Sign in to follow this  
Haikal

Atomium

3 posts in this topic

atomium.jpg

© www.atomium.be - SABAM 2010

 

Bangunan berstruktur menyerupai atom-atom ini terletak di ibu kota Belgia, Brussels. Sembilan bola atom ini membentuk delapan sudut kubus dan satu bulatan atom di tengah-tengahnya. Posisinya bertumpu pada satu atom saja dan satu atom lain menjadi puncaknya. Atomium memang merupakan gambaran satu unit sel kristal besi yang diperbesar 165 milyar kali.

 

Rangka pada kubus ini merupakan pipa terowongan yang menghubungkan satu bulatan dengan bulatan lainnya. Terowongan penghubung ini menjadi tempat pengujung berpindah ke bulatan yang lain. Terdapat lift pada pipa yang berposisi vertikal. Sedangkan pipa yang berposisi diagonal terdapat tangga dan eskalator. Total ada 20 terowongan penghubung.

 

Bulatan tertinggi bangunan ini berjarak 102 meter dari permukaan tanah. Setiap bulatannya berdiameter 18 meter. Bulatan-bulatan ini dilapisi besi tahan karat pada kulit luarnya. Terowongan penghubung berdiameter 3 meter. Panjang terowongan penghubung antar bulatan samping adalah 29 meter. Sedangkan terowongan penghubung antara bulatan samping dan bulatan tengah memiliki panjang 23 meter.

 

Bangunan unik ini dibuat oleh Andre Waterkeyn, seorang Belgia, untuk Brussels World’s Fair pada  1958. Namanya kemudian diabadikan menjadi nama ruangan di lantai 2 bulatan tengah. Atomium didesain menjadi simbol demokrasi yang menjaga perdamaian antar bangsa-bangsa, kepercayaan kepada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknis, dan keoptimisan visi masa depan dunia yang modern, baru, serta berteknologi tinggi untuk kehidupan yang lebih baik bagi umat manusia.

 

Tadinya, Atomium tidak diproyeksikan melebihi Brussels World’s Fair. Tetapi karena kesuksesannya dan kepopulerannya di seluruh dunia, bangunan ini dipertahankan. Bahkan dilakukan renovasi yang rampung pada 2006 silam.

 

Renovasi ini memakan waktu 22 bulan. Lapisan luar yang tadinya pelat-pelat segitiga berbahan alumium dilepas. Pelat-pelat ini lalu dijual sebagai souvenir untuk tambahan dana renovasi. Satu pelat sepanjang dua meter diberi harga 1.000 euro. Wow mahal banget!

 

Setelah renovasi pula, pengunjung tidak dapat memasuki 3 dari 4 bulatan tertinggi Atomium karena keamanan. Pihak pengelola beralasan ketiga bulatan ini tidak memiliki penopang vertikal. Hal ini berbeda dengan tiga dari empat bulatan terbawah yang mempunyai topangan tambahan.

 

Tur memasuki Atomium dibagi ke dalam 2 bagian. Bagian pertama kita langsung menggunakan lift ke lantai pertama bulatan teratas. Lantai ke-2 bulatan teratas terdapat restauran, namun ini bukan bagian dari tur. Di bulatan teratas ini kita dapat melihat panorama Belgia dengan sudut 360o, alias tanpa sudut.

 

Lalu turun lagi ke bulatan terbawah dan memulai tur bagian ke-2. Dari sana kita pindah ke lantai 2, menggunakan eskalator. Lantai 2 ini merupakan museum Brussels World’s Fair. Di sini kita dapat melihat kejadian-kejadian selama acara World’s Fair dan pembangunan Atomium sendiri.

 

Bila berkunjung bertepatan dengan Temporary Exhibitions, kita berkesempatan mengunjungi bulatan-bulatan samping. Eksebisi-eksebisi ini bertemakan sosial, desain, dan asrsitektural. Untuk mengecek jadwal eksebisi dapat mengklik situs www.atomium.be/expo .

 

Atomium terletak 5 menit dari stasiun Heysel Metro. Dari stasiun kita bisa menggunakan bus untuk mencapai lokasi.

 

Tiket masuknya 11 euro untuk orang dewasa. Tiket untuk remaja umur 12-18 atau lansia 65 tahun ke atas seharga 8 euro. Anak 6 tahun sampai 11 tahun membayar 6 euro. Sedangkan balita dan kaum difabel masuk gratis. Wah, perhatian pemerintah Belgia sangat memperhatikan kesejahteraan kamu difabel, ya.

 

Tur memasuki Atomium dibuka setiap hari sepanjang tahun dari pukul 10 pagi sampai 6 sore waktu setempat. Khusus untuk makan di restauran yang terletak di lantai atas bulatan tertinggi, waktu lunch-nya dimulai dari pukul 11.30 sampai 2.30 siang, sedangkan dinner dari pukul 7.30 sampai 11.00 malam. Dan bisa reservasi tempat di www.belgiumtaste.com .

 

Saat memasuki Atomium, Kamu akan merasakan goyangan seperti sedang berada di atas kapal. Jangan panik, karena ini biasa terjadi. Struktur Atomium ini sengaja dibuat fleksibel agar dapat menahan angin. Jika Atomium dibangun kaku, ia akan cepat rusak. Arsitektnya menggunakan prinsip bambu, bergoyang tetapi tidak patah.

 

Referensi: www.atomium.be

Share this post


Link to post
Share on other sites

Letaknya tidak jauh dari Heysel Park, tempat terjadinya kerusuhan sepakbola pada final liga Champions antara Juventus melawan Liverpool yg mengakibatkan tewasnya puluhan suporter Juventus dan mengakibatkan Liverpool dilarang tampil pd ajang Liga Champions Eropa selama bbrp tahun ;)

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 7/14/2013 at 10:57 PM, Pria Mondar Mandir said:

Letaknya tidak jauh dari Heysel Park, tempat terjadinya kerusuhan sepakbola pada final liga Champions antara Juventus melawan Liverpool yg mengakibatkan tewasnya puluhan suporter Juventus dan mengakibatkan Liverpool dilarang tampil pd ajang Liga Champions Eropa selama bbrp tahun ;)

wow ada cerita seperti ini ya menarik juga @Pria Mondar Mandir

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Endar
      Flixbus dari Paris parkir dengan sempurna di area Sihlquai, dekat Zurich Central Station. Pagi itu udara masih dingin. Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis, udara dingin di Carparkplatz Sihlquai tetap menusuk tulang walaupun sudah memakai jaket tebal. Padahal sudah bulan Mei.

      Zurich, kota terbesar di Swiss yang berada di tepi danau Zurich dan dekat dengan pegunungan Alpen menjadikan Zurich kota yang memiliki panorama yang menakjubkan. Tidak heran dengan kondisi ekonomi, geografi dan tentunya fasilitas yang ada, Zurich dinobatkan menjadi kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia tahun 2006 dan 2007.

      Satu hari di Zurich tidak menyurutkan semangat untuk menjelajah kota ini. Dengan waktu yang sempit maka hal yang dapat dilakukan adalah city tour. Banyak paket yang ditawarkan dengan berbagai variasi waktu, fasilitas dan tujuan. Transportasi yang digunakan untuk city tour adalah trolley wisata dengan design klasik ditunjang dengan audio dalam delapan bahasa. Ada Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Portugis, Rusia dan Spanyol.  Dalam waktu kurang lebih dua jam dengan biaya 35 – 40 franc, trolley akan melewati area bisnis, Bahnhofstrasse yang menjadi museum penting di Zurich, sudut kota tua Zurich, Fraumunster Church yang konon mulai dibangun tahun 1100 namun baru terlihat di abad 15 dan area perkotaan lainnya.


      Perjalanan city tour berhenti dua kali. Biasanya berhenti di area tepi danau Zurich di kawassan dermaga publik. Kedua di jalan Stadthausquai. Terdapat fasilitas toilet umum di setiap tempat pemberhentian, tempat makan atau penjualan souvenir. Di seberang jalan Stadthausquai dengan melewati jembatan di atas sungai Limmat terdapat jalan Limmatuquai yang banyak menjual souvernir di kios-kios kecil. Kawasan ini juga merupakan pusat bisnis dengan banyak bank, toko-toko eksklusif, restaurant dan pusat perbelanjaan.
      Bila tidak puas dengan city tour, terdapat tour dengan kapal pesiar yang akan berlayar di danau Zurich. Dengan kecantikannya, danau Zurich begitu menjadi daya pikat tersendiri. Tata kota dan pemanfaatan danau yang baik menambah nilai plus untuk kota Zurich. Di seputaran danau banyak terdapat pemukian yang menjadikan danau Zurich lebih hidup.  Pemanfaatan danau Zurich sebagai tempat berolahraga air seperti perahu layar, kano  didukung fasilitas yang memadai.


      Transportasi di Zurich sangatlah mudah. Banyak kereta dan trem yang menjangkau hampir seluruh sudut kota. Bagi yang tinggal di Zurich dalam waktu yang singkat terdapat ZurichCARD yang merupakan paket transportasi trem, bus, kapal, kereta api dan sarana transportasi lainnya. Terdapat juga potongan harga atau bahkan tiket gratis bagi yang memiliki ZurichCARD. Namun perlu diketahui  di Zurich berlaku zona tariff sehingga tidak perlu membeli paket pada zona yang tidak dilalui. Stasiun Hauptbahnhof  (Zurich HB) menjadi pintu gerbang jika kita menggunakan kereta. Stasiun terbesar di Swiss yang juga menjadi salah satu stasiun tersibuk di dunia ini sangat lengkap. Sudah seperti pusat perbelanjaan, hampir semua kebutuhan dapat ditemukan disini. Pada waktu tertentu sering diadakan bazar makanan yang menual street food dengan harga miring.


      Biaya hidup di Zurich termasuk tinggi dibanding kota-kota besar lainnya di Eropa. Dengan mata uang Franc yang memiliki nilai berbeda dengan Euro, harga-harga makanan di Zurich bisa 1.5 kali lipat jika di rupiahkan. Untuk akomodasi juga termasuk tinggi, harga penginapan super standar berkisar IDR 500.000 belum termasuk sarapan.

      Perlu kejelian dalam menyusun itinerary jika memasuki Zurich ke salah satu kota tujuan. Yang menyukai wisata kota dengan suasana yang sepi dan nyaman, Zurich dapat menjadi pilihan. Namun bagi yang menyukai suasana alam, Zurich dapat menjadi trip satu hari yang berkesan.




