Sign in to follow this  
Haikal

Nationale-Nederlanden a.k.a the Dancing House

7 posts in this topic

Bila Jalan2ers sedang berada di Praha, Cheko, sempatkanlah mengunjungi Nationale-Nederlanden Building. Nationale-Nederlanden Building memiliki bentuk yang modern, meski di baliknya tersimpan sejarah panjang yang kelam.

 

Pemilik Nationale-Nederlanden adalah Václav Havel. Beliau merupakan presiden terakhir Negara Chekoslovakia dan menjadi presiden pertama Republik Cheko, saat Chekoslovakia pecah menjadi Republik Cheko dan Republik Slovakia.

 

Bangunan ini memiliki dua bangunan utama, yang satu tegap konvensional dan yang satunya lagi meliuk. Bila dilihat, seperti dua orang seperti sedang berdansa. Sehingga bangunan, ini, dijuluki ‘the Dancing House’ (atau dalam bahasa lokal: TanÄící dům).

 

Co-arsiteknya juga menjulukinya ‘Fred and Ginger’ (diambil dari nama dua penari terkenal, Fred Astaire dan Ginger Rogers).  Fred, si pria, digambarkan tegap, sedangkan Ginger, wanitanya, digambarkan meliuk.

 

dancing-house-prague-cz097.jpg      Astaire_279x400.jpg

 

Bangunan ini dibangun dengan gaya dekonstruktivis, atau arsitektur postmodern. The Dancing House dibangun oleh Vlado Milunic dengan ide menggambarkan keseimbangan (yin dan yang) antara statis dan dinamis, mencerminkan perubahan iklim politik yang terjadi di wilayah Cheko, dari rezim komunis menjadi demokratis.

 

Lokasinya sendiri, tadinya, merupakan tempat sebuah rumah milik keluarga Václav Havel yang dibom oleh tentara Amerika Serikat saat Perang Dunia II. Saat Václav Havel terpilih menjadi presiden Republik Cheko, ia meminta Milunic untuk membangun sebuah pusat kebudayaan di lokasi tersebut. Perusahaan asuransi asal Belanda, Nationale-Nederlande, tertarik untuk mendanai proyek ini sehingga bangunan ini diberi nama sesuai dengan perusahaan asuransi tersebut.

 

Pengerjaan the Dancing House membutuhkan waktu 4 tahun. Dimulai pada 1992 dan diresmikan pada tahun 1996. Dibutuhkan 99 panel beton pada bagian bangunan yang meliuk. Setiap panel, memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda. Panel-panel ini disesuaikan agar didapatkan bentuk ‘berdansa’ tadi.

 

Karena bentuknya yang tidak biasa dan berdempetan dengan bangunan-bangunan bergaya abad 17, keberadaan the Dancing House membawa perdebatan publik. Perdebatan itu baru berakhir setelah 10 tahun. Kini, the Dancing House menjadi salah satu ikon kebanggaan penduduk Kota Praha.

 

Walaupun namanya the Dancing House, ini bukan tempat berdansa. Kita tidak bisa menari di dalamnya. Ruangan di dalam the Dancing House digunakan sebagai kantor. Sayangnya, orang luar tidak diperkenankan masuk ke sini.

 

Tetapi, kita bisa masuk ke restauran di lantai 7 the Dancing House. Restauran ini beranama La Perle de Prague (www.laperle.cz ). Di atas sini kita bisa menyantap hidangan sambil menikmati panorama Sungai Vltava dan Kota Praha.

 

9344342-evening-view-of-the-vltava-river

 

The Dancing House terletak di sudut Jalan Resslova, di pinggir Sungai Vltava. Kita bisa ke sini dengan menggunakan kereta bawah tanah dan turun di Stasiun Karlovo Namesti. Lalu berjalan, atau menggunakan bus, 350 meter ke arah utara. Selain menggunakan kereta bawah tanah, kita bisa menggunakan bus dan kereta trem.

 

Di sekitarnya terdapat banyak penginapan. Penginapan terdekat dari sini ada Riverbank Hostel (www.riverbank.cz ), yang berjarak 160 meter. Harga satu malamnya berkisar antara 240 Czech koruna sampai 400 Czech koruna, atau sekitar US$ 13 sampai US$ 22 (rate 5 Februari 2013: 1 USD = 18,952 CZK).

