Sign in to follow this  
redocean

Pesona Hanyeo, Wanita Penyelam di Jeju Island

19 posts in this topic

Jeju, nama sebuah pulau terbesar yang ada di Korea Selatan. Luas Jeju Island disebut-sebut dua kali lebih besar dari Kota Seoul, ibu kota negeri gingseng tersebut. Pulau Jeju merupakan pulau yang memiliki sejuta pesona yang menakjubkan. Oleh karenanya, tak heran, Pulau Jeju ini masuk ke dalam daftar 7 keajaiban dunia yang baru.

 

 

Jika Indonesia memiliki Pulau Dewata, Bali, yang tak pernah sepi dikunjungi para turis, demikian Jeju Island. Banyak tempat indah dan memiliki cerita yang unik di Jeju Island ini, salah satunya adalah Hanyeo. Hanyeo merupakan sebutan bagi wanita Korea yang kesehariannya menyelam. Anda mungkin pernah mendengar Ama, wanita penyelam Jepang. Di Korea, wanita-wanita penyelam tersebut disebut Hanyeo.

 

 

Hanyeo adalah wanita yang tangguh dan selalu dihormati oleh warga Korea Selatan. Karena Hanyeo adalah wanita-wanita di atas 40 tahun yang dengan beraninya menyelam hingga ke bawah laut hingga 30 meter tanpa alat penyelam apa pun. Wanita-wanita tersebut adalah seorang ibu yang menyelam demi menyambung hidup anak-anaknya.

 

photo201088.jpg

 

Dahulu, hanyeo memiliki derajat yang dipandang sebelah mata. Hanyeo bermula sejak abad 19 dan memiliki banyak cerita yang melatarbelakanginya. Ada yang mengatakan Hanyeo atau wanita penyelam ini bermula saat dahulu kala pajak penghasilan diterapkan bagi kaum laki-laki dan tidak bagi perempuan. Dikarenakan besarnya pajak tersebut, maka perempuanlah yang mengambil alih pekerjaan demi menghidupi keluarga.

 

 

Namun versi lain yang paling populer adalah dikarenakan para pria pada zaman dahulu banyak yang pergi keluar pulau ini untuk mencari nafkah dalam waktu yang lama. Oleh karenanya, para wanita membantu dengan ikut menyelam dan mencari hasil laut untuk diolah.

 

 

Bagaimanapun cerita yang melatarbelakanginya, Hanyeo dianggap sebagai simbol ketangguhan seorang ibu. Wanita yang berjuang demi menghidupi keluarganya. Hanyeo adalah kebanggaan penduduk Korea. Karena penyelam ini adalah wanita yang tak lagi muda usianya dan juga tanpa alat selam. Mereka hanya menyelam dengan mengenakan baju karet, kacamata selam, dan juga keranjangan untuk hasil tangkapan mereka.

 

 

Buruan laut yang mereka hasilkan ini bervariasi. Dan biasanya mereka membuka warung-warung untuk bisa kita santap hasil buruannya. Yang terkenal dari buruan para hanyeo adalah tiram. Anda mungkin akan takjub ketika menyaksikan wanita tua keluar dari laut dan membawa tangkapannya. Mereka juga pantang untuk ke permukaan jika belum mendapatkan hasil. Tradisi ini bukan tanpa resiko, karena saat menyelam mereka tentu harus berhati-hati dengan berbagai makhluk di dasar laut sana. Tak sedikit bahkan yang harus kehilangan nyawa karenanya.

 

tumblr_m4u7bxKbJI1qh8rg1o1_1280.jpg

 

Saat ini, jumlah hanyeo di Korea Selatan semakin menurun jumlahnya. Jika dahulu mencapai puluhan ribu, data saat ini hanya tinggal beberapa ribu saja wanita yang masih melakukan aktivitas ini. Anak-anak dari para ibu yang merupakan hanyeo biasanya enggan melakukan pekerjaan ini. Mereka lebih memilih menjadi pwgawai atau melakoni pekerjaan lainnya.

 

 

Jika anda berkesempatan ke Pulau Jeju, maka jangan lewatkan bertemu para hanyeo ini. Untuk menghargai jasa para hanyeo, pemerintah Korea Selatan membangun Henyeo Museum. Di museum tersebut, anda bisa belajar banyak tentang para hanyeo. Ada beberapa ruangan di dalam museum yang dibagi berdasarkan kehidupan para hanyeo.

