Sign in to follow this  
redocean

Pesona Hanyeo, Wanita Penyelam di Jeju Island

19 posts in this topic

Jeju, nama sebuah pulau terbesar yang ada di Korea Selatan. Luas Jeju Island disebut-sebut dua kali lebih besar dari Kota Seoul, ibu kota negeri gingseng tersebut. Pulau Jeju merupakan pulau yang memiliki sejuta pesona yang menakjubkan. Oleh karenanya, tak heran, Pulau Jeju ini masuk ke dalam daftar 7 keajaiban dunia yang baru.

 

 

Jika Indonesia memiliki Pulau Dewata, Bali, yang tak pernah sepi dikunjungi para turis, demikian Jeju Island. Banyak tempat indah dan memiliki cerita yang unik di Jeju Island ini, salah satunya adalah Hanyeo. Hanyeo merupakan sebutan bagi wanita Korea yang kesehariannya menyelam. Anda mungkin pernah mendengar Ama, wanita penyelam Jepang. Di Korea, wanita-wanita penyelam tersebut disebut Hanyeo.

 

 

Hanyeo adalah wanita yang tangguh dan selalu dihormati oleh warga Korea Selatan. Karena Hanyeo adalah wanita-wanita di atas 40 tahun yang dengan beraninya menyelam hingga ke bawah laut hingga 30 meter tanpa alat penyelam apa pun. Wanita-wanita tersebut adalah seorang ibu yang menyelam demi menyambung hidup anak-anaknya.

 

photo201088.jpg

 

Dahulu, hanyeo memiliki derajat yang dipandang sebelah mata. Hanyeo bermula sejak abad 19 dan memiliki banyak cerita yang melatarbelakanginya. Ada yang mengatakan Hanyeo atau wanita penyelam ini bermula saat dahulu kala pajak penghasilan diterapkan bagi kaum laki-laki dan tidak bagi perempuan. Dikarenakan besarnya pajak tersebut, maka perempuanlah yang mengambil alih pekerjaan demi menghidupi keluarga.

 

 

Namun versi lain yang paling populer adalah dikarenakan para pria pada zaman dahulu banyak yang pergi keluar pulau ini untuk mencari nafkah dalam waktu yang lama. Oleh karenanya, para wanita membantu dengan ikut menyelam dan mencari hasil laut untuk diolah.

 

 

Bagaimanapun cerita yang melatarbelakanginya, Hanyeo dianggap sebagai simbol ketangguhan seorang ibu. Wanita yang berjuang demi menghidupi keluarganya. Hanyeo adalah kebanggaan penduduk Korea. Karena penyelam ini adalah wanita yang tak lagi muda usianya dan juga tanpa alat selam. Mereka hanya menyelam dengan mengenakan baju karet, kacamata selam, dan juga keranjangan untuk hasil tangkapan mereka.

 

 

Buruan laut yang mereka hasilkan ini bervariasi. Dan biasanya mereka membuka warung-warung untuk bisa kita santap hasil buruannya. Yang terkenal dari buruan para hanyeo adalah tiram. Anda mungkin akan takjub ketika menyaksikan wanita tua keluar dari laut dan membawa tangkapannya. Mereka juga pantang untuk ke permukaan jika belum mendapatkan hasil. Tradisi ini bukan tanpa resiko, karena saat menyelam mereka tentu harus berhati-hati dengan berbagai makhluk di dasar laut sana. Tak sedikit bahkan yang harus kehilangan nyawa karenanya.

 

tumblr_m4u7bxKbJI1qh8rg1o1_1280.jpg

 

Saat ini, jumlah hanyeo di Korea Selatan semakin menurun jumlahnya. Jika dahulu mencapai puluhan ribu, data saat ini hanya tinggal beberapa ribu saja wanita yang masih melakukan aktivitas ini. Anak-anak dari para ibu yang merupakan hanyeo biasanya enggan melakukan pekerjaan ini. Mereka lebih memilih menjadi pwgawai atau melakoni pekerjaan lainnya.

 

 

Jika anda berkesempatan ke Pulau Jeju, maka jangan lewatkan bertemu para hanyeo ini. Untuk menghargai jasa para hanyeo, pemerintah Korea Selatan membangun Henyeo Museum. Di museum tersebut, anda bisa belajar banyak tentang para hanyeo. Ada beberapa ruangan di dalam museum yang dibagi berdasarkan kehidupan para hanyeo.

 

 

Ruangan pertama berisikan tentang kehidupan para wanita tersebut sehari-hari di luar penyelam. Anda bisa menemukan bagaimana rumah dan perlengkapan yang ada di dalamnya. Di ruangan lain, kita bisa mengetahui apa saja peralatan yang digunakan para hanyeo saat menyelam. Dan lainnya adalah bericerita tentang bagaimana kehidupan laut dan para hanyeo. Anda juga bisa menikmati banyak foto dari para hanyeo beserta dengan ceritanya.

 

6322281750_ecf79194cd_z.jpg

 

 

Museum Hanyeo tersebut dibuka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Anda juga bisa menikmati pemandangan lain di sekitar museum yang tak kalah indahnya. Jika berangkat dari Jeju, anda bisa memulai perjalanan dari terminal Bus Express Jeju. Rute bus yang dipilih adalah rute 1132 yang menuju Saehwa atau Seongsan. Perjalanan sekitar 1 jam kurang lebihnya dan turun saja di Menara Peringatan Anti Jepang Jeju Hanyeo.

 

 

Untuk menuju Pulau Jeju sendiri, anda bisa langsung terbang dari Gimpo Airport di Seoul atau dari Jepang, Shanghai, dan Hongkong menuju Jeju International Airport. Jika mau bersantai, jalan-jalan saja dulu menikmati keindahan laut Busan, nanti menyebrang dengan kapal feri selama 11 jam menuju Jeju. Bukan Cuma hanyeo, wanita-wanita Jeju perkasa lainnya banyak ditemukan sebagai sopir taxi yang baik hati lho. Dapat jeruk gratis khas Jeju, wah baik , ya…

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya kmrn december baru ke Jeju :D, bagus kok tempatnya tp jgn pegi musim dingin , dingin juga + angin nya kenceng banget di jeju sepanjang taon. Kalo mau spring / fall aja kali.

 

Di ceritain women diver ini, tp sayangnya gak di ajak ke spot dimana bisa liat women divers ini.

 

Jgn tertipu foto, ini pas foto gitu2 suhunya 3C-6C :)


jeju.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah jadi makin pengen ke Korea nih terutama Jeju Island. Biasanya cuma ngeliat indahnya Seoul, Jeju Island dari Running Man doang hehehehe

samaaaa saya juga belom pernah ke korea :D

 

saya kmrn december baru ke Jeju :D, bagus kok tempatnya tp jgn pegi musim dingin , dingin juga + angin nya kenceng banget di jeju sepanjang taon. Kalo mau spring / fall aja kali.

 

Di ceritain women diver ini, tp sayangnya gak di ajak ke spot dimana bisa liat women divers ini.