    • By alexJ01
       
      Kaos adalah bagian dari baju yang kita kenakan setiap hari. Busana sendiri lazim menjadi kebutuhan pokok bagi bani Adam yang jadi salah satu hajat yang sangat utama karena tidak dapat terpisahkan.
      Kaos sendiri diproduksi dari kapas yang setelahnya dililit untuk dibuat benang, kemudian benang tersebut dijadikan sebagai bahan pokok untuk membuat kaos.
      Fungsi kaos sama dengan guna busana lain, yakni untuk melindungi badan kita dari paparan cuaca dingin maupun panas secara frontal. Kaos dapat digunakan untuk perempuan ataupun cowok.
      Kaos memiliki kreasi yang sederhana, rata-rata lebih mengarah pada imej maupun tipografi yang mempunyai corak pada kedua sisinya agar nampak lebih atraktif dan matching. Mulai dari tipografi yang typical saja, sampai tulisan aneh yang menjadikan kita angkat topi.
      Berikut ini nanti kami akan memberikan contoh Kaos Nyeleneh yang akan bikin kamu geleng-geleng kepala. Dilansir dari banyak sumber, setidaknya tersedia banyak gambar atau kreasi kaos nyeleneh, ini dia:
      1. Other half Bukan Wi-fi-- Kaos Nyeleneh

      Positif para jomblo dalam proses sakit ati nonton tulisan kaos tersebut, gimana nggak? Setiap hari para tuna asmara ini nongkrong ke tempat-tempat beverages yang ngasih fitur wi-fi untuk surfing gak bayar, bahkan terkadang cuma pesen coffee tapi bisa hampir setengah hari, sungguh mengerikan sekali makhluk jomblo ini.
      Buat kamu para pemburu Wifi, sudah waktunya kamu hangout bareng Better half (istri) bukan bareng Wifi huehe. Ayo, buruan akhiri kefakiran asmara kalian. Karena telah tahu tulisan pada kaos nyeleneh itu, mustinya kamu saat ini sudah terbakar untuk mencari Spouse, lakukanlah sekuatmu wkwkwk.
      2. Super Celebrity-- Kaos Nyeleneh

      Kaos ini cocok sekali bagi kamu yang bercita-cita untuk jadi bintang rock tapi cita-cita itu ga terwujud wkwkw. Paling tidak dengan menggunakan kaos ini sanggup membuatmu bahagia dan dapat pula meningkatkan kepedeanmu 10%.
      Hm, tunggu apalagi? Wujudkan kesenanganmu impianmu dengan menggunakan kaos nyeleneh yang ngehits ini. Pedelah untuk mencoba. Selamat berbahagia Wahai Bintang Rock.
      3. Race course T-shirts-- Kaos Nyeleneh

      Untuk kamu pahmud, sepertinya kaos yang unik ini sangat cocok untuk kamu gunakan mainan dengan buah hatimu. Karena kaos ini multi guna, selain digunakan seperti kaos seperti biasa, kaos ini bisa digunakan sebagai trip mobil-mobilan buah hati kamu.
      Sungguh fun bukan? Kamu bisa menjadikan anak kamu take pleasure in hanya dengan rebahan. Eh Iyalah, karena expedition tersebut ada di pada kaos bagian punggung, jadi pas kamu tengkurap, kiddos bisa balapan mobil-mobilan yang ada pada kaos yang kamu gunakan.
      Simpel bukan jadi pahmud yang hangat yang dapat menyenangkan anak? Wkwk, selamat menjadi bapak dan selamat memakai ideas tersebut.
      4. OMG-- Kaos Nyeleneh

      Pelajar IPA harus milik kaos nyeleneh yang satu ini. Kok bisa? Ya, itu adalah simbol Oksigen dan Magnesium. Kemudian hubungannya apa? Hubungannya Oksigen beserta Magnesium ada di kurikulum IPA wkwk. Yang desain juga nyeleneh ini.
      Sudah jelas kaos ini termasuk ke dalam Kaos Nyeleneh yang bila kamu memakainya akan disebut sebagai manusia nyeleneh juga.
      5. Orang Ngecat-- Kaos Nyeleneh

      Apakah ini yang disebut art? Kita bisa menatapnya dengan clear bahwa kaos ini dicetak dengan seni tingkat internasional. Apakah kamu bisa menatapnya? Bila tidak, kamu wajib meroketkan jam terbang kamu untuk mengerti keelokan yang didesain oleh orang lain.
      Maka kamu akan mempunyai Power Dewa dalam memahami seni, dan kamu akan setuju bahwa kaos ini didesain dengan skill tingkat dewa.
      Bagaimana? Stop sampai di sini alright mimpinya wkwkw
      6. Perahu Berlayar-- Kaos Nyeleneh

      Kaos c yang dicetak dengan rancangan garis-garis ini keren banget, kita dapat memandang di situ terdapat sebuah sampan yang sedang membelah sungai. Walaupun dengan kreasi rancangan, tapi gambar pada kaos tersebut seperti nyata.
      7. Diremet-- Kaos Nyeleneh

      Ini baru yang namanya kaos nyeleneh, aneh dewa rancangan dari kaos ini. Sekejap terlihat layaknya nyata, bahwa orang tersebut sedang dicengkeram oleh jemari yang raksasa. Supaya terlihat lebih beneran seharusnya sang pemakai kaos berkarakter sedang kesakitan.
      Sah masyarakat yang menatapnya tidak hanya heran, tapi juga ketakutan.
      8. Lubang Perut-- Kaos Nyeleneh

      Atuutt om atutt, banget terlihat jelas, ditambah dengan latar belakang yang hitam dan dengan memasang wajah yang sadis, apabila kamu mengenakan kaos nyeleneh tersebut, positif kamu dianggap hantu.
      Sangat menarik sekali, apalagi digunakan untuk nyerem-nyeremin temen kamu yang memang kecut hati wkwkw. Jangan dong iba. Yang jelas kaos ini terkelompok ke seleksi kaos nyeleneh pada zaman ini. Sungguh dahsyat orang yang mendesain pertama kali, extremely dia inovasi inspirasi seperti ini.
      Mungkin lain kali ada kaos yang lebih dahsyat lagi ketimbang ini, kita tunggu saja inovasi berikutnya.
      9. Hantu Ngintip-- Kaos Nyeleneh

      Eits, siapa itu yang ngintip? Nampak ada dua bola indra berwarna biru yang menyala. Kaos 3D ini sangat jarang ditemui, dan mustinya klop untuk kamu yang suka dengan warna kaos yang suram. Ini bukanlah kaos inovatif, tetapi kaos macam ini bisa menjadi kaos yang abadi.
      10. Korekin-- Kaos Nyeleneh

      Ini ialah kaos nyeleneh yang positif nyelenehh, kaos yang disablon untuk para ahlul hisap yang ingin tampil lebih gaya. Seolah-olah punya tiga tangan, dan tangan palsu yang didesain pada kaos tersebut sedang memegang macis yang akan menyalakan api untuk digunakan merokok.
      11. Anti Air-- Kaos Nyeleneh

      Positif kaosnya anti air? Iya lah, ini beneran serius, jadi adalah kaos terkini yang disertai dengan teknologi abad ini. Yang menjadikannya mustahil bocor air alias kalau terkena air tidak basah, parah keren banget. Harga dari kaos ini belum diketahui, yang jelas lebih expensive dari harga kaos yang biasa kita gunakan.
      Kaos ini dibuat dengan teknologi mutakhir yang sangat bermanfaat bagi kita, apalagi dipakai pada waktu cuaca hujan, kita tidak perlu resah lagi waktu hujan datang tanpa salam, karena hujan tersebut tidak bisa membuat kaos kita basah.
      Kamu sudah tonton kan imej atau foto kaos di atas? Nah, gambar tersebut mengarahkan ada manusia yang menggunakan kaos water resistant yang kemudian diguyur dengan 2 botol air, setelahnya apa yang terjadi? Muncul sangat terang bahwa air tersebut tidak membasahi kaos yang ia pakai.
      Sekejap bila kita cek, kaidah dari air tersebut seolah-olah daun talas, ia tidak dempet atau menembus masuk ke dalam melainkan semua air mengalir ke bawah. Itulah yang membuatnya unik dan sebagai salah satu kaos nyeleneh.
      Apabila kamu ingin membuat sendiri dengan desain kaos seperti diatas dapat membeli bahan baku kaos di toko baju, disana dipastikan  jual kaos polos depan belakang untuk selanjutnya kamu bawa ke tukang sablon untuk proses penyablonan.
      Segini dulu tadi sejumlah penjelasan Kaos Nyeleneh yang membuat kita heran karena ke-nyelenehannya atau mungkin dari teknologi yang digunakan untuk menciptakan kaos itu sendiri. Segini dulu dari saya, mudah-mudahan menambah pandangan dan terimakasih.


    • By Nightrain

      suasana di Camp Nou (markas Barcelona)
      Bulan Mei umumnya merupakan waktu yang paling nyaman untuk mengunjungi sebagian besar negara Eropa karena mulai masuk puncak musim semi dengan suhu hangat yang sangat mirip dengan Indonesia. Kali ini kita memutuskan untuk mengunjungi Spanyol dengan tujuan 3 kota besar-nya yaitu Madrid, ibukota yang berada di tengah; Barcelona, kota pinggir laut yang terletak di timur Spanyol; dan Sevilla, yang merupakan ibukota wilayah Andalusia di selatan.
      Kita juga sempat mampir ke negara kecil Andorra yang terjepit antara Spanyol dan Perancis di area pegunungan Pyrenees karena mudah dijangkau dengan bus dari Barcelona. Lokasi Spanyol dan Maroko yang berdekatan juga membuat kita tidak melewatkan kesempatan untuk menginjakkan kaki pertama kali di benua Afrika dan menghabiskan waktu 3 hari melihat negara eksotis ini.
      Day 1 - Puerta del Sol, Madrid (Selasa, 5 Mei 2015)
      Kita tiba di airport Barajas Madrid sekitar pukul 2 siang waktu setempat atau kurang lebih jam 7 malam WIB. Suhu waktu itu masih sekitar 20 derajat dan setelah melalui proses cek imigrasi dan mengambil bagasi, kita menuju ke stand Lebara untuk mengganti SIM card lokal dengan unlimited internet. Biaya internet di Spanyol relatif murah, sebulan berkisar antara €10 - €15. Selain operator Lebara, disarankan untuk menggunakan Vodafone atau Movistar.
      Untuk menuju ke hotel, ada opsi bus dan subway, namun karena kita belum ada gambaran mengenai lokasi sekitar hotel, jadi daripada buang waktu nyasar, kita langsung menuju taxi stand dan di-charge flat rate €30 ke downtown. Tiba di hotel dan selesai check-in, kita langsung menuju stasiun subway untuk menuju lokasi pertama yaitu Puerta del Sol. Ini adalah titik 0 kota Madrid, alun-alun utama dan di sekeliling lokasi ini banyak sekali turis maupun orang lokal yang sering berkumpul. Artis jalanan juga memadati area sekitar patung kuda untuk mencari sesuap nasi, mulai dari penyanyi kwartet, badut dengan kostum lucu, 'patung statis', dan sebagainya.
       
      Puerta del Sol cocok menjadi starting point Anda untuk menjelajahi kota Madrid karena dari sini Anda bisa menjangkau beberapa landmark dengan berjalan kaki, dimulai dari Plaza Mayor, kemudian mampir sebentar ke Mercado de San Miguel dan sekitar 10 menit Anda akan tiba di Royal Palace of Madrid yang juga berhadapan dengan Catedral de la Almudena. Jangan lupa untuk memperhatikan jadwal buka istana apabila Anda ingin masuk ke dalam, tapi kalau hanya sekedar berfoto di luar saja, paling bagus ambil momen menjelang sunset.
         

      Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam namun hari masih terang karena bulan Mei sudah mendekati musim panas dan di Eropa biasanya sunset baru dimulai sekitar jam 8 malam. Siang hari terasa lebih panjang lagi menjelang Juni karena matahari baru terbenam sekitar jam 9.30 malam. Di Spanyol, kebanyakan orang baru mulai makan malam sekitar jam 9 malam namun restoran rata-rata sudah buka dari jam 5 atau 6 sore, jadi untuk menghindari peak hour sebaiknya jam 8 sudah selesai makan.
      Setelah selesai mengisi perut di salah satu resto terdekat, kita pun kembali ke hotel untuk beristirahat.

      Day 2 - Santiago Bernabeu dan Retiro Park, Madrid (Rabu, 6 Mei 2015)
      Tidak lengkap rasanya kalau ke Madrid tanpa mengunjungi markas klub sepakbola Real Madrid. Terlepas Anda suka atau tidak dengan klub ini, atau bahkan bukan penggemar sepakbola, Real Madrid (dan juga rival mereka, Barcelona) sudah menjadi icon penting negara Spanyol dan tergolong mudah untuk menjangkau stadion klub yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun lalu ini.

      Lokasinya terletak sekitar 6km arah utara Puerta del Sol dan opsi termurah untuk menuju kesana yaitu lewat subway. Buat yang pengen nonton pertandingan, disarankan untuk beli dulu tiket via ticketmaster H-10 untuk menghindari antrian panjang dan kadang untuk big match, belum tentu tiket masih ada pas hari H, namun buat yang pengen liat stadion aja, sebaiknya datang persis jam 10 pagi supaya belum terlalu banyak turis yang datang.
      Tiket masuk untuk tur stadion sekitar €19 dan durasi tur biasanya sekitar 1 jam. Dengan tiket ini, Anda bisa naik ke lantai atas untuk melihat stadion dari tempat tinggi, kemudian lanjut ke dalam museum Madrid untuk melihat koleksi piala, sejarah dan rekor klub, tim inti beserta jersey-nya, dan berbagai macam pernak-pernik Real Madrid, kemudian Anda juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berfoto dan ada petugas yang akan memilih pemain mana yang akan di-crop ke dalam foto tersebut, dan tentu Anda juga bisa mengitari stadion, mencoba duduk di kursi VIP, di bangku cadangan pemain, dan akhirnya membeli berbagai souvenir klub.
       