 

 

Ruangan pertama berisikan tentang kehidupan para wanita tersebut sehari-hari di luar penyelam. Anda bisa menemukan bagaimana rumah dan perlengkapan yang ada di dalamnya. Di ruangan lain, kita bisa mengetahui apa saja peralatan yang digunakan para hanyeo saat menyelam. Dan lainnya adalah bericerita tentang bagaimana kehidupan laut dan para hanyeo. Anda juga bisa menikmati banyak foto dari para hanyeo beserta dengan ceritanya.

 

6322281750_ecf79194cd_z.jpg

 

 

Museum Hanyeo tersebut dibuka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Anda juga bisa menikmati pemandangan lain di sekitar museum yang tak kalah indahnya. Jika berangkat dari Jeju, anda bisa memulai perjalanan dari terminal Bus Express Jeju. Rute bus yang dipilih adalah rute 1132 yang menuju Saehwa atau Seongsan. Perjalanan sekitar 1 jam kurang lebihnya dan turun saja di Menara Peringatan Anti Jepang Jeju Hanyeo.

 

 

Untuk menuju Pulau Jeju sendiri, anda bisa langsung terbang dari Gimpo Airport di Seoul atau dari Jepang, Shanghai, dan Hongkong menuju Jeju International Airport. Jika mau bersantai, jalan-jalan saja dulu menikmati keindahan laut Busan, nanti menyebrang dengan kapal feri selama 11 jam menuju Jeju. Bukan Cuma hanyeo, wanita-wanita Jeju perkasa lainnya banyak ditemukan sebagai sopir taxi yang baik hati lho. Dapat jeruk gratis khas Jeju, wah baik , ya…

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya kmrn december baru ke Jeju :D, bagus kok tempatnya tp jgn pegi musim dingin , dingin juga + angin nya kenceng banget di jeju sepanjang taon. Kalo mau spring / fall aja kali.

 

Di ceritain women diver ini, tp sayangnya gak di ajak ke spot dimana bisa liat women divers ini.

 

Jgn tertipu foto, ini pas foto gitu2 suhunya 3C-6C :)


jeju.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah jadi makin pengen ke Korea nih terutama Jeju Island. Biasanya cuma ngeliat indahnya Seoul, Jeju Island dari Running Man doang hehehehe

samaaaa saya juga belom pernah ke korea :D

 

saya kmrn december baru ke Jeju :D, bagus kok tempatnya tp jgn pegi musim dingin , dingin juga + angin nya kenceng banget di jeju sepanjang taon. Kalo mau spring / fall aja kali.

 

Di ceritain women diver ini, tp sayangnya gak di ajak ke spot dimana bisa liat women divers ini.

 

Jgn tertipu foto, ini pas foto gitu2 suhunya 3C-6C :)

jeju.jpg

yeee foto2 mimin di korea pun nongol keliatannya ga kedinginan ya min :D hahhaha

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Anggraeni Srihartati
      Halo rekan2,
      Saya dan teman saya akan ke Seoul dan mau lanjut ke Jeju pada tanggal 24-25 April, untuk menghemat waktu rencananya kami mau sewa mobil/taksi saja untuk perharinya 10 jam dengan range harga kisaran 150.000 krw/day.
      Mungkin ada teman2 yg ada di Jeju atau berencana ke Jeju juga pada 2 hari itu? Aku dan temenku berdua, jadi kami butuh 2 orang rekan lagi sehingga cost rental mobil/taksi bisa lebih murah
      jika berminat bisa dm atau wa ya ke 08978281201.
      terima kasih :)
    • By Putri Parameswari
      Hai,
      Salam kenal, aku putri
      Aku ada rencana ke korea di tanggal 18 - 24 april 2018
      Mau nyari temen untuk sharing cost dan bareng selama disana
      Sejauh ini aku baru berdua sama temenku

