Sign in to follow this  
zeekyuryu

Naik Ontel Keliling Kota Tua

5 posts in this topic

Ontel, sepeda antik peninggalan nenek moyang kita. Mungkin masih sering melihat sepeda kumbang yang simple namun masih digunakan di beberapa daerah di Indonesia atau bahkan  sudah menjadi koleksi pribadi. Jika dahulu ontel merupakan alat transportasi bagi mereka yang berstatus sosial tinggi, saat ini rupanya fungsi ontel sudah banyak bergeser.

 

 

Ontel di Indonesia mulai masuk pada abad ke-19, saat masih di bawah penjajahan Belanda. Ontel buatan negara-negara di Eropa, seperti Belanda, Inggris, dan Jerman adalah ontel yang paling banyak digemari. Bahkan hingga saat ini, nilai keantikan ontel original benar-benar tinggi, seperti misalnya Ontel dengan merk Gazelle. Bagi para pecinta barang antik dan juga para belantik, sebutan bagi penjual ontel, Ontel original memiliki nilai yang sangat tinggi.

 

 

Di Jakarta, anda mungkin sering kali menemukan sepeda ontel ini di kawasan Kota Tua. Benar saja, ontel di kawasan wisata Jakarta ini memang berfungsi sebagai objek atau transportasi wisata Kota Tua. Memasuki kawasan Kota Tua mulai dari Museum Bank Mandiri, anda akan mulai menemukan sejumlah ontel yang terparkir siap mengantar anda.

 

 

 

Pemandangan jejeran sepeda ontel akan semakin terlihat ketika anda tiba di depan Museum Fatahillah. Di sekitar kawasan kota tua lainnya, anda pun akan menemukan jejeran sepeda ontel yang berwarna-warni lengkap dengan atribut topi ala noni dan tuan Belanda. Satu pemandangan yang menarik, karena hawa masa lampau yang penuh dengan sejarah itu tercium dengan kental.

 

Wisata%20Sepeda%20Tua.jpg

 

Wisata Ontel di Kota Tua Jakarta ini merupakan wisata yang paling diburu dan memang menjadi ikon wisata Kota Tua selain museum-museum yang mengitarinya. Anda tinggal menghampiri para penjual jasa sepeda ontel dan melakukan negoisasi harga. Standardnya, tarif penyewaan untuk anda berkeliling selama satu jam di pelataran Museum Fatahillah sekitar Rp 15.000 hingga Rp 20.000. Dengan harga tersebut, anda bisa menyewa satu sepeda ontel lengkap dengan topinya jika ada dan berkeliling menggowes sepeda di halaman museum.

 

111206_wisata-kota-tua_663_382.JPG

 

Tersedia juga pilihan lainnya yang tak kalah seru. Anda yang ingin mengeksplorasi nuansa histori Kota Tua lebih dalam bisa menggunakan jasa ojek sepeda ontel yang akan membawa anda ke beberapa tempat bersejarah lain di luar kawasan Museum Kota Tua ini. Jangan khawatir, karena para pemilik atau ojek sepeda siap mengantar dan menemani atau bahkan jadi tukang foto anda.

Tarifnya mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 50.000. itu tergantung dengan kebisaan anda saat negoisasi. Termasuk murah, karena berkeliling ke 5 tempat yang cukup jauh jika ditempuh dengan sepeda dan menghargai jasa para pengojek yang secara tidak langsung ikut menjaga kelestarian sepeda tradisional ini.

 

 

Kelima tempat yang dimaksud selain kawasan museum bersejarah di sini antara lain ke Pelabuhan Sunda Kelapa, Toko Merah, Jembatan Intan, Museum Bahari dan juga Menara Syahbandar. Di luar objek wisata tersebut, anda akan dikenakan biaya tambahan lainnya. Tapi lima wisata itu cukup memuaskan perjalanan ontel anda. Menyusuri jalan besar, menyatu dengan kendaraan bermotor lain adalah pengalaman tersendiri tentunya.

 

 

 

Di Pelabuhan Sunda Kelapa, anda bukan hanya bisa foto-foto dengan latar belakang kapal-kapal besar saja, tapi juga naik ke geladaknya. Dari jauh, anda melihat orang-orang yang lalu lalang, naik turun kapal dengan menyebrangi satu balok kayu saja dan itu terlihat mudah. Tapi rasakan sendiri, dan saya pribadi, cukup ngeri melakukannya. Tidak secepat yang dibayangkan. Dan tentunya tidak sependek yang terlihat. Ya puas berfoto di atas geladak, anda bisa mencoba naik perahu kecil yang di bawah sana. Untuk naik yang satu ini, jika beruntung bisa gratis, tapi jika tidak ya biasanya nego dulu sama orang yang akan membawa anda “berlayar†sebentar. Rasanya, tentu campur aduk. Memang airnya tidak jernih, tapi anda akan seperti naik perahu2 sekoci di antara kapal-kapal raksasa yang mengelilingi anda.