 

Jgn tertipu foto, ini pas foto gitu2 suhunya 3C-6C :)

jeju.jpg

yeee foto2 mimin di korea pun nongol keliatannya ga kedinginan ya min :D hahhaha

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano

      Saya sudah berbagi sedikit info tentang panduan belanja di Seoul pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?. Untuk melengkapi tulisan tersebut, kali ini saya ingin sharing tips apa saja yang perlu diperhatikan agar momen belanja di Seoul terasa lebih afdol. Tips-tips tersebut saya ringkas dalam beberapa point, kurang lebih berikut isi tips-nya:
      Seputar tempat belanja
      Pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?, di bagian penjelasan tentang Dongdaemun Market, saya menulis jika Dongdaemun Market sebagai pusatnya fashion Korea yang sesungguhnya. Beragam trend fashion terkini awalnya dari Dongdaemun Market, namun bukan berarti disinilah tempat termurah untuk berbelanja fashion. Kenapa? Karena di Seoul, barang yang sama bisa dijual dengan harga yang berbeda tergantung lokasi penjualannya. Kaos seharga puluhan ribu won di daerah Apgujeong Rodeo Street bisa saja dijual seharga ribuan won di area sekitar kampus (seperti Hongdae dan Shinchon), dan bisa lebih murah lagi jika dijual di lapak temporer (berupa kios maupun truk). Dari sini ada beberapa tips yang bisa saya bagikan:
      -Jangan langsung membeli barang pertama yang dilihat, apalagi jika distrik tersebut termasuk kawasan mahal. Usahakan untuk membandingkan dulu dengan barang sejenis di toko yang ada di distrik lainnya.
      -Bagi budget traveller, disarankan untuk memilih toko yang ada di distrik level mahasiswa seperti Sinchon dan Hongdae. Banyak lho toko di sekitar kampus yang menjual barang dengan harga miring karena ketatnya persaingan antar toko.
      -Toko di pasar tradisional biasanya bisa lebih murah lagi. Namun konsekuensinya, dibutuhkan skill menawar yang cukup lihat, dan sayangnya nggak semua pedagang pasar tradisional menguasai bahasa Inggris.
      -Alternatif lainnya, belanjalah di sekitar subway (baik di luar stasiun subway maupun di subway underground shopping mall) karena harganya bisa jauh lebih murah dibanding aneka jenis tempat belanja lainnya.
      -Walau saya sebut Dongdaemun Market belum tentu memberikan harga termurah, nggak ada salahnya mencoba membandingkan 2-3 toko di Dongdaemun sebelum memutuskan untuk membeli sebuah barang karena biasanya harga termurah di area ini tetap saja lebih murah dibanding distrik mahal seperti Gangnam. Tips lainnya, belanja di toko kecil maupun lapak-lapak di Dongdaemun biasanya jauh lebih murah dibanding belanja di toko besar di Dongdaemun.
      Seputar waktu belanja
      Punya rencana untuk melakukan wisata belanja di Seoul? Berikut beberapa bocoran momen terbaik untuk belanja dan mendapatkan harga terbaik:
      -Salah satu waktu terbaik untuk belanja adalah pada akhir musim, atau biasanya di bulan Januari, April, Juli, Oktober, dan Desember (untuk department store). Memang sih Anda akan ketinggalan mode terkini di musim tersebut, namun disisi lain, pada akhir musim biasanya berbagai pusat perbelanjaan besar biasanya menggelar diskon khusus untuk menghabiskan stok barang.
      -Siapa sih yang nggak suka diskon? Bagi wisatawan yang ingin mengincar diskon belanja, periode diskon terpanjang biasanya terjadi sebelum dan sesudah Lunar New Year dan Chuseok. Sedangkan untuk kosmetik, biasanya ada diskon besar di akhir tahun.
      -Jakarta boleh punya Jakarta Great Sale. Seoul pun memiliki 2 event diskon besar-besaran, yaitu Seoul Summer Sale dan Korea Grand Sale (di musim dingin). Yang hobi berburu diskonan, jangan lewatkan kedua event diskon tersebut yah.
      Seputar tips menawar
      -Nggak menguasai bahasa Korea namun ingin mencoba tawar menawar? Biasanya sih bahasa Inggris dasar sudah cukup kok, jadi jangan terlalu takut untuk belanja di lapak tradisional yah.
      -Jika membeli di lapak pinggir jalan (seperti mobile kiosk maupun pedagang tenda), selalu usahakan untuk menawar jauh dibawah harga yang ditawarkan baru naikkan penawaran sedikit demi sedikit (misalnya bisa mulai dengan menawar setengah harga jual). Soalnya jika selisihnya tak begitu banyak, biasanya pedagang akan langsung mengiyakan padahal Anda masih bisa menawar lebih jauh lagi.
      -Sulit untuk tawar menawar? Setidaknya mintalah barang gratisan sebagai bonus. Misalnya, jika membeli 3-4 gantungan kunci, mintalah 1 untuk bonus. Atau jika membeli beberapa potong baju, minta 1 baju secara cuma-cuma, dan seterusnya. Jika pemilik toko/lapak tidak mau memberikan barang gratisan, lebih baik bersikap seolah akan pindah toko saja.
      -Tips lain bagi yang ingin berbelanja di lapak non-toko atau belanja di toko kecil. Jika Anda gagal menawar harga, pindahlah ke lapak sebelah dan sebutkan harga terakhir di toko saingan (untuk barang yang sama). Biasanya toko yang baru dimasuki akan memberikan penawaran khusus untuk Anda.
      Seputar harga dan metode pembayaran
      -Untuk metode pembayaran tak jauh beda dengan di Indonesia. Pedagang lapak kecil biasanya hanya menerima cash, sementara vendor besar menerima pembayaran menggunakan berbagai kartu kredit.
      -Jika ada keperluan dengan bank (misalnya ingin menukar uang), ingatlah selalu jam operasional biasanya antara pukul 09.30-16.30 Senin-Jumat.
      -Untuk wisatawan asing, di Seoul ada lho kebijakan Tax Refund yang berlaku di beberapa toko tertentu. Kapan-kapan akan saya bahas beserta ulasan tentang freepass khusus untuk wisatawan yang hobi shopping.
      Seputar ukuran baju
      Sudah jadi rahasia umum jika fashion menjadi barang favorit untuk diburu saat belanja ke Seoul. Berikut beberapa tips untuk membantu Anda memilih baju yang tepat:
      -Jika memang sudah berniat akan belanja baju, sebelum pergi ke Korea Selatan, ketahui dulu ukuran baju Anda dalam ukuran Korea. Biasanya ukuran ditampilkan centimeter, kecuali untuk ukuran pinggang ditampilkan dalam inchi.
      -Beda lagi dengan ukuran sepatu. Biasanya ukuran sepatu ditampilkan dalam milimeter. Jadi agar lebih pasti, sebaiknya usahakan mencoba dulu setiap barang fashion yang akan dibeli.
      -Biasanya, orang asing susah menemukan ukuran baju yang tepat di Korea Selatan (terutama untuk bigsize, karena ukuran baju Korea kecil-kecil). Bagi yang kesulitan dengan ukuran ala Korea, cobalah berbelanja di daerah Itaewon yang sangat dikenal sebagai distrik multikultural.
      ***
      Kurang lebih demikian beberapa tips yang bisa saya bagikan. Jika ada yang mau menambahkan, boleh banget. Oya, saya juga pernah berbagi info seputar shopping guide di Jepang, monggo dibaca-baca juga (lihat disini: Japan Shopping Guide: Tokyo Area, Japan Shopping Guide: Kyoto Area, Khusus Shopaholic, Panduan Dasar Wisata Belanja di Jepang)
    • By Diny Puspa Dewi
      hallo hallo 
      aku lagi cari temen nih buat ke korea tahun depan tepatnya pas libur lebaran berarti sekitar tanggal 1 juni s/d 8 juni 2019, plan stay nya memang 1 minggu
      aku belum beli tiket pesawat atau apapun karena bener2 cari temen yang bisa bareng2 dari berangkat sampe pulang trus diskusiin semuanya brg2 biar enak ><
      pengalaman taun kmrn nekat berangkat sendiri jadi ngebego sendirian di perjalanan huhu
      but thanks to jalan2.com aku dpt tmn ngebolang pas diseoul 
      so kalau ada yang minat dan emg punya plan sama kaya aku boleh hubungin aku di WA 085314754967
      thank you
      ps: emang sih masih lama plannya tapi biar persiapannya lebih mateng aja jadi dr sekarang carinya hehe
    • By vie asano