      Let me know kalo ada yang mau join
      Thank you!
    • By Endah Nurdianti
      Hi,
      Saya rencana mau ke Korea spring 2018 ini yaitu di bulan april. Mungkin tanggal 13-22 april sklian for my bday celebration on the 19th. Cari temen ( cewe) buat traveling bareng karna gk biasa solo travel juga. Untuk jalan2nya disana bisa diskusi lebih lanjut. 
      Line : 19frenchie
    • By Timaro
      rencana berangkat 6 february nanti, lagi ada korea grand sale. ini kaya gimana memaksimalkannya ya... mungkin ada yg pernah ngerasain tahun lalu? 
      kalau boleh di share disini...
    • By anna22

      Annyeong cingu.... apa kabar? 
      Kali ini saya mau cerita perjalanan ke korea selatan di musim gugur tanggal 24 oktober-4 november 2017. Sebetulnya masih ada utang FR yg indochina tapi krn gagal submit berkali-kali jd mager (semoga yg ini bisa muncul yah di forum).
      Trip ini adalah kedua kalinya saya ke korea. Pertama kali yaitu musim semi di tahun 2016, yang mana perginya bareng2 temen berempat selama 7 hari. Tapi utk kali ini saya ‘terpaksa’ pergi sendiri, yg pd akhirnya malah ketemu beberapa temen perjalanan. Kalau ditanya perjalanan yang paling seru, jawabannya adalah Jeju!!! Sumpah ini pulau kereeen dan banyak tempat yg bisa didatengin. Tapi tempat2 di seoul juga asyik sih apalagi dengan pesona daun2 musim gugurnya. Yup sekian pembukaannya... mari lanjut ke isi, jadi ngapain aja sih keluyuran 11 hari di Korea????
      23 okt - direct flight malam jkt-seoul
      24 okt-sampe jam 8.20 pagi. Abis lewat imigrasi dan ambil bagasi langsung menuju pengambilan simcard yg sebelumnya udah dibeli pas di indo (dr web trazy) tinggal nunjukkin bukti pesan lgsg deh dapet. Habis itu naik kereta untuk ke GH. Abis check in, ngobrol2 sm staf dan guest lain serta mandi+dandan, lgsg cabut ke Itaewon. Isi perut dulu dengan Samgyetang halal di Ied resto. Setelah itu menuju Haneul Park yg dekat World Cup stadium. 


      25 okt- pagi2 ke daerah deoksugung palace krn mau nyusurin wall stone street-nya sambil sarapan. Dari sini jalan ke Gwanghamun square lalu ke Gyeongbokgung palace, national folk museum, samcheodong, insadong. Sempet balik ke GH bentar. Setelah itu ke war museum, terakhir myeongdong street. 


      Minta foto sama turis asal Malaysia krn pada pakai hanbok (atas) war museum (bawah)

       
      26 okt-nami island, morning calm garden, krn cuman sempet makan siang roti, pulang dari sini lgsg menuju Yanggood halal lamb bbq. Enaaaak walaupun cukup mahal hahaha. Tapi kan udah ngirit sebelumnya 

       
      27 okt- awalnya mau ke Asan krn pengen liat Ginko Tree street. Tapi jauh dan transportnya agak ribet. Akhirnya setelah ngobrol sambil sarapan dengan staf GH, saya pun memutuskan ke tempat2 gratis dan rasanya cocok untuk solo traveler. Pertama pergi ke National Museum of Korea. Setelah itu ke Gwangjang Market yg terkenal dgn bibimbap alley, bindetteok Alley, dll. Perut kenyang lanjut ke Seoullo 7017 (tempat wisata baru di seoul). Foto2 jalan2, duduk2 sambil ‘people watching’. Sorenya ke daerah Hyewa untuk menuju Ihwa-dong Mural Village dan Naksan Park yg terkenal dengan seoul city wall dan night city view-nya. Agak cepet pulang ke GH krn besok pagi sekali akan ke Jeonju.

       
      28 okt- menuju Jeonju menggunakan bus antar kota. Beli tiket on the spot di terminal bus, dapat tiket jam 8.25. Sambil nunggu 1,5 jam sarapan dan beli bekel. Busnya on time lho. Karena hari Sabtu, jalanan padat dan beberapa kali kena macet jadi total perjalanan sekitar 4 jam. Sampe di Jeonju lgsg ke GH pakai taksi. Setelah check in dan beres2 sambil baca2 peta, jalan kaki ke jeonju hanok village. Salah banget deh hari sabtu pas kimchi festival pula. Rameeeee sekali. Sampe mau beli cemilan aja antrinya bisa 15-20 org. Yg saya datangi di Jeonju dengan jalan kaki yaitu, Jeondong Cathedral, Gyeonggijeon, omokdae, jaman mural village. 