       
      Selesai dari Santiago Bernabeu, kami mampir ke salah satu restoran di seberang stadion untuk makan siang dan kemudian lanjut menuju pusat kota Madrid yaitu Gran Via. Lokasi Gran Via ini mungkin bisa dikatakan adalah 'Orchard Street'-nya Madrid buat yang familiar dengan kota Singapore. Di jalanan panjang ini berjejer berbagai bangunan tinggi, ada mall, toko, kantor, bahkan kasino. Tentu dengan aristektur bangunan yang juga bervariasi mulai dari klasik hingga modern sehingga nuansa Eropa masih terasa banget. Lokasinya kurang lebih satu blok dari area Malasana tempat hotel kita berada. Area ini bagus juga untuk dijadikan starting point apabila Anda ingin mencari hotel dengan best value, dekat dengan subway, dan cukup banyak restoran di sekitarnya.
       
      Kita menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk berkeliling di sekitar Gran Via dan apabila Anda terus berjalan ke arah timur, Anda akan tiba di Plaza de Cibeles. Di dekat bundaran ini ada Palacio de Cibeles (Cybele Palace) yang sekarang sudah dijadikan City Hall. Lokasi Plaza Cibeles ini juga selalu dijadikan tempat berkumpul fans Real Madrid apabila tim mereka juara dan juga menjadi tempat perayaan tahun baru buat warga kota Madrid. Tidak jauh dari Cibeles, Anda akan tiba di bundaran berikutnya, Puerta de Alcala dan dari lokasi tersebut, Anda akan menemukan pintu masuk ke salah satu taman terbesar Madrid yaitu Retiro Park.
      Buat yang senang art, lokasi taman ini pun tidak jauh dari Prado Museum yang juga merupakan salah satu attraction kota Madrid. Apabila cuaca bersahabat, Anda bisa berjalan santai menuju ke arah danau kecil dan Monument Alfonso XII. Banyak bangku taman berjejer di sana untuk sekedar beristirahat sambil menikmati udara sore dan juga ada beberapa penjual makanan ringan di sekitar situ apabila Anda ingin mencari snack atau minuman ringan. Terlihat banyak warga memadati taman, ada yang bersepeda santai, ada juga yang jogging sore, dan ada juga yang mengitari danau dengan kano.
       
      Waktu kurang lebih pukul 5 sore ketika kita memutuskan untuk kembali ke hotel dulu untuk sekedar rileks dulu. Menjelang jam 7.30, kita berjalan santai menuju restoran Bodega de la Ardosa, salah satu tapas bar di sekitar hotel untuk makan malam. Tiba di sana, baru sekitar 3-4 meja yang terisi karena memang jam restoran terpadat adalah jam 9 malam, apalagi kalau pas weekend dan ada siaran bola. Buat yang belum tahu apa itu tapas, jadi itu adalah sebutan untuk appetizer atau snack khas Spanyol, tersedia baik yang panas (daging/seafood/kentang/dll) maupun dingin (cheese/mixed olives/berbagai macam sayuran/dll). Namun warga Spanyol sering juga menjadikan tapas sebagai main course, bukan sekedar makanan pembuka, karena di satu meja, mereka bisa saja mengorder 6-7 piring tapas untuk 3-4 orang. Mungkin analogi yang agak mirip yaitu seperti sushi di Jepang dimana satu piring bisa terdapat banyak jenis menu untuk di-share.
      Restoran yang kita tuju tersebut merupakan rekomendasi dari resepsionis hotel dan kebetulan mendapatkan skor 4 bintang di tripadvisor. Review restoran di tripadvisor biasanya merupakan opini objektif dari turis berbagai negara sehingga kalau total rating sudah 4 bintang ke-atas, umumnya lumayan atau enak karena pernah juga kita hanya mengandalkan usulan dari salah satu orang lokal dan ternyata hasilnya sangat mengecewakan.
       
      Day 3 - Casa Batllo dan Passeig de Gracia, Barcelona (Kamis, 7 Mei 2015)
      Setelah kelar packing dan check-out, kita bergegas ke stasiun kereta Madrid Atocha dengan menggunakan taxi. Lokasi stasiun tidak jauh dan kurang lebih 15 menit kemudian kita sudah tiba. Tiket kereta cepat AVE dari Madrid menuju Barcelona sudah dipesan dari Indonesia sehingga waktu dan jam sudah fixed. Cara pemesanan tiket tersebut tidak sulit namun untuk menghindari kesalahan, silahkan baca petunjuk 'Buying Renfe Tickets Online' di : http://www.tripadvisor.com/Travel-g187514-c80518/Madrid:Spain:Buying.Renfe.Tickets.Online.html. Untuk harga tiket kereta, ada diskon lumayan apabila Anda booking sekitar 2 bulan sebelum keberangkatan. Kereta pun berangkat sesuai jadwal dan kurang lebih 3 jam kemudian kita sudah tiba di Barcelona. Opsi yang lebih murah bisa menggunakan kereta biasa dengan waktu perjalanan sekitar 6-7 jam dan ada juga yang overnight train untuk menghemat biaya hotel semalam, sekitar 10 jam sampai Barcelona.

      Dari stasiun, kita naik taxi menuju hotel yang ada di Carrer de Mallorca. Sama seperti Madrid, lokasi Mallorca ini cukup dekat dengan jalan protokol, Passeig de Gracia, namun harga penginapan relatif wajar, bahkan tergolong murah. Setelah check-in, kita mampir ke salah satu restoran di dekat hotel untuk makan siang. Impresi pertama cukup baik dan rasanya overall lebih enak dari hampir semua resto di Madrid yang kita coba. Lokasi pertama yang kita tuju adalah Passeig de Gracia karena memang paling dekat dari hotel. Ini adalah 'Gran Via'-nya Barcelona dan buat yang senang shopping, di sinilah surga-nya, mulai dari LV, Prada, Valentino sampai Zara, Mango, dan Puma tersebar di sepanjang jalan. Buat yang tidak senang shopping, jangan khawatir karena banyak juga kafe dan restoran tempat kongkow dan beberapa landmark terkenal seperti Casa Batllo dan La Pedrera.
        
      Untuk masuk ke Casa Batllo, Anda perlu membeli tiket dan dianjurkan untuk membeli tiket secara online karena Anda tidak perlu antri sampai satu jam pada saat mau masuk ke dalam. Bangunan ini adalah hasil karya dari arsitek legendaris Spanyol yaitu Antoni Gaudi. Beliau adalah sosok populer di balik megah-nya bangunan 'Modernista' seperti Sagrada Familia, Casa Mila, dan Casa Batllo tadi. Apabila Anda tertarik untuk mengetahui sejarah penghuni dan ruangan Casa Batllo, di dalam Anda akan dibekali dengan seperangkat alat yaitu tablet dan headphone dan dari lantai atas juga Anda bisa menikmati Passeig de Gracia yang padat dengan turis, warga lokal, maupun kendaraan yang lalu lalang. View bangunan ini juga akan lebih bagus pada saat menjelang malam hari karena lampu-lampu yang dinyalakan akan mempertegas struktur bangunan tersebut yang unik dan indah.
      Tidak terasa kita berjalan hingga pukul 9 malam dan karena di Indo sudah jam 3 pagi, tiba-tiba badan baru berasa lemes dan ngantuk, karena baru hari ketiga dan masih belum adaptasi penuh dengan perubahan jam. Kita pun kembali ke hotel untuk beristirahat.
       
      Day 4 - Palau de la Musica Catalana dan Montserrat (Jumat, 8 Mei 2015)
      Kita mengawali hari ke-empat dengan mengunjungi Palau de la Musica Catalana. Ini adalah tempat konser dengan arsitektur khas Modernista dan merupakan hasil karya Lluís Domènech i Montaner. Tempat ini juga merupakan UNESCO World Heritage Site sejak 1997 dan buat yang senang dengan bangunan unik khas Spanyol, tempat ini layak dikunjungi. Harga tiket masuk kurang lebih sekitar €17 / orang dan kita akan ditemani oleh seorang guide yang dengan senang hati akan menjelaskan mulai dari sejarah tempat ini, konser apa aja, dan cerita-cerita menarik di balik ukiran dan tatanan di dalam gedung tersebut.
       
      Persis di seberang gedung ini ada restoran yang bernama Tosca dan makanannya termasuk enak serta harga relatif wajar. Pelayannya ramah dan cukup fasih berbahasa Inggris, mungkin karena setiap hari banyak turis yang mampir setelah mengunjungi Palau. Salah satu menu andalannya adalah Jamon Iberico atau Iberian Ham, dan sebagian besar berasal dari daging babi yang digarami dan dikeringkan beberapa bulan. Mungkin karena terbiasa makan daging asin ini, banyak variasi makanan Spanyol lainnya malah jadi berasa terlalu asin untuk lidah kita. Untuk yang tidak mengkonsumsi babi, ada baiknya memesan kentang, seafood, dan sayur-sayuran karena selain ham, makanan lain di resto ini juga enak termasuk kentang goreng khas Spanyol.
      Setelah makan, kita menuju Plaza Catalunya, alun-alun utama kota Barcelona yang menjadi meeting point dari daytrip sore itu menuju Montserrat. Tempat wisata ini berasal dari kata 'serrated' karena beberapa puncak gunung yang berdempetan memiliki tinggi yang berbeda sehingga terlihat seperti gergaji dari kejauhan. Di sini terdapat biara Benedictine yang bernama Santa Maria de Montserrat dan seringkali merupakan tempat retreat untuk warga lokal Spanyol. Selain itu, para pecinta alam juga senang mendaki gunung ini dan termasuk populer di kalangan turis.
       
      Area gunung ini bisa dicapai dengan driving sekitar 1 jam dari kota Barcelona. Untuk yang waktunya terbatas, sebaiknya menggunakan local tour untuk ke Montserrat karena perbedaan biaya tidak terlalu banyak dan bisa dilakukan setengah hari saja, namun kalau punya waktu panjang, ada bagusnya berangkat dari pagi hari dan bisa menikmati Montserrat sekitar 3-4 jam sebelum turun dengan menggunakan kombinasi cable car dan kereta. Yang menarik dari Montserrat adalah indahnya pemandangan dari puncak gunung, uniknya gunung yang berwarna merah muda, arsitektur biara yang menawan baik di eksterior maupun interior-nya, serta banyak cerita menarik mengenai Black Madonna dan terbentuknya pegunungan ini. Biaya tur per orang sekitar €45 dengan durasi waktu sekitar 4-5 jam dan tidak menyangka tour guide kita yang asli orang Barcelona ternyata baru balik dari liburan ke Indonesia selama 3 minggu sekitar beberapa bulan sebelumnya.
       
      Tur berakhir sekitar pukul 7 malam namun suasana di Barcelona masih terang benderang karena memang bulan Mei sudah menjelang musim panas. Turis masih memadati area Plaza Catalunya dan kita berjalan santai menuju La Rambla. Ini adalah salah satu jalan terpadat dan mayoritas dijejali oleh turis jadi selalu waspada karena banyak copet beraksi dan rata-rata makanan serta minuman dipatok dengan harga tinggi padahal rasanya di bawah standar. Barang-barang souvenir, mainan, bunga, pernak pernik juga dijual dengan harga tinggi karena La Rambla sudah terkenal sebagai destinasi turis jadi banyak juga grup tour dari berbagai negara yang hanya mampir 1-2 malam di Barcelona pasti dibawa ke sini untuk berbelanja atau makan malam.
       
      Di dekat La Ramblas, ada satu pasar makanan yang juga terkenal yaitu Mercat de Sant Josep de la Boqueria. Berbagai macam jenis makanan mulai dari permen, buah-buahan, sayuran segar, ikan, dan sebagainya dijual di sini, namun karena salah satu destinasi turis juga, dipastikan hari apa pun pasti akan sangat padat dan terus terang tidak terlalu nyaman untuk shopping, namun untuk sekedar menyaksikan keramaian pasar ini sih oke juga. Kita sendiri tidak sampai masuk ke dalam dan memilih untuk makan malam di sekitar situ dan kembali ke hotel untuk beristirahat.
       