      Lho, kok sunrise festival? Bukannya kemarin sudah menulis tentang festival bulan Desember? Harusnya sekarang festival bulan Januari dong?
      Kalau mengikuti alur yang biasa, ya, harusnya saat ini giliran kalender festival di bulan Januari. Tapi tunggu, jangan buru-buru pindah bulan dulu. Sebetulnya, di bulan Desember masih ada event menarik selain yang sudah saya tulis disini. Hanya saja, karena event tersebut berlangsung di beberapa tempat namun memiliki tema yang mirip-mirip satu dengan lainnya, akan lebih baik jika saya ulas dalam sebuah rangkuman tersendiri.
      Sunrise festival. Sudah bisa ditebak ya jika festival tersebut pasti ada hubungannya dengan sunrise, a.k.a matahari terbit. Tentunya bukan sembarang matahari terbit, karena Sunrise Festival ini merupakan kegiatan untuk menikmati terbitnya matahari pertama di tahun baru. Dengan kata lain, sunrise festival ini merupakan salah satu cara lain untuk merayakan tahun baru. Sunrise festival ini rata-rata dilangsungkan mulai tanggal 31 Desember, dan baru berakhir pada tanggal 1 Januari. Dimana saja lokasi sunrise festival tersebut? Berikut bocorannya:
      Ulsan Ganjeolgot Sunrise Festival
      Lokasi: Daesong-ri Ganjeolgot
      Alamat: 39-2, Ganjeolgot 1-gil, Seosaeng-myeon, Ulju-gun, Ulsan
      Akses: dari Ulsan Intercity Express Bus Terminal, naik bus 715 ke Ganjeolgot
      Lokasi festival ini adalah di Ganjeolgot Cape yang sudah sangat dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunrise. Ada berbagai acara menarik yang digelar mulai matahari terbenam pada tanggal 31 Desember, seperti aneka pertunjukan hiburan, pertunjukan kembang api, dan lain-lain. Wisatawan juga bisa menikmati tteokguk, hidangan khas tahun baru ala Korea.
      Homigot Sunrise Festival
      Lokasi: Homigot Sunrise Square
      Alamat: Daebo-ri, Daebo-myeon, Nam-gu, Pohang-si, Gyeongsangbuk-do
      Akses: dari Pohang Intercity Bus Terminal, naik Bus 200 dan turun di Guryongpo. Dari sana, naik bus menuju Homigot.
      Daerah Homigot merupakan daerah paling timur dari Korean Peninsula, sehingga otomatis area ini menjadi salah satu yang pertama kali mendapat matahari terbit di Korea Selatan. Ada banyak acara menarik yang digelar pada festival ini, seperti menikmati tteokguk, menerbangkan layang-layang, menerbangkan balon, dan lain-lain.
      Maryangpo Sunset & Sunrise Festival
      Lokasi: Maryangpo Port
      Alamat: 56, Seoin-ro, Seo-myeon, Seocheon-gun, Chungcheongnam-do
      Akses: dari Stasiun Yongsan, naik kereta ke Stasiun Seocheon
      Daerah Maryang-ri ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati matahari terbit dan terbenam sekaligus, terutama sejak 60 hari sebelum dan sesudah tanggal 22 Desember. Itu karena pada hari tersebut, matahari akan terlihat terbit dan tenggelam di tempat yang sama. Bagi yang ingin menyaksikan fenomena unik tersebut, bisa langsung meluncur ke Maryangpo Sunset & Sunrise Festival.
      Jeongdongjin Sunrise Festival
      Lokasi: Jeongdongjin Sandglass Park
      Alamat: Jeongdongjin2-ri, Gangdong-myeon, Gangneung-si, Gangwon-do
      Akses: dari Gangneung Express Bus Terminal, naik bus 109 ke Jeongdongjin.
      Jeongdongjin populer karena pernah menjadi lokasi shooting drama populer berjudul Sandglass. Diluar fakta tersebut, tak heran jika Jeongdongjin menarik untuk dikunjungi karena tempat ini memang sangat indah: pohon pinus, lautan berwarna biru, serta karang yang indah. Karenanya, tak heran jika tiket ‘Sunrise Train’ menuju Jeongdongjin selalu ludes jauh-jauh hari sebelum periode festival.
      Seongsan Sunrise Festival
      Lokasi: Seongsan Ilchulbong area
      Alamat: Jeju Special Self-governing Province Seogwipo-si Seongsan-eup
      Akses: dari Jeju International Airport, naik bus 100 ke Jeju Intercity Bus Terminal. Dari sana, naik intercity bus menuju Ilju Road (east). Turun di pintu masuk Seongsan Ilchulbong.
      Festival ini diselenggarakan di pulau tropis paling populer di Korea Selatan, yaitu pulau Jeju. Tepatnya, festival ini diadakan di Seongsan Ilchulbong yang populer dengan sebutan Sunrise Peak, karena tempat ini memang menjadi tempat paling favorit untuk menikmati matahari terbit di pulau Jeju. Ada banyak aktifitas seru selama periode festival, seperti pertunjukan hiburan yang disisipi dengan acara hitung mundur ke detik-detik tahun baru, festival kembang api, aneka permainan tradisional, dan lain-lain.
      Yeosu Hyangiram Sunrise Festival
      Lokasi: Impo Village (Hyangiram) area
      Alamat: Yullim-ri, Dolsan-eup, Yeosu-si, Jeollanam-do
      Akses: dari Yeosu Intercity Bus Terminal, naik bus 111 atau 113 ke Hyangiram Hermitage.
      Ada yang istimewa dari sunrise festival yang satu ini. Lokasi festivalnya berada tepat di kawasan bersejarah Hyangiram Hermitage (dibangun tahun 644), membuat suasana festival yang digelar semalam suntuk ini terasa lebih berkesan. Lebih istimewa lagi karena Hyangiram sendiri memang memiliki makna “pertapaan yang menghadap matahariâ€, sehingga wisatawan betul-betul diajak untuk meresapi suasana di Hyangiram Hermitage yang sebenarnya.
      Gyeongpo Sunrise Festival
      Lokasi: Gyeongpodae Beach
      Alamat: Gangwon-do Gangneung-si Jeo-dong
      Akses: dari Gangneung Bus Terminal/Stasiun Gangneung, naik Bus 202 ke Gyeongpodae
      Festival ini termasuk festival tahunan yang rutin digelar di kota Gangneung. Tepatnya di Gyeongpodae, yang mana di tempat ini wisatawan bisa menikmati keindahan matahari terbit. Untuk memeriahkan suasana, festival ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara lainnya, seperti festival kebudayaan, kembang api, dan tentu saja hitung mundur menuju pergantian tahun.
      ***
      Kurang lebih itulah aneka sunrise festival yang bisa saya kumpulkan. Oya, sebetulnya tidak hanya Korea yang memiliki tradisi menikmati terbitnya matahari pertama, lho. Bangsa Jepang juga memiliki tradisi serupa, dan mungkin malah lebih heboh karena matahari dan dewa penguasa matahari pada kedudukan yang tinggi dalam kepercayaan mereka. Untuk versi budaya tahun baru ala bangsa Jepang (termasuk aktifitas menikmati sunrise pertama), bisa baca tulisan saya disini. Semoga bermanfaat!
      ***
      PS: foto-foto menyusul yah, karena koneksi lagi super selow.. >_<
      ***
      Baca juga:
      Winter in Korea: Apa, Kenapa, dan Bagaimana
      Winter in Korea: Kalender Festival Desember
      Winter in Korea: Sunrise Festival
      Winter in Korea: Kalender Festival Januari + Februari
      Winter in Korea, Saatnya Main Salju!
      Winter in Korea dan Serunya Wisata Hot Spring
      Winter in Korea, Kulineran Yuk!