 

Bila ingin menginap di hotel berkelas, ada Hotel Eurostars David di Naplavni 1618/6 (website: www.eurostarsdavid.com ). Jarak antara hotel bintang empat ini dan The Dancing House hanya sekitar 200 meter, dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 3 menit.

Share this post


Link to post
Share on other sites

waw...keren....memang  mirip sekali seperti orang sedang berdansa yang tambah bikin uniknya lagi baru kali ini melihat bangunan meliuk seperti itu  :wub: 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Sudah menonton film Negeri van Oranje? Pada beberapa scene film tersebut, kamu tentunya dapat menyaksikan keindahan kota Praha yang cantik dan menawan.
      Praha sendiri merupakan ibukota negara Ceko. Kota ini memiliki penduduk yang mencapai sekitar 1,5 juta jiwa. Kota Praha dibelah oleh sungai Vltava atau disebut Moldau dalam bahasa Jerman.
      Praha adalah sebuah kota yang kaya akan sejarah dan budaya Bohemia. Nah, selama berada di Praha kamu tidak akan menggunakan mata uang Euro melainkan menggunakan Czech Koruna. Akan tetapi, secara general harga barang-barang dan tempat wisata di Praha cenderung tidak semahal kota-kota di Eropa lainnya.
      Praha merupakan salah satu kota tua di kawasan Eropa timur yang cantik. Ketika menyambangi Eropa, tentu tidak ada salahnya jika kamu menyempatkan diri dan menyambangi kota tua cantik yang satu ini.
      Apakah kamu penasaran dan ingin segera menjelajahi Praha ini? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam nikmati serunya menjelajahi Praha dan menikmati keindahannya berikut ini.
       
      Penerbangan dari Jakarta menuju Praha


      Praha Airport via Wikimedia
       
      Untuk mengawali perjalanan wisatamu dalam menyambangi Praha, kamu dapat memulainya dengan berburu tiket penerbangan dengan rute Jakarta menuju Praha.
      Lama waktu tempuh yang kamu butuhkan dari Jakarta menuju Praha adalah sekitar minimal 16 jam 50 menit dengan kemungkinan beberapa kali transit. Nah, beberapa kota yang kemungkinan menjadi alternative tempat transitmu adalah Doha, Budapest, Istanbul, Wina, Frankfurt dan masih banyak lainnya.
      Beberapa maskapai penerbangan yang dapat menjadi pilihanmu untuk menyambangi Praha adalah Qatar Airways, Turkish, Emirates, Austrian, Singapore Airlines, Lufthansa dan masih banyak lainnya.


      Bus via Prague Airport
       
      Setelah tiba di Vaclav Havel Airport, kamu dapat melanjutkan perjalananmu untuk mencapai pusat kota Praha. Nah, ada beberapa pilihan transportasi yang dapat kamu gunakan.
      Namun, transportasi tercepat untuk mencapai pusat kota Praha adalah dengan menggunakan bus bernomor 119 atau 100. Dengan bus no.119 ini kamu akan berhenti di terminal terakhir bernama Dejvická. Kemudian, kamu harus pindah ke Metro line A untuk mencapai pusat kota (turunlah di stasiun Staroměstská apabila tujuanmu adalah Old Town Square). 
      Nah, jika kamu menggunakan bus no.100, kamu akan berhenti di terminal Zlíčín dan melanjutkan dengan Metro Line B. Dengan Metro ini kamu dapat turun di stasiun Můstek (Wenceslas Square) atau Florenc (terminal bus utama).
       
      Transportasi Dalam Kota Praha


      Metro Praha via Czech Transport
       
      Sekarang waktunya kamu mengetahui berbagai alternative transportasi dalam kota yang berada di Praha. Cara cepat untuk mengitari Praha adalah dengan menggunakan metro Praha. Nah, metro Praha ini juga termasuk transportasi umum yang bersih dan juga efisien.
      Metro sendiri beroperasi setiap hari dari pukul 05.00 hingga pukul 24.00. Range waktu yang cukup lama akan memudahkanmu dalam mengakses transportasi dalam kota yang satu ini.
      Interval waktu keberangkatan metro sendiri adalah sekitar 3 menit sekali pada jam sibuk dan 5 menit sekali pada jam lengang. Metro Praha terdiri dari tiga jalur yang ditandai dengan huruf dan dibedakan menurut warna. Warna hijau adalah untuk jalur A, warna kuning untuk jalur B dan warna merah untuk jalur C.
       