      Day 5 - Barri Gotic (Old Town) dan Camp Nou (Sabtu, 9 Mei 2015)
      Kalau di utara Jakarta, ada sepetak lokasi yang dinamakan Kota Tua yang sebagian berdiri bangunan peninggalan Belanda, maka di timur Barcelona pun terdapat satu lokasi yang mirip dan dinamakan Barri Gotic atau juga dikenal dengan Old Town. Mayoritas bangunan ini adalah peninggalan abad pertengahan, dan sebagian kecil malah dari jaman orang Romawi ketika mereka datang menetap di Spanyol. Yang paling terkenal di sini adalah Basilica of La Merce, namun kalau Anda punya banyak waktu untuk menjelajah jalan-jalan sempit Barri Gotic, banyak landmark yang bisa dikunjungi seperti Santa Maria del Pi Basilica, Palau Reial Major, City Hall, Placa Sant Jaume, dan Placa del Rei. Karena disain tempat ini seperti labyrinth, maka siap-siap untuk 'tersesat' namun tidak perlu takut karena selain bisa menggunakan patokan GPS untuk kembali ke jalan utama, banyak juga papan penunjuk jalan untuk mengarahkan kita ke La Ramblas atau pun ke pantai Barceloneta yang terletak tidak jauh dari sini.
       
      Banyak artis jalanan mencoba mengais rejeki di hampir setiap lorong Barri Gotic, mulai dari pemain cello, penyanyi bersuara ala Pavarotti, pengrajin bekas kaleng minuman, sampai badut-badut yang berkeliaran di sekitar Cathedral. Yang terakhir ini kadang yang agak mengganggu karena begitu kita kepengen foto sendiri, mereka suka mendekat untuk ikut berfoto bareng, maksudnya mungkin biar fotonya lucu dan unik, tapi kadang malah ngerusak, belum lagi persisten untuk minta tip dan seringnya mau lebih dari €2. Saran saya, kalau liat yang beginian, mending jauhi dan cari lokasi yang lebih aman, atau kalau masih nekad mendekat, jutekin saja.
      Kita menghabiskan waktu sekitar 4 jam untuk berkeliling santai di area ini dan kembali ke La Ramblas untuk rileks di salah satu resto sambil menunggu jam 4.30 sore. Hari itu kita akan menonton pertandingan antara Barcelona melawan Real Sociedad di Camp Nou, markas dari klub sepakbola Barcelona. Lokasi stadion ini kurang lebih 30 menit dari pusat kota dan pertandingan akan dimulai sekitar jam 6 sore waktu setempat. Di stasiun subway, baru kali ini kita melihat antrian tiket kereta MRT yang sangat panjang karena banyak warga lokal dan turis yang sudah memegang tiket siap menuju stadion. Teriakan yel-yel 'Barca .. Barca .. Barca' mulai menggema dimana-mana dan tidak sedikit yang mengenakan kostum kebanggaan mereka dengan tulisan punggung Messi, Neymar, maupun Suarez.
       
      Kalau Anda ingin menyaksikan pertandingan ini secara langsung, maka sebaiknya jangan lupa untuk membeli tiket via website (seperti ticketmaster) sekitar 10 hari sebelum hari H, karena tiket biasanya baru dijual setelah jadwal pertandingan ditetapkan oleh komite sepakbola mereka. Di stadion biasanya tidak ada ticketbox, kecuali Anda hunting tiket batal dari pemegang tiket musiman. Setiap pertandingan ada rating yang menentukan harga tiket, jadi untuk kali itu, Real Sociedad dianggap tim papan tengah dan harga tiket tidak terlalu mencekik, kurang lebih €130 dari seat yang bisa dibilang cukup pantas. Untuk harga tiket di bawah €80, posisinya terlalu jauh sehingga Anda harus siap binocular, dan kalau seat yang lebih dekat umumnya sudah sold out atau harga bisa €200 lebih. Kalau pertandingan papan atas, seperti El Clasico atau melawan tim tangguh, Atletico Madrid, atau pertandingan Liga Champion, bisa dipastikan harga tiket 2-3x lipat dan itu pun belum tentu masih available.
      Setelah menyiapkan dua tiket masuk, kita berjalan bareng bersama para suporter Barcelona ke dalam stadion dan di dalam, banyak petugas yang hilir mudik untuk membantu penonton menuju ke bangku masing-masing. Rata-rata para petugas bisa bahasa Inggris sedikit dan ramah dalam menghadapi berbagai macam turis yang kebingungan mencari seat mereka, dan biasanya kalau Anda kepengen minta tolong foto, para petugas tidak diijinkan untuk membantu mengambil foto karena itu memang peraturannya. Dari seat kita, terlihat jelas para pemain sudah melakukan pemanasan dan tepat jam 6 sore, pertandingan pun dimulai.

      Setelah ditinggalkan beberapa pemain bintang, Real Sociedad terlihat berbeda dibanding 3-4 tahun silam dan sore itu mereka hanya mampu bermain defensif dan setidaknya di paruh pertama, mereka masih berhasil menahan imbang Barcelona tanpa gol. Namun memasuki babak kedua, trio MSN terus membombardir mereka dan akhirnya Neymar berhasil mencetak gol pertama. Sekitar 5 menit sebelum usai, Pedro yang kini memperkuat Chelsea, melakukan bicycle kick yang indah dan memperlebar keunggulan Barcelona dan sore itu mereka berhasil meraih 3 poin penuh setelah menang 2-0.
      Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah pantas mengeluarkan uang €130 untuk menonton 2 jam pertandingan bola ? Kalau Anda fans bola, tentu jawabannya sangat pantas karena bisa menyaksikan langsung para pemain bintang idola, namun kalau Anda tidak suka bola atau olahraga, saya tetap beranggapan ini adalah pengalaman yang boleh dicoba setidaknya sekali seumur hidup karena setidaknya Anda bisa merasakan atmosfir pertandingan kelas dunia, melihat stadion dari dalam maupun luar, berada di antara puluhan ribu suporter yang dengan antusias tinggi terus mendukung klub mereka selama 90 menit penuh, dan bisa membagikan cerita ini ke teman ataupun saudara yang sangat menyukai sepakbola.
       
      Day 6 - Andorra (Minggu, 10 Mei 2015)

      Andorra, negara kecil yang tidak memiliki airport dan terjepit antara Spanyol dan Perancis ini, bisa diakses dengan mudah melalui Barcelona. Ada banyak pilihan bus untuk menuju ke sana namun kalau Anda tidak punya agenda untuk melakukan hiking, maka ada bagusnya memilih opsi daytour seperti yang kita ambil, karena selain kita diberikan waktu cukup untuk mengitari pusat kota Andorra de la Vella, kita juga punya kesempatan untuk mampir di salah satu desa kecil, Baga dan juga Mont Louis, Perancis.
      Pagi hari sekitar jam 7 kita sudah hadir di tempat berkumpul dan karena Andorra bukan merupakan destinasi impian yang umum, maka kebetulan yang jadi peserta tur hari itu mayoritas manula yang ikut cruise dari Amerika. Yang menarik dari mereka ini ada sepasang traveler yang sudah berumur 70 tahun lebih yang sudah berkeliling ke lebih dari 100 negara dan fisik mereka masih terlihat segar dan kuat. Lucunya mereka belum pernah menginjak Indonesia, mungkin sedikit terintimidasi dengan berita-berita terorisme, entahlah, namun setelah kita cerita sebagian keindahan Indonesia, mereka tertarik untuk datang apabila ada kesempatan nanti.
       
      Sekitar 1 jam lebih, kita jalan menuju utara dan mampir sebentar di salah satu kafe kecil untuk sarapan singkat, sebelum lanjut menuju Baga. Pemandangan yang indah terbentang di sepanjang perjalanan, terlihat bukit dan lembah yang hijau, ada danau kecil, berbagai macam variasi tanaman dan juga banyak bangunan rumah yang bagus. Desa Baga ini kecil dan sangat sepi, penduduk lokal-nya sedikit, dan kita hanya butuh waktu 15 menit untuk mengitari Baga. Ada satu gereja tua yang sudah lama berdiri dan rupanya ini adalah salah satu attraction kota Baga, selain alun-alun yang dikelilingi oleh beberapa kafe kecil. Seperti kebanyakan tempat di Eropa, bangunan gereja memang sering menjadi objek wisata oleh mayoritas turis karena biasanya masing-masing memiliki eksterior dan interior yang unik dan sering kali berbeda antara satu dan lainnya. Di samping itu, sebagian juga memiliki cerita-cerita sejarah yang menarik.

      Dari Baga, kita meninggalkan Spanyol dan melintasi perbatasan menuju Mont Louis, Perancis. Sekitar pukul 10 pagi waktu setempat kita tiba dan mampir lagi ke satu restoran kecil untuk menikmati croissant khas Perancis. Mont Louis ini bisa dikatakan area administratif kecil, atau dalam istilah pemerintahan Perancis, disebut juga 'commune'. Desa ini dikelilingi oleh dinding tinggi sehingga terlihat seperti benteng kecil dan view di luar gerbang sangat bagus. Kalau Anda sempat mampir kesini, Anda bisa menikmati view yang lebih bagus dari atas bukit yang bisa diakses dari dalam. Jumlah penduduk tidak banyak berbeda dengan Baga dan banyak turis seperti kita hanya mampir sebentar saja.
       
       
      Tujuan berikut dan terakhir adalah Andorra. Negara ini bukan bagian dari Schengen namun untuk masuk tidak diwajibkan Visa, tapi perlu diingat ketika Anda keluar dari Schengen dan akan kembali lagi, pastikan Anda punya akses 'multiple entry'. Walaupun hampir tidak pernah ada yang diperiksa ketika kembali ke Spanyol (atau Perancis), tidak ada salahnya untuk dipersiapkan dari Indonesia.
      Kebanyakan traveler datang ke Andorra untuk hiking dan main ski namun hal tersebut tidak memungkinkan kalau Anda hanya daytrip karena minimal harus nginap semalam agar bisa mulai dari subuh dan kembali pas sunset. Di tambah lagi pada waktu kita kesana, akses jalan menuju ke hiking area masih ditutup karena ada perbaikan jadi waktu hanya bisa dialokasikan untuk explore kota Andorra de la Vella.
       
      Bank, grocery store, restoran, kafe, berbagai macam toko berjejer di jalan utama kota ini. Buat para traveler yang demen shopping biasanya cocok karena negara ini tax-free sehingga harga-harga minuman alkohol, parfum, baju, dan sebagainya kadang kalau dihitung bisa berbeda sampai 15-20% dibanding Spanyol atau Perancis. Banyak warga Spanyol juga sering mampir kesini juga untuk menghabiskan weekend karena relatif sepi sehingga suasana-nya terasa santai dan relaxing untuk keluarga.
       
      Namun, seperti juga di Spanyol, kultur orang sini ngga banyak berbeda dengan Spanyol jadi kalau Anda tiba sekitar pukul 2 siang, sebagian toko malah tutup untuk 'siesta' atau istirahat siang dan mulai buka lagi sekitar jam 5 sore. Tapi tentunya mayoritas restoran dan kafe tetap buka, dan toko-toko yang besar yang paling sering didatangi turis pun buka. Icon kota ini bisa dibilang adalah jam pahatan Salvador Dali yang dinamakan 'The Nobility of Time'. Tidak sulit untuk menemukan jam ini karena ada di Piazza Rotonda. Dari tempat parkir utama bus, kita cukup jalan sekitar 10 menit. Karena tidak terlalu luas, Anda cukup menghabiskan waktu 3 jam untuk berkeliling Andorra de la Vella.
      Dari kota ini, kita akan jalan kembali ke Barcelona namun sebelumnya, kita naik dulu ke salah satu puncak bukit dimana ada satu gereja tua Sant Miquel Engolasters berdiri, dan yang paling menarik dari spot ini adalah view kota Andorra de la Vella yang jelas terhimpit antara dua gunung tinggi. Panorama dari sini sangat indah dan menjadi klimaks dari kunjungan kita ke negara kecil ini.
       