    • By vie asano

      Sejauh yang saya ingat, saya sudah menulis tentang negara Jepang, Belanda, Maldives, dan saat ini lagi enjoy jalan-jalan ke Korea Selatan. Dari seluruh negara tersebut, selain Belanda, saya sudah berbagi info beberapa alternatif agar travelling lebih berkesan. Maksudnya, travelling-nya nggak sekedar pergi ke suatu tempat, jalan-jalan, lalu pulang; namun sekaligus memungkinkan untuk kontak langsung secara lebih intensif dengan penduduk setempat dengan cara tinggal bersama mereka. Contohnya, saya sudah berbagi tentang WWOOF Japan dan program homestay sejenis lainnya. Program-program tersebut menawarkan kesempatan untuk kerja part time sekaligus homestay di rumah host. Sedangkan untuk Maldives saya sudah sharing info bagaimana caranya menjadi relawan di Maldives. Dan saat ini saya ingin berbagi tentang sebuah program bernama Koreastay.
      Apa itu Koreastay?
      Koreastay merupakan program homestay resmi yang dikelola oleh Korea Tourism Organization (KTO). Pada intinya, program ini bertujuan untuk memfasilitasi wisatawan asing yang ingin merasakan hidup bersama keluarga Korea (selanjutnya disebut host), sehingga wisatawan dapat mengenal dan mempelajari langsung kehidupan ala Korea yang sebenarnya.
      Apa keuntungan mengikuti program Koreastay?
      Jika travelling dengan cara biasa, paling-paling yang akan di dapat adalah pengalaman melihat-lihat tempat wisata baru. Mengingat Koreastay merupakan program homestay, ada beberapa keuntungan tersendiri jika mengikuti program ini.
      1.Ada kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan keluarga asli Korea, sehingga terbuka kesempatan yang sangat luas untuk belajar bahasa dan budaya khas Korea dalam praktek kehidupan sehari-hari.
      2.Kesempatan untuk merasakan kuliner ala rumahan dalam lingkungan keluarga.
      3.Kesempatan untuk menjalin persahabatan dengan orang baru (khususnya keluarga host), sesuatu yang belum tentu bisa didapat jika menginap di hotel.
      4.Keuntungan lainnya adalah faktor pengalaman ekstra. Kapan lagi Anda bisa tinggal di rumah keluarga Korea kalau tidak melalui aktifitas homestay, dengan pengecualian jika punya teman/saudara di Korea yah.
      Cara mengikuti Koreastay?
      Tertarik ingin mencoba program ini? Berikut beberapa langkah yang harus ditempuh:
      1.Memilih host yang diinginkan. Caranya dengan masuk ke website resmi Korea Stay dan gunakan fasilitas pencarian host. Sebelumnya, daftar dulu jadi member di website tersebut yah.
      2.Prosedur pencarian host bisa menggunakan wilayah, maupun pencarian yang lebih mutakhir. Secara garis besar, berikut beberapa hal yang harus dipikirkan sebelum memilih host:
      a.Pilih daerah yang diinginkan. Dalam hal ini, saya beri contoh provinsi Gyeonggi, khususnya di kota Seoul.
      b.Pilih host yang lokasinya berada di daerah yang diminati. Misalnya saja, jika suka belanja, maka bisa memilih host yang berlokasi di daerah Myeongdong, Jongno, maupun Itaewon. Sedangkan jika lebih suka berada di dekat sungai Han, bisa memilih host yang berada di daerah Gangnam, Mapo, Yangcheon, Seongdong, dan sebagainya.
      c.Saring lagi nama host dengan melihat penawaran yang diajukan oleh host. Misalnya saja, apakah jenis rumahnya apartemen, hanok (rumah tradisional), rumah biasa, dan sebagainya.
      d.Teliti lagi fasilitas yang ditawarkan oleh host, misalnya dari tipe kamar yang ditawarkan oleh host (apakah jenis tradisional dengan lantai yang menggunakan sistem pemanas, single room, twin room, dan sebagainya) serta adanya fasilitas tambahan seperti Wi-Fi. Oya, perhatikan juga detail jumlah anggota keluarga dan jumlah anak yang dimiliki oleh host, karena tidak semua wisatawan menyukai anak-anak.
      2.Setelah cocok, cek tersedianya kamar pada tanggal yang diinginkan. Jika ada, Anda bisa langsung melakukan reservasi.
      3.Jika host menyetujui, lakukan konfirmasi reservasi dengan menyertakan nomor passport. Jika diperlukan, lampirkan juga copy tiket pesawat terbang.
      4.Setelah prosedur konfirmasi selesai dilakukan, jalin kontak dengan host (pada saat ini jelaskan jika Anda tidak bisa mengkonsumsi makanan tertentu atau jika ada detail lainnya). Tentukan waktu dan tempat dimana akan bertemu dengan host untuk pertama kalinya (biasanya di Stasiun maupun dijemput di bandara). Oya, jangan lupa minta nomor telepon host agar tidak menyulitkan saat waktu ketemuan.
      5.Pada waktu yang ditentukan, bertemu dengan host dan lakukan pembayaran.
      Berapa biaya yang harus dibayarkan?
      Biaya antara satu host dengan lainnya bervariasi, namun untuk range harga kira-kira kisaran KRW30000*-60000*/kamar/malam. Biaya ini sudah termasuk dengan sarapan pagi. Namun jika diinginkan, Anda bisa meminta fasilitas tambahan seperti makan malam atau bantuan untuk menjadi guide ke tempat-tempat tertentu. Tentunya ada biaya ekstra yang dibutuhkan, dan semua kembali lagi pada host masing-masing.
      Apakah range harga untuk homestay tersebut terbilang mahal? Silahkan bandingkan sendiri dengan tipe Akomodasi Hemat di Korea Selatan lainnya (klik hyperlink). Jika dibandingkan dengan Jjimbang, jelas homestay lebih mahal. Namun jika dilihat dari faktor kenyamanan dan keuntungan lain yang bisa didapat, rasanya biaya tersebut sangat reasonable.
      Aman nggak host-nya?
