sementara digunakan sebagai kantin. Menu yang tersedia juga beragam termasuk untuk makanan berat. Jadi jangan khawatir kelaparan.
       
      Tiket sudah ditangan, saatnya memulai penjelajahan yang sesungguhnya!
      Sebelum memasuki area satwa, kalian akan langsung di berikan aneka macam pakan dari mulai jangkrik, biji-bijian, pelet burung, buah, dan sayur. Itu semua sudah termasuk harga tiket alias gratis, kecuali jika kalian belum puas dan ingin menambah pakan, kalian harus membelinya dengan harga Rp 5 ribu/porsi.
       
      Tempat mengambil pakan

      Suasana di dalam kawasan
      Ada dua pilihan tujuan yang bisa kalian pilih, langsung ke Rumah Burung, atau berkeliling ke kandang hewan-hewan lain terlebih dahulu. Saya sendiri memilih ke kandang hewan-hewan lain terlebih dahulu karena biasanya klimaks diletakkan di akhir acara. Bukan begitu?
      Kandang pertama yang kalian bisa sambangi ialah kandang Kura-Kura Brazil. Sampai tulisan ini dibuat, terdapat 2 ekor kura-kura brazil dengan ukuran cukup besar. Di sana tersedia kolam untuk mereka berendam, area rumput, dan ornamen-ornamen pelengkap lain. Kalian bisa berinteraksi dengan mereka melalui memberikan mereka makan pisang. Mereka juga tak tampak malu-malu untuk berinteraksi dengan pengunjung.
       
      Memberi makan kura-kura brazil
      Selain kura-kura jenis brazil ini, di tempat lain ada juga kura-kura rawa. Meskipun berukuran lebih kecil tetapi kumlahnya jauh lebih banyak. Ketika kita datang, mereka pun langsung menghampiri meminta jatah makanan.
       
      Kolam kura-kura
       
      Berikutnya ada deretan kandang yang diisi monyet. Untuk saat ini, monyet-monyet ini belum bisa diajak berinteraksi langsung sehingga masih harus didalam kandang. Namun beruntungnya saat kami datang ada satu monyet yang tengah berkeliaran di kandang iguana. Ntah kenapa dia bisa tersasar seperti itu.
       
      kandang monyet
       
      Ngomong-ngomong Iguana, inilah area kandang iguananya. Ada puluhan iguana dengan beragam bentuk dan warna disini. Ketika kita datang menentang sayuran ditangan, dia akan langsung menghampiri. Tapi jangan khawatir, mereka cukup jinak dan bersahabat. Bahkan kalian juga bisa berfoto bersama mereka.
       
      Sekumpulan Iguana

      Foto dengan Iguana yang jinak
      Didekatnya ada kandang Kuda poni. Meskipun kita bisa memegang dan memberi makan, tetapi kita tidak bisa menungganginya. Tak jauh juga ada kandang domba dan kambing yang tak kalah menggemaskannya.  Ada juga kandang yang berisi marmut, kelinci, dan kancil.
      Mungkin terlihat biasa saja, tetapi karena hewan-hewan ini sangat jinak dan tidak takut dengan kehadiran manusia, menjadikan pengunjung berasa lebih akrab dengan mereka. Apalagi bagi anak-anak tentu akan sangat membuat mereka senang.
       
      Memberi makan kuda

      Seorang anak yang asyik berinterksi dengan kambing
       
      Ada yang menarik lainnya disini, yaitu kalian bisa berfoto dengan ular dan burung hantu. Ular berwarna kuning ini punya ukuran cukup besar dan berat, berfoto dengannya tentu akan memberikan pengalaman baru. Selain itu, ada juga 2 ekor burung hantu, satu berwarna putih dan satu lainnya berwarna coklat. Dengan mata bulatnya yang khas, dijamin foto kalian akan jauh lebih menarik. Namun khusus untuk berfoto dengan burung hantu ini, ada biaya tambahannya yaitu Rp 10 ribu. Nampaknya ini dilakukan untuk menjaga si burung hantu itu sendiri agar tidak stress jika atraksi berfoto tidak diatur.
       
      Berfoto dengan ular

      Berfoto dengan burung hantu bulu coklat
      Sebelum menuju rumah burung, kalian bisa pemanasan terlebih dahulu dengan melihat deretan kandang burung. Burung-burung yang dikandang ini merupakan jenis-jenis khusus yang tidak bisa dilepas seperti gagak serta burung-burung yang tengah diternakan.
       
      Puluhan Parkit yang tengah diternakkan
      Dan sekarang Marilah kita masuk ke kandang burung dan unggas !
      Ada dua kandang/rumah besar yang tersedia. Satu yang berisi aneka unggas dan beberapa jenis burung besar, dan satu lagi yang berisi burung-burung kecil. Pertama kita masuk ke kandang aneka unggas dahulu.
      Di bagian kandang/rumah ini ada banyak aneka unggas dari jenis ayam, itik, dan burung. Untuk burung, umumnya yang ada di kandang pertama ini merupakan burung-burung yang berukuran cukup besar seperti beo dan burung-burung unik lainnya yang cukup jarang dijumpai. Pakan berupa jangkrik-lah yang akan kalian habiskan disini karena sebagian besar burungnya pemakan jangkrik.

      3 burung yang asik bertengger

      Memberi makan Beo dengan jangkrik

      aneka jenis unggas
      Di sini ada juga objek menarik berupa jembatan kayu yang bisa memberikan sensasi berbeda termasuk untuk berfoto. Apalagi, penataan areanya dengan zona-zona hijau dan kolam-kolam buatan, menjadikan berlama-lama di sana bukan hal membosankan. Terpenting lainnya karena atapnya tertutup (namun cahaya matahatri tetap masuk) menjadikan pengunjung tidak terlalu kepanasan meskipun di siang hari.

      Berfoto di Jembatan kayu - bambu 
      Bersebelahan dengan kandang/rumah burung pertama, kita menuju kandang/rumah burung kedua. Sama seperti kandang/rumah pertama, atmosfer disini juga sangat nyaman dengan desain area semi natural. Kolam-kolam buatan juga menjadi daya tarik untuk memperkuat suasana alam.
      Di sini bisa dikatakan area favorit pengunjung. Tak lain dan bukan tentunya karena burung-burung beraneka warna yang ada disana. Ratusan ekor burung seperti jenis parkit, pipit, dan kenari bertebaran di segala sisi. Ada juga burung dara beraneka rupa yang menjadi pamanis. Menariknya, ketika kita datang dan membawa kantong pakan, mereka akan datang menghampiri tanpa rasa takut. Makanan berupa biji-bijian yang kita taruh di tangan pun akan langsung mereka hampiri dan bersiaplah bermain dengan mereka.
       
      suasana di dalam rumah burung

      Bermain dengan puluhan burung

      Memberi makan

      Keceriaan bermain bersama burung
      Jika ingin melihat hal berbeda lainnya, kalian bisa melihat sangkar burung yang tengah bertelur. Tapi tentu harus berhati-hati dan jangan sampai mengganggu mereka.
       
      Sangkar burung
      Bagaimana? Menarik bukan? Sebagai tempat yang lagi hits, sangat tepat tentunya kalian datang ke sini bersama teman dan keluarga untuk mengisi liburan di Palembang.