 

 

Puas bermain di Pelabuhan Sunda Kelapa, anda bisa kembali naik ke ontel dan melanjutkan perjalanan ke tempat lain, seperti Museum Bahari dan juga Menara Syahbandar. Menara Syahbandar ini adalah menara di mana dulu, para kompeni itu mengawasi kegiatan yang ada di pelabuhan. Kalau untuk Toko Merah dan juga Jembatan Intan, enaknya memang foto-foto.

 

 

Puas berkeliling dengan sepeda ontel? Ya semoga saja pemerintah Jakarta bisa meningkatkan pelestarian wisata ontel ini. Mungkin membuat jalur khusus sepeda ontel. Rute perjalanan yang lebih banyak dan segala peningkatan lainnya. Ada angin segar, karena Ahok, wagub DKI sudah mengumpulkan para pedagang kaki lima agar mau ditertibkan, jadi wisata Kota Tua bisa lebih cantik dan bersih. Semoga cepat terwujud.

Share this post


Link to post
Share on other sites

sering juga di gunakan untuk foto prewed ya...pernah coba juga, tapi untuk yang badannya kurang begitu tinggi awas hati2 jatuh ya :)

iya disewain juga buat fto2 prewed... klo kurang tinggi cari yang depannya melengkung buat cewe lbh aman walaupun emang tetep aja ngeri ya sis hhee

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By embong
      Siapa bilang berlibur butuh dana besar? Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi tempat wisata yang banyak dan tidak perlu biaya besar. Mulai dari Pantai, Gunung, atau pun perkotaan, semua bisa menjadi tempat liburan dan hemat biaya. Apalagi bagi mereka yang tidak memiliki waktu berlibur cukup panjang, berikut ini beberapa temapt berlibur yang dapat disambangi ketika akhir pekan dan yang pasti murah!!
      Karimun Jawa
      Tempat wisata ini sudah menjadi Taman Nasional Laut, karena memiliki daya tarik tersendiri dan cocok untuk Wisata Bahari. Panorama laut yang indah bagai telaga warna dengan gugusan kepulauan yang tersebar jauh mata memandang. Air lautnya jernih, hamparan pasir putih pun membentang dikawasan pantainya. Disini masih terdapat satwa langka seperti menjangan, trenggiling, landak, ular edor dan yang paling unik lele tanpa patil.
      Estimasi Biaya: paket penginapan, makan, snorkling, foto-foto (soft data), barberque sebesar Rp 650.000 dan belum termasuk tiket bus ke Jepara.
      Kota Bandung
      Siapa sih yang tidak kenal Bandung? Kota kembang ini sudah terkenal dengan sejuta ciri khas, mulai dari tata kota tua sampai wisata kuliner yang sangat terkenal. Ibu kota provinsi Jawa Barat ini sudah terkenal keindahannya dari jaman Belanda.
      Estimasi Biaya: Travel PP Rp 180.000, Hotel Rp 300 ribu.
      Kepulauan Seribu
      Pulau Pari, Pulau Peuncang, Pulau Tidung, hanya lah beberapa pulau yang sedang naik daun untuk kawasan kepulauan seribu. Tidak hanya bisa dinikmati sendiri, wisata air pada pulau-pulau ini dapat dikunjungi oleh ‘geng’ berlibur kalian. Karena biasanya, travel agen yang mengatur wisata pulau seribu akan memberikan paket harga murah apabila orang yang ikutan lebih banyak seperti paket wisata pulau pari, paket harga pulau tidung, paket harga pulau harapan, dll. Anda bisa browsing sendiri di Google, banyak sekali penyedia paket tersebut
      Estimasi Biaya: paket penginapan, makan snorkling, bersepeda, barbeque sebesar Rp. 500.000. Namun estimasi tersebut dapat lebih besar tergantung pulau mana yang hendak dikunjungi.
      Yogya
      Berlibur di kota Yogya mungkin pilihan yang tidak kalah menarik. Namun bagi yang hendak berlibur di kota keraton ini harus menyiapkan transportasi yang memadai karena jika dibandingkan dengan naik kendaraan umum, biayanya cukup mahal. Dan perlu direncanakan dari jauh-jauh hari destinasi wisata ketika disana.
      Estimasi Biaya: Kereta PP Rp 600 ribu, hotel Rp 300 ribu, untuk kuliner tidak perlu repot karena banyak tempat makan murah meriah.
      Surabaya
      Liburan di kota pahlawan, Surabaya? Mengapa tidak. Surabaya cukup menjanjikan wisata kota yang unik. Salah satu tujuan dalam kotanya adalah musem kapal selam, dimana pengunjung dapat melihat isi daleman kapal selam Indonesia jaman dulu. Atau pun main-main ke museum pun tak jadi masalah, mengingat kota ini menyimpan banyak sejarah pahlawan Indonesia.
      Estimasi Biaya: Bus PP Rp. 440 ribu, penginapan Rp200 ribu atau dapat menyewa apartemen sekitar 1 jutaan yang dapat dibagi empat atau enam dengan teman berlibur. Untuk makanan, banyak cafe murah seperti cafesera, atau pun makanan pinggir jalan yang mantap.

