Sign in to follow this  
fel_tan

Monumen Tertinggi di Dunia

3 posts in this topic

Kalau Indonesia punya monas, beda lagi dengan Jepang. Tau gak sih kalau monumen tertinggi di dunia itu berada di Jepang? Monumen tersebut adalah monumen berbentuk patung Buddha. Berada di Ushiku, Jepang. Monumen ini baru rampung pada tahun 1995. Monumen ini memiliki tinggi 120 meter, dengan pelataran setinggi 10 meter, dan 10 meter tinggi teratai pada monumen ini. Pengunjung dapat di bawa hingga ketinggian 85 meter menggunakan lift yang telah disediakan di dalam monumen ini.  Pengunjung dapat melihat pemandangan dari pelataran.

 

3031956376_f23348ce74_o.jpg

 

Ushiku+Daibutsu123.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

oh saya baru tau agama Buddha di jepang kuat jg yah ? saya sangka malah gak populer ?

 

agama Buddha di sana posisi kedua loh jumlah penganutnya, kalau yang paling terkenal di sana sih agama Shinto, tapi gak jarang penduduk Jepang sendiri suka menganut lebih dari satu agama hehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By Aleyna Azzahra
      Hi, aku lagi cari teman travelling ke Jepang kira-kira tanggal 9-15 Desember 2018. Nanti nginep di hostfam, kita bisa cari bareng-bareng di Couchsurfing.
      Rencananya mau ke Disneyland, Lake Kawaguchiko (Fuji), Ueno Zoo, dll
      Kalau tertarik bisa contact ke ID LINE aleynazhr, don’t hestitate to contact me ya! Kalau bisa secepatnya, mumpung ada promo dari Airasia!
      FYI, aku mahasiswi, umur 19 tahun. Kalau bisa travelmatenya juga seumuran, tapi kalo engga, juga gapapa!
    • By enda28
      Hallo semuanya, 
      saya ada rencana untuk pergi ke Jepang bulan Juli 2018 ini, adakah rekomendasi tempat untuk dikunjungi pada musim panas?
      masih bikin2 itin
      thank you
       
    • By Diana Megawati
      Hollaaaaa Jalan Jalaners,
      It's very looonggg time after my last post topic hehhee... Gw mau cerita nih, mau denger ? 
      Salah satu what to do list gw di tahun 2018 adalah gw mau mengunjungi negara sakura, Jepang dan Solo trip.
      Yap Jepang dan solo trip, why Japan ? why solo trip ? Jepang adalah negara yang sangat familiar sama gw, dari kecil gw paling suka nonton kartun Jepang, salah satu pilihan jurusan waktu kuliah adalah sastra Jepang, ehh udah kerja pun pernah dapat bos Jepang, dan yang tak kalah penting gw sangat tertarik dengan sejarah, makanan dan segala keunikannya. And  why SoloTrip ? Karena jujur gw pengen menikmati trip ini dengan segala cara yang gw mau (semau mau gw) #halaaahh... Dan karena Jepang itu luas, kali ini pilihan liburan gw jatuh ke daerah Kansai- Kyoto, Osaka, Kobe, Nara. So, tujuan kali ini adalah Airport Kansai Osaka atau KIX dengan periode 1-7 Juni 2018.
      Lets start !
      #1 Perburuan utama gw adalah ? YAP ! TIKET MURAH.
      Perburuan dimulai dengan membuka banyak tab di google (hahaha..) untuk membandingkan mana yang lebih worth it. Ada berbagai pilihan Airlines yang waktu itu berlomba-lomba memberikan harga promo, antara lain Air Asia, Philippines Airline, JAL, ANA dan Malaysia Airlines. Pengen murah ? Air Asia tapi tidak termasuk bagasi -fyi bagasi CGK-OSAKA-CGK sekitar 670.000 one way (SKIP), Philipines Airline ? lama transit & sampai Osaka malam hari (SKIP), JAL & ANA transit pindah bandara - CGK Narita, Haneda Osaka  no no no (SKIP) and finally pilihan gw jatuh ke Malaysia Airlines seharga 4,666 transit 2 jam di Kuala Lumpur, termasuk bagasi 30 kg, meals dan sampai Osaka jam 05.30 jadi akan lebih sedikit waktu terbuang dan lebih banyak waktu buat jalan-jalan. YES !
      #2 Bikin itinerary, iniiiii yang bikin pusinggg 7 keliling haha.. secara yaa nanti gw bakal sendirian di negeri orang, ga ngerti bahasanya kecuali arigatou dan sumimasen jadi ya hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Perlu berhari hari untuk memahami jalur transportasi termasuk kereta dan bus #sigh. Rencananya gw akan berkunjung ke Kyoto, Osaka, Nara dan Kobe, jadi itinerary awal gw bikin segala macam tempat yang mau gw datangi, untuk tempat wisata sendiri gw banyak-banyakin browsing mengenai tempat wisata di daerah Kansai dan transportasi menuju kesana. Salah satu website andalan gw https://infojepang.net, disini banyak banget informasi yang bisa kamu cari mengenai keseluruhan yang ada di Jepang. 
      #3 Persiapan, yang utama adalah persiapan mental hihi.. karena gw bakal sendiri disana dan dilarang frustasi atau stress secara namanya liburan harus happyyyyy.. untuk baju gw cuma bawa kaos dan celana simple yang ga ribet karena sedang musim panas di Jepang jadi ga perlu bawa jaket tebal. Lalu colokan/universal adaptor, ga mau sampai kehabisan baterai handphone khaaannn saayy... Untuk hotel gw memutuskan akan stay di 2 tempat aja untuk meminimalisir keribetan pindah pindah barang dll. 
      Karena tujuan pertama adalah Kyoto, gw menginap di Backpackers Hostel K's House Kyoto, 〒600-8142 Kyoto Prefecture, Kyoto, Shimogyo Ward (by google). Letaknya tidak jauh dari Shichijo Station sekitar 3 menit dan 10 menit dari Kyoto Station by walking distance. Rate-nya 487.499 by Traveloka untuk 2 malam yang artinya semalam sekitar 243.749,5, muuraaahhhh kan Gw ambil yang dorm 4 beds, shared bathroom & only female. So far, kamarnya oke bangeeeet bersih, rapi, dan didepan hostel ada cafe yang menyediakan menu sarapan 500 Yen per orang. I have no complain about it at all.