      Dari pengalaman kita mengunjungi Andorra, kalau Anda tidak ada rencana hiking, bisa disimpulkan akan lebih baik mengambil daytour ketimbang pergi sendiri dengan bus karena Anda akan dibawa mampir ke Baga dan Mont Louis namun kalau dari awal Anda ingin untuk mengunjungi ski resort atau naik gunung, tentunya lebih baik menginap semalam atau dua malam disana.
      Day 7 - Park Guell dan Sagrada Familia (Senin, 11 Mei 2015)
      Hari ini agenda kita agak santai karena tujuan kita hanya dua landmark saja yaitu Park Guell dan Sagrada Familia karena sore hari sekitar jam 5 kita sudah harus menuju airport untuk terbang ke Marakkesh, Maroko. Dua tempat ini berdekatan dan dapat dijangkau dengan taxi kurang lebih 15 menit saja dan termasuk dua lokasi favorit para turis karena selain dianggap sebagai bagian dari icon kota Barcelona, juga masuk ke dalam UNESCO World Heritage Site.
       
      Park Guell terletak di Carmel Hill sehingga untuk mencapai tempat ini akan lebih baik menggunakan bus karena halte-nya sangat dekat dengan pintu masuk ketimbang harus naik subway dan 'mendaki bukit' yang menghabiskan stamina. Yang menarik dari Park Guell ini adalah kita bisa menyaksikan keunikan karya Antoni Gaudi yang menggabungkan kreativitas seni dia dengan alam dan lokasi di perbukitan ini juga menyuguhkan pemandangan indah kota Barcelona dari ketinggian.
       
      Untuk masuk ke dalam taman ini, dikenakan biaya kurang lebih €7 dan tiket sebaiknya dibeli online untuk menghindari antrian panjang di pintu masuk. Umumnya, kita cukup menghabiskan waktu 1.5 jam untuk mengelilingi seluruh kompleks ini, termasuk melihat ke dalam dua bangunan utama yang terletak di pintu masuk utama namun ada juga warga lokal yang memanfaatkan taman ini sebagai lokasi piknik keluarga dan bersantai sambil menikmati view kota.
      Lokasi berikut yang kita tuju adalah Sagrada Familia dan kita menggunakan taxi agar lebih nyaman dan cepat. Biaya kurang lebih €10-€13 tergantung traffic dan kalau Anda pergi berdua atau lebih, ada baiknya menggunakan taxi untuk hemat waktu dan tenaga karena nanti akan banyak jalan sekitar Sagrada dan juga untuk turun tangga dari menara.
       
      Seperti layaknya kebanyakan landmark di Spanyol, tentu untuk masuk ke Sagrada Familia harus memiliki tiket dan sangat disarankan untuk beli online dari 2-3 minggu sebelumnya karena kalau mau antri hari H, terkadang Anda bisa menunggu sampai 2 atau 3 jam, bahkan lebih kalau lagi peak season. Sebelum masuk ke Sagrada, kita berjalan ke taman yang ada di seberang gereja untuk bersantai dan berfoto, kemudian mampir ke salah satu resto untuk lunch dulu.
       
      Sekitar jam 2 siang, kita bergegas menuju Sagrada dan antri sebentar (sekitar 15 menit) untuk pemegang tiket online, dan tiba di dalam, kita langsung takjub melihat megahnya disain Gaudi ini. Interior gereja ini dipenuhi dengan jendela tinggi sehingga dikelilingi oleh banyak sinar matahari yang membentuk warna pelangi. Lokasi cukup padat dengan turis, baik yang berdoa maupun sekedar berfoto.
       
      Di Sagrada, ada dua menara tinggi yang dinamakan Passion dan Nativity dan untuk pemegang tiket, Anda diperbolehkan untuk memilih salah satu menara. Di forum, banyak diskusi mengenai tower mana yang lebih baik, namun prinsipnya dua tower ini menawarkan view yang mirip dan dari kedua puncak menara, pengunjung bisa melihat interior dan exterior yang sama, tapi ada juga yang mengatakan lebih baik Passion saja karena sedikit lebih tinggi sehingga view lebih baik dari atas. Kita sendiri memilih Nativity karena kebetulan antrian lift juga tidak terlalu panjang dan kita puas, jadi saran saya, pilih saja antrian yang lebih sepi karena waktu cukup berharga.
      Sagrada Familia ini adalah landmark terakhir yang kita kunjungi di Barcelona dan sore itu kita segera kembali ke hotel untuk melakukan packing terakhir dan taxi sudah siap untuk membawa kita ke bandara untuk meninggalkan Spanyol menuju Maroko.
      Day 8 - Marrakech (Selasa, 12 Mei 2015)
      Kita mendarat di bandara Menara sekitar pukul 8 malam waktu setempat. Suasana di dalam bandara sudah agak lengang dan hampir semua turis mulai memadati money changer untuk menukarkan uang mereka ke dirham. Sangat disarankan untuk membawa EUR atau USD dan ditukar langsung di Maroko karena selisih akan cukup besar kalau Anda membeli dirham di negara lain.
       
      Kota Marrakech ini adalah salah satu pusat pariwisata Maroko, sempat tercantum sebagai destinasi terbaik TripAdvisor tahun 2015 dan mengundang banyak sekali turis Eropa dan Amerika untuk menikmati perbedaan kebudayaan dan kuliner yang ekstrim, namun untuk kita orang Indonesia yang merupakan negara mayoritas beragama Islam, pasti akan merasakan suasana yang sangat familiar dengan Marrakech.
      Perkembangan kota dan negara ini tergolong lambat, ini disebabkan karena ekonomi mereka tidak mampu bertumbuh pesat seperti Indonesia yang ditunjang dengan derasnya investasi asing dan berbagai macam komoditi perdagangan yang melimpah ruah. Terhimpit oleh luasnya gurun pasir membuat mereka juga tidak leluasa mengembangkan agrikultur sehingga turis merupakan sumber devisa utama.
      Secara umum, Marakkesh dikelilingi tembok yang membentengi kota tua (yang juga sering disebut Medina) dan berbatasan dengan lingkungan baru yang kebanyakan dipadati oleh imigran dan investor Perancis (biasa disebut Gueliz). Di dalam Medina, bertebaran hotel-hotel khas Maroko yang dinamakan 'riad' dan sangat disarankan untuk menginap di 'riad' untuk menikmati suguhan interior otentik dan juga mendapatkan berbagai macam informasi penting dari owner maupun helper-nya.
       
      Mayoritas turis yang tidak mempunyai informasi banyak mengenai kota ini biasanya akan kaget ketika pertama kali menginjakkan kaki disini karena selain kesan kumuh terhampar di berbagai sudut kota, mayoritas orang lokal berasa terlalu 'friendly' ketika menghampiri turis baik menawarkan dagangan ataupun layanan mereka. Traveler wanita sebaiknya tidak jalan sendiri untuk menghindari hal yang tidak diinginkan jadi paling baik berdua atau bertiga dan memilih jalan yang ramai, atau ditemani guide lokal yang terpercaya.
      Malam itu, kita langsung beristirahat di riad karena besoknya jam 9 pagi, kita sudah janji untuk bertemu dengan Youssef yang bisa dikontak melalui Tripadvisor (Marrakech Tour Guide - Private Tours).
      Day 9 - Marrakech (Selasa, 12 Mei 2015)
      Setelah sarapan pagi, kita memulai hari dengan bertemu dengan Youssef yang sudah menunggu di ruang tamu riad kita. Sangat disarankan untuk memanfaatkan jasa tour guide lokal ketika Anda pertama kali datang ke Medina karena ada tiga faktor penting yaitu kita bisa mengetahui dan mengenal lebih dalam sejarah dan budaya dari orang lokal serta lingkungan sekitar; kita tidak akan tersesat dalam labirin Medina dan menghemat waktu untuk tahu tempat-tempat penting maupun yang rawan; kita bisa bertanya mengenai tempat makanan favorit orang lokal, kudapan ringan, juga meminta dia untuk membantu menawar barang/souvenir.

      Youssef mengajak kita untuk mencari taksi dan menuju ke Jardin Majorelle. Lokasi taman ini ada di Gueliz sehingga agak jauh dari Medina. Taman yang dimiliki oleh mendiang designer Yves Saint Laurent ini menyimpan berbagai macam koleksi kaktus dan tanaman, tersebar mengelilingi kolam kecil dan bangunan museum suku Berber dengan warna biru cerah. Lokasi ini termasuk salah satu favorit turis dan banyak spot menarik untuk berfoto.
      Setelah puas di sana, kita kembali ke Medina dan mulai berjalan menuju Bahia Palace. Bulan Mei sebenarnya sudah terlalu panas untuk berjalan karena menjelang jam 12 siang, suhu bisa mencapai 42 derajat dan menurut Youssef, waktu terbaik adalah awal Maret ketika suhu berkisar antara 20-25 derajat. Tiba di Bahia, Youssef membawa kita mengunjungi ruangan demi ruangan sambil bercerita mengenai sejarah dari istana ini.
       
      Tujuan berikut adalah melewati Koutobia Mosque dan mampir di Saadian Tombs. Mausoleum ini merupakan tempat peristirahatan keluarga dinasti Saadi yang hidup di abad ke-16 dan kita diperbolehkan untuk mengambil foto di sini. Karena tempat ini tidak terlalu luas, maka biasanya 15-20 menit sudah cukup dan kita mampir ke salah satu restoran untuk makan siang.
      Setelah makan siang, Youssef membawa kita menelusuri labirin Medina dari satu gang ke gang yang lain, dari satu souk ke souk yang lain. Dia mengatakan bahwa semua turis tanpa GPS yang datang ke sini sudah pasti akan tersesat dan banyak yang menghabiskan waktu ber-jam jam untuk bisa balik ke hotel mereka namun untuk mereka yang cuek, pengalaman tersesat ini memang yang di cari.
       
      Kita mending cari aman karena berabe kalau tersesat dan kecopetan sementara masih ada rencana ke Sevilla 4 hari dan kembali lagi ke Madrid. Youssef tinggal tidak terlalu jauh dari Medina dan hampir semua pedagang kenal dia. Ini keuntungan jalan bareng dia karena selain tidak akan ditipu dan diganggu, biasanya buat yang senang belanja barang macam-macam mulai dari souvenir, baju, sepatu Maroko, lampu, dan sebagainya bisa dapat harga terbaik. Kita diajak berputar mengunjungi tempat-tempat esensial di Medina termasuk pengolahan besi dan dapur pembuatan kue sebelum akhirnya kita diantar lagi ke riad untuk beristirahat.
       
      Persis jam 19.30, kita ditunjukkan jalan terdekat menuju Djemma El-Fna. Ini adalah alun-alun utama Medina, tempat yang paling tersohor di Marrakech dimana berbagai macam pedagang berkumpul, tukang makanan dan jajanan, pawang ular, pertunjukan topeng monyet, dan sebagainya. Bukan menjadi hal yang asing buat kita warga Indo yang sering melihat pasar malam, namun buat para bule, melihat 'organized chaos' seperti ini tentu menjadi atraksi yang tidak lazim.
      Untuk mendapatkan view yang maksimal, ada baiknya naik ke salah satu restoran terdekat dan pesan saja satu atau dua minuman ringan yang penting bisa nongkrong di salah satu meja, karena biasanya makanan di tempat 'touristic' seperti ini tidak enak dan mahal. Setelah puas mengambil foto, coba makan di salah satu stall yang ada di bawah. Jangan mengharapkan makanan senikmat di Indo namun perlu dicoba untuk sekedar pengalaman.