      Trem Praha via Subways
       
      Selanjutnya, inilah dia alternatif transportasi dalam kota lainnya di Praha yang tentu saja dapat kamu sambangi. Nah, transportasi ini adalah trem.
      Trem Praha mungkin saja sedikit lebih lambat tetapi merupakan salah satu transportasi yang menyenangkan untuk berkeliling. Ya, kamu dapat mencoba untuk menggunakan trem ini sebagai sarana transportasi dalam kotamu.
      Dengan menggunakan trem, kamu dapat melihat lebih banyak pemandangan yang tersaji di kota Praha. Tentu saja hal ini akan menambah manfaat untukmu, bukan?
      Setiap halte trem memberikan daftar halte untuk setiap rute trem dan jadwal untuk itu (yang benar-benar akurat). Jika ingin mengelilingi kota Praha di malam hari, kamu dapat menggunakan trem dengan nomor 51-59 dalam interval 30 menit. Stasiun simpang susun pusat untuk trem malam adalah halte Lazarska.
       


      Bus Praha via Wikimedia
       
      Selain trem dan metro, kamu dapat mencoba untuk menaiki bus untuk mengelilingi kota Praha. Meskipun demikian, karena pelayanan metro dan trem sudah sedemikian baiknya, bus menjadi jarang digunakan.
      Layanan bus Praha ini terutama mencakup daerah pinggiran kota. Layanan bus Praha ini cukup rutin dengan bus yang beroperasi dari pukul 5 pagi hari hingga tengah malam.
      Tarif bus juga sangat murah dan terjangkau. Praha juga memiliki bus malam yang beroperasi ketika bus siang telah berhenti. Bus tersebut beroperasi dari pukul 24.00 hingga pukul 5.00 di pagi hari. Bus berangkat setiap interval setengah jam dan bahkan lebih.
       
      Awali Perjalanan Wisatamu di Praha dengan Menyambangi Prague Castle


      Menyambangi Prague Castle via Hrad
       
      Untuk mengawali perjalanan wisatamu selama berada di Praha, kamu dapat memulainya dengan menyambangi Prague Castle yang satu ini.
      Kastil Praha adalah sebuah kastil dimana raja-raja Ceko, kaisar-kaisar suci Romawi, dan presiden Republik Ceko pernah menempatinya sebagai kantor.
      Beberapa tempat yang dapat dilihat di Prague Castle ini adalah St. Vitrus Cathedral, Lobkowicz Palace, dan prosesi Changing Guards. Karena tempat ini terletak di atas bukit, spot ini sangat strategis untuk mendapatkan view kota Prague yang cantik.
      Kastil Praha didirikan sekitar tahun 880 M oleh Pangeran Bořivoj dari Dinasti Premyslid. Kastil Praha memiliki sejarah terbesar pada masa kekuasaan Charles IV (1346-1376). Pada waktu itu, kastil dikuasai oleh Kaisar Roma.
      Istana dibangun ulang, benteng semakin diperkuat serta dibangunnya gereja Katedral ST. Vitus dengan gaya katedral Perancis Gothic. Setelah tahun 1989, banyak daerah pada kastil dibuatkan akses masuk untuk publik pertama kalinya dalam sejarah, termasuk diantaranya Taman Royal, Ballgame Hall, Taman selatan, atau Imperial Stables.
      Pada saat ini, kastil Praha dijadikan sebagai tempat presiden Ceko menjalankan pemerintahannya dan menjadi Monumen Kebudayaan Nasional yang paling penting di Republik Ceko.
       