    • By twindry
      yosshhh!!!  
      berhubung saya ke jakarta pengen kopdar sama teman2 yang ngak ada rencana kemanapun sewaktu lebaran nanti. adapun lokasi dan harinya sbb
      Hari / tanggal kopdar : Minggu, 25 Juni 2017
      jam / meeting point : 19:00 / Grand Indonesia (sementara meeting di GI dulu. nanti akan di tentukan kita nongkrong dimana  )
      CP : twindry WA 0812-5120-6106
       
      cc @min0ru @Yos yang udah pasti join
      @HarrisWang lu jadi ikut ngak?  
      @kyosash di jakarta juga toh? siapa lagi ya? @Vara Deliasani @Ikamarizka @mone dijakart bukan ya mereka?  @Sahat mari join wakakak. kalo @Hartono Hasian udah ngak bisa ikut  wakakakak
      @deffa ijin post ya mod
    • By imagologi
      Kota Malang

      Kota Malang menjadi album   menarik bagi para backpacker Indonesia yang ada di penjuru dunia. Ragam wisata edukatif, wisata informatif, wisata alam, , maupun wisata modern bisa ditemukan di kota ini.
      Wisata kuliner yang berkesan di lidah dan renyah di kantong tentu juga menjadi kesan tersendiri bagi para backpacker untuk berkunjung ke Kota Malang. Kota Malang adalah kota yang berada di wilayah Propinsi Jawa Timur.
      Melimpahnya menu kunjungan wisata seperti  Alun-Alun Kota Malang, Pantai Sempu, Pantai Gatra dan tentunya ragam museum yang akan mengingatkanmu pada perjuangan masa lalu. Jangan susah move on ya
      Selain itu, Kota Malang bisa kamu hinggapi dengan ragam penginapan yang dapat membuat kamu sejenak melepas lelah pasca berwahana keliling kota.
      Kota Lumajang

      Menu favorit berikutnya berada di samping Malang yaitu, Lumajang.  Apabila kamu mengetik wisata Lumajang di search engine, akan tampil banyak aneka wisata pilihan yang bisa kamu cantumkan sebagai destinasi backpacker-anmu berikutnya.
      Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo di utara, Kabupaten Jember di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Malang di barat. Kabupaten Lumajang terletak di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Kamu tinggal melewati Malang bagian selatan untuk kemudian menikmati perjalanan dengan rimbunnya suasana  sekitar.
      Lumajang sendiri merupakan sebuah daerah yang mempunyai segudang tempat wisata dengan panorama yang mempesona. Backpackeranmu tidak akan mengecewakan  setelah mengunjungi destinasi favorit di Kota Lumajang dan sekitarnya seperti, Puncak B 29, Kebun Teh Kertowono atau kamu mau mencicipi eloknya Ranu Kumbolo? Ditunggu ya kunjungannya.
      Kota Banyuwangi

      Segudang tempat wisata dan rantai festival tersaji apik di Banyuwangi.  Ditambah lagi adanya tempat wisata yang keren dan indah sontak membuat kabupaten yang berada di ujung timur pulau Jawa ini memiliki banyak destinasi yang bisa kamu kunjungi tanpa harus mendebarkan saku. Peta wisata Banyuwangi memiliki kontur wilayah yang begitu unik mulai dari dataran rendah hingga tinggi.
      Kontur semacam ini secara tidak langsung menciptakan banyak objek tempat wisata alam yang memukau. Pantai di kawasan ini masih sangat bersih dan jauh dari polusi sehingga sangat cocok sebagai destinasi wisata pantai untuk keluarga yang hemat namun tetap menonjolkan keindahannya. Selain pantai, Banyuwangi juga memiliki latar belakang gunung bagi kamu penggemar  suasana tenang, tercitra, dan rimbun.
      Kota Batu

      Rutinitas seringkali membuat penat dan menghambat produktivitas. Oleh karena itu, refreshing mutlak diperlukan, terutama bagi pekerja kantoran. Salah satu cara ampuh untuk menyegarkan pikiran adalah dengan pergi berlibur. Biasanya, liburan akan lebih menyenangkan jika dilakukan bersama orang terdekat, misalnya keluarga.
      Karena itu, pemilihan destinasi merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan. Pilihlah destinasi yang bisa dinikmati oleh setiap anggota keluarga. Kota Wisata Batu adalah jawabannya. Kota yang satu ini sedang menjadi buah bibir di kalangan wisatawan berkat objek wisatanya yang unik dan beragam. Ditambah keindahan alam dan hawanya yang sejuk, membuat Kota Batu kian mempesona.
      Dalam beberapa tahun terakhir, industri pariwisata di Batu berkembang kian pesat. Beragam objek wisata yang unik dan menarik bermunculan dan berhasil menggaet gairah berkunjung para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Berkat promosi dan pengelolaan objek wisata yang baik, Batu kini menjelma menjadi primadona baru sebagai destinasi yang wajib dikunjungi bagi wisatawan, mulai dari anak-anak sampai dewasa.
      Dilansir dari imagologi.com
    • By fadhil aulia
      1. Sungai Meguro