      29 okt-sebelum kembali ke seoul dengan kereta itx, jalan2 pagi sambil cari sarapan yg terkenal yaitu Kongnamul Gukbap (sop tauge) di nambu market. Kembali ke GH, check out, pakai taksi ke stasiun. Disini saya beli snack yg cuman ada di jeonju yaitu PnB chocopie. Nyesel cuman beli 2 karena enak paraaaaah!!!!
      sampai Seoul lgsg menuju Gimpo Airport utk naik pesawat sore ke Jeju. Yeaaaay!!!
      sampai2 udah mulai gelap. Pakai bus umum ke Yeha GH(recommended lhoo). 
      30 okt-di Jeju say pakai bus umum. Dan gampang sih. Alhamdulillah ga pernah nyasar. Waktu tunggu bus pun paling lama 30 menit. Tujuan pertama: pyeoson jeju folk village. Lalu ke Yongnuni Oreum dan Bijari Forest. Malamnya menuji Dongmun Market untuk cemal cemil sblm kembali ke GH.

       
      31 okt- nah mulai hari ini dan besok saya punya teman jalan yg dapet dari forum ini. Kami bertiga ternyata sama2 menginap di yeha dan 1 kamar pula (female dorm) padahal ga janjian lho hahaha. Jam 8 menuju terminal bus untuk ke Seopjikoji. Ini masih 1 wilayah dengan Udo Island dan Seongsan Ilchubong. Dari halte bis terakhir, naik taksi ke sepjikoji ini. Begitu pula dari seopjikoji-terminal ferry yg menuju ke Udo. Karena dekat gak terlalu mahal apalagi dibagi bertiga. Nyebrang pakai ferry sekitar 15 menit ke Udo Island. Terus pakai tour bus seharga 6000 won yg berhenti di 4 tempat wisata utama. Tapi kita cuman ke 2 tempat krn keterbatasan waktu. Pertama ke Udo Peak, lalu ke Hagosudong Beach . Abis itu balik ke tempat naik ferry. Dari terminal, naik taksi ke Pintu masuk Seongsang Ilchubong. Karena lapar, makan dulu di resto yg banyak tersebar disana. Setelah isi tenaga, menaiki tangga ke puncak (kok jadi inget lagi AFI ‘menuju puncak’ oops ketauan umurnya hahaha) foto2 pas sunset sambil istirahat. Saat mulai gelap, turun dan jalan kaki menuju halte bus untuk kembali ke GH.

      Seongsan Ilchubong (atas) Udo island (bawah)
      1 nov - karena kami2 ini penggemar GD (itu lho leader Bigbang) sehabis sarapan pergilah kami ke cafe miliknya yg terkenaaal sekali, selain krn juga bagus banget view-nya. Disini juga ada Bonmal Cafe (yg muncul di drakor) serta cafe2 ucul lainnya. 

      Setelah itu menuju O’sulloc tea farm yg juga ada Innisfree (ada bbrp produk khusus jeju yg ga bisa kita dapetin di seoul lhoo). Nah sorenya ke daerah Jungmun Resort. Tapi karena sudah sore dan lelah, kami hanya ke Cheonjeyoun waterfall dan sekitarnya. Itu pun udah mau tutup kesananya. 

       
      2 nov: hari ini kembali ke Seoul. Menginap di GH daerah Sungkyungkwan, yg hype abis, gak kalah sih sama Hongdae tapi entah kenapa lebih homey. Setelah check in dan beberes, roommate yg merupakan cewek dr singapore ngajak makan siang dan jalan bareng. Setelah makan, kami ke seoul forest (banyak yg bisa dilihat disini dan gratisss). Menuju GH sempat mampir ke Dongdaemun Design Plaza lg ada pameran.