      KTO menjamin setiap host yang terdaftar sudah melalui serangkaian prosedur verifikasi yang ketat. Host tidak boleh memiliki catatan kriminal, bukan penginapan komersial, dan tidak memiliki anggota keluarga yang sudah tua. Host juga dipilih yang memiliki fasilitas rumah yang cukup baik dan memenuhi syarat, tempat tinggal di area perumahan, peduli akan kebersihan, tidak begitu jauh dari transportasi publik, dan memiliki toleransi dengan budaya lain. Host juga wajib menguasai minimal bahasa Inggris (setidaknya satu anggota keluarganya), dan beberapa host malah menguasai multi bahasa seperti Cina dan Jepang. Tak hanya sebatas mem-verifikasi, KTO juga menjamin adanya prosedur monitoring yang cukup ketat dan teratur untuk menjamin kualitas para host.
      Etika yang wajib diketahui
      Berikut beberapa etika standar yang perlu diketahui saat menginap di rumah host.
      1.Saat makan, usahakan untuk makan bersama keluarga host karena budaya setempat memang memiliki tradisi makan bersama. Jika tidak bisa ikut makan bersama, selalulah memberi kabar terlebih dulu.
      2.Sebisa mungkin bersihkan sendiri tempat tidur, bekas mandi, maupun bekas makan Anda, sekalipun host akan melakukannya untuk Anda.
      3.Hormatilah privasi dan aturan yang berlaku di rumah host. Misalnya saja jangan masuk ke kamar lain tanpa ijin, jangan menggunakan sepatu di dalam rumah, jangan mengajak teman lain untuk menginap tanpa seijin host, dan lain-lain. Hormati juga jam malam yang berlaku di rumah host.
      4.Jika ada yang masih kurang jelas dalam hal peraturan, budaya setempat, dan lain-lain, jangan ragu untuk bertanya pada host. Tidak usah sungkan atau malu, karena mereka yang menjadi host adalah orang-orang yang suka berbagi budaya setempat dengan orang lain.
      Sebetulnya masih ada beberapa etiket lainnya, namun kapan-kapan saya bahas lebih detail lagi dalam tulisan terpisah. Mudah-mudahan informasinya bermanfaat.
      Tambahan informasi
      Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kontak berikut ini:
      Tourism Quality Improvement Team/Koreastay
      Telp: +82-2-729-9640
      Email: koreastay@knto.or.kr
    • By vie asano
      Seri tulisan tentang Autumn in Korea sudah saya selesaikan disini. Namun saya ingin berbagi sedikit cerita yang tersisa tentang musim gugur di Korea Selatan yang sengaja nggak saya masukkan ke dalam seri tulisan tersebut. Kenapa? Karena temanya lebih banyak ke arah budaya khas Korea Selatan, jadi sengaja saya tulis terpisah supaya lebih leluasa saja menulisnya. Lagipula, nggak ada salahnya sesekali membahas tentang budaya tradisional supaya nggak bosan ber-travelling ria.
      Chuseok. Pernah dengar istilah tersebut? Saya kurang tahu apakah istilah Chuseok pernah disebut dalam drama khas Korea atau tidak. Bagi yang belum tahu, Chuseok adalah festival panen khas Korea. Konsepnya kurang lebih sama dengan perayaan Thanksgiving yang populer di Amerika dan negara barat lainnya, namun tentu saja ada perbedaan antara Chuseok dan Thanksgiving karena Chuseok kental dengan nilai-nilai tradisi khas Korea. Mau tahu seperti apa perayaan Chuseok tersebut? Monggo disimak tulisan saya berikut ini.
      Sejarah singkat
      Tidak jelas kapan perayaan Chuseok ini pertama kali dirayakan. Konon, tradisi Chuseok ini berawal dari tradisi gabae yang dimulai sejak masa pemerintahan raja ketiga dari kerajaan Silla (tahun 57 SM- tahun 935 masehi). Gabae sendiri merupakan kontes menenun yang melibatkan 2 tim, dan pihak pemenang akan ditraktir makan oleh pihak yang kalah. Namun ada juga yang berpendapat jika Chuseok berawal dari tradisi perdukunan saat musim panen.
      Foto 01 (a-d.):
      Ilustrasi Chuseok [foto: Korea.net/wikimedia]
      Walau sejarahnya sendiri tidak jelas, Chuseok (yang juga populer disebut sebagai Hangawi atau the great middle of autumn) kini menjadi salah satu dari 3 festival besar di Korea Selatan (2 festival lainnya adalah Seollal atau Lunar New Year's Day dan Dano atau tanggal ke-5 bulan ke-5 di tahun bulan). Jadi bagi yang memang suka dengan per-Korea-an, nggak ada salahnya mengenal lebih detail tentang tradisi Chuseok.
      Kapan perayaan Chuseok dilakukan
      Chuseok dirayakan pada tanggal 15 Agustus menurut kalender tahun bulan. Walau begitu, total hari libur pada perayaan Chuseok adalah 3 hari. Pada tahun 2014, perayaan Chuseok jatuh pada tanggal 8-10 September, dan pada tahun 2015 pada tanggal 27-29 September 2015.
      Seperti apa perayaan Chuseok itu?
      Tak jauh beda dengan Thanksgiving, inti dari perayaan Chuseok adalah mensyukuri keberhasilan panen tahun ini, dan membagi kebahagiaan tersebut pada seluruh anggota keluarga serta teman dekat. Jadi jangan heran jika menjelang perayaan Chuseok tiket transportasi umum di Korea akan habis dan kepadatan lalu lintas meningkat karena banyak yang melakukan tradisi pulang kampung agar bisa berkumpul bersama keluarga besar.
      Gambaran aktifitas pada perayaan Chuseok kurang lebih sebagai berikut: di pagi hari para anggota keluarga akan berkumpul untuk melakukan doa menghormati leluhur (biasanya maksimal hingga 4 generasi diatasnya) yang disebut dengan ritual Charye. Setelah acara ritual selesai, seluruh anggota keluarga akan bercengkrama sambil menikmati aneka sajian khas Chuseok seperti Songpyeon dan sake ala Korea, lalu bertukar hadiah dengan anggota keluarga lainnya (atau memberi amplop pada orang tua). Detail kuliner khas Chuseok lihat di bagian bawah ya.
      Foto 02 (a-d.):
      Meja persembahan untuk leluhur [foto: Namwon030/wikimedia, Nesnad/wikimedia, Joseph Steinberg (Baltimoron in Korea)/wikimedia, Joseph Steinberg (Baltimoron in Korea)/wikimedia]
      Setelah selesai melakukan charye, biasanya anggota keluarga bersama-sama melakukan beolcho dan seongmyo. Kalau dalam bahasa kita, kedua aktifitas tersebut dikenal dengan istilah ziarah kubur. Beolcho merupakan kegiatan membersihkan rumput liar dari makam, sedangkan seongmyo merupakan aktifitas mengunjungi makam leluhur. Aktifitas bersih-bersih dan berkunjung ke makam biasanya sudah dimulai sejak sebulan sebelum perayaan Chuseok, namun tak sedikit yang kembali berkunjung pada hari H.