      Karena masih belum terlalu familiar sama jalan dan lingkungan sekitar, kita memutuskan untuk kembali ke hotel sekitar jam 9 malam karena jalanan masih relatif ramai sehingga tidak terlalurawan kalau tersesat. Walaupun menurut Youssef, tingkat kriminalitas di Marrakech sangat rendah, tetap lebih baik untuk menjaga kemungkinan terburuk dan hindari hal-hal yang bisa mengundang bahaya.
      Day 10 - Marrakech - Ouarzazate (Rabu, 13 Mei 2015)
      Pagi itu sekitar jam 07.00 kita sudah siap untuk berangkat karena perjalanan menuju Ouarzazate cukup jauh, sekitar 4 jam dari Marakkesh. Kita sudah booking daytrip service ke Ait-Ben-Haddou dari Indonesia melalui Youssef juga dan memang landmark tersebut merupakan salah satu highlight Maroko, selain sand dunes yang tersohor itu di dekat Merzouga. Supir-nya yang bernama Ali sudah tiba di riad dan satu hal yang mengecewakan yaitu Ali tidak bisa berbahasa Inggris dan hanya fasih bahasa Perancis dan Arab saja.
      Jadwal memang sudah ada di tangan dia tapi sayangnya kita tidak bisa ngobrol banyak untuk tanya hal-hal menarik yang kita lihat sepanjang perjalanan, namun karena tidak ada opsi lain, ya sudah kita tetap nekad saja jalan. Ali sendiri orangnya ramah dan terlihat friendly, terbukti dari antusiasme-nya untuk terus mengajak ngobrol dengan bahasa Perancis di selingi dengan 1-2 kata Inggris, namun apa daya, kita cuma bisa ketawa karena ngga ngerti.
      Jalanan menuju luar kota relatif sepi, mungkin karena hari kerja, dan di kiri kanan terlihat agak lengang dengan beberapa rumah ber-cat merah khas bangunan Marrakesh. Dua jam pertama, kita berhenti di salah satu spot dengan view landscape padang rumput berlatar belakang gunung yang bagus. Setelah itu, ada satu spot dengan pemandangan deretan rumah tradisional suku Berber yang di bangun di area perbukitan. Tidak lama kemudian, kita sudah memasuki 'Tizi Tichka Pass' - salah satu jalanan berkelok yang di anggap berbahaya karena tidak ada pembatas jalan dan biasanya di sarankan hanya untuk driver yang sangat berpengalaman.
       
      Separuh jalan, kita berhenti di salah satu puncak bukit untuk menikmati view yang spektakuler. Memang tidak salah apa yang di katakan Patrick, pemilik Riad yang kita tempatin, bahwa landscape menuju Ait Ben Haddou memang salah satu yang terbaik di Maroko dan jangan sampai di lewatkan apabila berkunjung ke Marrakesh. Akhirnya, setelah menempuh perjalanan hampir 4 jam, kita tiba di kota Ouarzazate. Ada dua lokasi menarik di kota ini, yang pertama yaitu Atlas Film Studio - lokasi syuting yang sering dipakai sutradara Hollywood untuk film-film seperti Kingdom of Heaven, Alexander The Great, Lawrence of Arabia, dan sebagainya.
       
      Yang kedua adalah Taourirt Kasbah, semacam istana tua dengan arsitektur klasik suku Berber. Di tempat ini, sering sekali Anda ditawari jasa guide oleh orang lokal, yang mengesalkan kadang mereka sangat persisten walaupun sudah ditolak, namun apabila kita ingin tahu detail mengenai apa yang terjadi di setiap sudut ruangan ini, guide tersebut sangat membantu. Selain interior yang bagus, view ke luar yang bisa terlihat dari jendela-jendela kecil juga menawan.
       
      Selesai makan siang di restoran yang ada di dekat kasbah, kita pun lanjut menuju Ait Ben Haddou. Landmark ini pun sering di jadikan lokasi syuting film karena bentuk-nya seperti benteng kuno dengan exterior unik dan juga termasuk dalam daftar UNESCO World Heritage Site. Untuk menuju ke situs ini, dari parkiran yang berada di atas bukit, kita harus turun menuju ke bawah melalui anak tangga dan menyeberang sungai dangkal untuk sampai di kasbah. Karena suasana yang sangat terik dan juga kita sudah melihat bagian dalam kasbah Taourirt, kita memutuskan untuk tidak mengeksplorasi Ait Ben Haddou namun hanya berfoto dan menghabiskan waktu di sekitar lokasi saja.
       
      Setelah puas berfoto, kita pun kembali ke parkiran untuk pulang ke Marrakesh. Biasanya, untuk yang punya waktu 2-3 hari ekstra, dari sini bisa lanjut menuju Merzouga dengan waktu tempuh sekitar 5-6 jam dan menginap di sana untuk menikmati pemandangan sand dunes, namun karena kita harus berangkat menuju Sevilla besok hari, maka kita harus melewatkan kesempatan ini. Perjalanan pulang melewati 'Tizi Tichka Pass' menyuguhkan kita pemandangan bagus dari sisi yang berbeda dan pastikan jangan terlelap karena banyak spot menarik untuk diabadikan dengan kamera.
       
      Kita tiba di Marrakesh sekitar jam 8 malam, walaupun langit masih terang namun kita terlalu lelah untuk berkeliling Medina lagi jadi kita putuskan untuk istirahat di riad saja sambil packing santai agar besok pagi masih sempat jalan sebentar sebelum ke airport.
      Day 11 - Marrakech / Sevilla (Kamis, 14 Mei 2015)
      Setelah istirahat cukup, pagi hari sekitar pukul 8 kita sarapan dan kemudian menyempatkan diri untuk berkeliling sebentar di Medina karena masih ada waktu sekitar 3 jam sebelum kita ke airport. Saking ngebet dan 'nafsu' terhadap turis, terkadang untuk sebagian orang, Marrakesh menjadi berasa 'tidak aman' karena di sepanjang jalan, para pedagang maupun yang menawarkan jasa sering kali sangat agresif. Kita sempat ditawarin oleh salah satu pemandu wisata untuk mengantarkan kita ke tannery (atau tempat pengolahan kulit binatang untuk menjadi kulit yang bisa digunakan untuk industri) yang memang menjadi salah satu spot turis namun karena orang lokal tersebut terlihat sangat antusias untuk mengantarkan kita, kita malah memutuskan untuk batal karena selain kita khawatir di bawa ke tempat yang terlalu asing sehingga kita sulit untuk balik ke riad, kita juga khawatir kalau nanti dikerubutin oleh mereka dan dimintain uang (atau lebih apes lagi, dirampok). Di forum Tripadvisor, banyak yang ternyata mengeluh karena jadi korban 'tannery scam', jadi usahakan selalu waspada dan jangan lengah.
      Setelah membeli beberapa souvenir, kita mampir ke restoran Fatima Berbere yang direkomendasi Patrick untuk makan siang. Ternyata restoran ini juga mendapatkan rating yang cukup tinggi di Tripadvisor. Soal rasa, termasuk enak apabila dibandingkan dengan beberapa restoran yang pernah kita coba di Marrakesh, namun tentunya kalah dengan makanan Indonesia. Yang jadi masalah, owner-nya kesulitan berbahasa Inggris jadi kita tidak bisa bertanya banyak ke dia soal makanan dan lainnya. Setelah makan dan balik ke riad, kita pamit ke Patrick yang sudah menjadi friendly host dan segera ke airport untuk terbang menuju Sevilla.
       
      Perjalanan menuju Sevilla hanya memakan waktu sekitar 1.5 jam saja dan kita tiba di ibukota area Andalusia tersebut sekitar pukul 2 siang. Taxi mengantarkan kita ke hotel Monte Carmelo dan setelah check-in dan istirahat sebentar, kita bersiap untuk jalan santai menuju tujuan pertama, Plaza de Espana. Lokasi hotel ini tergolong strategis karena cukup dekat dengan subway dan berada tidak jauh dari sungai Guadalquivir sehingga hanya butuh sekitar 15-20 menit untuk berjalan menuju Plaza Espana.
      Cuaca di pertengahan Mei sudah bisa dibilang panas jadi kalau Anda berjalan kaki sekitar pukul 4 sore, suhu bisa mencapai 30-32 derajat dan walaupun udara kering, sinar matahari yang terik bisa cepat menguras tenaga. Lokasi Plaza Espana ini bersebelahan dengan taman Maria Luisa sehingga cocok banget untuk berjalan santai maupun jogging ringan. Banyak spot foto yang bagus di Plaza Espana dan menurut kita, termasuk salah satu plaza yang sangat bagus dengan berbagai ukiran indah.
       
       
      Sore itu kita menghabiskan waktu di sekitar plaza dan taman dan kemudian berjalan santai balik menuju hotel menyusuri jalan di pinggir sungai. View menjelang sunset di sekitar jembatan sangat indah dan di sepanjang jalan kita ketemu banyak orang yang sekedar olahraga sore maupun menikmati pemandangan sambil mengobrol, street artist yang nongkrong sambil melukis foto wajah, maupun keluarga yang lagi asik menikmati coffee break di kafe.
      Kota Sevilla ini memang sangat friendly untuk pejalan kaki dan dengan tata kota yang rapi dan tergolong bersih, kota ini wajib dikunjungi kalau Anda mempunyai kesempatan untuk berwisata ke Spanyol selatan.
      Day 12 - Sevilla (Jumat, 15 Mei 2015)
      Kita mengawali hari kedua di Sevilla dengan mengunjungi salah satu landmark terbaik kota ini yaitu Royal Alcazar of Seville. Konon banyak yang mengakui bahwa istana ini adalah salah satu yang terbaik di Spanyol dan juga masuk ke dalam daftar UNESCO World Heritage Site. Awalnya dibangun oleh raja Moor (dari Maroko) ketika mereka melakukan invasi ke Spanyol dan berhasil, dan kemudian dipugar oleh bangsa Spanyol ketika mereka berhasil mengusir bangsa Moor. Istana ini sangat bernuansa Arabic namun juga kental dengan influence Eropa sehingga menjadikan Alcazar sebagai satu kompleks bangunan yang unik. Selain film 'Kingdom of Heaven' yang mengambil salah satu pelataran sebagai lokasi syuting, beberapa episode 'Game of Thrones' juga pernah menjadikan Alcazar sebagai setting film tersebut.
       
      Dari Alcazar, kita berjalan sekitar 15 menit menuju lokasi berikutnya yaitu Catedral de Sevilla (Sevilla Cathedral) yang juga merupakan landmark UNESCO. Bangunan gereja di Eropa termasuk bagus dan layak untuk didatangi karena eksterior maupun interior-nya sangat mengagumkan. Detail pengerjaannya patut diacungi jempol dan umumnya kita bisa naik ke salah satu menara untuk menikmati pemandangan kota dari ketinggian.
       
      Setelah puas memotret kota Sevilla dari puncak menara Giralda, kita turun dan mampir ke salah satu restoran di sekitar Barrio Santa Cruz untuk makan siang dan kemudian melanjutkan eksplorasi area kota tua Sevilla. Ada satu landmark unik yaitu Metropol Parasol yang juga dikenal dengan nama Las Setas de la Encarnacion. Bangunan ini berbentuk seperti jamur dan Anda bisa naik ke atas untuk menikmati pemandangan kota Sevilla.
       
       
      Di sekitar lokasi ini juga ada satu jalan panjang yang dipenuhi dengan kafe, restoran, maupun toko, jadi buat yang seneng nongkrong ataupun shopping, cocok juga untuk melepas penat dengan bersantai di sini, sekedar ngopi, ngebir, ataupun menikmati nyanyian artis jalanan. Setiap sudut lorong di sekitar area ini sangat menarik untuk dijelajahi karena banyak toko kecil yang menawarkan souvenir unik, makanan ringan yang membuat kita penasaran untuk mencoba, maupun bangunan-bangunan kuno khas Eropa yang bagus untuk dijadikan latar belakang foto.

      Karena waktu masih menunjukkan pukul 6 sore, kita memutuskan untuk berjalan santai sekitar 30 menit menuju hotel sambil mampir di salah satu restoran fast food untuk makan malam. Di peta terlihat tidak jauh, namun karena kita sudah kehabisan tenaga dari pagi hari, perjalanan balik terasa sangat melelahkan. Setelah tiba di hotel dan selesai mandi, tidak lama pun kita langsung terlelap.
      Day 13 - Jerez de la Frontera (Sabtu, 16 Mei 2015)
      Awalnya pada waktu kita menyusun itinerary di Spanyol, kita tidak tahu mengenai adanya 'Horse Fair' yang setiap tahun diadakan di kota Jerez sampai saya membaca di forum Tripadvisor kalau ada traveller yang setiap tahun pasti menyempatkan waktu untuk menghadiri acara ini. Kebetulan tanggal-nya cocok jadi kita memutuskan untuk tidak melewatkan acara ini dan sekalian penasaran juga ingin melihat seberapa meriah sampai ada yang setiap tahun selalu balik.
         