      Lokasi : Magure, Tokyo
      Waktu tebaik untuk melihat : Akhir Maret sampai awal April
      Di tempat ini sangat populer, banyak turis yang membentang hingga sepanjang 4km , bunga sakura bisa ditemukan pada kedua sisi sungai. Ada banyak sekali kafe dan toko di sepanjang Sungai Meguro, jadi Anda bisa berbelanja sambil mengagumi bunga-bunga sakura di waktu yang bersamaan. Pada malam hari, lentera besar menyinari sepanjang sungai dan seperti menciptakan suasana dunia yang sangat berbeda.
      2. Taman Chidorigafuchi

      Lokasi : Chiyoda, Tokyo
      Waktu tebaik untuk melihat : Akhir Maret hingga awal April
      Salah satu situs utama wisata bunga sakura yang ada di kota Tokyo, terletak di antara taman Chidorigafuchi (sebelah barat Istana Kaisar) dan dekat Kedutaan Besar Inggris, Taman ini mempunyai sekitar sebanyak 170 jenis bunga sakura, diantara yaitu sakura Yoshino dan sakura Yamazakura. Selama festival tahunan bunga sakura ini berlangsung, sepanjang jalan di Chidorigafuchi akan diterangi oleh pemandangan yang luar biasa, disini juga disediakan perahu bot untuk berlayar pada malam hari.
      3. Kebun Rikugien

      Lokasi : Bunkyo, Tokyo
      Waktu yang terbaik untuk melihat : Pertengahan Maret hingga pertengahan April
      Yang menjadi sorotan dan simbol atau ikon utama Rikugien adalah pohon weeping cherry nya yang memiliki tinggi 15 meter dan selebar 20 meter, melihat daun bunga yang berwarna merah mudanya yang mengalir dan mengambang seperti air terjun menjadi sesuatu yang harus Anda lihat. Penerangannya yang dinyalakan dalam waktu yang terbatas juga indah untuk dilihat.
      4. Taman Ueno

      Lokasi : Taito, Tokyo
      Waktu yang terbaik untuk melihat : Akhir Maret sampai awal April
      Taman Ueno terkenal sebagai destinasi wisata untuk melihat bunga sakura sejak zaman Edo (1603-1868) hingga kini, area ini diyakini oleh banyak orang sebagai lokasi penghabisan untuk menikmati bunga sakura di Tokyo. Tradisi untuk mengagumi bunga sakura di malam hari masih menjadi ajang yang populer di musim semi, yang diterangi oleh sebanyak 1.300 lentera kertas.
      5. Sungai Sumida

      Lokasi : Sumida dan Taito, Kota Tokyo
      Waktu yang terbaik untuk melihat : Akhir Maret sampai Awal April
      Taman Sumida terbentang disepanajang kedua sisi Sungai Sumida, Taman ini mencakupi kawasan Taito dan Sumida. Permukaan sungai ini berwarna pink karena diwarnai oleh pantulan cahaya dari bunga sakura yang membentang hingga satu kilometer. Jika Anda ingin menikmati bunga sakura naiklah perahu bot di Sungai Sumida untuk melihat pepohonan sakura yang elegan di terdapat kedua sisi sungai, sebagai bagian dari kolaborasi dengan Tokyo Skytree ®.
      6. Taman Asukayama

      Lokasi : Kita, Tokyo
      Waktu yang terbaik untuk melihat : Akhir Maret sampai pertengahan April
      Taman ini sudah diabadikan menjadi salah satu cetakan kayu dalam artis legenda ukiyo-e Hiroshige "100 Pemandangan ini sangat terkenal di Edo", Taman Asukayama ini adalah salah satu tempat yang tertua untuk melihat pemandangan bunga sakura, di mana sebagian dari ratusan pohon sakura yang sudah tumbuh sejak abad ke-18 masehi. Tempat ini terkenal populer sebagai tempat piknik serta tempat untuk melihat pemandangan di waktu malam hari, di mana bunga sakura disinari oleh cahaya lampu.
      6.Taman Shiba