      Beres melakukan ziarah kubur, tak sedikit yang melanjutkan aktifitasnya dengan mengunjungi berbagai tempat yang menggelar berbagai event khusus saat Chuseok. Ada beberapa pertunjukan khas yang biasa digelar saat moment perayaan Chuseok, seperti Ssireum (gulat khas Korea), dan Ganggangsullae (tarian melingkar khas Korea). Beberapa tempat yang menarik dikunjungi saat perayaan Chuseok antara lain Gyengbokgung Palace, Changdeokgung Palace and Huwon, Changgyeonggung Palace (part 1, part 2), dan Deoksugung Palace (part 1, part 2). Tempat menarik lainnya yang memiliki program khusus saat Chuseok adalah Korean Folk Village dan Namsangol Hanok Village, Cheonggyecheon Plaza, dan Children's Grand Park.
      Foto 03 (a-d.):
      Kemeriahan perayaan Chuseok [foto: Korea.net/wikimedia]
      Setelah selesai melakukan berbagai aktifitas di atas, biasanya satu hari tersebut ditutup dengan nonton film bersama anggota keluarga, mampir ke bar untuk minum-minum, atau sekedar jalan-jalan menikmati suasana malam.
      Kuliner khas Chuseok
      Bicara tentang festival tradisional tanpa menyebut sisi kulinernya ibarat bicara tentang dangdut tanpa goyang. Nggak seru dan nggak lengkap. Saya sudah memberi sedikit contekan tentang kuliner khas pada perayaan Chuseok. Berikut deskripsi lengkapnya:
      -Songpyeon, adalah sejenis mochi atau dango (kue beras) khas Korea yang berukuran lebih kecil dari bola golf dan bentuknya mirip bulan setengah. Songpyeon biasanya diisi dengan berbagai isian seperti wijen, kacang merah, kacang, dan lain-lain. Perayaan Seollal, atau Lunar New Year's Day juga dimeriahkan dengan kue beras. Bedanya, kue beras ini disajikan bersama sup dan disebut Tteokguk.
      Foto 04 (a-d.):
      Songpyeon [foto: Republic of Korea/wikimedia, by Speculando/wikimedia, Republic of Korea/wikimedia, Travel Oriented/flickr]
      -Sake ala Korea. Biasanya minuman ini disantap oleh seluruh anggota keluarga saat momen kumpul bersama.
      -Kuliner lain yang biasa disajikan saat Chuseok adalah: buah-buahan segar, pancake, japchae (sweet potato noodles), bulgogi (Korean barbeque), dan beras yang baru saja dipanen.
      Tips seputar Chuseok
      Bagi yang rencana wisatanya mendekati atau malah bertepatan dengan periode Chuseok, ada beberapa tips yang harus diperhatikan.
      -Selalu double atau triple check jadwal jam operasional tempat wisata yang akan dikunjungi pada perayaan Chuseok. Beberapa tempat wisata memilih untuk tutup, sementara sisanya tetap buka dan menawarkan program khusus Chuseok.
      -Punya teman orang Korea yang akan dikunjungi pada periode Chuseok? Tak ada salahnya menyiapkan sedikit buah tangan untuk oleh-oleh, sekedar menunjukkan jika Anda menghargai budaya setempat.
      -Perlu diperhatikan, tiket transportasi di Korea Selatan akan sulit didapat menjelang dan setelah periode Chuseok. Bahkan bisa jadi lalu lintas akan lebih padat dari biasanya. Solusinya, bepergianlah tepat pada perayaan Chuseok. Pada hari H, kepadatan lalu lintas jauh berkurang karena orang-orang memilih berkumpul bersama anggota keluarganya.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Beres menulis tentang kalender festival di bulan Desember, Januari dan Februari, serta aneka sunrise festival di seluruh Korea, kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk jalan-jalan musim dingin ke Korea Selatan.
      Bagi mereka yang tinggal di negeri tropis seperti Indonesia, musim dingin terasa seperti sesuatu yang Mr.Iyus. Maksudnya, misterius. Karena di Indonesia memang nggak ada musim dingin, otomatis ada fantasi berlebih tentang musim dingin yang sedikit banyak dipengaruhi oleh film-film dari luar (termasuk film Frozen yang memang sedang booming di tahun ini). Tapi disisi lain, muncul tanda tanya lainnya. Musim dingin enaknya main kemana ya? Dan apa yang bisa dilihat di musim dingin, mengingat pada musim itu pohon-pohon meranggas dan bunga-bunga nggak ada yang mekar. Main ke pantai pun percuma, karena nggak akan bisa berjemur apalagi berenang saat suhu udara berada dibawah titik nol derajat celcius.
      Sebetulnya, banyak kok tempat di Korea Selatan yang menarik dikunjungi saat musim dingin. Beberapa bahkan terasa lebih menggoda justru pada saat udara sedang dingin-dinginnya. Yang saya maksud tentu saja aneka ski resort yang berada di Korea Selatan. Ya, main ski termasuk salah satu aktifitas musim dingin yang saya rekomendasikan disini. Selain karena faktor salju hanya ada di musim dingin, alasan lainnya karena Korea Selatan memiliki beberapa ski resort dengan fasilitas menarik. Mayoritas ski resort tersebut berada di sebelah utara, yang merupakan wilayah terdingin di Korea Selatan.
      Trus, dimana saja ski resort terbaik di Korea Selatan? Saya akan mulai dulu dari provinsi Gangwon-do yang berada di paling utara Korea Selatan. Sebagai salah satu provinsi yang memiliki suhu rata-rata terendah saat musim dingin tiba, disini terdapat beberapa ski resort. Yang pertama, Alpensia Ski Resort atau Alps Resort, merupakan ski resort yang posisinya tak jauh dari gunung Seoraksan (dan tak begitu jauh dari Sorak Aquaworld dan Seorak Waterpia). Tepatnya ski resort ini berada di Pyeongchang-gun, dan memimliki ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Ski resort ini pernah dijadikan lokasi shooting film Korea berjudul Take Off (2009), dan menjadi venue utama untuk Pyeongchang Winter Olympics tahun 2018.