      Mengunjungi Jembatan Charles


      Jembatan Charles via Raredelights
       
      Selanjutnya, inilah dia destinasi wisata di Praha yang tentu saja sayang untuk kamu lewatkan. Destinasi wisata ini begitu ikonik dan mampu membuat siapa saja ingin berkunjung dan menyambangi jembatan Charles yang satu ini.
      Jembatan Charles merupakan salah satu jembatan yang paling terkenal dan melintasi Sungai Vltava di kota Praha. Jembatan Charles ini menghubungkan dua distrik bersejarah di kota Praha yaitu Old Town dan Lesser Town (Mala Strana).
      Jembatan Charles juga merupakan penghubung penting antara Prague Castle dan juga kota tua (Old Town). Jembatan Charles ini dibangun pada tahun 1357 dan selesai pada tahun 1402.
      Jembatan ini membujur di atas 16 lengkungan, memiliki panjang sekitar 621 meter dan lebar yang mencapai 10 meter. Jembatan ini cukup lebar bagi empat kereta kuda yang berjejer secara bersamaan.
      Saat ini, jembatan Charles menjadi salah satu ikon destinasi wisata yang paling populer di Praha. Pada waktu siang hari, terdapat banyak penjual yang menjajakan souvenir khas Praha di jembatan ini.
      Jembatan Charles merupakan salah satu objek yang paling banyak dipotret di Praha dan memiliki bentuk yang antik juga artistik. Kamu akan mendapatkan potret jembatan yang cantik juga dilengkapi dengan banyak siluet menara, patung, lampu klasik dan juga kastil Praha. Sungguh merupakan pemandangan yang indah.
      Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu dalam menyambangi Praha, jangan lupa sempatkan waktu untuk menyambangi jembatan Charles yang terkenal ini.
       
      Mengunjungi Patung St John of Nepomuk


      Mengunjungi Patung St John of Nepomuk via Ayankeinprague
       
      Inilah dia salah satu patung terkenal yang dapat kamu temui selama kamu berada di jembatan Charles. Patung yang satu ini adalah patung St John of Nepomuk.
      Nah, ketika kamu menyambangi jembatan Charles, kamu akan langsung dapat melihat patung ini. Patung ini dibangun untuk memberikan penghormatan kepada uskup besar St John of Nepomuk.
      St John of Nepomuk adalah seorang uskup besar yang disiksa hingga wafat. Beliau meninggal dunia pada tahun 1393 dan tubuhnya dilempar dari atas jembatan Charles. Kisah tragis inilah yang diabadikan pada relief patung.
      Meskipun memiliki kisah yang tragis, tetapi beredar mitos mengenai patung ini. Mitos yang beredar adalah jika ada yang menyentuh relief ini maka akan mendatangkan keberuntungan.
       
      Menyambangi Old Town Square Praha


      Menyambangi Old Town Praha via Book Travel Prague
       
      Kamu masih penasaran dengan destinasi wisata lainnya yang terdapat di Praha? Nah kali ini kamu dapat mencoba menyambangi old town (kota tua) Praha yang cantik dan menawan.
      Tempat ini terletak di jantung kota Praha. Letak tepat dari tempat ini adalah di antara Wenceslas Square dan jembatan Charles.
      Alun-alun kota lama ini merupakan pusat daerah kota lama di Praha. Karena itu, alun-alun ini juga sering kali dijadikan sebagai starting point para pengunjung yang datang dan ingin menjelajahi kota Praha.
      Banyak tur jalan kaki yang juga berawal dari destinasi wisata yang satu ini. Selain itu, kota tua Praha ini juga merupakan salah satu destinasi wisata populer yang terdapat di kota Praha.
      Alun-alun ini dikelilingi oleh berbagai bangunan tua yang indah. Bangunan di daerah ini memiliki aneka warna, bentuk dan gaya arsitektur dari mulai baroque hingga gothic. Tidak heran jika daerah ini menjadi alun-alun yang paling berwarna dan paling sering dipotret di seluruh dunia.
      Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Praha, kamu dapat melengkapinya dengan menyambangi Old Town Square yang satu ini.
       