      Festival ini dikenal juga dengan nama 'Feria de Caballo' dan ternyata menjadi satu festival penting untuk rakyat Spanyol dan biasanya diadakan setiap pertengahan bulan Mei dan berpusat di kota Jerez yang terletak sekitar 90km dari Sevilla. Selama seminggu penuh, rakyat akan berpesta di festival ini dan umumnya hampir seluruh pusat perbelanjaan dan kantor akan tutup, kecuali untuk beberapa minimarket yang biasanya masih buka di siang hari. Umumnya, pengunjung lokal akan mengenakan pakaian tradisional Spanyol dan yang paling terkenal adalah pakaian wanita yang disebut Flamenco dress. Banyak kereta kuda yang dihias dan mereka akan berkeliling mengitari area festival. Nuansa-nya terasa seperti berada di awal abad ke-19 dan di setiap restoran yang juga penuh dengan dekorasi, masyarakat lokal akan bernyanyi dan menari sambil menenggak berbagai macam cocktail.
       
      Sangat mudah apabila Anda ingin mengunjungi Jerez, cukup membeli tiket kereta secara online (sangat disarankan untuk mencegah kehabisan tiket) dan datang saja ke stasiun terdekat di Sevilla sesuai dengan yang tertera di tiket dan perjalanan hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Dari stasiun Jerez, Anda bisa berjalan santai menuju lokasi festival sekitar 20-30 menit, namun jangan heran kalau suasana jalan sangat lengang dan banyak toko tutup karena biasanya warga sudah memadati festival dari pagi, bahkan ada yang tidak pulang dari malamnya.
      Bagi yang membawa anak kecil, di seberang lokasi ada theme park dadakan buat anak-anak. Cocok apabila anak-anak sudah bosan dengan parade kuda dan kostum dan ada juga beberapa kafe untuk melepas penat dengan beristirahat dan menghilangkan rasa haus dengan minuman dingin dan segar. Kota Jerez sendiri relatif kecil dan mungkin dalam 1 hari sudah cukup untuk dijelajahi namun buat yang penasaran ingin melihat bagaimana 'Feria de Caballo' di malam hari yang rasanya akan lebih meriah dengan variasi lampu yang berwarna-warni, boleh dipertimbangkan untuk menginap satu malam di sini.
      Kita sendiri merasa sudah puas menghabiskan waktu sekitar 4 jam di sana dan sore hari kita balik lagi ke Sevilla dengan menggunakan kereta terakhir. Apabila Anda kebetulan datang ke Sevilla pada waktu tidak ada festival ini, akan lebih baik tidak ke Jerez namun memilih tujuan daytrip lain seperti Cordoba, Malaga, ataupun Granada karena tidak ada yang menarik dari kota Jerez sehingga magnet utama-nya memang 'Horse Fair' saja.
      Day 14 - Sevilla (Minggu, 17 Mei 2015)
      Jadwal kita di hari terakhir di Sevilla sebetulnya agak longgar makanya kemarin sempat terpikir untuk mengambil satu daytrip dadakan tapi kita khawatir kecapean jadi kita putuskan untuk melihat beberapa tempat yang belum sempat didatangi, terutama di bagian utara kota. Tujuan pertama kita menuju ke kawasan Triana. Lokasi ini tidak begitu jauh dari Alcazar dan merupakan tempat kelahiran tarian Flamenco khas Spanyol. Tadinya kita berpikir mau mencari satu kafe kecil untuk sekedar lunch sambil menonton Flamenco tapi ternyata hari Minggu adalah hari istirahat untuk Spanyol (dan juga Portugal) jadi banyak kafe yang meniadakan pertunjukan.
       
      Sayang juga tapi memang nonton Flamenco bukan prioritas kita, jadi kita cukup mengeksplorasi area sekitar sana dan mampir ke salah satu pasar bersih untuk sekedar melihat kegiatan orang lokal di hari Minggu. Pasar saja termasuk sepi dan ada beberapa restoran kecil yang masih buka namun lebih banyak counter yang tutup. Di dekat pasar tersebut, ada satu toko unik yang menjual pernak pernik dan souvenir berbau Flamenco. Harga cukup tinggi namun kualitas produk memang terlihat sangat bagus.
      Menjelang makan siang, kita memutuskan untuk menuju ke Nervion Plaza. Alasannya karena kita pikir karena mall, pasti banyak toko dan restoran yang buka, di samping itu, lokasinya juga persis di depan Ramon Sanchez-Pizjuan Stadium, kandang klub sepakbola kebanggan kota Sevilla. Tiba disana, kita cukup kaget, ternyata mall saja toko semuanya pada tutup dan restoran pun hanya sebagian yang buka. Jadi memang berbekal pengalaman ini, ada baiknya jadwal hari Minggu diatur untuk daytrip ke luar kota atau nonton bola.
      Setelah makan siang, kita pun bengong karena kebingungan mau kemana lagi soalnya landmark kota banyak yang sudah didatangi. Setelah mengecek tripadvisor dan Google, akhirnya pilihan jatuh ke Basilica de la Macarena. Ini adalah salah satu gereja kecil yang juga cukup tersohor di sana, dan kita juga penasaran untuk melihat area neighbourhood sekitar Macarena ini. Tiba di sana, ternyata gereja baru akan dibuka untuk umum pada pukul 5 sore, jadi kita nongkrong dulu di salah satu kafe kecil untuk menikmati teh dan dessert.

      Interior dari Basilica ini memang termasuk cantik namun area sekeliling gereja ini termasuk 'gersang' jadi kalau waktu Anda terbatas di Sevilla, ada baiknya fokus di Cathedral saja. Sekitar pukul 7 malam, kita kembali ke hotel dan makan di salah satu restoran sekitar situ.
      Day 15 - Madrid (Senin, 18 Mei 2015)
      Berbekal tiket PP Jakarta - Madrid, kita pun harus kembali ke Madrid karena besok di pagi hari, kita sudah harus berangkat ke airport. Kita naik kereta cepat menuju stasiun Madrid dan perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam dengan tiket yang sudah kita pesan dari Jakarta. Pemandangan selama perjalanan tidak begitu bagus karena banyak area yang gersang jadi untuk yang tertarik mengambil opsi lebih murah, boleh dipikirkan kereta malam dengan waktu tempuh sekitar 6-8 jam.
      Tiba di Madrid, kita pun kembali ke hotel Ibis yang merupakan hotel yang kita tempati di 3 hari pertama. Setelah check in, kita menuju ke area Salamanca. Ini adalah kawasan perbelanjaan elite di Madrid. Bertebaran banyak branded stores dan bisa dibilang merupakan surga yang hobi shopping. Selain brand-brand terkenal, di area ini juga banyak toko-toko lokal yang cukup menarik untuk di-browse. Area Salamanca ini berdampingan dengan Retiro Park dan di dekat sini juga ada Plaza de Colon, satu square yang cukup luas dengan fountain yang dibangun sebagai monumen penghormatan kepada Christopher Columbus.
      Menjelang sore, kita memutuskan untuk mengunjungi Principe Pio, salah satu pusat perbelanjaan di Madrid untuk sekedar menghabiskan waktu dan mencari souvenir. Tidak banyak barang unik yang bisa Anda temukan disini namun dengan lokasinya yang tidak jauh dari Palacio Real de Madrid dan Anda bisa menemukan banyak restoran disini, mall kecil ini bisa menjadi alternatif untuk melepas lelah dan menikmati dinner.
      Day 16 - Madrid / Jakarta (Selasa, 19 Mei 2015)
      Setelah check out dari hotel, kita pun menuju ke airport untuk kembali ke Jakarta. Perjalanan 2 minggu ini buat kita sangat berkesan namun kita merasa akan lebih optimal lagi kalau kita bisa menghabiskan 2 hari terakhir di Lisbon, Portugal karena lokasi kota tersebut sebetulnya tidak terlalu jauh dari Sevilla namun sayang tiket yang kita beli adalah PP sehingga kita harus kembali ke Madrid. Selain itu, kita memang kesulitan untuk mengatur jadwal ke Portugal karena penerbangan dari Marrakesh ke Sevilla tidak setiap hari ada.
      Di antara ketiga kota di Spanyol yang kita datangi, Barcelona adalah kota yang terbaik dengan pilihan daytrip yang menarik, juga memungkinkan untuk menjadi lokasi awal Cruise Tour. Sevilla juga wajib dikunjungi walaupun sebetulnya cukup 2 hari saja untuk menikmati kota tersebut dan selebihnya untuk daytrip. Madrid adalah kota bisnis jadi sangat cocok untuk yang doyan shopping, clubbing, nongkrong, layaknya Anda menikmati Jakarta, Hongkong, ataupun Sydney.
      Dari Barcelona, usahakan mampir ke Andorra, karena selain menambah satu negara yang dikunjungi, tempat ini tidak jauh dari Barcelona dan banyak pemandangan yang indah selama perjalanan kesana. Akan lebih baik juga kalau bisa nginap satu malam dan hiking di pagi hari karena salah satu highlight utama Andorra adalah gunung.
      Maroko relatif kuno dan terkesan agak kumuh terutama di kawasan Old City namun tentu menyimpan banyak cerita sejarah, budaya, dan lokasi yang cantik, terutama Sahara desert. Untuk pemegang paspor Indonesia bebas masuk tanpa visa. Jangan dilewatkan kalau Anda punya waktu 3-4 hari karena tidak jauh dari Spanyol dan biaya hidup serta penginapan di sana pun tidak mahal. Selain Marrakesh, Anda juga bisa mengunjungi Casablanca, Fes, Essaouira, dan tentunya Merzouga untuk mencoba pengalaman nginap di padang pasir.
      * * *
       
       
       
    • By Florencia Maria
      Hai saya cari teman untuk berangkat ke Belgia, tiket sekitar 8-10 juta, start dari Jakarta tanggal 7 juli- 15 Agustus (Summer). Belum tau lanjut kemana kemungkinan tidak Polandia, Jerman, Belanda,Perancis& Italy karena baru selesai trip kesana, khusus yang domisili Surabaya bisa urus visa barengan :D.
      kl berminat join bisa email saya yah florenciamaria24@gmail.com. Itinerary menyusul rencana negara setelah explore Belgia adalah Luxembourg, Slovenia, Monaco dan Austria (Liechtenstein) 
       
      Lumayan bisa ke Belgia PP 6.9 silahkan cek tiketnya pakai Thai Airways :)
    • By chipago
      Bandung merupakan kota yang sangat kreatif dan terkenal akan tempat wisata alam, kuliner dan tempat belanjanya. Jika kalian senang mengunjungi tempat - tempat yang unik, tidak ada salahnya mengunjungi tempat wisata yang satu ini.
      Terletak di kelurahan Arjuna, Cicendo. Terdapat sebuah perpusatakaan unik yang terbuat dari 2.000 limbah bekas ember es krim. Ditempat ini, sangat cocok untuk mengajak anak - anak untuk menambahkan minat membaca.
      Tempat ini ngak cuma menarik karena buku bacaannya loh, Micro Library juga sangat menarik dari segi arsitektur. Micro Library ini mempunyai luas sekitaar 159.8 meter persegi dan diarsiteki oleh Daliana dan Florian Heinzelmann dari Belanda Shau Architecture.
      info detail :
      http://chipago.com/blog/view/Micro-Library-Perpusatakaan-dari-2000-Ember-Es-Krim.BLG7726
       