      Lokasi : Minato, Tokyo
      Waktu terbaik untuk melihat : Akhir Maret hingga April
      Bahkan Menara Tokyo pun diwarnai oleh bunga sakura, sehingga membuatnya tampak lebih cantik. Tempat ini populer di kalangan pekerja kantoran sebagai tempat berkunjung di sepulang kerja di malam hari. Anda bisa melihat bunga sakura dan Menara Tokyo yang menghiasi kota itu di malam hari. Disini anda akan terhibur dan hidup anda akan dipenuhi dengan senyuman.
      SUMBER
    • By Farah Supit
      Hai, mau minta saran, pendapat masukan nih buat suhu, sesepuh, dewa wisata dibandung.
      aku udah punya destinasi tapi karena ga tau persis letak posisi dan lokasinya (mengandalkan GPS saat perjalanan nanti.).
      Destinasinya :
      1. Lereng Anteng Panoramic Coffee
      2. Tangkuban Perahu
      3. The Lodge Maribaya
      4. Rumah Guguk
      5. Braga & Alun-alun kota Bandung
      Mau minta saran kemana dulu ya baiknya sesuai rute lokasinya biar ga mondar mandir bolak balik atau muter muter jalannya.
      aku dari jakarta berangkat sabtu subuh pulang minggu malam.
      sekalian kasih tau berapa lama perkiraan perjalanan dr 1 destinasi ke destinasi lainnya ya suhu
       
      mohon bantuannya dan terima kasih sebelumnya. maaf kalo ada salah2 dalam postingannya (newbie )
    • By Luxia
      Hi JJ-ers… Dah lama tak jumpa… Apa kabar semua?
      Aku kali ini ingin bercerita mengenai pengalaman berwisata di kota Jakarta dengan Bus Wisata 2 tingkat yang baru direlease oleh pemerintah DKI Jakarta pada tahun 2015 yang lalu. Jadi, keinginan ini sebenarnya udah terpendam sekian lama tapi selalu ragu tuk merealisasikannya. Rasa Penasaranlah yang mendominasi keinginan ini, seperti apa yah kira2 rasanya naik bis wisata 2 tingkat keliling kota jakarta ini. Selama ini kan taunya adanya di luar negeri doank… Hop On Hop Off… Keinginan menjadi semakin kuat setelah peresmian RPTRA Kalijodo. Dan akhirnya aku realisasikan bareng sama beberapa teman ex Gatnas Lombok IX. Selain melepas kangen juga merealisasikan rasa penasaran ini. Bagaimana caranya dan mesti naik dari mana baru nyaman dan bisa pilih tempat duduk yang nyaman? Yuk.. keliling bareng kami…
      Bus Wisata Jakarta ini terbagi menjadi 5 tema/rute, yaitu :
      1.     Sejarah Jakarta (History of Jakarta)
      2.     Jakarta Baru (Jakarta Modern)
      3.     Pencakar Langit Jakarta (Skyscrapers)
      4.     Kesenian & Kuliner (Art & Culinary)
      5.     RPTRA Kalijodo
      Berikut rute lengkapnya :
       
       
      Untuk rute bertemakan Sejarah Jakarta, Jakarta Baru, Pencakar Langit Jakarta dan RPTRA Kalijodo, Bus Wisata Gratis Jakarta beroperasi mulai jam 09.00 hingga 17.00 WIB (Senin – Sabtu) dan jam 12.00 hingga 19.00 WIB (Minggu).
      Untuk rute bertemakan kesenian & kuliner, Bus Wisata Gratis Jakarta beroperasi mulai jam 17.00 hingga 23.00 WIB dan hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu saja.
      GRATIS LHOO...!!! 
      Bagi teman-teman yang hendak memulai perjalanan Wisata dengan Bus Gratis ini dari Balai Kota bisa menggunakan beberapa alternative kendaraan umum menuju kesana antara lain :
      1.  Busway
      ada beberapa alternatif, antara lain yaitu : 
      -       Dari Harmoni: ambil yang ke arah Blok M, turun di halte Monas, lalu tunggu Busway yang ke arah Pulo Gadung dan turun di Halte Balai Kota.
      -       Dari Harmoni: bisa langsung tunggu busway yang ke arah Pulo Gadung, turun di Halte Balai Kota.
      -       Dari Blok M: ambil yang ke arah Kota, turun di halte Monas lalu nyambung ke arah Pulo Gadung dan turun di Halte Balai Kota.
      2.  Kereta Api (Commuter Line),
      Jurusan yang paling dekat adalah Stasiun Tanah Abang. Keluar dari Gate Out ke kanan         menuju jalan raya lalu belok kiri ke arah lampu merah… langsung aja naik ojek. Tarif ojek online dari Tanah Abang ke Balai Kota hanya Rp 10.000 – Rp 15.000 saja, tergantung armada apa yg akan dipilh.
      3.  Bis Umum,
      bisa naik yang jurusannya ke Monas, lalu turun di Monas.
       
      Dari halte Balai Kota kita berjalan mundur, akan terlihat plang IRTI (Ikatan Restoran dan Taman Indonesia) tepatnya di lapangan parkir IRTI (Jl. Medan Merdeka Selatan, Gambir). Nah di depan IRTI ada bus-bus wisata yang sedang menunggu penumpangnya. 
      Setelah sekian bulan tidak bertemu, kangen-kangenan, ceng-cengan, akhirnya kami tetapkan hati untuk berkumpul kembali di hari Sabtu yang cerah itu. Kami ber-10 (Aku, Ibu @Titi Setianingsih, Ghea @Gayatri, Ibu Rina (FB Rina Dwi Cahyani) + Putri Sulungnya, Mak @menie + Anak Bungsunya, FB Netty Neh, Cici @eka wibisono dan Mba @Onya Deisi) berkumpul pada jam 10.00 WIB di IRTI .