      Melihat Jam Astronomis di Old Town Square


      Jam Astronomis via Dwidaya Tour
       
      Masih di sekitar kawasan Old Town Square, ini dia salah satu titik yang tentu saja sayang untuk kamu lewatkan. Nah titik ini adalah jam astronomis.
      Ya, Old Town Square juga terkenal dengan jam astronomis yang berbeda dan langka. Jam ini juga merupakan jam astronomis tertua yang terdapat di Eropa.
      Jam astronomis merupakan satu set jam yang kompleks dan terdiri dari jam astronomis (tengah), kalender (bawah) dan tempat patung miniature (atas).  Jam astronomis ini menempel di salah satu dinding bangunan yang berarsitektur gaya gothic.
      Jam astronomis ini dibuat pada awal abad 15. Jam astronomis ini menunjukkan jam berdasarkan hitungan yang pada masa itu dianggap sebagai hitungan rotasi matahari, dan bulan yang mengelilingi bumi. Jam ini juga menunjukkan pergerakan matahari dan bulan terkait dengan zodiac.
      Menjelang pergantian jam setiap jam, para pengunjung biasanya datang untuk melihat sendiri ritual pergantian jam di jam astronomis ini. Ritual pergantian jam tersebut berupa patung-patung rasul tersebut akan berbaris keluar dari jendela dan patung ayam jantan akan keluar sambil berkokok. Ritual ini mirip seperti jam bergaya klasik pada zaman sekarang.
       
      Melihat Lebih Dekat Wallanstein Palace


      Mengunjungi Wallanstein Palace via Wikipedia
       
      Nah, apakah kamu masih ingin mengetahui dan mengeksplor destinasi wisata lainnya yang terdapat di kota yang cantik ini? Kali ini kamu dapat mencoba melihat lebih dekat Wallanstein Palace yang satu ini.
      Istana Wallanstein ini adalah sebuah istana dengan arsitektur bergaya Baroque yang terletak di kawasan Lesser Town (Mala Strana) di bawah Kastil Praha. Tempat ini merupakan salah satu bangunan berarsitektural klasik yang membuat banyak pengunjung ingin datang dan melihat lebih dekat.
      Istana ini juga terletak dekat dengan St. Nicholas Church. Wallenstein Palace ini merupakan sebuah kompleks istana yang terdiri dari bangunan utama istana, gereja kapel, taman yang luas, kandang kuda dan sekolah menunggang kuda.
      Bangunan Riding School ini saat ini sudah menjadi cabang dari National Gallery kota Praha. Beberapa bagian penting yang terdapat di Riding School ini antara lain adalah Main Hall, Knight’s Hall, Antechamber, Audien’s Hall, Mythological Corridor dan Astronomical Corridor.
      Wallenstein Palace ini dibangun pada tahun 1623-1630. Istana ini dibangun oleh Albrecht von Wallenstein dengan niatan untuk mengimbangi Kastil Praha.
      Wallenstein sendiri merupakan seorang panglima tertinggi angkatan militer. Beliau telah banyak memenangkan peperangan seperti Perang 30 tahun. Selain itu, Wallenstein juga sangat berambisi untuk merebut tahta kerajaan Bohemia.
      Setelah Wallenstein wafat pada tahun 1634, istana ini masih berada dalam kepemilikan keluarga Wallenstein sampai pada tahun 1945. Lalu, setelah perang dunia II, istana ini kemudian menjadi properti negara Cekoslovakia saat itu.
      Kemudian, bangunan istana ini pun dijadikan sebagai kantor pemerintahan. Nah, pada saat ini, bangunan istana Wallenstein digunakan sebagai kantor senat Republik Ceko. Bangunan yang digunakan adalah bangunan utama dari istana Wallenstein ini.
      Istana ini dibuka hanya pada waktu akhir pekan, yaitu pada hari Sabtu dan hari Minggu. Sementara itu, jam operasional dari istana ini adalah sejak pukul 10.00 hingga pukul 16.30. Tetapi, pada bulan April hingga Oktober, terjadi perpanjangan waktu jam operasional. Pada bulan-bulan tersebut, istana ini dibuka hingga pukul 17.00.
      Untuk melengkapi perjalanan wisatamu dalam mengeksplor Praha, jangan lupa sempatkan waktu untuk menyambangi destinasi wisata yang satu ini.
       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai nikmati serunya menjelajahi Praha dan menikmati keindahannya. Sebagai sebuah kota tua yang cantik, rupanya Praha memiliki berbagai sudut dan juga destinasi wisata indah dan menawan yang membuat siapapun menjadi terpesona ketika melihatnya.
      Nikmatilah perjalanan wisata yang sarat dengan nilai-nilai keindahan dan sejarah. Kamu akan melihat berbagai bangunan tua yang tetap dilestarikan dan juga berbagai destinasi wisata cantik lainnya di sini.
      Happy traveling!
    • By Vara Deliasani