      3 nov -shopping time hohoho. Ke daerah Dongdaemun Toy Market utk cari titipan ponakan (ini surganya kalau mau beli mainan, ada puluhan toko). Abis itu menuju Myeongdong. Karena agak ribet bawa barang balik dulu ke GH utk simpen barang. Lanjut lagi menuju Namdaemun Market (makin sore itu makin banyak penjual di tengah2 jalan jadi hati2 kalap yah). Setelah puas belanja dan jajan2, saya ke lantern festival di Cheonggyecheon stream. Pas banget baru dibuka hari itu. Pas nyusurin liat2 lampion, eh ketemu roommate di Jeju (ini beda lagi dan doi solo trip juga) dr Indo. Karena udah malam dan lapar kami menuju Grilled Fish Alley di daerah Dongdaemun. Habis itu kita pisah dan pulang ke GH utk packing.

       

       

       

       

      4 nov -waktunya pulang krn penerbangan jam 10 pagi jadinya naik airport bus jam 6.30 dekat dr GH. 
      Yaah sekian highlight atau rangkuman perjalanan saya. Utk secara detail nanti ya kalau rajin hehehe. 
      Tapi kalau ada pertanyaan atau komen silahkan yaa ^^
    • By Yos
      Bingung mau start dari mana.....
      Jadi kali ini short trip to Korea, 7 hari aja periode 23 - 30 Oktober 2017.
      Karena keterbatasan bahasa dan versi ga mau ribet, kita putuskan untuk ambil tour aja. Awalnya ambil His travel eh menjelang deadline quota masih ga terpenuhi juga ya sudah banting setir ke Bayu Buana lagi... harga idem 13jt gitu all in.
      Korea ini visanya ribet ya, harus pake lampiran SPT tahunan segala jujur jadi males balik lagi kalau ribet mah, masih mending rekening 3 bulan masih normal euyyyy....
       
      Hari 1 dan 2 (Jkt - Seoul)
      Nah 23 oktober kita berangkat dengan pesawat malam dan 24 oktober paginya kita sudah sampai di Incheon Airport, Seoul.
      Seharusnya jadwal hari ini adalah bikin kimchi, terus ke Geyongbok tapi dikarenakan waktu yang ga memungkinkan 2 hal itu digusur switch ke hari terakhir. Jadi hari pertama ini kita hanya jalan2 keliling ke National Folk Museum dan lanjut ngejar pesawat ke Jeju Island dari Gimpo Airport.
      National Folk Museum itu sendiri rupanya menu wajib kalau kita ikut tour ke Korea. Isinya adalah sejarah kebudayaan Korea, dan sambil jalan kelilingin museum dijelasin sama si tour lokalnya.. Eh aku lupa bilang bahwa walau dari Jkt ada tour guidenya tapi semua tour yang dateng ke Korea didampingin oleh tour lokal yang fasih bahasa indonesia... Dan jujur memang kesulitan bahasa disini, orang Korea males dan ga mau belajar bahasa lain, bahasa inggris aja langka apalagi indo...
      Oh ya 1 lagi, orang korea itu paling anti difoto apalagi di videoin tanpa seijin mereka ... masalahnyaaaaa minta ijin pun ga bakal dikasih, ga ngerti deh kenapa mereka anti difoto, dan di banyak tempat seperti di dalam National Folk Museum ini pun ga boleh foto2... jadi hasilnya ga ada foto2 susasana di dalam National Folk Museum ini... kalau di luar sih boleh aja foto.

      Nah setelah dari National Folk Museum langsung lunch tapi lupa lunchnya apa terus langsung ke Gimpo Airport untuk penerbangan ke Jeju Island...
      Di Gimpo sambil nunggu boarding kepengen ngopi dan ketemu kopi yang ini


      Dan dasar ndesoooo aku baru tau dari temen bahwa caffee ini terkenal karena banyak di shoot di drama korea, lha mana aku tauuuu?
      Ok kita lanjut terbang ke Jeju dan bermalam di Jeju
      Dan ga lupa pas sampe hotel cari minimarket terdekat terus hunting2 teh, nah nemunya ginian... not bad lah untuk teh 2000 won dan hershey coklat cookiesnya promo 1000 won dpt 3 pak


       
      Hari 3 & 4 (Jeju Island)
      Pagi ini kita acaranya ke Seongsan Sunrise Peak, isinya adalah suatu pinggir laut gitu, isinya pemandangan pinggir laut. Ada sih beberapa pertunjukan lagi yaitu wanita penyelam tertua di Korea, tapi itu aja waktu tayangnya dan kalau mau nonton harus bayar lagi, terus kalau ikut tour pastinya ga keburu untuk liat atraksi yang ada... Sampai disini aku mulai ngoceh karena belum terasa suasana autum-nya...