      Ski resort lainnya, Elysian Gangchon di Chuncheon-si, relatif mudah di akses dari Seoul. Daemyung Vivaldi Park Ski World di Hongcheon-gun, dan Oak Valley Snow Park di Wonju-si, posisinya juga relatif berdekatan dengan provinsi Gyeonggi-do, tempatnya ibukota Korea Selatan berada. Berbeda dengan O2 Ski & Resort di Taebaek-gun, yang posisinya lebih dekat dengan provinsi Gyeongsangbuk-do. Tempat ini memiliki 12 slopes dengan berbagai tingkat kesulitan.
      Masih ada beberapa ski resort lain di provinsi Gangwon-do. Salah satu yang paling populer adalah Bogwang Phoenix Park Ski Resort (atau Phoenix Park) di Pyeongchang-gun yang memiliki jalur snowboarding yang lengkap dan ekstrim. Pemandangan disini pun luar biasa indahnya, dan ski resort ini semakin menarik karena adanya fasilitas tambahan seperti gondola berkapasitas 8 orang. Lalu ada Welli Hilli Park (dulunya bernama Sungwoo Resort) di Hoengseong-gun yang terkenal akan ukuran dan keamanannya. High1 Ski Resort di Jeongseon-gun juga termasuk salah satu ski resort populer di Gangwon-do karena memiliki 18 slope dengan tingkat kesulitan bervariasi dan dilengkapi dengan aneka fasilitas bagi penyandang disabilitas. Terakhir, Yongpyong Ski Resort di Pyeongchang-gun, termasuk salah satu ski resort pertama yang dilengkapi dengan peralatan modern. Lokasinya pun cukup menantang karena berada di ketinggian 700-1500 di atas permukaan air laut.
      Foto 01 (a-d):
      Phoenix Park [foto: Sellyourseoul/flickr]
      Itu baru ski resort yang ada di provinsi Gangwon-do saja. Provinsi Gyeonggi-do, tempatnya ibukota Korea Selatan berada, juga memiliki beberapa ski resort. Rata-rata jaraknya tak begitu jauh dari Seoul, minimal mudah di akses dari sana, sehingga menarik juga untuk dilirik saat berwisata ke Seoul. Yang pertama saya tulis addalah Bears Town Ski Resort di Pocheon-si. Tempat ini hanya berjarak 50 menit dari Seoul, dan punya jalur dengan tingkat kesulitan bervariasi mulai dari pemula hingga master. Star Hill Resort di Namyangju-si juga tak begitu jauh dari Seoul, kurang lebih jaraknya hanya 32 kilometer saja. Cocok untuk dikunjungi pulang-pergi dari Seoul. Begitu juga dengan Jisan Forest Resort, lokasinya hanya 40 menit dari area Gangnam di Seoul.
      2 lokasi ski resort lainnya, yaitu Konjiam Resort di Gwangju-si dan Yangji Pine Resort Ski Valley di Yongin-si juga terbilang menarik. Konjiam Resort disebut-sebut sebagai salah satu ski resort terbesar di Korea Selatan dan memiliki 11 jalur ski untuk pemula, menengah, ahli, dan master. Sedangkan Yangji Pine Resort Ski Valley populer sebagai tempat untuk ski malam hari. Bagi yang penasaran main ski di malam hari, boleh nih mampir ke ski resort yang satu ini.
      Selain provinsi Gangwon-do dan Gyeonggi-do, ski resort yang tersisa berada di provinsi Chungcheongbuk-do. Disini terdapat sebuah ski resort bernama Sajo Resort, yang berlokasi di Suanbo Hot Spring Complex di Chungju. Tempatnya relatif kecil, namun menarik karena setelah puas main salju wisatawan bisa mencoba berendam di air panas alami. Provinsi Jeollabuk-do juga memiliki sebuah ski resort bernama Muju Deogyusan Ski Resort, yang salah satu jalur skinya, yaitu Silk Road Slope, terletak di ketinggian 1520 meter di atas permukaan laut. Alhasil jalur sepanjang 6,1 kilometer ini tak hanya menjadi jalur terpanjang di Korea Selatan, namun juga menjadi jalur dengan pemandangan yang indah. Provinsi lain yang memiliki ski resort adalah Gyeongsannam-do, dengan Eden Valley Resort satu-satunya ski resort di daerah tersebut.
      Itu baru aneka ski resortnya saja. Masih banyak tempat menarik lain di Korea Selatan yang patut dilirik saat musim dingin tiba. Tapi tunggu tulisan selanjutnya yah. Semoga bermanfaat.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr.
      ***
      Baca juga:
      Winter in Korea: Apa, Kenapa, dan Bagaimana
      Winter in Korea: Kalender Festival Desember
      Winter in Korea: Sunrise Festival
      Winter in Korea: Kalender Festival Januari + Februari
      Winter in Korea, Saatnya Main Salju!
      Winter in Korea dan Serunya Wisata Hot Spring
      Winter in Korea, Kulineran Yuk!
    • By vie asano
      Lanjut lagi soal aneka tips untuk muslim traveller yang akan pergi ke Korea Selatan. Bagi yang ingin kenalan dengan Islam di Korea Selatan dan Jepang, serta aneka Tips dan Info Penting untuk Muslim Traveller ke Korea Selatan, bisa langsung klik hyperlink-nya yah.
      Panduan mencari makanan halal di Korea Selatan
      Di antara berbagai tips untuk muslim traveller, saya rasa masalah mencari makanan halal termasuk salah satu yang paling ribet. Apalagi jika bepergian ke negara lain dimana Islam menjadi agama minoritas, dan lebih yahud lagi, negara tersebut memiliki huruf tradisional non-alphabetical yang membuat kita seolah-olah sedang melihat rangkaian bahasa sandi. Contohnya seperti Korea Selatan maupun Jepang. Saya pun pernah mengalami masalah yang sama saat berwisata ke Jepang 2 tahun lalu. Walau sudah berusaha menghindari produk makanan non-halal (yang paling mudah, cari yang nggak memasang kanji babi maupun alkohol), pada satu kesempatan tetap saja nggak sengaja memakan makanan instan yang ternyata mengandung perasa babi.
      Ada beberapa tips untuk mencari makanan halal saat berwisata ke Korea Selatan. Beberapa tips ini bisa diterapkan juga untuk negara lain seperti Jepang, Belanda, dan lainnya. Tips yang paling pertama, adalah dengan meminimalkan kemungkinan mengkonsumsi produk makanan non-halal. Caranya bagaimana?
      1.Mencari restoran/tempat makan yang memasang logo halal.