       
      Praha... Hhhmmm.. gw bingung mau mulainya darimana. Soalnya semua di praha emang cantik banget. Kotanya ngangenin. Kalo gw ditanya dari semua kota yang udah pernah di datengin urutan pertama masih tetap Praha!!! Pokoknya harus balik lagi kesana!!!
      Mungkin gw mulai dari basic info soal praha kali yaaa...

       
      Basic Info Soal Praha
      Praha, yang merupakan ibukota Republik Ceko, dinobatkan menjadi salah satu kota tercantik di dunia. Sejak tahun 1992 Praha ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu kota bersejarah. Yang menarik dari Praha ini dalah arsitektur dan pemandangannya yang romantis dan breath-taking. Tempat-tempat wisata di kota ini nyaman dikunjungi dengan berjalan kaki. Gw sendiri selama disana hanya sekali menggunakan transportasi umum, hanya saat menuju prague castle karena jalanannya lumayan nanjak.
      Praha berjarak 350Km dari Berlin dan 330Km dari Vienna. Jadi bisa dimampirin pada saat perjalanan dari Berlin ke Vienna. Praha ke Berlin by bus menempuh perjalanan selama 3,5 Jam, pemandangan yang keren sepanjang jalan membuat perjalanan terasa terlalu singkat. Dari Praha ke Vienna gw mencoba kereta api, perjalanan memakan waktu 4 Jam.
      Sungai The Vltava membelah kota sepanjang 31 Km, memisahkan sisi old town dan new town Praha. 
      Suhu udara rata-rata adalah 9°C, dengan rata suhu musim panas 19°C dan winter -0,9°C, jadi yaaa adem-adem gimana gitu kotanya.
      Banyak yang bilang Praha ga aman. Hhhhmmmm.. gw sih selama disana ngerasa nyaman-nyaman aja. Jalan kaki kesana kemari sendirian pas early morning, masih dikit banget orang-orang dijalanan dan masih agak gelap, tapi ga berasa serem sama sekali. Cuma memang seperti negara-negara Eropa Timur lainnya, katanya sih banyak copet jadi backpack gw gembok sepanjang jalan-jalan muterin kota. Agak ribet sih emang tapi yaaa mendingan jaga-jaga kan yaaa.
      Bahasa yang digunakan adalah bahasa Ceko. Tapi ga usah takut, mayoritas penduduk di Praha fasih berbahasa Inggris.
      Soal fashion jangan ditanya... seriuuussss deeehhh di Praha sampe nenek-nenek aja stylish banget. Dan mukanya asli cantik dan ganteng-ganteng semua. Tante betaaahhh. Hahahaha. Praha juga punya airport yang melayani penerbangan jarak jauh dengan pesawat berbadan besar. Cari makan halal di Praha? Gampang bangeeett. banyak warga turki disini. Kalau makan di resto atau cafe kebiasaan di Praha ngasih tips 10% yaaa.