      Kayaknya ga sah klo tiap pergi ga ada adegan kissing-nya... maaf yaaaa
      Nah sehabis dari Seongsan ini kita lanjut ke desa Jeju, katanya si tour guide lokal perempuan Jeju itu sesuatu banget... dan desa Jeju ini isinya masih asli rumah dan org2nya ga boleh dirubah ke modern oleh pemerintah korea. Nah sesampainya disana, perempuan Jeju itu menceritakan tentang sejarah budaya laki2 dan perempuan disana, tentang bagaimana dulu laki2 posisinya lebih tinggi dari perempuan karena jumlah laki2 1:10 dengan perempuan. Jadi poligami diperbolehkan, laki2 punya istri bisa 4 atau 5, ga perlu kerja, ongkang2 kaki, tinggal minta duit dan semua perempuan yang kerja,
      Beda dengan sekarang, perempuan justru posisinya lebih tinggi dari laki2... kalau dulu perempuan merit itu berarti sengsara karena harus melayani keseluruhan keluarga, kalau sekarang malah katanya laki2 korea yang cuci baju masak dll walau tetap bekerja juga... gitu katanya...
      Intinya sih di desa Jeju ini isinya mereka berjualan produk sejenis Goji Beri yang sudah diekstrak, madu khusus dan bubuk dari tulang kuda.
      Aku beli goji berinya karena harganya make sense dan sudah pernah minum yang versi barat dan manfaatnya bagus. Kalau madu dan tulang kuda duh ga dulu deh...
      Di desa Jeju ini juga tidak boleh foto2 apalagi video lho yaaa karena mereka ga mau dan ga jelas alasannya.
      Dari desa Jeju lanjut lunch dulu dong dan ini lunchnya ku sukaaa yaitu Babi Hitam (Gochan) yang memang khas peliharaan di Jeju... rasanya wowww enak.. dan untuk yang muslim maka dagingnya akan diganti dengan daging bebek

      Dan si tour guide lokal kasih kita coba soju rasa jeruk rasanya enak banget tapi sayangnya sampe pulang ga nemu lagi yang jual

      Setelah makan lanjut lagi ke Trick Eye Museum & Ice Gallery.. isinya itu seperti trick eye yang ada di ancol dan bali, tapi untuk koleksi sih maish lebih lengkap jakarta dan bali... menurutku lho yaaaa
      Ice Gallerynya oke tapi untuk foto hasilnya kurang bagus karena cahaya yang kurang di dalam ice gallery ini

      Lanjut lagi untuk nonton pertunjukan Nanta Show, dan aku acungin jempol untuk Nanta Show ini, isinya kocak, menghibur dan bikin sakit perut karena ketawa... dan skill mereka dalam memainkan alat2 dapur untuk jadi suatu pertunjukan aku acungi jempol. Tapi sayangnya ga boleh foto apalagi video jadi ga ada dokumentasi untuk ini. Durasi pertunjukan sekitar 90-120 menit.
      Setelah dari ini kita balik ke hotel tapi melewati dulu yang namanya Mysterius Road... dan ini adalah suatu jalan setapak kira2 300 meter, dimana tampaknya ada magnet alam di sepanjang ruas jalan itu. Jadi pas sampai di jalan itu mesin mobil bus dimatikan tapi anehnya bus tetap jalan walaupun jalannya menanjak... nah ada apa ayoooo
      Hari ke 4, rencana hari ini adalah pagi-pagi langsung ke Garden of Morning Calm, isinya adalah kebun bunga yang luas dan masih akan bertambah luas karena masih di expansi di beberapa bagian. Nah... akhirnya ketemu juga suasan autum disini asikkk, foto2 ahhh



      Dari Garden of Morning Calm kita lanjut ke Teddy Bear Museum, kecil sih museumnya tapi lumayanlah isinya....