      Penampakan Bus Wisata tema : Sejarah Jakarta
      Tunggu punya tunggu, belum nemu Bus Wisata yang menuju kea rah Juanda seperti rencana awal kami, akhirnya daripada buang-buang waktu, diputuskanlah naik Bus Wisata apa aja yang masih kosong. Jadilah, pilihan pertama jatuh pada Jurusan RPTRA Kalijodo. Kamipun naik Bus dan bergegas menuju ke tingkat 2. Ternyata pada hari itu ada 2 group lainnya yang sedikit mencolok seragamnya selain kami, group berbaju merah dan biru.


      Bus Wisata ini Bersih, Aman (meskipun tetap waspada ya) dan Nyaman. Ber-AC, 2 tingkat, serta supirnya membawa bisnya tidak dengan istilah “mo kejar omset” alias bus berjalan cukup baik dan tidak ngebut, statis gasnya, sehingga tidak ada tuh cerita rem mendadak atau klackson2an seperti layaknya bus-bus lainnya di Jakarta.
      Ketika berada di dalam Bus Wisata Gratis Jakarta ini harap diperhatikan beberapa aturannya ya, seperti :
      -       Dilarang mengkonsumsi makanan dan minuman di dalam Bus Wisata
      -       Dilarang berdiri selama perjalanan keliling Jakarta
      -       Tidak ada istilah penumpang berdiri di dalam Bus Wisata
      -       Bagi penumpang yang terlebih dahulu datangnya silahkan langsung menuju ke tingkat 2 dan diisi penuh, sedangkan bagian bawah diprioritaskan bagi penumpang Lansia, Hamil dan            Disable.
      -       Bagi yang bawa anak kecil sebisa mungkin anaknya dipangku agar kursi nya bisa digunakan penumpang yang lainnya.
      -       Satu lagi tambahan dari aku, bagi orang tua yang membawa anak2 mohon dapat menasihati anak-anaknya apabila duduk di tingkat 2 agar duduk dengan manis. Ini pengalaman kami          kemarin, ada anak sekitar umur 6-7 tahun yang kesal dengan orang tuanya, lalu menghentak-hentakkan kakinya di lantai Bus tersebut sehingga mengganggu penumpang yang                  berada di bawah, setelah diperingatkan oleh kondektur Bus Wisata dengan Microphone (karena kondekturnya duduk di lantai 1 dekat supir), tetap saja si anak berulah dan orang                tuanyapun tidak bisa melarangnya sampai ada salah satu anggota kami yang ikutan menegur barulah orang tuanya malu dan mengingatkan anaknya. JANGAN YA..CH!!

      Bus Wisata tema RPTRA Kalijodo

      Mungkin bagi teman-teman yang sudah pernah naik Bus Wisata ini mengeluh ramai tidak bisa dapat duduk di tingkat atas, aku kasih kisi-kisinya sedikit ya. Kalau mau dapat tempat duduk nyaman dan masih banyak pilihan maka cari lah lokasi naik Busnya yang tepat, contohnya :
      1.     Kalau mau ke RPTRA Kalijodo, naiknya harus dari halte Monas (depan pagar IRTI). Bus ini hanya menurunkan penumpang di halte Kalijodo dan Monas saja. Tetapi bisa menerima penumpang (jika tempat duduknya masih tersisa) di tiap titik pemberhentian yang telah ditandai. Jika dari RPTRA Kalijodo hendak ke tempat lainnya, kita mesti kembali dulu ke Monas untuk kemudian naik Bus Wisata jurusan yang dimaksud.
      2.     Kalau mau ke Kota Tua / Batavia, Museum Bank Indonesia, Museum Fatahilah, Sunda Kelapa, Toko Merah, Museum Kapal, disarankan untuk naik dari halte Juanda / Istiqlal, karena disitu Bus Wisata tersebut masih kosong tempat duduknya.
      Karena tema tulisanku kali ini adalah Bagaimana caranya berwisata di Jakarta dengan Bus Wisata, maka saya singkat saja ya mengenai rute kami.
      Rute pertama adalah RPTRA Kalijodo, kurang lebih jam 10.30 WIB kami naik dari halte di depan IRTI lalu turun di RPTRA Kalijodo, perjalanan kami tempuh kurang lebih 15-30 menit saja karena Bus Wisata ini melewati jalur Tol Semanggi lalu turun di pintu tol Jelambar, sehingga cukup mempersingkat banyak waktu mengingat daerah yang dilalui dari mulai Semanggi, Slipi, Grogol dan Latumenten itu macet meskipun hari Sabtu ya.
      Setiba di RPTRA Kalijodo kami singgah untuk foto-foto sebentar karena cuaca cukup panas kamipun tidak berlama-lama di Kalijodo dan belum keliling sampai ke lokasi Skateboard. Kurang lebih 30 menit di Kalijodo, berhubung hari sudah siang, matahari sudah di atas kepala yang artinya sudah jam 12 lewat sekian dan perut kami sudah protes minta diisi, maka kamipun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Juanda, hendak kemana kita?? KULINERAAANNN….. 