       
      Transportasi dalam kota
      Transportasi di Praha lengkap banget, bangunan stasiunnya modern dan nyaman banget. Selama di Praha kita bisa milih naik Tram, Subway/Metro, bis dan ferry. Gw sih beli tiket eceran yang berlaku buat 30 menit (seharga CZK 24) atau 90 menit (harga CZK 32), karena gw lebih banyak jalan kaki. Cuma kalo mau nyobain transportasi umum bisa beli day pass untuk 24 Jam seharga CZK 110 atau yang berlaku 72 Jam sehargaCZK 320. Seluruh jenis tiket ini bisa dipake diSELURUH moda transportasi di Praha. Tiket bisa di beli di vending machine di seluruh stasiun. Praktis banget kan.
      Cara penggunaan tiketnya juga gampang banget, setelah beli di mesin tiket akan keluar berupa lembaran kertas kecil. Jangan lupa validasi tiket ini di mesin kuning kecil yang tersedia diseluruh sudut kota. Abis itu bisa langsung dipake naik turun sepuasnya. Tinggal tunjukin tiket kalo diminta (biasanya sih jarang ada yang meriksa), kalau nggak ya cukup simpan aja baik-baik tiket di kantong yaaa.
      Jam operasional metro dari jam 5 pagi sampai 12 malam. Kalo hari libur sampai jam 1 pagi. Jarak antar kereta 3 menit maksimal (rush hour) kalau di jam sepi sekitar 5-7 menitan. Jalur metro di Praha terbagi 3, line A - warna hijau, line B – warna kuning, dan line C – warna merah.
      Mau naik tram? Gampang bangeeeettt... jarak antar halte deket-deket, petunjuknya juga jelas. Tinggal tentuin mau kemana terus cek nomor tram berapa yang lewat ke tujuan kita.
      Petunjuk disetiap halte dan stasiun menyediakan bahasa inggris, jadi amanlah kalo jalan sendirian juga.
      Mau naik taksi? Gampang... tingga cari taksi stand yang berwarna kuning ada lambang jempol dengan tulisan FAIR PLACE. Tapi soal argo gw ga tau yaa.. soalnya ga nyobain naik taksi.

       
       
       
      Ke Praha wajib mampir kemana aja???
      Semua tempat di Praha menurut gw wajib dimampirin. Hahahaha. Abis beneran deh kotanya manis banget... gw sendiri spend waktu 2 hari full di Praha. Kurang ga? Kuraaaaanggggggg...... Semua tempat penting udah di samperin tapi blom puuaaaassss!!!!
      Mampir kemana aja di Praha? Ini daftarnya :
       
      Prague Castle
      Komplek Prague Castle ini gedeeeeeee bangeeeeetttttt... waktu yang pas muterin santai adalah sekitar 3-4 jam. Banyak banget musem dan gedung-gedung keren.
      Didalam lingkungan Prague Castel terdapat beberapa bangunan utama, yaitu : Cathedral of St Vitus, St Wencelas dan St Adalbert, Chapel of Holy Cross, Golden Lane,Royal Summer Palace, Riding School dan Prague Castle Garden.
      Komplek Prague Castle ini buka dari 5 pagi sampai jam 11 malam, tapi kalau mau masuk ke dalam gedung dan bangunan bukanya jam 9 pagi sampai jam 5, kecuali hari minggu buka agak siangan karena ada misa. Masuknya pake tiket ga? Pake tiket. Tiket bisa dibeli di Prague Castle Information Center. Ada banyak jenis tiketnya.

       
       
      Charles Bridge
      Nah kalo ini tempat favorit gw buat berenti sambil ngeliat pelukis dan pemusik jalanan. Jembatan ini merupakan salah satu icon utama di praha. Paling pas kesini jam berapa?? Pagi-pagi buta atau menjelang gelap saat lampu-lampu jembatan baru nyala. Aaaassseeeliiiiiii berasa di eropa jaman dulu.

       
      Old Town Square
      Alun-alun utama di kota praha. Banyak cafe dan resto unk di sepanjang jalan.

       
      Old Town Hall & Astronomical Clock
      Kalo pernah liat kartu pos praha yang ada gambar jamnya, nah disini lokasi aslinya. Tiap 1jam lonceng akan bunyi dan ada boneka yang berjoget. Dateng kesini enaknya kapan?           Pagi-pagiiiiiii bangeeett. Disaat jalanan masih kosong. Kalo kesiangan wuuuiih ramenya luar biasa.
      Mau ikut walking tur gratis? Di sini tempatnya. Cari aja mba atau mas yang bawa payung merah. Kita akan diajak keliling sudut-sudut praha yang bersejarah sambil jalan santai. Memang gratis, tapi jangan lupa kasih tips yaaa.

       
      Powder Gate
      Tower ini biasa dijadiin patokan buat mulai atau mengakhiri jalan2 menyusuri Praha.