      Dan abis itu ngebut ke Nami Island yang terkenal dengan lokasi shooting Winter Sonata.. Disini suasama autum juga sudah terasa, dan karena dibatasi waktu kita langsung cari patung khas icon disini, si winter sonata itu dan untuk foto dengan patungnya antri seperti kalau mau foto sama hachiko


      Pas mau balik dr Nami Island antri feri nya luar biasa, antrian udah dari bbrp puluh meter sebelum anjungan, buset deh.... Tapi pas dinnernya itu sesuatu banget karena menunya itu Sup ayam ginseng... wuih 1 ekor  ayam sedang untuk sendirian, pas banget malam2 makan sup ini, mantep deh plus minumnya dikasih soju atau sake ga tau persis... pasangan yang ideal

      Sesudahnya kita mampir sebentar aja ke Dragon Head Rock, tapi karena sudah malam ga bisa dokumentasi juga, dan bentuknya pun ga mirip dragon.... bingung.... Sudahlah balik hotel aja istirahat...
       
      Hari 5 (Mt Seorak)
      Nah pagi ini semangat karena mau ke Mt. Seorak yang katanya juga bagus itu.. karena kita nginepnya di Mt. Seorak juga maka perjalanan ke lokasi ga lama. Dan beruntung sampai cukup pagi karena kalau ga rasanya antri untuk naik cable car ke atas itu sesuatu. Buat temen2 yang ke Mt. Seorak inget ya kalau sudah naik cable car naik nanjak jalan kaki sampai puncak Seorak, karena worth it dan sayang banget kalau ga sampai puncak.

      Saran untuk temen2 yang mau ke Mt. Seorak lebih pagi datengnya lebih bagus karena pas pulangnya antrian untuk semua kendaraan menuju Mt. Seorak dah panjang banget berkm2 gitu. Saking padatnya arus kendaraan yang menuju Mt. Seorak maka mau ga mau kita jalan kaki menuju bus karena bus nya stuck macet antrian dan kalau nunggu bus itu weleh bisa berjam2 baru sampai...
      Akhirnya kita jalan kaki dan kok ga sampe2 ya ke bus nya? pas akhirnya kita bisa mendekati si bus yang juga usaha mendekati kita, ternyata kita sudah jalan kaki sebanyak 10600 langkah ini pun karena ada peserta tour yang bawa alat yang ngitungin jalan kaki berapa langkah itu lho... sinting berarti sekitar 6km lah jalan kakinya... laper deh....
      Untungnya abis itu langsung lunch dan lunchnya oke Roast Chic with Hengju Cheese, oke lah boleh juga sebelum menuju perjalanan sekitar 3 jam dengan bus ke Everland.

      Setelah lunch kita menuju ke Everland, versi kecilnya disneyland di korea, mulai dari design masuk semua persis sama dengan USJ, tapi secara saya kurang begitu suka dengan isinya plus kita sampe sudah sore, dan banyak wahana yang sudah tutup jam 6 sore wah sudahlah jalan2 aja keliling dan ga foto2 liat2 aja dan akhirnya kita dinner di KFC karena dinnernya yang kali ini bayar sendiri. Paket 7500 won sudah dapat 2 ayam, minum dan kentang. Mereka ga ada menu nasi di KFC nya dan jangan harap ketemu sambel ya semuanya cuma ada saos tomat.
      Akhirnya balik ke hotel lagi dan posisi sudah di Seoul lagi ya sekarang... hotel di Seoul lebih kecil secara size tapi nyaman dan breakfastnya beneran american breakfast, jadi sesuai selera, dan hunting lagi malam2 ke mini market untuk cari soju terakhir

       
      Hari 6 & 7 (Seoul)
      Hari ke 6 ini kita akhirnya ke Geyongbok yang pas hari pertama ga bisa karena waktu mepet, setelah itu latihan bikin kimchi dan cobain han book.
      Geyongbook Palace isinya itu gerbang berlapis-lapis, kalau masuk ke sana pake hanbook ga usah bayar tiket.
      Foto bikin kimchi belum disave karena difotoin sm fotoman yang ikut sama kita selama tour, jadi di akhir tour kita dikasih hasil cetakan foto2nya baik yang candid atau bukan sementara soft filenya akan dikirimkan menyusul, tentunya bayar untuk foto2 ini lho.
      Cobain hanbook itu 1 gedung dengan bikin kimchi, dan akhirnya aku beli nori berbagai rasa karena enak untuk dicampur nasi, dan hanbooknya sistim pake sendiri, copot sendiri, foto sendiri, taruh lagi di rak baju