          
      Rombonganpun naik Bus Wisata yang tadi untuk menuju ke Monas (kebetulan kami masih dapat Bus Wisata yang sama dengan waktu kami kesini), karena memang Bus Wisata yang 1 ini tidak melayani rute lain kecuali Monas & RPTRA Kalijodo saja, jadi kita mesti balik dulu ke Balai kota, repot sih memang.. tapi yah,, sesuai kan dengan temanya, keliling Jakarta.. ya sudah lah, kembali lah kita ke Monas.


      Setibanya di halte depan IRTI, kami pun bimbang, karena Bus yang ke Juanda masih lama, akhirnya kami putuskan untuk ber-umum-ria saja ke Juanda, karena jaraknya juga gak jauh dari Monas (hanya sekitar 2.4 KM saja). Kami pun mem”belah diri” menjadi 2 grup, 1 naik bajaj dan 1 lagi naik taksi. Tarif Bajaj Rp 20.000/way (syukur kalau bisa nawar dan dapat harga Rp 15.000/way) dan Taksi Rp 16.000/way (kondisi jalan lancar).
      Setibanya di area Jl.Veteran 1 No. 10, Gambir, langsung menuju ke toko Ragusa Es Italia. Rombonganpun bergegas mencari tempat duduk didalam toko es krim Ragusa… daaan… PENUH. Seperti sudah kami duga sebelumnya karena memang favorit banget. Ya ok deh, kami pun cek toko sebelah, menu di toko sebelah ada sate ayam, asinan juhi, mie juhi, gado-gado, otak-otak dan minuman. Harga makanannya per-porsi rata-rata Rp 20.000,- saja, sedangkan minumannya berkisar antara Rp 5.000,-/botol s/d Rp 7.000,-/botol saja. Jadi lah kami duduk memesan makanan ditoko ini dan beli "takeaway" es krim Ragusanya.
      Ragusa Es Italia adalah Produk es Italia yang telah berdiri sejak tahun 1932 dan menggunakan bahan dasar susu sapi segar sehingga menghasilkan es krim dengan tekstur yang lembut, tidak terlalu manis dan tidak menggunakan bahan pengawet. Toko es krim Italia ini hanya menjual tujuh rasa dasar es krim yang meliputi coklat, vanila, mocca, stroberi, nougat, durian, dan rum raisin dan beberapa kombinasi es krim lainnya. Pilihan menu favorit di Ragusa ini adalah Banana Split, Spaghetti, Cassata Cisiliana dan Tutti Frutti, harga menu favoritnyapun hanya Rp 35.000,-/porsi dan cukup banyak juga kalau untuk dikonsumsi sendirian.
             
      Berikut Menu es krim yang tersedia di Ragusa:
           
      by Google
      Berikut penampakan aslinya:
           
      Banana Split                                                                                                                    Spaghetti Ice Cream
           
       
      Tutti Frutti
      Selesai makan, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Kota Tua/Batavia, sebelum meninggalkan lokasi, kami foto-foto dulu, sekalian perpisahan dengan Mak Menie, yang harus pulang lebih dahulu karena masih ada urusan lain. Selesai foto-foto kamipun menuju ke halte Bus Wisata, dari toko belok kiri, Jl. Veteran 1, jalan kearah luar gang belok ke kanan. Di sini ada 3 rute Bus Wisata yang berhenti mengambil penumpang, yaitu Jakarta Modern, Pencakar Langit Jakarta dan Sejarah Jakarta. Khusus untuk Sejarah Jakarta, antriannya adalah diatas trotoar, posisinya paling kanan. Jangan salah jalur ya, kalo salah jalur bisa diteriakin kondektur Bus untuk antri lagi dari belakang lho.

      Bus Wisata Pencakar Langit Jakarta
      Lama kami menunggu di halte, sempat bertanya-tanya kenapa busnya belum juga berjalan kearah kami, busnya berhenti sekitar 10 meter dari halte. Para petugas Bus mulai dari driver sampai dengan kondektur sibuk, hilir mudik, keluar masuk bus. Ada apa ya?? Oooo.. Ternyata Busnya sedang disapu dan di Pel dulu, mungkin ada penumpang sebelumnya yang sedikit kurang disiplin makan dan minum hingga menjatuhkan sesuatu yang membuat kotor Busnya…. Jadi ingat yach… Jangan abaikan larangannya. Kasian petugas-petugasnya.