      Hotel kedua yang menjadi pilihan adalah Capsule Hotel Astil Dotonbori, 〒542-0071 Osaka Prefecture, Osaka, Chuo, Dotonbori, 2 Chome−2−2 (by google). Letaknya ngga jauh dari Stasiun Namba sekitar 3 mins by walking distance dan pas dipusat kota Dotonbori. Gw sangat sangat merekomendasikan hotel kapsul ini karena pelayanan yang luar biasa, toiletries semua tersedia sampai catokan, piyama, sandals. Setiap hari mereka memberikan semacam complimentary berupa roti sosis, mineral water, orange juice dan pilih salah satu antara masker/penutup mata/sandal sekali pake. Rate-nya 961.948 by Traveloka untuk 3 malah yang artinya per malam sekitar 320.650. Sangat sangaaaattt worth it. Satu lagi, receptionistnya bisa bahasa Inggris, Korea dan China juga jadi jangan ragu untuk bertanya bila mengalami kesulitan.

      Selama di Jepang gw mengandalkan kartu sakti yang bernama ICOCA (seperti flazz atau emoney kalau di Jakarta) untuk naik kereta dan bus di Kansai jadi gw ngga perlu ribet beli tiket setiap berpergian menggunakan kereta atau bus dan juga beli Kintetsu pass 1 day untuk berkeliling Nara karena harganya lebih murah apabila dibandingkan menggunakan ICOCA. Ada hal yang harus dipelajari mengenai penggunaan ICOCA dan train pass (Kintetsu, Kansai pass, JR pass, dll) biar ga rugi dan penggunaannya bisa maksimal, nah hal ini bisa kamu cari di internet mengenai berbedaan pass pass yang lain karena kalau gw jelasin disini bisa panjang lebaaaaarrr boookkkk.. intinya lo harus banyak banyak cari tau mengenai transportasi di Jepang biar ga bingung hehehe....
      Oiya satu lagi yang ngga boleh ketinggalan, yaituu WIFI ! Gw lebih milih sewa wifi daripada beli kartu Jepang atau membuka data internasional karena lebih gampang dan ga rempong kalo nantinya ada masalah dengan akses internet. Gw sewa WIFI Router di Java Mifi by Traveloka seharga 59.000/hari dan bisa pick up di Bandara sebelum keberangkatan janjian dengan kurirnya. Internetnya lancaaarrr jayaaaa, pernah ada masalah waktu pertama kali nyampe Jepang mengenai koneksi dan itu sekitar pukul 06.00 waktu Jepang yang berarti di Jakarta pukul 04.00 pagiii dan adminnya jawabnya cepeettt, voilaaa 10 menit selesai masalahnya internet kembali lancar sampai gw balik lagi ke Jakarta. Thumbsss up !
      #4 THE DAY ! YIPPIE HOORAAAYYY....
      Start from Jakarta at 15.45 di Terminal 3 keberangkatan internasional by Malaysia Airlines (MAS) menuju Kuala Lumpur, transit sekitar 2, 5 jam dan tepat pukul 22.10 lanjut menuju Osaka. 
      Gw sempat menikmati detik - detik sunrise selama di penerbangan, that was beautiful !  serasa terbang diatas kembang gula bewarna pink  
      Selamaaaaaattttttt Pagiiiii Osakaaaa..
      Tiba di Kansai Airport, ambil bagasi lalu celingak celinguk.. pas di imigrasi ditanyain sama mbak mbak petugas di Kansai, ditanyain mau ngapain di Jepang ya gw jawab aja liburan, alone ? YES ! eh shock dia kwkkww.. gw bilang tenang gw udah ada tiket balik ke Jakarta, ga mungkin jadi gembel di Jepang. Then, gw langsung menuju JR Ticket Office caranya ikutin aja arahan menuju Railways dari terminal kedatangan. Kantornya beroperasi mulai jam 06.00, gw beli ICOCA seharga 2000 yen (isinya 1500 yen, deposit 500 yen) dan Haruka one way dari Kansai menuju Kyoto (destinasi pertama) seharga 1600 yen. ICOCA ini bisa digunakan di hampir semua railways di daerah Kansai. Belinya barengan ya antara ICOCA & Haruka biar dapat diskon Haruka. Check here for further information https://www.westjr.co.jp/global/en/ticket/icoca-haruka/. So pengeluaran pertama di Jepang senilai 3.600 Yen untuk modal selama 6 hari di Jepang.

