Sign in to follow this  
Banyusmom

Wisata Seribu Candi di Jogja

6 posts in this topic

Yogyakarta, mendengar kata ini apa yang terbersit dalam pikiran anda? Gudeg, Borobudur, Prambanan?. Ya, Yogyakarta memang menyimpan banyak sekali ke- khas an mulai dari kuliner, tempat rekreasi, dan lainnya.

Yogyakarta dahulu merupakan wilayah Kerajaan Mataram  Klasik (Hindu-Budha) yang berjaya pada abad ke-8 dan 9 Masehi. Karena itu banyak peninggalan sejarah yang ditinggalkan berupa candi-candi. Candi-candi ini ada yang popular di kalangan masyarakat seperti Borobudur maupun Prambanan.

Bila anda berkunjung ke Yogyakarta jangan hanya mengunjungi kedua candi tersebut. Cobalah untuk mencari suasana lain dengan mengunjungi candi yang tidak kalah megahnya karena sebenarnya banyak sekali candi di Yogya yang menyimpan pesona yang tidak kalah dengan Candi Borobudur maupun Prambanan. Namun, mungkin karena kurang tereksplor dan kurangnya informasi maka, candi ini jarang dikunjungi. Berikut candi yang bisa anda kunjungi.

 

CANDI GEBANG

 

post-34-0-34927000-1360297305_thumb.jpg

 

Candi ini merupakan candi yang berasal dari periode  antara tahun 730-800 masehi atau sekitar abad ke-8 masehi. Hal ini bisa terlihat dengan tidak adanya relief (polos). Pada tahun  1937- 1939 candi ini dipugar oleh Prof Dr. Ir. Van Romondt.

Bangunan ini berukuran sekitar 5x5 meter dan tinggi 8 meter yang membentuk bujur sangkar dan memiliki satu bilik.

Lokasinya berada di dusun Gebang, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Untuk mencapai candi yang berada di barat Stadion Maguwoharjo ini anda harus memasuki kawasan rumah penduduk dan jalan setapak yang cukup sunyi.

Adanya puncak atap yang berbentuk Lingga Silinder dan ditempatkan diatas bantalan Seroja ditambah keberadaan  arca ganesha, nandhiswara dan yoni yang masing-masing terletak di relung sebelah barat, timur dan di sebelah kiri pintu masuk dan bilik candi membuktikan bahwa candi ini merupakan candi Hindu.

 

CANDI SAMBISARI

 

post-34-0-02084600-1360297315_thumb.jpg

 

Candi Hindu ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Rakai Garung (812-838 masehi). Letaknya  hanya 4 km sebelum kompleks candi Prambanan atau 12 km di timur kota Jogja.

 

Candi ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang petani bernama Karyowinangun sekitar tahun 1966. Kemudian bangunan ini direkonstruksi dan dipugar pada tahun 1987 dengan menggali sedalam 6,5 meter. Karena inilah candi sambisari sering disebut sebagai candi bawah tanah. Timbunan ini diduga berasal dari lahar  Gunung Merapi yang meletus pada awal abad ke –IX.

Candi ini memiliki candi utama dan 3 candi pendamping yang dikelilingi tembok berukuran 50 meter x 48 meter. Di sebelah utara kita akan menjupai patung Durga, kemudian kearah timur ada patung Ganesha. Menelisik sebelah barat ada 2 patung penjaga pintu Nadisywara dan Mahakala. Sedangkan patung Lingga Yoni akan anda jumpai didalam candi utama. Patung ini melambangkan kesuburan dan awal mula kehidupan. Bagian kaki candi dibiarkan polos tanpa relief.

Selain candi ini, benda-benda bersejarah lainnya pun juga ditemukan dari proses penggalian seperti perhiasan, beberapa tembikar, dan prasasti.

 

CANDI IJO

 

post-34-0-06692300-1360297329_thumb.jpg

 

Candi Ijo merupakan candi Hindu yang terletak di atas bukit bernama Gumuk Ijo. Candi ini dibangun sekitar abad ke- 9 sampai abad ke- 10. Candi ini ditemukan oleh H.E Doorpaal pada tahun 1886. Pada tahun yang sama ditemukan 3 area oleh C.A Rosemeier hingga tahun 1887 dilakukan penggalian dan penelitian . Dan hasilnya ditemukannya lembaran-lembaran emas, cincin emas, dan jenis biji-bijian.

Candi Ijo memiliki 11 teras dimana teras ini semakin meninggi ke belakang. Bagian belakang inilah yang merupakan pusat candi. Pada  teras terakhir ( ke-11) kita dapat menjumpai 1 candi utama yang dilengkapi dengan 3 candi pendamping (perwara)  yang berada di sebelah barat ( di depan candi utama). Di dalamnya terdapat patung Lingga-Yoni yang menjadi perhatian  tersendiri karena Lingga-Yoni ini merupakan Lingga-Yoni terbesar di Indonesia. Sedangkan di bagian tengah candi perwara ada arca Padmasana dan arca lembu Nandini yang dalam mitologi Hindu dianggap sebagai kendaraan dari dewa Siwa.

Di sisi selatan candi patung Yoni yang berukuran lebih kecil dari candi induk. Sayangnya bangunan dari teras petama hingga kesepuluh sudah rubuh, yang ada hanya bebatuan candi.

 

 

Sebenarnya masih banyak lagi candi-candi di Yogya yang  dapat anda kunjungi seperti  Candi Pawon, Candi Mendut, Candi Kalasan, Candi Kedulan, Candi Morangan, Candi Sari, Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Plaosan dan banyak lagi. Masing-masing dari candi ini memiliki keunikan dan sejarahnya masing-masing. Anda tinggal pilih saja..

Share this post


Link to post
Share on other sites
yuppppppp.......... ada sekitar ratusan candi yang resmi terdaftar oleh pemerintah jogja, dan yang masih belum terdaftar sepertinya banyak juga :)
Yoiiii betul mas albertorazzi.. Pengen rasanya visit 1 per 1 candinya.. gak nyangka juga awalnya begitu banyak candi yg tersebar di Jogja. Kebanyakan yg kearah klaten saya nyobanya. Dan masih usaha cari yg gratis dulu hihihi

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this