      Menunggu sekitar 10-15 menitan, akhirnya bus wisatanya menghampiri kami dan penumpang mulai berjalan ke dalam bus dan bergerak menuju ke tingkat atas. Buspun jalan menuju Kota Tua dengan melewati Jalan Gajah Mada.
      Tiba di depan Museum Bank Indonesia, jam tangan menunjukan waktu sudah pukul 15.55 WIB, sudah tidak bisa masuk ke Museum Bank Indonesia lagi karena tutupnya jam 16.00 WIB, pintu pagarpun sudah ditutup rapat-rapat. Baik lah, berarti langsung saja menuju Wisata Kota Tua.
           
      Di Kota Tua, kita bisa menemukan Museum Fatahillah, Café-café yang di-design sedemikian rupa sehingga terkesan tua, meskipun menu dan merk restorannya adalah restoran masa kini, seperti Bangi Kopitiam dan lainnya. Ada Indomaretnya juga di samping Café Batavia. Pemandangan mulai menarik karena pintu bangunan masih terkesan kuno, disekitarnyapun banyak berdiri Patung-patungan Pahlawan dan Super Hero Tempo Dulu seperti Imam Bonjol, Gatot Kaca, Tentara Kompeni, Noni Belanda (yang tampangnya jauh dari orang Belanda…. Hehehe); pelukis, souvenir-souvenir, dan lainnya.


          
           
      Ada sepeda Ontel juga disana, dulu waktu tahun 2013, Saya pernah bawa tamu ke sini, sewa sepeda ontelnya untuk keliling ke Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Kapal, Pasar Ikan dan Toko Merah, harga sewanya Rp 30.000,- /unit. Tapi sepertinya sekarang Sepeda Ontelnya sudah tidak boleh keluar dari kawasan Kota Tua deh. Tapi menariknya sepeda-sepeda itu sekarang dicat berwarna warni dan masih dapat disewakan untuk pengunjung Kota Tua dan hanya boleh berkeliling didalam saja. Sayang sekali memang, padahal kalau masih boleh berkeliling ke Pelabuhan dan lain2 jadi bisa mengenal obyek-obyek wisata yang lainnya disekitar Kota Tua. Tapi.. ya sudah lah… Kami cukup puas juga dengan pemandangan yang ada disini.

      Setelah Capek foto-foto di Kota Tua, jam sudah menunjukkan pukul 17.05, lalu kamipun beranjak keluar dari Kota Tua dan berencana ngopi-ngopi cantik dulu sebelum bubar. Tujuan kami adalah Kopi “Lau Hue” (pernah dibahas oleh Ci Eka Wibisono) tahun lalu. Sebelum Ngopi ternyata Ibu-Ibu sudah lapar perutnya dan akhirnya nongkrong dulu dipinggir jalan didepan Museum Bank Indonesia mencoba jajanan berat pake bakulan di depan gedung Museum Bank Indonesia. Ada Gado-gado, ada Kwetiau, Mie Goreng, Bihun Goreng, lengkap dengan gorengan bakwan serta sambal kacangnya.. Rame lah pokoknya itu bakul. Yang pasti semua happy meskipun rasanya so so banget banget sih katanyaaa…. (karena aku sendiri tidak mencoba).
           
      Setelah nye”nack” jajanan berat itu tadi, kami lanjutkan perjalanan menuju ke Petak 9, Glodok area dengan berjalan kaki (jaraknya kurang lebih 1,2 KM). Kebayang kan bagaimana perjuangan kami hari itu… huff… berjalan kaki kurang lebih 15-20 menit, akhirnya tiba lah di tujuan yaitu kedai “Lau Hue”. Disini kami memesan Liang Teh (Rp 9.000,-), Es Kopi (Rp 12.000,-/gelas), gorengan pisang (Rp 3.500,-/pc), Talas (Rp 6.000,-/pc) dan tapenya (Rp 3.000,-/pc). Dah kecapean jadi gak napsu makan yang berat lagi (atau Ibu-Ibu kita udah kekenyangan ya… hahaha.. kagak tau juga). Yang pasti di Kedai ini ada jual Mi kuah, bihun kuah, kwetiau dan lain-lain khas Bangka.

      Ok… Tiba lah saatnya kami harus berpisah di halte Busway Glodok. Sebagian ke Kelapa Gading, Mangga Besar, ke Gajah Mada, dan sisanya kami balik lagi ke Balai Kota dengan menumpang Busway dengan tujuan akhir Monas, Foto-foto lagi sebelum berpisah.
          
      kami minta diturunkan didepan Balaikota. Kami pun menyempatkan diri untuk masuk ke halaman Balaikota dan berfoto ria dengan background Karangan Bunga yang banyak itu... Pertemuan ini singkat memang tetapi cukup berkesan karena memang sudah pada kangen sih…
      Akhir kata, bagi teman-teman yang di luar sana, baik Jakarta maupun luar kota, jangan ragu, silahkan mencoba berkeliling Jakarta dengan Bus Wisata Jakarta Ini. Mumpung masih Gratis. Kalau udah lewat dari bulan Oktober 2017, gak tau lagi deh. Dijamin nyaman dan memuaskan.
      Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat..!!