      Perjalanan dari Kansai ke Kyoto memakan waktu sekitar 86 menit, kereta di Jepang itu sangat sangat bisa diandalkan karena ketepatan waktunya jadi ngga perlu kuatir ketinggalan atau menunggu lama. Kalian bisa dapatkan informasi mengenai jadwal kereta, line kereta dan harganya di http://hyperdia.com (don't forget to bookmark this web). Sesampainya di Kyoto Station, alamaaaak ramai sekaliii.. gw sempet diem bentar memperhatikan orang orang lalu lalang memahami keadaan, liat plang plang informasi dan mulai jalan pelan pelan singgah dulu di family mart karena hausss banget, beli mineral water seharga 110 yen (14.520 kurs 132) mehongg yeee.. dari sini gw mulai membiasakan mahalnya hidup di Jepang hahaha... Setelah masa observasi singkat usai, gw jalan kearah keluar stasiun untuk mencari coin locker.
      Gw berencana menitipkan koper gw di loker stasiun untuk mempersingkat waktu dibanding gw harus ke hotel dan titip disana. Hampir di setiap stasiun di Jepang terdapat loker penyimpanan dengan harga bervariasi mengikuti besarnya loker, mulai dari 300 yen/hari untuk loker kecil 500 yen/hari untuk loker sedang dan 800 yen/hari untuk loker yang besar. Karena semua disini serba otomatis atau do it by yourself yaa cukup tekan menu English di setiap mesin untuk tahu cara menggunakannya. Hari itu gw sewa yang 500 yen/hari mengingat koper gw yang ngga terlalu gede. Caranya? gampang banget.. pilih loker yang lampunya hijau, buka lalu masukkan koper tekan lock --> pada screen monitor tekan tanda "masukkan bagasi", pastikan nomer loker sudah benar --> bayar bisa by ICOCA/uang koin --> keluar receipt DONE ! FYI, Kalau bayar menggunakan ICOCA bisa buang receipt karena bisa mengeluarkan bagasi cukup dengan tap kembali kartu ICOCA, namun bila pembayaran menggunakan koin, simpan receipt karena nantinya untuk mengeluarkan bagasi perlu scan barcode yang ada di receipt.
       Tujuan pertama gw, cari KOPI ! ada salah satu cafe di Kyoto yang udah gw incer lewat instagramnya "Kurasu.Kyoto". Cafe ini terletak ngga jauh dari Stasiun Kyoto, cukup berjalan kaki dengan bantuan google maps, maklum setelah perjalanan panjang dengan istirahat yang minimalis gw butuh kopi untuk men-charge tubuh gw agar bugar kembali hahaha... Mocha Coffee - 550 Yen, powerbooster pagi itu, dan honestly I have to say, Its coffee is so so  (got it?) I think, this is the best morning coffee in my entire life #lebaaayyyy.. but yes, You have to try Kurasu coffee once you visit Kyoto.