      ini ceritanya versi suami pulang pagi foto han booknya
      Sehabis kimchi dan han book, sisa hari itu lanjut dengan belanja2 ke tempat2 kosmetik seperty duty free, ginseng shop...
      Sampai disini masih belum beli souvenir karena harga2 souvenir di tempat2 wisata itu OMG mahalnya dan ga worth it untungnya tour guide lokal kita kasih acara tambahan ke DOOTA di Duangdaemon, itu seperti mangga dua nya jakarta tapi jauh lebih bersih dan rapih... kita diajak naik ke lantai 6 dan begitu selesai eskalator lantai 6 di depan kita udah ada toko souvenir wah harganya baru asik
      gantungan kunci dan magnet kulkas per 8 atau 10 pcs harganya antara 4000 - 5000 won (kalau beli 10 set dapet free lg 1 set), sepasang sumpit dan sendok khas ada ukiran koreanya 1500 won, kalau sumpit yang isinya 5 pasang 5000 won, berbagai cemilan kekinian almond berbagai rasa itu 7500 won (padahal temen yang baru aja balik dr korea bilang harga jualnya 10000 won), nah akhirnya kesampean juga beli souvenir

      Nah sudah puas balik deh ke hotel...
      Hari ke 7, hari terakhir sebelum sore balik ke jakarta...
      Hari ini fokusnya ke Red Pine Shop (ini juga wajib karena versi mereka jualan red pine oil yang ternyata ga di eksport ke luar korea).... harganya mahal sih tapi karena di demonstrasikan dan test gratis kondisi pembuluh darah masing2 akhirnya aku beli untuk kami berdua minum... dan sssttt... efeknya sudah terasa lho khusus untuk suami istri
      Dari red pine sebelum ke airport mampir sebentar di salah satu tempat untuk mereka yang belum puas beli souvenir dan mau beli ramen2 itu lho, samyang dan teman2nya... dan bisa di pak dalam dus untuk masuk bagasi nanti si airport.
      Akhirnya... sampai juga di airport untuk keberangkatan pulang ke jakarta. Celingak celinguk cari wrapping dan ternyata ga ada wrapping di korea dengan alasan mereka akan scan bagasi dan akan langsung dibuka kalau dirasa ada yang mencurigakan. Bener aja, salah satu koper kami diminta untuk dibuka dan ternyata yang mereka curigai adalah kaleng bedak Herocyn sodara2... dan kaleng bedak itu meraka kocok2 duh untungnya ga dibuka karena kalau dibuka berhamburan kemana2 itu bedaknya... padahal ada versi bahasa inggrisnya di kaleng tapi mereka ga bisa baca, parah kan????
      Akhirnya setelah check in, berkeliaranlah kita cari makan di airport yang ternyata hanya ada di lantai 2 ya temans... makanannya enak2 dan harganya make sense menurutku. Dan inilah lunch terakhir kita sebelum pulang...

      Nah demikianlah short trip kali ini ke Korea...
      Kesan2ku adalah:
      1. Korea orang2nya kaku dan individualis, jangan sekali2 foto mereka, suamiku pernah minta aja tetep ditolak
      2. Makanan khasnya sendiri sebenarnya enak, jadi kemarin beruntung bisa cobain beberapa makanan uniknya
      3. Jangan berharap ada wrapping di airport korea
      4. Kalau memang bisa backpackeran dan oke dari segi bahasa lbh baik backpacker sih krn Garden of Morning Calm dan nami Island, dan Mt. Seorak ga puas kalau cuma sebentar
      5. Bikin visa-nya ribet karena harus ada SPT tahunan
      6. Untuk yang cewe lebih baik selalu sedia botol aqua kosong di tas karena toilet disana ga ada air semprotannya
      7. Kalau ke Jeju beli coklat jeruknya, itu unik dan yang crunchy enak (foto menyusul)
      8. Kalau mau beli souvenir murah ke Dongdaemon masuk dari DOOTA, terus langsung naik eskalator sampai lantai 6, lirik kiri dikit nah udah keliatan toko souvenir dan snacknya, harga bersahabat
      Demikian para suhu, semoga berkenan ya, maaf FR nya telat
      @deffa @twindry @HarrisWang @Hartono Hasian @Sahat