    • By widingh
      Sering orang menanyakan, apa syarat2 mengajukan visa Schengen? Berapakah jumlah rekening tabungan yang disyaratkan? Apakah harus booking tiket pesawat, bagaimana kalau visanya ditolak, tiket pesawat akan hangus?
      Dibawah ini adalah syarat dasar untuk mengajukan visa Schengen; sumbernya saya ambilkan dari website Netherland Embassy.
      Bagi WNI untuk memasuki negara Schengen harus mempunyai visa. Visa dapat diurus di Emabssy :
      Negara yang menjadi tujuan awal/kedatangan atau Negara yang paling lama dikunjungi  
      Negara2 yang memberlakukan visa Schengen adalah :
      Belgia   Denmark Jerman Finlandia Perancis Yunani Italia Luxemburg Austria Portugal Belanda Norwegia Spanyol Swedia Islandia Malta Estonia Hongaria  Latvia Lithuania Polandia Slovenia Slowakia Ceko Swiss Liechtenstein Daftar dokumen-dokumen yang diperlukan
      Semua dokumen penunjang harus asli. Anda diharuskan membawa dan membuat foto copy dari semua dokumen asli untuk berkas anda.
      1. Paspor
      Paspor harus berlaku minimal 3 bulan dari saat keluar dari wilayah Schengen
      2. Pas foto
      Pasfoto harus sesuai dengan persyaratan untuk membuat paspor Belanda. Anda dapat membuat foto di area kedutaan yang sesuai dengan persyaratan yang diminta. 
      3. Harga visa
      EUR 60 untuk orang berusia diatas 12 tahun; dibayar dalam rupiah EUR 35 untuk anak-anak berusia antara 6 sampai 12 tahun; dibayar dalam rupiah 4. Formulir permohonan
      Diisi lengkap dan dua kali ditandatangani (pada halaman 2 dan 3).
      5. Asuransi perjalanan
      Asuransi perjalanan harus berlaku untuk seluruh periode perjalanan di wilayah Schengen dengan minimal nilai pertanggungan EUR 30.000,- termasuk pengobatan dan biaya repatriasi. Copy polis harus dilampirkan dalam permohonan, polis asli harus diperlihatkan.
      6. Bukti keuangan
      Jika pemohon visa membiayai sendiri perjalanannya maka maka diwajibkan mempunyai minimal EUR 34 perhari Sponsor di Belanda mempunyai minimum penghasilan dan berlaku 12 bulan kedepan saat permohonan visa diajukan. Lihat link berikut untuk mendapatkan informasi aktual tentang minimum penghasilan:http://.ind.nl/leges/tabel-normbedragen-voldoende-geld.aspx Bukti keuangan dapat dibuktikan dalam bentuk foto copy dari rekening bank/ buku bank 3 bulan terakhir dan/ atau slip gaji 3 bulan terakhir beserta surat keterangan bekerja atau bukti pendaftaran pada Kamar Dagang Belanda  7. Reservasi penerbangan
      Pada reservasi penerbangan harus tertera dengan jelas  tanggal pergi dan pulang, tetapi tidak harus dibayarkan terlebih dahulu. Anda disarankan tidak membayar sebelum visa disetujui. 
      Dokumen-dokumen yang harus dibawa sesuai dengan tujuan
      Turisme
      1.    Bukti pemesanan hotel selama berada diseluruh wilayah Schengen
      2.    Surat keterangan kerja atau bukti pemilikan usaha (S.I.U.P.)
       
      Mengunjungi keluarga atau teman:
      1.    Bila sponsor anda tinggal di Belanda; maka harus dilengkapi dengan undangan yang dilegalisasi oleh kotamadya dimana sponsor anda tinggal. Undangan bisa didapat di kotamadya dimana sponsor anda tinggal;
      2.    Bila sponsor anda tinggal di Belgia; maka harus dilengkapi dengan undangan yang dilegalisasi oleh kotamadya dimana sponsor anda tinggal (yang juga dikenal sebagai lampiran 3bis). Undangan bisa didapat di kotamadya dimana sponsor anda tinggal;
      3.    Bila sponsor anda tinggal di Luxemburg; maka harus dilengkapi dengan undangan yang dilegalisasi oleh kotamadya dimana sponsor anda tinggal dan ditandatangani oleh kantor visa Luxemburg. Undangan bisa didapat di kotamadya dimana sponsor anda tinggal;
      4.    Surat undangan pribadi dari sponsor anda yang menerangkan latar belakang hubungan anda dengan sponsor dan informasi mengenai siapa yang bertanggung jawab atas biaya perjalanan dan biaya selama anda berada disana.
      5.    Bukti keuangan anda dan/ atau sponsor anda; dari orang yang membiayai biaya perjalanan dan biaya selama anda berada disana (copy bank rekening/ buku bank 3 bulan terakhir dan/ atau slip gaji 3 bulan terakhir) 
      6.    Copy paspor dan izin tinggal dari sponsor anda dan suami/  istrinya dan/ atau keluarga yang akan dikunjungi
      7.    Surat keterangan kerja atau bukti pemilikan usaha (S.I.U.P.)
      8.    Bukti pemesanan hotel (bila diperlukan)
      9.    Dokumen-dokumen yang dapat membuktikan hubungan keluarga
       
      Sumber : http://indonesia-in.nlembassy.org/organization/bagian-dalam-kedutaan/konsuler/visa-schengen/visa-kunjungan-singkat/dokumen-yang-dibutuhkan.html
       
       
      Hal-hal penting yang sering ditanyakan; dan pengalaman saya waktu mengurus visa Schengen :
       
      1. Foto 2 lembar ukuran 3,5 X 4,5 CM dengan latar belakang putih, menggunakan baju berkerah. Muka tampak 80%, tidak memakai kacamata. Untuk wanita tidak boleh berkerudung (jilbab), bisa menggunakan tutup kepala yang menutupi rambut tetapi kedua kuping dan jidat harus terlihat.
      2. Jika pemohon visa membiayai sendiri perjalanannya maka maka diwajibkan mempunyai minimal EUR 34 perhari. Sering terjadi kalau minta urus travel agen dimintai syarat tabungan yang mengendap selama 3 bulan sebesar Rp.50 juta. Kalau menurut kedutaan hanya EUR 34 diluar biaya hotel/penginapan. Tingal kalikan sendiri mau berapa hari disana. Contoh 10 hari x EUR 34 = EUR 340. Andaikan EUR 1 = Rp.16.000 maka hanya perlu Rp.5.440.000 di rekening tabungan; tentunya jumlah yang lebih besar akan lebih baik
      3. Bukti pemesanan hotel selama berada diseluruh wilayah Schengen
      4. Hanya diperlukan booking tiket yang belum diissued. Pada reservasi penerbangan harus tertera dengan jelas tanggal pergi dan pulang, tetapi tidak harus dibayarkan terlebih dahulu. Anda disarankan tidak membayar sebelum visa disetujui
      5. Mulai Oktober 2013 diperlukan pengambilan sidik jari/biometric. Meskipun menggunakan jasa agen, kita  perlu datang sendiri ketika mengambil sidik jari/biometric. Pengambilan sidik jari hanya dilakukan sekali; untuk jangka waktu 5 tahun.
      6. Untuk travel insurance ketika mengurus lewat Kedutaan Italy, diminta untuk jangka waktu 1 bulan (selama kita disana/sesuai itinerary). Saya pakai asuransi AXA, biaya premi $50 perorangan dan keluarga $79 (saya berangkat dengan istri jadi beli yang keluarga). Waktu ke Oslo syarat travel insurancenya, pertanggungannya selama kita disana ditambah 15 hari setelah kepulangan di Indonesia; saya pakai asuransi Allianz seharga $38,5.
      7. Untuk Yunani agak susah, surat keterangan dari kantor harus dilegalisir/diketahui Kemenlu RI.
       
       
      Semoga bermanfaat, untuk lebih jelasnya silahkan hubungi embassy masing2 agar lebih akurat.
      Silahkan kalau ada yang mau menambahkan
      Salam Jalan2ers
    • By Vara Deliasani
      Pada saat akan berlibur ke Eropa salah satu kekhawatiran bagi sebagian besar orang adalah masalah budget, terutama hotel. Banyak yang khawatir bahwa hotel yang nyaman dan full private di Eropa akan memakan biaya yang cukup besar. Ini juga yang menjadi concern gw pada saat berlibur ke beberapa negara di Eropa beberapa bulan lalu. Maklumlah gw salah satu traveller "manja" yang males jalan jauh dari hotel ke stasiun atau halte, males kalau harus butuh waktu lama ke tempat wisata, ga bisa sharing kamar mandi dan kamar dengan orang yang ga dikenal, dan berbagai kemanjaan lainnya  (Yaaah gw emang traveller rempong)
      Beruntunglah gw pada saat brwosing menemukan hotel yang sesuai dengan keinginan gw tapi dengan harga murah. Kamar dan kamar mandi privat, lokasi persis di depan stasiun kereta, deket kemana-mana, yang penting HARGANYA MURAH!!!!
      Nama hotelnya MEININGER, logonya gampang banget dikenalin.. Huruf M dengan warna merah dan putih.
       
       
      Usut punya usut ternyata Meininger ini ada di 10 kota di Eropa, antara lain Amsterdam, Berlin, Vienna, Brussels, Frankfurt, London, Munich, Salzburg, Munich dan London. Gw sendiri baru mencoba hotel di 2 kota, yaitu Berlin dan Vienna.
      Di berlin terdapat 4 cabang Meininger, sedangkan di Vienna terdapat 3 cabang. Untuk di berlin gw memilih menginap di Meininger Alexanderplatz, untuk di Vienna di Meininger Hbf (Central Station). Pemilihan cabang gw sesuaikan dengan itinerary yang telah disusun sebelumnya.
       
      1. Meininger Alexanderplatz (Berlin)

      niatnya mau foto tampak depan hotel tapi ternyata banyak model dadakan. hahaa
       
      Meininger Alexanderplatz lokasinya persis di depan U Senefelderplatz (U-Bahn Station). begitu keluar ngeliat ke kanan langsung keliatan hotelnya.. cukup nyeberang 10 langkah udah sampai di lobbi hotel.

      Gw ga sempet foto lobbi hotelnya jadi gw ambil fotonya dari website Meininger. Fotonya emang dari tahun 2008 tapi kondisinya masih persis sama dengan kondisi pada Maret 2016 kemarin. Jadi hotelnya benar-benar terjaga kebersihan dan perawatannya.
      Karena gw jalan ber 4, akhirnya diputuskan untuk ambil Quadruple Room dengan Private Bathroom. Didalam kamar terdapat 2 tempat tidur tingkat, 1 buah meja dan 2 buah kursi, 1 lemari dan kamar mandi yang cukup luas. Peralatan mandi dan hair dryer juga disediakan. (tapi ga tersedia sikat gigi dan odol yaaa)
          



       
      Gw booking sekitar 2 bulan sebelum berangkat. Kebetulan dapat harga yang cukup bersahabat, 60 Euro permalam buat ber 4. atau sekitar Rp 870.000 untuk kamar ber 4. Sehingga kita hanya membayar 218.000/orang. Lumayan bangeeeeeetttt kaaannn!!!!!!

      Harga tersebut di atas belum termasuk sarapan. Kalau mau sarapan di Hotel bisa tapi dikenakan biaya 6.9 Euro/Orang. Pilihan menu sarapan lumayan lengkap dan enak. kita sampe ngebekal buat di jalan. hahaha.
      Butuh ngebekal buat lunch juga bisa... tinggal pesen di hotel seharga $,5 Euro/bungkus. Lumayanlah buat makan siang kalo harus nyambung jalan jauh.

       
      2. Meininger Hbf (Vienna)

      Sama seperti di Berlin, untuk di Vienna gw booking Meininger juga. Kali ini memilih yang deket stasiun utama karena kita sampai di Vienna pagi banget dan langsung pengen menjelajah kota, mengingat besok paginya harus terbang ke Italy.
      Sama seperti di Berlin, Meininger Hbf ini cuma selemparan dari stasiun kereta. Begitu keluar stasiun jalan sekitar 20 langkah udah sampai deh di hotel.


      Gw booking Quadruple Room (karena kita ber4) dengan private bathroom. Bedanya kali ini tempat tidur terdiri dari 4 tempat tidur single (bukan bunk bed).
      Peralatan mandi dan hair dryer juga disediakan. (ga tersedia sikat gigi dan odol yaaa)


      Harga juga sama dengan di Berlin, yaitu 60 Euro semalam untuk ber 4. Sehingga kita hanya membayar 218.000/orang. 
       

      Harga segitu itu dapat private room di lokasi yang strategis banget. Cuma ga termasuk breakfast yaaa.. Kalau mau sarapan di Hotel bisa tapi dikenakan biaya 6.9 Euro/Orang. Ngebekal lunch? Bisa.. pesen di hotel seharga 4.5 Euro/bungkus.
      Gw sih ngerasa puas banget selama nginep di Meininger ini.. dan pastinya kalo ke Eropa lagi bakalan booking di hotel yang sama. Harganya terjangkau tapi fasilitas nyaman dan lokasi strategis.
      Buat yang mau jalan ke Eropa semoga review kali ini bisa membantu memberikan alternatif hotel selama disana.