       
      ------------------------------------------------------------------------------------------ eh udah jam 02.00, Lanjut besok ya------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
    • By anna22
      Hi,
      Tanggal 18 - 27 April 2018 kemarin, gw dan kedua ortu baru aja trip ke Jepang. Untuk FR detilnya nanti ya karena lagi sortir foto2 dulu. Tapi di tulisan ini, gw akan kasih sedikit gambaran tempat-tempat yang dikunjungi selama disana.
      18 April - Penerbangan pagi, sampai di Narita Sore, malamnya menuju Shinjuku Express Bus Terminal. Jam 11 malam naik sleeper bus menuju Osaka.
      19 April - Menginap di Osaka 2 malam. Sampai Osaka, jalan2 menggunakan Osaka Amazing Pass for 1 day. Yang pada akhirnya tercapai adalah Osaka Castle, naik Giant Tempozan Ferris Wheel, Santa Maria Cruise, dan Tsutenkaku. Sempat makan di Matsuri (halal restaurant).
      20 April - ke Kyoto. Pertama menuju Arashiyama Bamboo Forest, lanjut ke Kinkakuji, dan Fushimi Inari Shrine. Sempat makan di Ayam-Ya (Halal Ramen). Malamnya mampir ke daerah Dotonburi Namba sebelum kembali ke Guesthouse.
      21 April - Menuju Kanazawa sebagai base menginap selama 2 malam. Pengennya di Toyama, tapi hotel-hotelnya mahal. Siangnya jalan-jalan di Kenrokuen Garden, makan siang di Omicho Market, dan sorenya ke Contemporary 21st century Art Museum.
      22 April - 1 hari dihabiskan di Tateyama Kurobe Alpine Route. Berawal dari Toyama, berakhir di Nagano, semuanya tercover oleh Tateyama Kurobe Option Ticket (9000 yen). Dari Nagano kembali ke Kanazawa (sekitar 1 jam menggunakan kereta cepat.
      23 April - pagi-pagi check out naik shinkansen menuju Aomori. Sampai ryokan di Aomori sekitar jam 2 siang. Jam 3 berangkat ke Hirosaki Station (45 menit) untuk menuju Hirosaki Park. Di tanggal 21 April s.d. 6 Mei 2018 sedang diadakan sakura festival. Disini tamannya buka sampai malam dan ada seperti pasar malam juga, mirip pasar malam di Indonesia lho, ada penjual makanan, permainan, rumah hantu, sampai pertunjukan motor (itu lho yang motornya bisa muter2 di dalam tong, tau kan? hehehehe).
      24 April - Check out untuk menuju Tokyo. Menginap di tokyo 3 malam (airbnb daerah Ryogoku). Sampai sekitar jam 11 siang, tapi mampir di Akihabara (stasiun transit) untuk makan Coco Curry Halal (enaaaak). Jam 1 bisa early check in. Sore-nya keluar jalan menuju Shibuya, Harajuku, dan Odaiba.
      25 April - Awalnya ingin ke Hitachi Seaside Park lalu ke Ashikaga Flower Park, tapi hari ini hujaaaaaan disertai angin. Jadilah kami hanya ke Hitachi Seaside park, tapi gatot sih secara hujan dan dingin serta gloomy parah. Baju dan sepatu basah. Sorenya lgsg balik aja ke Tokyo, tapi mampir ke Ueno-Ameyoko Market (karena emang akan transit di sini) untuk beli halal kebab dan ayam panggang.
      26 April - Akhirnya di hari ini menuju ke Ashikaga Flower Park. Cuaca pun mendukung. Disini juga sedang ada festival jadi bunga2nya sedang mekar. Yang utama adalah Bunga Wisteria. Sorenya dilanjutkan berbelanja di daerah Asakusa sekalian mampir ke Kaminarimon dan Sensoji Temple.
      27 April - Flight pulang ke Jakarta sebenarnya jam 6 sore. Tapi orang tua sudah kehabisan tenaga sehingga diputuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Papa Solat Jumat. Jadi check out jam 10, titip koper di Nippori, lanjut ke Yoyogi Uehara Station, merupakan station terdekat. Berhubung tidak ada tempat menunggu, gw dan Mama menunggu di station. Jam 2 siang langsung saja kami kembali ke Nippori St untuk ambil koper dan langsung ke Narita Airport.
      Melihat tempat-tempat diatas, mungkin ada yang kurang familiar dan bertanya-tanya "kenapa ga kesana, kenapa ga kesini?". Jadi perjalanan dengan orang tua itu harus disesuaikan juga dengan preferensi mereka, nah ortu gw suka dengan taman, bunga, dan pemandangan serta terutama tidak terlalu menguras fisik. Sayangnya di tengah-tengah perjalanan, Mama kena flu dan batuk. kemudian kakinya juga sakit (krn mmg sudah bawaan). Jadi pada akhirnya itinerary disesuaikan dan diubah sesuai kondisi tersebut.
      Saya pakai JR pass dgn ordinary type 7 days, osaka amazing pass, kyoto bus 1 day pass, Kanazawa bus 1 day pass, Tateyama Kurobe Alpine Option Ticket, dan PASMO.
      Nah untuk detil lebih lanjut serta foto2 nanti yaaa menyusul. Sekian.
      Terima kasih sudah membaca :)