      Biasanya resto-restoran halal tersebut dikelola oleh muslim dari negara lain (seperti Pakistan dan Malaysia), atau minimal memiliki koki seorang muslim. Namun perlu diketahui dan diwaspadai, tidak semua restoran yang mengusung label halal ternyata betul-betul 100% halal. Misalnya saja, ada restoran yang tetap menjual minuman beralkohol namun menyediakan menu halal (biasanya alasannya agar bisnis bisa terus berjalan). Ada juga restoran yang menyediakan makanan halal dan non-halal sekaligus. Mengingat keterbatasan luas dapur (dan juga ketelitian dalam pencucian alat-alat), belum tentu makanan halal dan non-halal dimasak menggunakan alat yang berbeda. Di Jepang juga pernah dilaporkan ada restoran halal namun menampilkan hiburan non-halal seperti tari perut. Jadi intinya, memilih restoran berlabel halal menjadi salah satu solusi paling oke, namun tetap harus ekstra waspada terhadap konten lain di restoran tersebut.
      2.Mencari restoran vegetarian, minimal restoran yang vegetarian-friendly.
      Restoran vegetarian jelas hanya akan menyediakan menu-menu non-daging, dan jelas tidak akan menggunakan bumbu-bumbu berbahan dasar daging. Jadi restoran vegetarian relatif aman bagi muslim traveller. Namun jika tidak menemukan restoran vegetarian, minimal usahakan untuk mencari restoran yang vegetarian-friendly, yaitu resto biasa yang memiliki opsi menu vegetarian ataupun seafood.
      3.Makan di restoran seafood
      Bingung mencari restoran halal? Nggak ketemu sama restoran vegetarian maupun vegetarian-friendly? Ke resto seafood saja, karena seafood sudah pasti halal untuk di konsumsi.
      Begitu pendapat umum tentang seafood. Well, sebetulnya nggak sesederhana itu lho. Seafood-nya sih memang halal, tapi bumbu-bumbunya belum tentu lho, karena sudah jadi rahasia umum dalam masakan oriental pasti ada saja bumbu yang berasal dari sesuatu non-halal (seperti daging babi, darah, maupun alkohol). Berhubung nggak mungkin mewawancarai koki untuk bertanya tentang bumbu masakan setiap kali makan seafood, saya akan memberikan daftar menu seafood yang relatif aman (catat: relatif aman, bukan 100% aman yah) untuk dikonsumsi jika dilihat dari resepnya. Saya juga nggak menjamin menu-menu ini pasti halal, jadi feel free kalau mau kasih koreksi. Eh iya, daftarnya langsung dalam bentuk foto yah. Berikut foto-fotonya:
      Foto 01:
      (a.) Maeuntang (Spicy Fish Stew) [foto: Junho Jung/wikimedia], (b.) Sundubu Jjigae (Hot and Spicy Soft Tofu Stew) [foto: Avlxyz/wikimedia], (c.) Doenjang Jjigae (Vegetable and Seafood Stew) [foto: Koralex90/wikimedia], (d.) Saengseon Gui (Grilled Fish) [foto: Karendotcom127/wikimedia]
      Foto 02:
      (a.) Saengseon Jeon (Pan-fried Fish Fillets) [foto: å—å®®åšå£«/wikimedia], (b.) Tuna Kimbap (Tuna Roll Sushi) [foto: Jqn/wikimedia], (c.) Haemul Pajeon (Seafood Pancake) [foto: <==manji==>/wikimedia], (d.) Jjampong (Spicy Seafood Noodles) [foto: Alfpooh/wikimedia]
      Tambahan info, berikut beberapa menu lain (non-seafood) yang juga relatif aman untuk dikonsumsi:
      Foto 03:
      (a.) Bibimbap (mixed rice with vegetable and meat) [foto: Agnes Ly/wikimedia], (b.) Tteokbokki (rice cake) [foto: Adonis Chen/wikimedia], (c.) Kalguksu [foto: Jslander/wikimedia], (d.) Hobakjuk (Pumpkin Porridge) [foto: Nicole Cho/wikimedia]
      Itu sebagian menu yang bisa saya kumpulkan. Sebetulnya masih banyak sih, tapi sengaja nggak ditulis semuanya, soalnya tadi siang (waktu nulis ini) tiba-tiba jadi laparrrr (puasa, puasa..) haha..
      4.Makan di restoran fastfood
      Lho, kok resto fastfood? Bukannya menu daging di resto fastfood belum tentu halal? Maksudnya, belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Yaps, memang betul menu daging di resto fastfood belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Namun resto fastfood juga nggak melulu berisi daging, kan? Ada kentang goreng, burger non-daging, salad, dan banyak lagi. Jadi jika ragu dengan dagingnya, bisa memesan menu non-daging.
      Bagi yang masih meragukan kehalalan makanan di tempat-tempat yang sudah saya singgung di atas (biasanya mempertanyakan apakah dagingnya disembelih dengan cara halal, apakah peralatan makannya betul-betul bebas dari bahan non-halal, dan sejenisnya), ada tips kedua yang bisa dicoba, yaitu dengan memasak sendiri makanan yang akan disantap. Untuk memastikan kehalalan makanan, bisa membeli bahan makanan di toko halal, yaitu toko yang hanya menjual produk mentah yang halal. Misalnya saja, mie instan, roti, daging, dan sebagainya. Memang sih lebih repot karena harus menyiapkan sendiri makanan Anda, namun soal kehalalannya insya Allah lebih terjamin. Jika Seoul jadi salah satu kota tujuan wisata selama di Korea Selatan, daerah Itaewon bisa dilirik karena di area tersebut banyak terdapat restoran halal dan beberapa toko bahan makanan halal.
      Trus gimana kalau nggak yakin sama restoran halal, nggak nemu resto vegetarian/vegetarian friendly, nggak suka seafood, dan nggak bisa nyiapin makanan halal sendiri? Ada tips terakhir. Bawa saja makanan halal dari Indonesia, seperti mie instan, roti, nasi instan, dan lain-lain. Tapiiiiiii saya pribadi berpendapat kalau travelling nggak melulu soal menikmati obyek wisata, namun juga menikmati budaya setempat yang berarti juga menikmati produk kulinernya. Demi pengalaman wisata yang lebih lengkap, menurut saya nggak masalah jika harus repot-repot sedikit menyeleksi makanan halal. Masa sudah jauh-jauh pergi ke Korea Selatan, eh ujung-ujungnya makan Ind*mie juga? Hehe..
      Sebagai penutup, beberapa daftar kuliner halal di Korea Selatan bisa dilihat disini. Untuk informasi lebih lengkap tentang panduan makanan halal di Korea Selatan, bisa lihat ini.
      Semoga infonya bermanfaat yah!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.