       
      Wenceslas Square

       
      Nginep dimana?
      selama disana nginep di CitySpot. Hotel tapi kamarnya berjenis studio. 4 kasur, 1 kamar mandi, dapur, ruang makan dan mesin cuci. Harganya juga asli murah banget. Letaknya dekat dr mana-mana. Bisa jalan kaki ke objek wisata utama. Main station cuma 150 meter dari hotel ini. Pokoknya rekomen banget!!!

      Sekian deh cerita kali ini. Semoga berguna ya...
    • By Wangi
      Haloo2 apakabat saya baru di forum ini, pengen ngajak sharing cost ke eropa timur ke praha, budapest, bratislavia, kutna hora, vienna..satu org cewe..utk pairing room..23,5 juta all in tiket, visa, makan 2x, nginepbdi hotel..bukan promo tour..butuh temen jalan,foto bareng..skaligus avoiding single supllement..tanya2 bs hub wa 0895342334190
    • By urat
      Oktober 2014 kemarin saya bersama beberapa orang teman berkesempatan menjelajahi kota Praha. Karena minim budget kami pergi secara backpacking ke Praha. Kami naik bus Student Agency dari Frankfurt. Karena lama perjalanan dengan bus sekitar 8 jam-an, kami memilih waktu paling malam, tidur di jalan sekaligus tidak perlu mengeluarkan biaya penginapan... hehe...
      Dari hasil browsing-browsing, cuaca di Praha cukup sulit ditebak, untung saja saat kami berada di sana cuacanya cerah. Selain itu banyak orang yang menganjurkan bahwa salah satu cara terbaik menikmati kota ini adalah dengan berjalan kaki.

      Terminal UAN Florenc, Praha.
      Setelah tiba di tempat pemberhentian akhir kami, terminal Florenc, kami berjalan kaki menuju Charles Bridge, a must visit place di Praha. Perjalanannya sekitar 10 s/d 20 menit dari terminal. Hanya saja karena rute yang kami tempuh melewati Old Town Square, salah satu objek terkenal lain di Praha, perjalanannya jadi agak molor. Berikut foto-fotonya:

      Old Townsquare dengan Astronomical Clock dan Gereja Our Lady Before Tynn
       

      Powder Tower
      Dari sini kami pun lalu melanjutkan perjalanan menuju Charles Bridge. Dari hasil browsing, salah satu waktu terbaik untuk mengunjungi Charles Bridge itu adalah di pagi hari atau sore hari, saat jembatan masih sepi, untuk mendapatkan view yang bagus.

      Setelah sarapan di McD kami kembali lagi ke Old Town Square untuk ikut free tour. Sesuai namanya, kita hanya perlu memberikan tip kepada tour guide di akhir tour, serela kita. Selain itu, karena ini hanya free tour, kami tidak masuk ke tempat-tempat yang ada tiketnya. Dari beberapa pilihan yang tersedia, kami memilih tur ke Prague Castle dalam bahasa Inggris. Hampir secara keseluruhan tur ini dilakukan dengan berjalan kaki kecuali saat pergi ke Strahov Monastery dengan tram.

      view kota Praha dari Strahov Monastery

      Pabrik Bir di Strahov Monastery
      Dari  Strahov kami kemudian berjalan kaki ke Prague Castle. Di areal kastil ini, ada cukup banyak objek yang bisa dilihat, di antaranya Schwarzenbersky Palace, Prague Castle-nya sendiri, St. Vitus Cathedral dan St. George Basilica.

      Schwarzenbersky Palace

      Prague Castle

      St. Vitus Cathedral

      St. George Basilica
      Tur berakhir di areal Prague Castle ini dan kami pun kembali ke Old Town Square untuk makan siang (mungkin lebih tepatnya makan sore karena udah sekitar jam 3-an). Pilihan menu kami akhirnya jatuh ke kebab, harganya lumayan bersahabat (sktr 1300 kron ato setara 5 euro-an) dan cukup mengenyangkan buat perut orang Indonesia. Setelah berkeliling di sekitar areal Old Town Square kami pun akhirnya kembali ke terminal Florenc sekitar jam 4 ato 5 sore untuk menunggu bis ke Budapest.
       
      Ok sekian sedkit sharing saya soal Praha.
      Semoga bermanfaat ya.